1        Dosen Pengampu:        Mujianto Sholichin        SEMESTER VII     PROGRAM STUDI PAIFAKULTAS AGAMA ISLAM UNIPDU   ...
2                   SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)             Mata Kuliah        : Pengembangan Kurikulum PAI– 3 SKS     ...
3     3) Pembahasan tentang berbagai kebijakan pendidikan, khususnya        yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan...
410.   Pertemuan 13      1) Pengembangan Silabus dan Pengembangan Diri      2) Kurikulum PAUD dan Home Schooling Group11. ...
5                     PENGEMBANGAN KURIKULUMPengertian Pengembangan secara Umum• Kata “pengembangan” secara ethimologi yai...
6Pijakan Teori Pengembangan dalam bidang ilmu-ilmu Sosial (termasukPendidikan)• Teori pengembangan dalam ilmu-ilmu sosial ...
7d. modality (interpretatie scheme, facility, norm).e. Authorisation, allocation;f. Contradiction, conflict, interest, ide...
8               PERJALANAN KURIKULUM NASIONAL     (PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH) DI INDONESIASelayang Pandang• Dalam...
9Kurikulum 1968 dan sebelumnya• Kurikulum 1964 diperbaharui dengan Kurikulum 1968.• Terjadi perubahan struktur kurikulum p...
10• Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep-  konsep yang dipelajari siswa harus didasarka...
11• Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran  substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat...
12• Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan    dilaksanakan delapan standar nasional pendi...
13•   Pendidikan alternatif•   Berpusat pada anak sebagai pembangunan pengetahuan•   Pendidikan multikultur•   Penilaian b...
14Masalah-masalah dan Hambatan Pelaksanaan Kurikulum• Strategi pembelajaran tidak relevan dengan tujuan institusional• Sar...
15Pokok Pikiran Kurikulum• Merupakan suatu perencanaan.• Merupakan pengaturan (sistematika & struktur).• Berisikan isi & b...
16    ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENGEMBANGAN KURIKULUMPendahuluan• Aministrasi dan supervisi adalah dua bidang tugas dala...
17Fungsi Supervisi Kurikulum• Fungsi edukatif: mendidik guru lebih baik kualitasnya & profesional;• Fungsi kurikuler: pela...
18               DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUMKonsep Dasar Pengertian Kurikulum:•   Kurikulum sebagai rencana pembela...
19Pendekatan-pendekatan Kurikulum:•   Pendekatan mata pelajaran;•   Pendekatan interdisipliner;•   Pendekatan integratif;•...
20•   Komponen tujuan kurikulum berdasarkan pada tujuan pendidikan nasional,    tujuan institusional, tujuan kurikulum. Da...
21•   Perkembangan kurikulum merupakan proses dinamika dan menyeluruh    yang berkaitan dengan kebijakan nasional di bidan...
22•   Manajemen adalah suatu disiplin ilmu, yang memiliki objek studi,    sistematika, metode, dan pendekatan. Dalam keran...
23•   Pendekatan sistem (system approach) adalah istilah yang digunakan untuk    menerapkan konsep sistem dalam bidang ter...
24•   Tujuan umum manajemen pendidikan adalah penyusunan suatu sistem    pengelolaan yang meliputi administrasi dan organi...
25•   Perumusan tujuan kemampuan. Kualitas kemampuan tenaga kerja perlu    ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan ...
26    o Kegiatan pelaksanaan evaluasi belajar.    o Kegiatan pelaksaan pengaturan alat perlengkapan sekolah.    o Kegiatan...
27•   Kegiatan ekstra kulikuler adalah kegiatan pendidikan diluar ketentuan    kurikulum yang berlaku, akan tetapi bersifa...
28•    Kegiatan supervisi kurikulum ditujukan untuk meningkatkan kemampuan     guru dalam rangka pelaksanaan kurikulum. Be...
29•    Pelaksanaan pemantauan kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara :    o Cara-cara rutin, yaitu dengan mempelajari da...
30•   Pemanfaatan sarana penunjang, yang meliputi:    o Buku sumber    o Alat-alat pelajaran    o Perpustakaan    o Labora...
31    o Perpustakaan    o Laboratorium    o Pembiayaan    o Fasilitas lainnya seperti lapangan olahraga, ruang UKS, dan la...
32   STRUKTUR SEKOLAH/ MADRASAH/ PT DAN KETERKAITANNYA             DENGAN DUNIA KERJA/ HIDUP DI MASYARAKAT                ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

0 materi pengembangan kurikulum s1 pai smt vii unipdu jbg

9,796 views

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,796
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

0 materi pengembangan kurikulum s1 pai smt vii unipdu jbg

  1. 1. 1 Dosen Pengampu: Mujianto Sholichin SEMESTER VII PROGRAM STUDI PAIFAKULTAS AGAMA ISLAM UNIPDU JOMBANG TAHUN AKADEMIK 2011/2012
  2. 2. 2 SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) Mata Kuliah : Pengembangan Kurikulum PAI– 3 SKS Program Studi : S-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) Perguruan Tinggi : FAI Unipdu Jombang Semester : VII/2011-2012 Dosen Pengampu : Mujianto SholichinDeskripsi : Pemahaman dan pembahasan hakekat, fungsi dan tujuan pendidikan, pengertian dasar kurikulum dan prosedur pengembangannya serta fungsinya dalam pembangunan nasional; telaah berbagai faktor yang penting di dalam pengembangan kurikulum terutama yang terkait dengan perkembangan kehidupan dan perkembangan ilmu dan teknologi.Tujuan : Meningkatkan pemahaman dan kemampuan mahasiswa dalam bidang pendidikan dan implikasinya dalam pengembangan kualitas manusia; serta memahami pengertian dasar kurikulum dan teknik pengembangannya dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang mendasarinya.Program KegiatanNo. Acara Kegiatan dalam tiap pertemuan1. Pertemuan ke 1 s.d 2 1) Pembahasan tentang visi bangsa Indonesia dan misi pembangunan nasional, pengertian dasar pendidikan dan fungsinya bagi pembangunan manusia dan masyarakat/bangsa. 2) Penjabaran visi dan misi pembangunan menjadi visi dan misi pendidikan nasional sampai dengan visi dan misi penyelenggaraan pendidikan secara institusional/kelembagaan. 3) Analisis keterkaitan secara fungsional antara visi/misi pembangunan nasional, tujuan pendidikan nasional, dan visi/misi lembaga pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan. 4) Tugas: Mahasiswa membuat analisis sebagaimana isi butir (3) dengan mengambil contoh salah satu lembaga pendidikan.2. Pertemuan 3 s.d 4 1) Pembahasan tentang pengertian kurikulum, organisasi kurikulum dan berbagai komponen yang perlu dipertimbangkan dalam suatu kurikulum. 2) Pembahasan tentang keterkaitan antara pendidikan, kurikulum, pendekatan pembelajaran, evaluasi/assessment.
