Konsep pengertian geografi budaya

2,941 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,941
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
48
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Konsep pengertian geografi budaya

  1. 1. OLEH : DEDY ROSYADI GEOGRAFI BUDAYA
  2. 2. KEBUDAYAAN  PENGERTIAN KEBUDAYAAN  Istilah KEBUDAYAAN berasal dari kata “BUDAYA” yang terdiri dari dua kata yaitu BUDI dan DAYA.  “BUDI” artinya AKAL  “DAYA” artinya KEKUATAN, USAHA MANUSIA  BUDAYA artinya hasil pemikiran dan usaha manusia dari cipta, rasa, dan karsa (TRIDAYA)
  3. 3. Pengertian Budaya dan Kebudayaan  Budaya = Daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Kebudayaan = Hasil dari cipta, rasa dan karsa
  4. 4. Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ , yang merupakan bentuk jamak dari kata “BUDDHI” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”
  5. 5. Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.
  6. 6. Kesimpulan Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat- istiadat, dan kemampuan.
  7. 7. Menurut E.B. Tylor (Primitive Culture) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  8. 8. Menurut R. Linton (The Cultural Background of Personality) Kebudayaan adalah konfigurasi dari tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentukannya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
  9. 9. Menurut Melville J. Herskovits Kebudayaan adalah “ Man made part of the environment “ (bagian dari lingkungan manusia)
  10. 10. Menurut Dawson (Age of The Gods) Kebudayaan adalah cara hidup bersama (culture is common way of life)
  11. 11. Menurut J.V.H. Deryvendak Kebudayaan adalah kumpulan dari cetusan jiwa manusia sebagai yang beraneka ragam berlaku dalam suatu masyarakat tertentu
  12. 12. Menurut Prof Dr. Koentjaraningrat “Kebudayaan adalah keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar”.
  13. 13. Menurut Ki Hajar Dewantara “Kebudayaan adalah buah budi manusia dalam hidup bermasyarakat”
  14. 14. Menurut Sultan Takdir Alisyahbana Kebudayaan adalah manifestasi dari cara
  15. 15. Menurut Dr. Moh. Hatta Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu
  16. 16. Menurut Drs. Sidi Gazalba Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu
  17. 17. Menurut Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi: “Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
  18. 18. Sukandar W. MA kebudayaan adalah cara hidup yang dibina oleh suatu masyarakat guna memenuhi kebutuhan pokoknya seperti ketahanan hidup, kelangsungan jenis manusia dan ketertiban sosial.
  19. 19. Dari uraian tentang pengertian kebudayaan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:  kebudayaan itu hanya dimiliki oleh masyarakat manusia;  kebudayaan itu tidak diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses belajar; dan  kebudayaan itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
  20. 20. CIRI-CIRI KEBUDAYAAN 1. Dipelajari Kebudayaan bukan keturunan yang dibawa sejak lahir, tetapi dipelajari dari lingkungan dan nenek moyang.
  21. 21. NEXT... 2. Dianut orang banyak Yang memakai dan melaksanakan kebudayaan adalah orang banyak karena kebudayaan itu juga merupakan peraturan yang harus ditaati orang banyak
  22. 22. 3. Selalu berubah Kebudayaan bukan keturunan, tetapi dipelajari dari lingkungan dan selalu berubah, kebudayaan terus berkembang sesuai dgn pemakaiannya, bila kebudayaan itu lebih banyak kebaikannya maka akan berkembang terus tetapi bila lebih banyak buruknya maka akan punah
  23. 23. Unsur-Unsur Kebudayaan (Menurut Koentjaraningrat) 1. Sistem religi yang meliputi:  sistem kepercayaan  sistem nilai dan pandangan hidup  komunikasi keagamaan  upacara keagamaan
  24. 24. 2. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:  Kekerabatan  asosiasi dan perkumpulan  sistem kenegaraan  sistem kesatuan hidup  perkumpulan 3. Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:  flora dan fauna  waktu, ruang dan bilangan  tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
  25. 25. 4. Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:  Lisan  tulisan 5. Kesenian yang meliputi:  seni patung/pahat  Relief  lukis dan gambar  Rias  Vokal  Musik  Bangunan  Kesusastraan  drama
