• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
07b bab iii proses pembelajaran s2
 

07b bab iii proses pembelajaran s2

on

  • 1,965 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,965
Views on SlideShare
1,965
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
18
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    07b bab iii proses pembelajaran s2 07b bab iii proses pembelajaran s2 Presentation Transcript

    • PROGRAM MAGISTER (S2) 3.1 Metoda Pembelajaran SEMESTER I SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV KEGIATAN MAYOR (LANJUTAN) (3 -5 SKS) KEMAGISTERAN * (7 SKS) USULAN TESIS KEGIATAN MAYOR PENELITIAN TUGAS AKHIR (10 -12 (SKS) (1 SKS) (6 SKS) KEPROFESIAN* * (13 SKS) KEGIATAN MINOR*** (4 SKS) *) Kuliah kemagisteran diikuti oleh seluruh mahasiswa BKU Magister Profesi Psikologi baik jalur reguler maupun jalur non reguler (Jum'at – Sabtu). Diselengarakan setiap hari Sabtu pukul 08.00–15.00 pada semester I. ** ) Keprofesian merupakan kuliah dan praktek keprofesian, hanya diikuti mahasiswa BKU Magister Profesi Psikologi jalur Reguler. Untuk jalur Jum'at - Sabtu nilai mata kuliah dan praktek keprofesian dikonversi dari nilai mata kuliah dan/atau praktek keprofesian yang telah ditempuh di program S-1 (Kurikulum lama) atau program profesi (Kurikulum nasional). *** ) Kegiatan minor merupakan kuliah yang diikuti hanya oleh mahasiswa magister BKU Magister Profesi Psikologi jalur reguler. Untuk jalur Jum'at – Sabtu nilai kegiatan minor dikonversikan dari nilai mata kuliah sejenis yang telah ditempuh di program S-1 (baik kurikulum lama maupun kurikulum nasional). Kegiatan minor berlangsung pada semester III dan dilaksanakan bila diikuti oleh sekurang-kurangnya 4 (empat) mahasiswa. Mahasiswa hanya dapat mengambil kegiatan minor yang ditawarkan oleh mayoring yang berbeda dengan mayoring yang diikutinya. Mahasiswa dapat memilih kegiatan minor dari mayoring tertentu sebesar 4 SKS atau dari 2 mayoring yang berbeda yang besarnya masing-masing 2 SKS. Tujuan pengambilan kegiatan minor adalah untuk memperluas wawasan yang berkaitan dengan pengetahuan. Metode yang sama dapat digunakan dalam pelaksanaan tesis tugas akhir. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 90
    • 3.2 Tesis Tesis atau Tugas Akhir di BKU Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi diperlukan sebagai salah satu mata ajaran penelitian terapan dengan maksud memberikan kemampuan kepada mahasiswa di dalam menerapkan pengetahuan psikologi sesuai dengan sub-bidang yang dipelajarinya. Penerapan ini sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dalam Ilmu Pengetahuan, termasuk etikanya. Adapun yang dimaksud dengan Tesis: Tugas Akhir pada Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran adalah kegiatan belajar sebagai puncak dari aktivitas pendidikan magister psikologi yang menampilkan kompetensi utama lulusan dalam menerapkan psikologi yang menjadi keahliannya, untuk menyelesaikan permasalahan perilaku dalam berbagai situasi kondisi. Sebagai salah satu mata ajaran, maka pelaksanaannya dilakukan sebagai mata ajaran lainnya, yaitu dalam bentuk tatap muka terjadwal dan terstruktur, terstruktur tak terjadwal dan mandiri. Acara tatap muka dilakukan dalam bentuk seminar. Demikian pula penilaiannya diperhitungkan dengan cara-cara yang lazim sesuai dengan peraturan baku. 3.3 Evaluasi Hasil Belajar 3.3.1 Pengulangan Ujian 1. Kriteria dan Waktu Pengulangan Ujian Pengulangan ujian berlaku bila nilai yang diperoleh D, C-, C, C+ pada mata kuliah : a. Mata Kuliah di Semester I 1) Dasar-dasar Kemagisteran Mencangkup Filsafat Ilmu Pengetahuan Terapan, Metodologi Penelitian Terapan dan Statistika Terapan. Waktu pengulangan ujian hanya diberikan kesempatan hanya 1 (satu) kali di semester I pada tahun berikutnya. D, C- harus mengulang kembali kuliah yang memperoleh nilai tersebut. C, C+, B- mengulang ketika ujian akhir smester dari mata kuliah tersebut di atas berlangsung. 