Kompas otak pemimpin masa depan interview taruna ikrar

333 views
223 views

Published on

Kompas otak pemimpin masa depan taruna ikrar

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
333
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kompas otak pemimpin masa depan interview taruna ikrar

  1. 1. 14 KOMPAS, SELASA, 8 APRIL 2014 ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGIILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI K I L A S I P T E K PEMILU 2014 Otak Pemimpin Masa Depan Memimpin 250 juta rakyat dengan beragam karakter, menempati wilayah luas nan terpencar serta banyak permasalahan membuat Indonesia butuh pemimpin berotak sehat dan memimpin dengan hati. Pemimpin itu juga harus mampu menginspirasi, memotivasi, memecahkan masalah sekaligus mencintai rakyatnya. Oleh M ZAID WAHYUDI O tak yang sehat yang akan memandu pemim- pin bertindak sesuai ke- benaran otak, bukan emosinya,” kata Ketua Subprogram Studi Neurosains Universitas Surya yang juga peneliti di Sekolah Kedokteran, Universitas Califor- nia Irvine, Amerika Serikat Ta- runa Ikrar di Tangerang Selatan, Jumat (28/3). Psikolog politik dan kekuasa- an Fakultas Psikologi Universi- tas Gadjah Mada, Bagus Riyono, Kamis (3/4), menambahkan un- tuk memimpin negara sebesar Indonesia butuh pemimpin ber- otak cerdas. Kecerdasan itu un- tuk menyelesaikan persoalan bangsa yang kompleks dan mampu berimaji tentang masa depan bangsanya. Pemimpin Indonesia saat ini adalah hasil pilihan rakyat yang suka jalan pintas, pragmatis, dan konsumtif. Wajar jika pemim- pinnya berkarakter sama, mau- nya untung dan senang, tak pe- duli nasib rakyat. Model kepemimpinan itu te- lah menjadikan Indonesia kini sebagai bangsa besar dengan ba- nyak masalah dan dipandang se- belah mata bangsa-bangsa lain. Kepala Pusat Studi Otak dan Perilaku Sosial Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang juga Se- kretaris Jenderal Masyarakat Neurosains Indonesia Taufiq Pasiak mengatakan, Indonesia butuh pemimpin yang berani berpikir di luar pakem, out of the box. Pemimpin model ini harus kreatif dan revolusioner, berani mengambil keputusan dan mengubah sesuatu jadi lebih ba- ik secara radikal dan cepat. Jika tidak, ia hanya akan menabung masalah karena informasi ber- ubah cepat di era tsunami di- gital sekarang. Indonesia, lanjut Taufiq, bu- tuh pemimpin yang bisa ber- empati pada persoalan rakyat, tak cukup hanya bersimpati. Pe- mimpin tak cukup hanya me- mahami dan prihatin atas derita rakyat, tetapi tak mau ikut men- derita bersama rakyat. Empati akan membuat pemimpin tak nyaman dengan kuasa dan ke- nyamanan yang dimiliki selama rakyat masih hidup susah. ”Pemimpin harus bekerja de- ngan hati, rakyat adalah bagian diri yang dicintai, bukan alat untuk berkuasa,” kata Bagus. Pemimpin masa depan juga harus mampu berpikir jangka panjang, tidak lima tahunan se- suai masa kepemimpinan politik Indonesia saat ini. Berpikir jangka panjang ini adalah fungsi puncak otak manusia. Pola pikir jangka pendek dan prinsip untung rugi membuat hal-hal yang tidak kasat mata, termasuk sesuatu yang akan ter- jadi pada masa depan dan pen- ting bagi bangsa terabaikan. ”Model ini hanya melahirkan pemimpin yang tidak takut Tuhan, mereka religius, tetapi rendah spiritualitasnya,” kata Taufiq. Akibatnya, nilai-nilai bangsa luntur, solidaritas, saling percaya, dan persatuan sesama anak bangsa pun hancur. Korteks prefrontal Bagian otak