Melindungi keselamatan masyarakat dari ketidak adilan dan ancaman
Secara berkelanjutan
Kenyataan
Kemakmuran belum merata
Lapangan kerja terbatas, tingkat pengangguran tinggi
Kesempatan dan kemudahan berusaha sempit dan sulit
Masih ada keresahan sosial, modal sosial rendah
Penyebabnya
Produktifitas Industri masih rendah yang disebabkan oleh:
Keterkaitan usaha belum jelas
Peranan Teknologi masih rendah
Indentifikasi Masalah
Berdasarkan berbagai studi menunjukkan bahwa efektifitas modal yang berteknologi belum optimal, lokalisasi dan adaptasi teknologi masih belum kelihatan, dan pendalaman (linkage) industri belum terjadi ( berdasarkan laporan berbagai studi ).
Pernyataan Masalah
Dapat ditarik kesimpulan bahwa, peran tenaga terdidik dibidang teknologi belum optimal dalam meningkatkan produktifitas nasional.
Istilah Ekonomi Berkaitan dengan Teknologi
Production Function
Rumus yang mengekspresikan jumlah produksi berdasarkan Kapital, Labor dan Teknologi, rumus ini di-inisiasi oleh Cobb Douglass_ Solow-Romer, Schumpeter
Labor Productivity
Jumlah produksi dibagi dengan jumlah tenaga kerja yang menghasilkan produksi tersebut
Capital-Labor Ratio
Perbandingan antara Kapital dan Jumlah Tenaga Kerja
Technical Progress
Peningkatan output dari Kombinasi input (Kapital, Labor dan Teknologi) yang sama.
Capital Deepening
Peningkatan ratio kapital per tenaga kerja
Technical Efficiency
The feasible but inefficient points below the production function make up the firm’s production set. (keseimbangan penggunaan input yang ada untuk menghasilkan output, apakah ada yang mubazir?)
Embedded Technology
Teknologi yang terbawa dalam peralatan atau mesin
Teknologi dlm Ekspresi Rumus Ekonomi
Y = * * L
Cobb Douglass Production Function
Y/L=y : Labor Productivity
K/L=k : Kapital Labor Ratio
Y =A*k
y c /y b =e c /e b *{y c (k c )/y b (k c )*y b (k c) /y b (k b )} 1/2 *{(y c (k b )/y b (k c )*(y c (k c )/y c (k b )} 1/2
yc/yb= EFF* TECH * KACC
Jaman dan Faktor Dominan Input Produksi Y=A*K *L Sumber Produksi Jaman Feodal-Agriculture K= Tanah, L=Buruh Tani Sumber Produksi Jaman Industri K= Mesin, L=Buruh Pabrik Sumber Produksi Jaman Teknologi & Pengetahuan K=Hardware/Software, L=Knowledge Worker
Dichotomy dan Konflik
Insinyur/Teknoloog
Teknologi Segalanya
Basis Sumberdaya
Resources Base View
Proses Value added
Competitive
Fokus
Ekonomi Mikro
Ekonoom
Ekonoom, Ekonomi Segalanya
Basis Pasar
Industrial Organization (I/O) Base View
Proses Value Added
Comparative
Fokus
Ekonomi Mikro
VS
Solusi
Sesungguhnya konflik hanya ada dalam alam pikiran tidak ada alam nyata*
Kembalikan kepada ‘The Goal’
Dan bagaimana mencapai ‘The Goal’ tersebut
* Eliyahu Goldratt-Theory of Constraint
Bandingan Comparatif & Competitif Persaingan Ekonomi Meso Produktifitas Faktor Merit Flexible Regional Proaktif Kolaborasi Penciptaan Kemakmuran Inovasi & Teknolologi Persaingan Ekonomi Mikro Produktifitas SDM dan Pengetahuan Flexible berdasar merit Flexibilitas Strategi migrasi Proaktif Kerja sama dan visi bersama Penciptaan kemakmuran Inovasi dan teknologi Terproteksi Ekonomi makro Kedekatan dg penguasa Fisik/Uang Hierarki kaku Ekonomi Ukuran Partner Asing Reaktif Pemerintah Pemerataan Paternalisme Pasar Fokus Peluang Sumberdaya Organisasi Skala Ketergantungan Pendekatan Strategi Kemakmuran Nilai Tambah Synthesis Competitive Comparative Parameter
Pembangunan Ekonomi Melalui Ekonomi Meso dan-Ekonomi Mikro Kemakmuran Produktivitas Inovasi/ Teknologi Diadaptasi dari Michael Porter Faktor Produksi Keterkaitan
Kinerja, Arsitektural, Fondasional dan Lingkungan Usaha Industri Kapital Proses-Rangkaian Kinerja SDM/ Tenaga Kerja Hasil Arsitektural/ Struktural Fondasional Teknologi Lingkungan Usaha POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, TEKNOLOGI &- FAKTOR, DEMAND, STRUKTUR, INDUSTRI PENDUKUNG
Tahapan Pembangunan Ekonomi Nasional:
Factor Driven
Kemakmuran diciptakan oleh sumber daya alam dengan pengolahan minimal
Investment Driven
Kemakmuran diciptakan oleh investasi dibidang fasilitas produksi
Innovation Driven
Kemakmuran diciptakan dengan kreativitas dan inovasi.
