Your SlideShare is downloading. ×
0
Disampaikan dalam Diskusi Terbatas Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah di Jakarta, 23 Nopember 2006 KEBIJAKAN ...
OUTLINE <ul><li>PENDAHULUAN : Review singkat </li></ul><ul><ul><li>UKM / IKM </li></ul></ul><ul><ul><li>Kecenderungan univ...
UKM / IKM <ul><li>Skala : </li></ul><ul><ul><li>Nomenklatur : Klasifikasi batasan “input” DAN “prestasi” </li></ul></ul><u...
CATATAN TERMINOLOGI : PENGERTIAN TENTANG DAYA SAING <ul><li>Beragam definisi  ~   perbedaan keberterimaan  (acceptability)...
MEMBANGUN KEUNGGULAN DAYA SAING DAERAH Faktor Lokalitas & Konteks Global DAERAH  ~ Makro <ul><li>Himpunan SDM & Entitas Or...
BEBERAPA KECENDERUNGAN UNIVERSAL  <ul><li>Globalisasi </li></ul><ul><li>Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)   ...
PERGESERAN ~ Istilah Kebijakan Inovasi Iptek Teknologi Sistem Sektor Bidang / Kasus Spesifik Kebijakan Paradigma Dalam per...
SISTEM INOVASI DAN KEBIJAKAN INOVASI <ul><li>Sistem Inovasi: suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, ...
SISTEM INOVASI Sistem Pendidikan dan Litbang Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemeri...
SKEMATIK MODEL GENERIK KLASTER INDUSTRI Institusi Pendukung (Supporting Institutions) Industri Inti (Core Industry) Pembel...
Kebijakan Inovasi  <ul><li>Kebijakan Pendidikan </li></ul><ul><li>Pengetahuan dan Keterampilan </li></ul><ul><li>Kreativit...
SALAH SATU VERSI TENTANG PERGESERAN PANDANGAN TENTANG SISTEM INOVASI  4 th  Generation Theories of Innovation 5 th  Genera...
PERGESERAN PANDANGAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN  <ul><li>Kebijakan inovasi, dengan kerangka pendekatan sistem.  </li></ul><ul...
2. SKEMATIK POLA PIKIR Sistem Inovasi Daya Saing dan Kohesi Sosial Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jar...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)  </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan : </li><...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)  : </li></ul><ul><ul><li>Struktur dan elemen pokok kebija...
PERTIMBANGAN AGENDA UTAMA KE DEPAN <ul><li>Beberapa aspek pertimbangan agenda : </li></ul><ul><li>Tema kebijakan inovasi y...
KERANGKA KEBIJAKAN : HEKSAGON KEBIJAKAN INOVASI <ul><li>Mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis....
KERANGKA PERANCANGAN PRAKARSA DAN INDIKATOR CAPAIAN Visi dalam Peningkatan Daya Saing dan Kohesi Sosial 20.. Budaya inovas...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)   </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan : </li>...
KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik Kondisi Umum  (Framework Conditions) Dimensi Daerah Dimen...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)  </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></u...
ILUSTRASI SKEMA STRUKTUR MODEL INSTRUMEN KEBIJAKAN (PROGRAM) Pengelolaan Nasional Program Payung Kementerian/ Departemen/B...
Technopreneurship  dan Modernisasi “Sumber” Perkembangan Ekonomi   Sumber : Taufik (2005b). Pengembangan Bisnis Baru Perba...
PILIHAN PENTING <ul><li>IKM yang telah ada : </li></ul><ul><ul><li>Upgrade  kemampuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Lingkage/...
Contoh Kerangka Pentahapan Umum Bersaing Atas Dasar Murahnya Tenaga Kerja dan/atau SDA di Daerah Pengembangan Posisi Spesi...
CONTOH PENDEKATAN PENTAHAPAN Konsolidasi, Reposisi Strategis &  Refocusing Model Percontohan & Praktik Baik Penyempurnaan ...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)  </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></u...
PERAN DEPERIN DALAM KEBIJAKAN INOVASI 1 2 3 4 Peran Deperin yang Perlu  DITINGKATKAN Karakteristik Pengaruh/Dampak Tatanan...
3. STRATEGI UMUM  <ul><li>Kerangka Kebijakan  (Policy Framework)  </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></u...