  3. 3. 3 3) Pembahasan tentang berbagai kebijakan pendidikan, khususnya yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan (isi kurikulum dan berbagai pendekatan pembelajaran yang digunakan) sehubungan dengan pencapaian tujuan pendidikan nasional. 4) Kurikulum, politik pendidikan dan globalisasi. 5) Tugas: Mahasiswa menulis tentang kurikulum yang dikaitkan dengan otonomi pendidikan dan otonomi daerah.3. Pertemuan 5 1) Kurikulum dan kehidupan manusia: tinjauan dari aspek ekonomi dan sosial budaya. 2) Perkembangan IPTEK dan kurikulum 3) Tugas: Mahasiswa menulis tentang permasalahan kurikulum dikaitkan dengan perkembangan IPTEK4. Pertemuan 6-7 1) Perencanaan kurikulum dan jenjang pendidikan. 2) Kurikulum dan jenjang pendidikan: analisis psikologis dan tujuan pendidikan. 3) Paradigma kurikulum. 4) Organisasi kurikulum dan pendekatan pelaksanaannya. 5) Tugas: Mahasiswa membuat analisis tentang keterkaitan organisasi kurikulum dan otonomi pendidikan dan atau/otonomi daerah dan jenjang pendidikan.5. Pertemuan 8 1) Berbagai problematika/permasalahan pengembangan kurikulum di Indonesia. 2) Tugas: Mahasiswa menulis tentang berbagai problematika up to date yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum di Indonesia secara institusional/kelembagaan.6. Pertemuan 9 KTSP SD/MI7. Pertemuan 10 KTSP SMP/MTS8. Pertemuan 11 KTSP SMA/MA9. Pertemuan 12 1) Kurikulum Madrasah Diniyah 2) Kurikulum Taman Pendidikan Qur‟an (TPQ)
  4. 4. 410. Pertemuan 13 1) Pengembangan Silabus dan Pengembangan Diri 2) Kurikulum PAUD dan Home Schooling Group11. Pertemuan 14 1) Kecakapan Hidup 2) Peraturan Pemerintah, Keputusan Menteri. Undang-undang & Peraturan Pemerintah terkait Pendidikan dan KurikulumSistem Perkuliahan:Perkuliahan dilakukan dengan penyajian garis besar materi, dilanjutkandengan diskusi dan mahasiswa menyajikan hasil analisisnya di dalam diskusitersebut.Evaluasi:Hasil tugas tiap penggalan/pertemuan, UTS, Presensi kehadiran dan UAS. Kampung Damai Janti Jogoroto Jombang, 17 Ramadlan 1432 H Dosen Pengampu Mujianto Sholichin ‫إذا مل تستطع أن تنظر أمامل أل ّ مستقبلل مظلم‬ ‫ن‬ ‫ومل تستطع أن تنظر خلفل أل ّ ماضيل مؤمل‬ ‫ن‬ ‫فاوظر إىل األعلى ... فئن ىناك مه‬ ‫حيبل ... يعتنى بل ... حيميل‬ ‫ينصرك ... يسمعل ... يراك‬ ‫اهلل‬ ‫ما أخر منل إال ليعطيل‬ ّ ‫وما أبكاك إالّ ليضحكل‬ ‫وما حرمل إالّ ليتفضل عليل‬ ‫وما إبتالك إالّ ألوّو حيبل‬ ‫سبحان اهلل وحبمده ... سبحان اهلل العظيم‬
  5. 5. 5 PENGEMBANGAN KURIKULUMPengertian Pengembangan secara Umum• Kata “pengembangan” secara ethimologi yaitu berarti proses, cara, perbuatan mengembangkan.• Secara Istilah, kata “pengembangan” menunjukkan pada suatu kegiatan menghasilkan suatu alat atau cara yang baru, di mana selama kegiatan tersebut penilaian dan penyempurnaan terhadap alat dan cara terus dilakukan (dikembangkan).• Istilah pengembangan dalam pendidikan menunjukkan suatu proses perubahan secara bertahap ke arah tingkat yang lebih tinggi dan meluas serta mendalam. Pada akhirnya secara menyeluruh dapat tercipta suatu kesempurnaan/kematangan.• Proses pengembangan terjadi karena adanya faktor “perubahan struktur”. Struktur secara normal muncul bersamaan dengan fungsi. Struktur dipahami sebagai suatu pola sosial yang memiliki fungsi, sebagaimana sebuah pola benar-benar beroperasi pada sebuah sistem.Pengertian Kurikulum secara Umum• Kata “kurikulum” berasal dari bahasa Yunani “currere” yang berati “jarak tempuh lari” mulai start sampai finish. Pada tahun 1955 kurikulum dipahami dalam bidang pendidikan dengan arti sejumlah mata pelajaran di suatu perguruan.• Dalam istilah dunia pendidikan kontemporer, secara umum arti kurikulum dapat didefinisikan sebagai kumpulan mata pelajaran atau pengetahuan yang harus dipelajari oleh siswa. Kurikulum merupakan alat yang sangat penting dalam keberhasilan suatu pendidikan, tanpa adanya kurikulum yang baik dan tepat maka akan sulit dalam mencapai tujuan dan sasaran tujuan yang dicita-citakan. Oleh karenanya kurikulum mempunyai kedudukan sentral dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktifitas pendidikan demi tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.• Kurikulum juga dapat didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Pengembangan Kurikulum PAI• Pengembangan Kurikulum PAI adalah pengembangan kurikulum yg dirancang berdasarkan dalil Al-Qur‟an dan Al-Hadith, yg bertujuan agar manusia mendapat kesejahteraan di dunia dan tetap dekat kepada Khaliknya.• Kurikulum Pend. Islam menyangkut jenis mata pelajaran yg diberikan kepada siswa yg terhimpun dlm Kurikulum Pendidikan Islam.
  6. 6. 6Pijakan Teori Pengembangan dalam bidang ilmu-ilmu Sosial (termasukPendidikan)• Teori pengembangan dalam ilmu-ilmu sosial termasuk pendidikan yang dalam konteks ini adalah kurikulum pendidikan dalam manajemen & pengembangannya menganut madhab voluntarisme (fakultatif/adanya unsur kesengajaan terhadap pengembangannya).• Teori pengembangan pertama kali diusung oleh Anthony Giddens dalam bukunya Central Problems in Social Theory yang diterbitkan di London pada tahun 1979.• Giddens menyatakan: “Proses pengembangan terjadi karena adanya faktor perubahan struktur. Struktur secara normal muncul bersamaan dengan fungsi. Struktur dipahami sebagai suatu pola sosial yang memiliki fungsi, sebagaimana sebuah pola benar-benar beroperasi pada sebuah sistem”.• Dikemudian hari teori ini lebih lazim dikenal orang dengan TEORI STRUKTURASI.Teori Strukturasi Anthony Giddens• Munculnya teori strukturasi disebabkan tidak adanya "theory of action" ( teori tindakan, perbuatan atau tingkah laku) di dalam ilmu-ilmu sosial• Dalam literature filsafat kita memang menemukan banyak kajian tentang tingkah laku dilihat dari sisi tujuan-tujuan (purposes), alasan (reasons) atau motivasi akan tetapi selama ini tidak berpengaruh pada ilmu-ilmu sosial. Ini dapat dimaklumi karena filsafat tingkah laku tidak memberikan perhatian terhadap issu sentral dalam ilmu sosial. Yakni "analisis institusional, power, ataupun perubahan sosial”.• Pada sisi lain, madzhab fungsionalisme dan Marxisme Ortodox melihat tingkah laku dari sudut determinisme sosial dan mengabaikan "social actors" yang tingkah lakunya seyogyanya harus dijelaskan.• Sebagai lawan determinisme adalah madzhhab voluntarisme, akan tetapi menggabungkan dua madzhab tersebut tetap tidak memadai untuk menjelaskan tingkah laku yang menjadi issu sentral ilmu sosial. Kajian yang memadai menyangkut human agency, manusia sebagai pelaku perbuatan, harus menempatkan tingkah laku dalam perjalanan waktu yang terjadi di tempat tertentu.• Theori strukturasi adalah dualisme antara tipe voluntaristik dan deterministik, atau dualisme individual dan masyarakat, dualisme subyek- obyek, dualism agen dan struktur yang secara bersama membentuk social- practices.• Pusat perhatian dari teori strukturasi ini pada “duality of structure”. Yang dimaksud dengan konsep "the duality of structure" adalah bahwa structural properties dalam sistem sosial dijelaskan sebagai medium dan sebagai hasil (outcome) dari social-practices yang membentuk sistem itu sendiri.Beberapa konsep atau istilah teori strukturasia. Social structure, duality of structure, structural properties, rules and resources include wealth, private property; education advantage, occupational position;b. Dimenasions of interaction (interaction, modality, structure);c. interaction (communication, power, sanction);
  7. 7. 7d. modality (interpretatie scheme, facility, norm).e. Authorisation, allocation;f. Contradiction, conflict, interest, ideology, decision-making, class dominant;g. Social reproduction, social change, historicity.Pemahaman Pengembangan secara Luas menurut Teori StrukturasiAnthony Giddens• In analysing the conditions of social reproduction, of stability and change in society, Giddens suggesses to give attention the essential importance of tradition and routinisation in social life;• Change is in principle involved with social reproduction. Change or its potentiality is thus inherent in all moments of social reproduction.• Stability means continuity over time. A stable social order is one in which there is a close similarity between how things are now and how they used to be in the past;• Paramaters of change; historicity and deroutinisation.• Rationalization of action is the fundamental component of social activity in the historical context.• Every member of society must know in both practical and discursive modes, a great deal about the workings of the society by virtue of his participation in it; such knowledengane is incorporated as an element in the production and reproduction of that society via the duality of structure i.e, between individuality and colletivity, agent and structure.Teori lain tentang fungsionalism-struktural• Ideolog teori ini adalah Percy S. Cohen dalam bukunya Modern Social Theory;• Buku ini lebih memfokuskan pada teori analisis fungsional dan kurang atau tidak memberikan perhatian pada analisis structural.
