• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Spesifikasi Teknis Jembatan Selat Sunda
 

Spesifikasi Teknis Jembatan Selat Sunda

on

  • 2,095 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,095
Views on SlideShare
2,091
Embed Views
4

Actions

Likes
1
Downloads
103
Comments
0

2 Embeds 4

http://localhost 3
https://twitter.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Spesifikasi Teknis Jembatan Selat Sunda Spesifikasi Teknis Jembatan Selat Sunda Presentation Transcript

    • PERKEMBANGAN TEKNOLOGI JEMBATAN GANTUNG 10000 9000 8000Panjang Bentang Tengah 7000 6000 Gibraltar Strait 2016 Bentang 5000 m 5000 Messina Strait 1994 Bentang 3300 m 4000 JSS 2025 3000 Bentang 2200 m Akashi Kaikyo 1998 Bentang 1991 m Golden Gate 1937 2000 Bentang 1280 m Great Belt - East 1998 Xihoumen 2008 Bentang 1624 m Bentang 1650 m Brooklyn 1883 Runyang 2005 Menai 1826 Humber 1981 Bentang 1400 m 1000 Bentang 488 m Bentang 1410 m Jiang Yin 2000 Bentang 177 m Bentang 1385 m 0 1800 1825 1850 1875 1900 1925 1950 1975 2000 2025 2050 2075 Tahun
    • SEJARAH PERENCANAAN JSS1960• Prof. Sedyatmo dalam orasi ilmiah di ITB mengemukakan konsep 1986 Tri Nusa Bimasakti, • Men Ristek/Kepala BPPT wacana menghubungkan ditugaskan oleh Presiden Bali – Jawa – Sumatera Soeharto untuk mengkaji untuk menjadi satu konsep Tri Nusa kesatuan ekonomi. Bimasakti. 1965 1988 – 1992 • Jurusan Teknik Sipil ITB • Kem. PU dan BPPT memamerkan maket melakukan studi sarana sarana penyeberangan penyeberangan Selat Selat Sunda berupa Sunda (jembatan, serangkaian jembatan terowongan, pelabuhan gantung di Gedung Pola, feri) dengan pembiayaan Jakarta, dalam acara dari JICA. peringatan HUT RI ke-20.
    • PRA-DESAIN JSS Yang dipaparkan berikut ini merupakan hasil pra-desainJembatan Selat Sunda sebagai bagian dari pra-studi kelayakan yang telah diselesaikan oleh Wiratman & Associates ataspenugasan dari PT. Bangungraha Sejahtera Mulia – Artha Graha Network dan secara resmi telah diserahkan oleh Pemerintah Daerah Banten dan Pemerintah Daerah Lampung kepada Pemerintah Indonesia pada tanggal 13 Agustus 2009
    • DESAIN GEOMETRIK Sangiang Sumatera Panjurit Jawa Kedalaman Sangiang Warna Dari (m) Sampai (m) -150.00 -125.00 -125.00 -100.00 -100.00 -75.00 Sumatera Panjurit -75.00 Jawa -50.00 -50.00 -25.00 note : Kedalaman -25.00 0.00 Warna Dari Sampai Hasil survey batimetri tahun 2009 sebagai bagian dari pra studi kelayakan atas penugasan PT.BSM 0.00 (m) 25.00 (m) -150.00 -125.00 -125.00 -100.00 -100.00 -75.00 -75.00 -50.00 Seksi IV Seksi II -50.00 -25.00 note : 3.8 km 3.8 km -25.00 0.00 Hasil survey batimetri tahun 2009 sebagai bagian dari pra studi kelayakan atas penugasan PT.BSM 0.00 25.00 0.8 km 2.2 km 0.8 km 0.8 km 2.2 km 0.8 km Seksi V Seksi III Seksi I 6.35 km 8.55 km 6.5 km 0.0% % 00. 0 % 00.1- % 00. 1 % 79.0- ± 86 m % 88.0- %79.0 % 00. 0 % 00. 0 +0.00 MSLSumatera Jawa Palung : -135 m Sangiang Palung : -114 m Panjurit