BENCHMARKING  DAN PENETAPAN SASARAN  (TARGETING) EVALUASI DAN  PEER REVIEW ANALISIS  BENCHMARKING PENETAPAN SASARAN METODE...
4. CATATAN PENUTUP : TANTANGAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI <ul><li>Kondisi dasar yang belum teratasi sebagai prasyarat aga...
4. CATATAN PENUTUP : STRATEGI POKOK DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI <ul><li>Memperbaiki kondisi dasar sebagai p...
The new wave – innovation! Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Kebijakan Tekno IKM Tatang Taufik A

2,191

Published on

Masukan tentang peningkatan daya saing industri kecil dan menengah dengan pendekatan klaster industri dan sistem inovasi

Published in: Travel, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,191
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
197
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Kebijakan Tekno IKM Tatang Taufik A"

  1. 1. Disampaikan dalam Diskusi Terbatas Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah di Jakarta, 23 Nopember 2006 KEBIJAKAN TEKNOLOGI BAGI IKM : Peningkatan Daya Saing dalam Kerangka Sistem Inovasi Tatang A. Taufik Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  2. 2. OUTLINE <ul><li>PENDAHULUAN : Review singkat </li></ul><ul><ul><li>UKM / IKM </li></ul></ul><ul><ul><li>Kecenderungan universal </li></ul></ul><ul><ul><li>Istilah - Pergeseran Paradigma ~ Tantangan </li></ul></ul><ul><li>POLA PIKIR ~ KONSEP/PENDEKATAN </li></ul><ul><li>SARAN STRATEGI UMUM </li></ul><ul><li>CATATAN PENUTUP </li></ul>
  3. 3. UKM / IKM <ul><li>Skala : </li></ul><ul><ul><li>Nomenklatur : Klasifikasi batasan “input” DAN “prestasi” </li></ul></ul><ul><ul><li>Skala bisnis </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan, Sumber Daya, Kapasitas </li></ul></ul><ul><li>Entitas Bisnis ~ inklusivitas dalam sistem ekonomi </li></ul><ul><li>Problematika : </li></ul><ul><ul><li>Internal dan Eksternal </li></ul></ul><ul><ul><li>Solusi sendiri dan “Intervensi” </li></ul></ul><ul><li>Prinsip untuk mengintervensi (“kebijakan”) : </li></ul><ul><ul><li>Isu kebijakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kemampuan mengintervensi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kriteria kebijakan yang baik </li></ul></ul><ul><ul><li>Respons para aktor terhadap kebijakan (dan instrumennya) : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Informasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sikap, perilaku, budaya, kemampuan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ada “insentif” untuk berubah (memberikan respons) </li></ul></ul></ul>
  4. 4. CATATAN TERMINOLOGI : PENGERTIAN TENTANG DAYA SAING <ul><li>Beragam definisi ~ perbedaan keberterimaan (acceptability) oleh berbagai kalangan (misalnya akademisi, praktisi, pembuat kebijakan). </li></ul><ul><li>PORTER (1990): “There is NO ACCEPTED DEFINITION OF COMPETITIVENESS . Whichever definition of competitiveness is adopted, an even more serious problem has been there is no generally accepted theory to explain it”. </li></ul><ul><li>“ Pembedaan” pada beragam tingkatan: </li></ul><ul><ul><li>Perusahaan (mikro) : definisi yang paling “jelas.” </li></ul></ul><ul><ul><li>Industri (meso) : walaupun beragam, umumnya dapat dipahami: pergeseran perspektif pendekatan “sektoral”  pendekatan “klaster industri.” </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekonomi (makro) : dipandang sangat penting, walaupun masih sarat perdebatan dan kritik (latar belakang teori). </li></ul></ul>Kemampuan/daya tarik (attractiveness); kemampuan membentuk/menawarkan lingkungan paling produktif bagi bisnis, menarik talented people , investasi, dan mobile factors lain, dsb.; dan Kinerja berkelanjutan. Kemampuan suatu industri (a gregasi perusahaan ~ “sektoral”  “klaster industri” ) menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dari industri pesaing asingnya Kemampuan suatu perusahaan mengatasi perubahan dan persaingan pasar dalam memperbesar dan mempertahankan keuntungannya (profitabilitas), pangsa pasar, dan/atau ukuran bisnisnya (skala usahanya) “ Tingkatan Analisis” / Dimensi “Sektoral” “ Konteks Telaahan” (Perbandingan) / Dimensi Teritorial / Spasial Negara / Daerah Rujukan : a.l. Porter & McFetridge (1995) Mikro ~ Perusahaan Meso ~ Industri “ Makro” ~ Ekonomi Memiliki pengertian yang berbeda, tetapi saling berkaitan
