• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Dongeng Sebelum Tidur
 

Dongeng Sebelum Tidur

on

  • 5,054 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,054
Views on SlideShare
5,054
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
118
Comments
1

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Dongeng Sebelum Tidur Dongeng Sebelum Tidur Document Transcript

    • TAMMI PRASTOWO Dongeng Sebelum Tidur Menuliskan apa yang dipikir Memikirkan apa yang ditulis JULI 2012
    • Untuk: Akmal Dzaky Mubarok, Padanya kutitipkan harapan dan Agustina, Pelecut semangat hidupku.Dongeng Sebelum Tidur 1
    • SALAM SAPANekat. Itulah faktor yang mendorong sayamemberanikan diri menjilid coretan-coretan sayamenjadi satu. Bukan karena ingin narsis. Namunkenekatan ini saya maksudkan untuk bisamenjawab pertanyaan: siapa aku?Selama ini biduk jati diri saya terombang-ambingmengikuti arus lakon hidup. Sekarang lakon hidupmendamparkan saya sebagai seorang penulis bukuajar. Saya mesti memberi makna atas segala polahyang saya mainkan. Hanya dengan „memberi makna‟saya akan dapat menemukan jawaban pertanyaan diatas.Menuliskan apa yang terlintas di pikiran sengajasaya pilih untuk menajamkan pemikiran yang masihtumpul. Lahirlah coretan berisi geremengan sayaatas realita hidup. Semula sempat terlahir harapanbahwa Anda akan bersedia memikirkan apa yangsaya tuliskan. Namun, impian itu terlalu berlebihan.Di tengah kesibukan Anda, sangat tidak etis jika sayameminta Anda memenuhi impian tadi. Akhirnya,saya hanya berani berharap paling tidak coretansaya membuat Anda memiliki bahan mendongeng Dongeng Sebelum Tidursebelum tidur bagi buah hati tercinta. Wassalam.Tammi Prastowo 2
    • DAFTAR ISI Surga Kecilku Membaca Untuk Mengurai Makna .............. 6 Menghidupkan Hati ..................................... 8 Semoga Allah Melimpahimu Nikmat .......... 11 Marah vs Marah ........................................... 14 Pilihan Sekolah ............................................ 16 Ketika Dzaky Belajar Berhitung .................. 18 Dongeng Sebelum Tidur ............................. 20 Tayangan Sehat Bagi Anak ......................... 24 Anakku Cermin Jiwaku .............................. 27 Etiket Hidup di Perumahan ....................... 33 Resah di Awal Bulan .................................. 37 Tunai Atau Kredit? .................................... 40 Kala Menatap Dunia Ketula-Tula Ketali ..................................... 43Dongeng Sebelum Tidur Jangan Bugil di Depan Kamera ................ 50 Awas, Racun Teknologi ............................ 55 Otak-Otak Televisi .................................... 58 Semut, Laba-laba, Atau Lebah? ............... 61 Aman Bersepeda Motor ........................... 64 3
    • Wang Sinawang ...................................... 67Kenangan IndahSang Pengidola Ebiet ............................. 71Warisan .................................................. 73Perempuan Pengukir Jiwaku ................ 78Menata Hati .......................................... 80Roda Tiga: Masa Kecil .......................... 83Phoenix Biru: Masa SMP ..................... 90Phoenix Biru: Masa SMA ..................... 97Federal Biru: Nyungsep ....................... 102Federal Biru: Jalan Buntu ................... 106Federal Biru: Sekolah Bidadari ........... 110Menggulirkan Bola Salju Kebaikan ..... 113Status Editor, Kerja Ghost Writer ....... 119Merinding Kala MengingatMu ............ 123Mistergrid ............................................. 127Menulislah, Siapa Tahu Jadi Buku ...... 130Saya Ingin Mewariskan Buku .............. 135 Dongeng Sebelum TidurTammi itu ............................................. 139 4
    • Dongeng Sebelum Tidur5 Surga kecilku
    • MEMBACA UNTUK MENGURAI MACETMacet. Tidak menemukan ide tulisan. Sukarmengungkapkan pikiran lewat tulisan. Inilahyang saat ini sedang saya alami. Saya merasabegitu susah untuk membuat satu tulisan,walaupun hanya singkat. Mengapa ini bisaterjadi?Saya yakin itu disebabkan oleh karena sayatidak berpikir. Padahal perintah untuk berpikirsudah ditegaskan Allah dalam al quran.Ingatlah ayat tentang ulil albab. Mereka ialahorang-orang yang selalu berpikir tentangkejadian siang dan malam, saat terbitnyamatahari maupun saat tenggelamnya, tentangkedatangan malam dan siang, semua itumenjadi terlupa.Karena tidak berpikir, tidak ada pengetahuanbaru yang saya peroleh. Rasanya sia-siamelewati waktu 24 jam tanpa bertambahnya Dongeng Sebelum Tidurpengetahuan. Bahkan sangat mungkin yangbertambah justru dosanya. Naudzubillahi mindzalik.Karena tidak ada pengetahuan baru yang sayaperoleh, tidak ada bahan yang bisa saya 6
    • tuliskan. Jadi, penyebab tidak bisa menulis karena saya tidak bertambah pengetahuan akibat tidak menggunakan pikiran. Saya pun kembali bertanya, apa yang perlu dilakukan untuk membangunkan pikiran yang tidur? Menurut al quran, satu-satunya cara ialah membaca. Membaca bisa bermakna menyimak hasil karya orang lain yang tertuang lewat tulisan. Membaca juga bisa bermakna menyimak pemikiran orang lain yang di- sampaikan secara lisan. Upaya menyerap masukan tersebut akan melahirkan output serupa pemikiran kita. Proses dialektika yang berlangsung dalam pikiran itu menjadikan kita lebih mudah menemukan pengetahuan baru. Selanjutnya, pengetahuan tersebut bisa kita tuliskan. So, solusinya sudah saya dapatkan. Saya harus membaca. Itu saja.Dongeng Sebelum Tidur 7
    • MENGHIDUPKAN HATIInilah ungkapan yang tepat untuk meng-gambarkan aktivitas saya belakangan ini. Sayaingin menghidupkan hati yang telah mengeras.Kekerasan hati ini membuat saya tidak pekadengan kondisi lingkungan. Melemahkansemangat berusaha saya sehingga saya tidakberhasil melakukan loncatan besar dalamhidup. Membelenggu diri saya sehingga tidakoptimal dalam berusaha. Padahal saya masihmemiliki banyak sekali harapan. Saya masihingin sekali memberi manfaat besar bagikeluarga, orang tua, dan lingkungan sekitar.Saya juga tetap memiliki keinginan untukmembawa kebahagiaan bagi orang-orang yangmencintai saya. Inilah yang harus sayaperjuangkan sekarang.Hati pun harus hidup, dan tidak keras karenadegil. Hati yang hidup menjadi syarat bagi sayauntuk lebih bersemangat memperjuangkanharapan. Lantas bagaimana cara meng- Dongeng Sebelum Tidurhidupkan hati?Kata Rasulullah, obat penyakit hati itu ada 5hal. Pertama, membaca al qur‟an danmenghayati maknanya. Kedua, melakukansholat malam secara khusyuk. Ketiga, bertemandengan orang-orang sholih. Keempat, 8
    • perbanyak puasa sunah. Kelima, mem- perpanjang dzikir di waktu malam. Dari kelima hal tersebut, mana yang sudah saya lakukan? Ternyata yang saya lakukan saat ini baru sebatas memulai melakukan sholat malam, mentadaburi ayat-ayat al quran, dan mem- perbanyak dzikir di pagi hari. Mengawali memang sebuah langkah tepat untuk bisa mengobati hati. Namun yang lebih penting ialah melakukannya secara istiqomah. Ini yang belum berhasil saya jalani. Tanpa ke- istiqomahan, penyakit hati saya tidak mungkin terobati. Artinya, keinginan memiliki hati yang hidup pun tidak akan terwujud. Membaca buku „Catatan Hati di Setiap Sujudku‟ mengingatkan saya pada azzam tersebut. Saya bisa merasa terharu ketika meresapi kalimat- kalimat yang tentu ditulis dengan sepenuh hati. Sering kali air matapun menetes. Ternyata manusia itu tidak pernah berdaya ketika berhadapan dengan masalah. Kita sangat membutuhkan bantuan Allah untuk bisa mengatasinya.Dongeng Sebelum Tidur Namun kesadaran untuk bersikap pasrah pada Allah itu tidak datang dalam waktu sekejap. Ada proses yang mesti dilalui seiring dengan semakin beratnya ujian. Pada titik terlemah kita akan dengan ikhlas menundukkan kepala dan 9
    • memohon kepada Allah. Inilah yang menyentakkesadaran saya untuk lebih banyak berdoa.Semoga saya diberi hidayah Allah sehingga bisamenemukan kembali kehidupan saya yang lebihbaik. Amin. Dongeng Sebelum Tidur 10
    • SEMOGA ALLAH MELIMPAHIMU NIKMAT Jum‟at, 6 Mei 2011. Hari ini Dzaky ulang tahun yang kelima. Alhamdulillah. Berjuta syukur saya panjatkan ke hadirat Allah swt yang telah melimpahi Dzaky dengan nikmat yang sangat banyak. Bayangkan. Dzaky tumbuh sebagai anak yang tidak rewel. Ketika sakit cacar air bulan kemarin, dia tetap tegar dan ceria. Padahal ada cacar air yang timbul di lidahnya sehingga terasa perih saat makan dan minum. Ada juga yang tumbuh di lubang telinga sehingga kotoran telinga menggumpal di lubang telinga. Saya dan ibunya yang melihat hal itu merasa miris, kasihan. Akan tetapi melihat ketegaran dan keceriaannya, kami berpikir insya Allah DzakyDongeng Sebelum Tidur baik-baik saja. Alhamdulillah, harapan kami dikabulkan Allah. Dzaky sekarang sudah sehat kembali walau bekas cacar di kulitnya belum semuanya terhapus. 11
    • Kelebihan yang Allah berikan pada Dzakysangat banyak. Dia memiliki potensikepemimpinan yang cukup besar. Dzaky bisamengarahkan jalannya permainan saat bermainbersama teman-teman seusia. Mereka puntampak senang bermain bersama Dzaky. Semuamainan Dzaky biasa digelar bersama teman-temannya. Mainan pun berceceran di ruangtamu. Bagi saya hal itu tidak masalah toh padahakikatnya mereka sedang belajar sambilbermain. Namun kegaduhan mereka kadangmembuat saya risih. Dalam suasana semacamini, saya memilih untuk bersabar danmengendalikan suasana dengan menertibkanmereka.Dari berbagai pertanyaan yang Dzakylontarkan, saya tahu kalau dia tengahmempelajari banyak hal dan menyerapinformasi sebanyak mungkin. Makanya, sayadan ibunya berusaha memberi jawaban yangbenar dan tepat untuk setiap pertanyaan yangdia lontarkan. Begitu pula saat menanggapikomentar yang dia sampaikan. Kami berusaha Dongeng Sebelum Tidurmemberi tanggapan positif yang penting bagijiwanya. Ini kami lakukan karena kami inginDzaky menjadi anak yang lebih berkualitasdaripada kami sehingga dapat memberimanfaat bagi dirinya, keluarga, agama, danmasyarakat. 12
    • Sikap empati Dzaky sudah nampak. Dia bisa berbagi hati, mengungkapkan emosi positifnya, dan menyampaikan kritikan dengan bahasa pas dan tidak kasar sehingga mengejutkan orang tuanya. Selamat ulang tahun, Dzaky. Ya Allah, limpahkan karuniaMu untuk Dzaky. Berilah petunjuk pada kami untuk bisa mendidik Dzaky dengan baik, menanamkan akhlak karimah di jiwanya, dan mengasah potensi Dzaky agar dia menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Amin.Dongeng Sebelum Tidur 13
    • MARAH VS MARAHLho, kok marah? Heran saya dengankemarahan yang tiba-tiba muncul ketikamelihat Dzaky marah. Dia memukulkan layang-layang ke lantai. Ini gara-gara saya tidakmenanggapi permintaannya. Waktu itu saya,ibunya, dan Tante Ika sedang mengobroltentang pembuatan pagar rumah. Anak sayamerasa terganggu dengan suara ramai kami.Dia lalu meminta volume suara film Upin danIpin dikeraskan. Sekali permintaannya tidakkami respon, dia marah dan mencoba mencariperhatian dengan tindakan tadi.Saya sebagai orang tua merasa terganggudengan kerewelannya. Menurut saya, dia sudahbertindak tidak sopan di depan orang lain. Inimemalukan keluaga. Saya segera menjewertelinganya. Dzaky menangis. Namun saya tidakmencoba menghiburnya supaya reda tangisnya.Yang saya lakukan justru mengancamnnya:Berhenti menangis atau film dimatikan. Tentu Dongeng Sebelum Tidursaja dia semakin keras menangis.Yang lebih mengherankan lagi ternyata emosisaya langsung meluap. Hebat!!! Masalahnyaapa, eh tahu-tahu saya jadi punya kambinghitam. Dengan gegabah saya menuduh diapenyebab masalah pagi itu. 14
    • Bukankah seharusnya saya bersikap lebih sabar lagi kepada anak sendiri? Bukankah saya seharusnya bertanya dengan lembut penyebab sikap kasarnya? Selanjutnya tinggal saya penuhi permintaannya. Masalah selesai. Tidak perlu terjadi insiden itu. Namun semua itu ternyata tidak saya lakukan. Barangkali kemarahan saya muncul dari rasa terkejut atas ekspresi emosional anak saya. Saya tidak suka dengan sikap kasar yang ditunjukkan Dzaky. Karena saya merasa tidak pernah mengajarinya bersikap kasar, maka saya marah. Akan tetapi jika mau berpikir lebih jernih, sebenarnya saya tengah disodori sebuah cermin. Jangan-jangan inilah yang telah saya ajarkan kepada anak saya selama ini. Bahwa merajuk dan sikap kasar akan membuatnya berhasil meraih tujuan. Jika benar dia mempelajari hal itu dari orang tuanya, berarti sesungguhnya sayalah yang telah mendidiknya secara keliru.Dongeng Sebelum Tidur Ini harus diwaspadai. Saya harus mengubah gaya mendidik saya agar Dzaky tidak menjadi orang yang merugi kelak. Maafkan ayah, ya nak. 15
    • PILIHAN SEKOLAHKemarin istri saya bertanya, “Dzaky maudisekolahkan di mana, yah?” Belum sempatsaya menjawab, dia jawab sendiri pertanyaantadi dengan suatu persyaratan. “Kalau SD Alamitu bagus, lebih baik Dzaky bersekolah di sana.”Saya setuju dengan permisalan tadi. Bagi saya,sekarang kualitas siswa tidak ditentukan lagioleh status sekolahnya: negeri atau swasta.Walaupun saya dan ibunya adalah 100%produk sekolah negeri dari SD sampai SMA.Begitu juga yang akan menentukan kualitaspribadi Dzaky. Dia justru akan terpengaruholeh perlakuan para pendidiknya.Ngomong-ngomong tentang kualitas pendidik,saya merasa semakin banyak guru di sekolahnegeri yang menurun etos kerjanya. Merekatidak lagi menjalankan tugasnya dengan penuhdedikasi. Sekarang setelah materi menjadiukuran kualitas guru, saya pikir banyak guruyang terjebak pada komersialisasi pendidikan. Dongeng Sebelum TidurMurid bukan lagi manusia yang harus di-perlakukan dengan sebaik-baiknya. Muridsudah turun derajatnya menjadi penikmatlayanan pendidikan yang dijajakan olehsekolah. Bagaimana bisa kita mempercayakan 16
    • pendidikan anak kepada guru yang berorientasi materi seperti itu? Saya lebih baik memilih sekolah dengan guru- guru yang masih berdedikasi tinggi. Ini masih dimiliki oleh para guru di sekolah swasta baru. Seperti halnya SD alam. Saya lihat guru- gurunya masih muda-muda, idealis, dan belum terpengaruh oleh virus komersialisasi pen- didikan. Semoga dua tahun lagi, saat Dzaky masuk SD, mereka tetap istiqomah pada idealita tersebut.Dongeng Sebelum Tidur 17
    • KETIKA DZAKY BELAJAR BERHITUNGMengenalkan konsep angka kepada anak akanlebih menarik dan mudah dipahami jikadilakukan dengan menggunakan soal cerita.Strategi inilah yang dilakukan istri saya padaDzaky. Sebuah soal cerita diajukan.“Ibu punya tiga semangka. Satu semangkadimakan ibu, satu semangka dimakan dzaky.Sekarang semangka ibu tinggal berapa?”Tahukah Anda jawaban yang Dzaky berikan?Dia malah meneruskan soal cerita tadi.“Satu lagi dimakan ayah.”“Terus semangka ibu tinggal berapa?” tanyaistri saya.“Ya, habis,” jawab Dzaky.Saya tersenyum mendengar dialog tadi.Bukannya menjawab soal yang diajukan ibunya, Dongeng Sebelum TidurDzaky malah menambahi soal ceritanya.Jawabannya pun tepat: habis. Artinya, Dzakysebenarnya tahu jawaban soal asli dari ibunya.Ketika dia menyempurnakan soal tadi, dia punbisa menjawab dengan tepat. Hehe, kamumemang hebat, sayang! 18
    • “Dzaky punya empat ikan. Satu ikan dimakan kucing. Berapa ikan Dzaky sekarang?” “Eh, yang dua buat ibu. Yang satu lagi buat ayah.” “Ya, deh. Sekarang jumlah ikan Dzaky berapa?” “Nol, yah.” Itulah soal cerita yang saya ajukan. Tapi kadang kala Dzaky tidak menjawab soal yang diajukan. Dia justru menambah-nambahi cerita tadi atau membelokkan topiknya dengan pertanyaan khasnya: Kenapa sih, yah? Memang menanamkan konsep berhitung pada anak tidaklah gampang. Orang tualah yang harus telaten dan terus memutar otak agar anak dapat memahaminya dengan baik.Dongeng Sebelum Tidur 19
    • DONGENG SEBELUM TIDURSewaktu kecil, dongeng menjadi menu favoritsaya. Bapak sering mendongeng sebelum tidur.Topiknya macam-macam. Kadang tentangkancil yang cerdik. Kadang tentang Budi yangbaik hati. Kadang tentang si Banu yang nakal.Waktu itu, saya merasa semua dongeng begitumenarik. Berangkat tidur merupakan momenyang selalu dinantikan karena itu berarti saatuntuk menyimak dongeng baru.Sekarang, anak saya juga senang menyimakdongeng. Semula saya mendongeng supayaDzaky mau berangkat tidur. Topik yang sayapilih pun acak. Namun saya selalu berusahamerumuskan dulu pesan moral yang ingindisampaikan. Pesan yang terlintas di pikiranitulah yang saya bingkai ke dalam cerita. Yangsemula hanya cara untuk membujuk tidur anak,akhirnya dongeng menjadi wajib hukumnya.Protespun segera dilayangkan anak saya jikasaya hanya merebahkan badan sambil Dongeng Sebelum Tidurmengipasinya dengan menggunakan kardusbungkus susu.“Ayah, cerita!” Spontan kantuk yang telahmembuai mata ngacir pergi. 20
