Your SlideShare is downloading. ×
Power point
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Power point

1,858
views

Published on

Perhitungan WPOP Yang Menyelenggarakan Pembukuan

Perhitungan WPOP Yang Menyelenggarakan Pembukuan

Published in: Economy & Finance

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,858
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
31
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Perhitungan WPOP YangMenyelenggarakan Pembukuan
  • 2. KELOMPOK 6 Nama Kelompok: 1. Mozes Tebai 108 5111 016 2. Yosepina M.KYouw 108 5111 053 3. Latif Burhani 109 5111 083 4. Syahril 109 5111 109 5. Hanifa Nur Afiani 109 5111 159
  • 3. Pendahuluan Latar BelakangBerdasarkan UU No.36 Tahun 2008 tentang perubahan keempat atas Undang- undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan. Mengenai perhitungan besarnya PPh terutang untuk wajib pajak orang pribadi. Kita sebagai mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S1 Akuntansi yang mengerti tata cara perhitungan pajak maka perlu bagi kita untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat, dalam hal ini wajib pajak orang pribadi yang memiliki usaha. Pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk menghitung pajak penghasilan di warung makan “mama resto” yang berlokasi di belakang kampus FSB.UTY. Rumusan MasalahMenghitung pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi yang memiliki usaha TujuanUntuk mengetahui besarnya pajak terutang Manfaat bagi penulis Mengaplikasikan teori perhitungan pajak ke masyarakat secara langsung. Mendapatkann pengalaman menghitung pajak WPOP secara langsung.
  • 4. Landasan Teori Pembukuan dan Pencatatan Pajak Pengertian Pembukuan Berdasarkan Pasal 1 angka 29 UU KUP, Pembukuan adalah suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa, yang ditutup dengan menyusun laporan keuangan berupa neraca, dan laporan laba rugi untuk periode Tahun Pajak tersebut.
  • 5.  PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK(PTKP) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan pengurangan penghasilan neto yang diperkenankan oleh undang-undang Nomor 7 tahun 1983 stdtd Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan. PTKP hanya diberikan kepada Wajib Pajak orang pribadi/perseorangan sesuai pasal 6 ayat (3) UU PPh.
  • 6. BESARNYA PTKP Sebesar Rp. 15.840.000 untuk Wajib Pajak Orang Pribadi yang bersangkutan Tambahan untuk Wajib Pajak Kawin, sebesar Rp. 1.320.000 Tambahan untuk istri yang bekerja dan penghasilannya digabungkan dengan pengasilan suami sebesar Rp 15.840.000 Tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga sebesar Rp. 1.320.000
  • 7. BIAYA YANG BOLEH DIBEBANKAN DAN YANG TIDAK BOLEHDIBEBANKAN Biaya Yang Boleh Dibebankan Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) UU PPh, biaya-biaya yang boleh dibebankan sebagai pengurang penghasilan bruto adalah :A.biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain:  biaya pembelian bahan;  biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa termasuk upah, gaji, honorarium, bonus, gratifikasi, dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang;  bunga, sewa, dan royalti;  biaya perjalanan;  biaya pengolahan limbah;  premi asuransi;  biaya promosi dan penjualan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan;  biaya administrasi; dan pajak kecuali Pajak Penghasilan
  • 8.  penyusutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A; iuran kepada dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan; kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yang dimiliki untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan; kerugian selisih kurs mata uang asing; biaya penelitian dan pengembangan perusahaan yang dilakukan di Indonesia; biaya beasiswa, magang, dan pelatihan; piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; biaya pembangunan infrastruktur sosial yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; sumbangan fasilitas pendidikan yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah; dan sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga yang ketentuannya diatur dengan Peraturan Pemerintah.
  • 9. Biaya Yang Tidak Boleh Dibebankan Dari Penghasilan Bruto pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen termasuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi. biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota; pembentukan atau pemupukan dana cadangan premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi Wajib Pajak yang bersangkutan; penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, kecuali penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan yang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan; jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan; harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan Pajak Penghasilan; biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi Wajib Pajak atau orangyang menjadi tanggungannya; gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham; sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundangundangan di bidang perpajakan.
  • 10. Profil Usaha Nama usaha : Warung “mama resto” Nama pemilik : Ibu Resto Tahun berdiri : 1984 Alamat : Jln. Muja-muju, UH 2, No.677, Rt/RW: 38/02, Belakang FSB.UTY
  • 11. Aset Tetap Bangunan Mebel Kompor Peralatan masak Peralatan makan TV
  • 12. Laporan laba/rugiyang berakhiran, 31 desember 2011  Pendapatan: Penjualan Rp 230.400.000  Biaya-biaya: Biaya bahan baku Rp 144.000.000 Biaya gaji Rp 14.400.000 Biaya listrik dan air Rp 2.400.000  Jumlah biaya (Rp160.800.000)  Pendapatan bersih 1 tahun Rp 69.600.000
  • 13. Laporan Perubahan modalYang berakhiran, 31 Desember 2011 Modal awal Rp 210.000.000 Prive Rp - Laba ditahan Rp 69.600.000 Modal akhir Rp 279.600.000
  • 14. Neracayang berakhiran, 31 Desember 2011Aktiva Pasiva Aktiva lancar  Hutang usaha Rp 10.000.000 Kas Rp 74.100.000  Modal sendiri Rp 279.600.000 Aset tetap Bangunan Rp 200.000.000 Tanah Rp 10.000.000 kompor Rp 300.000 prltn.masak Rp 1.000.000 Mebel Rp 2.000.000 Tv Rp 500.000 Prltn.makan Rp 1.700.000  Jumlah Pasiva Rp 289.600.000 Jumlah aktiva Rp 289.600.000
  • 15. Perhitungan PPh Ibu Resto tahun 2011 Penghasilan: Perhari : Rp 800.000 Perbulan(24 hari) : Rp 19.200.000 Biaya BB perhari : Rp 500.000 Biaya BB perbulan : Rp 12.000.000 Biaya karyawan ( 2 x Rp 600.000) : Rp 1.200.000 Biaya listrik dan air perbulan : Rp 200.000 Penghasilan bersih perbulan : Rp 5.800.000 Penghasilan bersih 1 tahun (12 bulan) : Rp 69.600.000 PTKP: WOP : Rp 15.840.000 PKP : Rp53.760.000
  • 16. Perhitungan PPh Terutang PPh Terutang 5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000 15% x Rp 3.760.000 = Rp 564.000 PPh Terutang = Rp 3.064.000
  • 17. Perhitungan Depresiasi Bangunan Th 1984: 5% x Rp 200.000.000 = Rp 10.000.000 Mebel tahun 2002: 25% x Rp 2.000.000 = Rp 250.000 Kompor tahun 2007: 25% x Rp 300.000 = Rp 75.000 Prltn.masak Th 2007: 25% x Rp 1.000.000 = Rp 250.000 Prltn.makan Th 2007: 25% x Rp 1.700.000 = Rp 425.000 Tv tahun 2007: 25% x Rp 500.000 = Rp 125.000 Jumlah depresiasi = Rp 11.125.000
  • 18. Terima Kasih