RESUME BUKU Judul  : Implementasi Program Lifeskill dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi  pada Jalur Sekolah Pengarang : Dr...
BAB I  PENDAHULUAN <ul><li>Pendidikan merupakan proses optimalisasi anak  </li></ul><ul><li>Lemahnya sistem pendidikan nas...
BAB II PENDEKATAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) <ul><li>Kompetensi Guru dalam meningkatkan standari...
BAB III  STRATEGI PENYELENGGARAAN PROGRAM “LIFE SKILL” PADA JALUR SEKOLAH <ul><li>Pendidikan berperan sangat penting dan m...
<ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Paradigma sekolah sebagai pembentuk cikal bakal manusia yang bermartabat adalah benar...
BAB IV  IMPLEMENTASI PROGRAM LIFE SKILL DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA JALUR SEKOLAH  <ul><li>Implementasi prose...
BAB  V KONSEP DASAR KBK <ul><li>KBK fasilitas untuk mengembangkan kematangan pribadi siswa dalam segala aspek  </li></ul><...
BAB  VI HAKEKAT BELAJAR DALAM PENGEMBANGAN KBK <ul><li>Belajar adalah rekontruksi transfer ilmu dan pengalaman melalui akt...
BAB  VII HAKEKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI DAN BERBASIS KOMPTENSI  <ul><li>Proses menciptakan kondisi untuk mempengaruhi s...
BAB  VIII PENYUSUN STRUKTUR TAKSONOMI KOMPETENSI DALAM KBK <ul><li>Tahap siswa untuk mencapai sebuah kompetensi. </li></ul...
BAB  IX LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS <ul><li>Rencana pembelajaran  </li></ul><ul><li>Kemampuan yang luas dan menyelu...
BAB X SISTEM PENGAJIAN DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA <ul><li>Barometer  keberhasilan  </li></ul><ul><li>Semua siswa me...
BAB XI PELAPORAN HASIL BELAJAR <ul><li>Akuntabilitas hasil belajar  </li></ul><ul><li>Informasi keberhasilan kompetensi  <...
BAB XII K E S I M P U L A N <ul><li>Pendidikan adalah tema yang universal dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Oleh kar...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Resume Buku

1,753

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,753
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Resume Buku

  1. 1. RESUME BUKU Judul : Implementasi Program Lifeskill dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi pada Jalur Sekolah Pengarang : Drs. Dian Sukmara, M.Pd Penerbit : Maghni Sejahtera Tahun Terbit : 2003 Jml. Halaman : 156 Nama : Tati Sunarti Kelas : 2C PEAP
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN <ul><li>Pendidikan merupakan proses optimalisasi anak </li></ul><ul><li>Lemahnya sistem pendidikan nasional menyebaban kurang optimalnya output pendidikan </li></ul><ul><li>Pembentukan SDM yang berkwalitas </li></ul><ul><li>Peningkatan Kualitas Pendidikan </li></ul><ul><li>REFLEKSI : </li></ul><ul><li>Suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan adalah salah satu penentu masa depan bangsa. Pendidikan yang ada saat ini lemahd dalam membentuk SDM yang berkualitas akibatnya. Output dari kwalitas pendidikan tersebut kurang standar, kompetensi bagi siswa kelemahan tersebut dapat dilihat dari kurangnya perhatian para praktisi pendidikan terhadap output pendidikan itu sendiri. Maka ini akan sulit melahirkan suatu keberhasilan. </li></ul>
  3. 3. BAB II PENDEKATAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) <ul><li>Kompetensi Guru dalam meningkatkan standarisasi kurikulum sebagai perangkat rumusan yang harus dikuasaui peserta didik </li></ul><ul><li>Penguasaan ilmu pengetahuan, penguasaan kemampuan standar, penguasaan kompetensi, pembentukan pribadi ini merupakan pendekatan dalam pengembangan kurikulum </li></ul><ul><li>Penyesuaian kurikulum untuk pengembangan potensi dan karakteristik perkembangan zaman </li></ul><ul><li>Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat </li></ul><ul><li>Guru sebagai fasilitator bagi siswa dalam upayanya mengembangkan potensi </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Tidak disangkal peran pemerintah dalam mendukung perkembangan pendidikan sangat penting. Namun guru juga tidak kalah penting. Guru yang merupakan fasilitator pengembang potensi siswa patut diperhatikan mengenai tingkat mutu kompetensi profesionalismenya. Karena pendidikan merupakan aspek terpenting dalam pembentukan nilai yang ada pada setiap individu dalam perwujudan dan martabat sebagai manusia </li></ul>
