• Like
Bab ii kti
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bab ii kti

  • 421 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
421
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
3
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Motivasi 2.1.1 Pengertian Motivasi Motivasi dapat dikatakan sebagai kekuatan energy yang dapat menimbulkan tingkat presentasi dalam melakukan suatu kegiatan baik yang bersumber dari individu (motivasi intrinsic) maupun dari luar individu (ektrinsik). Menurut widyatun (2009:112). Motivasi mempunyai arti dorongan berasal dari bahasa latin mosere yang berarti mendorong atau menggerakan. Motivasi inilah yang mendorong seseorang untuk berprilaku beraktivitas dalam pencapaian tujuan. Menurut Notoatmodjo(2005:120), motivasi berasal dari bahasa latin berarti to move. Secara umum mengacuh pada adanya kekuatan dorongan yang menggerakan kita untuk berprilaku tertentu. Oleh karena itu, didalam mempelajari motivasi kita akan berhubungan dengan hasrat, keinganan, dorongan dan tujuan. Menurut Lukluk dan Bandiyah (2008:10), motivasi adalah kebutuhan psikologi yang telah memiliki corak atau arah yang ada dalam diri individu yang harus dipenuhi agar kehidupan kejiwaannya terpelihara yaitu senantiasa dalam keseimbangan.
  • 2. Menurut Satianegara (2009:61), motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatankegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan. 2.1.2 Bentuk dan jenis motivasi Menurut widayatun (2009:113). Diantara bentuk-bentuk motivasi adalah sebagai bentuk : a. Motivasi intrinsic atau motivasi yang datangnya dari dalam diri individu itu sendiri. b. Motivasi etrinsic yaitu motivasi yang datangnya dari luar individu c. Motivasi Terdesak yaitu motivasi yang muncul dalam kondisi terjepit dan munculnya serentak serta menghentak dan cepat sekali munculnya pada prilaku aktivitas seseorang. d. Motivasi yang berhubungan dengan idiologi politik, ekonomi, social, budaya dan hankam yang sering menonjol adalah motivasi social karena individu memang mahluk social . Menurut mamik (2011:201), berdasarkan sumber dorongan terhadap prilaku, motivasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. 1. Motivasi intrinsic Motivasi intrinsic yaitu motivasi yang berasal dalam kebutuhan yang sehingga manusia menjadi puas. Motivasi sebagai penggerak utama untuk menimbulkan keinginan seseorang dalam meraih tujuannya dianggaplah
  • 3. sangatlah penting, sebab seseorang yang tidak memiliki motivasi tidak akan melakukan kegiatan. Motivasi yang sangat menunjang adalah motivasi intrinsic . adapun indicator-indikator yang mempengaruhi motivasi intrinsic . Menurut syamsudin (2007:29), yang dapat kita lakukan adalah mengidentifikasi beberapa factor indikatornya dalam teori-teori tertentu antara lain : a. Durasi kegitan Berapa lama penggunaan waktunya untuk melakukan kegiatan. b. Prekuensi kegiatan Berapa sering kegiatan dilakukan dalam priodewaktu tertentu. c. Persistensinya pada tujuan kegiatan Ketepatan dan kelekatan pada tujuan d. ketabahan keuletan dan kemampuannya dalam menghadapi rintangan dan kesulitan untuk mencapai tujuan. e. Deposi untuk mencapai tujuan Pengabdian dan pengorbanan ( uang, tenaga) dan mencapai tujuan. Setiap perjuangan memerlukan pengorbanan, begitulah banyak pepatah sekarang ini menganalogikan setiap situasi dan kegiatan. f. Tingkat aspirasinya
