Pembelajaran berbasis multimedia terkait dengan penerapan teknologi informasi dan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pembelajaran berbasis multimedia terkait dengan penerapan teknologi informasi dan

on

  • 1,071 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,071
Views on SlideShare
1,062
Embed Views
9

Actions

Likes
0
Downloads
47
Comments
0

1 Embed 9

http://myfortuner.wordpress.com 9

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pembelajaran berbasis multimedia terkait dengan penerapan teknologi informasi dan Pembelajaran berbasis multimedia terkait dengan penerapan teknologi informasi dan Document Transcript

  • SEMINAR FISIKAPEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DANKOMUNIKASI (TIK) DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA MATERI FLUIDA OLEH NAMA : LAODE HUSMAN SYUKUR STAMBUK : A1C3 09 042 PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN : PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2012
  • DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL .......................................................................................... iKATA PENGANTAR ........................................................................................ iiDAFTAR ISI ....................................................................................................... iiiBAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ...................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ................................................................................. 2 C. Tujuan ................................................................................................... 3 D. Manfaat ................................................................................................. 3BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian TIK ...................................................................................... 4 B. Model Pengembangan TIK dalam Pendidikan ..................................... 5 C. TIK Dan Sistem Manajemen Sekolah ................................................... 9BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................... 14 B. Saran ...................................................................................................... 14DAFTAR PUSTAKA
  • KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata‟ala,karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapatmenyelesaikan makalah dengan judul “Pembelajaran Berbasis MultimediaDengan Penerapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) DalamMeningkatkan Mutu Pendidikan” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baikdari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangatdiharapkan untuk penyempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kitasemua. Kendari, Oktober 2012 Penulis
  • BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yangamat pesat dan secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikandalam penyelenggaraan pendidikan di berbagai Negara. Bahkan terdapat tekananTIK yang sangat besar terhadap sistem pendidikan secara global karena: (i)teknologi yang berkembang menyediakan kesempatan yang sangat besar untukmengembangkan manajemen pendidikan dan proses pembelajaran di sekolah, (ii)hasil belajar siswa yang spesifik dapat diidentifikasi dengan pemanfaatanteknologi baru tersebut, dan (iii) TIK memiliki potensi yang sangat besar untukmentransformasikan seluruh aspek di dalam pendidikan di sekolah danmemanfaatkannya untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran. Peralihan kultur terjadi kalau komunitas pendidikan memiliki komitmenyang kuat untuk memanfaatkan TIK. Kelompok komunitas tersebut adalah parapraktisi pendidikan baik yang berkaitan dengan manajemen maupun proses belajarmengajar pada semua tingkatan dan unit pendidikan, yang terdiri atas guru, dosen,instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf administrasi, dan pejabat dalamlingkungan departemen pendidikan. Yang tak kalah pentingnya adalah para subjekpendidikan dari semua jenjang yang terdiri atas siswa dan mahasiswa. Dalam konteks ini, pemanfaatan TIK harus direalisasikan untuk (a)pengelolaan pendidikan melalui otomasi system informasi manajemen danakademik berbasis TIK, dan (b) sistem pengelolaan pembelajaran baik sebagaimateri kurikulum, suplemen dan pengayaan maupun sebagai media dalam prosespembelajaran yang interaktif serta sumber-sumber belajar mandiri yang inovatifdan menarik. Dengan kata lain, pendayagunaan TIK dalam manajemenpendidikan dan proses pembelajaran bertujuan untuk menfasilitasi penyelenggaradan peserta pendidikan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Menurut beberapa ahli pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan; Rekdale(2001) mengemukakan bahwa pada program di masa lalu untuk menyediakan
