• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Emerging Technology   Tatang A Taufik
 

Emerging Technology Tatang A Taufik

on

  • 11,221 views

Perspektif secara sistemik bagaimana memanfaatkan emerging technology

Perspektif secara sistemik bagaimana memanfaatkan emerging technology

Statistics

Views

Total Views
11,221
Views on SlideShare
10,999
Embed Views
222

Actions

Likes
2
Downloads
218
Comments
0

7 Embeds 222

http://warbseadjisoedarmo.blogspot.com 171
http://rhyzinside.blogspot.com 23
http://www.slideshare.net 22
http://www.warbseadjisoedarmo.blogspot.com 3
http://rhyzinside.blogspot.cz 1
http://warbseadjisoedarmo.blogspot.sg 1
http://www.slideee.com 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Emerging Technology   Tatang A Taufik Emerging Technology Tatang A Taufik Presentation Transcript

  • Disampaikan dalam Seminar Nasional FTIP 2007 “ Penerapan Emerging Technology pada Pengolahan Pangan di Indonesia” di UNPAD, Bandung, 16 Januari 2007 PERPEKTIF SISTEMIK DALAM MEMANFAATKAN EMERGING TECHNOLOGY Dr. Tatang A. Taufik Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • OUTLINE
    • PENDAHULUAN
    • MENGAPA
    • BAGAIMANA MENGANTISIPASI / MENGHADAPI DAN MEMANFAATKAN : PERSPEKTIF SISTEMIK
    • PERAN PERGURUAN TINGGI
    • CATATAN PENUTUP
    • EMERGING TECHNOLOGY: Pengertian dan Contoh
  • 1. PENDAHULUAN : PENGERTIAN EMERGING TECHNOLOGY
    • Pengertian umum : Bidang teknologi “baru” dan diperkirakan berpotensi sangat bermanfaat .
    • Catatan karakteristik umum :
      • Biasanya bukan sekedar teknologi tunggal, tetapi “pengembangan, kombinasi, atau integrasi” dari beberapa teknologi sebelumnya;
      • Beberapa menunjukkan fenomena “konvergensi” dari beberapa iptek yang berkembang pesat;
      • Biasanya :
        • dilandasi perubahan “filosofi/konsep atau pendekatan” yang berbeda dari pengetahuan/teknologi sebelumnya; dan
        • mempunyai (potensi) dampak perubahan yang bersifat “radikal/fundamental/sangat signifikan.”
  • CONTOH EMERGING TECHNOLOGY
    • Contoh :
      • Manipulasi genetika (genetic manipulation), kecerdasan buatan (artificial intelligence), alternate energy, nanotechnology
      • Bill Joy & Joel Garreau :
        • NBIC (Nanotechnology, Biotechnology, Information technology, Cognitive science) ~
        • GNR (Genetics, Nanotechnology, Robotics).
    • Contoh dalam pengolahan pangan : (Jason Wan, 2005)
      • High Pressure Processing
      • Pulsed Electric Field
      • High Powered Ultrasonics
      • Ultra Violet Light
      • Electron Beam/ X-ray
      • Microwave
      • Ohmic Heating
      • Induction Heating
  • 3. CONTOH TIK (ICT) : THE NEW PARADIGM ~ CONVERGENCE 3C .... Communications, Computing, and Content Main Frame Super Computer Computer Cluster 80-an 90-an 2000 Computing Mobile 1990 2000 2010 Fixed Skala normal (million US$) Internet Mobile/ Cellular Phone Web/ Internet Terrestrial Broadcast Multimedia Platform Video Data/Text Voice/Sound Content Communications Interactive Multimedia Digital Information Digital Information Digital Information
  • CONTOH : BIOTECHNOLOGIES ? (Colonna, 2006)
      • Red biotechnology : health
      • Green biotechnology (> plant breeding) : Plants resisting to abiotic stress, growing whithout fertilizers or pesticides (very multi-genic traits!)
      • White technology : use of biological tools (yeasts, bacteries, enzymes) for producing foods and non food products
    • benefit : as we know more and more deeply how Nature is working, why not using these rules to create new products and technologies suited to our needs in the frame of a sustainable development ?
    • risks : create tools which can’t be controlled or products which are harmful.
  • WHAT CAN BIOTECHNOLOGIES BRING TO THE CONSUMERS IN THE NEAR FUTURE? (Colonna, 2006) Added value of biotechnologies for foods Sensory Safety Scaling up for Industry Energy Origin, typicallity 1980 1970 1960 1950 1990 2000 2010 Health Secondary metabolites, texture Enzymes rather chemicals Microbial ecology Biological resources Secondary metabolites : micronutrients + Water saving Plant designed for their uses and less their productivity
  • THE NEW FRONTIER : NANOTECHNOLOGIES
    • Nanotechnology is an emerging technology that allows the exact design of material properties by controlling parameters such as domain properties at the molecular level. The new technology has the potential to make a significant impact on our world.
    • Like chemistry, it has an enabling character - it underpins technology clusters of importance to the EU such as materials and manufacturing.
    • Application areas includes construction, cosmetics, polymer additives, functional surfaces, sensors and biosensors, molecular electronics, targeted drug release and manufacturing.
    • Design approaches are miniaturisation and molecular assembly. Although there is nothing like a single « discipline » called nanotechnology, the ability to designthe properties on molecular scale will be crucial for most high-value applications. The technology development will go hand-to-hand with assessing and managing the balance between risks and benefits.
  • CONTOH : PENGHEMATAN AIR MELALUI TEKNOLOGI IRIGASI Optimalisasi, simulasi, decision support system, sistem cerdas, dsb. Water management : Bagaimana keputusan waktu (timing) dan jumlah air yang tepat untuk setiap aplikasi? Knowledge management, Sistem informasi terintegrasi, dsb. Technology management : Bagaimana beragam teknologi dapat dikelola untuk mencapai efisiensi tertentu? Pencitraan/penginderaan jarak jauh Teknologi : Teknologi apa yang paling efisien untuk lokasi dan kondisi lingkungan tertentu Contoh ICT sebagai enabler  emerging technology PERTANYAAN DASAR
  • 2. MENGAPA
    • Kecenderungan Universal
    • Faktor Pendorong
    • Siklus Bisnis dan Teknologi
  • 2. MENGAPA : BEBERAPA KECENDERUNGAN UNIVERSAL
    • Globalisasi
    • Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek)
    • Perkembangan Ekonomi Jaringan
    • Kecenderungan ke Arah Ekonomi Pengetahuan
    • Kecenderungan Tumpuan atas Kekhasan Faktor Lokal.
  • FAKTOR PENDORONG PENTING
    • Perkembangan/kemajuan teknologi (technical novelty).
    • Perubahan kebutuhan/keinginan atau “selera” konsumen.