  5. 5. MEMBANGUN KEUNGGULAN DAYA SAING DAERAH Faktor Lokalitas & Konteks Global DAERAH ~ Makro <ul><li>Himpunan SDM & Entitas Organisasi </li></ul><ul><li>Hubungan - Jaringan - Interaksi </li></ul><ul><li>Kolaborasi - Sinergi </li></ul><ul><li>SISTEM INOVASI - KLASTER INDUSTRI ~ Meso </li></ul><ul><li>SDM </li></ul><ul><li>Kompetensi </li></ul><ul><li>Spesialisasi </li></ul><ul><li>Organisasi/Perus. ~ Mikro </li></ul>Produk
  6. 6. BEBERAPA KECENDERUNGAN UNIVERSAL <ul><li>Globalisasi </li></ul><ul><li>Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) </li></ul><ul><li>Perkembangan Ekonomi Jaringan </li></ul><ul><li>Kecenderungan ke Arah Ekonomi Pengetahuan </li></ul><ul><li>Kecenderungan Tumpuan atas Kekhasan Faktor Lokal. </li></ul>
  7. 7. PERGESERAN ~ Istilah Kebijakan Inovasi Iptek Teknologi Sistem Sektor Bidang / Kasus Spesifik Kebijakan Paradigma Dalam perspektif/paradigma “sistem inovasi”, kebijakan teknologi merupakan bagian integral dari kebijakan inovasi.
  8. 8. SISTEM INOVASI DAN KEBIJAKAN INOVASI <ul><li>Sistem Inovasi: suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, hubungan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran. </li></ul><ul><li>Kebijakan inovasi (innovation policy) merupakan kelompok kebijakan yang mempengaruhi kemajuan-kemajuan teknis dan bentuk inovasi lainnya, yang pada dasarnya bertujuan: </li></ul><ul><ul><li>Membangun/mengembangkan kapasitas inovatif setiap “simpul” (fungsi/kegiatan/proses) dalam sistem inovasi; </li></ul></ul><ul><ul><li>Meningkatkan/memperlancar aliran pengetahuan dalam dan antarfungsi/kegiatan/proses dalam sistem inovasi (ini juga berarti meningkatkan proses pembelajaran dalam sistem); dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Memperkuat hubungan dan keterkaitan rantai nilai vertikal dan horisontal antar- fungsi/kegiatan/proses produksi, litbang, adopsi dan difusi (termasuk komersialisasi) dan fungsi/kegiatan/proses penunjang dalam sistem inovasi. </li></ul></ul>
  9. 9. SISTEM INOVASI Sistem Pendidikan dan Litbang Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah Sistem Industri Perusahaan Besar UKM “Matang/ Mapan” PPBI Intermediaries Lembaga Riset Brokers Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Permintaan (Demand) Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Perbankan Modal Ventura Supra- dan Infrastruktur Khusus HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan Bisnis Standar dan Norma Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development) PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi. Alamiah SDA (Natural Endowment) <ul><li>Budaya </li></ul><ul><li>Sikap dan nilai </li></ul><ul><li>Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan </li></ul><ul><li>Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan </li></ul><ul><li>Mobilitas </li></ul><ul><li>Kebijakan Ekonomi </li></ul><ul><li>Kebijakan ekonomi makro </li></ul><ul><li>Kebijakan moneter </li></ul><ul><li>Kebijakan fiskal </li></ul><ul><li>Kebijakan pajak </li></ul><ul><li>Kebijakan perdagangan </li></ul><ul><li>Kebijakan persaingan </li></ul>Kebijakan Industri/ Sektoral Kebijakan Keuangan Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum/ Dasar Sumber : Taufik (2005) Sistem Politik Pemerintah Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT
  10. 10. SKEMATIK MODEL GENERIK KLASTER INDUSTRI Institusi Pendukung (Supporting Institutions) Industri Inti (Core Industry) Pembeli (Buyer) Industri Pemasok (Supplier Industry) Industri Terkait (Related Industry) Industri Pendukung (Supporting Industry)
  11. 11. Kebijakan Inovasi <ul><li>Kebijakan Pendidikan </li></ul><ul><li>Pengetahuan dan Keterampilan </li></ul><ul><li>Kreativitas </li></ul><ul><li>Profesionalisme </li></ul><ul><li>Kewirausahaan </li></ul><ul><li>Kebijakan Ekonomi Makro </li></ul><ul><li>Moneter </li></ul><ul><li>Fiskal </li></ul><ul><li>Perdagangan </li></ul><ul><li>Kebijakan Industri </li></ul><ul><li>Investasi </li></ul><ul><li>Perpajakan - Subsidi </li></ul><ul><li>Insentif </li></ul><ul><li>Regulasi - Deregulasi </li></ul>Kebijakan Litbang Kebijakan Daerah Kemajuan Industri: Daya Saing, Kapasitas Inovatif, Tingkat Difusi, Pembelajaran, Kewirausahaan Kebijakan Inovasi Perbaikan Bisnis yang Ada Perkembangan Investasi Perkembangan Bisnis Pemula yang Inovatif Kebijakan Sains Kebijakan Teknologi
  12. 12. SALAH SATU VERSI TENTANG PERGESERAN PANDANGAN TENTANG SISTEM INOVASI 4 th Generation Theories of Innovation 5 th Generation Theories of Innovation Main characteristic: Systems integration and networking theory (SIN) Parallel processes, collaborating companies, collaborative innovation networks Main characteristic: Integrated theory of innovation Parallel development with integrated development teams 3 rd Generation Theories of Innovation Main characteristic: Sequential Interactive Process 1 st Generation Theories of Innovation 2 nd Generation Theories of Innovation Main characteristic: Demand-pull (linear) Main characteristic: Technology-push (linear) Sumber : HUT Dipoli – Roadmap, Tapio Koskinen, Markku Markkula – 2005 (Bahan Presentasi - www.dipoli.tkk.fi) From Linear to Sequential...
  13. 13. PERGESERAN PANDANGAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN <ul><li>Kebijakan inovasi, dengan kerangka pendekatan sistem. </li></ul><ul><li>Kebijakan inovasi merupakan proses pembelajaran yang perlu diarahkan pada pengembangan sistem inovasi yang semakin mampu beradaptasi. </li></ul><ul><li>Kebijakan inovasi tak lagi hanya menjadi ranah monopoli Pemerintah ”Pusat,” tetapi juga Pemerintah ”Daerah.” </li></ul>Era Sistem Inovasi (1980an – sekarang). Inovasi dalam kerangka pendekatan sistem proses interaktif-rekursif (feedback loop/chain link model) dari kompleksitas dan dinamika pengembangan ( discovery , invensi, litbang maupun non litbang), pemanfaatan, dan difusi serta pembelajaran secara holistik. <ul><li>Tekanan kebijakan pada sisi permintaan sangat dominan (demand driven). </li></ul><ul><li>Kebijakan teknologi dan/atau kebijakan iptek berkembang, namun yang bersifat satu arah/sisi (one-side policy) masih dominan. </li></ul>Era Demand pull (1970an – 1980an). <ul><li>Tekanan kebijakan pada sisi penawaran sangat dominan (supply driven). </li></ul><ul><li>Kebijakan sains/riset sangat dominan. </li></ul><ul><li>Kebijakan teknologi/iptek mulai berkembang. </li></ul>Era Technology push (tahun 1960an – tahun 1970an). Inovasi sebagai proses sekuensial linier ( pineline linear model). Tidak/belum ada upaya khusus intervensi. Era di mana inovasi belum memperoleh perhatian khusus (terutama masa sebelum 1960an). Sebagai residual (faktor ”marjinal”) pertumbuhan/ kemajuan (model-model pertumbuhan neo-klasik dan sebelumnya). Implikasi Kebijakan Era Cara Pandang
