Industri Srategis dan Teknologi Strategis

Loading...

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

0 comments

Post a comment

    Post a comment
    Embed Video
    Edit your comment Cancel

    Favorites, Groups & Events

    Industri Srategis dan Teknologi Strategis - Presentation Transcript

    1. Industri Strategis dan Teknologi Strategis Hari G Soeparto
    2. Pokok Bahasan
      • Kemakmuran dan Teknologi (Content-Visi)
        • Sumber kemakmuran
        • Industri dan Teknologi
        • Kebijakan Pengembangan Teknologi untuk Kemakmuran
      • Implementasi dan Pelaksanaan (Proses)
        • Pembangunan Visi Bersama
        • Pemahaman bersama atas masalah yang dihadapi
        • Prioritasi Pemecahan Masalah
        • Program dan Road Mapping
        • Monitoring dan Pengendalian
      • Kesimpulan
    3. Vision and Goal Achievement Cycle The Discipline of Successful Execution Benefit/Learning management Program management Solution Management Program & Project Management Strategic Management Project Management Dreams/ Vision 1 2 3 4 5 6 Strategy-driven Project Management ® Problem Management Level 1 feedback Level 2 feedback Level 3 feedback Goals Performance Indicators Policy, strategy, criteria Program, Budget, schedule Project Standard Manual Close out and implementation New dream Hari G Soeparto©2002
    4. Tujuan Bernegara
      • Menciptakan kemakmuran bersama yang berkeadilan
      • Melindungi keselamatan masyarakat dari ketidak adilan dan ancaman
      • Secara berkelanjutan
    5. Kenyataan
      • Kemakmuran belum merata
      • Lapangan kerja terbatas, tingkat pengangguran tinggi
      • Kesempatan dan kemudahan berusaha sempit dan sulit
      • Masih ada keresahan sosial, modal sosial rendah
    6. Penyebabnya
      • Produktifitas Industri masih rendah yang disebabkan oleh:
        • Keterkaitan usaha belum jelas
        • Peranan Teknologi masih rendah
    7. Indentifikasi Masalah
      • Berdasarkan berbagai studi menunjukkan bahwa efektifitas modal yang berteknologi belum optimal, lokalisasi dan adaptasi teknologi masih belum kelihatan, dan pendalaman (linkage) industri belum terjadi ( berdasarkan laporan berbagai studi ).
    8. Pernyataan Masalah
      • Dapat ditarik kesimpulan bahwa, peran tenaga terdidik dibidang teknologi belum optimal dalam meningkatkan produktifitas nasional.
    9. Istilah Ekonomi Berkaitan dengan Teknologi
      • Production Function
        • Rumus yang mengekspresikan jumlah produksi berdasarkan Kapital, Labor dan Teknologi, rumus ini di-inisiasi oleh Cobb Douglass_  Solow-Romer, Schumpeter
      • Labor Productivity
        • Jumlah produksi dibagi dengan jumlah tenaga kerja yang menghasilkan produksi tersebut
      • Capital-Labor Ratio
        • Perbandingan antara Kapital dan Jumlah Tenaga Kerja
      • Technical Progress
        • Peningkatan output dari Kombinasi input (Kapital, Labor dan Teknologi) yang sama.
      • Capital Deepening
        • Peningkatan ratio kapital per tenaga kerja
      • Technical Efficiency
        • The feasible but inefficient points below the production function make up the firm’s production set. (keseimbangan penggunaan input yang ada untuk menghasilkan output, apakah ada yang mubazir?)
      • Embedded Technology
        • Teknologi yang terbawa dalam peralatan atau mesin
    10. Teknologi dlm Ekspresi Rumus Ekonomi
      • Y =  *   * L  
      • Cobb Douglass Production Function
      • Y/L=y : Labor Productivity
      • K/L=k : Kapital Labor Ratio
      • Y =A*k 
      • y c /y b =e c /e b *{y c (k c )/y b (k c )*y b (k c) /y b (k b )} 1/2 *{(y c (k b )/y b (k c )*(y c (k c )/y c (k b )} 1/2
      • yc/yb= EFF* TECH * KACC
    11. Jaman dan Faktor Dominan Input Produksi Y=A*K  *L  Sumber Produksi Jaman Feodal-Agriculture K= Tanah, L=Buruh Tani Sumber Produksi Jaman Industri K= Mesin, L=Buruh Pabrik Sumber Produksi Jaman Teknologi & Pengetahuan K=Hardware/Software, L=Knowledge Worker