  8. 8. 8 PERJALANAN KURIKULUM NASIONAL (PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH) DI INDONESIASelayang Pandang• Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, dan direncanakan pada tahun 2004. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.Kurikulum 1968 dan sebelumnya• Awalnya pada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947.• Tahun 1947 kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang (pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda).• Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain.Kurikulum 1968 dan sebelumnya• Rentjana Pelajaran 1947, pada tahun 1952 mengalami penyempurnaan & diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952.• Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional.• Ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari- hari.Kurikulum 1968 dan sebelumnya• Menjelang tahun 1964 kurikulum pendahuluan disempurnakan menjadi Kurikulum Pendidikan 1964.• Ciri dari kurikulum 1964 ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana, yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, kepribadian, dan jasmani.
  9. 9. 9Kurikulum 1968 dan sebelumnya• Kurikulum 1964 diperbaharui dengan Kurikulum 1968.• Terjadi perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.• Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.• Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.Kurikulum 1975Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968, dengan pendekatan:• Berorientasi pada tujuan• Menganut pendekatan integrative/terpadu• Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas daya dan waktu.• Menganut pendekatan sistem instruksional, dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).• Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.• Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).Sebab perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984:• Beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah• Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan siswa• Terdapat kesenjangan antara prog kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah• Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang.• Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bid pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak hingga sekolah menengah tingkat atas & Pendidikan Luar Sekolah.• Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja.Kurikulum 1984 memiliki ciri:• Berorientasi kepada tujuan instruksional (tujuan apa yang harus dicapai siswa).• Menggunakan pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA). CBSA: pendekatan pengajaran siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional (ranah kognitif, afektif, & psikomotor.• Materi pelajaran dikemas dengan pendekatan spiral (pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran). Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.
  10. 10. 10• Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep- konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti.• Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks.• Menggunakan pendekatan keterampilan proses (pembentukkan keterampilan, memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya).• Kurikulum 1994 sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan NasionalCiri-ciri kurikulum 1994• Menggunakan sistem caturwulan• Pembelajaran lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi)• Bersifat populis, yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia.• Menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial.• Pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.• Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak, dari hal yang mudah ke hal yang sulit, dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek.• Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit sebagai pemantapan pemahaman siswa.Problem Pelaksanaan Kurikulum 1994• Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran• Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.Suplemen Kurikulum 1994• Penyempurnaan kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kebutuhan masyarakat.• Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar, potensi siswa, dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya.
  11. 11. 11• Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.• Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait, seperti tujuan materi, pembelajaran, evaluasi, dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran.• Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikannya dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah.Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Versi Tahun 2002 dan 2004• KBK merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, penilaian, kegiatan belajar mengajar, dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah;• KBK berorientasi pada: (1) hasil dan dampak yang diharapkan muncul pada diri siswa melalui serangkaian pengalaman belajar yang bermakna, dan (2) keberagaman yang dapat dimanifestasikan sesuai dengan kebutuhannyaCiri Pendidikan berbasis Kompetensi• Pemilihan kompetensi yang sesuai;• Spesifikasi indikator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi;• Pengembangan sistem pembelajaran.Ciri-ciri KBK ver 2002-2004• Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal;• Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman;• Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi;• Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif;• Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.Landasan KBK– Versi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006• Sebagai implementasi Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijabarkan ke dalam sejumlah peraturan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  12. 12. 12• Peraturan Pemerintah ini memberikan arahan tentang perlunya disusun dan dilaksanakan delapan standar nasional pendidikan, yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan (7)standar penilaian pendidikan.Arah KBK ver KTSP 2006• Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pemerintah telah menggiring pelaku pendidikan untuk mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.Ciri KBK – Versi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006• Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.• Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.• Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.• Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.• Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.Perbedaan KBK ver 2002-2004 dengan KBK ver KTSP• Sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan, mulai dari tujuan, visi-misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, hingga pengembangan silabusnya. KEBIJAKAN UMUM PENGEMBANGAN KURIKULUMPengembangan kurikulum merupakan proses dinamik dan menyeluruh yangberkaitan dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan, sesuai dengan visi,misi, dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Kebijakan umum:• Keseimbangan etika, logika, estetika dan kinestika• Kesamaan memperoleh kesempatan• Memperkuat identitas nasional• Menghadapi abad pengetahuan• Menyongsong tantangan teknologi informasi & komunikasi• Mengembangkan keterampilan hidup• Mengitegrasikan unsur-unsur penting ke dalam kurikulum
