• Like
  • Save
Buletin 2  edisi haji
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Buletin 2 edisi haji

on

  • 531 views

 

Statistics

Views

Total Views
531
Views on SlideShare
447
Embed Views
84

Actions

Likes
0
Downloads
6
Comments
0

4 Embeds 84

http://www.imamsg.org 62
http://imamweb.webs.com 18
https://imam-sg.squarespace.com 3
http://imam-sg.squarespace.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Buletin 2  edisi haji Buletin 2 edisi haji Document Transcript

    • 1
    • 2 Buletin in-touch edisi 2 – 24 November 2013 M / 20 Muharram 1435 H Penaung: Unit Dakwah IMAM Penyunting Isi Kandungan: Khairul Anwar Mohamed Aznan Nur Qamarul Mohamed Ketua Dewan Redaksi: Muhammad Luthfi Mohammad Masruh Angggota Dewan Redaksi: Zulzawaid Zulkifli Muhammad Hanif Mohamed Sahari Abdul Hadi Jamil Mohammad Nabil Johari Luqman Hakim Akbar Muhammad Isa Zaini Muham LAJNAH EDISI KEDUA: Penanggung-jawab: Luqman Hakim bin Akbar & Muhammad Hanif bin Mohamed Sahari. Pereka Design: Muhammad Hidir bin Sulaimee Lajnah Edisi 2: Muhsin bin Ismail, Muhammad Nur Hakim bin Mohamaed Rezawan Khairul Rezawan, Zaman bin Mamon Basir, Muhammad Faheem ibn Abdul Khalil, Muhammad Zen bin Zaini Khalil, Daftar Isi: 1. Muqaddimah.…..…………………………………………………………………….…………... …………………………………………………………………….…………...muka surat 3 …………………………………………………………………….…………... 2. Kalam Exco………….………………………………..………………………………….……..….. ………………………………..………………………………….……..…..muka surat 5 ………………………………..………………………………….……..….. 3. Fokus Utama: Ibadah Haji Dalam Islam....................................................muka surat 7 : Islam.................................................... 3. Fiqhul Waqi’: Haji dan Umrah : Umrah…….…………………..…………………….…………….. .……………..muka surat 8 4. Referensi Buku: Buku Panduan Haji dan Umrah ..……………………..………. nduan .……….muka surat 16 5. Seerah: Pesanan Perpisahan. Perpisahan.……………………………………………..…………. ………..………….…muka surat 17 8. Puisi: Haji Pertama Kali & Suatu Perjalanan.. Perjalanan..…………………....…………..…muka surat 19 ..…muka
    • 3 MUQADDIMAH Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya, segala puji hanyalah milik Allah. Kami memuji, meminta pertolongan, memohon ampun dan perlindungan kepada Allah dari kejelekan kejelekan diri kami dan dari kejahatan kejelekan-kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang bisa pa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang mampu memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahawa tiada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahawa Muhammad adalah idak hamba dan Rasul-Nya yang Allah utus dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, Nya agar Dia memenangkannya di atas seluruh agama, meskipun orang orang-orang kafir membencinya. Wa ba’du: Ada beberapa hal yang mendorong kami memilih tema ini, di antaranya: Pertama: Hukum haji adalah fardhu ‘ain, wajib bagi setiap muslim yang mampu, wajibnya , sekali seumur hidup. Haji merupakan bagian dari rukun Islam. Mengenai wajibnya haji telah disebutkan dalam Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kesepakatan para ulama). Allah Ta’ala berfirman, ‫و‬ َ “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang Mengerjakan sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. ka alam.” (QS. Ali Imron:97) Ayat ini adalah dalil tentang wajibnya haji. Kalimat dalam ayat tersebut menggunakan kalimat perintah yang berarti wajib. Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    • 4 “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah Islam selain Allah dan mengaku Muhammad adalah utusan Nya, mendirikan shalat, menunaikan utusan-Nya, zakat, berhaji dan berpuasa di bulan Ramadhan. Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16) Hadits ini menunjukkan bahwa haji adalah bagian dari rukun Islam. Ini berarti menunjukkan wajibnya. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau tengah bersabda, “Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka Wahai berhajilah.” Lantas ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?” Beliau lantas diam, sampai orang tadi bertanya hingga tiga kali. Rasulullahshallallahu ‘alaihi Rasulullahshallallahu wasallam lantas bersabda, “Seandainya aku mengatakan ‘iya’, maka tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup sanggup” (HR. Muslim no. 1337) Sungguh banyak sekali hadits yang menyebutkan wajibnya haji hingga mencapai derajat mutawatir (jalur yang amat banyak) sehingga kita dapat memastikan hukum haji itu wajib. Kedua: Syukur kepada Allah kami telah dipilih olehNya untuk melakukan ibadah Haji pada tahun 2012, iaitu Haji pertama dan di situ kami ingin mengambil kesempatan untuk mengambil berkongsi ilmu dari segi fiqh dalam haji, sejarah, pendalaman dan sebagainya. Dan juga dengan ini kami dapat mengingatkan diri kami dengan cara berulang kaji. Ketiga: Akhirnya kami merasai ia adalah topic yang penting kerana ia bersangkut puat pada bersangkut rukun islam dan kebanyakkan kita dari halayak umum hanya mampu melakukan ibadah haji sekali dalam seluruh hidup. Dengan itu, kami meminta kepada Allah agar benda yang dibentangkan dapat memanfaatkan pembaca dan juga penulis. Semoga Allah memberikan pertolongan kepada umat ini kerana kecintaanya terhadap ah mencari kebenaran. Sesungguhnya Rabb ku adalah Rabb Yang Maha Mengabulkan segala Rabb-ku permintaan. Penanggung Jawab, Luqman Hakim Akbar & Muhammad Hanif Mohamed Sahari.
