STRATEGI  E-DEVELOPMENT  DAERAH Kabupaten Jembrana Seminar “Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam Rangka Pemberdayaa...
OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
REVIEW BEBERAPA PERUNDANGAN <ul><li>UU No. 32/2004 : </li></ul><ul><ul><li>Tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan kesej...
PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Menurut UU No. 32 Tahun 2004   Di luar 6 Urusan <ul><li>6 Urusan  (Absolut) </li></ul><ul><l...
ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN Menurut UU No. 32 Tahun 2004   URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (MUTLAK URUSAN PUSAT) CONCURRENT (U...
ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Menurut UU No. 25 Tahun 2004 dan UU No.  No 17 Tahun 2003   UU 17/2007 RPJM Daerah RPJP ...
KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik Kondisi Umum  (Framework Conditions) Dimensi Daerah Dimen...
OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Per...
GELOMBANG PERUBAHAN EKONOMI INTERNASIONAL 30 Tahun 40 Tahun 50 Tahun Perkiraan durasi Sumber : Taufik (2005) Information  ...
CONTOH MANFAAT TIK : ICT4D Kesempatan kerja Pertumbuhan ekonomi Efektivitas Efisiensi   Transparansi Akuntabilitas Pemberd...
ICT READINESS  DAN DAYA SAING EKONOMI  WEF GROWTH COMPETITIVENESS INDEX (‘05-’06) WEF NETWORK READINESS INDEX (’05-’06) VI...
HUBUNGAN ANTARA DOI DENGAN PDB - 2005 DOI PDB per Kapita, US$ Sumber : Minges (2006)
DOI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA IPM / HDI (Human Development Index), 2005 Digital Opportunity Index, 2004 Indonesia Sumber : M...
PEMBANGUNAN   PEMBERDAYAAN <ul><li>Pemungkinan  (enabling)     agar berkembang </li></ul><ul><li>Penguatan  (strengtheni...
OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
TEKNOLOGI SEBAGAI INSTRUMEN PEMBERDAYA <ul><li>Pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) HARUS...
KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT  e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK &  E-Business e-Society...
OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI  E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
KUNCI KEBERHASILAN : 1 Kepeloporan & Kreativitas <ul><li>Perkuat komitmen (kesungguhan), pelihara konsistensi dan budayaka...
KUNCI KEBERHASILAN : 2 Galang Kolaborasi Kolaborasi E-Development <ul><li>TIDAK BISA sekedar kegiatan linier-sekuensial </...
KUNCI KEBERHASILAN : 3  Social Engineering <ul><li>Keberhasilan penguasaan, pemanfaatan, pengembangan teknologi bagi pewuj...
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Tha...
KOLABORASI <ul><li>KOLABORASI merupakan praktik pengorganisasian dua pihak atau lebih untuk  mencapai tujuan bersama  dan ...
MENGAPA STRATEGI  E-DEVELOPMENT  ? <ul><li>Keperluan akan  kepemimpinan dan kepeloporan  untuk mendorong perbaikan kebijak...
ICT & POVERTY <ul><li>Reducing poverty </li></ul><ul><li>The Impact of ICTs on poverty alleviation </li></ul><ul><li>Bette...
KARAKTERISTIK KHAS TIK <ul><li>TIK bersifat  pervasive dan cross-cutting   </li></ul><ul><li>TIK merupakan  enabler  yang ...
PEMBANGUNAN MANUSIA DAN  MDGs   <ul><li>The Millennium Development Goals (MDGs)  merupakan suatu agenda pembangunan manusi...
AGENDA MDGs <ul><li>Menanggulangi  Kemiskinan dan Kelaparan   ( Eradicate poverty and hunger) </li></ul><ul><li>Mencapai  ...
CONTOH MANFAAT TIK ~ MDGs <ul><li>Meningkatkan akses terhadap informasi dan sumber daya internasional; </li></ul><ul><li>M...
CONTOH DAMPAK TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs 2.Achieve Universal Primary education 3.Promote Gender equality 4.Reduce child mor...
PERAN TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs <ul><li>Memberikan solusi.  </li></ul><ul><li>Meningkatkan efektivitas dan efisiensi. </li...
