• Like
  • Save

Loading…

Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.

Hamil Kok Jadi Terkena Diabetes?

  • 1,609 views
Published

 

Published in Health & Medicine
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
1,609
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
0
Comments
0
Likes
6

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Hamil kok jadi terkena Diabetes? Irene Trisbiantara, S.Ked
  • 2. DEFINISI
    • Diabetes gestational merupakan diabetes yang terjadi dan terdeteksi setelah seorang wanita menjadi hamil dimana sebelum kehamilan, wanita tersebut tidak menderita diabetes 1,2 .
    • Diabetes merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada kehamilan 1.
  • 3. Bagaimana proses terjadinya diabetes pada wanita hamil? Diagram 1 1
  • 4.
    • Pada setiap wanita hamil, plasenta menghasilkan beberapa hormon, yaitu:
      • growth hormon (hormon pertumbuhan)
      • corticotropin releasing hormon
      • placental lactogen
      • progesteron 1 .
    • Hormon-hormon tersebut merupakan hormon diabetogenik (pencetus diabetes) .
  • 5. Apa akibatnya untuk ibu dan bayi??
    • Ibu
    • Proses persalinan secara normal menjadi sulit
    • Trauma/luka pada jalan lahir
    • Meningkatnya resiko tekanan darah tinggi ( preeclampsia )
    • Meningkatnya kemungkinan dilakukan operasi seksio sesarea
    • Bayi
    • Makrosomia (berat badan bayi lahir > 4 kg)
    • Kelainan kongenital (cacat bawaan)
    • Bayi lahir mati
    • Kelahiran prematur (kurang dari 9 bulan mengandung)
    • Trauma pada bayi karena proses persalinan pervaginam yang sulit
  • 6.
    • Pada diabetes gestational kejadian bayi lahir mati 4-6 kali lebih banyak dibandingkan kehamilan tanpa diabetes.
    • Hal ini dikarenakan hyperglycaemia (kadar gula darah yang tinggi) dan hyperinsulinaemia (kadar insulin yang tinggi) dalam darah ibu yang mengakibatkan bayi dalam perut ibu mengalami hipoksia (kekurangan oksigen) 3 .
  • 7.
    • Makrosomia merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada diabetes gestational 4 . Terutama lebih dikarenakan oleh adanya gangguan metabolisme lemak 4 .
  • 8. Bisakah diabetes diketahui dan diatasi sejak awal kehamilan? (Deteksi dini) Tabel 1. Screening untuk mendeteksi Diabetes Gestational oleh Fifth International Workshop-Conference on Gestational Diabetes 2 Resiko rendah Resiko sedang Resiko tinggi Gula darah diperiksa namun tidak perlu secara rutin bila didapatkan kondisi sebagai berikut: Kadar gula darah diperiksa pada usia 24-28 minggu kehamilan dengan 2 cara, yaitu: Lakukan pemeriksaan kadar gula darah dengan prosedur pada resiko sedang jika terdapat salah satu atau lebih kondisi dibawah ini: Berasal dari ras/etnis yang angka terjadinya diabetes gestational rendah 2 tahap : 50 gram glukosa dan dilanjutkan dengan 100 gram glukosa Obesitas yang berat
  • 9. Resiko rendah Resiko sedang Resiko tinggi Tidak ada keluarga (1 generasi di atasnya) yang mengalami diabetes 1 tahap : 100 gram glukosa Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 Usia < 25 tahun Riwayat diabetes gestational sebelumnya, glukosuria (gula dalam air kemih meningkat) ataupun gangguan metabolisme glukosa Berat badan normal saat lahir Tidak ada riwayat metabolisme glukosa yang abnormal Tidak ada riwayat kehamilan yang buruk
  • 10.  
  • 11. Diagram 2: Mendiagnosis diabetes gestasional 1
  • 12. Kadar gula darah normal sesuai jam pemeriksaan setelah diberi glukosa 100 gram Darah 100 gr glukosa Puasa < 95 mg/dl 1 jam < 180 mg/dl 2 jam < 155 mg/dl 3 jam < 140 mg/dl
  • 13. Penanganan 2 Diagram 3 2
  • 14.
    • Diet
    • Untuk wanita hamil yang tidak obesitas, kebutuhan kalori per hari 30 kkal/kg BB 1,2 .
  • 15.
    • Monitor kadar gula darah
    • Wanita hamil yang memonitor gula darahnya setiap hari, maka jumlah bayi makrosomia yang lahir lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan wanita hamil yang hanya memeriksa kadar gula darah saat datang ke klinik 2 .
  • 16. Daftar pustaka
    • Prawirohardjo, Sarwono, Sp.OG; Wiknjosastro, Hanifa, Prof., dr., Sp.OG. ILMU KEBIDANAN “KEHAMILAN DAN GANGGUAN ENDOKRIN”, hal 851-856. PT. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2008.
    • Cunningham, F. Gary, MD, et all. WILLIAMS OBSTETRICS 23 rd edition “DIABETES”, page 1104-1125. Mc Graw Hill Companies, USA, 2010.
  • 17.
    • 3. Kari A. Teramo, M.D., Ph.D. (Senior Scientist). Obstetric problems in diabetic pregnancy – The role of fetal hypoxia. Volume 24, issue 4, pages 663-671 (august 2010). http://www.bprcem.com/article/S1521-690X(10)00038-2/pdf
    • 4. Emilio Herrera, Ph.D, Henar Ortega-Senovilla, Ph.D. Disturbances in lipid metabolism in diabetic pregnancy – Are these the cause of the problem? Volume 24, issue 4, pages 515-525 (August 2010)
    • http://www.bprcem.com/article/S1521-690X(10)00039-4/abstract