  • teknologi ke sekolah kebanyakan mencapai sedikit sukses dalam jangka waktuyang cukup lama dan jarang sekali menunjukkan perkembangan. Persyaratanmengenai laboratorium bahasa adalah contoh yang umum. Biasanya ada enammasalah utama, yaitu ; (i) Anggaran untuk perawatan fasilitas awal tidak tersedia;(ii) Pelatihan biasanya terlalu spesifik dan tidak berhubungan dengan kebutuhandi lapangan atau perubahan sikap, (iii) Tidak tersedianya karyawan untukperawatan rutin dan pengembangannya, (iv) Tidak tersedianya teknisi ahli atauterlalu mahal, (v) Materi yang sesuai untuk mengajar tidak tersedia, dan (vi)Lemahnya kondisi kerja guru di lapangan mendorong bahwa mereka tidak dapatmembagi waktu untuk mengembangkan materi mengajar secara kreatif. Di sisi lain, sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIKdalam pembelajaran memiliki dampak positif terhadap performansi dan prestasibelajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK di bidang pendidikanperlu mendapatkan perhatian yang serius dari berbagai pihak terkait, termasukmengatasi masalah-masalah yang sering terjadi. Berdasarkan Rencana Strategis(Renstra) Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, untuk dapatmemberikan pelayanan prima, salah satu yang perlu dilakukan adalahpengembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dilakukan melaluipendayagunaan ICT di bidang pendidikan yang mencakup peran ICT sebagaisubstansi pendidikan, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standarkompetensi, penunjang administrasi pendidikan, alat bantu manajemen satuanpendidikan, dan infrastruktur pendidikan.B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini adalah : 1. Apa pengertian dari TIK? 2. Bagaiamana model pengembangan TIK dalam pendidikan? 3. Bagaimana penerapan TIK dalam sistem manajemen sekolah?
  • C. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu: 1. Untuk mengetahui pengertian dari TIK. 2. Untuk mengetahui bagaimana model pengembangan TIK dalam pendidikan bagi siswa dan guru. 3. Untuk mengetahui bagaimana penerapan TIK dalam sistem manajemen sekolah.D. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar menjadi bahan referensi bagi guru dalam memberikan materi terkait yang berhubungan dengan alat elektronika dan juga dapat memotivasi dan mengembangkan kemampuan siswa dalam bidang elektronika khususnya computer yakni dalam bidang multimedia.
  • BAB II PEMBAHASANA. Pengertian TIK Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, techne yang berarti„keahlian‟ dan logia yang berarti „pengetahuan‟. Dalam pengertian yang sempit,teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahanaktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputi pengertian sistem,organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dan kemajuanzaman, pengertian teknologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini teknologimerupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis penggunaan danpengetahuan tentang alat dan keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruhpada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang adadi sekitarnya. Jadi teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapatmemanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekelilingnya secara lebih maksimal.Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudahpemenuhan kebutuhan manusia, Teknologi atau pertukangan memiliki lebih darisatu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin,material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagaiaktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.,Kata teknologisering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan prosespenemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangatlama seperti roda da pat disebut teknologi. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagiandari ilmupengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua yang teknologiberhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan,penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi(Kementerian Negara Risetdan Teknologi, 2006: 6) Teknologi informasi juga adalah suatu teknologi yang
  • digunakan untuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkaninformasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktuyang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahan dan merupakaninformasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaituTeknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi meliputisegala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu,manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi komunikasi mencakup segalahal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses danmentrasfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, penguasaan TIKberarti kemampuan memahami dan menggunakan alat TIK secara umum termasukkomputer (Computer literate) dan memahami informasi (Information literate).Tinio mendefenisikan TIK sebagai seperangkat alat yang digunakan untukberkomunikasi dan menciptakan, mendiseminasikan, menyimpan, dan mengelolainformasi. Teknologi yang dimaksud termasuk komputer, internet, teknologipenyiaran (radio dan televisi), dan telepon. UNESCO (2004) mendefenisikanbahwa TIK adalah teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi danmenciptakan, mengelola dan mendistribusikan informasi. Defenisi umum TIKadalah computer, internet, telepon, televise, radio, dan peralatan audiovisual.B. Model Pengembangan TIK dalam Pendidikan Sejarah pemanfaatan TIK dalam pendidikan, khususnya dalam pembelajaransangat dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras TIK, khususnyakomputer. Teemu Leinonen (2005) membagi perkembangan tersebut ke dalam 5fase : Fase pertama (akhir 1970an – awal 1980an) adalah fase programming, drill and practice. Fase ini ditandai dengan penggunaan perangkat lunak komputer yang menyajikan latihalatihan praktis dan singkat, khususnya