    • Mengapa dongeng begitu menarik perhatian anak? Dari mengamati perilaku anak saya, paling tidak ada tiga alasan yang membuat anak tertarik dongeng. Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan daya imajinasinya. Sebuah dongeng tentu memiliki beberapa tokoh cerita. Melalui paparan lisan, anak membangun imajinasinya tentang setiap tokoh. Saya kerap kaget ketika dia mencoba menggambarkan imajinasinya. Misalnya, waktu saya mendongeng dengan tokoh cerita mamooth, si gajah purba. Dzaky langsung menyela, “Mamooth itu gajah yang besar sekali, gadingnya panjang, bulunya lebat. Kalau berjalan, tanah akan berguncang. Buumm … buumm …! Kayak gempa, yah.” Hehe, gambarannya tentang mamooth seperti gambaran orang yang pernah ketemu mamooth saja. Beberapa kali menyimak dongeng membuat Dzaky mampu menyusun kerangka dongeng versinya. Order yang diberikan pun menjadi lebih spesifik, “Ayah, cerita tentang harimauDongeng Sebelum Tidur dan gorila!” Kalau seperti ini, saya sering memerlukan waktu untuk menyusun kerangka dongengnya. Kebetulan saya belum pernah bercerita tentang dua tokoh tadi. Sambil menyusun kerangka cerita, saya juga berpikir tentang pesan moral yang ingin disampaikan. 21
    • Tahu bapaknya agak lama berpikir, biasanyaDzaky yang merangkaikan jalan cerita.“Nanti harimau bertemu gorila. Terus harimauingin maem jeruk. Terus gorila membeli jerukdari toko. Terus gimana, yah?” Dari sinikemudian saya dapat menyambungnya. Nggakmati gaya, kan?Kedua, dongeng menjadi media tepat untukmenanamkan berbagai nilai dan norma padaanak. Saya berusaha menyisipkan pesan moraldalam setiap dongeng yang disampaikan. Pesanitu bisa berupa nilai kejujuran, nilai kasihsayang, atau nilai kesehatan.Suatu ketika saya meminjam karakter Upin danIpin. Dalam dongeng versi saya, Upin dan Ipintidak mau menggosok gigi. Akibatnya merekasakit gigi. Supaya sembuh, mereka harusmenggosok gigi dengan rajin. Dari cerita tadi,saya pahamkan pada Dzaky arti penting gosokgigi. Alhamdulillah, dia tidak rewel lagi jikadisuruh gosok gigi.Dongeng juga membuat nasihat terasa nyaman Dongeng Sebelum Tidurditerima. Banyak nasihat yang disampaikanorang tua melalui perintah. Tidak jarang orangtua memilih metode marah-marah gunamenyampaikan nasihat pada anak. Menurutsaya, kedua cara tadi tidak efektif ditempuh. 22
    • Anak cenderung menolak nasihat itu melalui sikap yang ditunjukkan. Nah, dongeng sangat tepat dipilih untuk menyosialisasikan nilai dan norma yang penting bagi mereka. Ketiga, dongeng menjadi media komunikasi antara anak dengan orang tua. Kesibukan kerja dan aktivitas sosial yang dijalani sering menyikat habis waktu orang tua untuk bertemu anak. Mendongeng memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan anak. Biasanya anak mengajukan pertanyaan berkaitan dengan cerita yang dia simak. Ketika menjawab pertanyaan tadi, Anda bisa menyisipkan pertanyaan balik padanya. Dari sini, Anda bisa mengungkap pengalaman sehari anak di sekolah atau waktu bermain bersama teman. Komunikasi yang terjalin itu akan mendekatkan hati Anda dengan hati mereka. Sempatkah Anda mendongeng sebelum anak tidur? Menurut saya, ini saat yang tepat untuk mendongeng. Cobalah untuk membatasi dominasi tv dan internet dari kehidupan anak Anda. Selagi ruang pergaulan mereka masihDongeng Sebelum Tidur sebatas rumah dan sekolah, selagi jiwa mereka masih putih. Mari kita bangun pondasi moral yang luhur agar anak-anak tidak tergilas arus zaman. 23
    • TAYANGAN SEHAT BAGI ANAKSaya memang membatasi kesempatan Dzakyuntuk menonton televisi. Yang boleh Dzakylihat hanya film anak-anak, program untukanak, atau film pengetahuan. Namun tidaksemua acara televisi yang termasuk kategori ituboleh dia lihat. Seleksi pun tetap saya lakukanagar Dzaky tidak terpapar pesan negatif yangterselip dalam film. Salah satu kriteria yangkami pakai ialah tidak ada contoh perbuatankekerasan dan kriminal dalam tayangantersebut. Film yang menurut saya memenuhikriteria tersebut ialah Dora the Explorer,Curious George, dan the Backyardigans.Tiga film itu menurut saya istimewa. Dora theExplorer merupakan film interaktif yangmengajak pemirsa berdialog. Saya langsungtertarik waktu pertama melihatnya di tahun2005. Saat menonton film ini anak suatu ketikadiminta membantu Dora memilih satu dari Dongeng Sebelum Tidurbeberapa pilihan yang tengah dihadapi Dora.Pada waktu yang lain, anak dimintamengucapkan kata kunci tertentu. Misalnyakata-kata berbahasa asing. Tidak jarang merekadiminta melakukan suatu tindakan yang 24
    • kemudian mempengaruhi jalan cerita. Sungguh film dengan pendekatan baru yang bagus. Curious George menurut saya juga bagus bagi anak. Dalam film ini tidak ada tindak kekerasan yang muncul dalam cerita. Bahkan ketika George, si monyet usil, itu membuat kegaduhan. Pria bertopi kuning tidak memarahinya. Demikian pula orang-orang lain di sekitar George. Nah, film George ini juga mengajarkan konsekuensi dari suatu tindakan yang kita ambil. Film lain yang menarik ialah the Backyardigans. Ini film yang bercerita tentang imajinasi anak-anak ketika bermain bersama teman-temannya. Di halaman belakang rumah, mereka bisa menjadi apapun yang mereka bayangkan. Saya tertarik film ini karena bisa mendorong imajinasi anak saya. Alhamdulillah, imajinasi Dzaky pun melejit cukup tinggi. Hal itu bisa saya lihat ketika Dzaky bermain bersama teman-temannya. Sewaktu Dzaky bercerita tentang imajinasinya pada saya pun terasa runtut.Dongeng Sebelum Tidur Setelah menilai ketiga film tersebut, saya merasa tidak khawatir jika Dzaky melihat tayangan tiga film tersebut. 25
    • Namun ada juga film yang sering dilihat Dzakytapi saya belum merasa sreg sepenuhnya.Kedua film itu Spongebob dan Land BeforeTime. Ketika Dzaky melihat film Spongebobdan Land Before Time, kami harusmendampinginya. Tujuannya untuk memberipemahaman yang benar tentang cerita yang diasaksikan. Ini perlu dilakukan karena kadangjalan cerita yang disajikan terasa tidak pas bagianak-anak.Misalnya, di film Land Before Time, biasanyadimunculkan dinosaurus jahat yang akanmencelakakan Daki, Spike dan kawan-kawan.Nah, tindakan dinosaurus jahat itu yang kamiulas agar Dzaky tidak menirunya.Begitu pula saat melihat Spongebob. Banyakcerita berpesan negatif saya jumpai di serial ini.Seperti ulah Spongebob yang usil atau reaksikasar Squidward terhadap Spongebob danPatrick. Saya tegaskan pada Dzaky untuk tidakmeniru perilaku buruk dari tokoh-tokoh yangada di sana. Dengan berbuat demikian, kamiberharap yang terinternalisasi di benak Dzaky Dongeng Sebelum Tidursebagian besar berupa nilai dan normakebajikan. Hal ini penting baginya untukmenghadapi berbagai tantangan hidup di masamendatang. 26
    • ANAKKU, CERMIN JIWAKU Dzaky sayang, Saat ini kamu mungkin belum bisa memahami tulisan ayah ini. Tulisan tentang besarnya terima kasih ayah kepadamu. Mengapa demikian? Karena Dzaky telah menjadi cermin bagi jiwa ayah. Sikap dan tindak tandukmu menjadi bahan renungan ayah. Baiklah, coba kamu simak apa yang ayah tulis supaya paham maksud ayah. “Apa sih, yah?” Itu pertanyaan yang sering Dzaky lontarkan pada ayah setiap menemukan hal baru. Baru kau dengar, baru kau lihat, ataupun baru ingin kau ketahui lebih jauh. Ayah mencoba memberi jawaban yang me-muaskan rasa ingin tahumu. “Oh, itu anu.” Jawaban singkat ayah langsung kau sambar, “Anu itu apa, yah?” Karena ingin menjadi ayah yang baik, ayah mencoba menjabarkan pengertian anu. “Anu itu bla blaDongeng Sebelum Tidur bla.” Ayah pilih kata-kata yang mudah kau pahami. Hati-hati ayah pilih kata-kata itu supaya kamu tidak memiliki pengertian yang keliru tentang hal tersebut. 27
    • Sayangnya, sering ayah kehilangan kata-katauntuk menjawab pertanyaanmu selanjutnya.Hingga yang muncul sekedar jawaban, “Anu ituanu.” Apabila kamu mengejar ayah denganpertanyaan serupa, tidak jarang justru amarahyang muncul. “Sudah, jangan banyak tanya.Nanti kalau besar Dzaky tahu sendiri.” Huhh,apologi yang konyol.Dzaky yang gemar belajar,Sebenarnya dari pertanyaan sederhana itu,ayah belajar beberapa hal penting dalam hidup.Pertama, ayah harus memahami sesuatudengan benar dan jelas. Pemahaman semacamini ternyata penting karena menjadi penuntundalam bertindak secara tepat. Bertindak tepattentu harus sesuai dengan konteks situasi danwaktu.Nah, pemikiran ini mendorong ayah dan ibumengajarmu berpikir logis. Kamu ayahbiasakan memiliki alasan jelas bagi setiaptindakan yang diambil.Misalnya, ayah memintamu tidak bermain di Dongeng Sebelum Tidurhalaman sore itu. Permintaan tadi tentu adaalasannya. Coba tengok. Rumput di halamanmasih basah sehabis disiram. Padahal kamusudah selesai mandi dan berganti baju bersih.Kalau Dzaky bermain di halaman, tentu bajumu 28
    • kembali kotor. Bisa-bisa Dzaky harus mandi lagi. Itulah alasan yang ayah kemukakan. Ingat, sayang, selalu ada alasan demi kebaikanmu di balik anjuran yang ayah berikan. Itu karena besarnya kasih sayang kami kepadamu. Anjuran ayah juga demi kebaikan Dzaky. Alhamdulillah, pola pikir ini telah terekam di benakmu. Buktinya, kamu selalu bertanya, “Kenapa, yah?” untuk setiap anjuran yang ayah sampaikan. Dan kamu bisa menerima keterangannya dengan baik. Dalam berpikir logis, ayah berusaha untuk tidak menipumu. Ayah tidak mau Dzaky mematuhi anjuran ayah karena takut pada hal-hal yang tidak logis. Misalnya, ayah menganjurkanmu untuk tidak berlarian di jalan depan rumah kita. Alasan yang ayah kemukakan bukan karena di jalan ada hantu. Itu bukanlah alasan yang benar. Tidak ada hantu di jalan depan rumah kita. Yang ada di sana ialah orang yang lalu lalang menggunakan sepeda dan motor. Berlari-larian di jalan bisa mencelakakan dirimu, nak. Nah, Ayah menghindari alasanDongeng Sebelum Tidur yang berisi kebohongan semacam itu. Tujuannya agar Dzaky belajar bersikap jujur. 29
    • Anakku yang pintar,Di usiamu sekarang, ayah sering kagum dengansikapmu. Apalagi ketika ayah membandingkansikapmu dengan sikap ayah pada rentang usiayang sama. Kamu lebih kritis dalam menilaisuatu hal.Ingatkah kamu ketika mengajak temanmumengaji? Mereka tidak mau mengaji karenaingin terus bermain. Kamu bilang, “Eh, ituenggak solih. Kalau tidak mengaji, Allah tidaksayang, lho.”Subhanallah, Dzaky sudah bisa memahami artipenting mengaji daripada bermain. Kalau ayahbandingkan dengan sikap ayah dulu, ayah jadimalu. Dulu, seusia kamu, ayah tidak termotivasimengaji. Yang penting bermain, bermain, danbermain. Jika simbah menyuruh mengaji, ayahmalah pergi menghindar. Sungguh bukancontoh yang patut ditiru, nak.Ayah juga ingat hari Senin lalu kamu engganbobo siang. Katamu,”Biar tidak ketinggalanmengaji, bu.” Ya, pekan lalu Dzaky memang Dongeng Sebelum Tidurtidak mengaji gara-gara bobo siang kelamaan.Kamu jadi sedih. Belajar dari pengalaman,kamu memilih tidak bobo siang supaya bisamengaji. Hemm, luar biasa anak ayah nih. 30
    • Semangat mengaji yang kamu tunjukkan menohok jiwa ayah. Selama ini ayah tidak aktif mengaji. Padahal ajakan mengaji sering disampaikan oleh beberapa kenalan ayah. Kenapa ayah tidak mengaji? Alasannya terlalu naif: karena tidak ada teman yang aktif di pengajian itu. Ah, ayah jadi malu. Ayah harus berubah sikap supaya Dzaky juga terus bersemangat mengaji. Insya Allah ayah akan rutin mengaji agar tidak menyesal. Ayah tidak ingin menjadi contoh orang tua yang tidak konsisten dalam mendidik anak. Apalagi Allah menyuruh setiap hambanya untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka. Naudzubillahi min dzalik. Dzaky yang solih, Ayah perhatikan Dzaky senang bermain dino. Itu mainan plastik berbentuk aneka jenis dinosaurus. Pagi ataupun petang Dzaky mengajak ayah bermain dino. Maaf jika ayah tidak selalu antusias dengan permainan tadi. Ayah sering merasa capek setelah bekerjaDongeng Sebelum Tidur seharian. Mengoreksi naskah dan mencari literatur untuk membuat buku itulah yang ayah kerjakan seharian. Sering mata ayah terasa pegal setelah seharian bekerja dengan komputer. Nah, kalau sudah demikian Dzaky bisa marah. 31
    • Maafkan ayah jika sering membuat Dzaky kesal.Maafkan ayah yang karena capek, tidak bisaselalu bermain denganmu. Tapi Dzaky perlutahu, ayah sangat senang dengan semangatmuyang tidak pernah padam. Ayah berharap besaragar kamu bisa menyerap aneka pengetahuanyang akan menerangi jalanmu. Dan di tengahkeheningan malam, ayah selalu memohonkepada Allah swt agar diberi kekuatan untukbisa menjaga semangat belajarmu, meng-gandeng tanganmu menyusuri jalan yangbenar. Tetaplah semangat, nak. Niscaya duniaada dalam genggamanmu. Dongeng Sebelum Tidur 32
    • ETIKET HIDUP DI PERUMAHAN Genap setahun saya tinggal di sebuah kawasan perumahan baru. Dulu ini bekas pabrik budidaya dan pengolahan jamur yang terbesar di Klaten. Setelah bangkrut, lahan pabrik ini dibeli oleh pengembang. Menurut rencana, di sana akan dibangun 500 unit rumah dengan berbagai tipe. Saat ini, pengembang tengah membangun ruki (rumah kios) untuk melengkapi deretan ruko yang sudah ada. Saya merasa sangat bersemangat ketika pindah ke sini. Penyebabnya ada dua. Pertama, karena kami akan tinggal di rumah sendiri. Setelah 4 tahun pindah-pindah kontrakan, akhirnya Allah memberi cukup rezeki untuk memiliki rumah sendiri. Walaupun hanya rumah sederhana, tetapi anugerah ini sangat membahagiakan saya sekeluarga. Anda akan bisa merasakan euphoria tersebut jika anda mengusahakan sendiri segala persyaratan biaya dan administrasi rumah –Dongeng Sebelum Tidur tanpa meminta bantuan keuangan dari orang tua. Bukan berniat sombong jika kami tidak meminta bantuan finansial pada orang tua. Langkah tersebut kami tempuh karena kami 33
    • yakin bahwa dengan pertolongan Allah, usahakami mendapatkan rumah impian akanterlaksana. Bertahun-tahun istri sayamenyisihkan sebagian upah kerja yang sayaterima. Ketika menerima royalti buku-bukuyang saya tulis, kami berusaha menyimpannyadengan baik. Sedikit demi sedikit, akhirnyatabungan kami terkumpul sehingga bisadigunakan untuk memenuhi segala persyaratanKPR. Alhamdulillah. Memang benar, setiaprumah memiliki sejarahnya sendiri.Kedua, karena kami akan merumuskan kontraksosial baru bersama para tetangga. Saya danpara tetangga di sini adalah generasi pertamapenghuni perumahan itu. Walaupun berasaldari beragam latar belakang, kami punya niatyang sama. Kami ingin membangun lingkunganhunian yang nyaman, sehat, dan kondusif bagipendidikan anak-anak kami. Untuk itudiperlukan aturan hidup yang akan dipatuhibersama. Adanya peluang mengutarakan ide-ide bagi keharmonisan lingkungan membuatsaya begitu antusias. Tampaknya, para tetangga Dongeng Sebelum Tidurpun merasakan hal yang sama.Pembahasan kontrak sosial melingkupi hal-halyang boleh dan tidak boleh dilakukan olehwarga. Hal-hal yang boleh kita lakukan biasadisebut hak. Sementara hal-hal yang tidakboleh dilakukan dapat disebut kewajiban. 34
    • Antara hak dan kewajiban dalam pemahaman saya selalu berjalan seiring. Ibarat dua sisi mata uang, hak dan kewajiban tidak bisa dipisahkan. Sewaktu kita menjalankan kewajiban, pada saat yang sama kita tengah memberikan hak orang lain. Demikian pula sebaliknya. Banyak ide disampaikan para tetangga dalam merumuskan kontrak sosial tadi. Sebagian ide sudah disepakati bersama menjadi etiket hidup di perumahan. Sementara ide yang lain menjadi wacana yang hangat kami bahas. Saya sendiri mencoba mencari tahu tentang etiket hidup bertetangga menurut Rasulullah saw. Dari sekian banyak hadits yang membahas masalah ini, ada satu hadits yang menurutku perlu dipahami benar oleh orang yang tinggal di kawasan perumahan. Hadits yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani sebagai berikut. „Hak tetangga ialah bila dia sakit kamu kunjungi dan bila wafat kamu menghantar jenazahnya. Bila dia membutuhkan uang kamu pinjami dan bila dia mengalami kemiskinan (kesukaran) kamu tutup-tutupiDongeng Sebelum Tidur (rahasiakan). Bila dia memperoleh kebaikan kamu mengucapkan selamat kepadanya dan bila dia mengalami musibah kamu datangi untuk menyampaikan rasa duka. Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutup 35
    • kelancaran angin baginya dan jangan kamumengganggunya dengan bau periuk masakankecuali kamu menciduk sebagian untukdiberikan kepadanya.‟ (HR. Ath-Thabrani)Wah, lingkungan perumahan pasti menjadiharmonis jika warganya bisa menerapkan etiketyang tersurat dalam hadits tersebut. Ternyatakunci menciptakan interaksi sosial yangharmonis terletak pada perilaku setiap pihakyang berhubungan. Hal ini sudah disampaikanRasulullah saw dalam hadits berikut.„Kamu tidak bisa memperoleh simpati semuaorang dengan hartamu, tetapi dengan wajahyang menarik (simpati) dan dengan akhlakyang baik.‟ (HR. Abu Yala dan Al-Baihaqi)Namun, etiket bermuamalah tentu tidaksebatas itu. Menurut Anda, etiket apa lagi yangperlu diperhatikan oleh warga sebuahperumahan? Dongeng Sebelum Tidur 36
