TUGAS AKHIR SEMESTER
DAFTAR PERTANYAAN & JAWABAN
USHUL FIQH
Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester
Mata Kuliah : Ushul...
Daftar Pertanyaan & Jawaban Ushul Fiqh
1. Apa perbedaan antara Ilmu Fiqh dan Ilmu Ushul Fiqh ?
 Ilmu Fiqh adalah pengetah...
6. Syari’at kaum sebelum kita
6. Sebutkan aspek kemukjizatan Al Qur’an yang dapat dicapai oleh akal manusia !
 Aspek kemu...
terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah
bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.
8...
2. Al-Far’u, yaitu sesuatu yang tidak ada nash hukumnya.
3. Hukum Ashl, yaitu hokum syara’ yang ada nashnya pada al-
ashl ...
bukan keadaan lainnya, bukan pula khusus seorang mukallaf, dan
tidak mukallaf lainnya.
18. Jelaskan keadaan manusia dalam ...
 1. Lafazh ‘Amm yang dimaksudkan keumumannya secara pasti,
yaitu yang disertai oleh qarinah yang menghilangkan
kemungkina...
 1. Ibadah Mahdhah ( murni ) seperti shalat, puasa, zakat
dan haji serta hal-hal yang menjadi dasar ibadah
berupa iman da...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Daftar Pertanyaan Ushul Fiqh

21,296

Published on

Tugas Semester Mata Kuliah Ushul Fiqh

1 Comment
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
21,296
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Daftar Pertanyaan Ushul Fiqh

  1. 1. TUGAS AKHIR SEMESTER DAFTAR PERTANYAAN & JAWABAN USHUL FIQH Disusun Guna Memenuhi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah : Ushul Fiqh Dosen Pengampu : Edi Bachtiar, M. Ag Disusun Oleh : SULISTIYANI DAKWAH ELK BPI 412088 SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS DAKWAH - BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM 2012 / 2013
  2. 2. Daftar Pertanyaan & Jawaban Ushul Fiqh 1. Apa perbedaan antara Ilmu Fiqh dan Ilmu Ushul Fiqh ?  Ilmu Fiqh adalah pengetahuan tentang hokum-hukum syara’ yang praktis, yang diambil dari dalil-dalilnya secara terinci. Sedangkan, Ilmu Ushul Fiqh adalah himpunan kaidah dan bahasan yang menjadi sarana untuk mengambil dalil hokum- hukum syara’ mengenai perbuatan manusia dari dalil-dalilnya yang terinci. 2. Kenapa para ahli Ilmu Ushul Fiqh hanya membahas mengenai Dalil Kulli dan Hukum Kulli ?  Ahli Ilmu Ushul FIqh tidak akan membahas mengenai dalil-dalil juz’iyyah, tidak pula mengenai hokum-hukum juz’iyyah yang ditunjukinya; akan tetapi ia hanya membahas terhadap Dalil Kulli dan Hukum Kulli yang ditunjukinya, supaya ia dapat membuat kadiah-kaidah umum bagi pengertian berbagai dalil, agar diterapkan seorang faqih terhadap dalil-dalil juz’iyyah untuk menghasilkan hokum yang rinci. Seorang faqih tidak membahas mengenai Dalil Kulli dan Hukum Kulli yang ditunjukinya, akan tetapi ia hanyalah membahas mengenai dalil Juz’i dan hokum Juz’I yang ditunjukinya. 3. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Ushul Fiqh juga merupakan landasan dari Fiqh Perbandingan ( Muqarin ) ?  