Wealth Driven
Kemakmuran diciptakan oleh kemamkmuran itu sendiri.
Michael Porter
Kegiatan
Factor Driven
Investment Driven
Innovation Driven
Wealth Driven
Pembangunan Prasarana dan industri pengolahan
Pembangunan Sarana produksi sekunder
Penelitian dan Pengembangan
Pengelolaan kekayaan
Michael Porter
Tingkat Kajian
Mikro Ekonomi :
Kajian mengenai sebab akibat dari tingkah laku pelaku ekonomi dalam sebuah sistem ekonomi (Keseimbangan pasokan dan permintaan untuk menentukan harga dan tingkat produksi) (Eleanor Doyle 2005)
Makro Ekonomi :
Kajian mengenai hubungan antara unsur-unsur dalam sebuah sistem ekonomi seperti produkdi nasional dan ketenagakerjaan, dan sebab sebab berubahnya kinerja ekonomi termasuk struktur dan institusi ekonomi (Eleanor Doyle 2005)
Meso ekonomi :
Kajian mengenai tingkah laku pelaku industri tertentu dalam sebuah sistem ekonomi, termasuk strategi, struktur persaingan dan masukan-keluaran dari dan ke dalam sistem industri tersebut secara agregasi (Hari G Soeparto 2007).
KONTEKS MIKRO RESOURCES / ASSET PROCESS Customer Funds Human Resources CAPABILITY Throughput Maximization Products Pasar INFORM ATION Value added Raw material Perlu Teknologi Keseimbangan supply demand
KONTEKS MESO (berdasarkan ‘cluster’ industri) FACTOR CONDITION Strategy, structure, competition Related and supporting industry DEMAND CONDITION Role of Government Change of Demand Condition M.Porter
Siklus Ekonomi Makro Pasar Untuk Faktor Produksi Pemerintah Pasar Keuangan Pasar barang dan Jasa Rumah Tangga Pembayaran faktor Penerimaan Perusahaan Pendapatan Tabungan swasta Pajak Konsumsi Belanja Pemerintah Invetasi Mankiw , Teori Ekonomi Makro Harvard University Perusahaan (pengelola faktor Produksi)
KONTEKS MAKRO Sektor Litbang Produksi Barang Modal Produksi Barang Sektor Konsumsi Keluaran Akhir Barang Modal designs Human Capital Stock of knowledge Labor A’(t)=dA(t) H A (t) Y(t)=g(H Y (t),L(t),A(t)[K(t) eta] gama K’(t)=Y(t)-C(t)
Penciptaan Faktor Anugerah Faktor Asset Budaya Asset Sumberdaya Alam Penciptaan Faktor
Prasarana & Bangunan Fisik
Institusi dan Hukum
Budaya
Pengetahuan
Simpanan
Teknologi Untuk Kemakmuran
Kemakmuran diraih melalui peningkatan produktifitas value added
Produktifitas ditingkatkan melalui kapasitas faktor produksi
Tujuan ini tidak dapat dicapai sekali pukul
Industri Strategis dan Teknologi Strategis
Bagaimana menentukan teknologi yang tepat untuk industri yang tepat, kemudian fokus disana, menghindari ‘solving the wrong problem’
Ditelaah berdasarkan kontex micro, meso dan makro
Pemilihan Industri strategis suatu negara adalah proses pengambilan keputusan untuk rencana pengembangan berskala nasional. (metoda dan kriteria penetapan industri yang akan dikembangkan)
KONDISI DLM ANALISIS ‘CLUSTER’
KONDISI
FACTOR CONDITION
STRATEGY, STRUKTUR, KOMPETISI
SUPPORTING INDUSTRI
DEMAND CONDITION
FACTOR CONDITION
NATURAL CONDITION
SUMBER DAYA ALAM
SUMBER DAYA MANUSIA
TEKNOLOGI (KNOWLEDGE ECONOMY INDEX)
PRASARANA FISIK
KELEMBAGAAN, HUKUM DAN UNDANG-UNDANG
GOVERNANCE
GOVERNANCE
Voice and accountability
Political Stability
Control of Corruption
Government Effectiveness
Quality of Regulation
Rule of laws
STRATEGY, STRUKTUR, KOMPETISI
Long term view
Transaction cost economy
Entry Regulation
Time frame view of Business Society
Long Term View
Short Term View
Transaction cost economy