  14. 14. 2. SKEMATIK POLA PIKIR Sistem Inovasi Daya Saing dan Kohesi Sosial Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas Isu-isu Kontekstual  Kesejahteraan/Kemakmuran & Peradaban Bangsa Kecenderungan dan Tantangan Universal <ul><li>UU No. 18/2002 : </li></ul><ul><li>Mengembangkan perekonomian negara </li></ul><ul><li>Meningkatkan dan menyerasikan sosial budaya bangsa </li></ul><ul><li>Memperkuat pertahanan negara </li></ul>Knowledge Economy Knowledge Society Klaster Industri
  15. 15. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan : </li></ul><ul><ul><li>Sektoral, “pusat – daerah,” temporal </li></ul></ul><ul><ul><li>Koordinasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kelembagaan </li></ul></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu : </li></ul><ul><ul><li>Program payung (umbrella program) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pentahapan ~ Petarencana (roadmap) </li></ul></ul><ul><li>Instrumen dan peran </li></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan : </li></ul><ul><ul><li>Sasaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Monev, pembandingan ~ umpan balik </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbaikan kebijakan </li></ul></ul>
  16. 16. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) : </li></ul><ul><ul><li>Struktur dan elemen pokok kebijakan ~ kesatuan yang “terpadu”, sinergis, diperkirakan memberikan ungkitan (leverage) besar </li></ul></ul><ul><ul><li>Landasan/acuan semua pihak dalam menentukan instrumen kebijakan (“program”) mendasar/ penting </li></ul></ul><ul><ul><li>Terfokus, namun memiliki fleksibilitas bagi implementasi pragmatis/operasional </li></ul></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan : </li></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu : </li></ul><ul><li>Instrumen dan peran </li></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan </li></ul>
  17. 17. PERTIMBANGAN AGENDA UTAMA KE DEPAN <ul><li>Beberapa aspek pertimbangan agenda : </li></ul><ul><li>Tema kebijakan inovasi yang mendasar (fundamental) dan luas; </li></ul><ul><li>Bersifat universal bagi konteks nasional dan daerah serta kondisi sektoral/industrial pada umumnya di Indonesia; </li></ul><ul><li>Bidang-bidang yang saling berkaitan dan bersifat cross-cutting issues ; </li></ul><ul><li>Merupakan faktor kunci (sangat penting) bagi prakarsa-prakarsa berdasarkan situasi saat ini dan antisipasi ke depan; </li></ul><ul><li>Dapat menjadi agenda kolaboratif pada tataran nasional dan daerah. </li></ul>
  18. 18. KERANGKA KEBIJAKAN : HEKSAGON KEBIJAKAN INOVASI <ul><li>Mengembangkan kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis. </li></ul><ul><li>Memperkuat kelembagaan dan daya dukung iptek/litbang dan mengembangkan kemampuan absorpsi UKM. </li></ul><ul><li>Menumbuhkembangkan kolaborasi bagi inovasi dan meningkatkan difusi inovasi, praktik baik/terbaik dan/atau hasil litbang. </li></ul><ul><li>Mendorong budaya inovasi. </li></ul><ul><li>Menumbuhkembangkan dan memperkuat keterpaduan pemajuan sistem inovasi dan klaster industri nasional dan daerah. </li></ul><ul><li>Penyelarasan dengan perkembangan global. </li></ul>4 5 1 6 2 3
  19. 19. KERANGKA PERANCANGAN PRAKARSA DAN INDIKATOR CAPAIAN Visi dalam Peningkatan Daya Saing dan Kohesi Sosial 20.. Budaya inovasi Perkembangan sistem inovasi dan klaster industri Keselarasan dengan perkembangan global Kerangka umum yang kondusif bagi inovasi dan bisnis. kelembagaan dan daya dukung iptek/litbang dan kemampuan absorpsi UKM Kolaborasi bagi inovasi dan difusi inovasi, praktik baik/terbaik dan/atau hasil litbang Prakarsa Kebijakan Sasaran Kuantitatif
  20. 20. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan : </li></ul><ul><ul><li>Sektoral, “pusat – daerah,” temporal </li></ul></ul><ul><ul><li>Koordinasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kelembagaan </li></ul></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu </li></ul><ul><li>Instrumen dan peran </li></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan </li></ul>