Untuk dapat diadakan perbandingan antara mazhab yang berlainan mengenai hokum suatu kasus, karena sesungguhnya memahami hokum apa adanya dan memperbandingkan antara dua hokum yang berbeda tidak akan terjadi kecuali dengan melihat dalil hukumnya dan cara pengambilan hokum dari dalilnya itu, dan hal ini tidak akan dapat dilakukan kecuali dengan mengetahui Ilmu Ushul Fiqh. Dengan demikian, ilmu ushul fiqh juga merupakan landasan dari fiqh perbandingan ( Muqarin ). 4. Apa pengertian ‘ dalil ‘ menurut istilah para ahli Ilmu Ushul Fiqh ?  Pengertian dalil menurut istilah para ahli ilmu ushul fiqh adalah sesuatu yang dijadikan sebagai dalil terhadap hokum syara’ yang berkenaan dengan perbuatan manusia yang didasarkan pada pandangan yang benar megenainya, baik secara pasti ( qath’i ) atau dugaan kuat ( zhanni ). 5. Sebutkan 6 dalil yang masih diperselisihkan kedudukannya sebagai dalil oleh jumhur kaum muslimin !  1. Istihsan 2. Mashlahah Mursalah 3. Istishhab 4. ‘Urf 5. Mazhab Shahabi
  3. 3. 6. Syari’at kaum sebelum kita 6. Sebutkan aspek kemukjizatan Al Qur’an yang dapat dicapai oleh akal manusia !  Aspek kemukjizatan Al Qur’an : 1. Keharmonisan struktur redaksinya, maknanya, hokum- hukumnya dan teori-teorinya. 2. Persesuaian ayat Al Qur’an dengan teori ilmiah yang dikemukakan ilmu pengetahuan sekarang ini. 3. Pemberitahuan Al Qur’an terhadap berbagai peristiwa yang hanya diketahui oleh Allah Yang Maha Mengetahui terhadap hal-hal yang gaib. 4. Kefasihan lafazh Al Qur’an, kepetahan redaksinya dan kuatnya pengaruhnya. 7. Di antara kemukjizatan Al Qur’an yaitu adanya persesuaian ayat Al Qur’an dengan teori ilmiah yang dikemukakan Ilmu Pengetahuan sekarang ini. Berikan contoh ayat Al Qur’an yang ada kesesuaian dengan bukti ilmiah !  Keterangan yang diberikan Al Qur'an bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang terjadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagad raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada. Bukti teori Big Bang dalam Al Qur'an ada firman Allah : ‫م‬ْ ‫ي‬ ‫ل‬َ‫ْم‬‫و‬َ‫ْم‬ ‫أ‬َ‫ْم‬‫ر‬َ‫ْم‬ ‫ي‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬ ‫ذي‬ِ‫َني‬‫ل‬َّ‫ا‬‫روا‬ُ‫او‬ ‫ف‬َ‫ْم‬‫ك‬َ‫ْم‬‫ن‬َّ ‫أ‬َ‫ْم‬‫ت‬ِ‫َني‬ ‫وا‬َ‫ْم‬ ‫موا‬َ‫ْم‬ ‫س‬َّ ‫ال‬‫ض‬َ‫ْم‬ ‫ر‬ْ ‫ي‬ ‫ل‬ْ ‫ي‬َ‫ْم‬ ‫وا‬َ‫ْم‬‫توا‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬‫كوا‬َ‫ْم‬‫قوا‬ً‫ ا‬‫ت‬ْ ‫ي‬‫ر‬َ‫ْم‬‫موا‬َ‫ْم‬ ‫ه‬ُ‫او‬ ‫نوا‬َ‫ْم‬‫ق‬ْ ‫ي‬‫ت‬َ‫ْم‬‫ف‬َ‫ْم‬‫ف‬َ‫ْم‬‫نوا‬َ‫ْم‬‫ل‬ْ ‫ي‬‫ع‬َ‫ْم‬ ‫ج‬َ‫ْم‬ ‫و‬َ‫ْم‬‫ن‬َ‫ْم‬ ‫م‬ِ‫َني‬‫ء‬ِ‫َني‬ ‫موا‬َ‫ْم‬ ‫ل‬ْ ‫ي‬‫ا‬‫ل‬َّ ‫ك‬ُ‫او‬‫ء‬ٍ ‫ح‬ ‫ي‬ْ ‫ي‬ ‫ش‬َ‫ْم‬‫ي‬ٍّ ‫ح‬َ‫ْم‬‫ل‬َ‫ْم‬ ‫ف‬َ‫ْم‬‫أ‬َ‫ْم‬ ‫ن‬َ‫ْم‬ ‫ننو‬ُ‫او‬‫م‬ِ‫َني‬ ‫ؤ‬ْ ‫ي‬ ‫ي‬ُ‫او‬ Artinya : "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya' : 30) Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu. Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti
  4. 4. terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan. 8. Jelaskan nash-nash Al Qur’an dari segi dalalah-nya terhadap hukum-hukum yang dikandungnya !  a. Nash yang Qath’i dalalah-nya yaitu nash yang menunjukkan kepada makna yang pemahaman makna itu dari nash tersebut telah tertentu dan tidak mengandung takwil serta tidak ada peluang untuk memahami makna lainnya dari nash itu. b. Nash yang Zhanni dalalah-nya yaitu nash yang menunjukkan atas suatu makna, akan tetapi masih memungkinkan untuk ditakwilkan atau dipalingkan dari makna ini dan makna lainnya dimaksudkan darinya. 9. Bagaimana hubungan As-Sunnah dengan Al Qur’an ?  1. Ada kalanya As-Sunnah itu menetapkan atau mengukuhkan hokum yang telah ada dalam Al Qur’an. 2. Ada kalanya As-Sunnah itu memerinci dan menafsirkan terhadap sesuatu yang datang dalam Al Qur’an secara global, membatasi terhadap hal-hal yang datang dalam Al Qur’an secara mutlak, atau mentakhshih sesuatu yang datang di dalamnya secara umum. 3. Ada kalanya sunnah itu menetapkan dan membentuk hokum yang tidak terdapat di dalam Al Qur’an 10. Sebutkan rukun Ijma’ !  - Adanya sejumlah para Mujtahid pada saat terjadinya suatu persitiwa. - Adanya kesepakatan seluruh Mujtahid di kalangan ummat Islam terhadap hokum syara’ mengenai suatu kasus / peristiwa pada waktu terjadinya tanpa memandang negeri mereka, kebangsaan mereka ataupun kelompok mereka. - Bahwasanya kesepakatan mereka adalah dengan mengemukakan pendapat masing-masing orang dari para mujtahid itu tentang pendapatnya yang jelas mengenai suatu peristiwa,. - Bahwa kesepakatan dari seluruh mujtahid atas suatu hokum itu terealisir. 11. Qiyas adalah dalil Syar’iyyah yang menjadi sumber hukum yang keempat. Apa yang dimaksud Qiyas ?  Qiyas adalah mempersamakan suatu kasus yang tidak ada nash hukumnya dengan suatu kasus yang ada nash hukumnya, dalam hokum yang ada nashnya, karena persamaan kedua itu dalam illat hukumnya. 12. Setiap Qiyas terdiri dari empat rukun. Sebutkan rukun tersebut !  1. Al-Ashlu, yaitu sesuatu yang ada nash hukumnya.
  5. 5. 2. Al-Far’u, yaitu sesuatu yang tidak ada nash hukumnya. 3. Hukum Ashl, yaitu hokum syara’ yang ada nashnya pada al- ashl ( pokok ) nya, dan ia dimaksudkan untuk menjadi hokum pada al-far’u ( cabangnya ). 4. Al-‘Illat, yaitu suatu sifat yang dijadikan dasar untuk membentuk hokum pokok, dan berdasarkan adanya keberadaan sifat itu pada cabang ( far’ ), maka ia disamakan dengan pokoknya dari segi hukumnya. 13. Illat sebagai rukun Qiyas dibagi menjadi ditinjau dari sifat yang sesuai ( Munasib ). Sebutkan keempat sifat tersebut !  1. Munasib Muatstsir ( sifat yang sesuai yang memberikan pengaruh ). 2. Munasib Mulaim ( sifat yang sesuai lagi cocok ). 3. Munasib Mursal ( sifat yang sesuai lagi bebas ). 4. Munasib Mulgha ( sifat sesuai yang sia-sia ) 14. Apa yang menjadi kesamaran para Mujtahid untuk tidak menggunakan Istihsan sebagai hujjah ?  