  4. 4. BAB III STRATEGI PENYELENGGARAAN PROGRAM “LIFE SKILL” PADA JALUR SEKOLAH <ul><li>Pendidikan berperan sangat penting dan merupakan upaya strategis </li></ul><ul><li>Fungsi pendidikan menuntut setiap manusia meningkatkan kompetensinya agar dapat mengeksplorasikan diri terhadap perkembangan jaman </li></ul><ul><li>Perbaikan nilai moral setiap individu dalam tatanan kehidupan bermasyarakat </li></ul><ul><li>Life Skill meningkatkan manusia untuk lebih maju dan berani menghadapi problema hidup yang lebih komplek </li></ul><ul><li>Menjadi lebih kreatif dan berfikir kritis </li></ul><ul><li>Sekolah sebagai lembaga formal dalam mengembangkan Life Skill </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Paradigma sekolah sebagai pembentuk cikal bakal manusia yang bermartabat adalah benar adanya. Pembentukan kecakapan sosial, kecakapan hidup terjadi secara kontinue di lembaga formal ini. Seorang individu akan tampil berani dalam menghadapi berbagai problema bila mempunyai Life Skill yang tinggi dalam penyesuaian dengan faktor-faktor kehidupan yang diferensial. Penyelengaraan pembelajaran berorientasi Life Skill mengarahkan kepada pemberdayaan SDM sepenuhnya. </li></ul>
  6. 6. BAB IV IMPLEMENTASI PROGRAM LIFE SKILL DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PADA JALUR SEKOLAH <ul><li>Implementasi proses pembelajaran yang efektif mengembangkan intelegensi manusia </li></ul><ul><li>Perpaduan antara Life Skill dan aspek lahiriah adalah kesempurnaan derajat manusia </li></ul><ul><li>Proses pendidikan yang terpadu menciptakan keyakinan pada peserta didik akan keberhasilan </li></ul><ul><li>Kolaborasi berbagai aspek kompetensi dengan silabus pembelajaran yang luas dan mendalam. </li></ul><ul><li>Berorientasi pada pengembangan kompetensi Standar Internasional </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Artinya kompetensi yang dimiliki dengan lifeskill yang sempurna akan memberikan suatu arahan yang jelas terhadap keterampilan dan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan bekal mereka sebagai penerus bangsa dan harus menghadapi dinamika kehidupan yang tidak mudah. </li></ul>
  7. 7. BAB V KONSEP DASAR KBK <ul><li>KBK fasilitas untuk mengembangkan kematangan pribadi siswa dalam segala aspek </li></ul><ul><li>Etik Universal adalah aturan yang merupakan kebutuhan guna mencapai tujuan </li></ul><ul><li>Pendidikan adalah tanggung jawab bersama semua pihak </li></ul><ul><li>Merupakan perpaduan aspek potensi anak dan akuntabilitas hasil belajar </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Bahwa dengan konsep dasar KBK diharapkan peningkatan kompetensi dalam berbagai bidang baik personal maupun global. Pencapaian tujuan yang merata disetiap bidang pendidikan adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya. Pendidikan yang notabene adalah faktor yang memadukan antara aspek potensi anak dan akuntabilitasnya terhadap prospek bangsa masa yang akan datang </li></ul>
  8. 8. BAB VI HAKEKAT BELAJAR DALAM PENGEMBANGAN KBK <ul><li>Belajar adalah rekontruksi transfer ilmu dan pengalaman melalui aktifitas secara aktif dan kreatif </li></ul><ul><li>Perubahan kearah yang lebih baik </li></ul><ul><li>Penyesuaian dari tengah lingkungan </li></ul><ul><li>Mempunyai manifestasi yang benar manfaatnya </li></ul><ul><li>Belajar efektif adalah pengembangan potensi dasar (kodrasi) </li></ul><ul><li>Mempunyai tujuan pengembangan kompetensi </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Belajar, belajar dan belajar bila kita ingin berkreasi dan bermanfaat dalam kehidupan, belajar sepanjang hayat dengan demikian bahwa belajar tidak akan pernah berhenti sampai titik kehidupan yang terakhir. Pemahaman belajar bagi siswa adalah dimana mereka membutuhkan figur yang mereka anggap idola dalam menjadikan mereka contoh menjalankan kehidupan. Figur tersebut adalah orang-orang yang berpengaruh diantaranya adalah guru, untuk itu guru harus terus belajar untuk mengembangkan kompetensinya di segala bidang. </li></ul>
