Metode riset utk bisnis & ekonomi

16,950 views
16,830 views

Published on

Published in: Technology, Education
5 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
16,950
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
147
Actions
Shares
0
Downloads
1,793
Comments
5
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metode riset utk bisnis & ekonomi

  1. 1. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi Bagaimana meneliti & menulis tesis Oleh: Mudrajad Kuncoro, Ph.D.
  2. 2. Bab 1
  3. 3. Penelitian Ilmiah Aplikasi secara formal dan sistematis dari metode ilmiah untuk mempelajari dan menjawab permasalahan Tujuannya Untuk membuat penjelasan, menyusun prediksi, serta mengendalikan fenomena yang terjadi di dalam suatu batasan yang ditentukan
  4. 4. Karakteristik metode ilmiah Kritis dan analisis: Mendorong suatu kepastian dan proses penyelidikan untuk mengidentifikasi masalah dan metode untuk mendapatkan solusinya Logis: Merujuk pada metode argumentasi ilmiah. Kesimpulan secara rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada. Objektif: Hasil yang diperoleh ilmuwan yang lain akan sama apabila studi yang sama dilakukan pada kondisi yang sama. Konseptual dan teoritis: Ilmu pengetahuan mengandung arti pengembangan struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian. Empiris: Bersandar pada realitas. Sistematis: Memiliki prosedur yang cermat dan mengikuti aturan tertentu yang baku
  5. 5. Pola silogisma yang digunakan Deduktif Penarikan kesimpulan untuk hal spesifik dari gejala umum Induktif Penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan spesifik untuk hal yang umum
  6. 6. Aplikasi Metode Ilmiah dalam bisnis •Penelitian bisnis merupakan penyelidikan secara sistematis dan kritis tentang fenomena empiris yang dikendalikan oleh peneliti. •Kejelasan dari lingkup fenomena yang diteliti berkaitan dengan pengambilan keputusan manajerial
  7. 7. Bab 2
  8. 8. Klasifikasi menurut tujuan •Penelitian murni: meliputi pengembangan ilmu pengetahuan •Penelitian terapan: menyangkut aplikasi teori untuk memecahkan permasalahan tertentu. Ada 3 macam contoh: • Penelitian Evaluasi: Penelitian yang diharapkan dapat memberikan masukan atau mendukung pengambilan keputusan tentang nilai relatif dari dua atau lebih alternatif tindakan • Penelitian dan pengembangan: Penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan produk sehingga produk tersebut mempunyai kualitas yang lebih tinggi • Penelitian tindakan: Penelitian yang dilakukan untuk segera dipergunakan sebagai dasar tindakan pemecahan masalah yang ada
  9. 9. Klasifikasi penelitian menurut metode Penelitian Historis: Kegiatan penyelidikan, pemahaman, dan penjelasan keadaan yang telah lalu Penelitian deskriptif: Pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian Penelitian Korelasional: Penelitian yang bertujuan menentukan apakah terdapat asosiasi antara dua variabel atau lebih, serta seberapa jauh korelasi yang ada di antara variabel yang diteliti Penelitian Kausal Komparatif dan Eksperimental: Penelitian yang menunjukkan arah hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, disamping mengukur kekuatan hubungannya
  10. 10. Pohon keputusan untuk memilih metode penelitian
  11. 11. Pengambilan keputusan dalam perusahaan dapat di klasifikasikan menjadi 3 macam: • Keputusan strategis: Keputusan yang menentukan arah kegiatan perusahaan jangka panjang • Keputusan taktis: Implementasi dari keputusan strategis • Keputusan teknis: Keputusan untuk kegiatan rutin sehari-hari, berhubungan dengan pengendalian untuk kegiatan tertentu
  12. 12. Proses pengambilan keputusan
  13. 13. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan 1. Penemuan dan perumusan masalah Permasalahan yang ada perlu dipahami dan dirumuskan dengan baik agar tidak menimbulkan keputusan yang keliru
  14. 14. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan 2. Pemilihan model Model adalah abstraksi dari realitas dunia nyata; dalam ilmu ekonomi, model ekonomi didefinisikan sebagai statu konstruksi teoritis atau kerangka analisis ekonomi yang terdiri dari himpunan konsep, definisi, anggapan, persamaan, kesamaan (identitas), dan ketidaksamaan dari mana kesimpulan akan diturunkan. Hal yang terkait di dalamnya adalah variabel ( jumlah terukur yang dapat bervariasi atau mudah berubah)
  15. 15. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan Variabel •Variabel dependen: identik dengan variabel terikat, yang dijelaskan, atau dependent variable •Variabel independen: identik dengan variabel bebas, penjelas yang biasanya dianggap sebagai variabelprediktor atau penyebab karena memprediksi atau menyebabkan variabel dependen
  16. 16. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan (2.3) Dalam ilmu ekonomi, terdapat variabel ekonomi yang dapat dibedakan menjadi:  Variabel endogin: variabel yang menjadi pusat perhatian si pembuat model, atau variabel yang ditentukan di dalam model dan ingin diamati variasinya  Variabel eksogin: variabel yang dianggap ditentukan di luar sistem (model) dan diharapkan mampu menjelaskan variasi variabel endogin  Variabel kelambanan: variabel dengan unsur lag, yang umumnya digunakan untuk data runtut waktu
  17. 17. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan Pengumpulan data Kelengkapan data mempengaruhi kualitas analisis, oleh karenanya akan berdampak kepada ketepatan keputusan yang akan diambil Analisis data Dari data yang terkumpul dapat dilakukan analisis data, yang tidak tertutup kemungkinan akan ditemukannya permasalahan yang baru sehingga diperlukan data baru
  18. 18. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan Evaluasi alternatif Dari berbagai alternatif keputusan yang dihasilkan melalui proses analisis data, masing-masing perlu dievaluasi berdasar kriteria yang ditentukan oleh manajemen. Dengan itu maka akan diperoleh daftar urutan alternatif dimulai dari keputusan yang paling layak diambil oleh perusahaan Pengambilan keputusan Meskipun daftar urutan alternatif telah disusun, pengkajian penerapan masing-masing alternatif perlu dilakukan
  19. 19. Rangkaian kegiatan proses pengambilan keputusan Pengambilan keputusan Meskipun daftar urutan alternatif telah disusun, pengkajian penerapan masing-masing alternatif perlu dilakukan
  20. 20. Peran penelitian dalam pengambilan keputusan
  21. 21. Bab 3
  22. 22. Identifikasi topik penelitian Pada umumnya, identifikasi masalah dilakukan dari permasalah umum yang berhubungan dengan keahlian yang dipunyai dan menarik untuk dipecahkan. Kemudian diambil suatu permasalahan yang spesifik dan lebih memungkinkan untuk diteliti
  23. 23. Sumber permasalahan Ada dua sumber permasalahan yang dapat dipergunakan untuk penelitian, yaitu: • Literatur atau bahan bacaan yang berhubungan dengan minat dan pengetahuan peneliti, dan • Pengalaman pribadi yang merupakan permasalahan
  24. 24. Identifikasi masalah Identifikasi permasalahan yang diturunkan dari teori membawa beberapa keuntungan, yaitu: • Peneliti sudah mempelajari teori aplikasinya yang terkait untuk menjawab persoalan yang ada. • Formulasi hipotesis pada umumnya akan menjadi lebih mudah dan jelas, karena mempunyai hubungan yang erat dengan teori. • Hasil penelitian akan memberikan kontribusi terhadap teori yang dijadikan dasar untuk perumusan masalah
  25. 25. Karakteristik permasalahan Permasalahan yang baik sebenarnya adalah permasalahan yang dirasakan baik oleh peneliti dalam empat macam hal berikut: 1. Peneliti mempunyai keahlian dalam bidang tersebut; 2. Tingkat kemampuan peneliti sesuai dengan tingkat kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan permasalahan yang ada; 3. Peneliti mempunyai sumber daya yang dibutuhkan; 4. Peneliti telah mempertimbangkan kendala waktu, dana, dan berbagai kendala lain dalam pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan
  26. 26. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan permasalahan (1) • Kegunaan penelitian: Penelitian hanya dilakukan untuk penyelesaian masalah yang mempunyai manfaat lebih besar daripada biayanya • Prioritas: Tidak semua permasalahan perlu diteliti pada saat yang bersamaan, yang perlu dilakukan adalah menyusun prioritas berdasarkan tingkat kepentingannya
  27. 27. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan permasalahan (2) • Kendala waktu dan Dana: Tidak jarang penelitian yang sebenarnya diperlukan perusahaan tidak jadi dilakukan karena kendala dana dan waktu untuk mendukung penelitian tersebut. • Dapat diselidiki: Ada dua hal yang ada hubungannya dengan dapat dan tidaknya suatu permasalahan untuk diselidiki, yaitu:  masalah tersebut secara teoritis tidak dapat diselidiki atau belum terdapat teori dasar untuk penyelidikan sehingga baru pada saat nanti ada kemungkinan penyelidikan permasalahan tersebut secara teoritis dapat diselidiki, namun karena pertimbangan tertentu tidak diijinkan untuk diselidiki oleh aparat yang berwenang
  28. 28. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan permasalahan (3) • Kemampuan peneliti: Ketertarikan pada suatu permasalahan dan kemudian melakukan penelitian bukan langkah yang bijaksana. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yakni: Kendala waktu dan anggaran, tersedianya data yang diperlukan, dan tingkat keahlian peneliti
  29. 29. Tinjauan pustaka atau survei literatur Langkah ini meliputi identifikasi, lokasi, dan analisis dari dokumen yang berisi informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian secara sistematis Dokumen ini meliputi jurnal, abstrak, tinjauan, buku, data statistik, dan laporan penelitian yang relevan
  30. 30. Perumusan masalah (1) Karakteristik perumusan masalah yang baik adalah sebagai berikut: • Menunjukkan variabel yang menarik peneliti dan hubungan deskriptif, dimana permasalahan secara sederhana diugkapkan dalam suatu pertanyaan yang harus dijawab. Akan tetapi, bagian terpenting dari suatu penelitian adalah hubungan antar variabel.
