Atlas Hutan Aceh - Aceh Green
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Atlas Hutan Aceh - Aceh Green

on

  • 2,473 views

Buku Atlas Hutan Aceh yang diterbitkan Aceh Green

Buku Atlas Hutan Aceh yang diterbitkan Aceh Green

Statistics

Views

Total Views
2,473
Views on SlideShare
2,473
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
102
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Atlas Hutan Aceh - Aceh Green Presentation Transcript

  • 1. Sejarah Tata Kelola Hutan Aceh Jauh sebelum perhatian masyarakat dunia tertuju pada isu lingkungan, pada 1900-an, masalah hutan Aceh sudah mendapat perhatian khusus. Dalam buku Sejarah Kehutanan Indonesia I, Gubernur Irwandi Yusuf mengeluarkan Moratorium Logging pada 6 Juni 2007, yang menjadi awal menata kembali (redesain) strategi pengelolaan tercatat setidaknya 8 organisasi yang membawa isu hutan Aceh. Selayang Pandang hutan Aceh, penanaman kembali hutan (reforestasi), dan menekan laju kerusakan hutan (reduksi deforestasi). Sasaran moratorium adalah: Gubernur Irwandi Yusuf terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh Penghentian sementara seluruh penebangan kayu dari hutan alam. Visi Aceh Green Nederlandsch Indische Vereeniging tot Sekilas Aceh Green secara langsung. Ide pertama setelah dilantik adalah mencetuskan Visi Natuurbescherming Pemberian izin penebangan pohon hanya diperbolehkan pada pohon Aceh Green. yang berasal dari kebun masyarakat yang tergolong jenis-jenis kayu (Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Pemberlakuan Moratorium Logging oleh Guber- Sebuah visi progresif mengenai arah baru pembangunan Aceh pascakon- kampung. Belandaa) Didirikan di Bogor, 12 Juli 1922 oleh dr. S.H. Pejabat di Bengkulu dan Aceh me- Ringo Tyuoo Zimusyo nur Abdullah Puteh, pada 7 Maret 2001. Namun, flik dan bencana tsunami, terutama dengan sumberdaya alam terbarukan Penebangan pohon konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri Koorders, tokoh botani yang dikenal sebagai pendata nyatakan perlindungan bagi Raffle- kebijakan ini tidak memuat larangan penebangan sebagai pijakan utama. dalam rangka pembersihan lahan perkebunan dan transmigrasi yang Dibentuk pada 14 Juni 1942 di Jakarta. jenis-jenis pohon dari Jawa. sia Arnoldi di Bengkulu serta Tanah hutan bagi pemilik Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Visi ini mencakup bidang kehutanan, energi terbarukan, bidang perikanan berada di luar kawasan hutan, akan diatur setelah dilakukan pengka- Gayo. Perlindungan yang diberikan Meski tidak banyak terlibat dalam pen- Gubernur Aceh mencanangkan 1000 Jagawana. Seribu Memberikan dampak besar dalam mempertahankan dan sejenisnya. Langkah ini merupakan pener- dan kelautan, infrastruktur publik dan penataan kembali tata ruang Aceh jian dan evaluasi. Menjaga, memelihara dan mempertahankan menyangkut juga hutan di mana Raf- gelolaan hutan secara langsung, namun orang Jagawana atau Pengaman Hutan (Pamhut) akan cagar alam termasuk di Aceh, dan mengajukan tiban administrasi Hak Pengelolaan Hutan (HPH), serta aktivitas lain terkait pengelolaan sumberdaya alam secara berkelan- Kayu tebangan sebelum moratorium dengan izin sah, dapat dimanfaat- permohonan pada pemerintah untuk izin cagar alam flesia arnoldi tumbuh dan berkem- berpengaruh dalam pembuatan kebi- disiapkan untuk menjaga hutan Aceh dan mengamank- tanpa ada konsep reformasi kebijakan kehutanan. jutan. kan untuk diolah dan dipasarkan di Propinsi Aceh. di luar Jawa. bang. jakan kehutanan Aceh. an visi Aceh Green. 1912 1915 1945 2001 2006 2007 2008 sumberdaya Alam Aceh demi mewujudkan Sebaran Jenis Batuan 2007 Batuan Beku 2007 1907-1954 Komposisi Litologi Batuan 1930 1947 2006 Aceh Green adalah sebuah visi progresif mengenai Membujur dari utara hingga selatan sepanjang Perkumpulan VABINOI Sekretariat Aceh Green dibentuk BukitGubernur Aceh. Tu- pegunungan oleh Barisan Tim Perumus Rencana Strategis Hutan Aceh (Tipereska) Bond vanBatuan Gamping dan Dolomit Boschpersoneel in Batuan Beku Jawatan Kehutanan Sumatera dibentuk pada 12 Agustus 1947 ber- dan Badan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dibentuk teruraikan. Sisa debu vulkanik batuan gasnya adalah mengkoordinir semua bidang yang terkait dibentuk oleh Gubernur Aceh melalui Surat Keputusan (Perkumpulan Pegawai Jawatan Kehu- Nederlandsch Indie Jenis ini terbentuk dari proses sedimentasi di Batuan beku disebut malihan. Terdiri Wakil Presiden RImengalami pelapukan memberikan dasarkan Surat Keputusan dari lava yang No. 1/WKP/SUM/47. berdasarkan ditetapkan dalam Keppres No. 33/1998. Pengelolaan dengan visi Aceh Green. tanan Hindia Belanda) (Perhimpunan Pedagang dan Jawatan yang berpusat di Bukittinggi ini terbagi atas: KEL termasuk mandat melakukan tata Gunungmembentuk Batuan batas dan Api Muda No.5222.1/534/2007, yang dikeluarkan pada 31 Oktober dasar laut yang terangkat ke permukaan hing- granit, diorit, gabro, sekis, batu sabak dan kontribusi unsur hara dalam tanah sehingga Selain itu, Sekretariat Aceh Green juga menjadi pusat infor-pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui strategi Didirikan pada 29 Desember 1907 oleh para Kontraktan Penyerahan Kayu T.P.K di Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Utara di Taru- zona-zona kawasan untuk dasar manajemen gunung api yang masih aktif Ada di sekitar pengelolaan. KEL 2007. masi bersama tentang gagasan, ide dan kebijakan pembangu- houtvester Boschwezen Hindia Belanda. Hindia Belanda) daratan. Sebagian dari jenis batuan ga menjadi tung yang meliputi porosi- di kawasan sekitar batuan gunung apiditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan di Kabupaten Aceh Besar, kuarsik. Umumnya, memiliki tingkat Karesidenan Aceh, Sumatera Timur, dan muda seperti Seulawah No. 190/KPT.s- ATLAS nan ekonomi Aceh secara berkelanjutan demi terwujudnya gamping tersebut mengalami karstifikasi dan Dibentuk pada 28 Januari 1930 tas yang sangat rendah. Batuan beku terben- memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Tapanuli. II/2001 tentang Pengesahan Batas KEL, dan diperkuat dengan Anggotanya hanya orang Belanda dan Eropa Peut Sago di Kabupaten Pidie, Borne Telong di cita-cita masyarakat Aceh yang sejahtera dan berkeadilan. Pergub No. 52/2006 tentang Pembentukan Badan Pengelola KEL arah baru pembangunan Aceh pascakonflik dan Memberikan gagasan pada pemerintah untuk Memperjuangkan kepentingan pedagang yang mengikis ekosistem karst. Aliran air tuk dari magma yang mengalami pengerasan. Seperti kawasan sekitar gunung api aktif lain- Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Tengah di Bukittinggi Kabupaten Bener Meriah dan Gunung Leuser (BPKEL) Wilayah Aceh. kemajuan ilmu kehutanan, organisasi dan cara kayu melalui jalur hukum demi penyehatan batuan gamping tersebut membangun sebuah Pengerasannya menghasilkan batuan ekstrusifSumatera Barat, Riau dan Jambi. batuan gunung yang meliputi Karesidenan nya di dunia, kawasan dengan di Kabupaten Gayo Lues. perdagangan kayu di Hindia Belanda. Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Selatanarea pengembangan perke- kerja Jawatan Kehutanan. system sungai bawah tanah sehingga memben- (vulkanik) dan intrusive (plutonik). api muda menjadi di Lubukling- gau yang meliputi Karesidenan Palembang, Bengkulu dan investasi hijau untuk Aceh. tuk gua-gua panjang di kawasan karst. bunan karena tingkat kesuburan yang tinggi Lampung. Jenis batuan ini rawan mengalami kerusakan Batuan Sedimen Padu dan Gu- dan beriklim sejuk. Resikonya, kawasan sep- Batuan Gamping dan Dolomit karena gangguan vegetasi di atasnya. Sehingga nung Api Tua erti ini umumnya rawan bencana alam. Tersebar di sepanjang pantai barat, mulai dari bencana tsunami, terutama dengan sumberdaya alam Panglima Uteun Dalam kelembagaan adat Aceh, pemimpin tertinggi ara, merbau, dan kayu besar untuk air tidakkecuali humus hilang karena erosi, perahu, lagi cu- Sekilas Tipereska Jenis ini terdiri dari breksi, konglomerat dan ujung utara, Lhok Nga, Aceh Besar hingga Ka- di setiap wilayah disebut Imam Mukim. Pada Mu- seizin kup untuk disaring ke dalam sistem hidrologi Raja. Larangan lainnya adalah mengambil lava yang mengalami perlibatan. dengan mandat merumuskan dokumen Rencana Tipereska dibentuk Umumnya Sedimen Lepas bupaten Aceh Selatan. Untuk mewujudkan mandat tersebut, sasaran yang harus dicapai oleh ekologi, kelestarian fungsi sosial dan kelestarian fungsi ekonomi/ Visi Tipereska adalah: kim yang berbatasan dengan hutan, Imam Mukim, kayu yang sudah ditumpuk dan ada batu di atasnya. bawah tanah. Dalam jangka waktu panjang, Strategis Pengelolaan Hutan Aceh Sedimen lepas terbentuk karena prosesTim Penyusun Rencana Strategis Pengelolaan Hutan Aceh adalah: memiliki porositas rendah dan sedang. yang dapat diimplementasikan sedi- produksi hutan; Aceh menjadi wilayah yang mampu mendayagunakan ekosistem dibantu Panglima Uteun. Panglima Uteun bertugas: Batu ini adalah tanda bahwa kayupada pengurangan kejadian ini berdampak yang bertumpuk Tipe inilah yang mendominasi daratan Aceh hutan lestari danakibat erosi melalui sungai-sun- guna mewujudkan pengelolaan mentasi tanah kemakmuran 1. Terumuskannya visi, misi dan tujuan pengelolaan hutan Aceh yang 4. Terumuskannya strategi dan program yang realistis dalam jangka hutan secara lestari bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. 1. Menjaga adat Glee dalam pengelolaan hutan adat itu sudah ada yang di sungai dan waduk bawah ta- volume air punya. sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh. utama. Topografi kawasan berbatu sedimen diterima semua pihak; dan beberapa pulau di sekitarnya. gai dapat Batuan Sedimen Padu dan Gunung 5 tahun ke depan, termasuk rancang ulang (redesign) kawasan waktu Misi Tipereska adalah: (meuglee). Panglima Uteun atau Pawang Glee (pem- 3. Pemungut cukai (Wasee Glee), yang meliputi nah. Akibatnya, cadangan air bersih yang tak lepas datar, kaya kandungan 2. Terumuskannya kerangka pikir dan nilai-nilaiApi Tua hutan Tipereska terdiri atas Dewan Pengarah, yang diketuai Gubernur Acehunsur hara pengelolaan hutan Aceh, reforestasi/restorasi kawasan hutan terdegradasi, serta 1. Menyediakan basis data kehutanan yang dijadikan acuan dalam terbarukan sebagai pijakan utama. bantu Panglima Uteun atau Kejruen Glee) memberi cula badak, madu, gading, getah Gangguan sarang ternilai menjadi terkikis. rambung, lainnya dan beranggotakan badan atau dinas yang Sehingga kawasan kehutan- pilihan yang mampu mempertahankan nilai-nilai spesifik ekosistem Aceh dengan luas kawasan- Batuan Gunung Api Muda dan air. terkait dengan isu ini menjadi Aceh Mendominasi wilayah menghentikan dan/atau menurunkan laju deforestasi; perencanaan dan implementasi pengelolaan seluruh sumberdaya burung, rotan,penambangan untuk bahan baku bagi nya mencapai lebih dari 60%, termasuk Pulau Sim- aturan normatif apa yang boleh dan tidak boleh di- adalah kayu untuk dijual, damar, dan seba- Batuan ini terjadidi Aceh, perwakilan Multi Donor Fund,sebagai pemukiman dan pertanian. Aceh, nilai-nilai budaya masyarakat Aceh dan mendorong an dari tuf, aglomerat, breksi utama perwakilan Leuser Interna- hutan 5. Terumuskannya Atlas Hutan Aceh sebagai dasar perumusan kebi- alam serta pemanfaatan ruang/lahan di Aceh; elue, Pulau Aceh dan Pulau Weh. Tersebar dari da- lakukan dalam pengelolaan hutan. gainya.semen dan marmer. disetorkan ke kerajaan. Wasee sebesar 10% volkanik, lava tionalendapan lahar yang tak International, Food and Agriculture dan Foundation, Fauna & Flora Salah satunya adalah pertanian padi. tumbuh-kembangnya sektor ekonomi kehutanan (sektor riil) yang taran rendah tepi pantai hingga dataran tinggi dan kelembagaan, strategi dan program, serta sinkronisasi tata jakan, 2. Menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) pengelolaan Misi Aceh Green 2. Mengawasi penerapan larangan adat Glee. Mis- 4. Hakim perselisihan dan pelanggaran adat Glee. Organization, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, dan Instutute for sehat; pegunungan. ruang wilayah propinsi; hutan Aceh secara berkeadilan sosial dan lestari; alnya pelarangan memotong pohon tualang, ke- Dalam suatu perundingan, Panglima Uteun wajib Natural Resources serta Environmental and Forestry Analysis. 3. Terumuskannya kebijakan dan kelembagaan pengelolaan hutan Aceh 6. Terhimpunnya data/informasi dasar yang memadai dan akurat 3. Mewujudkan tata kelola kehutanan yang baik di Aceh; muning, keutapang, dan beringin tempat bersarang mendengar keterangan pawang-pawang glee, sebe- Tipereska dibiayai oleh Multi Donor Fund di bawah Aceh Forest and yang mampu menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) bagi penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan pengelolaan 4. Mewujudkan pengelolaan hutan lestari bagi para pelaku pembangu- lebah. Ada juga larangan memotong kayu meudang lum memberi hukum atau keputusan. Environment Project (AFEP). bagi pengelolaan hutan lestari berdasarkan prinsip kelestarian fungsi hutan Aceh, sebagai cikal bakal sistem informasi kehutanan Aceh. nan di Aceh. Sedimen Lepas 11 12 13 Terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam Di utara, ada di sepanjang Sungai Krueng Aceh, Kabu- paten Aceh Besar. Di timur, banyak terdapat di Sigli, Ka- bupaten Pidie dan sekitarnya. Kemudian menyambung hingga Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di lahan basah Peta Sebaran Harimau & Gagasan ini muncul dari Irwandi Yusuf saat Harimau Sumatera dan hutan mangrove di Aceh Utara dan Tamiang. Harimau Sumatera merupakan satu-satunya Di pantai barat terdapat di Leupung dan Lhoong, Kabu- Daerah Konflik subspesies Panthera tigris, yang masih ada di paten Aceh Besar, serta di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Legenda terbarukan, dengan cara menghabiskan tidak lebih Indonesia. Di Aceh, yang merupakan hunian Sedimen lepas juga ditemui di muara Sungai Teunom, sebagian besar harimau Sumatera, sampai Aceh Jaya hingga Kabupaten Nagan Raya. Di Nagan Raya, dengan pertengahan 2009, diperkirakan tinggal sedimen lepas ada di kawasan rawa gambut Tripa dan terpilih sebagai Gubernur Aceh pada tahun 2006. 400 ekor saja. Rawa Singkil. HUTAN cepat dari kemampuan alam itu tumbuh kembali Setelah terpilih, Gubernur Irwandi Yusuf langsung Distribusi Harimau Daerah Konflik Terwujudnya pengelolaan sumberdaya alam tak Kabupaten 18 19 Batas Wilayah Hutan Hulumasen Data Konflik Harimau menetapkan pembangunan Aceh harus berlandaskan terbarukan, yakni dengan cara menghabiskan tidak NO TANGGAL TEMPAT KEJADIAN KERUGIAN Desa Peunelop, Kecamatan Labuhan 1 19 Juni 2007 1 orang meninggal dunia Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Desa Sengko Meulat, Kecamatan pada pengelolaan sumberdaya alam yang berkelanjutan 2 31 Juli 2007 1 orang meninggal dunia Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Desa Alue Baron, Kecamatan Meukek, 3 1 Agustus 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Desa Ketapang Indah, Kecamatan Harimau sumatera ditemukan mati dalam keadaan kulit, 4 13 Agustus 2007 LOKASI SEBARAN LAHAN GAMBUT lebih cepat dari kecepatan sumber daya terbarukan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil daging dan tulang sudah membusuk KLASIFIKASI GAMBUT Bukit Meuh, Kecamatan Meukek, 5 14 Agustus 2007 Desa 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Dalam klasifikasi tanah, tanah gambut dikenal sebagaiMeukek, Desa Aur, Kecamatan Organosol atau Histosols. Yaitu tanah yang memiliki lapisan bahan organik dengan 6 23 September 2007 1 orang meninggal dunia untuk kepentingan generasi mendatang. Dan, hasil- berat jenis dalam keadaan lembab < 0,1 g cm Aceh Selatan tebal > 60 cm atau lapisan organik dengan BD > 0,1 g cm 3 dengan tebal > 40 cm. Kabupaten 3 dengan Desa Drien Jalak, Kecamatan Meukek, 7 7 Oktober 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Kondisi Harimau Sumatera Dari tingkat kematangannya, lahan gambut dibedakan menjadi: Desa Jambo Papeun, Kecamatan Berdasarkan tingkat kesuburannya, gambut dibedakan menjadi: Dilakukan penangkapan terhadap Harimau di sekitar saat ini terancam punah, 8 12 Oktober 2007 Meukek pemukiman penduduk dapat menggantikannya. sebanding dengan dengan wilayah habitatnya yang Gambut Saprik (matang), merupakan gambut yang sudah me- 9 19 Oktober 2007 Desa Jambo Papeun, Kecamatan 2 orang Gambut eutrofik, luka ringan merupakan gambut yang kaya akan bahan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan semakin berkurang. lapuk lanjut dan bahan asalnya tidak dikenali, berwarna coklat mineral dan basa-basa serta unsur hara lainnya. Gambut yang hasilnya dapat dinikmati secara adil oleh masyarakat. Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah Habitat Harimau Sumatera di Aceh ada di tua sampai hitam, bila diremas kandungan seratnya < 15%. 10 November 2007 Meukek relative subur biasanya adalah gambut yang menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan tipis dan dipen- hutan dataran rendah, hutan bergunung dan Gambut Hemik (setengah matang), merupakanKecamatanseten- Desa Ujong Tanoh, gambut garuhi oleh sediment sungai atau laut Selayang Pandang ATLAS HUTAN ACEH Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah 11 November 2007 separuh bergunung serta hutan-hutan dalam Samadua gah lapuk, sebagian bahan asalnya masih bisa dikenali, ber- menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan Mesotrofik, merupakan gambut yang agak subur karena ACEH Terwujudnya pengelolaan limbah, dengan cara 12 7 November 2007 Desa Aceh, Kecamatan Meukek wilayah lahan gambut. warna coklat dan bila diremas bahan seratnya 15-75%. memiliki kandungan mineral dan basa-basa sedang. Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah Meulaboh 13 18 November 2007 Habitat Harimau Sumatera di Aceh Gambut fibrik (mentah), merupakan gambut yang belum me- Meukek menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan tidak Gambut Oligitrofik, merupakan gambut subur karena Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah merupakan lahan perkebunan baru dan lapuk, 14 bahan 25 November 2007 bisa Samadua berwarna coklat dan asalnya masih dikenali, miskin mineral dan basa-basa. Bagian kubah gambut tebal menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan pembalakan liar. Hal ini yang menyebabkan bila diremas > 75% seratnya masih tersisa. Kecamatan Meukek 15 27 November 2007 Desa Bukit Mas, yang jauh dari pengaruh lumpur sungai biasanya termasuk Dilakukan penangkapan terhadap harimau Di kawasan Pantai Barat Sumatera, masih ada Harimau Sumatera mati ditembak aparat keamanan karena beberapa peninggalan lahan gambut yang ter- Tripa di Kabupaten Nagan konflik manusia dan harimau semakin Desa Lawe Sawah, Kecamatan Kluet gambut oligotrofik. 16 24 Desember 2007 Timur, Kabupaten Aceh Selatan telah menyerang warga hingga luka-luka (tangan, dada dan sisa. Namun dalam kondisi terancam karena Raya dan Aceh Barat Daya 1 mencemaskan di beberapa daerah di Aceh. paha) tidak boleh lebih cepat dari kemampuan alam untuk Berdasarkan pembentukannya, maka gambut dibedakan kepada: Berdasarkan proses dan lokasinya, gambut dibagi menjadi: beberapa hal. Misalnya: (50,000 ha) 28 29 Kebakaran gambut, Gambut ombrogen, merupakan gambut yang terbentuk pada Gambut pantai, merupakan gambut yang terbentuk dekat Penebangan kayu, Konsep Aceh Green ini kemudian oleh Gubernur lingkungan yang dipengaruhi oleh air hujan pantai laut dan mendapatkan pengayaan mineral dari air laut Rencana pembuatan jalan, Gambut topogen yang terbentuk di lingkungan yang menda- Gambut pedalaman, merupakan gambut yang terbentuk di Tidak ada perlindungan bagi lahan gam- Kluet di Kabupaten 2 pat pengayaan air pasang. Karena itu gambut ini lebih kaya daerah yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut na- but dengan ketebalan 3 meter ke atas. Aceh Selatan (18,000 ha) Inisiatif Bakau oleh Masyarakat memurnikan kembali limbah tersebut. mineral dan lebih subur dibandingkan gambut ombrogen. mun hanya oleh air hujan Pembukaan perkebunan kepala sawit Gambut transisi merupakan gambut yang terbentuk di antara yang tidak terkendali. Di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, seorang bapak bernama kedua wilayah diatas, yang secara tidak langsung dipengaruhi Pembukaan areal pertambangan Singkil di Kabupaten Irwandi Yusuf dikembangkan sebagai sebuah visi Azhar Idris sempat dianggap aneh oleh warga sekitarnya. Hal ini bermula dari Berdasarkan kedalamannya, gambut dibedakan atas: oleh air pasang laut. Aceh Selatan dan Aceh 3 kebiasaannya mengumpulkan biji bakau, pasca kehilangan rumah akibat tsunami. Singkil (100,000 ha). Penyerapan Karbon Biji-biji bakau itu kemudian disemaikan Azhar. Tak terasa, sudah 35 ha pesisir Gambut dangkal ( 50-100 cm) Proses fotosentesis -dari karbon anorganik (C02) Sumber Alam In-Situ dan Ex-Situ Lam Ujong yang ditanami mangrove oleh Azhar. Itu semua berasal dari 3 bulan menjadi karbon organik dan oksigen- berlangsung Hasil alam dalam kawasan (in-situ) mencakup semua Gambut sedang (100-200 cm) Khusus di Indonesia, lahan gambut yang ditemukan tergolong SEBARAN LAHAN GAMBUT DI INDONESIA perjalannya hingga ke Pidie, 100 KM dari rumahnya, untuk mengumpulkan biji-biji dengan bantuan tumbuhan di dalam hutan bakau. fauna dan hasil mineral yang dapat dimanfaatkan Gambut dalam (200-300 cm) mesotrofik, oligotrofik dan memiliki kandungan lignin yang lebih bakau. Azhar membawa pulang 30.000 biji dalam ikatan 100 biji per ikat. Hutan bakau juga mengandung bahan organik langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber Gambut sangat dalam (> 300 cm) tinggi karena terbentuk dari pohon-pohonan. strategis dalam upaya membangkitkan perekonomian yang tidak membusuk. Karena itu, bisa berfungsi alam luar kawasan (ex-situ) meliputi produk alamiah Pada tahun 2008, bakau yang ditanam Azhar mulai menampakkan hasil. Masyarakat sebagai penyerap karbon aktif. di hutan mangrove. Kemudian bisa digunakan Lam Ujong sudah bisa menikmati tangkapan ikan, udang hingga kepiting di masyarakat di daerah tersebut. Baik sebagai sumber makanan atau penambahan luas pantai karena Kalimantan penanaman mangrove Azhar. Prestasi Azhar ini mengantarkannya menjadi pembawa sedimentasi. Aktifitas Aceh Green obor Olimpiade Beijing 2008. Kini, Azhar hidup sederhana dengan bakau yang Sumatera 6,8 juta ha membawa kemakmuran bagi lingkungan sekitarnya. 7,2 juta ha Memelihara Proses dan Sistem Alami Penambah Unsur Hara masyarakat Aceh. Konsep ini mencakup bidang Dalam hutan bakau, proses-proses Sifat fisik hutan bakau cenderung Papua ekologi, geomorfologi, atau geologi bisa memperlambat aliran air dan memungkinkan MANFAAT HUTAN Mangrove berlangsung dengan lancar. 4,6 juta ha pengendapan. Sehingga unsur hara yang berasal dari berbagai sumber di daratan bisa Penyusunan Rencana Tata Ruang Aceh Mencegah Pengembangan Tanah Pengendapan Lumpur Habitat Satwa Langka tertahan. Sulfat Masam. Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu Lebih dari 100 jenis burung hidup di Keberadaan hutan bakau dapat proses pengendapan lumpur. Partikel lumpur kawasan mangrove dan daratan lumpur di kehutanan, energi terbarukan, bidang perikanan dan mencegah masuknya oksigen dalam yang mengendap bisa mengikat racun dan unsur sekitarnya. Juga menjadi tempat singgah lapisan pirit yang membahayakan burung migran, seperti Blekok Asia 48 kehidupan. hara air. Sehingga kualitas air laut terjaga dari 49 endapan lumpur erosi. (Limnodrumus semipalmatus) Penyusunan Renstra Perikanan dan Kelautan Aceh kelautan, infrastruktur publik dan penataan kembali Tim Transisi Kehutanan Aceh tata ruang Aceh serta aktivitas lain terkait pengelolaan Merancang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Rekreasi dan Pariwisata Transportasi Penambat Racun Sumber Plasma Nutfah Pelindung Bencana Memelihara Iklim Mikro Sarana Pendidikan dan Karena nilai keindahan dan kekayaan Pada beberapa hutan mangrove, Selain tertahan oleh lumpur, beberapa spesies Hutan bakau menjadi habitat Vegetasi hutan bakau dapat Perubahan air menjadi uap Penelitian sumberdaya alam secara berkelanjutan. spesies yang dimiliki, hutan bakau transportasi melalui air merupakan tertentu dalam hutan bakau membantu bagi beraneka spesies yang bisa menyaring badai dari lautan permukaan tanah dalam hutan bakau Hutan bakau bisa menjadi bisa menjadi tujuan wisata atau rekresi cara yang paling efisien dan paling proses pengikatan racun secara aktif . menjadi sumber plasma nutfah. yang bermuatan garam, mampu menjaga ketembaban dan laboratorium lapangan, baik masyarakat. sesuai dengan lingkungan. termasuk menahan laju curah hujan di sekitarnya, sehingga untuk isu lingkungan maupun gelombang tsunami keseimbangan iklim mikro terjaga. isu sosial kemasyarakatan. Evaluasi Konsesi 56 57 Buku Selayang Pandang ATlas Hutan Aceh ini disusun dan dibagi dalam bab-bab yang sesuai dengan isu-isu lingkungan Bidang-bidang dalam Aceh Green ini dikoordinasikan yang terkait dengan tata kelola hutan di Aceh. Semua informasi di dalamnya dipadukan dengan peta, foto dan data lainnya, sehingga oleh sebuah wadah yang dikenal dengan nama tercipta informasi yang utuh. Sekretariat Aceh Green. Bab Satu: Hutan Aceh Kini Menampilkan informasi kondisi hutan Aceh kini, termasuk sejarah perubahan dan tata kelola hutan Aceh. Tugas Sekretariat Aceh reen ini adalah memastikan semua agenda mendasar yang ditetapkan Gubernur Sekretariat Aceh Green Aceh berjalan dan terintegrasi dengan seluruh tahapan Bab DUa: Wajah Bumi Aceh Kantor Gubernur Aceh Lt. 4 Berisi beragam informasi mengenai fisiologi dan geografi Aceh serta kawasan karst Aceh. perencanaan pembangunan Aceh. Baik di tingkat Jl. T.Nyak Arief No. 219 Propinsi atau Pemerintah Kota dan Kabupaten. Banda Aceh Bab Tiga: Aceh Mega Biodiversity Telp. 0651 - 51377, 51452 Menampilkan informasi keanekaragaman hayati Aceh dan sebarannya. Selain itu, Sekretariat Aceh Green juga menjadi pusat Fax. 0651 - 23214 informasi bersama tentang gagasan, ide dan kebijakan www.acehgreen.or.id Bab EMpat: Harta Karun Lahan Gambut Berisi kondisi dan informasi lain mengenai lahan gambut. pembangunan ekonomi Aceh secara berkelanjutan info@acehgreen.or.id demi terwujudnya cita-cita masyarakat Aceh yang Bab Lima: Bakau Penjaga Pesisir sejahtera dan berkeadilan. Menampilkan data dan informasi mengenai hutan bakau di Aceh beserta peta sebaran dan kondisinya. ISBN 9786029573008 ACEH GREEN SUSTAINABILITY. EQUITY Pemerintah Propinsi Aceh 9 786029 573008
  • 2. Selayang Pandang ATLAS HUTAN ACEH Pemerintah Propinsi Aceh
  • 3. Selayang Pandang ATLAS HUTAN ACEH
  • 4. Hutan Aceh Kini Secara geografis, Provinsi Aceh yang luasnya 5.736.557 Satu : ha terletak di ujung Barat Indonesia. Tepatnya antara 2°-6° LU dan 95°-98° BT. Sekitar 57% wilayah Aceh tertutup hutan, sebuah potensi dunia yang sangat penting. Namun, perlahan tapi pasti, potensi ini semakin berkurang tahun demi tahun.6 7
  • 5. HUTAN ACEH KINI PETA PERUBAHAN Hutan Aceh HUTAN ACEH Dengan 57% wilayahnya masih ditutupi hutan, Aceh memegang peranan penting dalam siklus udara bersih dunia yang makin Terluas di Dunia terbatas belakangan ini. Apalagi, Indonesia yang menduduki Peta tutupan hutan pada tahun 1945 Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh lu- peringkat kedua area hutan terluas di dunia setelah Brazil, asnya 2,65 juta ha, atau seluas negara Belgia. menunjukkan bahwa sebagian besar daratan Luas ini 3 kali lebih besar dari pada Taman kebanyakan hutannya ada di Aceh. Aceh diselimuti hutan hujan tropis. Kegiatan Nasional Yellowstone di US. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 170/Kpts- manusia terbatas pada wilayah pesisir timur II/2000 mengenai Kawasan Hutan dan Perairan di Aceh, luas dan wilayah di sekitar sungai-sungai yang layak Dari perubahan tutupan hutan di Aceh, keseluruhan kawasan hutan di Aceh adalah 3.549.813 untuk pertanian. Di daerah pegunungan terdapat terlihat bahwa selama tahun 1960an dan Terbesar di ASia Tenggara Terpadat ha. Termasuk kawasan berhutan dalam beberapa komunitas kecil dan terpencil yang 1970an terjadi pembukaan lahan dan Cadangan karbon hutan Aceh terbesar di Kawasan dengan tingkat hunian mamalia Area Penggunaan Lain, wilayah Pulau hidup dalam enklav di dalam hutan. Sebagian Asia Tenggara. besar terpadat ada di Aceh. penebangan hutan di beberapa wilayah, Simeulue dan Kepulauan Banyak besar penduduk Aceh tinggal di dataran aluvial terutama di hutan dataran rendah di seluas 3.306.315 ha. di pantai timur pantai barat dan pantai timur. Penduduk bertambah sehingga terjadi perluasan Peta TErcepat di Indonesia Terbanyak di Sumatera pertanian di dataran aluvial tetapi sampai HUTAN Pada 2006, tingkat deforestasi dan degradasi 80% hutan yang ada di Sumatera ada di tahun 1970 tutupan hutan masih sangat Aceh hutan Aceh mencapai sekitar 200 ribu ha. Aceh. 1980 Dan sekitar 60% terjadi di kawasan hutan luas. Pada tahun 1970an mulai pembukaan hutan di dataran aluvial di pantai barat. konservasi dan lindung. Pembukaan hutan paling luas terjadi antara tahun 1980 sampai awal tahun 2000-an. Selama dua dekade itu beberapa HPH mulai mengusahakan hutan sehingga disusul pembukaan Peta lahan untuk pengembangan HUTAN Aceh Hutan Indonesia perkebunan skala besar (terutama 2002 sawit). Maka dari luas hutan sekitar Peringkat 2 Dunia 4,085 juta ha yang ada pada tahun 12% spesies mamalia dunia, atau 1980, tinggal kurang dari 3,2 juta ha 515 spesies, ada di Indonesia. pada tahun 2006 39% diantaranya endemik. Peringkat 4 Dunia Peringkat 5 Dunia 7,3% spesies reptil dunia, atau 511 spesies, 7% spesies burung dunia, atau PETA 1945 1980 1990 2000 2006 Semua hutan yang hilang sejak tahun 1980, Lebih dari itu, dari hutan dataran rendah ada di Indonesia. 150 spesies diantaranya 1531 spesies, ada di Indonesia. PERUBAHAN 74% (sekitar 700.000 ha) adalah hutan dataran yang tersisa (sekitar 877.000 ha), 63% telah Peta endemik. 397 diantaranya endemik. Luas Hutan : rendah (di ketinggian 0 -5 00m dpl). Padahal terdegradasi akibat penebangan, terutama di HUTAN HUTAN ACEH Luas Hutan : 3.171.319 ha Aceh Peringkat 4 Dunia Peringkat 6 Dunia Luas Hutan : 3.355.879 ha hutan dataran rendah merupakan hutan yang konsesi HPH pada tahun 1990an. Maka hutan 2005 35 jenis primata dunia ada di Indonesia., 18 spesies di- 270 spesies ampibi dunia hidup di Luas hutan Aceh telah Luas Hutan : 3.702.305 ha 184.560 Ha paling kaya baik dari segi potensi kayu maupun dataran rendah yang masih tergolong primer antaranya adalah endemik. Belum termasuk kekayaan Indonesia, 100 spesies diantaranya banyak berkurang dan Luas Hutan : 4.085.741 ha dari segi keanekaragaman hayati, dan mem- tinggal kurang dari 325.000 ha, dan sangat berupa 2827 spesies invertebrata, 121 spesies kupu merupakan endemik. 4.908.019 Ha semakin pesat terjadi 346.426 Ha punyai peran yang sangat penting untuk satwa terfragmentasi. LEGENDA kupu yang 44% diantaranya adalah endemik. Indo- sejak tahun 2000-an. nesia merupakan negara setelah Brazil dan Colombia 383.436 Ha besar (megafauna) seperti gajah, harimau, yang memiliki keanekaragaman ikan terbesar. HUTAN Kehilangan : badak dan orangutan yang menjadi lambang 822.278 Ha kekayaan alam Aceh. Degradasi Non Hutan8 9 10