  13. 13. 13• Pendidikan alternatif• Berpusat pada anak sebagai pembangunan pengetahuan• Pendidikan multikultur• Penilaian berkelanjutan• Pendidikan sepanjang hayatMasalah-hambatan dan Hambatan Pengembangan Kurikulum• Masih sering terjadi perbedaan persepsi visi & misi yang hendak dicapai oleh institusi pendidikan baik di jenjang dasar maupun jenjang sekolah menengah• Lahirnya gagasan desentralisasi dalam pengembangan kurikulum sebagai akibat desentralisasi pend tidak disertai dengan buku acuan yang jelas• Tim perekayasa kurikulum masih terpusat di tingkat pusat• Belum berorientasi pada kepentingan siswa sebagai subjek tetapi mereka sebagai objek.• Bersifat sentralistik, kurang memberdayakan peran sekolah & partisipasi masyarakat• Tidak dilandasi filsafat pendidikan yang memberikan ide dasar dalam mewujudkan tujuan pendidikan.• Lebih mengarah pada kepentingan politis dan keinginan administrator tingkat pusat• Kurang memperhatikan kesinambungan proses belajar dari tingkat SD hingga PT• Guru-guru tidak memiliki dokumen kurikulum yang memadai• Kurangnya koordinasi antara pusat SLTP/MTs & SMU/MA.Masalah-masalah dan Hambatan Monitoring dan Evaluasi• Kegiatan monitoring di lapangan oleh pejabat yang berwenang hanya sebatas mengamati, tanpa instrumen penjaringan informasi yang penting• Pemahaman terhadap konsep evaluasi kurikulum oleh pihak pelaksana pendidikan masih kurang baik• Sistem evaluasi tidak mendukung tercapainya tujuan instruksional• Evaluasi dilakukan Topdown, seragam kurang memperhatikan keragaman & potensi yang berbeda• Evaluasi kurikulum masih belum dipahami sebagai bagian yang penting dalam sistem kurikulum• Masih simpang siurnya pemahaman kurikulum antara pelaksana/guru dengan pihak yang berwenang melakukan monitoring• Standar evaluasi belum ditetapkan secara jelas dan tegas sehingga kriteria pencapaian yang harus dicapai oleh setiap lembaga pendidikan maupun daerah di berbagai wilayah menjadi heterogen
  14. 14. 14Masalah-masalah dan Hambatan Pelaksanaan Kurikulum• Strategi pembelajaran tidak relevan dengan tujuan institusional• Sarana prasarana penunjang minim & kualitas SDM kurang kreatif & inovatif• Masih sebatas pd sosialisasi nilai & pola hafalan trhdp materi yang ada dalam kurikulum• Dominasi Tatap Muka (TM), siswa kurang aktif, mengabaikan keterampilan dan pemahaman konsep-konsep yang dibutuhkan untk kehidupan siswa di masa mendatang• Guru & Personel sekolah sulit mengubah pola pikir lama ke pola pikir baru sesuai perkembangan kurikulum• Tidak semua pihak yang ada di lapangan “Well Come” terhadap kurikulum baru, bahkan ada yang apatis. KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUMKonsep Pengemb Kurikulum meliputi berbagai pengertian kurikulum,perekayasaan kurikulum, dan asas pengemb kurikulumPengertian KurikulumProgram pendidikan yang disediakan oleh sekolah bagi siswa. Kurikulum tidakterbatas pada sejumlah mata pelajaran namun meliputi segala sesuatu yangdapat mempengaruhi perkembangan siswa seperti: bangunan sekolah, alatpelajaran, perlengkapan sekolah, perpustakaan, karyawan tata usaha, gambar-gambar, halaman sekolah dan lain-lain.Kurikulum Dikaji dari Berbagai Aspek• Kurikulum berkenaan dengan fungsi: untuk calon warga negara, anggota/pembentuk keluarga, anggota masyarakat, anggota profesi dan lain-lain.• Kurikulum disediakan untuk siswa, karenanya harus mempertimbangkan aspek perkembangan, kemampuan, intelegensi, kebutuhan, minat, & permasalah yang dihadapi siswa (bersumber & sesuai dengan lingkungan anak).• Isi kurikulum disusun dalam bentuk prograj pengajaran bidang studi berdasarkan tujuan yang dilihat dari segi aspek 1) hakikat manusia, 2) tuntutan dalam pembangunan, 3) tuntutan bagi setiap warga negara dengan nilai-nilai dasar dalam konstitusi, aspirasi pemerintah, masyarakat & kebudayaan nasional• Melaksanakan kurikulum dengan pendekatan metodologi pengajaran/ilmu tentang metode-metode, seperti metode problem solving, diskusi dan lain- lain• Mengetahui hasil kurikulum dengan sistem evaluasi: dilakukan oleh guru
  15. 15. 15Pokok Pikiran Kurikulum• Merupakan suatu perencanaan.• Merupakan pengaturan (sistematika & struktur).• Berisikan isi & bahan pelajaran.• Mengandung cara/strategi/metode penyampaian pengajaran.• Merupakan pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.• Kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.• Kurikulum adalah suatu alat pendidikan.Perekayasaan Kurikulum• Perekayasaan kurikulum dilaksanakan dalam situasi nyata di sekolah melalui proses konstruksi kurikulum, pengembangan kurikulum & implementasi kurikulum.• Konstruksi Kurikulum: proses pembuatan keputusan yang menentukan hakikat & rancangan kurikulum.• Pengemb kurikulum: prosedur pelaksanaan pembuatan konstruksi kurikulum.• Implementasi kurikulum: proses pelaksanaan kurikulum yang dihasilkan oleh konstruksi dan pengembangan kurikulum.Asas Pengembangan Kurikulum• Asas keimanan & ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;• Asas demokrasi Pancasila;• Asas Keadilan & Pemerataan pendidikan;• Asas keseimbangan, keserasian & keterpaduan;• Asas hukum yang berlaku;• Asas kemandirian & pembentukan manusia mandiri;• Asas nilai-nilai kejuangan bangsa;• Asas pemanfaatan, pengembangan, penciptaan IPTEKKesimpulan• Pengembangan kurikulum merupakan proses dinamik dan menyeluruh yang berkaitan dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan, sesuai dengan visi, misi, dan strategi pembangunan pendidikan nasional.• Masalah-masalah dalam proses pengembangan kurikulum (perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi) menjadi dasar pemikiran perlunya manajemen pengembangan kurikulum, baik dalam perencanaan maupun implementasi kurikulum secara operasional.• Konsep pengembangan kurikulum meliputi berbagai pengertian kurikulum, perekayasaan kurikulum, dan asas pengembangan kurikulum
  16. 16. 16 ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENGEMBANGAN KURIKULUMPendahuluan• Aministrasi dan supervisi adalah dua bidang tugas dalam penyelenggaraan pendidikan yang saling membutuhkan dalam usaha meningkatkan pelayanan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif.• Tujuan utama dari administrasi ialah mengorganisasikan dan mengoperasikan tugas sekolah sehingga pengajaran dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sedangkan supervisi berkaitan dengan tugas kepala sekolah dalam memberikan motivasi terhadap perbaikan kurikulumAdministrasi KurikulumKonsep-konsep Pokok Rumusan Administrasi• Administrasi sebagai suatu proses keseluruhan;• Manusia yang terlibat dalam proses Administrasi;• Proses Administrasi senantiasa bertujuan;• Pada prinsipnya Administrasi dilaksanakan dalam bentuk kerjasama;• Proses Administrasi memerlukan dukungan peralatan dan perlengkapan (waktu, tempat & materi).Administrasi dalam Sistem SekolahTerdiri 5 (Program) Kegiatan:• Program instruksional/pembelajaran;• Personal sekolah;• Dukungan logistik;• Perencanaan, seperti rencana tahunan, triwulan, bulanan, mingguan;• Hubungan dengan pihak luar (external relation), seperti orang tua siswa, instansi pemerintah, badan usaha swasta, dan masyarakat.Pendekatan Administrasi Kurikulum• Pendekatan produktif, demokrasi & humanistik;• Pendekatan sistemik (klasik), romantik & modern;• Pendekatan direktif, in service, dan sistemik.Supervisi Kurikulum• Suatu sistem, yakni menerapkan berbagai komponen yang saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
  17. 17. 17Fungsi Supervisi Kurikulum• Fungsi edukatif: mendidik guru lebih baik kualitasnya & profesional;• Fungsi kurikuler: pelaksanaan pengajaran menjadi lebih efektif;• Fungsi kepembimbingan: membantu guru-guru dalam mengatasi kesulitannya;• Fungsi administratif: kegiatan kepengawasan & kepemimpinan terhadap organisasi guru-guru;• Fungsi pengabdian: pengabdian supervisor/kepala sekolah terhadap kepentingan sekolah.Ciri-ciri Supervisi Kurikulum• Supervisi adalah proses perbaikan pengajaran dengan cara bekerjasama dengan orang-orang yang bekerjasama dengan para siswa;• Supervisi memudahkan para siswa belajar;• Supervisi dan supervisor berpijak pada dasar, membantu situasi belajar bagi siswa;• Supervisi merupakan suatu proses penyuluhan orang-orang dengan cara yang kreatif dalam rangka memecahkan masalah.Supervisi & Perbaikan Kurikulum• Titik tolak dari perbaikan kurikulum sekolah bersumber dari “GURU”.• Usaha perbaikan pengajaran & kurikulum berhubungan dengan pertanyaan: peranan guru sebagai pendidik profesional, kemampuan guru profesional, guru & perbaikan kurikulum, dan hubungan antara guru dan administrator, siswa dan orang tua murid.• Jadi, guru/pendidik disamping memahami dirinya sendiri, siswa & masyarakat juga harus memiliki kemampuan yang berkenaan dengan fungsi pengajaran.Kemampuan Guru Profesional• Explaining, informing, showing how;• Initiating, directing, administering;• Unifying the Group;• Giving security;• Clarifying attitudes, beliefs problem;• Diagnosing learning problems;• Making curriculum materials;• Evaluating, recording, reporting:• Enriching community activities;• Organizing & arranging classroom;• Participating in school activities;• Participating in profesional & civic life.
