Ptk paud
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Ptk paud

  • 11,427 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
  • haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
11,427
On Slideshare
11,427
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
261
Comments
1
Likes
2

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. HALAMAN PENGESAHANPENELITIAN TINDAKAN KELASJudul Penelitian Penggunaan Celemek cerita untukmeningkatkan kemandirian anak Paudkelompok A di Paud Zuleha Bram ItamIdentitas Penelitia. Nama Lengkapb. Jenis Kelaminc. Pangkat/ Golongan/NIPd. Asal Sekolahe. Alamat rumah dan No. TelpKhikmaturraudhahWanita-Paud Zuleha Bram ItamJl. Lintas Ka.Tungkal – Jambi, 085269101115Lama penelitian 2 Bulan. Juni s.d. Juli 2012Bram Itam, Juli 2012PenelitiKhikmaturraudhah
  • 2. ABSTRAKKhikmaturraudhah, 2012, Penggunaan Celemek Cerita untuk MeningkatkanKemandirian Anak Paud Kelompok A (Penelitian Tindakan Kelas di PaudZuleha Bram ItamKata Kunci : Penggunaan Celemek Ceria, Kemandirian AnakPenggunaan celemek cerita untuk meningkatkan kemandirian anak adalahsuatu usaha agar kegiatan pembelajaran di Paud tidak monoton, membosankan,dan menjenuhkan. Dalam kenyataannya kegiatan pembelajaran masih sangattekstual, sehingga bentuk-bentuk analogi yang harus di kembangkan secarakontekstual masih terkesan staknasi. Akibat dari pembelajaran seperti itu, untukmendongkrak agar anak bisa lebih mandiri dan dapat melakukan sesuatu tanpabantuan orang lain akan terhambat.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pembelajaranbercerita dengan alat peraga celemek cerita di Paud Zuleha Bram Itam. 2) Untukmengetahui kemandirian anak Paud kelompok A di Paud Zuleha Bram Itam. 3)Untuk mengetahu sejauh mana metode bercerita dengan alat peraga celemekcerita dalam meningkatkan kemandirian anak Paud kelompok A di Paud ZulehaBram Itam.Adapun pendekatan metode penelitain ini adalah menggunakanpendekatan kualitatif, karena dalam penelitian ini lebih mengutamakan deskriptifanalitik untuk memcahkan konsep-konsep di dalamnya, bukan mengunakankonsep-konsep numeric statistik.Dalam pelaksanaannya penelitian ini terbagi atas dua siklus, yaitu siklus Idan siklus II. Siklus I memberikan pengajaran secara umum dan siklus IIberkenaan dengan perumusan materi pembelajaran.
  • 3. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajarnbercerita dengan menggunakan alat peraga celemek cerita yang di lakukan diPaud kelompok A di Paud Zuleha Bram Itam dalam rangka untuk meningkatkankemandirian anak adalah suatu pilihan yang tepat dan cermat. Hal ini dapatdilihat dari paparan data perkembangan dari siklus I ke siklus berikutnya yangterdapat perkembangan secara signifikan. Dapat dilihat dengan jelas darikemandirian anak yang mula-mula hanyamencapai 5% dengan penggunaanmetode tepat dan cermat akhirnya merubah menjadi 100%
  • 4. KATA PENGANTARTidak ada tutur kata yang patut peneliti ucapkan, kecuali ucapanalhamdulillah. Karena atas rahmad, hidayah, dan nikmat-Nyalah peneliti dapatmenyelesaikan penelitian yang berjudul “Penggunaan Celemek Cerita UntukMeningkatkan Kemandirian Anak Paud Kelompok A (Penelitan Tindak Kelas diPaud Zuleha Bram Itam).” Sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.Penelitian ini tidak akan dapat terlaksana sesuai dengan harapan peneliti,tanpa adanya pengarahan-pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak, olehkarena itu ucapan terimaksih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulissampaikan kepada yang terhormat:1. DR. MUL AMRI, S.Pd, M.Pd. selaku pembimbing dalam pelaksanaanpenelitian ini2. Kepala beserta pengajar Paud Paud Zuleha Bram Itam yang bersediaditempati untuk kegiatan penelitian ini.3. Teman-teman sejawat dan seprofesi yang tiada henti-hentinya dalammemberikan semangat kepada peneliti.Insya Allah partisipasi dan bantuan Bapak/Ibu dari berbagai pihak di atasakan selalu mendapat taufik, hidayah, dan rida dari Allah Swt. Amin!Akhirnya karena peneliti hanya manusia biasa yang penuh dengankekhilafan, tentu dalan penyusunan penulisan ini terdapat kesalahan-kesalahandan kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik datangnya darimana saja dan kapan saja akan penuliti terima dengan senang hati.Bram Itam, Juli 2012Peneliti,Khikmaturraudhah
  • 5. DAFTAR ISIABSTRAK .................................................................................................KATA PENGANTAR ...............................................................................DAFTAR ISI ..............................................................................................DAFTAR GAMBAR..................................................................................BAB I PENDAHULUAN.......................................................................A. Latar Belakang Masalah..........................................................B. Rumusan Masalah .................................................................C. Tujuan Penelitian ....................................................................D. Hipotesis .................................................................................E. Lingkup Penelitian ..................................................................F. Definisi Oprasional..................................................................G. Kegunaan Penelitian ..............................................................BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG METODE PENGAJAR -AN CELEMEK CERITA DAN KEMANDIRIAN ANAK........A. Konsepsi Metode Pengajaran ................................................B. Konsepsi Metode Pengajaran “Celemek Cerita” ....................C. Konsepsi Kemandirian .........................................................BAB III METODE PENELITIAN .........................................................A. Pendekatan Penelitian ...........................................................B. Model Penelitian .................................................................C. Rancangan Penelitian .............................................................D. Data dan Sumber Data Penelitian ..........................................E. Teknik Analisis Data .............................................................F. Alokasi Penelitian...................................................................