  31. 31. Perumusan masalah (2) • Menyusun definisi dari semua variabel yang relevan, baik secara langsung maupun operasional. Definisi operasional ini harus jelas dan spesifik sehingga tidak menimbulkan perbedaan penafsiran yang pada akhirnya akan mengganggu penelitian.
  32. 32. Bab 4
  33. 33. Kerangka teoritis Suatu model yang menerangkan bagaimana hubungan suatu teori dengan faktor-faktor penting yang telah diketahui dalam suatu masalah tertentu
  34. 34. Teori Kumpulan proposisi umum yang saling berkaitan dan digunakan untuk menjelaskan hubungan yang timbul antara beberapa variabel yang diobservasinya
  35. 35. Setiap teori selalu didasarkan pada:  Konsep: sejumlah pengertian atau karakteristik yang dikaitkan dengan peristiwa, objek, kondisi, situasi, dan perilaku tertentu.  Konstruk: jenis konsep tertentu yang berada dalam tingkatan abstaraksi yang lebih tinggi daripada konsep dan diciptakan untuk tujuan teoritis tertentu.  Proposisi: pernyataan yang berkaitan dengan hubungan antara konsep-konsep yang ada dan pernyataan dari hubungan universal antara kerjadian-kejadian yang memiliki karakteristik tertentu
  36. 36. Variabel Sesuatu yang dapat membedakan atau mengubah nilai
  37. 37. Variabel secara konsep (1) Secara konsep, variabel dapat dibedakan menjadi:  Variabel dependens: variabel yang menjadi perhatian utama dalam sebuah pengamatan  Variabel independen: variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positif atau pun yang negatif bagi variabel dependen nantinya.
  38. 38. Variabel secara konsep (2)  Moderating variable: variabel yang mempunyai dampak kontijensi (contingent effect) yang kuat pada hubungan variabel independen dan variabel dependen Intervening variable: faktor yang secara teori berpengaruh pada fenomena yang diamati tetapi tidak dapat dilihat, diukur, atau dimanipulasi, namun dampakanya dapat disimpulkan berdasarkan variabel independen dan moderating terhadap fenomena yang diamati
  39. 39. Hubungan antar Variabel
  40. 40. Kerangka teoritis Pondasi utama dimana sepenuhnya proyek penelitian itu ditujukan
  41. 41. Faktor yang memberikan peranan penting yang harus dipenuhi dalam membangun kerangka teoritis: (1) 1. Variabel yang relevan harus dapat dijelaskan dan disebutkan dalam diskusi. 2. Diskusi haruslah dapat mewujudkan bagaimana dua atau lebih variabel itu berhubungan satu sama lain. 3. Jika jenis dan arah hubungan tadi dapat diterima secara teori berdasarkan atas penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi pada diskusi apakah hubungan tadi bersifat positif atau negatif
  42. 42. Faktor yang memberikan peranan penting yang harus dipenuhi dalam membangun kerangka teoritis: (2) 4. Harus ada penjelasan secara jelas kenapa kita akan mengharapkan hubungan tersebut terus bertahan. 5. Skema diagram yang menjelaskan kerangka teoritis harus dapat diperlihatkan sehingga pembaca dapat melihat dengan mudah dan memahami bagaimana hubungan antar variabel secara teoritis
  43. 43. Hipotesis: Suatu penjelasan sementara tentang perilaku, fenomena, atau keadaan tertentu yang telah terjadi atau akan terjadi
  44. 44. Karakteristik hipotesis yang baik  Konsisten dengan penelitian sebelumnya  Penjelasan yang masuk akal  Perkiraan yang tepat dan terukur  Dapat diuji
  45. 45. Klasifikasi Hipotesis (1) A. Bagaimana hipotesis tersebut diperoleh (diturunkan) • Induktif: menyusun generalisasi berdasarkan observasi • Deduktif: menggunakan perluasan logika dari penemuan-penemuan yang telah ada, atau didasarkan pada hal-hal yang bersifat umum yang telah diterima kebenarannya
  46. 46. Klasifikasi Hipotesis (2) B. Bagaimana hipotesis dinyatakan 1. Hipotesis statistik: hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative (Ha) Hipotesis nol menyatakan bahwa tidak ada hubungan atau perbedaan di antara kedua variabel, dan jika terdapat hubungan atau perbedaan hádala karena kebetulan semata
  47. 47. Klasifikasi Hipotesis (3) 2. Hipotesis penelitian menyatakan perkiraan hubungan atau perbedaan antara dua variabel Dapat berupa:  Non-Directional ( hipotesis tanpa arah): hanya menyatakan bahwa terdapat hubungan atau perbedaan di antara dua variable.  Directional (hipotesis yang mengarahkan): menunjukkan sifat dari hubungan atau perbedaan di antara dua variabel
  48. 48. Hipotesis yang baik adalah hipotesis yang dinyatakan dengan jelas dan ringkas, menyatakan hubungan antara dua variabel, dan menjelaskan variabel tersebut dalam terminologi operasional yang terukur Uji hipotesis merupakan bagian yang sangat penting di dalam penelitian. Untuk itu, maka peneliti harus menentukan sampel, mengukur instrumen, desain, dan mengikuti prosedur yang akan menuntun dalam pencarian data yang diperlukan
  49. 49. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun perencanaan penelitian:  Etika penelitian  Kendala Hukum  Pelatihan asisten penelitian
  50. 50. Etika Norma atau standar perilaku yang memandu pilihan moral mengenai hubungan kita dengan orang lain Etika penelitian ini berkaitan erat dengan hak-hak dari berbagai pihak seperti masyarakat, subjek, klien, dan peneliti
  51. 51. Hak masyarakat: • memperoleh informasi hasil penelitian yang penting, • mengharap hasil penelitian yang objektif, • kebebasan pribadi
  52. 52. Hak subjek penelitian: • Semua subjek penelitian seharusnya mengetahui dan sadar bahwa ia mempunyai hak untuk tidak berpartisipasi dalam penelitian, • Semua individu harus diberi informasi dan penjelasan yang cukup untuk menentukan apakah ia akan berpartisipasi ataukah tidak, • Subjek penelitian tidak dapat dan tidak boleh dipaksa untuk berpartisipasi kepada penelitian.