2) Dasar-dasar Keprofesian Program pendidikan profesi ini mencakup asesmen dan intervensi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka nilai kelulusan mata kuliah yang tercakup pada dasar-dasar keprofesian minimum B. Bila pada mata kuliah dasar-dasar asesmen mahasiswa memperoleh nilai di bawah B, diharuskan mengikuti ujian pada sub mata kuliah yang dinilai kurang. Pengulangan di mayoring diserahkan pada keputusan rapat ketua mayoring dan stafnya. Pengulangan mata kuliah hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 91
    • 2. Keberlakuan Pengulangan Bagi mahasiswa yang mengulang, tidak menggunakan kesempatan yang diberikan, maka nilai yang diambil adalah nilai yang sudah dimiliki. Langkah Pengulangan Ujian: 1) Mahasiswa yang mengulang harus menuliskan mata kuliah yang akan diulang di KRS. 2) Pengambilan kembali mata kuliah tersebut akan dikoordinasikan terlebih dahulu oleh pengelola dengan dosen / koordinator mata kuliah yang besangkutan. 3) Mahasiswa yang mengulang akan diberikan surat pengantar untuk mengikuti kuliah/ ujian sebagai pengulangan yang ditujukan bagi dosen/ koordinator mata kulah yang bersangkutan. 4) Surat pengantar tersebut harus dibawa dan diberikan pada dosen/ koordinator mata kuliah yang bersangkutan oleh mahasiswa yang mengulang tersebut. 3.3.2 Nilai Hasil Belajar - Setiap mata kuliah yang memilki bobot SKS memiliki satu nilai akhir tersendiri. - Nilai akhir mata kuliah merupakan gabungan dari seluruh nilai evaluasi yang dilakukan selama semester berlangsng (yang mencakup nilai: UTS, UAS, Tugas Praktek, dsb). - Nilai akhir diberikan dalam bentuk skor mentah (raw score) dengan kisaran antara 0 – 100, yang kemudian diubah menjadi Huruf Mutu (HM) dengan pedoman sebagai berikut: 95 – 100 A 70 – 74 B- 50 – 54 D+ 89 – 94 A- 65 – 69 C+ 45 – 49 D 82 – 88 B+ 60 – 64 C 40 – 44 D- 75 – 81 B 55 – 59 C- 0 – 39 E - Nilai akhir dalam bentuk skor mentah dan huruf mutu harus diserahkan kepada sekretariat atau pengelola, selambat-lambatnya 2 (dua) minggu setelah ujian akhir diselenggarakan atau kegiatan mayoring selesai setiap akhir semester dan sebelum semester selanjutnya dilaksankan. - Untuk penghitungan indeks prestasi (IP) dan indeks prestasi kumulatif (IPK), huruf mutu (HM) akan diubah menjadi angka mutu (AM) sebagai berikut : A = 4,00 B- = 2,75 A- = 3,75 C+ = 2,50 B+ = 3,50 C = 2,00 B = 3,25 Pedoman Pendidikan Fakultas Psikologi 92
    • 3.3.3 Evaluasi Hasil Belajar 1. Kelulusan Mahasiswa dinyatakan lulus dari BKU Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Lulus semua mata kuliah yang ditetapkan. b. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 3.00 (termasuk nilai tesis harus 3). c. Tidak mendapatakan nilai C lebih dari 2 (dua). d. Tidak memiliki huruf mutu C-, D+, D, D-, atau E. 2. Predikat Kelulusan Predikat kelulusan didasarkan pada IPK dengan kategori yudisium sebagai berikut : 3.75 – 4.00 Lulus dengan pujian 3.50 – 3.74 Lulus dengan sangat memuaskan 3.00 – 3.49 Lulus dengan memuaskan IPK diperoleh dari hasil akhir nilai ujian sidang dan jumlah dari nilai akhir dari setiap mata kuliah yang telah dikalikan dengn bobot masing-masingnya. Kemudian jumlah nilai akhir dibagi dengan jumlah SKS yang ditempuh selama masa studi (46 sks). 