How much Government in your E-strategy ? SIN AUT CAN IRE UK HKG SWE ICE DEN USA SWI JAP NOR LUX NET FIN GER BEL AUL ITA IS...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Strategi E Development ~ Pemantapan OTDA 25 Ags 2008

1,625 views
1,546 views

Published on

Bahan pengantar diskusi dalam seminar "Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat" di Negara - Jembrana, 25 Agustus 2008

Published in: Technology, Economy & Finance
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,625
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
15
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi E Development ~ Pemantapan OTDA 25 Ags 2008

  1. 1. STRATEGI E-DEVELOPMENT DAERAH Kabupaten Jembrana Seminar “Pemantapan Pelaksanaan Otonomi Daerah Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat” Negara - Jembrana, 25 Agustus 2008 Dr. Tatang A. Taufik Direktur PTIK - BPPT
  2. 2. OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
  3. 3. OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
  4. 4. REVIEW BEBERAPA PERUNDANGAN <ul><li>UU No. 32/2004 : </li></ul><ul><ul><li>Tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah (Pasal 2, Ayat 3); dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kepala daerah dan wakil kepala daerah mempunyai kewajiban antara lain: memajukan dan mengembangkan daya saing daerah (Pasal 27, Ayat 1, butir g). </li></ul></ul><ul><li>UU No. 18/2002 : </li></ul><ul><ul><li>Tujuan pengembangan Sisnas P3Iptek : Memperkuat daya dukung iptek untuk mempercepat pencapaian tujuan negara; Meningkatkan daya saing; Meningkatkan kemandirian. </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjelasan : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Peningkatan pencerdasan bangsa dan kehidupan masyarakat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengembangkan perekonomian negara </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Meningkatkan dan menyerasikan sosial budaya bangsa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memperkuat pertahanan negara </li></ul></ul></ul>
  5. 5. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN Menurut UU No. 32 Tahun 2004 Di luar 6 Urusan <ul><li>6 Urusan (Absolut) </li></ul><ul><li>Politik Luar Negeri </li></ul><ul><li>Pertahanan </li></ul><ul><li>Keamanan </li></ul><ul><li>Yustisi </li></ul><ul><li>Moneter dan Fiskal Nasional </li></ul><ul><li>Agama. </li></ul><ul><li>Urusan Wajib (di Prov dan Kab/Kota) </li></ul><ul><li>P erencanaan dan pengendalian pembangunan </li></ul><ul><li>P erencanaan, pemanfaatan, & pengawasan tata ruang; </li></ul><ul><li>P enyelenggaraan ketertiban umum & ketentraman masy . ; </li></ul><ul><li>P enyediaan sarana dan prasarana umum; </li></ul><ul><li>P enanganan bidang kesehatan; </li></ul><ul><li>P enyelenggaraan pend. & alokasi SDM potensial; </li></ul><ul><li>P enanggulangan masalah sosial (termasuk lintas kab./kota ) ; </li></ul><ul><li>P elayanan bidang ketenagakerjaan ( termasuk lintas kab./kota ) ; </li></ul><ul><li>F asilitasi pengemb. koperasi & UKM (termasuk lintas kab/kota ) ; </li></ul><ul><li>P engendalian lingkungan hidup; </li></ul><ul><li>P elayanan pertanahan (termasuk lintas kab./kota ) ; </li></ul><ul><li>P elayanan kependudukan, dan catatan sipil; </li></ul><ul><li>P elayanan adm. umum pemerintahan; </li></ul><ul><li>P elayanan adm. penanaman modal (termasuk lintas kab./kota ) ; </li></ul><ul><li>P elayanan dasar lainnya ( belum dapat dilaksanakan kab./kota ); </li></ul><ul><li>U rusan wajib lainnya sesuai peraturan perundang-undangan . </li></ul><ul><li>Urusan Pilihan (di Prov dan Kab/Kota) </li></ul><ul><li>Terkait dengan kekhasan dan potensi unggulan Daer ah (pertambangan, perikanan, pertanian, perkebunan, kehutanan, pariwisata). </li></ul>Urusan Pemerintahan Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah <ul><li>Sebagian dapat diselenggarakan sendiri oleh Pemerintah; </li></ul><ul><li>Sebagian dapat diselenggarakan melalui asas Dekonsentrasi ; </li></ul><ul><li>Sebagian dapat diselenggarakan melalui asas Tugas Pembantuan . </li></ul>Sebagian Bersifat Concurrent Diselenggarakan melalui asas Desentralisasi
