Your SlideShare is downloading. ×
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalah akuntansi internasional kel. ii defisit ekspor impor indonesia china (jiantari c 301 09 013)

5,653

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,653
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
133
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Akuntansi bukanlah merupakan hal yang tabu lagi di pendengaran kita. Kita ketahuibersama bahwa akuntansi merupakan kumpulan prosedur-prosedur untuk mencatat,mengklasifikasikan, mengikhtisarkan dan melaporkan dalam bentuk laporankeuangan.Pengelolaan keuangan yang baik dan transparan memerlukan pengetahuan danketrampilan akuntansi secara baik. Sedangkan menurut Keputusan Menteri Keuangan RI (no.476 kmk. 01 1991) Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan,peringkasan, pengklasifikasian dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu kesatuanekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan yang bergunauntuk pengambilan keputusan. Berlandasan dengan pengertian akuntansi sebelumnya, akuntansi internasionalmerupakan akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansiantarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidangkewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.Akuntansi harus berkembang agarmampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaanpada setiap perubahan lingkungan bisnis. Terdapat beberapa fakor yang dapat mempengaruhi akuntansi internasional, yaitusebagai berikut: 1. Sumber pendanaan Di Negara-negara dengan pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. 2. Sistem Hukum Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode (sipil) dan hukum umum (kasus). Dalam Negara-negara hukum kode, hukum merupakan satu kelompok lengkap yang mencakup ketentuan dan prosedur sehingga aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap.Sebaliknya,PENGANTAR EKSPOR IMPOR 1
  • 2. hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. 3. Perpajakan Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya untuk keperluan pajak. Ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu. 4. Ikatan Politik dan Ekonomi 5. Inflasi Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun- akun perusahaan. 6. Tingkat Perkembangan Ekonomi Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. 7. Tingkat Pendidikan Standard praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative tidak akaninformative kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten. 8. Budaya Empat dimensi budaya nasional, menurut Hofstede: individualisme, jarak kekuasaan, penghindaran ketidakpastian, maskulinitas. Berkaitan dengan isu yang akan diangkat dalam makalah ini, sebaiknya kita perlumengetahui seperti apa yang disebut dengan impor dan ekspor itu sendiri. Kita ketahuibersama bahwa ekspor merupakan kegiatan perseorangan atau badan hukum yang menjualbarang ke luar negeri.Sedangkan impor merupakan suatu kegiatan perseorangan atau badanhukum yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual kembali di dalam negeri.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 2
  • 3. Adapun perbedaan lebih konkret mengenai ekspor dan impor, adalah sebagai berikut:EKSPOR IMPOR- Ekspor adalah kegiatan perseorangan atau - Impor adalah kegiatan perseorangan ataubadan hukum yang menjual barang ke luar badan hukum yang membeli barang dari luarnegeri. negeri untuk dijual kembali di dalam negeri.- Orang atau badan hukum yang melakukan - Orang atau badan hukum yang melakukankegiatan ekspor dinamakan eksportir. kegiatan impor dinamakan importir.- Tujuan dilakukan ekspor bagi perseorangan - Tujuan dilakukan impor bagi perseoranganadalah untuk memperoleh keuntungan. adalah untuk memperoleh laba.- Tujuan dilakukan ekspor bagi negara adalah - Tujuan dilakukan impor bagi negara adalahuntuk memperoleh devisa negara dalam untuk memenuhi kebutuhan masyarakatbentuk mata uang asing. Indonesia merupakan salah satu Negara yang kaya dalam hal sumber daya alamnya.Terdapat dua macam ekspor yang dilakukan oleh Indonesia, yaitu: 1. Minyak bumi dan gas alam (Migas). Barang-barang yang termasuk migas antara lain : minyak tanah, bensin, solar dan elpiji. 2. Non Migas. Barang-barang yang termasuk non migas antara lain : hasil pertanian dan perkebunan (karet, kopi dan kopra); hasil laut (ikan dan kerang); hasil industri (kayu lapis, minyak kelapa sawit, pupuk, kertas dan bahan kimia); serta hasil tambang non migas (bijih nikel, bijih tembaga dan batu bara). Faktor yang mempengaruhi perkembangan ekspor suatu negara : 1. Kebijakan pemerintah di bidang perdagangan luar negeri. 2. Keadaan pasar luar negeri. 3. Kemampuan eksportir memanfaatkan peluang pasar.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 3
