Your SlideShare is downloading. ×
Strategi E Development
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Strategi E Development

3,965
views

Published on

Paparan singkat tentang kerangka strategi e-development daerah, dengan contoh di Kabupaten Jembrana dan Kota Pekalongan

Paparan singkat tentang kerangka strategi e-development daerah, dengan contoh di Kabupaten Jembrana dan Kota Pekalongan

Published in: Business, Travel

3 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • izin sedot ya Pak....
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • bagus presentasinya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Mantabs Pak, bagaimana jika daerah-daerah otonomi lainnya juga ingin mengembangkan Strategi E Development ini,dimanakah saya dapat mempelajari lebih lanjut tentang Strategi E Development tersebut...thanks...
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
3,965
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
440
Comments
3
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Transcript

    • 1. STRATEGI E-DEVELOPMENT DAERAH (Kasus Kabupaten Jembrana & Kota Pekalongan) Lokakarya Perencanaan Pembangunan Daerah Angkatan 35 Hotel Oasis Amir, Jakarta, 18 Juli 2008 Dr. Tatang A. Taufik Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
    • 2. OUTLINE Prakarsa Awal Strategi E-Development & Beberapa Contoh Tujuan Program Tantangan Pembangunan
    • 3. OUTLINE Prakarsa Awal Strategi E-Development & Beberapa Contoh Tujuan Program Tantangan Pembangunan
    • 4. KEMISKINAN
      • ... Kemiskinan merupakan kondisi manusia/masyarakat yang dicirikan oleh defisiensi berlanjut atau akut atas sumber daya, kapabilitas, pilihan, keamanan dan kekuasaan yang diperlukan untuk menikmati standar hidup dan hak-hak sipil, budaya, ekonomi, politik dan sosial lainnya
      • (poverty may be defined as a human condition characterized by sustained or chronic deprivation of the resources, capabilities, choices, security and power necessary for the enjoyment of an adequate standard of living and other civil, cultural, economic, political and social rights) (UN Committee on Social, Economic and Cultural Rights, 2001)
    • 5. INIKAH FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DAERAH ??? (+ PENGANGGURAN, KESENJANGAN & KETERTINGGALAN  KETIDAKBERDAYAAN) Ekonomi
      • Pendapatan p er kapita rendah
      • Tingkat pengangguran tinggi
      • Persentase penduduk miskin tinggi
      • Investasi rendah
      • Produktivitas rendah
      • Inovasi rendah
      • . . . .
      • K eterbatasan sarana & prasarana
      • Topografi wilayah
      • Kondisi geografis
      • . . . .
      Struktural
      • SD & jaringan kelembagaan yang belum dapat digunakan secara optimal
      • . . . .
      Situasional
      • Tingkat pendidikan & kesehatan rendah
      • Berpikir & cara pandang miskin
      • Rasio Beban Tanggungan yang tinggi
      • Adat kebiasaan
      • Kepercayaan tradisional
      • . . . .
      Sos bud
      • Kurangnya p artisipasi & budaya politik
      • Jauh dan sulitnya akses dari sumber kekuasaan
      • . . . .
      Politik Multidimensio nal
    • 6. KEMISKINAN
      • Multidimensi dengan konteks mutlak (absolut) dan relatif
      • Dalam konteks pembangunan sebagai proses perbaikan, maka semua pihak perlu menempatkan manusia/masyarakat sebagai subyek dalam keseluruhan siklus, sejak pemahaman . . . hingga perumusan dan implementasi solusi . . . .
      • Memerlukan pemecahan sistemik, mencakup : faktor diri subyek (internal) dan faktor lingkungan (eksternal).
      Lesson Learnt
    • 7. PEMBERDAYAAN (EMPOWERMENT)
      • 3 Pilar Pemberdayaan :
      • Pemungkinan (enabling)
      •  agar berkembang
      • Penguatan (strengthening)
      •  agar kompeten/unggul
      • Perlindungan (protecting)
      •  agar tidak tereksploitasi (makin termarjinalkan)
      • Pembangunan esensinya adalah pemberdayaan (enabling, strengthening, protecting) yang harus membawa manusia/ masyarakat miskin :
        • semakin mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya,
        • lebih berdaya menolong dirinya sendiri ,
        • semakin berperan dalam memperkuat kohesi sosial dalam tatanan masyarakat yang lebih baik,
        • semakin berdaya saing dalam tatanan masyarakat ekonomi yang lebih maju.