    • 5 KALAM EXCO ‫ﺑﺴﻢ ااﻟﻪ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Maha Penyayang Sesungguhnya segala puji hanya kepada Allah, kepada Nya kita memuji, meminta kepada-Nya pertolongan dan pengampunan serta memohon perlindungan daripada segala kekejian jiwa dan kejahatan amalan kita. Maka barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah kepadanya tidak sekali akan berlaku sesat atas dirinya dan barangsiapa yang berlaku sesat maka tiada baginya hidayah. Aku bersaksi bahawa Allah itu adalah satu satunya Tuhan tiada sekutu bagi satu-satunya bagi-Nya dan aku bersaksi bahawa Muhammad s.a.w adalah hamba hamba-Nya dan rasul-Nya. “Wahai orang-orang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar orang sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan kalian menyerah kepada Allah.” [Al-Imran: 102] “Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Rab mu yang telah menjadikan kalian Rab-mu daripada satu jiwa dan yang telah menciptakan juga daripada jiwa itu pasangannya, dan yang telah meluaspuakkan daripada keduanya itu ramai lelaki dan wanita. Dan bertaqwalah kepada Allah yang memberi kalian ruang untuk meminta daripada ada daripada-Nya serta yang menjalinkan hubungan antara kalian. Sesungguhnya Allah sangat memerhati atas segala gerak geri hamba-hamba-Nya.” Nya.” [An-Nisa: 1] “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan berkata orang Allah berkata-katalah dengan ucapan yang baik-baik . Demikian Allah akan perkenankan segala amalanmu dan baik mengampuni dosa-dosamu, dan barangsiapa yang berlaku taat kepada Allah serta Rasulnya dosamu, sungguh ia telah benar-benar mendapat kemenangan yang sangat besar” benar besar” [Al-Ahzab: 70-71] Seterusnya: Adapun sebenar benar ungkapan adalah Kalaam Allah dan sebaik sebenar-benar sebaik-baik petunjuk adalah yang ditunjukkan oleh Baginda Muhammad S.A.W. Adapun seburuk seburuk-buruk sesuatu perkara itu yang dicipta daripada tiada maka sesungguhnya setia perkara yang setiap dicipta daripada tiada itu adalah semata mata rekaan, dan setiap yang direka(dalam semata-mata agama) adalah sesat, dan pada setiap kesesatan itu tempatnya di Neraka. [Hadith Sahih Riwayat Muslim] Allah S.W.T berfirman: “ Dan menjadi perintah ke atas sekalian manusia untuk menunaikn sekalian fardhu Haji sekiranya ia mampu untuk melakukannya. Dan barangsiapa yang telah berlaku kufur maka sesungguhnya Allah itu Maha Kaya daripada sekalian alam semesta. ” [Aali Imran: 97]
    • 6 Rasulullah S.A.W telah bersabda: Islam itu terbina atas lima perkara: Kesaksian bahawa itu Allah itu Esa tiada sekutu bagi bagi-Nya dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan Sholat, Nya, memberikan Zakat, menunaikan Haji serta berpuasa Ramadhaan. [ Hadith Riwayat Bukhari dan Muslim]. Berdasarkan kedua dalil yang disebutkan di atas ini, Haji menjadi fardhu kepada setiap individu yang mengakui dirinya Islam. Sekiranya beliau mampu untuk menunaikannya maka sudah menjadi kewajiban ke atasnya. Ini kerana Haji merupakan salah satu tiang atau rukun agama yang lima. Jika salah satu daripada lima tiang tersebut tidak dipacak, nescaya bangunan yang ingin didirikan itu tidak akan kukuh dan mudah roboh. Sebagai seorang muslim yang beriman, kita harus usaha untuk berkemampuan menunaikan ibadah Haji yang suci ini. Di dalam buletin kali ini, kami akan membincangkan isu tentang fardhu Haji- hukum ahkamnya, sifat sifat-sifat dan jenis-jenisnya, syarat-syaratnya serta hikmah daripadanya. Kami juga akan membicarakan syaratnya pelbagai persoalan kontemporari yang ada kait mengait dengan isu ibadah Haji pada zaman kait-mengait sekarang ini. Kami hanya berharap agar segala persoalan atau kemusykilan yang menghantui pemikiran masyarakat dapat diselesaikan, jika tidak, dikurangkan melalui buletin ini. Kami juga berharap semoga buletin yang ringkas ini dapat menjadi panduan masyarakat Islam supaya mereka dapat lebih memahami Haji berteraskan sunnah Nabi Muhammad S.A.W. mudahan Mudah-mudahan usaha murni yang dilakukan oleh para anggota IMAM untuk menyampaikan dakwah serta ilmu yang sedikit ini menjadi manfaat buat masyarakat menjadi umumnya. Kami berdoa dan meminta Allah S.W.T agar sentiasa merahmati usaha kami dan memudahkan segala urusan kami serta memberi petunjuk buat kami dan sekalian ummah. Sekian, wassalamualaikum Wr Wb. assalamualaikum Setiausaha IMAM, Jafni Rahman
    • 7 FOKUS UTAMA: IBADAH HAJI DALAM ISLAM ‫ﺑﺴﻢ ﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Oleh: Muhammad Hanif Mohamed Sahari* Ibadah Haji Dalam Islam. Ibadah Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Seluruh umat Islam yang sudah baligh dan berkemampuan wajib menunaikannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: ((...Mengerjakan Haji itu adalah kewajiban manusia terhadap Allah, iaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari Maha semesta alam.)) (Al-Imran:97). Nabi salallahu alaihi wasalam bersabda: ((Islam dibangun di Imran:97). atas lima perkara; bersaksi bahawa tiada Tuhan yang Haq kecuali Allah, dan bersaksi bahawa Muhammad adalah Rasul utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di Allah, bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji ke Baitullah.)) (Hadith sahih riwayat Bukhari dan Muslim). Dan beribadah dengan penuh keikhlasan semata mata untuk Allah subhanahu semata-mata wa ta'ala dan menghadapkan hati kepada-Nya dengan keyakinan bahawa tidak ada yang Nya diibadahi dengan Haq, kecuali Dia dan bahawa Dia adalah satu satunya pemilik nama satu-satunya nama-nama dan sifat-sifat yang mulia. Tidak ada sekutu bagi Nya, tidak ada yang menyerupai sifat bagi-Nya, menyerupai-Nya dan tidak ada yang tandingan-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: ((Dan (ingatlah), Nya. ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): "Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, da orang-orang yang beribadah dan orang orang dan orang orang-orang yang ruku' dan sujud.")) (Al-Hajj:26). Maka dari itu, Ɵada seorangpun yang berhak menyelisih tentang Hajj:26). kewajiban menunaikan haji. Dan berikhlaslah dalam beribadah. Semoga haji yang telah atau akan lakukan adalah haji yang mabrur. *Pelajar Ma’ahad Lughah Arabiyah (Kursus Bahasa Arab), Semester 3, UniversiƟ Islam Pelajar Madinah
    • 8 FIQH WAQI’: HAJI DAN UMRAH ‫ﺑﺴﻢ ﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Oleh: Muhammad Zen Zaini* Segala pujian bagi Allah s.w.t , Tuhan Sekelian Alam. Selawat dan salam keatas Junjungan Baginda Muhammad s.a.w , penghulu segala Nabi Nabi-nabi dan Rasul-rasul , juga kepada rasul keluarga baginda, sahabat-sahabatnya serta para pengikutnya hinggalah ke ahkhir waktu. sahabatnya Haji adalah salah satu ibadat yang terbaik juga sangatsangat dalam penelitiannya kerana sangatsangat ianya juga adalah salah satu rukun dari lima rukun Islam yang telah Allah s.w.t wahyukan kepada Rasulullah s.a.w bersamanya. Ibadah seseorang hamba tidak akan lengkap tanpa ibadah haji sekiranya dia mempunyai kewangan yang kukuh serta kesihatan yang baik tetapi yang tidak melakukannya. Namun, bagi ibadah haji ini juga dikira mabrur (diterima oleh Allah s.w.t) apabila seseorang hamba mematuhi kriteria kriteria utama dalam melaksanakan kriteria-kriteria ibadah ini. Adalah diantaranya: pertama) seseorang melakukannya demi mengharapkan seseorang keredhaan Allah s.w.t semata tanpa ada rasa riya’ , ujub atau takabbur demi dilihat manusia, kedua) Seseorang melakukan sesuatu Ibadah sesuai seperti yang diajarkan Rasulullah s.a.w, ini tidak dapat direalisasikan mela melainkan dengan mempelajari sunnah-sunnahnya s.a.w . sunnahnya Jenis-jenis Haji: Haji mempunyai 3 jenis iaitu: Ifraad Tamaatu’- Qiraan IfraadIfraad: Pelakunya akan mengenakan ihram untuk haji sahaja, Setibanya di Mekkah, dia akan melakukan tawaf qudum dan saie’ haji. Dia tidak akan bertahallul sama ada dengan mencukur mahupun menggunting sebahagian dari rambutnya kerana dia masih di dalam Ihram. Sebaliknya dia kekal hinggalah saat dia akan melontar di Jamrah A’qabah pada hari raya E’idhul Adhaa iaitu tanggal 10 Dzhulhijjah. Dia juga dibolehkan untuk menangguhkan Dzhulhijjah. sai’e hajinya hinggalah seusai melakukan tawaf haji. Tamattu’: Pelakunya akan mengenakan ihram untuk umrah di bulanbulan yang bakal menjelang kepada manasik haji iaitu bermula dari bulan Syawal. Ini adalah bermakn bermakna, setibanya di Mekkah, dia akan melakukan tawaf dan saie’ Umrah kemudian bertahallul dengan mencukur atau menggunting sebahagian dari rambutnya. Kemudian pada hari tarwiyah iaitu tanggal 8 Dzulhijjah, dia akan berihram semula untuk haji Qiraan: Pelakunya akan mengenakan ihram untuk haji dan umrah atau dia mengenakan a ihram pertamanya untuk umrah kemudian berniat haji saat dia ingin melakukan tawaf haji.
    • 9 Perbezaan Ifraad dan Qiraan: Pelaku Ifraad tidak dikenakan dam , manakala pelaku Qiraan akan dikenakan dam. Pelaksanaan Ibadah Umrah : Mandi: Sebaik-baiknya seseorang mandi terlebih dahulu sebagaimana dia mandi wajib setelah baiknya persetubuhan, jika dia berkelapangan. Pelaku umrah juga digalakkan untuk mewangikan kepalanya dan janggutnya. Tidak ada apa apa-apa dam sekiranya masih ada bauan yang kekal am darinya meskipun setelah berihram. Mandi adalah sunnah buat lelaki dan juga wanita, terasuk juga wanita yang haidh atau yang masih mengalami pendarahan nifas. Seusai mandi, dia langsung mengenakan ihramnya. Bertalbiah: Lafaz talbiah: ‫ـﻌﻤﺔَ ﻟَﻚ و اﳌ ْﻠﻚ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟَﻚ‬‫ـْﻴﻚ إِن اﳊَﻤﺪ و اﻟﻨ‬‫ـْﻴﻚ ﻻ ﺷﺮﻳﻚ ﻟَﺒ‬‫ـْﻴﻚ، ﻟَﺒ‬‫ﻬﻢ ﻟَﺒ‬‫ـْﻴﻚ اﻟﻠ‬‫ﻟَﺒ‬ َ َ َِ َ ُ َ َ َْ َ َ ْ  َ َ َِ َ َ َ ُ َ ُ Ertinya:“Kusambut panggilan “Kusambut panggilan-Mu Ya Allah, kusambut panggilan-Mu tiada sekutu bagi Mu bagi-Mu, kusambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat dan kerajaan hanyalah milik Mu. milikMu tiada sekutu bagi-Mu.” Pelaku lelaki dibenarkan meninggikan suaranya bila bertalbiah, manakala wanita memadi yang berada di sebelahnya sahaja mendengar talbiahnya. Dalam umrah : Pelakunya bertalbiah dari saat berihram hinggalah saat dia ingin melakukan tawaf. Setiba di Mekkah dan tawaf: Dia akan memulakan langkahnya dengan kaki kanan dan seraya memasuki Masjidil Masjidil-Haram dia akan berdoa dengan : ‫ﻬﻢ اﻓْـﺘَﺢ ِﱄ أَﺑْـﻮاب رﲪَﺘِﻚ‬‫اﻟﻠ‬ َ َْ َ َ ْ ُ (Ertinya : Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.) Setelah itu (dalam keadaan beridhthiba’ (iaitu membiarkan bahu kanan terbuka dengan meletakkan pertengahan kain ihram di bawah ketiak kanan, dan meletakkan kedua hujung kain di atas bahu kiri) dia akan memulakan Tawaf. Tawaf berjumlah 7 kali pusingan, bermula dari hajar aswad dan habis dengannya. Sekiranya tidak mampu untuk mencium atau menyentuh hajar aswad maka cukup dengan isyarat dari jauh sambil mengucapkan “Allahu akbar” baik pada awal atau pada setiap pusingan.