Getting credit
Hiring and firing
Transaction across border
Paying Tax
Entry Regulation
Starting Business
Registering Properties
Closing Business
Protecting Investor
Dealing with License
SUPPORTING INDUSTRI
Availability
Competitiveness
Quality
DEMAND CONDITION
Degree Demanding customer
Number of Customer
Variety of Order
Knowledge Economy Index
Human Resources develoment
ICT Infrastructure
Knowledge Economy Insentive
Innocation & Technology
Solusinya
Know who we are
Know what we can do best
Sumberdaya manusia, kapital, sumberdaya alam Modal intelektual, modal dana, teknologi pengetahuan, prasarana fisik, hukum dan Adm Struktur Proses Produk Acceptabilitas Global Factor Creation Produktivitas & Inovasi Industri Pendukung Struktur Persaingan Kebijakan Standardisasi Untuk Perf./ Mutu Tuntutan Pengguna Jasa STRATEGI NASIONAL Kebijakan Prakondisi Kebijakan sektoral Kondisi Faktor Penyusunan Kebijakan Nasional Industri
ARAHAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI TEKNOLOGI
TEKNOLOGI INDUSTRI ABAD 20
SUMBERDAYA ALAM
PERTANIAN
Pertanian dan Pedesaan
Perkebunan dan Masyarakat Pinggir Hutan
Kelautan dan Budidaya Pantai
PROCESSING
Continuous Process
Discrete Process
Product Engineering
PLANT ENGINEERING
Comprehensive
Specialist
TEKNOLOGI ABAD INI:
NANOTECH,
BIOTECH,
NETWORK-Neuron,
COMPUTER-Robotic
TEKNOLOGI PENCEGAHAN BENCANA
IMPOR TEKNOLOGI
Program Pengembangan Teknolgi Program Industri Program Teknologi Sumber Pendanaan
Technology Upgradation – Key Focus Areas Skill upgradation Capacity building Technology Dissemination ICT Applications to Technology & Management Processes Market access Global Benchmarking of Quality Technology Innovations/R&D Others Key Drivers
Beberapa Mitos
Negara agraris tidak memerlukan pengembangan teknologi
Negara berkembang tidak mungkin menciptakan teknologi.
Implementasi dan Pelaksanaan
Masalah Knowing doing Gap
Tahu ‘What to do’
Tidak Tahu ‘How to do’
Implementasi
Pendekatan dengan Strategy Driven Project Management
Menyeimbangkan dan mengharmoniskan antara mengimpor teknologi maju dan usaha untuk mengembangkan teknologi didalam negeri
Pada kenyataannya hampir semua negara berkembang tidak memiliki sikap positive dlm melihat teknologi impor, dan sangat minim usaha untuk mengadaptasikannya (banyak studi membuktikan)
Patent adalah dasar yang tidak dapat dihindarkan untuk memajukan industri dalam suatu negara
Standarisasi dan Jaminan Mutu
Ketidak mampuan industri nasional dalam memenuhi standar internasioanl terkait dengan tingkat teknologi nasional.
Sebaliknya untuk meningkatkan tingkat teknologi nasional adalah dengan jalan memperbaiki standar industri dan prosedur standarisasi
Standarisasi adalah awal dari perbaikan mutu
Peran Pemerintah dan Industry
Kurangnya peran masyarakat dalam pengembangan ilmu dan teknologi, pada hal disinilah tempat menerapkan atau menginjeksi teknologi
Pemerintah harus memndorong R&D sebagai kegiatan routine industri
Kekurangan mampuan internal perusahaan menyebabkan tidak dapat memilih teknologi yang tepat untuk kebutuhannya, sehingga adaptasi dan lokalisasi teknologi tidak terjadi
Pemerintah memberi dukungan langsung dan tidak langsung membangun atmosfir yang favourable untuk mendorong peningkatan teknologi
Pemerintah harus memberi stimulus dengan berbagai cara hukum, administrative dan finansiil.