  • 4. Ketika Indonesia melakukan impor dari Negara-negara lain, hal yang menjadikontroversi yaitu seperti apa dampak yang akan timbul juka impor tersebut diizinkan. Padadasarnya kegiatan impor ini membawa dampak positif dan juga negatif. Berikut paparannya.Dampak positif pembatasan impor adalah : 1. Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri. 2. Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri. 3. Memenuhi kebutuhan masyarakat. 4. Memperkuat neraca pembayaran.Dampak negatif pembatasan impor adalah : 1. Lesunya perdagangan internasional akibat terjadinya balas membalas kegiatan pembatasan kuota impor. 2. Kurangnya peningkatan mutu produksi akibat produsen dalam negeri merasa tidak mempunyai pesaing. Kita ketahui bersama bahwa Indonesia menjalin kerjasama dalam hal perdagangan, baikimpor maupun ekspor dengan beberapa Negara di dunia, baik Asia maupun Eropa. Cinamerupakan salah satu Negara diantara beberapa Negara yang melakukan kerjasama tersebut.Kerjasama perdagangan yang telah lama terjalin antara Indonesia-cina, kini sedangmenghadapi sebuah kendala, yaitu adanya diskrepansi yang terjadi antara pencatatan yangdilakukan oleh Cina dan Indonesia. Hal ini tentunya menjadi suatu masalah yang perlu dicarikan solusi secepatnya, karenadapat menyebabkan keuangan Indonesia defisit, dan tentunya hal ini menjadi sesuatu yangmerugikan Indonesia.1.2 Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah yang kelompok kami akan kaji dalam kesempatan kali ini, adalah: 1. Sejarah kerja sama bilateral perdagangan Indonesia – Cina 2. Gambaran masalah yang ditimbulkan akibat dari Selisih perdagangan yang diskrepansi antara Indonesia – Cina 3. Pentingnya penerapan nilai akuntansi dalam setiap transaksi1.3 Tujuan penulisan Tujuan penulisan makalah ini, tentunya untuk menjelaskan apa yang menjadi rumusanmasalah di atas. Mengenai masalah yang sedang dihadapi oleh Indonesia akibat adanyadiskrepansi atas pencatatan perdagangan dengan Cina.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 4
  • 5. BAB II PEMBAHASAN2.1 Definisi Perdagangan Internasional Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatunegara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yangdmaksud dapat berupa antar perorangan (individu dengan individu), antara individu denganpemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.Biladibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negri, maka perdaganganinternasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan ini disebabkan oleh faktor-faktorantara lain : 1. Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan 2. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara kenegara lainnya melaluibermacam peraturan seperti pabean, yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah. 3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, hukum dalam perdagangan dan sebagainya2.2 Manfaat Perdagangan Internasional Setiap negara yang melakukan perdagangan dengan negara lain tertentu akanmemperoleh manfaat bagi negara tersebut. Manfat tersebut antara lain : 1. Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negri sendiri Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut diantaranya: Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan IPTEK dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri. 2. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi Sebab utama kegiatan perdagangan luar negri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain, tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negri.Sebagai contoh :Amerika Serikat dan Jepang mempunyai kemampuan untuk memproduksiPENGANTAR EKSPOR IMPOR 5
  • 6. kain. Akan tetapi, Jepang dapat memproduksi dengan lebih efesien dari Amerika Serikat. Dalam keadaan seperti ini, untuk mempertinggi keefisienan penggunaan faktor-faktor produksi, Amerika Serikat perlu mengurangi produksi kainnya dan mengimpor barang tersebut dari Jepang. Dengan mengadakan spesialisasi dan perdagangan, setiap negara dapat memperoleh keuntungan sebagai berikut: a. Faktor-faktor produksi yang dimiliki setiap negara dapat digunakan dengan lebih efesien. b. Setiap negara dapat menikmati lebih banyak barang dari yang dapat diproduksi dalam negri. 3. Memperluas Pasar dan Menambah Keuntungan Terkadang, para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi, yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. Dengan adanya perdagangan internasional, pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal, dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negri. 4. Transfer teknologi modern Perdagangan luar negri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih moderen. Membahas tentang perdagangan internasional tentunya tidak terlepas daripembicaraan mengenai kegiatan ekspor impor. Dalam melakukan kegiatan ekspor importersebut perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku di bidang tersebut.2.3 Ketentuan Ekspor-Impor2.3.1 Bidang Ekspor Ketentuan umum di bidang ekspor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan denganproses pengiriman barang ke luar negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain:1. Ekspor Perdagangan dengan cara mengeluarkanbarang dari dalam ke luar wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku.2. Syarat-syarat Ekspor A. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) B. Mendapat izin usaha dari Dept. Teknis/Lembaga Pemerintah Non-Dept C. Memiliki izin ekspor berupa :PENGANTAR EKSPOR IMPOR 6
