BAB I PENDAHULUANLatar Belakang       Sumbangan      terpenting    postrukturalisme    terhadap    kebudayaanadalahpergese...
menempatkan perempuan sebagai korban yang tidak tampak dan tidak berharga.Hal ini diterima perempuan sebagai marginilisasi...
Rumusan Masalah          Berdasarkan Latar Belakang yang telah dipaparkan maka rumusanmasalah yang diangkat dalam makalah ...
BAB II PEMBAHASAN2.1 Pengetian Feminisme       Istilah “ feminisme “ sangat penting untuk diketahui sekaligus dipahamiseir...
Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman lainnya. Feminismetidak berasal dari sebuah teori atau konsep yang didasa...
Wacana, focus yang ketiga yaitu mendapatkan perhatian sangat besar daripara feminis. Man-made Language buku Dale Spender, ...
3. Germaine Greer       Gagasan Germaine Geer dad keasamaan dengan Friedan yang tertuang       dalam The Fermale Eunuch. K...
2. Feminisme Marxis Tradisional        Gerakan ini mendasarkan pada teori Marxis, dimana para penganutnyamemperjuangkan pe...
amerika menyantumkan bahwa “all men are created aquel” (semua laki-       laki diciptakan sama), tanpa menyebut-nyebut per...
tentang perempuan dan sebab-sebab mengapa perempuan sering tidakdiperhitungkan bahkan nyaris diabaikan.   b. Gynocritics a...
BAB III PENUTUP3.1 Simpulan       Teori    feminisme      menfokuskan     diri   pada   pentingnya   kesadaranmengenaipers...
DAFTAR PUSTAKADjajanegara, Soenarjati. 2003. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta:         Gramedia Pustaka Ut...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Makalah teori feminisme

7,191

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,191
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
246
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Makalah teori feminisme"

  1. 1. BAB I PENDAHULUANLatar Belakang Sumbangan terpenting postrukturalisme terhadap kebudayaanadalahpergeseran paradigma dari pusat ke pinggiran. Studi kultural kemudiandiarahkan pada kompetensi masyarakat tertentu, masyarakat yang terlupakan,masyarakat yang terpinggirkan, masyarakat marjinal. Teori sastra feminis, yaituteori yang berhubungan dengan gerakan perempuan,adalah salah satu aliran yangbanyak memberikan sumbangan dalam perkembangan studi kultural. Sastrafeminis berakar dari pemahaman mengenai inferioritas perempuan. Konsep kuncifeminis adalah kesetaraan antara martabat perempuan dan laki-laki. Teori feminismuncul seiring dengan bangkitnya kesadaran bahwa sebagai manusia, perempuanjuga selayaknya memiliki hak-hak yang sama dengan laki laki. Salah satu agenda kemanusiaan yang mendesak untuk segera digarapadalah menjadikan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam sistem masyarakat.Feminisme memperjuangkan dua hal yang selama ini tidak dimiliki oleh kaumperempuan pada umumnya, yaitu persamaan derajat mereka dengan laki-laki danotonomi untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya dalam banyak hal.Kedudukan perempuan dalam masyarakat lebih rendah dari laki-laki, bahkanmereka dianggap sebagai “the second sex”, warga kelas dua. Hal ini menunjukanadanya semacam diskriminasi gender yang membandingkan antara laki-laki danperempuan. Istilah yang digunakan untuk mewadahi permasalahan ini adalahFeminisme. Feminisme Menurut Goefe (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2002: 18)adalah teori tentang permasalahan hak antara laki-laki dan perempuan disegalabidang. Suatu kegiatan terorganisasi yang memperjuangkan hak-hak sertakepentingan perempuan. hal ini sesebabkan karena perempuan selalu mengalamiketimpangan gender selama ini. Feminisme berupaya menggalai identitas wanitayang tertutupi hegemoni patriarkat. Identitas diperlukan sebagai dasarmemperjuangkan kesamaan hak dan membongkar akar dari segala ketertindasanperempuan. Tujuan feminis adalah mengakhiri dominasi laki-laki dengan caramenghancurkan struktur budaya, segala hukum dan aturan-aturan yang