  • 6. Sejarah Tata Kelola Hutan Aceh Jauh sebelum perhatian masyarakat dunia tertuju pada isu lingkungan, pada 1900-an, masalah hutan Aceh sudah mendapat perhatian khusus. Dalam buku Sejarah Kehutanan Indonesia I, Gubernur Irwandi Yusuf mengeluarkan Moratorium Logging pada 6 Juni 2007, yang menjadi awal menata kembali (redesain) strategi pengelolaan tercatat setidaknya 8 organisasi yang membawa isu hutan Aceh. hutan Aceh, penanaman kembali hutan (reforestasi), dan menekan laju kerusakan hutan (reduksi deforestasi). Sasaran moratorium adalah: Gubernur Irwandi Yusuf terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh Penghentian sementara seluruh penebangan kayu dari hutan alam. Nederlandsch Indische Vereeniging tot secara langsung. Ide pertama setelah dilantik adalah mencetuskan Visi Natuurbescherming Pemberian izin penebangan pohon hanya diperbolehkan pada pohon Aceh Green. yang berasal dari kebun masyarakat yang tergolong jenis-jenis kayu (Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Pemberlakuan Moratorium Logging oleh Guber- Sebuah visi progresif mengenai arah baru pembangunan Aceh pascakon- kampung. Belandaa) Didirikan di Bogor, 12 Juli 1922 oleh dr. S.H. Pejabat di Bengkulu dan Aceh me- Ringo Tyuoo Zimusyo nur Abdullah Puteh, pada 7 Maret 2001. Namun, flik dan bencana tsunami, terutama dengan sumberdaya alam terbarukan Penebangan pohon konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri Koorders, tokoh botani yang dikenal sebagai pendata nyatakan perlindungan bagi Raffle- kebijakan ini tidak memuat larangan penebangan sebagai pijakan utama. dalam rangka pembersihan lahan perkebunan dan transmigrasi yang Dibentuk pada 14 Juni 1942 di Jakarta. jenis-jenis pohon dari Jawa. sia Arnoldi di Bengkulu serta Tanah hutan bagi pemilik Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Visi ini mencakup bidang kehutanan, energi terbarukan, bidang perikanan berada di luar kawasan hutan, akan diatur setelah dilakukan pengka- Gayo. Perlindungan yang diberikan Meski tidak banyak terlibat dalam pen- Gubernur Aceh mencanangkan 1000 Jagawana. Seribu Memberikan dampak besar dalam mempertahankan dan sejenisnya. Langkah ini merupakan pener- dan kelautan, infrastruktur publik dan penataan kembali tata ruang Aceh jian dan evaluasi. menyangkut juga hutan di mana Raf- gelolaan hutan secara langsung, namun orang Jagawana atau Pengaman Hutan (Pamhut) akan cagar alam termasuk di Aceh, dan mengajukan tiban administrasi Hak Pengelolaan Hutan (HPH), serta aktivitas lain terkait pengelolaan sumberdaya alam secara berkelan- Kayu tebangan sebelum moratorium dengan izin sah, dapat dimanfaat- permohonan pada pemerintah untuk izin cagar alam flesia arnoldi tumbuh dan berkem- berpengaruh dalam pembuatan kebi- disiapkan untuk menjaga hutan Aceh dan mengamank- tanpa ada konsep reformasi kebijakan kehutanan. jutan. kan untuk diolah dan dipasarkan di Propinsi Aceh. di luar Jawa. bang. jakan kehutanan Aceh. an visi Aceh Green. 1912 1915 1945 2001 2006 2007 2008 1947 2006 2007 2007 1907-1954 1930 Perkumpulan VABINOI Sekretariat Aceh Green dibentuk oleh Gubernur Aceh. Tu- Tim Perumus Rencana Strategis Hutan Aceh (Tipereska) Bond van Boschpersoneel in Jawatan Kehutanan Sumatera dibentuk pada 12 Agustus 1947 ber- Badan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dibentuk gasnya adalah mengkoordinir semua bidang yang terkait dibentuk oleh Gubernur Aceh melalui Surat Keputusan (Perkumpulan Pegawai Jawatan Kehu- Nederlandsch Indie dasarkan Surat Keputusan Wakil Presiden RI No. 1/WKP/SUM/47. berdasarkan ditetapkan dalam Keppres No. 33/1998. Pengelolaan dengan visi Aceh Green. tanan Hindia Belanda) (Perhimpunan Pedagang dan Jawatan yang berpusat di Bukittinggi ini terbagi atas: KEL termasuk mandat melakukan tata batas dan membentuk No.5222.1/534/2007, yang dikeluarkan pada 31 Oktober Selain itu, Sekretariat Aceh Green juga menjadi pusat infor- Didirikan pada 29 Desember 1907 oleh para Kontraktan Penyerahan Kayu T.P.K di Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Utara di Taru- zona-zona kawasan untuk dasar manajemen pengelolaan. KEL 2007. masi bersama tentang gagasan, ide dan kebijakan pembangu- houtvester Boschwezen Hindia Belanda. Hindia Belanda) tung yang meliputi Karesidenan Aceh, Sumatera Timur, dan ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 190/KPT.s- nan ekonomi Aceh secara berkelanjutan demi terwujudnya Anggotanya hanya orang Belanda dan Eropa Dibentuk pada 28 Januari 1930 Tapanuli. II/2001 tentang Pengesahan Batas KEL, dan diperkuat dengan cita-cita masyarakat Aceh yang sejahtera dan berkeadilan. Pergub No. 52/2006 tentang Pembentukan Badan Pengelola KEL Memberikan gagasan pada pemerintah untuk Memperjuangkan kepentingan pedagang Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Tengah di Bukittinggi (BPKEL) Wilayah Aceh. kemajuan ilmu kehutanan, organisasi dan cara kayu melalui jalur hukum demi penyehatan yang meliputi Karesidenan Sumatera Barat, Riau dan Jambi. kerja Jawatan Kehutanan. perdagangan kayu di Hindia Belanda. Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Selatan di Lubukling- gau yang meliputi Karesidenan Palembang, Bengkulu dan Lampung. Panglima Uteun Dalam kelembagaan adat Aceh, pemimpin tertinggi ara, merbau, dan kayu besar untuk perahu, kecuali Sekilas Tipereska di setiap wilayah disebut Imam Mukim. Pada Mu- seizin Raja. Larangan lainnya adalah mengambil Tipereska dibentuk dengan mandat merumuskan dokumen Rencana Untuk mewujudkan mandat tersebut, sasaran yang harus dicapai oleh ekologi, kelestarian fungsi sosial dan kelestarian fungsi ekonomi/ Visi Tipereska adalah: kim yang berbatasan dengan hutan, Imam Mukim, kayu yang sudah ditumpuk dan ada batu di atasnya. Strategis Pengelolaan Hutan Aceh yang dapat diimplementasikan Tim Penyusun Rencana Strategis Pengelolaan Hutan Aceh adalah: produksi hutan; Aceh menjadi wilayah yang mampu mendayagunakan ekosistem dibantu Panglima Uteun. Panglima Uteun bertugas: Batu ini adalah tanda bahwa kayu yang bertumpuk guna mewujudkan pengelolaan hutan lestari dan kemakmuran 1. Terumuskannya visi, misi dan tujuan pengelolaan hutan Aceh yang 4. Terumuskannya strategi dan program yang realistis dalam jangka hutan secara lestari bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. 1. Menjaga adat Glee dalam pengelolaan hutan adat itu sudah ada yang punya. sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh. dapat diterima semua pihak; waktu 5 tahun ke depan, termasuk rancang ulang (redesign) kawasan Misi Tipereska adalah: (meuglee). Panglima Uteun atau Pawang Glee (pem- 3. Pemungut cukai (Wasee Glee), yang meliputi Tipereska terdiri atas Dewan Pengarah, yang diketuai Gubernur Aceh 2. Terumuskannya kerangka pikir dan nilai-nilai pengelolaan hutan hutan Aceh, reforestasi/restorasi kawasan hutan terdegradasi, serta 1. Menyediakan basis data kehutanan yang dijadikan acuan dalam bantu Panglima Uteun atau Kejruen Glee) memberi cula badak, madu, gading, getah rambung, sarang dan beranggotakan badan atau dinas yang terkait dengan isu kehutan- Aceh yang mampu mempertahankan nilai-nilai spesifik ekosistem menghentikan dan/atau menurunkan laju deforestasi; perencanaan dan implementasi pengelolaan seluruh sumberdaya aturan normatif apa yang boleh dan tidak boleh di- burung, rotan, kayu untuk dijual, damar, dan seba- an di Aceh, perwakilan Multi Donor Fund, perwakilan Leuser Interna- hutan Aceh, nilai-nilai budaya masyarakat Aceh dan mendorong 5. Terumuskannya Atlas Hutan Aceh sebagai dasar perumusan kebi- alam serta pemanfaatan ruang/lahan di Aceh; lakukan dalam pengelolaan hutan. gainya. Wasee sebesar 10% disetorkan ke kerajaan. tional Foundation, Fauna & Flora International, Food and Agriculture tumbuh-kembangnya sektor ekonomi kehutanan (sektor riil) yang jakan, kelembagaan, strategi dan program, serta sinkronisasi tata 2. Menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) pengelolaan 2. Mengawasi penerapan larangan adat Glee. Mis- 4. Hakim perselisihan dan pelanggaran adat Glee. Organization, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, dan Instutute for sehat; ruang wilayah propinsi; hutan Aceh secara berkeadilan sosial dan lestari; alnya pelarangan memotong pohon tualang, ke- Dalam suatu perundingan, Panglima Uteun wajib Natural Resources serta Environmental and Forestry Analysis. 3. Terumuskannya kebijakan dan kelembagaan pengelolaan hutan Aceh 6. Terhimpunnya data/informasi dasar yang memadai dan akurat 3. Mewujudkan tata kelola kehutanan yang baik di Aceh; muning, keutapang, dan beringin tempat bersarang mendengar keterangan pawang-pawang glee, sebe- Tipereska dibiayai oleh Multi Donor Fund di bawah Aceh Forest and yang mampu menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) bagi penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan pengelolaan 4. Mewujudkan pengelolaan hutan lestari bagi para pelaku pembangu- lebah. Ada juga larangan memotong kayu meudang lum memberi hukum atau keputusan. Environment Project (AFEP). bagi pengelolaan hutan lestari berdasarkan prinsip kelestarian fungsi hutan Aceh, sebagai cikal bakal sistem informasi kehutanan Aceh. nan di Aceh.11 12 13
  • 7. Wajah Bumi Aceh Kontur Aceh sangat beraneka. Mulai dari gunung berapi aktif, lembah, ngarai, perbukitan hingga lautan. Dua : Demikian juga dengan jenis batuan dan mineral di dalamnya. Semuanya adalah hasil proses alamian berjuta tahun lampau yang masih bisa dilihat hingga saat ini.14 15
  • 8. Kelahiran Sumatera Peta Pegunungan Aceh G. Hulumasen G. Geureudong G. Arul Relem (2315 mdpl) Awalnya, seluruh dunia hanya terdiri atas satu benua saja. Namanya Pangaea atau Super Benua. Kemudian, Super Benua pecah dan bergerak Lipatan lempeng bumi yang membentuk Pe- (2856 mdpl) (33374 mdpl) G. Gamut menjadi benua-benua baru pada zaman Trias. Yakni masa mezozoikum, 230 juta tahun yang lalu. Proses pemisahan benua-benua baru ini, turut gununungan Bukit Barisan, juga membentuk (1913 mdpl) G. Kemiri berpengaruh pada daratan yang kita kenal kini sebagai SUmatera. Sumatra sendiri terpisah dari daratan induksnya, antara 500.000 hingga 20.000 beberapa gunung yang menjulang tinggi di (3314 mdpl) tahun yang lalu. Sumatera. G. Bandahara (3010 mdpl) Misalnya Gunung Leuser (+ 3404 mdpl), Gu- nung Kerinci (+ 3805 mdpl), termasuk Gu- nung Borne Telong di Aceh Tengah. Lipatan “kecil” lainnya membentuk gugusan pulau. Mulai dari Pulau Simeulue di sebelah G. Leunop G. Kemiku utara, Kepulauan Mentawai, hingga Pulau (2065 mdpl) (1800 mdpl) Enggano di selatan. Permian Triassic Jurassic Cretaceous Saat ini G. Abeungabeueng 225 juta tahun lalu 200 juta tahun lalu 135 juta tahun lalu 65 juta tahun lalu Meskipun tidak tampak di permukaan, namun (2886 mdpl) Pulau Simeuleu laut juga mengalami perubahan. Mulai ter- Selama proses pemisahan benua-benua baru Sementara lipatan kerak bumi tersebut juga membentuk dataran-dataran rendah alluvial bentuknya palung hingga munculnya daratan Gunung Leuser (+ 3404 mdpl) yang terjadi selama jutaan tahun tersebut, mengakibatkan terangkatnya sedimen bawah di sepanjang pantai timur dan barat Aceh. baru. karakteristik bentang alam di Aceh mulai ter- laut ke permukaan yang membentuk formasi Pergerakan lempeng India-australia menim- G. Kemiri bentuk. Pegunungan Bukit Barisan yang be- karst. Batuan karst atau gamping tampak jelas bulkan tekanan ke arah utara terhadap lem- Warna Ketinggian (3314 mdpl) rasal dari lipatan kerak bumi telah menghasil- terutama di bagian utara Aceh mulai dari daer- peng Eurasia. Tekanan tersebut juga memberi- kan rangkaian gunung berapi mulai Sabang, ah Lhok Nga hingga di Aceh Selatan. kan kontribusi terhadap terjadinya patahan > 1800 m Seulawah, Peut Sago, Borne Telong hingga Topografi pegunungan yang membentang Semangko (Semangko Fault) di sepanjang pu- > 1500 m Leuser. Proses erupsi gunung berapi tersebut hampir tepat di tengah-tengah Aceh, kemu- lau Sumatra. Hingga kini, Patahan Semangko telah menghasilkan batuan-batuan vulkanik dian mengalami proses erosi melalui sungai- merupakan patahan aktif yang terus menga- > 1000 m dan debu vulkanis yang memberikan sumban- sungai yang mengalir dari pegunungan ke lami pergerakan dan acapkali menjadi pemicu < 500 m gan kesuburan tanah di Aceh. laut. Sedimen hasil erosi tersebut kemudian timbulnya gempa vulkanik di Sumatra. Penampang melintang daratan dan pegunungan di Aceh. Sekilas Gunung Leuser Pembentukan Rupa Bumi Leuser, dalam Bahasa Gayo berarti luas. Gunung Leuser bukan dikenal bupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Selatan,dan Kabupaten Aceh Pergeseran lempeng bumi mengakibatkan karena wilayahnya yang luas. tapi karena ketinggiannya. Dengan tinggi Singkil, Provinsi Aceh serta Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera beberapa daratan bergerak secara perlahan 3,404 mdpl, Gunung Leuser merupakan gunung tertinggi di Aceh. Ta- Utara. Gunung Leuser terletak di dalam Taman Nasional Gunung Le- dan membentuk benua dan pulau-pulau yang man Nasional Gunung Leuser masuk dalam wilayah administratif Ka- user yang mengambil nama gunung ini sebagai namanya. sekarang ini ada. Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu yang ditetap- Pegunungan Bukit Barisan Pergerakan lempeng bumi ini juga mengaki- Samudra kan oleh UNESCO sebagai Cagar Biosfir. Berdasarkan SK Menteri Hindia Selat Malaka batkan lipatan. Lipatan-lipatan yang terbentuk Kehutanan No. 276/Kpts-VI/1997, luasnya 1.094.692 ha. dipercaya membentuk pegunungan Hima- Di sini terdapat Daun Payung Raksasa (Johannesteijsmannia altifrons), laya di India dan Pegunungan Bukit Barisan di Bunga Raflesia (Rafflesia atjehensis dan Rafflesia micropylora) serta daratan Sumatera. Rhizanthes zippelnii, bunga terbesar dengan diameter 1,5 m. Selain itu, Pegunungan Bukit Barisan, bisa membentang terdapat tumbuhan ara atau tumbuhan pencekik. dari Lampung di sebelah selatan hingga Aceh Satwa langka di dalamnya antara lain Orangutan (Pongo abelii), Sia- di sebelah utara. mang (Hylobates syndactylus syndactylus), Gajah Sumatera (Elephas Peta bumi saat ini pun masih terus berubah maximus sumatranus), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), seiring dengan pergerakan lempeng bumi. Kambing Hutan (Capricornis sumatraensis), Rangkong (Buceros bi- Tekanan Sebab, pergerakan lempeng bumi hingga kini cornis), Rusa Sambar (Cervus unicolor), dan Kucing Hutan Sumatera masih belum tuntas. (Prionailurus bengalensis sumatrana).16 17
  • 9. Sebaran Jenis Batuan Batuan Beku Komposisi Litologi Batuan Membujur dari utara hingga selatan sepanjang Batuan Gamping dan Dolomit Batuan Beku teruraikan. Sisa debu vulkanik dan batuan pegunungan Bukit Barisan Jenis ini terbentuk dari proses sedimentasi di Batuan beku disebut malihan. Terdiri dari lava yang mengalami pelapukan memberikan Batuan Gunung Api Muda dasar laut yang terangkat ke permukaan hing- granit, diorit, gabro, sekis, batu sabak dan kontribusi unsur hara dalam tanah sehingga Ada di sekitar gunung api yang masih aktif ga menjadi daratan. Sebagian dari jenis batuan kuarsik. Umumnya, memiliki tingkat porosi- di kawasan sekitar batuan gunung api muda seperti Seulawah di Kabupaten Aceh Besar, gamping tersebut mengalami karstifikasi dan tas yang sangat rendah. Batuan beku terben- memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Peut Sago di Kabupaten Pidie, Borne Telong di ekosistem karst. Aliran air yang mengikis tuk dari magma yang mengalami pengerasan. Seperti kawasan sekitar gunung api aktif lain- Kabupaten Bener Meriah dan Gunung Leuser batuan gamping tersebut membangun sebuah Pengerasannya menghasilkan batuan ekstrusif nya di dunia, kawasan dengan batuan gunung di Kabupaten Gayo Lues. system sungai bawah tanah sehingga memben- (vulkanik) dan intrusive (plutonik). api muda menjadi area pengembangan perke- tuk gua-gua panjang di kawasan karst. bunan karena tingkat kesuburan yang tinggi Jenis batuan ini rawan mengalami kerusakan Batuan Sedimen Padu dan Gu- dan beriklim sejuk. Resikonya, kawasan sep- Batuan Gamping dan Dolomit karena gangguan vegetasi di atasnya. Sehingga nung Api Tua erti ini umumnya rawan bencana alam. Tersebar di sepanjang pantai barat, mulai dari humus hilang karena erosi, air tidak lagi cu- Jenis ini terdiri dari breksi, konglomerat dan ujung utara, Lhok Nga, Aceh Besar hingga Ka- kup untuk disaring ke dalam sistem hidrologi lava yang mengalami perlibatan. Umumnya Sedimen Lepas bupaten Aceh Selatan. bawah tanah. Dalam jangka waktu panjang, memiliki porositas rendah dan sedang. Sedimen lepas terbentuk karena proses sedi- kejadian ini berdampak pada pengurangan Tipe inilah yang mendominasi daratan Aceh mentasi tanah akibat erosi melalui sungai-sun- volume air di sungai dan waduk bawah ta- dan beberapa pulau di sekitarnya. gai utama. Topografi kawasan berbatu sedimen Batuan Sedimen Padu dan Gunung nah. Akibatnya, cadangan air bersih yang tak lepas yang datar, kaya kandungan unsur hara Api Tua ternilai menjadi terkikis. Gangguan lainnya Batuan Gunung Api Muda dan air. Sehingga kawasan ini menjadi pilihan Mendominasi wilayah Aceh dengan luas kawasan- nya mencapai lebih dari 60%, termasuk Pulau Sim- adalah penambangan untuk bahan baku bagi Batuan ini terjadi dari tuf, aglomerat, breksi utama sebagai pemukiman dan pertanian. elue, Pulau Aceh dan Pulau Weh. Tersebar dari da- semen dan marmer. volkanik, lava dan endapan lahar yang tak Salah satunya adalah pertanian padi. taran rendah tepi pantai hingga dataran tinggi dan pegunungan. Sedimen Lepas Di utara, ada di sepanjang Sungai Krueng Aceh, Kabu- paten Aceh Besar. Di timur, banyak terdapat di Sigli, Ka- bupaten Pidie dan sekitarnya. Kemudian menyambung hingga Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di lahan basah dan hutan mangrove di Aceh Utara dan Tamiang. Di pantai barat terdapat di Leupung dan Lhoong, Kabu- paten Aceh Besar, serta di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Sedimen lepas juga ditemui di muara Sungai Teunom, Aceh Jaya hingga Kabupaten Nagan Raya. Di Nagan Raya, sedimen lepas ada di kawasan rawa gambut Tripa dan Rawa Singkil.18 19