  • 7.  APE (Angka Pengenal Ekspor) untuk Eksportir Umum berlaku lima tahun.  APES (Angka Pengenal Ekspor Sementara) berlaku dua tahun  APET (Angka Pengenal Ekspor Terbatas) untuk PMA/PMDN3. Eksportir Pengusaha yang dapat melakukan ekspor, yang telah memiliki SIUP atau izin usaha dari Dept. Teknis/LembagaPemerintah Non-Dept berdasarkan ketentuan yang berlaku.4. Eksportir Terdaftar (ET) Perusahaan yang telah mendapat pengakuan dari Menteri Perdagangan untuk mengekspor barang tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.5. Barang Ekspor Seluruh jenis barang yang terdaftar sebagai barang ekspor dan sesuai dengan ketentuan perpajakan dan kepabeanan yang berlaku.2.3.2 Bidang Impor Ketentuan umum di bidang Impor biasanya meliputi hal-hal yang berhubungan denganproses pengiriman barang ke dalam negri. Ketentuan tersebut meliputi antara lain:1. Impor Perdagangan dengan cara memasukan barang dari luarnegri ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuanyang berlaku.2. Syarat-syarat Impor a. Memiliki izin ekspor berupa :  API (Angka Pengenal Impor) untuk Importir Umum berlaku selama perusahaan menjalankan usaha.  APIS (Angka Pengenal Impor Sementara)berlaku untuk jangka waktu 2 tahun dan tidak dapat diperpanjang.  API(S) Produsen untuk perusahaan diluar PMAatau PMDN.  APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas) untukperusahaan PMA/PMDN b. Persyaratan untuk memperoleh APIS :  Memiliki SIUP perusahaan besar atau menengah  Keahlian dalam perdagangan impor  Referensi bank devisa  Bukti kewajiban pajak (NPWP)PENGANTAR EKSPOR IMPOR 7
  • 8. c. Persyaratan untuk memperoleh API :  Wajib memiliki APIS  Telah melaksanakan impor sekurang 4 kali dan telah mencapai nilai nominal US$ 100.000,00  Tidak pernah ingkar kontrak impor.3. Importir Pengusaha yang dapat melakukan kegiatan perdagangan dengan cara memasukan barang dari luar negri ke dalam wilayah pabean Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Kategori Importir meliputi : Importir Umum, Importir Umum +, Importir Terdaftar, Importir Produsen, Produsen Importir dan Agen Tunggal.4. Barang Impor Seluruh jenis barang yang terdaftar sebagai barang impor dan sesuai dengan ketentuan perpajakan dan kepabeanan yang berlaku. Perdagangan internasional atau antara negara dapat dilakukan dengan berbagaimacam cara diantaranya :1. Ekspor Dibagi dalam beberapa cara antara lain : a. Ekspor Biasa Pengiriman barang keluar negri sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang ditujukan kepada pembeli di luar negri, mempergunakan L/C dengan ketentuan devisa. b. Ekspor Tanpa L/C Barang dapat dikirim terlebih dahulu, sedangkan eksportir belum menerima L/C harus ada ijin khusus dari departemen perdagangan2. Barter Pengiriman barang ke luar negri untuk ditukarkan langsung dengan barang yang dibutuhkan dalam negri. Jenis barter antara lain : a. Direct Barter Sistem pertukaran barang dengan barang dengan menggunakan alat penetu nilai atau lazim disebut dengan denominator of valuesuatu mata uang asing danPENGANTAR EKSPOR IMPOR 8
  • 9. penyelesaiannya dilakukan melalui clearing pada neraca perdagangan antar kedua negara yang bersangkutan. b. Switch Barter Sistem ini dapat diterapkan bilamana salah satu pihak tidak mungkin memanfaatkan sendiri barang yang akan diterimanya dari pertukaran tersebut, maka negara pengimpor dapat mengambil alih barang tersebut ke negara ketiga yang membutuhkannya. c. Counter Purchase Suatu sistem perdagangan timbal balik antar dua negara. Sebagai contoh suatu negara yang menjual barang kepada negara lain, mka negara yang bersangkutan juga harus membeli barang dari negara tersebut. d. Buy Back Barter Suatu sistem penerapan alih teknologi dari suatu negara maju kepada negara berkembang dengan cara membantu menciptakan kapasitas produksi di negara berkembang , yang nantinya hasil produksinya ditampung atau dibeli kembali oleh negara maju.3. Konsinyasi (Consignment) Pengiriman barang dimana belum ada pembeli yang tertentu di LN. Penjualan barang di luar negri dapat dilaksanakan melalui Pasar Bebas (Free Market) atau Bursa Dagang ( Commodites Exchange) dengan cara lelang. Cara pelaksanaan lelang pada umumnya sebagai berikut : a. Pemilik brang menunjuk salah satu broker yang ahli dalah salah satu komoditi. b. Broker memeriksa keadaan barang yang akan di lelang terutama mengenai jenis dan jumlah serta mutu dari barang tersebut. c. Broker meawarkan harga transaksi atas barang yang akan dijualnya,harga transaksi ini disampaikan kepada pemilik barang. d. Oleh panitia lelang akan ditentukan harga lelang yang telah disesuaikan dengansituasi pasar serta serta kondisi perkembangan dari barang yang akan dijual. Harga ini akan menjadi pedoman bagi broker untuk melakukan transaksi. e. Jika pelelangan telah dilakukan broker berhak menjual barang yang mendapat tawaran dari pembeli yang sana atau yang melebihi harga lelang. f. Barang-barang yang ditarik dari pelelangan masih dapat dijual di luar lelang secara bawah tanganPENGANTAR EKSPOR IMPOR 9
