Filsafat Eknomi Islam

7,050 views
6,876 views

Published on

Published in: Spiritual
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,050
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
17
Actions
Shares
0
Downloads
266
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Filsafat Eknomi Islam

  1. 1. EPISTEMOLOGI DAN METODOLOGI ILMU EKONOMI ISLAM (SUATU KAJIAN AWAL) Lukman Fauroni
  2. 2. Epistemologi <ul><li>teori ilmu pengetahuan </li></ul><ul><li>Mempertanyakan problem ilmu, proses pembentukan ilmu dan siapa yang menyepakati suatu ilmu. </li></ul><ul><li>” the teory of the nature of knowing and the means by which we know. </li></ul><ul><li>menguji hakikat ilmu pengetahuan atau keabsahannya. </li></ul>
  3. 3. Tradisi Epistemologi Islam <ul><li>Kebenaran dari kebenaran tunggal bersumber dari Allah SWT. </li></ul><ul><li>Ilmu diwarisi oleh orang-orang saleh </li></ul>
  4. 4. Aliran epistemologi Islam <ul><li>Pendekatan konservatif (a conservative approuch)/ ulum al-naqliyyah. </li></ul><ul><li>Pendekatan semangat yang kuat / dialektika deductive approuch </li></ul><ul><li>Aliran Falsafah: intellectual Islam + tradisi scientific Yunani </li></ul><ul><li>Epistemology mistic atau tasawuf </li></ul>
  5. 5. Posisi Strategis epistemologi ilmu ekonomi Islam <ul><li>ilmu ekonomi Islam berada dalam persimpangan jalan </li></ul><ul><li>pada aspek sumber, proses dan konsensus tentang struktur keilmuannya. </li></ul><ul><li>ekonomi Islam berada dalam bayang-bayang ilmu ekonomi konvensional </li></ul><ul><li>Masih Mencari-cari Model </li></ul>
  6. 6. Struktur Ilmu <ul><li>Relativitas Ilmu(Spacial) </li></ul><ul><li>Ilmu : Ibn Khaldun tumbuh berkembang seiring pertumbuhan dan perkembangan peradaban yang melahirkannya. </li></ul><ul><li>Ilmu lahir dari worldviews produsennya yang bersifat ideologis. </li></ul><ul><li>Ilmu dilahirkan untuk Mengatasi Masalah riil Masyarakat </li></ul>
  7. 7. Kebutuhan terhadap ilmu baru <ul><li>Realitas kelemahan ilmu sejenis </li></ul><ul><li>Relativitas teori mengharuskan adanya teori baru. </li></ul><ul><li>Teori out of date harus diganti dengan teori up to date. </li></ul><ul><li>Ilmu harus hidup dan dihidupkan agar tidak stagnan. </li></ul>
  8. 8. Kegagalan Ilmu ekonomi konvensional <ul><li>Gagal menciptakan kesejahteraan masyarakat. </li></ul><ul><li>Melepaskan diri dari aspek moral dan agama </li></ul><ul><li>Sejumlah teorinya tidak sesuai/ tidak cocok di negeri lain </li></ul><ul><li>the death of economics. </li></ul>
  9. 9. Unsur-Unsur Ilmu <ul><li>masalah </li></ul><ul><li>sikap ilmu: curiosias, spekulasi, obyektif, terbuka, dan tentatif. </li></ul><ul><li>Punya metode yang khas dalam memecahkan masalahnya. </li></ul><ul><li>Adanya subyek komunitas. </li></ul><ul><li>Menghasilkan kesimpulan </li></ul><ul><li>Mempunyai pengaruh positif bagi kehidupan manusia. </li></ul>
  10. 10. Aliran Epistimologi dalam filsafat . <ul><li>Aliran idealisme-subjektif. </li></ul><ul><li>Empirisme </li></ul><ul><li>rasionalisme </li></ul><ul><li>Positivisme </li></ul><ul><li>Idealisme dialektik </li></ul>
  11. 11. Rancang bangun ilmu ekonomi Islam <ul><li>Positivistik atau Non-positivistik? </li></ul><ul><li>Ilmu ekonomi Islam normatif atau positif? </li></ul><ul><li>Inter relasi ilmu atau integrasi: alternatif terbaik </li></ul><ul><li>integrasi conservativ approuch/ bayani dan Falsafah sekaligus Burhani </li></ul><ul><li>Dari Normatif ke Positif untuk Action menuju Falah” atau </li></ul><ul><li>” Dari Positif ke Normatif untuk Action menuju Falah”. </li></ul>
  12. 12. the new comer: Ilmu Ekonomi Islam <ul><li>keberanian riset dengan memilih ”model tertentu” </li></ul><ul><li>adanya konsensus intelectual community </li></ul><ul><li>the only permanent aspect of sciences is reseasch. </li></ul><ul><li>scientific knowledge ia the consensus of the scientific community. </li></ul>
  13. 13. Metodologi; <ul><li>Model investigasi keilmuan atau worldviews </li></ul><ul><li>How should the inquirer go about finding out knowable </li></ul>
  14. 14. Metodologi ilmu ekonomi Islam <ul><li>Presumptions and ideas (Al-Qur’an, Sunnah, n al Maqasid) </li></ul><ul><li>Nature of value judgement untuk kemaslahatan </li></ul><ul><li>positive part of economics science </li></ul><ul><li>Shuratic process , atau pendekatan syura </li></ul>
  15. 15. Dua Model metodologi ilmu ekonomi Islam <ul><li>Model metodologi islamisasi : </li></ul><ul><li>pendekatan menolak, memadukan dan menambah nilai. </li></ul><ul><li>model metodologi tematik </li></ul><ul><li>Tematik masalah riil ekonomi (teoritisasi ilmu ekonomi Islam) </li></ul><ul><li>Tematik tafsir ekonomi al-Qur’an </li></ul><ul><li>Tematik studi tokoh pemikir ekonomi Islam. </li></ul>

×