    • 8. ILUSTRASI : Memutus rantai ketidakberdayaan ? Dapatkah dan bagaimana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan seperti ini? Kesenjangan Aset Kesenjangan Spasial Kesenjangan Sosial Kesenjangan Akses Informasi Kesenjangan Pengetahuan Kesenjangan Kesempatan Kesenjangan Kemampuan
    • 9. TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa
      • UU No. 18/2002 :
      • Memperkuat daya dukung iptek untuk mempercepat pencapaian tujuan negara
      • Meningkatkan daya saing
      • Meningkatkan kemandirian
      • Penjelasan :
      • Peningkatan pencerdasan bangsa dan kehidupan masyarakat
      • Mengembangkan perekonomian negara
      • Meningkatkan dan menyerasikan sosial budaya bangsa
      • Memperkuat pertahanan negara
      • UU No. 32/2004 :
      • Tujuan otonomi daerah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum, dan daya saing daerah (Pasal 2, Ayat 3); dan
      • Kepala daerah dan wakil kepala daerah mempunyai kewajiban antara lain: memajukan dan mengembangkan daya saing daerah (Pasal 27, Ayat 1, butir g).
      Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas Isu-isu Kontekstual  Kecenderungan dan Tantangan Universal
    • 10. GELOMBANG PERUBAHAN EKONOMI INTERNASIONAL 30 Tahun 40 Tahun 50 Tahun Perkiraan durasi Sumber : Taufik (2005) Information Communication Technologies, Biotechnology 2020 2008 G – 5 The Information Age : Era Informasi Information & Communication Technologies, Biotechnology 1990 G – 4 The Cold-War Kondratieff : Pertahanan, Televisi dan Komputer Mainframe Aviation, Petro- chemicals & Electronics 1950 G – 3 The New-Mercantilist Kondratieff : Listrik dan Heavy Engineering (Mobil, Petrokimia, dsb.) Internal- combustion Engine, Electricity, Chemicals 1900 G – 2 The Bourgeois Kondratieff : Mesin Uap dan Kereta Api Steam, Rail, Steel 1845 G-1 Revolusi Industri : The Factory System ~ Mekanisasi Awal 1785 Water Power, Textiles, Iron 60 Tahun 55 Tahun 50 Tahun 40 Tahun 30 Tahun
    • 11. TANTANGAN : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran, Kemandirian & Peradaban Bangsa Isu-isu Kontekstual Klaster Industri Sistem Inovasi Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas  Kecenderungan dan Tantangan Universal
      • SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil
      • Infrastruktur komunikasi yang dinamis
      • Sistem inovasi yang efektif
      • Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung
      Knowledge Economy Knowledge Society
      • Sistem informasi dan komunikasi
      • Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi
      • Sistem inovasi yang efektif
      • Modal sosial
      • Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat
      • Rejim kebijakan yang kondusif
    • 12. CATATAN PENGERTIAN TENTANG DAYA SAING
      • Beragam definisi ~ perbedaan keberterimaan (acceptability) oleh berbagai kalangan (misalnya akademisi, praktisi, pembuat kebijakan).
      • PORTER (1990): “There is NO ACCEPTED DEFINITION OF COMPETITIVENESS . Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it”.
      • “ Pembedaan” pada beragam tingkatan:
        • Perusahaan (mikro) : definisi yang paling “jelas.”
        • Industri (meso) : walaupun beragam, umumnya dapat dipahami: pergeseran perspektif pendekatan “sektoral”  pendekatan “klaster industri.”
        • Ekonomi (makro) : dipandang sangat penting, walaupun masih sarat perdebatan dan kritik (latar belakang teori).
      Kemampuan/daya tarik (attractiveness); kemampuan membentuk/menawarkan lingkungan paling produktif bagi bisnis, menarik talented people , investasi, dan mobile factors lain, dsb.; dan Kinerja berkelanjutan. Kemampuan suatu industri (a gregasi perusahaan ~ “sektoral”  “klaster industri” ) menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dari industri pesaing asingnya Kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya) “ Tingkatan Analisis” / Dimensi “Sektoral” “ Konteks Telaahan” (Perbandingan) / Dimensi Teritorial / Spasial Negara / Daerah Rujukan : a.l. Porter & McFetridge (1995) Mikro ~ Perusahaan Meso ~ Industri “ Makro” ~ Ekonomi Memiliki pengertian yang berbeda, tetapi saling berkaitan
    • 13. DAYA SAING (KEUNGGULAN) DAERAH
      • Kemampuan daerah menciptakan/ mengembangkan dan menawarkan :
        • iklim/lingkungan yang paling produktif bagi bisnis dan inovasi,
        • daya tarik atau menarik “investasi,” talenta (talented people), dan faktor-faktor mudah bergerak (mobile factors) lainnya, serta
        • potensi berkinerja unggul yang berkelanjutan.