  18. 18. 18 DASAR-DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUMKonsep Dasar Pengertian Kurikulum:• Kurikulum sebagai rencana pembelajaran.• Kurikulum sebagai pengalaman belajar.• Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.Kurikulum terbagi 4 jenis:• The Hidden Curriculum (kurikulum tersembunyi): merupakan kurikulum yang tidak tertulis (the latens curriculum) yang dimunculkan sebagai efek dari milieu sosial, atau karena tugas sekolah yang mengakibatkan pengaruh yang tidak diharapkan.• The Actual Curriculum (kurikulum nyata) yang ditafsirkan sebagai siswa mengalami secara aktual dan guru guru mengajarkan secara aktual.• A Whole Curriculum (Kurikulum Keseluruhan) adalah Program sekolah yang menyeluruh, seimbang, dan koherensi, menyeluruh berarti semua pengalaman yang direncanakan dan dibimbing oleh sekolah.• The Public Curriculum adalah yang didasarkan pada kebutuhan mendasar dan konkrit yang harus diperbuat dan dipelajari oleh siswa di sekolah, yang dianggap efektif dan bermakna bagi publik luas.Komponen-komponen Kurikulum:• Komponen tujuan;• Materi;• Metode;• EvaluasiPeran Kurikulum:• Konservatif/kolot/mengikat penuh;• Evaluatif;• Kreatif;Fungsi Kurikulum:• Penyesuaian;• Pengintegrasian;• Deferensiasi;• Persiapan:• Pemilihan:• Diagnostik.
  19. 19. 19Pendekatan-pendekatan Kurikulum:• Pendekatan mata pelajaran;• Pendekatan interdisipliner;• Pendekatan integratif;• Pendekatan sistem.Faktor-faktor yang melandasi Pengembangan Kurikulum• Filsafat & Tujuan Pendidikan Nasional:• Sosial Budaya;• Perkembangan siswa;• Keadaan lingkungan;• Kebutuhan pembangunan;• Perkembangan IPTEK• Landasan manajerial yakni saling pengaruh mempengaruhi dan keseluruhan merupakan suatu sistem.Hambatan-hambatan dalam Pengembangan Kurikulum• Terletak pada guru yang kurang berpartisipasi dalam pengemb kurikulum, mungkin karena waktu, beda pendapat dan lain-lain.• Terletak pada masyarakat yang kurang mendukung baik dukungan materiil maupun spirituil.Kajian Lanjut• Guru diharapkan mampu dan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, terutama dalam pengembangan kurikulum dalam bentuk: 1) penetapan tujuan sekolah, 2) penetapan program pendidikan/kurikulum sekolah, 3) penetapan strategi pelaksanaan.• Kepala Sekolah harus memiliki kemampuan merumuskan 1) visi dan misi sekolah, 2) program kurikulum dan kegiatan pendidikan, 3) mengembangkan sarana pendidikan, 4) mengevaluasi keberhasilan pendidikan yang telah dilakukan.• Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi dengan baik dengan memberikan dukungan materiil maupun spirituil. PENGEMBANGAN KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM• Pengembangan kurikulum bertalian erat dengan perubahan pola pendidikan, ialah pendidikan traditional yang berpusat pada mata ajar, pendidikan progresif yang berproses pada siswa, dan pendidikan yang berproses pada masarakat.• Pengembangan komponen-komponen kurikulum, pada umumnya berdasarkan pada pendekatan tertentu, yakni pendekatan modern, pendekatan produktif, pendekatan humanistik, pendekatan sistematik dan sebagainya.
  20. 20. 20• Komponen tujuan kurikulum berdasarkan pada tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikulum. Dalam upaya merumuskan tujuan- tujuan tersebut pula didasarkan pada kategori kognitif, afektif dan psokomotorik dari blossom, dkk.• Komponen siswa dan komponen kemasyarakatan berkembang sari persepsi bahwa siswa pasif berdasarkan minat dan kebutuhannya. Kebutuhan masyarakat dan bidang-bidang pekerjaan kemayarakatan juga berkembangan yang mendasari komponen kurikulum.• Bentuk dan organisasi kurikulum berkembang dari subject matter curriculum, child centered sampai pada integrated curriculum dan bentuk-bentuk lainnya.Kesimpulan• Komponen siswa dan komponen kemasyarakatan berkembang dari persepsi bahwa siswa pasif berdasarkan minat dan kebutuhannya.• Kebutuhan masyarakat dan bidang-bidang pekerjaan kerja kemasyarakatan juga berkembang yang mendasari komponen kurikulum. KONSEP MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUMPengertian Manajemen• Secara definitif etimologis manajemen berasal dari kata to manage artinya mengatur• Manajemen berarti penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran atau pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan atau organisasi.• Secara etimologis manajemen dalam tataran aplikasi banyak didefinisikan sebagai proses pengaturan atau pengelolaan untuk pencapain tujuan yang diharapkan oleh organisasi atau lembaga, dimana dalam pelaksanaannya tidak bisa dilepaskan dari peran pimpinan sebagai inspirator untuk mengarahkan sekelompok manusia dalam organisasi atau lembaga.Fungsi-fungsi Pokok Pimpinan/Manajer• Dalam proses manajemen terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer atau pimpinan, yaitu : perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controling).• Manajemen pengembangan kurikulum merupakan proses sosial yang berkenaan dengan upaya yang dilakukan dalam rangka pengembangan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan. Pembahasan dalam manajemen pengembangan kurikulum mencakup manajemen dalam perencanaan kurikulum (curriculum planning) dan manajemen dalam implementasi kurikulum (curriculum implementation).
  21. 21. 21• Perkembangan kurikulum merupakan proses dinamika dan menyeluruh yang berkaitan dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan, sesuai dengan visi, misi, dan strategi pengembangan pendidikan nasional. Masalah-masalah dalam proses pengembangan kurikulum (perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi) menjadi dasar pemikiran perlunya manajemen pengembangan kurikulum pada dasarnya mencakup konsep- konsep pengembangan kurikulum.• Konsep pengembangan kurikulum meliputi berbagai pengertian kurikulum, perekayasaan kurikulum, dan asas pengembangan kurikulum.• Konsep manajemen merupakan suatu proses sosial yang berkenaan dengan keseluruhan usaha manusia dengan bantuan manusia lain serta sumber- sumber lainnya, menggunakan metode efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Administrasi sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.• Manajemen pengembangan kurikulum penting berdasarkan berbagai pertimbangan yang pada gilirannya memerlukan tenaga manejer yang berkemampuan profesional.• Ruang lingkup studi/kajian manajemen pengembangan kurikulum mencakup pokok-pokok dalam proses di mana semua sesuai dengan fungsi- fungsi manajemen secara komperehensif. Konsep Sistem Manajemen• Perilaku manajemen dan peristiwa manajemen berdasarkan pada hukum sebab akibat. Pendekatan ilmu kealaman memberikan dampak pada penggunaan teknologi engineering yang pada gilirannya diterapkan dalam manajemen perusahaan industri.• Semua tindakan manajemen dan tingkah laku organisasi pada dasarnya ditentukan dan diatur oleh hukum-hukum normatif. Pelaksanaan fungsi- fungsi manajemen harus berlandaskan pada hukum normatif tersebut, yang sekaligus mengatur tatanan hubungan sosial antara manusia dalam masyarakat.• Tingkah laku individu dapat berubah sesuai dengan mootivasi dan situasi. Itu sebabnya, tingkah laku manusia serba mungkin. Ilmu perilaku dilandasi oleh hukum serba kemungkinan (law of probability). Panndangan ini juga turut mempengaruhi ilmu manajemen, karena inti dari ilmu manajemen adalah faktor manusia itu sendiri. Upaya dan hubungan kerjasama sosial dapat berubah tergantung pada kebutuhan, motivasi, dan aspirasi individu dalam situasi tertentu pula.