  • 6. BAB IV PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ................A. Siklus I ...............................................................................B. Siklus ....................................................................................BAB V PEMBAHASAN .......................................................................A. Gambaran Metode Pembelajaran Bercerita dengan Alat PeragaCelemek Cerita .....................................................................B. Gambaran Kemandirian Anak Paud Kelompok A ...............C. Gambaran Metode Pembelajaran Bercerita dengan Alat Peraga“Celemek Cerita dalam Meningkatkan Kemandirian AnakBAB VI KESIMPULAN DAN SARAN...................................................A. Kesimpulan ...........................................................................B. Saran .....................................................................................DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................LAMPIRAN – LAMPIRAN
  • 7. BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahPendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakanpendidikan yang menyenangkan dengan prinsip “belajar sambil bermain, bermainseyara belajar”. Berangkat dari sinilah pembelajaran yang ada di Paud harusdicermati, sehinga apa yang diharapkan, yakni agar anak-anak lebih mandiridalam segala hal sesuai dengan kapasitas anak bisa tercapai. Metode pengajaranyang tepat dan cermat akan mengarahkan anak-anak pada hasil yang optimal.Macam-macam metode pengajaran di antaranya adalah metode bercerita,permainan bahasa, sandiwara boneka, bercakap-cakap, dramatisasi, bermainperan, karya wisata, demontrasi, metode pemikiran dan perasaan terbuka, danpemanasan atau apersepsiTiap-tiap metode tentu mempunyai tujuan secara khusus sekalipunkadang-kadang antara metode yang satu dengan metode yang lain mempunyaitujuan yang sama. Hal itu dapat dilihat dalam buku “Pedoman Guru BidangPengembangan Berbahasa di Paud” yang dijelaskan:Metode bercerita mempunyai tujuan melatih daya tangkap, melatih dayapikir, melatih daya konsentrasi, membantu perkembangan fantasi, menciptakansuasana menyenangkan, dan akrab di kelas.Metode permainan bahasa mempunyai tujuan anak mengerti apa yangdikatakan kepadanya, anak pandai memusatkan perhatiannya pada apa yangdidengarnya, anak pandai menarik kesimpulan dan apa yang sudah didengarnya,dan anak suka mendengarkan pembicaraan orang lain.Metode sandiwara boneka mempunyai tujuan melatih daya tangkap,melatih daya pikir, melatih daya konsentrasi, melatih membuat kesimpulan,membantu perkembangan intelegensi, membantu perkembangan fantasi, danmenciptakan suasana senang di kelas.Metode bercakap-cakap mempunyai tujuan mengembangkan kecakapandan keberanian, menyampaikan pendapat kepada orang lain, memberi
  • 8. kesempatan untuk berekspresi secara lisan, memperbaiki lafal dan ucapan, danmengembangkan intelegensi.Metode dramatisasi mempunyai tujuan memberi kesempatan yang sebaik-baiknya kepada anak untuk mengekpresikan diri dan memenuhi kebutuhanmeniru.Metode mengucapkan syair mempunyai tujuan memupuk persamaanirama dan perasaan estetis, memperkaya perbendaraan kata, dan melatih dayaingatan.Metode bermain peran mempunyai tujuan melatih daya tangkap, melatihdaya konsentrasi, melatih membuat kesimpulan, membantu perkembanganintelegensi, membantu perkembangan fantasi, dan menciptakan suasana senang.Metode karya wisata mempunyai tujuan mengenal lingkungan secaralangsung membantu perkembangan intelegensi, dan menambah perbendaraanbahasa.Begitu juga dengan metode-metode yang lain, misalkan metodedemontrasi, metode pemikiran dan perasaan terbuka, maupun metode pemanasanatau apersepsi masing-masing tentu mempunyai tujuan khusus.Metode-metode tersebut adalah sebuah variasi atau pilihan dalam setiapmelakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang diinginkan olehsetiap pengajar, sehingga tidak akan terjadi lagi penggunaan metode yang telahditentukan melenceng atau tidak sesuia dengan tujuan yang diinginkan. Dalamhal ini misalkan metode cerita dibantu dengan alat peraga yang menarik dan unikakan merangsang siswa untuk betul-betul memperhatikan setiap apa yang akandisampaikan oleh pengajar atau guru.Untuk menjadikan agar anak mandiri, agar anak dapat melakukan sesuatutanpa bantuan orang lain adalah suatu harapan bagi semua pihak baik dari pihaksekolah maupun pihak orang tua atau wali murid, karena kemandirian adalahsuatu hal yang sangat menting yang harus dimiliki oleh setiap anak. Agar tidakselalu bergantung pada orang lain. Kemandirian adalah “Hal atau keadaan dapatberdiri sendiri, tanpa bergantung pada orang lain.” (Tim.1996:555). Oleh karena
  • 9. itu metode bercerita dengan menggunakan alat peraga clemek cerita adalahsebuah pilihan yang tepat.B. Rumusan Masalah1. Bagaimanakah metode pembelajaran bercerita dengan menggunakan alatperaga clemek cerita di Paud Zuleha Bram Itam?2. Sejauh manakah kemandirian anak kelompok A di Paud Zuleha BramItam.Sejauh manakah metode pembelajaran bercerita dengan menggunakanalat peraga clemek cerita anak kelompok A di Paud Zuleha Bram Itamdalam meningkatkan kemandirian anak?C. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui pembelajaran bercerita dengat alat pegaga clemek ceritadi Paud Zuleha Bram Itam.2. Untuk mengetahui kemandirian anak Paud kelompok A di Paud ZulehaBram Itam.3. Untuk mengetahui sejauh mana metode bercerita dengan alat peragaclemek cetita dalam meningkatkan kemandirian anak Paud kelompok A diPaud Zuleha Bram Itam.D. HipotesisBerdasar atas rumusan masalah sebagai mana di atas dapat dirumuskanhipotesis sebagai beriku:Menggunakan metode pembelajaran bercerita dengan alat peraga celemekcerita dapat meningkatkan kemandirian anak Paud kelompok A di Paud ZulehaBram Itam.
