• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Investasi2
 

Investasi2

on

  • 4,217 views

Investasi syariah

Investasi syariah

Statistics

Views

Total Views
4,217
Views on SlideShare
4,208
Embed Views
9

Actions

Likes
0
Downloads
163
Comments
0

1 Embed 9

http://www.slideshare.net 9

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Investasi2 Investasi2 Presentation Transcript

      • Islamic Investment Decisions
    • Definisi Investasi
      • Investasi adalah menanamkan atau menempatkan aset, baik berupa harta maupun dana, pada sesuatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan atau akan meningkatkan nilainya dimasa mendatang
      • Investasi keuangan adalah menanamkan dana pada suatu surat berharga yang diharapkan akan meningkat nilainya di masa mendatang
    • Islamic Investment Decisions
      • Criteria Investasi Syari’ah  sesuai dengan fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN)
        • Industri, kecuali: barang haram, alkohol, jasa keuangan ribawi, judi, perusahaan senjata gelap, bisnis porno
        • Perusahaan dengan sumber dana dari hutang yang debt on equity rasionya tidak lebih dari 30%
        • Pendapatan bunga yang diterima oleh perusahaan tidak lebih dari 15%
        • Perusahaan yang memiliki aktiva kas atau piutang dimana piutang dagang tidak lebih dari 50%
      • Instrument Investasi Syari’ah
      • Proses Manajemen Investasi Syari’ah
      Sumber : Muhamad
    • Instrumen Investasi Syari’ah
      • Instrumen investasi keuangan syari’ah
        • Perbankan Syari’ah
        • Asuransi Syari’ah
        • Reksa Dana Syari’ah
        • Saham
        • Obligasi syari’ah
      Sumber : Muhamad
    • Proses Manajemen Investasi Syari’ah Menetapkan Tujuan Investasi Membuat Kebijakan Investasi Memilih Strategi Portofolio Memilih Aset & Proses Alokasi Mengukur dan Evaluasi Kinerja
    • Menetapkan Tujuan Investasi
      • Tujuan investasi akan berbeda-beda antara jenis institusi keuangan
      • Tujuan investasi dinyatakan dalam prospektus perusahaan yang diekspresikan dalam term risk dan return
      • Dalam hubungan risk and return suatu investasi, terdapat kaitan dengan risk tolerance yang dimiliki investor.
      • Risk tolerance  membentuk attitude toward risk:
        • Risk averse
        • Risk neutral
        • Risk seeker
      • Tjuan investasi biasanya dinyatakan dengan time horizon: short-term, medium dan long-term
    • Investor yang suka terhadap risiko (risk seeker) Merupakan investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka ia akan lebih suka mengambil investasi dengan risiko yang lebih besar. Investor dengan karakter tersebut lebih cenderung bersikap agresif dan spekulatif dalam mengambil keputusan investasi Investor yang netral terhadap risiko (risk neutrality) merupakan tipikal investor yang meminta kenaikan tingkat pengembalian yang sama untuk setiap kenaikan risiko. Investor dengan karakter tersebut lebih cenderung bersikap hati-hati (prudent) dan fleksibel dalam mengambil keputusan investasi. Investor yang tidak suka terhadap risiko (risk averter) Merupakan tipikal investor yang apabila dihadapkan pada dua pilihan investasi yang memberikan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, maka ia lebih cenderung mengambil investasi dengan risiko yang lebih kecil.
    • Tujuan Investasi
      • Dua komponen penting yang seharusnya ada dalam tujuan investasi, yaitu tingkat return dan risiko yang ingin dicapai dan time horizon. Klasifikasi jenis penempatan portofolio secara tidak langsung menunjukkan return dan risiko yang ingin dicapai. Kalau diurutkan menurut potensi return-risk-nya, dimulai dari yang rendah, hasilnya adalah: money market funds , bond funds , balanced funds , dan equity funds . Hal ini berarti bahwa balanced funds dapat dikatakan memiliki ting­kat return dan risiko yang moderat.
    • Memembuat Kebijakan Investasi
      • Membuat kebijakan investasi= menspesifikasikan jenis risiko yang ditanggung dan keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi
      • Batasan yang dihadapi biasanya berupa pajak dan faktor legal atau pengaturan lainnya
      • Policy statement didasarkan pada tujuan dan kebutuhan investasi
      • Statement inilah yang kemudian dijadikan guidelines dalam proses investasi untuk mengurangi kemungkin terjadi keputusan yang salah da menciptakan standar untuk menilai kinerja manajer portofolio
    • Membuat Kebijakan
      • Filosofi : Prinsip kehati-hatian (prudence), fleksibilitas, pendekatan yang teratur ( disciplined approach ), dan struktur manajemen risiko yang baik, dengan kerangka toleransi risiko dan batasan hukum dalam menyusun portofolio
    • Memilih Strategi Portofolio
      • Strategi portofolio yang tepat perlu dipilih untuk menciptakan konsistensi dengan tujuan dan kebijakan investasi
      • Strategi gaya pengelolaan portofolio:
        • Strategi aktif  manajer menggunakan seluruh informasi yang tersedia atau teknik forecasting untuk memperoleh abnormal return dari portofolio
        • Strategi pasif  mengkontruksi portofolio tidak untuk beat the market
      • Manajemen portofolio aktif terbagi menjadi dua sesuai dengan metode analisisnya:
