Bab   Kepemimpinan          Syamsul Hadi HM12
Syamsul Hadi HM
ISI PENJELASAN         KEPEMIMPINAN           JENIS                                 JENIS          & PEMIMPIN        KEPEM...
Apakah Kepemimpinan Itu?TUJUAN         Kepemimpinan – proses mempengaruhi          orang lain untuk memfasilitasi        ...
Pengertian             Seorang yang dapat             mempengaruhi anggota             kelompok atau organisasi untuk     ...
Program Pasca Sarjana                                 Kepemiminan resmi atau                                   status lead...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN   Program Pasca Sarjana                Seorang anggota organisasi                yang diberi wew...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN   Program Pasca Sarjana               anggota organisasi yang tidak                 memiliki wew...
Program Pasca Sarjana                   Pendekatan Sifat                    (the trait approach) PENDEKATANKEPEMIMPINAN   ...
PENDEKATANPendekata    Kepemimpinan yang lebih menaruh             perhatian pada tingkah laku pemimpin n Sifat     yang m...
Pendekatan Trait terhadap Kepemimpinan      • Berasumsikan sejumlah trait individu dari        pemimpin efektif dapat dite...
Traits Terkait Keefektifan Kepemimpinan:SIAFAT- SIFAT                              KETERAMPILANAdaptasi situasi           ...
Kelemahan Teori Kepemimpinan Trait    • Daftar trait yang mungkin penting tidak      terbatas    • Hasil tes trait tidak s...
PENDEKATAN 2Pendekatan     kepemimpinan yang lebih menaruh               perhatian pada tingkah laku pemimpin yang Perilak...
Pendekatan Perilaku Kepemimpinan menurut                      Initiating Structure          The Ohio State Studies        ...
Jadi pemimpin semacam ini memiliki standar dan energi semua manajer dan bawahan untuk antusias bekerja untuk mencapainya. ...
Jadi pemimpin semacam ini memiliki standar dan energi semua manajer dan bawahan untuk antusias bekerja untuk mencapainya. ...
Pendekatan Perilaku Kepemimpinan menurut                  Initiating Structure      The Ohio State Studies                ...
Keefektifan Pemimpin      Approach                   Premise (Alasan)                         Drawbacks    (pendekatan)   ...
Studi Ohio mengenai Gaya Kepemimpinan                            Tinggi    Orientasi                Orientasi             ...
Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler• Kinerja kelompok bergantung pada interaksi  antara gaya kepemimpinan dan keuntunga...
Program Pasca Sarjana                                      kepemimpinan yang lebih menaruh                                ...
Fielder Contigency Theory of Leadership                                                             Situasi dimana gayaGay...
Kelemahan Teori Perilaku tentangKepemimpinan      • Keterkaitan antara kepemimpinan dan        indikator kinerja organisas...
Teori Situasional tentang            Kepemimpinan• Mengadvokasi agar pemimpin memahami  perilaku mereka sendiri, perilaku ...
UNIVERSITAS NEGERI MALANG            Program Pasca Sarjana                                   mengacu pada seberapa luas pe...
Rangkuman Variabel Situasional Fiedler dan    Gaya Kepemimpinan yang Sesuai                                        Karakte...
Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(1 dari 3)Mengubah hubungan pemimpin-anggota:    • Minta orang tertentu untuk beke...
Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(2 dari 3)Mengubah struktur tugas:    • Jika mungkin, berikan tugas baru atau tida...
Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(3 dari 3)Mengubah kekuatan posisi:   • Tunjukkan pada bawahan siapa yang berkuasa...
Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan :Model Kontingensi FiedlerKualitas             Asumsi tentang       Keefektifan  ...
Perspektik Kontemporer             Kepemimpinan• Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler• Model Kepemimpinan Vroom-Yetton• ...
Pendekatan Baru    Model Fiedler, mereka didasarkan pada kontingensi pendekatan     yang memperhitungkan baik karakterist...
Model Kepemimpinan Jalur-Tujuan                 (Path-Goal Theory)• Pemimpin menjadi efektif karena efek positif mereka  p...
Perilaku Kepemimpinan Part-Goal Theory     Gaya Perilaku            Variabel Situasional         Pemimpin           • Kara...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN  Program Pasca Sarjana               Kepemimpinan yang mendukung                (Supportive): m...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN      Program Pasca Sarjana                      Kepemimpinan direktif : tidak ada              ...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN    Program Pasca Sarjana                1.     Kepemimpinan partisipatif : Pemimpin             ...
Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan:Model Jalur-TujuanKualitas               Asumsi tentang       Keefektifan        ...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN       Program Pasca Sarjana                       1.     Kepemimpinan yang berorientasi pada    ...
Model ini menawarkan bahwa peran dan partisipasi  bawahan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan  masalah memungkinkan...
1. Kerugian terbesar dalam pengambilan keputusan diperlukan   waktu lebih lama dalam pembuatan keputusan,2. pemimpin dan b...
 Berkaitan dengan keputusan individu atau kelompok ,  maka dapat memilih 4 gaya pengambilan keputusan. Otokratis : Pemim...
Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan: ModelKepemimpinan Vroom-Yatton Kualitas             Asumsi tentang    Keefektifa...
Pendekatan Leader-Member Exchange(LMX) (1 dari 2)• Tidak ada konsistensi perilaku pemimpin terhadap  setiap bawahannya  • ...
Pendekatan Leader-Member Exchange(LMX) (2 dari 2)        Anggota in-group                  Anggota out-group•   Memiliki i...
Substitusi Kepemimpinan• Substitusi kepemimpinan adalah faktor-faktor  yang membuat kepemimpinan tidak perlu  atau bahkan ...
Substitusi Kepemimpinan• Substitusi (pengganti) kepemimpinan  dapat mencakup:  • Kelompok kerja yang kohesif (erat)  • Tug...