    • Perubahan dalam segmen pasar atau kemunculan segmen pasar yang baru.
    • Tekanan persaingan yang semakin ketat.
    • Perubahan atas faktor produksi (kelangkaan relatif) dan faktor ekonomi tertentu (misalnya nilai tukar mata uang).
    • Peraturan/kebijakan pemerintah.
  • ILUSTRASI TEKANAN UNTUK BERINOVASI DALAM INDUSTRI: Perubahan, Kompleksitas, dan Persaingan Sumber : Diadopsi dari EISDISR (2001). Cepatnya perubahan teknologi Pasar & persaingan yang berubah Industri Tekanan globalisasi Kompleksitas teknologi/produk Tingginya biaya & risiko litbang Tuntutan akan quick returns dari stakeholder Regulasi Tekanan pada investasi & biaya produksi
  • EMERGING TECHNOLOGY DALAM SIKLUS TEKNOLOGI: Rycroft/Kash Innovation Patterns Framework g f e d c b a ---Technology--- ---Network--- Trajectory 1 Trajectory 2 ---Technology--- ---Network--- Performance Time Normal Pattern Transformation Pattern Transition Pattern Innovation legend: Incremental Major Fundamental
  • SIKLUS BISNIS DAN TEKNOLOGI Fenomena Disruptive Development Fenomena Pervasive Diffusion Aktivitas Bisnis Siklus Teknologi Tumbuh (Growing) Matang (Maturity) Baru (Emerging) Perubahan Fundamental - Pola Transformasional Perubahan “Besar” (Major) - Pola Transisional Perubahan Inkremental - Pola Normal
  • HUBUNGAN SIKLUS BISNIS, KURVA TEKNOLOGI DAN ADOPSI PASAR Benih Mapan / Matang (Established) Pertumbuhan Peluncuran Siklus Hidup & Kurva S Organisasi / Teknologi Pasar Pemula (Early Market) / Diskontinuitas Adopsi Pasar Masa (Mass Market Adoption) Pasar Komoditas (Commodity Markets) Late Adopters Transisi Sumber : O’Brien (1999). Perkembangan Awal (Emerging) Pengenalan (Introduction) Pertumbuhan (Growth) Kematangan (Maturity) Penurunan (Decline) Kurva Adopsi Pasar (Market Adoption Curve)
  • Delivering Innovation Sumber : Popiela (2006).
  • 3. BAGAIMANA MENGANTIPASI/MENGHADAPI DAN MEMANFAATKAN
  • 3. POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MENGANTISIPASI/ MENGHADAPI DAN MEMANFAATKAN EMERGING TECHNOLOGY
    • Kerangka sistem inovasi.
    • Strategi teknologi : dual track strategy.
    • Pengembangan pola “peringatan dini” (early warning system) tentang perubahan/perkembangan teknologi.
    • Perencanaan teknologi.
    • Kerangka pemanfaatan.
      • Tujuan pokok :
        • Maksimalisasi kemanfaatan dari potensi dan dampak positif
        • Menghindari/minimalisasi potensi risiko dan dampak negatif
      • Memanfaatkan kerangka sistem rantai nilai
    • Peran perguruan tinggi.
  • POLA PIKIR UMUM : PEMBANGUNAN YANG BERBASIS PENGETAHUAN Daya Saing dan Kohesi Sosial Kesejahteraan/Kemakmuran & Peradaban Bangsa Klaster Industri Sistem Inovasi Kemajuan Iptek, Inovasi Ekonomi Pengetahuan Ekonomi Jaringan Globalisasi Faktor-faktor Lokalitas Isu-isu Kontekstual  Kecenderungan dan Tantangan Universal
    • SDM yang terdidik, kreatif, dan terampil
    • Infrastruktur komunikasi yang dinamis
    • Sistem inovasi yang efektif
    • Pemerintahan, insentif ekonomi dan rejim kelembagaan yang mendukung
    Knowledge Economy Knowledge Society
    • Sistem informasi dan komunikasi
    • Pembelajaran seumur hidup dan budaya inovasi
    • Sistem inovasi yang efektif
    • Modal sosial
    • Kepemimpinan/kepeloporan dalam pemajuan sosial budaya masyarakat
    • Rejim kebijakan yang kondusif
  • PENDEKATAN SISTEM INOVASI
    • Sistem Inovasi : suatu kesatuan dari sehimpunan aktor, kelembagaan, hubungan, jaringan, interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan kecepatan inovasi dan difusinya (termasuk teknologi dan praktik baik/terbaik), serta proses pembelajaran.
    • Konteks ”sektoral” dan ”teritorial”.
    • Urgensi interaksi antarelemen sistem.
    • Faktor-faktor ”non iptek.”
  • SISTEM INOVASI: BERBAGAI ELEMEN PENTING Sistem Pendidikan dan Litbang Pendidikan dan Pelatihan Profesi Pendidikan Tinggi dan Litbang Litbang Pemerintah Sistem Industri Perusahaan Besar UKM “Matang/ Mapan” PPBT Intermediaries Lembaga Riset Brokers Konsumen (permintaan akhir) Produsen (permintaan antara) Permintaan (Demand) Framework Conditions Kondisi Umum dan Lingkungan Kebijakan pada Tataran Internasional, Pemerintah Nasional, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota Perbankan Modal Ventura Supra- dan Infrastruktur Khusus HKI dan Informasi Dukungan Inovasi dan Bisnis Standar dan Norma Catatan : RPT = Riset dan Pengembangan Teknologi (Research and Technology Development) PPBT = Perusahaan Pemula (Baru) Berbasis Teknologi. Alamiah SDA (Natural Endowment)
    • Budaya
    • Sikap dan nilai
    • Keterbukaan terhadap pembelajaran dan perubahan
    • Kecenderungan terhadap Inovasi dan kewirausahaan
    • Mobilitas
    • Kebijakan Ekonomi
    • Kebijakan ekonomi makro
    • Kebijakan moneter
    • Kebijakan fiskal
    • Kebijakan pajak
    • Kebijakan perdagangan
    • Kebijakan persaingan
    Kebijakan Industri/ Sektoral Kebijakan Keuangan Sistem Politik Pemerintah Penadbiran (Governance) Kebijakan RPT Kebijakan Promosi & Investasi Infrastruktur Umum/ Dasar
  • KAPASITAS INOVATIF NASIONAL / DAERAH KIN/D (N/RIC): potensi suatu negara/daerah (sebagai entitas ekonomi maupun politik) untuk menghasilkan aliran inovasi relevan yang komersial. Tiga elemen luas yang mencerminkan bagaimana suatu lokasi membentuk kemampuan perusahaan di suatu lokasi tertentu untuk berinovasi di tingkat global: Kualitas Keterkaitan Infrastruktur Inovasi Umum Kondisi Spesifik-Klaster Sehimpunan investasi dan kebijakan “terobosan” yang mendukung inovasi dalam keseluruhan ekonomi . the “four diamond” framework. Hubungan timbal-balik Instrumen Kebijakan Sumber : Diadopsi dari Porter dan Stern (2001). RUSNAS Membentuk technology supply chain .