    • RESAH DI AWAL BULAN Pernahkah Anda merasa resah melihat uang gaji yang diterima di awal bulan? Saat ini saya tengah mengalaminya. Saya sempat merasa cemas ketika melihat pos-pos pengeluaran yang harus saya penuhi. Dari gaji yang saya terima, hanya tersisa Rp150.000,00 saja untuk konsumsi satu bulan. Masya Allah, saya sempat shock merenunginya. Bagamaina caranya memenuhi keperluan konsumsi bagi istri dan seorang anak saya dengan uang sejumlah itu? Kondisi sekarang mengingatkan saya pada beberapa peristiwa yang lalu. Dulu saya sering mengalami keadaan kepepet saat masih kuliah. Uang bekal dari orang tua sudah sangat tipis. Semua pos pengeluaran sudah dipenuhi. Tinggal dua pos saja yang harus dibiayai: pos konsumsi dan ongkos pulang. Pilihannya menjadi hitam dan putih. Jika sisa uang digunakan untuk makan, maka tidak ada ongkos pulang ke Purworejo. PadahalDongeng Sebelum Tidur kepulangan itu bertujuan untuk meminta biaya hidup selama seminggu ke depan. Nah, dalam kondisi seperti itu, saya cenderung memilih mengalahkan pos konsumsi. Jika biasanya makan sehari tiga kali, di masa krisis, makan berkurang menjadi dua kali. 37
    • Sering pula nasi saya ganti dengan singkong.Saya pergi ke pasar Ledoksari membelisingkong. Di kos, saya rebus singkong itu lalusaya makan panas-panas. Sebagian saya sisakanuntuk makan siang. Dengan demikian, saya bisapulang ke rumah untuk mengambil uang jatahmingguan.Setelah berkeluarga, saya juga pernahmengalami kondisi semacam ini. Waktu itusaya mau pindah ke rumah kontrakan yangpertama. Uang sudah habis untuk bayarkontrakan. Sisa uang akan digunakan untukkeperluan konsumsi anak yang masih bayi.Sementara saya belum punya perabot pentingseperti lemari, kasur, dan tempat tidur. Darimana lagi dapat uangnya? Untungnya waktuitu dapat pinjaman dari Mbak Atik, teman baikistri saya, sehingga bisa membeli barang-barangtersebut.Ketika mengingat masa-masa sulit itu, akhirnyasaya harus bersyukur. Ternyata Allah selalumenunjukkan jalan keluarnya. Allah selalumemberi kekuatan lahir dan batin untuk Dongeng Sebelum Tidurberusaha mengatasinya. Sungguh Allah mahabenar dengan segala firmannya. Allah telahmenegaskan bahwa sesudah kesulitan pasti adakemudahan. Bahkan penegasan itudisampaikan hingga dua kali. Artinya, inigaransi yang 100% terjadi dan berlaku bagi 38
    • semua makhlukNya. Karena yakin dengan ke- benaran tersebut, sampai-sampai ada yang mengambil kesimpulan bahwa beratnya cobaan menandakan semakin dekatnya pertolongan Allah. Lantas apa yang perlu dilakukan setelah yakin dengan ketentuan Allah tersebut? Inilah wilayah kerja manusia. Saya harus berusaha sekuat tenaga agar bisa menjemput janji yang Allah berikan. Itu saja. Tapi bagaimana caranya, ya? Nah, ini yang sekarang sedang saya cari. Insya Allah jika sudah ketemu, saya akan menjalaninya dengan penuh semangat. Doakan agar saya bisa, ya.Dongeng Sebelum Tidur 39
    • TUNAI ATAU KREDIT?Lebih baik beli tunai daripada kredit. Itulahyang diyakini istri saya saat akan mencaribarang bergerak yang diperlukan. Mengapa?Katanya, barang yang dibeli tunai itu sudah sahmenjadi milik kita. Sementara barang yangdibeli secara kredit, statusnya belum sahmenjadi milik kita. Kita hanya memiliki hakpakai sampai barang itu lunas. Ketika kitamelakukan kredit barang, sewaktu-waktubarang bisa diambil kembali oleh pemiliknya.Seperti halnya barang sewaan. Jika kitadianggap wanprestasi, pemilik dapat menarikbarang itu tanpa memberi ganti rugi atas biayayang telah kita keluarkan selama ini. kita tidakmemiliki landasan kuat untuk mem-pertahankan barang tadi.Hal ini juga berarti kita tidak bebasmemperlakukan barang kreditan. Misalnya kitabutuh dana segera. Jika yang kita punya itubarang yang dibeli dengan kontan, kita bisa Dongeng Sebelum Tidurmenjualnya kepada orang lain. Akan tetapi, jikayang kita miliki itu barang kreditan, kitaterpaksa cari cara lain untuk mendapatkandana tadi. Kemungkinan besar berhutangkepada saudara atau teman. Nah, akhirnya kitajustru menggali lubang baru untuk menutup 40
    • lubang lainnya. Kondisi semacam ini tentu tidak kita inginkan, bukan? Penjelasan tersebut membuatku berpikir setiap kali akan mengambil tawaran kredit. Padahal di kantor sepanjang waktu ada penawaran barang secara kredit. Barangnya pun beragam. Dari sepeda onthel, laptop, sampai hape. Nah, yang terakhir ini sepeda motor yang ditawarkan. Konon, harganya lebih murah daripada harga di pasaran. Kita boleh tidak membayar uang muka (DP 0 rupiah), dengan masa angsuran 3 tahun menurun. Pantaslah banyak teman yang tertarik.Dongeng Sebelum Tidur 41
    • Kala dunia menatap Dongeng Sebelum Tidur42
    • KETULA-TULA KETALI “Bapak dan ibu tidak bisa mewariskan harta. Karena itu mumpung kamu masih bisa bersekolah, belajarlah yang benar. Bapak yakin ilmu itu akan bermanfaat bagimu kelak.” Pesan bapak itu masih melekat kuat di benak saya. Pesan tersebut mungkin mencerminkan harapan banyak orang tua dari kalangan tidak berpunya terhadap anaknya. Mereka memimpikan agar si anak tidak terjerat dalam keterbatasan seperti yang dialaminya sekarang. karena tekad tersebut, banyak orang tua yang legawa berujar, “Biarlah segala duka lara ini aku tanggungkan asal engkau mendapatkan yang lebih baik, anakku.” Mengapa muncul harapan seperti itu? Ternyata sebagian besar masyarakat meyakini bahwa pendidikan merupakan jembatan emas untuk melakukan mobilitas sosial. Melalui pen- didikan, seseorang dapat naik ke jenjang sosialDongeng Sebelum Tidur yang lebih tinggi. Dengan memasuki kelas sosial yang lebih tinggi, sang anak akan memiliki penghidupan yang lebih baik. Sungguh ini bukan impian di siang bolong. Kita tentu bisa menemukan contoh orang yang 43
    • berhasil melakukan mobilitas sosial vertikaltadi.Mungkinkah memupuk impian tersebut saatini? Ketika melihat realitas dunia pendidikanIndonesia, rasanya tidak semua orang tua bisamendendangkan impian tersebut ke telingaanaknya. Memang konstitusi Indonesiamewajibkan negara untuk menjaminterpenuhinya hak-hak dasar fakir miskin dananak-anak telantar. Memang undang-undangtentang sistem pendidikan nasional mengaturagar setiap warga negara mendapatkanpendidikan dasar 12 tahun. Memangpemerintah berusaha keras untuk me-ningkatkan anggaran pendidikan menjadi 20%dari APBN. Akan tetapi, justru dari landasanhukum tersebut melahirkan sejumlah kebijakanpendidikan yang tidak berpihak pada rakyatkecil.Simak saja fenomena kastanisasi pendidikanyang membagi sekolah menjadi tiga. Jenjangtertinggi ialah sekolah bertaraf internasional(SBI). Di bawahnya terdapat rintisan sekolah Dongeng Sebelum Tidurbertaraf internasional (RSBI). Sementara kastaterendah ialah sekolah reguler.Siapa yang bisa masuk ke SBI dan RSBI? Tentuhanya siswa dengan kecerdasan tinggi dankemampuan finansial kuat. Berbagai kegiatan 44
    • dan fasilitas yang diberikan menjadi alasan utama mahalnya biaya masuk dan biaya bulanan di dua sekolah ini. Tahukah anda berapa kisaran biaya-biaya tersebut? Kompas edisi 3 Juni 2010 menyebutkan, “Biaya masuk di sekolah-sekolah berstatus RSBI umumnya 8 juta hingga 10 juta rupiah, sementara biaya bulanan Rp 450.000,00 hingga Rp850.000,00.” Tentu orang tua harus merogoh kocek lebih dalam untuk membiayai anaknya yang bersekolah di sekolah berstatus SBI. Para siswa di kedua sekolah tersebut belajar menggunakan metode pembelajaran dwibahasa (bahasa Indonesia dan Inggris). Sekolah akan menghadirkan guru asing (native teacher) untuk mengajar mata pelajaran matematika, sains, dan bahasa inggris seminggu sekali. Penerapan metode tersebut tentu menambah mahal biaya sekolah di sana. Menurut Musni Umar, Ketua Komite SMA Negeri 70 Jakarta, penerapan metode tersebut dinilai mubazir. Alasannya karena orientasi danDongeng Sebelum Tidur mimpi mayoritas siswa SMA setelah tamat sekolah di dalam negeri adalah melanjutkan pendidikan ke UI, UGM, ITB, dan lain-lain. Mereka tidak berpikir untuk bersekolah ke luar negeri. 45
    • Di sini terdapat asumsi yang keliru bahwaSekolah Bertaraf InternasionaI harus meng-ajarkan pelajaran dalam bahasa Inggris.Padahal negara-negara maju seperti Jepang,Perancis, Finlandia, Jerman, dan Korea meng-gunakan bahasa nasional mereka sebagaibahasa pengantar. "Sebaiknya sekolah bertarafinternasional perlu dikaji ulang. Sepatutnya kitaberkiblat ke tujuan sistem pendidikan nasionalkita, bukan ke sistem luar macam Cambridge,"ujar Musni (Kompas, 25 April 2010).Memang ada ketentuan untuk menyisihkansekian persen kuota bagi siswa berprestasi darigolongan ekonomi lemah. Namun padapraktiknya, sekolah akan secara bertahapmengurangi prosentase tadi supaya bisamenutup besarnya biaya operasional. Tidakmengherankan jika sebagian warga lalu berpikirpemerintah berperilaku seperti di zamanpenjajahan belanda. Salah satunya UtomoDananjaya, Direktur Institute for EducationReform Universitas Paramadina. "Yang kayadiutamakan, yang miskin tidak diperhatikan. Dongeng Sebelum TidurPerlakuan membedakan ini diskriminasi,"tuturnya. (Kompas, 3 Juni 2010)Lantas, benarkah sekolah reguler merupakanpilihan terbaik bagi mayoritas rakyat kecil diIndonesia? Memang sumbangan pengem-bangan pendidikan (SPP) telah dibayarkan oleh 46
    • pemerintah. Mereka yang belajar di sekolah negeri berhak mendapatkan fasilitas tersebut. Dana bantuan operasional sekolah (BOS) pun dibagikan pada setiap siswa. Namun, pemikiran komersial yang merasuk ke dalam benak para penyelenggara pendidikan mendorong mereka menempatkan wali murid sebagai objek bisnis. Ada saja celah yang dapat dimasuki untuk menarik dana dari orang tua. Semuanya dibungkus dengan dalih „demi kemajuan pendidikan putra-putri Anda sendiri‟. Tidak heran jika muncul keluhan, “Katanya sekolah gratis. Kok masih bayar?” Ketika orang tua gagal memenuhi segala pungutan tersebut, akhirnya anaklah yang menjadi korban.Di tahun 2007 saja, lebih dari 1,1 juta anak terpaksa memilih berhenti bersekolah di Indonesia. Artinya, setiap menit ada 4 siswa yang putus sekolah waktu itu. Berdasarkan kenyataan empiris di lapangan, diperkirakan jumlah anak putus sekolah masih akan meningkat. Ketula-tula ketali. Sudah jatuh tertimpa tangga.Dongeng Sebelum Tidur Peribahasa itu tepat menggambarkan kondisi orang tua murid sekarang. Bayangkan saja. Walaupun mereka sudah menangis batin melihat anaknya putus sekolah, orang tua masih bisa terancam membayar denda pada pemerintah. Mengapa hal itu terjadi? 47
    • Hal ini bisa terjadi jika masing-masingpemerintah daerah menyetujui aturan sepertiyang diajukan anggota DPRD kota Depok.Mereka menyiapkan Rancangan PeraturanDaerah (Raperda) Sistem dan MekanismePenyelenggaraan Pendidikan. Raperda tersebutmengatur sanksi bagi orangtua yang lalaimenyekolahkan anaknya berupa denda. Jikasecara sah dan meyakinkan orangtua sengajamenelantarkan hak anak untuk menuntaskanwajib belajar pendidikan dasar 12 tahun, yangbersangkutan dapat dikenai tuduhan perdatadengan hukuman denda maksimal 10 kali lipatbiaya pendidikan anak pada masa penelantaranpendidikannya.Namun sanksi tidak serta-merta diterapkankepada setiap orangtua yang tak bisamenyekolahkan anaknya. Penjatuhan sanksitadi akan mempertimbangkan kemampuanorangtua siswa (Kompas, 23 April 2010).Sungguh ironis dunia pendidikan kita.Pemerintah seperti menutup mata tentangkeadaan rakyat. Bukankah kebanyakan kasus Dongeng Sebelum Tiduranak putus sekolah disebabkan karena orangtua tidak mampu membayar biaya sekolah?Jangankan untuk membayar aneka pungutantadi, untuk memenuhi kebutuhan pokok sajasemakin banyak yang kerepotan. Kondisi inidiperparah dengan menyempitnya lapangan 48
    • pekerjaan dan banyaknya PHK. Bagaimana mungkin pemerintah membuat kebijakan yang tidak berpihak pada mayoritas rakyat? Masihkah pemerintah menjadi abdi masyarakat seperti yang digembar-gemborkan? Tolong, jangan pupus mimpi kami!Dongeng Sebelum Tidur 49
    • JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!Fantastik! Kompas (9/04/2010) mengangkathasil survey tentang orientasi remaja Indonesiaterhadap pornografi. Menurut survey tersebut,97% responden remaja mengaku pernahmenikmati pornografi. Yang lebih mengejutkan,62% responden mengaku pernah melakukanhubungan badan.Jika dikaitkan dengan realitas kehidupansekarang, sekilas tidak ada yang istimewa darihasil survey tersebut. Masyarakat sudah bisahidup rukun dengan pornografi. Padahal yangporno itu selalu panas. Terbukti panasnyapornografi tidak pernah terkalahkan oleh isupolitik terpanas di negeri ini. Diculiknya Miyabiternyata langsung menculik perhatian sebagiankita dari huru-hara mundurnya SMI.Akan tetapi saya lagi tidak ingin membahasSMI apalagi Miyabi. Bagi saya, ada yang perlu Dongeng Sebelum Tidurdicermati lebih jauh berkaitan dengan hasilsurvey tersebut. Saya teringat lontaranpendapat Sony Setyawan, penggagas kampanyejangan bugil di depan kamera. Sinyal tersebutdisampaikan Sony beberapa waktu lalu dalamacara Kick Andy. 50
    • Pornografi menjadi salah satu perhatian utama masyarakat bukan hanya karena daya tariknya yang begitu kuat. Mereka yang sudah berkeluarga saja tetap keranjingan dengan sensasi porno. Apalagi remaja yang baru menggelegak rasa ingin tahunya. Sorotan masyarakat juga berkaitan dengan dampak negatif pornografi. Sudah banyak kajian yang membahas akibat buruk pornografi dari berbagai sudut pandang. Ada yang mengaitkan pornografi dengan keharmonisan keluarga. Laporan yang terakhir membahas efek pornografi terhadap merosotnya perekonomian nasional Amerika Serikat. Fenomena pornografi tidak bisa diberangus begitu saja. Selain karena peminatnya yang terus bertambah, pornografi juga didukung oleh kepentingan kapitalistik. Cukup memakai logika sederhana untuk memahami pernyataan tadi. Pornografi itu barang dagangan yang dicari banyak orang. Produk porno mengalahkan buku best seller dan film box office apapun. Wajar bila kemudian produsenDongeng Sebelum Tidur pornografi berlomba-lomba menyuplai per- mintaan pasar tadi. Pemasaran secara terang- terangan dilakukan melalui situs-situs porno. Sementara pemasaran produk dalam bentuk DVD dan VCD dilakukan secara sembunyi- sembunyi oleh banyak penjual cakram padat 51
    • kaki lima. Nah, seandainya jumlah remajaindonesia itu mencapai 100 juta orang dan 62%dari mereka mengonsumsi produk pornografi,betapa banyak pemasukan yang diperoleh olehsang produsen. Apalagi pemasarannya di-lakukan dengan menjangkau seluruh pelosokdunia.Para pelaku bisnis pornografi kini semakin lihaidalam melancarkan aksinya. Semula merekahanya merekam adegan esek-esek yangdilakukan oleh bintang film porno. Peng-ambilan gambarpun dilakukan di studio.Namun, sekarang pelaku bisnis pornografisudah go public. Mereka mengiming-imingikonsumennya untuk menjual gambar erotisyang direkam bersama pasangan. Bahkanmenurut sony, sedikitnya terdapat lima situsporno di indonesia yang membuat penawaranterbuka tadi. Konon, mereka bersedia membelisetiap menit adegan mesra yang dimilikidengan harga 100.000 rupiah.Mengapa muncul tawaran itu? Ternyata hal ituberkaitan dengan disematkannya fitur perekam Dongeng Sebelum Tidurgambar pada telepon seluler. Banyak anakmuda tergoda untuk merekam adegan mesramereka melalui ponsel. Gambar yang direkampun bervariasi, mulai dari pose telanjangsampai adegan hubungan seksual. Semulagambar tersebut hanyalah untuk konsumsi 52
    • pribadi. Barangkali inilah „prasasti cinta‟ yang mereka pahatkan. Namun demi alasan ekonomis atau aktualisasi diri, foto dan video itu berpindah ke tangan pelaku bisnis esek- esek. Bagaikan kanker, gambar porno me- nyusup cepat ke seluruh kalangan. Sony khawatir Indonesia sudah masuk pada era industri pornografi yang dilegalkan. Dia membuat klasifikasi pembuatan video porno menjadi enam peringkat. Peringkat pertama adalah video porno yang dibuat secara iseng. Misalnya, rekaman gambar telanjang seseorang yang dibuatnya sendiri. Peringkat kedua adalah video porno yang dibuat atas nama cinta. Contohnya, sepasang kekasih yang ingin adegan mesranya didokumentasikan. Sayangnya, pihak wanita sering menjadi korban. Dia tidak menghendaki adegan mesranya direkam apalagi disebarluaskan, tetapi pihak lelaki me- maksanya. Peringkat ketiga, yaitu mengambil gambar adegan seksual atau ketelanjangan dengan menggunakan kamera tersembunyi.Dongeng Sebelum Tidur Tanpa disadari, ada kamera yang meng- abadikan momen itu. Orang yang direkam baru mengetahuinya setelah gambar tersebut beredar di masyarakat. 53