    • 14. CONTOH : MEMBANGUN KEUNGGULAN DAYA SAING DAERAH Faktor Lokalitas & Konteks Global DAERAH ~ Makro
      • Himpunan SDM & Entitas Organisasi
      • Hubungan - Jaringan - Interaksi
      • Kolaborasi - Sinergi
      • SISTEM INOVASI - KLASTER INDUSTRI ~ Meso
      • SDM
      • Kompetensi
      • Spesialisasi
      • Organisasi/Perus. ~ Mikro
      Produk
    • 15. ILUSTRASI INDUSTRI TIK & INDUSTRI KREATIF Industri Kreatif Elektronika Teknologi Informasi Komunikasi/ Telekomunikasi Industri TIK TIK sebagai faktor pemberdayaan (enabling, strengthening, protecting) ICT-enabled Industries ICT-enabling Industries
    • 16. CONTOH MANFAAT TIK : ICT4D Kesempatan kerja Pertumbuhan ekonomi Efektivitas Efisiensi Transparansi Akuntabilitas Pemberdayaan Partisipasi Kemitraan Penyampaian jasa layanan
    • 17. KOHESI SOSIAL
      • Kohesi sosial merupakan kapasitas masyarakat pada berbagai tataran (komunitas, daerah, nasional, internasional) dalam memastikan/mengupayakan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya dan menghindari kesenjangan / disparitas (Thirion, 2004)
      • Karakteristik positif suatu masyarakat berkaitan dengan hubungan antar anggota masyarakat yang bersangkutan (unit-unit dalam masyarakat, termasuk individu, kelompok, asosiasi, dan wilayah) (McCracken, 1998).
      Box 1 - Jenson’s Five Dimensions of Social Cohesion Belonging ------------ Isolation Inclusion ------------ Exclusion Participation --------- Non-involvement Recognition --------- Rejection Legitimacy ----------- Illegitimacy Box 2 – Bernard’s Formal and Substantive Dimensions of Social Cohesion FORMAL SUBSTANTIVE Equality / Inequality Inclusion / Exclusion Recognition / Rejection Belonging / Isolation Legitimacy / Illegitimacy Participation / Non-involvement
    • 18. KEMANDIRIAN TEKNOLOGI
      • Kemandirian Teknologi :
      • adalah KEMERDEKAAN yang didukung oleh KEMAMPUAN untuk menentukan PILIHAN TERBAIK TEKNOLOGI bagi kepentingan negara dan masyarakat.
      • Kata kunci :
      • Kedaulatan
      • Kompetensi (sumber daya dan kapabilitas)
      • Nasionalisme
      • Kemanfaatan bagi masyarakat.
    • 19. HUBUNGAN TIMBAL-BALIK : PENGARUH PENGETAHUAN/TEKNOLOGI KEMAMPUAN TEKNOLOGI (IPTEK) DAN DAYA SAING INDUSTRI PEMANFAATAN DAN DIFUSI TEKNOLOGI (INOVASI) SERTA PROSES PEMBELAJARAN
    • 20. TINGKAT ADOPSI : CONTOH ILUSTRASI DI AS 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 1 110 Source: Rich Kaplan, Microsoft 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 100 Persentase “Kepemilikan” (Ownership) Lama (dalam Tahun) sejak Invensi Listrik (1873) Telepon (1876) Mobil (1886) Televisi (1926) Radio (1905) VCR (1952) Microwave (1953) Cell Phone (1983) PC (1975) Internet (1975)
    • 21. HUBUNGAN TIMBAL-BALIK : PENGARUH PENGETAHUAN/TEKNOLOGI KESENJANGAN DIGITAL (DIGITAL DIVIDE) KESENJANGAN LAIN (Sosial-ekonomi, budaya, dsb.)
    • 22. ARAH STRATEGI TIK : DUAL TRACK STRATEGY PENDEKATAN STRATEGIK Pilihan Strategi yang bersifat Non mutually exclusive TIK sebagai Enabler Pembangunan Sosial-Ekonomi TIK sebagai Sektor Produksi Strategi Bidang TIK Pengembangan dan Pemanfaatan TIK untuk Mendukung Pembangunan Penguasaan dan Pengembangan TIK untuk Peningkatan Kemampuan Teknologi dan Daya Saing Industri 1 2 Indonesia Pasar yang Besar Indonesia : Potensi Kemampuan TIK Nasional
    • 23. CONTOH : FOSS
      • Free/Open Source Software (FOSS) : Piranti lunak (software) dengan sumber (kode program) terbuka.
