Pelajar Modern        &  Kuliah Gratis                       v 001bDari Buddha, S.P.A., Al-Khwarizimi hingga MOOCs.       ...
Pada presentasi ini akan dicoba disajikan hal-halpenting dan praktis mengenai belajar di eraInternet. Bagaimana kita bisa ...
Dikarenakan  jumlah halaman dokumen ini, maka mohon bersabar untuk membuka halaman demi halaman. Kecepatannya bergantung p...
Jika membuka dokumen ini dengan aplikasi Evince maka tampilan bisa dipilihuntuk mode presentasi ataupun layar penuh, mode ...
Disusun menggunakan :                  Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   5
Sebagian sumber data [Internet] :                    Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   6
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   7
bel·a·jar v1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca;2 berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu se...
●   Learning is acquiring new, or modifying existing, knowledge,    behaviors, skills, values, or preferences and may invo...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   10
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   11
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   12
pen·di·dik·an nproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompokorang dl usaha mendewasakan manusia melalui up...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   14
mo·dern /modérn/1 a terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dng senjata-senjata --;2 n sikap dan cara berpikir serta cara...
ku·li·ah 1 n sekolah tinggi: -- guru; 2 n pelajaran yg diberikan di perguruantinggi: ia memberikan -- di Fakultas Sastra; ...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   17
Internet (kependekan dari interconnection-networking) secara harfiahialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yan...
World Wide Web atau Waring Wera Wanua[rujukan?], biasa lebihterkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi ya...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   20
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   21
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   22
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   23
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   24
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   25
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   26
EmailSurat elektronik[1] atau pos elektronik [2] (bahasa Inggris: email) adalahsarana kirim mengirim surat melalui jalur j...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   28
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   29
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   30
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   31
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, danmeningkatkan pemahaman manusia dari...
Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dandijabarkan dalam konsep me...
Physics (from Greek: φύσις physis "nature") is a branch of science that developed out ofphilosophy, and was thus referred ...
Secara sederhana dapat dikatakan pada awalnya semua pertanyaan-pertanyaanmanusia mengenai diri dan lingkungan sekitarnya d...
Manusia   sedari   dulu   selalu    bertanya-tanya           tentang   banyak   hal.   Kitamenyebutnya sebagai manusia yan...
Untuk memudahkan pengembangan ilmu pengetahuan maka kita sekarangmengenal ilmu-ilmu semacam Fisika, Matematika, Biologi. B...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   38
Mereka yang tercerahkan ini adalah mereka yang berusaha sangat giat untukmelakukan oleh pikir. Mereka meresapi fenomena ya...
Buddha (Sanskerta: बुद्ध berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahansejati. dari perkataan Sanskerta: "Budh", unt...
Di Barat (Eropa) yang paling terkenal hingga saat ini adalah trio Socrates, Plato,Aristoteles. Untuk memudahkan mengingatn...
Aristoteles adalah murid Plato, Socrates adalah guru dari Plato. Begitulah zamandahulu pengetahuan dan kebijaksanaan diwar...
Tidak boleh dilupakan pula pencapaian kebijaksanaan oleh para ilmuwan Arab &Islam seperti Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī ...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   44
Setelah menyebutkan sebagian kecil orang-orang bijak zaman dahulu, menarik untukmengetahui bagaimana mereka belajar dan me...
Socrates, Plato and Aristotle, Felt tip pen, Edding and fineliner on paperDetail from the picture: "Portrait painter: Cove...
sumber gambar: dreamstime.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   47
Akademi PlatonikAkademi (Yunani Kuno: Ἀκαδήμεια) didirikan oleh Plato pada tahun 387 SM di Athena.Aristoteles belajar di a...
The School of Athens by Raphael (1509–1510), fresco at the Apostolic Palace, Vatican City.              Sunu Pradana [www....
Menurut beberapa sumber, pengajaran yang dilakukan oleh Siddhārtha GautamaBuddha tak berbeda dengan kelaziman pada zamanny...
Pola penyampaian informasi, ilmu dan kebijaksanaan dengan menggunakan tuturkata adalah cara utama sebelum ditemukannya car...
sumber gambar: blogs.skillsoft.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   52
sumber gambar: lostmotorcycles.blogspot.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]          53
sumber gambar: ericwestbrook.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   54
sumber gambar: markthedifference.blogspot.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]          55
sumber gambar: thebeaveronline.co.ukSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]      56
Begitulah, pada zaman itu seseorang yang ingin belajar (menjadi pelajar) haruspergi berguru kepada seorang bijak. Si murid...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   58
Untuk menyimpan pengetahuan, untuk menyebarkan pengetahuan lebih luasmaka manusia kemudian memanfaatkan sarana yang kita k...
Awalnya buku adalah benda yang mahal dan langka karena menggunakan kulitbinatang (domba) sebagai media tulis.             ...
The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust                            Writing                            After the ...
The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust                           Illumination                           Illumin...
The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust                           Binding                           Once the wri...
http://www.getty.edu/art/exhibitions/making/           Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   64
sumber gambar: http://futureofthebook.com/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]       65
Dengan dimilikinya kemampuan untuk menulis naskah-naskah dan buku-bukumaka penyebaran pengetahuan bisa lebih luas, tetapi ...
The House of Wisdom (Arabic: ‫ ;ب يت الحكمة‬Bayt Ul-Hikma) was a library andtranslation institute established in Abbasid-e...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   68
sumber gambar: http://www.allposters.com/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]       69
Exactly how paper made its way further westward from Samarkand is not known. By794, however, there was a paper mill in Bag...
Chinese papermakers in Samarkand      sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]     ...
Christian Europe, meanwhile, did not have an important center of papermaking untilthe middle of the 12th century, a key re...
The first really outstanding library in the Islamic world was the one associated withthe famous Bait al-Hikma, or House of...
At the House of Wisdom, scholars of many nationalities and religions translated intoArabic, Greek, Persian and Indian work...
In Muslim Spain, the most celebrated library was that of Cordova; it was the prideand joy of Caliph al-Hakam II al-Mustans...
sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]      76
sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]      77
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   78
Penggunaan kertas untuk menggantikan kulit hewan sebagai media tulis,meningkatkan efisiensi upaya penyalinan sebuah buku. ...
Johannes    Gutenberg’s    printing   press     wascompleted in 1440, which allowed for a massproduction and distribution ...
sumber gambar: http://retinart.net/beautiful-things/gutenberg-book-changed-world/               Sunu Pradana [www.pikirsa....
Dengan bertambahnya jumlah mesin cetak, maka jumlah persediaan bukumeningkat. Semakin banyak banyak orang yang memiliki ak...
Dengan penyebaran buku (tercetak) manusia pun dapat dengan lebih mudahmengembangkan ilmu pengetahuan. Seseorang dapat deng...
sumber gambar: xsophiestimetravelblogx.wordpress.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]              84
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   85
Dengan semakin murahnya harga perangkat elektronik, semakin besarnyakemempuan produsen, dan semakin luasnya jangkauan dist...
Contoh situs download buku sekolah elektronik:                        Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   87
Contoh situs download buku sekolah elektronik http://bse.kemdiknas.go.id/:                        Sunu Pradana [www.pikirs...
Contoh aplikasi pembaca dokumen dan buku di Android:                       Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   89
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   90
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   91
History of educationPresumably every generation, since the beginning of human existence, somehowpassed on its stock of val...
SchoolThe concept of grouping students together in a centralized location for learning hasexisted since Classical antiquit...
Islam was another culture that developed a school system in the modern sense ofthe word. Emphasis was put on knowledge, wh...
In Europe, universities emerged during the 12th century; here, scholasticism was animportant tool, and the academicians we...
Seiring bertambahnya kemampuan daya pikir kolektif manusia makabertambah pula jumlah pengetahuan yang dikumpulkan dalam be...
Kebutuhan untuk menyampaikan pengetahuan dari generasi ke generasiberikutnya dan kebutuhan untuk menlatih para ilmuwan bar...
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaransiswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara...
Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkinmemiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelu...
Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skholayang memiliki arti: waktu luang atau waktu sengga...
Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembagauntuk belajar dan mengajar serta tempat meneri...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   102
Mudah bagi kita untuk menyangka bahwa pola pendidikan dengan sekolahsebagai sentralnya adalah satu-satunya cara yang palin...
Ada banyak permasalahan pendidikan yang dialami sistem yang semata-matamengandalkan persekolahan konvensional sebagai ujun...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   105
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   106
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   107
click here:https://www.youtube.com/watch?v=zDZFcDGpL4U             Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]    108
Dalam presentasinya yang menarik Sir Ken Robinson mengemukakan beberapapermasalahan dengan pola pendidikan publik yang ada...
Homeschooling or homeschool (also called home education or home basedlearning) is the education of children at home, typic...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   111
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   112
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   113
Salah satu permasalahan dengan metode belajar tatap muka di sekolah adalahbahwa sering kali hal itu membosankan. Bertatap ...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   115
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   116
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   117
Era awal booming multimedia dikenali dengan istilah CBT (Computer-BasedTraining). Umumnya era ini ditandai dengan semakin ...
E-learning includes all forms of electronically supported learning and teaching,including Edtech. The information and comm...
Dengan perkembangan jaringan komunikasi elektronik, maka setidaknya duaperusahaan CBT telah memanfaatkan Internet. Bukan h...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   121
Berbeda dengan sekolah konvensional, yang lazim disebut brick-and-mortarschool, maka sekolah Internet tidak memiliki gedun...
link: http://www.ted.com/talks/sugata_mitra_the_child_driven_education.html               Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpr...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   124
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   125
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   126
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   127
spacemart.com                                                     trust.org news.bbc.co.uk                                ...
digitalopportunity.orgSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   129
saharareporters.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]                         130
sampabon.wordpress.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   131
Dalam batasan pembahasan kali ini secara sederhana belajar denganmenggunakan Internet dapat dibagi menjadi dua bagian. Per...
Pola belajar yang kedua adalah pola belajar yang terstruktur, sederhananya inimirip dengan pola belajar di sekolah konvens...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   134
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   135
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   136
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   137
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   138
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   139
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   140
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   141
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   142
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   143
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   144
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   145
Untuk mengakses penuh mind-map mengenai belajar mandiri via Inernet ini, silahkanmenggunakan (klik) link berikut:Belajar m...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   147
Salah satu kendala dalam menggunakan Internet bagi sebagian pelajar adalahmasalah bahasa pengantar. Banyak sekali bahan pe...
Contoh beberapa aplikasi penterjemah/kamus pada Android             Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]     149
http://translate.google.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   150
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   151
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   152
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   153
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   154
A massive open online course (MOOC) is a type of online course aimed atlarge-scale participation and open access via the w...
MOOCs originated from within the open educational resources movement andconnectivist roots. More recently, a number of MOO...
Secara sederhana MOOC dapat dianggap sama dengan sekolah atauperguruan tinggi konvensional. Perbedaan utamanya jika pelaja...
Hampir mirip dengan belajar di sekolah atau perguruan tinggi konvensional,pelajaran di situs MOOC umumnya sudah ditata sed...
Berikut adalah beberapa MOOC terkemuka saat ini:                       Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   159
Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mend...
Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mend...
Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mend...
Contoh menu dan tampilan situs MOOC:                      Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   163
Contoh menu dan tampilan situs MOOC:        Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   164
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   165
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   166
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   167
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   168
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   169
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   170
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   171
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   172
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   173
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   174
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   175
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   176
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   177
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   178
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   179
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   180
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   181
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   182
Sebagian besar pelajaran di MOOC dapat diakses gratis :                    Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   183
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   184
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   185
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   186
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   187
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   188
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   189
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   190
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   191
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   192
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   193
Seorang bernama C. Mark Halberstadt memberi pengakuan bagaimana MOOC sepertiKhanAcademy benar-benar membantunya untuk bela...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   195
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   196
MOOC sebagaimana tipe lain pelajaran via online (elearning) paling baik untukdipergunakan oleh mereka yang betul-betul ing...
Salah satu keunggulan MOOC adalah bahwa siswa seringkali dapat langsung belajar dari parapenemu, peneliti dan pakar yang s...
tivate.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   199
http://www.nytimes.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   200
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   201
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   202
http://www.nytimes.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   203
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   204
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   205
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   206
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   207
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   208
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   209
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   210
blog.seattlechinesegarden.orgSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   211
http://www.cacbc.org/kung_fu/                    Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   212
fortbenningphotos.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   213
fortbenningphotos.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   214
slu.eduSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   215
unr.eduSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   216
indonesiaproud.wordpress.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   217
kaskus.co.idSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   218
vngks.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   219
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   220
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   221
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   222
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   223
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   224
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   225
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   226
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   227
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   228
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   229
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   230
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   231
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   232
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   233
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   234
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   235
Setelah era kejayaan Yahoo dan Altavista, sulit untuk dibantah bahwa sekarangini masih eranya Google. Namun demikian mesin...
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   237
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   238
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   239
Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   240
Masih ingat gambar ini?       sumber gambar: dreamstime.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   241
Zaman dahulu pewarisan pengetahuan bersifat linear, seorang bijak mengajar seorang lain agar juga menjadibijak. Lalu seora...
Di era penyebaran buku dan bahan tercetak lainnya, seseorang pelajar dapat belajar dari serang guru dan padasaat yang sama...
Era Internet memberikan cita rasa demokrasi pada bidang IPTEK. Hampir semua orang yang memilikikesempatan waktu dan sarana...
A           A                                                B           B    A                                           ...
Dengan Internet dan kemajuan ICT kita berkesempatan untuk mengembalikan prosespendidikan ke tujuannya semula, untuk memuli...
k-international.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com]   247
“Suatu generasi di suatu negeri bisa sajakalah dalam pencapaian IPTEK dari generasi yang sama di negeri lain. Tapi generas...
Untuk generasi masa depan, untukIndonesia yang lebih baik.               sumber gambar: http://www.pariwisata.wonogirikab....