3. Transkrip Nilai a. Transkrip nilai merupakan daftar mata kuliah dan nilai ujian berdasarkan KRS selama masa studi, besarnya SKS sebagai dasar perhitungan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang disahkan kebenaran dan kelengkapannya oleh Program Pascasarjana Universitas Padjajaran. b. Tata cara perhitungan IPK untuk transkrip pada akihr masa studi adalah sebagaiman diatur dalam buku Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan baik yang dikeluarkan Program Pascasrajana Universitas Padjajaran maupun BKU Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran. c. Transkrip pada akhir masa studi dapat diberikan bersamaan dengan ijazah. d. Transkrip akhir studi asli dibuat hanya 1(satu) kali. 4. Ijazah a. Ijazah merupakan bukti kelulusan seorang mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya. b. Ijazah merupakan hak bagi mahasiswanya yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. c. Penulisan gelar dalam ijazah harus sesuai dengan ketentuan dan bidang studi yang telah ditempuh lulusan. d. Waktu yang ditulis pada ijazah adalah tanggal pada waktu sidang dan dinyatakan lulus. e. Redaksi pada Ijazah secara keseluruhan sesuai ketentuan yang berlaku. f. Ijazah dianggap sah sebagai bukti kelulusan yang mempunyai kekuatan hukum pasti setelah ditanda tangani oleh Direktur Program Pascasarjan dan Rektor Universitas Padjajaran serta memperoleh cap / legalitas Universitas Padjajaran. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 93
    • g. Ijazah diberikan kepada lulusan bila telah memenuhi persyaratan yang ditentukan. h. Waktu pemberian ijazah pada saat wisuda atau telah melewati waktu wisuda lulusan periode tersebut. 5. Sertifikat Psikolog a. Sertifikat sebutan psikolog merupakan hak mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. b. Sertifikat sebutan psikolog diberikan kepada lulusan bila telah memenuhi persyaratan yang yang ditentukan. c. Pemberian sertifikat sebutan psikolog disertai pengucapan sumpah psikolog yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran. d. Waktu pemberian ijazah pada saat yang ditentukan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran yang didampingi oleh salah satu HIMPSI Pusat. e. Sertifikat sebutan Psikolog ditanda tangani oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran dan Ketua HIMPSI Pusat. 3.4 Tata Tertib Perkuliahan 3.4.1 Peraturan Akademik Pendidikan di BKU Magister Profesi Psikologi diselenggarakan atas dasar Sistem Kredit Semester. 3.4.1.1 Pendidikan Profesional Adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu dan diselenggarakan oleh akademi, politeknik, Sekolah Tinggi, Institut dan Universitas. Pendidikan Magister Profesi Psikologi: adalah pendidikan profesi psikologi yang diarahakan pada penerapan ilmu psikologi di tingkat magister. 3.4.1.2 Beban Studi dan Lama Pendidikan Kelas Reguler • Beban studi kumulatif berkisar 46 SKS • Kegiatan akademik berlangsung 4 (empat) semester dengan batas waktu maksimum lama studi 8 (delapan) semester. Kelas Psikolog (Jumat – Sabtu) • Beban studi kumulatif berkisar 46 SKS • Kegiatan akademik berlangsung 2 (dua) semester dengan batas waktu maksimum lama studi 4 (empat) semester. Pedoman Pendidikan Fakultas Psikologi 94
