• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Makalah anak berkonflik dengan hukum
 

Makalah anak berkonflik dengan hukum

on

  • 4,450 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,450
Views on SlideShare
4,450
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
60
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Makalah anak berkonflik dengan hukum Makalah anak berkonflik dengan hukum Presentation Transcript

    • PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM Oleh: SULAIMAN ZUHDI MANIK Manager Program PKPA AcehDipersentasekan pada Seminar Sosialisasi Anak Jantho, 16 Mei 2007
    • Deklarasi Hak-Hak Anak menyatakanAnak belum matang jasmani dan mentalnya. Anakmemerlukan pengamanan dan pemeliharaan khusustermasuk perlindungan hukum yang layak, sebelum dansesudah kelahiran.Anak dikelompokkan orang lemah dan rawan. Sangatberesiko karena sifatnya tergantung kepada orangdewasa, karena tingkat usia, perkembangan fisik,mental, moral dan spiritualnya belum matang. Belumbisa berpikir seperti orang dewasa berpikir, belummampu membuat keputusan (adjustment) mana yangbaik dan kurang baik.Kendati dalam batas tertentu telah memiliki pendirianatau pilihan namun karena keadaan mental dan fisikbelum matang, menyebabkan perbuatan ataukeputusannya dianggap belum dapatdipertanggungjawabkan
    • Anak…Secara sosiologis, budaya atau sistemnasional di dunia, anak-anakdikesampingkan. Mereka adalah kelompokyang dieksklusi secara sosial, kultural atausecara legal karena dianggap belummemiliki kapasitas memutuskan apa yangterbaik bagi dirinya
    • Perlindungan khususDalam hukum pidana Indonesia pengertian anakdalam penafsiran hukum negatif.Sebagai subjek hukum, anak memilikitanggungjawab terhadap tindak pidana yangdilakukan.Karena statusnya di bawah umur, anak memilikihak-hak khusus, hak untuk memperolehnormalisasi dari perilakunya yang menyimpangsekaligus tetap mengupayakan agar si anakmemperoleh hak atas kesejahteraan layak danmasa depan lebih cerah
    • Tujuan Proses HukumPada dasarnya proses hukum tidak hanyauntuk membuktikan kesalahannya dan apaakibat dari kesalahannya.Hal penting harus dibuktikan, mengapa sianak melakukan penyimpangan,bagaimana upaya yang akan dilakukanpemerintah, masyarakat dan keluargadalam menanggulangi perilakunya
    • Kebijakan kriminal (criminal policy)mengenai perbuatan menyimpang yangdilakukan anak tidak seharusnyadisamakan dengan penyimpangan orangdewasa.Penanganan perkara tindak pidana yangdilakukan anak bukan hanya prosespembuktian kesalahannya tapi harusdapat membuktikan tindakan-tindakanyang berdasarkan situasi dan kondisiobjektif si anak, bukan atas dasar criminalmind yang datang dari dalam diri si anak.
    • Dengan demikian:Peradilan anak pada hakikatnya bukan untukmenghukum tapi untuk memberikan kepentingan yangterbaik kepada anak (the best interests of the child)Prinsip ini seharusnya melandasi setiap kebijakan dantindakan yang dilakukan siapapun.Pasal 3 Konvensi Hak Anak menyebutkan, ”Dalam semuatindakan yang menyangkut anak- anak, baik yangdilakukan lembaga-lembaga kesejahteraan sosialpemerintah atau swasta, pengadilan, para penguasapemerintahan atau badan legislatif, kepentingan terbaikharus menjadi pertimbangan utama.”
    • Anak dalam Hukum PidanaPengertian anak dalam hukum pidana di Indonesiamencakup pengertian: anak dinilai belum mampumempertanggungjawabkan tindak pidana yang dilakukanAnak berhak atas pengembalian hak-haknya melaluiproses substitusi hak-hak anak yang timbul dari aspekhukum perdata dan tata negara untuk mensejahterakananak dan berlangsungnya rehabilitasi mental-spiritual sianak akibat tindakan hukum pidana yang dilakukan sertahak untuk memperoleh pelayanan, asuhan dan hak-haklainnya dalam proses hukum acara pidana.
    • Penjatuhan Pidana Kepada AnakPenjatuhan pidana harus sebagai ultimumremedium, (pilihan terakhir)Harus melalui pertimbangan matangdengan melibatkan banyak pihakberkompetenHarus diyakini bertujuan dalam rangkakepentingan yang terbaik bagi anak.