  • 10. E. Lingkup PenelitianAgar dalam pembehasan ini tidak terlalu meluas, maka pembahasanhanya difokuskan pada penggunaan metode pmbelajaran bercerita denganmenggunakan alat peraga celemek cerita kaitannya dengan kemandirian anakPaud kelompok A. Penelitian ini dilakukan di Paud Zuleha Bram Itam.F. Definisi OprasionalAgar tidak terjadi perbedaan arti, maka dalam penelitian ini diperlukanpendefinisian hal-hal sebagai erikut:1. Penggunaan clemek cerita yang diajarkan di Paud Kelompok A PaudZuleha Bram Itam adalah pengembangan atau variasi dari metodebercerita di bidang pengembangan kemampuan berbahasa di TamanKanak-Kanak yang menggunakan alat peraga tidak langsung, yakni bendatiruan, gambar guntingan-guntingan yang ditempelkan pada celemek yangterbuat dari kain flannel.2. Yang dimaksud dengan kemandirian dalam penelitian ini adalah siswadapat melakukan sesuatu yakni dapat memakai sepatu dan baju tanpabantuan orang lain atau guru (pada saat di sekolah).G. Kegunaan Penelitian1. Secara teoritis kegunaan penelitian ini dapat memperbanyak ataumemperkaya tentang variasi metode pengajaran bercerita denganpenggunaan alat peraga tidak langsung di bidang pengembangankemampuan berbahasa di Paud.2. Bisa dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi para pengajar dalamrangka untuk memberikan variasai pengajaran agar tidak menjenuhkan.
  • 11. BAB IIKAJIAN TEORITIS TENTANG METODE PENGAJARAN CELEMEKCERITA DAN KEMANDIRIAN ANAKA. Konsepsi Metode Pengajaran“Metode adalah merupakan cara utama yang bersifat umum dan luas yangdigunakan untuk mencapai suatu tujuan.” (Surahman, 1978: 121).Sedangkan pengajaran adalah, ”1 proses, perbuatan, cara mengajar ataumengajarkan; 2 perihal mengajar; segala sesuatu mengenai mengajar.” (Tim.1996: 13).Dengan demikian metode pengajaran berarti suatu cara utama yangbersifat umum dan luas dalam melakukan proses, perbuatan, cara mengajar, ataumengajarkan untuk mencapai suatu tujuan.Metode pengajaran di Paud amatlah banyak. Sebagaimana yang telahdituangkan oleh peneliti pada bagian latar belakang. Adapun metode-metodeyang dimaksudkan adalah:1. Metode pemberian tugas, yaitu metede yang memberikan kesempatan padaanak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang telahdipersiapkan oleh guru sehingga anak dapat mengalami secara nyata danmelaksanakan secara tuntas. Tugas dapat diberikan secara berkelompokataupun individual.2. Metode proyek, yaitu metode yang memberikan kesempatan pada anak untukmenggunakan alam sekitar dan atau kegiatan sehari-hari anak sebagai bahanpembahasan melalui berbagai kegiatan.3. Metode karya wisata, yaitu kunjungan secara langsung ke objek-objek yangsesuai dengan bahan kegiatan yang sedang dibahas di lingkungan kehidupananak.4. Metode bermain peran, yaitu permainan yang memerankan tokoh-tokoh ataubenda-benda sekitar anak sehingga dapat mengembangkan daya khayal(imajinasi) dan penghayatan terhadap bahan kegiatan yang dilaksanakan.
  • 12. 5. Metode demontrasi, yaitu cara mempertunjukkan atau memeragakan suatuobjek atau proises dari suatu kejadian atau peristiwa.6. Metode bercerita (ceramah), yaitu cara bertutur dan menyampaikan cerita ataumemberikan penerangan secara lisan.7. Metode sosiodrama, yaitu suatu cara memerankan beberapa peran dalam suatucerita tertentu yang menuntut integrasi di antara para pemerannya.8. Metode bercakap-cakap, yaitu suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk Tanyajawab antara anak dengan anak, atau anak dengan guru.B. Konsepsi Metode Pengajaran “Celemek Cerita”“Bercerita dengan alat peraga” dalam pelaksanaannya kegiatan ini dipergunakanalat peraga dengan maksud untuk memberikan kepada anak suatu tanggapan yangtepat mengenai hal-hal yang didengar dalam cerita. Dengan demikian dapatdihindarkan bahwa tanggapan fantasi anak terlalu menyimpang dari apasebenarnya yang dimaksud oleh guru.Alat peraga yang dipergunakan, yaitu:1. Alat peraa langsung (binatang atau benda yang sebenarnya).2. Alat peraga tak langsung, yakni benda tiruan, gambar terlepas atau dalam bukudan guntingan - guntingan yang ditempelkan pada papan flannel.(Saleh,1988: 9).Dari kutipan di atas dapat dianalogikan bahwa pengajaran dengan clemekcerita adalah bentuk-bentuk bercerita yang merupkan dari metode pengajarandengan alat peraga tak langsung, yakni seorang guru memakai celemek yangterbuat dari kain planel dengan ditempeli gambar-gambar sesuai dengan ceritayang bisa dipasang dan dilepas sesuai dengan kebutuhan.