    12. Dichotomy dan Konflik
      • Insinyur/Teknoloog
        • Teknologi Segalanya
      • Basis Sumberdaya
        • Resources Base View
      • Proses Value added
        • Competitive
      • Fokus
        • Ekonomi Mikro
      • Ekonoom
        • Ekonoom, Ekonomi Segalanya
      • Basis Pasar
        • Industrial Organization (I/O) Base View
      • Proses Value Added
        • Comparative
      • Fokus
        • Ekonomi Mikro
      VS
    13. Solusi
      • Sesungguhnya konflik hanya ada dalam alam pikiran tidak ada alam nyata*
        • Kembalikan kepada ‘The Goal’
        • Dan bagaimana mencapai ‘The Goal’ tersebut
      * Eliyahu Goldratt-Theory of Constraint
    14. Bandingan Comparatif & Competitif Persaingan Ekonomi Meso Produktifitas Faktor Merit Flexible Regional Proaktif Kolaborasi Penciptaan Kemakmuran Inovasi & Teknolologi Persaingan Ekonomi Mikro Produktifitas SDM dan Pengetahuan Flexible berdasar merit Flexibilitas Strategi migrasi Proaktif Kerja sama dan visi bersama Penciptaan kemakmuran Inovasi dan teknologi Terproteksi Ekonomi makro Kedekatan dg penguasa Fisik/Uang Hierarki kaku Ekonomi Ukuran Partner Asing Reaktif Pemerintah Pemerataan Paternalisme Pasar Fokus Peluang Sumberdaya Organisasi Skala Ketergantungan Pendekatan Strategi Kemakmuran Nilai Tambah Synthesis Competitive Comparative Parameter
    15. Pembangunan Ekonomi Melalui Ekonomi Meso dan-Ekonomi Mikro Kemakmuran Produktivitas Inovasi/ Teknologi Diadaptasi dari Michael Porter Faktor Produksi Keterkaitan
    16. Kinerja, Arsitektural, Fondasional dan Lingkungan Usaha Industri Kapital Proses-Rangkaian Kinerja SDM/ Tenaga Kerja Hasil Arsitektural/ Struktural Fondasional Teknologi Lingkungan Usaha POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, TEKNOLOGI &- FAKTOR, DEMAND, STRUKTUR, INDUSTRI PENDUKUNG
    17. Tahapan Pembangunan Ekonomi Nasional:
      • Factor Driven
        • Kemakmuran diciptakan oleh sumber daya alam dengan pengolahan minimal
      • Investment Driven
        • Kemakmuran diciptakan oleh investasi dibidang fasilitas produksi
      • Innovation Driven
        • Kemakmuran diciptakan dengan kreativitas dan inovasi.
      • Wealth Driven
        • Kemakmuran diciptakan oleh kemamkmuran itu sendiri.
      Michael Porter
    18. Kegiatan
      • Factor Driven
      • Investment Driven
      • Innovation Driven
      • Wealth Driven
      • Pembangunan Prasarana dan industri pengolahan
      • Pembangunan Sarana produksi sekunder
      • Penelitian dan Pengembangan
      • Pengelolaan kekayaan
      Michael Porter
    19. Tingkat Kajian
      • Mikro Ekonomi :
        • Kajian mengenai sebab akibat dari tingkah laku pelaku ekonomi dalam sebuah sistem ekonomi (Keseimbangan pasokan dan permintaan untuk menentukan harga dan tingkat produksi) (Eleanor Doyle 2005)
      • Makro Ekonomi :
        • Kajian mengenai hubungan antara unsur-unsur dalam sebuah sistem ekonomi seperti produkdi nasional dan ketenagakerjaan, dan sebab sebab berubahnya kinerja ekonomi termasuk struktur dan institusi ekonomi (Eleanor Doyle 2005)
      • Meso ekonomi :
        • Kajian mengenai tingkah laku pelaku industri tertentu dalam sebuah sistem ekonomi, termasuk strategi, struktur persaingan dan masukan-keluaran dari dan ke dalam sistem industri tersebut secara agregasi (Hari G Soeparto 2007).
    20. KONTEKS MIKRO RESOURCES / ASSET PROCESS Customer Funds Human Resources CAPABILITY Throughput Maximization Products Pasar INFORM ATION Value added Raw material Perlu Teknologi Keseimbangan supply demand
    21. KONTEKS MESO (berdasarkan ‘cluster’ industri) FACTOR CONDITION Strategy, structure, competition Related and supporting industry DEMAND CONDITION Role of Government Change of Demand Condition M.Porter
    22. Siklus Ekonomi Makro Pasar Untuk Faktor Produksi Pemerintah Pasar Keuangan Pasar barang dan Jasa Rumah Tangga Pembayaran faktor Penerimaan Perusahaan Pendapatan Tabungan swasta Pajak Konsumsi Belanja Pemerintah Invetasi Mankiw , Teori Ekonomi Makro Harvard University Perusahaan (pengelola faktor Produksi)