    • VERIFIKASI RUANG BEBASKEBUTUHAN RUANG BEBAS VERTIKAL Tinggi udara = Tinggi total – Draft Terisi + 5 meter ( tambahan untuk kondisi kosong dan faktor-faktor yang tidak diperhitungkan ) Draft Tinggi Tinggi Panjang Lebar Nama Kapal (Tahun beroperasi) Tipe Terisi Total Udaraa (m) (m) (m) (m) (m) Emma Maersk (Agustus 2006) Container Vessel 397 56 15.5 62.1 51.6 Explorer of the Seas (Oktober 2000) Passenger Ship 311 47.4 8.3 72.3 69 RMS Queen Mary 2 (Januari 2004) Passenger Ship 345 45 10.1 72 67.1 Freedom of the Seas (Juni 2006) Passenger Ship 338.91 56.08 8.53 63.7 60.17 Liberty of the Seas (Mei 2007) Passenger Ship 338.91 56.08 8.53 63.7 60.17 Oasis of the Seas (Desember 2009) Passenger Ship 361.8 60.5 9.3 81.3 77 USS Enterprise (Januari 1962) Aircraft Carrier 342 77.1 12 75 68
    • VERIFIKASI RUANG BEBASKEBUTUHAN RUANG BEBAS HORISONTAL BERDASARKAN SHIP DOMAIN THEORY 3,2 L 1,6 L 6,7-8,2 L 3,5-5,0 L Ruang Bebas Horisontal Panjang Lalu Lintas Satu Arah Lalu Lintas Dua Arah Nama (m) Bebasa Terkendali Bebas Terkendali (m) (m) Min (m) Maks (m) Min (m) Maks (m) Emma Maersk 397 1270 635 2660 3255 1390 1985 Explorer of the Seas 311 995 498 2084 2550 1089 1555 RMS Queen Mary 2 345 1104 552 2312 2829 1208 1725 Freedom of the Seas 338.91 1085 542 2271 2779 1186 1695 Liberty of the Seas 338.91 1085 542 2271 2779 1186 1695 Oasis of the Seas 361.8 1158 579 2425 2967 1267 1809 USS Enterprise 342 1094 547 2291 2804 1197 1710
    • VERIFIKASI RUANG BEBASRuang bebas vertikal Jembatan Gantung Selat Sunda direncanakan 85 m dari HWL agarlebih tinggi dari tinggi udara terbesar serta memperhitungkan efek kenaikan elevasi airlaut akibat pemanasan global.Ruang bebas horizontal Jembatan Gantung Selat Sunda yang tersedia adalah 2100 msehingga memenuhi persyaratan lalu lintas kapal bebas 1 arah.
    • REFERENSI DESAINDesain struktur atas Jembatan Gantung Selat Sunda mengacu pada desainJembatan Selat Messina, sedangkan desain struktur bawahnya mengacu padadesain Jembatan Akashi Kaikyo. Akashi KaikyoSelat MessinaPra-desain Jembatan Selat Sunda telah dibahas bersama antara Wiratman &Associates dan Stretto di Messina di kantor pusat SdM di Roma pada tanggal 30Juni – 2 Juli 2009.
    • JEMBATAN GANTUNG ULTRA PANJANGPENAMPANG DEK TRIPLE BOKS (DEK GENERASI KETIGA)TINGGI DEK : 3.0 mTINGGI BALOK MELINTANG : 4.5 mJARAK ANTAR BALOK MELINTANG (JARAK KABEL PENGGANTUNG) : 30 mLEBAR TOTAL : 60.0 m, terdiri dari : • 3 lajur lalu lintas, masing-masing arah selebar 3 x 3.75 m • 2 lintasan kereta api selebar 10 m • Lajur maintenance, masing-masing sisi selebar 5.05 m
    • JEMBATAN GANTUNG ULTRA PANJANG
    • JEMBATAN GANTUNG ULTRA PANJANG
    • ULTRA LONG SPAN SUSPENSION BRIDGEPILON • Sag to span ratio yang digunakan = 1 : 10 • Tinggi total pilon dari MSL = 322.4 m • Ruang bebas vertikal untuk navigasi = 86 m (Dari MSL) • Penampang pilon menggunakan panel mono cellular dengan baja mutu tinggi setebal 80 mm 322.4 m 324 m 134 m 18 m 86 m (MSL) + 0.00 15 m
    • KONSTRUKSI KAISON JEMBATAN AKASHI KAIKYOSumber : History & National Geographic Channel