      • BUKAN gratisan
      • Sangat memberikan peluang bagi :
        • Berkreasi/berinovasi
        • Percepatan difusi
        • Dinamisasi proses pembelajaran.
      • Semakin penting bagi :
        • Percepatan pengembangan (peningkatan daya saing) industri kreatif dengan keragaman potensi sosial, budaya dan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
        • Kemandirian teknologi.
        • Kedaulatan.
        • Kemitra-sejajaran internasional.
    • 24. TIK & PENURUNAN KEMISKINAN
      • Tantangan :
        • Peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan
        • Menjembatani “kesenjangan” informasi dan pengetahuan
        • Mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan
        • Mendukung pembangunan sosial dan ekonomi
        • Mendorong dialog dan kerjasama antarbudaya dan antarpihak
    • 25. E-DEVELOPMENT
      • E-DEVELOPMENT : pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai bagian integral dari pembangunan.
      Kolaborasi E-Development
      • TIDAK BISA sekedar kegiatan linier-sekuensial
      • ~ interaktif, iteratif, serentak, dinamis
      • TIDAK BOLEH sesaat
      • ~ berkelanjutan
      • TIDAK BISA sekedar top-down atau bottom-up
      • ~ partisipatif
      • TIDAK BISA sendiri-sendiri
      • ~ bersama, bekerjasama
      • TIDAK BOLEH terfragmentasi
      • ~ terkoordinasi, koheren
    • 26. KOLABORASI
      • KOLABORASI merupakan praktik pengorganisasian dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dan melibatkan proses kerja masing-masing maupun kerja bersama dalam mencapai tujuan bersama tersebut.
      • Motivasi utamanya [biasanya] adalah memperoleh hasil-hasil kolektif yang tidak mungkin (sulit) dicapai jika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri .
      • Para pihak berkolaborasi [biasanya] dengan harapan mendapatkan hasil-hasil yang inovatif, terobosan, dan/atau istimewa/luar biasa, serta prestasi kolektif yang memuaskan.
      • Kolaborasi [biasanya] dilakukan agar memungkinkan muncul/berkembangnya saling pengertian dan realisasi visi bersama dalam lingkungan dan sistem yang kompleks.
    • 27. MENGAPA STRATEGI E-DEVELOPMENT ?
      • Keperluan akan kepemimpinan dan kepeloporan untuk mendorong perbaikan kebijakan dan kelembagaan, karena tak lagi dapat menyikapi perkembangan dengan sikap ‘wait and see’
      • Perlunya memiliki fokus dengan pemanfaatan sumber daya yang terbatas, ada tahapan dan komplementaritas tindakan
      • Pentingnya kemitraan : Pemerintah-swasta-masyarakat
      • Perlunya meng integrasi kan dalam strategi nasional/daerah
      • Adanya kerangka bersama untuk berbagai pihak dan yang memungkinkan pilot percontohan, prakarsa partisipatif (termasuk gagasan bottom-up) , pembelajaran bersama dan perluasan (scaling up)
      • Keterkaitan dengan tujuan pembangunan seperti Millennium Development Goal (dan tujuan pembangunan lainnya) : pemantauan dan evaluasi hasil.
    • 28. OUTLINE Catatan Penutup Strategi E-Development & Beberapa Contoh Tujuan Program Tantangan Pembangunan
    • 29. PROGRAM KOLABORASI E-DEVELOPMENT DAERAH
      • TUJUAN : Meningkatkan pengembangan, pendayagunaan dan difusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara kolaboratif dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat.
      • SASARAN :
        • Pencapaian “Tujuan Pembangunan Milenium” (Millennium Development Goals/MDG) dan pencapaian tujuan spesifik lain pembangunan daerah.
        • Sinergi positif dalam pencapaian tujuan pembangunan  Pilot percontohan (model) pembangunan daerah berbasis pengetahuan untuk pencapaian “Tujuan Pembangunan Milenium” (Millennium Development Goals/MDG) dan pencapaian tujuan spesifik lain pembangunan daerah.
    • 30. CONTOH PARA KOLABORATOR ( Kota Pekalongan) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil Departemen Pendidikan Nasional
    • 31. PEMBANGUNAN MANUSIA DAN MDGs
      • The Millennium Development Goals (MDGs) merupakan suatu agenda pembangunan manusia untuk memperbaiki hidup, mengakui bahwa pembangunan sebenarnya menyangkut manusia (masyarakat) dan peluang yang dimilikinya ketimbang sekedar ekonomi dan pendapatan. MDG merupakan benchmarks bagi kemajuan menuju suatu visi pembangunan, perdamaian dan hak azasi manusia.