    23. KONTEKS MAKRO Sektor Litbang Produksi Barang Modal Produksi Barang Sektor Konsumsi Keluaran Akhir Barang Modal designs Human Capital Stock of knowledge Labor A’(t)=dA(t) H A (t) Y(t)=g(H Y (t),L(t),A(t)[K(t) eta] gama K’(t)=Y(t)-C(t)
    24. Penciptaan Faktor Anugerah Faktor Asset Budaya Asset Sumberdaya Alam Penciptaan Faktor
      • Prasarana & Bangunan Fisik
      • Institusi dan Hukum
      • Budaya
      • Pengetahuan
      • Simpanan
    25. Teknologi Untuk Kemakmuran
      • Kemakmuran diraih melalui peningkatan produktifitas value added
      • Produktifitas ditingkatkan melalui kapasitas faktor produksi
      • Tujuan ini tidak dapat dicapai sekali pukul
    26. Industri Strategis dan Teknologi Strategis
      • Bagaimana menentukan teknologi yang tepat untuk industri yang tepat, kemudian fokus disana, menghindari ‘solving the wrong problem’
      • Ditelaah berdasarkan kontex micro, meso dan makro
      • Pemilihan Industri strategis suatu negara adalah proses pengambilan keputusan untuk rencana pengembangan berskala nasional. (metoda dan kriteria penetapan industri yang akan dikembangkan)
    27. KONDISI DLM ANALISIS ‘CLUSTER’
    28. KONDISI
      • FACTOR CONDITION
      • STRATEGY, STRUKTUR, KOMPETISI
      • SUPPORTING INDUSTRI
      • DEMAND CONDITION
    29. FACTOR CONDITION
      • NATURAL CONDITION
      • SUMBER DAYA ALAM
      • SUMBER DAYA MANUSIA
      • TEKNOLOGI (KNOWLEDGE ECONOMY INDEX)
      • PRASARANA FISIK
      • KELEMBAGAAN, HUKUM DAN UNDANG-UNDANG
      • GOVERNANCE
    30. GOVERNANCE
      • Voice and accountability
      • Political Stability
      • Control of Corruption
      • Government Effectiveness
      • Quality of Regulation
      • Rule of laws
    31. STRATEGY, STRUKTUR, KOMPETISI
      • Long term view
      • Transaction cost economy
      • Entry Regulation
    32. Time frame view of Business Society
      • Long Term View
      • Short Term View
    33. Transaction cost economy
      • Getting credit
      • Hiring and firing
      • Transaction across border
      • Paying Tax
    34. Entry Regulation
      • Starting Business
      • Registering Properties
      • Closing Business
      • Protecting Investor
      • Dealing with License
    35. SUPPORTING INDUSTRI
      • Availability
      • Competitiveness
      • Quality
    36. DEMAND CONDITION
      • Degree Demanding customer
      • Number of Customer
      • Variety of Order
    37. Knowledge Economy Index
      • Human Resources develoment
      • ICT Infrastructure
      • Knowledge Economy Insentive
      • Innocation & Technology
    38. Solusinya
      • Know who we are
      • Know what we can do best
    39. Sumberdaya manusia, kapital, sumberdaya alam Modal intelektual, modal dana, teknologi pengetahuan, prasarana fisik, hukum dan Adm Struktur Proses Produk Acceptabilitas Global Factor Creation Produktivitas & Inovasi Industri Pendukung Struktur Persaingan Kebijakan Standardisasi Untuk Perf./ Mutu Tuntutan Pengguna Jasa STRATEGI NASIONAL Kebijakan Prakondisi Kebijakan sektoral Kondisi Faktor Penyusunan Kebijakan Nasional Industri
    40. ARAHAN, KEBIJAKAN DAN STRATEGI TEKNOLOGI
      • TEKNOLOGI INDUSTRI ABAD 20
        • SUMBERDAYA ALAM
        • PERTANIAN
          • Pertanian dan Pedesaan
          • Perkebunan dan Masyarakat Pinggir Hutan
          • Kelautan dan Budidaya Pantai
        • PROCESSING
          • Continuous Process
          • Discrete Process
          • Product Engineering
        • PLANT ENGINEERING
          • Comprehensive
          • Specialist
      • TEKNOLOGI ABAD INI:
        • NANOTECH,
        • BIOTECH,
        • NETWORK-Neuron,
        • COMPUTER-Robotic
      • TEKNOLOGI PENCEGAHAN BENCANA
      • IMPOR TEKNOLOGI
    41. Program Pengembangan Teknolgi Program Industri Program Teknologi Sumber Pendanaan