    • Peringkat keempat adalah pembuatan videoporno yang sengaja dilakukan untuk tujuankomersil. Inilah yang dilakoni oleh bintang filmporno seperti Miyabi. Peringkat kelima adalahpembuatan video porno tentang adeganperkosaan. Sedangkan peringkat keenamadalah pembuatan video porno yang me-libatkan anak-anak.Video mesum apa yang pernah Anda putar?Gambar porno apa yang pernah Anda saksikan?Ah, tidak penting menjawab pertanyaan itu.Walau kita menyaksikannya dengan sembunyi-sembunyi demi alasan moral, ternyata adik atauanak kita sudah melangkah lebih jauh. Merekatelah mempraktikkannya bersama pasangan.Bahkan, ada yang berani unjuk gigi denganmempertontonkan „kepribadiannya‟ di depanumum. Na‟udzubillahi min dzalik.Tidak aneh jika sekarang Depdikbudmengangkat isu pendidikan karakter bangsauntuk membangun masyarakat yang lebihberadab. Namun, kampanye ini akan segeradikenang sebagai jargon semata jika tanggung Dongeng Sebelum Tidurjawab mendidik generasi muda hanyadibebankan pada guru di sekolah. Supayaefektif, peran aktif orang tua – yang sesung-guhnya menjadi guru utama dan pertama bagianak- sangatlah diperlukan. Mari jaga diri dankeluarga kita dari murka Allah swt! 54
    • AWAS, RACUN TEKNOLOGI MENGINTAI! Nokia C3 terjual 600 buah dalam waktu empat jam di Bali. Begitu sekilas judul yang saya baca di Kompas Sabtu lalu (5 Juni 2010). Sebenarnya harga Nokia C3 dibandrol Rp1.159.999 di toko ritel Nokia yang resmi mulai 6 Juni 2010. Namun pada hari pertama dipasarkan, Nokia langsung memberi diskon Rp260.000,00. Penawaran khusus ini berlaku satu hari saja mulai pukul 10.00 hingga 22.00. Penjualan khusus ini dilakukan di 9 kota, yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Yogyakarta, Palembang, Makassar, Banjar- masin, Denpasar, dan Semarang. Yang lebih „membanggakan‟ lagi, Indonesia terpilih sebagai negara pertama perilisan Nokia C3. Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan. Masyarakat Indonesia tercatat memiliki aktivitas tinggi dalam menggunakan jejaring sosial Facebook. Kita tentu menyambut baikDongeng Sebelum Tidur kehadiran gadget yang memenuhi kebutuhan bersosialita. Nah, sampel hasil penjualan Nokia C3 tersebut membenarkan asumsi pabrikan alat telekomunikasi dari Finlandia tadi. 55
    • Sebenarnya, antusiasme warga Indonesiaterhadap teknologi terlihat semakin jelas akhir-akhir ini. Tidak hanya pada kemajuan teknologikomunikasi. Coba saja Anda perhatikan acarapameran teknologi yang lain. Misalnya, padapameran komputer yang semakin rutin digelar.Perhatikan belanjaan para pengunjungnya.Notebook keluaran terbaru jadi bawaan.Kamera digital dengan MP terbesar larisdiserbu. I-pad yang lagi gencar ditawarkan punsudah banyak yang menenteng.Mengapa kita bersikap begitu antusias terhadapperkembangan teknologi itu? Apakah kitamemang benar-benar memerlukannya?Jangan-jangan kita hanya menjadi korban iklandemi mengejar gengsi dan prestise.Saya yakin akan lahir analisis yang cukuppanjang untuk bisa memahami gaya hidup ini.Namun, saya tertarik dengan lontaran Pak DiditChris Prawirokusumo (mistergrid). Dalamworkshop desainer grafika yang diadakan ditempat kerja saya (8-10 Juni 2010), praktisi danpemerhati desain grafis itu melontarkan adanya Dongeng Sebelum Tidurgejala keracunan teknologi. Menurut mistergrid–ini nickname Pak Didit- gejala keracunanteknologi sebagai berikut. 1. Menyukai hal-hal instan. 2. Takut dan sekaligus memuja teknologi. 56
    • 3. Menyukai teknologi sebagai mainan. 4. Menganggap marah dan kekerasan sebagai hal yang wajar dan normal. 5. Tidak dapat membedakan hal yang asli dan palsu. 6. Kehidupan sosial tidak ada. 7. Minimnya pesan edukatif dan religius. 8. Menghilangnya peradaban kultural. 9. Meredupnya esensi mata hati dan perasaan. 10. Semaraknya friksi karena derivasi referensi kompetensi dengan persepsi. 11. Sering terjadi kekeliruan dalam menggunakan piranti kerja karena kurang memahami cara kerjanya. 12. Hilangnya kepercayaan diri si pengguna. Tanda-tanda keracunan ini perlu menjadi perhatian kita. Tujuannya supaya kita tidak diperbudak oleh teknologi. Ingatlah, teknologi itu budak yang baik, tetapi dia itu majikan yang sangat buruk. Itu yang mistergrid tandaskan pada saya.Dongeng Sebelum Tidur 57
    • OTAK-OTAK TELEVISITelevisi memang bisa menjadi alternatifpendamping anak saat orang tua sibuk. Pilihanini diambil sebagian orang tua agar anak tidakrewel selama ditinggal beraktivitas. Beragamacara untuk anak pun disiapkan oleh parapengelola televisi. Ada reality show untuk anak,ada serial kisah bagi anak. Ada pula film yangditujukan pada anak.Anak-anakpun menikmati kemerdekaan dariorang tuanya dengan gembira. Mereka bisabetah duduk berlama-lama di depan kotakgambar hidup. Selama menikmati acara yangmenarik hatinya, anak tanpa sadar sedangmenjalani sosialisasi. Mereka menyerapinformasi yang ditunjukkan lewat perkataandan sikap tokoh. Karena orang tua lengah,sosialisasi tersebut berjalan tidak terkendali.Tahu-tahu anak menunjukkan perilaku yangberbeda dengan yang diajarkan orang tua.Teman saya mempunyai pengalaman mengenai Dongeng Sebelum Tidurhal tersebut.“Ibu ibu. Apa sih isi otakmu?”Komentar yang dilontarkan si kecil membuatsang ibu terkejut. Dia merasa tidak pernahmengajarkan sikap demikian. Tiba-tiba 58
    • anaknya berekspresi semacam itu ketika mengobrol dengan ibunya. Sebagai ibu yang peka, teman saya berusaha mencari penyebab sikap anaknya. Setelah ditelisik, ternyata si anak hanya menirukan ucapan dalam dialog salah satu film Spongebob. Teman saya lalu melarang anaknya menonton Spongebob. Dia mengarahkan si kecil untuk menonton sinetron yang ada pemain anak- anaknya. Menurut pemikirannya, siaran sinetron anak dan sinetron dengan pemeran anak-anak itu tepat ditonton sang anak. Makanya dia tidak merasa cemas ketika anaknya menonton sinetron semacam itu. Suatu hari anaknya menggerutu,”Dasar orang tidak punya otak!” Deg. Teman saya terkaget-kaget mendengar kata-kata anaknya. Ternyata televisi telah menghadirkan „otak-otak‟ di benak si anak. Akan tetapi otak-otak yang ini berbeda rasa dengan otak-otak bandeng yang biasa dia bawa setiap pulang dari Semarang. Otak-otak televisiDongeng Sebelum Tidur ini justru menimbulkan rasa was-was di benak teman saya. Mau jadi apa anakku kalau sepanjang waktu diasuh oleh televisi? Menurut saya, teman saya masih bisa disebut beruntung. Dia segera menangkap sinyal 59
    • pengaruh buruk televisi pada diri si anak. Darisini, teman saya menyadari pentingnyamendampingi anak saat menonton siarantelevisi. Jangan biarkan anak menerimamentah-mentah pesan setiap tayangan yangditontonnya. Ini disebabkan karena konsepacara televisi bagi anak pun belum sepenuhnyaberpihak pada anak. Hak-hak anak untuk men-dapatkan pendidikan yang baik masihdiabaikan oleh para produsen acara danpengelola televisi. Akibatnya pesan-pesan moraltidak menghiasi materi tayangan bagi anak.Melihat realitas ini, mendampingi anak saatmenonton televisi menjadi wajib. Janganlangsung percaya dengan label „film anak‟ataupun „tayangan untuk anak‟. Mari ting-katkan kepedulian terhadap kualitas moralanak-anak. Buah hati kita merupakanpembangun peradaban Indonesia di masadepan. Bukankah kita ingin membangunperadaban yang maju dengan tetap menghargaimartabat kemanusiaan? Dongeng Sebelum Tidur 60
    • SEMUT, LABA-LABA, ATAU LEBAH? Allah swt tidak segan menggunakan perilaku binatang untuk memberi inspirasi bagi manusia. Tiga di antaranya ialah semut, laba- laba, dan lebah. Semut memang hewan yang hidup secara berkelompok. Mereka memiliki pembagian kerja yang sangat rapi. Ada semut yang bekerja menjaga keamanan sarang. Ada juga semut yang bekerja mencari bahan makanan. Sementara ratu semut hanya bertelur sepanjang waktu. Siang dan malam mereka bekerja keras. Semut pekerja pun menjelajah daerah sekitar sarangnya untuk mendapatkan bahan makanan. rempah roti akan dijunjungnya sendiri. Apabila mendapatkan bangkai belalang atau daun, mereka akan menjunjungnya beramai-ramai. Gudang persediaan makanan para semut selalu penuh dan terus bertambah.Dongeng Sebelum Tidur Perilaku laba-laba berbeda dengan semut. Laba-laba bukan makhluk sosial. Dia hidup sendiri-sendiri. Untuk mendapatkan makanan, laba-laba memasang jaring yang cukup besar. Nyamuk atau kupu-kupu yang tersangkut di jaring tentu berusaha melepaskan diri. Gerakan 61
    • mereka menimbulkan getaran pada jaring.Laba-laba kemudian menghampiri binatangyang malang itu. Sikap tangan dingin laba-labatidak hanya dia tunjukkan pada mangsanya.Jika dia tidak mendapatkan makanan, laba-lababetina pun tega memangsa pejantan yang barusaja mengawininya.Lain lagi perilaku lebah. Lebah hewan yanghidup bersama-sama dalam satu sarang. Sepertisemut, ada pembagian kerja di antara paralebah. Perbedaannya terletak pada jenismakanan yang dikumpulkan. Lebah-lebahmenyambangi bunga-bunga yang sedangmekar. Mereka menghisap nektar atau sari daribunga itu. Ketika kembali ke sarang, dia simpannektar tadi. Inilah yang kita kenal sebagaimadu.Bagaimana perilaku semut mewarnaikehidupan kita? Jika berguru pada semut, kitatermotivasi untuk terus menumpuk nikmatduniawi. Kita mengerahkan segala daya agarkekayaan atau popularitas tidak berkurang.Dalam ritme kerja semacam ini, sangat Dongeng Sebelum Tidurmungkin kita melanggar hak-hak diri dan oranglain. Tiada waktu lagi untuk bercengkeramadengan keluarga. Memang pundi-pundi kitaakan segera penuh, bahkan membludak. Akantetapi, yang tersimpan dalam pundi-pundi itubelum tentu yang kita perlukan. Bisa jadi 62
    • sampai kita meninggal, kita belum sempat menikmati hasilnya. Apabila berguru pada laba-laba, kita akan mengandalkan kemampuan otak untuk mencukupi keperluan hidup. Cukup dengan memasang jaring, laba-laba akan men- dapatkan hasil. Barangkali ini yang disebut kerja cerdas. Namun kerja cerdas tadi dapat menyeret pelaku untuk bermain siasat. Nah, tidak jarang korban siasat itu justru orang- orang yang setia membantu selama ini. Lain cerita jika Anda memilih lebah sebagai tipe ideal. Anda akan lebih berhati-hati dalam bekerja. Anda berusaha menempuh cara yang baik dan benar. Memang cara ini harus dilakukan dengan kerja keras. Namun, hasilnya pasti baik buat diri sendiri dan orang lain. Perilaku semut, laba-laba, dan lebah bisa menjadi cermin bagi kita dalam mengejar dunia. Anda bebas memilih cermin untuk meningkatkan motivasi hidup.Dongeng Sebelum Tidur 63
    • AMAN BERSEPEDA MOTORSepeda motor merupakan moda transportasiyang paling populer. Hampir setiap orangmerasa butuh sepeda motor untuk mendukungaktivitas kesehariannya. Ini disebabkan karenasepeda motor mudah digunakan dan mudahdiperoleh. Kemudahan memperoleh berkaitandengan sepeda motor yang bisa diperolehdengan cara kredit. Sementara mudah peng-gunaannya berkaitan dengan cara mengen-darai sepeda motor yang tidak sulit dilakukan.Akibatnya, di jalanan banyak pengendarasepeda motor yang asal jalan. Dia tidakmengindahkan aturan berlalu lintas sehinggadapat membahayakan keselamatan diri sendirimaupun orang lain.Bekendara di jalan raya secara aman harusmenjadi perhatian setiap pemakai jalan. Selainberguna untuk memastikan keamanan dirisendiri, berkendara secara aman juga menjaminketertiban di jalan. Apa saja hal-hal yang harus Dongeng Sebelum Tidurdiperhatikan untuk berkendara secara amanitu? 1. Sebelum berjalan, pastikan bahwa kondisi kendaraan dapat bekerja baik. Periksalah lampu sein, lampu utama, rem, dan klakson. 64
    • 2. Kenakan helm yang memenuhi standar keamanan dengan benar. Pastikan sudah terkunci dengan benar. Helm serupa juga dikenakan oleh orang yang Anda boncengkan. 3. Berjalanlah dengan kecepatan standar. Ketika berjalan di dalam kota, berjalanlah dengan kecepatan maksimal 40 km/jam. Tidak perlu mengebut apalagi dalam kondisi jalan yang ramai. 4. Gunakan klakson dan lampu sein dengan benar. Sewaktu akan membelok ke arah kiri, nyalakan lampu sein kiri terlebih dahulu. Demikian pula sebaliknya. 5. Nyalakan lampu utama walau di siang hari. Cahaya lampu tersebut me- mudahkan pemakai jalan lain untuk mengetahui keberadaan Anda. 6. Jika Anda berjalan pelan, ambillah jalur sebelah kiri. Sebaliknya, jika Anda melaju lebih kencang, ambillah jalur di sebelah kanan. Namun usahakan agar Anda tidak melanggar garis pembatas jalan yang memisahkan dua arus lalu lintas. 7. Jangan mendahului kendaraan lain dariDongeng Sebelum Tidur sebelah kiri. Itu dapat mengagetkan pengendara yang Anda dahului. 8. Tidak perlu menerobos lampu merah. Hal ini dapat membahayakan ke- selamatan Anda. Pada waktu berhenti di traffic light, usahakan posisi kendaraan tidak melampaui marka jalan. 65
    • 9. Utamakan pengendara di depan Anda yang akan berbelok arah. Jika dia sudah menyalakan lampu sein, sebaiknya Anda perlambat laju kendaraan Anda untuk memberi kesempatan dia berbelok.10. Jika palang pintu perlintasan kereta api mulai diturunkan, Anda tidak boleh menerobosnya. Ini membahayakan jiwa Anda karena kereta api tidak bisa mengerem lajunya secara mendadak. Dongeng Sebelum Tidur 66
    • WANG SINAWANG Wong urip iku padha wang sinawang. Ungkapan berbahasa Jawa tersebut me- nunjukkan bahwa kita saling memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Inilah yang melahirkan dinamika dalam kehidupan bersama. Ketika kita melihat rekan kita memiliki suatu barang, kita lalu ingin memilikinya pula. Munculnya keinginan tersebut mendorong kita berusaha untuk mewujudkannya. Jika dana mencukupi, segera kita beli barang yang sama. Apabila dana belum ada, kita pun berusaha menabung sebagian uang kita. Selama masa mengumpulkan tersebut muncullah beragam pengalaman yang mewarnai emosi kita. Ada rasa tak sabar menanti saat cukupnya tabungan untuk men- dapatkan barang tadi. Ada rasa kecewa ketika kita harus menggunakan tabungan tersebutDongeng Sebelum Tidur untuk keperluan mendadak yang lebih penting. Pada kondisi semacam ini, kita cenderung menilai teman yang sudah memiliki barang idaman kita itu pasti bahagia. Di sisi yang lain, tahukah Anda bahwa teman kita juga menganggap kita hidup bahagia? 67
    • Karena ternyata barang yang dimiliki tersebutmenuntut biaya tidak sedikit untuk me-rawatnya. Bisa jadi biaya itu sudah sangat besarsementara hasil yang diperoleh tidak sesuaidengan harapan. Bisa jadi barang tersebutsudah tidak memberikan kepuasan batin bagipemiliknya, sehingga si pemilik merasa irijustru pada orang yang tidak memiliki barangtersebut.Barangkali akan lebih mudah memahamiuraian tersebut jika kita buat satu analogi yangkonkret. Saat itu saya ingin sekali punya laptop.Melihat teman-teman yang sudah memilikilaptop, saya merasa iri. Wah, pasti senang jikapunya barang tersebut. Saya membayangkanbanyak hal yang bisa mereka lakukan denganlaptopnya. Sementara saya tidak bisa me-lakukan hal yang sama karena belum punya.Dari sini tumbuh keinginan saya untukmemiliki laptop. Tapi karena saya tidak punyacukup uang untuk membelinya, saya harusbersabar menungu uang terkumpul dulu. Entahkapan terwujud, saya belum tahu. Dongeng Sebelum TidurNah, di saat yang sama, teman-teman yangsudah punya laptop berpikir bahwa laptopnyasudah tidak lagi memberi kepuasan batinbaginya. Dia yang dulu mengira dirinya palingbahagia karena punya laptop sekarang justru 68
    • merasa terbebani dengan barang tadi. Mengapa demikian? Ternyata memiliki laptop berarti pengeluaran baru. Dia harus beli tas laptop karena laptopnya tidak berbonus tas. Dia harus membeli modem agar bisa online pakai laptop. Dia harus beli cool pad agar laptopnya tidak cepat panas. Dia juga harus membawa-bawa laptopnya yang terasa berat. Akhirnya dia merasa bosan dengan semua itu sehingga memilih meninggalkan laptop tersebut di rumah. Ke kantor dia seperti halnya karyawan yang tidak berlaptop. Inilah yang saya maksud dengan wang sinawang. Bahwa setiap orang saling melirik dan membandingkan kondisinya dengan kondisi orang lain. Ketika melihat kondisi orang lain tampak lebih bahagia, dia merasa kon- disinya tidak membahagiakan. Tapi ternyata mekanisme logika seperti itu justru membuat hidup kita hanya tertuju kepada materi. Astaghfirullahal‟adhim.Dongeng Sebelum Tidur 69
    • indah Kenangan Dongeng Sebelum Tidur70
    • SANG PENGIDOLA EBIET Ketika mendengarkan alunan syair lagu Ebiet G. Ade, jantung saya tercekat. Ada ingatan yang langsung tertuju kepada bapak. Ya, beliau memang pengidola Ebiet. Semua ingatan saya tentang bapak tidak berhenti sebatas masa kecil dulu. Saya teringat kenangan yang pernah diukirkan bapak dalam jiwa saya. Beliaulah yang telah mengajari saya setapak demi setapak memberi makna pada kehidupan kami. Beliaulah yang telah menguatkan saya ketika merasa rapuh untuk berdiri tatkala badai menerjang. Bapak juga yang telah menahankan perih hati saat menerima protes yang pernah saya lontarkan. Seolah saya masih ingat rona wajah putus asa bapak ketika saya pulang dan memohon uang sekolah. Namun sayangnya bapak waktu itu tidak memiliki sisa uang karena sudah habis untuk menutup semua kebutuhan keluarga. Perasaan saya yang peka sangat ingin meng-Dongeng Sebelum Tidur hindar dari suasana semacam itu setiap bulannya. Dan saya hanya bisa menerima dengan rela keterangan yang bapak berikan. Di dasar hati sayapun menangis seperti tangisan hati bapak yang terpaksa melihat saya kecewa. 71
