Bivakfebruari2010opt

551 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
551
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
19
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bivakfebruari2010opt

  1. 1. BULETIN BIVAK
  2. 2. Dari Redaksi
  3. 3. Pendidikan Dasar Astacala 18
  4. 4. Sepatah Cerita Borneo (Part 1) Semakin jauh aku melangkah dan masuk ke Indonesia semakin aku kagum dengan segala keragaman yang dimiliki negeri ini. Bangga aku akan keragaman yang ada didalamnya, hanya saja aku benci dengan orang-orang yang mengelolanya.
  5. 5. " ..Sepetak demi sepetak tanah terjual, dengan harga yang rendah kepada calo tanah yang akan menggelola hutan ini untuk dijadikan kebun karet dan sebagian menjadi tambang batu bara "
  6. 6. On Assignment
  7. 7. ".. Jika saya yang orang Indonesia dar suku Batak tulen diberi pertanyaan sep itu, dengan bangga saya akan menjawa Dalihan Natolu! .."
  8. 8. ri perti ab
  9. 9. "..Bisa dikatakan apabila adat Dalihan Natolu ini (seandainya) punah, maka punahlah juga adat dari suku Batak. Karena dari Dalihan Natolu inilah muncul tutur- tutur kekeluargaan seperti tulang, namboru, semarga, bahkan pariban.. "
  10. 10. MENJAGA PERALATAN NAVIGASI
  11. 11. SEJARAH BACKPACKING Reader's Digest Indonesia Selimut Debu - Agustinus Wibowo
  12. 12. Sudah sering saya melihat berbagai macam bencana alam yang terjadi di Indonesia ini. Gempa bumi, angin ribut, tsunami, banjir bandang, tanah longsor, banjir lumpur, kekeringan. Sering pula saya melihat efek samping bencana-bencana itu. Kelangkaan air, punahnya hewan-hewan tertentu, kemiskinan, kelaparan, penyakit-penyakit, pengangguran. Teks oleh Bram
  13. 13. "..Pemerintah yang berwenang juga tidak serius dalam menindak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab atas bencana alam, langsung dan tidak langsung. Ditambah dengan permasalahan korupsi di segala lini pemerintahan. Tragisnya, pemimpin- pemimpin sendiri juga terbawa serakah dan makin membawa lingkaran setan ini menjadi lingkaran yang semakin setan..."
  14. 14. Semuanya berawal dari kenangan masa kecil H. Chaerudin. Tokoh yang dalam kesehariannya selalu mengenakan pakaian khas betawi, lengkap dengan peci dan goloknya ini, ingat betapa mudahnya dulu memancing ikan di Kali Pesanggrahan. Kicauan burung begitu merdu menghiasi suasana di pinggir kali. Aneka satwa lain juga dapat dengan mudah ditemui. Tapi kondisi di akhir 1980-an sangatlah jauh berbeda. Sampah bertebaran sepanjang bantaran yang tandus atau di kali yang airnya kehitaman.
  15. 15. "Yaaah itu mah buat apa. Banyak. Ada Kalpataru, atau apa lah, saya ndak urus... "

×