  2. 2. menempatkan perempuan sebagai korban yang tidak tampak dan tidak berharga.Hal ini diterima perempuan sebagai marginilisasi, subordinasi, stereotip, dankekerasan. John Stuart Mill dan Harriet Taylor menyatakan bahwa untukmemaksimalkan kegunaan yang total (kebahagiaan / kenikmatan) adalah denganmembiarkan setiap individu mengejar apa yang mereka inginkan, selama merekatidak saling membatasi atau menghalangi di dalam proses pencapaian tersebut.Mill dan Taylor yakin bahwa jika masyarakat ingin mencapai kesetaraan seksualatau keadilan gender, maka masyarakat harus memberi perempuan hak politik dankesempatan, serta pendidikan yang sama dengan yang dinikmati oleh laki-laki(Tong, 1998 : 23). Teori feminisme menfokuskan diri pada pentingnya kesadaranmengenaipersamaan hak antara perempuan dan laki-laki dalam semua bidang.Teori ini berkembang sebagai reaksi dari fakta yang terjadi di masyarakat, yaituadanya konflik kelas, konflik ras, dan, terutama, karena adanya konflik gender.Feminisme mencoba untuk mendekonstruksi sistem yang menimbulkan kelompokyang mendominasi dan didominasi, serta sistem hegemoni di mana kelompoksubordinat terpaksa harus menerima nilai-nilai yang ditetapkan oleh kelompokyang berkuasa. Feminisme mencoba untuk menghilangkan pertentangan antarakelompok yang lemah dengan kelompok yang dianggap lebih kuat. Lebih jauhlagi, feminisme menolakketidakadilan sebagai akibat masyarakat patriarki,menolak sejarah dan filsafat sebagai disiplin yang berpusat pada laki-laki (Ratna,2004 : 186).
  3. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar Belakang yang telah dipaparkan maka rumusanmasalah yang diangkat dalam makalah ini adalah: 1. Apakah Pengertian Teori Feminisme ? 2. Apa saja Aliran-Aliran Feminisme ? 3. Apa yang di Maksud dengan Kritik Feminisme dan Ragamnya?Tujuan Pembuatan Makalah Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan pembuatan makalah iniadalah: 1. Menjelaskan Tetang Pengertian Teori Feminisme 2. Menguraikan Tentang Aliran-Aliran Feminisme 3. Mengetahui Maksud dengan Kritik Feminisme dan Ragamnya.Manfaat Pembuatan Makalah: 1. Memberikan Pengetahun Kepada Pembaca Mengenai Teori Femnisme. 2. Memberikan Pengetahuan Dan Gambaran Tentang Aliran-Aliran Feminisme. 3. Memberikan Pengetahuan Dan Pandangan Maksud dengan Kritik Feminisme dan Apa saja Ragamnya 4. Bagi Penulis Digunakan Sebagai Penyelesaian Tugas Teori Feminisme Dalam Mata Kuliah Sosiologi Sastra.
  4. 4. BAB II PEMBAHASAN2.1 Pengetian Feminisme Istilah “ feminisme “ sangat penting untuk diketahui sekaligus dipahamiseiring denganaktivitas atas pencerahan yang dilakukan para penggiat gender dimasyarakat. Seringkali mereka mendapat pertanyaan terkait dengan apakah “ isme “yang melatarbelakangi pemikiran pemikirannya, bahkan secara ekstrem dipojokkandengan apakah cocok berpatokan pada feminisme yang nota bene berasal dari duniabarat yang sangat berbeda dengan kondisi ketimuran Indonesia ( baca patriarkhi ) Feminisme berasal dari bahasa Latin yaitu “ femina “ atau perempuan dangerakan inimulai bergulir pada tahun 1890an seiring dengan keresahan yangdirasakan oleh perempuan dan laki laki yang menyadari adanya relasi yang timpangantara laki laki dan perempuan di masyarakat. Gerakan ini mengacu ke teorikesetaraan laki-laki dan perempuan dan pergerakan tersebut dimaksudkan untukmemperoleh hak hak perempuan. Sekarang ini kepustakaan internasionalmendefinisikan feminisme sebagai pembedaan terhadap hak hak perempuan yangdidasarkan pada kesetaraan perempuan dan laki laki. Dalam perkembangannya secaraluas kata feminis mengacu kepada siapa saja yang sadar dan berupaya untukmengakhiri subordinasi yang dialami perempuan.Feminisme seringkali dikaitkandengan emansipasi yang didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagaipembebasan atau dalam hal isu isu perempuan, hak yang sama antara laki laki danperempuan. R.A Kartini yang berjuang untuk kebebasan perempuan dari normanorma tradisionil yang menindas melalui pendidikan adalah figur yang sangatterkenal dalam perjuangan emansipasi perempuan. Data perempuan yang berkaitan dengan pendidikan, pemberdayaan ekonomi (kemiskinan ) kesempatan di berbagai lembaga pemerintah sampai saat ini terlihatmasih terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan baik sebagai pelaku maupun yangmerasakan manfaat pembangunan. Dengan demikian maka pemikiran bahwahubungan atau relasi yang timpang antara perempuan dan laki laki di dalam dan diluar keluarga penting untuk diperbaiki. Selain itu juga penting untuk memikirkanyang berkaitan dengan serangkaian upaya serangkaian perubahan struktural (perubahan relasi sosial ) dari yang timpang ke relasi sosial yang setara sehinggakeduanya merupakan faktor penting dalam menentukan berbagai hal dalammasyarakat.
