Buletin Sekaran (Unnes) Edisi 2

2,221 views
2,097 views

Published on

Buletin sekaran, diterbitkan oleh UPT Pusat Humas Unnes

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,221
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buletin Sekaran (Unnes) Edisi 2

  1. 1. 4 Profil Samsudi: Jangan Asal Menambah SMK ”MENGEMBANGKAN Kompetensi, Mem- kebijakan yang memberikan manfaat langsung kepada bangun Citra SMK”, itulah judul orasi ilmiah peserta didik. Misalnya tahun 90-an kita kenal SMK/ yang akan disampaikan Dr Samsudi dalam STM Sastra. Itu idiom yang merendahkan martabat. upacara pengukuhannya sebagai Guru SMK/STM yang semestinya membangun banyak Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri kegiatan pratikum, tetapi malah menggelar Semarang, 15 Desember mendatang. cerita doang di kelas. Apakah pemerintah akan Berikut petikan perbincangan dengan mengulangi hal seperti itu dengan menambah Asisten Direktur I Program Pascasarjana jumlah SMK, ini semestinya jadi pelajaran (PPs) Unnes ini. sekaligus acuan. Ada gambaran tentang SMK yang ideal? Alangkah indah ketika sekelompok orang Sebegitu menarikkah memperbincangkan mau mencari tempat pedidikan tukang andal citra SMK? atau ahli di bidang tertentu, lulusan SMK-lah Tiga tahun terakhir ini, pemerintah begitu orangnya. intens mengembangkan sekolah menengah Pertama mungkin kita hanya menemukan kejuruan (SMK). Saya secara konsep tidak satu-dua lokus. Namun ketika satu atau dua itu sependapat dengan kebijakan itu. Pertama, sudah menjadi ikon, akan menyebar. Sayangnya kebijakan pemerintah tahun 2010 jumlah SMK saat ini, yang satu atau dua itu susah ditemukan. harus 60:40 dibanding SMA. Tahun 2015 akan Maka tantangannya sekarang, bagaimana imbas diarahkan jumlahnya 70 berbanding 30. Padahal, penyebarannya. Yang inti saja belum jelas itu ada substansi pengembangan SMK bukan jumlah, di mana. Kita kan penginnya seolah tipis-tipis tapi melainkan bagaimana menata, membangun rata. Pembangunan SDM itu, menurut saya, bukan mengintensifkan kompetensi anak didik. Kalau tipis-tipis tapi rata. Mestinya satu atau beberapa membangun tanpa keunggulan, tidak ada tetapi memiliki daya saing maupun kualitas lulusan gunanya. Membangun citra SMK bukan dengan yang teruji. agus menambah jumlah, melainkan kompetensi yang dikuatkan. Jadi, Anda khawatir terhadap perkembangan Prof Dr SAMSUDI MPd SMK akhir-akhir ini? Saya khawatir terhadap kebijakan Sarjana Pendidikan Teknik Mesin IKIP Semarang (1986) Magister IKIP Yogyakarta, Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (1995) pemerintah tadi. Lima-enam tahun ke depan, Doktor Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, justru disalahkan oleh generasi yang diluluskan. Bidang Pengembangan Kurikulum (2006) dengan predikat Cumlaude. Mengapa? Karena tidak mampu membuat Podium DI sela-sela upacara Hari Me- Mempublikasi atau Binasa! ilmiah? nanam Nasional Oleh Sucipto Hadi Purnomo di Unnes, belum Aha, untuk pertanyaan macam begini, lama berselang, menggambarkan keadaan ”sebenarnya”. justru terngiang-ngiang di telinga kata-kata beberapa dosen Semoga masih banyak yang sudah mem- seorang teman, ”Banyak yang meneliti, menerima peng- publikasikan artikel ilmiah (populer) tetapi tapi tak lebih dari masturbasi rohani. hargaan. Hadiah berupa uang belum terpantau oleh pemberian hadiah. Diteliti sendiri, ditulis sendiri, dan hasilnya mereka terima karena