  • SISTEM INOVASI: SUBSISTEM DAN KETERKAITAN MULTIDIMENSI Klaster Industri 1-A Klaster Industri 2-C Klaster Industri 3-B Klaster Industri 1-Z Klaster Industri: Klaster Industri 3 Klaster Industri 1 Sektor I Sektor II Sektor III Daerah C Daerah A SID SID Sistem Inovasi Nasional SID : Sistem Inovasi Daerah.
  • SISTEM INOVASI: DINAMIKA INTERAKSI TRIPLE HELIX Pemerintah Bisnis Litbang & PT Sistem Inovasi ~ ABG Pengetahuan dan Inovasi Interaksi Pembelajaran Keterkaitan dan Jaringan Daerah Sistem Inovasi Daerah (SID)
  • HUBUNGAN TIMBAL-BALIK : PENGARUH PENGETAHUAN/TEKNOLOGI KEMAMPUAN TEKNOLOGI (IPTEK) DAN DAYA SAING INDUSTRI PEMANFAATAN DAN DIFUSI TEKNOLOGI (INOVASI) SERTA PROSES PEMBELAJARAN
  • ARAH STRATEGI TEKNOLOGI : DUAL TRACK STRATEGY PENDEKATAN STRATEGIK Pilihan Strategi yang bersifat Non mutually exclusive Kapasitas Nasional dan Fokus Pasar Domestik Strategi Teknologi Nasional Indonesia Pasar yang Besar Indonesia : Potensi Indigenous Technology/ Knowledge, Keragaman Hayati & Teknologi Modern Teknologi sebagai Enabler Pembangunan Sosial-Ekonomi Fokus Tujuan Pembangunan Fokus Positioning Global Teknologi sebagai Sektor Produksi Fokus Pasar Ekspor
  • ARAH STRATEGI TEKNOLOGI : DUAL TRACK STRATEGY PENDEKATAN STRATEGIK Pilihan Strategi yang bersifat Non mutually exclusive Strategi Teknologi Nasional Indonesia Pasar yang Besar Indonesia : Potensi Indigenous Technology/ Knowledge, Keragaman Hayati & Teknologi Modern Teknologi sebagai Enabler Pembangunan Sosial-Ekonomi Fokus Tujuan Pembangunan Fokus Positioning Global Kapasitas Nasional dan Fokus Pasar Domestik Teknologi sebagai Sektor Produksi Fokus Pasar Ekspor
  • SISTEM INOVASI : ELEMEN ESENSIAL “GENERIK”
    • Daya dukung pihak penyedia;
    • Daya serap pihak pengguna;
    • Kelembagaan antarmuka (interface) dan keterkaitan para pihak yang saling menguntungkan;
    • Infrastruktur yang terspesialisasi;
    • Pendanaan/pembiayaan inovasi dan/atau pendanaan/pembiayaan berisiko;
    • Kebijakan yang mendukung.
  • BEBERAPA ISU DALAM MEMPERSIAPKAN POLA PERINGATAN DINI : Technology-Based Intelligence Needs Measure of Performance Level or Activity Elapsed Time or Engineering Effort What performance characteristics drive the technology? Will a new dominant technology be sustaining or disruptive ? When will our technology mature? Where are we? When will the new technology be commercially viable? What are the emerging technical options? How fast is the technology evolving / what total effort behind it? Where is our competition? Source: Adapted from Jay.E. Paap
  • Technology Signals Source: Adapted from Merrill Brenner, APC New Product Introduction Time Line S I G N A L I N T E N S I T Y
    • Discussions
    • Grey Literature
    Scientific Papers
    • R&D Alliances
    • Joint Ventures
    Patents Process Development Product Announced Product Sales
  • BEBERAPA “TANDA” DISRUPTIVE INNOVATIONS
    • Innovation
      • Unique attractive features, functionality
      • Cost advantages
      • High development potential
    • Market
      • Fits with existing value networks
      • No interest from established players
      • Remote, low-end market entry points
    • Growth pathways
      • Potential for moves into mainstream markets
      • Has potential to “change the game”
  • PERENCANAAN TEKNOLOGI : METODE
    • JANGKA PENDEK :
      • Technology Project Management
      • Pengembangan dan pemanfaatan Knowledge/Technology Management
    • JANGKA MENENGAH (5 tahun atau 3 – 6 tahun) : Pemetarencanaan (Roadmapping) ~ Misalnya dengan metode/format berlapis ( layering)
      • Industrial Roadmapping
      • Product Roadmapping
      • Technology Roadmapping
      • R&D Roadmapping + Action Plan
    • JANGKA PANJANG (10 – 20 tahun) : Technology Foresight ~ misalnya dengan
      • Scenario Planning
      • Delphi method, dsb.
  • KERANGKA PENGEMBANGAN DAN PEMANFAATAN
    • Rumuskan langkah dengan tujuan pokok :
      • Maksimalisasi kemanfaatan dari potensi dan dampak positif
      • Menghindari/minimalisasi potensi risiko dan dampak negatif
    • Gunakan kerangka pentahapan dan metode yang sesuai :
      • Pendekatan sistem inovasi dan klaster industri
      • Sistem rantai nilai yang sesuai
  • Contoh Kerangka Pentahapan Umum Pengembangan bagi Daerah Bersaing Atas Dasar Murahnya Tenaga Kerja dan/atau SDA di Daerah Pengembangan Posisi Spesifik dalam “Relung” Ekonomi tertentu: Pasar Lokal/Setempat, Segmen “Antardaerah dan Nasional dan/atau Regional/Internasional” Perluasan Produksi dalam Sektor Lain yang Memiliki Biaya Rendah atau Melimpahnya SDA Daerah Perluasan Pelayanan Pasar Lokal, Nasional, Regional (Antarnegara) dan/atau Internasional Menjadi “Pemain Utama” dalam Pasar Global Menjadi “Pemain Khusus” dalam Pasar Nasional, Regional dan/atau Internasional Membangun Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID yang Kuat Posisi Saat Kini Tahap Awal Tahap Pengembangan Tahap Ekspansi Penghimpunan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Potensi Spesifik Terbaik Setempat (Sosial, Ekonomi Budaya) Memprakarsai Pengembangan Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID Memperkuat Klaster-klaster Industri Spesifik dan SID dalam Konteks Global Sumber : Taufik (2005).