    • 10 Bila sesampainya di Rukun Yamani (sudut sebelum Hajar Aswad), disunnahkan untuk mengusap Rukun Yamani tanpa menciumnya, jika dia tidak berkesempatan untuk mengusapnya maka tidak disunnahkan untuk memberi isyarat. Dan diantara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad kita membaca: ِِ ِ َ ََ ‫ﺎر‬‫ﻨَﺎ آﺗِﻨَﺎ ِﰲ اﻟﺪﻧْـﻴَﺎ ﺣﺴﻨَﺔً و ِﰲ اﻵﺧﺮة ﺣﺴﻨَﺔً و ﻗِﻨَﺎ ﻋﺬاب اﻟﻨ‬‫رﺑـ‬ َ ََ َ َ ََ  َ Ertinya" :Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari seksaan api neraka." Pada tiga pusingan pertama dalam tawaf umrah dan tawaf qudum disunnahkan untuk untukraml , iaitu berlari-lari anak. Selama tawaf adalah disunnahkan untuk memperbanyak dzikir dan lari doa, tidak ada doa tertentu yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w ketika tawaf, kecuali yang dibaca diantara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad tadi. Setelah selesai dari tujuh pusingan, dia mengakhiri tawafnya dengan mencium, mengusap, atau memberi isyarat kepada Hajar Aswad (seperti perincian tadi). Kemudian meletakkan kain ihramnya dalam keadaan biasa ian semula (menutup kedua bahu) Seusai dari tawaf dia akan menuju ke Maqam Ibrahim untuk melakukan solat 2 rakaat di arah belakangnya, jika tidak memungkinkan maka diperbolehkan untuk solat di bahagian mana pun di dalam masjid. Pada rakaat pertama setelah al Fatihah, digalakkan untuk al-Fatihah, membaca al-Kafirun, dan pada rakaat kedua setelah al Fatihah, digalakkan untuk membaca Kafirun, al-Fatihah, al-Ikhlas. Sehabis solat 2 rakaat disunnahkan untuk menuju ke sumur zamzam untuk Ikhlas. meminum air zam-zam. Setelah itu adalah sebaiknya kembali ke hajar aswad untuk zam. mencium atau mengusapnya (seperti perincian tadi), hal ini adalah Sunnah tetapi sudah banyak dilupakan orang. Saie’: Setelah habis dari melakukan tawaf, dia akan pergi menuju ke bukit Safaa untuk melakukan Safaa Saie’. Saat menaiki Safaaa digalakkan untuk membaca: ِ َ َ ْ ِ ََْ َ َ َ  158 :‫"إِن اﻟﺼﻔﺎ و اﻟْﻤﺮوة ﻣﻦ ﺷﻌﺎﺋِﺮ اﷲِ "اﻟﺒﻘﺮة‬ Ertinya" :Sesungguhnya Safaa dan Marwah adalah sebahagian dari syi'ar Allah." Kemudian berdiri di Safaa dalam keadaan menghadap Kaa'bah seraya mengangkat kedua tangan mengucapkan: "Alhamdulillah wallahu Akbar" sebanyak 3 kali, juga digalakkan untuk mengucapkan : ِ ٍ ‫ اﷲُ وﺣﺪﻩُ أَﳒَﺰ‬‫ اﷲُ وﺣﺪﻩُ ﻻَ ﺷﺮﻳﻚ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ اﳌ ْﻠﻚ وﻟَﻪُ اﳊَﻤﺪ وﻫﻮ ﻋﻠَﻰ ﻛﻞ ﺷﻲء ﻗَﺪﻳﺮ، ﻻَ إِﻟﻪ إِﻻ‬‫"ﻻَ إِﻟﻪَ إِﻻ‬ ََْ َ َِ َ َْ ََْ ْ َ  ُ َ ََُ ُ ْ َ ُ ُ "ُ ‫وﻋﺪ ُ وﻧَﺼﺮ ﻋﺒﺪ ُ وﻫﺰم ا َﺣﺰاب وﺣﺪ‬ ‫َ ْ َ ﻩ َ َ َ َْ َ ﻩ َ َ َ َ ﻷ ْ َ َ َ ْ َ ﻩ‬ Ertinya" :Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja tiada sekutu bagi bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji dan Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu. -Nya
    • 11 Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah saja, Dia memenuhi janji janji-Nya, menolong hamba- Nya, dan menghancurkan pasukan pasukan-pasukan (musuh-Nya) sendirian." Nya) Diulangi dzikir ini sebanyak 3 kali, dan boleh juga diselitkan doa sesuai keinginannya. Dan sekiranya dipendekkan kesemua ini maka tidap apaapa. Dan diantara kesalahan yang dilakukan di sini adalah melambailambaikan tangan ke arah Kaa’bah. Dan tidak diangkat kedua tangankecuali dalam keadaan berdoa sahaja. Setelah itu dia turun dari bukit Safaa menuju ke bukit Marwah, berjalan seperti biasa dan diperbolehkan membaca al-Qur'an, berdzikir, atau berdoa dengan apa Qur'an, apa-apa yang mudah baginya, karena tidak ada bacaan khusus untuk setiap pusingan dalam Saie’. Ketika sampai pada isyarat lampu hijau itu menandakan disunnahkan untuk berlari lari anak di tempat itu berlari-lari sehingga sampai ke tanda lampu hijau yang berikutnya. Kemudian berjalan biasa lagi sampai ke Marwah. Ini dikira sebagai satu pusingan. Sesampai di atas Marwah, dia menghadap ke arah Kaa'bah dan mengangkat kedua tangan seraya membaca dan berdoa seperti ketika di Safaa, lalu turun dan kembali berjalan biasa ke arah Safaa. Pada tandalampu hijau sekali lagi dapat dilakukan berlari lari anak sampai pada tanda