  • 10. SI Putih Sejuta Potensi Sebaran Gua di Kawasan Karst Lokasi : Lampuuk Kandungan gas CO2 terlarut dalam proses Kawasan karst sangat peka terhadap peruba- Kawasan karst terdapat di sepanjang Pantai Ba- Panjang : 4,45 km pelarutan bersumber dari atmosfer, kemudian han lingkungan karena daya dukungnya ren- rat dan beberapa wilayah di Pidie, Aceh Timur, diperkaya faktor biologis dan kegiatan geologi. dah dan sukar diperbaiki jika terlanjur rusak. Aceh Tengah, serta di Kawasan Ekosistem Le- Lokasi : Lhoong Misalnya variasi jenis batuan, struktur geologi, Potensi yang umum dikenal di kawasan karst user. Kelompok Karst Aceh berhasil memeta- Panjang : 24,9 km vegetasi, suhu udara, angin serta curah hujan. hanyalah sumber bahan baku semen. Padahal, kan beberapa gua dalam kawasan karst Naga Semuanya mempengaruhi variasi bentang ada banyak potensi jangka panjang lainnya Umbang di Aceh Besar dengan standar Grade Lokasi : Lamno Panjang : 7,9 km alam karst di alam mejadi variatif. yang memiliki resiko kerusakan relatif sedikit. 3A British Cave Research Association (BCRA). Diperkirakan, proses penyebaran batu gamp- Salah satu potensinya adalah cadangan air. Per- Total panjang lorong gua yang telah terpeta- Lokasi : Mata Ie ing di Aceh diawali proses uplit yang perlahan mukaan kawasan karst yang tampak tandus, di kan sejak tahun 2003 adalah 97,17 km. Panjang : 30,03 km dan merata di kawasan batu gamping ditun- dalamnya senantiasa menyimpan cadangan jang proses tektonik pelipatan di beberapa air berlimpah ruah. Air karst, yang tersimpan KAWASAN KARST NAGA UMBANG Lokasi : Lhok Nga tempat. Sehingga membentuk struktur antik- aman di bawah permukaan kawasan karst se- Kawasan ini berjarak 15 km dari Banda Aceh. Panjang : 30,03 km lin dan sinklin. bagai akuifer, ibarat tangki air alamiah. Bersih Nama Naga Umbang berasal dari nama desa Proses ini diikuti pembentukan struktur kekar dan bebas dari proses pemanasan global. yang terdapat di kawasan ini, yaitu Desa Naga Kawasan karst -secara sederhana- seringkali dan sesar serta relief morfologi ratusan juta ta- Di samping itu, kawasan karst mempunyai po- Umbang. Kawasan ini dibatasi Desa Lambaro hanya diartikan sebagai kawasan batuan kapur hun yang lalu. Adanya aktifitas air pada selang tensi keanekaragaman hayati, sarang burung Kueh dan Aneuk Paya di sebelah utara, dengan saja. Padahal, secara luas, kawasan karst ada- waktu yang lama melalui retakan dan patahan walet, objek wisata geologi, dan nilai ilmiah Krueng Raba di sebelah barat dan selatan, dan lah kawasan dengan bentang alam khas yang tersebut menyebabkan pelarutan batu gam- maupun budaya. Yang tak kalah pentingnya daerah perbukitan di sebelah timur. Sebagian dibentuk oleh proses pelarutan batuan. U- ping. Pelarutan yang berlangsung selama seja- adalah potensi ekologisnya untuk menjaga besar masyarakat Naga Umbang bergerak di mumnya batuan tersebut adalah batu gamping rah geologi telah membuat rongga pada batu keseimbangan ekosistem di lingkungan seki- bidang pertanian, perdagangan, jasa, sektor dan dolomit. gamping, dan akhirnya membentuk gua. tarnya. pertanian. Sistem pertaniannya tadah hujan, dan penanaman padi hanya berlangsung pada musim penghujan saja. Pada musim kemarau petani Naga Umbang menanam palawija. KOMPONEN GEOLOGI Kawasan karst Naga Umbang terbentang dengan pada ketinggian 50-1000 mdpl. Komponen geologi kawasan ini terletak pada Formasi Raba den- gan batu gamping terumbu yang bersifat baik terhadap proses karstifikasi. Ketinggian bukit karst bervariasi dari <10 m – >80 m. Selain bentuk me- nara, bentuk kerucut juga banyak ditemukan di kawasan ini. Berdasarkan analisa spasial untuk kemiringan lereng, kawasan yang memiliki nilai tertinggi dan berpotensi untuk revitalisasi air adalah kemiringan lereng >15%. Kemiringan lereng bukit kerucut berkisar antara 33%-55%, sedangkan kemiringan bukit menara sangat terjal hingga hampir vertikal. Hasil tumpang tindih dan analisa spasial komponen geologi yang menunjukkan batas kawasan karst penting seluas 120 ha ini dapat dili- hat pada gambar di samping. Kemiringan Rating >18% 1 >12% dan <18% 2 >6% dan <12% 3 >2% dan <6% 4 ≤2% 520 21
  • 11. Gua Dan HIDROLOGI Keindahan di Kegelapan Menurut bentuk dan fungsinya sebagai revital- Fenomena geologi ini dapat dilihat pada Pu- isasi air, gua dibagi dalam 3 jenis. Yaitu freatic cok Krueng dan beberapa gua-gua di kawasan (gua air), vadose (gua basah), dan fossil (gua tersebut yang membentuk lorong sungai Kom- kering). Gua freatic dan vadose merupakan bawah tanah. ponen bentang alam pendukung bagi permeabilitas Penambangan karst umumnya dilakukan den- keanekara- dan hidrologi. Rata-rata gua di Aceh Besar, gan memotong bukit karst. Sehingga dapat gaman hayati berjarak kurang dari 5 km dari pabrik semen. mengganggu sistem hidrologi kawasan karst dibagi dalam beberapa Air di kawasan karst Naga Umbang sebagian Naga Umbang, karena keberadaan tandon air kriteria. Yaitu biospeleologi, vegetasi, Fauna dan Vegetasi besar dijumpai dalam bentuk sungai-sungai kawasan karst justru berada di bagian atas. dan fauna. Meskipun dalam satu kawasan Dari hasil inventarisasi di kawasan karst Di kawasan Danau Pucok Krueng, air yang bawah tanah. Jaringan sungai bawah tanah Selain itu, arah gerakan geologi batuan pada yang sama, setiap gua karst memiliki keaneka- Aceh Besar, terdapat 16 jenis burung, 6 mama- keluar menuju Krueng Raba terlihat jernih. membawa air keluar ke permukaan sebagai lorong-lorong Pucok Krueng mengarah ke se- ragamanhayati yang berbeda-beda. lia, 4 reptil, dan 6 jenis serangga. Untuk menjaganya supaya tetap demikian, danau karst di sekitar lereng perbukitan dan latan, paralel dengan lokasi quarry pabrik se- Misalnya sejenis ngengat di zona peralihan Populasi vegetasi pada hutan primer kawasan diperlukan perlindungan dan penelitian serta gua-gua freatic yang telah ditemukan. men yang tak jauh dari kawasan ini. dengan motif sayap menyerupai burung hantu Walet karst Naga Umbang adalah 49 jenis dan 74 identifikasi jaringan sungai bawah tanah. Salah yang ditemukan kelompok Karst Aceh. Jenis ini Di Gua Uleue atau Gua Sarang, terdapat pop- jenis pada hutan sekunder. Khusus untuk satunya dengan metode water tracing menggu- hanya ditemukan di dalam gua dalam kawasan ulasi Burung Walet (Collocalia esculenta) yang jangkrik merah, diidentifikasi kelompok Karst nakan bahan fluorescence. Naga Umbang. Ngengat ini tidak ditemukan di mampu memproduksi sarang walet sebanyak Aceh sebagai satwa endemik kawasan karst gua lain dalam satu jaringan gua. 400 kg tiap panen pada akhir 90-an. Naga Umbang, Lhok Nga. Setiap tahun, industri sarang walet memberi- Potensi lain yang dimiliki kawasan karst Naga kan kontribusi bagi Pendapatan Asli daerah Umbang adalah kandungan mineral. beberapa Kelelawar Kabupaten Aceh Besar sebanyak Rp. 600 juta mineral yang ditemukan di antaranya trass, Di luar gua karst, banyak ditemukan kele- per tahun. Bagi masyarakat Aceh Besar, ke- batu gamping, marmer, molibdenum, kalsit, lawar penyerbuk buah Flying Fox (Pteropus beradaan gua sarang walet di Desa Naga Um- fosfat dan pasir besi. Persentase mineral terbe- hypomelanus) yang tinggal di pohon-pohon. bang merupakan lapangan pekerjaan. dalam sar di kawasan karst ini adalah batu gamping Sedangkan di dalam gua karst, kelelawar industri sarang burung walet. dan trass. yang ditemukan adalah Lesser False Vampire (Megaderma spasma) dan The Pouched Tomb Perbandingan Makrominerologi Bat (Taphozous saccolaimus). Trass Berdasarkan analisis spasial, daerah jelajah 8% kelelawar dalam radius 45 km berpeluang be- Batu Gamping 8% 36% bas dari hama serangga dan menjadi kawasan Marmer 12% potensial penyerbukan durian secara alami. Molibdenum 4% Ada empat kecamatan di Aceh Besar, yang 4% masuk dalam radius ini. Yakni Leupung, Darul Kalsit 28% Imarah, Simpang Tiga, dan Darul Kamal. Fosfat Guano atau kotoran keleawar mengandung fosfat tinggi yang merupakan pupuk alami Pasir Besi bagi berbagai jenis tanaman. pertanian.2254 23 55
  • 12. Aceh Megabiodiversity Wilayah hutan Aceh di Kawasan Hulumasen, menyimpan kekayaan keanekaragamanhayati. Kawasan di bagian barat Aceh ini diapit lima Kabupaten (Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Pidie dan Pidie Jaya). Luas Kawasan Hulumasen mencapai 738.856 Ha. Di dalamnya tercatat 1.990 spesies burung, Tiga : termasuk 20 endemik Sumatera dan 6 endemik Aceh. Juga 773 spesies ampibi dan reptil, termasuk 15 endemik Aceh. Seluruhnya hidup dalam keterancaman akibat laju kerusakan hutan Aceh.24 25
  • 13. Daerah Hunian Gajah di FAUNA Hutan Hulumasen Sebaran Gajah (Jenis Hutan) Berdasarkan penelitian terbatas oleh Fauna & Flora International (FFI), di Rasio Daerah Hunian gajah kawasan hutan Hulumasen pada tahun 2008, ditemukan bahwa daerah hunian 0.0 0.2 0.4 0.6 gajah terbesar ada di hutan bukit tak terdegradasi di Jeumjeum. Tingkat penemuan jejak gajah sangat tinggi di hutan terdegradasi dan area Hutan Primer konversi di hutan primer. Hal ini disebabkan beberapa hal. Yakni gajah Tutupan Lahan mencari sumber makanan baru, sisa populasi telah terisolasi oleh fragmentasi habitat atau survei dilakukan dalam Hutan Sekunder satu musim. Karena itu, pola pergerakan sensor tidak terhitung. Hutan Tanah Pertanian sumber: Fauna & Flora International Lokasi Lamjeu Jenis tanah Sub-pegunungan Mamalia terdegradasi Peta Hunian 6 1 Mamalia merupakan binatang menyusui Gajah Di Hutan Gajah Sumatera Lokasi yang termasuk dalam kelas vertebrata. Hulumasen Jantho Gajah merupakan hewan mamalia terbesar dan salah satu peninggalan masa purbakala yang Jenis tanah Dicirikan dengan adanya kelenjar susu Bukit tak terdegredasi pada betina yang menjadi sumber masih ada. Sebagian besar habitat gajah terdapat di benua Afrika dan Asia. Untuk Gajah Asia, makanan bagi anaknya, memiliki rambut dari tiga sub-spesies yang ada, salah satunya adalah Gajah Sumatra yang hanya ditemukan di Legenda Lokasi dan berdarah panas. Namun, begitupun Aceh , Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Lamno 2 Jenis tanah tidak semua mamalia melahirkan Dataran rendah karst tak terdegradasi keturunannya, karena ada beberapa jenis Spesies Gajah Asia di Sumatra manusia dengan gajah tak terhindarkan lagi mamalia golongan monotremata yang Lokasi dan Kalimantan saat ini men- Untuk melindungi habitat gajah di hutan Kr. Sabe bertelur. Jenis tanah 3 galami tingkat kepunahan Aceh dan mencegah konflik lebih lanjut, ada Dataran rendah yang mencemaskan. Tak terdegradasi beberapa hal yang bisa dilakukan. Yakni Lokasi salah jika kemudian Gajah perencanaan tataguna lahan di Aceh harus Lageun 4 Jenis tanah Sumatera masuk dalam memperhatikan kompleksitas pemilihan Dataran rendah red list book International Union for Con- terdegradasi habitat spesies, bukan hanya menetapkan servation of Nature (IUCN), dengan status suatu area berdasarkan ukuran dari satu ciri terancam punah. Penyebab utamanya adalah habitat, misalnya aspek ketinggian saja. Distribusi Gajah pengurangan daerah habitat untuk konversi lahan perkebunan dalam skala besar. Pemukiman Lokasi Hilangnya habitat membuat gajah Lamno 5 Habitat Gajah Jenis tanah kehilangan orientasi, tersesat Dataran rendah dalam blok-blok kecil hutan yang Kabupaten karst tak terdegradasi tidak cukup untuk menyokong Rute Gajah kehidupan jangka panjang. Ujungnya, konflik antara26 27
  • 14. Harimau Sumatera Peta Sebaran Harimau & Harimau Sumatera merupakan satu-satunya Daerah Konflik subspesies Panthera tigris, yang masih ada di Indonesia. Di Aceh, yang merupakan hunian Legenda sebagian besar harimau Sumatera, sampai dengan pertengahan 2009, diperkirakan tinggal 400 ekor saja. Distribusi Harimau Daerah Konflik Kabupaten Batas Wilayah Hutan Hulumasen Data Konflik Harimau NO TANGGAL TEMPAT KEJADIAN KERUGIAN Desa Peunelop, Kecamatan Labuhan 1 19 Juni 2007 1 orang meninggal dunia Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Desa Sengko Meulat, Kecamatan 2 31 Juli 2007 1 orang meninggal dunia Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Desa Alue Baron, Kecamatan Meukek, 3 1 Agustus 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Desa Ketapang Indah, Kecamatan Harimau sumatera ditemukan mati dalam keadaan kulit, 4 13 Agustus 2007 Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil daging dan tulang sudah membusuk Desa Bukit Meuh, Kecamatan Meukek, 5 14 Agustus 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Desa Aur, Kecamatan Meukek, 6 23 September 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Desa Drien Jalak, Kecamatan Meukek, 7 7 Oktober 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Kondisi Harimau Sumatera Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap Harimau di sekitar saat ini terancam punah, 8 12 Oktober 2007 Meukek pemukiman penduduk sebanding dengan dengan Desa Jambo Papeun, Kecamatan wilayah habitatnya yang 9 19 Oktober 2007 Meukek, Kabupaten Aceh Selatan 2 orang luka ringan semakin berkurang. Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah Habitat Harimau Sumatera di Aceh ada di 10 November 2007 Meukek menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan hutan dataran rendah, hutan bergunung dan Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah 11 November 2007 separuh bergunung serta hutan-hutan dalam Samadua menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan 12 7 November 2007 Desa Aceh, Kecamatan Meukek wilayah lahan gambut. Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah 13 18 November 2007 Meukek menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan Habitat Harimau Sumatera di Aceh Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah merupakan lahan perkebunan baru dan 14 25 November 2007 Samadua menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan pembalakan liar. Hal ini yang menyebabkan 15 27 November 2007 Desa Bukit Mas, Kecamatan Meukek Dilakukan penangkapan terhadap harimau konflik manusia dan harimau semakin Harimau Sumatera mati ditembak aparat keamanan karena Desa Lawe Sawah, Kecamatan Kluet 16 24 Desember 2007 telah menyerang warga hingga luka-luka (tangan, dada dan mencemaskan di beberapa daerah di Aceh. Timur, Kabupaten Aceh Selatan paha)28 29
  • 15. LOKASI SEBARAN ORANG UTAN SUMATERA Populasi orangutan terbesar di Sumatera dijumpai di Leuser Barat dan Leuser Timur, serta Rawa Singkil. Populasi orang utan terpadat di dunia bahkan terdapat di wilayah hutan rawa gambut di pesisir barat Provinsi Aceh, tepatnya di Tripa, Kluet dan Singkil. Berdasar penelitian hal ini disebabkan karena di daerah rawa terdapat persediaan makanan yang lebih banyak Primata dibandingkan dengan hutan di daerah tinggi. Orang Utan Orang utan atau dalam Bahasa Melayu berarti Orang Hutan merupakan hewan mamalia langka yang habitatnya tersebar di wilayah hutan hujan Aceh Tengah bagian Barat tropis Asia Tenggara, yaitu di pulau Borneo dan Sumatera di wilayah Jumlah : 103 Persentase : 1.55 % bagian negara Indonesia dan Malaysia. Salah satu yang langka adalah orang-utan Sumatera (Pongo abeli) yang hanya terdapat di wilayah Sumatera. Saat ini hampir semua orangutan Sumatera hanya ditemukan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. Aceh Tengah bagian Timur Jumlah : 337 Makhluk yang tergolong pemalu ini memiliki sifat sosialisasi Persentase : 5.09 % dengan sesamanya cukup tinggi dan mereka juga terbiasa untuk Rawa Tripa menggunakan peralatan dalam ‘kegiatannya’. Kebiasaan Jumlah : 280 penggunaan peralatan ini hanya ditemui di ketiga hutan rawa Persentase : 4.23 % ini dan tidak ditemukan di wilayah lain di Sumatera, atau di Leuser Barat sekitar Borneo. Jumlah : 2.508 Persentase : 37.86 % Leuser Timur Keberadaan Orang utan dilindungi Undang- Jumlah : 1.052 Persentase : 15.88 % Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Rawa Singkil Timur Ekosistemnya dan digolongkan sebagai Jumlah : 160 ‘Critically Endangered’ oleh IUCN. Persentase : 2.42 % Kepunahan Orang Utan Primata lainnya dan Penyelamatannya Ironisnya, karena keserakahan Penelitian di hutan-hutan yang Selain orang utan, khusunya di wilayah manusia yang merusak habitat rusak perlu dilakukan untuk hutan rawa gambut Tripa, Singkil dan tempat tinggal Orang-utan dan mengetahui bagaimana orangutan Kluet terdapat dua jenis spesies kera, di- adanya penjualan bayi-bayi mereka bisa dapat bertahan hidup pada antaranya Siamang, Owa Tangan Putih, secara ilegal, populasi orang-utan kondisi habitat yang kurang layak dan beberapa jenis primata lain seperti Sumatra setiap tahunnya menurun dan tidak punah. Lutung (Thomas Leaf Monkey), Lu- drastis, selain itu timbulnya berbagai tung Kelabu (Silvery Leaf Monkey), Orangutan di Sumatera hanya penyakit juga menjadi salah satu Kera ekor panjang and Beruk ancaman bagi orang-utan. menempati bagian utara pulau dan binatang malam Kukang Sedangkan kondisi Rawa Tripa, itu, mulai dari Timang Gajah, Abu-Abu juga dapat ditemui di Singkil dan Kluet semakin Aceh Tengah sampai Sitinjak di rawa ini. mengkhawatirkan dengan banyaknya Tapanuli Selatan. perkebunan sawit, pembalakan liar.30 31
