Your SlideShare is downloading. ×
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Definisi kognitif
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Definisi kognitif

48,129

Published on

4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
48,129
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
486
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. DEFINISI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK1. Kognitif Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu: 1. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) 2. Pemahaman (comprehension) 3. Penerapan (application) 4. Analisis (analysis) 5. Sintesis (syntesis) 6. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation) Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa untuk menghubungakan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian aspek kognitif adalah subtaksonomi yang mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat yang paling tinggi yaitu evaluasi.2. Afektif Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: 1. Receiving atau attending ( menerima atua memperhatikan) 2. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya partisipasi aktif” 3. Valuing (menilai atau menghargai) 4. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) 5. Characterization by evalue or calue complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai)3. Psikomotorik Ranah psikomotor merupakan ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) tau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajaran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
  • 2. Teori belajar bloom Belajar kognitif,Afektif dan psikomotorik merujuk pada taksonomi yang dibuat untuktujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom pada tahun1956.Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain (ranah, kawasan) dansetiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkanhirarkinya. Tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga domain, yaitu: 1. Cognitive Domain (Ranah Kognitif), yang berisi perilaku-perilaku yangmenekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. 2. Affective Domain (Ranah Afektif) berisi perilaku-perilaku yang menekankanaspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. 3. Psychomotor Domain (Ranah Psikomotor) berisi perilaku-perilaku yangmenekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, danmengoperasikan mesin. Beberapa istilah lain yang juga menggambarkan hal yang sama dengan ketiga domaintersebut di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu: cipta, rasa, dankarsa. Selain itu, juga dikenal istilah: penalaran, penghayatan, dan pengamalan. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yangberurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkahlaku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan jugatingkah laku dari tingkat yang lebih rendah, seperti misalnya dalam ranah kognitif, untukmencapai “pemahaman” yang berada di tingkatan kedua juga diperlukan “pengetahuan” yangada pada tingkatan pertama. Domain Kognitif Bloom membagi domain kognisi ke dalam 6 tingkatan. Domain ini terdiri dari dua bagian:Bagian pertama berupa adalah Pengetahuan (kategori 1) dan bagian kedua berupa Kemampuandan Keterampilan Intelektual (kategori 2-6)  Pengetahuan (Knowledge)
  • 3. Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta,gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika dimintamenjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baikdefinisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untukproduk,  Aplikasi (Application) Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur,metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentangpenyebab meningkatnya reject di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampumerangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk fish bone diagram.  Analisis (Analysis) Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisis informasi yang masuk danmembagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenalipola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibatdari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya reject, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiappenyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.bagus banget Zuljalal Aziz (bicara) 12 Desember 2011 20.56 (UTC)  Sintesis (Synthesis) Satu tingkat di atas analisis, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan strukturatau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atauinformasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, ditingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat rejectdi produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.  Evaluasi (Evaluation) Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan,metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikannilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harusmampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, urgensi, nilaimanfaat, nilai ekonomis, dsb
  • 4. Domain Afektif Pembagian domain ini disusun Bloom bersama dengan David Krathwol.  Penerimaan (Receiving/Attending) Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya.Dalam pengajaranbentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.  Tanggapan (Responding) Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya.Meliputi persetujuan,kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.  Penghargaan (Valuing) Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atautingkah laku.Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yangdiekspresikan ke dalam tingkah laku.  Pengorganisasian (Organization) Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuksuatu sistem nilai yang konsisten.  Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex) Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristikgaya-hidupnya. Domain Psikomotor Rincian dalam domain ini tidak dibuat oleh Bloom, tapi oleh ahli lain berdasarkan domainyang dibuat Bloom.  Persepsi (Perception) Penggunaan alat indera untuk menjadi pegangan dalam membantu gerakan.  Kesiapan (Set) Kesiapan fisik, mental, dan emosional untuk melakukan gerakan.  Guided Response (Respon Terpimpin) Tahap awal dalam mempelajari keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnyaimitasi dan gerakan coba-coba.  Mekanisme (Mechanism) Membiasakan gerakan-gerakan yang telah dipelajari sehingga tampil dengan meyakinkandan cakap.