Kepemimpinan yang menunjukkan bagaimana parapemimpin dapat secara dramatis mempengaruhi danmengubah perilaku pengikut dan ...
tiga cara penting yang menghasilkan pengikut yangmempercayai pemimpin, melakukan perilaku yangberkontribusi terhadap penca...
Kepemimpinan Transformasional                 (1 dari 2)• Kemampuan menginspirasi dan  memotivasi pengikut untuk meraih ha...
Kepemimpinan Transformasional• Untuk meraih visi mereka, pemimpin  transformasional membuat perubahan  penting dalam perus...
Faktor-faktor yang Menggambarkan   Pemimpin Transformasional (1 dari 2)• Karisma. Pemimpin menanamkan rasa bernilai,  horm...
Faktor-faktor yang MenggambarkanPemimpin Transformasional• Imbalan Kontinjen. Pemimpin menginformasikan  pengikut apa yang...
Kepemimpinan Karismatik• Kemampuan mempengaruhi pengikut  berdasarkan kekuatan daya tarik• Pemimpin karismatik adalah yang...
Kepemimpinan Karismatik:                 Dua Jenis• Pemimpin karismatik visioner – fokus  pada jangka-panjang • Melalui ke...
Atribut Pemimpin Karismatik1. Kembangkan pemikiran visioner1. Kembangkan pemikiran visioner2. Mengkomunikasikan visi2. Men...
Kepemimpinan Transaksional• Pemimpin membantu pengikut  mengidentifikasi apa yang harus dilakukan  untuk mendapat hasil ya...
Kepemimpinan Transaksional• Ketika reinforcement kontinjen digunakan,  pengikut menunjukkan peningkatan kinerja  dan kepua...
Kepemimpinan Transaksional L: tahu apa yang F                                           L: mengetahui apaharus lakukan unt...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN   Program Pasca Sarjana                Pemimpin yang memiliki                mood positif (pemim...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN  Program Pasca Sarjana                  Tingkat kecerdasan emosional              pemimpin dapat...
ORGANISASI & KEPEMIMPINAN    Program Pasca Sarjana                     Satu pandangan umum yang                menyatakan ...
Program Pasca Sarjana                                  DEMOKRATIS                   PEREMPUAN       ORIENTASI             ...
Kepemimpinan perempuan lebih Demokratis Karena:    Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dua alasan:     Pertama, pemi...
 Fidler mendefinisikan dan mengukur situasi menjadi 3 dimensi. Leader-member relation Situasi ini merujuk pada sikap ke...
PENDEKATAN                                FOKUSCiri ciri pendekatan                      ciri khusus yang memberikan berko...
Ringkasan   Kepemimpinan adalah praktek mempengaruhi praktek mempengaruhi    salah satu anggota kelompok atau organisasi ...
 Teori kontingensi Fiedler mengusulkan bahwa efektivitas pemimpin  tergantung pada dua hal yaitu gaya kepemimpinan dan ka...
 Teori pertukaran pemimpin-anggota berfokus pada pemimpin-pengikut  menunjukkan bahwa pemimpin tidak memperlakukan masing...
Mood pemimpin pada tempat kerja memiliki potensi untuk mempengaruhi mempengaruhi keefektifan pemimpin. Penelitian awal me...
TERIMA KASIH
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Presentasi kepemimpinan pak syamsul
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Presentasi kepemimpinan pak syamsul

5,736

Published on

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
5,736
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
681
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • 7
  • 6
  • Transcript of "Presentasi kepemimpinan pak syamsul"

    1. 1. Bab Kepemimpinan Syamsul Hadi HM12
    2. 2. Syamsul Hadi HM
    3. 3. ISI PENJELASAN KEPEMIMPINAN JENIS JENIS & PEMIMPIN KEPEMIMPINA KEPEMIMPINA NN PENDEKATAN KEPEMIMPINAN KEPEM KEPEMIMPINAN KONTIGENSI IMPIN AN ORIENTASI KEPEMIMPINAN GAYA GAYA KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN
    4. 4. Apakah Kepemimpinan Itu?TUJUAN Kepemimpinan – proses mempengaruhi orang lain untuk memfasilitasi pencapaian sasaran-sasaran organisasi Proses mempengaruhi salah satu anggota kelompok atau organisasi melalui kelompok lain untuk membantu kelompok atau organisasi mencapai sebuah tujuan.
    5. 5. Pengertian Seorang yang dapat mempengaruhi anggota kelompok atau organisasi untuk membantu kelompok atau organisasi mencapai tujuannya.
    6. 6. Program Pasca Sarjana Kepemiminan resmi atau status leader, titular leader, (menjadi FORMAL pemimpin karena secara resmi/formal diangkat sebagai pemimpin) SUMBERKEPEMIMPINAN Kepemimpinan tak resmi, emerging leader, real leader, actual leader, functional leader, atau INFORMAL "recognized leader" (menjadi pemimpin karena bakat dan kemampuan kepemimpinannya)
    7. 7. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana Seorang anggota organisasi yang diberi wewenang oleh organisasi untuk mempengaruhi anggotaKepemimpinan organisasi lainnya untuk Formal mencapai tujuan organisasi.
    8. 8. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana anggota organisasi yang tidak memiliki wewenang resmi untuk mempengaruhi orang lain yang tetap mampuKepemimpinan mengerahkan pengaruh yang INFORMAL cukup besar karena memiliki keterampilan khusus atau bakat.