    • 3.4.1.3 Sistem Kredit Semester Adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, pengalaman belajar dan beban penyelenggaraan. 3.4.1.4 Satuan Kredit Smester Selanjutnya disingkat SKS adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan perminggu sebagai berikut: 3.4.1.4.1 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Kuliah Satu satuan kredit semester kegiatan kuliah 1 SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu adalah 1 jam. Jumlah kegiatan perkuliahan untuk 1 SKS selama satu semester sebagai berikut (14 – 16 kali) x 1 jam = 14 jam – 16 jam. Kegiatan perkuliahan dapat berupa: - 1 jam perkuliahan tatap muka. - 1 - 2 jam kegiatan terstruktur yang direncanakan oleh tenaga pengajar mata kuliah yang bersangkutan antara lain menyelesaikan tugas/neferat, menerjemahkan sesuatu artikel / makalah yang dilakukan secara mandiri. 3.4.1.4.2 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Seminar Satu Satuan Kredit Semester 1 SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap mahasiswa adalah 2 jam. Kegiatan seminar untuk 1 semester berlangsung atau masuk ke dalam mata kuliah/ praktikum/ praktek kerja lapangan. Kegiatan seminar tersebut dapat berupa hasil laporan dari kegiatan tersebut di atas dan harus terjadwal serta dilakukan di ruang seminar/ kelas. 3.4.1.4.3 Beban Satuan Kredit Semester Kegiatan Praktikum di Labotarium atau sejenisnya (antara lain di kelas) Satu satuan kredit semester kegiatan praktikum 1 SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu adalah 2 jam kerja laboratorik/ sejenisnya. Jumlah waktu kerja laboratorik atau sejenisnya untuk 1 SKS selama satu semester sebagai berikut (14 – 16 kali ) x 2 jam = 28 jam atau 32 jam yang dapat berupa: b 1 - 2 jam per minggu Dapat berupa kegiatan terstruktur, direncanakan oleh tenaga pengajar yang bersangkutan adalah bimbingan, diskusi, penulisan laporan d 1 - 2 jam per minggu Kegiatan mandiri yaitu membaca rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 95
    • 3.4.1.4.4 Beban Satuan Kredit Semester Kerja Lapangan Kerja Klinik/ Perusahaan/ Lembaga- lembaga di masyarakat Satu Satuan Kredit Semester kegiatan kerja lapangan, kerja klinik/ Perusahaan/ Lembaga- lembaga di masyarakat 1 SKS ditetapkan setara dengan beban studi tiap minggu selama satu semester (14 – 16 kali per semester). Kegiatan kerja lapangan: Kerja klinik/ Perusahaan/ Lembaga-lembaga di masyarakat sebagai berikut: 1 SKS = 4 jam kerja lapangan terjadwal / per minggu. Jumlah waktu yang digunakan 1 SKS per minggu/ per semester : Per semester (14 – 16 kali) = (14 – 16 kali) x 4 jam = 54 jam atau 64 jamnya dapat berupa : P 1 - 3 jam per minggu/ per semester Kegiatan terstruktur yang direncanakan oleh tenaga pengajar yang bersangkutan misal : bimbingan, melakukan pemeriksaan kasus atau praktek yang setara dengan kasus, diskusi, seminar, konferensi kasus, penulisan laporan tiap minggu selama satu semester. l 1 - 3 jam per minggu/ per semester Kegiatan mandiri antara lain: membaca buku rujukan, memperdalam materi, menyiapkan tugas. Catatan: Waktu yang digunakan mahasiswa untuk pergi ke dan pulang dari tempat berlangsungnya kerja lapangan, kerja klinik/ perusahaan/ lembaga-lembaga di masyarakat tidak diperhitungkan. 3.4.2 Pendaftaran Registrasi Kegiatan Akademik Dalam penyelenggaraan administrasi akademik digunakan beberapa kartu yaitu: 3.4.2.1 Kartu Rencana Studi (KRS) 1. KRS berisi daftar mata kuliah yang akan ditempuh mahasiswa dalam semester yang bersangkutan. 2. Tiap awal semester mahasiswa harus mengambil lembar KRS rangkap 3 (tiga) di Sekretariat Akademik. 3. KRS dapat diambil dan diisi mahasiswa bila sudah membayar SPP 4. Bila mahasiswa belum mengisi KRS maka mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti kegiatan akademik. 5. Pengisian KRS: Pedoman Pendidikan Fakultas Psikologi 96