  • untuk mata pelajaran matematika dan bahasa. Latihan-latihan ini hanya dapat menstimulasi memori jangka pendek. Fase kedua (akhir 1980an – awal 1990an) adalah fase computer based training (CBT) with multimedia (latihan berbasis komputer dengan multimedia). Fase ini adalah era keemasan CD-ROM dan komputer multimedia. Penggunaan CD-ROM dan komputer multimedia ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap proses pembelajaran, karena kemampuannya menyajikan kombinasi teks, gambar, animasi, dan video. Konsep pedagogis yang mendasari kombinasi kemampuan ini adalah bahwa manusia memiliki perbedaan. Sebagian bias belajar dengan baik kalau mempergunakan indra penglihatan, seperti menonton filem/animasi, sebagian lainnya mungkin lebih baik kalau mendengarkan atau membaca. Fase ketiga (awal 1990an) adalah fase Internet-based training (IBT) (latihan berbasis internet. Pada fase ini, internet digunakan sebagai media pembelajaran. Hanya saja, pada saat itu, masih terbatas pada penyajian teks dan gambar. Penggunaan animasi, video dan audio masih sebatas ujicoba, sehingga dirasakan pemanfaatannya belum maksimal untuk dapat menfasilitasi pembelajaran. Fase keempat (akhir 1990an – awal 2000an) adalah fase e-learning yang merupakan fase kematangan pembelajaran berbasis internet. Sejak itu situs web yang menawarkan e-learning semakin bertambah, baik berupa tawaran kursus dalam bentuk e-learning maupun paket LMS (learning management system). Fase ini ditandai dengan banyaknya bermunculan perangkat lunakpembelajaran dan konten pembelajaran gratis yang mudah diakses baik oleh gurumaupun siswa, yang selanjutnya dapat diedit dan dimanipulasi sesuai dengankebutuhan. Konsep pedagogik yang mendasari fase ini adalah teori kontstruktivissosial. Dalam konteks ini, pembelajaran melalui komputer terjadi tidak hanyamenerima materi dari internet saja misalnya, tapi dimungkinkan dengan membagigagasan dan pendapat. Peranan TIK dalam pendidikan yang diuaraikan di atas mengisyaratkanbahwa pengembangan TIK untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di
  • Indonesia adalah sesuatu yang mutlak. Dalam Renstra Departemen PendidikanNasional tahun 2005-2009, program pengembangan TIK bidang pendidikan akandilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut 1) Tahap pertama meliputi (a)merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet, yangmenghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta jaringaninternet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah, (b)merancang dan membuat aplikasi database, (c) merancang dan membuat aplikasimanajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d)merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, daninteraktif. 2) Tahap kedua meliputi (a) melakukan implementasi sistem padasekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan sarana/prasarana TIK danpelatihan tenaga pelaksana dan guru dan (b) merancang dan membuat aplikasipembelajaran. 3) Tahap ketiga dan keempat adalah tahap memperluasimplementasi sistem di sekolah-sekolah. Uraian di atas lebih berfokus pada tahapan-tahapan yang diharapakandilakukan Depdiknas dalam kurung waktu tahun 2005-2009 dalam rangkapengembangan TIK dalam pendidikan. Dalam merealisasikan rencana ini,Depdiknas membangun ICT Center Kabupaten/Kota melalui Program Jardiknasyang terdiri atas jaringan komputer, internet, dan TV Edukasi. ICT Center ini akanterkoneksi dengan sekolah-sekolah dan kantor dinas pendidikan sebagaimanadigambarkan pada gambar 2. Selain itu, guru perlu juga diperlengkapi denganpengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menggunakan perangkat TIK.Untuk itu, manajemen sekolah perlu mengetahui kesiapan dan pelatihan TIK yangdibutuhkan guru. Instrumen pada lampiran dapat digunakan untuk tujuan ini.Gambar 2: Jaringan ICT Center Depdiknas (Materi Presentasi Powerpoint:Herdiana, ST, Team ICT Dit. PSMK Departemen Pendidikan Nasional) Penelitian tentang pengembangan TIK di negara-negara maju dan sedangberkembang menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya ada empat pendekatanmengenai pemanfaatan TIK oleh sistem pendidikan dan sekolah. Keempatpendekatan ini merupakan tahapan kontinum, yang oleh UNESCO diistilahkandengan pendekatan emerging, applying, infusing, dan transforming.