  53. 53. Hak klien: •Hak atas kerahasiaan •Hak untuk mengharapkan penelitian yang berkualitas tinggi Hak peneliti: •Hak untuk mengharap perilaku etis dari klien •Hak untuk mengharap perilaku etis dari subjek penelitian
  54. 54. Kendala hukum Setiap penelitian tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku Tanggung jawab asisten penelitian Tanggung jawab asisten penelitian harus dijelaskan baik dengan lisan maupun tertulis
  55. 55. Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan penelitian (1) 1. Jenis penelitian berkaitan dengan tingkatannya: • Eksploratif: diprelukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai fenomena yang diteliti. • Deskriptif: dilakukan agar peneliti dapat menggambarkan dengan lebih baik sifat-sifat yang diketahui keberadaannya yang relevean dengan variabel-variabel yang diteliti. • Pengujian hipotesis: dilakukan agar peneliti dapat menjelaskan apabila manajer pemasaran ingin mengetahui penjualan akan meningkat jika ia melipatgandakan dana iklan
  56. 56. Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan penelitian (2) 2. Metode pengumpulan data. Hal ini dilakukan untuk membedakan antar proses-proses pemantauan dan survei 3. Tujuan penelitian. Ada 3 tujuan penelitian: • Studi kausal yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat • Studi korelasional yang bertujuan untuk mengidentifikasikan adanya hubungan antara variabel yang diteliti • Studi deskriptif yang bertujuan untuk mencari tahu tentang siapa, apa, dimana, bilamana dan berapa banyak
  57. 57. Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan penelitian (3) 4. Pengendalian variabel-variabel oleh peneliti. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan penelitian 5. Dimensi waktu. Ada dua, yaitu: 1. Studi silang tempat (cross-sectional): dilaksanakan satu kali dan mencerminkan potret dari suatu keadaan pada suatu saat tertentu 2. Studi data berkala: dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu
  58. 58. Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan penelitian (4) 6. Ruang lingkup topik pembahasan. Ada dua, yaitu: 1. Studi statistik: berusaha mengetahui ciri-ciri populasi melalui penarikan kesimpulan secara inferensi berdasarkan ciri-ciri sampel. 2. Studi kasus: lebih menekankan pada analisis konteks secara penuh berdasarkan peristiwa atau kondisi yang lebih sedikit dan hubungannya antara satu dengan yang lain.
  59. 59. Beberapa perspektif yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan penelitian (5) 7. Lingkungan penelitian. Ada dua, yaitu: • Lapangan • Laboratorium 8. Unit analisis. Berkaitan dengan subjek penelitian 9. Persepsi subjek. Persepsi subjek akan mempengaruhi hasil penelitian secara langsung maupun tidak
  60. 60. Jenis penelitian ada dua: 1. Eksploratif (exploratory research): jenis penelitian yang paling sesuai untuk situasi di mana tujuan penelitian bersifat umum 2. Konklusif (conclusive research): sesuai untuk situasi di mana tujuan penelitian sudah spesifik dan data yang dibutuhkan sudah jelas
  61. 61. Penelitian Eksploratif Dapat dilakukan dengan empat prosedur •Teknik Informan Kunci (Key-informant Technique): dilakukan dengan cara mencari dan mewawancarai beberapa orang ahli atau informan kunci di bidang yang berhubungan dengan stuasi yang akan diteliti •Focus Group Interview atau Focus Group Discussion: dilakukan dengan membuat forum diskusi yang biasanya terdiri dari 8 sampai 12 orang dan dimoderasi oleh seorang moderator yang sudah terlatih dengan baik. •Analisis Data Sekunder (Secondary-data Analysis): mengumpulkan data dari data yang sudah ada atau sudah dipublikasikan. •Metode Studi Kasus (Case Study Method): pengujian yang mendalam terhadap unit yang berkepentinga
  62. 62. Penelitian Konklusif (Conclusive Research) atau Confirmatory Research Penelitian yang bertujuan untuk menguji atau membuktikan sesuatu dan untuk membantu peneliti dalam memilih tndakan khusus selanjutnya Menurut tujuannya, dapat dibedakan menjadi dua: Deskriptif (Descriptive Study) dan Eksperimental (Experimental Study)
  63. 63. Tabel Jenis Penelitian
  64. 64. Bab 6
  65. 65. Proposal penelitian Usul penelitian yang diajukan oleh seseorang atau suatu badan/ perusahaan/ organisasi untuk menghasilkan suatu output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada sponsor/ pendukung
  66. 66. Tujuan dari proposal 1. Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan mengapa masalah tersebut penting 2. Untuk mengkaji upaya penelitian-penelitian lain yang telah dilakukan penelitian dalam masalah serupa 3. Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam penyelesaian masalah dan bagaimana metode pemgumpulan data, pengolahan data, dan menganalisisnya
  67. 67. Menurut jenisnya, proposal penelitian dapat dibedakan menjadi: • Internal • Eksternal: pesanan dan bukan pesanan
  68. 68. Tabel Jenis Proposal
  69. 69. Manfaat Proposal (1) Bagi Peneliti: (1) •Persamaan persepsi permasalahan: persamaan persepsi permasalahan antara manajer dan peneliti merupakan hal yang sangat penting sebelum penelitian dijalankan. •Orientasi penelitian keseluruhan: penulisan proposal penelitian membuat peneliti harus berfikir secara kritis tentang seluruh aspek penelitian sebelum penelitian dilaksanakan. •Pedoman pelaksanaan penelitian: pedoman penelitian yang telah distujui dapat digunakan sebagai peedoman pelaksanaan penelitian. •Kejelasan kegiatan penelitian: dengan menggunakan proposal yang baik, maka kegiatan penelitian yang akan dilakuakn menjadi lebih jelas.
  70. 70. Manfaat Proposal (2) Bagi Peneliti: (2) •Kemudahan evaluasi penelitian: proposal yang baik akan memudahkan evaluasi penelitian yang diusulkan bagi peneliti maupun pihak lain yang terkait. •Proteksi pelaksanaan penelitian: proposal yang sudah disusun dan disetujui oleh berbagai pihak yang terkait dapat menjadi pelindung peneliti dari permintaan perubahan kegiatan penelitian. •Persetujuan peneliti dan manajer: dari proposal yang telah disetujui, dapat diketahui batasan sejauh mana informasi yang akan diperoleh manajer
  71. 71. Manfaat Proposal (3) Bagi Manajer: (1) •Jaminan kualitas peneliti: proposal dapat menjadi jaminan bahwa peneliti sudah mengetahui dengan benar tentang masalah yang dihadapi manajer dalam perusahaan. •Persetujuan metode penelitian: jika manajer tidak sependapat dengan metode penelitian, maka manajer dapat memberikan saran kepada peneliti tentang metode dan teknik yang lebih tepat untuk dipergunakan dalam penelitian.
  72. 72. Manfaat Proposal (4) Bagi Manajer: (2) •Kendali penelitian: proposal dapat digunakan sebagai kendali pelaksanaan penelitian, sehingga manajer akan dapat memperoleh hasil penelitian den menggunakan metode dan teknik sesuai dengan yang tertulis di proposal. •Prioritas penelitian: proposal akan membantu manajemen dalam melakukan penyusunan nilai relatif dari masing-masing usulan penelitian sehingga dapat disusun preferensi penelitian. •Penilaian informasi: nilai informasi yang disebutkan dalam proposal akan membantu dalam penyusunan anggaran penelitian
  73. 73. Struktur proposal penelitian (1) 1. Halaman judul: Judul penelitian sebaiknya disusun ringkas-padat dan menarik 2. Ringkasan eksekutif (Executive summary): Salah satu bentuk lain dari usulan penelitian yang disajikan secara singkat dan padat, sehingga memungkinkan bagi para sponsor untuk mengetahui maksud dari tujuan secara cepat dan tepat. 3. Latar belakang: Uraian singkat mengenai “lingkungan” di seputar masalah yang akan diteliti.