      • MDG terdiri atas 8 tujuan (goals), 18 sasaran (targets), dan 48 indikator kinerja (performance indicators) yang berkaitan dengan pengurangan kemiskinan yang disepakati oleh seluruh 189 negara anggota PBB melalui the 2000 Millennium Declaration.
    • 32. AGENDA MDGs
      • Menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan ( Eradicate poverty and hunger)
      • Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua ( Achieve universal primary education)
      • Mendorong Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan ( Promote gender equality and empower women)
      • Menurunkan Angka Kematian Anak ( Reduce child mortality)
      • Meningkatkan Kesehatan Ibu ( Improve maternal health)
      • Memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan Penyakit Menular Lainnya ( Combat HIV/AIDS, malaria & other diseases)
      • Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup ( Ensure environmental sustainability )
      • Mengembangkan kemitraan global bagi pembangunan (Develop a global partnership for development)
    • 33. CONTOH MANFAAT TIK ~ MDGs
      • Meningkatkan akses terhadap informasi dan sumber daya internasional;
      • Mendukung jaringan kerjasama pada dan antara berbagai tataran.
      MDG 8 : Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan
      • Membantu program pendidikan dan “literasi” yang ditujukan secara khusus bagi kelompok perempuan.
      MDG 3 : Mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan
      • Meningkatkan akses terhadap sumber pembelajaran;
      • Meningkatkan “penyediaan” pendidik/pengajar yang terlatih melalui distance training berbasis TIK.
      MDG 2 : Mencapai pendidikan dasar secara universal
      • Meningkatkan akses terhadap informasi pasar dan penurunan biaya transaksi bagi pebisnis;
      • Meningkatkan akses terhadap informasi, pengetahuan, dan sumber daya lain;
      • Meningkatkan produktivitas;
      • Tele-working memungkinkan bekerja “jauh” dari tempat tinggal.
      MDG 1 : Menghapus kemiskinan dan kelaparan Peran TIK Goal
    • 34. CONTOH DAMPAK TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs 2.Achieve Universal Primary education 3.Promote Gender equality 4.Reduce child mortality 5.Improve maternal health 6.Combat HIV/AIDS, malaria and other diseases 7.Ensure environ- mental sustain- ability 1.Eradicate extreme poverty Increase in income of Bangladesh owners Increase in primary school enrolment in Nepal from teachers trained using ICTs Increase in female tertiary school enrolment in Australia from online education Decrease in infant health problems among families using telemedicine In US Decrease in maternal mortality following ICT- based program In Uganda Increase in condom Imports in St. Lucia after HIV radio show Decrease in CO2 car emissions from telework In Ireland 24 5.7 0.8 -10 -50 143 -2 Unit: % change Percentage change in different MDGs indicators caused by ICT-based activities MDGs Accomplishments Sumber : Huang (2004).
    • 35. PERAN TIK DALAM PENCAPAIAN MDGs
      • Memberikan solusi.
      • Meningkatkan efektivitas dan efisiensi.
      • Membantu akses terhadap informasi.
      • Membantu peningkatan kapasitas.
      • Mendiseminasikan informasi.
      • Mendorong proses inklusi masyarakat dalam pembangunan dan meningkatkan transparansi proses dan hasil pembangunan.
      • Membantu pengukuran, pemantauan dan penelusuran kemajuan yang dicapai dalam pembangunan.
      Lesson Learnt
    • 36. OUTLINE Prakarsa Awal Strategi E-Development & Beberapa Contoh Tujuan Program Tantangan Pembangunan
    • 37. PENDEKATAN
      • Kerangka Strategi E-Development sebagai acuan dan kerangka kerja (framework) bersama dalam menggali dan menggalang peran, sumber daya, dan kapabilitas, serta komitmen, dan dalam mengimplementasikan program/kegiatan.
      • Proses partisipatif dan kolaboratif yang dibangun sejak perencanaan, implementasi hingga pemantauan dan evaluasi program/kegiatan.
      • Program/kegiatan dirancang dan diimplementasikan sebagai proses pembelajaran kolaboratif .
      • Prioritas kolaborasi di daerah dengan tingkat komitmen mitra daerah yang tinggi.
    • 38. KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5 SDM
    • 39.  