    • Saya masih ingat ketika hari pelepasan siswakelas tiga SMAN 1 Purworejo. Bapak kecewakarena tidak bisa mendampingi saya naikpanggung menerima penghargaan sebagaisiswa berprestasi. Di rumah bapak sempatmemeluk saya, dengan wajah haru. Sambilberbisik, bapak bilang, “Moga-moga bapak bisamendampingimu saat wisuda sarjana besok.”Saya hanya bisa mengangguk.Sayangnya ketika wisuda sarjanapun bapaktidak bisa hadir. Dengan sedikit guyonan, bapakbilang,”Moga-moga bapak bisa menghadiriwisuda pasca sarjanamu, Tam.”Ah, terlalu banyak kenangan yang terukirtentang bapak. Semua kenangan itu mengalirmenjadi rasa rindu yang begitu kuat menyedothati. Dongeng Sebelum Tidur 72
    • WARISAN Bapak saya seorang guru SD. Sekian lama bekerja, yang menggunung akhirnya justru utang. Utang di koperasi, utang di bank, utang di kenalan. Semua dilakukan bukan karena mengejar harta bergerak. Beliau lakukan itu untuk mencukupi biaya sekolah anak-anaknya. Apakah biaya sekolah saat itu mahal? Tentu saja tidak. Saya ingat, SPP kuliah saya per semester tahun 1995 hanya sekitar 150.000 rupiah. Itu bertahan sampai saya lulus. Sedangkan biaya sekolah tiga orang adik saya tidak sampai 100.000 rupiah perbulan. Sementara gaji bapak waktu itu sudah 1,5 juta rupiah. Lantas, mengapa biaya yang sangat murah itu tidak bisa dikover bapak? Setelah saya pikir-pikir, ternyata karena hampir 2/3 gaji bapak habis untuk membayar utang. Anda tentu masih ingat gambaran kondisi kehidupan guru di era Orde Baru, kan? Nah, menyikapi keadaan ekonomi yangDongeng Sebelum Tidur mencekik leher itu, bapak menekankan satu hal pada kami. Beliau berpesan, “Bapak dan ibu tidak bisa meninggalkan warisan harta, nak. Tapi mumpung bapak masih sanggup membiayai sekolahmu, belajarlah dengan tekun. Jangan sia-siakan kesempatan ini. 73
    • Mengapa? Karena ilmu lebih tinggi nilainyadaripada harta. Jika kamu memiliki ilmu,kamu akan tahu cara mendapatkan harta.Ilmu pun tidak pernah berkurang, bahkan bisabertambah. Ini berbeda dengan harta yangdapat hilang sewaktu-waktu.” Nasihat itulahyang terus ditanamkan agar anak-anaknya maubelajar dengan tekun.Nasihat bapak tadi mengingatkan saya padasalah satu mutiara kata Sayyidina Ali bin AbiThalib r.a. Suatu ketika beliau ditanya tentangperbandingan ilmu dan harta. Menurutmenantu Rasulullah saw ini, “Ilmu lebih utamadaripada harta.”Apa kelebihan ilmu dibandingkan harta? Adabeberapa kelebihan ilmu yang diuraikanSayyidina Ali. Namun yang membekas dibenakku ada dua. Pertama, ilmu akanbertambah ketika dibagikan pada orang lain.Anda tahu cara membuat blog yang bagus.Ketika Anda berbagi ilmu tersebut denganorang lain, pemahaman Anda tentangpembuatan blog yang baik akan bertambah. Dongeng Sebelum TidurSebaliknya, harta akan berkurang ketikadibagikan pada orang lain. Simpel saja. Andapunya 10.000 rupiah. Ketika Anda belikan duabatang es krim buat keponakan Anda, uangAnda pasti berkurang jumlahnya. 74
    • Selain itu, ilmu akan menjaga diri kita. Orang yang berilmu akan selamat dalam menjalani kehidupan. Sedangkan harta menuntut kita menjaganya siang malam. Tidak percaya? Coba Anda tinggal handphone Anda di pinggir jalan. Dalam waktu 5 menit, sangat mungkin Anda tidak lagi menemukan barang kesayangan Anda di tempat itu. Bapak tidak berhenti sebatas memberi nasihat saja. Secara rutin, bapak meminjam buku dan majalah dari sekolah. Waktu itu, majalah yang dilanggani sekolah hanyalah si kuncung dan ceria. Di rumah, buku dan majalah itu menjadi oleh-oleh yang sangat menggembirakan hati. Kalau sudah mendapat bacaan baru, sambil makan pun saya terus membacanya. Ibu sering menegur saya karena kebiasaan tadi. Bapak juga seorang pencerita yang baik. Beliau sering menceritakan pengalaman unik yang dialami hari itu. Bercerita semacam ini tidak selalu beliau lakukan saat menjelang tidur. Kadang kala ketika selesai makan malam bersama atau pada saat memperbaiki pagarDongeng Sebelum Tidur rumah yang bolong. Biasanya, bapak akan meminta pendapat kami atas kejadian yang dikisahkan. Bagi bapak, tidak ada pendapat yang salah walaupun terasa naif. Itu bentuk pembelajaran untuk percaya pada diri sendiri dan untuk menghormati orang lain. Selanjutnya 75
    • bapak akan menggarisbawahi hikmah yangmenurut beliau penting kami ketahui.Cara mengajar seperti itu begitu berkesan bagikami, anak-anaknya. Tanpa terasa, cukupbanyak nilai dan norma yang beliausosialisasikan pada kami. Tentang ibadah,tentang muamalah, juga tentang etiket meng-hormati orang tua. Bapak juga sering mengajakkami introspeksi tentang keadaan keluarga.Dari sini diharapkan anak-anaknya dapatbersikap tepat terhadap kondisi kami waktu itu.Sungguh indah kenangan yang beliau sapukandalam mengukir jiwa raga kami.Sekarang, bapak sudah kembali ke hadiratNya.Alhamdulillah, beliau telah melunasi semuautang tersebut. Walau sudah mengikhlaskankepulangan Bapak, kami sekeluarga tetapmerasa kehilangan.Memang beliau tidak mewariskan harta. Tetapibapak menanamkan arti penting ilmu bagihidup kami. Beliau pun telah menunjukkanjalan yang tepat ditempuh. Dongeng Sebelum TidurKini, setiap anaknya tengah berjuang men-dapatkan ilmu-ilmu yang berguna bagikehidupan. Saya yakin kehidupan ini sekolahyang terbaik. Sampai nanti, saya terus belajardan memunguti hikmah yang berceceran di 76
    • antara langkah yang saya ayunkan. Mutiara kehidupan inilah yang akan saya tahtakan pada jiwa anak saya. Bagaimana dengan Anda? Warisan apa yang Anda siapkan bagi anak Anda?Dongeng Sebelum Tidur 77
    • PEREMPUAN PENGUKIR JIWAKUKasih ibu kepada betaTak terhingga sepanjang masaHanya memberi, tak harap kembaliBagai sang surya menyinari duniaDalam kedewasaan saya, syair lagu kanak-kanak tadi terasa sangat mendalam. Sayatertegun ketika mengenang lembaran-lembarankenangan bersama ibu. Sungguh, cinta yangdialirkan Allah swt melalui ibu bagi si buah hatimerupakan anugerah yang agung.Beliaulah orang yang pertama menentramkanhati di kala gundah. Ibu juga yang berusahakeras, menempuh segala cara yang halal, untukbisa memenuhi keperluan saya. Tiada yang relamengorbankan jiwa dan raga demi anak kecualiibu. Maka sangat wajar bila Allah swt berjanji Dongeng Sebelum Tiduruntuk selalu meluluskan permintaan seorangibu, bahkan meletakkan surga yang indah dikakinya.Lantas, mengapa ibu bersedia melakukansegalanya demi anak? Yang jelas karena anakbernilai sangat istimewa di mata ibu. Hubungan 78
    • ibu dan anak berlangsung dengan melibatkan hati. Ibu menjadi sangat mengerti kondisi anaknya, sementara anak begitu memerlukan ibu. Anak menjadi tempat ibu menebar segala harapan. Doa pun tak lupa dipanjatkan demi keselamatan si buah hati. Jalan terasa lapang dan terang. Walaupun ibu belum tentu ikut memetik buah dari jerih payahnya selama ini. Cukup lama saya mencoba merangkai kata di halaman persembahan dalam skripsi saya. Saya sangat ingin melukiskan pesona ibu di hati. Namun, yang terangkai hanyalah kalimat sederhana: “Bagi ibu, yang mengajarkan kerja sebagai perwujudan cinta kasih.”Dongeng Sebelum Tidur 79
    • MENATA HATI AGAR TEGARApa yang Anda rasakan saat menyimak lafalijab dan qabul dalam suatu upacarapernikahan? Barangkali ada yang tidakmemperhatikannya karena asyik berbincang-bincang dengan tamu lain. Barangkali ada yangmerasa biasa-biasa saja karena pak penghulumengucapkannya dengan datar. Namun,barangkali ada yang justru tergetar hatinyaseperti saya.Kemarin pulang kampung ke Kutoarjo. Pamanakan menikahkan anak sulungnya. Setelahpersiapan acara yang melelahkan, akhirnya tibahari H. Pukul 8 lebih pak penghulu sudah siapmenjalankan tugas. Setelah pemeriksaankebenaran data calon mempelai, pak penghulubertanya pada paman. “Apakah bapak akanmenikahkan sendiri putri bapak?”Biasanya jawaban pertanyaan tadi akan sama Dongeng Sebelum Tidurdengan jawaban yang sering disampaikan olehwali nikah selama ini. Banyak wali nikahmewakilkan pelafalan ijab pada penghulu. Akantetapi, paman memberi jawaban berbeda. “Sayaakan menikahkannya sendiri.” 80
    • Hadirin tercengang mendengar jawaban paman. Barangkali mereka berpikir paman telah salah memahami pertanyaan pak penghulu. Atau jangan-jangan paman lupa jawaban pertanyaan itu. Suasana bertambah hening. Saya sendiri menjadi sedikit cemas. Berharap agar paman tidak salah melafalkan ijab. Maklum, ini pengalaman pertama baginya. Yang kemudian terdengar di pengeras suara ialah suara paman. “Saya nikahkan anak saya Desti Nur Wijayanti dengan Muhammad Husni Mubarok dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai.” Alhamdulillah, pelafalan ijab berlangsung lancar. Suara paman terdengar bergetar. Getaran itu menyusup cepat ke hati saya, menyentuh saraf haru. Matapun berkaca-kaca. Selepas acara saya lihat paman tersenyum lega. Saya tanya perasaan beliau. “Alhamdulillah, lega. Tadi waktu mengucapkan ijab, aku pun sempat teringat dengan segala kenangan tentang adikmu. Itu yang membuatku trenyuh.”Dongeng Sebelum Tidur Aha, ternyata itu yang sempat dirasakan paman. Saya jadi membayangkan peristiwa satu setengah bulan lagi: pernikahan adik kandung saya. Dengan meninggalnya bapak, besok sayalah–anak sulung lelaki- yang akan 81
    • bertindak sebagai wali nikah. Saya inginmelafalkan ijab sendiri, tidak diwakilkankepada penghulu. Tapi, saya perlu berlatihmenata hati agar tegar mengucapkan lafal tadi. Dongeng Sebelum Tidur 82
    • RODA TIGA: MASA KECIL Sepeda merupakan salah satu benda yang akrab dalam kehidupan saya. Bermula dari sepeda roda tiga di masa kanak-kanak dulu. Sepeda saya bercat biru, sementara punya adik saya berwarna merah. Hampir semua bagian sepeda terbuat dari besi. Pedalnya menyatu dengan roda depan. Setangnya tanpa rem karena laju sepeda bisa diatur dengan kaki. Ada dua tempat duduk sepeda jenis ini. Pengendara duduk di atas sadel besi berbentuk segitiga. Pembonceng duduk di bagian belakang berbentuk kotak yang lebih luas. Jok dengan gabus tipis membuat si pembonceng dapat duduk nyaman. Posisi sadel pengendara lebih tinggi daripada tempat duduk pembonceng. Rodanya karet mentah. Kalau lewat jalan kampung saya yang belum beraspal (kala itu), yang mengendarainya akan mumbul-mumbul.Dongeng Sebelum Tidur Saya biasa bermain sepeda semacam ini bersama adik dan dua orang teman di pekarangan sebelah rumah simbah. Di tanah berbentuk leter L seluas sekira 100 m itulah kami aman mengayuh sepeda roda tiga. Kami 83
    • tidak khawatir dengan sepeda besar dankendaraan yang lalu lalang di jalan kampungkarena terdapat pohon teh-tehan yang me-magarinya. Debu-debu jalan tanah pun tersaringoleh jajaran pohon itu.Selain di pekarangan tadi, kami bisa bermainsepeda roda tiga di lapangan badminton RTsebelah. Saya masih ingat pada tahun 1985-1989 di Baledono Ngentak sudah cukup susahmenemukan lahan untuk bermain anak-anak.Saat itu ruang bermain kami hanyalah pe-karangan tetangga, jalan setapak yang sudahdibeton, atau berenang di kali Kedung Putri.Kenangan tentang kali yang melintasi belakangPasar Baledono lalu membelah KecamatanPurworejo itu tidak mungkin hilang dari benaksaya. Insya Allah akan saya ceritakan di tulisanlain.Kembali ke topik sepeda. Menginjak usia SD,teman-teman saya beralih ke sepeda anak Dongeng Sebelum Tidurberoda dua. Mereka begitu bersemangat belajarmengendarai sepeda jenis itu. demikian pulaadik saya. Tidak heran jika dalam waktu singkatmereka bisa naik sepeda roda dua. Namun sayatakut ikut berlatih sepeda itu. Saya takut jatuhlalu kaki berdarah karena terantuk batu. 84
    • Akibatnya, barangkali hanya saya yang tidak bisa mengendarai sepeda roda dua. Sejak saat itu mereka enggan bermain sepeda roda tiga. Barang itupun hanya teronggok di dapur rumah simbah saya. Suatu hari dengan alasan bersih- bersih, dua sepeda roda tiga milik saya dan adik saya pun dijual ke tukang loak. Sewaktu duduk di kelas 2 SD, saya mesti menjalani operasi amandel. Operasi dilakukan di RSU Purworejo. Untuk menyenangkan hati saya, bapak dan ibu membelikan sebuah sepeda mini merk Olympic. Sepeda itu berwarna merah dengan keranjang warna putih. Ukurannya 1,5 kali lebih besar daripada sepeda mini merk Phoenix. Karena saya masih merasa takut belajar sepeda, bertahun-tahun sepeda itu hanya dipakai oleh paklik dan bulik saya. Tahun 1988 beberapa teman saya membeli sepeda BMX. Gagah sekali mereka di mata saya saat mengendarai sepeda itu. Tanpa keranjang,Dongeng Sebelum Tidur tanpa slebor panjang, tanpa lampu. Saya membayangkan mereka seperti crosser dengan motor trailnya. Sore hari mereka bersepeda sepanjang jalan setapak kampung saya. Tidak jarang di minggu pagi mereka bersepeda ke utara hingga Baledono Singodranan atau ke 85
    • timur hingga buh liwung Kali Bogowonto.Pulangnya lewat pesarean Kuncen lalu ke baratke Pasar Baledono.Saya yang tidak bisa naik sepeda diboncengdengan duduk di palang. Berada di depandengan berpegangan setang membuat sayamerasa bisa naik sepeda sendiri. Karena me-rasakan asyiknya bersepeda, akhirnya saya puningin belajar naik sepeda.Sepeda mini yang bertahun-tahun tidak sayasentuh, kini saya tuntun ke pekarangan tetangga.Kaki kanan menginjak pedal sementara kaki kirimenyentuh tanah. Begitu sepeda berjalan, kakikiri saya angkat. Seerdug... seerdug.... lambatlaun kaki kiri saya bisa menginjak pedal kiri.Namun mengayuh pedal sepeda pun bukanperkara mudah bagi orang yang sedang belajar.Rasanya berat. Sayapun hanya berdiri di ataskedua pedal sambil menyetanginya. Akibatnyasepedapun melambat. Sesaat setelah sepeda Dongeng Sebelum Tidurberhenti melaju, dengan sigap saya menapakkankaki. Biar tidak jatuh kerobohan sepeda yangbesar dan berat itu. Hehehe ....Jatuh saat bermain sepeda ternyata tidak sesakityang saya takutkan. Semangat untuk segera bisa 86
    • naik sepeda membuat saya tidak menggubris rasa perih di lutut saya. Setelah beberapa kali menabrak rumpun pohon pisang di pekarangn tadi, sore harinya saya semakin lancar naik sepeda. Rasa perih itupun tidak lagi terasa. Sejak saat itu saya pun bisa ikut teman-teman bersepeda keliling kampung. Cihuy.... Bersepeda ke rumah simbah teman saya di Kutoarjo merupakan pengalaman bersepeda paling mengesankan bagi saya. Kejadiannya terjadi di saat liburan awal Ramadhan. Sehabis sholat subuh di masjid, teman saya mengajak untuk bersepeda ke rumah simbahnya. Katanya, pohon rambutan simbahnya tengah berbuah. Siap dipetik. Tawaran itu menarik sekali bagi kami. Beberapa orang teman pun mengiyakan tawaran tadi. Kami berangkat berbonceng-boncengan. Anak- anak yang lebih kecil seperti saya dan adik saya diboncengkan anak yang lebih besar. MatahariDongeng Sebelum Tidur yang semakin panas membuat rasa haus cepat datang. Namun bayangan manisnya rambutan yang bisa dipetik untuk berbuka nanti menumbuhkan semangat kami. 87
    • Sayangnya sesampai di Kutoarjo, rupanya ram-butan itu belum matang. Kami pun pulangdengan tangan hampa. Hidangan lain yangdisajikan pun tidak kami makan karena sedangpuasa. Pagi itu jarak 10 km yang harus kamitempuh dengan sepeda menjadi terasa begituberat.Kepergian saya dan adik saya tanpa pamit bapakdan ibu. Ini sangat mencemaskan perasaanbeliau. Bapak saya berkeliling ke sejumlah tem-pat keramaian mencari anak-anaknya. Di sekitarPasar Baledono dan Pasar Tanjung, kami tidakditemukan. Di bioskop Pusaka dan Bagelen jugatidak ada. Di alun-alun dan lapangan garnizunjuga tidak ada. Ibu saya semakin cemas. Apalagisaat itu tengah muncul isu penculikan anak.Duh, pikiran bapak dan ibu saya kalut karenasudah berjam-jam anaknya pergi keluar rumah.Setelah beberapa kali menyisir tempat-tempatkeramaian tadi, bapak berhasil bertemu rom- Dongeng Sebelum Tidurbongan sepeda saya. Wajah cemas beliaulangsung saya tangkap. Wah, pasti saya akandisidang nanti di rumah.Tebakan saya benar. Sesampai di rumah, sayalangsung diinterogasi. Dengan badan mandi 88
    • keringat hasil terpanggang sinar matahari pagi, saya harus mempertanggungjawabkan perbu- atan saya pagi itu. Rasa haus semakin mencekat karena saya nangis kala dimarahi bapak dan ibu. Akan tetapi saya semakin menyadari betapa bapak dan ibu sangat menyayangi anak- anaknya. Beliau tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada diri kami. Selesai mandi pagi, bapak menyuruh saya dan adik saya sarapan. Batallah puasa di hari itu.Dongeng Sebelum Tidur 89