  • Gambar3: Model Kontinum Pendekatan Pengembangan TIK di Sekolah (UNESCO) Pendekatan Emerging dicirikan dengan pemanfaatan TIK oleh sekolah padatahap permulaan. Pada pendekatan ini, sekolah baru memulai membeli ataumembiayai infrastruktur TIK, baik berupa perangkat keras maupun perangkatlunak. Kemampuan TIK guru-guru dan staf administrasi sekolah masih beradapada tahap memulai eksplorasi penggunaan TIK untuk tujuan manajemen danmenambahkan TIK pada kurikulum. Pada tahap ini sekolah masih menerapkansistem pembelajaran konvensional, akan tetapi sudah ada kepedulian tentangbagaimana pentingnya penggunaan TIK tersebut dalam konteks pendidikan. Pendekatan Applying dicirikan dengan sudah adanya pemahaman tentangkontribusi dan upaya menerapkan TIK dalam konteks manajemen sekolah danpembelajaran. Para tenaga pendidik dan kependidikan telah menggunakan TIKuntuk tugas-tugas yang berkaitan dengan manajemen sekolah dan tugas-tugasberdasarkan kurikulum. Sekolah juga sudah mencoba mengadaptasi kurikulumagar dapat lebih banyak menggunakan TIK dalam berbagai mata pelajaran denganpiranti lunak yang tertentu. Pendekatan Infusing menuntut adanya upaya untuk mengintegrasikan danmemasukkan TIK ke dalam kurikulum. Pada pendekatan ini, sekolah telahmenerapkan teknologi berbasis komputer di laboratorium, kelas, dan bagianadministrasi. Guru berada pada tahap mengeksplorasi cara atau metode baru dimana TIK mengubah produktivitas dan pekerjaan profesional mereka.
  • Pendekatan Transforming dicirikan dengan adanya upaya sekolah untukmerencanakan dan memperbaharui organisasinya dengan cara yang lebih kreatif.TIK menjadi bagian integral dengan kegiatan pribadi dan kegiatan profesionalsehari-hari. Fokus kurikulum mengacu pada learner-centered (berpusat padapeserta didik) dan mengintegrasikan mata pelajaran dengan dunia nyata. TIKdiajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri dengan level profesional dandisesuaikan dengan bidang-bidang pekerjaan. Sekolah sudah menjadi pusatpembelajaran untuk para komunitasnya.C. Tik Dan Sistem Manajemen Sekolah Seiring dengan diterapkannya kebijakan otonomi daerah, pengelolaanpendidikan pada tingkat sekolah juga mengalami perubahan mendasar melaluigagasan penerapan pendekatan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yangdianggap sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Pendekatan inimemberi peran yang lebih luas kepada sekolah. Dengan kata lain, pendekatan inimemberikan otonomi lebih besar kepada sekolah sehingga manajemen sekolahmemiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya, sehinggasekolah lebih mandiri. Untuk itu, MBS bertujuan untuk meningkatkan semuakinerja sekolah (efektivitas, kualitas/mutu, efisiensi, inovasi, relevansi, danpemerataan serta akses pendidikan dalam rangka peningkatan mutu. Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas, penerapan TIK perludipertimbangkan untuk membantu pelaksanaan manajemen sekolah yang lebihefektif dan efisien. Ruud (2005) menunjuk bahwa investasi TIK di sekolah-sekolah yang kemudian diikuti dengan pengembangan kompetensi guru dan siswadalam bidang TIK dapat memperbaiki efektifitas pengelolaan sekolah sertameningkatkan kinerja (performance) akademik tenaga kependidikan dan pesertadidik. Hal ini dapat dipahami karena penerapan TIK di sekolah akan memberikankontribusi langsung kepada peningkatan proses manajemen dan administrasi,peluang untuk mengembangkan bahan ajar dan belajar mandiri, motivator bagisiswa untuk mengembangkan kemampuannya, dan sebagai alat untuk