        • Technical analysis: data pasar spesifik (harga dan volume)
        • Fundamental analysis: memanfaatkan informasi yang tersedia sampai kepada intrinsic value suatu sekuritas
    • Memilih Strategi Portofolio
      • Menurut prinsip syariah, transaksi gharar dapat timbul karena jahala (ignorance) atau pengetahuan yang tidak mumpuni. Ditambahkan lagi bahwa salah satu faktor pembeda antara investor dan spekulan adalah keputusan investasi yang rasional, berdasarkan faktor fundamental, karena dalam pasar modal yang waras harga yang efisien harus ada sangkut pautnya dengan kinerja perusahaan yang bersangkut­an. Kalau harga bergerak naik turun tanpa ada faktor fundamental yang jelas, spekulasi yang ngawur sudah terjadi. Akibat lebih jeleknya adalah overshooting , bubble , mania , atau panics yang menunjukkan gejala ketidakwarasan pasar.
    • Memilih Aset dan proses Alokasi
      • Proses pembagian dana dalam berbagai macam aset inilah yang disebut assel allocation process
      • Tahap pengalokasian aset:
        • Jenis aset yang dipertimbangkan untuk investasi
        • Proporsi untuk tiap jenis aset dalam portofolio
        • Batasan yang dizinkan untuk perubahan proporsi
        • Sekuritas spesifik yang dibeli untuk mengkonstruksi portofolio yang efisien
    • Memilih aset dan Proses alokasi
      • Sebuah unit trust Islami sepertinya tidak dimungkinkan untuk menggunakan strategi portofolio pasif untuk tracking index. Dengan catatan, jika index yang dipakai adalah indeks konvensional, karena shariah screening membuat tidak dimungkinkannya suatu unit trust menyusun portofolio dengan seluruh saham yang menjadi komponen index (capital weighted) tersebut. Saham-saham haram tidak dimungkinkan untuk ikut dibeli, meskipun menyumbang kapitalisasi yang dominan.
    • Pengukuran dan Evaluasi Kinerja
      • Pengukuran kinerja dilakukan melalui investasi portofolio secara kualitatif maupun kuantitatif
      • Hasil pengukuran  menunjukkan keberhasilan manajer dalam mencapai tujuan investasi yang telah ditetapkan dan dapat pula dipakai untuk melakukan komparasi dengan stau benchmark atau portofolio lainnya
      • Pengukurannya dihitung dengan:
        • Mengukuran Average Return
        • Mengukur risiko:
          • Standard deviasi
          • Beta
        • Risk Adjusted Return Index
    • Kinerja Portofolio Saham Syariah Tahun 2001 dengan Multiple Benchmark -0,0070910000 -0.0463820000 Jansen Index -0.2242029250 -0,1386876910 -0.0539313400 0,0081933900 Treynor Index -16,3113216800 -9,9653427800 -2,7370191100 0,4292787000 Sharpe Index Risk Adjusted Return 0.1641000000 0,1641000000 SBI Rate 0,1114167000 0,1114167000 SWBI Rate Risk Free 1,0000000000 1.2368942200 1 ,0000000000 0,7629049900 Beta 0,0137452300 0.0172138500 0,0197044000 0,0145611200 Standard Deviation -0.0002443200 -0.0000030250 0,0002336800 0.0004872900 Average Daily Return ·0.0601029250 ·0.0074420100 0,0574853500 0.1176674800 Return IHSG LQ45 JII PSSv
      • Return PSSy lebih tinggi dari return portofolio saham konvensional dengan nilai sebesar 0,11766748. Portofolio saham konvensional menunjukkan negative return sebesar­ -0,00744204 dan merupakan return terkecil dibandingkan keempat return yang lainnya. Sementara kedua benchmark menunjukkan kondisi yang serupa sebagaimana return masing­-masing portofolio sahamnya, JII be-return positif sebesar 0,0574893 dan IHSG be-return negatif sebesar -0,06010292. Dengan demikian, return portofolio saham syariah superior baik terhadap portofolio saham konvertsional maupun kedua benchmark .
      • Untuk deviasi standar, kinerja portofolio saham syariah pada tahun 2001 menunjukkan nilai yang lebih baik yakni sebesar 0,01456112 jika dibandingkan dengan portofolio saham konvensional. Portofolio saham konvensional tersebut memiliki risiko 0,019704400. Ukuran risiko portofolio saham syariah semakin terlihat lebih baik dibandingkan dengan portofolio saham konvensional ketika dilihat dari sisi return­nya. Deviasi standar terendah terjadi pada IHSG. Namun wajar karena pada tahun 2001 ini memberikan return yang negatif. Sedangkan JII memiliki risiko lebih tinggi dari portofolio saham syariah, yakni sebesar 0,019704400.
      • Dari kriteria risiko pasar, kinerja portofolio saham syariah pun menunjukkan kondisi yang lebih baik. Beta portofolio saham syariah berada di bawah 1 dengan nilai 0,76290499. Sebaliknya beta portofolio saham konvensional berada di atas 1 sebesar 1,23689422. Portofolio saham"konvensional cukup peka terhadap perubahan pasar.
      • Menggunakan risk adjusted return, kinerja PSSy pada tahun 2001, baik Sharpe Index maupun Treynor Index portofolio saham syariah menunjukkan nilai positif 0,42927870 dan 0,0081933900. Ini berarti lebih unggul daripada Sharpe dan Treynor Index portofolio saham konvensional yang bernilai negatif sebesar -9,96534278 dan -0,1386876. Begitu pula terhadap Sharpe dan Treynor Index JII, tetap menggambarkan kondisi yang lebih unggul. Bahkan juga terhadap IHSG. Hal ini disebabkan nilai kedua indeks untuk masing-masing benchmark tersebut juga negatif, sebagaimana yang terjadi pada portofolio saham konvensional.
      • TERIMA KASIH