  74. 74. Struktur proposal penelitian (1) 4. Rumusan masalah: Bagian ini harus diperhatikan agar suatu permsalah dapat diuraikan dengan baik, sehingga dapat ditangkap dan dimengerti oleh pembaca dengan jelas. 5. Tujuan penelitian: Bagian ini menjabarkan secara jelas apa saja yang akan direncanakan untuk dilakukan dalam usulan penelitian. 6. Studi pustaka: Bagian ini melihat kembali semua penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ataupun yang sedang dilakukan, yang memiliki hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan
  75. 75. Struktur proposal penelitian (1) 7. Manfaat penelitian: Penekanan pentingnya dilakukan penelitian ini dapat dijabarkan dalam bagian ini. 8. Desain penelitian: Bagian ini menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam terminologi teknis. 9. Analisis data: Dalam bagian ini perlu dijabarkan mengenai metode yang direncanakan dan dasar teoritis untuk memakai teori tersebut. 10.Bentuk laporan: Format laporan yang akan ditampilkan sebagai bentuk akhir penyampaian hasil penelitian perlu dijelaskan dalam usulan penelitian ini
  76. 76. Struktur proposal penelitian (1) 11. Kualifikasi penelitian: Latar belakang peneliti. 12.Anggaran: Bagian ini sangat diperlukan dalam rangka pendanaan penelitian. 13.Jadwal: Bagian ini dibuat untuk memperlihatkan gambaran mengenai kapan dan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap langkah dalam penelitian. 14.Daftar pustaka: Semua kegiatan penelitian memerlukan refernsi atau kepustakaan dari banyak sumber. 15.Lampiran: Ditujukan untuk memuat hal-hal yang perlu dijelaskan dalam penelitian
  77. 77. Faktor yang perlu diperhatikan agar suatu proposal dapat mendapat perhatian sponsor Proposal harus ditampilkan secara rapi, terstruktur, terorganisasi. Topik utama dari proposal dapat ditemukan dan dipahami dengan cepat dan mudah
  78. 78. Untuk pengembangan setiap proposal, perlu dilakukan evaluasi secara baik dengan evaluasi sebagai berikut:
  79. 79. Bab 7
  80. 80. Terminologi yang sering digunakan: (1) •Elemen: Unit dimana data yang diperlukan akan dikumpulkan •Populasi: Kelompok elemen yang lengkap, di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian •Unit pengambilan sampel: Sekelompok elemen yang tidak tumpang tindih dengan populasi •Kerangka sampel: Representasi fisik dari objek, individu, kelompok, yang sangat penting dalam penentuan sampel •Sampel: himpunan bagian (subset) dari unit populasi
  81. 81. Terminologi yang sering digunakan: (2) • Parameter: Ringkasan variabel dalam populasi • Statistik: Ringkasan dalam sampel • Kesalahan sampel: kesalahan prosedur dan kesalahan penggunaan statistik untuk estimasi parameter • Efisiensi statistik: Ukuran perbandingan dari desain sampel dengan besar sampel yang sama, yang menghasilkan standar kesalahan yang lebih kecil • Perencanaan sampel: Spesifikasi formal dari metode dan prosedur yang akan digunakan untuk mengidentifikasi sampel yag dipilih dalam penelitian
  82. 82. Alasan pemilihan sampel: • Kendala sumberdaya: kendala waktu, dana, dan sumber daya lain yang terbatas jumlahnya • Ketepatan: melalui pemilihan desain sampel yang baik, peneliti akan memperoleh data yang akurat, dengan tingkat kesalahan yang relatif rendah. • Pengukuran destruktif: kadang-kadang pengukuran yang dilakukan merupakan pengukuran destruktif
  83. 83. Karakteristik sampel yang baik meliputi: (1) • Sampel yang baik memungkinkan peneliti untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan besaran sampel untuk memperoleh jawaban yang dikehendaki. • Sampel yang baik mengidentifikasikan probabilitas dari setiap unit analisis untuk menjadi sampel.
  84. 84. Karakteristik sampel yang baik meliputi: (2) • Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung akurasi dan pengaruh (misalnya kesalahan) dalam pemilihan sampel daripada harus melakukan sensus. • Sampel yang baik memungkinkan peneliti menghitung derajat kepercayaan yang diterapkan dalam estimasi populasi yang disusun dari sampel statistika
  85. 85. Kesalahan yang biasa terjadi: •Sampling Frame Error: Kesalahan yang terjadi bila elemen sampel tertentu tidak diperhitungkan, atau bila seluruh populasi tidk diwakili secara tepat oleh kerangka sampel. •Random Sampling Error: Kesalahan akibat adanya perbedaan antara hasil sampel dan hasil sensus yang dilakukan dengan prosedur yang sama. •Nonresponse Error: Kesalahan akibat perbedaan statistik antara survei yang hanya memasukkan mereka yang merespon dan juga mereka yang gagal (tidak) merespon
  86. 86. Ilustrasi jenis kesalahan yang biasa terjadi
  87. 87. Proses pemilihan sampel meliputi: • Penentuan Populasi: Pemilihan suatu keompok dari elemen penelitian, dimana elemen adalah unit terkecil yang merupakan sumber dari data yang diperlukan. • Penentuan Unit Pemilihan Sampel: kelompok elemen. • Penentuan Kerangka Pemilihan Sampel: daftar elemen dari setiap unit pemilihan sampel. • Penentuan Desain Sampel: metode untuk memilih sampel dari populasi yang ada • Penentuan Jumlah Sampel • Pemilihan Sampel
  88. 88. Ilustrasi Tahap pemilihan Sampel
  89. 89. Zikmund (2000: 389) mengusulkan formula perhitungan sampel sebagai berikut Dimana n = jumlah sampel, Z = nilai yang sudah distandarisasi dengan derajat keyakinan; S = deviasi standar sampel atau estimasi deviasi standar populasi; E = tingkat kesalahan yang ditolerir, plus minus faktor kesalahan
  90. 90. Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian dipengaruhi oleh: (1) •Homogenitas: Semakin homogen suatu unit pemilihan sampel, semakin kecil jumlah penelitian yang diperlukan. •Derajat kepercayaan: Mengukur seberapa jauh peneliti yakin dalam mengestimasi parameter populasi secara benar. •Presisi: Mengukur kesalahan standar estimasi yang dilakukan.
  91. 91. Jumlah sampel yang sesuai untuk suatu penelitian dipengaruhi oleh: (2) •Prosedur analisis: Peneliti perlu mempertimbangkan jumlah sampel yang diperlukan sesuai dengan model analisis yang dipergunakan. •Kendala sumberdaya: keterbatasan waktu, dana , dan juga sumberdaya manusia sering menjadi pembatas yang sangat menentukan dalam penentuan jumlah sampel yang layak
  92. 92. Desain sampel terdiri dari: (1) 1. Sampel Probabilitas: Setiap sampel dipilih berdasarkan prosedur seleksi dan memiliki peluang yang sama untuk dipilih:  Sampel random sederhana (Simple Random Sampling)  Sampel Sistematis (Systematic Sampling)  Sampel Stratifikasi (Stratified Sampling)  Sampel Kluster (Cluster Sampling)  Sampel daerah Multitahap (Multistage Area Sampling)
  93. 93. Desain sampel terdiri dari: (2) 2. Sampel Nonprobabilitas  Convenience sampling  Judgement sampling  Quota Sampling  Snowball Sampling: Prosedur pengambilan sampel di mana responden pertama dipilih dengan metode probabilitas, dan kemudian responde selanjutnya diperoleh dari informasi yang diberikan oleh responden yang pertama.