  6. 6. ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN Menurut UU No. 32 Tahun 2004 URUSAN PEMERINTAHAN ABSOLUT (MUTLAK URUSAN PUSAT) CONCURRENT (URUSAN BERSAMA PUSAT, PROP, KAB/KOTA) <ul><li>POLITIK LUAR NEGERI </li></ul><ul><li>PER HANAN </li></ul><ul><li>KEAMANAN </li></ul><ul><li>YUSTISI </li></ul><ul><li>MONETER DAN FISKAL NASIONAL </li></ul><ul><li>AGAMA </li></ul>PILIHAN (SEKTOR UNGGULAN) WAJIB/OBLIGATORY (YAN DASAR) <ul><li>Misal : </li></ul><ul><li>Pertanian </li></ul><ul><li>Industri </li></ul><ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>Pariwisata </li></ul><ul><li>Kelautan, dll </li></ul><ul><li>Misal : </li></ul><ul><li>Kesehatan </li></ul><ul><li>Pendidikan </li></ul><ul><li>Lingk. hidup </li></ul><ul><li>Pekerjaan umum </li></ul><ul><li>Perhubungan, . . . </li></ul><ul><li>U rusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan . </li></ul>Contoh :UU No. 18/2002
  7. 7. ALUR PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN Menurut UU No. 25 Tahun 2004 dan UU No. No 17 Tahun 2003 UU 17/2007 RPJM Daerah RPJP Daerah RKP RPJM Nasional RPJP Nasional RKP Daerah Renstra KL Renja - KL Renstra SKPD Renja - SKPD RAPBN RAPBD RKA-KL RKA - SKPD APBN Rincian APBN APBD Rincian APBD Diacu Pedoman Dijabar kan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diperhatikan Dijabarkan Pedoman Pedoman Pedoman Pedoman Diacu Diacu Diserasikan melalui Musrenbang UU SPPN Pemerintah Pusat Pemerintah Daerah UU KN
  8. 8. KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik Kondisi Umum (Framework Conditions) Dimensi Daerah Dimensi Nasional N A S I O N A L D A E R A H Kerangka Kebijakan Inovasi
  9. 9. OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
  10. 10. TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa Isu-isu Kontekstual Klaster Industri Sistem Inovasi Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas  Kecenderungan dan Tantangan Universal <ul><li>SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil </li></ul><ul><li>Infrastruktur komunikasi yang dinamis </li></ul><ul><li>Sistem inovasi yang efektif </li></ul><ul><li>Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung </li></ul>Knowledge Economy Knowledge Society <ul><li>Sistem informasi dan komunikasi </li></ul><ul><li>Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi </li></ul><ul><li>Sistem inovasi yang efektif </li></ul><ul><li>Modal sosial </li></ul><ul><li>Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat </li></ul><ul><li>Rejim kebijakan yang kondusif </li></ul>
  11. 11. GELOMBANG PERUBAHAN EKONOMI INTERNASIONAL 30 Tahun 40 Tahun 50 Tahun Perkiraan durasi Sumber : Taufik (2005) Information Communication Technologies, Biotechnology 2020 2008 G – 5 The Information Age : Era Informasi Information & Communication Technologies, Biotechnology 1990 G – 4 The Cold-War Kondratieff : Pertahanan, Televisi dan Komputer Mainframe Aviation, Petro- chemicals & Electronics 1950 G – 3 The New-Mercantilist Kondratieff : Listrik dan Heavy Engineering (Mobil, Petrokimia, dsb.) Internal- combustion Engine, Electricity, Chemicals 1900 G – 2 The Bourgeois Kondratieff : Mesin Uap dan Kereta Api Steam, Rail, Steel 1845 G-1 Revolusi Industri : The Factory System ~ Mekanisasi Awal 1785 Water Power, Textiles, Iron 60 Tahun 55 Tahun 50 Tahun 40 Tahun 30 Tahun
  12. 12. CONTOH MANFAAT TIK : ICT4D Kesempatan kerja Pertumbuhan ekonomi Efektivitas Efisiensi Transparansi Akuntabilitas Pemberdayaan Partisipasi Kemitraan Penyampaian jasa layanan