  • 16. Ampibi Fungsi ampibi adalah pengendali hama pertanian dan penghasil sumber protein. Ampibi aquatik –sperti halnya ular- juga merupakan bio indikator untuk mengukur kesehatan lingkungan aquatik. Karena kedua jenis fauna tersebut sangat sensitif terhadap polusi dan kehilangan habitat aquatik. Peranan ampibi juga penting dalam rantai makanan. Banyak mamalia karnifora dan raptor menggantungkan hidupnya terhadap ketersedian kedua kelas tersebut. Rana erythraea Rana glandulosa Huia sumatrana Rana hosii LOKASI SEBARAN AMPIBI Lokasi : ALUR MANCANG Bufonidae (Bufo melanostictus, Pelophryne signata), Ichthyophidae Lokasi : CA JANTHO Rhacophorus nigropalmatus (Ichthyophis sp), Megophrydae (Megophrys nasuta), Microhylidae Bufo asper, B. parvus, Fejervarya cancrivora, F. limnocharis, Huia sumatrana, Rana chalconota, (Microhyla heymonsii), Ranidae (Limnonectes blythi, Limnonectes kecil, Limnonectes kuhlii, Pulchrana debussy, Hydrophylax labialis) R. hosii, R. nicobariensis, R. Nigrovitata, Polypedates leucomystax. Lokasi : PUCUK MPLAM Lokasi : ALUR LABING Bufo juxtasper, Microhyla sp, Limnonectes cf laticeps, Merystogenis kampeni, R. debussyi, Philautus sp. Bufonidae (Pelophryne signata), Megophrydae (Megophrys nasuta), Ranidae (Limnonectes blythi, Pulchrana debussy, Hydrophylax labialis, Rana hosii), Agamidae (Aphaniotis fusca, Gonocephalus Lokasi : GUNUNG TUTUNG grandis), Gekkonidae (Cyrtodactylus sp1_grute, Cyrtodactylus Bufo juxtasper, Leptophryne borbonica, Huia sumatrana, Merystogenis kampeni, Philautus sp, quadrilineatus), Colubridae (Ahaetulla fasciolata). Rhacophorus barisani, R. poecilonatus Lokasi : DESA MEDEN Megophrys nasuta Bufo asper Leptophryne borbonica Meristogenys kampeni Bufo asper, B. parvus, Megophrys nasuta, Fejervarya limnocharis, Limnonectes kuhlii, Rana nicobariensis, R. debussyi, Polypedates colletti, P. leucomystax Lokasi : KRUENG INONG Bufo asper, B. parvus, Pelophryne signata, Megophrys nasuta, Fejervarya limnocharis, Huia sumatrana, Rana chalconota, R. debussyi, Rhacophorus achantharrhena, R. nigropalmatus. Lokasi : KEM CIKO 2 Bufo juxtasper, Leptophryne borbonica, Huia sumatrana, Merystogenis kampeni, Philautus sp, Rhacophorus barisani, R. poecilonatus. Bufo juxtasper Bufo parvus Pelophryne sp. Rhacophorus dulitensis Lokasi : KRUENG TEUNOM Bufo asper, Pelophryne signata, Limnonectes blythi, Limnonectes kuhlii, Megophrys nasuta Lokasi : ALUE RHEK Pemanfaatan ampibi sebagai penghasil sumber Leptophryne borbonica, Megophrys nasuta, Huia sumatrana, Limnonectes blythi, L. kuhlii, Rana hosii, R. kampeni, R. debussyi, Nyctyxalus pictus, Philautus aurifasciatus protein, khususnya pada dua spesies ampibi, Rana chalconota dan Rana nicobariensis di Cagar Alam Telaga Patengan (Rustama & Wenno, 1974), menjadikannya bernilai tinggi di pasar dunia. Sehingga beresiko terjadi kepunahan secara lokal. Rhacohporus appendiculatus Hydrophylax labialis Kawasan Hulumasen merupakan rangkaian ekosistem dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan dan menjadi habitat terpenting bagi konservasi ampibi. Berdasarkan survei yang dilakukan Fauna & Flora Internasional pada tahun 2007, dalam Kawasan Hulumasen terdapat 37 spesies ampibi. Pulchrana debussy Kaloula baleata Rana nicobariensis32 33
  • 17. Rana erythraea Rana glandulosa Rana nicobariensis Rana hosii Aplopeltura boa LOKASI SEBARAN REPTIL Lokasi : ALUR MANCANG Reptil Agamidae (Draco melanopogon), Gekkonidae (Cnemaspis kandi- Lokasi : G. SEULAWAH bunglon (Gonocephalus chamaeliontinus) anus, Cyrtodactylus sp., Cyrtodactylus quadrilineatus, Luperosaurus brooksi), Scincidae (Eutropis multifasciata, Sphenomorphus Bangsa Reptilia yang berfungsi sebagai pe- multisquamatus), Varanidae (Varanus rudicollis), Colubridae Lokasi : CA JANTHO (Boiga dendrophila) nyeimbang alam, di Aceh banyak ditemui. Bronchela hayeki, Draco melanopogon, Cyrtodactylus sp., Ahaetulla prasina, Dendrelaphis formosus, D. pictus, Dryophiops rubescens, Pareas malaccanus, Ptyas korros, Xenochrophis trianguligera Di Kawasan Hulumasen, terdapat keluarga reptilia yang terdiri atas 28 spesies, 4 fami- Lokasi : GEUMPANG li, 14 genus dari 252 individu Lacertilia Cyrtodactylus sp., ular Rhabdophis chrysargos. (bunglon, cicak, kadal dan buaya). Sedan- Lokasi : DESA MEDEN gkan Testudinata (kura-kura), ditemukan Aphaniotis acutirostris, Bronchocella hayeki, Draco melanopogon, Draco sp., D. sumatranus, Gonocephalus beyschlagi, Gonocephalus cf 2 spesies, 2 famili, 2 genus dari 2 individu. locunosus, Phoxophrys tuberculata, Cyrtodacttylus sp.,, Cyrtodacttylus Serta sub-ordo Ophidia (ular) 20 spesies, sp., C. lateralis, C. quadrilineatus, Hemidactylus frenatus, Dasia olivaceae, Mabuya multifasciata, M. rugifera, Ahaetulla fasciolata, 2 famili, 16 genus dari 32 individu. Aphlopeltura boa, Boiga cynodon, Dendrelaphis coudolineatus, Lep- Genochrophis trianguligera Tropidolaemus wagleri turophis albofuscus, Psammodynastes pictus, Tropidolaemus wagleri, Heosemys spinosa Lokasi : KRUENG INONG Aphaniotis acutirostris, Draco melanopogon, D. sumatranus, Cyrtodac- tylus lateralis, Gekko smithi, Dasia olivacea, Varanus salvator, Dendrela- phis caudolineatus, Tropidolaemus wagleri, Manouria emys, Lokasi : KEM CIKO 2 Cyrtodactylus sp., Gonocephalus chamaeliontinus. Lokasi : KRUENG TEUNOM Aphaniotis acutirosris, Draco melanopogon, Gonocephalus beyschlagi, Gonocephalus cf chamaeleontinus, Gonocephalus grandis, Cyrtodactylus lateralis, Hemidactylus frenatus, Mabuya multifasciata, Sphenomorphus anomalophus, Sphenomorphus sp., Varanus salvator, Boiga drapiezi, Dendrelaphis caudolineatus, Trimeresurus sp. Cyrtodactylus sp1_grute Gekko smithi Popea barati Lokasi : ALUE RHEK Cyrtodactylus consobrinus, Cyrtodactylus sp., Ordo Ophidia (ular) Lepturophis albofuscus Bangsa reptilia ini semakin hari se- makin berkurang jumlahnya. Hal ini dapat disebabkan karena punah- nya habitat hingga pemanfaatan- nya untuk industri obat-obatan, Buaya muara, Labi- seperti tokek yang belakangan labi (Soft Shelled terkenal dengan tingginya permintaan pasar ber- Turtle) yang masuk barengan dengan harga yang mahal. dalam red list book IUCN dapat ditemukan di sekitar rawa-rawa . Di Aceh, biasa dijumpai di rawa-rawa Tripa, Singkil dan Kluet. Gonocephalus grandis Draco sumatranus34 35
  • 18. Burung Di wilayah lain, yakni Lamie, Nagan Raya, merupakan hutan rawa paling kaya untuk jenis burung. ditemukan Di Kawasan Hulumasen ditemukan sedikitnya 17 spesies burung yang hidup di lereng curam. setidaknya 108 jenis burung yang diantaranya keba- Selain itu, juga tercatat 21 spesies dengan sebaran terbatas atau Restricted Range Species (RRS) nyakan burung semak belukar. Sekitar 10 % spesies yang sebarannya sebagian besar terbatas di Area Endemis Burung di Sumatra dan Semenanjung burung di Lamie merupakan burung migrasi Malaysia. Dari 21 spesies tersebut, 7 di antaranya bergantung pada hutan dataran rendah. Burung King Fisher (Raja Udang) yang berasal dari bumi belahan utara. Selain satu spesies burung penangkap Tabel 1.2. Endemis (‘End’), sebaran terbatas (‘RSS’), catatan spesies burung baru di Aceh (‘Aceh’) Namun dari banyaknya jenis burung di serangga dan satu spesies burung dan status daftar merah atau red list (‘RL’) wilayah Lamie, sangat jarang ditemukan pengicau, jenis burung migran yang Status burung jenis pemangsa maupun burung ditemukan di Kawasan Hulumasen Nama Umum Nama Ilmiah jenis pemakan buah-buahan. Diperkirakan End RRS Aceh RL adalah Elang madu (Pernis sekitar 13 jenis burung di Lamie terancam Puyuh Bukit Sumatra Arborophila sumatrana LC ptilorhynchus). Dari seluruh burung punah. Burung Rampeuneu Rayeuk (Treron Kuaukerdil Sumatera Polyplectron chalcurum Y LC yang ditemukan di Kawasan Hulumasen, Capellei), Tangkar Kambing dan Julang Jambul terdapat 36 spesies langka di Sumatra Luntur Sumatera Apalharpactes mackloti Y Y LC Hitam adalah beberapa jenis burung yang dan 6 burung yang baru ditemukan di Cica-Daun Sumatera Chloropsis venusta Y Y NT terancam punah. Aceh. Cucak Mutiara Pycnonotus tympanistrigus Y NT Berencet dada karat Napothera rufipectus Y Y LC Ciung-batu Sumatera Myophonus melanurus Y Y NT Beberapa jenis burung seperti Murai Batu (Cop- Murai Gelak Sumatra Myophonus castaneus Y Y VU sychus malabaricus), Cucak Rawa (Pycnonotus Srigunting Sumatran* Garrulax bicolour Y Y NT zeylanicus) dan Murai Gelak Sumatra (Garru- Tangkar-Uli Sumatra Dicrurus sumatranus Y Y LC lax bicolour) menjadi incaran para kolektor Puyuh berparuh merah Dendrocitta occipitalis Y Y LC burung. Sebagian besar pembalakan liar di Aceh Punai Salung Arborophila rubrirostris? NT terjadi di area dataran rendah tempat burung dataran rendah Celepuk Raja Treron oxyurus Y LC seperti burung Bayan (Puling Psittinus cyanurus) dan Gagak Cabak Gunung Otus brookii Y NT Kambing (Platysmurus leucopterus). Takor Api Caprimulgus pulchellus Y LC Cucak Gunung Psilopogon pyrolophus Y LC Brinji Gunung Pycnonotus bimaculatus Y LC Cingcoang Biru Hypsipetes virescens Y LC Meninting kecil Cinclidium diana Y LC Poksai Mantel Sunda Enicurus velatus Y LC Poksai hitam Garrulax palliatus Y LC Kacamata topi hitam Garrulax lugubris Y LC Bangau tongtong Zosterops atricapilla Y VU Elang Wallace Leptoptilos javanicus Y VU Puyuh rupa putih Spizaetus nanus VU Raja-udang kalung-biru Arborophila orientalis VU Cucak Rawa Alcedo euryzona VU Bubut Pycnonotus zeylanicus VU Itik Kapas Centropus rectunguis (?) Y LC Ayam Hutan Merah Nettapus coromandelianus Y LC Tikusan merah Gallus gallus Y LC Burung Hantu Merah Porzana fusca Y NT Segan Jawa Otus rufescens Y LC Sambar Batu Batrachostomus javensis Y NT Layang-layang Himalaya (?) Aerodramus brevirostris (?) ? NT36 37
  • 19. Ganja FLORA Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak Manfaat Ganja Provinsi Aceh memiliki hutan terbesar di Asia Tenggara, luas lama dan digunakan sebagai bahan pembuat Biji Ganja keseluruhan hutan di Aceh sebesar 3.549.813 Ha (berdasar SK kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Pada biji ganja terdapat sumber makanan ber- Menhutbun 170/Kpts-II/2000 mengenai Kawasan Hutan dan Selain itu ganja juga memiliki jenis kayu yang gizi dengan protein kualitas tinggi, bahkan- Perairan di Aceh) dengan kawasan berhutan (termasuk APL, dapat menghasilkan kertas dengan kualitas baik. lebih tinggi dari kacang kedelai. dan wilayah Pulau Simeulue dan Kepulauan Banyak) seluas Dan di Aceh daun ganja biasanya dijadikan un- Buah Ganja 3.306.315 ha (data 2006). Hutan inilah yang menjadi tempat tuk komponen sayuran yang umum disajikan. Ini bisa digunakan sebagai bahan bakar, biasa tumbuh dan berkembang biaknya berbagai macam species secara langsung atau bisa juga diolah melalui tumbuh-tumbuhan. proses pirolisis menjadi batu bara, metana, metanol, dan bensin. Minyak ganja lebih baik daripada minyak bumi karena bersih dari un- Bunga Raflesia sur logam dan belerang, sangat aman dan ra- mah lingkungan. Bunga “Rafflesia” adalah jenis (genus) tanaman bunga para- Akar, Batang, dan Ranting sit. Pertama kali diketemukan tahun 1818 pada di hutan hu- Bagian seratnya merupakan bahan istimewa jan (rain forest) di pulau Sumatera, Indonesia, oleh seorang untuk pembuatan kertas dan kain. Karena ta- pemandu (guide) Indonesia yang bekerja pada Dr. Joseph naman ganja tidak rumit, pada jenis tanaman Arnold, salah satu anggota team expedisi yang dipimpin ganja membutuhkan sangat sedikit pestisida oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Tanaman bunga ini ke- Ganja juga dikenal sebagai sumber dari bahan kapas. itulah istimewanya dan ini mudian dinamakan bunga Rafflesia. narkotika, karena itu keberadaannya juga ramah lingkungan Jenis Bunga Raflesia ini diperkirakan kurang lebih ada 22 dilarang oleh negara. Sehingga Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) jenis ( dan yang terbesar adalah jenis Raflesia Arnoldi, ber- keberadaanya tersembunyi. Meski Delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) juga diameter 91 cm (3 kaki), tebal 1,9 cm(3/4 inci) dan berat sekitar 10 sampai 11 kg. Raflesia adalah tumbuhan parasit demikian, karena banyak permintaan terdapat pada tanaman ganja. Ini merupakan yang tidak berakar, tidak berdaun dan tidak bertangkai. pasar, ganja diperdagangkan dengan nilai jenis senyawa yang dapat mencegah penyakit yang cukup tinggi. pembuluh darah atherosclerosis. Bunga mempunyai lima daun mahkota yang pis yang hangat dengan kelembaban mencapai mengelilingi bagian yang terlihat seperti mu- 100% pada malam hari. lut gentong. Bagian tengah bunga memiliki Raflesia Micropylora merupakan jenis Raflesia semacam duri yang fungsinya belum diketahui yang hanya terdapat (endemik) di Aceh dan Su- tetapi banyak menyimpan nektar (sari bunga). matera Utara (Indonesia), dengan ukuran jauh Hewan penyerbuk bunga ini adalah lalat yang lebih kecil dari ukuran Raflesia Arnoldi. tertarik dengan bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga. Bunganya hanya berumur sekitar satu minggu (5-7 hari) dan setelah itu layu dan mati. Bunga Raflesia nampak seperti duduk diatas tanah baik jantan maupun betina (betina agak langka dijumpai). Berbeda dengan jenis Amorphophallus titani- um. Jenis ini tumbuh tinggi besar dan memiliki tangkai bunga, kelopak serta bongkol yang ber- bentuk tugu ditengah-tengahnya. Bunga raflesia dapat ditemukan pada keting- gian antara 500 – 700 mdpl di dalam hutan tro-38 39