  • MODEL GENERIK KLASTER INDUSTRI Institusi Pendukung (Supporting Institutions) Industri Inti (Core Industry) Pembeli (Buyer) Industri Pemasok (Supplier Industry) Industri Terkait (Related Industry) Industri Pendukung (Supporting Industry)
  • CONTOH PETA POTENSI KLASTER INDUSTRI Sumber : Taufik (2004). Pendidikan dan Riset (Perguruan Tinggi & Lemlitbang Budidaya Mahkota Dewa dan Pare
    • Industri Bahan:
    • Jamu
    • Herbal Terstandar
    • Fitofarmaka
    Klaster Pertanian Lab Uji Asosiasi Profesi & Bisnis (Organisasi Perdagangan) Lembaga Keuangan Badan Pemerintah (Kebijakan/Regulasi. Mis.: Deptan, Deperindag, BPOM, Depkes, BSN, Ditjen HKI) Penyedia Jasa Kesehatan Penyedia Jasa Khusus Produk Biologis Produk Farmasi Produk Kesehatan dan Kosmetika Industri Terkait seperti: Obat Sintetis & Produk Kesehatan Lain Peralatan/ Perlengkapan Uji Penyimpanan dan Distribusi Peralatan/ Perlengkapan Produksi Pengemasan Sertifikasi / Label Humas (PR) dan Periklanan Benih/Bibit/ Tumbuhan Saprodi Alsintan Teknologi & Praktik Baik
  • Contoh Klaster Anggur Kalifornia Sumber : California Wine Institute, Internet search, California State Legislature. Based on research by MBA 1997 students R. Alexander, R. Arney, N. Black, E. Frost, and A. Shivananda. Dikutip dari Porter (2001). Pendidikan, Riset, & Organisasi Perdagangan (mis. Wine Institute, UC Davis, Culinary Institutes) Petani anggur Pengolahan Minuman Anggur Grapestock Pupuk, Pestisida, Herbisida Peralatan panen anggur Teknologi Irigasi Perlengkapan pembuatan anggur Tong (Barrels) Label Botol Tutup botol dan gabus Humas (PR) dan Periklanan Penerbitan Khusus (mis. Wine Spectator, Trade Journal) Klaster Pangan Klaster Pariwisata Klaster Pertanian Kalifornia Badan Pemerintah (mis. Select Committee on Wine Production and Economy)
  • Peta pelaku Analisis Lingkungan Usaha Analisis Perkuatan Lingkungan Usaha Prioritas tujuan Strategi alternatif Matriks rencana kegiatan Pohon tujuan CONTOH ANALISIS Agenda perkuatan Agenda perkuatan Agenda perkuatan Agenda perkuatan Results Hierarchy activities outputs purpose goal + - + - + - + -
  • ANALISIS RANTAI NILAI AGRO : REVIEW
    • Perishable
    • Ketersediaan pasokan ~ mutu (rendah, tdk konsisten), kuantitatis (rendah, musiman)
    • Bulky
    • Keterbatasan faktor produksi
    • Skala bisnis
    • Kualitas SDM
    • Posisi tawar
    • Sosio kultural
    Aktor Bisnis Produk / Industri Faktor-faktor “makro – struktural” PEMBIBITAN/ PEMBENIHAN ----------------- . . . . BUDIDAYA ------------------ . . . . PASCAPANEN ------------------ . . . . PENGOLAHAN ------------------ . . . . AKTIVITAS PRODUKTIF LAIN ------------------ . . . . DISTRIBUSI ------------------ . . . . AKTIVITAS PRODUKTIF LAIN ------------------ . . . . TEKNOLOGI
  • KETERSEDIAAN SUMBERDAYA LAHAN BIBIT / BENIH TANAMAN PRODUK PERTANIAN SEGAR PRODUK PERTANIAN SIAP SIMPAN PRODUK PERTANIAN OLAHAN KONSUMSI O U T P U T P R O S E S / P E L A K U T E K N O L O G I
    • PEWILAYAHAN KOMODITI
    • POTENSI SUMBER AIR
    • CITRA SATELIT
    • REMOTE SENSING
    • G I S
    • BIOTEKNOLOGI
    • KULTUR JARINGAN
    • REKAYASA GEN
    • KLONING DLL
    • HIDROPONIK
    • PUPUK BIOLOGIS
    • BIOPESTICIDE
    • MEKANISASI
    • DRIP IRRIGATION
    • . . .
    • . . .
    • . . .
    • . . .
    • . . .
    • . . .
    • TEKNOLOGI INFORMASI
    • COMPUTER SCIENCE
    • PACKAGING
    • TRANSPORTASI
    RANTAI NILAI INDUSTRI “GENERIK” BERBASIS PERTANIAN TEKNOLOGI PEMETAAN TEKNOLOGI PRODUKSI BIBIT UNGGUL TEKNOLOGI BUDIDAYA TEKNOLOGI PASCAPANEN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TEKNOLOGI PENDUKUNG PENGELOLAAN SUMBERDAYA LAHAN ---------------------- . . . . PEMBIBITAN/ PEMBENIHAN --------------------- . . . . BUDIDAYA PERTANIAN ----------------------- . . . . PASCA PANEN / PENYIMPANAN ----------------------- . . . . PENGOLAHAN / PROCESSING ---------------------- . . . . DISTRIBUSI/ PEMASARAN ---------------------- . . . .
  • TEKNOLOGI DALAM RANTAI NILAI AGRO
    • Perishable
    • Ketersediaan pasokan ~ mutu (rendah, tdk konsisten), kuantitatis (rendah, musiman)
    • Bulky
    • Keterbatasan faktor produksi
    • Skala bisnis
    • Kualitas SDM
    • Posisi tawar
    • Sosio kultural
    Aktor Bisnis Produk / Industri Faktor-faktor “makro – struktural” PEMBIBITAN/ PEMBENIHAN ----------------- . . . . BUDIDAYA ------------------ . . . . PASCAPANEN ------------------ . . . . PENGOLAHAN ------------------ . . . . AKTIVITAS PRODUKTIF LAIN ------------------ . . . . DISTRIBUSI ------------------ . . . . AKTIVITAS PRODUKTIF LAIN ------------------ . . . . TEKNOLOGI TEKNOLOGI APA (termasuk emerging technology ) YANG MEMILIKI POTENSI DAYA UNGKIT (LEVERAGE) KEMANFAATAN TERBESAR DAN BAGAIMANA PEMANFAATAN (DAN DIFUSINYA) ?