  • 10. g. Yang diperkenankan ikut serta dalam pelalangan hanya anggita yang tergabung dalam salah satu commodities exchange untuk barang-barang tertentu. h. Broker mendapat komisi dari hasil pelelangan yang diberikan oleh pihak yang diwakilinya.4. Package Deal Untuk memperluas pasaran hasil kita terutama dengan negara-negara sosialis, pemerintah adakalanya mengadakan perjanjian perdagangan ( rade agreement) dengan salah saru negara. Perjanjian itu menetapkan junlah tertentu dari barang yang akan di ekspor ke negara tersebut dan sebaliknya dari negara itu akan mengimpor sejumlah barang tertentu yang dihasilkan negara tersebut.5. Penyelundupan (Smuggling) Setiap usaha yang bertujuan memindahkan kekayaan dari satu negara ke negara lain tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku. Dibagi menjadi 2 bagian : a. Seluruhnya dilakuan secara ilegal b. Penyelundupan administratif/penyelundupan tak kentara/ manipulasi (Custom Fraud)6. Border Crossing Bagi negara yang berbatasan yang dilakukan dengan persetujuan tertentu (Border Agreement), tujuannya pendudukan perbatasan yang saling berhubungan diberi kemudahan dan kebebasan dalam jumlah tertentu dan wajar. Border Crossing dapat terjadi melalui : a. Sea Border (lintas batas laut) Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa lautan, perdagangan dilakukan dengan cara penyebrangan laut. b. Overland Border (lintas batas darat) Sistem perdagangan yang melibatkan dua negara yang memiliki batas negara berupa daratan, perdagangan dilakukan dengan cara setiap pendudik negara tersebut melakukan interaksi dengan melewati batas daratan di masing masing negara melalui persetujuan yang berlaku.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 10
  • 11. 2.4. Masalah Yang Timbul Dalam Ekspor-Impor2.4.1 Faktor Eksternal Masalah yang bersifat eksternal meliputi hal-hal yang terjadi di luar perusahaan yangakan mempengaruhi kegiatan ekspor impor. Masalah tersebut antara lain :1. Kepercayaan Antara Eksportir Importir Kepercayaan adalah salah satu faktor eksternal yang penting untuk menjamin terlaksananya transaksi antara eksportir dan importir. Dua pihak yang tempatnya berjauhan dan belum saling mengenal merupakan suatu resiko bila dilibatkan dengan pertukaran barang dengan uang. Apakah importir percaya untuk mengirimkan uang terlebih dahulu kepada eksportir sebelum barang dikirim atau sebaliknya apakah eksportir mengirimkan barang terlebih dahulu kepada importir sebelum melakukan pembayaran. Oleh karena itu, sebelum kontrak jual beli diadakan masing-masing pihak harus sudah mengetahui kredibilitas masing-masing.Beberapa cara yang lazim dilakukan untuk mencari kontrak dagang antara lain : a. memanfaatkan buku petunjuk perdagangan yang berisi nama, alamat, dan jenis usaha. b. Mencari dan mengunjungi perusahaan di negara lain. c. meminta bantuan bank di dalam negri yang selanjutnya mengadakan kontak dengan bank korespondennya di luar negri untuk menghubungkan nasbah kedua bank. d. Membaca publikasi dagang dalam dan luar negri. e. Konsultasi dengan pengusaha dalam bidang yang sama. f. Melalui perwakilan perdagangan. g. Iklan Pada dasarnya faktor kepercayaan ini lebih dititikberatkan pada kemampuan kedua belah pihak baik eksportir maupun importir dalam menilai kredibilitas masing-masing.2. Pemasaran Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam masalah ono adalah ke negara mana barng akan dipasarkan untuk mendapatkan harga yang sebaik-baiknya. Sebaliknya bagi importir yang penting diketahui adalah dari mana barang-barang tertentu sebaiknya akan diimpor untuk memperoleh kondisi pembayaran yang lebih baik. Dalam hal penetapan harga komoditi ekspor dan konsep pemasarannya, eksportir perlu mengetahuiPENGANTAR EKSPOR IMPOR 11
  • 12. apakah dapat bersaing dalam penjualannya di luar negri, dengan mengetahui informasi mengenai : a. ongkos atau biaya barang b. sifat dan tingkat persaingan c. luas dan sifat permintaan Sedangkan penentuan jenis-jenis barang didasarkan pada informasi mengenai : a. peraturan perdagangan negara setempat b. pembatasan mutu dan volume barang-barang tertentu c. kontinuitas produksi barang d. negara tujuan barang-barang ekspor Masalah pokok lain dalam hal pemasaran yang sering dihadapi oleh eksportir maupun importir adalah daya saing, yang meliputi : a. Daya saing rendah dalam harga dan waktu penyerahan b. Daya saing dianggap sebagai masalah intern eksportir, padahal sesungguhnya menjadi masalah nasional c. Saluran pemasaran tidak berkembang di luar negri d. Kurangnya