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Belajar mandiri via Internet

1,335
-1

Published on

Berisi:kisah singkat tentang belajar & pendidikan, definisi dan hakikat belajar, evolusi sarana belajar, Internet, Internet sebagai media bantu belajar, MOOC, kuliah gratis via Internet

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,335
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
131
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Belajar mandiri via Internet

  1. 1. Pelajar Modern & Kuliah Gratis v 001bDari Buddha, S.P.A., Al-Khwarizimi hingga MOOCs. Penyusun: Sunu Pradana ( @sunusaja )
  2. 2. Pada presentasi ini akan dicoba disajikan hal-halpenting dan praktis mengenai belajar di eraInternet. Bagaimana kita bisa memanfaatkanteknologi yang tersedia untuk meningkatkan mutuproses belajar kita sebagai pribadi.Semua disajikan dengan bahasa yang sederhana dandisertai contoh-contoh gambar.“Mari berbagi, karena kita sudah merasakan nikmatnya dibagi” Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 2
  3. 3. Dikarenakan  jumlah halaman dokumen ini, maka mohon bersabar untuk membuka halaman demi halaman. Kecepatannya bergantung pada besar  memori dan kemampuan prosesor sistem komputer anda. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 3
  4. 4. Jika membuka dokumen ini dengan aplikasi Evince maka tampilan bisa dipilihuntuk mode presentasi ataupun layar penuh, mode yang hampir sama jugabisa dipilih pada aplikasi Adobe Acrobat Reader. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 4
  5. 5. Disusun menggunakan : Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 5
  6. 6. Sebagian sumber data [Internet] : Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 6
  7. 7. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 7
  8. 8. bel·a·jar v1 berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu: adik ~ membaca;2 berlatih: ia sedang ~ mengetik; murid-murid itu sedang ~ karate;3 berubah tingkah laku atau tanggapan yg disebabkan olehpengalaman; Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 8
  9. 9. ● Learning is acquiring new, or modifying existing, knowledge, behaviors, skills, values, or preferences and may involve synthesizing different types of information.● The ability to learn is possessed by humans, animals and some machines. Progress over time tends to follow learning curves.● Learning is not compulsory; it is contextual. It does not happen all at once, but builds upon and is shaped by what we already know. To that end, learning may be viewed as a process, rather than a collection of factual and procedural knowledge. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 9
  10. 10. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 10
  11. 11. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 11
  12. 12. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 12
  13. 13. pen·di·dik·an nproses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompokorang dl usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajarandan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik; Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 13
  14. 14. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 14
  15. 15. mo·dern /modérn/1 a terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dng senjata-senjata --;2 n sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman; Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 15
  16. 16. ku·li·ah 1 n sekolah tinggi: -- guru; 2 n pelajaran yg diberikan di perguruantinggi: ia memberikan -- di Fakultas Sastra; 3 v mengikuti pelajaran diperguruan tinggi: ia sedang --; 4 v ceramah: -- subuh, ceramah agama ygdisampaikan setelah salat subuh;-- kerja belajar sambil praktik (di laboratorium dsb) dng bimbingan dosen; --kerja nyata mempraktikkan ilmu yg diterima di bangku kuliah secara langsungdi tengah-tengah masyarakat; -- lapangan kuliah langsung praktik di lapanganyg sesuai dng keahlian bidang ilmu yg dituntut; -- Ramadan ceramah agamayg diberikan pd bulan Ramadan; -- Subuh ceramah agama yg diberikansehabis salat Subuh; -- umum ceramah tt masalah tertentu yg boleh dihadirioleh mahasiswa dr berbagai jurusan;ber·ku·li·ah v 1 menerima kuliah; 2 menuntut pelajaran di perguruan tinggi:pagi-pagi ia ~ di IKIP, sore ia mengajar; 3 kl memberi kuliah; mengajar (diperguruan tinggi);me·ngu·li·ahi v mengajari: aku bukan ~ mu, tetapi sekadar menasihatimu agarengkau sadar Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 16
  17. 17. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 17
  18. 18. Internet (kependekan dari interconnection-networking) secara harfiahialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubungmenggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayanimiliaran pengguna di seluruh dunia. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 18
  19. 19. World Wide Web atau Waring Wera Wanua[rujukan?], biasa lebihterkenal disingkat sebagai WWW adalah suatu ruang informasi yangdipakai oleh pengenal global yang disebut Pengidentifikasi SumberSeragam untuk mengenal pasti sumber daya berguna. WWW seringdianggap sama dengan Internet secara keseluruhan, walaupunsebenarnya ia hanyalah bagian daripada Internet.[1] Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 19
  20. 20. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 20
  21. 21. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 21
  22. 22. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 22
  23. 23. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 23
  24. 24. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 24
  25. 25. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 25
  26. 26. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 26
  27. 27. EmailSurat elektronik[1] atau pos elektronik [2] (bahasa Inggris: email) adalahsarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (misalnyaInternet). Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 27
  28. 28. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 28
  29. 29. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 29
  30. 30. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 30
  31. 31. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 31
  32. 32. Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, danmeningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.[1] Segi-segiini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian denganmembatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.[2]Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuanberdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkatmetode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karenamanusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuanadalah produk dari epistemologi. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 32
  33. 33. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dandijabarkan dalam konsep mendasar.[1] Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis,mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhirdari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlakdiperlukan logika berpikir dan logika bahasa. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 33
  34. 34. Physics (from Greek: φύσις physis "nature") is a branch of science that developed out ofphilosophy, and was thus referred to as natural philosophy until the late 19th century - a termdescribing a field of study concerned with "the workings of nature". Currently, physics is traditionallydefined as the study of matter, energy, and the relation between them. Physics is, in some senses,the oldest and most basic pure science; its discoveries find applications throughout the naturalsciences, since matter and energy are the basic constituents of the natural world. The other sciencesare generally more limited in their scope and may be considered branches that have split off fromphysics to become sciences in their own right. Physics today may be divided loosely into classicalphysics and modern physics. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 34
  35. 35. Secara sederhana dapat dikatakan pada awalnya semua pertanyaan-pertanyaanmanusia mengenai diri dan lingkungan sekitarnya dihimpun dalam Filsafat.Namun lambat laun pembahasan semakin meluas dan membutuhkanpenelaahan yang lebih dalam untuk tiap bagian, untuk itu himpunanpengetahuan dibagi-bagi menjadi bagian yang lebih kecil.Ilmu-ilmu cabang ini lalu berdiri sendiri dan berkembang terus menerus hinggasekarang.Dengan kerumitan ilmu-ilmu seperti sekarang ini akan mudah bagi seorangmanusia dan bahkan masyarakat untuk kehilangan pemahaman tujuan awal dariilmu pengetahuan yaitu kebijaksanaan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 35
  36. 36. Manusia sedari dulu selalu bertanya-tanya tentang banyak hal. Kitamenyebutnya sebagai manusia yang berpikir. Manusia berpikir tentangtubuhnya, tentang tanaman dan hewan di sekitarnya, tentang bebatuan,tentang air, tentang gerak benda-benda. Manusia berpikir tentang hartanyatetapi manusia juga bahkan berpikir tentang jiwanya (nyawanya).Manusia berpikir tentang hal-hal yang dapat diamati oleh mata maupunpendengarannya. Manusia juga berpikir tentang hal-hal yang tidak dapat diamatilangsung oleh panca indranya tanpa alat bantu. Manusia bahkan berpikirtentang udara dan jiwa. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 36
  37. 37. Untuk memudahkan pengembangan ilmu pengetahuan maka kita sekarangmengenal ilmu-ilmu semacam Fisika, Matematika, Biologi. Bahkan sekarangilmu-ilmu itu pun dipecah-pecah lagi ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil(terspesialisasi). Dahulu kesemuanya adalah bagian dari Ilmu Filsafat.Dalam dunia modern ini mudah untuk melupakan bahwa segala kerumitandalam pengembangan sains awalnya tak lain adalah upaya untuk menjawabberbagai pertanyaan manusia. Lebih dari itu kita mencari apa yang dinamakanpencerahan, menuju kebijaksanaan.Sepanjang sejarah, diakui oleh sebagian besar manusia bahwa ada orang-orangyang disebut sebagai orang bijak. Mereka adalah orang yang dianggap bijaksanakarena telah mendapat pencerahan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 37
  38. 38. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 38
  39. 39. Mereka yang tercerahkan ini adalah mereka yang berusaha sangat giat untukmelakukan oleh pikir. Mereka meresapi fenomena yang terjadi dalam kehidupanmanusia maupun fenomena alam semesta.Misalnya di Timur kita mengenal Siddhārtha Gautama atau lebih terkenalsebagai Buddha. sumber gambar: http://www.dangerouscreation.com/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 39