  5. 5. Feminisme tidak seperti pandangan atau pemahaman lainnya. Feminismetidak berasal dari sebuah teori atau konsep yang didasarkan atas formula teoritunggal. Itu sebabnya, tidak ada abstraksi pengertian secara spesifik ataspengaplikasian feminisme bagi seluruh perempuan disepanjang masa.Pengertianfeminisme itu sendiri menurut Najmah dan Khatimah sa‟ida dalam bukunya yangberjudul “Revisi Politik Perempuan” (2003:34) menyebutkan bahwa : Feminisme adalah suatu kesadaran akan penindasan dan eksploitasi terhadap perempuan yang terjadi baik dalam keluarga, di tempat kerja, maupun di masyarakat serta adanya tindakan sadar akan laki- laki maupun perempuan untuk mengubah keadaan tersebut secara leksikal. Feminisme adalah gerakan kaum perempuan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum perempuan dan laki-laki “. Pengertian feminisme dapat berubah dikarenakan oleh pemahaman ataupandangan para feminis yang didasarkan atas realita secara historis dan budaya,serta tingkat kesadaran persepsi dan perilaku. Bahkan diantara perempuan denganjenis-jenis yang hampir mirip terdapat perbedaan pendapat dan perdebatanmengenai pemikiran feminis, sebagaian didasarkan atas alasan (misalnya akarkebudayaan) patriarkhi dan dominasi laki-laki, dan sampai resolusi final atasperjuangan perempuan akan non-eksploitasi lingkungan, kebebasan kelas, latarbelakang, ras, dan gender. Ada lima fokus pokok terlibat dalam kebannyakan diskusi tentangperbedaan seksual: biologi, pengalaman, wacana, ketaksadaran, dan kondisisosial-ekonomi Biologi, alasan yang memeperlakukan biologi sebagai dasar dan yangmenegecilkan sosilisasi telah dipergunakan terutamaoleh laki-laki untukmeletakkan para perempuan dalam”tempat”merka. Ungkapan “ota mutilier inutere” (perempuan tidak lain adalah sebuah kandungan) meringkaskan sikapini. Pengalaman, Resiko ini juga dijalankan oleh mereka yang menarikpengalaman wanita yang khusus sebagai sumber nilai-nilai perempuan yangpositif dalam kehidupan dan dalam seni. Hanya karena wanita, menurut alasan itu,telah mengalami pengalaman hidup yang khusus bagi wanita (ovulasi, menstruasi,dan melahirkan).