  • pengembangan profesi dan mekanisme inovasi dalam sistem monitoring danevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Uraian di atas menunjukkan bahwa penerapan TIK di sekolah merupakansolusi yang paling tepat untuk menunjang peningkatan mutu sekolah termasukkeberhasilan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) danpencapaian standar nasional pendidikan (SNP). Dengan pemanfaatan TIK, tenagakependidikan dan stakeholders lainnya dapat meningkatkan manajemen sekolahdan aliran informasi yang efisien untuk mendukung pencapaian standar nasionalpendidikan dan proses desentralisasi pendidikan di Indonesia sebagaimanaditunjukkan pada gambar 5. Gambar 5: Skema penerapan TIK dalam pencapaian standar nasional pendidikan kaitannya dengan pemanfaatan TIK adalah untuk mendukung manajemensekolah, kebijakan Depdiknas tentang TIK yang tersurat dalam Depdiknas perluditindak lanjuti dalam bentuk langkah-langkah operasional oleh pemerintahdaerah melalui Kantor Dinas Pendidikan pada tingkat provinsi dankabupaten/kota, bahkan pada tingkat satuan pendidikan. Dengan demikian,kebijakan-kebijakan pendidikan yang dihasilkan dengan dukungan TIK akan lebih
  • baik dan tepat. Untuk menunjang hal tersebut, perlu dibangun sebuah sistemmanajemen pendidikan berbasis TIK yang dapat dimanfaatkan oleh semualembaga yang terkait dengan pendidikan. Pada tingkat satuan pendidikan, semua komponen yang terlibat dalampersekolahan perlu merespon positif dan merealisasikannya secara bertahap. Bagikepala sekolah, usaha yang perlu dilakukan adalah mengupayakan terciptanyamanajemen sekolah berbasis TIK yang juga didukung oleh staf administrasi yangmemiliki kemampuan TIK yang memadai. Dalam penerapan manajemen sekolah berbasis TIK, perangkat lunak tidakkalah pentingnya dengan perangkat keras TIK. Investasi perangkat keras tidakakan bermakna apabila tidak disertai dengan perangkat lunak. Oleh sebab itu,perangkat lunak dalam kaitannya dengan manajemen sekolah. Dalam Wikipedia(2007), Perangkat lunak atau piranti lunak adalah program komputer yangberfungsi sebagai sarana interaksi antara pengguna dan perangkat keras.Perangkat lunak dapat juga dikatakan sebagai penterjemah perintah-perintahyang dijalankan pengguna computer untuk diteruskan oleh perangkat keras.Perangkat lunak ini dibagi menjadi 3 tingkatan: tingkatan program aplikasi(application program misalnya Microsoft Office), tingkatan sistem operasi(operating system misalnya Microsoft Windows dan Linux), dan tingkatan bahasapemrograman. Yang menjadi fokus perhatian adalah program aplikasi sistem informasisekolah yang dapat digunakan untuk menunjang pelaksanaan manajemen sekolahyang efektif dan efesien. Program-program aplikasi semacam ini telah banyakdikembangkan baik oleh persusahaan swasta yang bergerak dalam bidangteknologi informasi, lembaga pemerintah, maupun individu. DepartemenPendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah AtasDitjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengembangkansebuah perangkat lunak yang diberi nama Paket Aplikasi Sekolah (PAS) yangdilengkapi dengan Buku Petunjuk Operasiona Singkat, yang dimaksudkan untukmembantu administrasi sekolah. Perangkat lunak semacam ini biasanya terdiriatas beberapa modul aplikasi, yang bervariasi berdasarkan kebutuhan sekolah,