  40. 40. Buddha (Sanskerta: बुद्ध berarti. Mereka yang Sadar, Yang mencapai pencerahansejati. dari perkataan Sanskerta: "Budh", untuk mengetahui) merupakan gelarkepada individu yang menyadari potensi penuh mereka untuk memajukan diridan yang berkembang kesadarannya. Dalam penggunaan kontemporer, ia seringdigunakan untuk merujuk Siddharta Gautama, guru agama dan pendiri AgamaBuddha (dianggap "Buddha bagi waktu ini"). Dalam penggunaan lain, iamerupakan tarikan dan contoh bagi manusia yang telah sadar.Penganut Buddha tidak menganggap Siddharta Gautama sebagai sang hyangBuddha pertama atau terakhir. Secara teknis, Buddha, seseorang yangmenemukan Dharma atau Dhamma yang bermaksud: Kebenaran; perkara yangsebenarnya, akal budi, kesulitan keadaan manusia, dan jalan benar kepadakebebasan melalui Kesadaran, datang selepas karma yang bagus (tujuan)dikekalkan seimbang dan semua tindakan buruk tidak mahir ditinggalkan. sumber gambar: http://articles.latimes.com/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 40
  41. 41. Di Barat (Eropa) yang paling terkenal hingga saat ini adalah trio Socrates, Plato,Aristoteles. Untuk memudahkan mengingatnya kita bisa menyingkat namamereka sebagai SPA. sumber gambar: http://geniussquared.com/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 41
  42. 42. Aristoteles adalah murid Plato, Socrates adalah guru dari Plato. Begitulah zamandahulu pengetahuan dan kebijaksanaan diwariskan dan dikembangkan dari“mulut-ke-mulut”. Plato & Aristoteles sumber gambar: dreamstime.com sumber gambar: http://laroucheplanet.info/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 42
  43. 43. Tidak boleh dilupakan pula pencapaian kebijaksanaan oleh para ilmuwan Arab &Islam seperti Muḥammad bin Mūsā al-Khawārizmī (Arab: ‫.)محمد بن موسى الخوارزمي‬Ia adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yangberasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva,Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjanghidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di BaghdadBuku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusisistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai BapakAljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkanangka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimaldi dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan GeografiPtolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 43
  44. 44. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 44
  45. 45. Setelah menyebutkan sebagian kecil orang-orang bijak zaman dahulu, menarik untukmengetahui bagaimana mereka belajar dan mewariskan apa yang telah merekacapai.Metoda yang dipakai Socrates adalah dengan bertanya dan berdiskusi. Konon iagemar sekali berkeliling pasar dan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada setiaporang yang ia jumpai. Tentu saja tak semua pertanyaannya mudah untuk dijawab danbahkan beberapa pertanyaannya dianggap berbahaya. Kadang pertanyaannyamenginggung perasaan orang-orang penting dan berkuasa di zamannya.Orang-orang di daerah Socrates zaman itu mengganggap Socrates membahayakankelangsungan kekuasaan dan kenyamanan hidup mereka. Mereka lalu memutuskanuntuk menghukum mati Socrates dengan cara memaksanya meminum racun. Iadituduh mengkorupsi pemikiran generasi muda dengan meracuni pikiran mereka.Bertahun-tahun kemudian, setelah ia mati, keadaan berbalik dan orang banyakmengakui kecerdasan dan kebijaksanaannya. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 45
  46. 46. Socrates, Plato and Aristotle, Felt tip pen, Edding and fineliner on paperDetail from the picture: "Portrait painter: Cover of the picturebook" (Colored illustration) sumber gambar : http://www.martin-missfeldt.com/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 46
  47. 47. sumber gambar: dreamstime.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 47
  48. 48. Akademi PlatonikAkademi (Yunani Kuno: Ἀκαδήμεια) didirikan oleh Plato pada tahun 387 SM di Athena.Aristoteles belajar di akademi Plato selama dua puluh tahun (367 BC - 347 SM) sebelumia mendirikan sekolahnya sendiri. Akademi ini berdiri selama periode Helenistik, hinggakematian Philo dari Larissa tahun 83 SM. Filsuf-filsuf masih terus mengajarkan filsafatPlato di Athena pada masa kekuasaan Romawi. Pada tahun 410, akademi kembalididirikan sebagai pusat neoplatonisme. Akademi Neoplato ditutup oleh KaisarYustinianus I pada tahun 529. Platos academy, mosaic from Pompeii. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 48
  49. 49. The School of Athens by Raphael (1509–1510), fresco at the Apostolic Palace, Vatican City. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 49
  50. 50. Menurut beberapa sumber, pengajaran yang dilakukan oleh Siddhārtha GautamaBuddha tak berbeda dengan kelaziman pada zamannya yaitu dengan tatapmuka. Informasi kemudian disebarkan dari “mulut-ke-mulut”. sumber gambar: http://sgforums.com/forums/1728/topics/201378 sumber gambar: buddhanet.net Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 50
  51. 51. Pola penyampaian informasi, ilmu dan kebijaksanaan dengan menggunakan tuturkata adalah cara utama sebelum ditemukannya cara dan media penyampaian massalseperti kertas dan mesin cetak.Pola khas dari cara ini adalah pemberi (pengajar/guru) dan penerima (murid) harusbertemu, berada di tempat yang sama. sumber gambar: pastorcraigsermonblog.blogspot.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 51
  52. 52. sumber gambar: blogs.skillsoft.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 52
  53. 53. sumber gambar: lostmotorcycles.blogspot.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 53
  54. 54. sumber gambar: ericwestbrook.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 54
  55. 55. sumber gambar: markthedifference.blogspot.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 55
  56. 56. sumber gambar: thebeaveronline.co.ukSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 56
  57. 57. Begitulah, pada zaman itu seseorang yang ingin belajar (menjadi pelajar) haruspergi berguru kepada seorang bijak. Si murid biasanya datang ke tempat sangguru berada dan berinteraksi langsung dengannya. Misalnya Aristoteles pergiberguru kepada Plato selama dua puluh tahun lamanya. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 57
  58. 58. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 58
  59. 59. Untuk menyimpan pengetahuan, untuk menyebarkan pengetahuan lebih luasmaka manusia kemudian memanfaatkan sarana yang kita kenal sebagai buku. sumber gambar: arthistory.upenn.edu Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 59
  60. 60. Awalnya buku adalah benda yang mahal dan langka karena menggunakan kulitbinatang (domba) sebagai media tulis. Kata kunci untuk pencarian dengan Google: parchment, sheep, manuscript sumber gambar: http://fridaymorningbookclub.com/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 60
  61. 61. The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust Writing After the surface had been prepared, the parchment was ruled, usually with leadpoint or colored ink. In this prayer book, you can see the ruling in red ink. Ruling lines helped the scribe to write evenly and were part of the design of the page. The scribe wrote with a quill pen made from the feather of a goose or swan. The end of the feather was cut to form the writing nib. A slit cut into the middle of the nib allowed the ink to flow smoothly to the tip of the pen. The appearance of the script—whether rounded or angular, dense or open—was partly dependent upon the shape and the angle of the nib. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 61
  62. 62. The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust Illumination Illumination, from the Latin illuminare, "to light up or illuminate," describes the glow created by the colors, especially gold and silver, used to embellish manuscripts. In making an illumination, the artist first made an outline drawing with leadpoint or quill and ink. Next, he or she painted the areas to receive gold leaf with a sticky substance such as bole (a refined red clay) or gum ammoniac (sap). The gold leaf was then laid down and burnished, or rubbed, to create a shiny surface, which sparkles as the pages are turned. Finally, the illuminator applied paints that were made from a wide variety of coloring agents: ground minerals, organic dyes extracted from plants, and chemically produced colorants. These pigments were usually mixed with egg white to form a kind of paint called tempera. The deep blue of this illumination was probably made from crushed stone, while the background is a solid mass of shining gold leaf. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 62
  63. 63. The Making of a Medieval Book©J. Paul Getty Trust Binding Once the writing and illuminating had been completed, the parchment sheets were folded and nested into groups called gatherings. The gatherings were ordered in their proper sequence and sewn together onto cords or leather thongs that served as supports. Once the sewing was finished, the ends of the supports were laced through channels carved into the wooden boards that formed the front and back covers of the book. The binding was usually then covered in leather or a decorative fabric. This bindings most stunning ornamentations are the metal corner pieces and raised medallions that would protect the binding as it rested on a surface. The dyed parchment pieces inset into the central medallion were once brightly colored yellow, green, and blue, creating a stained-glass-window effect on the covers of the manuscript. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 63
  64. 64. http://www.getty.edu/art/exhibitions/making/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 64
  65. 65. sumber gambar: http://futureofthebook.com/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 65
  66. 66. Dengan dimilikinya kemampuan untuk menulis naskah-naskah dan buku-bukumaka penyebaran pengetahuan bisa lebih luas, tetapi ini pun bukan tanpatantangan. Permasalahan dengan naskah dan buku-buku yang menggunakankulit hewan sebagai media tulis adalah mengenai biaya, kerumitan dan waktupengerjaan.Kaum Arab Muslim di Baghdad lebih beruntung, mereka telah menguasaipenggunaan kertas. Buku-buku yang dibuat dengan kertas membutuhkanbiaya yang lebih sedikit, dan waktu pengerjaan yang lebih cepat.Buku-buku yang telah selesai diperbanyak dapat lebih cepat untuk langsungdijual di toko-toko dan disebar ke seluruh penjuru negeri. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 66