  • 13. C. Konsepsi KemandirianKemandirian adalah “Hal atau keadaan dapat berdiri sendiri, tanpabergantung pada orang lain.” (Tim, 1996: 555).Dalam buku “Membentuk Anak Mandiri, Bermotivasi Tinggi danPercaya Diri” dijelaskan anak disebut mandiri apabila :1. Mampu memberikan keputusan sendiri.2. Memiliki alternatif dalam mengambil keputusan.3. Tahua akan potensi yang dimiliki dri sendiri.4. mampu mengerjakan tuga kesehariannya sendiri.5. tidak bergantung pada orang lain.(Racman, 2005:3).Banyak sekali anak usia Paud kelompok A utamanya yang segalasesuatunya masih sangat tergantung kepada orang lain. Semua aktivitas selalumasih harus dibantu orang lain. Di rumah masih harus dibantu oleh kakak, ibu,atau ayah. Misalkan anak ingin memakai sepatu, anak masih harus dibantumencari sepatu di mana berada, kemudian memakaikan sepatu. Begitu juga padasaat anak ingin memakai baju anak masih harus dibantu dengan segala hal sampaibaju tersebut betul-betul terpakai. Anak yang masih demikian, yakni masihsangat tergantung kepada orang lain, tidak mau berusaha atau tidak maumelakukan setiap suatu kegiatan untuk kepentingan diri sendiri adalah anak yangbelum mandiri.
  • 14. BAB IIIMETODE PENELITIANA. Pendekatan PenelitianPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan sifatpenelitian adalah pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini lebihmengutamakan deskreftif analitik untuk memecahkan konsep-konsep didalamnya bukan menggunakan numeric statistik.“Penelitian kualitatif mengandalkan pengamatan, berperan serta(partisipant observation), dan wawancara pendalaman (indepth interview) sebagaiinstrumen.”(Bogdan, 1982:13):Penelitian kualitatif data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka,melainkan data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatanlapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya.”(Moleong, 19993:5).Dalam kesempatan lain juga dijelaskan, “Penelitian sendiri atau denganbantuan orang lain akan berperan sebagai alat pengumpul data utama. Penelitidisebut instrumen kreatif, artinya ia sendiri yang harus rajin dan giat untukmenggali beberapa informasi dan sekaligus peneliti juga sebagai pengumpul,penganalisis, dan pembuat laporan penelitian.”(Moleong.1994:17).B. Model PenelitianPenelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rangkaian tindakan akanmelalui tahapan-tahapan, yakni tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan,analisis dan refleksi. Dari hasil analisis dan refleksi setiap akhir kegiatandilakukan perbaikan pada siklus berikutnya.Adapun metode pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode cerita dengan penggunaan alat peraga clemek cerita untuk menarikperhatian siswa pada saat pembelajaran.
  • 15. C. Rancangan PenelitianSiklus I PerencanaanIdentifikasimasalah danpenetapanalternatif masalah- Menentukan tema- Membuat satuan kegiatan harian- Mempersiapkan alat peraga/sumber belajar- Menyiapkan instrumen observas1Tindakan - Melaksanakan pengajaran dengan mnggunakanalat peraga celemek cerita yang bergambar anakpandai memakau sepatu dan anak pandaimemapakai baju. Secara bergantian sesuaidengan kebutuhan.- Mengelompokkan anak dari anak 30 menjadidua kelompk.- Mempraktikkan memakai baju- Mempraktikkan memakai sepatuPengamatan - Melakukan observasi dengan menggunakanformat data observasi tindakan kelas dengankreteria penilaian- 1. belum mampu- 2. mampu dengan bantuan- 3. mampu tanpa bantuan- 4. mampu melebihi program guruRefeksi - Objek penelitian sebanyak 30 anak dalampelaksanaan kegiatan pembelajaran konsentrasianak tidak bisa makksimal- Pelaksanaan kegiatan kelompok praktikmemakai sepatu dan baju, belum berhasil secaramaksimal.SiklusIIPerencanaa - menentukan tema- membuat satuan kegiatan harian- mempersiapkan alat peraga clemek cerita,bergambar anak pandai memakai sepatu dananak pantai memakai baju.- menyiapkan intrumen observasiTindakan - melaksanakan pengajaran dengan menggunakanalat peraga, clemek cerita, gambar-gambarsesuai dengan yang diharakan, dan sepatusejumlah objek penelitian 30 anak.- Mengeklompokkan anak menjadi tigakelompok dengan tiap kelompok sepuluh anak.- Mempraktikkan memakai baju, danmempraktikkan memakai sepatu.Pengamatan - Melakukan observasi dengan menggunakanformat data observasi tindakan kelas dengankrteria penelaian
  • 16. -1. sama sekali belum mampu-2. mampu dengan bantuan-3. mampu tanpa bantuan-4. mampu melebihi program guruRefleksi - Objek penelitian sebanyak 30 anak (satu kelas)- Melaksanakan kegiatan kelompok praktikmemakai spatu dan memakai baju.Perencanaan - Menentukan tema- Membuat satuan kegiatan harian- Mempersiapkan alat peraga clemek cerita yangbergambar sepatu dan baju.- Anak dipersipkan masuk kamar mandiTindakan - Melaksanakan pengajaran denganmenggunakan alat peraga clemek cerita yangbergambar sesuai dengan harapan.- Mengelompokkan anak menjadi tiga kelompokd- Anak berdiskusi- Anak mempraktikkan memakai sepatu danmempraktikkan memakai baju.Pengamata - Mengumpulkan data observasiRefleksi - Objek penelitian 30 anak satu kelas- Pengumpulan data observasi- Rekapitulasi nilai- Menentukan keberhasilan penelitian- Praktik memakai sepatu sendiri dan memekaibaju sendiri.D. Data dan Sumber Data PenelitianData yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa catatan-catatan,rencana atau persiapan mengajar, laporan, dan dokumen-dokumen lain yang adahubungannya dengan penelitian ini. Adapun sumber data dalam penelitian iniadalah guru dan Paud Zuleha Bram Itam.E. Teknik Analisis DataDalam penganalisisan data ini peneliti menggunakan model deskripsi.Deskripsi bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa atau kejadian yang adasebagaimana pernyataan, “Deskripsi digunakan apabila bertujuan untukmendeskripsikan atau menjelaskan peristiwa dan kejadian yang ada sesuaidengan apa adanya.” (Sudjana, 1987:53). Deskripsi yang dimaksudkan dalam
