Your SlideShare is downloading. ×
Bermain Dan Anak
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Bermain Dan Anak

7,119

Published on

Published in: Health & Medicine, Technology
3 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
7,119
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
1,147
Comments
3
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PROGRAM PEMBELAJARAN PAUD
  • 2. BERMAIN DAN ANAK
  • 3. Siapa Anak?
    • 0-18 tahun (UU Perlindungan Anak 23/2002), 0-6 tahun usia dini (UU Sisdiknas 20/2003)
    • Individu yang unik
    • Individu yang memiliki bekal potensi yang luar biasa sempurna baik fisik (jasmani) maupun non fisik (akal, qolbu, dll)
  • 4. Pewaris Penerus bangsa Pengembang Kreatif, Mandiri, Berkepribadian
    • Problem Solver
    • Adaptable
    Peka dan tanggap ANAK SDM Berkualitas Apa yang Diharapkan dari Anak
  • 5. NATURE vs NURTURE ANAK LAHIR MEMILIKI POTENSI (NATURE) POTENSI BERKEMBANG OPTIMAL POTENSI BERKEMBANG ALAMIAH STIMULASI MAKSIMAL (NURTURE) STIMULASI ALAMIAH
  • 6.  
  • 7. Pertumbuhan sambungan otak
  • 8. Windows of Opportunity
    • Logica lahir – 4 tahun
    • Bicara lahir – 10 tahun
    • Bahasa lahir – 12 bulan – 10 tahun
    • Penglihatan 2 bulan – 4 tahun puncaknya pada usia 8 bulan
    • Musik 3 – 10 tahun
    • Keseimbangan 6 bln kandungan – 10 tahun
  • 9. APA HUBUNGAN PROSES PEMBELAJARAN DENGAN FUNGSI OTAK ?
  • 10. Otak Membentuk Perilaku
    • Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang
    • Pengalaman awal yang dirasakan indera akan diolah oleh otak dan menghasilkan Persepsi (persepsi negatif atau positif)
    • Persepsi yang diulang-ulang membentuk kebiasaan
    • Kebiasaan yang terus dilakukan berkembang menjadi kepribadian
    • Kepribadian yang sudah terinternalisasi menjadi perilaku
    • Perilaku individu yang seragam dilakukan oleh banyak orang dalam kelompoknya menjadi budaya
  • 11. PERKEMBANGAN OTAK ANAK USIA DINI • Dikenal sebagai “Berkelahi atau lari” • Pusat reaksi • Tiba-tiba beraksi ketika takut, ditakut-takuti, dikritik, atau diancam • Merasa perlu untuk bertahan • Perilaku marah atau berdebat • Tidak dapat belajar pada bagian otak ini Batang otak (Inti Hitam) = Bertahan MacLean cited in Martel, 2000 Mc. Lean menggambarkan otak mempunyai tiga bagian yang disebut “triune” atau 3 dalam 1 otak
  • 12. Limbik (Lapisan Merah) = Emosi • Dikenal sebagai “tempat rasa sayang” • Pusat emosi • Semua persepsi masuk melalui pusat ini • Pengalaman sayang, kebaikan hati, rasa kasih, penghargaan, dan rasa peduli membuka pintu ke berpikir lebih tinggi • Merasa senang, disetujui dan adanya hubungan • Pembelajaran dioptimalkan melalui bagian otak ini MacLean cited in Martel, 2000
  • 13.