    • Semester I 1) KRS diisi sesuai mata kuliah yang akan diikuti dan ditanda tangani oleh mahasiswa yang bersangkutan. 2) KRS yang telah diisi dan ditanda tangani tersebut dikembalikan ke Sekretariat Akademik. 3) Sekretariat akan memberikan KRS tersebut untuk ditanda tangani oleh Sekretaris Akademik. 4) KRS yang telah ditanda tangani Sekretaris Akademik disimpan di Sekretariat Akademik (1 lembar sebagai arsip dan 1 lembar untuk mahasiswa). Semester II 1) KRS diisi sesuai mata kuliah yang akan diikuti dan ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan. 2) Sebelum KRS dikembalikan ke Sekretariat Akademik, mahasiswa terlebih dahulu meminta tanda tangan Ketua Mayoring. 3) Setelah ditanda tangani oleh Ketua Mayoring, oleh mahasiswa diserahkan kepada Sekretariat Akademik. 4) Bagian Sekretariat membawa ke Sekertaris Akademik untuk ditanda tangani. 5) KRS yang telah ditanda tangani Sekertaris Akademik diambil oleh bagian Sektretariat Akademik. 6) KRS yang telah lengkap ditandatangani disimpan di Sekretariat Akademik (1 lembar) untuk ketua mayoring. Untuk Ketua Mayoring (digunakan untuk monitoring kemajuan studi mahasiswa) dan lembar untuk mahasiswa. 3.4.2.2 Kartu Kendali 1. Fungsi Kartu Kendali bertujuan untuk memonitor belajar mengajar yang berlangsung pada setiap mata kuliah/ praktikum/ praktek kerja/ penyusunan Tesis : Tugas Akhir. 2. Isi Kartu Kendali yaitu uraian mengenai materi kegiatan yang diberikan dosen dalam perkuliahan/ praktikum/ praktek kerja/ penyusunan Tesis: Tugas Akhir. 3. Cara penggunaan Kartu Kendali 1) Kartu Kendali diberikan langsung oleh Sekretariat Akademik setelah mahasiswa menyerahkan KRS. 2) Mahasiswa mengisi Kartu Kendali sesudah setiam perkuliahan/ praktikum/ praktek kerja/ bimbingan praktikum/ penyusunan Tesis: Tugas Akhir. 3) Isi Kartu Kendali mengenai materi yang diberikan dalam perkuliahan/ praktikum/ praktek kerja/ bimbingan praktikum/ penyusunan Tesis: Tugas Akhir 4) Kartu Kendali yang telah diisi tersebut diberikan kepada dosen/ koordinator mata kuliah/ praktikum/ praktek kerja/ bimbingan dan diparaf setelah kegiatan selesai. 5) Kartu Kendali harus dikembalikan kembali ke Sekretariat Akademik setelah kegiatan tersebut selesai (akhir semester ketika melakukan registrasi). 6) Kartu Kendali disimpan di map mahasiswa yang bersangkutan di Sekretariat Akademik. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 97
    • 3.4.2.3 Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen (DHMD) 1. Daftar hadir berfungsi untuk memonitor kehadiran mahasiswa mengikuti kegiatan perkuliahan/ praktikum, praktek kerja/ bimbingan praktikum/ praktek kerja/ penyusunan Tesis: Tugas Akhir. 2. a) Daftar hadir perkuliahan / praktikum yang dilakukan di kampus Magister Profesi Psikologi / Fakultas Psikologi Jatinangor akan disampaikan ke dosen / koordinator sebelum kegiatan dimulai. b) Setiap kegiatan tersebut selesai & dilaksanakan petugas perkuliahan akan mengambil daftar hadir yang telah diisi & diparaf oleh dosen / koordinator yang bersangkutan. 3. a) Daftar hadir pada kegiatan praktek kerja di luar gedung magister profesi / Fakultas Psikologi Jatinagor misalnya Rumah Sakit, perusahaan dan sebagainya, maka mahasiswa harus mengambil blanko daftar hadir yang kosong berlaku untuk sebulan. b) Setiap akhir bulan mahasiswa harus mengembalikan daftar hadir yang telah diisi dan diparaf Supervisor ke bagian perkuliahan untuk mengambil daftar hadir yang baru. c) Sebelum ujian mayoring, daftar hadir harus sudah ada di bagian perkuliahan. d) Bagian perkuliahan membuat fotokopi seluruhnya selama mahasiswa mengikuti kegiatan praktek kerja dan diserahkan pada ketua mayoring. e) Ketua mayoring menyimpan sebagai arsip di mayoring. f ) Daftar hadir yang asli disimpan di bagian perkuliahan. 