  • 4. Maksud, rencana, cita – cita yang hendak dicapai dengan kegiatan yang dilakukan. Menurut sutikno (2008:20) motivasi intrinsic merupakan dorongan yang timbul dari dalam individu sendiri tanpoa ada paksaan dengan dorongan yang lain. Motivasi sering di sebut “ motivasi murni “ atau motivasi yang sebenarnya. Yang timbul dari dalam diri sendiri. 2. Moativasi ekstrinsik Motivasi ekstrinsik yaitu motivasui yang berasal dari luar yang merupakan penbgaruh dari orang lain atau lingkungan. Sifat motivasi ekstrinsik adalah sebagai berikut : a. Karena munculnya bukan atas keinginan sendiri, maka motivasi ekstrinsik mudah hilang atau tidak bertahan lama. b. Motivasi ekstrinsik jika diberiukan terus menerus akan menimbulkan motivasi ekstrinsik dalm diri sendiri. 2.1.3 fungsi motivaasi menurut sardiman (2008 : 85) ada tiga motivasi yaitu : a. mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang m,elepas energy. Motivasi dalam hal ini merupakan penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  • 5. b. Menurut arah perbuatan yakni kea rah tujuan yang hendak dicapai. c. Menyelesaikan perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaaat bagi tujuan tersebut. Menurut Hamalik (2000:175) menyatakan fungsi motivasi adalah : a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu nperbuatan. b. Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatn kepada pencapaian tujuan yang diinginkan. c. Sebagai penggerak artinya menggerakan tingkah laku seseorang. Kuat lemahnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan seseorang. Dengan demikian, motivasi dapat menjadi arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. 2.1.4 Pengukuran Motivasi menurut notoatmodjo (2005:135), ada beberapa cara untuk mengukur motivasi, yaitu dengan : a. tes proyektif salah satu teknik proyektif yang banyak dikenal adalah Tenicapprecepion teks ( tate ) dalam test tersebut klien diberikan gambar dank lien di minta untuk membuat cerita gambar tersebut.
  • 6. b. kuisioner salah satu cara untuk mengukur motivasui melaluai kuisioner adalah dengan meminta klien untuk mengisi kuisioner yang berisi pertanyaan – pertanyaan yang dapat memancinbg motivasi klien. c. Observasi prilaku Cara lain untuk menguklur motivasi adalah dengan membuat situasi sehingga klien dapat memunculkan prilaku yang mencerminkan motivasinya. Misalnya untuk mengukur keinginaan untuk berprestai. 2.1.5 Pendekatan Motivasi menurut Notoatmodjo (2005:120). Adapun pendekatan yang dipakai dalam mempelajari motivasi : 1. pemdekatan insting menurut Peldman 2003 dalam ( Notoatmodjo, 2005 : 120 ), insting adalah pola [perilaku yang kita bawa sejak lahir secara biologs diturunkan. Beberapa insting yang mendasar adalah insting untuk menyelamatkan diri dan insting untuk hidup. 2. Pendekatan pemuasan kebutuhan Manusia terdorong untuk berprilaku tertentu guna mencapai tujuannnya sehingga tercapailah keseimbanagn. Dengan demikian, teori ini merupakan teori yang berusaha menjelaskan apa yang menariuk seseorangf untuk berprilaku tertentu atau disebut juga sebagai push theory. 3. Pendekatan intensif
  • 7. Intensif merupakan stimululus yang menarik seseorang untuk melakukan sesuatu karena dengan melakukan prilaku tersebut, maka kita akan mendapatkan imbalan. Pendekatan intensif ini mempelajari motiv yang berasal dari luar diri individu yang bersangkutan atu di sebut motiv intrinsik dengan demikian, motivasi seseorang dapat dibentuk dengan memberikan intensif dari luar. 4. Pendekatan arousal Pendekatan ini member jawaban atas tingkah laku dimana tujuan dari prilaku ini adalah tujuan untuk memelihara atau meniongkatkan rasa ketenggangan. Teori ini desebut juga sebagai openent – proses. Pada umumnya, manusia terdorong untuk mencari kesenangan atau kenikmatan, namun pada suatu titik tertentu suatu nikmat itu sudah beradaptasi dan kenikmatan ini kemudian turun pada derajat tertentu. 5. Pendekatan kognitif Menurut Peldman 2003 dalam (Notoatmodjo, 2005:120), pendekatan kognitif ini menjelaskan bahwa motivasi merupakan produk dari pilkiran, harapan dan tujuan seseorang, dalam pendekatan ini debedakan antara motiv intrinsic atau motivasi dari dalam diri, dengan motiv ekstrinsik atau motivasi yang berasal dari luar diri motiv intrinsic akan mendorong kita untuk melakukanj sesuatu aktivitas guna memenuhi kesenangan kita dan bukan karena ingin mendapatkan pujian. i. Teori Motivasi menurun Widyatun (2009:113), teori motivasi yakni