karya mereka Namun pada pojok hati yang lain, dibaca sendiri. Hasil penelitian hanya diam dimuat di jurnal atau koran. sebenarnya saya tidak begitu terhenyak. membisu di rak sendiri, hanya berguna Jujur, saya senang sekaligus Tidaklah mengagetkan lagi tengara tentang buat dijiplak untuk kegiatan serupa.” cemas. Senang, karena pemimpin rendahnya angka publikasi di kalangan Terlepas apa pun motif yang universitas telah memberikan apre- sivitas akademika. Tidaklah mengentak bersemayam, credit point atau credit siasi terhadap mereka yang telah hati pula kabar yang dilansir media ini, coin, sudah semestinya segenap sivitas mempublikasi. Cemas, karena dari pekan lalu, bahwa banyak dosen yang akademika menegakkan adagium seribu lebih dosen di universitas kesulitan menulis artikel ilmiah. ”mempublikasi atau binasa”. Ya, jangan ini, tak lebih dari sepuluh orang Tapi bukankah dana penelitian di pernah pongah sebagai akademisi kalau yang menerima penghargaan itu. kampus ini, dari tahun ke tahun, terus hanya kuat pada etos ngobrol tapi lemah Saya berharap, sedikit yang menanjak? Bukankah ini meniscayakan syahwat untuk mempublikasi.Tanpa beroleh penghargaan tidaklah bertambah pula angka publikasi karya publikasi, sejatinya akademisi telah mati!*
  2. 2. 2 Salam Redaksi Seputar Kampus Anda Kritik Pisowanan Ageng Kami Suka “MAS, penulisan gelar tanpa “Nagari Jawi” titik memang disengaja ya? sungguhan, pada bagian luar dari “Ingsun, pangagenging praja gung deretan yang seba, puluhan prajurit Tidakkah itu bertentangan dengan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Fakultas Basa lan Seni, paring yang mengenakan pakaian serbamerah Disempurnakan –Red)? Terus, kata lengkap dengan tameng dan pedang, dhawuh marang kawulaningsun ing ’menemu’ rasanya janggal, ada berdiri dalam barisan rapi. nagari Jawi, mligine marang para Adapun para “kawula, prawira, pertanggungjawaban morfologi?” Itulah bunyi sistem maklumat taruna, prawira, lan senapatining dan senapati”, hampir semuanya singkat (SMS) yang masuk ke mengenakan pakaian Jawa. Hanya, basa Jawa....” Jawa yang ini tampak lebih bermacam- telepon seluler kami. SMS dikirim oleh seorang dosen Jurusan Bahasa macam. Tidak hanya berkebaya, tetapi BEGITULAH kata pembuka De- juga berkerudung; tak cuma berbeskap dan Sastra Indonesia FBS Unnes. kan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Itu bukanlah satu-satunya dan berblangkon, tetapi juga tak sedikit Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang mengenakan sarung. tanggapan terhadap Sekaran. Hari Prof Dr Rustono MHum menyampaikan pertama buletin ini terbit, beberapa Rasa Jawa pun terasa makin lengkap “titahnya” di panggung yang telah disulap ketika hampir semua tuturan para tokoh komentar datang, baik lewat telepon, bak siti inggil keraton. SMS, e-mail, maupun ungkapan dalam pasewakan menggunakan bahasa Jika diterjemahkan dalam bahasa Jawa, arkais lagi. Simak saja, misalnya, secara langsung. Ada yang bernada Indonesia, kurang lebih: saya, pemimpin sanjungan, ada yang beraroma kritik. aba-aba manggalaning bergada (pemim- praja agung Fakultas Bahasa dan Seni pin pasukan), “Siyaga, tandya!” Terhadap setiap sanjungan, memberikan titah kepada kawula saya di jujur saja kami senang. Tapi jika Pasewakan juga berlangsung dalam nagari Jawi, terutama para muda, perwira, iringan gending-gending Jawa. boleh berkata lebih jujur lagi, kami dan senapati