  • 4. PERAN PERGURUAN TINGGI
  • PERAN BEBERAPA AKTOR DALAM PENADBIRAN INOVASI (INNOVATION GOVERNANCE) Peran BPPT Contoh : DTIKN Tingkat 1 Kebijakan lintas bidang tingkat tinggi Tingkat 2 Koordinasi yang berpusat pada misi kementerian Tingkat 3 Koordinasi & pengembangan kebijakan yang lebih rinci Tingkat 4 Pelaku riset dan inovasi Pemerintah Dewan kebijakan Dewan Riset dan Akademi Badan Teknologi dan Inovasi Badan-badan Program Pendukung Produsen: Perusahaan, Pertanian, Rumah sakit, dsb. Perguruan Tinggi Lembaga Litbang Kontraktor Program Departemen/Kementerian Industri, dll. Departemen/Kementerian Riset dan Teknologi Departemen/Kementerian Sektoral lainnya
  • PEMANFAATAN LEMLITBANG/PT SECARA UMUM OLEH INDUSTRI Sumber: Diadopsi dari McCarthy (2002). RISET Dasar + Terapan di Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang Tenaga Terampil ‘ Layanan Berbasis Pengetahuan/ Knowledge Services’ Fasilitas Lisensi Teknologi Perusahaan Pemula Kerjasama Litbang Industri Kebutuhan Teknologi Pendanaan Kerjasama Litbang Pengetahuan Pasar/Industri
    • Produk
      • Barang
      • Jasa
    • Proses
    • yang baru
    • atau yang
    • diperbaiki
    Pendanaan Layanan Fasilitas Organisasi spesifik industri / daerah INDUSTRI
  • BEBERAPA PERGESERAN PERAN YANG SEMAKIN PENTING DARI PERGURUAN TINGGI
    • Membentuk SDM berpengetahuan, berketerampilan dan terspesialisasi.
    • Menghasilkan karya yang menjadi akumulasi aset/kekayaan intelektual yang berpotensi manfaat besar.
    • Mengembangkan fungsi (yang menurut UU N0. 18/2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi adalah mengorganisasikan pembentukan sumber daya manusia, penelitian, pengembangan, perekayasaan, inovasi, dan difusi teknologi; dan membentuk iklim dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi penyelenggaraan penguasaan, pemanfaatan, dan pemajuan iptek;) dan aktivitas secara dinamis dalam pengembangan/pemajuan sistem untuk dapat berkinerja unggul secara berkelanjutan. Ini juga mempunyai implikasi pergeseran-pergeseran dalam paradigma bagaimana perguruan tinggi mengimplementasikan filosofi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menghadapi dinamika perubahan dan tantangan ke depan, peran perguruan tinggi semakin dituntut ke arah research and entrepreneurial university , tanpa mengabaikan segi ” pendidikan. ”
  • BEBERAPA PERGESERAN PERAN YANG SEMAKIN PENTING DARI PERGURUAN TINGGI
    • Memberikan pelayanan berbasis pengetahuan/teknologi kepada masyarakat (termasuk misalnya keahlian/ expertise , tenaga terampil, pemanfaatan fasilitas, alih dan difusi iptek, litbang, dan sejenisnya).
    • Mengembangkan jaringan kemitraan berbasis pengetahuan/teknologi (inovasi).
    • Menjadi aktor penting bagi perkembangan budaya inovatif (termasuk pengembangan kreatifitas dan kewirausahaan, serta pengembangan perusahaan baru/pemula yang inovatif).
  • PETA PERGESERAN DALAM PENGEMBANGAN INOVASI Pengembangan Produk Riset Dasar Riset Terapan Sistem Sekarang Pengembangan Bisnis Investasi Komersialisasi Peran Pemerintah Arah Pergeseran Ketidakpastian dan “Jarak” terhadap Pasar Meningkat Peran Swasta/Industri Meningkat Perguruan Tinggi Pembiayaan untuk Mendorong Komersialisasi (Mengatasi ”Kesenjangan Komersial”) Lembaga Litbang Ekspansi
  • BEBERAPA PRAKARSA YANG PERLU SEMAKIN DIKEMBANGKAN
    • Meningkatkan kemampuan penyesuaian diri (adaptabilitas) dengan dinamika kecenderungan perubahan.
    • Memperkuat kelembagaan dan mengembangkan kebijakan internal serta program/aktivitas.
    • Mengembangkan secara progresif kemampuan penguasaan, pengembangan, alih dan difusi pengetahuan/teknologi .
    • Meningkatkan kerjasama/kemitraan strategis dengan dunia usaha dan pemerintah (termasuk lemlitbang) dalam mengembangkan strategi proaktif berkaitan dengan emerging technology dan pengembangan perusahaan pemula/baru yang inovatif.
  • BEBERAPA PRAKARSA YANG PERLU SEMAKIN DIKEMBANGKAN
    • Membangun reputasi (sebagai research and entrepreneurial university ) dan spesialisasi kompetensi . Penerjemahan dari visi dan motivasi perguruan tinggi dalam mendorong perkembangan kewirausahaan teknologi disarankan dipertegas dengan penetapan sasaran-sasaran tertentu . Pencapaian suatu sasaran kuantitatif 30-40% dari lulusannya yang berhasil menjadi pewirausaha baru/pemula akan merupakan prestasi dan prestise tinggi bagi perguruan tinggi atau suatu program pendidikan pascasarjana teknologi (enjiniring) dan manajemen/bisnis.
  • 5. CATATAN PENUTUP
  • 5. CATATAN PENUTUP
    • Berpikir strategis dan kesisteman dalam kerangka jangka panjang.
    • Strategi inovasi nasional/daerah menjadi agenda prioritas nasional/daerah dan menjadi bagian integral dari strategi pembangunan nasional/daerah.
    • Berfokus pada potensi terbaik setempat dan terbuka bagi gagasan-gagasan kreatif yang bermanfaat bagi kemajuan nasional/daerah.
    • Proses partisipatif dalam membangun konsensus dan formulasi kebijakan serta rencana tindak.
    • Berorientasi pada tindakan dengan pola yang paling sesuai dan melalui pentahapan.
    • Menetapkan tujuan yang jelas dan capaian yang rasional.
    • Mengembangkan sistem pemantauan, evaluasi dan proses perbaikan sebagai bagian integral dari pembelajaran strategi dan kebijakan inovasi.
    • Tanggap terhadap kemungkinan perubahan dan fleksibel untuk melakukan perbaikan yang diperlukan serta konsisten untuk melakukan perbaikan terus menerus.
  • WHY CHANGE?
    • Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different . . .
    • ‘ If you do, what you always did, you will get what you always got’
    • We cannot solve problems using the same kind of thinking we used when we created them . . . .
    Albert Einstein Peter Drucker “ Father of Modern Management” 1909 - 2005
    • One cannot manage change. One can only be ahead of it.
    • Business has only two functions – marketing and innovation .
  • Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Gedung BPPT II, Lt 21 Jl. MH. Thamrin 8, Jakarta 10340 Telp. (021)-3169813 Fax. (021)-3169811 E-mail: tik@inn.bppt.go.id http: // www.inn.bppt.go.id Terimakasih
  • LAMPIRAN
  • Non food uses : example of lubricants with biodegradability and ecotoxicoly (Colonna, 2006) European market : 5 Mio t, 850 000 t in FRANCE Lubricants Bio Lubricants Europe Germany France 100 000 t 50 000 t 10 000 t Applications Outside activities : forests and agriculture foods Mining, oil industry Electrical isolation Biodegradability : 90 % in solution and 63 % in solid media (29 % for a lubricant from oil industry)
  • A. GLOBALISASI
    • Semakin kaburnya ”batasan-batasan” fisik dan/atau pengertian batasan yang secara tradisional dipahami sebagai ”garis demarkasi” yang jelas terutama dalam hubungan sosial ekonomi.
    • Kecenderungan globalisasi mendorong perubahan “mobilitas” faktor-faktor penentu perkembangan sosial ekonomi,
    • Fenomena yang meluas di berbagai bidang , dan
    • Mengubah atau menuntut perubahan pada tata pergaulan internasional .
  • GLOBALISASI GLOBALISASI HAM Demokrasi HKI Standarisasi Perdagangan Internasional Kelestarian Lingkungan SDM dan Kemampuan Teknologi Sosial Ekonomi Politik Budaya
  • B. KEMAJUAN IPTEK : Gelombang perubahan ekonomi internasional Information Communication Technologies, Biotechnology 30 Tahun 2020 2005 G – 5 The Information Age : Era Informasi 1990 40 Tahun G – 4 The Cold-War Kondratieff : Pertahanan, Televisi dan Komputer Mainframe 50 Tahun 1950 G – 3 The New-Mercantilist Kondratieff : Listrik dan Heavy Engineering (Mobil, Petrokimia, dsb.) 1900 G – 2 The Bourgeois Kondratieff : Mesin Uap dan Kereta Api 1845 G-1 Revolusi Industri : The Factory System ~ Mekanisasi Awal 1785 Information & Communication Technologies, Biotechnology Aviation, Petro- chemicals & Electronics Internal- combustion Engine, Electricity, Chemicals Steam, Rail, Steel Water Power, Textiles, Iron 60 Tahun 55 Tahun 50 Tahun 40 Tahun 30 Tahun Perkiraan durasi
  • C. Perkembangan Ekonomi Jaringan
    • Perkembangan tuntutan pasar, kecenderungan global, kemajuan iptek dan semakin ketatnya persaingan bisnis/ekonomi, mendorong pelaku ekonomi untuk semakin mampu berspesialisasi dalam bidang terbaiknya.
    • Di sisi lain, independensi dan kompetensi pelaku bisnis (dan non-bisnis) di bidang masing-masing membutuhkan interdependensi satu dengan lainnya dalam jaringan keterkaitan yang saling melengkapi.
    • Karena itu, berkembang kecenderungan pergeseran dalam aktivitas nilai tambah dari “semua dikerjakan sendiri” kepada “masing-masing mengerjakan sesuai dengan kemampuan terbaiknya.”
    • Kebijakan publik : Paradigma jaringan juga menuntut penyesuaian dari cara pandang, sikap dan tindakan yang terlampau kaku dalam mengembangkan dan mengelola sumber daya dan kapabilitas pada batasan-batasan administratif dan struktural.
    • Kemampuan berjaringan para aktor dalam sistem inovasi merupakan elemen sangat penting.
    • Proses pembelajaran yang sangat menentukan dalam pengembangan SDM dan kemampuan teknologi (termasuk pada tataran daerah ataupun organisasi/perusahaan) perlu dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas para pihak dalam menyikapi kecenderungan demikian.
  • D. Kecenderungan ke Arah Ekonomi Pengetahuan
    • Ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) sebagai ekonomi yang secara langsung berbasiskan pada produksi, distribusi, dan penggunaan pengetahuan dan informasi (OECD, 1996).
    • Ekonomi berbasis pengetahuan” sebagai ekonomi di mana penciptaan (produksi), penyebarluasan (distribusi) dan pemanfaatan/pendayagunaan ilmu pengetahuan menjadi penggerak utama pertumbuhan, pengembangan kesejahteraan, dan penciptaan/perluasan lapangan kerja di semua industri/sektor ekonomi (M ckeon dan Weir, 2000) .
    • Ekonomi pengetahuan/EP” (knowledge economy), yaitu suatu ekonomi yang membuat penggunaan pengetahuan secara efektif untuk pembangunan ekonomi dan sosial. Ini mencakup penghimpunan/akumulasi pengetahuan asing, adaptasi dan menciptakan pengetahuan untuk kebutuhan-kebutuhan spesifik ( the World Bank Institute; lihat situs web http://www.worldbank.org/ ).
    • Atkinson, et al . (1999) : ciri/karakteristik ”ekonomi baru.”
  • E. KECENDERUNGAN TUMPUAN ATAS KEKHASAN FAKTOR LOKAL
    • Keunggulan daya saing global semakin ditentukan oleh faktor-faktor lokalitas.
    • Porter : “. . . keunggulan daya saing yang bertahan lama dalam suatu ekonomi global akan semakin terletak pada ”hal-hal yang bersifat lokal,” yaitu pengetahuan, hubungan, dan motivasi, yang sulit disaingi oleh para pesaing jauh . . .”
    • Anugerah sumber daya alam (natural endowments)
    • Religi dan sosial-budaya
    • Letak geografis
    • Tidak dapat diabaikan : faktor-faktor spesifik lokal yang semakin menentukan daya saing bukanlah semata faktor ”alamiah” melainkan faktor-faktor lokal ”yang dikembangkan ” sehingga terspesialisasi dan memiliki keunggulan spesifik lokasional.
  • Tabel 2. Beberapa Kunci bagi Ekonomi “Lama” dan “Baru” Aliansi dan Kolaborasi Berjalan Sendiri-sendiri Hubungan dengan Perusahaan Lain Tinggi Moderat Tingkat Kepentingan Penelitian/Inovasi Inovasi, Kualitas, Waktu Penyampaian ke Pasar, dan Biaya Penurunan Biaya melalui Economies of Scale Sumber Keunggulan Daya Saing Digitasi Mekanisasi Pendorong Teknologi yang Penting Inovasi/Pengetahuan Modal/Buruh Faktor Produksi yang Penting Flexible Production Produksi Masa Organisasi Produksi Industri: Tinggi Rendah Persaingan antar Daerah Tinggi Rendah Potensi Mobilitas Geografis dari Bisnis Jaringan, Enterpreneurial Hierarkis, Birokratis Bentuk Organisasi Global Nasional Lingkup Persaingan (Scope of Competition) Dinamis Stabil Pasar Karakteristik Ekonomi secara Umum: EKONOMI “BARU” EKONOMI “LAMA” ISU
  • Tabel 2. Beberapa Kunci bagi Ekonomi “Lama” dan “Baru” (lanjutan) Sumber: Atkinson, et al., (1999). Market Tools , Fleksibilitas Perintah dan Kontrol (Command and Control) Regulasi Membantu Inovasi dan Pertumbuhan Perusahaan Menentukan Persyaratan Hubungan Pemerintah-Bisnis Pemerintah: Ditandai oleh Risiko dan Peluang Stabil Sifat dalam Bekerja Kolaboratif Adversarial Hubungan Buruh-Manajemen Pembelajaran Menerus ( Lifelong Learning) Suatu Keterampilan Kebutuhan Pendidikan Keterampilan luas, Pelatihan Silang (Broad Skills, Cross-Training) Keterampilan Khusus Pekerjaan (Job-specific Skills) Keterampilan Upah dan Pendapatan yang Lebih Tinggi Penyerapan Tenaga Kerja Penuh (Full Employment) Sasaran Kebijakan Utama Tenaga Kerja: EKONOMI “BARU” EKONOMI “LAMA” ISU
  • Technology Foresight - Some terms A definition (Andersen, 2003)
    • ” the process involved in systematically attempting to look into the longer-term future of science, technology, the economy and society with the aim of identifying the areas of strategic research and the emerging generic technologies likely to yield the greatest economical and social benefits ” (Ben Martin).