    9. 9. Program Pasca Sarjana Pendekatan Sifat (the trait approach) PENDEKATANKEPEMIMPINAN Pendekatan Perilaku (the behavior approach)
    10. 10. PENDEKATANPendekata Kepemimpinan yang lebih menaruh perhatian pada tingkah laku pemimpin n Sifat yang mengarah pada penyusunan rencana kerja, penetapan pola organisasi, saluran komunikasi, metode kerja, dan prosedur pencapaian tujuan
    11. 11. Pendekatan Trait terhadap Kepemimpinan • Berasumsikan sejumlah trait individu dari pemimpin efektif dapat ditemukan • inteligensi • kepribadian • ciri-ciri fisik • Berdasarkan penelitian yang menghubungkan berbagai trait dengan kriteria keberhasilan tertentu • Temuan penelitian ini kontradiktif
    12. 12. Traits Terkait Keefektifan Kepemimpinan:SIAFAT- SIFAT KETERAMPILANAdaptasi situasi PandaiCepat belajar pada lingkungan sosial Mempunyai keterampilan secara konseptualAmbisius dan berorentasi pada pecapaian KreatifTegas Diplomatis dan bijaksanaKooperatif Lancar dalam berbicaraDecesive (pasti, tegas, yang menentukan) Berpengetahuan tentang tugas kelompokDapat diandalkaN Mempunyai kemampuan administratiDOMINAN Mampu meyakinkan (membujuk)Enerjik Mempunyai ketrampilan sosialKekerasan hati,teguhPercaya diriToleran (sabar) pada tekananMenghendaki untuk pertanggungjawaban
    13. 13. Kelemahan Teori Kepemimpinan Trait • Daftar trait yang mungkin penting tidak terbatas • Hasil tes trait tidak selalu konsisten dalam memprediksi keefektifan pemimpin • Pola perilaku yang efektif sangat tergantung pada situasi • Pendekatan trait gagal memberikan wawasan tentang apa yang dilakukan pemimpin yang efektif dalam pekerjaannya
    14. 14. PENDEKATAN 2Pendekatan kepemimpinan yang lebih menaruh perhatian pada tingkah laku pemimpin yang Perilaku mengarah pada kesejawatan, saling mempercayai, saling menghargai, dan penuh kehangatan dalam hubungan antara pimpinan dan anggota stafnya
    15. 15. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan menurut Initiating Structure The Ohio State Studies Initiating StructurePENDEKATAN PERILAKUKEPEMIMPINAN Consideration
    16. 16. Jadi pemimpin semacam ini memiliki standar dan energi semua manajer dan bawahan untuk antusias bekerja untuk mencapainya. Hangkan visi kolektif bersama seluruh organisasi tinggi dalam pekerjaan, menekankan deadline, memberi arahan, menjadwalkan kerja ke ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana a. Perilaku seorang pemimpin terlibat dalam memastikan bahwa bawahan dan tim melakukan tugas dan pekerjaan mereka dengan efektif. b. pemimpin semacam ini memiliki standar tinggi dalam pekerjaan, menekankan deadline, memberi arahan, menjadwalkan kerja kelompok, menekankan INITIATING perencanaan, ikut menetapkan tugas individu untuk STRUCTURE ikut merencanakan ke depan, c. menetapkan tujuan, memutuskan anggota tim harus melakukan tugas, d. dan mendorong bawahan untuk mendapatkan tugas mereka.
    17. 17. Jadi pemimpin semacam ini memiliki standar dan energi semua manajer dan bawahan untuk antusias bekerja untuk mencapainya. Hangkan visi kolektif bersama seluruh organisasi tinggi dalam pekerjaan, menekankan deadline, memberi arahan, menjadwalkan kerja ke ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Initiating Structure Program Pasca Sarjana Yakni perilaku yang menunjukkan bahwa seorang pemimpin : a. percaya, b. menghormati, c. nilai-nilai hubungan baik kepada para Consideration pengikutnya, d. mendengarkan ide mereka, e. menghargai perasaan mereka, f. dan menetapkan saling percaya dengan mereka, g. ramah, h. dan perhatian pada kesejahteraan mereka.
    18. 18. Pendekatan Perilaku Kepemimpinan menurut Initiating Structure The Ohio State Studies Pemimpin yang melihat ketika pengikut mereka melakukan pekerjaan dengan baik dan mengakui dengan pujian atau manfaat yang lebih nyata seperti kenaikan gaji atau Reward promosi yang terlibat dalam menghargai perilaku. Pemimpin perilaku imbalan membantu untuk memastikan bahwa karyawan melakukan pada tingkat tinggi,Perlakuan tindakan akan memberikan hukuman ketika terjadi tindakan yang tidak diinginkan atau bawahan melanggar keselamatan pekerjaan, manajer dan Funishment karyawan yang tidak bisa berperilaku dalam cara kolaboratif menerima peringkat kinerja yang buruk, dengan demikian, pemimpin akan bertindak jika mereka tidak mampu atau bersedia untuk mengubah perilaku mereka, mereka mungkin lebih baik mencari pekerjaan baru
    19. 19. Keefektifan Pemimpin Approach Premise (Alasan) Drawbacks (pendekatan) (kekurangan/kelemahan) Pemimpin yang efektif memiliki (Beberapa pemimpin yang efektifPendekatan Sifat kualitas tertentu atau sifat yang tidak memiliki semua membantu sebuah kelompok atau sifat-sifat, dan beberapa pemimpin organisasi untuk mencapai tujuannya) yang memiliki karakter ini tidak efektif. pendekatan ini mengabaikan situasi di mana kepemimpinan membutuhkan tempat.)Behavior approach Pemimpin yang efektif melakukan (Hubungan antara perilaku dan(pendekatan Perilaku) perilaku tertentu, yang mungkin kinerja bawahan dan kepuasan tidak termasuk pertimbangan, memulai tentu jelas. Pendekatan Perilaku struktur, perilaku pemberian mengabaikan situasi di mana penghargaan, dan perilaku kepemimpinan membutuhkan menghukum.) tempat.)