  6. 6. Wacana, focus yang ketiga yaitu mendapatkan perhatian sangat besar daripara feminis. Man-made Language buku Dale Spender, sebagaimana disarankanoleh judulnya, mengganggap bahwa wanita secara mendasar ditindas oleh bahasayang dikuasai laki-laki. Ketidaksadaran, teori psikoanalistik Lacan dan Kristeva menyediakanfocus keemapa proses ketidaksadaran. Beberapa penulis feminis telah mendobraksama sekali biologisme dengan mengasosiasikan “perempuan” dengan prosesyang cenderung meruntuhkan otaritas wacana „laki-laki‟ . seksualitas wanitabersifat revolusioner, subversive, beragam, dan “terbuka”. Sosiologi. Virginia Woolf adalah kritikus wanita pertama yangmemasukkan dimensi sosiologi (focus kelima) dalam analisisnya mengenai tulisanwanita. Sejak itu dan selanjutnya, kaum feminis Marxis, terutama, telah mencobamenghubungkan perubahan kondisi social dan ekonomi dan perubahan imbangankekuatan di antara kedua jenis kelamin Inti tujuan Feminisme adalah meningkatkan kedudukan dan derajatperempuan agar sama atau sejajar dengan kedudukan serta derajat laki-laki. Tokoh-tokoh Feminisme yang berpengaruh dalam wacana feminismediantaranya adalah: 1. Simone de Beauvoir Simone de Beauvior dalam The Second Sex, menetapkan dengan sangat jelas masalah dasar feminis modern. Bila seorang wanita mencoba membatasi dirinya sendiri, ia mulai dengan berkata “saya seorang perempuan” . Tidak ada laki-laki yang berbuat begitu. Kenyataan ini mengungkapkan ketaksimetrisan dasar antara istilah “maskulin” dan “feminis”. 2. Betty Friedan Betty Ftiedan, menetengahkan dalam bukunya The Feminine Mytique versi pragmatic dari bentuk kepastian perempuan. Menurutnya, perempuan merupakan kaum yang pasif atas bentuk kebudayaan yang tetap sebagaimana anggapan feminitas oleh kaum patriakhat.
  7. 7. 3. Germaine Greer Gagasan Germaine Geer dad keasamaan dengan Friedan yang tertuang dalam The Fermale Eunuch. Keduanya menolak untuk membedakan gambaran, tetapi menyatukannya dalam pendekatan yang tidak berkelas. Greer memperkirakan bahwa ada bentrokan dalam paham feminis, ramalan emansipasi perempuan akan selalu menjadi teoritis, mudah dibaca dan pragmatis. 4. Kate Millet dan Michele Barret‟ Feminisme Politis Suatu tingkatan penting dalam feminism modern dicapai oleh Kate Millet dalam buku Sexual Poitics (1970). Ia mempergunakan istilah “patriakhi” (pemerintah ayah) untuk menguraikan sebab penindasan wanita. Patriarkhi meletakkan perempuan di bawah laki-laki atau memperlakukan perempuan sebagai laki-laki yang inferior.2.2 Aliran-Aliran Feminisme Sebagai gerakan modern, feminisme yang mulai berkembang pesat sekitartahun 1960 di Amerika berdampak luas. Gerakan ini membuat masyarakat sadarakan kedudukan perempuan yang inferior. Dampak dari gerakan ini juga dapatdirasakan dalam bidang sastra. Perempuan mulai menyadari bahwa dalam karyasastra pun terdapat ketimpangan mengenai pandangan tentang manusia dalamtokoh-tokohnya.Beberapa aliran yang penting untuk diketahui para penggiat danpemerhati gender untuk mengoptimalkan kajian dan pemikiran mereka diantaraadalah :1. Feminisme Liberal Gerakan ini muncul awal abad 18 bersamaan dengan lahirnya zamanpencerahan, tuntutannya adalah kebebasan dan kesamaan terhadap aksespendidikan, pembaharuan hukum yang bersifat diskriminatif. Yang menjadi dasarpemikirannya adalah pandangan rasionalis serta pemisahan ruang privat danpublik, sehingga feminis liberal memperjuangkan atas kesempatan yang samabagi setiap individu termasuk perempuan .