berlari-lari berikutnya. Bila sesampainya di Safaa lagi bererti telah mendapat dua pusingan. Saie’ ini dilakukan sebanyak tujuh pusingan, dimulakan dengan Safaa dan berakhir di Marwah. dimulakan Bertahallul: Setelah habis Saie’, maka dilakukan kemudiannya tahallul dengan mencukur rambut (baik memotong pendek atau cukur botak). Dan mencukur botak adalah lebih utama kerana Rasulullah s.a.w mendoakan bagi yang mencukur botak tiga kali sedangkan bagi yang bagi memotong pendek hanya sekali, dan bagi yang memotong pendek maka harus ta’mim (memotong dengan menyeluruh semua rambut). Dengan ini maka telah selesai amalan umrah dan tidak diharamkan lagi keatasnya lara laranganlarangan ihram. Pelaksanaan Ibadah Haji: Pada waktu Dhuha 8 Dzhulhijjah, pelaku haji akan menyucikan dirinya dengan mandi seperƟ mandinya untuk umrah , jika berkemampuan. Dia memakai ihramnya kemudian langsung bertalbiah. Sekiranya dia takut akan berlaku apa-apa pada dirinya, disunnahkan untuknya apa melakukan wasiat dan kemudian menjatukan niatnya untuk melakukan ibadah Haji. Kemudian dia akan menuju ke Mina dan melakukan Zohor, Asar , Maghrib, Isyak dan Subuh (keesokkan harinya). Dipendekkan 4 rakaat kepada 2 rakaat tanpa sembarang jamaa’. Arafah: Pada waktu Matahari terbit tanggal 9 Dzhulhijjah, dia akan menuju ke Arafah dan melakukan Jamaa’ Zohor dan Asar pada waktu Zohor, seƟapnya dilakukan dengan 2 rakaat. Dia akan tetap di Arafah hinggalah matahari terbenam. Adalah antara wirid yang dilakukan Rasulullah s.a.w adalah :
    • 12 ِ ٍ "‫ اﷲُ وﺣﺪﻩُ ﻻَ ﺷﺮﻳﻚ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ اﳌ ْﻠﻚ وﻟَﻪُ اﳊَﻤﺪ وﻫﻮ ﻋﻠَﻰ ﻛﻞ ﺷﻲء ﻗَﺪﻳﺮ‬‫"ﻻَ إِﻟﻪَ إِﻻ‬ ََْ َ َِ ْ َ  ُ َ ََُ ُ ْ َ ُ ُ Ertinya: “ Tidak ada Tuhan melainkan Allah seorangnya , Tiada sekutu bagiNya , Baginya penguasaan dan baginya pujian dan Dia Maha berkehendak atas segala yang dikehendakiNya “. Andai dia agak kepenatan dalam wirid wirid, dibolehkan untuk dia wirid-wirid, berehat seketika sama ada dengan membaca buku buku ilmiah juga berbica dengan buku-buku berbicara teman-teman dengan pembicaraan yang bermanfat. Selepas itu , diharuskan untuknya teman menyambung kembali dalam wiridnya dengan bertasbih, bertahmid dan bertakbir kerana sebaik-baik zikir adalah berzikir di Hari Arafah . baik Muzdalifah: Setelah terbenamnya matahari (waktu maghrib), dia akan menuju ke Muzdalifah dan akan nya dilakukan di sana Solat fardhu Maghrib, Isyak dan Subuh. Sekiranya dia takut akan kekurangan bekalan makanannya atau keletihan. Andai ditakuti sekiranya dia tidak sempat sampai di Muzdalifah pada waktu Isyak hingga dia sampai di waktu tengah malam, lifah hendaklah dia solat terlebih dahulu sebelum sampai ke Muzdalifah kerana tidak diizinkan untuk melewatkan waktu hingga tengah malam. Di Muzdalifah, dia akan tetap di sana hinggalah pada waktu Subuh. ubuh. Sekiranya dia lemah dan tidak mampu untuk menghadapi bilangan yang ramai pada Melontar di Jamrah A’qabah iaitu tanggal 10 Dzulhijjah, maka dia dibolehkan untuknya menuju ke Mina pada akhir malam ( 9 Dzulhijjah 10 Dzulhijjah ) untuk melontar di Jamra Dzulhijjah-10 Jamrah A’qabah sebelum ketibaan bilangan yang ramai. Jamrah A’qabah: Setelah matahari terbit ( 10 Dzulhijjah ) : dia akan menuju ke Mina untuk melakukan lontar di Jamrah A’qabah. Cara melontar : Melontar dengan 7 biji batu bersaiz hujung ibu jari. Dilontar batu itu satu persatu dengan batu setiap lontaran ditakbir dengan : ertinya: Allah Maha Besar "‫"اﷲُ أَﻛَـﺮ‬ ‫ْﺒ‬ ُ Selesai melontar: bagi yang melaksanakan Haji Tamattu’ mahupun Qiraan, dia akan melakukan penyembelihan atau cukup baginya dengan membayar hadyunya dan diwakilkan penyembelihannya. Namun, adalah sebaiknya untuk dia sendiri melakukan penyembelihan itu , dimakan sedikit dagingnya dan selebihnya disedekahkan kepada fakir fakir-miskin. Juga seusai melontar: seseorang itu bertahallul, sama ada dengan bercukur atau menggunting rambutnya. Bagi lelaki adalah sebaiknya untuk dia mencukur, manakala wanita cukuplah untuk dia menggunting rambutnya sekadar panjangnya jari telunjuk.