    20. 20. Studi Ohio mengenai Gaya Kepemimpinan Tinggi Orientasi Orientasi Pekerjaan Pekerjaan dan Rendah dan Orientasi Orientasi PekerjaTinggi PekerjaTinggi Orientasi Pekerja (Consideration) Orientasi Orientasi Pekerjaan dan Pekerjaan Orientasi Tinggi dan Pekerja Rendah Orientasi Pekerja Rendah Rendah Tinggi Orientasi Pekerjaan (Initiating Structure)
    21. 21. Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler• Kinerja kelompok bergantung pada interaksi antara gaya kepemimpinan dan keuntungan situasional• Gaya kepemimpinan • Kepemimpinan berorientasi-tugas • Kepemimpinan berorientasi-hubungan• Faktor-faktor situasional • Hubungan pemimpin-anggota • Struktur tugas • Position power
    22. 22. Program Pasca Sarjana kepemimpinan yang lebih menaruh perhatian pada tingkah laku Orientasi Tugas pemimpin yang mengarah pada penyusunan rencana kerja, penetapan pola organisasi, saluran komunikasi, metode kerja, dan prosedur pencapaian tujuan GAYA kepemimpinan yang lebih menaruhKEPEMIMPINAN perhatian pada tingkah laku pemimpin yang mengarah pada kesejawatan, saling mempercayai, Orientasi Hubungan saling menghargai, dan penuh kehangatan dalam hubungan antara pimpinan dan anggota stafnya
    23. 23. Fielder Contigency Theory of Leadership Situasi dimana gayaGaya Kepemimpinan Situasi Pemimpin Kepemimpinan Lebih EfectifeOrientasi Hubungan Ingin menjadi disukai oleh dan untuk Cukup menguntungkan mendapatkan kebakan dengan bawahan. untuk memimpin prioritas pertama: (oktan IV, V, VI, dan VII Mengembangkan hubungan baik dengan pada Gambar bawahan. 12.2) prioritas kedua: Mendapatkan pekerjaan yang dilakukan.Orientasi Tugas Ingin bawahan untuk melakukan pada Sangat menguntungkan tingkat tinggi dan mencapai semua yang atau sangat tidak ditugaskan. Prioritas pertama: menguntungkan untuk Mendapatkan pekerjaan memimpin (oktan I, II, III, dilakukan. dan VIII dalam Kedua prioritas: Mengembangkan baik Gambar 12.2) hubungan dengan bawahan.
    24. 24. Kelemahan Teori Perilaku tentangKepemimpinan • Keterkaitan antara kepemimpinan dan indikator kinerja organisasi penting belum benar-benar dijelaskan • Teori ini tidak memperhitungkan peran variabel lingkungan dalam keefektifan kepemimpinan • Teori ini tidak memperhitungkan variabel situasional
    25. 25. Teori Situasional tentang Kepemimpinan• Mengadvokasi agar pemimpin memahami perilaku mereka sendiri, perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan gaya kepemimpinan tertentu• Pendekatan ini mensyaratkan pemimpin agar memiliki keterampilan diagnostik dalam perilaku manusia
    26. 26. UNIVERSITAS NEGERI MALANG Program Pasca Sarjana mengacu pada seberapa luas pemimpin diterima dan dihargai oleh anggota kelompok (Hoy dan Miskel, 1987). Hubungan pemimpin-bawahan ini Hubungan Hubungan sangat menentukan gaya kepemimpinan yang Pimpinan-Bawahan diterapkan oleh seorang pemimpin. Pimpinan-Bawahan Leader Member Lelation Leader Member Lelation • mengacu pada derajat dengan mana tugas- tugas dispesifikasikan dan ditentukan secara jelas; Gaya Gaya • petunjuk bagaimana pekerjaan harusKepemimpinanKepemimpinan Struktur Struktur dilaksanakan, sehingga pemimpin memiliki Dipengaruhi kontrol terhadap pegawai yang Dipengaruhi Tugas oleh situasi oleh situasi Tugas melaksanakan tugas itu. • Struktur tugas ini menentukan gaya Task Strukture Task Strukture kepemimpinan seseorang. Jika dalam suatu organisasi berada dalam situasi di mana tugas--tugas telah dirumuskan mengacu pada derajat dengan mana pemimpin Kekuasaan Kekuasaan mempunyai kekuatan formal dan aktual untuk Karena Posisi Karena Posisi mempengaruhi orang lain (bawahan) dalam menjalankan tugas sehari-hari Position Power Position Power Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Pendidikan
    27. 27. Rangkuman Variabel Situasional Fiedler dan Gaya Kepemimpinan yang Sesuai Karakteristik situasionalSituasi I II III IV V VI VII VIIIHubungan Baik Baik Baik Baik Buruk Buruk Buruk Burukpemimpin-anggotaStruktur tugas Tinggi Tinggi Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah RendahPosition power Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat Lemah Kuat LemahGaya Berorientasi-kepemimpinan Berorientasi-tugas Beorientasi-hubungan tugasyang sesuai Situasi yang Situasi yang menguntungkan tidak menguntungkan
    28. 28. Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(1 dari 3)Mengubah hubungan pemimpin-anggota: • Minta orang tertentu untuk bekerja dalam kelompok • Pindahkan bawahan tertentu ke luar dari unit • Sukarela mengarahkan bawahan yang bandel atau sulit diatur
    29. 29. Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(2 dari 3)Mengubah struktur tugas: • Jika mungkin, berikan tugas baru atau tidak biasa pada kelompok • Bagi tugas menjadi subtugas yang lebih kecil sehingga lebih terstruktur
    30. 30. Tindakan Pemimpin untuk Mengubah Situasi(3 dari 3)Mengubah kekuatan posisi: • Tunjukkan pada bawahan siapa yang berkuasa dengan menerapkan seluruh otoritas yang Anda miliki • Pastikan informasi pada kelompok hanya dapat diperoleh melalui anda • Biarkan bawahan berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan
    31. 31. Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan :Model Kontingensi FiedlerKualitas Asumsi tentang Keefektifan SejarahKepemimpinan Para Pengikut Pemimpin Penelitian: masalahPemimpin Pengikut memilih Keefektifan Jika penelitian ygberorientasi-tugas berbagai gaya pemimpin tidak melibatkanatau hubungan. kepemimpinan ditentukan oleh Fiedler dipakai,Pekerjaan harus bergantung pada: interaksi antara diperoleh buktidiatur agar sesuai struktur tugas, lingkungan dan yang kontradiktifdengan gaya hubungan faktor kepribadian tentang akurasipemimpin . pemimpin-anggota, model. dan position power
    32. 32. Perspektik Kontemporer Kepemimpinan• Model Kontingensi Kepemimpinan Fiedler• Model Kepemimpinan Vroom-Yetton• Model Kepemimpinan Part-Goal Theory• Model Kepemimpinan Leader-Member Exchange
    33. 33. Pendekatan Baru Model Fiedler, mereka didasarkan pada kontingensi pendekatan yang memperhitungkan baik karakteristik pemimpin dan situasi di mana mereka berusaha untuk memimpin. Path-Goal theory menggambarkan bagaimana para pemimpin dapat memotivasi pengikut mereka untuk tampil di tinggi tingkat dan dapat membuat mereka puas. Model Vroom dan Yetton menyoroti aspek tertentu dari kepemimpinan: sejauh mana para pemimpin sebaiknya melibatkan bawahan mereka dalam pengambilan keputusan. Leader-member exchange theory menunjukkan fakta bahwa para pemimpin sama-sama tidak memperlakukan bawahan mereka tapi bukannya mengembangkan berbagai jenis hubungan dengan berbagai bawahan.