    • KAJIAN STRUKTURUntuk mengkaji kekuatan dan kehandalan struktur, ditinjaupengaruh dari beban-beban yang bekerja yaitu : Beban mati (Berat sendiri) Beban hidup (Beban kereta rel dan beban lalu lintas) Beban angin Beban gempa
    • ANALISIS BEBAN MATIUrutan besar komponen gaya aksial pada kabel utama: Pada bentang 1.000 m : berat sendiri dek, beban kereta rel, berat sendiri kabel, beban lalu lintas jalan. Pada bentang 2.000 m : berat sendiri kabel = berat sendiri dek, beban kereta rel, beban lalu lintas jalan. Pada bentang 3.000 m : berat sendiri kabel, berat sendiri dek, beban kereta rel, beban lalu lintas jalan.
    • ANALISIS BEBAN MATIBERAT DEK DAN KABEL UTAMA BERAT DEK BERAT KABEL JEMBATAN ton/m ton/mAkashi Kaikyo 23 12(Bentang 1991 m)Selat Messina 18 32(Bentang 3300 m)Selat Sunda 18 18(Bentang 2200 m)Dengan menggunakan sistem dek triple boks, berat dek JSS menjadi relatifringan, sehingga berat kabel utama yang dibutuhkan tidak menjadi relatifbesar.
    • ANALISIS BEBAN HIDUP 8 ton/m, 750 mPerubahan kelandaian jembatan akibat beban kereta rel menentukan kelayakan /keselamatan penyeberangan. Dalam kasus Jembatan Gantung Selat Sunda, bebankereta rel mengakibatkan perubahan kelandaian sebesar 0.015% yang memenuhipersyaratan maksimum 0.05%, sehingga kereta rel tidak akan menemui masalahketika melaju di atas jembatan.
    • ANALISIS BEBAN ANGIN“3 s gust” pada ketinggian 70 m Periode Ulang (tahun) 50 200 2000 >2000Kecepatan angin di 29 m/s 49 m/s 58 m/s 62 m/s Selat Sunda Periode Ulang (tahun) 50 200 2000 >2000Kecepatan angin di 44 m/s 47 m/s 54 m/s 60 m/s Selat Messina
    • ANALISIS BEBAN ANGIN Lendutan lateral maksimum akibat 9 meter beban angin 60 m/s adalah sebesar 9 meter. LENDUTAN MAKSIMUM AKIBAT JEMBATAN ANGIN (meter)Akashi Kaikyo 30Selat Messina 10Selat Sunda 9
    • DEFINISI FLUTTER Pengaruh angin yang harus diwaspadai adalah gejala flutter (aero-elastic instability). Flutter terjadi apabila ragam getar vertikal berimpit / bergabung dengan ragam rotasional sehingga saling memperbesar. Sebagai contoh adalah keruntuhan Jembatan Tacoma Narrows akibat gejala flutter oleh angin dengan kecepatan hanya 60 km/jam pada tahun 1940.Sumber : archive.org
    • STABILITAS AERO-ELASTIKUntuk memastikan keamanan terhadap flutter, syarat berikut harus terpenuhi :Ragam getar vertikal Ragam getar rotasionalRagam getar vertikal (ragam ke-2) Ragam getar rotasional (ragam ke-8)mempunyai waktu getar 13.1 detik mempunyai waktu getar 8.4 detikRasio frekuensi antara kedua ragam tersebut = 1.56
    • STABILITAS AERO-ELASTIKRASIO FREKUENSI BEBERAPA JEMBATAN GANTUNG DI DUNIA Jembatan Bentang (m) Jenis dek Rasio frekuensi Severn 988 Single boks 2,65 Humber 1410 Single boks 2,80 Storebaelt 1624 Single boks 2,79 Xihoumen 1650 Double boks  2,00 Akashi 1991 Rangka 2,35 Selat Sunda 2200 Triple boks 1,56 Messina 3300 Triple boks 1,36