bahasa Jawa. jauh lebih suka tanggapan yang Tak hanya itu, enam mahasiswi cantik Para mahasiswa dan dosen yang juga tampil membawakan tari Bedhayan. bernada kritik, juga kecaman. Kami disebutnya sebagai “kawulaningsun” itu anggap, itu lebih menantang, lebih “Sekilas pisowanan ini seperti imitasi tak lain adalah sivitas akademika Jurusan dari pisowanan di keraton. Kami tak menyehatkan. Bahasa dan Sastra Jawa Unnes. Kamis Ya, apa pun tanggapan Anda, menampik hal itu. Namun sesungguhnya (3/11) di bawah paparan matahari pagi, jika kita lebih jeli melihatnya, betapa apa pun saran Anda, selalu kami di lapangan fakultas kampus Sekaran, tunggu. Kirim saja via e-mail, SMS, akan tampak bahwa Jawa keraton di sini lebih dari 500 mahasiswa jurusan tersebut telah dinegosiasikan secara kreatif oleh atau telepon langsung ke redaksi. beserta puluhan dosen berkumpul. Mereka Kami pasti akan dengan suka cita teman-teman mahasiswa,” ungkap Ketua menggelar acara yang mereka sebut Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Unns menyambutnya. Ayolah, Pembaca.... sebagai Pasewakan Ageng Nagari Jawi. Drs Agus Yuwono MPd MSi. shp Tak beda dari pasewakan di keraton shp DPR Janji ..... SE MM, anggota Komisi X DPR. dapatkan sorotan adalah peng- Karena itu, anggota Fraksi Partai hentian program guru bersta- Sambungan hlm 1 Golkar itu mendesakkan perlunya tus pegawai negeri (DPK) di Rektor yang juga bertindak sebagai pengkajian ulang terhadap arah sekolah swasta yang dinilai moderator. kebijakan tersebut. “Jangan sampai kalangan perguruan swasta Dalam pertemuan itu, menge- penambahan demi penambahan SMK sangat memberatkan. “Dengan muka pula pembahasan tentang justru mendatangkan masalah baru.” adanya kenaikan 20% gaji kebijakan pemerintah yang menar- Tunjangan Dosen guru negeri, pengelola sekolah getkan pertambahan sekolah Pada bagian lain, tunjangan dosen swasta tampak tertaih-tatih untuk menengah kejuruan (SMK), ter- yang dihentikan karena studi lanjut mengimbanginya, justru ketika tak masuk pengalihan sejumlah SMA juga mendapatkan perhatian secara ada lagi DPK di sekolah swasta.” menjadi sekolah kejuruan. khusus dari Komisi X DPR. “Justru para Adapun Rektor Unnes “Pada masa transisi seperti ini, dosen perlu didorong untuk mengambil mendesak DPR untuk turut permasalahan itu merentang dari studi lanjut. Jangan sampai mereka mengawal pelaksanaan sertifikasi perubahan tiba-tiba dari guru yang yang ingin meningkatkan jenjang guru. “Perlu ada pedoman yang semula mengajar siswa SMA menjadi pendidikan justru terhambat karena lebih jelas agar tidak ada lagi mengampu siswa SMK, sarana- ancaman terhentinya tunjangan multitafsir dalam pelaksanaan prasarana, hingga masyarakat fungsional selama menempuh studi,” sertifikasi guru sehingga rektor yang tiba-tiba dipaksa berubah kata Ketua Drs Abdul Hakam Naja MSi LPTK sebagai pelaksana kegiatan persepsinya terhadap SMA dan (FPAN). tidak dipersalahkan di kemudian SMK,” ungkap anggota Ferdansyah Persoalan lainnya yang men- hari.” shp