    • 13 Maka dengan ini, dia telah keluar dari pantang larang ihram melainkan melakukan pantangpersetubuhan suami-isteri. Tawaf Ifadhah dan Saie’ Haji: Seusai pelaksanaan di Jamrah A’qabah, dia akan menuju ke Mekkah untuk melakukan tawaf Ifadhah (tawaf haji) juga saie’ haji. Saie’ haji ini mesti dilakukan oleh yang melakukan Haji Tamattu’ , manakala yang melakukan Ifraad atau Qiraan : andai dia telah melakukan saie’ haji saat di tawaf qudum, dia tidak perlu untuk melakukan saie’ sekali lagi. Setelah selesai dari tawaf Ifadhah dan Saie’ ini, maka dia elah keluar dari semua pantang larang ihram termasuk juga melakukan persetubuhan suami juga suami-isteri. Melontar di ketiga-tiga Jamrah pada Hari tiga Hari-Hari Tasyriq: Seusai perlaksaan di Mekkah, dia akan berangkat kembali ke Mina untuk melakukan lontaran ketiga-tiga Jamrah iaitu: Jamrah Ulaa, Jamrah Wustoo dan Jamrah A’qab pada hari-hari tiga A’qabah Tasyriq. Hari-hari Tasyriq adalah tanggal 11,12 dan 13 Dzulhijjah. Jemaah haji diberi pilihan hari sama ada melakukan Nafr awal (melakukan lontaran pada 11 dan 12 Dzulhijjah dan mesƟ meninggalkan Mina sebelum matahari terbena pada 12 Dzulhijjah) atau melakukan Nafr Dzulhijjah) Thaani ( melakukan lontaran pada 11 juga pilihan melakukan lontaran kedua pada 12 ataupun 13 Dzulhijjah). Cara melontar di ketiga-tiga Jamrah ini adalah sama seperti saat melontar di Jamrah tiga A’qabah yang lalu. Hanya perbezaannya ialah : disunnahkan untuk berdoa (tidak ada doa ialah khusus dan boleh mendoakan apa sahaja yang diinginkan) dan menghadap kiblat saat selesai melontar di Jamrah Ulaa serta selesai melontar di Jamrah Wustoo, manakala tidak ada berdoa setelah selesai melontar di Jam Jamrah A’qabah. Tawaf Wadaa-a: Bila seseorang ingin meninggalkan Mekkah dan pulang ke tempat asalnya atau tiada hasrat untuk berkunjung ke Mekkah lagi selepas itu ( bagi yang bermuqim di Arab Saudi) , hendaklah dia melakukan Tawaf Wadaa Wanita yang haidh atau baru sahaja nifas tidak Wadaa-a. diwajibkan untuk melakukan tawaf ini. Seseorang hendaklah meninggalkan Mekkah sejurus melakukan tawaf ini atau pun boleh tetap sementara di Mekkah bagi hajat iaitu membeli hadiah bagi mereka yang berada di tempat asalnya. Sekiranya dia telah melakukan tawaf, namun masih tetap di Mekkah untuk jangka waktu iranya yang agak panjang seperti urusan niaga sebagainya, hendaklah dia melakukan tawaf ini sekali lagi.
    • 14 Adab-adab serta Pantang-larang Yang Sedang Berihram: larang Diantara adab-adabnya: 1) Melakukan kewajipan seorang muslim yang biasa sesempurnya mungkin dan Ɵdak ada alasan untuk meninggalkannya dengan alasan sedang dalam Ibadah Haji seperti : solat fardu 5 waktu. 2) Meninggalkan apa yang telah dilarang oleh Allah s.w.t kepada seorang muslim yang biasa kepada juga khasnya kepada yang sedang melaksanakan Ibadah Haji, seperti yang tertera di Surah Al-Baqarah: ayat 197: "‫"ﻓَﻼ رﻓَﺚ وﻻ ﻓُﺴﻮق وﻻ ﺟﺪال ِﰲ اﳊَﺞ‬ َ َ ِ ََ َ ُ ََ َ َ َ ّْ Ertinya: ‘ maka tidak boleh mencaampuri isteri, dan tidak boleh membuat maksiat, dan tidak boleh bertengkar di dalam pelaksanaan ibadah haji ‘. 3) Meninggalkan pantang-larang ihram: larang a) Tidak boleh mengetip kuku mahupun mencabut bulu atau menggunting rambut. b) Tidak boleh mewangikan dirinya dengan memakai minyak wangi atau menggunakan sabun yang wangi, namun sekiranya dia memakai sebelum ihram dan baunya masih kekal selepas ihram ; itu adalah tidak mengapa. c) Tidak boleh melakukan ciuman kepada isteri atau apa jua yang dapat menaikkan syahwatnya dan lebih-lebih lagi melakukan persetubuhan suami lebih suami-isteri. d) Dia tidak boleh bernikah mahupun menikahkan. e) Dia tidak boleh memakai sarung tangan, namun tidak mengapa untuk membaluti tangannya dengan kain. Larangan-larangan ini adalah untuk kedua larangan kedua-dua lelaki dan wanita. Manakala larangan khas unuk lelaki lelaki: a) Memakai apa jua pemakaian yang menutupi kepalanya seperti: topi, kopiah , serban dan apa jua sejenisnya. Namun adalah tidak mengapa untuk menggunakan paying bagi melindungi dari terik matahari juga membawa barangan sambil dijinjing atas kepalanya. barangan b) Tidak boleh memakai pemakaian yang berjahit kemas juga kasut. Dibolehkan untuk yang berihram bagi lelaki untuk memakai selipar, cincin, kaca mata (sama ada kaca mata biasa juga kaca mata hitam), alat pembantu pendengaran, jam (sama ada jam tangan juga jam pendengaran, yang digantung di lehernya), alat pembantu percakapan. Juga dibenarkan untuk menggunakan sabun yang tiada bauan wangi untuk membersihkan dirinya. Juga dibenarkan untuk membersihkan kepala dan badannya atau menyentalnya dan tiada dam dikenakan menyentalnya andai ada yang gugur rambut mahupun bulu kerana itu tidak disengajakan.