  9. 9. BAB VII HAKEKAT PEMBELAJARAN BERORIENTASI DAN BERBASIS KOMPTENSI <ul><li>Proses menciptakan kondisi untuk mempengaruhi siswa dalam menguasai suatu kompetensi </li></ul><ul><li>Ouptut proses pembelajaran adalah mampu mengelola emosi dan mandiri </li></ul><ul><li>Tipe pembelajaran yang menyenangkan, membangkitkan semangat belajar </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Tipe belajar yang sangat menyenangkan tepat menjadi proses transfer ilmu yang selalu membekas dan diingat. Pembelajaran pengelolaan emosi yang berkaitan dengan naluri, perasaan, hati adalah penting untuk membangu pengembangan EQ, karena keseimbangan intelektual dengan naluri dapat membantu dalam sebuah keberhasilan </li></ul>
  10. 10. BAB VIII PENYUSUN STRUKTUR TAKSONOMI KOMPETENSI DALAM KBK <ul><li>Tahap siswa untuk mencapai sebuah kompetensi. </li></ul><ul><li>Target pencapaian belajar siswa </li></ul><ul><li>Keseimbangan EQ dan IQ juga SQ </li></ul><ul><li>Pengalaman sebagai bekal mengarungi kehidupan </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Ketika berhadapan dengan dunia nyata yang sarat perubahan dan penuh ketidakpastian manusia memerlukan keseimbangan EQ, IQ dan SQ dalam menghadapinya. Pengalaman yang telah dialami ketika belajar di sekolah dapat dijadikan sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan. Peningkatan kesadaran belajar untuk memahami perubahan dunia dalam berbagai aspek dan sudah selayaknya pengembangan KBK memberikan kontribusi besar dalam dunia belajar siswa baik melalui lembaga formal dan non formal </li></ul>
  11. 11. BAB IX LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS <ul><li>Rencana pembelajaran </li></ul><ul><li>Kemampuan yang luas dan menyeluruh </li></ul><ul><li>Metode belajar yang relevan </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Ketika akan menyusun silabusada baiknya disesuaikan dengan sarana dan sumber belajar jangan terlalu dipaksakan. Yang paling penting adalah hasil belajar sesuai dengan harapan dan pembelajaran terasa menyenangkan bukan sebaliknya membosankan. </li></ul>
  12. 12. BAB X SISTEM PENGAJIAN DAN PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA <ul><li>Barometer keberhasilan </li></ul><ul><li>Semua siswa mempunyai kompetensi yang baik </li></ul><ul><li>Mangacu pada indikatif </li></ul><ul><li>Memantau kualitas akhir </li></ul><ul><li>Remedial juka terjadi kesalahan </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Tidak semua pembelajaran full 100 % berhasil, ada titik dimana harus memerlukan remedial, ini dilakukan untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dan terjadi peningkatan. </li></ul>
  13. 13. BAB XI PELAPORAN HASIL BELAJAR <ul><li>Akuntabilitas hasil belajar </li></ul><ul><li>Informasi keberhasilan kompetensi </li></ul><ul><li>Refesensi tindakan selanjutnya </li></ul><ul><li>Komunikasi siswa dengan guru </li></ul><ul><li>Refleksi : </li></ul><ul><li>Objektifitas ketika menentukan nilai harus diberikan kepada siswa. Pelaporan yang akuntabilitas dari guru sebagai sarana komunikasi antara siswa, orangtua dan guru. Relevansi antara nilai dan kompetensipun harus balance, karena ini mencerminkan karakter guru dalam menilai siswanya. </li></ul>
  14. 14. BAB XII K E S I M P U L A N <ul><li>Pendidikan adalah tema yang universal dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan disegala bidang yang berkaitan dengan pendidikan karena output dari proses ini adalah masa depan bangsa. </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×