  26. 26. 6. Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:  berburu dan mengumpulkan makanan  bercocok tanam  peternakan  perikanan  perdagangan 7. Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:  produksi, distribusi, transportasi  peralatan komunikasi  peralatan konsumsi dalam bentuk wadah  pakaian dan perhiasan  tempat berlindung dan perumahan  senjata
  27. 27. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN Menurut Melville J. Herskovits  Alat-alat teknologi  Sistim ekonomi  Keluarga  Kekuasaan Politik
  28. 28. Menurut Bronislaw Malonowski:  Sistim norma-norma yang memungkinkan kerjasama antara para anggota masyarakat agar menguasai alam sekelilingnya  Organisasi ekonomi  Alat-alat dan lembaga – lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan ; perlu diingat bahwa keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama
  29. 29. Menurut C. Kluckhohn dalam Universal Categories Of Culture (Ulasan pendapat para sarjana tentang unsur- unsur kebudayaan):  Peralatan dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, senjata, alat-alat produksi, transportasi dll)  Mata pencaharian hidup dan sistim ekonomi (pertanian, peternakan, sistim produksi, sistim distribusi)  Sistim kemasyarakatan (sistim kekerabatan, organisasi politik, sistim hukum, sistim perkawinan)  Bahasa (lisan maupun tertulis)  Kesenian (seni rupa, seni suara, seni gerak)  Sistim pengetahuan  Religi (sistim kepercayaan)
  30. 30. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kebudayaan a. Geografi (luas tanah, iklim, letak wilayah, dst) b. Psikologi (menyangkut keluwesan mencipta dan menerima kebudayaan baru. Bila tidak kreatif maka kebudayaan mulai dari dulu hingga sekarang akan tetap) c. Hasil bumi dan hasil alam d. Pendidikan e. Keamanan (bagaimanapun pintar dan potensialnya seseorang dalam mencipta kebudayaan bila tidak ada jaminan keamanan maka kebudayaan tidak akan berubah/berkembang)
  31. 31. Darimana datangnya budaya? Kebudayaan tidak tumbuh dengan sendirinya, tetapi melalui proses pertumbuhan dan merupakan jawaban dari tantangan. Tantangan adalah objek yang mengubah tekad untuk meningkatkan kemampuan mengatasi masalah misalnya lahan pertanian makin sempit sedangkan manusia harus makan, maka jawabannya adalah intensifikasi pertanian dan menciptakan teknologi pertanian yang canggih
  32. 32. Proses pembudayaan melalui internalisasi, sosialisasi, enkulturasi, difusi, akulturasi dan asimilasi
  33. 33. PERUBAHAN KEBUDAYAAN Ada 2 faktor yang menyebabkan perubahan kebudayaan yaitu : 1. Faktor dari dalam a. Jumlah penduduk b. Penemuan baru 2.Faktor dari luar a. Akulturasi b. Asimilasi
  34. 34. Faktor Dari Dalam 1. Jumlah Penduduk Dgn bertambah dan berkurangnya penduduk, merupakan dinamika kependudukan yang mempengaruhi kebudayaan
  35. 35. 2. Penemuan Baru Manusia sbg mahluk sosial dan mahluk budaya memiliki hasrat yang bersifat naluriah (PJ BOUMAN)  Hasrat harga diri  Hasrat untuk patuh  Hasrat meniru/imitasi  Hasrat bergaul  Hasrat tolong menolong dan simpati  Hasrat berjuang  Hasrat memberitahu dan sifat-sifat menerima kesan baik dari diri sendiri maupun orang lain, utk mempererat hubungan
  36. 36. Hasrat-hasrat tersebut mendorong akal budi manusia utk memikirkan kebutuhan dan cara mengatasinya sehingga menemukan kemungkinan penemuan baru berupa discovery dan invention
  37. 37.  Discovery adalah penemuan baru  Invention adalah penerapan, penyebaran dari penemuan baru tersebut dalam masyarakat  Invention baru terjadi apabila discovery diterima dan diterapkan dalam masyarakat
  38. 38. Faktor Dari Luar 1. Akulturasi yaitu masuknya dua atau lebih unsur kebudayaan yang masing-masing yg berdiri sendiri- sendiri, misalnya agama.. 2. Asimilasi yaitu pertemuan dua atau lebih unsur kebudaayaan yang bercampur menjadi satu, misalnya mode musik, pakaian, dsb..
  39. 39. Kenapa muncul inovasi? Inovasi muncul dari adanya kekuatan. Dimana kekuatan tersebut muncul dari sifat manusia yang selalu berubah- ubah sehingga memungkinkan untuk merubah hasrat-hasrat yang awal mulanya belum sesuai.
  40. 40. Kebudayaan bila dilihat dari bentuknya dapat dibagi dua yaitu:  Kebudayaan materil yaitu kebudayaan yg terdiri dari objek fisik seperti buku, mesin, mobil, cangkul, dsb..  Kebudayaan immateril yaitu kebudayaan yang tidak dapat dilihat dengan mata seperti misalnya ideologi, kepercayaan, gagasan, dsb..