yang terlibat da- lam pemikiran jangka panjang, pengambilan keputusan secara tepat dan cepat, sekaligus ber- imaji tentang masa depan ada- lah korteks prefrontal di otak bagian depan. Di antara semua makhluk hidup, bagian ini hanya ada pada otak manusia sehingga menjadi kunci dari kemanusiaan manusia. Taufiq, yang juga dosen neu- roanatomi Fakultas Kedokteran Unsrat, mengatakan, korteks prefrontal yang mengendalikan pikiran rasional baru muncul saat manusia berumur 6 tahun. Sedang bagian otak yang me- ngendalikan emosi, yaitu limbik, sudah ada sejak manusia lahir. Ini yang membuat memori manusia di masa balita selalu terkait dengan emosi. Keputus- an anak-anak pun diambil ber- dasarkan rasa nikmat atau nya- man, bukan putusan rasional. Meski demikian, korteks prefrontal yang berkembang se- umur hidup itu bisa berkem- bang baik jika seseorang diajar berpikir baik. Jika tidak, mun- cullah seseorang yang fisiknya dewasa, tetapi berpikirnya se- perti anak-anak. Bagus menambahkan, di korteks prefrontal pula imajina- si dilakukan. Di bagian ini, visi pemimpin dibangun, menggam- barkan sasaran masa depan yang belum ada saat ini. Ketika visi itu disampaikan kepada masyarakat, rakyat ter- sadar bahwa mereka memiliki kekuatan dan bisa mewujudkan mimpi itu bersama-sama. ”Inilah pemimpin yang inspi- ratif, pemimpin visioner yang mampu mentransformasikan ci- ta-cita bangsa sekaligus meng- gerakkan rakyat untuk menca- painya,” ujarnya. Dalam sejarah Indonesia, ke- mampuan ini dimiliki prokla- mator Soekarno-Mohammad Hatta dan sejumlah bapak bang- sa lain. Mereka tak hanya mam- pu menghasilkan karya-karya pemikiran besar bagi bangsa, se- perti Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, tetapi juga mampu menggerakkan rakyat. Karakter inilah yang tidak di- miliki pemimpin saat ini. Bah- kan sekadar menghargai hasil pemikiran bapak bangsa yang menjadi dasar-dasar kepemim- pinan bangsa pun susah. Pemeriksaan otak Pentingnya peran otak seba- gai pusat pengambilan keputus- an membuat pemeriksaan otak calon pemimpin perlu dilaku- kan. Metode ini banyak diterap- kan negara maju, tetapi belum jamak di Indonesia. Syarat ke- sehatan calon pemimpin Indo- nesia baru dilihat dari aspek fi- sik semata, belum melibatkan aspek psikologi dan neurosains. Menurut Taruna, dengan mengecek otak, potensi lahirnya pemimpin dengan orientasi har- ta, kuasa atau lainnya bisa di- deteksi. Kemungkinan adanya kerusakan struktur otak akibat genetik atau penyakit kronis tertentu serta adanya gangguan kesehatan mental tertentu da- lam tingkat paling rendah pun bisa diketahui. Pendeteksian tipologi otak calon pemimpin untuk melihat orientasinya itu bisa dilakukan dengan menggunakan electroen- cephalogram (EEG) atau mag- netic resonance imaging (MRI). EEGadalahteknikpembacaan sinyal di otak. Teknik yang relatif lebih murah dibanding MRI ini bisa mendeteksi tingkat ketidak- normalan sinyal otak, termasuk potensi depresinya. MRI bisa di- gunakan untuk mendeteksi di- namika otak seseorang hingga mengetahui struktur bagian otak mana yang bermasalah. Gangguan struktur otak itu akan memengaruhi kemampuan berpikir pemimpin hingga ber- dampak besar pada keputusan yang diambil. ”Otak yang tak se- hat hanya melahirkan kebijakan yang tidak sehat,” ujar Taruna. Larangan Merokok Kurangi Bayi Prematur Pelarangan merokok di area publik membantu mengurangi kelahiran bayi prematur hingga 10 persen. Hasil ini diperoleh dari penelitian di Amerika Serikat dan Eropa. Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Lancet menunjukkan, larangan merokok di tempat umum berdampak positif pada kesehatan anak. ”Pe- larangan merokok jadi cara efektif untuk melindungi kesehatan anak-anak kita,” kata Jasper Been dari Pusat Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Edinburgh, Inggris, kepada Reuters, Ka- mis (27/3). Dia mengatakan, hasil ini seharusnya mempercepat pengenalan legislasi anti rokok di sejumlah kota dan negara yang belum melakukan. Penelitian ini menganalisis data 2,5 juta kelahiran dan hampir 250.000 rumah sakit yang merawat pa- sien yang terkena serangan asma. Penelitian ini menjadi pe- nelitian komprehensif untuk melihat bagaimana aturan anti merokok memengaruhi kesehatan anak. (REUTERS/ELN) PENGANIAYAAN DOKTER IDI Kawal Proses Hukum JAKARTA, KOMPAS — Peng- urus Besar Ikatan Dokter In- donesia akan mengawal proses hukum kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah perwira TNI AU Skuadron Pendidikan 102 Pangkalan Adi Sutjipto, Yogya- karta, terhadap dr Achmad Arief Fatoni. Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zainal Abidin, Senin (7/4), di Jakarta. IDI mendesak agar kasus dise- lesaikan di peradilan militer. Warsito, dari bidang advokasi dan legislasi IDI sekaligus pur- nawirawan TNI AD, memapar- kan, penganiayaan disebabkan ketidakpuasan Letnan Satu Dika terhadap Achmad yang mendi- agnosisnya mengalami kelainan jantung. Diagnosis dikeluarkan pada 4 Maret 2014 setelah pemeriksaan kesehatan terhadap siswa calon instruktur penerbang. Guna me- yakinkan Dika, Achmad me- nyarankan dia berkonsultasi ke- pada dokter spesialis jantung di RSPAU Dr S Hardjolukito, Yog- yakarta. Pada 5-6 Maret 2014, Dika menjalani pemeriksaan treadmill dan perekaman jan- tung. Hasilnya ternyata sama de- ngan diagnosis Achmad. Dika lalu meminta Achmad mendampingi untuk diperiksa dengan Cath Lab/Angiography di RSPAD Gatot Subroto pada 10 Maret 2014. Namun, pihak RS menjadwalkan pemeriksaan pa- da 17 Maret 2014, bertepatan dengan jadwal ujian Dika. Berdasarkan peraturan sku- adron pendidikan, siswa yang ti- dak bisa mengikuti ujian pener- bangan akan dikeluarkan. Hal ini mengecewakan Dika. Pada 13 Maret 2014, Dika ber- sama delapan perwira lain meng- aniaya Achmad hingga menga- lami luka dalam di bagian hati dan ginjal. Menurut Warsito, jantung se- hat merupakan syarat utama un- tuk jadi perwira angkatan udara. Ketua Perhimpunan Dokter Penerbangan Soemardoko Tjo- kowidigdo menyatakan, ”Kelain- an jantung sangat mengganggu instruktur penerbangan karena dia harus melatih siswa dalam kondisi fit.” Seorang penerbang yang mengalami kelainan jantung bisa mengalami gagal jantung dan ke- matian mendadak. Hal itu di- mulai ketika pesawat tinggal lan- das dan terbang serta pada kon- disi oksigen makin menipis. Perkembangan terakhir, em- pat dari delapan perwira yang menganiaya telah menjalani pe- meriksaan oleh Polisi Militer Angkatan Udara. (A05) ILUSTRASI: LUHUR ” Perancis Negara ini terkenal sebagai negara fashion dunia. Beribukotakan Paris, Perancis memiliki ikon terkenal yakni Menara Eiffel, menara tinggi yang merupakan hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Setiap tahunnya, jutaan orang mengunjungi Menara Eiffel untuk melihat Paris yang indah dari ketinggian 275 meter lewat dek observasi. Beberapa tempat wisata yang juga menarik untuk dikunjungi di