    • • Dikenal sebagai “bagian dari kerja sekolah” atau “topi berpikir”
    • • Pusat berpikir
    • • Jika sistem limbik menerima perasaan yang baik, maka selaput otak bertanggung jawab atas:
      • Berpikir nalar dan analisis
      • Rencana dan mengatur
      • Berbicara dan bahasa
      • Penglihatan dan pendengaran
      • Kreativitas
    Korteks (Lapisan Biru) = Alasan dan Berpikir Logis MacLean cited in Martel, 2000
  • 14. PERKEMBANGAN O T A K MEMBENTUK PERKAWATAN DASAR (WIRING SYSTEM) YANG MENETAP OTAK KANAN USIA 1-6 TAHUN (MENARI,BERMAIN, MENARI,GAMBAR) OTAK KIRI 6 THN (BERHITUNG,BERBAHASA) P A D U PEND.LANJUTAN PELIHATAN PENDENGARAN PENGECAPAN PENGENDUS RASA RABA, DALAM,SIKAP, ARAH GERAK
  • 15. Fungsi Kerja Otak MOTOR CORTEX Large Muscle Movement FRONTAL CORTEX: Critical Thinking Problem-Solving LIMBIC: Regulator of Emotions Long-Term Memory PARIETAL LOBE: Sensory Stimulation TEMPORAL LOBE: Hearing Speech Language BRAIN STEM: Survival Sensorimotor CEREBELLUM: Balance Automatic Movement OCCIPITAL LOBE: Vision Visual Perception
  • 16.
    • Teori Kecerdasan Jamak
        •  Picture Smart (Visual/Spasial)
        •  People Smart (Interpersonal)
        •  Body Smart (Kinestetik)
        •  Word Smart (Verbal/Linguistik)
        •  Self Smart (Intrapersonal)
        •  Sound Smart (Musik)
        •  Nature Smart (Naturalis)
        •  Number Smart (Logiko/Matematik)
    • Berdasarkan penelitian Howard Gardner
  • 17. Belahan otak kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan dan belahan otak kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri. Belahan otak kiri pada umumnya sangat penting untuk berbicara dan menulis, keterampilan berhitung dan ilmiah, menggunakan dan memahami bahasa isyarat, serta pikiran logis. Belahan otak kanan bertanggung jawab untuk kesadaran musik dan seni, persepsi ruang dan pola, wawasan, imajinasi, dll. Gerakan, merekatkan kedua belahan otak yang memungkinkan anak menggunakan kedua belahan otak untuk menyampaikan informasi antara belahan otak kanan dan kiri. Alasan inilah yang menyebabkan anak usia dini harus bergerak untuk bisa belajar. Mereka bisa memperhatikan dan belajar jika mereka bebas untuk bergerak; duduk diam merupakan tekanan dan menghambat kemampuan mereka untuk menyerap seluruh informasi baru. Belahan otak kiri Belahan otak kanan
  • 18. BELAJAR BERMAIN PERSEPSI POSITIF = ?
  • 19. Apa itu Bermain?
    • Bermain adalah kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan mempraktekan, kemampuan pengembangan rasa, intelektual, sosial, dan keterampilan sosial.
    • Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri.
    • Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain akan menghasilkan proses belajar pada anak
  • 20.
    • Saat bermain semua indera anak bekerja aktif. Semua informasi yang ditangkap indera anak, disampaikan ke otak sebagai rangsangan, sehingga sel-sel otak aktif berkembang membentuk perkawatan.
    • Otak yang rimbun karena banyak perkawatan memiliki kemampuan yang baik
  • 21. Mengapa Anak Bermain?
    • Merangsang pertumbuhan jaringan antar sel-sel dalam otak
    • Belahan otak yang paling siap untuk berkembang pada tahapan usia dini adalah belahan otak kanan
    • Untuk membangun pengetahuannya
    • Untuk membangun persepsi positif tentang belajar sehingga tumbuh menjadi pribadi yang suka belajar
  • 22. Apa Yang Didapat Anak Saat Bermain?
    • Bermain dapat mengembangkan kemampuan sosial, emosional, intelektual, fisik.
    • Bermain sebagai wahana untuk menyalurkan surplus energi.
    • Melatih keterampilan hidup ( life skill).
    • Melatih kemampuan mengatasi masalah
    • Saat bermain anak membangun pengetahuannya
      • Pengetahuan fisik
      • Pengetahuan logika matematik
      • Pengetahuan sosial
      • Pengetahuan diri sendiri
    • Saat bermain anak membangun konsep dirinya
  • 23. KEBUTUHAN TIGA JENIS MAIN
    • 1. Main Sensorimotor
    • Adalah kegiatan yang menggunakan gerakan otot kasar dan halus serta mengeksplor seluruh indera tubuh untuk mendapatkan rasa dari fungsi indera.