  41. 41. Perubahan kebudayaan Realita dalam masyarakat terdapat 2 kekuatan berkenaan dengan perubahan kebudayaan, yaitu konservatisme dan keinginan akan perubahan
  42. 42. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan 1. Discovery dan invention  Discovery dan invention adalah pangkal tolak dalam studi mengenai pertumbuhan dan perubahan kebudayaan, karena hanya dengan proses inilah unsur yang baru dapat ditambahkan kepada keseluruhan kebudayaan manusia.  Menurut Linton, Discovery adalah setiap penambahan pada pengetahuan dan invention adalah penerapan yang baru dari pengetahuan.  Basic invention  Basic invention dapat diterangkan sebagi suatu peristiwa yang meliputi pemakaian prinsip baru atau kombinasi dari prinsip baru. Basic disini mempunyai arti, bahwa ia membuka kemungkinan akan adanya kemajuan dan menjadi dasar dari berbagai invention.  Improving invention  Artinya adalah memperbaiki penemuan yang telah ada
  43. 43. 2. Difusi kebudayaan  Difusi kebudayaan adalah proses penyebaran unsur kebudayaan dari satu individu ke individu lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.  Penyebaran dari individu ke individu lain dalam batas satu masyarakat disebut difusi intramasyarakat.  Sedangkan penyebaran dari masyarakat ke masyarakat disebut difusi intermasyarakat.  Difusi mengandung tiga proses yang dibeda- bedakan:  Proses penyajian unsur baru kepada suatu masyarakat  Penerimaan unsur baru  Proses integrasi
  44. 44. 3. Akulturasi  Redfield, Linton, Herskovits: Mengemukakan bahwa akulturasi meliputi fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau pada kedua-duanya.
  45. 45. Gillin dan Gillin dalam bukunya Cultural Sociologi, Mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses dimana masyarakat yang berbeda-beda kebudayaannya menglami perubahan oleh kontak yang lama dan langsung, tetapi dengan tidak sampai kepada percampuran yang komplit dan bulat dari dua kebudayaan itu.
  46. 46.  Dr. Koentjaraningrat, mengemukakan bahwa akulturasi adalah proses yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa , sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaa sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
  47. 47. Bentuk-bentuk kontak kebudayaan yang dapat meningbulkan proses akulturasi:  Kontak dapat terjadi antara seluruh masyarakat, atau antar bagian-bagian saja dalam masyarakat, atau dapat pula terjadi antar individu-individu dari dua kelompok.  Antar golongan yang bersahabat dan golongan yang bermusuhan  Antar masyarakat yang menguasai dan masyarakat yang dikuasai  Antar masyarakat yang sama besarnya atau antar masyarakat yang berbeda besarnya  Antara aspek-aspek yang material dan yang non material dari kebudayaan yang sederhana dengan kebudayaan yang komplek, dan antar kebudayaan yang komplek dengan yang komplek pula.
  48. 48. 4. Asimilasi  Asimilasi adalah satu proses sosial yang telah lanjut dan yang ditandai oleh makin kurangnya perbedaan atara individu-individu dan anatar kelompok- kelompok, dan makin eratnya persatuan aksi, sikap dan proses mental yang berhubungan dengan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.  Faktor-faktor yang memudahkan asimilasi:  Faktor toleransi  Faktor adanya kemungkinan yang sama dalam bidang ekonomi  Faktor adanya simpati terhadap kebudayaan yang lain.  Faktor perkawinan campuran
  49. 49. Fungsi Kebudayaan Melindungi diri terhadap alam, mengatur hubungan antar manusia dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia
  50. 50. Sifat Hakekat kebudayaan  Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perikelakuan manusia  Kebudayaan telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan  Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya  Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban , tindakan- tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan- tindakan yang dilarang dan tindakan-tindakan yang diizinkan
  51. 51. Wujud Kebudayaan Menurut J.J. Hoenigman wujud kebudayaan dibedakan menjadi 3 yaitu gagasan (idea), aktivitas (tindakan), dan artefak (karya) 1. Wujud gagasan 2. Wujud perilaku (aktivitas) 3. Wujud benda hasil budaya
  52. 52. Wujud Gagasan Budaya dalam wujud gagasan/ide ini bersifat abstrak dan tempatnya ada dalam alam pikiran tiap warga pendukung budaya yang bersangkutan sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Sistem gagasan yang telah dipelajari oleh setiap warga pendukung budaya sejak dini sangat menentukan sifat dan cara berpikir serta tingkah laku warga pendukung budaya tersebut. Gagasan-gagasan inilah yang akhirnya menghasilkan berbagai hasil karya manusia berdasarkan sistem nilai, cara berfikir dan pola tingkah laku. Wujud budaya dalam bentuk sistem gagasan ini biasa juga disebut sistem nilai budaya.
  53. 53. Wujud Perlaku (Aktivitas) Budaya dalam wujud perilaku berpola menurut ide/gagasan yang ada. Wujud perilaku ini bersifat konkrit dapat dilihat dan didokumentasikan (difoto dan difilm). Contoh: Petani sedang bekerja di sawah, orang sedang menari dengan lemah gemulai, orang sedang berbicara dan lain-lain. Masing-masing aktivitas tersebut berada dalam satu sistem tindakan dan tingkah laku.
  54. 54. Wujud Benda Hasil Budaya Semua benda hasil karya manusia tersebut bersifat konkrit, dapat diraba dan difoto. Kebudayaan dalam wujud konkrit ini disebut kebudayaan fisik. Contoh: bangunan-bangunan megah seperti piramida, tembok cina, menhir, alat rumah tangga seperti kapak perunggu, gerabah dan lain-lain.
  55. 55. Ikhtisar tentang Kebudayaan

×