  13. 13. ICT READINESS DAN DAYA SAING EKONOMI WEF GROWTH COMPETITIVENESS INDEX (‘05-’06) WEF NETWORK READINESS INDEX (’05-’06) VIETNAM JAPAN CHINA KOREA PAKISTAN INDIA MALAYSIA THAILAND U.S. INDONESIA Sumber : WEF
  14. 14. HUBUNGAN ANTARA DOI DENGAN PDB - 2005 DOI PDB per Kapita, US$ Sumber : Minges (2006)
  15. 15. DOI DAN PEMBANGUNAN MANUSIA IPM / HDI (Human Development Index), 2005 Digital Opportunity Index, 2004 Indonesia Sumber : Minges (2006)
  16. 16. PEMBANGUNAN  PEMBERDAYAAN <ul><li>Pemungkinan (enabling)  agar berkembang </li></ul><ul><li>Penguatan (strengthening)  agar kompeten/unggul </li></ul><ul><li>Perlindungan (protecting)  agar tidak tereksploitasi (makin termarjinalkan) </li></ul><ul><li>Pembangunan esensinya adalah pemberdayaan yang harus membawa manusia/masyarakat miskin : </li></ul><ul><ul><li>semakin mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, </li></ul></ul><ul><ul><li>lebih berdaya menolong dirinya sendiri , </li></ul></ul><ul><ul><li>semakin berperan dalam memperkuat kohesi sosial dalam tatanan masyarakat yang lebih baik, </li></ul></ul><ul><ul><li>semakin berdaya saing dalam tatanan masyarakat ekonomi yang lebih maju. </li></ul></ul>3 Pilar Pemberdayaan :
  17. 17. OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
  18. 18. TEKNOLOGI SEBAGAI INSTRUMEN PEMBERDAYA <ul><li>Pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) HARUS menjadi bagian integral dari pembangunan  ≈ pembangunan daerah ≈ pemberdayaan masyarakat. </li></ul><ul><li>Strategi E-Development : pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai bagian integral dari pembangunan. </li></ul>
  19. 19. KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5 SDM
  20. 20. OUTLINE PENUTUP KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT TANTANGAN PEMBANGUNAN PENDAHULUAN
  21. 21. KUNCI KEBERHASILAN : 1 Kepeloporan & Kreativitas <ul><li>Perkuat komitmen (kesungguhan), pelihara konsistensi dan budayakan keterbukaan dan kepeloporan semua pihak (pemerintahan, dunia usaha, kalangan pendidikan, masyarakat umum) bagi langkah-langkah kreatif-inovatif perbaikan. </li></ul>
  22. 22. KUNCI KEBERHASILAN : 2 Galang Kolaborasi Kolaborasi E-Development <ul><li>TIDAK BISA sekedar kegiatan linier-sekuensial </li></ul><ul><li>~ interaktif, iteratif, serentak, dinamis </li></ul> <ul><li>TIDAK BOLEH sesaat </li></ul><ul><li>~ berkelanjutan </li></ul><ul><li>TIDAK BISA sekedar top-down atau bottom-up </li></ul><ul><li>~ partisipatif </li></ul><ul><li>TIDAK BISA sendiri-sendiri </li></ul><ul><li>~ bersama, bekerjasama </li></ul><ul><li>TIDAK BOLEH terfragmentasi </li></ul><ul><li>~ terkoordinasi, koheren </li></ul>
  23. 23. KUNCI KEBERHASILAN : 3 Social Engineering <ul><li>Keberhasilan penguasaan, pemanfaatan, pengembangan teknologi bagi pewujudan kesejahteraan rakyat, kemandirian, dan pemajuan peradaban   Keberhasilan perubahan/perbaikan sosial (social engineering) . </li></ul><ul><li>Perubahan/perbaikan sosial (social engineering) merupakan salah satu kunci dalam setiap aktivitas penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan/difusi TIK atau teknologi apapun yang dapat membawa kepada keadaan masyarakat yang semakin cerdas, berdaya, sejahtera, dan maju. </li></ul>
  24. 24. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-3169813 Fax. (021)-3169811 E-mail: tatang@ceo.bppt.go.id, tatang@inn.bppt.go.id http: // www.inn.bppt.go.id Catatan : Bahan-bahan terkait dapat diunduh (download) pada taut (links) di http://sisteminovasi.wordpress.com/ Matur Suksma Terimakasih