  • 8. a. teori hedonisme yaitu motivasi yang berhubungan dengan senang atau gembira. b. Teori naluri yaitu motivasi atau didalam diri manusia. c. Teori kebudayaan yaitu motivasi yang akan menimbulkan prilaku berbudaya. d. Motivasi merupakan motor prilaku seseorang atu individu. Semakin kuat motivvasi seseorang, maka akan semakin cepat dalm memperoleh tujuan dan kepuasan. Ada dua aliran teori motivasi, yaitu motivasi yang dikaji dengan mempelajari kebutuhan – kebutuhan, atau kontens teori, dan ada yang dikaji dengan mempelajari prosesnya atu desebut preses teori. Konten teori, teori –teori ini mengajukan untuk menganalisis kebutuhan yang mendorong sewseorang untuk bertingkah laku tertentu, sedangkan proses teori berusaha memahami proses berpikir yang dapat emndorong seseorang untuk berprilaku tertentu. 2.3 ASI Eksklusif 2.3.1 Definisi ASI Eksklusif ASI eksklusif adal pemberian hanya air susu ibu saja tanpa cairan atau makanan lain selama 6 bulan agar pemberian ASI Eksklusif dapatb berhasil, selama tidak memberikan susu formula, perlu pula diperhatikan cara menyusui yang baik dan benar yaitu tidak dijadwal, ASI diberikan sesering mungkin,
  • 9. termasuk menyusui pada malam hari. Ibu menggunakan payudara kanan dan kiri secara bergantia n tiap kali menyusui. Dismping itu posisi ibu bisa duduk atau tiduran dengan suasana tenang dan santai. Bayi dipeluk dengan posisi mwnghadap ibu. Isapan mulut bayi pada putting susu ibu harus baik. Yaitu sebagian besar areola (bagian hitam sekitar putting) harus masuk seluruhnya kedalam mulut bayi (Fatimah, 2011: 12). Menurut Kristian sari (2009:23), ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air the dan air putih. Serta tanpa tambahan makanan padat seperti : pisang, bubur susu, biscuit, bubur nasi, dan nasi tim “ Hal senad dengan pendapat diatas, Suradi (2004:3) mengemukakan bahwa ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai sekitar usia 6 bulan. Selama itu bayi tidak diharapkan mendapatkan tambahan cairan lain sepertisusu formula. Menurut Yulianti (2009:1) ASI Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan tambahan lain pada bayi berumur 0-6 bulan. Bayi tidak biberikan apaapa, kecuali makanan yang langsung di produksi oleh ibu karena bayi memperoleh nutrisi terbaiknya melalui ASI. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa ASI Eksklusif adalah Asi pertamakali untuk bayinya tanpa tambahan makanan apapun selama 6 bulan. 2.3.2 Manfaat ASI Eksklusif
  • 10. Menurut Yulianti (2009:8) manfaat ASI eklusif adalah sebagai berikut : 1. Bayi mendapatkan nutrisi dan enzim terbaik yang dibutuhkan 2. Bayi mendapatkan zat-zat imun, serta pelindungan dan kehangatan melalui kontak dari kulit kekulit dengan ibunya 3. Meningkatkan sensitifitas ibu akan kebutuhan bayinya 4. Mengurangi pendarahan,serta konsserpasi zat besi, protein,dan zat lainnya, mengingat ibu tidak haid sehingga menghemat zat yang terbuang 5. Penghematan karena tidak perlu membeli susu 6. ASI eklusif dapat menurunkan kejadian alergi, terganggunya pernapasan,diare, dan obesitas pada bayi Hal senada dengan pendapat diatas, kristiansari (2009:15), mengemukakan bahwa memberikan ASI pada bayi, sangatlah penting, dilakukan oleh seorang ibu minimal bayi berusia 2 tahun. Adapun manfaat pemberian ASI eklusif adalh sebagai berikut : 1. Bagi bayi a. Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik b. Mengandung anti body c. Asi mengandung konposisi yang tepat d. Mengurangi kejadian karies dentis e. Member rasa aman dan aman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi f. Terhindar dari alergi