  3. 3. Agenda Seputar Kampus 3 Tokoh Tionghoa Seminar Bias Dukung Prodi Gender di FIS Mandarin HIMPUNAN Mahasis- SEJUMLAH tokoh wa (Hima) Sosiologi dan Tionghoa di Semarang Antropologi Fakultas Ilmu menyatakan dukungan pe- Sosial Unnes akan menyeleng- nuh kepada Unnes untuk garakan seminar nasional membuka progam studi “Dekonstruksi dan Aplikasi pendidikan bahasa Man- Konsep Gender melalui Pem- darin. belajaran di Sekolah”, Kamis Dukungan itu disam- (17/12) pukul 08.00 di Gedung paikan dalam pertemuan C 7 Lantai III FIS Unnes. Akan Rektor USM Prof Dr Pahlawansjah Harahap SE ME dan Pembantu tika Rektor Unnes Prof Dr Su- hadir sebagai pembicara Dr Rektor IV Unnes, Prof Dr Fathur Rohman MHum meneken kerja sama. dijono Sastroatmdjo MSi Partini (dosen FISIP UGM dan USM-Unnes dengan belasan tokoh ke- peneliti gender), Prof Dr Anik turunan Tionghoa, Sema- Jalin Kerja Sama Ghufroni (Guru Besar UNY), rang, Selasa (1/11). Selain dan Drs Jasman Indradno MSi para pembantu rektor dan (Depdiknas Jawa Tengah). ketua lembaga, hadir pula Acara bisa diikuti mahasiswa, UNIVERSITAS Semarang gatakan, tujuan kerja sama anggota Dewan Penyan- pelajar, dan umum. Informasi (USM) dan Universitas Negeri agar semua kegiatan aka- tun, Budi Dharmawan, H pada Laela 085640502429. Semarang (Unnes) menjalin demik mahasiswa berbasis Soewanto, dan HM So- agus kerja sama Sistem Informasi IT. Dia berharap kerja sama ediro Atmoprawiro. Akademik (SIA). Penandatan- tersebut bisa ditingkatkan. ”Kami dukung penuh Penataran Pelatihan ganan kerja sama dilakukan “Kami sudah pernah kerja rencana Unnes untuk Rektor USM Prof Dr Pahlawa- sama dengan Unnes untuk membuka program sudi UKM Olahraga nsjah HarahapSE ME dan Rek- bidang pengabdian pada ma- bahasa Mandarin karena tor Unnes yang diwakili Pem- syarakat. Sekarang, kami potensi yang begitu be- FAKULTAS Ilmu Keolah- bantu Rektor IV Prof Dr Fathur ingin kerja sama bidang aka- sar. Tidak hanya di bidang ragaan Unnes bekerja sama Rohman MHum di ruang si- demik bisa dibangun lebih pendidikan, terutama un- dengan Badan Pembina Olah- dang USM Jl Soekarno-Hatta, baik lagi,” ujarnya. tuk memenuhi kebutuhan raga Mahasiswa Indonesia kemarin. Hadir dalam penan- Hal senada dikatakan guru bahasa Mandarin, (Bapomi) Jawa Tengah menye- datanganan tersebut antara lain Pembantu Rektor IV Unnes tetapi juga untuk kepen- lenggarakan Penataran Pelatih Ketua Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Fathur Rokhman tingan bisnis,” ungkap Ir Unit Kegiatan Mahasiswa Prof Ir Joetata Hadihardaja, MHum. Menurutnya, keg- Phandaya Wirasudarma, Bidang Olahraga PTN-PTS se- Kepala UPT TIK Unnes Prof iatan ini menjadi tantangan tokoh keturunan Tionghoa Jawa Tengah Sabtu-Minggu, Dr Wahyu Hardiyanto, dan se- bagi Unnes agar kerja sama yang mrnggeluti bidang (12-13/12) di Fakultas Ilmu jumlah pejabat struktural USM. yang terjalin bisa berlanjut pendidikan. Keolahragaan kampus Unnes Rektor USM Prof Dr Pahla- lebih baik lagi. Sekaran. hon tika hon wansjah HarahapSE ME men- Seminar Beasiswa Gubernur: Menwa Jangan Arogan Luar Negeri MAHASISWA yang ter dalam menumbuhkan jiwa ENGLISH Student Asso- -gabung dalam Resimen dan semangat patriotisme, ciation Unnes akan menggelar Mahasiswa (Menwa) jangan nasionalisme, serta men- seminar rahasia mendapatkan pernah mengedepankan sikap jadi contoh terkait dengan beasiswa ke luar negeri, Senin arogan berkaitan dengan tugas kepemimpinan intelektual (14/12) di dekanat FBS Unnes. yang diembannya. bagi mahasiswa lain,” katanya. Pembicara Drs Ahmad Sofwan Gubernur Jawa Tengah Bibit Karena itu, kata Bibit, PhD (penerima beasiswa Aus- Waluyo mengingatkan hal itu mahasiswa perlu mengubah tralia dari Dikti dan AUSAID), saat pelantikan dan pengukuhan pola pikir dan tindakan dalam Rizky Yuli Ikhwanudin. SPd Komandan Menwa Mahadipa