    • Premises
    • Process, not just a set of tools and techniques
    • There are many futures
    • Loveridge: Process is important, BUT results are to be used in the process of prioritisation of research and technology
  • Defining S&T Foresight (STFS), NRC-CNRC, 2006 S&T Foresight involves systematic attempts to look into the longer-term future of science and technology , and their potential impacts on society , with a view to identifying the emerging change factors, and the source areas of scientific research and technological development likely to influence change and yield the greatest economic, environmental and social benefits during the next 10-25 years .
  • ROADMAPPING : MANAGED INNOVATION WHICH INNOVATION? Performance Time Sustaining innovations Incumbents nearly always win Entrants nearly always win Disruptive technologies are a driver of leadership failure and the source of new growth opportunities Sumber : Christensen (1999, 2003). Performance that customers can utilize or absorb Pace of Technological Progress Disruptive technologies
  • Two strategies for asymmetric competition Non-consumers or Non-consuming occasions Different measure Of Performance Time New-market disruption: Compete against non-consumption Low-end disruption Address over-served customers with a lower-cost business model Performance Time Bring a better product into an established market
  • Non-consumers are the ideal initial target Performance Time Pocket radios Portable TVs Disruptive technology: transistors vs. vacuum tubes Major Established Electronics Markets: Tabletop radios, floor-standing televisions, computers, telecomm.equipment, etc. Non-consumers are the ideal initial target Hearing Aids Path taken by established vacuum tube manufacturers
  • Non-consumers are the ideal initial target Performance Time Chat rooms Wireless e-mail Disruptive Technology: Voice Recognition Technology Standard phrases Toy robots Path taken by IBM Word Processing Wireline e-mail
  • Teknologi yang Biasanya “Mengandung” Elemen Signifikan Barang Publik (Public Goods) (Tassey, 1999)
    • Teknologi yang baru muncul (emerging technologies) yang masih dinilai berisiko tinggi dan memerlukan waktu pengembangan cukup panjang tetapi berpotensi menciptakan pasar yang baru dengan nilai tambah signifikan. Ini dihasilkan dari inovasi yang bersifat fundamental ataupun inovasi “radikal” atau berdampak sangat “besar” (major) .
    • Teknologi sistem (systems technologies) yang memberikan infrastruktur ataupun integrasi bagi beragam teknologi produk (barang dan/atau jasa) sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan dalam sektor/bidang-bidang utama perekonomian.
    • Teknologi multiguna (enabling/multi-use technologies) yang memanfaatkan beragam segmen dari suatu industri atau kelompok industri, namun menghadapi persoalan “ekonomi cakupan” (economies of scope) dan hambatan-hambatan investasi difusi.
    • Infratechnologies yang dapat membangkitkan investasi, baik dalam pengembangan maupun penggunaan teknologi tertentu yang dimiliki oleh organisasi/perusahaan (proprietary technologies) , namun membutuhkan kompetensi tertentu/khusus untuk mengembangkannya dan “kepemilikan bersama” (common ownership) , seperti misalnya standar, untuk dapat menggunakannya secara efektif.
  • TINGKAT KESIAPAN TEKNOLOGI (TECHNOLOGY READINESS LEVEL/TRL) Sumber : Taufik (2003), Diadopsi dari Dokumen NASA (2001). Prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkan Sistem telah lengkap dan memenuhi syarat (qualified) melalui pengujian dan demonstrasi dalam lingkungan/ aplikasi sebenarnya Demonstrasi prototipe sistem dalam lingkungan/aplikasi sebenarnya Demonstrasi model atau prototipe Sistem/subsistem dalam suatu lingkungan yang relevan Sistem benar-benar teruji/terbukti melalui keberhasilan pengoperasian Validasi kode, komponen dan/atau breadboard validation dalam suatu lingkungan Validasi kode, komponen dan/atau breadboard validation dalam lingkungan laboratorium Pembuktian konsep (proof-of-concept) fungsi dan/atau karakteristik penting secara analitis dan eksperimental Formulasi konsep dan/atau aplikasi teknologi Kelayakan Teknis (Technical Feasibility) Kelayakan Enjiniring (Engineering Feasibility) Teruji dalam Layanan (Proven in Service) 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Perlu Memastikan bahwa Tingkat Kematangan Teknologi (Technology Maturity Level) Sesuai dengan Kebutuhan/Persyaratan Komersialisasi
  • 1. INOVASI
  • A. BEBERAPA DEFINISI INOVASI
    • Inovasi adalah aplikasi komersial yang pertama kali dari suatu produk atau proses yang baru (lihat misalnya Clark dan Guy, 2001);
    • Inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan kelembagaan pasar dan non-pasar (OECD, 1999);
    • Innovation is a locally driven process, succeeding where organizational conditions foster the transformation of knowledge into products, processes, systems, and services. (Malecki, 1997; Dikutip dari Jelinek dan Hurt, 2001).
    • Inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk, proses dan jasa baru; tindakan menggunakan sesuatu yang baru (Rosenfeld, 2002);
    • Inovasi merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru ( the successful exploitation of a new idea; (Mitra, 2001 dan the British Council , 2000), atau dengan kata lain
    • Inovasi merupakan (“proses atau hasil”) mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru ;
    • Inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 tahun 2002).
  • B. ESENSI PENGERTIAN
    • “ proses’ (dan/atau “hasil”) pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru .
    • proses di mana gagasan, temuan tentang produk atau proses diciptakan, dikembangkan dan berhasil disampaikan kepada pasar ~ pengertian “teknokratik”.