  25. 25. KOLABORASI <ul><li>KOLABORASI merupakan praktik pengorganisasian dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dan melibatkan proses kerja masing-masing maupun kerja bersama dalam mencapai tujuan bersama tersebut. </li></ul><ul><li>Motivasi utamanya [biasanya] adalah memperoleh hasil-hasil kolektif yang tidak mungkin (sulit) dicapai jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri . </li></ul><ul><li>Para pihak berkolaborasi [biasanya] dengan harapan mendapatkan hasil-hasil yang inovatif, terobosan, dan/atau istimewa/luar biasa, serta prestasi kolektif yang memuaskan. </li></ul><ul><li>Kolaborasi [biasanya] dilakukan agar memungkinkan muncul/berkembangnya saling pengertian dan realisasi visi bersama dalam lingkungan dan sistem yang kompleks. </li></ul>
  26. 26. MENGAPA STRATEGI E-DEVELOPMENT ? <ul><li>Keperluan akan kepemimpinan dan kepeloporan untuk mendorong perbaikan kebijakan dan kelembagaan, karena tak lagi dapat menyikapi perkembangan dengan sikap ‘wait and see’ </li></ul><ul><li>Perlunya memiliki fokus dengan pemanfaatan sumber daya yang terbatas, ada tahapan dan komplementaritas tindakan </li></ul><ul><li>Pentingnya kemitraan : Pemerintah-swasta-masyarakat </li></ul><ul><li>Perlunya meng integrasi kan dalam strategi nasional/daerah </li></ul><ul><li>Adanya kerangka bersama untuk berbagai pihak dan yang memungkinkan pilot percontohan, prakarsa partisipatif (termasuk gagasan bottom-up) , pembelajaran bersama dan perluasan (scaling up) </li></ul><ul><li>Keterkaitan dengan tujuan pembangunan seperti Millennium Development Goal (dan tujuan pembangunan lainnya) : pemantauan dan evaluasi hasil. </li></ul>
  27. 27. ICT & POVERTY <ul><li>Reducing poverty </li></ul><ul><li>The Impact of ICTs on poverty alleviation </li></ul><ul><li>Better access to information </li></ul><ul><li>Broad choices </li></ul><ul><li>Income generation possibilities </li></ul><ul><li>Knowledge-sharing </li></ul><ul><li>Transparency and participation </li></ul><ul><li>Democratic values </li></ul><ul><li>What should be done? </li></ul><ul><li>Recognize ICTs as important agent for poverty reduction </li></ul><ul><li>Coordinated strategies for efficient resource allocations </li></ul><ul><li>Introduce e-Services (telemedicine, e-Education, Agriculture Info systems, etc) </li></ul><ul><li>MDG-focused ICT strategies </li></ul>
  28. 28. KARAKTERISTIK KHAS TIK <ul><li>TIK bersifat pervasive dan cross-cutting </li></ul><ul><li>TIK merupakan enabler yang penting dalam penciptaan jaringan </li></ul><ul><li>TIK mendorong diseminasi informasi dan pengetahuan </li></ul><ul><li>Bersifat z ero or declining marginal costs untuk produk-produk digital </li></ul><ul><li>Kunci dalam peningkatan efisiensi dalam produksi, distribusi dan pasar </li></ul><ul><li>Penting bagi model bisnis inovatif dan keseluruhan industri baru </li></ul><ul><li>TIK dapat memfasilitasi disintermediation </li></ul><ul><li>TIK memiliki cakupan global. </li></ul>Lesson Learnt TIK semakin penting dalam pembangunan
  29. 29. PEMBANGUNAN MANUSIA DAN MDGs <ul><li>The Millennium Development Goals (MDGs) merupakan suatu agenda pembangunan manusia untuk memperbaiki hidup, mengakui bahwa pembangunan sebenarnya menyangkut manusia (masyarakat) dan peluang yang dimilikinya ketimbang sekedar ekonomi dan pendapatan. MDG merupakan benchmarks bagi kemajuan menuju suatu visi pembangunan, perdamaian dan hak azasi manusia. </li></ul><ul><li>MDG terdiri atas 8 tujuan (goals), 18 sasaran (targets), dan 48 indikator kinerja (performance indicators) yang berkaitan dengan pengurangan kemiskinan yang disepakati oleh seluruh 189 negara anggota PBB melalui the 2000 Millennium Declaration. </li></ul>