  94. 94. Tabel diatas menunjukkan perbandingan antara Sampel Probabilitas dan Nonprobabilitas
  95. 95. Bab 8
  96. 96. Data Sekumpulan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (1) A. Data kuantitatif vs Kualitatif 1. Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala numerik (angka). Data jenis ini dapat dibedakan menjadi: • Data interval: data yang diukur dengan jarak di antara dua titik pada skala yang diketahui. • Data rasio: data yang diukur secara proporsi.
  97. 97. Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) 2. Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur di dalam skala numerik. Data jenis ini digolongkan menjadi: • Data Nominal: data yang dinyatakan dalam bentuk kategori • Data ordinal: data yang dinyatakan dalam bventuk kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam skala peringkat.
  98. 98. Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) B. Data menurut dimensi waktu 1.Data runtut waktu (time-series): data yang secara kronologis disusun menurut waktu pada suatu variabel tertentu. Data ini dibedakan menjadi: • Data harian • Data mingguan • Data bulanan • Data kuartalan • Data tahunan
  99. 99. Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) 2.Data silang tempat (cross-section): data yang sikumpulkan pada suatu titik waktu 3.Data pooling: kombinasi antara data runtut waktu dan silang tempat C. Data menurut sumber Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi. Data primer: data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original; dan Data sekunder: data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat
  100. 100. Menurut jenisnya, data dibedakan menjadi: (2) C. Data menurut sumber 1. Data internal: berasal dari dalam organisasi tersebut; dan Data eksternal: berasal dari luar organisasi. 2. Data primer: data yang diperoleh dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan data original; dan Data sekunder: data yang telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada
  101. 101. Dua alasan penggunaan data sekunder dalam penelitian bisnis dan ekonomi, yaitu: • Efektivitas biaya • Penghematan waktu Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (1) Pencarian data secara manual: •Data Internal: data sekunder yang sudah tersedia di dalam perusahaan •Data eksternal: data sekunder yang berasal dari berbagai institusi di luar perusahaan
  102. 102. Metode pencarian data sekunder dilakukan dengan cara: (2) Pencarian data melalui kontak langsung Alasannya adalah: •Penghematan waktu •Kecermatan •Kenaikan relevansi •Efektivitas biaya
  103. 103. Kriteria yang harus di pertimbangkan dalam evaluasi data sekunder yaitu: • Ketepatan waktu • Relevansi • Akurasi
  104. 104. Metode Pengumpulan Data Primer (PDP) dibedakan berdasarkan 3 dimensi:  Derajat kesamaran (Degree of disguise): memperhatikan apakah tujuan studi diketahui atau tidak oleh responden  Derajat struktur: memusatkan perhatian pada formalisasi proses pengumpulan data  Metode pengumpulan: menunjukkan cara bagaimana data diperoleh dari unit-unit analisis dalam penelitian
  105. 105. PDP dibedakan menjadi: (1) 1.PDP pasif. Metode observasi yang memiliki ciri: • Mewujudkan tujuan penelitian • Dikumpulkan dan dicatat secara sistematis • Validitas dan reliabilitasnya selalu dicek dan dikontrol 2. PDP aktif. Metode PDP yang di tempuh dengan metode: a. Wawancara personal: wawancara antar orang, yaitu antara peneliti dengan responden yang diarahkan oleh pewawancara untuk tujuan memperoleh informasi yang relevan
  106. 106. PDP dibedakan menjadi: (2) Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi yaitu: • Kesalahan tidak merespon: kesalahan karena responden yang dimasukkan dalam disain studi tidak dapat dicapai/ ditemui. • Kesalahan merespon: kesalahan yang muncul karena terdapat perbedaan antara data yang dilaporkan dengan nilai variabel yang sebenarnya
  107. 107. PDP dibedakan menjadi: (3) Kesalahan semacam ini dapat digolongkan menjadi empat macam, yaitu • Keanekaragaman Wawancara (Interview Variablity): berkaitan dengan perbedaan dalam situasi wawancara dan karakter si pewawancara • Struktur dan Urutan pertanyaan: muncul karena format dan urutan-urutan pertanyaan dapat menimbulkan bias pada hasil studi.
  108. 108. PDP dibedakan menjadi: (5) Persyaratan agar wawancara personal dapat berjalan dengan baik yaitu: 1. Akses: kemampuan responden untuk menyampaikan informasi yang ditanyakan oleh pewawancara 2. Kepercayaan/ niat baik: pewawancara agar membina hubungan baik dengan responden 3. Keahlian: keahlian pewawancara yang menyebabkan hasil wawancara dapat dipercaya, memperoleh legitimasi, dan dapat dipertanggunjawabkan 4. Motivasi: kemauan dan hasrat pihak yang di
  109. 109. PDP dibedakan menjadi: (6) b. Wawancara telepon: komunikasi antra pewawancara dan responden dengan menggunakan telepon sebagai alat untuk mencapai tujuan penelitian. c. Wawancara lewat pos: wawancara dengan menggunakan kuesioner tertulis yang dikirim lewat pos untuk mencapai tujuan penelitian tertentu. d. Wawancara lewat komputer: metode PDP
  110. 110. Bab 9
  111. 111. Tugas peneliti setelah merumuskan masalah penelitian dan memilih desain penelitian yaitu memilih teknik pengukuran dan mendesain instrumen penelitian Teknik pengukuran: aturan dan prosedur yang digunakan untuk menjembatani antara apa yang ada dalam dunia konsep dengan apa yang terjadi di dunia nyata. Desain Instrumen: Penyusunan instrumen pengumpulan data untuk mendapatkan data yang dibutuhkan guna memecahkan masalah penelitian
  112. 112. Tiga komponen yang dibutuhkan dalam setiap pengukuran: 1.Kejadian empiris (empirical events) 2.Penggunaan angka (the use of numbers) 3.Sejumlah aturan pemetaan (set of mapping rules)
  113. 113. Proses pengukuran dapat digambarkan sebagai sederet tahap yang saling berkaitan yang dimulai dari: 1.Mengisolasi kejadian empiris 2.Mengembangkan konsep kepentingan (concept of interest) 3.Mendefinisikan konsep secara konstitutif dan operasional 4.Mengembangkan skala pengukuran 5.Mengevaluasi skala berdasarkan reliabilitas dan validitasnya 6.Penggunaan skala
  114. 114. Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan dua hal: (1) 1. Validitas. Secara konseptual, validitas dibedakan ke dalam 3 jenis: a. Validitas isi (content validity): memastikan bahwa ukuran telah cukup memesukkan sejumlah item yang representatif dalam menyusun sebuah konsep b. Validitas yang berkaitan dengan kriteria (criterion-related Validity): validitas yang berkaitan dengan kriteria ketika sebuah ukuran membedakan indivual pada kriteria yang akan diperkirakan. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan:
  115. 115. Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan dua hal: (2) i. Concurrent Validity: terjadi jika skala yang ditetapkan dapat membedakan individual yang telah diketahui berbeda, sehingga skor untuk masing-masing instrumen harus berbeda. ii. Predictive Validity : menunjukkan kemampuan sebuah instrumen pengukuran dalam membedakan individu dalam c. Validitas konstruk (construct Validity): untuk membuktikan kriteria masa depan. seberapa bagus hasil yang diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori dimana pengujian dirancang.
  116. 116. Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan dua hal: (3) Hal ini dinilai dengan: i. Convergent validity: terjadi ketika skor yang dihasilkan oleh dua buah instrumen yang mengukur konsep yang sama memiliki korelasi yang tinggi. ii. Discriminant Validity:terjadi ketika berdasarkan teori, dua buah variabel diperkirakan tidak berkorelasi. 2. Reliabilitas: konsistensi dan stabilitas dari suatu skor (skala pengukuran). Reliabilitas mencakup dua hal utama: a. Stabilitas ukuran: menunjukkan kemampuan sebuah ukuran untuk tetap stabil atau tidak rentan terhadap perubahan situasi apapun
  117. 117. Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan dua hal: (4) Terdapat dua jenis uji stabilitas: • Test-retest reliabilty: koefisien reliabilitas yang diperoleh dari pengulangan pengukuran konsep yang sama dalam dua kali kesempatan. • Reliabilitas bentuk pararel (paralel-form reliability): respon dari dua pengukuran yang sebanding dalam menyusun konstruk yang sama memiliki korelasi yang tinggi.