  22. 22. 22• Manajemen adalah suatu disiplin ilmu, yang memiliki objek studi, sistematika, metode, dan pendekatan. Dalam kerangka ini, ilmu manajemen didukung oleh disiplin-disiplin ilmu lainnya. Seperti filsafat, psikologi, pendidikan, sosiologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan sebagainya. Ilmu manajemen dipengaruhi dan menggunakan hukum kausalitas, normatif dan probabilitas.• Manajemen berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan secara sistematik, yang meliputi pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasiaan, staffing, pengarahan dan kontrol. Masing-masing fungsi manajemen tersebut mencakup berapa sub fungsi yang bekerja secara bergiliran.• Prespektif manajemen desain struktural meliputi tiga aliran/pandangan, yakni aliran prinsip-prinsip manajemen universal yang dikelompokkan menjadi lima kategori ialah struktur, prinsip koordinatif, prinsip scalar, pembagian pekerjaan, prinsip fungsional; aliran strukturalis, yang menggunakan pemikiran induktif untuk menarik kesimpulan tentang hakekat organisasi berdasarkan pendekatan deskriptif; aliran manajemen ilmiah yang menitik beratkan pada pengukuran kerja dan berdasarkan asumsi bahwa manusia bagaikan mesin.• A work-flow perspective of management yang menitikberatkan pada arus informasi yang dapat dihitung secara matematis, yang pada giliranya mendasari hakekat penggunaan komputer dan simulasi. Teori ini dikembangkan dari riset operasi , yang menggunakan pendekatan sistem.• Hukum perspektive of management, yang menitikberatkan teorinya pada kerja kelompok; perspektif ini selanjutnya berkembang menjadi aliran human relation, dan oleh karenanya perlu dikenali kebutuhan, keinginan dan perasaan para karyawan.• Perpektif manajemen integratif, menekankan pandangan bahwa suatu organisasi adalah suatu sistem, yang memperhitungkan struktur, arus informasi, teknologi, mekanistik, dan organik dan tingkah laku organisasi.• Konsep sistem sesuatu yang baru,dengan konsep yangbersifat abstrak. Teori sistem umum adalah suatu bidang logic a mathematical field yang bertugas memformulasikan dan mendapatkan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan pada sistem-sistem yang pada umumnya.• Definisi „sistem‟ adalah a series of interelated and interdependent parts, such that the interaction or interlay and interdependent parts affects the whole. Rumusan lainnya (lebih lengkapnya), bahwa suatu sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi, interdepedensi dan interpenetrasi, baik antara bagian- bagian maupun antara bagian-bagian keseluruhan untuk mencapai tujuuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  23. 23. 23• Pendekatan sistem (system approach) adalah istilah yang digunakan untuk menerapkan konsep sistem dalam bidang tertentu (misalkan bidang pendidikan dan pelatihan), yang terdiri dari komponen-komponen input (masukan), proses, dan output (keluaran). Suatu sistem pada hakikatnya adalah system of interest, sehingga dijelaskan hubungan antara sistem dengan lingkungan (lingkungan-input-proses-output-lingkungan).• Konsep kotak hitam, untuk mengidentifikasi kebutuhan bagi suatu sistem baru dengan cara mempelajari hubungan antara lingkungan, input dan output. Berdasarkan konsep kotak hitam, maka yang dimaksud dengan „sistem‟ adalah suatu kotak hitam kecil (little black box: lingkungan-input- proses-output-lingkungan).• Pendekatan sistem pada tingkat mikro, merupakan penerapan pendekatan, sistem dalam bidang-bidang, seperti: pendidikan dan pelatihan,organisasi, dan sistem-sistem manusia-mesin. Langkah-langkah penerapanya disajikan dalam bagian arus, meliputi: merumuskan masalah, analisis masalah, pengembangan suatu pemecahan, pelaksanaan eksperimen, dan menilai serta merevisi. KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN• Konsep umum pendidikan dapat dipahami dengan cara merumuskan definisi pendidikan, rumusan tujuan pendidikan, penjelasan tentang sasaran pendidikan, pelaksanaan proses pendidikan, cara dan prosedur yang ditempuh dalam proses pendidikan.• Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau pelatihan. Sesuai dengan definisi ini, maka ada sejumlah istilah yang perlu dirumuskan/dijelaskan lebih lanjut, ialah: usaha sadar, penyiapan sebagai fungsi pendidikan, peserta didik, bimbingan, pengajaran, pelatihan, hasil pendidikan, dan sistem pendidikan.• Manajemen pendidikan sebagai suatu proses/ sistem pengelolaan mencakup program kurikulum, program ketenagaan, program pengadaan fasilitas, program pelayanan, dan program hubungan dengan masyarakat.• Manajemen pendidikan sebagai suatu proses/sistem organisasi dan pengembangan manusia, membutuhkan sarana (organisasi dan penunjang), yakni: kelompok pimpinan dan pelaksanaan, fasilitas dan alat pendidikan, pembiayaan, dan sistem pengelolaan.• Pendekatan sistem dalam manajemen pendidikan meliputi unsur-unsur penting, ialah raw input (peserta didik), output (tujuan pendidikan/hasil pendidikan), instrumental input (kurikulum, evaluasi, pengelolaan, ketenagaan, bimbingan/pembinaan, pembiayaan, fasilitas dan alat), lingkungan (organisasi masyrakat dan kultural).
  24. 24. 24• Tujuan umum manajemen pendidikan adalah penyusunan suatu sistem pengelolaan yang meliputi administrasi dan organisasi kurikulum, pengelolaan ketenagaan, pengelolaan sarana dan prasarana, pengelolaan hubungan dengan masyarakat.• Fungsi-fungsi manajemen pendidikan meliputi perencanaan, organisasi, koordinasi, motivasi, dan kontrol. Komponen-komponen srategi sistem dalam pendidikan terdiri dari sistem perencanaan, sistem pemgraman, dan sistem manajemen. PROSEDUR MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM• Prosedur pengengembangan kurikulum tidak sederhana yang selama ini dibayangkan dan dilakukan oelh pengembangan kurikulum amatir, pengembangan kurikulum ternyata mempunyai rambu-rambu yang harus dipatuhi dengan seksama. Tidak mengikuti aturan atau prosedur yagn ditetapkan akan mengakibatkan penyimpangan-penyimpangan yang berakibat kualitas pendidikan tidak mencapai hasil maksimal.• Dalam prosedur pengembangan kurikulum dapat diedentifikasi tiga tahapan, yakni tahap merencanakan, melaksanakan dan menilai.• Pelaksanaan kurikulum tidak boleh berjalan tanpa control, untuk itu pengontrolan harus dilakukan dengan seksama. Pelaksanaan kurikulum yang lepas control akan mengakibatkan tidak berjalanya kurikulum yang dibuat dengan semestinya.• Pengambangan kurikulum mempunyai mekanisme, yaitu berupa tahapan- tahapan dari mulai studi pendahuluan hingga akhirnya penilaian tentang keberhasilan kurikulum maupun perbaikan-perbaikan atau penyesuaian- penyesuaian yang harus dilakukan.• Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam prosedur pengembangan kurikulum. Satu dengan yang lainnya saling terkait dan saling mendukung. Jika ada faktor tertentu yang tidak diseertakan maka jalannya pelaksanaan kurikulum akan terganggu.Manajemen Perencanaan Kurikulum• Karakteristik perencanaan kurikulum dalam pengembangan kurikulum adalah perncanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksud untuk membina siswa kearah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan mana yang terjadi pada diri siswa yang bersangkutan. Perencanaan kurikulum kurikulum berfungsi sebagai pedoman/alat manjemen, sebagai penggerak roda organisasi dan tatalaksana pendidikan/pembelajaran, motivasi pelaksanaan system pendidikan. Perencanaan kurikulum memiliki sifat-sifat strategis, komprehensif, intregatif, realistik, humanistik, futuralistik, suportif, kualitas, interdisipliner, penerapan model. Perencanaan kurikulum berlandaskan asas-asas objektivitas, kesesuaian, keseimbangan, kemudahan, berkesinambungan, pembakuan dan mutu.