    • 40. KEPEMIMPINAN, KEBIJAKAN DAN KELEMBAGAAN
      • TUJUAN :
        • Arah, fokus dan kerangka rencana serta pentahapan yang jelas,
        • Kepemimpinan/kepeloporan yang berkomitmen tinggi dan konsisten,
        • Didukung organisasi dan pengorganisasian yang kompeten,
        • Mendorong gerakan yang sinergis, dan terciptanya lingkungan yang kondusif.
      • CONTOH PRAKARSA PENTING :
        • Dokumen rencana ~ Rencana Strategis TIK Daerah
        • Instrumen kebijakan legal pendukung
        • Role model (panutan)
        • Organisasi dan pengorganisasian di lingkungan Pemda
        • SOP pengembangan dan implementasi yang berkaitan dengan TIK
        • Capacity building :
          • Pengetahuan, kemampuan/keterampilan SDM ~ Change Management
          • Sumber daya
      1 5 4 2 3 1
    • 41. INFRASTRUKTUR INFOKOM TERPADU
      • TUJUAN : Tersedianya infrastruktur informasi dan komunikasi terpadu yang efektif dan efisien di daerah ~ kontekstual & berkelanjutan.
      • CONTOH PRAKARSA PENTING :
        • Pembangunan jaringan infokom terpadu
          • Konsep dan tahapan
          • Pembangunan fisik, pengujian, pengoperasian
          • SOP, manual dan dokumen pendukung
        • Capacity building :
          • Pengetahuan, kemampuan/keterampilan SDM ~ teknis operasional
          • Sumber daya untuk pengoperasian dan pemeliharaan
      2 5 4 2 3 1
    • 42. E-GOVERNMENT
      • TUJUAN : Pendayagunaan TIK dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan (eksekutif dan legislatif), untuk mewujudkan manajemen pemerintahan daerah (~G&CG) yang baik dan pelayanan publik yang prima.
      • CONTOH PRAKARSA PENTING :
        • Beberapa aplikasi utama (killer applications)
        • Website pendukung
        • Sistem informasi khusus
        • Capacity building :
              • Pengetahuan, kemampuan/keterampilan SDM ~ pemanfaatan oleh pimpinan manajemen dan tenaga teknis operasional
              • Sumber daya untuk pengoperasian dan pemeliharaan
      3 5 4 2 3 1 RSTI &/ Infrastruktur Perluasan Upgrade Implementasi/ Operasionalisasi Instalasi & Uji Sistem & Modul Dasar Peningkatan Kapasitas SDM Setempat Awareness Sulteng Sumbar Jabar Jateng Jatim Bali NTT Kalteng S. Lunto Provinsi Kota Pekalongan Kab Tegal Prov & BKAD Banyuwangi Jembrana Denpasar & U Ganesha Gianyar Kab Belu P. Pisau Kapuas Morowali
    • 43. MANFAAT E-GOVERNMENT BAGI KABUPATEN JEMBRANA
      • Penghematan biaya dan efisiensi
      • Pemberian layanan berkualitas
      • Transparansi dan akuntabilitas
      • Peningkatan kapasitas Pemda
      • Peningkatan kualitas pengambilan keputusan
      Sumber : Bahan Paparan Bupati Jembrana, 2007.
    • 44. PENURUNAN KK KEMISKINAN Di Kabupaten Jembrana 12.206 KK, 19,4% 9.146 KK, 14,2% 9.210 KK, 14,1% 7.216 KK, 11,98% Ditetapkan Dengan SK : KK Miskin 2002 dgn. SK Bupati No. 253 Tahun 2003. KK Miskin 2003 dgn. SK Bupati No. 244 Tahun 2004 KK Miskin 2004 dgn. SK Bupati No. 1984 Tahun 2004 6.172 KK, 9,14% Selama tujuh tahun terjadi penurunan KK miskin sebanyak : 6.172 KK Sumber : Bahan Paparan Bupati Jembrana, 2007.
    • 45. E-SOCIETY
      • TUJUAN : Pendayagunaan TIK yang mendukung kebutuhan masyarakat, mendukung pencerdasan, penyehatan, dan pemberdayaan dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, adil, demokratis dan maju (berdaya saing).
      4
      • CONTOH PRAKARSA PENTING :
        • Pemanfaatan TIK di lembaga pendidikan
        • Pemanfaatan TIK untuk bidang kesehatan
        • Pengembangan telecenter, multipurposes telecenter, CAP, dsb.
        • Capacity building :
          • Pengetahuan, kemampuan/keterampilan SDM ~ pemanfaatan oleh manajemen dan tenaga teknis operasional.