    • PHOENIX BIRU: MASA SMPSaya lulus dari SDN Sebomenggalan tahun1989. Selama saya bersekolah di SD, keluargasaya tinggal di Baledono Ngentak. Setelah itusaya sekeluarga pindah ke Paduroso. Kelurahanini masih termasuk wilayah KecamatanPurworejo. Letaknya di sebelah barat Mranti,berbatasan dengan Desa Lugosobo, KecamatanGebang. Karena saya bersekolah di SMPN 2Purworejo, saya menggunakan sepeda untukpergi dan pulang sekolah.Sepeda menjadi pilihan utama saya karenalebih hemat waktu dan biaya. Bayangkan saja.Seandainya saya menggunakan angkutanumum, saya harus dua kali berganti angkutan.Mula-mula saya mesti naik angkudes jurusanGebang-Purworejo. Biasanya sampai di warungpantes, angkudes sudah penuh penumpang.Dalam kondisi seperti itu, sopir engganmenghentikan kendaraannya untuk meng-angkut penumpang yang menunggu di warung Dongeng Sebelum Tidurpantes. Akibat sering mendapat perlakuansemacam itu, saya lebih memilih naik minibusjurusan Kebumen-Purworejo. Saya turun dipasar pagi/terminal lama. 90
    • Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan kopada jurusan Purworejo- Kutoarjo, turun di depan sekolah. Kopada rute ini juga menjadi pilihan seandainya saya naik angkudes rute Gebang-Purworejo. Bedanya, saya naik dari terminal angkudes yang dibangun di bekas pasar Tanjung (sebelah timur bioskop Pusaka). Untuk berangkat ke sekolah dengan menggunakan angkutan umum, saya me- merlukan waktu sekitar 30 menit. Waktu itu bisa menjadi lebih lama jika saya tidak segera terangkut angkudes atau minibus. Sementara jika menggunakan sepeda, waktu yang saya perlukan sekitar 20 menit. Rute yang biasa saya tempuh dari rumah melewati Mranti. Setiba di tangsi tentara Tuk Songo, saya belok kanan lewat bawah buh semurup, lalu ke timur ke arah alun-alun besar Purworejo. SMPN 2 Purworejo hanya dibatasi kantor pos dan kantor telkom dari alun-alun tadi. Sepeda jengki merk phoenix warna biruDongeng Sebelum Tidur menjadi andalan saya. Dengan sepeda tersebut saya menempuh jalanan yang menanjak setiap pagi. Tanjakan mulai terasa saat tiba di sekitar tangsi tentara Tuk Songo. Kita bisa melihat jelas kondisi tersebut ketika membandingkan posisi tangsi dengan pompa air PDAM yang ada 91
    • di depannya. Kondisi yang sama juga dijumpaikala kita melewati pasar Suronegaran dari arahTK Rimbani. Dari sini saya menyimpulkanbahwa posisi pusat kota Purworejo berada diwilayah yang lebih tinggi daripada daerahsekitarnya. Tidak mengherankan jika ada yangmeng-ibaratkannya dengan bathok mengkurep.Saya bisa merasakan betapa ringannyamengayuh sepeda ketika pulang sekolah.Karena tidak memerlukan banyak energi,dengan senang hati saya memboncengkanteman-teman yang searah. Beberapa temanyang tinggal di perumahan Mranti seringmenjadi pembonceng sepeda saya. Karenakondisi jalannya lebih halus, saya memilihlewat pasar Suronegaran ke barat. Selanjutnyatinggal membelok ke kanan hingga sampai diperempatan perumahan Mranti.Selain rute tadi, ada rute lain yang lebihsingkat. Rute ini biasa ditempuh oleh teman-teman yang memilih berjalan kaki menujusekolah. Saya menyebut rute ini dalan kebo,karena saya harus menyusuri pematang Dongeng Sebelum Tidursepanjang saluran irigasi. Saluran itu ter-bentang dari pojok puskesmas Purworejo II(Mranti) hingga pojok TK Rimbani (Sindurjan).Di sebelah kanan dan kiri saluran terdapatpetak-petak sawah warga Mranti danSindurjan. 92
    • Kondisi pematang (dalan kebo) itu tidak rata. Lebarnya sekitar 1,5 meter namun di beberapa titik pematang menyempit. Sepatu teman- teman yang melintasi jalan ini di pagi hari akan basah oleh embun yang menempel di rerumputan. Sementara jika pulang sekolah lewat sini, kami mesti bertopi untuk me- ngurangi sengatan sinar matahari. Maklum, tidak ada pohon-pohon peneduh di sepanjang pematang. Saya punya pengalaman kecut dengan dalan kebo ini. suatu pagi di tanggal 14 Agustus. Saya sudah kelas II SMP. Perasaan saya tidak nyaman ketika tiba di sekolah. Ini disebabkan karena teman-teman saya memakai seragam pramuka, sementara saya berseragam putih biru. Saya tidak ingat dengan pengumuman hari sebelumnya tentang peringatan hari pramuka. Pengumuman semacam itu biasanya ditulis di buku besar dan diedarkan berkeliling kelas. Guru yang tengah mengajar lalu membacakan peng-umuman itu di depan kelas. MengingatDongeng Sebelum Tidur aturan tentang kedisiplinan yang diajarkan di sekolah, saya memutuskan untuk pulang berganti baju walaupun jam sudah menun- jukkan pukul 06.40 WIB. Saya akan lewat pematang saja agar tidak terlambat tiba di sekolah. Sepeda pun saya kayuh cepat-cepat. 93
    • Setiba di rumah, saya segera berganti seragampramuka. Ibu sempat berpesan agar sayaberhati-hati di jalan. “Ya, bu,” jawab saya.Tanpa membuang waktu, saya kembalimenyusuri dalan kebo. Jalan tanah yang tidakrata tidak membuat saya mengurangikecepatan. Sengaja saya tidak duduk di sadelagar tidak mumbul-mumbul. Tiba-tiba rodasepeda saya menabrak batu cukup besar. Batuitu menonjol dari permukaan tanah. Sayaberusaha menjaga keseimbangan sepeda.Sepeda pun melaju ke arah saluran air.Pikiran saya menyuruh saya untuk membantingkemudi ke arah kiri. Namun di sebelah kiriterdapat sawah dengan padi yang baru tumbuh.Seandainya saya banting kemudi ke kiri, pastisepeda tercebur ke sawah. Tanaman padi itupun rusak.Rupanya sudah tidak ada waktu untuk berpikir.Dalam waktu sepersekian detik, roda depansepeda saya sudah tidak menginjak tanah. Sayakecebur dengan sukses di saluran irigasi itu, Dongeng Sebelum Tidurbersama sepeda saya. seragam pramuka sayabasah. Sepatu dan kaos kaki hitam pun basah.Sekitar 20 meter dari tempat saya jatuh adaseseorang yang tengah membuang hajat.Namun dia lebih memilih menuntaskan 94
    • keperluannya daripada menolong saya. Saya pun segera mengangkat jengki biru itu lalu meneruskan perjalanan. Saya tidak sempat memperhatikan reaksi orang tadi ketika saya melintas di depannya. Yang terlintas di kepala hanya satu: saya harus menambah kecepatan agar tidak terlambat sampai di sekolah. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Upacara sudah dimulai waktu saya tiba di gerbang sekolah. Pintu besi itu digembok dan dijaga oleh guru piket. Ternyata yang terlambat tidak hanya saya. Ada beberapa teman yang tertahan di luar pagar. Kondisi ini sedikit melegakan saya. Saya tidak sendirian menemui guru piket nanti. Bagi murid sekolah saya, terlambat merupakan salah satu kesalahan yang memalukan. Ya, namanya sekolah favorit (kala itu), guru selalu menekankan bahwa kami berbeda dengan siswa sekolah lain. Untuk masuk saja mesti melalui seleksi akademis yang ketat. Pada waktu itu, kriteriaDongeng Sebelum Tidur penerimaan siswa baru sebatas kemampuan akademis saja. Faktor kemampuan orang tua menyumbang uang ke sekolah bukan menjadi penentu diterimanya seorang siswa. Oleh karena itu, sekolah berusaha membangun kesadaran diri yang baik di benak siswa. 95
    • Kesalahan dan kecurangan selama belajardipahamkan sebagai sesuatu aib yang harusdihindari. Dalam sistem sosial semacam itu,siswa yang terlambat akan menjadi objeksindiran teman-temannya.Seusai upacara hari pramuka, guru piket segeramendata siswa yang terlambat. Perasaan sayacampur aduk kala itu. Ada rasa bersalah karenatelah melakukan satu tindakan yang tidakdibenarkan oleh aturan sekolah. Ada juga rasamalu karena akan menjadi olokan teman-teman. Apalagi dengan kondisi badan basahkuyup begini. Dengan terbata-bata sambilmenahan tangis saya kemukakan kronologiskejadian yang saya alami. Akhirnya gurumenyuruh saya pulang ke rumah bergantiseragam. Saya pun merasa lega karena tidakmendapat teguran keras tadi.Kali ini saya mengayuh sepeda dengan santai.Tidak perlu ngebut lagi. Pakaian putih-birukembali saya pakai. Bahkan perut saya sudahterisi sepiring nasi lagi. Lumayan, dalam waktusatu jam saya sudah sarapan dua kali. Dongeng Sebelum TidurKejadian itu rupanya menjadi bagian dari ke-nangan masa SMP seorang teman. Dua puluhtahun kemudian, melalui facebook, teman SMPsaya itu mengingatkan saya tentang kejadiantersebut. 96
    • PHOENIX BIRU: MASA SMA Bersepeda tetap menjadi pilihan terbaik bagi saya saat meneruskan pendidikan di SMAN 1 Purworejo. Lagi-lagi karena alasan yang sama. Posisi rumah saya di Paduroso membuat saya harus dua kali naik angkot untuk tiba di sekolah. Demikian pula saat pulang. Karena jarak tempuh yang lebih jauh, waktu yang diperlukan pun menjadi lebih lama. Otomatis berjalan kaki tidak lagi merupakan alternatif cara yang bisa dipakai. Rute bersepeda yang paling singkat ialah menembus kampung kalikepuh-doplang-batas kota. Rute ini menjadi pilihan terbaik bagi anak-anak sekitar Mranti, Lugosobo, hingga Seren dan Mlaran. Tidak hanya pelajar SMAN 1 Purworejo yang melalui jalur ini. Banyak siswa daerah Gebang yang belajar di beberapa sekolah di sepanjang jalan tentara pelajar yang memilih lewat sini. Selain dekat, jalannya relatif aman dan sepi. kami melalui daerahDongeng Sebelum Tidur perkampungan, sehingga jarang berpapasan dengan mobil atau kendaraan besar lain. Satu- satunya kendaraan besar yang kadang saya temui hanyalah loko jengki dengan satu gerbong yang melaju antara stasiun Purworejo- 97
    • stasiun Kutoarjo. Itupun hanya terjadi di pagidan sore hari saja.Sepeda jengki biru masih setia menemani saya.Sepeda jengki seolah menjadi sepeda favoritbagi siswa sekolah. Beberapa temanmengendarai sepeda onta. Ukurannya lebihbesar daripada sepeda jengki. Palang hori-zontalnya membuat sepeda berwarna coklatbesi itu kelihatan gagah. Seingat saya, sepedaonta yang dipakai beberapa teman saya dulutidak jelas warna catnya. Mungkin sudah tidaklagi bercat mengingat wilayah edarnya dari satusawah ke sawah lain. Namun, ternyata sepedakhas petani itu juga pantas dinaiki anakberseragam putih-abu-abu. Bahkan, teman-teman saya tampak bangga dengantunggangannya.Sewaktu SMA jenis sepeda gunung (mountainbike/mtb) tengah naik daun. Merk yangpertama dikenal dari jenis sepeda itu federal.Nama itu kemudian digunakan untuk menyebutsemua merk sepeda mtb. Ukuran kerangkasepedanya lebih besar daripada sepeda jengki. Dongeng Sebelum TidurTimbul kesan gemuk ketika melihat sepedamtb.Namun daya tarik utamanya di mata sayaterletak pada gigi-gigi roda yang bertumpuk didepan dan belakang. Dengan gir model ini, si 98
    • pengendara dapat mengatur kecepatan sepedanya sesuai kebutuhan. Saat berangkat ke sekolah, tanjakan paling berat dirasakan di kampung Kalikepuh. Mereka yang mengendarai sepeda federal bisa mengatur gir pada posisi besar sehingga genjotan terasa ringan. Sesampai di tempat datar, gir mereka pindah ke posisi kecil. Laju sepeda pun bertambah kencang. Fleksibel sekali. Ini berbeda dengan sepeda onta dan sepeda jengki yang saya naiki. Sayang sepeda mtb harganya cukup mahal. Namun akhirnya saya pun bisa merasakan sensasi sepeda federal ketika adik saya dibelikan sepeda seperti itu. Selain tanjakan Kalikepuh, tanjakan batas kota juga cukup curam. Dari jarak 50 meter, kami harus sudah mengambil ancang-ancang. Rem depan harus dimanfaatkan agar bisa berhenti tepat di titik tertinggi. Kami mesti berhenti sejenak diantara sepeda-sepeda yang sudah berjajar di situ. Setelah arus lalu lintas Purworejo-Kutoarjo sepi, barulah sepeda kami kayuh menyeberangi jalan.Dongeng Sebelum Tidur Walaupun banyak siswa yang melintasi jalan tersebut, tapi kami hanya bersepeda bersama teman-teman satu sekolah saja. Muncul pengelompokan berdasarkan sekolah. Ada 99
    • kelompok SMAN 1, ada kelompok STMN 1, ataukelompok STM YPP.Setiap kelompok bisa asyik bercerita sepanjangjalan. Akan tetapi masing-masing penyepedamerasa enggan untuk bergabung denganrombongan penyepeda dari sekolah lain. Meskisaya bersepeda sendirian di belakang rom-bongan sekolah lain yang tengah asyikbercerita, saya tidak akan ikut bergabung. Sayatidak tahu apakah ini ekspresi kesombonganatau justru keminderan. Yang jelas tanpa sadarkami telah belajar mengkotak-kotakkan diri:siapa yang termasuk ingroup dan siapa yangoutgroup.Setelah ujian akhir SMA, saya dan beberapateman A4 bersepeda santai. Tempat yang ditujucurug Sumongari. Widiharto, M. Jauhari, BayuIrawan, Nuri Fananto, Handi Tri Ujiono, danTeguh Purnomo. Itu nama anggota rombongankami. Petualangan bersepeda ini sangatmengesankan bagi saya. Kami mesti menyisirjalan di tepi sungai. Air mengalir di selabebatuan yang besar. Setelah melewati jalanan Dongeng Sebelum Tidurterjal yang menanjak akhirnya kami sampai dicurug tadi. Puas menikmati suasana danberfoto-foto, kami pulang. di tengah jalanmendung yang menggantung sejak pagiberubah menjadi titik-titik hujan. Rasa lelahpun berkurang. 100
    • Sebenarnya kami juga berencana bersepeda ke pantai. Sayangnya, rencana itu gagal. Kami keburu berkonsentrasi menghadapi UMPTN. Walhasil, bersepeda ke curug Sumongari men- jadi acara cycling pertama dan terakhir kami.Dongeng Sebelum Tidur 101
    • FEDERAL BIRU: NYUNGSEPSaat saya aktif di Lembaga Kegiatan IslamFISIP UNS, diselenggarakan kajian rutinpekanan. Kajian itu kami sebut kantin mipa.Penyebutan itu bukan karena kajiandilaksanakan di kantin Fakultas MIPA. Akantetapi kantin mipa merupakan kependekan darikajian rutin kamis pagi. Tempatnya di ruangseminar FISIP. Nah, kami sengaja membuatakronim tersebut supaya menarik minatmahasiswa untuk datang. “Yuk, ke kantinmipa!” Yang belum kenal pasti membayangkanakan diajak menikmati hidangan pemuas lapardan dahaga. Padahal yang kami sajikan jauhlebih nikmat daripada itu: hidangan surga.Hehehe.Kantin mipa dilaksanakan antara pukul 06.00hingga 07.00. Saat sepagi itu biasanya kampusmasih sepi. Baru petugas cleaning service yangbekerja. Pemberi materinya para ustadz sekitarSolo. Apabila berhalangan hadir, materi Dongeng Sebelum Tidurdisampaikan oleh aktivis senior LDK lainnya.Kamis pukul 05.45. Saya mesti segera sampai dikampus. Untuk mengejar waktu, saya be-rangkat naik sepeda. Sengaja saya memilihlewat boulevard daripada lewat STSI. Sayamenghindari tanjakan curam di samping STSI. 102
    • Seandainya saya lewat STSI, di awal perjalanan memang terasa ringan. Kebetulan jalan di depan kos saya menurun tajam. Setelah jalan mendatar sekitar 50 meter, sebuah tanjakan terjal menyambut. Mungkin sudutnya sekitar 30 derajat. Jika membawa sepeda, saya harus menuntunnya. Coba bayangkan: saya me- nuntun sepeda mendaki tanjakan bersudut 30 derajat sepanjang 20 meter dengan perut kosong. Dijamin mengkis-mengkis, deh. Nah, pertimbangan tersebut mendorong saya memilih bersepeda lewat depan kampus. Walaupun mesti lewat tanjakan kopma dan pojok FH, tapi itu tidak seberat tanjakan STSI. Dalam kondisi kepepet, saya memacu sepeda sekencang mungkin. Sekarpace sampai gerbang UNS jalanan datar. Dari sini saya bisa melihat boulevard yang menurun dan sedikit berbelok ke kiri di depan wisma tamu. Jalanan masih sepi. Hanya ada beberapa petugas kebersihan yang sedang menyapuDongeng Sebelum Tidur daun-daun rontok di pinggiran boulevard. Saya pikir inilah kesempatan saya untuk mengejar waktu. Tanpa mengurangi kecepatan, saya segera melintas di situ. 103
    • Benar saja. Jalanan yang menurun menambahlaju federal biru. Saat itu muncul pikiran dibenak saya untuk rehat, mengendurkan ototkaki yang tegang selama berpacu tadi. Yakinsepeda tetap melaju kencang, saya pun berhentimengayuh. Menikmati udara di pagi hari.Hmm, segarnya ….Saya lalu kepikiran untuk menegakkanpunggung sejenak. Saya lepas kedua tangandari setang sepeda. Cuma beberapa detik. Tahu-tahu sepeda melaju ke kiri, mengarah ke tamandi pinggir trotoar.Dalam kondisi tersebut saya sempat berpikir.Seandainya setang federal saya banting kekanan, saya pasti jatuh karena sepeda tengahmelaju kencang. Seandainya setang sepedatidak dibelokkan, saya pasti menabrak taman.Tapi sakitnya tidak separah kalau jatuh dijalanan. Makanya pilihan terakhir itu yang sayaambil.Dengan sepenuh hati saya pegang setang, lalumendarat dengan sukses di taman. Dongeng Sebelum TidurGrubyaag….!Federal biru menabrak pohon teh-tehan. Bajusaya kotor terkena embun dan debu yangmenempel di dedaunan. Tanah basah melumuritelapak tangan saya. Herannya kondisi saya 104
    • tidak mengusik konsentrasi seorang petugas yang tengah menyapu di dekat situ. Sambil meringis, saya bangkit dari tempat kejadian perkara. Dengan kondisi semacam itu, saya tetap berangkat ke kantin mipa dan membuka kajian. Beberapa teman yang melihat kondisi compang-camping saya, hanya ter- senyum setelah mendengar kronologis kejadian. Menguaplah kegantengan saya hasil mandi pagi itu.Dongeng Sebelum Tidur 105
    • FEDERAL BIRU: JALAN BUNTUSepeda membuat wilayah edar saya semakinluas. Saya tertarik untuk blusukan melewatidaerah yang jarang saya lalui. Daerah PucangSawit misalnya. Maka sepulang dari huntingbuku di Gladag, saya sengaja tidak melalui jalanumum yang akan berujung di perempatanSekarpace. Sebuah gang sebelum perlintasankereta api, saya masuki. Gang itu bersebelahandengan rel kereta api. Dalam bayangan saya,ujung gang ini pasti daerah sekitar halte depanUNS. Saya tinggal menyeberang rel untuksampai di kawasan kos Pucang Sawit. Dari situjarak ke kos saya di Petir 8 sudah tidak jauh.Gang sempit itu sejajar dengan rel kereta api.Saya melaju ke arah timur. Di sebelah kananberjajar rumah-rumah sederhana. Hanya adajarak sekira 2 meter antara rumah dengan gang.Beberapa orang tengah duduk-duduk di pinggirgang. Saya melintas di depan mereka tanpa Dongeng Sebelum Tidurmenyapa. “Saya kan tidak kenal denganmereka. Lagian baru sekali saya lewat sini. Gakpapalah.” Begitu apologi yang saya ajukan.Sebenarnya saya bukan tipe orang yang bisabersikap cuek seperti itu. Saya seorang yang 106