  25. 25. 25• Perumusan tujuan kemampuan. Kualitas kemampuan tenaga kerja perlu ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan tugasnya secara efisien dan efektif. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan dan keterampillan tentang masalah-masalah pekerjaan tertentu, pengetahuan dan keterampilan tentan sistem penyampaian, sikap dan nilai yang menjiwai kepribadian. Berdasarkan rumusan kualitas kemampuan selanjutnya dirumuskan tujuan kurikulum dan tujuan-tujuan kemampuan.• Perumusan isi kurikulum. Isi kurikulum disusun dalam bentuk bidang- bidang keilmuan, jenis-jenis mata pelajaran, satuan bahasan dan pokok bahasan. Program studi merupakan keseluruhan-keseluruhan belajar yang meliputi komponen. Pola komponen dasar, bidang studi, dan penunjang (tergantung pada jenis program studinya).• Merancang strategi pembelajaran. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi siswa (belajar) dan guru (mengajar) dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Srategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar, strategi pembelajaran banyak ragamnya, namun dapat diklasifikasikan Strategi Belajar Mengajar (SBM) dalam kelas, SBM individual, SBM kelompok kecil, SBM kelompok besar, SBM laboratory.• Merancang srategi bimbingan. Kepembimbingan adalah keseluruhan proses bimbingan untuk membantu siswa memecahkan masalah dan kesulitan yang dihadapinya. Jenis bimbingan adalah bimbingan belajar, bimbingan pribadi dan bimbingan jabatan. Metode yang dapat digunakan adalah metode kelompok, latihan teman sejawat, teknik klinis, dan lain sebagainya.• Merancang strategi penilaian. Penilaian adalah bagian dari kurikulum , bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai setelah pelaksanaan kurikulum. Penilaiaan memiliki fungsi-fungsi instruksional, kurikuler, adminiistratif dan diagnosis, dan penilaian sumatif, masing- masing mempunyai tujuan sendiri.Administrasi Pelaksanaan Kurikulum• Administrasi pelaksanaan kurikulum berkenaan dengan semua perilaku yang bertalian dengan semua tugas yang memungkinkan terlaksananya kurikulum. Dalam administrasi pelaksanaan kurikulum ini bertujuan agar kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik .• Administrasi bertugas menyediakan/mempersiapkan fasilitas material, personal dan kondisi-kondisi agar kurikulum dapat dilaksanakan.• Pokok-pokok kegiatan administrasi kurikulum dapat dikelompokkan menjadi 9 pokok kegiatan yakni: o Kegiatan yang berhubungan tugas kepala sekolah. o kegiatan yang berhubungan tugas guru. o Kegiatan yang berhungan dengan proses belajar-mengajar. o Kegiatan ekstra kurikuler.
  26. 26. 26 o Kegiatan pelaksanaan evaluasi belajar. o Kegiatan pelaksaan pengaturan alat perlengkapan sekolah. o Kegiatan dalam bimbingan dan penyuluhan. o Kegiatan yang berkenaan dengan usaha peningakatan mutu profesional guru.• Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi 2 tingkatan yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas.• Pada pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah, kepala sekolah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kurikulum di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Dikarenakan: o Kepala sekolah sebagai pemimpin, termasuk memimpin pelaksanaan kuriulum. o Kepala sekolah adalah administrator dalam pelaksanaan kurikulum yang berperan dalam perencanaan program pengorganisasian staf pergerakan semua pihak yang perlu dilibatkan dalam pelaksanaan supervisi, dan penilaian terhadap personal sekolah. o Kepala sebagai penyusun rencana tahunan dibidang kemuridan, personal/tenaga kependidikan, sarana kependidikan, ketatausahaan sekolah, pembiyaan/anggaran pendidikan, pembinaan organisasi sekolah dan hubungan kemasyarakatan/komunikasi pendidikan. o Kepala sekolah sebagai pembina organisasi sekolah. o Kepala sekolah sebagai koordinator pelaksanaan kurikulum. o Kepala sekolah sebagai pemimpin kegiatan rapat kurikuler. o Kepala sekolah sebagai pengelola sistem komunikasi dalam pembinaan kurikulum.• Pada pelaksanaan kurikulum tingkat kelas, yang berperan besar adalah guru yang meliputi tiga jenis kegiatan administrasi yaitu: sebagai yang bertugas dalam melaaksanakannya: o Kegiatan dalam bidang proses belajar mengajar o Pembinaan kegiatan ekstra kurikuler o Pembimbing dalam kegiatan bimbingan belajar• Dalam bidang proses belajar mengajar, tugas guru terdiri dari: o Menyusun rencana pelaksanaan program/unit o Menyuun jadwal pelaksanaan kegiatan dan jadwal pelajaran o Pengisian daftar penilaian kemajuan belajar dan perkembangan siswa o Pengisian buku laporan pribadi siswa.
  27. 27. 27• Kegiatan ekstra kulikuler adalah kegiatan pendidikan diluar ketentuan kurikulum yang berlaku, akan tetapi bersifat paedagogis dan menunjang pendidikan dalam rangka ketercapaian tujuan sekolah. Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan tugas guru sebagai penanggung jawab.• Kegiatan ekstrakurikuler sangat bervariasi yang mengandung nilai kegunaan tertentu, antara lain: o Memenuhi kebutuhan kelompok o Menyalurkan minat dan bakat o Memberikan pengalaman eksplotorik o Mengembangkan dan mendorong motivasi terhadap mata ajaran o Mengikat para siswa di sekolah o Mengembangkan loyalitas terhadap sekolah o Mengintegrasikan kelompok-kelompok sosial o Mengembangkan sifat-sifat tertentu o Menyediakan kesempatan o Mengambangkan citra masyarakat terhadap sekolah.• Tujuan utama bimbingan yang diberikan guru adalah untuuk mengembangkan semua kemampuan siswa agar mereka berhasil mengembangkan hidupnya pada tingkat atau keadaan yang lebih layak dibandingkan dengan sebelumnya. Bimbingan berupa bantuan untuk menyelesaikan masalahnya sehingga dia mandiri dalam menyelesaikan masalahnya, bantuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya seperti keluarga, sekolah dan masyarakat. SUPERVISI PELAKSANAAN KURIKULUM• Supervisi kurikulum adalah usaha yang dilakukan oleh supervisor dalam bentuk pemberian bantuan, bimbingan, pergerakan motivasi, nasehat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan professional guru dalam proses belajar mengajar, yang pada gilirannya meningkatkan hasil belajar siswa.• Supervisi kurikulum melaksanakan fungsi-fungsi edukatif, kurikuler, kepebimbingan, administratif dan pengabdian.• Cirri-ciri supervisi kurikulum adalah proses perbaikan pengajaran, memudahkan siswa belajar,kegiatan pelayanan kepada siswa oleh guru, merupakan proses penyuluhan secara kreatif.