          • Sumber daya untuk pengoperasian dan pemeliharaan.
      5 4 2 3 1
    • 46. CONTOH 2007 DI JEMBRANA Pemanfaatan TIK untuk proses pembelajaran di sekolah dan upaya pemberdayaan masyarakat melalui “Info Banjar” / Telecenter. Program aplikasi berbasis smartcard untuk mengelola data kepegawaian, kesehatan dan absensi pegawai Pemkab Jembrana.
    • 47. INDUSTRI TIK & E-BUSINESS
      • TUJUAN : Pengembangan/penguasaan teknologi dan industri TIK spesifik (berbasis TIK) yang berdaya saing di daerah, dan pemanfaatan TIK untuk mendukung peningkatan daya saing bisnis.
      • CONTOH PRAKARSA PENTING :
        • Prakarsa klaster industri
        • Pengembangan pengusaha pemula/baru di bidang TIK (misalnya software )
        • Paket-paket insentif dan/atau Apresiasi untuk pengembangan dan pemanfaatan TIK
        • Pengembangan sentra/kawasan teknologi ( software park, dsb.)
        • Capacity building :
          • Pengetahuan, kemampuan/keterampilan SDM ~ technopreneurship, inkubasi teknologi dan bisnis, kerjasama pengembangan prototipe TIK.
          • Sumber daya untuk pengoperasian (paket-paket) dan pemeliharaan.
      5
      • Contoh :
      • Kerjasama dengan K Menpora dalam Pengembangan Perusahaan Pemula (Design & Engineering; Jasa TI)
      • Open source untuk UKM (PUPUK Bandung)
      5 4 2 3 1 Institusi Pendukung (Supporting Institutions) Industri Inti (Core Industry) Pembeli (Buyer) Industri Pemasok (Supplier Industry) Industri Terkait (Related Industry) Industri Pendukung (Supporting Industry)
    • 48. SDM : “PEMBELAJARAN“ (LEARNING) ?
      • Keseluruhan proses :
        • Perluasan/pengembangan wawasan, pandangan, pengetahuan dan kemampuan
        • Pengungkapan pengetahuan dasar dan pola orientasi
        • Pembentukan sikap, muatan makna dan pengungkapan tindakan
       Pembelajaran (learning) ~ menghasilkan pengetahuan dari informasi.
    • 49. KONSEP UMUM “PEMBELAJARAN” (LEARNING)
      • Learning by learning, contoh :
        • Pemahaman konsep (dan contoh)
        • Good/best practices
        • Studi banding dan benchmarking
      • Learning by doing, contoh :
        • Prakarsa “pilot” (percontohan)
        • Magang
      • Learning by forgetting, contoh :
        • Brainwashing
        • Rule/Command &Control
        • Creative & motivational training
        • “ Spiritual approach”
        • Combined learning
      Learning  directed, selfdirected, collaborative
    • 50. OUTLINE Prakarsa Awal Strategi E-Development & Beberapa Contoh Tujuan Program Tantangan Pembangunan
    • 51. REPOSISI, FOKUS, DAN SINERGI BIDANG TIK Reposisi, fokus, dan sinergi agar memberikan efektivitas, efisiensi, jangkauan (outreach) dan daya ungkit (leverage) lebih besar dalam menghasilkan dampak ekonomi dan sosial Inovasi dan Difusi serta Pembelajaran
      • Kualitas Hidup & Kesejahteraan Masyarakat
      • Kemajuan ekonomi
      Produktivitas/ Daya Saing & Kohesi Sosial Instrumen kebijakan daya ungkit (leverage) Instrumen kebijakan daya ungkit (leverage) Lebih besar Reposisi, fokus, dan sinergi
    • 52. CONTOH PRAKARSA AWAL KOTA PEKALONGAN
      • Mendorong e-leadership ; Memperbaiki kebijakan dan kelembagaan; Mempercepat penataan/ pengembangan infrastruktur infokom terpadu; dan Mempercepat implementasi e-government .
      • Memulai percepatan proses migrasi ke penggunaan perangkat lunak (software ) legal. Agenda khusus dalam rangka Gerakan IGOS:
        • Migrasi di lembaga pemerintahan dan non pemerintah;
        • Pengembangan dukungan FOSS (IGOS Center).
      • Meningkatkan pemahaman dan keterampilan TIK untuk komunitas perempuan dan pemuda.
      • Mendorong perkuatan klaster industri dan pengembangan telecenter .
      • Menata basisdata dan indikator khusus daerah sebagai bagian integral dari “Daerah Dalam Angka”.
    • 53.