  8. 8. 2. Feminisme Marxis Tradisional Gerakan ini mendasarkan pada teori Marxis, dimana para penganutnyamemperjuangkan perlawanan terhadap sistem sosial ekonomi yang eksploitatifterhadap perempuan dan penindasan terhadap perempuan adalah bagian daripenindasan kelas dalam sistem produksi. Seiring dengan revolusi proletar yangberhasil meruntuhkan sistem kelas maka penindasan terhadap perempuandiprediksijuga akan hilang.3. Feminisme Radikal Gerakan ini mengacu pada konsep biological essentialism ( perbedaanesensi biologis ), suatu pendekatan bahwa apa saja yang berhubungan denganmakhluk laki laki adalah negatif dan menindas. Penganut aliran ini juga menolakadanya institusi keluarga baik secara teoritis maupun praktis.4. Feminisme Sosialis Gerakan ini merupakan sintesis dari gerakan feminis Radikal dan Marxis,gerakan ini beranggapan bahwa perempuan terekploitasi oleh 2 hal yaitu sistempatriarkhi dan kapitalis.5. Ekofeminis Gerakan ini lebih menfokuskan pandangannya pada analisis kualitasfeminin dan mengkritik dengan tajam pada aliran feminisme modern lain ( liberal,radikal, marxist dan sosialis ) dengan mengatakan bahwa ketidakadilan genderbukan semata mata disebabkan oleh konstruksi sosial budaya akan tetapi juga olehfaktor intrinsik.6. Gerakan Perempuan Dunia Ketiga Gerakan perempuan yang berasal dari dunia ketiga ( bangsa yang pernahdijajah ).Kondisi perempuan pasca penjajahan yang multi kompleks menjadikangerakan ini mempunyai prioritas atas apa yang dilakukan misalnya imperialisme,penindasan bangsa, kelas, ras dan etnis. Strateginya adalah afiliasi untukmembangun kekuatan perlawanan bersama untuk satu persatu melawan penindas.Beberapa aspek yang mempengaruhi munculnya gerakan feminisme : 1. Aspek politik merupakan aspek yang ketika rakyat amerika memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1776, deklarasi kemerdekaan
  9. 9. amerika menyantumkan bahwa “all men are created aquel” (semua laki- laki diciptakan sama), tanpa menyebut-nyebut perempuan 2. Aspek agama menggap bahwa gereja mendudukan wanita inferior,karena baik agana protestan maupun agama katolik menempatkan perempuan pada posisi yang lebih rendah daripada kedudukan laki-laki. 3. Aspek konsep sosialisme dan marxis. Aspek ini beranjak dari pikiran Fedderick Engels yang mengemukakan bahwa „Dalam keluarga, dia (suami) adalah borjuis dan istri mewakili kaum prolentar.2.3 Kritik Feminisme dan Ragamnya Kritik sastra feminis, adalah studi sastra yang mengarahkan fokusanalisisnya pada perempuan. Dasar pemikiran feminis dalam penelitian sastra,adalah upaya pemahaman kedudukan peran perempuan seperti yang tercermindalam karya sastra (Suharto,2002 : 15). Kritik sastra feminis merupakan salah satu ilmu disiplin sebagai responatas berkembang luasnya feminisme diberbagai penjuru dunia. Secara garis besarCuller menyebutkan kritik sastra feminis sebagai reading as a woman, membacasebagai perempuan. Yoder juga menyebutkan bahwa kritik sastra feminis itubukan pengkritik perempuan atau kritik tentang perempuan, atau kritik tentangpengarang perempuan. Arti sederhana kritik sastra feminis adalah pengkritikmemandang sastra dengan kesadaran khusus, kesadaran bahwa ada jenis kelaminyang banyak berhubungan dengan budaya, sastra dan kehidupan. Dalam buku “Pengertian Kritik Sastra Feminis” Soeharto mengutippernyataan Yoder, (2002 : 5) “Membaca sebagai perempuan berarti membacadengan kesadaran untuk membongkar praduga dan idiologi kekuasaan laki-lakiyang androsentrisme atau patriarkhat.” Berikut ini merupakan jenis-jenis kritik sastra feminis yang berkembang dimasyarakat menurut Dra. Ekarini, M.Pd. (2002:161). a. Kritik Ideologis.Kritik sastra feminis ini melibatkan perempuan, khususnya kaum feminis, sebagaipembaca. Yang menjadi pusat perhatian pembaca wanita adalah citra sertastereotipe wanita dalam karya sastra Kritik ini juga meneliti kesalah pahaman