  21. 21. KERANGKA UMUM POLA KOORDINASI Prakarsa Tematik dan/atau Spesifik Kondisi Umum (Framework Conditions) Dimensi Daerah Dimensi Nasional N A S I O N A L D A E R A H Kerangka Kebijakan Inovasi
  22. 22. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu : </li></ul><ul><ul><li>Program payung (umbrella program) . Contoh : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>MEP (AS) ~ modernisasi manufaktur </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>SBIR (AS) ~ set aside program (penyisihan 2,5% dari dana litbang departemen sektoral) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>ATP (AS) ~ bidang teknologi maju </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>FP (UE) beserta instrumen tematiknya ~ sejak 1984 - sekarang </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Pentahapan ~ Petarencana (roadmap) </li></ul></ul><ul><li>Instrumen dan peran </li></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan </li></ul>
  23. 23. ILUSTRASI SKEMA STRUKTUR MODEL INSTRUMEN KEBIJAKAN (PROGRAM) Pengelolaan Nasional Program Payung Kementerian/ Departemen/Badan + DRN & Para Pemangku Kepentingan Pelaku Riset, Inovasi/Bisnis & Pendukung Pemerintahan Daerah + DPDS, DRD & Pemangku Kepentingan Kombinasi Pola Koordinasi Terbuka & Tertutup Pemangku Kepentingan Lain Pengelolaan Daerah
  24. 24. Technopreneurship dan Modernisasi “Sumber” Perkembangan Ekonomi Sumber : Taufik (2005b). Pengembangan Bisnis Baru Perbaikan Bisnis yang Ada (Existing) Investasi Dari Luar Daya Saing yang Lebih Tinggi Investasi untuk Inovasi ROI yang Lebih Tinggi Siklus yang Makin Menguat (Dari vicious cycle menjadi virtuous cycle ) Faktor keunggulan lokalitas Pengetahuan & Kompetensi Rantai Nilai Inovasi & Difusi Rantai Nilai Produksi Penyediaan pengetahuan/ teknologi Pembelajaran, termasuk Litbangyasa Keterkaitan Investasi Ke Luar Interaksi & Keterkaitan
  25. 25. PILIHAN PENTING <ul><li>IKM yang telah ada : </li></ul><ul><ul><li>Upgrade kemampuan </li></ul></ul><ul><ul><li>Lingkage/network & kolaborasi ~ rantai nilai & aglomerasi </li></ul></ul><ul><ul><li>“ Batas” perkembangan </li></ul></ul><ul><li>Investasi ~ prioritas : </li></ul><ul><ul><li>Knowledge intensive business/industries </li></ul></ul><ul><ul><li>Potensi keterkaitan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>dengan IKM setempat </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>perkembangan IKM baru/pemula </li></ul></ul></ul><ul><li>IKM Baru/Pemula : </li></ul><ul><ul><li>Technopreneurship </li></ul></ul><ul><ul><li>Segmen / relung (niches) potensial </li></ul></ul><ul><ul><li>Akses terhadap sumber daya </li></ul></ul><ul><ul><li>Iklim dan budaya </li></ul></ul>
  26. 26. Contoh Kerangka Pentahapan Umum Bersaing Atas Dasar Murahnya Tenaga Kerja dan/atau SDA di Daerah Pengembangan Posisi Spesifik dalam “Relung” Ekonomi tertentu: Pasar Lokal/Setempat, Segmen “Antardaerah dan Nasional dan/atau Regional/Internasional” Perluasan Produksi dalam Sektor Lain yang Memiliki Biaya Rendah atau Melimpahnya SDA Daerah Perluasan Pelayanan Pasar Lokal, Nasional, Regional (Antarnegara) dan/atau Internasional Menjadi “Pemain Utama” dalam Pasar Global Menjadi “Pemain Khusus” dalam Pasar Nasional, Regional dan/atau Internasional Membangun Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID yang Kuat Posisi Saat Kini Tahap Awal Tahap Pengembangan Tahap Ekspansi Penghimpunan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Potensi Spesifik Terbaik Setempat (Sosial, Ekonomi Budaya) Memprakarsai Pengembangan Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID Memperkuat Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID dalam Konteks Global