    34. 34. Model Kepemimpinan Jalur-Tujuan (Path-Goal Theory)• Pemimpin menjadi efektif karena efek positif mereka pada pengikut: • Motivasi • Kemampuan untuk menunjukkan kinerja • Kepuasan• Berfokus pada bagaimana pemimpin mempengaruhi persepsi pengikut tentang: • Tujuan pekerjaan • Tujuan pengembangan-diri • Jalur yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
    35. 35. Perilaku Kepemimpinan Part-Goal Theory Gaya Perilaku Variabel Situasional Pemimpin • Karakteristik pribadi• Direktif dari bawahan• Suportif • Tekanan dan tuntutan• Partisipatif lingkungan• Berorientasi-pencapaian
    36. 36. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana  Kepemimpinan yang mendukung (Supportive): mempunyai kesediaan untuk menjelaskan sendiri, bersahabat, mudah didekati dan mempunyaiSupportive perhatian kemanusiaan yang murni Behavior terhadap bawahannya  menunjukkan perhatian pada kondisi dan kebutuhan pribadi bawahan, ramah dan mudah didekati, penuh pertimbangan, menciptakan iklim yang ramah, dan memperlakukan bawahan dengan kesetaraan
    37. 37. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana  Kepemimpinan direktif : tidak ada partisipasi dari bawahan  memberitahu bawahan apa yang harus mereka lakukan, memberi panduan danDirective Behavior arahan, menyediakan standar dan jadwal, menetapkan target kinerja, dan meminta bawahan untuk mengikuti peraturan dan kaidah
    38. 38. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana 1. Kepemimpinan partisipatif : Pemimpin berusaha meminta dan mempergunakan saran-saran dari bawahannya. Namun pengambilan keputusan tetap ada padanya.Partisipative 2. berkonsultasi dengan bawahan tentang Behavior aktifitas kerja, jadwal, dan target, meminta opini dan usulan, memperbolehkan partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan mempertimbangkan pandangan bawahan
    39. 39. Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan:Model Jalur-TujuanKualitas Asumsi tentang Keefektifan SejarahKepemimpinan Para Pengikut Pemimpin Penelitian: masalahPemimpin bisa Pengikut punya Pemimpin efektif Model ini telahmeningkatkan berbagai kebutuhan adalah yang menimbulkankeefektifan pengikut yang harus menjelaskan pada beberapa minatdengan dipenuhi dengan pengikut jalur atau penelitian dalammenerapkan teknik bantuan pemimpin. perilaku yang dua dekademotivasi yang tepat. terbaik. terakhir.
    40. 40. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana 1. Kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi, pemimpin menantang bawahannya untuk berprestasi.Achivement –Oriented 2. menetapkan tujuan yang menantang, Behavior meminta peningkatan dalam kinerja, menekankan kesempurnaan dalam pekerjaan, menunjukkan harapan dan kepercayaan bahwa bawahan memiliki kemampuan untuk mendapatkan standar tinggi.
    41. 41. Model ini menawarkan bahwa peran dan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah memungkinkan dapat meningkat. Partisipasi dapat membantu memastikan bahwa bawahan akan menerima keputusan yang mempengaruhi mereka atau memerlukan dukungan mereka. Partisipasi juga membuat bawahan lebih bersedia untuk berbagi dengan informasi penting , partisipasi dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik. Selain itu, dari waktu ke waktu, partisipasi juga membantu keterampilan mendorong bawahan dan kemampuan dapat menghasilkan kinerja yang lebih tinggi dan kepuasan kedepan kan kepemimpinan
    42. 42. 1. Kerugian terbesar dalam pengambilan keputusan diperlukan waktu lebih lama dalam pembuatan keputusan,2. pemimpin dan bawahan menghabiskan waktu berharga mereka memutuskan apa yang harus dilakukan sehingga mereka memiliki sedikit waktu yang digunakan untuk melakukan tugas lain.3. Kemungkinan diantara bawahan ingin ingin membuat keputusan yang kemungkinan baik untuk diri mereka namun tidak baik untuk organisasi
    43. 43.  Berkaitan dengan keputusan individu atau kelompok , maka dapat memilih 4 gaya pengambilan keputusan. Otokratis : Pemimpin membuat keputusan tanpa masukan dari bawahan. Konsultatif: Bawahan memiliki beberapa masukan, tetapi pemimpin membuat keputusan. Kelompok: Kelompok membuat keputusan; pemimpin hanyalah anggota kelompok. Delegated: Pemimpin membuat bawahan bertanggung jawab untuk membuat keputusan.