    • UU No. 13 tahun 1997 tentang Peradilan AnakDalam pertimbangan UU No. 3/1997 diakui anak memerlukanpembinaan dan perlindungan dalam rangka menjamin pertumbuhandan perkembangan fisik, mental, dan sosial secara utuh, serasi,selaras, dan seimbangDalam pasal 5 dinyatakan, anak belum mencapai umur 8 (delapan)tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana, terhadapanak tersebut dapat dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik.Bila menurut hasil pemeriksaan, Penyidik berpendapat anak tersebutmasih dapat dibina orang tua, wali, atau orang tua asuhnya,Penyidik menyerahkan kembali anak tersebut kepada orang tua,wali, atau orang tua asuhnya.Bila menurut hasil pemeriksaan, Penyidik berpendapat anak tidakdapat dibina lagi oleh orang tua, wali, atau orang tua asuhnya,Penyidik menyerahkan anak tersebut kepada Departemen Sosialsetelah mendengar pertimbangan dari Pembimbing Kemasyarakatan
    • Anak Berkonflik dengan Hukum di IndonesiaSekitar 4.277 anak berusia di bawah 16 tahun menjalaniproses pengadilanSekitar 13.242 anak berusia 16-18 tahun dipenjara dan 98% diantaranya adalah laki-lakiSekitar 80 % kasus anak yang ditangani di kepolisianditeruskan ke dalam proses peradilan formalSekitar 80 % kasus-kasus petty crimes (kejahatan ringan)Sekitar 83 % anak yang menjalani pengadilan dihukumpenjaraDi NAD, jumlah anak yang ditahan polisi 60 orang dan 73anak terlibat kasus makar (BAPAS, 2004-2005)Propinsi paling tinggi jumlah anak yang dipenjara diJakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan danSumatera Utara (Naning P & Hadi Utomo: 2007)
    • Anak-anak ditahan/dipenjaraPenjara Indonesia tidak layakLAPAS belum adaLAPAS dijejali tahanan orangdewasaTahanan titipan tersebut adalahtahanan kasus narkoba
    • Perangkat Hukum Internasional International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)Tidak seorangpun boleh dicabutkebebasannya kecuali atas dasardan sesuai prosedur yangditetapkan oleh hukum (pasal 9 ICCPR)Tak seorangpun boleh ditangkapatau ditahan secara semena-mena (ayat 1 ICCPR)
    • BEIJING RULES:Peraturan Standard Minimum PBB untuk Pelaksanaan Peradilan Anak (Resolusi MU PBB No. 40/33-29 Nov. 1985 Perlakuan adil dan manusiawi untuk menjamin kebutuhan dan kesejahteraan anak Proporsionalitas antara pelanggaran dengan pelanggar Penggunaan program pelayanan masyarakat untuk diversi dari proses pengadilan formal, dengan persetujuan anak Penahanan sebagai upaya terakhir dan untuk waktu yang paling singkat Anak yang terpaksa ditahan, dipisahkan dari orang dewasa Mengutamakan kepentingan terbaik anak Adanya partisipasi penuh dari si anak Pencabutan kemerdekaan hanya untuk pelanggaran serius Institutionalisasi adalah upaya terakhir Dilarang memberlakukan hukuman badan Pelatihan bagi petugas polisi Pelayanan pendidikan bagi anak dalam perlakuan institusional Pembebasan secepat mungkin
    • Juvenile Deprived of their Liberty (JDL)Peraturan PBB tentang Perlindungan bagi Anak yang Kehilangan Kebebasan Resolusi PBB No. 45/133-14 Nov. 1990Definisi PERENGGUTAN KEMERDEKAAN:segala bentuk penahanan atau hukumanpenjara apapun atau penempatanseseorang pada satu tempat penahanan,dimana orang tersebut tidak diperkenankanpergi sesukanya, atas perintah suatu pihakkehakiman, administratif atau pihak umumlainnya
    • Anak yang ditangkap atau menunggu persidanganTindakan penahanan harus dihindariPenahanan yang terpaksa, dibatasi untukkeadaan tertentuHarus diupayakan langkah-langkah alternatifSemua anak harus dianggap tidak bersalahProses pengadilan yang cepatPenahanan harus dipisahkan dari anak-anakyang dipidanaHarus ada bantuan hukum untuk anak
    • Anak harus tetap:BersekolahBerolah raga setiap hari di luar ruanganAda partisipasi dalam kegiatan waktu luangTetap memiliki benda-benda milik pribadiTetap berhubungan dengan masyarakat luasMendapat kunjungan pribadi sedikitnya sekali seminggudan tidak lebih sedikit dari satu kali dalam satu bulanPenghukuman yang adilMendapat copy tentang peraturan lembaga di saatpenerimaanDiwawancara ketika penerimaanMendapat informasi jika ada keluarganya yang sakit ataumeningal
    • Fasilitas yang harus dipenuhi:Tempat tidur harus bersihSelimut yang cukupPembuangan air lancarAir minum bersihPerawatan kesehatanPemeriksaan mandiri yang rutinPembatasan penggunaan senjata apiPelarangan hukuman yang kejamPemisahan dari orang dewasaPemisahan antara anak yang lebih tua dengan anakyang lebih muda