  10. 10. tentang perempuan dan sebab-sebab mengapa perempuan sering tidakdiperhitungkan bahkan nyaris diabaikan. b. Gynocritics atau ginokritikGynocritics atau ginokritik disebut juga dengan kritik yang mengkaji penulis-penulis wanita. Jenis kritik sastra feminis ini berbedamdari kritik ideologis, karenayang dikaji disini adalah masalah perbedaan. Berarti studi yang ditulis olehpermpuan mengenai perbedaan antara tulisan perempuan dengan tulisan laki-laki. c. Kritik Sastra Feminis SosialisJenis kritik ini meneliti tokoh-tokoh wanita dari sudut pandang sosialis, yaitukelas-kelas masyarakat. Selain itu kritik feminis ini mencoba mengungkapkanbahwa kaum wanita merupakan masyarakat yang tertindas. d. Kritik Feminis PsikoanalitikKritik sastra ini diterapkan pada tulisan-tulisan wanita, karena para feminispercaya bahwa pembaca wanita biasanya mengidentifikasikan dirinya dengan ataumenempatkan dirinya pada tokoh wanita, sedangkan tokoh wanita tersebut padaumumnya merupakan cermin penciptanya. e. Kritik Feminis Lesbian.Kritik ini bertujuan untuk mengembangkan definisi yang cermat tentang maknalesbian, kemudian akan ditentukan apakah definisi ini dapat diterapkan padadefinisi penulis atau pada teks karyanya. f. Kritik Feminis Ras atau EtnikSebagaimana halnya dengan pengkritik sastra ideologi danpengkritik sastralesbian, pengkritik sastra etnik ingin membuktikankeberadaan sekelompok penulisfeminis etnik beserta karya-karyanya,baik dalam kajian perempuan maupun dalamkajian kanon sastra tradisional dan sastra feminis.
  11. 11. BAB III PENUTUP3.1 Simpulan Teori feminisme menfokuskan diri pada pentingnya kesadaranmengenaipersamaan hak antara perempuan dan laki-laki dalam semua bidang.Teori ini berkembang sebagai reaksi dari fakta yang terjadi di masyarakat, yaituadanya konflik kelas, konflik ras, dan, terutama, karena adanya konflik gender.Feminisme mencoba untuk mendekonstruksi sistem yang menimbulkan kelompokyang mendominasi dan didominasi, serta sistem hegemoni di mana kelompoksubordinat terpaksa harus menerima nilai-nilai yang ditetapkan oleh kelompokyang berkuasa. Feminisme mencoba untuk menghilangkan pertentangan antarakelompok yang lemah dengan kelompok yang dianggap lebih kuat. Penggunaan teori ini dalam kritik sastra adalah untuk mengupas lebihmendalam sebuah karya sastra dari segi feminisme, yang berarti sebuahkedudukan yang akan diberikan oleh pengarang kepada kaum wanita dalam karyasastranya. Berbagai ragam kritik feminisme yang dapat digunakan untukmembedah sebuah karya sastra diantaranya adalah kritik ideologis, genokritik,sastra feminis sosialis, psikoanalitik, lesbian dan etnik.3.2 Saran Feminisme harus berani melihat permasalahan secara konseptual. Jikaperempuan banyak diteliti menggunakan teori yang tidak relevan bagi generasimendatang, maka feminisme tidak akan banyak membantu kemajuan perempuan.Jika feminisme berpolitik dan bergulat dengan praksis tetapi masih mengadopsikonseptual feminisme yang hegemonik maka feminisme akan mengalami jalanbuntu. Karena itu penulis menyarankan agar perjuangan feminisme tidak sajadirealisasikan di dalam politik praksis tetapi juga bergulat dengan konseptualisasiteori feminisme sehingga dapat memperbaiki serta menambah kekurangan yangterjadi dalam ranah praksis.
  12. 12. DAFTAR PUSTAKADjajanegara, Soenarjati. 2003. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Djajanegara, Soenarjati. 2003. Kritik Sastra Feminis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Saraswati, Ekarini. 2002. Sosiologi Sastra Sebuah Pemahaman Awal. Malang: UMM Press.Tong, Rosemarie Putnam. Feminist Thought : Pengantar paling Komprehensif kepadaAliran Utama Pemikiran Feminis, terj. Aquarini Priyatna Prabasmoro.Yogyakarta : Jalasutra, 1998.Ratna, Nyoman Kutha. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta :Pustaka Pelajar, 2004.Welleck, Rene dan Austin Warren. Teori Kesusastraan, terj. Melani Budianta. Jakarta : Gramedia, 1990.

×