  • 20. Bunga Seulanga (Cananga odorata) Seulanga atau dalam bahasa Indonesia di- Kenanga ini memiliki aroma yang khas, sebut dengan kenanga. Bunga Seulanga atau daunnya yang berwarna kuning kehijauan kenanga ini merupakan tanaman asli Indone- menjuntai menggulung seperti bintang sia yang tergolong dalam genus Cananga. Po- laut dengan panjang mencapai 2 cm dan hon kenanga ini dapat tumbuh dengan cepat, memiliki aroma yang wangi. Daun bunga tingginya dapat mencapai 25 meter. Tumbu- kenanga berbentuk oval-panjang, halus han ini menyukai sinar matahari yang penuh dan berkilau. Masyarakat Aceh selalu me- atau sebagian, dan lebih menyukai tanah nyertakan bunga ini dalam setiap upacara yang memiliki kandungan asam adat maupun upacara perkawinan. didalam hutan aslinya di da- Sesuatu yang sangat disayang- lam hutan tadah hujan. kan, meski bunga ini sangat Batang pohon kenanga kental dan akrab dengan yang lurus, memiliki masyarakat Aceh, ke- kayu yang keras, co- beradaannya mulai lang- cok digunakan seba- ka dan jarang dijumpai. KEUPULA gai batang korek api. Bunga keupula atau bunga tanjung ter- Pohon keupula ini ketika dewasa dapat mencapai ting- Kulit kayu kenanga masuk kedalam salah satu jenis bunga yang gi lebih dari 15 meter, berdaun tunggal dengan warna sering dimanfaatkan sebagai obat kudis. menghiasi Taman Ghairah, taman pada hijau tua dan bagian tepi atau pinggir daun bergelom- Anggrek masa kerajaan Sultan Iskandar Thani. Tana- bang. Pohon keupula ini selain memiliki bunga-bunga Suku anggrek-anggrekan yang biasa disebut juga man ini tergolong kedalam tanaman yang yang kecil dan wangi berwarna putih kekuningan, dengan istilah Orchidaceae merupakan suku memiliki aroma khas dan wangi. Menurut juga menghasilkan buah berwarna merah kekuningan Bunga termasuk kedalam tumbuh- tumbuhan berbunga yang memiliki anggota jenis Anggrek Bulan tumbuhan divisi Magnoliophyta. kitab Bustanussalatin pohon bunga keupula dengan rasa yang manis. Meski pohon ini sudah mulai terbanyak. Jenis-jenis anggrek banyak dijumpai Anggrek bulan termasuk dalam tanaman anggrek Pada bunga terdapat organ reproduk- merupakan jenis bunga wangi dari pohon langka, namun masi dapat di jumpai di sekitar wilayah di daerah tropika hingga wilayah sirkumpolar, monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari si, yaitu benang sari dan putik. Kedua yang besar, namun bunga keupula yang ada perkuliahan Unsyiah, Banda Aceh. meski demikian kebanyakan dari jenis anggrek sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna organ ini merupakan bagian ter- di Aceh saat ini adalah bunga keupula yang ditemukan di wilayah tropis. Anggrek menyukai hijau dengan bentuk memanjang. Akar-akarnya penting dalam proses pembuahan/ berasal dari pohon yang kecil. lingkungan tempat hidup yang memiliki tingkat berwarna putih dan berbentuk bulat memanjang reproduksi. Bunga memiliki fungsi kelembaban yang tidak berlebihan. Dengan serta terasa berdaging. Bunganya memiliki utama untuk menghasilkan biji, Pandan kondisi suhu rata-rata Provinsi Aceh sekitar sedikit keharuman dan waktu mekar yang proses penyerbukan dan pembuahan 300 C, membuat tanaman ini mudah hidup dan lama serta dapat tumbuh hingga diameter Tanaman pandan merupa- istilah hijau abadi (evergreen). berlangsung pada bunga yang nanti- berkembang biak. 10 cm lebih. kan tanaman yang tergolong Tumbuhan yang memiliki akar tun- nya bunga akan berkembang men- Anggrek bulan tumbuhan monokotil yang jang ini memiliki buah yang hampir jadi buah. Buah inilah yang nantinya berasal dari genus pan- menyerupai nenas tersusun dalam Anggrek Hutan termasuk dalam membawa biji. Tanaman anggrek jenis ini genus Phalaenopsis, danus. Sebagian besar dari rimbunan daunnya yang berjuntai. jenis ini merupakan tumbu- Ukuran tumbuhan pandan ini ber- sering disebut masyarakat Aceh dan tergolong han yang hidup di sepanjang variasi, mulai dari 50 cm hingga 5 me- dengan sebutan anggrek Meuh. kedalam jenis pantai-pantai daerah tropika, salah satunya ter. Tumbuhan pandan ini oleh masyarakat Aceh yang Anggrek hutan ini termasuk anggrek epifit, Dari sisi flora atau keber- provinsi Aceh. Pandan ini memiliki ciri, bermukim dikawasan pesisir dimanfaatkan sebagai kedalam jenis epifit yang me- yaitu jenis agaman tanaman, Indonesia daun memanjang menyerupai daun palem sumber matapencarian, yaitu dengan mengolah daun nyukai suhu yang panas sampai anggrek yang menempati peringkat ke lima atau rumput dan pada bagian tepi daun pandan dan menganyamnya menjadi tikar dan topi sedang tetapi teduh. Daunnya hidup dengan cara di dunia dengan lebih dari memiliki gerigi seperti duri. Daunnya se- dengan berbagai macam motif. berbentuk elips dan tunggal, menempel pada batang atau cabang pohon dan tumbuh subur 38.000 spesies yang 55% dian- lalu berwarna hijau yang dikenal dengan kuat dan berkulit dengan panjang rata-rata sampai hingga 600 meter di atas permukaan laut. Anggrek ini telah muncul di Aceh taranya endemik. Untuk jenis palem 18 cm. Bunganya berwarna kuning berbentuk sejak ratusan tahun yang lalu, dalam kitab Bustanussalatin yang ditulis pada saja, Indonesia menempati peringkat mahkota bunga yang mekar kebawah. Jenis ang- tahun 1637, kitab tersebut menceritakan keberadaan tanaman ini bersama Pasca tsunami yang melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 tumbuhan pandan ini semakin grek ini sudah sangat jarang dijumpai, karenanya tanaman bunga lainnya menghiasi taman disekitar kolam sungai Darul Ishki. pertama di dunia, dengan 477 spesies langka di beberapa kawasan pesisir Aceh, salah satunya Pidie. Tumbuhan yang telah lama menjadi jenis anggrek ini sudah tergolong dalam jenis ang- Keberadaan Anggrek jenis ini sampai saat ini masih dapat dijumpai di setiap dan 225 diantaranya endemik. sumber mata pencarian masyarakat dibeberapa daerah pesisir Aceh saat ini menjadi barang langka grek hutan yang langka. desa di Aceh.40 41
  • 21. Buah Jambu Air Jambu Air merupakan jenis tum- buhan yang tergolong dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae. Pada umumnya bagian-bagian pada tumbuhan jambu air ini beru- kuran lebih kecil dan kurang berbau aromatis. Umumnya jambu air berupa perdu dengan ketinggian rata-rata 3-10 meter, dengan kayu yang kokoh dah berca- bang-cabang mulai dari pangkal pohon, dan kadang-kadang gemangnya mencapai 50 cm. Memiliki daun tunggal yang terletak berhada- Buah merupakan perkembangan pan, bertangkai kurang lebih 0,5–1,5 cm. He- lanjutan dari bakal buah (ovari- laian daunnya berbentuk panjang dan sedikit um). Dalam kehidupan sehari-hari lonjong. masyarakat mengenal buah sebagai Pohon jambu air ini pada mulanya mengeluar- pangan, yang mengandung berbagai kan karangan bunga pada ujung ranting atau macam manfaat, serat dan vitamin. pada ketiak daun yang telah gugur, bunga ini- Sebagian besar species buah-buahan Mangga Belimbing Wuluh lah yang nantinya akan menjadi buah jambu hampir mengalami kepunahan. Buah Jambu Air bertipe buah buni, Tanaman Mangga termasuk dalam marga banyaknya. Daun letaknya bergantian, Tumbuhan belimbing wuluh atau yang air. Bunga ini berbentuk mahkota bundar yang berbentuk gasing dengan pangkal yang kecil Mangifera. Genus mangifera memiliki 62 tidak berdaun penumpu. Panjang tangkai lazimnya oleh masyarakat Aceh dikenal pada pangkal ujungnya seperti kerucut, dan dan pada bagian ujung melebar, berdaging spesies, hanya 16 spesies yang memiliki buah daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian dengan sebutan Limèng atau selimèng. pada bagian ujungnya terdapat benang sari dan melengkung. Daging buah jambu ini dengan rasa yang enak. pangkalnya membesar dan pada sisi Belimbing wuluh merupakan jenis pohon dan tangkai putik. kecil yang diperkirakan berasal dari berwarna putih dan banyak mengandung Pohon mangga termasuk golongan tumbuhan sebelah atas ada alurnya. Aturan letak Kepulauan Maluku dan tumbuh dengan air, memiliki rasa yang sedikit asam manis tingkat tinggi, struktur batangnya tergolong daun pada batang biasanya 3/8, tetapi Pisang bahkan terkadang sepat, pada bagian kelompok arboreus, tinggi pohon mangga makin mendekati ujung, letaknya makin bebas serta dikembangbiakkan di Indonesia, khususnya Aceh. Pisang merupakan tanaman bersirip panjang luarnya berwarna putih kemerahan bahkan bisa mencapai 10-40 meter dan umurnya bisa berdekatan sehingga nampaknya seperti Pohon belimbing wuluh tergolong kedalam yang tergolong dalam suku Musaceae. Tumbu- ada yang berwarna merah. Biji jambu air bertahan hingga lebih dari 10 tahun. dalam lingkaran. Pohon mangga memiliki pohon tahunan yang berukuran sedang han ini dapat hidup di daerah yang tanahnya berukuran kecil. Buah jambu air ini mulai Daunnya terdiri dari dua bagian, yaitu tangkai macam-macam bentuk daun, diantaranya; dengan tinggi mencapai 5-10 meter. Memiliki asin. Tinggi pohon pisang rata-rata mencapai jarang dijumpai di daerah kota (Banda daun dan badan daun. Badan daun bertulang berbentuk lonjong dan pada bagian batang utama yang rendah dan bercabang. 2-9 meter. Buahnya tersusun dalam tandan den- Aceh). dan berurat-urat, antara tulang dan urat ujung runcing seperti mata tombok, dan Daun pohon belimbing wuluh ini majemuk, gan kelompok-kelompok yang tersusun menjari, tertutup daging daun. Daging daun terdiri segi empat dengan bagian ujung yang berselang-seling dengan panjang 30-60 cm biasa disebut dengan sisir. dari kumpulan sel-sel yang tak terhingga membulat. dan memiliki kelopak di ujung cabang. Bunga Masyarakat Aceh cukup akrab dengan buah tumbuhan belimbing wuluh berukuran kecil, pisang. Buah pisang diolah menjadi makanan dengan mahkota lima,berwarna putih, kuning olahan. Daerah Bireuen, penduduk setempat atau lila. Buag belimbing wuluh berukuran mengolah buah pisang menjadi makanan cemi- kecil, berbentuk lonjong menyerupai torpedo lan yang disebut dengan keripik pisang, daerah dan panjang sekitar 4-6 cm. Buah belimbing wuluh atau limèng memiliki Aceh Timur mengolah pisang menjadi pisang berbagai macam manfaat bagi manusia. sale. Selain buah pisang dapat di konsumsi lang- Masyarakat Aceh mengolah buah belimbing sung atauapun diolah terlebih dahulu, ternyata ini menjadi asam sunti dengan menjemurnya pohon pisang memiliki banyak khasiat dalam hingga kering memanfaatkan sinar panas pengobatan berbagai penyakit. matahari, asam sunti merupakan salah satu Rujak Aceh Jambu Air ini sering di jadikan bahan dalam bumbu masakan yang terpenting dalam pembuatan makan khas aceh, yaitu Rujak masakan khas daerah Aceh Aceh.42 43
  • 22. HARTA KARUN LAHAN GAMBUT Selain kaya keanekaragamanhayati, Pulau Sumatera juga menyimpan harta karun lain. Yakni lahan gambut. Lahan gambut di Sumatera terluas di Indonesia, yang kaya akan tanaman rimba dan tanaman budidaya. Empat: Lahan gambut di Aceh yang tersebar di beberapa titik dalam kawasan Pantai Barat Sumatera, kini terancam karena pembukaan lahan, kebakaran hutan hingga pembukaan jalan baru. Padahal, lahan gambut bisa memberikan keuntungan yang sangat besar secara material dan non material bagi rakyat Aceh.44 45
  • 23. Gambut terbentuk dari material atau bahan organik yang tertimbun secara alami dalam keadaan basah berlebihan, bersifat mampat dan tidak atau hanya sedikit mengalami perombakan. Kemudian terdekomposisi secara lambat, lebih lambat dari laju pe- nambahan bahan organik penyusunnya. Lahan gambut memiliki pH rendah, kes- uburan kimia yang jelek, serta hanya sedikit memiliki mikroorganisme. Di seluruh dunia, total luas lahan gambut diperkirakan mencapai 240 juta ha. Sedangkan di Indonesia, terdapat 20 juta ha lahan 240 juta ha gambut (Driessen and Dudal, 1989). Meskipun luas lahan gambut hanya meliputi 3% dari luas daratan 20 juta ha di seluruh dunia, namun sanggup menyimpan 550 gigaton karbon. Nilai ini setara dengan 30% karbon tanah, atau 75% dari seluruh karbon atmosfer. Bah- kan setara dengan seluruh karbon yang dikandung massa total makhluk hidup daratan dan setara dengan dua kali simpanan karbon semua Luas Lahan Gambut di dunia hutan di dunia. Lahan gambut di Indonesia dilindungi dalam Surat Keputusan Presiden Luas Lahan Gambut di Indonesia No. 32 tahun 1990 mengenai Kawasan Lindung. Selain menjadi habitat bagi berbagai spesies fauna dan tanaman, lahan gambut juga me- Di sisi lain, keberadaan lahan gambut di nyimpan harta karun yang luar biasa. Yakni sebagai penyimpan karbon dan penahan air Indonesia, ikut berperan dalam menempat- Kontribusi Stok Karbon Indonesia di Dunia Perbandingan Stok Karbon di dalam jumlah sangat besar. Karena itulah, lahan gambut menjadi penyangga hidrologi kan Indonesia dalam tiga besar penghasil Lahan Gambut Sumatera dan Kalimantan areal sekelilingnya. Lahan gambut sanggup menyerap air sebesar 13 kali bobotnya polusi. Di bawah Amerika Serikat dan Indonesia 56.2% sendiri. China. Hingga tahun 2009, Indonesia ter- Amerika Selatan 12.8% Luas lahan gambut di Pulau Sumatra mencapai 7,2 juta ha. Stok catat mengahsilkan 3,014 metrikton karbon Pasifik SE Asia karbon yang disimpan di dalamnya sebesar 22,283 Mt (below tiap tahun. ground carbon) atau sekitar 3,093 Mg C ha-1. 0.2% 67.8% Amerika Tengah 5.2% Dalam proses perubahan lahan gambut Sebagai perbandingan, lahan gambut di Kalimantan yang Asia (Mainland) Brunei Darusalam menjadi area perkebunan kelapa sawit yang 0.3% 0.1% luasnya 5,77 juta ha menyumbangkan karbon sebesar11,274 marak di Indonesia, emisi yang dihasilkan Africa Malaysia Mt (below ground carbon) atau sekitar 1,954 Mg ha-1. 13.6% Vietnam 6.4% mencapai antara 3,1 dan 4,6 miliar ton kar- 0.4% Thailand 0.2% Papua New Guinea bon. Setara 46 sampai 68 kali pengurangan Filipina 4.3% 0.3% emisi karbon yang diharapkan Uni Eropa 3,093 Mg C ha-1. 1,954 Mg C ha-1. dengan menggunakan biofuel. Produksi minyak sawit dari konversi lahan gambut tropis Indonesia, memerlukan 420 tahun produksi biofuel untuk membayar kembali hutang karbon yang telah terpapas Sumatra Kalimantan oksigen akibat pembukaan lahan gambut.46 47
  • 24. LOKASI SEBARAN LAHAN GAMBUT KLASIFIKASI GAMBUT Dalam klasifikasi tanah, tanah gambut dikenal sebagai Organosol atau Histosols. Yaitu tanah yang memiliki lapisan bahan organik dengan berat jenis dalam keadaan lembab < 0,1 g cm ֿ³ dengan tebal > 60 cm atau lapisan organik dengan BD > 0,1 g cmֿ³ dengan tebal > 40 cm. Dari tingkat kematangannya, lahan gambut dibedakan menjadi: Berdasarkan tingkat kesuburannya, gambut dibedakan menjadi: • Gambut Saprik (matang), merupakan gambut yang sudah me- • Gambut eutrofik, merupakan gambut yang kaya akan bahan lapuk lanjut dan bahan asalnya tidak dikenali, berwarna coklat mineral dan basa-basa serta unsur hara lainnya. Gambut yang tua sampai hitam, bila diremas kandungan seratnya < 15%. relative subur biasanya adalah gambut yang tipis dan dipen- • Gambut Hemik (setengah matang), merupakan gambut seten- garuhi oleh sediment sungai atau laut gah lapuk, sebagian bahan asalnya masih bisa dikenali, ber- • Mesotrofik, merupakan gambut yang agak subur karena warna coklat dan bila diremas bahan seratnya 15-75%. memiliki kandungan mineral dan basa-basa sedang. Meulaboh • Gambut fibrik (mentah), merupakan gambut yang belum me- • Gambut Oligitrofik, merupakan gambut tidak subur karena lapuk, bahan asalnya masih bisa dikenali, berwarna coklat dan miskin mineral dan basa-basa. Bagian kubah gambut tebal bila diremas > 75% seratnya masih tersisa. yang jauh dari pengaruh lumpur sungai biasanya termasuk Di kawasan Pantai Barat Sumatera, masih ada beberapa peninggalan lahan gambut yang ter- Tripa di Kabupaten Nagan gambut oligotrofik. sisa. Namun dalam kondisi terancam karena Raya dan Aceh Barat Daya 1 Berdasarkan pembentukannya, maka gambut dibedakan kepada: Berdasarkan proses dan lokasinya, gambut dibagi menjadi: beberapa hal. Misalnya: (50,000 ha) • Kebakaran gambut, • Gambut ombrogen, merupakan gambut yang terbentuk pada • Gambut pantai, merupakan gambut yang terbentuk dekat • Penebangan kayu, lingkungan yang dipengaruhi oleh air hujan pantai laut dan mendapatkan pengayaan mineral dari air laut • Rencana pembuatan jalan, • Gambut topogen yang terbentuk di lingkungan yang menda- • Gambut pedalaman, merupakan gambut yang terbentuk di • Tidak ada perlindungan bagi lahan gam- Kluet di Kabupaten 2 pat pengayaan air pasang. Karena itu gambut ini lebih kaya daerah yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut na- but dengan ketebalan 3 meter ke atas. Aceh Selatan (18,000 ha) mineral dan lebih subur dibandingkan gambut ombrogen. mun hanya oleh air hujan • Pembukaan perkebunan kepala sawit • Gambut transisi merupakan gambut yang terbentuk di antara yang tidak terkendali. kedua wilayah diatas, yang secara tidak langsung dipengaruhi • Pembukaan areal pertambangan Singkil di Kabupaten Berdasarkan kedalamannya, gambut dibedakan atas: oleh air pasang laut. Aceh Selatan dan Aceh 3 Singkil (100,000 ha). • Gambut dangkal ( 50-100 cm) • Gambut sedang (100-200 cm) Khusus di Indonesia, lahan gambut yang ditemukan tergolong SEBARAN LAHAN GAMBUT DI INDONESIA • Gambut dalam (200-300 cm) mesotrofik, oligotrofik dan memiliki kandungan lignin yang lebih • Gambut sangat dalam (> 300 cm) tinggi karena terbentuk dari pohon-pohonan. Kalimantan Sumatera 6,8 juta ha 7,2 juta ha Papua 4,6 juta ha48 49
  • 25. MANFAAT LAHAN GAMBUT PERLINDUNGAN DAN KONSERVASI GAMBUT 1. Benteng alami penahan tsunami Beberapa pendekatan yang dapat ditempuh untuk konservasi lahan gambut diantaranya: Yang menjadi perhatian penting dalam “Master plan for the rehabi- • Menanggulangi kebakaran hutan dan lahan gambut. litation and reconstruction for the region and people of the province • Penanaman kembali dengan tanaaman penambat karbon tinggi (tanaman pohon-poho- of Nanggroe Aceh Darussalam and Nias Island” nan). • Pengaturan tinggi muka air tanah. • Memanfaatkan perundang-undangan dan pengawasan penggunaan dan pengelolaan lahan gambut. • Pemberian insentif dalam konservasi gambut. Perlindungan lahan gambut, khususnya di Aceh sangat penting. Konversi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit di Aceh mengakibatkan penebangan dan pembakaran lahan gambut semakin merajalela. Misalnya di Singkil dan Kluet, banyak ditemukan illegal logging untuk pen- ebangan kayu bermutu tinggi, seperti mahoni merah. Selain itu kurangnya mata pencaharian bagi masyarakat sekitar juga turut andil dalam berkurangnya hutan gambut di Aceh. 2. Kontribusinya dalam mencegah perubahan iklim melalui penyera- pan CO2 dan penyimpanan karbon sesuai dengan “Kyoto protocol” yang sudah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia 4. Dapat melestarikan sebagian besar populasi orangutan sumatera yang tersisa (35% dari 7000 di dunia) yang sekarang berstatus 3. Kontribusinya kepada tujuan “Convention on Biological Diver- “critically endangered”. Penyelamatan spesies ini sity”, telah diratifikasi Pemerintah Indonesia dengan tar- adalah tujuan utama oleh Pemerintah Indo- get untuk Menghentikan Kehilangan Keanekaragaman nesia, ketika menandatangani “the Kinshasa Hayati pada tahun 2010, karena hutan rawa gambut Great Apes Declaration” pada bulan Sep- ini adalah salah satu yang sangat berharga di dunia tember 2005 karena keunikan dan kekayaan flora dan faunanya Bagi masyarakat sekitar lahan gambut, keberadaan lahan gambut memberikan dampak secara lang- sung. Selain sebagai waduk alami air bersih, lahan gambut juga merupakan tempat pembiakan ikan.50 51