pengetahuan akan perluasan pemasaran serta teknik-teknik pemasaran3. Sistem Kuota dan Kondisi Hubungan Perdagangan Dengan Negara Lain Keinginan Eksportir dan importir untuk mencari, memelihara atau meningkatkan hubungan dagang dengan sesamanya juga tergantung pada kondisi negara kedua pihak yang bersangkutan. Bilamana terdapat pembatasan seperti ketentuan kuota barang dan kuota negara, maka upaya meningkatkan transaksi yang saling menguntungkan tidak sepenuhnya dapat terlaksana. Upaya yang dapat dilakukan oleh setiap negara adalah dengan meningkatkan hubungan antar negara baik yang bersifat bilateral, multilateral, regional maupun internasional, guna menciptakan suatu turan dalam hal pembatasan barang (kuota) bagi transaksi perdaganga. Hal ini membuktikan bahwa pembatasan terhadap barang-barang yang masuk ke suatu negara serta hubungan antara negara tempat terjadinya perdagangan menjadi faktor penentu kelancaran proses ekspor impor.4. Keterkaitan Dalam Keanggotaan Organisasi Internasional Keikutsertaan suatu negara dalam organisasi internasional dimaksudkan untuk mengatur stabilitas harga barang ekspor di pasar internasional. Namun terlepas dari manfaat yang diperoleh dari keanggotaan organisasi tersebut, keanggotaan didalamnya tak jarang merupakan penghambat untuk dapat melakukan tindakan tertentu bagiPENGANTAR EKSPOR IMPOR 12
  • 13. peningkatan transaksi komoditi yang bersangkutan, seperti contoh ICO dengan kuota kopi, serta penentuan harga yang lebih bersaing yang sering dihadapi anggota-anggota OPEC.5. Kurangnya Pemahaman Akan Tersedianya Kemudahan-kemudahan Internasional Kemudahan-kemudahan internasional seperti ASEAN Preferential Trading Arrangement yang menyediakan kemudahan trarif sangat berguna bagi pengembangan perdagangan antara negara ASEAN. Kemudahan tarif yang disediakan bersifat timbal balik dan pemanfaatannya dilakukan dengan menerbitkan Formulir C oleh negara asal barang. Juga adanya tax treaty antar negara-negara tersebut.2.4.2 Faktor Internal Keharusan perusahaan-perusahaan ekspor impor untuk memenuhi persyaratan berusahaadakalanya tidak mendapat perhatian sungguh-sungguh. Persiapan teknis yang seharusnyatelah dilakukan diabaikan karena diburu oleh tujuan yang lebih utama yakni mendapatkankeuntungan yang cepat dan nyata.Masalah yang bersifat internal meliputi hal-hal yang terjadi di dalam perusahaan yang akanmempengaruhi kegiatan ekspor impor. Masalah tersebut antara lain:1. Persiapan Teknis Menyangkut persyaratan-persyaratan dasar untuk pelaksanaan transaksi ekspor impor berupa : a. Status badan hukum perusahaan b. Adanya izin usaha (SIUP) serta izin ekspor maupun impor (APE,APES, API, APIS, APIT) c. Kemapuan menyiapkan persyaratan-persyaratan lain seperti dokumen pengapalan, realisasi pengapalan serta kejujuran dan kesungguhan berusaha termasuk itikad baik. Dari sisi eksportir terkadang masalah yang timbul adalah kemampuang yang bersangkutan dalam menyiapkan dokumen-dokumen pengapalan serta itikad baik dan kejujuran untu mengirimkan barangnya.Perusahaan ekspor impor haruslah menjaga reputasi perusahannya, disamping itu untuk menjamin kelangsungan izin usahanya maka kontinuitas aktivitas–aktivitas transaksinya harus dipertahankan dan ditingkatkan.2. Kemampuan dan Pemahaman Transaksi Luar Negri Keberhasilan transaksi ekspor impor sangat didukung oleh sejauhmana pengetahuan atau pemahaman eksportir/importir menyangkut dasar-dasar transaksi ekspor impor,PENGANTAR EKSPOR IMPOR 13
  • 14. tata cara pelaksanaan, pengisian dokumen serta peraturan-peraturan dalam dan luar negri.3. Pembiayaan Pembiayaan transaksi merupakan masalah yang penting yang tidak jarang dihadapi oleh para pengusaha eksportir/importir kita. Biasanya masalah yang dihadapi antaralain ketercukupan akan dana, fasilitas pembiayaan dana yang dapat di peroleh serta bagaimana cara memperolehnya. Dalam hal ini para pengusaha harus mampu mengatur keuangannya secara bijak dan mempelajari serta memanfaatkan kemungkinan fasilitas- fasilitas pembiayaan untuk pelaksanaan transaksi-transaksi yanmg dilakukan. Menyangkut bagaimana para eksportir/importir membiayai transaksi perdagangan.4. Kekurangsempurnaan Dalam Mempersiapkan Barang Khusus dalam transaksi ekspor, kurang mampunya eksportir dalam menanggulangi penyiapan barang dapat menimbulkn akibat yang tidak baik bagi kelangsungan hubungan transaksi dengan rekannya di luar negri. Masalah-masalah yang timbul adalah akibat dari hal-hal berikut : a. Pengiriman barang terlambat disebabkan oleh kesulitas administrasi dan pengaturan pengangkutan, peraturan-peraturan pemerintad dan sebagainya. b. Mutu barang yang tidak dapat dipertahankan sesuai dengan perjanjian c. Kelangsungan penyediaan barang sesuai dengan perjanjian tidak dapat dipenuhi. d. Pengepakan yang tidak memenuhi syarat e. Keterlambatan dalam pengiriman dokumen-dokumen pengapalan.5. Kebijaksanaan Dalam Pelaksanan Ekspor Impor Kelancaran transaksi ekspor impor sangat tergantung