4. a) Daftar hadir bimbingan praktikum / praktek kerja / penyusunan Tesis : Tugas Akhir akan disampaiakan pada koordinator / pembimbing Tesis: Tugas Akhir. b) Setiap akhir kegiatan praktikum / praktek kerja akan diambil petugas perkuliahan setelah selesai dilaksanakan secara keseluruhan. c) Setiap akhir bulan petugas perkuliahan akan mengambil daftar hadir yang telah diisi dan ditandatangani oleh pembimbing. 5. Kewajiban Mahasiswa a) Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan perkuliahan di semester I/ mayoring/ minoring, sekurang- kurangnya dengan kehadiran 80%. Bila mahasiswa mengikuti perkuliahan di bawah 80%, maka mahasiswa tersebut tidak diperkenankan mengikuti ujian (bila ada). Bila tidak ada ujian, maka kebijakan diberikan pada dosen yang bersangkutan dengan diberikan tugas tambahan disambung tugas yang diwajibkan di kelas. Beban tugas sesuai dengan aktivitas yang tidak diikutinya. b) Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan praktikum/ praktek kerja lapangan sebesar 100 % kehadiran. Bila mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum/ praktek kerja lapangan kurang dari 100 %, maka mahasiswa tersebut harus melakukan tugas setara kegiatan yang tidak diikuti berdasarkan kewenangan dosen. c) Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan bimbingan dalam kegiatan praktikum / praktek kerja / penyusunan tesis adalah sebagai berikut : - Bimbingan praktikum/ praktek kerja lapangan adalah per kasus/ per minggu/ per semester: 3 kali @ 3 jam/ per kasus atau setara per mahasiswa/ lama waktu yang ditentukan. Pedoman Pendidikan Fakultas Psikologi 98
    • - Bimbingan UP atau penyelesaian tesis adalah minimum 1(satu) kali/ per minggu /lama waktu yang ditentukan (bisa lima bulan atau satu semester). 6. - Mahasiswa yang tidak dapat hadir karena sakit, wajib memberikan surat keterangan dokter diberikan kepada bagian perkuliahan. Kemudian bagian perkuliahan wajib menyimpan di daftar hadir. - Bila mahasiswa tidak dapat hadir (di luar sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter), mahasiswa wajib memberikan keterangan tertulis pada dosen/ koordinator / pembimbing mata kuliah/ praktikum/ praktek kerja lapangan. 7. Cuti Akademik 1) Waktu cuti : a. Penghentian studi untuk sementara (cuti akademik) atas izin rektor hanya dapat diberikan terutama untuk alasan medik atau alasan yang yang dapat dipertanggung jawabkan oleh pengelola. b. Cuti akademik hanya diperkenankan satu semester. c. - Mahasiswa program regular dapat mengajukan cuti pada semester II dan semester III. - Mahasiswa program psikologi (jumat – sabtu) dapat mengajukan cuti pada semester II. 2) Tahap pengajuan cuti sebagai berikut : (1) Mahasiswa yang bersangkutan mengajukan permohonan cuti ke ketua BKU Magister Profesi Psikologi dengan sepengetahuan/ seizin ketua mayoring. (2) Ketua mayoring menanda tangani surat pernohonan tersebut yang dibuat 3 (tiga) rangkap. (3) Berdasarkan surat permohonan cuti yang diajukan ke ketua BKU Magister Profesi Psikologi yang telah ditandatangani ketua mayoring, maka surat akan dikirim ke Dekan Fakultas Psikologi dengan surat dari ketua BKU. (4) Dekan akan meneruskan ke Rektor Universitas Padjajaran. (5) Surat Izin Cuti dikeluarkan dari Rektorat. (6) Surat Izin Cuti dari Rektor di fotokopi 1 lembar untuk ketua BKU Mayoring, 1 lembar untuk ketua BKU Magister Profesi Psikologi dan disimpan di Sekretaris Akademik. 