  • seperti Modul Penerimaan Siswa Baru (PSB), Pasca PSB, AdministrasiKepegawaian, Kesiswaan, Akademik, Administrasi Akademik, dan Keuangan.Modul-modul ini biasanya ditampilkan pada Menu Utama program. Namun untukmembuka program ini, biasanya pengguna terlebih dahulu dibutuhkan untuk logindengan memasukkan user name dan pasword. Modul-modul tersebut diuraikansecara singkat di bawah ini.Gambar 7: Contoh Tampilan Menu Utama Program Aplikasi Sekolah (PAS) Modul Penerimaan Siswa Baru: Modul ini dimaksudkan untuk meprosespendaftaran calon siswa baru suatu sekolah melalui program aplikasi komputertertentu. Modul ini biasanya terdiri atas sub-sub menu/proses yang harusdilakukan (dipilih), misalnya Penentuan Kapasitas Penerimaan, Data PersonalCalon Siswa, Alamat Rumah Calon Siswa, Sekolah Asal Calon Siswa, SuratTanda Lulus dari Sekolah Asal, Daftar Nilai STL UAN Calon Siswa. Berikut iniadalah contoh Form Data Personal Calon Siswa.Gambar 8: Contoh Tampilan Menu Data Personal Calon Siswa (SSCI)
  • Modul Pasca PSB: Modul ini digunakan untuk memproses administrasisiswa yang dinyatakan diterima/lolos seleksi dan diumumkan melalui sistemaplikasi yang digunakan. Proses ini meliputi pendaftaran ulang siswa baru,penentuan rombel siswa baru, penugasan wali kelas, penentuan kelas siswa baru,setup guru mata pelajaran, jadwal kegiatan pembelajaran, dsb. Berikut ini adalahcontoh Form menu pasca PSB. Gambar 10: Contoh menu pasca PSB (SSCI)
  • BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan di atas maka diperoleh beberapa kesimpulansebagai berikut: 1. TIK adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. 2. Model pengembangan TIK dalam pendidikan khususnya dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan perangkat keras TIK, khususnya komputer. 3. Memberikan pendekatan ini memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah sehingga manajemen sekolah memiliki kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya, sehingga sekolah lebih mandiri. Untuk itu, MBS bertujuan untuk meningkatkan semua kinerja sekolah (efektivitas, kualitas/mutu, efisiensi, inovasi, relevansi, dan pemerataan serta akses pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan ke depan.B. Saran Ada pun saran yang dapat saya kutip pada makalah ini bahwa denganpembelajaran berbasis multimedia terkait dengan penerapan teknologi informasidan komunikasi menjadi alat bantu bagi guru dalam membangun motivasi daninofasi bagi siswanya dalam mempelajari dan mengembangkan kemampuannyadalam menguasai elektronika.
  • DAFTAR PUSTAKADavis, Bernadette Caruso dan Shade, Daniel D. 1994. Integrate, Dont Isolate! Computers in the Early Childhood Curriculum. ERIC Digest. ERIC Clearinghouse on Elementary and Early Childhood Education Urbana IL http://www.ericdigests.org/1995-2/isolate.htmhttp://studyerik.blogspot.com/2011/11/pengertian-tik.html.Ruud, P., 2000, “School improvement through ICT: Limitations and Possibilities”, European Conference on Educational Research (ECER), University of Edinburgh, 22nd September 2000.UNESCO. 2004. Schoolnettoolkit. Bangkok: UNESCO Asia and Pacific Regional Bureau for Education.Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. 2007. Perangkat lunak.WikimediaFoundation,Inc.http://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat _lunak.