pada peraturan-peraturan yang mendasarinya. Peraturan-peraturan yang apabila sering berubah-ubah dapat membingungkan dan menimbulkan salah pengertian dan kekliruan, baik di pihak pengusaha di dalam negri maupun pengusaha d luar negri. Diperlukan penjelasan yang cukup tentang latar belakang perubahan-perubahan dan tujuannya, sehingga masing- masing pihak memaklumi dan mengetahui aturan main dalam transaksi selanjutnya.2.5 Mengenai Indonesia-Cina2.5.1 Sejarah kerja sama bilateral perdagangan Indonesia – Cina Hubungan Indonesia China memiliki akar sejarah yang panjang, hubungan yang dapatditelusuri sampai abad-abad pertama Masehi.Interaksi antara nenek moyang bangsa Chinadengan nenek moyang bangsa Indonesia telah dimulai sejak 2000 tahun lalu.Hubungan eratPENGANTAR EKSPOR IMPOR 14
  • 15. ini menemukan momentum simboliknya dalam kisah perjalanan muhibah Cheng Ho yangsangat masyhur pada abad 14. Salah satu bukti budaya yang menunjukkan interaksi itu adalah bedug yang digunakan(hanya) oleh masjid-masjid di Indonesia.Bedug itu merupakan bawaan dari China. KongYuanzhi juga memperlihatkan, adanya aneka kontak antara penduduk di Daratan China danKepulauan Nusantara, juga pada saat China memasuki zaman keemasan Dinasti Tang,Dinasti Ming dan Dinasti Qing.Pada masa Moh.Hatta menjadi Perdana Menteri, Indonesiasecara resmi mengakui kedaulatan China yaitu pada tanggal 15 Januari 1950.Indonesiatercatat sebagai negara pertama yang mengakui berdirinya China baru di bawah pemerintahankomunis.Lalu pada tahun 1953 Indonesia mengirim Arnold Mononutu, sebagai Duta BesarIndonesia ke Beijing, China.Pengiriman Mononutu sebagai Duta Besar Indonesia pertamatersebut menandai mulai eratnya Namun, hubungan resmi antarnegara dapat dikatakan barudimulai pada tahun 1950. Pada masa Moh.Hatta menjadi Perdana Menteri, Indonesia secara resmi mengakuikedaulatan China yaitu pada tanggal 15 Januari 1950.Indonesia tercatat sebagai negarapertama yang mengakui berdirinya China baru di bawah pemerintahan komunis. Lalu padatahun 1953 Indonesia mengirim Arnold Mononutu, sebagai Duta Besar Indonesia ke Beijing,China. Pengiriman Mononutu sebagai Duta Besar Indonesia pertama tersebut menandai mulaieratnya hubungan kedua Negara.Peristiwa itu diikuti dengan penandatanganan notakerjasama RI-China, dan penggantian Duta Besar China untuk Indonesia. Kemudian padaawal 1960-an tercipta poros Jakarta-Peking yang berkembang menjadi poros Jakarta-Peking-Pyongyang. China terus berupaya memperbaiki hubungannya dengan berbagai Negaramelalui berbagai bidang. Dengan Indonesia dipakai ”diplomasi dagang”. Kontak langsungpertama yang disiarkan adalah kehadiran delegasi Kamar Dagang Indonesia (KADIN) diPameran Dagang Guangzhou, pada bulan November 1977.Sejak itu, terjadilah kontak-kontakpersonal ataupun organisasional lainnya. Semula prospek kontak-kontak ini sangat fluktuatiftergantung pada isu-isu politik domestik yang menyertainya, namun sejalan dengan besarnyakeuntungan yang diperoleh kedua pihak, pada tahun 1984 menteri luar negeri Indonesiamulai mengajukan usulan pentingnya pembukaan hubungan dagang langsung dengan China. Lewat gerak cepat Sukamdani, KADIN berhasil membuat terobosan penting denganmenjalin hubungan dagang dengan rekannya di China.Maka pada tahun 1985 hubungandagang antara RI-China resmi dibuka.Catatan statistic Neraca perdagangan antarkedua negarayang terlihat menurun pada tahun 1960, sejak tahun 1963 kembali meningkat dan melonjakcukup pesat pada tahun 1965. Namun, hubungan baik ini terputus akibat terjadinya kudetaPENGANTAR EKSPOR IMPOR 15
  • 16. ”Gerakan 30 September” yang kemudian ditengarai sebagai gerakan Partai KomunisIndonesia untuk menggulingkan Hubungan baik RI-China berakhir dengan pembekuanhubungan dua negara pada bulan Oktober 1967. China terus berupaya memperbaikihubungannya dengan berbagai Negara melalui berbagai bidang. Dengan Indonesia dipakai”diplomasi dagang”. Kontak langsung pertama yang disiarkan adalah kehadiran delegasiKamar Dagang Indonesia (KADIN) di Pameran Dagang Guangzhou, pada bulan November1977.Sejak itu, terjadilah kontak-kontak personal ataupun organisasional lainnya. Semulaprospek kontak-kontak ini sangat fluktuatif tergantung pada isu-isu politik domestik yangmenyertainya, namun sejalan dengan besarnya keuntungan yang diperoleh kedua pihak, padatahun 1984 menteri luar negeri Indonesia mulai mengajukan usulan pentingnya pembukaanhubungan dagang langsung dengan China. Lewat gerak cepat Sukamdani, KADIN berhasilmembuat terobosan penting dengan menjalin hubungan dagang dengan rekannya diChina.Maka pada tahun 1985 hubungan dagang antara RI-China resmi dibuka. Pada era1992-2002 perdagangan bilateral Indonesia-China meningkat dari 2 miliar sampai AS $8miliar dan investasi China juga meningkat dari AS$282 juta (1999) menjadi AS$6,8 miliar(2003). Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik ( BPS ), antara tahun 2003hingga 2004, atau masa setelah pelaksanaan tahap awal dari ACFTA, atau EHP, pada bulanJanuari 2004 dan tidak lama setelah itu, ekspor Indonesia ke China meningkat sebanyak232,2 %, sedangkan impornya dari China meningkat hanya sebesar 38,67% saja. Rata-ratapertumbuhan perdagangan Indonesia-China (2003-2005) berkisar AS $31,64 miliar. Secarakeseluruhan total volume perdagangan antara Indonesia dan China pada tahun 2004, terhitungmenjadi AS$ 13,47 milyar, atau peningkatan sebesar 31,8 persen dari tahun sebelumnya, danhampir sama dengan volume perdagangan Indonesia dan AS, yang terhitung mencapai AS$13,5 milyar. Sementara itu, dari sisi pandang China, Indonesia kini masuk pada peringkat ke-17,sebagai negara penerima ekspor negara itu, dengan nilai sebesar AS$ 3,59 milyar, ataupeningkatan sekitar 1,01 persen dari total ekspor China ke seluruh dunia. Umumnyaperdagangan bilateral semakin bertambah dengan cepat hingga mencapai AS$ 10 milyar,termasuk perdagangan melalui Hong Kong, sedangkan penanaman modal China di Indonesiakini mencapai total kumulatif sebesar AS$ 282 milyar. 55 Peningkatan hubungan Indonesia-China mencapai klimaksnya dengan ditandatanganinya Strategic Partnership Agreementantara Indonesia-China pada tanggal 25 April 2005, saat Presiden hu Jin Tao berkunjung keIndonesia. Kemitraan Strategis ini akan difokuskan untuk memperkuat kerjasama politik dankeamanan, memperdalam kerjasama ekonomi dan pembangunan, meningkatkan kerjasamaPENGANTAR EKSPOR IMPOR 16
  • 17. sosial budaya, dan memperluas hubungan nonpemerintah. Ada tiga bidang luas yang dicakupdalam perjanjian kemitraan strategis ini, yaitu kerjasama politik dan keamanan, kerjasamaekonomi dan pembangunan dan kerjasama sosial budaya.2.5.2 Perdagangan Indonesia-Cina Data perdagangan Indonesia dan China berselisih jauh.Sepanjang triwulan I tahun 2012ini, baik Indonesia maupun China menyatakan defisit dalam neraca perdagangan keduanegara. Catatan Bloomberg, sampai akhir Maret 2012, neraca perdagangan China-Indonesiadefisit US$ 580 juta di pihak China. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat,Indonesia tekor US$ 1,65 miliar dari neraca dagangnya dengan China. Entah data mana yangbisa dipercaya. Aviliani, Sekretaris Komite Ekonomi Nasional berpendapat, perbedaan data itu lebihkarena seleksi dokumen ekspor-impor di Indonesia masih lemah. "Di China, seleksi dokumensangat ketat. Sedangkan ekspor Indonesia sering tidak lengkap dan tak tercatat," ujarnya,kemarin. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku, data hasil pencatatan BPS sangat bisadipercaya."Intinya, ada perbedaan mekanisme penghitungan dan ada penambahan nilaiterhadap ekspor kita sebelum tiba di negara tujuan akhir," ujarnya ke KONTAN.Meskibegitu, pemerintah tidak tinggal diam. Deddy Saleh, Direktur Jenderal Perdagangan LuarNegeri Kemdag menyatakan tengah mengkaji perbedaan data ini. Ada beberapa kemungkinan mengapa terjadi perbedaan data.Pertama, perbedaan waktupencatatan. "Misalnya, ekspor dari kita akhir Maret, sampai ke China bulan April, maka disana dicatat impor April," terang Deddy.Kedua, ada perbedaan metode pencatatan. KalauIndonesia mencatat ekspor lewat metode free on board (FOB), di China pencatatan imporpakai sistem cost insurance and freight (CIF). Di luar itu, Dedi tak menampik kemungkinanadanya penyelundupan ekspor ke China.Sisi positifnya, perbedaan data ini bisa membukanegosiasi perdagangan IndonesiaChina.Syaratnya harus ada akurasi data. Untuk itu, "Kamiakan melakukan pengecekan data dengan sumber lain, seperti WTO (organisasi perdagangandunia), WCO (organisasi pabean dunia), dan World Bank," kata Dedi. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementeria Perdagangan GusmardiBustami mengatakan kedua negara terus berupaya meningkatkan perdagangan melaluiberbagai penjajakan.Presiden SBY sudah mengunjungi China dan menargetkan totalperdagangan kedua negara bisa mencapai US$80 miliar pada 2015," katanya seusaipertemuan dengan China Chamber of Commerence Ffor Import & Export, Kamis 7 Juni.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 17
  • 18. Kunjungan CCCT tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding onTrade Cooperation in Textile and Chloting yang ditandatangani oleh Asosiasi PertekstilanIndonesia dan CCCT pada 29 April 2011. Gusmardi mengatakan realisasi nilai eksporIndonesia ke China pada kuartal I/2012 tercatat sebesar US$5,1 miliar dan impor senilaiUS$6,6 miliar. Realisasi perdagangan tersebut membuat neraca Indonesia defisit US$1,5 miliar. China,katanya, merupakan mitra tepat bagi Indonesia yang berupaya mengembangkan perdagangankedua negara, terutama sektor TPT.Rencananya, Kemendag, API, BKPM, dan Kemenperinakan membuat tim kecil untuk menindak lanjuti rencana investasi sektor TPT dari Chinatersebut. Ade Sudrajat Usman, Ketua API, mengatakan kerja sama perdagangan ini akanmenguntungkan Indonesia dalam jangka panjang. "Tidak mungkin neraca perdaganganIndonesia dengan China seimbang dalam