Sekelompok mujtahid mengingkari terhadap istihsan sebagai hujjah dan mereka menganggapnya sebagai ber-istimbath terhadap hokum syara’ berdasarkan hawa nafsu dan seenaknya sendiri. Tokoh utama kelompok ini adalah Imam Asy-Syafi’i. 15. Sebutkan tiga madzhab yang berbeda pendapat mengenai sesuatu yang dipergunakan untuk mengetahui hukum Allah !  1. Mazhab Asya’irah, yaitu para pengikut Abu Al-Hasan Al- Asy’ari 2. Mazhab Mu’tazilah, yaitu para pengikut Washil bin ‘Atha’ 3. Mazhab Maturidiyyah, yaitu pengikut Abu Manshur Al-Maturidi 16. Jelaskan pengertian Hukum Taklifi dan Hukum Wadh’i !  Hukum Taklifi adalah sesuatu yang menuntut suatu pengerjaan dari mukallaf, atau menuntut untuk berbuat, atau memberikan pilihan kepadanya antara melakukan dan meninggalkannya. Sedangkan, Hukum Wadh’i adalah sesuatu yang menuntut penetapan sesuatu sebagai sebab bagi sesuatu yang lain, atau menjadi syarat baginya, atau menjadi penghalang baginya. 17. Apa perbedaan antara Rukhshah dan ‘Azimah ?  Rukhshah ialah sesuatu yang disyari’atkan oleh Allah dari berbagai hokum untuk maksud memberikan keringanan kepada mukallaf dalam berbagai situasi dan kondisi khusus yang menghendaki keringanan ini. ‘Azimah ialah hokum-hukum umum yang disyari’atkan sejak semula oleh Allah, yang tidak tertentu pada satu keadaan saja
  6. 6. bukan keadaan lainnya, bukan pula khusus seorang mukallaf, dan tidak mukallaf lainnya. 18. Jelaskan keadaan manusia dalam kaitannya dengan Ahliyatul Wujub !  1. Terkadang ia mempuuyai ahliyyatul wujub yang kurang, yaitu apabila ia layak untuk memperoleh hak, akan tetapi tidak layak untuk dibebani kewajiban, ataupun sebaliknya. 2. Ada kalanya ia mempunyai ahliyyatul wujub yang sempurna, apabila ia layak untuk memperoleh berbagai hak dan dibebani berbagai kewajiban. 19. Apa yang menjadi asas Ahliyah Ada’ ?  Ahliyyah Ada’ mempunyai asas yaitu kemampuan membedakan dalam keberakalan. Tanda keberakalan adalah baligh, jadi barang siapa yang telah baligh dalam keadaan berakal, maka ahliyyah ada’ –nya sempurna. 20. Apa yang menjadi perbedaan antara dalalah nash dan Qiyas ?  Perbedaan antara dalalah nash dan qiyas ialah bahwasanya persamaan mafhum yang sesuai terhadap yang manthuq nashnya difahami dari semata-mata pemahaman kebahasaan tanpa tergantung pada ijtihad dan istimbath hokum. 21. Sebutkan macam-macam Mafhum Mukhalafah !  1. Mafhum Sifat 2. Mafhum Ghayah ( batasan maksimal ) 3. Mafhum Syarat 4. Mafhum ‘Adad ( hitungan ) 5. Mafhum Laqab ( nama ) 22. Bagaimana urutan nash ditinjau dari segi kejelasan dalalah-nya ?  1. Muhkam adalah yang paling jelas dalalah-nya, 2. Berikutnya Mufassar, 3. Selanjutnya Nash, 4. Kemudian Zhahir. 23. Apa pengertian Muhkam menurut ulama Ushul Fiqh ?  Muhkam dalam istilah ulama ushul fiqh ialah sesuatu yang menunjukkan terhadap maknanya yang tidak menerima pembatalan dan penggantian dengan sendirinya, dengan suatu dalalah yang jelas, yang tidak tersisa lagi kemungkinan takwil.. 24. Jelaskan macam-macam ‘Amm !