  118. 118. Dalam mengevaluasi skala pengukuran, harus diperhatikan dua hal: (5) b. Konsistensi internal ukuran: indikasi homogenitas item-item yang ada dalam ukuran yang menyusun konstruk. Konsistensi ukuran dapat diamati melalui: • Reliabilitas konsistensi antar item: konsistensi jawaban responden untuk semua item dalam ukuran. • Split-half reliability: korelasi antara dua bagian instrumen
  119. 119. Langkah awal dalam menyusun desain instrumen adalah membuat kuesioner, yaitu daftar pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara tertulis. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (1) 1. Apakah pertanyaan itu perlu: hal ini untuk menghindari kebingungan responden. 2. Bagaimana pertanyaan itu sebaiknya diajukan: hal ini untuk menghindari perbedaan persepsi dan menghindari pertanyaan-pertanyaan yang sensitif atau menyinggung responden
  120. 120. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (2) 3. Apakah bentuk pertanyaannya terbuka atau tertutup: pertanyaan terbuka memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai jalan pikirannya dan bersifat eksploratif sehingga akan cukup sulit untuk menganalisisnya dan juga pemberian kode, sedangkan pertanyaan tertutup adalah sebuat pertanyaan dimana jawabannya telah disediakan dan dibatasi oleh peneliti; hal ini akan memudahkan peneliti untuk melakukan analisa, pengkodean, serta lebih efisien dalam penanganannya.
  121. 121. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (3) 4. Bagaimana seharusnya pertanyaan itu dirumuskan: pertanyaan sebaiknya dirumuskan semudah mungkin agar persepsi ganda dapat dihindari. 5. Bagaimana format jawaban disusun: berkaitan dengan berbagai pertanyaan penting seperti alternatif jawaban dikotomi atau pilihan berganda, bagaimana pertanyaan alternatif jawaban disusun, serta bagaimana antisipasi terhadap jawaban “tidak tahu”, “tidak ada jawaban”, dan “jawaban netral”.
  122. 122. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (4) Apa teknik skala yang sebaiknya digunakan Ada dua teknik utama yang sering digunakan, yaitu: a. Rating scales: skala penilaian dimana hal yang dievaluasi adalah suatu dimensi orang, objek, atau fenomena pada suatu titik dalam suatu rentang/ kategori. Jenisnya adalah: i. Graphic rating scales: responden menunjukkan perasaannya dalam skala grafik. ii. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam bentuk berurutan.
  123. 123. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (5) iii. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek, atau fenomena lain. iv. Itemized rating scales: di mana dipilih suatu kategori dalam bentuk berurutan. v. Comparative rating scales: di mana orang, objek, atau fenomena lain dinilai dalam suatu standar orang, objek, atau fenomena lain.
  124. 124. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah: (6) b. Attitude scales: suatu kumpulan alat pengukuran yang mengukur tanggapan individu terhadap suatu objek. Jenis ini dibagi menjadi: a. Likert scale: repsonden menyatakan tingkat setuju atau tidak setuju mengenai berbagai pernyataan menegenai perilaku, objek, orang atau kejadian. b. Semantic differential: dimana responden menilai perilaku objek dengan skala 5 atau 7 titik dari dua kutub kata sifat atau frase.
  125. 125. Dua hal yang harus diperhatikan dalam desain instrumen adalah: 1. Urutan skala dan layout, 2. Pratest dan perbaikan
  126. 126. Bab 10
  127. 127. Tujuan analisis data adalah menyediakan informasi untuk memecahkan masalah Tahapan-tahapannya adalah: (1) 1. Proses pra-analisis. 2. Penyuntingan Data: Proses yang bertujuan agar data yang dikumpulkan memberikan kejelasan, dapat dibaca, konsisten, dan komplet. 3. Pengembangan Variabel. Hal ini diciptakan untuk analisis tertentu yang berkaitan dengan tujuan
  128. 128. Tahapan-tahapannya adalah: (2) 4. Pengkodean Data (Data Coding): menerjemahkan data ke dalam kode, biasanya kode angka, yang bertujuan untuk memindahkan data tersebut ke dalam media penyimpanan data dan analisis komputer lebih lanjut. 5. Cek Kesalahan. Proses ini mempunyai dua tugas, yaitu meyakinkan bahwa semua tahap pra-analisis sebelumnya telah dilakukan dengan benar, dan data yang telah diberi kode harus dicek kembali untuk mendeteksi kemungkinan adanya salah ketik
  129. 129. Tahapan-tahapannya adalah: (3) 6. Pembentukan Struktur data 7. Pra-analisis cek komputer. Hal ini dilakukan dengan menampilkan tabulasi frekuensi 8. Tabulasi
  130. 130. Bab 11
  131. 131. Analisis deskriptif dibedakan menjadi dua metode: 1.Metode kasus: Digunakan untuk menemukan ide-ide baru mengenai hubungan antarvariabel, yang kemudian diuji lebih mendalam dalam penelitian eksploratif 2.Metode statistik: Metode yang paling umum digunakan dalam dunia bisnis
  132. 132. Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi: 1. Ukuran Tendensi Sentral. Ada tiga metode untuk mengukur tendensi sentral, yaitu:  Rata-rata hitung, atau biasa disebut rata-rata.  Median: angka tengah yang diperoleh apabila data disusun dari nilai terendah hingga nilai tertinggi  Modus: nilai yang paling sering muncul.
  133. 133. Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi: 2. Ukuran variabilitas/ penyimpangan: suatu ukuran yang mengukur sebaran data. Biasanya akan menggunakan beberapa ukuran variabilitas sebagai berikut: a. Kecondongan (Skewness): Ukuran bentuk atau derajat simetri distribusi data b. Rentang (Range): Selisih antara nilai terbesar dan nilai terkecil dari suatu himpunan data.
  134. 134. Deskripsi dengan ukuran numerik dibagi dalam dua klasifikasi: c. Deviasi standar (Standard Deviation): ukuran penyimpangan yang diperoleh dari akar kuadrat dari rata-rata jumlah kuadrat deviasi antara masing- masing nilai dengan rata-ratanya. S = Standar Deviasi
  135. 135. Skewness dan Perbandingan rata-rata dari median Ukuran Tendensi Sentral dan Variabilitas
  136. 136. Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows meliputi: (1) 1. N, yaitu jumlah observasi yang valid/ tersedia datanya (Valid), dan yang hilang atau datanya tidak lengkap (Missing) 2. Mean, rata-rata dari data kuantitatif, yang diperoleh dari penjumlahan seluruh ukuran (data) dibagi dengan jumlah ukuran 3. Median, nilai tengah yang diperoleh apabila ukuran disusun dari nilai terkecil ke nilai terbesar.
  137. 137. Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows meliputi: (2) 4. Mode, yaitu ukuran yang frekuensinya paling sering muncul. 5. Std. Deviation, standar deviasi yang merupakan akar dari varians sampel. Semakin besar nilai standar deviasi berarti semakin tinggi penyimpangan data dengan nilai rata-ratanya. 6. Variance, jumlah dari selisih antara data dengan nilai rata- ratanya dibagi dengan (n – 1) 7. Skewness, kecondongan yang merupakan selisih antara rata-rata dan nilai tengah.
  138. 138. Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows meliputi: (3) 8. Std. Error of Skewness menunjukkan standar kesalahan dari nilai kecondongan 9. Kurtosis mengukur apakah distribusi data lebih tinggi, lebih rendah, atau sama pas di tengah dengan sitribusi normal. 10.Std. Error of Kurtosis menunjukkan standar kesalahan dari nilai kurtosis.