  67. 67. The House of Wisdom (Arabic: ‫ ;ب يت الحكمة‬Bayt Ul-Hikma) was a library andtranslation institute established in Abbasid-era Baghdad,Iraq.[1] It was a keyinstitution in the Translation Movement and considered to have been a majorintellectual centre during the Islamic Golden Age. The House of Wisdom was asociety founded by Caliph Harun al-Rashid and culminating under his sonal-Mamun, who reigned from 813–833 AD and is credited with its institution. Al-Mamun is also credited with bringing many well-known scholars to shareinformation ideas and culture in the House of Wisdom. Based in Baghdad from the9th to 13th centuries, many of the most learned Muslim scholars were part of thisexcellent research and educational institute. It had the dual purpose of translatingbooks from other languages to Arabic and also of the preservation of translatedbooks.[2]During the reign of al-Mamun, observatories were set up, and the House was anunrivalled center for the study of humanities and for science in medieval Islam,including mathematics, astronomy, medicine, alchemy and chemistry, zoology andgeography and cartography. Drawing on Greek, Persian and Indian texts—includingthose of Pythagoras, Plato, Aristotle, Hippocrates, Euclid, Plotinus,Galen, Sushruta,Charaka, Aryabhata and Brahmagupta—the scholars accumulated a great collectionof world knowledge, and built on it through their own discoveries. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 67
  68. 68. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 68
  69. 69. sumber gambar: http://www.allposters.com/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 69
  70. 70. Exactly how paper made its way further westward from Samarkand is not known. By794, however, there was a paper mill in Baghdad, and similar factories could soonbe found in every Muslim country. Papyrus swiftly fell into oblivion. Paper became socommon that Cairo grocers of the eleventh century used it to wrap their customers’purchases, just like many of the products in today’s supermarkets. More to the point,the advent of paper lowered the price of books so drastically that public and privatelibraries soon became common throughout the Islamic world. Schools – andbookshops – began to proliferate, and in all likelihood the literacy rate climbed. Inthe Chester Beatty Library in Dublin, for example, there is a religious manuscriptcopied out by a 13th-century metalworker from Mosul – a simple craftsman – for hisown use. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 70
  71. 71. Chinese papermakers in Samarkand sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 71
  72. 72. Christian Europe, meanwhile, did not have an important center of papermaking untilthe middle of the 12th century, a key reason why even the important monasticlibraries in Western Europe possessed collections numbering only in the hundredsof books at a time when the great Muslim libraries could boast of having tens orhundreds of thousands – and why no European equivalent of the Mosul manuscriptis ever likely to be found. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 72
  73. 73. The first really outstanding library in the Islamic world was the one associated withthe famous Bait al-Hikma, or House of Wisdom, in Baghdad (See Aramco World,May-June 1982). According to tradition, the House of Wisdom was founded in 830by the Abbasid caliph al-Ma’mun, although a government-supported library probablyexisted in the city in the previous century. The distinguished Arab-American historianPhilip K. Hitti described the House of Wisdom as “a combination library, academyand translation bureau which in many respects proved the most importanteducational institution since the foundation of the Alexandrian Museum” some 1100years before. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 73
  74. 74. At the House of Wisdom, scholars of many nationalities and religions translated intoArabic, Greek, Persian and Indian works on mathematics, logic, astronomy,philosophy and the exact sciences, and wrote commentaries on those texts as wellas original works of their own. In addition to those scientific works, the institute’slibrary would have housed Korans and collections of Hadith; books on Islamicjurisprudence and theology; collections of poetry; works on genealogy, history,geography and grammar; reference works; and books of proverbs, fables,anecdotes, witticisms and the like. With some differences of emphasis, books onthese subjects formed the core of all the great library collections of the medievalIslamic world. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 74
  75. 75. In Muslim Spain, the most celebrated library was that of Cordova; it was the prideand joy of Caliph al-Hakam II al-Mustansir (961-976), himself a scholar of no smallreputation. Al-Hakam sent book-buyers to Alexandria, Damascus and Baghdad, andemployed large numbers of scribes, calligraphers and bookbinders. His library issaid to have contained more than 400,000 books, whose titles filled a 44-volumecatalogue. In comparison, the royal library of Fatimid Cairo, founded by Caliphal-’Aziz (975-996), is supposed to have housed some 200,000 volumes, includingsome 2400 illuminated Korans and an autograph copy of al-Tabari’s History of theMessengers and Kings. This library was later incorporated into a House of Wisdomestablished in Cairo by al-’Aziz’s successor, al-Hakim (996-1021). According to thehistorian al-Maqrizi, the collection of the House of Wisdom of Fatimid Cairo wasopen “to everyone, without distinction of rank, who wished to read or consult any ofthe books.” Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 75
  76. 76. sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 76
  77. 77. sumber gambar: http://islamic-arts.org/Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 77
  78. 78. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 78
  79. 79. Penggunaan kertas untuk menggantikan kulit hewan sebagai media tulis,meningkatkan efisiensi upaya penyalinan sebuah buku. Namun demikianwaktu dan tenaga yang dikeluarkan masih dirasa cukup banyak hinggamendorong untuk ditemukaannya masin cetak. Mesin ini menggantikan peranpara penyalin buku. sumber gambar: http://etc.usf.edu/clipart/11300/11358/gutenberg_11358.htm Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 79
  80. 80. Johannes Gutenberg’s printing press wascompleted in 1440, which allowed for a massproduction and distribution of books. Science, artsand religion became more readily available due tothis invention. The printing press used ink, whichrolled over the raised surfaces of moveable hand-set block letters which was then pressed on apiece of paper. This process was less expensivewhich allowed for more people to benefit fromthis. It was the beginning of a revolution forwriting, which allowed us to be where we aretoday. sumber: http://www.ourstory.com/thread.html?t=542786Sources"Johannes Gutenberg - Printing Press." Inventors.Web. 07 Sept. 2011. . Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 80
  81. 81. sumber gambar: http://retinart.net/beautiful-things/gutenberg-book-changed-world/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 81
  82. 82. Dengan bertambahnya jumlah mesin cetak, maka jumlah persediaan bukumeningkat. Semakin banyak banyak orang yang memiliki akses untukmembaca buku. Kemudian hari semakin banyak orang yang akhirnya mampumembeli dan memiliki sendiri buku yang diinginkannya.Dengan adanya mesin cetak dan buku-buku, terjadi perubahan pola belajarpada manusia. Dengan buku dan media cetak lainnya, seorang yang inginbelajar (atau paling tidak ingin mengetahui sesuatu) tidak lagi mutlak perlumendatangi lokasi sang guru. Dalam banyak kesempatan, si pelajar cukupmembaca buku-buku atau media cetak lainnya. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 82
  83. 83. Dengan penyebaran buku (tercetak) manusia pun dapat dengan lebih mudahmengembangkan ilmu pengetahuan. Seseorang dapat dengan lebih mudahmempelajari suatu pengetahuan baru yang ditemukan orang lain lewat buku.Kemudian pengetahuan yang baru didapat dari buku tersebut dapat denganlebih cepat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan keadaan sekitar sipelajar.Dengan menggunakan buku sebagai sumber belajar maka si pelajar bisamenyesuaikan waktu belajarnya sendiri. Tidak lagi perlu datang ketempat siorang bijak dan mengikuti pengaturan waktunya.Begitu kuatnya pengaruh buku cetak bagi peradaban sehingga teknologinyaterus menerus dikembangkan, bahkan hingga saat ini. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 83
  84. 84. sumber gambar: xsophiestimetravelblogx.wordpress.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 84
  85. 85. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 85
  86. 86. Dengan semakin murahnya harga perangkat elektronik, semakin besarnyakemempuan produsen, dan semakin luasnya jangkauan distribusi barang makaera buku elektronik menjadi sebuah konsekuensi yang logis.Secara sederhana buku elektronik adalah lembaran-lembaran tulisan dangambar yang dibaca dengan perangkat elektronik. Biasanya berupa komputerPC, laptop, tablet bahkan telepon genggam. Dengan semakin majunyateknologi, buku elektronik juga bisa diisi dengan tayangan animasi, audiobahkan video.Buku elektronik dalam bentuk paling primitif bisa berupa sebuah plain text.Tetapi sekarang umumnya dalam bentuk file berformat PDF, doc, epubmaupun mobi. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 86
  87. 87. Contoh situs download buku sekolah elektronik: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 87
  88. 88. Contoh situs download buku sekolah elektronik http://bse.kemdiknas.go.id/: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 88
  89. 89. Contoh aplikasi pembaca dokumen dan buku di Android: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 89
  90. 90. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 90
  91. 91. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 91