    42. Technology Upgradation – Key Focus Areas Skill upgradation Capacity building Technology Dissemination ICT Applications to Technology & Management Processes Market access Global Benchmarking of Quality Technology Innovations/R&D Others Key Drivers
    43. Beberapa Mitos
      • Negara agraris tidak memerlukan pengembangan teknologi
      • Negara berkembang tidak mungkin menciptakan teknologi.
    44. Implementasi dan Pelaksanaan
    45. Masalah Knowing doing Gap
      • Tahu ‘What to do’
      • Tidak Tahu ‘How to do’
    46. Implementasi
      • Pendekatan dengan Strategy Driven Project Management
      • Penentuan Misi dan Visi Industri
      • Analisa kesenjangan dan masalah
      • Pengembangan alternatif solusi
      • Pemilihan Solusi terbaik
      • Pengembangan Program dan Project
    47. Vision and Goal Achievement Cycle The Discipline of Successful Execution Benefit/Learning management Program management Solution Management Program & Project Management Strategic Management Project Management Dreams/ Vision 1 2 3 4 5 6 Strategy-driven Project Management ® Problem Management Level 1 feedback Level 2 feedback Level 3 feedback Goals Performance Indicators Policy, strategy, criteria Program, Budget, schedule Project Standard Manual Close out and implementation New dream Hari G Soeparto©2002
    48. Research & Teknolgi
      • Menyeimbangkan dan mengharmoniskan antara mengimpor teknologi maju dan usaha untuk mengembangkan teknologi didalam negeri
      • Pada kenyataannya hampir semua negara berkembang tidak memiliki sikap positive dlm melihat teknologi impor, dan sangat minim usaha untuk mengadaptasikannya (banyak studi membuktikan)
      • Patent adalah dasar yang tidak dapat dihindarkan untuk memajukan industri dalam suatu negara
    49. Standarisasi dan Jaminan Mutu
      • Ketidak mampuan industri nasional dalam memenuhi standar internasioanl terkait dengan tingkat teknologi nasional.
      • Sebaliknya untuk meningkatkan tingkat teknologi nasional adalah dengan jalan memperbaiki standar industri dan prosedur standarisasi
      • Standarisasi adalah awal dari perbaikan mutu
    50. Peran Pemerintah dan Industry
      • Kurangnya peran masyarakat dalam pengembangan ilmu dan teknologi, pada hal disinilah tempat menerapkan atau menginjeksi teknologi
      • Pemerintah harus memndorong R&D sebagai kegiatan routine industri
      • Kekurangan mampuan internal perusahaan menyebabkan tidak dapat memilih teknologi yang tepat untuk kebutuhannya, sehingga adaptasi dan lokalisasi teknologi tidak terjadi
      • Pemerintah memberi dukungan langsung dan tidak langsung membangun atmosfir yang favourable untuk mendorong peningkatan teknologi
      • Pemerintah harus memberi stimulus dengan berbagai cara hukum, administrative dan finansiil.
    51. Lembaga pengembangan Teknologi
      • Sebagai agen mediator pengembangan teknologi
      • Harus ada lembaga pengembangan teknologi yang berfungsi untuk pengembangan teknologi industri
      • Memahami dan mampu menyesuaikan teknologi tinggi yang ada dan mentrasfrernya ke industri dalam negeri
      • Sebagai saluran untuk memperkenalkan teknologi baru
      • Harus mampu menghadapi masalah penelitian dan pengembangan yang berbeda beda
      • Memberikan manfaat yang nyata bagi ilmuwan dan insinyur untuk memberikan pengalaman prkatek dan profesional
      • Membuat suasana yang kondusif untuk kegiatan kreative
    52. Kebijakan
      • Dekomposisi System Ekonomi berdasarkan Cluster Industri
      • Langkah Penyusunan Kebijakan untuk setiap unit system ekonomi
      • Alignment kebijakan strategi industri dengan kebijakan strategi nasional
    53. Usulan-usulan Solusi
      • Pembangunan industri melalui klaster industri untuk meningkatkan pendalaman industri
      • Identifikasi industri strategis dan teknologi strategis melalui ‘industry clustering’
      • Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan cluster