  • 11. g. ASI meningkatkan kecerdasan pada bayi h. Menmbantu perkembngan rahang dan rangsang pertumbuhan gigi karenaq gerakan menghisap mulut bayi pada payudara. 2. Bagi ibu a. Aspek kontrasepsi Menjarangkan kehamilan, pemberian asi memberikan 98% metode kontrasepsi yang episien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran bila diberikan asi eklusif saja dan belum terjadi menstruasi kembali b. Aspek kesehatan ibu Isapan bayi pada payudara akan merangsang tewrbentuknya oksitosi oleh kelenjar hipopisis. Oksitosi membantu inpolusi uterus dan mencegah terjadinya pendarahan paska persalinan. Penundaan haid dan berkurangnya pendarahan paska persalinan mengurangi prepalensi anemia depesiensi besi. Kejadian kanker payudara pada ibu yang menyusui lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak menyusui. Mencegah kanker hanya dapat diperoleh ibu yang menyusui anaknya secara eklusuf . c. Aspek penurunan berat badan Dengan menyusui , tubuh akan menghasilkan asi lebih banyak sehingga timbunan lemak yang berfungsi sebagai cadangan tenaga akan terpakai d. Aspek psikologis. Ibu akan merasa bangga dan diperlukan, rasa yang dibutuhkan oleh semua manusia. 3. Bagi Keluarga
  • 12. a. Aspek ekonomi ASI tidak perlu dibeli, sehinnga dana yang seharusnya digunakan untuk membeli susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain. b. Aspek psikologis Kebahagian keluarga bertambah , karena kelahiran lebih jarang sehingga suasana kejiwaan ibu baik dan dapat mendekatkan hubungan bayi dan keluarga c. Aspek kemudahan Menyusui sangat praktis, karena dapat diberikan dimana saja dan kapan saja. Menurut suradi (2004:4/5) manpaat asi eklusif adalah sebagai berikut : 1. Makanan “terlengkap “ untuk bayi, terdiri dari proporsi yang seimbang dan cukup mengandung zat gizi yang diperlukan untuk 6 bulan pertama 2. Mengandung anti body (terutama kolustrum ) yang melindungi terhadap penyakit terutama diare dan gangguan pernapasan 3. Menunjang perkembnagan motorik sehingga bayi yang diberi asi eklusif akan lebih cepat jalan 4. Melindungi terhadapa alergi karena tidak mengandung zat yang dapat menimbulkan alergi 5. Mengurangi pendarahan setelah melahirkan dan menjarangkan kehamilan 6. Memberikan asi segera (dalam wakltu 60 menit ) , membnatu meningkatkan produksi asi dan proses laktasi
  • 13. 7. Isapan putting yang segera dan membantu mencegah payudara bengkak 8. Menurunkan resiko kanker payudara Berdasarkan beberapa pendapat diatas, penulis menyimpulkan bahwa manfaat asi eklusip adalah sebagai berikut.: 1. Bayi mendapatkan asupan terbaik yang dibutuhkan 2. Bayi mendapatkan zat-zat baik dalm tubuh 3. Membantu meningkatkan tumbang bayi secara optimal . 2.3.3 konposisi dalam asi gizi dalam asi menurut suradi (2004 : 4-5 ) konposisi gizi dalam asi adalah hidrap arang, lemak mineral dan vitamin. Untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut : 1. hidrat arang Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium pospor dan magnesium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang, rata-rata pertumbuhan gigi sudah terlihat pada bayi berusia 5/6 bulan, dan gerakan motorik kasrnya lebih cepat, ASI juga menurunkan kemungkinan bayi terkena inpeksi disebabkan peran kolesterum sebagai imunisasi pasip yang dikeluarkan segera setelah bayi lahir. Peran kolesterum sampai hari ke tiga setelah persalinan selain sebagai imunisasi pasip juga mempunyai pungsi sebagai pencahar untuk mengeluarkan mekonium dari usus bayi. Oleh karnanya. Bayi sering depekasi dan peses berwarna hitam tetapi kondisi ini sering disalah artikan oleh pada ibu mereka mengira bayi tidak cukup mendapat asi. Mempertahankan paktor inpipidus dalam usus.