  92. 92. History of educationPresumably every generation, since the beginning of human existence, somehowpassed on its stock of values, traditions, methods and skills to the next generation.[1] The passing on of culture is also known as enculturation and the learning ofsocial values and behaviours is socialization. The history of the curricula of sucheducation reflects history itself, the history of knowledge, beliefs, skills and culturesof humanity.[2][3]As the customs and knowledge of ancient civilizations became more complex, manyskills were passed down from a person skilled at the job - for example in animalhusbandry, farming, fishing, food preparation, construction, military skills.Oral traditions were central in societies without written texts.[4] Literacy inpreindustrial societies was associated with civil administration, law, long distancetrade or commerce, and religion.[5] A formal schooling in literacy was provided to anelite group either at religious institutions or at the palaces of the rich and powerful. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 92
  93. 93. SchoolThe concept of grouping students together in a centralized location for learning hasexisted since Classical antiquity. Formal schools have existed at least since ancientGreece (see Academy), ancient Rome (see Education in Ancient Rome) ancientIndia (see Gurukul), and ancient China (see History of education in China). TheByzantine Empire had an established schooling system beginning at the primarylevel. According to Traditions and Encounters, the founding of the primary educationsystem began in 425 AD and "... military personnel usually had at least a primaryeducation ...". The sometimes efficient and often large government of the Empiremeant that educated citizens were a must. Although Byzantium lost much of thegrandeur of Roman culture and extravagance in the process of surviving, the Empireemphasized efficiency in its war manuals. The Byzantine education systemcontinued until the empires collapse in 1453 AD.[4] Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 93
  94. 94. Islam was another culture that developed a school system in the modern sense ofthe word. Emphasis was put on knowledge, which required a systematic way ofteaching and spreading knowledge, and purpose-built structures. At first, mosquescombined both religious performance and learning activities, but by the 9th century,the Madrassa was introduced, a proper school that was built independently from themosque. They were also the first to make the Madrassa system a public domainunder the control of the Caliph. The Nizamiyya madrasa is considered by consensusof scholars to be the earliest surviving school, built towards 1066 AD by Emir NizamAl-Mulk. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 94
  95. 95. In Europe, universities emerged during the 12th century; here, scholasticism was animportant tool, and the academicians were called schoolmen. During the MiddleAges and much of the Early Modern period, the main purpose of schools (asopposed to universities) was to teach the Latin language. This led to the termgrammar school, which in the United States informally refers to a primary school, butin the United Kingdom means a school that selects entrants based on ability oraptitude. Following this, the school curriculum has gradually broadened to includeliteracy in the vernacular language as well as technical, artistic, scientific andpractical subjects. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 95
  96. 96. Seiring bertambahnya kemampuan daya pikir kolektif manusia makabertambah pula jumlah pengetahuan yang dikumpulkan dalam bentuk ilmu.Ilmu pengetahuan semakin luas tetapi pada saat yang sama juga semakinmendalam, semakin kompleks. Perlu dicari cara agar suatu generasi mampumewariskan pengetahuan yang sudah dihimpun kepada generasi berikutnyasecara efektif.Di sisi lain ilmu pengetahuan perlu secara terus menerus dipelihara, diuji dandikembangkan. Sering kali untuk memahami suatu hal diperlukan beberapagenerasi yang terus menerus mempelajarinya. Ini artinya untuk tiap generasiperlu dilatih ilmuwan-ilmuwan baru sebagai penerus. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 96
  97. 97. Kebutuhan untuk menyampaikan pengetahuan dari generasi ke generasiberikutnya dan kebutuhan untuk menlatih para ilmuwan baru menuntunkepada apa yang sekarang kita sebut sebagai sekolah.Sekolah adalah suatu sistem yang disusun dan dibangun untuk menjawabsetidaknya dua kebutuhan mendasar bagi ilmu pengetahuan tersebut. Dibelakang hari, sebagai mana banyak hal lainnya dalam kehidupan manusia,pendidikan tidak hanya melayani ilmu pengetahuan semata.Pendidikan kemudian berkaitan erat dengan aspek ekonomi, aspek politik danaspek sosial lainnya. Pendidikan digunakan untuk melatih manusia-manusiabaru sebagai tenaga kerja. Untuk membangun sistem ekonomi yag baik, dirasaperlu untuk mencari cara melatih pekerja dengan cepat dan murah. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 97
  98. 98. Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaransiswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negaramemiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistemini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuksekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara … , tetapi umumnyatermasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengahuntuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 98
  99. 99. Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkinmemiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dansesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolahmenyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanyaumur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atauseminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolahmungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolahekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakankurikulum dan metode non-tradisional. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 99
  100. 100. Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skholayang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolahadalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatanutama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masaanak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajaricara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti)dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anakdidampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehinggamemberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untukmenciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 100
  101. 101. Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembagauntuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Primary School in "open air". Teacher with class, from the outskirts of Bucharest, around 1842. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 101
  102. 102. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 102
  103. 103. Mudah bagi kita untuk menyangka bahwa pola pendidikan dengan sekolahsebagai sentralnya adalah satu-satunya cara yang paling benar. Terutama jikakita berargumen bahwa pola pendidikan ini telah menghasilkan sejumlah besarprofessor dan ilmuwan. Tetapi kembali kepada tujuan dasarnya pendidikanbukanlah sekedar bertujuan untuk menghasilkan professor ataupun tenagaakademik lainnya.Pendidikan adalah upaya untuk memuliakan manusia, mengembangkan akalpikirnya untuk berbeda dengan binatang di muka bumi. Selain itu pendidikanadalah untuk semua manusia sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.Pendidikan melayani dan mengembangkan semua potensi baik pada dirimanusia. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 103
  104. 104. Ada banyak permasalahan pendidikan yang dialami sistem yang semata-matamengandalkan persekolahan konvensional sebagai ujung tombak. Seluruhpermasalahan itu diluar dari cakupan pembahasan dokumen ini. Namun adabeberapa yang bisa disebutkan yang akan menjadi alasan dikembangkannyametode dan sarana pengajaran dan pendidikan alternatif:● Keterbatasan penyebaran lokasi sekolah dan akses fisik siswa● Minat dan potensi siswa● Preferensi pola belajar siswa● Pengaturan waktu belajar siswa● Pengetahuan, kondisi dan dedikasi pengajar● Sistem administrasi sekolah Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 104
  105. 105. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 105
  106. 106. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 106
  107. 107. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 107
  108. 108. click here:https://www.youtube.com/watch?v=zDZFcDGpL4U Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 108
  109. 109. Dalam presentasinya yang menarik Sir Ken Robinson mengemukakan beberapapermasalahan dengan pola pendidikan publik yang ada sekarang ini. Dua yangalternatif solusinya dapat diungkapkan di dokumen ini adalah bagimanamembiarkan siswa untuk belajar secara mandiri mengikuti danmengembangkan minat bakatnya dan bagaimana menjadikan proses belajaritu menjadi suatu proses yang menyenangkan dan menarik. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 109
  110. 110. Homeschooling or homeschool (also called home education or home basedlearning) is the education of children at home, typically by parents or by tutors,rather than in other formal settings of public or private school. Although prior to theintroduction of compulsory school attendance laws, most childhood educationoccurred within the family or community,[1] homeschooling in the modern sense isan alternative in developed countries to attending public or private schools.Homeschooling is a legal option for parents in many countries, allowing them toprovide their children with a learning environment as an alternative to public orprivate schools outside the home.Parents cite numerous reasons as motivations to homeschool their children. Thethree reasons that are selected by the majority of homeschooling parents in theUnited States are concern about the school environment, to provide religious ormoral instruction, and dissatisfaction with academic instruction at public and privateschools. Homeschooling may also be a factor in the choice of parenting style.Homeschooling can be an option for families living in isolated rural locations, livingtemporarily abroad, to allow for more traveling, while many young athletes andactors are taught at home. Homeschooling can be about mentorship andapprenticeship, where a tutor or teacher is with the child for many years and thenknows the child very well. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 110
  111. 111. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 111
  112. 112. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 112
  113. 113. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 113