  • 5.  Respon Tampak yang Kompleks (Complex Overt Response) Gerakan motoris yang terampil yang di dalamnya terdiri dari pola-pola gerakan yangkompleks.  Penyesuaian (Adaptation) Keterampilan yang sudah berkembang sehingga dapat disesuaikan dalam berbagai situasi.  Penciptaan (Origination) Membuat pola gerakan baru yang disesuaikan dengan situasi atau permasalahan tertentu.Pendidikan sebagai sebuah proses belajar memang tidak cukup dengan sekedar mengejarmasalah kecerdasannya saja. Berbagai potensi anak didik atau subyek belajar lainnya juga harusmendapatkan perhatian yang proporsional agar berkembang secara optimal. Karena itulah aspekatau factor rasa atau emosi maupun ketrampilan fisik juga perlu mendapatkan kesempatan yangsama untuk berkembang.Sejalan dengan pengertian kognitif afektif psikomotorik tersebut, kita juga mengenal istilahcipta, rasa, dan karsa yang dicetuskan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara.Konsep ini jugamengakomodasi berbagai potensi anak didik.Baik menyangkut aspek cipta yang berhubungandengan otak dan kecerdasan, aspek rasa yang berkaitan dengan emosi dan perasaan, serta karsaatau keinginan maupun ketrampilan yang lebih bersifat fisik.Konsep kognitif, afektif, dan psikomotorik dicetuskan oleh Benyamin Bloom pada tahun1956.Karena itulah konsep tersebut juga dikenal dengan istilah Taksonomi Bloom.Pengertian kognitif afektif psikomotorik dalam Taksonomi Bloom ini membagi adanya 3domain, ranah atau kawasan potensi manusia belajar.Dalam setiap ranah ini juga terbagi lagi kedalam beberapa tingkatan yang lebih detail. Ketiga ranah itu meliputi :1. Kognitif (proses berfikir )Kognitif adalah kemampuan intelektual siswa dalam berpikir, menegtahui dan memecahkanmasalah.Menurut Bloom (1956) tujuan domain kognitif terdiri atas enam bagian :a. Pengetahuan (knowledge)mengacu kepada kemampuan mengenal materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampaipada teori-teori yang sukar. Yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan denganbenar.b. Pemahaman (comprehension)Mengacu kepada kemampuan memahami makna materi. Aspek ini satu tingkat di ataspengetahuan dan merupakan tingkat berfikir yang rendah.
  • 6. c. Penerapan (application)Mengacu kepada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari padasituasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan dan prinsip. Penerapan merupakan tingkatkemampuan berfikir yang lebih tinggi daripada pemahaman.d. Analisis (analysis)Mengacu kepada kemampun menguraikan materi ke dalam komponen-komponen atau faktor-faktor penyebabnya dan mampu memahami hubungan di antara bagian yang satu dengan yanglainnya sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti. Analisis merupakan tingkatkemampuan berfikir yang lebih tinggi daripada aspek pemahaman maupun penerapan.e. Sintesa (evaluation)Mengacu kepada kemampuan memadukan konsep atau komponen-komponen sehinggamembentuk suatu pola struktur atau bentuk baru. Aspek ini memerluakn tingkah laku yangkreatif.Sintesis merupakan kemampuan tingkat berfikir yang lebih tinggi daripada kemampuansebelumnya.f. Evaluasi (evaluation)Mengacu kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuantertentu. Evaluasi merupakan tingkat kemampuan berfikir yang tinggi.Urutan-urutan seperti yang dikemukakan di atas, seperti ini sebenarnya masih mempunyaibagian-bagian lebih spesifik lagi. Di mana di antara bagian tersebut akan lebih memahami akanranah-ranah psikologi sampai di mana kemampuan pengajaran mencapai IntroduktionInstruksional. Seperti evaluasi terdiri dari dua kategori yaitu “Penilaian dengan menggunakankriteria internal” dan “Penilaian dengan menggunakan kriteria eksternal”. Keterangan yangsederhana dari aspek kognitif seperti dari urutan-urutan di atas, bahwa sistematika tersebutadalah berurutan yakni satu bagian harus lebih dikuasai baru melangkah pada bagian lain.Aspek kognitif lebih didominasi oleh alur-alur teoritis dan abstrak. Pengetahuan akan menjadistandar umum untuk melihat kemampuan kognitif seseorang dalam proses pengajaran.2. Afektif (Nilai atau Sikap)Afektif atau intelektual adalah mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup dan operasiasi siswa.Menurut Krathwol (1964) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima kategori :a. Penerimaan (recerving)Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap sitimulasi yangtepat. Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif.b. Pemberian respon atau partisipasi (responding)Satu tingkat di atas penerimaan. Dalam hal ini siswa menjadi terlibat secara afektif, menjadipeserta dan tertarik.c. Penilaian atau penentuan sikap (valung)Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentudengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan. Tujuan-tujuantersebut dapat diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”.d. Organisasi (organization)Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapatmenimbulkan konflik-konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakuptingkah laku yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.e. Karakterisasi / pembentukan pola hidup (characterization by a value or value complex)Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang. Nilai-nilai sangat berkembang nilai teratur