      • Meningkatkan kemampuan mengidentifiasi keperluan teknologi, serta adaptasi dan lokalisasinya
    54. Realisasi kebijakan
      • Penerapan dan Pengendalian
      • Pelaporan Deviasi
      • Koreksi bila perlu
    55. Penutup dan Kesimpulan
      • Kemakmuran dan Teknologi
        • Sumber kemakmuran  Teknologi
        • Industri dan Teknologi  Teknologi mendukung industri
        • Kebijakan Pengembangan Teknologi untuk Kemakmuran  Industry Linkage, value chain dan injeksi teknologi
      • Implementasi dan Pelaksanaan
        • Pembangunan Visi Bersama  Supaya dapat fokus, align, konsisten, persisten, dan perservarence
        • Pemahaman bersama Masalah yang dihadapi  Supaya fokus, align, konsisten, persisten, dan perservarence
        • Prioritasi Pemecahan Masalah  Constraint sumberdaya
        • Program dan Road Mapping  Benefit dan optimasi alokasi sumberdaya
        • Monitoring dan Pengendalian  Memastikan tercapainya tujuan
    56. Dua Pesan
      • Pentingnya ‘shared vision’ dan pemahaman saling keterkaitan, sehingga prinsip fokus, align, konsisten, persisten, dan ‘perservarnce’ dapat direliasasikan
      • Perlu menghilangkan sindroma ‘Knowing Doing Gap’ dengan menerapkan metoda sistematis Dream to Reality (Strategy Driven Project Management © )
    57. TOR
      • Penyaji Masalah  Definisi Masalah
      • Penyaji Akar Masalah  Breakdown dan Struktur Masalah
      • Penyaji Solusi yang Mungkin  Kasus-Kasus negara lain.
      • Pemilihan Solusi Terbaik
      • Prioritas dan Program-Road Mapping
    58. Bahan Bacaan
      • Badunenko, Oleg, Henderson, Daniel, Zelenyuk, Valentin, (2007) ‘Technological change and transition: relative contributions to world wide growth during the 1990’,
      • Choi, Hyung Sup (1985), ‘Technology Development in Developing Countries’,
      • Fahey, L, RM Randal (1998), ‘Learning from the future, competitive foresight scenario’ New York, John Wiley & Sons.
      • Mankiw, N. G. (2000). ‘ Teori Makro Ekonomi’ . Jakarta, Penerbit Erlangga-Terjemahan.
      • Porter, M.E. (1985). ‘ Competitive Advantage’ . New York, USA, Free Press.
      • Porter, M. E. (1998). ‘ On Competition . Boston’, A Harvard Business Review Book.
      • Porter, M. E. (2002). ‘Building Microeconomic Foundation of Prosperity: Finding from Microeconomic Competitiveness Index.’
      • Soeparto, Hari G.,(2007), ‘Strategi Pengembangan Industri Konstruksi melalui analisis produktifitas dan pengaruh lingkungan usaha’, sebuah pendekatan Ekonomi Meso agregatif, Desertasi FTUI
      • Soeparto, Hari G.,(2008), ‘Materi Kuliah S2:”Strategic Technology Management” Fakultas Teknik UI’
      • United Nations, (2005) ‘Analysis of performance and assessment of growth and productivity in ESCWA Region’,
    59. Why Cluster
      • Cluster mapping is important for:
        • policy makers at all levels
        • company managers
      • since it:
        • Reveal industry structural patterns and their evolution;
        • Identify strengths and weaknesses at national and regional level;
        • Benchmark performances using the same methodology.

    + TechnoMainstream BlogTechnoMainstream Blog, 8 months ago

    custom

    903 views, 0 favs, 1 embeds more stats

    More info about this document

    © All Rights Reserved

    Go to text version

    • Total Views 903
      • 896 on SlideShare
      • 7 from embeds
    • Comments 0
    • Favorites 0
    • Downloads 23
    Most viewed embeds
    • 7 views on http://www.technomainstream.com

    more

    All embeds
    • 7 views on http://www.technomainstream.com

    less

    Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
    Flag as inappropriate

    Select your reason for flagging this presentation as inappropriate. If needed, use the feedback form to let us know more details.

    Cancel
    File a copyright complaint
    Having problems? Go to our helpdesk?

    Categories