Your SlideShare is downloading. ×
0
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Seminar Sun Hope Indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Seminar Sun Hope Indonesia

174

Published on

Seminar Sun Hope Indonesia …

Seminar Sun Hope Indonesia
http://www.sunhopeid.com

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
174
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
5
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • D.2.
    Secara ilustrasi yang pernah kami sampaikan dengan leaflet bahwa Vaskuler Demensia dapat ditimbulkan oleh faktor penyebab Stroke & Non Stroke seperti Merokok, peminum Alkohol, DM, penyakit Jantung, Hipertensi & Obesitas.
    Pada pasien perokok terdapat kadar karbondioksida tinggi & suplai makanan menurun yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Pada pasien peminum alkohol terdapat gangguan metabolisme lemak di hati & gangguan suplai makanan yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Pada pasien DM terdapat gangguan suplai glukosa / energi & regenerasi sel saraf menurun yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Pada pasien penyakit jantung terdapat gangguan & penurunan fungsi pembuluh darah besar & kecil dengan timbulnya ateroma, trobus & emboli yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Pada pasien hipertensi terdapat gangguan suplai Oksigen & suplai makanan menurun serta kekentalan darah tinggi yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Pada pasien obesitas terdapat gangguan suplai Oksigen & suplai makanan menurun serta penurunan fungsi pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    Sedangkan pada penderita stroke terdapat gangguan langsung pada pembuluh darah otak dalam bentuk infark & iskemia pada daerah otak tertentu sehingga mengganggu fungsi memori sebagai pencetus timbulnya penyakit Vaskuler Demensia
    IN-ART-DWF-DC-D-04
  • Transcript