  114. 114. Salah satu permasalahan dengan metode belajar tatap muka di sekolah adalahbahwa sering kali hal itu membosankan. Bertatap muka, pengajar berceritaadalah pola penyampaian yang sudah berlangsung ratusan tahun, jauhsebelum era gangguan perangkat elektronik dan candu digital sepertisekarang ini.Zaman itu belum ada bioskop, televisi, apalagi YouTube. Belum ada XBOX,PlayStation maupun game-game di perangkat telepon. Era multimedia belumlahir saat itu.Beberapa upaya untuk menjadikan proses belajar menyenangkan denganaudiovisual & multimedia telah dilakukan seiring dengan peningkatankemampuan perangkat dan sistem teknologi. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 114
  115. 115. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 115
  116. 116. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 116
  117. 117. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 117
  118. 118. Era awal booming multimedia dikenali dengan istilah CBT (Computer-BasedTraining). Umumnya era ini ditandai dengan semakin banyaknya informasi yangdisampaikan melalui video.Siswa dapat belajar mandiri dengan menggunakan perangkat komputer. Yangdiperlukan hanyalah CD player ataupun DVD player. Tidak diperlukan koneksike jaringan lokal (intranet) ataupun ke jaringan yang lebih besar (internet).Cara belajar ini tidak memerlukan koneksi Internet karena tidak memerlukankegiatan interaktif. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 118
  119. 119. E-learning includes all forms of electronically supported learning and teaching,including Edtech. The information and communication systems, whether networkedlearning or not, serve as specific media to implement the learning process.[1] Thisoften involves both out-of-classroom and in-classroom educational experiences viatechnology, even as advances continue in regard to devices and curriculum.Abbreviations like CBT (Computer-Based Training), IBT (Internet-Based Training) orWBT (Web-Based Training) have been used as synonyms to e-learning.E-learning is the computer and network-enabled transfer of skills and knowledge. E-learning applications and processes include Web-based learning, computer-basedlearning, virtual education opportunities and digital collaboration. Content isdelivered via the Internet, intranet/extranet, audio or video tape, satellite TV, andCD-ROM. It can be self-paced or instructor-led and includes media in the form oftext, image, animation, streaming video and audio. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 119
  120. 120. Dengan perkembangan jaringan komunikasi elektronik, maka setidaknya duaperusahaan CBT telah memanfaatkan Internet. Bukan hanya sebagai saranapromosi dan pemasaran tetepi juga sudah menggunakan Internet sebagimedia transfer bahan pelajaran (content delivery). Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 120
  121. 121. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 121
  122. 122. Berbeda dengan sekolah konvensional, yang lazim disebut brick-and-mortarschool, maka sekolah Internet tidak memiliki gedung khusus. Sekolah ini bisaberada di bangunan kayu atau bangunan beton. Bisa berlangsung di dalamruangan berpendingin atau di pinggir jalan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 122
  123. 123. link: http://www.ted.com/talks/sugata_mitra_the_child_driven_education.html Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 123
  124. 124. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 124
  125. 125. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 125
  126. 126. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 126
  127. 127. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 127
  128. 128. spacemart.com trust.org news.bbc.co.uk businessinsider.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 128
  129. 129. digitalopportunity.orgSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 129
  130. 130. saharareporters.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 130
  131. 131. sampabon.wordpress.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 131
  132. 132. Dalam batasan pembahasan kali ini secara sederhana belajar denganmenggunakan Internet dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama adalahbelajar secara bebas tanpa tata urutan tertentu (tidak terstruktur) dan yangkedua adalah cara belajar yang terstruktur.Pola belajar yang pertama biasanya didasari atas kebutuhan informasitertentu, bisa berasal dari rasa ingin tahu atau ada pemicu dari lingkungansekitarnya. Misalnya seseorang yang ingin mengetahui infomasi mengenaipemeliharaan kesehatan jantung, bisa langsung mencari informasi spesifikyang dibutuhkan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 132
  133. 133. Pola belajar yang kedua adalah pola belajar yang terstruktur, sederhananya inimirip dengan pola belajar di sekolah konvensional. Ilmu dipelajari secaraberurutan, teratur berdasarkan pemahaman dan pengalaman para pendahulu.Misalnya sebelum mempelajari kalkulus, seorang pelajar akan terlebih dahulumempelajari aritmatika lalu kemudian aljabar.Cara belajar yang berurutan ini penting karena pada beberapa bagian dari ilmupengetahuan, untuk bisa memahami suatu bagian maka dianggap perlu untuksebelumnya sudah memahami bagian yang lain. Bagian yang yang perludipelajari terlebih dahulu ini sering kali disebut sebagai prasyarat(prerequisite). Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 133
  134. 134. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 134
  135. 135. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 135
  136. 136. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 136
  137. 137. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 137
  138. 138. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 138
  139. 139. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 139
  140. 140. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 140
  141. 141. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 141
  142. 142. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 142
  143. 143. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 143
  144. 144. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 144
  145. 145. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 145
  146. 146. Untuk mengakses penuh mind-map mengenai belajar mandiri via Inernet ini, silahkanmenggunakan (klik) link berikut:Belajar mandiri via Internet mind-map Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 146
  147. 147. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 147
  148. 148. Salah satu kendala dalam menggunakan Internet bagi sebagian pelajar adalahmasalah bahasa pengantar. Banyak sekali bahan pelajaran yang bagus yangdisampaikan dalam bahasa Inggris atau bahasa dunia lainnya. Selain karenafaktor bahasa internasional juga disebabkan untuk sains dan teknologi negara-negara yang dikenal sebagai negara maju adalah negara-negara yan aktif danunggul dalam mengembangkan IPTEK. Kita sebagian besar masih mengekordan belajar dari mereka, entah mau diakui ataupun tidak.Solusi dari tantangan ini adalah dengan menggunakan kamus. Baik berupabuku kamus maupun kamus elektronik. Kamus yang disediakan secara onlinepun sekarang sudah sangat mudah untuk dipergunakan. Satu yang palingdikenal adalah Google Translate. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 148
  149. 149. Contoh beberapa aplikasi penterjemah/kamus pada Android Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 149
  150. 150. http://translate.google.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 150
  151. 151. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 151
  152. 152. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 152
  153. 153. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 153
  154. 154. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 154
  155. 155. A massive open online course (MOOC) is a type of online course aimed atlarge-scale participation and open access via the web. MOOCs are a recentdevelopment in the area of distance education, and a progression of the kind ofopen education ideals suggested by open educational resources.Though the design of and participation in a MOOC may be similar to college oruniversity courses, MOOCs typically do not offer credits awarded to paying studentsat schools. However, assessment of learning may be done for certification. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 155
  156. 156. MOOCs originated from within the open educational resources movement andconnectivist roots. More recently, a number of MOOC-type projects have emergedindependently, such as Coursera, Udacity, and edX.[1] The prominence of theseprojects founders, contributing institutions, and financial investment helped MOOCsgain significant public attention in 2012.[2] Some of the attention behind these newMOOCs center on making e-learning more scalable either sustainable or profitable.http://en.wikipedia.org/wiki/Massive_open_online_course Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 156
  157. 157. Secara sederhana MOOC dapat dianggap sama dengan sekolah atauperguruan tinggi konvensional. Perbedaan utamanya jika pelajar biasanyamendatangi secara fisik gedung sekolah dan kampus universitas, pada untukmengakses layanan MOOC pelajar hanya perlu menggunakan perangkatkomputer dan jaringan Ineternet.Secara umum layanan MOOC hampir dapat dipergunakan di seluruh duniapada saat yang bersamaan sepanjang terdapat perangkat komputasi(komputer PC/laptop/netbook/ultrabook/tablet) dan koneksi ke jaringanInternet. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 157
  158. 158. Hampir mirip dengan belajar di sekolah atau perguruan tinggi konvensional,pelajaran di situs MOOC umumnya sudah ditata sedemikian rupa hinggaterstruktur dengan baik. Pelajar dengan mudah mengikuti urut-uturanpelajaran yang hendak dipelajarinya. Situs MOOC biasanya sudah memilih danmenyusun bahan-bahan pelajaran sedemikian rupa hingga lebih gampanguntuk dipelajari.Bahan pelajaran di situs MOOC menggunakan beberapa media, misalnya teksHTMLS pada halaman web, teks dalam file PDF atau dokumen, gambar, audiodan video. Ada juga MOOC yang memberikan layanan aplikasi interaktif agarpelajar bisa langsung mencoba apa yang sedang dipelajarinya, misalnyaKhanAcademy.org. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 158
  159. 159. Berikut adalah beberapa MOOC terkemuka saat ini: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 159