    • ramah dan sopan. Sampai-sampai teman kos memberi gelar MPSD bagi saya. Tahu kepanjangan MPSD? Manusia paling sopan se- dunia. Hehehe. Namun entah mengapa saya merasa enggan menyapa orang-orang yang ada di gang ter- sebut. Mungkin karena saya pikir saya tengah berada di salah satu kampung kumuh. Biasanya tata kesopanan warganya berbeda dengan aturan kampung „normal‟. Di kampung „normal‟ menyapa dan permisi menjadi bagian dari tata kesopanan. Nah, di kampung kumuh, saya berpikir aturan itu sangat mungkin tidak ditegakkan. Makanya saya pun dengan santai mengayuh federal biru di depan orang-orang yang tengah kongkow itu. Ada sekira 100 meter saya mengayuh sepeda lewat gang itu. Tahu-tahu deretan rumah itu pun habis. Tidak ada lagi rumah di sebelah kanan saya. Lebih kaget lagi, gang itu pun juga habis. Di depan saya hanya tanah kosong dengan semak-semak.Dongeng Sebelum Tidur Saya tengok kiri kanan. Barangkali ada jalan lain yang bisa saya susuri. Saya tengok ke seberang rel. Tetap tidak ada jalan. Saya berpikir cepat. Ini gang buntu. Artinya saya harus balik kanan 180 derajat. Kembali menyusuri gang sempit tadi. Artinya lagi, saya 107
    • harus kembali melintas di depan orang-orangtadi. Padahal saya sudah bersikap abai dengantidak menyapa mereka. Artinya lebih jauh, sayaharus menebalkan muka untuk kembali ke jalanyang benar. Waduh!Karena tidak ada jalan lain untuk tiba di kos,saya pun kembali ke ujung gang. Ambil nafasdalam, baru balik kanan. Saya berusahabersikap sewajar mungkin. Orang-orang yangtadi saya lewati masih ada. Masih kongkow dipinggir gang. Yang berbeda justru saya. Kali inisaya sapa mereka.“Ndherek langkung, pak.”“Ndherek langkung, bu.”Saya tidak menggubris apakah merekamenjawab sapaan saya atau tidak. Yangterbayang di mata hanyalah segera keluar darigang sempit ini agar muka saya tidak lagimemerah menahan malu.Oalah, maksud hati anjajah desa amilang kori.Ternyata malah keblasuk di gang buntu. Dasar Dongeng Sebelum Tidurtidak peka situasi. Padahal saya sempat melihattatapan mata mereka melemparkan tanya.“Sapa, sih?”“Mbuh, ra ngerti.” 108
    • “Arep nyang ngendi?” “Mbuh.” “Wis jarke wae! Mengko rak bocahe ngerti dhewe.” “Ssst. Lha, kae cahe balik!”Dongeng Sebelum Tidur 109
    • FEDERAL BIRU: SEKOLAH BIDADARISekolah bidadari. Itulah sebutan keren yangteman-teman saya berikan untuk SMADiponegoro. Kompleks sekolah itu ada dibelakang sebuah rumah sakit terkenal di PasarKliwon. Satu keistimewaan sekolah tersebut:Semua muridnya perempuan. Rupanya inialasan teman-teman saya menyebutnya sekolahbidadari. Dan saya juga menangkap rasapenasaran teman-teman saya. Saya -yang laki-laki dan notabene masih lajang- mendapattugas mengajar di sana. “Wow, exciting!” begitujawaban saya setiap kali mereka bertanyatentang gambaran kondisi sekolah bidadari.Seandainya federal biru muda bisa bicara, pastiteman-teman saya akan menyuruhnya berceritapanjang lebar. Mengapa demikian? Karenasepeda itu setia menemani saya di masa awalmengajar di sana. Dongeng Sebelum TidurTahun pertama saya diberi tugas mengajar lessore. Mata pelajarannya sosiologi. Sayaberangkat dari Petir 8 bersama federal birumuda. Dari Sekarpace menyusur ke selatan, lalubelok ke barat. Di bangjo jalan Surya sayaberbelok ke kanan, tembus ke jalan di timur 110
    • Pasar Gedhe. Saya harus mlipir-mlipir setiap kali bus jurusan Wonogiri, minibus jurusan Sukoharjo, bus Damri A, bus Atmo, dan angkot lewat. Belum lagi becak dan motor yang menambah keriuhan jalan Kapten Mulyadi yang sempit. Begitu tiba di mulut gang sebelah kantor kas BNI 46 Pasar Kliwon, saya bisa bernafas lega. Tidak ada lagi angkutan umum yang berseliwaran. Paling-paling hanya becak atau motor yang melaju pelan. Sekira 50 meter dari mulut gang, berdirilah SMA Islam Diponegoro (khusus Putri). Si biru muda saya parkir berjajar dengan sepeda para murid. Saya pun masuk ke ruang guru. Beberapa murid kelas XII yang akan les sudah datang. Mereka tengah asyik mengobrol. Tahu-tahu saya melihat kelebatan si biru muda. Dia berkeliling lapangan basket. Rupanya ada murid yang sengaja mengendarainya. Tentu saja teman-temannya ramai bersorak-sorak. Ada juga yang berteriak-teriak melaporkan perbuatan pelaku padaku. Sementara yangDongeng Sebelum Tidur menjadi pusat perhatian prengas-prenges saja. Uhhh, ada-ada saja. Pukul 17.00 les selesai. Saya mengayuh sepeda melalui rute yang sama. Inilah waktu yang nyaman untuk menikmati suasana kota Solo. 111
    • Suasana meredup karena sinar matahariterhalang oleh gedung-gedung tinggi. Parapedagang di pasar mulai berkemas untukpulang. orang-orang pulang bekerja. Giliranpara pedagang kaki lima yang menggelardagangan. Sate ayam, susu segar, roti bakar,bubur kacang hijau, nasi goreng, bisa dijumpaidi sepanjang jalan.Yang khas dari Solo tentu saja warung hiknya.Hampir setiap gang ada warung hik. Dulusebelum kerusuhan Mei 1998, hampir semuawarung hik buka semalam suntuk. Kini,sebagian besar memilih tutup setelah lewattengah malam. Bersepeda di tengah suasanasore melahirkan kesan tersendiri di hati saya.Bersama federal biru, saya bisa menikmatisuasana kota Solo yang berbeda dengansuasana lingkungan kampus. Terima kasih, ArisRendra, atas pinjaman sepedanya. Dongeng Sebelum Tidur 112
    • MENGGULIRKAN BOLA SALJU KEBAIKAN Pada awalnya hanya berupa gumpalan kecil. Ketika menggelinding ke bawah, gumpalan kecil ini akan bertambah besar. Semakin banyak yang terlibat di dalamnya. Inilah analogi yang saya pilih untuk meng-gambarkan kerja yang tengah dirintis di komunitas tempat tinggal saya. Contohnya pelaksanaan qurban 1431 H yang baru saja berlangsung. Di pertemuan warga awal bulan November, kami sempat ragu untuk membentuk panitia qurban. Penyebabnya karena kami belum mendapat kepastian adanya warga yang akan berqurban di sini. Namun saya pernah mendapat informasi bahwa pak Heru akan berqurban. Informasi ini saya peroleh langsung dari yang bersangkutan. Sayangnya saat pembahasan dimulai, pak Heru belum hadir. Berbekal informasi tersebut, saya meyakinkan warga untuk menyusun panitiaDongeng Sebelum Tidur qurban. Alhamdulillah, setelah mendapat kepastian dari pak Heru, beberapa warga lain segera menyusul. Ada bu Ira, bu Nurainun, pak Yudo, dan pak Yitno. Terkumpullah 5 ekor kambing pada qurban 1431 H. 113
    • Memburu ilmu qurbanSemangat panitia qurban semakin besar. Inilahpertama kalinya diselenggarakan qurban diGriya Taman Srago. Muncullah sejumlahpertanyaan tentang teknis pelaksanaannya.Kebetulan 10 orang ini selama ini belummemegang peranan penting dalam pelaksanaanqurban di tempat asalnya. Sekarang kami harusmenjadi pemain utamanya.Tuntutan tersebut mendorong panitia untukmencari informasi yang memadai. Kamibertanya ke sana ke mari supaya mendapatkangambaran jelas tentang teknis qurban. Sayasendiri memperoleh informasi jelas dari pakAgus yang mengunduh berkas konsultasiqurban di internet. Banyak hal teknis qurbanyang kini saya pahami. Dari sini saya bisamengetahui tata cara berqurban yang benarsesuai syariat Islam. Kriteria „sesuai syariat‟memang menjadi prioritas kami sebab jikaqurban dilakukan tanpa ilmu yang benar, makakita tidak mendapat pahala qurban. Sayang,bukan? Dongeng Sebelum TidurSegera informasi tersebut saya sampaikan padateman-teman. Alhamdulillah bisa diterimasehingga panitia memiliki pemahaman yangsama. Oya, tentang teknis pelaksanaan qurban 114
    • akan saya sampaikan pada tulisan yang lain. pembahasannya butuh keseriusan, sih. Partisipasi warga Panitia qurban terdiri atas orang-orang yang selama ini berperan aktif dalam menghidupkan lingkungan perumahan. Kepanitian qurban tidak hanya diisi oleh warga muslim. Ada 2 warga nasrani yang kami libatkan. Inilah bentuk akomodasi terhadap keragaman yang ada di lingkungan kami. Partisipasi warga juga digalang panitia. Sepuluh orang panitia sebenarnya sudah mencakup 30% kepala keluarga di perumahan kami. Sampai november 2010, penghuni yang tinggal di sini berjumlah 36 kepala keluarga. Kami berharap bisa mengajak semua warga untuk terlibat aktif di kegiatan ini. Dalam pelaksanaannya, tidak semua warga bisa hadir walaupun panitia sudah menyebar undangan yang ditujukan pada setiap kepala keluarga. Hal ini disebabkan karena ada sejumlah orang yang berlebaran haji di tempatDongeng Sebelum Tidur asalnya. Ada juga warga yang harus tetap masuk kerja. Kendati demikian, warga bisa dibilang memberi sambutan positif pada kegiatan ini. 115
    • Pelaksanaan qurbanDari 5 ekor kambing qurban diperoleh dagingkualitas baik sekitar 30 kg. ini tidak termasukjeroan dan tulang. Jadi rata-rata satu ekorkambing menghasilkan 6 kg daging. Dagingtersebut kami bagi menjadi 50 kantung bagi 50orang penerima. Alhamdulillah, setiap orangberhak mendapat 0,5 kg daging segar.Selanjutnya kami tambahkan jeroan danpotongan tulang. Jumlah tersebut di luar hakshohibul qurban. Para shohibul qurbanmendapatkan hati, kepala, 1 sampil (paha kakibelakang), dan kulit hewan qurban. Namun adajuga shohibul qurban yang menghendakimembagi kulit hewan qurbannya. Untukmelaksanakan amanah tadi, panitia mengerokbulu hewan qurban, tidak mengulitinya.Kulit hewan qurban sering menjadi per-masalahan yang memancing perdebatan. Disejumlah tempat, panitia seolah-olah memilikihak atas kulit tersebut. Pemikiran ini men-dorong mereka menjual kulit tadi dan meng-gunakan uangnya untuk biaya operasional Dongeng Sebelum Tidurqurban. Menurut keterangan yang saya peroleh,cara tersebut salah. Sebenarnya panitia tidakberhak atas apapun bagian dari hewan qurbankarena semua bagian hewan qurban itu milikshohibul qurban. Artinya, sesungguhnya yang 116
    • berhak menentukan „siapa memperoleh apa‟ itu orang yang berqurban. Dari asumsi dasar tadi, kami memutuskan untuk mengembalikan kulit tadi kepada shohibul qurban. Terserah mau digunakan untuk apa. Mereka berhak menggunakannya sendiri atau memberikannya pada orang lain. Termasuk memberikannya pada panitia qurban. Akan tetapi, orang yang berqurban tidak boleh menjualnya. Yang boleh menjual ialah orang atau pihak yang diberi kulit hewan qurban. Bagaimana halnya dengan biaya penyem- belihan? Menurut hadits nabi, biaya penyem- belihan harus disediakan terpisah dari hewan qurban. Upah tadi tidak boleh diganti dengan bagian hewan qurban. Jadi upah orang yang memotong qurban tidak boleh diganti dengan kulit atau kepala atau daging hewan qurban. Dari keterangan ini shohibul qurban mesti menyediakan upahnya secara terpisah. Mereka bersepakat membayar 150 ribu sebagai upahDongeng Sebelum Tidur menyembelih 5 ekor hewan qurban. Sementara biaya konsumsi dan perlengkapan lain diambilkan dari uang kas RT. Jumlahnya 100 ribu rupiah. Pada hari H, ternyata para shohibul qurban juga berinisiatif menyumbang makan siang secara swadaya. 117
    • Bagi panitia sendiri tidak disediakan upahberupa daging qurban. Langkah ini diambilmengingat tidak ada tuntunan dari Rasulullahyang mewajibkan adanya upah tadi. Kami jugamemakai pertimbangan strategis. Sedapatmungkin jumlah daging yang diterima setiaporang itu dalam porsi yang wajar. Jika setiapanggota panitia mendapat tambahan daging,kami khawatir pertimbangan strategis itu tidaktercapai. Mungkin jika qurban mendatang kamiberhasil mewujudkan seekor sapi, kontribusipanitia akan bisa diperhitungkan dengandaging qurban.Subhanallah, sangat indah kerja sama yangterjalin kemarin. Semoga bola salju kebaikan iniakan terus bergulir membawa kebaikan-kebaikan lainnya bagi warga di lingkunganGriya Taman Srago. Amin. Dongeng Sebelum Tidur 118
    • STATUS: EDITOR, KERJA: GHOST WRITER. Ternyata kerja editor tidak sebatas mengedit naskah tulisan orang lain. Pada kondisi tertentu, editor justru menjadi ghost writer. Alih profesi ini biasa terjadi menjelang penilaian buku oleh Badan Standardisasi Nasional Pendidikan. Tentu saja tidak tepat jika kita menyimpulkan bahwa editor sama dengan ghost writer. Kedua profesi itu berbeda. Editor digunakan untuk menyebut orang yang bertugas menyunting draft buku serta menata kalimat agar pembaca lebih mudah memahami isi buku. Sementara itu, ghost writer digunakan untuk menyebut orang yang bekerja menyusun tulisan (buku, artikel, naskah pidato) bagi orang lain. Ketika tulisan itu diterbitkan ke muka publik, nama yang tercantum ialah nama orang yang memesan tulisan itu. Biasanya, ghost writer bekerja berdasarkan pemikiran dan data yangDongeng Sebelum Tidur dimiliki si pemesan. Ada juga ghost writer yang hanya „pinjam nama‟ tokoh atau pakar. Ide, pemikiran, dan literatur tulisan dicari sendiri oleh si penulis bayangan. Selanjutnya, setelah naskah jadi, dia 119
    • cantumkan nama tokoh atau pakar tersebutsebagai penulisnya. Jadi, sesungguhnya kerjaeditor itu berbeda dengan kerja ghost writer.Editor cukup menyunting naskah karya penulis.Dia bertanggung jawab atas keterbacaan naskahtersebut. Maksudnya, editor harus menjaminbahwa buku tersebut akan dapat dipahamipembaca dengan mudah. Itu saja.Namun, pada kenyataannya kerja editortidaklah mudah. Apalagi kerja menyuntingnaskah buku yang ditujukan untuk duniapendidikan, seperti buku teks pelajaran danbuku pengayaan. Selain harus memahami tatabahasa Indonesia, editor juga dituntutmemahami standar isi dan standar kompetensi.Inilah kurikulum yang sudah digariskan olehDepartemen Pendidikan Nasional.Nah, di sini permasalahan muncul. Seringnaskah yang dikirim oleh penulis luar belummemenuhi tuntutan kurikulum tadi. Sementaraeditor dituntut untuk merampungkan bukutersebut dalam waktu yang singkat. Editorcukup lega jika penulis buku itu mau dan Dongeng Sebelum Tidurmampu bekerja sama untuk memperbaikinaskahnya. Kalau menjumpai penulis yangterlalu sibuk dengan pekerjaan pokok atauenggan memperbaiki dengan alasan „tidaksanggup‟, editor harus mau berjibaku mem-perbaikinya. 120
    • Pagi sampai siang browsing materi. Selepas makan siang, susun data hasil surfing dan memasukkannya ke dalam naskah. Ibarat pekerja bangunan, editor harus menyusun ulang tatanan batu bata materi agar menjadi bentuk bangunan buku yang diinginkan. Malam haripun kerja tidak berhenti. Supaya mata tetap melek, kopi dan cemilan menjadi teman kencan. Dini hari tubuh sudah menuntut istirahat. Bagi yang sudah berkeluarga, mereka memilih pulang ke rumah. Sedangkan yang masih lajang asyik-asyik saja tidur di kantor: gelar tikar, setel lagu lembut (kalau saya pilih alunan sax Kenny G atau piano Richard Clayderman), dan kerudungan sarung. Ritme kerja seperti ini dapat berlangsung berhari-hari. Tidak heran jika tampilan editor saat itu terlihat kuyu, kecapekan, dan susah senyum. Pokoknya njelehi, deh. Kerja spartan semacam ini berakhir jika dummy buku telah jadi. Ini prototipe buku yang akan dinilaikan ke BSNP. Lega rasanya jikaDongeng Sebelum Tidur berhasil menyelesaikan etape marathon ini. Semua perasaan tidak nyaman langsung lenyap. Akan tetapi, perasaan lega itu tidaklah lama. Ketika melihat daftar susunan tim produksi, biasanya editor merasa masygul. 121
    • Mengapa? Karena yang tertulis sebagai penulisbuku itu tetap penulis awal. Dia hanyatercantum sebagai editor. Padahal de facto yangbekerja menyusun ulang buku tersebut ialaheditor. Dia telah memutar otak untuk membuatpola buku yang menarik. Dia juga yang telahmengerahkan segala daya untuk mewujudkanbuku itu agar memenuhi segala persyaratanBSNP. Namun, ketika buku itu dinyatakan luluspenilaian dan dibeli pemerintah sebagai bukusekolah elektronik (BSE), kontribusinya hanyatercatat sebagai editor. Penulislah (notabenetenaga pendidik di instansi pemerintah) yangakan mendapatkan poin untuk menjangkaujenjang kepangkatan yang lebih tinggi.Berkali-kali saya mengalami kondisi sepertitadi. Berkaca dari pengalaman tersebut, akumenyimpulkan bahwa status saya memangeditor, tetapi kerja saya sebagai ghost writer.Siapa yang mau tantangan ini? Dongeng Sebelum Tidur 122