  • 17. penelitian ini adalah mengumpulkan data secara objektif, apa adanya yangterdapat dalam Paud Zuleha Bram Itam baik dari segi persiapan pembelajaranyang dilakukan oleh guru, proses selama pembelajaran pembelajaran, maupnevaluasi pembelajarnnya.F. Lokasi PenelitianLokasi penelitian yang diambil oleh peneliti adalah Paud Zuleha BramItam. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil observasi lbahwa lokasi tersebutsangat strategis dan mudah di jangkau karena terletak di tengah kota. Selain itusekolah ini tergolong sekolah yang dianggap bermutu dan difavoritkan olehmasyarakat, sehingga animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinyasangat-sangatlah tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan pada setiap penerimaansiswa baru banyak sekali yang datang dari luar kecamatan sidoarjo harus siapbersaing antara satu dengan yang lain dan siap untuk tidak diterima karenakapasitas yang tersedia sangat terbatas. Sekalipun dalam kegiatan sehari-harinyadalam kegiatan pembelajaran masih banyak dijumpai siswa yang belum bisamandiri untuk melakukan kegiatan yang berkenaan dengan dirinya sendiri.Misalkan anak masih harus dibantu memakai sepatu, yang seharusnya sudahtidak perlu dibantu lagi, begitu juga dengan kegiatan yang lain misalkan memakaibaju, anak masih mencari guru-gurunya untuk membantu memakaikan. Olehkarena itu perlu adanya variasi pembelajaran yang lebih menarik, lebih hidup,dan tidak menjenuhkan.
  • 18. BAB IVPAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIANBerdasar atas observasi dan hasil diskusi guru atau pengajar kelompok Adi Paud Zuleha Bram Itam ternyata pada umumnya masih banyak yang terfokuspada petunjuk-petunnjuk atau teknik-teknik yang telah ada pada buku-bukupedoman ke-PAUD-an. Hal tersebut sebetulnya sudah bagus. Akan tetapi untukmengurangi kejenuhan anak dalam tiap pembelajaran guru harus kaya denganmetode pembelajaran dan kaya dalam mengoptimalkan penggunaan alat peraga,sehingga hasil pembelajaran yang diharapkan, yakni agar anak bisa lebih mandiribisa tercapai sesuai dengan harapan.Agar permasalahan keterpakuan penggunaan alat peraga sangatbergantung pada buku-buku yang ada akhirnya menimbulkan kejenuhan segeradapat teratasi, salah satunya adalah perlunya adanya pengayaan metode berceritadengan penggunaan alat peraga celemek cerita.Dalam penelitian ini terbagi atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus IIyang masing-masing siklus terbagi atas bagian-bagian, yaitu perencanaan,tindakan, pengamatan, dan refleksi dan masing-masing bagian terbagi atasbeberapa bagian lagi.A. Siklus I1. PerencanaanDalam penelitian ini peneliti selain sebagai subjek penelitian juga sebagaiobjek penelitian, yang dibantu oleh guru lain. Dengan demikian objekpenelitian selain peneliti sendiri juga terdapat guru lain. Oleh karena itupemahaman konseptual sampai dengan persiapan-persiapan administrasipengajaran harus tertata dengan baik. Adapun yang perlu dipahami dandisiapkan adalah penentuan tema yang harus diajarkan, kemudianpembuatan program mingguan, dilanjutkan dengan satuan kegiatan harian,setelah itu persiapan alat peraga atau sumber belajar yang dalam bagianalat peraga ini harus diperjelas tentang alat peraga yang digunakan, yakni
  • 19. “celemek cerita”, sedangkan selanjutnya adalah persiapan instrumenobservasi.2. TindakanDalam pelaksanaan tindakan pembelajaran ini dilakukan sebanyak empatkali pertemuan. Dalam pembelajaran ini selalu menggunakan alat peragacelemek cerita dengan gambar anak pandai memakai sepatu dan anakpandai memakai baju.Pertemuan IGuru bercerita tentang anak yang memakai sepatu dan bajuPertemuan IIMengelompokkan anak 30 menjadi dua kelompok. Masing-masingkelompok ada 15 anak.Pertemuan IIIPemberian contoh pemakaian sepatu dan pemakain baju dari masing-masing kelompok dua anak.Pertemuan IVGuru memandu kepada anak secara bersama-sama untuk memakai sepatudan baju yang benar.3. PengamatanPertemuan IMelaksanakan observasi dengan menggunakan format data obserfasitindakan kelas dengan kreteria penilan sebagai berikut:1 = belum mampu2 = mampu dengan bantuan3 = mampu tanpa bantuan4 = mampu melebihi program guruHasil di lapangan setelah guru bercerita tentang anak memakai sepatu danmemakai baju dengan menggunakan alat perga celemek cerita bergambaranak mempraktikkan memakai sepatu dan memakai baju dengan dipandu
  • 20. oleh dua guru dengan jumlah 30 murid. Hasilnya anak masih belummampu.Pertemuan IISetelah guru bercerita di depan anak dengan menggunakan celemek ceritayang ditempeli gambar anak pandai memakai sepatu dan gambar anakpandai memakai baju, anak disuruh mempraktikkan memakai sepatu danmemakai baju dengan dipandu oleh dua guru dari 30 murid yangdikelompokkan menjadi dua kelompok, masing-masing kelompok 15anak, hasilnya anak mampu, tetapi masih dengan bantuan.Pertemuan IIISetelah guru bercerita tentang anak memakai sepatu dan memakai bajudengan menggunakan alat perga celemek cerita bergambar anakmempraktikkan memakai sepatu dan memakai baju dengan dipandu olehdua guru dengan pengelompokkan dari 30 murid menjadi tiga kelompok.Masing masing kelompok terdiri atas 10 anak, hasilnya anak mampu,tetapi masih dengan bantuan guru.Pertemuan IVSetelah guru bercerita tentang anak memakai sepatu dan memakai bajudengan menggunakan alat peraga celemek cerita bergambar anak pandaimemakai sepatu dan gambar anak pandai memakai baju, selanjutnya anakdisuruh mempraktikkan memakai sepatu dan memakai baju dengandipandu oleh dua guru dengan pengelompokkan dari 30 murid menjadienam kelompok masing-masing kelompok lima anak, hasilnya anakmampu melakukan tanpa bantuan.4. RefleksiPeertemuan IObjek penelitian sebanyak 30 anak dalam pelaksanaan pembelajarankonsentrasi anak tidak bisa maksimal, sehingga pelaksanaan kegiatanpraktik memakai baju dan memakai sepatu belum berhasil.