  28. 28. 28• Kegiatan supervisi kurikulum ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam rangka pelaksanaan kurikulum. Bentuk kegiatan supervisi kurikulum adalah membantu guru mengembangkan kemampuan melaksanakan kurikulum , memilih dan menggunakan material kurikulum, melayani perbedaan individual siswa, melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, memecahkan masalah-masalah khusus.• Program supervisi kurikulum meliputi; o Tujuan untuk menghasilkan berbagai program kurikuler, seperti: program pengajaran, pembinaan kemampuan profesional, program khusus. o Berfungsi melaksanakan pembinaan keppemimpinan, pembinaan dan peningkatan kemampuan guru, dan pengawasan. o Ruang lingkup meliputi aspek-aspek perencanaan dan pelaksanaan pengajaran, pengelolaan sekolah, pembinaan dan peningkatan kemampuan guru dan staf lainnya. o Operasionalisasi program, dilaksanakan sesuai dengan tujuan, fungsi dan ruang lingkup program supervisi kurikulum. PEMANTAUAN KURIKULUM• Sistem pemantauan kurikulum adalah suatu sistem pengumpulan dan penerimaan informasi berdasarkan data yang tepat, akurat dan lengkap tentang pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan melalui langkah-langkah yang tepat• Ciri-ciri pemantauan kurikulum adalah: o Pemantauan berdasarkan multi indicator. o Pelaksanaan secara bertahap & evaluatif. o Dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus di lapangan. o Pemantauan adalah tenaga yang berpengalaman dalam bidangnya.• Tujuan pemantauan kurikulum bertujuan untuk mempercepat pengumpulan dan penerimaan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam mengatasi permasalahan pemantauan kurikullum.• Aspek yang dipantau meliputi: indicator input: target populasi, peserta diklat, tenaga pengajar atauu pelatih, media pengajaran, prosedur penilaian; bimbingan kepada peserta, dan indikator output, meliputi: jumlah lulusan; kualitas kemampuan lulusan; produk benda/barang.• Program kegiatan pemntauan kurikulum, adalah kegiatan pemantauan yang direncanakan sesuai dengan program pendidikan pada masing-masing kategori.
  29. 29. 29• Pelaksanaan pemantauan kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara : o Cara-cara rutin, yaitu dengan mempelajari dan menelaah laporan- laporan tertulis yang telah diterima sebelumnya. o Cara langsung, yakni dengan cara mengirimkan petugas kelembaga yang sedang melaksanakan kurikulum. o Pertemuan melalui wahana komunikasi social yang ada. PENILAIAN KURIKULUMPenilaian kurikulum memiliki tujuan sebagai berikut :• Secara umum memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kurikulum di sekolah, dimana informasi ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah.• Secara khusus memperoleh jawaban atas kelengkapan komponen kurikulum di sekolah, efektifitas pelaksanaan kurikulum, efektifitas penggunaan sarana penunjang, tingkat pencapaian hasil belajar ditinjau dari kesesuaian dengan tujuan, dan dampak pelaksanaan kurikullum baik positif atau negatif.Ruang lingkup yang dikaji dalam penilaian kurikulum meliputi:• Tersedianya dan kelengkapan komponen kurikulum• Pemahaman buku kurikulum, yang berkenaan dengan: o Prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum o Tujuan lembaga sekolah o Struktur program kurikulum o Garis besar program pengajaran o Sistem penyampaian o Sistem penilaian o Sistem bimbingan siswa o Sitem administrasi dan supervisi• Pelaksanaan kurikulum sekolah yang meliputi: o Struktur program o GBPP o Sistem penyampaian o Sistem penilaian o Sistem bimbingan siswa o Sistem administrasi dan supervisi.
  30. 30. 30• Pemanfaatan sarana penunjang, yang meliputi: o Buku sumber o Alat-alat pelajaran o Perpustakaan o Laboratorium o Pembiayaan o Fasilitas lainnya seperti lapangan olahraga, ruang UKS, dan lain-lain. LANDASAN PERBAIKAN KURIKULUMPenilaian kurikulum memiliki tujuan sebagai berikut:• Secara umum memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kurikulum di sekolah, dimana informasi ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah.• Secara khusus memperoleh jawaban atas kelengkapan-kelengkapan komponen kurikulum di sekolah, efektifitas pelaksanaan kurikulum, efektifitas penggunaan sarana penunjang, tingkat pencapaian hasil belajar ditinjau dari kesesuaian dengan tujuan, dan dampak ppelaksanaan kurikulum baik positif atau negatif.Ruang lingkup yang dikaji dalam penilaian kurikulum meliputi:• Tersedianya dan kelengkapan komponen kurikulum• Pemahaman buku kurikulum, yang berkenaan dengan o Prinsip pengembangan dan pelaksanaan kurikulum o Tujuan lembaga sekolah o Struktur program kurikulum o Silabus (garis besar program pengajaran) o Sistem penyampaian o Sistem penilaian o Sistem bimbingan siswa o Sistem administrasi dan supervisi.• Pelaksanaan kurikulum sekolah yang meliputi o Struktur program o Silabus (GBPP) o Sistem penyampaian o Sitem penilaian o Sistem bimbingan siswa o Sistem administrasi dan supervisi.• Pemanfaatan sarana penunjang, yang meliputi: o Buku sumber o Alat-alat pelajaran
  31. 31. 31 o Perpustakaan o Laboratorium o Pembiayaan o Fasilitas lainnya seperti lapangan olahraga, ruang UKS, dan lain-lain. SUMBER KEPUSTAKAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI1. Oemar Hamalik. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006.2. Nana Syaodih Sukmadinata. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda Karya, 2006.3. Nana Sudjana. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2005.4. Team Depag Pusat. Kurikulum 2004: Kerangka Dasar. Jakarta: Depag Pusat, 2004.5. S. Nasution. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.6. Abd Allah Idi. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Jogjakarta: Ar-Ruzz, 2007.7. Enco Mulyasa. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007.8. Depag RI. Kerangka Dasar Kurikulum 2004. Jakarta: Depag Pusat, 2003.9. E. Mulyasa. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.10. Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2001.11. Oemar Hamalik. Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan. Bandung: Trigenda Karya, 199312. Mohammad Ali. Pengemb.Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru, 198413. Hendyat Sutopo dan Wasty Soemanto. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum sebagai Subtansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 1993.14. Subandiyah. Pengemb.dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Grafindo Persada, 1996.15. Iskandar Wiryokusumo dan Usman Mulyadi. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Bina Aksara, 1988.16. A. Hamid Syarief. Pengenalan Kurikulum Sekolah dan Madrasah. Bandung: Citra Umbara, 1995.17. Kurikulum Pendidikan Dasar tahun 1994.18. Kurikulum Pendidikan Menengah tahun 1994.19. UU. No. 20 tahun 2003.20. D. Tanner dan L. Tanner. Curriculum Development. New Yersey: Prentice Hall, 1981.21. R.S. Zais. Curriculum: Principles and Foundation. New York: Harper & Row, 1976.22. Robert M. Diamond. Desingning and Improving Courses and Curricula in Higher Education. London: Jossey-Bass, 1989.23. Anthony Giddens. Central Problems in Social Theory. London: The Macmillan Press Ltd, 1979.
  32. 32. 32 STRUKTUR SEKOLAH/ MADRASAH/ PT DAN KETERKAITANNYA DENGAN DUNIA KERJA/ HIDUP DI MASYARAKAT Dunia Kerja/ Hidup di Masyarakat Universitas/ Sekolah Tinggi/ TINGGI Akademi/ Politeknik XII 18 SMA dan SMK dan XI SMLB Paket C 17 MA MAKMENENGAH X 16 IX 15 VIII SMP dan MTs SMPLB Paket B 14 VII 13DASAR VI 12 V 11 IV SD dan MI SDLB Paket A 10 III 9 II 8 I 7 6 TK dan RA TKLB 5USIA DINI Taman Penitipan 4 Anak & Kelompok 3 Bermain 2 1 Lahir

×