  160. 160. Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mendukung MOOCCoursera: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 160
  161. 161. Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mendukung MOOCCoursera: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 161
  162. 162. Beberapa universitas terkemuka dunia aktif mendukung dan mengembangkanMOOC. Misalnya beberapa contoh universitas yang mendukung MOOC edx: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 162
  163. 163. Contoh menu dan tampilan situs MOOC: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 163
  164. 164. Contoh menu dan tampilan situs MOOC: Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 164
  165. 165. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 165
  166. 166. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 166
  167. 167. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 167
  168. 168. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 168
  169. 169. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 169
  170. 170. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 170
  171. 171. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 171
  172. 172. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 172
  173. 173. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 173
  174. 174. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 174
  175. 175. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 175
  176. 176. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 176
  177. 177. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 177
  178. 178. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 178
  179. 179. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 179
  180. 180. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 180
  181. 181. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 181
  182. 182. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 182
  183. 183. Sebagian besar pelajaran di MOOC dapat diakses gratis : Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 183
  184. 184. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 184
  185. 185. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 185
  186. 186. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 186
  187. 187. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 187
  188. 188. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 188
  189. 189. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 189
  190. 190. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 190
  191. 191. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 191
  192. 192. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 192
  193. 193. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 193
  194. 194. Seorang bernama C. Mark Halberstadt memberi pengakuan bagaimana MOOC sepertiKhanAcademy benar-benar membantunya untuk belajar. Sebagai orang dewasa Markselalu mengakami kesulitan dalam belajar matematika. Ia mengatakan hampir tidakmungkin menemukan pengajar yang bersedia mengulang-ulang pelajaran yang samalebih dari 30 kali seperti yang telah “dilakukan” video dari KhanAcadmy untuknya. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 194
  195. 195. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 195
  196. 196. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 196
  197. 197. MOOC sebagaimana tipe lain pelajaran via online (elearning) paling baik untukdipergunakan oleh mereka yang betul-betul ingin belajar. Mereka yang inginsekali memperoleh ilmu pengetahuan yang baru, mengubah cara dan polapikir, mengubah sikap dan perilaku mereka.Sebagian MOOC memberikan semacam keterangan jika seseorang telahselesai belajar. Bahkan ada MOOC yang dalam proses akreditasi oleh beberapalembaga di Amerika Serikat. Namun demikian MOOC ditujukan bagi merekayang betul-betul hendak mencari ilmu, bukan yang sekedar mencari ijazah.Di Indonesia, sampai saat ini, yang bisa diharapkan dari MOOC adalah ilmupengetahuan dan bukan ijazah. Karena surat keterangan MOOC belum tentu“laku” untuk dibangga-banggakan. Hal ini justru bagus dalam rangkapeningkatan mutu manusia Indonesia masa depan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 197
  198. 198. Salah satu keunggulan MOOC adalah bahwa siswa seringkali dapat langsung belajar dari parapenemu, peneliti dan pakar yang sangat ahli di bidangnya masing-masing. Para siswa juga dapatlangsung menyimak penampilan para pengajar yang sangat antusias dan berdedikasi di bidangnyamasing-masing.Sebagai contoh, kita dapat mengikuti Walter Lewin, seorang pakar fisika dari MIT. http://www.nytimes.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 198
  199. 199. tivate.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 199
  200. 200. http://www.nytimes.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 200
  201. 201. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 201
  202. 202. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 202
  203. 203. http://www.nytimes.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 203
  204. 204. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 204
  205. 205. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 205
  206. 206. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 206
  207. 207. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 207
  208. 208. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 208
  209. 209. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 209
  210. 210. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 210
  211. 211. blog.seattlechinesegarden.orgSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 211
  212. 212. http://www.cacbc.org/kung_fu/ Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 212
  213. 213. fortbenningphotos.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 213
  214. 214. fortbenningphotos.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 214
  215. 215. slu.eduSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 215
  216. 216. unr.eduSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 216
  217. 217. indonesiaproud.wordpress.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 217
  218. 218. kaskus.co.idSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 218
  219. 219. vngks.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 219
  220. 220. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 220
  221. 221. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 221
  222. 222. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 222
  223. 223. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 223
  224. 224. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 224
  225. 225. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 225
  226. 226. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 226
  227. 227. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 227
  228. 228. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 228
  229. 229. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 229
  230. 230. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 230
  231. 231. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 231
  232. 232. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 232
  233. 233. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 233
  234. 234. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 234
  235. 235. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 235
  236. 236. Setelah era kejayaan Yahoo dan Altavista, sulit untuk dibantah bahwa sekarangini masih eranya Google. Namun demikian mesin pencari milik Googlebukanlah satu-satunya yang bisa kita pergunakan. Ada beberapa alternatiflainnya yang juga menawarkan ciri khas dan keunggulannya masing-masing. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 236
  237. 237. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 237
  238. 238. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 238
  239. 239. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 239
  240. 240. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 240
  241. 241. Masih ingat gambar ini? sumber gambar: dreamstime.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 241
  242. 242. Zaman dahulu pewarisan pengetahuan bersifat linear, seorang bijak mengajar seorang lain agar juga menjadibijak. Lalu seorang guru mengajar beberapa murid di satu saat yang sama. Tetapi keduanya masih memilikikesamaan bahwa ada sinkronisasi waktu yang mutlak dan kesamaan lokasi. A B C D sumber gambar: dreamstime.com Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 242
  243. 243. Di era penyebaran buku dan bahan tercetak lainnya, seseorang pelajar dapat belajar dari serang guru dan padasaat yang sama bisa mempelajari karya dari guru dari gurunya. A A B B C C D D Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 243
  244. 244. Era Internet memberikan cita rasa demokrasi pada bidang IPTEK. Hampir semua orang yang memilikikesempatan waktu dan sarana bisa belajar dari siapa saja. A A B B C C D D Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 244
  245. 245. A A B B A C C D DB A B C C D A A B B CD C D D Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 245
  246. 246. Dengan Internet dan kemajuan ICT kita berkesempatan untuk mengembalikan prosespendidikan ke tujuannya semula, untuk memuliakan manusia mencapai kebijaksanaan.Pendidikan tidak lagi merupakan tata upacara untuk meraih gengsi. Proses “belajar” tidaklagi merupakan suatu kepura-puraan dalam upaya memperoleh selembar ijazah.Pendidikan memang memudahkan manusia untuk bertahan hidup dengan caramempermudah upaya untuk “mencari makan” dan menghindari bahaya. Tetapi pendidikanlebih dari sekedar pelatihan motorik agar manusia bisa bekerja sebagai bagian dari prosesproduksi suatu barang atau jasa.Belajar adalah untuk mengubah cara dan pola pikir sehingga dapat mengubah sikap dantingkah laku dalam upaya untuk mencapai pencerahan kebijaksanaan. Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 246
  247. 247. k-international.comSunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 247
  248. 248. “Suatu generasi di suatu negeri bisa sajakalah dalam pencapaian IPTEK dari generasi yang sama di negeri lain. Tapi generasi itutidak boleh kalah dalam membantu generasi berikutnya untuk menjadi generasi yang lebih baik.” Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 248
  249. 249. Untuk generasi masa depan, untukIndonesia yang lebih baik. sumber gambar: http://www.pariwisata.wonogirikab.go.id Sunu Pradana [www.pikirsa.wordpress.com] 249

×