  139. 139. Rangkuman deskripsi data menurut SPSS for Windows meliputi: (4) 11.Range menunjukkan selisih antara nilai tertinggi dan nilai terendah 12.Minimum menunjukkan nilai minimum dari data 13.Maximum menunjukkan nilai maksimum dari data
  140. 140. Bab 12
  141. 141. Metode asosiasi akan membantu kita untuk memahami hubungan secara baik, namun juga membantu kita mengetahui kekuatan hubungan secara lebih baik Metode Asosiasi yang sesuai dengan Kombinasi Pengukuran
  142. 142. Analisis Bivariat: Prosedur Umum untuk Uji Asosiasi
  143. 143. Tabulasi Silang adalah cara termudah untuk melihat asosiasi dalam sejumlah data Korelasi Kontinjensi: untuk mengukur kekuatan hubungan dalam tabulasi silang. Untuk itu perlu menggunakan koefisien phi (f)
  144. 144. Korelasi Spearman Bank: cara yang paling tepat untuk mengukur asosiasi hubungan antar variabel. Rumusnya adalah: N = Jumlah Ranking d = perbedaan antar ranking dalam dua distribusi ranking
  145. 145. Uji perbedaan adalah untuk mendeteksi mengenai perbedaan antar kelompok yang amat berguna bagi para peneliti. Uji ini meliputi uji Chi Square untuk menguji perbedaan antar grup dan uji Z untuk perbedaan proporsi, serta uji t untuk perbedaan rata-rata
  146. 146. Bab 13
  147. 147. Analisis multivariat adalah analisis di mana masalah yang diteliti bersifat multidimensional dan menggunakan tiga atau lebih variabel Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (1) 1. Dependence Method: Analisis yang digunakan untuk menjelaskan atau memprediksi variabel terikat berdasarkan dua atau lebih variabel bebas. Metode ini terdiri empat macam, yaitu: a. Analisis Regresi berganda (Multiple Regression Analysis) b. Analisis Diskriminan Berganda (Multiple Discriminant Analysis)
  148. 148. Analisis ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu: (2) b. Analisis Multivariat Varians (Multivariate Analysis of Variance) c. Analisis Korelasi Kanonikal (Canonical Corrrelation Analysis) 2. Metode saling ketergantungan (Interdependence Method). Metode ini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: a. Analisis Faktor (Factor Analysis) b. Analisis Kluster (Cluster analysis) c. Skala multidimensional (Multidimensional Analysis)
  149. 149. Semua data yang dikumpulkan dapat dikelompokkan ke dalam: (1) 1. Data Kuantitatif: Data yang diukur dalam suatu skala numerik; hal ini dapat dibedakan menjadi: a. Data Interval: data yang diukur dengan jarak di antara dua titik pada skala yang sudah diketahui b. Data Rasio: data yang diukur dengan suatu proporsi.
  150. 150. Semua data yang dikumpulkan dapat dikelompokkan ke dalam: (2) 2. Data Kualitatif: Data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik. Data kualitatif digolongkan menjadi: a. Data nominal: data yang dinyatakan dalam bentuk kategori b. Data ordinal: data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena dinyatakan dalam peringkat..
  151. 151. Metode yang dapat digunakan untuk Analisis Regresi adalah: (1) 1. Metode OLS (Pangkat Kuadrat Terkecil Biasa). Metode ini mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap observasi terhadap garis tersebut. Tujuannya adalah untuk mengestimasi fungsi regresi populasi (FRP) berdasarkan fungsi regresi sampel
  152. 152. Metode yang dapat digunakan untuk Analisis Regresi adalah: (2) 2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu: 1. Uji signifikansi individual (uji statistik t): uji yang menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variase variabel terikat 1 2 3 4
  153. 153. Keterangan: 1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, 2. Hipotesis alternatifnya (Ha), parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, 3. Rumus Statistik t 4. Rumus lain Statistik t, dimana: n = jumlah observasi k = jumlah parameter dalam model, termasuk intersept
  154. 154. 2. Inferensi Hasil Regresi. Terdapat 3 jenis kriteria, yaitu (2) 2. Uji Signifikansi Simultan (uji statistik f): Menunjukkan apakah semua variabel bebas yang terdapat dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terkait. 1 2 3
  155. 155. Keterangan: 1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah semua parameter dalam model sama dengan nol, 2. Hipotesis alternatifnya (Ha), tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol, 3. Rumus Statistik F, dimana:
  156. 156. 3. Koefisien Determinasi: Perangkat yang mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Formulanya adalah: Selain itu, banyak juga peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik
  157. 157. ANOVA untuk Analisis Regresi
  158. 158. Analisis Diskriminan dipergunakan untuk diskriminasi dan klasifikasi Analisis Korelasi Kanonikal adalah analisis atau teknik yang digunakan untuk menentukan tingkat hubungan antara dua kelompok variabel yang masing-masing terdiri dari beberapa variabel Analisis MANOVA(multivariate analysis of variance) adalah analisis yang menaksir hubungan antara dua atau lebih variabel dependen dan klasifikasi atau faktor
  159. 159. Analisis Interdependence mempunyai tujuan yang berbeda, yaitu: untuk mengetahui lebih dalam mengenai struktur dari seperangkat variabel atau objek Analisis ini terdiri dari 3 macam: (1) 1. Analisis Faktor: jenis analisis yang digunakan untuk mengenali dimensi pokok atau keteraturan sebuah fenomena. Pendekatan yang paling populer digunakan adalah principal component analysis, yaitu analisis yang mentransformasikan sejumlah variabel ke dalam suatu variabel komposit baru, atau komponen utama yang tidak berkorelasi satu sama lain.
  160. 160. Analisis ini terdiri dari 3 macam: (2) 2. Analisis Kluster: Teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi objek atau individu yang serupa dengan memperhatikan beberapa kriteria. Tujuan utama penggunaan teknik ini adalah untuk menggolongkan individu atau objek yang berhubungan secara mutually exclusive ke dalam jumlah yang lebih kecil. Biasanya analisis ini digunakan untuk memudahkan segmentasi pasar dengan mengidentifikasi subjek atau individu yang memiliki kesamaan kebutuhan, gaya hidup, atau respon terhadap strategi pemasaran.
  161. 161. Analisis ini terdiri dari 3 macam: (3) 3. Skala multidimensi (Multidimensional Scale): Teknik yang digunakan untuk mengukur objek dalam ruang multidimensi berdasarkan kesamaan penilaian responden terhadap suatu objek. Alat analisis yang biasanya digunakan adalah Tipologi Klassen yang pada dasarnya membagi daerah berdasarkan dua indikator utama, yaitu pertumbuhan ekonomi daerah dan pendapatan perkapita daerah.
  162. 162. Bab 14
  163. 163. Studi ini adalah studi yang berusaha mengamati alasan atau penyebab terjadinya sebuah fenomena yang diteliti Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (1) 1. Model dan Prosedur. Hal ini melibatkan pemilihan dua kelompok yang berbeda pada variabel independen dan membandingkannya pada beberapa variabel dependen. Penentuan definisi dan pemilihan kelompok pembanding merupakan bagian yang sangat penting dalam prosedur kausal-komparatif.
  164. 164. Terdapat beberapa prosedur yang dapat dijalankan: (2) 2. Prosedur Kontrol. Metode statistik dan non-statistik yang dapat digunakan untuk mengendalikan variabel-variabel yang tidak berhubungan: a. Matching: Peneliti mencari subjek yang memiliki nilai yang sama atau serupa pada variable control b. Membandingkan grup atau subgrup yang homogen c. Analisis Covarian: metode statistic yang dapat digunakan untuk menyamakan kelompok pada satu atau lebih variable.