    • 15 Manakala untuk wanita, tidak dibenarkan untuk memakai niqab juga burqa untuk menutup mukanya. Sunnah baginya untuk tidak menutupnya juga menutup seketika saat ada lelaki yang bukan muhrimya terpandangnya atau memandangnya. Semoga Allah s.w.t menerima amal ibadat mereka yang melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah dengan Haji juga Umrah Yang Mabrur, amiin Allahumma amiin Rujukan: 1) Panduan Ibadah Haji dan Umrah karya: Rahimahullah Sheikh Muhammad Soolih Al AlUtsaimiin 2) Pembentangan Ibadah Haji dan Umrah karya: Hafizhahullah Siswa Sarjana Syariah Universiti Islam Madinah; Abu Hilwa Shaik Huzaifah Shaik Hussain *Mahasiswa Kuliah Syariah, Semester 1 Universiti Islam Madinah. 1, Nasihat untuk para tamu Allah: Haji yang mabrur itu dijanjikan syurga oleh Allah, lalu bagaimana kita mengetahui haji kita diterima oleh Allah atau tidak sehingga kita berhak mendapatkan predikat haji mabrur? Jawapannya adalah kita lihat adakah amalan-amalan kita amalan setelah ini bertambah baik atau tidak? Jika amalan kita bertambah baik, maka itulah tanda tanda haji kita tanda-tanda diterima oleh Allah, namun jika tidak semoga Allah mengampuni dosa dosa kita serta bersergeralah untuk dosa-dosa bertaubat dan jangan pernah berputus asa dengan rahmat Allah subhanahu wa wa-ta’ala. – Redaksi buletin in in-Touch
    • 16 REFRENSI BUKU: RE BUKU PANDUAN HAJI DAN UMRAH ‫ﺑﺴﻢ ﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Oleh: Khairul Zaman Mamon Basir* Assalamualaikum wa rahmatuAllah kepada anda semua , selawat dan salam kepada junjungan nabi kita Muhammad Sollahu alaihi was salam. Amma Badu. IN-TOUCH pada kali ini membawakan anda perkongsian tentang ‘handbook’ atau buku TOUCH panduan yang sesuai untuk mereka yang inginkan persiapan haji yang lengkap dari segi syariatnya dan perlengkapannya mengikuti sunnah RasuluAllah bersama dengan pandangan ke-empat-empat imam mazaahib , buku kecil ini boleh didapati di kebany empat kebanyakan kedai-kedai buku di dalam Madinah dan ianya pasti memberikan anda gambaran betapa luasnya konsep gambaran haji dan umrah yang telah dilakukan oleh RasuluAllah , tidaklah haji itu sesuatu yang membebankan jika ianya diikuti dengan benar! Di dalam buku ini diberikan rukun rukun-rukunnya , syarat-syaratnya , kaedah kaedahnya serta dalil-dalil setiap perkara yang berkaitan dengan haji, semoga ianya memberi kalian etiap gambaran serta persiapan yang adil dalam perlaksanaan haji kalian pada kali ini. Buku yang akan penulis syorkan untuk kalian membelinya adalah; Pertama: Al-mughni fi Fiqhul Haj wal Umrah karangan Saeed abdal Qaadir Salam Bashanfar. mughni Buku ini tidak besar dan senang untuk kalian semua membawanya ke mana mana-mana. Kedua: Dalil al-Hajj dan Al-Umrah, dari Sheik Solih bin Abdul Aziz bin Mohammad Al Sheikh. Umrah, Satu buku yang pandat dan ringkas, mempunyai 80 muka surat. Buku yang sungguh dalam mpunyai gaya bahasanya dan baru dalam bentuk. Yang menjelaskan kepada anda hukum berkenaan dengan haji dan umrah dengan gaya bahasa yang mudah difahami dan bergambar sebagai penjelas. Tidak lupa juga, di buku ini tela disertaikan fatwa-fatwa dari para ulama. Boleh telah fatwa didapati dalam berbagai bahasa. Tambahan buku yang boleh dicari seperti: 1- Kitab sifat al hajj wa al umroh dari sheikh muhammad sholeh al utsaimin 2- Kitab manasik Al-hajj dan Al hajj Al-umroh dari Sheik Abdul Aziz Bin Baz 3- Kibat Hisnul Muslim- Sheik Said Bin Wahaf Al Al-Qohthoni Semoga Allah memberi kita manfaat melalui buku-buku ini dan menerima ibadah haji kita yang lalu dan akan datang. buku 4, *Mahasiswa Kuliah Bahasa Arab, semester 4 Universiti Islam Madinah.
    • 17 SEERAH: PESANAN PERPISAHAN Oleh: Muhammad Nur Hakim Akbar* Jangan pergi wahai rasulullah! Jangan tinggalkan kami wahai Rasulullah! Alangkah indahnya jikalau baginda masih bersama kita. Alangkah indahnya jikalau baginda Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan kita. Namun bagi setiap makhluk, tiap permulaan itu ada kesudahannya dan tiap yang hidup itu pasti akan mati. Hakikatnya, lebih 1400 tahun yang lalu baginda telah meninggalkan kita. Namun, apa yang masih kekal hingga ke hari ini adalah ajaran baginda Rasulullah SAW. Teringat pula diriku akan khutbah alwida’, khutbah yang merupakan pesanan baginda yang alwida’, terakhir buat umatnya. Khutbah ini disampaikan di padang Arafah, ketika baginda menunaikan ibadah Haji. Haji yang pertama buat baginda juga merupakan Haji yang terakhir. Di sini terpanggil diriku untuk berkongsi beberapa pengajaran penting yang terdapat dalam khutbah ini. Pertama, baginda mengingatkan kita supaya berlaku baik dengan wanita. Kita disuruh menunaikan hak-hak kita terhadap wanita. Namun kita lihat apa yang terjadi pada hari ini. hak wanita. Hak dan maruah wanita tidak lagi dipelihara. Perhubungan antara lelaki dan wanita semakin bebas tanpa ada ikatan yang sah antara mereka. Allah berfirman dalam Surah Al Al-Isra’: ِ َ َ (‫ﻪُ ﻛﺎن ﻓَﺎﺣﺸﺔً وﺳﺎءَ ﺳﺒِﻴﻼ‬‫)وﻻَ ﺗَـﻘﺮﺑُﻮا اﻟﺰﱏَ إﻧ‬  َْ َ َ ََ َ “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang adalah keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al an (Al-Isra’: 32) Ternyata pesanan Baginda SAW supaya berbaik baik terhadap wanita dan menjaga haknya berbaik-baik itu