    44. 44. Rangkuman Model Situasional Kepemimpinan: ModelKepemimpinan Vroom-Yatton Kualitas Asumsi tentang Keefektifan Sejarah Kepemimpinan Para Pengikut Pemimpin Penelitian: masalah Pemimpin membuat Pengikut Pemimpin efektif Dukungan keputusan individu berpartisipasi memilih set penelitian untuk atau kelompok dan dalam berbagai keputusan yang model ini terbatas dapat memilih dari tingkatan dalam sesuai dan dan beraneka. 5 gaya yang keputusan yang mengizinkan Model ini dianggap berbeda. melibatkan partisipasi optimal kompleks meski masalah. untuk pengikut. program komputer tersedia.
    45. 45. Pendekatan Leader-Member Exchange(LMX) (1 dari 2)• Tidak ada konsistensi perilaku pemimpin terhadap setiap bawahannya • Setiap hubungan adalah unik • Hubung orang-per-orang menentukan perilaku bawahan• Mengelompokkan bawahan ke dalam: • Anggota in-group • Anggota out-group
    46. 46. Pendekatan Leader-Member Exchange(LMX) (2 dari 2) Anggota in-group Anggota out-group• Memiliki ikatan dan sistem • Sedikit kesamaan dengan nilai sama pemimpin• Interaksi reguler dengan • Interaksi terbatas dengan pemimpin pemimpin• Menerima penugasan dan • Jarang menerima penugasan imbalan lebih baik dan imbalan baik• Berpandangan positif tentang organisasi dan punya kinerja • Menjadi bosan dan sering dan kepuasan kerja lebih resign tinggi
    47. 47. Substitusi Kepemimpinan• Substitusi kepemimpinan adalah faktor-faktor yang membuat kepemimpinan tidak perlu atau bahkan tidak mungkin• Faktor ini membuat kemampuan pemimpin untuk meningkatkan atau mengurangi kepuasan atau kinerja pengikut menjadi tidak aktif
    48. 48. Substitusi Kepemimpinan• Substitusi (pengganti) kepemimpinan dapat mencakup: • Kelompok kerja yang kohesif (erat) • Tugas-tugas yang memiliki umpan baliknya sendiri • Tingkat kemampuan, pengalaman, dan pengetahuan para bawahan yang tinggi
    49. 49. Kepemimpinan yang menunjukkan bagaimana parapemimpin dapat secara dramatis mempengaruhi danmengubah perilaku pengikut dan organisasKepemimpinan yang menunjukkan bagaimana parapemimpin dapat secara dramatis mempengaruhi danmengubah perilaku pengikut dan organisasi, danbenar-benar mengubah mereka dengan cara yangmengarah pada peningkatan kinerja secara dramatisi, dan benar-benar mengubah mereka dengan carayang mengarah pada peningkatan kinerja secaradramatis
    50. 50. tiga cara penting yang menghasilkan pengikut yangmempercayai pemimpin, melakukan perilaku yangberkontribusi terhadap pencapaian tujuan organisasi, danmenjadi termotivasi untuk melakukan pekerjaan pada tingkattinggi:1.Pemimpin transformasional meningkatkan kesadaranbawahan akan pentingnya tugas mereka dan pentingnyamemperlakukan mereka dengan baik.2.Pemimpin transformasional membuat bawahan menyadarikebutuhan setiap orang untuk tumbuh, berkembangan danberprestasi.3.Pemimpin transformasional memotivasi bawahan merekauntuk bekerja demi kebaikan organisasi bukan atasan untukhanya keuntungan atau manfaat pribadi.
    51. 51. Kepemimpinan Transformasional (1 dari 2)• Kemampuan menginspirasi dan memotivasi pengikut untuk meraih hasil yang lebih besar dari yang semula direncanakan• Visi pemimpin memberi pengikut dengan motivasi untuk kerja keras yang memberikan imbalan internal
    52. 52. Kepemimpinan Transformasional• Untuk meraih visi mereka, pemimpin transformasional membuat perubahan penting dalam perusahaan atau unit, yakni tentang: • Misi • Cara berbisnis • Sumber daya manusia
    53. 53. Faktor-faktor yang Menggambarkan Pemimpin Transformasional (1 dari 2)• Karisma. Pemimpin menanamkan rasa bernilai, hormat, bangga dan artikulasi visi• Perhatian Individual. Pemimpin memperhatikan kebutuhan pengikut dan memberi proyek agar pengikut maju• Stimulasi Intelektual. Pemimpin membantu pengikut memikirkan ulang situasi dengan rasional dan mendorong pengikut untuk kreatif
    54. 54. Faktor-faktor yang MenggambarkanPemimpin Transformasional• Imbalan Kontinjen. Pemimpin menginformasikan pengikut apa yang harus dilakukan untuk dapat imbalan• Manajemen dengan pengecualian. Pemimpin membiarkan pengikut mengerjakan tugas dan tidak mengintervensi kecuali tujuan tugas tsb tidak bisa dicapai dengan waktu dan harga wajar
    55. 55. Kepemimpinan Karismatik• Kemampuan mempengaruhi pengikut berdasarkan kekuatan daya tarik• Pemimpin karismatik adalah yang punya efek karismatik yang sangat tinggi pada pengikutnya• Pengikut menikmati berada bersama pemimpin karismati karena mereka merasa terinspirasi benar dan penting