menyikapi kondisi politik, (Global Xchange Program dari Jateng, di kampus Unnes, Senin Bibit Waluyo Sulist ekonomi, dan sosial budaya. British Council ke Glasgow, (7/12). “Menwa jangan pernah arogan atau “Jangan terjebak pada unjuk rasa atau Dwi Setyanira Cahyaningtyas justru bergabung hanya untuk gagah-gagahan,” demonstrasi tanpa konsep yang jelas.” SPd (College in Japan, 2009), katanya. Dia mengatakan, perkembangan ilmu dan Mariamah SS (Indone- Menurut dia, bergabungnya mahasiswa pengetahuan dan teknologi berlangsung sia English Language Study dalam Menwa perlu dimaknai secara lebih sangat cepat, namun kebebasan berserikat, Programme, 2009). Tiket ter- mendalam, yakni kemampuan untuk menjadi berkumpul, dan menyatakan pendapat sedia di gedung B3 atau Arif contoh bagi mahasiswa lain, bukan untuk bukan tanpa batas. (085724822966). agus gagah-gagahan. “Menwa harus menjadi pelopor sulist
  4. 4. BULETIN UNNES Diterbitkan oleh UPT Pusat Hubungan Masyarakat Universitas Negeri Semarang Sehat Unggul Sejahtera Indikator Edisi 2 11 Desember 2009 www.unnes.ac.id Sumber : BAPR Unnes grafis: agus Profesor Terbanyak di FBS HINGGA November 2009 Universitas Negeri Semarang memiliki guru besar aktif se- banyak 33 orang. Mereka tersebar di delapan fakultas. Terbanyak di Fakultas Ba- hon hasa dan Seni (FBS) yang Ketua Tim Kunjungan Komisi X DPR-RI Drs Abdul Hakam Naja MSi (kanan) dan Rektor Unnes memiliki 9 profesor. Disusul Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo MSi. Fakultas Matematika dan IPA DPR Janji Bantu (FMIPA) 6 orang profesor. Fa- kultas Ilmu Pendidikan (FIP) memiliki 5 profesor, Fakultas Ilmu sosial (FIS) 5 orang, Fa- kultas Teknik (FT) 3 orang, Unnes Wujudkan Konservasi Fakultas Ilmu Keolahragaan H (FIK) 2 orang, Fakultas Eko- nomi (FE) 2 orang, dan Fakul- ALUS sekali memang tas Hukum (FH) 1 orang. Komisi X Dewan Perwakilan permintaan Pak Rektor Unnes juga mempunyai 8 Unnes ini. Tapi untuk guru besar emeritus dan guru Rakyat Republik Indonesia (DPR membangun universitas besar pensiun 4 orang. Ada- RI) berjanji akan membantu konservasi, sebuah prakarsa yang pun yang sudah meninggal Universitas Negeri Semarang sangat bagus, kami dari Komisi X DPR dunia 18 orang. sulist/agus RI pasti akan berusaha membantu untuk mewujudkan cita-cita dengan sungguh-sungguh,” kata sebagai universitas konservasi. Abdul Hakim Naja, Wakil Ketua Komisi Susunan Redaksi Pelindung: Rektor Janji tersebut terucap dari Komisi X yang juga anggota Fraksi Amanat Pembina: Pembantu Rektor I, Nasional pada sesi tanggapan akhir. X saat melakukan pertemuan Pembantu Rektor II, Pembantu Rektor III, Sebelumnya, di depan belasan Pembantu Rektor IV dengan para pemangku anggota DPR yang mebidangi Pemimpin Redaksi: Sucipto Hadi Purnomo Redaksi: Kartika Fajar Cahyani, Sihono, kepentingan pendidikan se- pendidikan itu, Rektor memaparkan Dwi Sulistiawan, Ariyani Widyastuti, Agus Setyo Purnomo Jawa Tengah, di Unnes kampus konsep dan implementasi universitas Administrasi: Hendarni Widowati konservasi. ”Konservasi bukan hanya Sekaran, Rabu (9/12). Alamat Redaksi: berupa konservasi alam dengan UPT Pusat Humas Unnes Lantai II Gedung H Unnes Kampus Sekaran, Telepon 024- penciptaan green campus saja, tetapi 8508093, E-mail: humasunnes@yahoo.co.id juga konservasi budaya,” ungkap Redaksi menerima kiriman berita dan artikel sesuai dengan rubrikasi Buletin SEK ARAN Bersambung hlm 2

×