    • Anak usia dini belajar melalui panca inderanya dan melalui hubungan fisik dengan lingkungan mereka.
    • Main sensorimotor penting untuk mempertebal sambungan antar neuron.
  • 24. Contoh Main Sensorimotor
  • 25. Contoh Main Sensorimotor
  • 26. 2 . Main Peran
    • Main peran disebut juga main simbolik, pura-pura, make-believe, fantasi, imajinasi, dimana anak mengekaspresikan gagasannya melalui gerakan tubuh atau benda lainnya.
    • Main peran sangat penting untuk perkembangan kognisi, sosial, dan emosi anak pada usia tiga sampai enam tahun (Vygosky, 1967; Erikson, 1963).
  • 27.
    • Makro
      • Anak berperan sesungguhnya dan menjadi seseorang atau sesuatu. Saat anak memiliki pengalaman sehari-hari dengan main peran makro (tema sekitar kehidupan nyata), mereka belajar banyak keterampilan pra akademis seperti: mendengarkan, tetap dalam tugas, menyelesaikan masalah, dan bermain kerjasama dengan yang lain.
    • Mikro
      • Anak memegang atau menggerak-gerakkan benda-benda berukuran kecil untuk menyusun adegan. Saat anak main peran mikro, mereka belajar untuk menghubungkan dan mengambil sudut pandang dari orang lain.
    JENIS MAIN PERAN
  • 28. Contoh Main Peran Makro dan Mikro
  • 29. 3. Main Pembangunan Adalah membuat hasil simbolik dengan menggunakan bahan main untuk menghadirkan gagasan pikiran. Main pembangunan membantu anak mengembangkan keterampilan yang mendukung tugas-tugas di sekolahnya dikemudian hari (Piaget: 1962)
  • 30. Bahan Sifat Cair / Bahan Pembangunan Bahan Alam yang Terstruktur (Penggunaan & bentuk (Penggunaan dikontrol oleh Ditentukan oleh anak) bentuk dari bahan) Air Pasir Balok unit Cat jari Balok berongga Lumpur Balok berwarna Tanah liat Puzzles Play Dough dll Krayon Cat Pulpen Pensil, dll Bahan Main Pembangunan
  • 31. Main Pembangunan Sifat Cair & Terstruktur
  • 32. Simbol yang ditunjukkan dalam hasil karya, berkembang lebih nyata dan lebih detail sejalan dengan pertumbuhan intelektual anak dan semakin trampilnya anak menggunakan bahan serta alat main.
  • 33. Variabel Penentu Mutu Main
    • Cukup waktu untuk bermain
    • Ruang yang cukup (tidak penuh sesak & alat mudah dijangkau)
    • Alat-alat untuk mendukung kegiatan bermain
    • Dukungan/bantuan guru/orangtua
    • Intensitas dan Densitas main
  • 34. INTENSITAS BERMAIN Sejumlah waktu yang dibutuhkan anak untuk pengalaman dalam tiga jenis main sepanjang hari dan sepanjang tahun. Contoh: Anak-anak dibolehkan untuk memilih dari serangkaian kegiatan main setiap hari yang menyediakan kesempatan untuk terlibat dalam main peran, pembangunan, dan sensorimotor.
  • 35. DENSITAS BERMAIN Berbagai macam cara setiap jenis main yang disediakan untuk mendukung pengalaman anak. Contoh: Anak dapat menggunakan cat di papan lukis, nampan cat jari, cat dengan kuas kecil di atas meja, dan sebagainya, untuk melatih keterampilan pembangunan sifat cair. Anak-anak dapat menggunakan balok unit (Pratt), palu dengan paku dan kayu, sisa-sisa bahan bangunan dengan lem tembak, dan Lego TM untuk berlatih keterampilan pembangunan terstruktur.