Paris di antaranya Arch de Triomphe yang merupakan simbol kemenangan Perancis yang dibangun oleh Napoleon pada 1806, Place de la Concorde yang merupakan alun-alun terluas di Paris dengan ciri khas monumen dan air mancur, hingga Musee Du Louvre yang merupakan museum seni terbesar di dunia yang di dalamnya terdapat lebih dari 40.000 koleksi patung dan lukisan dari seniman terkenal, beberapa di antaranya yakni lukisan “Monalisa”. Italia Salah satu kota ternama di Italia adalah Milan. Selain Paris, Milan terkenal sebagai kota fashion yang terletak di sebelah utara Italia dan terletak di hamparan Lombardia, wilayah paling maju di Italia. Di kota ini terdapat pusat belanja tertua di dunia yakni Galleria Vittorio Emanuele di Piazza Duomo. Kota ini menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Katedral Milan, yang terletak di Piazza Duomo, yakni katedral gotik terbesar di dunia. Keunikan katedral ini terletak pada 135 menara dan 3.200 patung yang menghiasi atap katedral. Lokasi lain yang juga tak kalah indah adalah Kastel Sforza, tempat wisatawan dapat melihat artefak istana dan karya seni lainnya, Museum La Scala, yang merupakan salah satu gedung opera terkenal di Eropa, dan Basilika Sant’ Ambrogio yang merupakan salah satu gereja tertua di Milan. Jerman Di Frankfurt, Jerman, para wisatawan dapat melakukan wisata kota dengan melewati Romerplatz (City Hall), Gereja Cathedral, Goethe House, dan Old Town. Perjalanan dilanjutkan menuju Stuttgart. Sesampainya di Stuttgart, wisatawan dapat melewati bangunan bersejarah yang menarik seperti Kastel Hohenheim dan Istana Ludwigsburg Palace yang dihiasi dengan taman yang bergaya baroqe. Jangan lewatkan Muenchen karena setiba di kota ini, para wisatawan dapat mengunjungi Museum BMW yang menyimpan koleksi BMW dari edisi pertama sampai yang paling modern. Selain itu, City Hall, Opera House, Katedral Saint Peter yang merupakan gereja terbesar di Munich, dan Stadium Olympic yang bersejarah sehingga dijadikan patokan untuk film Munich karya Steven Spielberg. Tak lupa kunjungi pula Salzburg, kota kelahiran pemusik terkenal Mozart untuk mendatangi Mozart Birthplace. Sesampainya di Innsbruck, para wisatawan dapat melihat sebuah kota tua dan Istana Raja Maximillian yang dikenal dengan Golden Roof. Selain tiga negara tersebut, masih terdapat Belanda, Belgia, dan Swiss yang menarik untuk dikunjungi saat liburan sekolah di Juni dan Juli nanti. Untuk itu, segera Anda rancang jauh-jauh hari perjalanan wisata impian ke Eropa. Biasanya jika pemesanan dilakukan dari jauh-jauh, biro perjalanan Panorama Tours dapat memberikan diskon hingga 1.000 dollar AS bagi pendaftar pertama. “Keuntungan lain dengan mendaftar perjalanan tur dari jauh hari atau early bird adalah waktu kepengurusan visa akan lebih luang lagi mengingat mengurus visa bisa memakan waktu satu bulan. Ditambah lagi untuk ketersediaan bangku akan lebih banyak pilihan,” terang Vice President Product LTM Panorama Tours Alex Djunisap. [IKLAN/*/ ACH] Sejukkan Mata melalui Keindahan Eropa Barat Negara-negara di Eropa Barat seperti Perancis, Italia, dan Jerman rupanya tak henti menarik perhatian untuk dikunjungi. Kota-kota yang tertata serta pemandangan alam yang ada mampu mengantarkan kesejukan bagi mata. Kesempatan dapat berlibur ke negara-negara tersebut sebaiknya benar-benar dipersiapkan secara saksama hingga nantinya dapat dinikmati secara penuh dan memuaskan. INFO | WISATA

×