waktu dekat.Tapi, kami perkirakan dalam 10 tahunmendatang ekspor Indonesia ke China akan lebih besar dibandingkan China ke Indonesia,"katanya. Ade mengatakan neraca perdagangan TPT Indonesia dengan China terus mengalamidefisit. Pada 2009, atau sebelum diberlakulannya perdagangan bebas antardua negara,realisasi impor China untuk TPT mencapai US$1,03 miliar. Sedangkan ekspornya tercatathanya US$180 juta.Setelah ACFTA berlaku, lanjutnya, ketimpangan neraca perdaganganIndonesia masih terjadi. Pada 2011 tercatat realisasi nilai ekspor produk TPT ke Chinasebesar US$388,4 juta dan impor mencapai US$2,28 miliar. "Kunjungan CCCT diharapkanmenjadi jembatan untuk kerja sama perdagangan melalui investasi.Setelah investasi masuk,produk yang dihasilkan untuk kebutuhan ekspor," ujarnya.Ade mengatakan China sebenarnyatelah memberikan sejumlah fasilitas kepada API untuk meningkatkan ekspor, sepertimengikutsertakan dalam pameran berskala internasional.Namun, dia mengakui pengusahaIndonesia selama ini belum memanfaatkan fasilitas pameran tersebut secara optimal.ViceChairman CCCT Jiang Hui mengatakan sejumlah investor masih menjajaki untukmenanamkan modalnya di Indonesia."Diharapkan hubungan dagang kedua negara akansemakin erat," paparnya.Dia mengatakan ada sejumlah keuntungan berinvestasi di Tanah Air,antara lain karena kondisi ekonomi Indonesia yang relatif kuat. Defisit perdagangan antaraIndonesia dan China cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Per Maret 2011, total impordari China ke Indonesia mencapai US$1,37 miliar dibandingkan Februari sebesar US$1,34miliar. Pada Maret 2011, defisit perdagangan produk non migas Indonesia-China mencapaiUS$668 juta, atau naik dari Januari 2011 sebesar US$327 juta. "Tren defisit perdaganganPENGANTAR EKSPOR IMPOR 18
  • 19. dengan China memang membesar.Tapi, ekspor ke China juga naik," kata Kepala Badan PusatStatistik (BPS), Rusman Heriawan, pada konferensi pers pengumuman inflasi deflasi bulanMaret di BPS Pusat, Senin, 2 Mei 2011.Defisit perdagangan dengan China, menurut Rusman,juga mempengaruhi nilai surplus perdagangan yang makin berkurang. Maret 2011, surplusperdagangan Indonesia mencapai US$1,6 miliar, atau turun 1,25 persen dari bulansebelumnya. "Kami melihat belum ada keseimbangan dengan China," ungkapnya.Dari dataBPS, beberapa barang yang diimpor dari China mayoritas adalah barang modal dan barangkonsumsi seperti elektronik, mesin serta buah-buahan. Telepon seluler menempati urutan teratas impor China ke Indonesia sebesar US$107,7juta, laptop US$59,7 juta, dan buah-buahan segar US$24 juta. Sementara itu, eksporIndSSSonesia ke China sebagian besar berupa barang mentah seperti karet sebesar US$124,2juta, batu bara US$95,9 juta, tembaga US$74 juta, dan cooking coal US$ 72 juta.Barang-barang impor dari China, ujar Rusman, memang tidak dapat dicegah masuk ke pasarIndonesia karena harganya murah dan kompetitif.Apalagi, menurut Rusman, ekspor imporbersifat resiprokal dan tidak mungkin menuntut agar impor turun dan ekspor naik."Kamitidak perlu menahan impor dari China.Struktur impor yang besar dari China juga membawateknologi dan investasi yang besar," tambahnya.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 19
  • 20. BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan Berkaitan dengan isu yang akan diangkat dalam makalah ini, sebaiknya kita perlumengetahui seperti apa yang disebut dengan impor dan ekspor itu sendiri. Kita ketahuibersama bahwa ekspor merupakan kegiatan perseorangan atau badan hukum yang menjualbarang ke luar negeri.Sedangkan impor merupakan suatu kegiatan perseorangan atau badanhukum yang membeli barang dari luar negeri untuk dijual kembali di dalam negeri.Dataperdagangan Indonesia dan China berselisih jauh.Sepanjang triwulan I tahun 2012 ini, baikIndonesia maupun China menyatakan defisit dalam neraca perdagangan kedua negara.Catatan Bloomberg, sampai akhir Maret 2012, neraca perdagangan China-Indonesia defisitUS$ 580 juta di pihak China. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesiatekor US$ 1,65 miliar dari neraca dagangnya dengan China. Entah data mana yang bisadipercaya.3.2 Saran Semoga semua pengertian-pengertian yang ada dalam makalah ini mengenai ”AKUNTANSI INTERNASIONAL: Defisit Ekspor Impor Indonesia Cina” anda pahami benar-benar. Pelajarilah sekali lagi guna pendalaman pemahaman anda. Usahakan seluruh kosentrasi anda tercurah dalam proses pembelajaran ini.PENGANTAR EKSPOR IMPOR 20
  • 21. DAFTAR PUSTAKAPenelusuran Situs dan Website: http://www.bisnis.com/system/article/image/4fd/0df/bc8/438/aa3/53d/001/28e/compact_ kontainer_rmt002.jpg http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2269570-pengertian-ekspor-impor-dan proses/#ixzz26WzTwvUZ http://ariajach.blogspot.com/2011/04/akuntansi-internasional-adalah.html http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/28523/3/Chapter%20II.pdfPENGANTAR EKSPOR IMPOR 21
  • 22. PENGANTAR EKSPOR IMPOR 22

×