    • Kreativitas tentang perubahan (pembaruan, perbaikan)
    • (Potensi) nilai komersial (nilai kegunaan/kemanfaatan).
    Inovasi: Inovasi produktif (productive innovation). Kata Kunci:
  • C. INOVASI Inovasi Teknologis Jasa (Services) Organisasional Barang (Goods) Proses Produk Sistem Pengertian “Teknokratik”
  • KOMPETISI DI ABAD 21
    • Driving Forces:
      • Globalization of markets, technology, and $
      • Emergence of internet and e-commerce (increased pressure for customization)
      • Innovation explosion and knowledge-based competition
      • Markets shift to consumer products, and changes in demand structure (aggregate)
      • Shortening of product life-cycle
    • Levers:
      • Strategy and Innovation (all areas)
      • Networking and alliances
      • Proper mix of standardized and customized innovation.
  • “ INVENTION IS THINKING NEW THINGS; INNOVATION IS DOING NEW THINGS” -James Levitt
  • INOVASI INNOVATION : The successful exploitation of a new idea Markets Technology Opportunity Creativity Sumber: Mitra (2001). INOVASI : Eksploitasi (= pendayagunaan) yang berhasil dari suatu gagasan baru
  • 2. ESENSI PENGERTIAN
    • “ proses’ (dan/atau “hasil”) pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru .
    • proses di mana gagasan, temuan tentang produk atau proses diciptakan, dikembangkan dan berhasil disampaikan kepada pasar ~ pengertian “teknokratik”.
    • Kreativitas tentang perubahan (pembaruan, perbaikan)
    • (Potensi) nilai komersial (nilai kegunaan/kemanfaatan).
    Inovasi: Inovasi produktif (productive innovation). Kata Kunci:
  • D. PERKEMBANGAN PERSPEKTIF TENTANG INOVASI Technology Push: Rangkaian “Sekuensial Linier” Dorongan Kemampuan 1960an – 1970an Riset Dasar Litbang Riset Terapan Manufaktur/Produksi Penjualan/Distribusi Demand Pull: Rangkaian “Sekuensial Linier” Tarikan Kebutuhan 1970an – 1980an “ Permintaan” Riset Terapan Riset Dasar Market Driven: Rangkaian Proses “Interaktif dan Iteratif” dan sebagai Proses Pembelajaran 1980an – . . . . Manufaktur/Produksi Litbang Penjualan/Distribusi
  • E. MODEL INOVASI CHAIN-LINK Riset – Penciptaan Pengetahuan (Knowledge Creation) Kebutuhan Pasar Analisis Persaingan Invent Pembuktian Konsep Prototyping Desain detail Uji produk Redesain Produksi Pasar Distribusi Dukungan klien Siklus Pengembangan Produk Proses Transfer (Beragam) Sumber : Diadopsi dari Kline dan Rosenberg (1986).
  • MODEL INOVASI Sains Dasar Pengembangan Teknologi Manufaktur Pemasaran Penjualan Technology Push Demand Pull Kebutuhan Konsumen Pengembangan Manufaktur Penjualan MODEL LINIER Gagasan Baru Pengembangan Gagasan Pengembangan Teknologi Baru Pembuatan Prototipe Manufaktur Pemasaran & Penjualan Pasar (Market Place) Kebutuhan Masyarakat dan Pasar Kemajuan Teknologi dan Produksi MODEL INTERAKTIF Sumber : Diadopsi dari Dodgson dan Bessant (1996). F. ILUSTRASI PERKEMBANGAN PERSPEKTIF: MODEL INTERAKTIF
  • G. BEBERAPA FENOMENA PENTING
    • Inovasi seringkali bukan technology push (driven) atau demand pull (driven) secara “hitam – putih” yang tegas, namun lebih merupakan proses di antaranya dan kombinasi keduanya .
    • Walaupun inovasi muncul sebagai kejadian (event) yang mengubah sesuatu secara signifikan, inovasi bukan merupakan kejadian sesaat dan/atau tidak terjadi/muncul dengan sendirinya. Inovasi merupakan suatu proses .
    • Inovasi lebih merupakan proses kompleks dan dinamis (dan adakalanya terkesan sporadis) yang sering menunjukkan paradoks. Walaupun inovasi didorong oleh kompetisi (persaingan), inovasi tidak berkembang tanpa kerjasama (co-operation) , adakalanya bahkan antara perusahaan yang saling bersaing. Inovasi tak lagi semata hanya bergantung pada bagaimana perusahaan, perguruan tinggi dan para pembuat kebijakan bekerja, namun pada bagaimana mereka bekerjasama.
  • G. BEBERAPA FENOMENA PENTING
    • Inovasi merupakan proses pembelajaran sosial (social learning) . Para inovator dan adopters (pengguna) sama-sama perlu melalui proses belajar, baik menyangkut isu teknis maupun kemanfaatan dan hal penting lain, serta membutuhkan “interaksi” yang efektif bagi keberhasilan inovasi.
    • Iklim persaingan yang sehat memberikan tekanan persaingan yang efektif dalam mendorong kebutuhan akan inovasi dan keberhasilannya akan semakin bergantung pada bagaimana berbagai elemen penting, baik pelaku usaha, lembaga litbang, perguruan tinggi dan pembuat kebijakan berkolaborasi. Di sisi lain, sifat inovasi (iptek atau litbang) yang mengandung “barang publik/ public goods ” (setidaknya “sebagian”) berpotensi membawa kepada “kegagalan pasar” (market failures) . Karenanya, intervensi tertentu seringkali dipandang perlu untuk mendorongnya .
  • H. BEBERAPA FENOMENA PENTING (OECD, 1999)
    • Inovasi merupakan suatu proses kreatif dan interaktif yang melibatkan lembaga-lembaga pasar dan non-pasar.
    • Inovasi bergantung pada kemajuan saintifik.
    • Inovasi membutuhkan lebih dari sekedar litbang. SDM merupakan faktor yang sangat kunci. Produksi barang dan jasa semakin knowledge-intensive, tetapi tak selalu berarti lebih R&D intensive.
    • Perusahaan merupakan aktor utama, tetapi tidak bertindak sendiri.
    Semakin penting untuk dipahami: Inovasi pada dasarnya merupakan hasil dari KEWIRAUSAHAAN, KREATIVITAS INTELEKTUAL, DAN UPAYA KOLEKTIF.
  • The New Digital World A re-invention of the entire digital infrastructure Digitization & Unification trend The new Digital World: a unified infrastructure Users Multipurpose Access Devices All Digital IP Networks Transaction Servers & Switches Enterprise & Web Servers Users Communications “ stovepipe” Access Device Phone Network Routers or Switches Central Switches Computing “ stovepipe” Users Access Device Data Network Workgroup Servers Enterprise Servers Entertainment “ stovepipe” Users Access Device Transmission Network Head-end Central Repositories