Lembaga pengembangan Teknologi
Sebagai agen mediator pengembangan teknologi
Harus ada lembaga pengembangan teknologi yang berfungsi untuk pengembangan teknologi industri
Memahami dan mampu menyesuaikan teknologi tinggi yang ada dan mentrasfrernya ke industri dalam negeri
Sebagai saluran untuk memperkenalkan teknologi baru
Harus mampu menghadapi masalah penelitian dan pengembangan yang berbeda beda
Memberikan manfaat yang nyata bagi ilmuwan dan insinyur untuk memberikan pengalaman prkatek dan profesional
Membuat suasana yang kondusif untuk kegiatan kreative
Kebijakan
Dekomposisi System Ekonomi berdasarkan Cluster Industri
Langkah Penyusunan Kebijakan untuk setiap unit system ekonomi
Alignment kebijakan strategi industri dengan kebijakan strategi nasional
Usulan-usulan Solusi
Pembangunan industri melalui klaster industri untuk meningkatkan pendalaman industri
Identifikasi industri strategis dan teknologi strategis melalui ‘industry clustering’
Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan cluster
Meningkatkan kemampuan mengidentifiasi keperluan teknologi, serta adaptasi dan lokalisasinya
Realisasi kebijakan
Penerapan dan Pengendalian
Pelaporan Deviasi
Koreksi bila perlu
Penutup dan Kesimpulan
Kemakmuran dan Teknologi
Sumber kemakmuran Teknologi
Industri dan Teknologi Teknologi mendukung industri
Kebijakan Pengembangan Teknologi untuk Kemakmuran Industry Linkage, value chain dan injeksi teknologi
Implementasi dan Pelaksanaan
Pembangunan Visi Bersama Supaya dapat fokus, align, konsisten, persisten, dan perservarence
Pemahaman bersama Masalah yang dihadapi Supaya fokus, align, konsisten, persisten, dan perservarence
Prioritasi Pemecahan Masalah Constraint sumberdaya
Program dan Road Mapping Benefit dan optimasi alokasi sumberdaya
Monitoring dan Pengendalian Memastikan tercapainya tujuan
Dua Pesan
Pentingnya ‘shared vision’ dan pemahaman saling keterkaitan, sehingga prinsip fokus, align, konsisten, persisten, dan ‘perservarnce’ dapat direliasasikan
Penyaji Akar Masalah Breakdown dan Struktur Masalah
Penyaji Solusi yang Mungkin Kasus-Kasus negara lain.
Pemilihan Solusi Terbaik
Prioritas dan Program-Road Mapping
Bahan Bacaan
Badunenko, Oleg, Henderson, Daniel, Zelenyuk, Valentin, (2007) ‘Technological change and transition: relative contributions to world wide growth during the 1990’,
Choi, Hyung Sup (1985), ‘Technology Development in Developing Countries’,
Fahey, L, RM Randal (1998), ‘Learning from the future, competitive foresight scenario’ New York, John Wiley & Sons.
Mankiw, N. G. (2000). ‘ Teori Makro Ekonomi’ . Jakarta, Penerbit Erlangga-Terjemahan.
Porter, M.E. (1985). ‘ Competitive Advantage’ . New York, USA, Free Press.
Porter, M. E. (1998). ‘ On Competition . Boston’, A Harvard Business Review Book.
Porter, M. E. (2002). ‘Building Microeconomic Foundation of Prosperity: Finding from Microeconomic Competitiveness Index.’
Soeparto, Hari G.,(2007), ‘Strategi Pengembangan Industri Konstruksi melalui analisis produktifitas dan pengaruh lingkungan usaha’, sebuah pendekatan Ekonomi Meso agregatif, Desertasi FTUI
Soeparto, Hari G.,(2008), ‘Materi Kuliah S2:”Strategic Technology Management” Fakultas Teknik UI’
United Nations, (2005) ‘Analysis of performance and assessment of growth and productivity in ESCWA Region’,
Why Cluster
Cluster mapping is important for:
policy makers at all levels
company managers
since it:
Reveal industry structural patterns and their evolution;
Identify strengths and weaknesses at national and regional level;
Benchmark performances using the same methodology.
0 comments
Post a comment