  • 14. 2. Protein Protein asi merupakan kelompok asi whey(proteinnya yang bentuknya lebih halus ). Perbandingan protein unsur whey dan casein. 3. Lemak Kadar lemak akan berubah menurut perkembngan bayi dan kebutuhan energy yang dibutuhkan bayi . 4. Mineral Asi mengandung mineral yang lengkap, walaupun kadarnya relative rendah, tetapi cukup untuk bayi umur 6 bulan . zat besi dan calcium dalam asi merupakan mineral yang stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Walaupun jumlah kecil tidak sebesar dalam susu sapi,tetapi dapat diserap secara keseluruhan dalm usus bayi. Berbeda dengan ASS yang jumlahnya tinggi, tetapi sebagian besar harus dibuang melalui system urineria maupun pencernaan karena tidak dapat dicerna. Hal ini sangat membebankan ginjal bayi, contohnya zat besi dalam ASS ternyata hanya 4%-10% yang terserap sedangkan zat besi asi diserat hingga 50%-10% oleh usus bayi . kadar mineral yang tidak diserap akan memperberat kerja usus bayi untuk mengeluarkan ,mengganggu keseimbnagan (ekologi) dalam usus bayi, dan meningkatkan pertumbuhan baktri merugikan yang mengakibatkan kontraksi usus bayi tidak normal sehingga bayi kembung , gelisah karena obsitipasi atau gangguan metabolisme. 5. Vitamin
  • 15. Kecuali vitamin K karena bayi baru lahir ususnya belum mampu membentuk vitamin K oleh karena itu , perlu tambahan vitamin K, pda hari ke -1,3, dan 7 vitamin K1 dapat diberikan oral. Apa yang diperlukan bayi akan selalu trcukupi oleh asi dan tidak akan kekurangan keciali bila bayi mengalami gangguan. Hal senada dengan pendapat diatas, Kristiyansari (2009:16) komposisi gizi dalam ASI debedakan menjadi 3 macam yaitu : kolostrum, ASI masa nutrisi, dan ASI matur. Untuk lebih jelasnya penulis uraikan sebagai berikut : 1. Kolostrum ASI yang dihasilkan hari 1 sampai hari ke 3 setelah bayi lahir. Kolostrum merupakan cairan yang agak kental berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan ASI matur, bentuknya agak kasar karenan mengandung butiran lemak dan sel-sel efitel. Menurut Yuliarti (2010:4), ada 4 manfaat kolostrum dalam ASI yang sangat berguna bagi bayi, antara lain : a. Mengandung zat kekebalan, terutama immunoglobulin A(igA) untuk melindungi bayi dari berbagi penyakit, seperti diare. b. Jumlah kolostrum Yang di produksi berpariasi, tergantung isapan bayi pada hari-hari pertama kelahiran walaupun sedikit namun cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi.
  • 16. c. Mengandung protein dan vitamin A yang tinggi, serta mengandung karbohidran dan lemak yang rendah sehingga sehingga sesuai dengan kebutuhan bayi pada hari pertama kelahiran. d. Membantu protein mengeluartkan mekonium, yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan 2. ASI masa transisi ASI yang di hasilkan mulai hari ke 4 sampai hari ke 10 3. ASI Matur ASI yang dihasilkan mulai hari ke 10 sampai seterusnya. 2.3.4 Cara atau Teknik Menyusui Menurut Perinasia (2003:28) “ teknik menyusui yang benar adalah dengan cara memberikan air susu ibu dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar yaitu dengan memasukan seluruh daerah kecoklatan pada putting susu ke mulut bayi”. Ada berbagai macam cara menyusui yang tegolong biasa dilakukan secara duduk, berdiri atau berbaring, menyusui segera setelah melahirkan ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu paska operasi seasar bayi diletakan disamping kepala ibu dengan posisi kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola, kedua bayi di susui secara bersamaan di payudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi
  • 17. ditengkurapkan diatas dada ibu, tanagn ibu sedikit menahan kepala bayi, posisi ini dada bayi tidak akan tersedak.