3.4.3 Tata Tertib Mengikuti Kegiatan Perkuliahan dan Praktek Praktikum a. Menggunakan pakaian sopan dan rapih. b. Memakai sepatu (bukan sandal). c. Mentaati tata tertib dan aturan yang berlaku, baik peraturan Progran Pascasarjana Universitas Padjajaran maupun BKU Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran. d. Wajib mengikuti kegiatan perkuliahan (sekurang-kurangnya menghadiri 80 % dari kegiatan yang dilaksanakan). e. Wajib mengikuti kegiatan praktek/ praktikum (100%) dari kegiatan yang dilkasanakan. f. Wajib memelihara kebersihan sarana prasarana BKU Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran yang mencakup ruang kuliah serta isinya dan buku perpustakaan yang dipinjam serta alat pemeriksaan yang digunakan. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 99
    • g. Mahasiswa dikenakan sanksi wajib mengganti apabila merusak dan/ atau menghilangkan sarana prasarana tersebut. 3.4.4 Pelaksanaan Kegiatan Asesmen dan Intervensi Psikologi 3.4.4.1 Tata Tertib Mengikuti Kegiatan Asesmen dan Intervensi Psikologi a) Menggunakan pakaian sopan dan rapih. b) Mentaati tata tertib dan atura yang berlaku di tempat kerja praktek atau praktek kerja. c) Tetap berada di tempat praktek/ praktek kerja selama kegiatan asesmen atau intervensi berlangsung. d) Wajib memelihara dan menyimpan semua alat pemeriksaan psikologi dengan sebaik- baiknya. e) Menjaga kerahasian alat pemeriksaan psikologi, tidak membawa pulang dan/ atau memperbanyak alat-alat pemeriksaan psikologi maupun berkas klien tanpa izin supervisor. f) Mahasiswa akan dikenai sanksi apabila menghilangkan dan/ atau merusakkan alat-alat pemeriksaan psikologi. 3.4.4.2 Pengembangan Sikap Profesional dalam Kegiatan Asesmen dan Intervensi Psikologi a) Memahami dan melaksanakan kode etik Psikologi Indonesia. b) Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan klien, individu, kelompok, organisasi, komunitas yang ditanganinya. c) Menunjukan sikap positif dan kesediaan untik membantu klien (individu, kelompok, organisasi, komunitas, keluarganya), rekan seprofesi atau profesi lain lembaga yang berkepentingan tanpa membedakan status, suku bangsa dan agama. d) Wajib memegang teguh rahasia jabatan (segala sesuatu yang menyangkut masalah seluruh berkas dari klien) e) Pemeriksaan Psikologi (asesmen) dan pemberian intervensi (konseling/ psikoterapi dan/atau bentuk intervensi psikologi lain) yang dilkukan mahasiswa harus berada di bawah pengawasan dosen pembimbing/ supervisor. f) Tidak dibenarkan melakukan tekanan atau paksaan kepada klien (individu, kelompok, organisasi, komunitas) untuk mempercepat penyelesaian penanganan kasus demi keuntungan pribadi. 3.4.5 Sanksi Dalam Pelaksanaan Kegiatan Akademik Dikenakan pada mahasiswa yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang sifatnya normatif, yaitu meliputi : a) Pelanggaran etika akademik Mahasiswa yang melakukan pelanggaran etika akademik, seperti menjiplak, membocorkan soal, dll. b) Pelanggaran etika moral dan etika profesi Dikenakan pada mahasiswa yang melakukan asesmen dan intervensi tanpa supervisi, membocorkan rahasia profesi, dll. Pedoman Pendidikan Fakultas Psikologi 100
    • Mahasiswa yang melakukan pelanggaran tersebut di atas dapat dikenakan sanksi berupa peringatan akademik atau pemutusan studi. c) Pelanggaran Hukum Dikenakan pada mahasiswa yang melakukan tindak pidana, penyalahgunaan obat, narkoba atau pelanggran hukum lainnya yang mencemarkan nama baik Fakultas maupun Universitas. Terhadap pelanggaran ini dapat dikenai sanksi berupa pemutusan studi. Panduan Pendidikan Fakultas Psikologi 101