  30. 30. AGENDA MDGs <ul><li>Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan ( Eradicate poverty and hunger) </li></ul><ul><li>Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua ( Achieve universal primary education) </li></ul><ul><li>Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan ( Promote gender equality and empower women) </li></ul><ul><li>Menurunkan Angka Kematian Anak ( Reduce child mortality) </li></ul><ul><li>Meningkatkan Kesehatan Ibu ( Improve maternal health) </li></ul><ul><li>Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Menular Lainnya ( Combat HIV/AIDS, malaria & other diseases) </li></ul><ul><li>Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup ( Ensure environmental sustainability ) </li></ul><ul><li>Mengembangkan kemitraan global bagi pembangunan (Develop a global partnership for development) </li></ul>
  31. 31. CONTOH MANFAAT TIK ~ MDGs <ul><li>Meningkatkan akses terhadap informasi dan sumber daya internasional; </li></ul><ul><li>Mendukung jaringan kerjasama pada dan antara berbagai tataran. </li></ul>MDG 8 : Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan <ul><li>Membantu program pendidikan dan “literasi” yang ditujukan secara khusus bagi kelompok perempuan. </li></ul>MDG 3 : Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan <ul><li>Meningkatkan akses terhadap sumber pembelajaran; </li></ul><ul><li>Meningkatkan “penyediaan” pendidik/pengajar yang terlatih melalui distance training berbasis TIK. </li></ul>MDG 2 : Mencapai pendidikan dasar secara universal <ul><li>Meningkatkan akses terhadap informasi pasar dan penurunan biaya transaksi bagi pebisnis; </li></ul><ul><li>Meningkatkan akses terhadap informasi, pengetahuan, dan sumber daya lain; </li></ul><ul><li>Meningkatkan produktivitas; </li></ul><ul><li>Tele-working memungkinkan bekerja “jauh” dari tempat tinggal. </li></ul>MDG 1 : Menghapus kemiskinan dan kelaparan Peran TIK Goal
  32. 32. CONTOH DAMPAK TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs 2.Achieve Universal Primary education 3.Promote Gender equality 4.Reduce child mortality 5.Improve maternal health 6.Combat HIV/AIDS, malaria and other diseases 7.Ensure environ- mental sustain- ability 1.Eradicate extreme poverty Increase in income of Bangladesh owners Increase in primary school enrolment in Nepal from teachers trained using ICTs Increase in female tertiary school enrolment in Australia from online education Decrease in infant health problems among families using telemedicine In US Decrease in maternal mortality following ICT- based program In Uganda Increase in condom Imports in St. Lucia after HIV radio show Decrease in CO2 car emissions from telework In Ireland 24 5.7 0.8 -10 -50 143 -2 Unit: % change Percentage change in different MDGs indicators caused by ICT-based activities MDGs Accomplishments Sumber : Huang (2004).
  33. 33. PERAN TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs <ul><li>Memberikan solusi. </li></ul><ul><li>Meningkatkan efektivitas dan efisiensi. </li></ul><ul><li>Membantu akses terhadap informasi. </li></ul><ul><li>Membantu peningkatan kapasitas. </li></ul><ul><li>Mendiseminasikan informasi. </li></ul><ul><li>Mendorong proses inklusi masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan transparansi proses dan hasil pembangunan. </li></ul><ul><li>Membantu pengukuran, pemantauan dan penelusuran kemajuan yang dicapai dalam pembangunan. </li></ul>Lesson Learnt
  34. 34. How much Government in your E-strategy ? SIN AUT CAN IRE UK HKG SWE ICE DEN USA SWI JAP NOR LUX NET FIN GER BEL AUL ITA ISR SPA NWZ GRE POR SLV KOR ARG URU TRI MEX CZE HUN VEN CRO CHL POL COS MAU EST MAL PAN LIT LAT BRA JAM TUR TUN ELS PER THA NAM COL BUL RUS JOR ROM EGY GUA PAR ECU MOR BOL HON CHN SRI UKR INO HAI ZIM INI VIE NIC BAN NIA 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00 6.00 7.00 8.00 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000 35000 40000 45000 Income per capita Government FRA SLK SAF BOT DOM PHI Sumber : Lanvin (2004). y = 0.5822Ln(x) - 1.0374 R 2 = 0.4538

×