      • Semangat dan ajakan agar para pihak berkomitmen untuk :
        • memberikan/memperoleh “kemanfaatan dari teknologi” (I see “T”) , melalui penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan/difusi serta pembelajaran TIK (thru ICT);
        • menjadikan TIK sebagai intrumen bagi manusia/ masyarakat agar membuatnya lebih bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan masyarakat banyak.
      I see “T” thru ICT ~ Putting ICT to work
    • 54. TIK untuk Membangun Masyarakat yang Lebih Cerdas I see “T” Thru ICT
    • 55. Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-3169813 Fax. (021)-3169811 E-mail: tik@inn.bppt.go.id http: // www.inn.bppt.go.id Hatur nuhun Terimakasih
    • 56. PENDEKATAN SISTEM INOVASI
      • Sistem Inovasi : suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, hubungan, jaringan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran.
      • Konteks ”sektoral” dan ”teritorial”.
      • Urgensi interaksi antarelemen sistem.
      • Faktor-faktor ”non iptek.”
    • 57. SISTEM INOVASI: BERBAGAI ELEMEN PENTING Sistem Pendidikan dan Litbang Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah Sistem Industri Perusahaan Besar UKM “Matang/ Mapan” PPBT Intermediaries Lembaga Riset Brokers Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Permintaan (Demand) Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Perbankan Modal Ventura Supra- dan Infrastruktur Khusus HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan Bisnis Standar dan Norma Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development) PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi. Alamiah SDA (Natural Endowment)
      • Budaya
      • Sikap dan nilai
      • Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan
      • Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan
      • Mobilitas
      • Kebijakan Ekonomi
      • Kebijakan ekonomi makro
      • Kebijakan moneter
      • Kebijakan fiskal
      • Kebijakan pajak
      • Kebijakan perdagangan
      • Kebijakan persaingan
      Kebijakan Industri/ Sektoral Kebijakan Keuangan Sistem Politik Pemerintah Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum/ Dasar
    • 58. SISTEM INOVASI: DINAMIKA INTERAKSI Pemerintah Bisnis Litbang & PT Sistem Inovasi Pengetahuan dan Inovasi Interaksi Pembelajaran Keterkaitan dan Jaringan Daerah Sistem Inovasi Daerah (SID)
    • 59. SISTEM INOVASI: SUBSISTEM DAN KETERKAITAN MULTIDIMENSI Klaster Industri 1-A Klaster Industri 2-C Klaster Industri 3-B Klaster Industri 1-Z Klaster Industri: Klaster Industri 3 Klaster Industri 1 Sektor I Sektor II Sektor III Daerah C Daerah A SID SID Sistem Inovasi Nasional SID : Sistem Inovasi Daerah.
    • 60. ICT & POVERTY
      • Reducing poverty
      • The Impact of ICTs on poverty alleviation
      • Better access to information
      • Broad choices
      • Income generation possibilities
      • Knowledge-sharing
      • Transparency and participation
      • Democratic values
      • What should be done?
      • Recognize ICTs as important agent for poverty reduction
      • Coordinated strategies for efficient resource allocations
      • Introduce e-Services (telemedicine, e-Education, Agriculture Info systems, etc)
      • MDG-focused ICT strategies
    • 61. KARAKTERISTIK KHAS TIK
      • TIK bersifat pervasive dan cross-cutting
      • TIK merupakan enabler yang penting dalam penciptaan jaringan
      • TIK mendorong diseminasi informasi dan pengetahuan
      • Bersifat z ero or declining marginal costs untuk produk-produk digital
      • Kunci dalam peningkatan efisiensi dalam produksi, distribusi dan pasar
      • Penting bagi model bisnis inovatif dan keseluruhan industri baru
      • TIK dapat memfasilitasi disintermediation
      • TIK memiliki cakupan global.
      Lesson Learnt TIK semakin penting dalam pembangunan
    • 62. KERANGKA STRATEGI E-DEVELOPMENT e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5
    • 63. FORUM 1 e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5
    • 64. FORUM 2 ~ Migrasi Ke SW Legal & Dukungan FOSS (IGOS Center) e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5
    • 65. FORUM 3 : TIK UNTUK PEREMPUAN DAN PEMUDA e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5
    • 66. FORUM 4 : KLASTER INDUSTRI & TELECENTER e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5
    • 67. FORUM 5 : BASISDATA & INDIKATOR KHUSUS DAERAH e-Leadership , Kebijakan & Kelembagaan E-Government Industri TIK & E-Business e-Society Infrastruktur Infokom Terpadu 1 2 3 4 5