amat penting demi menjaga kebaikan umat kerana martabat wanita di sisi agama Islam itu amat tinggi dan mulia. Kemudian Baginda SAW memberi sebuah lagi pesananpenting, yang merupakan asas agama itu sendiri terbina iaitu berpegang pada Kitab Allah dan Sunnah baginda Rasulullah SAW. Kitab Maka tiada lagi sandaran mahupun pegangan yang wajib kita berpegang melainkan Al AlQuran dan juga Sunnah. Dan celakalah orang yang tidak mahu berpegang dengan Al Al-Quran dan Sunnah kerana dia sesungguhnya mengikut Syaitan dan hawa nafsu. Rasulullah SAW Syaitan memberikan jaminan bahawa barangsiapa yang berpegang dengan Al Quran dan Sunnah Al-Quran maka dia tidak akan sesat . Al Quran adalah sebuah kitab yang sempurna dan tiada tolak Al-Quran banding baginya. Rasulullah juga telah menerangkan segalanya dalam Sunnah dan tiada lagi yang harus ditokok tambah dalam agama sepertimana Firman Allah SWT:
    • 18 ِ َ ِْ ُ ِ ِ (‫)اﻟْﻴَـﻮم أَﻛﻤ ْﻠﺖ ﻟَﻜﻢ دﻳﻨَﻜﻢ وأَﲤَﻤﺖ ﻋﻠَْﻴﻜﻢ ﻧِﻌﻤﱵ ورﺿﻴﺖ ﻟَﻜﻢ اﻹﺳﻼم دﻳﻨﺎ‬ َ ْ ُ ُ ََ ِ َ ْ ْ ُ َ ُ ْ ْ َ ْ ُ ْ ُ ُ َ ْ َ ْ Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. (Al Ku (AlMa`idah: 3) Yang terakhir, Rasulullah SAW meningatkan kita bahawa setiap manusia itu dari Adam dan tiada perbezaan diantara sesama manusia di sisi Allah melainkan dengan taqwa. Allah hanya esama melihat pada ketaqwaan seseorang itu dan bukan kepada rupa dan kekayaan. Ini jelas dalam firman Allah SWT: ِ ‫ﺎ ﺧﻠَﻘﻨَﺎﻛﻢ ﻣﻦ ذﻛﺮ وأُﻧْـﺜَﻰ وﺟﻌ ْﻠﻨَﺎﻛﻢ ﺷﻌُﻮﺑًﺎ وﻗَـﺒَﺎﺋِﻞ ﻟِﺘَـﻌﺎرﻓُﻮا إن ﻋﻠِﻴﻢ ﺧﺒِﲑ‬‫ﺎس إِﻧ‬‫ﻳَﺎ أَﻳﻬﺎ اﻟﻨ‬  ٌ َ ٌ َ َ َ َ َ ُ ْ ُ ََ َ َ ٍَ ْ ْ ُ ْ َ ُ Artinya : “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu suku saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah mengenal. Sesungguhnya ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Al-Hujurat:13) Hujurat:13) Begitulah pesanan-pesanan Rasulullah SAW yang terakhir buat umatnya dan ini pesanan membuatkan ku terfikir apakah di zaman ini manusia berpegang dengan pesanan baginda SAW? Apakah agaknya yang dapat dilakukan untuk merubah umat manusia zaman sekarang? Adakah manusia akan sedar dari lena dan alpa dan mencari keredhaan yang Maha Esa? Jawapannya ada di tanganku sendiri. Perubahan ini harus bermula dari diri ku. Ya nnya Allah,peliharalah diriku. Berikan ku kekuatan melalui kehidupan di dunia yang penuh fitnah ini dan tempatkan lah daku di kalangan orang orang yang mendapat rahmat orang-orang rahmat-Mu untuk memasuki Syurga-Mu. Ameen. Mu. *Pelajar Ma’ahad Lughah Arabiyah (Kursus Bahasa Arab), Semester 3, UniversiƟ Islam Madinah Segenap Dewan Redaksi in Touch mengucapkan, in-Touch Taqabbalallahu minna wa minkum saalihal ‘amaal. Semoga Allah menerima amalan para jemaah Haji tahun 2013 ini, dan memberikan kepada anda semua haji yang mabrur.
    • 19 PUISI Haji Pertama Kali Suatu Perjalanan Oleh: Muhsin Ismail* Oleh: Muhammad Faheem ibn Abdul Khalil* Memang jauh sekali perjalanan, Yang kulalui bersama teman-teman, teman, Demi menggenapi ke-Islam-an, Yang masih belum kecukupan... Terbentang luasnya akan alam semesta, Meliputi samudera serta ufuk dan utara. Berhiaskan bintang-bintang bak emas dan bintang permata, Bertemankan rembulan, tampak indah tanpa kata. Jauh sekali perjalanan kita, Dari Madinah hingga ke Mecca, Namun itu hanya permulaan saja, Untuk kami pergi berhaji bersama... Berbagai cobaan yang kita lalui, Untuk menunaikan ibadah haji, Namun semua itu ku sedari, Tambahan pahala dari Ilahi... Cuaca yang panas dengan amat dahsyatnya, Makanan yang membuat tekak perit perit-seperitnya, Kesakitan yang menggenggam tubuh seluruhnya,Dan perjalanan meletihkan diri amat sangatnya... Semua ini tak hanya dilalui kami, Namun oleh setiap pelaksana haji, Demi memenuhi titah Sang Ilahi, Mencukupkan Islam-nya kami... Meski kami harus lalui semua itu, Kami pasti melihat setiap satu, Mengalirkan air mata hingga ke dagu, gga Bermunajat kepada Tuhan dengan syahdu... Dari Mina hingga ke Arafah, Kemudian ke Muzdalifah, Kemudian melempar Jamrah, Semua berdoa Ya Rabbah! Allah, ku hanya mohon kepada-Mu, Mu, Terimalah ibadah Hajiku, Yang kulakukan di atas nama-Mu, Dan kabulkan setiap doaku. *Pelajar M’ahad Lughah Arabiyah semester 4 Pelajar 4, Universiti Islam Madinah. bayang Masih terbayang-bayang di benak fikiran, Akan hari pertama haji dikerjakan. Talbiah diucapkan, niat didatangkan, Berlengkapkan ihram, helaian tak berjahitan. Berhimpunnya manusia pada musim haji, Berlainan bangsa, budaya dan negeri. Pangkat dan nama tiada nilai sama sekali, Berhadafkan yang sama untuk mengabdikan diri. Bergeraknya jutaan dan ribuan manusia, Tawaf dan sa’I serta wukuf di Arafah. Doa dipanjatkan, berlinangan airmata, Kemaafan dipinta selagimana masih terbuka. Gambaran tersentak di lubuk fikiran, Bagaikan terjadinya Hari Pengadilan. Hari yang tiada gunanya akan rintihan, Sudah siapkah amalan? Sudah cukupah bekalan? Ku duduk memikiri hari yang kulalui, Ku yang bernama “Insan”, suatu hari pasti , mati Redhakah Tuhan dengan amalanku ini? Wahai sekalian insan, jom muhasabah diri…. ian * Pelajar Ma’ahad Tsanawi tahun 2, UniversiƟ Islam Madinah.
    • 20 www.imamweb.webs.com Diterbitkan oleh: Unit Dakwah Ittihad Mahasiswa Singapura Al Al-Mamlakah Al-Arabia As-Saudia (IMAM) Saudia Dengan Kerjasama: Dewan Redaksi Buletin In-Touch