  165. 165. Statistik inferensi yang paling banyak digunakan dalam studi kausal-komparatif adalah: • Uji t, • ANOVA, • Uji Chi-square
  166. 166. Uji Kausalitas Granger Tujuan kausalitas Granger adalah meneliti apakah A mendahului B, ataukah B mendahului A, ataukah hubungan antara A dan B timbal balik. Granger mempostulasikan bahwa suatu variable X dikatakan menyebabkan variable lain, Y, apabila Y saat ini dapat diprediksi lebih baik dengan menggunakan nilai-nilai masa lalu X
  167. 167. Rumus yang digunakan untuk uji Kausalitas Granger adalah: Yt = Σ ai Y t-1 + Σ bj Xt-j + vt Xt = Σ ci X t-I + Σ dj Yt-j + µt Dimana (µt, vt) adalah vektor random independen dengan rata-rata nol dan matriks kovarian terbatas
  168. 168. Bab 15
  169. 169. Studi Eksperimen Penelitian investigasi dengan kondisi yang terkendali, di mana satu atau lebih variabel dapat dimanipulasi untuk melakukan uji hipotesis Tujuannya adalah untuk memungkinkan peneliti untuk mengendalikan situasi penelitian sehingga hubungan kausal antar variabel dapat dievaluasi
  170. 170. Teknik yang banyak digunakan oleh para peneliti adalah: •Teknik Analisis Komponen Utama (PCA), dan •Teknik Analisis Faktor (FA) Tujuan penggunaan teknik ini adalah untuk meringkas pola korelasi antarvariabel yang diamati, mengurangi jumlah variabel yang diobservasi dari jumlah yang banyak menjadi sedikit, memberikan definisi operasional bagi proses yang mendasari, atau menguji suatu teori mengenai proses yang melatarbelakangi
  171. 171. Langkah-langkah dalam penelitian eksperimen: 1. Pemilihan dan perumusan masalah 2. Pemilihan objek penelitian dan instrumen pengukurannya 3. Pemilihan desain penelitiannya 4. Pelaksanaan prosedur penelitian 5. Analisis data 6. Perumusan kesmpulan
  172. 172. Penelitian eksperimen, dipandu dengan minimal satu hipotesis yang menyatakan hubungan kausal yang diharapkan antara dua variabel. Dan biasanya penelitian eksperimen akan melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol Manipulasi langsung oleh peneliti atas minimal satu variabel independen adalah karakteristik tunggal yang membedakan penelitian eksperimen dengan metode penelitian yang lainnya
  173. 173. Kontrol menunjuk pada upaya peneliti untuk mempengaruhi kinerja variabel dependen. Dua macam variabel yang berbeda yang harus dikontrol, yaitu: 1. Variabel Subjek seperti tingkat kemampuan dari subjek dalam dua kelompok yang mungkin berbeda, dan 2. Variabel lingkungan seperti topik diskusi dan tingkat informasi dari tutor.
  174. 174. Bab 16
  175. 175. Format laporan menggambarkan secara umum bagaimana penyajian laporan penelitian Secara umum, laporan penelitian berisi:
  176. 176. Format laporan memerlukan beberapa penyesuaian dikarenakan setidaknya oleh dua alasan, yaitu: 1. Untuk menentukan seberapa resmi format yang harus digunakan, 2. Untuk mengurangi kompleksitas pelaporan
  177. 177. Untuk penyesuaian format terhadap tingkat formalitas, dapat dilihat pada tabel berikut
  178. 178. Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (1) 1.Halaman Judul: bagian ini meliputi judul laporan, kepada siapa laporan tersebut dibuat, dengan siapa laporan tersebut dikerjakan, dan tanggal presentasi 2.Halaman pengiriman: bagian ini hanya terdapat pada laporan semi formal/ resmi dan formal saja. Tujuannya adalah untuk mengirimkan laporan kepada si penerima. 3.Lembar pengesahan: bagian ini untuk mengesahkan penelitian, siapa yang bertanggung jawab dalam penelitian tersebut, dan sumber data yang mendukung penelitian
  179. 179. Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (2) 4.Daftar isi: bagian ini harus mencakup bagian dan subbagian laporan dengan diberi nomor halamannya. Bila ada gambar atau tabel, perlu juga dimasukkan dalam Daftar Gambar atau Daftar Tabel. 5.Ringkasan: bagian ini menjelaskan secara jelas tentang mengapa penelitian tersebut dilakukan, masalah penelitian apa yang diteliti, apa hasilnya, dan langkah apa yang selanjutnya perlu diambil.
  180. 180. Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (3) 6.Isi: bagian ini merupakan bagian terbesar dalam laporan. Pada subbagian penjelasan metodologi, ada lima hal yang perlu dibahas: a. Desain Penelitian b. Metode pengumpulan data c. Desain sampel d. Kerja lapangan e. Analisis
  181. 181. Sedangkan cakupan masing-masing bab adalah: (1) a. Pendahuluan: terdiri atas uraian mengenai Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Metodolog, Sistematika Penulisan. b. Survei literatur: mengidentfikasi secara cermat semua teori dan studi empiris sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian/ tesis.
  182. 182. Sedangkan cakupan masing-masing bab adalah: (2) c. Metodologi: menjelaskan kronologis penelitian, termasuk, cara pengumpulan data, macam data, alat analisis, dan model yang digunakan. d. Analisis data: menyajikan hasil-hasil utama penelitian yang mengikuti metodologi yang telah digariskan. e. Kesimpulan & Implikasi: menyajikan pernyataan apa penemuan penelitian ini dan tindak lanjutnya.
  183. 183. Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (4) 7. Lampiran: berisikan bahan-bahan yang mendukung dan bermanfaat bagi pembaca
  184. 184. Proses penulisan secara singkat dapat digambarkan dalam gambar berikut:
  185. 185. Skema laporan memiliki dua fungsi utama: 1.Menunjukkan urutan penyajian laporan: ditunjukkan oleh urutan pada halaman 2.Menunjukkan bagaimana bagian-bagian yang ada saling terkait: ditunjukkan oleh indensitas (indentation) subbagian yang ada
  186. 186. Ada dua cara pokok dalam menulis skema laporan: 1. Metode Tradisional: menggunakan nomor dan huruf untuk menunjukkan tingkat subordinasi 2. Metode Baru/ Metode Desimal: menggunakan sistem desimal
  187. 187. Menulis konsep pertama sering kali menjadi kesulitan yang dihadapi pada penulisan sebuah laporan penelitian. Ada beberapa saran: 1. Konsolidasikan waktu. 2. Jika ditemui kesulitan untuk memulai, letakkan pena di atas kertas dan tuliskan semua yang ada dalam benak anda. 3. Jangan melakukan revisi dan koreksi yang berlebihan pada konsep pertama. 4. Gunakan tape recorder bila memang dapat membantu
  188. 188. Revisi Hal yang paling penting dalam pemeriksaan tulisan adalah objektivitas. Salah satu caranya adalah menyingkirkan draft yang telah dibuat sebelum merevisinya. Cara yang lain adalah meminta orang lain untuk membaca, dan mendorongnya untuk memberikan saran
  189. 189. Tujuan utama revisi adalah untuk menghilangkan masalah ketidakjelasan (vagueness). Empat kriteria revisi dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Periksa tulisan agar mudah dibaca 2. Revisi tata bahasa dan ejaan 3. Evaluasi kelayakan 4. Evaluasi isi
  190. 190. Referensi Dengan adanya referensi, maka menunjukkan bahwa tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan gagasan sendiri, tetapi merupakan gagasan, informasi, dan bukti dari orang lain. Hal tersebut adalah kekuatan dan bukan kelemahan, karena bila memang orang lain telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran yang berharga, maka tidak perlu ragu untuk menjadikannya referensi.
  191. 191. Referensi memungkinkan pembaca untuk menyelidiki sumber yang sama untuk mereka gunakan, sehingga pembaca tanpa kesulitan mampu melacak sumber yang Anda gunakan di perpustakaan. Adanya referensi juga untuk menghindari tuduhan penjiplakan atau plagiarisme, dan juga membantu meningkatkan nilai akademik seperti pertukaran pengetahuan, dengan cara menunjukkan sumber yang ada kepada pembaca dan menghargai ilmu pengetahuan dengan mengakui pemikiran orang lain.

×