  • 21. Pertemuan IIPelaksanaan kegiatan praktik anak memakai baju dan memakai sepatudapat dikatakan anak masih belum mampu meskipun sudahdikelompokkan dua kelompok dari tiga puluh anak.Pertemuan IIIPelaksanaan kegiatan praktik anak memakai baju dan memakai sepatusudah mulai mampu, meskipun masih dengan bantuan guru. Adapunpembagian kelompoknya adalah 30 murid dikelompokkan menjadi tigakelompok, yang masing-masing kelompok terdiri atas 10 anak.Pertemuan IVDalam pelaksanaan kegiatan praktik anak memakai sepatu dan memakaibaju ternyata anak mampu tampa bantuan guru dari 30 murid. Sedangkanpembagian kelompoknya adalah dibagi menjadi enam kelompok, yangmasing-masing kelompok terdiri atas lima anak.B. Siklus IISiklus kedua ini sistematika yang peneliti gunakan sama; tidak jauhberbeda dengan siklus pertama. Pada siklus ini juga terdapat empat tahapan, yaitutahap persiapan, tahap tindakan. tahap pengamatan, dan tahab refleksi. Pada tiap-tiap tahap tebagi atas beberapa pertemuan. Adapun perbedaan yang palingsignifikan dari siklus II bila dibandingkan dengan siklus I adalah pada penekanankualitas hasil, pada siklus I kemandirian anak masih tergolong longgar, yakniyang penting anak mau memakai sepatau atau baju dan waktu yang digunakantidak mutlak sebagai tolok ukur, Sedangkan pada siklus II kualitas kemandiriandan keterampilan adalah sebagai titik tekan yang utama.
  • 22. BAB VPEMBAHASANAgar memperoleh gambaran yang jelas tentang penggunaan celemekcerita dalam rangka untuk meningkatkan kemandirian anak Paud kelompok A diPaud Zuleha Bram Itam, peneliti akan memaparkan gambaran tentang metodepembelajaran bercerita dengan alat peraga celemek cerita, gambarankemandirian anak Paud kelompok A, dan gambaran pembelajaran berceritadalam rangka untuk meningkatkan kemandirian anak.A. Gambaran Metode Pembelajaran Bercerita dengan Alat Peraga“Celemek Cerita”Guru mengajar dengan memakai celemek cerita yang ditempeli gambaranak yang pandai memakai sepatu dan gambar anak yang pandai memakai baju.Penempelan gambar tersebut dilakukan secara bergantian, mula-mula gambaryang ditempelkan adalah gambar anak yang pandai memakai sepatu dan yangselanjutnya adalah gambar anak yang pandai memakai baju. Pada awal masuk iniguru hanya ingin menarik perhatian anak-anak agar kegiatan pembelajaran segeraterkondisikan. Untuk menguji apakah anak-anak secara mayoriotas atau minoritassudah bisa memakai sepatu dan baju tanpa bantuan orang lain, maka guru tanpabanyak komentar tentang bagaimana cara memakai sepatu atau baju. Akan tetapiguru secara langsung memerintahkan kepada anak agar melapas sepatu yangdikenakan kemudian memakainya kembali. Selain itu guru juga memerintahkanagar anak memakai baju yang telah disiapkan dari rumah. Hasilnya dapatdiketahui dari 30 anak yang bisa memakai sepatu hanya dua anak dan yang bisamemakai baju hanya 1 anak. Cara tersebut tampaknya kurang berhasil, makaselanjutnya cara yang digunakan oleh guru agar siswa bisa memakai sepatu danbaju tanpa bantuan orang lain adalah dengan cra mempraktikan. Yaitu memanggildua anak ke depat sebagai peragaan untuk mempraktikkan cara memakai sepatudan cara memakai baju secara bergantian dengan bantuan seorang guru.. Setelahitu seluruh anak dengan cara dikelompokkan mempraktikkan cara memakai
  • 23. sepatu dan cara memakai baju. Dari 30 anak yang disuruh untuk memakai sepatudan memakai baju 12 anak yang bisa memakai sepatu 10 anak yang bisamemakai baju. Cara mempraktikan memakai sepatu dan memakai baju inidiulang-ulang sampai sdengan empat kali dan hasi akhir menunjukkan dari 30anak yang bisa memakai sepatu 30 anak dan anak yang bisa memaskai baju 30anak.Penggunaan celemek cerita dipakai oleh guru sejak sebelum masuk kedalam kelas, sehingga masuk ke kelas guru sudah dalam keadam memakaicelemek cerita dengan masked sebagaimana yang telah disampaikan bagian awalagar menarik perhatian anak dan kegiatan belajar mengajar segera terkondisikan.Aktivitas dan reaksi siswa dalam penggunaan peraga celemek cerita inibermacam-macam. Ada yang melihat saja dari kejauhan sambil memperhatikangerak-gerik gurunya, ada yang ingin melihat dari dekat sambil memperhatikangambar secara seksama sambil berkomentar macam-macam, “O, gambar orangdan ini gambar sepatu.” “Ini gambar siapa Bu?” “Bu, Bu, mengapa memakai iniIbu masak ya?” “Mengapa Ibu memakai celemek?” dan lain-lain.B. Gambaran Kemandirian Anak Paud Kelompok ABerdasarkan pengamatan anak kelompok A Paud Zuleha Bram Itam padasaat kegiatan belajar dapat dilihat dari 30 anak yang bisa memakai sepatu danmemakai baju tanpa bantuan sama sekali dari guru adalah dua anak memakaisepatu dan satu anak memakai baju. Hal tersebut terjadi pada pertemuanpertama. Sedangkan pada pertemuan berikutnya anak yang sudah bisa memakaisepatu dua belas anak anak dan yang sudah bisa memakai baju 10 anak. Padapertemuan ketiga anak yang sudah bisa memakai sepatu 25 anak dan anak yangsudah bisa memakai baju 24 anak. Sedangkan untuk pertemuan keempat anakyang bisa mmakai sepatu 30 anak dan yang bisa memakai baju 30 anak.