  • 26. Bakau Penjaga Pesisir Lima: Sebagai salah satu komponen vegetasi daerah tropis khususnya untuk kawasan pesisir, hutan bakau atau mangrove memiliki fungsi yang sangat penting untuk menyeimbangkan kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar.52 53
  • 27. LOKASI SEBARAN Mangrove Hutan Mangrove Hutan mangrove di Indonesia dihuni 202 jenis flora. Terdiri dari 89 jenis pohon, 5 palem, 19 liana, 44 epifit dan 1 sikas. Namun Lokasi: Kabupaten Aceh Timur demikian hanya terdapat kurang lebih 47 jenis Luas: 323.236,38 ha bakau sejati dalam 4 famili penting. Yaitu Rhizophoraceae, Sonneratiaceae, Avicenniaceae dan Meliaceae. Lokasi: Teluk Langsa Secara teoritis, hutan mangrove merupakan anak sungai, rawa bersama-sama dengan Luas: 2.533,03 ha komunitas vegetasi pantai tropis dengan populasi hewan dan tumbuhan. dominasi beberapa jenis mangrove yang Fungsi hutan bakau secara lebih spesifik mampu tumbuh dan berkembang pada daerah dalam tinjauan siklus biomassa, hutan mangrove memberikan masukan unsur pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2000). hara terhadap ekosistem air, menyediakan Sebaran mangrove di Aceh, sebenarnya tidak terbatas pada bagian tertentu saja. Untuk lebih spesifik, pengertian hutan bakau tempat berlindung dan tempat asuhan bagi dapat ditinjau dari segi fisik, biologi, vegetasi Dari Sabang hingga perbatasan dengan Sumatera Utara, banyak ditemui hutan anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan ekosistemnya. dan lain-lain. Sumber makanan utama bagi mangrove dalam skala kecil. Namun, secara kuantitas, hanya di beberapa daerah Secara fisik rawa bakau adalah salah satu jenis organisme air di daerah mangrove adalah saja, hutan mangrove bisa dijumpai dalam skala yang relatif besar. tanah rawa di wilayah pantai dengan sifat unik. dalam bentuk partikel bahan organik Yakni di wilayah Kabupaten Aceh Timur dan Teluk Langsa. Keduanya berada (detritus) yang dihasilkan dari dekomposisi dalam deretan pesisir timur Aceh. Di pesisir barat Aceh, banyak hutan mangrove Salah satu manfaat terbesar dari rawa bakau serasah mangrove (seperti daun, ranting dan yang habis diterjang tsunami akhir 1004. adalah menunjang produksi makanan laut dan bunga). Selama proses dekomposisi, serasah sebagai daerah asuhan untuk berbagai jenis mangrove berangsur-angsur meningkat kadar udang-udangan (crustaceae) dan ikan. proteinnya dan berfungsi sebagai sumber Dari sisi biologi, istilah mangrove mengacu makanan bagi berbagai organisme pemakan pada jenis tumbuhan yang hidup di pantai deposit seperti moluska, kepiting dang cacing MANGROVE DALAM ANCAMAN polychaeta. Konsumen primer ini menjadi berlumpur dan menyesuaikan diri terhadap makanan bagi konsumen tingkat dua, biasanya Kebutuhan ekonomi jangka pendek berkurangnya tangkapan nelayan. Selain Di Propinsi Aceh, yang pernah keadaan lingkungan yang asin. didominasi oleh ikan-ikan buas berukuran Sedangkan dari sisi ekosistem, ekosistem menyebabkan hutan bakau kian terancam. secara ekonomis, menciutnya hutan mengalami kerusakan luar biasa kecil selanjutnya dimakan oleh juvenil ikan bakau didefinisikan sebagai daerah pantai predator besar yang membentuk konsumen Banyak upaya dilakukan untuk meraih mangrove , juga memiliki dampak negatif akibat tsunami pada akhir 2004, pasang surut yang berlumpur, teluk, muara tingkat tiga. Singkatnya, hutan mangrove keuntungan dengan mengubah hutan menjadi bagi kehidupan manusia dari ancaman alam. dan rawan tsunami, keberadaan benteng dan delta. Ekosistem ini didominasi halophyta berperan penting dalam menyediakan habitat areal persawahan, pertambakan, pemukiman, Dengan wilayah hutan mangrove yang pertahanan di pesisir sangat penting. bagi aneka ragam jenis-jenis komoditi penting dan pemanfaatan kayu bakau sebagai material semakin sedikit, maka pertahanan daratan Kini, perlahan tapi pasti, mengingat (tumbuhan yang hidup di air asin), berkayu perikanan baik dalam keseluruhan maupun bangunan serta bahan baku arang untuk menjadi lemah. Terutama bila berhadapan keberadaannya yang penting, mangrove dan beradaptasi tinggi, yang berkaitan dengan sebagian dari siklus hidupnya. kebutuhan industri. dengan badai besar atau tsunami. di Aceh mulai mendapat perhatian lebih. Akibatnya terjadi penurunan jumlah Berkurangnya hutan mangrove, berbanding Beberapa lembaga yang bergerak di luas hutan mangrove, yang disertai terbaik dengan intensitas erosi serta salinitas bidang konservasi, mengadakan program dengan penurunan kualitas dan kuantitas air. Semakin sedikit hutan mangrove, pengembangan kawasan mangrove, keanekaragamanhayati. Sehingga memiliki semakin besar intensitas erosi dan semakin bersamaan dengan masa rehabilitasi dan pengaruh buruk pada hajat hidup masyarakat tinggi pula salinitas air. Terutama di kawasan rekonstruksi pasca tsunami. pesisir. Hal ini ditandai dengan semakin pesisir pantai.54 55
  • 28. Inisiatif Bakau oleh Masyarakat Di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, seorang bapak bernama Azhar Idris sempat dianggap aneh oleh warga sekitarnya. Hal ini bermula dari kebiasaannya mengumpulkan biji bakau, pasca kehilangan rumah akibat tsunami. Penyerapan Karbon Biji-biji bakau itu kemudian disemaikan Azhar. Tak terasa, sudah 35 ha pesisir Proses fotosentesis -dari karbon anorganik (C02) Sumber Alam In-Situ dan Ex-Situ Lam Ujong yang ditanami mangrove oleh Azhar. Itu semua berasal dari 3 bulan menjadi karbon organik dan oksigen- berlangsung Hasil alam dalam kawasan (in-situ) mencakup semua perjalannya hingga ke Pidie, 100 KM dari rumahnya, untuk mengumpulkan biji-biji dengan bantuan tumbuhan di dalam hutan bakau. fauna dan hasil mineral yang dapat dimanfaatkan bakau. Azhar membawa pulang 30.000 biji dalam ikatan 100 biji per ikat. Hutan bakau juga mengandung bahan organik langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber yang tidak membusuk. Karena itu, bisa berfungsi alam luar kawasan (ex-situ) meliputi produk alamiah Pada tahun 2008, bakau yang ditanam Azhar mulai menampakkan hasil. Masyarakat sebagai penyerap karbon aktif. di hutan mangrove. Kemudian bisa digunakan Lam Ujong sudah bisa menikmati tangkapan ikan, udang hingga kepiting di masyarakat di daerah tersebut. Baik sebagai sumber penanaman mangrove Azhar. Prestasi Azhar ini mengantarkannya menjadi pembawa makanan atau penambahan luas pantai karena obor Olimpiade Beijing 2008. Kini, Azhar hidup sederhana dengan bakau yang sedimentasi. membawa kemakmuran bagi lingkungan sekitarnya. Memelihara Proses dan Sistem Alami Penambah Unsur Hara Dalam hutan bakau, proses-proses Sifat fisik hutan bakau cenderung ekologi, geomorfologi, atau geologi bisa memperlambat aliran air dan memungkinkan MANFAAT HUTAN Mangrove berlangsung dengan lancar. pengendapan. Sehingga unsur hara yang berasal dari berbagai sumber di daratan bisa Mencegah Pengembangan Tanah Pengendapan Lumpur Habitat Satwa Langka tertahan. Sulfat Masam. Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu Lebih dari 100 jenis burung hidup di Keberadaan hutan bakau dapat proses pengendapan lumpur. Partikel lumpur kawasan mangrove dan daratan lumpur di mencegah masuknya oksigen dalam yang mengendap bisa mengikat racun dan unsur sekitarnya. Juga menjadi tempat singgah lapisan pirit yang membahayakan hara air. Sehingga kualitas air laut terjaga dari burung migran, seperti Blekok Asia kehidupan. (Limnodrumus semipalmatus) endapan lumpur erosi. Rekreasi dan Pariwisata Transportasi Penambat Racun Sumber Plasma Nutfah Pelindung Bencana Memelihara Iklim Mikro Sarana Pendidikan dan Karena nilai keindahan dan kekayaan Pada beberapa hutan mangrove, Selain tertahan oleh lumpur, beberapa spesies Hutan bakau menjadi habitat Vegetasi hutan bakau dapat Perubahan air menjadi uap Penelitian spesies yang dimiliki, hutan bakau transportasi melalui air merupakan tertentu dalam hutan bakau membantu bagi beraneka spesies yang bisa menyaring badai dari lautan permukaan tanah dalam hutan bakau Hutan bakau bisa menjadi bisa menjadi tujuan wisata atau rekresi cara yang paling efisien dan paling proses pengikatan racun secara aktif . menjadi sumber plasma nutfah. yang bermuatan garam, mampu menjaga ketembaban dan laboratorium lapangan, baik masyarakat. sesuai dengan lingkungan. termasuk menahan laju curah hujan di sekitarnya, sehingga untuk isu lingkungan maupun gelombang tsunami keseimbangan iklim mikro terjaga. isu sosial kemasyarakatan.56 57
  • 29. Sejarah Tata Kelola Hutan Aceh Jauh sebelum perhatian masyarakat dunia tertuju pada isu lingkungan, pada 1900-an, masalah hutan Aceh sudah mendapat perhatian khusus. Dalam buku Sejarah Kehutanan Indonesia I, Gubernur Irwandi Yusuf mengeluarkan Moratorium Logging pada 6 Juni 2007, yang menjadi awal menata kembali (redesain) strategi pengelolaan tercatat setidaknya 8 organisasi yang membawa isu hutan Aceh. hutan Aceh, penanaman kembali hutan (reforestasi), dan menekan laju kerusakan hutan (reduksi deforestasi). Sasaran moratorium adalah: Gubernur Irwandi Yusuf terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Aceh Penghentian sementara seluruh penebangan kayu dari hutan alam. Nederlandsch Indische Vereeniging tot secara langsung. Ide pertama setelah dilantik adalah mencetuskan Visi Natuurbescherming Pemberian izin penebangan pohon hanya diperbolehkan pada pohon Aceh Green. yang berasal dari kebun masyarakat yang tergolong jenis-jenis kayu (Perkumpulan Perlindungan Alam Hindia Pemberlakuan Moratorium Logging oleh Guber- Sebuah visi progresif mengenai arah baru pembangunan Aceh pascakon- kampung. Belandaa) Didirikan di Bogor, 12 Juli 1922 oleh dr. S.H. Pejabat di Bengkulu dan Aceh me- Ringo Tyuoo Zimusyo nur Abdullah Puteh, pada 7 Maret 2001. Namun, flik dan bencana tsunami, terutama dengan sumberdaya alam terbarukan Penebangan pohon konsesi Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri Koorders, tokoh botani yang dikenal sebagai pendata nyatakan perlindungan bagi Raffle- kebijakan ini tidak memuat larangan penebangan sebagai pijakan utama. dalam rangka pembersihan lahan perkebunan dan transmigrasi yang Dibentuk pada 14 Juni 1942 di Jakarta. jenis-jenis pohon dari Jawa. sia Arnoldi di Bengkulu serta Tanah hutan bagi pemilik Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) Visi ini mencakup bidang kehutanan, energi terbarukan, bidang perikanan berada di luar kawasan hutan, akan diatur setelah dilakukan pengka- Gayo. Perlindungan yang diberikan Meski tidak banyak terlibat dalam pen- Gubernur Aceh mencanangkan 1000 Jagawana. Seribu Memberikan dampak besar dalam mempertahankan dan sejenisnya. Langkah ini merupakan pener- dan kelautan, infrastruktur publik dan penataan kembali tata ruang Aceh jian dan evaluasi. menyangkut juga hutan di mana Raf- gelolaan hutan secara langsung, namun orang Jagawana atau Pengaman Hutan (Pamhut) akan cagar alam termasuk di Aceh, dan mengajukan tiban administrasi Hak Pengelolaan Hutan (HPH), serta aktivitas lain terkait pengelolaan sumberdaya alam secara berkelan- Kayu tebangan sebelum moratorium dengan izin sah, dapat dimanfaat- permohonan pada pemerintah untuk izin cagar alam flesia arnoldi tumbuh dan berkem- berpengaruh dalam pembuatan kebi- disiapkan untuk menjaga hutan Aceh dan mengamank- tanpa ada konsep reformasi kebijakan kehutanan. jutan. kan untuk diolah dan dipasarkan di Propinsi Aceh. di luar Jawa. bang. jakan kehutanan Aceh. an visi Aceh Green. 1912 1915 1945 2001 2006 2007 2008 Sebaran Jenis Batuan 2007 Batuan Beku 2007 1907-1954 Komposisi Litologi Batuan 1930 1947 2006 Membujur dari utara hingga selatan sepanjang Perkumpulan VABINOI Sekretariat Aceh Green dibentuk BukitGubernur Aceh. Tu- pegunungan oleh Barisan Tim Perumus Rencana Strategis Hutan Aceh (Tipereska) Bond vanBatuan Gamping dan Dolomit Boschpersoneel in Batuan Beku Jawatan Kehutanan Sumatera dibentuk pada 12 Agustus 1947 ber- dan Badan Pengelolaan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dibentuk teruraikan. Sisa debu vulkanik batuan gasnya adalah mengkoordinir semua bidang yang terkait dibentuk oleh Gubernur Aceh melalui Surat Keputusan (Perkumpulan Pegawai Jawatan Kehu- Nederlandsch Indie Jenis ini terbentuk dari proses sedimentasi di Batuan beku disebut malihan. Terdiri Wakil Presiden RImengalami pelapukan memberikan dasarkan Surat Keputusan dari lava yang No. 1/WKP/SUM/47. berdasarkan ditetapkan dalam Keppres No. 33/1998. Pengelolaan dengan visi Aceh Green. tanan Hindia Belanda) (Perhimpunan Pedagang dan Jawatan yang berpusat di Bukittinggi ini terbagi atas: KEL termasuk mandat melakukan tata Gunungmembentuk Batuan batas dan Api Muda No.5222.1/534/2007, yang dikeluarkan pada 31 Oktober dasar laut yang terangkat ke permukaan hing- granit, diorit, gabro, sekis, batu sabak dan kontribusi unsur hara dalam tanah sehingga Selain itu, Sekretariat Aceh Green juga menjadi pusat infor- Didirikan pada 29 Desember 1907 oleh para Kontraktan Penyerahan Kayu T.P.K di Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Utara di Taru- zona-zona kawasan untuk dasar manajemen gunung api yang masih aktif Ada di sekitar pengelolaan. KEL 2007. masi bersama tentang gagasan, ide dan kebijakan pembangu- houtvester Boschwezen Hindia Belanda. Hindia Belanda) daratan. Sebagian dari jenis batuan ga menjadi tung yang meliputi porosi- di kawasan sekitar batuan gunung apiditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan di Kabupaten Aceh Besar, kuarsik. Umumnya, memiliki tingkat Karesidenan Aceh, Sumatera Timur, dan muda seperti Seulawah No. 190/KPT.s- nan ekonomi Aceh secara berkelanjutan demi terwujudnya gamping tersebut mengalami karstifikasi dan Dibentuk pada 28 Januari 1930 tas yang sangat rendah. Batuan beku terben- memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Tapanuli. II/2001 tentang Pengesahan Batas KEL, dan diperkuat dengan Anggotanya hanya orang Belanda dan Eropa Peut Sago di Kabupaten Pidie, Borne Telong di cita-cita masyarakat Aceh yang sejahtera dan berkeadilan. Pergub No. 52/2006 tentang Pembentukan Badan Pengelola KEL Memberikan gagasan pada pemerintah untuk Memperjuangkan kepentingan pedagang yang mengikis ekosistem karst. Aliran air tuk dari magma yang mengalami pengerasan. Seperti kawasan sekitar gunung api aktif lain- Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Tengah di Bukittinggi Kabupaten Bener Meriah dan Gunung Leuser (BPKEL) Wilayah Aceh. kemajuan ilmu kehutanan, organisasi dan cara kayu melalui jalur hukum demi penyehatan batuan gamping tersebut membangun sebuah Pengerasannya menghasilkan batuan ekstrusifSumatera Barat, Riau dan Jambi. batuan gunung yang meliputi Karesidenan nya di dunia, kawasan dengan di Kabupaten Gayo Lues. kerja Jawatan Kehutanan. perdagangan kayu di Hindia Belanda. Daerah Pengawasan Kehutanan Sumatera Selatanarea pengembangan perke- di Lubukling- system sungai bawah tanah sehingga memben- (vulkanik) dan intrusive (plutonik). api muda menjadi gau yang meliputi Karesidenan Palembang, Bengkulu dan tuk gua-gua panjang di kawasan karst. bunan karena tingkat kesuburan yang tinggi Lampung. Jenis batuan ini rawan mengalami kerusakan Batuan Sedimen Padu dan Gu- dan beriklim sejuk. Resikonya, kawasan sep- Batuan Gamping dan Dolomit karena gangguan vegetasi di atasnya. Sehingga nung Api Tua erti ini umumnya rawan bencana alam. Tersebar di sepanjang pantai barat, mulai dari Panglima Uteun Dalam kelembagaan adat Aceh, pemimpin tertinggi ara, merbau, dan kayu besar untuk air tidakkecuali humus hilang karena erosi, perahu, lagi cu- Sekilas Tipereska Jenis ini terdiri dari breksi, konglomerat dan ujung utara, Lhok Nga, Aceh Besar hingga Ka- di setiap wilayah disebut Imam Mukim. Pada Mu- seizin kup untuk disaring ke dalam sistem hidrologi Raja. Larangan lainnya adalah mengambil lava yang mengalami perlibatan. dengan mandat merumuskan dokumen Rencana Tipereska dibentuk Umumnya Sedimen Lepas bupaten Aceh Selatan. Untuk mewujudkan mandat tersebut, sasaran yang harus dicapai oleh ekologi, kelestarian fungsi sosial dan kelestarian fungsi ekonomi/ Visi Tipereska adalah: kim yang berbatasan dengan hutan, Imam Mukim, kayu yang sudah ditumpuk dan ada batu di atasnya. bawah tanah. Dalam jangka waktu panjang, Strategis Pengelolaan Hutan Aceh Sedimen lepas terbentuk karena prosesTim Penyusun Rencana Strategis Pengelolaan Hutan Aceh adalah: memiliki porositas rendah dan sedang. yang dapat diimplementasikan sedi- produksi hutan; Aceh menjadi wilayah yang mampu mendayagunakan ekosistem dibantu Panglima Uteun. Panglima Uteun bertugas: Batu ini adalah tanda bahwa kayupada pengurangan kejadian ini berdampak yang bertumpuk Tipe inilah yang mendominasi daratan Aceh hutan lestari danakibat erosi melalui sungai-sun- guna mewujudkan pengelolaan mentasi tanah kemakmuran 1. Terumuskannya visi, misi dan tujuan pengelolaan hutan Aceh yang 4. Terumuskannya strategi dan program yang realistis dalam jangka hutan secara lestari bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. 