    • MERINDING KALA MENGINGATMU Merinding. Itu yang saya rasakan kala mencoba memikirkan beberapa pengalaman kemarin. Allah swt terasa begitu dekat, sehingga saya pun sampai pada satu kesadaran baru. Februari-Maret merupakan bulan yang ditunggu-tunggu oleh tim produksi di tempat kerja saya. Ini bukan karena kami akan mendapat tambahan gaji antara 50.000- 100.000 sesuai UMK. Kerinduan itu di- sebabkan karena bulan tersebut merupakan saat diserahkannya perhitungan royalti pen- jualan buku setahun terakhir. Bagi kami, inilah saat panen. Walaupun hanya dibayar dengan standar UMK, namun adanya royalti buku membuat kami bisa mendapatkan gaji ke-13 yang nilainya bisa berlipat ganda dibandingkan upah. Bahkan beberapa tahun lalu tim produksi bukuDongeng Sebelum Tidur matematika mendapatkan royalti hingga ratusan juta rupiah. Tidak heran jika waktu itu sejumlah teman bisa membeli sepeda motor baru, meng-up grade mobilnya, atau membeli tanah dan rumah. Akhir pekan begitu ditunggu teman-teman agar bisa hunting handphone 123
    • atau laptop baru di Yogya. Begitulah kebiasaanyang pernah terjadi setiap habis pembagianroyalti.Namun kondisi sekarang berubah. Setelahpemerintah menerapkan kebijakan bukusekolah elektronik (BSE), buku pelajaran yangkami susun tidak lagi memberi royalti besar.Setiap tahun jumlah royalti terus menyusut.Kondisinya bagai seseorang yang terjun bebasdari lantai 30 ke dasar sumur tanpa batas.Angka nol pun tidak lagi berjajar di belakangangka yang tercetak di lembaran perhitunganroyalti.Tim produksi saya pun mengalami hal tersebut.Dua buku yang kami kerjakan hanyamenghasilkan royalti 300 ribuan. Dari jumlahtersebut, sepertiganya harus diberikan pada timlain yang pernah membantu pengerjaan buku.Sisanya baru dibagikan kepada belasan anggotatim saya.Sebagai product leader, semestinya saya tidakperlu bingung membagi uang sejumlah itu. Saya Dongeng Sebelum Tidurcukup berpatokan pada persentase yang pernahkami sepakati bersama. Bukankah prosentaseitu telah dijadikan pedoman pembagian selamaini? Ketika saya membagi berdasarkan per-sentase tersebut, muncullah angka-angka yangfantastik untuk disampaikan. Ada seorang lay 124
    • outer mendapat royalti hanya Rp4.500,00. Saya sendiri sebagai penulis buku hanya mendapatkan Rp75.000,00. Barangkali pembagian semacam itu pun sudah bisa disebut adil. Namun, batin saya masih merasa belum lega. Saya kembali teringat nasihat seorang senior dulu. “Ketika royalti yang akan disampaikan tidak memadai, sebaiknya kita kurangi perolehan royalti kita sebagai penulis, lalu tambahkan pada royalti teman-teman lay outer dan desainer. Insya Allah tidak rugi. Tambahan sekecil apapun tetap lebih baik bagi kita semua.” Dengan bulat hati, saya kurangi sepertiga perolehan saya untuk teman-teman. Rincian perhitungan pun saya informasikan pada semua anggota. Alhamdulillah, mereka bisa mema- hami kenyataan tadi. Nah, yang membuat saya merinding justru follow up yang Allah swt lakukan. Beberapa hari di bulan Maret ini Allah swt memberi ganti dari aksi kecil saya. Melalui perantaraan sejumlahDongeng Sebelum Tidur relasi, ganti yang puluhan kali nilainya saya dapatkan. Kondisi ini juga saya alami kemarin. Sewaktu saya berbagi rejeki dengan anak-anak penghuni panti asuhan, beberapa hari ke- mudian Allah swt menggantinya dengan yang lebih banyak. Allahu Akbar. Ternyata Allah swt 125
    • membayar lunas setiap kebaikan yang kitalakukan. Pada waktu yang sama Allah swtmenunda pembalasan untuk setiap dosa yangkita kerjakan. Mengapa demikian? BarangkaliAllah swt sengaja mengulur waktu agar kitasegera memohon ampunanNya. Dengan caraini, kita terhindar dari adzab yang berat. Dongeng Sebelum Tidur 126
    • MISTERGRID „Kita adalah apa yang selalu kita perbuat. Andaikata sempurna, itu bukanlah sebuah prestasi, melainkan karena kebiasaan saja.‟ (Aristoteles) Mistergrid mengutip pemikiran itu di awal pertemuan dalam workshop desainer grafika di tempat kerjaku kemarin. Menurutnya, ini upaya yang dia tempuh untuk menetralkan penilaian orang terhadap dirinya. Ya, reputasi mistergrid sebagai praktisi dan pemerhati desain grafika memang tidak perlu diragukan. Karena pe- mikiran tersebut, saya salut dengan sikap rendah hati yang ditunjukkannya. Alhamdulillah, saya berkesempatan mengantar mistergrid singgah di Solo. Dia perlu men- jenguk sang ibu yang sekarang tinggal sendiri di sana. Dari percakapan selama perjalanan tersebut, ada beberapa hal yang membekas di hatiku.Dongeng Sebelum Tidur Waktu milik ALLAH. Jangan main-main dengan waktu Ungkapan tersebut disampaikan mistergrid ketika obrolan kami menyangkut masalah umur. Umur beliau hampir 60 tahun sementara umurku baru separuhnya. Namun dalam 127
    • rentang waktu itu, mistergrid berusahamengisinya dengan kebajikan. Banyak karyayang sudah diperbuat. Menurut pema-hamannya, kita akan rugi jika tidak mengisiwaktu dengan kerja yang bermanfaat bagi diridan sesama.Berbagilah ilmu karena kita akan mendapatbalasan yang luar biasa besarnyaSebagian orang merasa rugi jika ilmu yangdimiliki ditularkan pada orang lain. Inidisebabkan karena dia merasa rugi seandainyaorang lain mendapatkan manfaat besar dariilmu tersebut. Nah, berkaca dari perjalananhidupnya, mistergrid mematahkan pemikirantadi. Menurutnya, kita justru akan men-dapatkan keuntungan besar dari aktivitasberbagi ilmu. Rejeki dari Allah akan datangmelalui jalan yang tidak terduga.Cobalah mendengarkan tangisan perutTubuh sehat menjadi salah satu syarat supayabisa bekerja dengan optimal. Tanpa kesehatantubuh, mustahil kita bisa membuat karya yang Dongeng Sebelum Tidurbaik. Menurut mistergrid, jika ada orang yangpekerjaannya tidak beres, dia perlu introspeksitentang kualitas makanan yang dinikmatinya.Dari sini dia menandaskan perlunya punyamemampuan mendengarkan tangisan perut. 128
    • Bagaimana caranya? Makanlah makanan yang bergizi dalam porsi yang seimbang. Jangan tinggalkan sarapan pagi supaya tubuh punya cukup energi untuk berkarya. Namun jangan makan malam terlalu banyak supaya perut tidak bekerja terlalu berat. Selain itu, berpuasa sunah perlu kita lakukan. Bekerjalah dengan hati Suatu karya yang baik akan memancarkan aura. Untuk membuat karya beraura baik, kita perlu memiliki niat yang benar dalam bekerja. niat tersebut akan menjaga keseimbangan otak kanan dan otak kiri kita. Dari sini kita ter- motivasi untuk tidak bekerja secara asal-asalan. Dalam dunia kreatif, kecemerlangan pemikiran perlu diasah. Caranya dengan rutin sholat tahajjud bagi seorang muslim. Niscaya kita akan mendapat bimbingan langsung dari Allah dalam bekerja sehingga bisa tercipta karya yang memancarkan aura positif. Perjalanan satu jam menembus hujan lebat bersama mistergrid memberi nuansa baruDongeng Sebelum Tidur dalam jiwa saya. Di ujung pertemuan, mistergrid memberikan cenderamata. Sebuah majalah „printpack Indonesia‟ dengan pesan bertulisan tangan: Buat Mas Tammi. Hidup ini indah. Nikmatilah.‟ –mistergrid- 129
    • MENULISLAH, SIAPA TAHU JADI BUKUKang,Aku kok merasa rugi ikut kompasiana. Eit,sabar. Jangan buru-buru mencerca. Aku tahusampeyan fans berat kompas. Mau bukti?Headline kompas akan sampeyan bahas dalamkesempatan pertama kita ketemu. Referensiberita kalau enggak dari kompas akansampeyan kritisi betul. Sampai-sampai akupernah berpikir enggak perlu baca kompas lagi.Cukup ngobrol dengan sampeyan, makarangkaian berita yang disiarkan di sana sudahbisa kutahu. Tapi tolong kali ini dengar duluomonganku. Beri aku kesempatan untukmemaparkan latar belakang ungkapan tadi.oke?Begini lho, kang.Kalau aku ikut daftar kompasiana, alasannya Dongeng Sebelum Tidursepele. Aku cuma pengin ikut ngomentaritulisan para kompasianer itu. Sudah tahu tokalau para kompasianer itu berasal dari seluruhnusantara. Bahkan banyak yang saat ini tinggaldi luar negeri. Mereka punya banyak peng-alaman hidup, kang. Beraneka pengalaman 130
    • hidup menjadi bahan tulisannya. Wah, asyik sekali membaca tulisan yang mereka unggah. Ada yang menyoroti budaya masyarakat sekitar. Ada juga yang menulis catatan perjalanan mendaki gunung ini atau pergi ke daerah itu. Sementara yang di luar negeri banyak yang menulis hal-hal unik yang dijumpai di sana. Tentang orang-orangnya, tentang tempat- tempat yang dikunjungi, atau tentang makanan yang disantap. Kompasianer yang nulis tentang isu-isu terpanas negeri kita juga banyak, kang. Dari membaca tulisan mereka, pengetahuanku sedikit-sedikit bertambah. Generalized atau apalah istilahnya. Pokoknya, tahu sedikit tentang banyak hal. Biasanya sehabis baca tulisan yang diunggah di kompasiana, aku pingin komentar. Ya, cuma ngomong, “mas, artikelnya bagus,” atau “wah, mbak, asyik ya bisa sampai sana.” Kadang kala aku juga pingin bertanya, “maksudnya apa, to om?” supaya bisa interaksi seperti itu, aku harus daftar ke kompasiana, kang. Gitu awalannya.Dongeng Sebelum Tidur Terus, setelah jadi kompasianer (wuaduh, aku jadi ge-er, hehe), keinginanku tidak lantas mandheg. Aku terprovokasi juga untuk ketak- ketik. Masak, sudah jadi kompasianer kok Cuma numpang komentar. Makanya aku coba- coba nulis. Apa saja yang menurutku penting 131
    • tak unggahke. Ada isu remunerasi, akungunggah komentar. Habis baca buku,komentarku tak tulis. Ngobrol sama sampeyan,tak tulis. Sampai-sampai aku mencari-cari idetulisan dari kejadian kecil yang pernah kualami.Keinginan nulis itu juga ada alasannya. Mautahu, kang? Setelah tak pikir-pikir, ternyatakarena tulisanku dapat komentar darikompasianer lain. Sekedar „salam kenal‟ sajasudah membuatku bungah, hihihi. Apalagikalau ada komentar yang memancing komentarbaru. Wah, tambah seru le ngeblog. Akusekarang jadi kecanduan virus kompasiana.Hehehe ….Baru sebulan ngompas (pakai -sianamaksudnya), aku melihat satu hal baru.Ternyata tulisan yang diunggah teman-temanitu bagus-bagus. Isinya menarik apalagi di-tempeli foto-foto karya sendiri. Kadangmenghibur, kadang menyentak. Sayangnya,yang baca tulisan bagus itu cuma kisaranratusan orang saja. Memang ada tulisan yangdibaca sampai hampir 3000-an orang. Biasanya Dongeng Sebelum Tidurisinya tentang isu terpanas saat itu atau yangjudulnya nyerempet-nyerempet (seleb, seks,atau seleb kecanduan ngeseks, hehe).Konsekuensinya, yang bisa memetik manfaattulisan tadi ya hanya sebatas angka itu. Eman-eman, to kang? Padahal jika tulisan itu dibaca 132
    • oleh orang-orang se-Indonesia, tentu semakin banyak yang mendapatkan manfaat. Bagaimana caranya? Sederhana: buat buku. Kamu gak percaya, kang? Coba diingat, walaupun dunia akan segera memasuki era paperless (benar seperti itu nulisnya, kang?), tapi potensi pangsa pasar buku di indonesia masih terbuka lebar. Apalagi kesadaran membaca masyarakat kita semakin luas. Masyarakat tentu akan menghargai tinggi buku-buku yang menyehatkan jiwa. Maksudku, buku yang memotivasi kita untuk hidup lebih baik, mau berempati dengan sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Buku tidak selalu berisi uraian ilmiah akademis teoritis tentang suatu hal. Buktinya, waktu aku pergi ke toko buku, yang ditawarkan di sana sangat beragam. Ada buku tentang aneka tip rumah tangga, buku harian tokoh tertentu, sampai nama-nama bagi bayi. Ada juga buku resep masakan, buku humor, juga novel dan cerita pendek. Bahkan aku pernah melihat buku yang isinya postingan dari suatu blogDongeng Sebelum Tidur seseorang. Nah, dalam bayanganku, jika pengalaman berwisata para kompasianer itu dikompilasikan, tentu akan lahir buku panduan berwisata seperti Lonely Planet. Cerita fiksi yang ditulis kompasianer bisa dikompilasi 133
    • menjadi buku kumpulan cerita pendek ataucerita bersambung.Tentu saja hal ini memerlukan proses, kang.Membuat draft buku tidak semudah membaliktelapak tangan. Ujug-ujug dadi. Nggakmungkin itu. Tapi, menurutku bisa dimulai darimembuat tulisan-tulisan yang bernas. Ah, tentuteman-teman kompasianer paham maksudtulisan yang bernas itu. Selanjutnya, bila draftbuku dinilai cukup layak, kita tawarkan kepenerbit. Bukankah sekarang banyak penerbitbaru yang muncul? Mereka tentu mem-butuhkan naskah buku sebanyak mungkin.Nah, bekerja sama dengan penerbit me-mungkinkan kita menyebarluaskan ide-idebrilian tadi ke seluruh nusantara. Semakinbanyak orang Indonesia yang tercerahkan ber-kat buku kita, semakin besar nilai diri kita dihadapan Allah swt. Bukankah sebaik-baikmanusia adalah yang paling besar manfaatnyabagi sesama, kang? Dongeng Sebelum Tidur 134
    • SAYA INGIN MEWARISKAN BUKU Gola Gong pernah menulis dalam sebuah buku. Konon, orang Jepang gemar menulis. Topiknya sangat beragam, dari sekedar hobi hingga suatu kajian ilmu. Tidak heran jika jumlah buku yang terbit di sana setiap tahun sangatlah banyak. Hal ini juga berpengaruh terhadap per- kembangan toko buku. Jumlah toko buku di negeri sakura itu sekitar lima kali lipat jumlah toko buku di Amerika Serikat. Melihat kenyataan tersebut, saya mem- bayangkan bahwa budaya baca masyarakat Jepang lumayan tinggi. Saat menunggu kedatangan kereta, banyak orang Jepang meng- gunakan waktunya untuk membaca. Ketika istirahat, mereka pun menggunakan sebagian waktu istirahatnya untuk membaca. Semakin banyak bacaan yang dilahap, tentu semakin banyak pengetahuan yang diperoleh. Karena itu manusia selalu melakukan dialektika pe-Dongeng Sebelum Tidur mikiran, lahirlah letupan-letupan ide dari sekumpulan informasi yang sudah diperoleh. Mereka lalu menuliskan ide-ide tersebut di secarik kertas, pada buku tulisnya, atau pada komputer. Dari sini muncul bibit-bibit penulis 135
    • buku yang sekarang mewarnai kehidupanmasyarakat Jepang.Tiba-tiba muncul sebersit tanya: mungkinkahkita menciptakan budaya baca-tulis sepertiJepang? Jawaban spontan yang bisa diberikanhanyalah satu: mungkin sekali. Lantas, bagai-mana caranya? Inilah pertanyaan yang me-merlukan jeda cukup panjang untuk men-jawabnya. Karena saat ini baru sebatas ber-mimpi, saya pun mencoba menjawabnyaberdasarkan impian saya. Kira-kira begini.Pertama, kita dituntut rajin membaca. Seringkali kita memaksakan diri membuat tulisandengan tidak disertai riset bahan. Akibatnya,tulisan itu tidak terselesaikan. Bisa jadi karenakekurangan bahan tulisan. Jika dianggapselesai pun terasa tidak mantap pem-bahasannya. Kita tidak tahu lagi harus me-nambahkan apa ke dalam tulisan. Nah, denganmembaca, kita akan mendapatkan banyakbahan untuk merampungkan tulisan. Bahkan,kita juga bisa mendapatkan topik tulisanlainnya. Adanya keuntungan tersebut men- Dongeng Sebelum Tidurdorong seorang bijak berkata, “Buku itu gudangilmu. Membaca merupakan kuncinya.”Kedua, kita dituntut rajin menulis. KataHernowo, “Menulis itu mengikat makna.” Topikyang kita tulis akan selalu kita kenang. Kita 136
    • menjadi tidak mudah melupakannya. Bahkan ketika muncul dialog tentang tulisan kita, perspektif kita akan semakin luas. Sangat mungkin muncul ide baru yang ingin kita tuliskan. Untuk melatih kemampuan menulis kita, kita perlu mencatat setiap kilatan ide yang terlintas. Walau hanya sebaris kalimat, itu me- rupakan latihan menuangkan ide yang efektif. Yakinlah, bahwa dari satu kalimat ke kalimat lain akan melahirkan satu paragraf. Ketiga, kita dituntut untuk bertanggung jawab atas tulisan tersebut. Kata cechgentong, “Menulis itu cerminan keimanan.” Apa yang kita tulis sangat mungkin memancing komentar dari orang lain. Kadang berupa pujian, tidak jarang berupa makian. Saya ingin meneladani semangat orang jepang dalam membaca dan menulis. Alasannya sederhana saja. Karena saya ingin mewariskan buku-buku buat anak saya. Buku itu tulisan saya sendiri. Isinya bisa pendapat dan ko- mentar tentang suatu kenyataan. Atau hikmah dari pengalaman hidup yang pernah saya alami.Dongeng Sebelum Tidur Inilah perubahan obsesi saya. Semula saya ingin membangun perpustakaan pribadi yang berisi koleksi buku-buku bergizi karya orang lain bagi anak saya. Akan tetapi, sekarang saya ingin mewariskan tulisan-tulisan 137
    • karya saya sendiri. Tulisan yang dicoretkan olehpena dengan bimbingan hati yang tulus gunamenjadi bekal bagi anak saya. Inilah warisanyang ingin saya berikan padanya. Kalau Anda? Dongeng Sebelum Tidur 138
    • TAMMI ITU... Gambaran tentang diri Tammi Prastowo semestinya lebih objektif diperoleh dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Namun, dengan merunut peran yang pernah dimainkan, mungkin dapat memberi sedikit gambaran tentang dirinya. Tammi Prastowo terlahir di Purworejo, 1 Maret 1977. Darah pendidik yang menitis dari Sang Bapak mendorongnya menggeluti dunia pendidikan. Berawal dari trainer di Pelajar Islam Indonesia (PII) Surakarta, lalu sebagai guru di SMA Diponegoro Surakarta, hingga menjadi editor dan penulis buku ajar di PT Intan Pariwara Klaten. Kini Tammi tergabung dalam tim Research and Development pada penerbit tersebut. Ayah dari Akmal Dzaky Mubarok ini tinggal di Griya Taman Srago A13/26, Gumulan, Klaten. Anda bisa menghubunginya melalui email tammi.prastowo@yahoo.com atau di nomor 081 392 017 037. Tulisan lain dapat Anda baca pada www.kompasiana.com/tammiprastowo danDongeng Sebelum Tidur www.rumahdzaky.wordpress.com. 139
    • Stop MerokokTahukah Anda zat berbahaya yangterkandung dalam sebatang rokok? Dongeng Sebelum Tidur 140