  • 24. C. Gambaran Metode Pembelajaran Bercerita dengan Alat Peraga“Celemek Cerita” Dalam Meningkatkan Kemandirian AnakPenggunaan metode bercerita dengan alat peraga celemek cerita dalammeningkatkan kemandirian anak dapat dilihat pada BAB V bagian A dan bagianB pada awalnya 30 anak memakai sepatu dan baju masih harus dibantu oleh gurukarena anak yang bisa memakai sepatu dua anak dan yang bisa memakai bajuhanya satu anak. Akan tetapi setelah menggunakan metode bercerita dengandibantu alat peraga celemek cerita 100 persen bisa mandiri. Artinya dari 30murid yang bisa memakai sepatu 30 murid, begitu juga yang bisa memakai baju30 murid.Perkembangan keberhasilan metode bercerita dengan penggunaan alatperaga celemek cerita dari 30 murid Paud Zuleha Bram Itam yang diteliti dapatdilihat pada tabel berikut:No.PertemuanHasil yang DicapaiSiswa yangbisa memakaisepatuPresentsiKeberhasilanSiswa yangbisa memakaibajuPresentasiKebehasilan1 Pertemuan I 2 6 % 1 3 %2 Pertemuan II 12 36 % 10 30 %3 Pertemuan III 25 75 % 24 72 %4 Pertemuan IV 30 100 % 30 100 %
  • 25. BAB VIKESIMPULAN DAN SARANA. KESIMPULANBerdasarkan hasil pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkansebagai berikut:1. Metode pembelajaran bercerita dengan alat peraga celemek cerita yangdilakukan di Paud Zuleha Bram Itam dalam rangka untuk meningkatkankemandirian anak adalah suatu pilihan yang tepat dan cermat.2. Kemandirian anak kelompok A di Paud Zuleha Bram Itam masih perluditingkatkan, karena tingkat kemandirian mereka untuk melakukan sesuatusehari-hari untuk kepentingan diri sendiri masih sangat rendah. Hal itudapat dilihat seperti pada saat memakai sepatu masih harus dibantu olehguru, begitu juga memakai baju anak masih harus dibantu oleh guru.3. Metode Pembelajaran Bercerita dengan alat peraga celemek cerita dapatmeningkatkan kemandirian anak, hal ini dapat dilihat dari paparan dataperkembangan dari siklus I ke siklus berikutnya yang terdapatperkembangan secara signifikan. Dapat dengan jelas dilihat darikemandirian anak yang semula hanya mencapai 6% untuk anak yangmemakai sepatu dan 3% untuk anak yang memakai baju. Denganpenggunaan metode tepat dan cermat akhirnya baik memakai sepatumaupun baju berubah menjadi 100%.
  • 26. B. SARAN1. Agar pembelajaran menjadi menarik seorang pengajar harus pandai-pandai memilih metode yang tepat dan cermat dalam setiap melaksanakankegiatan belajar megajar, jangan hanya terpaku pada metode danpenggunaan alat peraga yang ada dalam buku, maka pada giliranselanjutnya adalah siswa merasa bosan dan jenuh karena metode yangdigunakan oleh guru monoton.2. Semoga Paud Zuleha Bram Itam minimal bisa mempertahankan metode-metode yang cermat dan tepat dalam setiap melaksanakan kegiatanpembelajarannya dan lebih baik lagi bila selalu berusaha dan belajaruntuk meningkatkan demi kebaikan bersama.