  27. 27. CONTOH PENDEKATAN PENTAHAPAN Konsolidasi, Reposisi Strategis & Refocusing Model Percontohan & Praktik Baik Penyempurnaan & Perluasan Penyempurnaan, Perluasan & Penyiapan RPJM Berikut Pelaksanaan RPJM Berikut 2006 2007 2008 2009
  28. 28. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu </li></ul><ul><li>Instrumen dan peran : </li></ul><ul><ul><li>Peta instrumen kebijakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Peran Deperin (IDKM khususnya) </li></ul></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan </li></ul>
  29. 29. PERAN DEPERIN DALAM KEBIJAKAN INOVASI 1 2 3 4 Peran Deperin yang Perlu DITINGKATKAN Karakteristik Pengaruh/Dampak Tatanan Kelembagaan (Institutional Setting) Lingkup Tujuan Eksplisit Implisit Faktor Kontekstual Sisi Obyek/Aktor yang Dipengaruhi Sisi Penyediaan (Supply Side) Sisi Permintaan (Demand Side) Bidang Keterkaitan (Linkage Area) Spesifik Fungsional Harus semakin jelas exit policy -nya Dampak Fungsi dan Variabel Sistem Inovasi Fungsi, Aktivitas dan Aktor Sistem Inovasi Tujuan Kebijakan Isu Kebijakan Agenda Strategis
  30. 30. 3. STRATEGI UMUM <ul><li>Kerangka Kebijakan (Policy Framework) </li></ul><ul><li>Mendorong koherensi kebijakan </li></ul><ul><li>Fokus tematik dalam kurun waktu tertentu </li></ul><ul><li>Instrumen dan peran </li></ul><ul><li>Pembelajaran kebijakan : </li></ul><ul><ul><li>Sasaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Monev, pembandingan ~ umpan balik </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbaikan kebijakan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Peningkatan kapasitas (termasuk para penentu kebijakan di Pusat dan Daerah) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pengarustamaan (mainstreaming) </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Manajemen program </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Success story </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Building community of practice </li></ul></ul></ul>
  31. 31. BENCHMARKING DAN PENETAPAN SASARAN (TARGETING) EVALUASI DAN PEER REVIEW ANALISIS BENCHMARKING PENETAPAN SASARAN METODE KOORDINASI TERBUKA UMPAN BALIK (FEED BACK) IDENTIFIKASI PENDORONG UTAMA IDENTIFIKASI INDIKATOR PEMBANDINGAN IDENTIFIKASI PRAKTIK TERBAIK MEMANTAU KINERJA MEMANTAU KEBIJAKAN DESAIN DAN IMPLEMENTASI
  32. 32. 4. CATATAN PENUTUP : TANTANGAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI <ul><li>Kondisi dasar yang belum teratasi sebagai prasyarat agar upaya pengembangan/ penguatan SIN dapat ditingkatkan ~ IKM bagian integral - inklusif ; </li></ul><ul><li>Persoalan/isu pokok yang perlu dipecahkan agar SIN berkembang dan kemajuannya dapat dipercepat ~ IKM sangat dipengaruhi ; </li></ul><ul><li>Rendahnya kepeloporan untuk melakukan perbaikan dalam jangka panjang ~ Local champions & kelompok usia muda ; dan </li></ul><ul><li>Fragmentasi kebijakan di berbagai bidang ~ Sinergi bagi IKM . </li></ul>
  33. 33. 4. CATATAN PENUTUP : STRATEGI POKOK DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI <ul><li>Memperbaiki kondisi dasar sebagai prasyarat bagi peningkatan upaya pengembangan/penguatan SIN. </li></ul><ul><li>Melakukan reformasi kebijakan inovasi di berbagai sektor/bidang dan lintas-sektor/bidang serta pada tataran pemerintahan yang berbeda, secara bertahap dan berkelanjutan. </li></ul><ul><li>Mengembangkan kepemimpinan (leadership) dan memperkuat komitmen nasional dalam pengembangan/penguatan sistem inovasi nasional dan daerah. </li></ul><ul><li>Meningkatkan koherensi kebijakan inovasi di tingkat nasional dan daerah. </li></ul>
  34. 34. The new wave – innovation! Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-3169813 Fax. (021)-3169811 E-mail: tik@inn.bppt.go.id http: // www.inn.bppt.go.id Terimakasih
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×