    • STABILITAS AERO-ELASTIKKESIMPULAN DARI STABILITAS AERO-ELASTIKDari tabel terlihat, rasio frekuensi Jembatan Gantung Ultra-panjang Selat Sundasebesar 1,56 adalah cukup baik, artinya frekuensi ragam rotasional pertama cukupjauh keberadaannya dari frekuensi ragam vertikal pertama, sehingga kecilkemungkinannya ke dua ragam tersebut bergabungMenurut uji coba terowongan angin Jembatan Selat Messina, gejala flutter baruakan terjadi pada kecepatan angin 90 m/detik atau 324 km/jam. JembatanGantung Ultra-panjang Selat Sunda yang mempunyai jenis dek yang sama tetapidengan bentang yang lebih pendek, paling tidak akan mempunyai kecepatanflutter yang sama 324 km/jam.Kecepatan angin setinggi ini belum pernah dan tidak akan pernah terjadi di SelatSunda, berarti Jembatan Gantung Ultra-panjang Selat Sunda dapat dianggapbebas flutter
    • ANALISIS GEMPA PERCEPATAN PUNCAK BATUAN DASAR (PGA)Dari hasil Probabilistic Seismic Hazard Analysis, diperoleh : Periode ulang (tahun) 50 200 2000 >2000Percepatan puncakbatuan dasar (PGA) 0.1-0.15 ga 0.15-0.25 ga 0.4-0.5 g 0.5-0.6 ga Selat Sunda Periode ulang (tahun) 50 200 2000 >2000Percepatan puncakbatuan dasar (PGA) 0.12 g 0.27 g 0.58 g 0.64 g Selat MessinaPada kasus Selat Sunda, struktur jembatan didesain untuk menahangempa hingga besaran 9.0 Skala Richter
    • ANALISIS GEMPA RAGAM GETAR PERTAMA JEMBATAN GANTUNG ULTRA PANJANGRagam lateral pertama yang simetris (ragam no.1); waktu getar alami 23.9 detik;berkaitan dengan gerak lateral bandul dari dek dan kabel; didominasi oleh kekakuangeometrik kabel.
    • ANALISIS GEMPARAGAM GETAR DOMINAN PILON Ragam dominan pilon arah lateral pada ragam ke 49; periode natural 2.97 detik Ragam dominan pilon arah longitudinal pada ragam ke-72; periode natural 2.06 detik
    • ANALISIS GEMPA RESPONSE SPEKTRUM TIPIKALArtinya kalau terjadi gempa, pilon-pilon berguncang keras mengikuti pergerakantanah, sedangkan pergerakan kabel utama dan deknya relatif lemah.Pilon bekerja sebagai base isolator yang meredam gerakan tanah sehingga tidakmerambat ke struktur atas (kabel utama dan dek).
    • ANALISIS GEMPAAnalisis beban gempa terdiri dari :1. Analisis beban gempa statik ekuivalen (analisis ragam)2. Analisis respons dinamikBerikut riwayat waktu respons dinamik akibat Gempa El Centro 1940 NS denganPGA Transversal 0.2 g. Dari analisis tesebut diperoleh simpangan lateralmaksimum pada dek sebesar 2.8 m
    • PENGARUH GEMPA VULKANIKKarena jaraknya ke lokasi jembatan yang besar (50 km), pengaruh gempavulkanik akibat letusan gunung anak krakatau tidak signifikan.Tsunami yang mungkin terjadi tidak membahayakan jembatan karena ketinggiangelombang tidak akan lebih dari tinggi ruang bebas vertikal yaitu 85 m di ataspermukaan laut tertinggi (HWL).Beban beban yang mungkin muncul akibat aktivitas gunung berapi sepertibeban debu vulkanik dan beban gelombang tsunami turut diperhitungkan dalamanalisis struktur.
    • ESTIMASI BIAYA Rencana Biaya Total Konstruksi Jembatan Selat Sunda No SEKSI Biaya (USD) 1 SEKSI I 704,847,248 2 SEKSI II 3,505,952,600 3 SEKSI III 855,980,699 4 SEKSI IV 3,490,673,063 5 SEKSI V 594,121,678 6 M/E 101,500,000 7 TOTAL 9,253,075,288Ket : Biaya total menggunakan standard harga tahun 2009, belum memperhitungkan eskalasi harga, bunga bank serta tidak termasuk biaya untuk pengembangan wilayah Selat Sunda