    56. 56. Kepemimpinan Karismatik: Dua Jenis• Pemimpin karismatik visioner – fokus pada jangka-panjang • Melalui kemampuan komunikasi, mengaitkan kebutuhan dan target pengikutnya dengan target dan tujuan organisasi jangka-panjang• Pemimpin karismatik masa-krisis – fokus pada jangka-pendek • Berpengaruh ketika sistem harus menghadapi situasi di mana pengetahuan, sumber daya, dan prosedur yang ada tidak cukup
    57. 57. Atribut Pemimpin Karismatik1. Kembangkan pemikiran visioner1. Kembangkan pemikiran visioner2. Mengkomunikasikan visi2. Mengkomunikasikan visi3. Tujukkan keteguhan3. Tujukkan keteguhan4. Perilaku luar biasa4. Perilaku luar biasa5. Kembangkan kepercayaan diri5. Kembangkan kepercayaan diri
    58. 58. Kepemimpinan Transaksional• Pemimpin membantu pengikut mengidentifikasi apa yang harus dilakukan untuk mendapat hasil yang diinginkan• Pemimpin mempertimbangkan konsep diri dan (self-esteem) harga diri tiap pengikut• Pendekatan transaksional menggunakan konsep jalur-tujuan sebagai kerangka kerja• Pemimpin mengandalkan imbalan kontingen dan manajemen dengan pengecualian
    59. 59. Kepemimpinan Transaksional• Ketika reinforcement kontinjen digunakan, pengikut menunjukkan peningkatan kinerja dan kepuasan• Dalam manajemen dengan pengecualian, pemimpin tidak akan terlibat kecuali target tidak bisa dicapai• Kepemimpinan transaksional jarang ditemui dalam tataran organisasi
    60. 60. Kepemimpinan Transaksional L: tahu apa yang F L: mengetahui apaharus lakukan untuk dapat yang F butuhkanhasil yang diinginkan L: Klarifikasi cara kebutuhan F dipenuhiL: mengklarifikasi dengan peran untukperan F L = Leader mendapat hasil F = FollowerF: percaya diri F: menyadari nilaimemenuhi peran hasil yg diinginkan(kemungkinan kesuksesan (nilai pemenuhan-subjektif) F: mengembangkan motivasi kebutuhan bagi F) untuk dapat hasil yg diinginkan (usaha yg diharapkan)
    61. 61. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana Pemimpin yang memiliki mood positif (pemimpin mereka senang, antusias, dan produktif di pekerjaan) Mood akan berdampak padaKepemimpinan motivasi bawahan untuk bekerja lebih maju dan bekerja lebih keras ketika para
    62. 62. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana Tingkat kecerdasan emosional pemimpin dapat berkontribusi untuk efektivitas pemimpin. KecerdasanKecerdasan emosional dapat membantu paraEmosiaonal pemimpin mengembangkan visi kolektif bersama seluruh organisasi dan energi semua manajer dan bawahan untuk antusias bekerja untuk mencapainya.
    63. 63. ORGANISASI & KEPEMIMPINAN Program Pasca Sarjana Satu pandangan umum yang menyatakan bahwa perempuan lebih mendukung, memelihara, terampilKEPEMIMPINAN menjaga hubungan interpersonal & dengan rekan kerja oleh dalam GENDER kepemimpinannya pemimpin perempuan lebih berorientasi pada menjalin hubungan, sementara pemimpin laki-laki lebih cenderung orientasinya pada tugas (direktif )
    64. 64. Program Pasca Sarjana DEMOKRATIS PEREMPUAN ORIENTASI HUBUNGAN NON DIRECTIVEKEPEMIMPINAN & GENDER OTORITER LAKI ORIENTASI TUGAS DIRECTIVE
    65. 65. Kepemimpinan perempuan lebih Demokratis Karena: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dua alasan:  Pertama, pemimpin perempuan memiliki keterampilan interpersonal (cara mereka berinteraksi dengan orang lain) cenderung menjadi lebih baik daripada laki-laki. Untuk menjadi demokratis atau partisipatif, pemimpin perlu memiliki kecerdasan interpersonal yang baik. Untuk mendorong bawahan untuk mengekspresikan pendapat mereka, misalnya, adalah penting bagi seorang pemimpin memahami bagaimana perasaan bawahan. Untuk menolak ide bawahan atau solusi masalah yang diusulkan dan masih mempertahankan hubungan baik dengan mereka membutuhkan sejumlah sensitivitas tertentu. Wanita mungkin lebih demokratis sebagai pemimpin daripada laki-laki hanya karena mereka lebih terampil interpersonal.  Kedua, pemimpin perempuan cenderung lebih demokratis karena posisi kepemimpinan perempuan seringkali menghadapi perlawanan yang lebih dari para bawahan. (Konsisten dengan alasan ini adalah kecenderungan bahwa orang mengevaluasi pemimpin perempuan sedikit lebih keras dari mereka mengevaluasi pemimpin laki-laki. stereotip gender dapat menyebabkan anggota organisasi untuk siap menerima laki-laki dalam posisi kepemimpinan tetapi menentang perempuan mengambil peran-peran yang sama.
    66. 66.  Fidler mendefinisikan dan mengukur situasi menjadi 3 dimensi. Leader-member relation Situasi ini merujuk pada sikap kelompok terhadap dan penerimaan atas pemimpin. Task structure Situasi ini merujuk pada tingkat dimana tugas didefinisikan dengan baik, dengan tujuan eksplisit dan prosedur kerja. Position Power Situasi ini merujuk pada tingkat dimana pemimpin memiliki kekuasaan yang kuat dan sah diatas bawahan.