  • 36. Bermain Bermakna bila:
    • Terencana
    • Penataan lingkungan yang tepat, dan
    • Pijakan orang dewasa untuk mengembangkan kemampuan yang lebih tinggi dan dilengkapi dengan pengalaman keaksaraan
  • 37. Terlalu mudah bosan Tidak perlu Terlalu sulit frustrasi Terlalu banyak Tingkat Tugas tepat Hasil Belajar Dukungan beberapa Vygotsky, L.S., 1978, Mind in Society Terencana: Zone Perkiraan Perkembangan
  • 38. PEN GELOLAAN LINGKUNGAN DAN BERMAIN Kerjasama: Dit PADU, Ditjen PLSP, Depdiknas Sekolah Al-Falah, Jakarta Timur The Creative Center for Childhood Research and Training, Inc.
  • 39.
    • Pijakan Lingkungan
    • Menata alat dan bahan main sesuai dengan kemampuan yang diharapkan muncul dari anak
    • Mengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup ( tiga tempat main untuk setiap anak)
    • Merencanakan untuk intensitas dan densitas pengalaman
    • Memiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis main Sensorimotor, pembangunan dan main peran
    • Memiliki berbagai bahan yang mendukung pengalaman keaksaraan
  • 40.  
  • 41. Contoh: Penataan lingkungan main untuk 4 anak
  • 42.
    • Pijakan Pengalaman Sebelum Main
    • Membaca buku yang berkaitan dengan pengalaman atau mengundang nara sumber
    • Menggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yang mendukung standar kinerja
    • Memberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahan
    • Mendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman main
    • Menjelaskan rangkaian waktu main
    • Mengelola anak untuk keberhasilan hubungan sosial
    • Merancang dan menerapkan urutan transisi main
  • 43.  
  • 44.
    • Pijakan Pengalaman Main Setiap Anak
    • Memberikan anak waktu untuk mengelola dan meneliti pengalaman main mereka
    • Memperkuat dan memperluas gagasan serta konsep yang sudah dibangun anak
    • Mencontohkan komunikasi yang tepat
    • Memperkuat dan memperluas bahasa anak
    • Meningkatkan kesempatan sosialisasi melalui dukungan hubungan teman sebaya
    • Mengamati dan mendokumentasikan perkembangan dan kemajuan main anak
  • 45.
    • Pijakan Pengalaman
    • Setelah Main
    • Mendukung anak untuk mengingat kembali pengalaman mainnya dan saling menceritakan pengalaman mainnya.
    • Menggunakan waktu membereskan sebagai pengalaman belajar positif melalui pengelompokan, urutan, dan pen ataan lingkungan main secara tepat.
  • 46.  
  • 47.  
  • 48.  
  • 49. PERILAKU TIDAK PEDULI
    • Anak tidak bermain, tetapi terlibat dalam “perilaku tidak peduli.”
    Perilaku Sosial Anak dlm Bermain
  • 50. PERILAKU PENONTON
    • Anak memperhatikan anak lain saat bermain. Mereka mungkin berhubungan secara lisan, tetapi tidak ikut main.
  • 51. SOSIAL SENDIRI
    • Anak terlibat dalam main dengan diri sendiri. Main yang dimaksud sepenuhnya mengatur sendiri.
  • 52. SOSIAL BERDAMPINGAN
    • Anak main dekat dengan anak lainnya. Anak terlibat dalam permainan nya sendiri, tetapi senang dengan kehadiran anak lainnya.
  • 53. SOSIAL BERSAMA
    • Anak main dengan anak lainnya dalam satu kelompok. Ia dapat bertukar bahan main, tetapi tidak ada tujuan yang direncanakan.
  • 54. SOSIAL BEKERJASAMA
    • Anak main dengan anak lain dan mainnya memiliki tujuan yang direncanakan. Anak merencana-kan dan berperan.
  • 55. TERIMA KASIH

×