  7. 7.  1. Lafazh ‘Amm yang dimaksudkan keumumannya secara pasti, yaitu yang disertai oleh qarinah yang menghilangkan kemungkinan pentakhshishannya. 2. Lafazh yang umum yang dikehendaki kekhususannya secara pasti, yaitu yang disertai oleh qarinah yang menghilangkan keumumannya dan menjelaskan bahwa yang dimaksud dari lafazh itu adalah sebagian satuan-satuannya. 3. Lafazh ‘Amm ( umum ) yang ditakhshish, yaitu lafazh yang umum yang bersifat mutlak, dan tidak ada qarinah yang menyertainya yang meniadakan kemungkinan pentakhshishannya, maupun qarinah yang menghilangkan dalalah umunya. 25. Apa tujuan umum syari’ dalam mensyari’atkan hokum-hukum ?  Tujuan umum syari’ dalam mensyari’atkan hokum-hukumnya ialah emwujudkan kemaslahatan manusia dengan menjamin hal- hal yang dharuri ( kebutuhan pokok ) bagi mereka, pemenuhan kebutuhn-kebutuhan mereka ( hajiyyat ) dan kebaikan-kebaikan mereka ( tahsiniyyat ). 26. Jelaskan sesuatu yang disyari’atkan Islam untuk hal-hal yang bersifat Hajiy bagi manusia !  Dalam bidang ibadah, Islam memperbolehkan untuk berbuka puasa pada bulan Ramadhan bagi orang yang sakit atau berada dalam perjalanan, memperbolehkan meng-qashar shalat empat rakaat bagi orang yang bepergian, dan shalat sambil duduk bagi orang yang tidak sanggup untuk berdiri lagi. Dalam bidang muamalah, mensyari’atkan berbagai akad dan tasharaff yang dituntut oleh kebutuhan manusia , sebagaimana aneka macam jual beli, sewa menyewa, persekutuan dan akad mudharabah. Dalam bidang hokuman, menetapkan diat atas ‘aqilah ( keluarga laki-laki dari pembunuh karena hubungan keashabahan ) terhadap orang yang melakukan pembunuhan karena tersalah. 27. Apa maksud dari kaidah “Keadaan dharurat itu memperbolehkan hal-hal yang terlarang” ?  Contoh dari kaidah ini ialah barangsiapa yang terpaksa dalam kelaparan untuk memakan bangkai, atau darah, atau yang diharamkan lainnya, maka ia tidaklah berdosa dalam memakannya. Barangsiapa yang tidak dapat membela dirinya kecuali dengan membahayakan orang lain, maka ia tidak berdosa dalam upayanya mempertahankan dirinya. Barangsiapa yang menolak membayar hutangnya, maka hutangnya diambilkan dari harta kekayaannya, tanpa izinnya. 28. Yang merupakan hak murni bagi Allah adalah ?
  8. 8.  1. Ibadah Mahdhah ( murni ) seperti shalat, puasa, zakat dan haji serta hal-hal yang menjadi dasar ibadah berupa iman dan Islam. 2. Ibadah yang di dalamnya terdapat makna pembiayaan , seperti zakat fitrah. 3. Pajak yang dikenakan secara wajib atas tanah pertanian, baik berbentuk sepersuluh maupun pungutan pajak. 4. Pungutan yang diwajibkan berkenaan dengan harta yang dirampas dalam peperangan di jalan Allah, serta harta karun dan pertambangan. 5. Berbagai macam Uqubah (hukuman yang sempurna), yaitu hadd zina, hadd pencurian dan hadd para pemberontak yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi. 6. Bentuk hukuman yang terbatas, yaitu penghalangan si pembunuh menerima bagian warisan dari si terbunuh. 7. Uqubah yang mengandung makna ibadah, seperti kaffarat bagi orang yang melanggar sumpah. 29. Jelaskan sesuatu yang tergabung di dalamnya ada Hak Allah dan Hak Mukallaf, dimana Hak Mukallaf lebih unggul !  Adapun sesuatu yang tergabung di dalamnya dua hak dan hak mukallaf di dalamnya lebih unggul, maka ia adalah qishash terhadap pembunuh dengan sengaja. Sebab qishash ditinjau dari satu segi adalah bahwa di dalamnya terkandung kehidupan manusia dengan pengamanan mereka atas diri mereka, yang berarti mewujudkan kemaslahatan umum. Dan ditinjau dari satu segi lagi, bahwa di dalam qishash terdapat pengobat luka hati keluarga si korban pembunuhan dan memadamkan api kemarahan mereka dan dendam kesumat mereka pada si pembunuh, yang berarti ia mewujudkan kemaslahatan khusus. 30. Jelaskan ahliyyah ( kelayakan ) untuk ber-Ijtihad !  1. Bahwa seseorang haruslah mengetahui Bahasa Arab, cara-cara dalalah, susunan kalimatnya dan satuan-satuan katanya. 2. Ia harus mempunyai pengetahuan mengenai Al Qur’an. 3. Ia juga harus mengetahui tentang sunnah. 4. Ia harus pula mengetahui segi-segi qiyas.

×