    67. 67. PENDEKATAN FOKUSCiri ciri pendekatan ciri khusus yang memberikan berkontribusi terhadap keefektifan kepemimpinanPendekatan Perilaku perilaku khusus yang menunjukkan keefektifan kepemimpinanKarakteristik Model kontingensi Fiedler Karakteristik situasi di mana pemimpin dapat memilih dua orientasi kepemimpinanyang paling efektif (orientasi hubungan dan orientasi tugas)Path-Goal Theory Seberapa efektif para pemimpin memotivasi pengikutnyamodel Vroom dan Yetton Ketika pemimpin harus melibatkan bawahan mereka dalam pengambilan keputusanTeori Pertukaran Pemimpin-anggota jenis hubungan pribadi yang pengembangan kepemimpinan melalui pengikutPengganti dan penetral Ketika kepemimpinan tidak perlu dan ketika seorang pemimpin dicegah dari memiliki pengaruhTransformasional dan karismatik Bagaimana pemimpin membuat perubahan besar pada pengikut mereka dankepemimpinan organisasiPemimpin suasana Bagaimana perasaan mempengaruhi efektivitas merekaGender dan kepemimpinan Persamaan dan perbedaan pada pria dan wanita sebagai pemimpin
    68. 68. Ringkasan  Kepemimpinan adalah praktek mempengaruhi praktek mempengaruhi salah satu anggota kelompok atau organisasi melalui kelompok lain untuk mencapai tujuan. Pemimpin formal memiliki wewenang resmi untuk mempengaruhi orang lain berdasarkan tanggung jawab pekerjaan mereka. pemimpin informal kurangnya otoritas formal tetapi dapat mempengaruhi orang lain berdasarkan keterampilan khusus atau bakat.  Pendekatan sifat kepemimpinan telah menemukan bahwa pemimpin yang baik cenderung menjadi cerdas, dominan, percaya diri, energik, mampu menahan stres, jujur, dewasa, dan berpengetahuan. Sifat-sifat ini tidak menjamin seorang pemimpin akan efektif atau tidak efektif.  Banyak perilaku yang pemimpin terlibat dapat dimasukkan dalam dua kategori utama: consideration dan initiating structure. Consideration termasuk perilaku kepemimpinan yang menunjukkan bahwa pemimpin memberi kepercayaan, hormat, dan nilai hubungan yang baik dengan para pengikut mereka. Sedangkan initiating structure mencakup semua perilaku pemimpin untuk membantu bawahan mencapai tujuan mereka dan tampil di tingkat tinggi. Pemimpin juga melakukan perilaku pemberian imbalan dan hukuman.
    69. 69.  Teori kontingensi Fiedler mengusulkan bahwa efektivitas pemimpin tergantung pada dua hal yaitu gaya kepemimpinan dan karakteristik situasional. Path-goal Theory menunjukkan bahwa pemimpin yang efektif dapat memotivasi pengikut mereka dengan memberi mereka hasil yang mereka inginkan ketika mereka tampil di tingkat tinggi atau mencapai tujuan pekerjaan mereka. Pemimpin yang efektif juga memastikan bawahan mereka percaya bahwa mereka dapat memperoleh tujuan pekerjaan mereka dan melakukan pada tingkat tinggi, menunjukkan jalan untuk pencapaian tujuan, menghapus hambatan yang mungkin muncul di sepanjang jalan, dan yakin bawahan mereka memiliki kemampuan. Pemimpin perlu menyesuaikan jenis perilaku antara laian perilaku: (direktif, suportif) partisipatif, atau berorientasi pada kemajuan sesuai dengan sifat bawahan yang berhadapan dengan dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan. Model Vroom dan Yetton menentukan sejauh mana pemimpin melibatkan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan. Berapa banyak para bawahan yang harus ikut berpartisipasi tergantung pada aspek-aspek keputusan yang perlu dibuat, bawahan yang terlibat, dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang baik.
    70. 70.  Teori pertukaran pemimpin-anggota berfokus pada pemimpin-pengikut menunjukkan bahwa pemimpin tidak memperlakukan masing-masing pengikut mereka secara sama tetapi lebih mengembangkan berbagai jenis hubungan dengan bawahan yang berbeda. Beberapa pemimpin-bawahan memiliki kualitas hubungan yang cukup tinggi. Kadang-kadang, kepemimpinan tampaknya tidak memiliki banyak efek dalam organisasi karena keberadaan pengganti dan penetral. Pengganti kepemimpinan adalah sesuatu yang bertindak di tempat pemimpin formal. Pengganti membuat kepemimpinan tidak perlu karena mereka memiliki pengaruh kepemimpinan. Sebuah kepemimpinan pengganti adalah sesuatu yang mencegah pemimpin memiliki pengaruh dan meniadakan upaya seorang pemimpin. Ketika penetralisir yang hadir, ada kekosongan kepemimpinan pemimpin adalah memiliki sedikit efek atau tidak, dan tidak ada lagi adalah mengambil tempat pemimpin. Pemimpin transformasional meningkatkan kesadaran pepara ngikut mereka tentang pentingnya pekerjaan dan kebutuhan para pengikut untuk pertumbuhan pribadi dan prestasi dan memotivasi pengikutnya untuk bekerja demi kebaikan organisasi. Pemimpin mengubah pengikut mereka dengan kekharismatikan, dengan keintelektualan, dan terlibat dalam perkembangan pertimbangan. Kepemimpinan transaksional terjadi ketika para pemimpin memotivasi bawahan mereka dengan memberikan hadiah bagi yang memiliki kinerja tinggi dan terguran bagi kinerja rendah.
    71. 71. Mood pemimpin pada tempat kerja memiliki potensi untuk mempengaruhi mempengaruhi keefektifan pemimpin. Penelitian awal menunjukkan bahwa ketika para pemimpin cenderung berada dalam suasana yang baik di tempat kerja, bawahan mereka dapat melakukan tingkat kinerja yang lebih tinggi dan memungkinkan pengunduran diri lebih kecil.Perempuan dan laki-laki tidak tampak berbeda dalam perilaku kepemimpinan (pertimbangan dan memulai struktur) yang mereka lakukan dalam organisasi. Wanita, bagaimanapun, tampaknya lebih demokratis atau partisipatif daripada pemimpin laki-laki.
    72. 72. TERIMA KASIH
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×