1. Menjaga adat Glee dalam pengelolaan hutan adat itu sudah ada yang di sungai dan waduk bawah ta- volume air punya. sebesar-besarnya bagi rakyat Aceh. utama. Topografi kawasan berbatu sedimen diterima semua pihak; dan beberapa pulau di sekitarnya. gai dapat Batuan Sedimen Padu dan Gunung 5 tahun ke depan, termasuk rancang ulang (redesign) kawasan waktu Misi Tipereska adalah: (meuglee). Panglima Uteun atau Pawang Glee (pem- 3. Pemungut cukai (Wasee Glee), yang meliputi nah. Akibatnya, cadangan air bersih yang tak lepas datar, kaya kandungan 2. Terumuskannya kerangka pikir dan nilai-nilaiApi Tua hutan Tipereska terdiri atas Dewan Pengarah, yang diketuai Gubernur Acehunsur hara pengelolaan hutan Aceh, reforestasi/restorasi kawasan hutan terdegradasi, serta 1. Menyediakan basis data kehutanan yang dijadikan acuan dalam bantu Panglima Uteun atau Kejruen Glee) memberi cula badak, madu, gading, getah Gangguan sarang ternilai menjadi terkikis. rambung, lainnya dan beranggotakan badan atau dinas yang Sehingga kawasan kehutan- pilihan yang mampu mempertahankan nilai-nilai spesifik ekosistem Aceh dengan luas kawasan- Batuan Gunung Api Muda dan air. terkait dengan isu ini menjadi Aceh Mendominasi wilayah menghentikan dan/atau menurunkan laju deforestasi; perencanaan dan implementasi pengelolaan seluruh sumberdaya burung, rotan,penambangan untuk bahan baku bagi nya mencapai lebih dari 60%, termasuk Pulau Sim- aturan normatif apa yang boleh dan tidak boleh di- adalah kayu untuk dijual, damar, dan seba- Batuan ini terjadidi Aceh, perwakilan Multi Donor Fund,sebagai pemukiman dan pertanian. Aceh, nilai-nilai budaya masyarakat Aceh dan mendorong an dari tuf, aglomerat, breksi utama perwakilan Leuser Interna- hutan 5. Terumuskannya Atlas Hutan Aceh sebagai dasar perumusan kebi- alam serta pemanfaatan ruang/lahan di Aceh; elue, Pulau Aceh dan Pulau Weh. Tersebar dari da- lakukan dalam pengelolaan hutan. gainya.semen dan marmer. disetorkan ke kerajaan. Wasee sebesar 10% volkanik, lava tionalendapan lahar yang tak International, Food and Agriculture dan Foundation, Fauna & Flora Salah satunya adalah pertanian padi. tumbuh-kembangnya sektor ekonomi kehutanan (sektor riil) yang taran rendah tepi pantai hingga dataran tinggi dan kelembagaan, strategi dan program, serta sinkronisasi tata jakan, 2. Menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) pengelolaan 2. Mengawasi penerapan larangan adat Glee. Mis- 4. Hakim perselisihan dan pelanggaran adat Glee. Organization, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia, dan Instutute for sehat; pegunungan. ruang wilayah propinsi; hutan Aceh secara berkeadilan sosial dan lestari; alnya pelarangan memotong pohon tualang, ke- Dalam suatu perundingan, Panglima Uteun wajib Natural Resources serta Environmental and Forestry Analysis. 3. Terumuskannya kebijakan dan kelembagaan pengelolaan hutan Aceh 6. Terhimpunnya data/informasi dasar yang memadai dan akurat 3. Mewujudkan tata kelola kehutanan yang baik di Aceh; muning, keutapang, dan beringin tempat bersarang mendengar keterangan pawang-pawang glee, sebe- Tipereska dibiayai oleh Multi Donor Fund di bawah Aceh Forest and yang mampu menyediakan kondisi pemungkin (enabling condition) bagi penetapan kebijakan dan pengambilan keputusan pengelolaan 4. Mewujudkan pengelolaan hutan lestari bagi para pelaku pembangu- lebah. Ada juga larangan memotong kayu meudang lum memberi hukum atau keputusan. Environment Project (AFEP). bagi pengelolaan hutan lestari berdasarkan prinsip kelestarian fungsi hutan Aceh, sebagai cikal bakal sistem informasi kehutanan Aceh. nan di Aceh. Sedimen Lepas 11 12 Di utara, ada di sepanjang Sungai Krueng Aceh, Kabu- 13 paten Aceh Besar. Di timur, banyak terdapat di Sigli, Ka- bupaten Pidie dan sekitarnya. Kemudian menyambung Harimau Sumatera hingga Kabupaten Aceh Tamiang, tepatnya di lahan basah Peta Sebaran Harimau & dan hutan mangrove di Aceh Utara dan Tamiang. Harimau Sumatera merupakan satu-satunya Di pantai barat terdapat di Leupung dan Lhoong, Kabu- Daerah Konflik subspesies Panthera tigris, yang masih ada di paten Aceh Besar, serta di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Indonesia. Di Aceh, yang merupakan hunian Sedimen lepas juga ditemui di muara Sungai Teunom, Legenda sebagian besar harimau Sumatera, sampai Aceh Jaya hingga Kabupaten Nagan Raya. Di Nagan Raya, dengan pertengahan 2009, diperkirakan tinggal sedimen lepas ada di kawasan rawa gambut Tripa dan 400 ekor saja. Rawa Singkil. Distribusi Harimau Daerah Konflik Kabupaten 18 19 Batas Wilayah Hutan Hulumasen Data Konflik Harimau NO TANGGAL TEMPAT KEJADIAN KERUGIAN Desa Peunelop, Kecamatan Labuhan 1 19 Juni 2007 1 orang meninggal dunia Haji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Desa Sengko Meulat, Kecamatan 2 31 Juli 2007 1 orang meninggal dunia Lhoong, Kabupaten Aceh Besar Desa Alue Baron, Kecamatan Meukek, 3 1 Agustus 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Desa Ketapang Indah, Kecamatan Harimau sumatera ditemukan mati dalam keadaan kulit, 4 13 Agustus 2007 Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil daging dan tulang sudah membusuk LOKASI SEBARAN LAHAN GAMBUT KLASIFIKASI GAMBUT Bukit Meuh, Kecamatan Meukek, 5 14 Agustus 2007 Desa 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Dalam klasifikasi tanah, tanah gambut dikenal sebagaiMeukek, Desa Aur, Kecamatan Organosol atau Histosols. Yaitu tanah yang memiliki lapisan bahan organik dengan 6 23 September 2007 1 orang meninggal dunia berat jenis dalam keadaan lembab < 0,1 g cm Aceh Selatan tebal > 60 cm atau lapisan organik dengan BD > 0,1 g cm 3 dengan tebal > 40 cm. Kabupaten 3 dengan Desa Drien Jalak, Kecamatan Meukek, 7 7 Oktober 2007 1 orang meninggal dunia Kabupaten Aceh Selatan Kondisi Harimau Sumatera Dari tingkat kematangannya, lahan gambut dibedakan menjadi: Desa Jambo Papeun, Kecamatan Berdasarkan tingkat kesuburannya, gambut dibedakan menjadi: Dilakukan penangkapan terhadap Harimau di sekitar saat ini terancam punah, 8 12 Oktober 2007 Meukek pemukiman penduduk sebanding dengan dengan wilayah habitatnya yang Gambut Saprik (matang), merupakan gambut yang sudah me- 9 19 Oktober 2007 Desa Jambo Papeun, Kecamatan 2 orang Gambut eutrofik, luka ringan merupakan gambut yang kaya akan bahan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan semakin berkurang. lapuk lanjut dan bahan asalnya tidak dikenali, berwarna coklat mineral dan basa-basa serta unsur hara lainnya. Gambut yang Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah Habitat Harimau Sumatera di Aceh ada di tua sampai hitam, bila diremas kandungan seratnya < 15%. 10 November 2007 Meukek relative subur biasanya adalah gambut yang menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan tipis dan dipen- hutan dataran rendah, hutan bergunung dan Gambut Hemik (setengah matang), merupakanKecamatanseten- Desa Ujong Tanoh, gambut garuhi oleh sediment sungai atau laut Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah 11 November 2007 separuh bergunung serta hutan-hutan dalam Samadua gah lapuk, sebagian bahan asalnya masih bisa dikenali, ber- menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan Mesotrofik, merupakan gambut yang agak subur karena 12 7 November 2007 Desa Aceh, Kecamatan Meukek wilayah lahan gambut. warna coklat dan bila diremas bahan seratnya 15-75%. memiliki kandungan mineral dan basa-basa sedang. Desa Jambo Papeun, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah Meulaboh 13 18 November 2007 Habitat Harimau Sumatera di Aceh Gambut fibrik (mentah), merupakan gambut yang belum me- Meukek menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan tidak Gambut Oligitrofik, merupakan gambut subur karena Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Dilakukan penangkapan terhadap harimau yang telah merupakan lahan perkebunan baru dan lapuk, 14 bahan 25 November 2007 bisa Samadua berwarna coklat dan asalnya masih dikenali, miskin mineral dan basa-basa. Bagian kubah gambut tebal menyebabkan korban jiwa di seluruh Kabupaten Aceh Selatan pembalakan liar. Hal ini yang menyebabkan bila diremas > 75% seratnya masih tersisa. Kecamatan Meukek 15 27 November 2007 Desa Bukit Mas, yang jauh dari pengaruh lumpur sungai biasanya termasuk Dilakukan penangkapan terhadap harimau Di kawasan Pantai Barat Sumatera, masih ada Harimau Sumatera mati ditembak aparat keamanan karena beberapa peninggalan lahan gambut yang ter- Tripa di Kabupaten Nagan konflik manusia dan harimau semakin Desa Lawe Sawah, Kecamatan Kluet gambut oligotrofik. 16 24 Desember 2007 Timur, Kabupaten Aceh Selatan telah menyerang warga hingga luka-luka (tangan, dada dan sisa. Namun dalam kondisi terancam karena Raya dan Aceh Barat Daya 1 mencemaskan di beberapa daerah di Aceh. paha) Berdasarkan pembentukannya, maka gambut dibedakan kepada: Berdasarkan proses dan lokasinya, gambut dibagi menjadi: beberapa hal. Misalnya: (50,000 ha) 28 29 Kebakaran gambut, Gambut ombrogen, merupakan gambut yang terbentuk pada Gambut pantai, merupakan gambut yang terbentuk dekat Penebangan kayu, lingkungan yang dipengaruhi oleh air hujan pantai laut dan mendapatkan pengayaan mineral dari air laut Rencana pembuatan jalan, Gambut topogen yang terbentuk di lingkungan yang menda- Gambut pedalaman, merupakan gambut yang terbentuk di Tidak ada perlindungan bagi lahan gam- Kluet di Kabupaten 2 pat pengayaan air pasang. Karena itu gambut ini lebih kaya daerah yang tidak dipengaruhi oleh pasang surut air laut na- but dengan ketebalan 3 meter ke atas. Aceh Selatan (18,000 ha) mineral dan lebih subur dibandingkan gambut ombrogen. mun hanya oleh air hujan Inisiatif Bakau oleh Masyarakat Pembukaan perkebunan kepala sawit Gambut transisi merupakan gambut yang terbentuk di antara yang tidak terkendali. Di Desa Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, seorang bapak bernama kedua wilayah diatas, yang secara tidak langsung dipengaruhi Pembukaan areal pertambangan Singkil di Kabupaten Azhar Idris sempat dianggap aneh oleh warga sekitarnya. Hal ini bermula dari Berdasarkan kedalamannya, gambut dibedakan atas: oleh air pasang laut. Aceh Selatan dan Aceh 3 kebiasaannya mengumpulkan biji bakau, pasca kehilangan rumah akibat tsunami. Singkil (100,000 ha). Penyerapan Karbon Biji-biji bakau itu kemudian disemaikan Azhar. Tak terasa, sudah 35 ha pesisir Gambut dangkal ( 50-100 cm) Proses fotosentesis -dari karbon anorganik (C02) Sumber Alam In-Situ dan Ex-Situ Lam Ujong yang ditanami mangrove oleh Azhar. Itu semua berasal dari 3 bulan menjadi karbon organik dan oksigen- berlangsung Hasil alam dalam kawasan (in-situ) mencakup semua Gambut sedang (100-200 cm) Khusus di Indonesia, lahan gambut yang ditemukan tergolong SEBARAN LAHAN GAMBUT DI INDONESIA perjalannya hingga ke Pidie, 100 KM dari rumahnya, untuk mengumpulkan biji-biji dengan bantuan tumbuhan di dalam hutan bakau. fauna dan hasil mineral yang dapat dimanfaatkan Gambut dalam (200-300 cm) mesotrofik, oligotrofik dan memiliki kandungan lignin yang lebih bakau. Azhar membawa pulang 30.000 biji dalam ikatan 100 biji per ikat. Hutan bakau juga mengandung bahan organik langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber Gambut sangat dalam (> 300 cm) tinggi karena terbentuk dari pohon-pohonan. alam luar kawasan (ex-situ) meliputi produk alamiah Pada tahun 2008, bakau yang ditanam Azhar mulai menampakkan hasil. Masyarakat yang tidak membusuk. Karena itu, bisa berfungsi sebagai penyerap karbon aktif. di hutan mangrove. Kemudian bisa digunakan Lam Ujong sudah bisa menikmati tangkapan ikan, udang hingga kepiting di masyarakat di daerah tersebut. Baik sebagai sumber makanan atau penambahan luas pantai karena Kalimantan penanaman mangrove Azhar. Prestasi Azhar ini mengantarkannya menjadi pembawa sedimentasi. obor Olimpiade Beijing 2008. Kini, Azhar hidup sederhana dengan bakau yang Sumatera 6,8 juta ha membawa kemakmuran bagi lingkungan sekitarnya. 7,2 juta ha Memelihara Proses dan Sistem Alami Penambah Unsur Hara Dalam hutan bakau, proses-proses Sifat fisik hutan bakau cenderung Papua ekologi, geomorfologi, atau geologi bisa memperlambat aliran air dan memungkinkan MANFAAT HUTAN Mangrove berlangsung dengan lancar. 4,6 juta ha pengendapan. Sehingga unsur hara yang berasal dari berbagai sumber di daratan bisa Mencegah Pengembangan Tanah Pengendapan Lumpur Habitat Satwa Langka tertahan. Sulfat Masam. Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu Lebih dari 100 jenis burung hidup di Keberadaan hutan bakau dapat proses pengendapan lumpur. Partikel lumpur kawasan mangrove dan daratan lumpur di mencegah masuknya oksigen dalam yang mengendap bisa mengikat racun dan unsur sekitarnya. Juga menjadi tempat singgah lapisan pirit yang membahayakan burung migran, seperti Blekok Asia 48 kehidupan. hara air. Sehingga kualitas air laut terjaga dari 49 endapan lumpur erosi. (Limnodrumus semipalmatus) Rekreasi dan Pariwisata Transportasi Penambat Racun Sumber Plasma Nutfah Pelindung Bencana Memelihara Iklim Mikro Sarana Pendidikan dan Karena nilai keindahan dan kekayaan Pada beberapa hutan mangrove, Selain tertahan oleh lumpur, beberapa spesies Hutan bakau menjadi habitat Vegetasi hutan bakau dapat Perubahan air menjadi uap Penelitian spesies yang dimiliki, hutan bakau transportasi melalui air merupakan tertentu dalam hutan bakau membantu bagi beraneka spesies yang bisa menyaring badai dari lautan permukaan tanah dalam hutan bakau Hutan bakau bisa menjadi bisa menjadi tujuan wisata atau rekresi cara yang paling efisien dan paling proses pengikatan racun secara aktif . menjadi sumber plasma nutfah. yang bermuatan garam, mampu menjaga ketembaban dan laboratorium lapangan, baik masyarakat. sesuai dengan lingkungan. termasuk menahan laju curah hujan di sekitarnya, sehingga untuk isu lingkungan maupun gelombang tsunami keseimbangan iklim mikro terjaga. isu sosial kemasyarakatan. 56 57Buku Selayang Pandang ATlas Hutan Aceh ini disusun dan dibagi dalam bab-bab yang sesuai dengan isu-isu lingkunganyang terkait dengan tata kelola hutan di Aceh. Semua informasi di dalamnya dipadukan dengan peta, foto dan data lainnya, sehinggatercipta informasi yang utuh.Bab Satu: Hutan Aceh KiniMenampilkan informasi kondisi hutan Aceh kini, termasuk sejarah perubahan dan tata kelola hutan Aceh.Bab DUa: Wajah Bumi AcehBerisi beragam informasi mengenai fisiologi dan geografi Aceh serta kawasan karst Aceh.Bab Tiga: Aceh Mega BiodiversityMenampilkan informasi keanekaragaman hayati Aceh dan sebarannya.Bab EMpat: Harta Karun Lahan GambutBerisi kondisi dan informasi lain mengenai lahan gambut.Bab Lima: Bakau Penjaga PesisirMenampilkan data dan informasi mengenai hutan bakau di Aceh beserta peta sebaran dan kondisinya. ISBN 9786029573008 ACEH GREEN SUSTAINABILITY. EQUITY9 786029 573008