  • 27. DAFTAR PUSTAKAMoleong, Lekxy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bantung: PTRemaja.Rachman, Arief. 2005. Memebntuk Anak Mandiri, Bermotivasi tinggi, danPercaya Diri. Jakarta: Nikita.Sujana, Nana. 1997. Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah (Makalah – Skripsi– Tesis – disertasi) Jakarta: Sinar Baru Algensindo.Surahmad, Winarno. 1994 . Dasar dan Teknik Reasearh. Bandung: TarsitaSaleh, Chasman. 1988. Pedoman Guru Bidang Pengembangan kemampuanBerbahasa di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Departeman Pendidikan danKebudayaan.Tim. 1990 Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai PustakaTim. 1996. Pedoman Guru Bidang Pengembangan Berbahasa di TamanKanak-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan. Dan Kebudayaan.Tim. 1997. Metode Khusus Pengembasngan Keterampilan di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan KebudayaanTim. 1997. Mendidik Kusus Pengembangan Daya Pikir di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • 28. LAMPIRAN – LAMPIRAN :DATA OBSERVASIPENELITIAN TINDAKAN KELASNo. Nama AnakJenis KegiatanKeteranganDapatMemakaiSepatuDapatMemakaiBaju1 2 3 4 1 2 3 41 M. Syeikhul Islam Al akbar2 Rusdian Ahmad Atrisa3 M. Haswin Alrasi4 M. Raikhan5 Asfah Asfiak6 Bagas kukuh Priambodo7 Evan Raikhan Refendi8 Figuh Rixki Ananda9 Lintang Samudra T10 Fahmi bdul Azis11 M. Rizal Aulia R.12 M. Rafi Fahruddin13 Kevin14 Yuen Sello P.15 Hijar Habibullah16 Aulia Rahmah S.17 Jihan Sabita18 Nabila Yasmin19 Rahmah Dini20 Safana Safia Putri21 Salsabila Laliatul F.22 Aninda Fadillah23 Annisa Cahya Fatikah24 Aura Hawa Mega Mustika25 Dea Putri Marita26 Nadira Safa Mediati27 Rania Ikdatul N.28 Karina Salsabila29 Hilfia Faradika Sasmi30 Nadia Hasna MaulidiaKreteria Nilai: Bram Itam, 04 Juni 20121 : belum mampu Guru Kelompok A2 : mampu dengan bantuan3 : mampu tanpa bantuan4 : mampu melebihi program guruKhikmaturraudhah
  • 29. DATA OBSERVASIPENELITIAN TINDAKAN KELASNo. Nama AnakJenis KegiatanKeteranganDapatMemakaiSepatuDapatMemakaiBaju1 2 3 4 1 2 3 41 M. Syeikhul Islam Al akbar2 Rusdian Ahmad Atrisa3 M. Haswin Alrasi4 M. Raikhan5 Asfah Asfiak6 Bagas kukuh Priambodo7 Evan Raikhan Refendi8 Figuh Rixki Ananda9 Lintang Samudra T10 Fahmi bdul Azis11 M. Rizal Aulia R.12 M. Rafi Fahruddin13 Kevin14 Yuen Sello P.15 Hijar Habibullah16 Aulia Rahmah S.17 Jihan Sabita18 Nabila Yasmin19 Rahmah Dini20 Safana Safia Putri21 Salsabila Laliatul F.22 Aninda Fadillah23 Annisa Cahya Fatikah24 Aura Hawa Mega Mustika25 Dea Putri Marita26 Nadira Safa Mediati27 Rania Ikdatul N.28 Karina Salsabila29 Hilfia Faradika Sasmi30 Nadia Hasna MaulidiaKreteria Nilai: Bram Itam, 18 Juni 20121 : belum mampu Guru Kelompok A2 : mampu dengan bantuan3 : mampu tanpa bantuan4 : mampu melebihi program guruKhikmaturraudhah
  • 30. DATA OBSERVASIPENELITIAN TINDAKAN KELASNo. Nama AnakJenis KegiatanKeteranganDapatMemakaiSepatuDapatMemakaiBaju1 2 3 4 1 2 3 41 M. Syeikhul Islam Al akbar2 Rusdian Ahmad Atrisa3 M. Haswin Alrasi4 M. Raikhan5 Asfah Asfiak6 Bagas kukuh Priambodo7 Evan Raikhan Refendi8 Figuh Rixki Ananda9 Lintang Samudra T10 Fahmi bdul Azis11 M. Rizal Aulia R.12 M. Rafi Fahruddin13 Kevin14 Yuen Sello P.15 Hijar Habibullah16 Aulia Rahmah S.17 Jihan Sabita18 Nabila Yasmin19 Rahmah Dini20 Safana Safia Putri21 Salsabila Laliatul F.22 Aninda Fadillah23 Annisa Cahya Fatikah24 Aura Hawa Mega Mustika25 Dea Putri Marita26 Nadira Safa Mediati27 Rania Ikdatul N.28 Karina Salsabila29 Hilfia Faradika Sasmi30 Nadia Hasna MaulidiaKreteria Nilai: Bram Itam, 02 Juli 2012 20061 : belum mampu Guru Kelompok A2 : mampu dengan bantuan3 : mampu tanpa bantuan4 : mampu melebihi program guruKhikmaturraudhah
  • 31. DATA OBSERVASIPENELITIAN TINDAKAN KELASNo. Nama AnakJenis KegiatanKeteranganDapatMemakaiSepatuDapatMemakaiBaju1 2 3 4 1 2 3 41 M. Syeikhul Islam Al akbar2 Rusdian Ahmad Atrisa3 M. Haswin Alrasi4 M. Raikhan5 Asfah Asfiak6 Bagas kukuh Priambodo7 Evan Raikhan Refendi8 Figuh Rixki Ananda9 Lintang Samudra T10 Fahmi bdul Azis11 M. Rizal Aulia R.12 M. Rafi Fahruddin13 Kevin14 Yuen Sello P.15 Hijar Habibullah16 Aulia Rahmah S.17 Jihan Sabita18 Nabila Yasmin19 Rahmah Dini20 Safana Safia Putri21 Salsabila Laliatul F.22 Aninda Fadillah23 Annisa Cahya Fatikah24 Aura Hawa Mega Mustika25 Dea Putri Marita26 Nadira Safa Mediati27 Rania Ikdatul N.28 Karina Salsabila29 Hilfia Faradika Sasmi30 Nadia Hasna MaulidiaKreteria Nilai: Bram Itam, 16 Juni 20121 : belum mampu Guru Kelompok A2 : mampu dengan bantuan3 : mampu tanpa bantuan4 : mampu melebihi program guruKhikmaturraudhah