    • 1. WASPADAI “ MUDAH LUPA ” OLEH : Dr. ASTUTI Sp.S
    • 2. 3 Tahap proses mengingat 1. Menyerap Informasi Baru 2. Menyimpan Informasi 3. Mengingat Kembali Informasi
    • 3. RANGKAIAN MUDAH LUPA WAJAR SAMPAI DEMENSIA LUPA WAJAR (FORGETFULLNES) GANGGUAN FUNGSI KOGNISI RINGAN DEMENSIA ( PIKUN )
    • 4. MUDAH LUPA WAJAR DIJUMPAI PD USIA LANJUT TERUTAMA USIA DIATAS 50 TAHUN DIDAPATI 30 % DARI USIA LANJUT KELUHANNYA DAPAT BERUPA  LUPA MENARUH BENDA  LUPA JANJI  LUPA NAMA ORANG, WAJAH  LUPA NAMA BENDA  LUPA NAMA PERISTIWA, DLL
    • 5. Otak Normal vs Otak Atrofi
    • 6. GANGGUAN KOGNITIF RINGAN GANGGUAN MEMORI LEBIH BERAT, MUDAH LUPA YANG LEBIH PARAH DAN AGAK LAMA . FUNGSI KOGNITIF LAINNYA SECARA UMUM MASIH BAIK. DAPAT MELAKUKAN AKTIVITAS DASAR SEHARIHARI, AKTIVITAS YANG KOMPLEK MULAI TERGANGGU 10 – 12 % PENDERITA INI BERKEMBANG  PENYAKIT ALZHEIMER. TEST FUNGSI KOGNISI DAN MEMORI DIBAWAH RATA-RATA
    • 7. CONTOH KASUS GANGGUAN KOGNISI RINGAN Seorang penjual sate menjual sepiring sate Rp 2000, kadang – kadang Rp 2500 kadang-kadang satu porsi sate diberikannya separuh, penanganannya kurang pas. Pada hal sepintas orangnya tampak baik- baik. Ketika ditanya mengapa dilakukannya demikian, apakah bapak sering lupa, maka jawabannya polos “ Lupa sih tidak, Cuma tidak ingat”.
    • 8. CONTOH KASUS 2 SEORANG DOKTER, UMUR 70 THN LEBIH MEMERIKSA PASIENNYA DENGAN CARA YG BENAR, SELESAI MEMERIKSA DIA CERITA WALAU SUDAH 70 THN DIA MASIH TETAP PRAKTEK, MENYETIR MOBIL SENDIRI AGAR TIDAK CEPAT PIKUN, BEBERAPA MENIT KEMUDIAN DIA MENGAMBIL STATESKOPNYA DAN MENARUH DIATAS DADA PASIEN YG SUDAH PAKAI BAJU , HAL INI TANPA DISADARINYA SAMA SEKALI.
    • 9. KEPIKUNAN PENYAKIT DEMENSIA ALZHEIMER • SUATU PENYAKIT DEGENERATIF  • KEMATIAN SEL-SEL NEURON DI PERMUKAAN KULIT OTAK  GEJALA GANG FUNGSI KOGNISI, INTLEKTUAL DAN TINGKAH LAKU DITEMUKAN OLEH Dr. ALOIS ALZHEIMER THN 1906 PADA WANITA 51 THN DENGAN GEJALA GANGGUAN DAYA INGAT BERAT, TIDAK MENGENAL TEMPAT, WAKTU, ORANG DAN PARANOID
    • 10. 3 Stadium Gejala Penurunan Daya Ingat 1. Stadium Amnesia (Lupa)  Awal 2. Stadium Konfuse (Kacau)  Menengah 3. Stadium Demensia (Pikun) Lanjut
    • 11. Gejala Demensia Tahap Awal • • • • • • • Kesulitan berbahasa (cari kata2 tepat) Lupa (baru terjadi, hari, tanggal) Tersesat di tempat yg dikenal baik Kesulitan mengambil keputusan Kurang inisiatif dan motivasi Tampak sedih murung, mudah marah Hilang minat thd hobi dan aktivitas
    • 12. Gejala Awal
    • 13. Gejala Demensia Tahap Menengah • • • • • Sangat pelupa (baru terjadi, nama orang) Tidak bisa hidup mandiri (ADL) Sulit berbicara Perilaku tidak wajar (keluyuran, tersesat) Halusinasi
    • 14. Gejala Demensia Tahap Lanjut • Sukar makan, minum, berjalan • Tidak mengenali keluarga dekat, kawan, • • • • obyek familiar Tidak paham kejadian sekeliling Tersesat meskipun dlm rumah Perilaku tidak sopan/wajar Aktivitas terbatas
    • 15. Gejala Menengah - Lanjut
    • 16. Penyebab Penurunan Daya Ingat NON STROKE Merokok Peminum Alkohol DM Peny. Jantung Hipertensi STROKE IN-ART-DWF-DC-D-04 Obesitas D.2.
    • 17. PENYEBAB DEMENSIA 1. Penyakit Alzheimer 2. Demensia vaskular 3. Kekurangan vitamin B 12, B6 4. Kel. Tiroid yg tdk bekerja sempurna 5. Cedera pada kepala 6. Infeksi  Ensefalitis 7. Penyakit degeneratif otak lainnya
    • 18. OTAK NORMAL VS DEMENSIA ALZHEIMER
    • 19. TUJUAN PENANGANAN JANGKA PENDEK MENGURANGI GEJALA DAN MENCEGAH FUNGSI KOGNITIF / INTELEKTUAL JANGKA PANJANG MEMPERLAMBAT PROSES KE ARAH DEMENSIA
    • 20. LATIHAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMORI • MENGINGAT DALAM WAKTU PENDEK •  M = Minat  U = Upaya  K = Kosentrasi  A = Atensi ( perhatian ) MENGINGAT DLM WAKTU PANJANG  L = Latihan  U = Ulang – ulang  P = Perhatian  A = Asosiasi
    • 21. PENANGANAN DEMENSIA ALZHEIMER • BERGANTUNG PADA TINGKATAN DEMENSIA APAKAH PADA STADIUM AWAL, RINGAN, SEDANG, BERAT DAN LANJUT • PERLU DILAKUKAN PENGENALAN DAN DETEKSI DINI DARI KEMUNDURAN KOGNISINYA • PENANGANAN TIDAK SAJA DITUJUKAN PADA PENDERITA JUGA PADA PENGASUH DAN KELUARGA
    • 22. KESIMPULAN • Mudah lupa ( forgetfulness ) merupakan • • • keadaan yang banyak dijumpai pd usia lanjut Mudah lupa dapat merupakan gejala awal dan dominan dari demensia/kepikunan Perlu observasi terus menerus dan deteksi dini pada warga lanjut usia terhadap stadium awal demensia Penanganan demensia terdiri dari farmakologis yang dikombinasi dengan non farmakologis
    • 23. TERIMA KASIH

    ×