  • 7. sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan.Tujuan dalamkategori ini ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa.Variable-variabel di atas juga telah memberikan kejelasan bagi proses pemahaman taksonomiafektif ini, berlangsungnya proses afektif adalah akibat perjalanan kognitif terlebih dahulu sepertipernah diungkapkan bahwa:“Semua sikap bersumber pada organisasi kognitif pada informasi dan pengatahuan yang kitamiliki. Sikap selalu diarahkan pada objek, kelompok atau orang hubungan kita dengan merekapasti di dasarkan pada informasi yanag kita peroleh tentang sifat-sifat mereka.”Bidang afektif dalam psikologi akan memberi peran tersendiri untuk dapat menyimpanmenginternalisasikan sebuah nilai yang diperoleh lewat kognitif dan kemampuan organisasiafektif itu sendiri. Jadi eksistensi afektif dalam dunia psikologi pengajaran adalah sangat urgenuntuk dijadikan pola pengajaran yang lebih baik tentunya.3. Psikomotorik (Keterampilan)Psikomotorik adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan fisik.Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi lima kategori yaitu :a. Peniruanterjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan. Mulai memberi respons serupa dengan yangdiamati.Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf.Peniruan ini pada umumnya dalambentuk global dan tidak sempurna.b. ManipulasiMenekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakanpilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan. Pada tingkat ini siswa menampilkansesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.c. Ketetapanmemerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.d. ArtikulasiMenekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat danmencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.e. PengalamiahanMenurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupunpsikis. Gerakannya dilakukan secara rutin.Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuantertinggi dalam domain psikomotorik.Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa domain psikomotorik dalam taksonomi instruksionalpengajaran adalah lebih mengorientasikan pada proses tingkah laku atau pelaksanaan, di manasebagai fungsinya adalah untuk meneruskan nilai yang terdapat lewat kognitif dandiinternalisasikan lewat afektif sehingga mengorganisasi dan diaplikasikan dalam bentuk nyataoleh domain psikomotorik ini.Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikansasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajaradalah: 1. Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan pada mereka? 2. Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?
  • 8. 3. Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupannya sehari-hari? Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar.Diantara ketiga ranah itu, ranahkognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengankemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.Sumber : http://syahsmkn2tb.wordpress.com1. KognitifAspek kognitif adalah kemampuan intelektual siswa dalam berpikir, menegtahui danmemecahkan masalah.Menurut Bloom (1956) tujuan domain kognitif terdiri atas enam bagian :a. Pengetahuan (knowledge)mengacu kepada kemampuan mengenal materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampaipada teori-teori yang sukar. Yang penting adalah kemampuan mengingat keterangan denganbenar.b. Pemahaman (comprehension)Mengacu kepada kemampuan memahami makna materi.Aspek ini satu tingkat di ataspengetahuan dan merupakan tingkat berfikir yang rendah.c. Penerapan (application)Mengacu kepada kemampuan menggunakan atau menerapkan materi yang sudah dipelajari padasituasi yang baru dan menyangkut penggunaan aturan dan prinsip.Penerapan merupakan tingkatkemampuan berfikir yang lebih tinggi daripada pemahaman.d. Analisis (analysis)Mengacu kepada kemampun menguraikan materi ke dalam komponen-komponen atau faktor-faktor penyebabnya dan mampu memahami hubungan di antara bagian yang satu dengan yanglainnya sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dimengerti. Analisis merupakan tingkatkemampuan berfikir yang lebih tinggi daripada aspek pemahaman maupun penerapan.e. Sintesa (evaluation)Mengacu kepada kemampuan memadukan konsep atau komponen-komponen sehinggamembentuk suatu pola struktur atau bentuk baru.Aspek ini memerluakn tingkah laku yangkreatif.Sintesis merupakan kemampuan tingkat berfikir yang lebih tinggi daripada kemampuansebelumnya.f. Evaluasi (evaluation)Mengacu kemampuan memberikan pertimbangan terhadap nilai-nilai materi untuk tujuantertentu.Evaluasi merupakan tingkat kemampuan berfikir yang tinggi.Urutan-urutan seperti yang dikemukakan di atas, seperti ini sebenarnya masih mempunyaibagian-bagian lebih spesifik lagi. Di mana di antara bagian tersebut akan lebih memahami akanranah-ranah psikologi sampai di mana kemampuan pengajaran mencapai Introduktion
  • 9. Instruksional. Seperti evaluasi terdiri dari dua kategori yaitu “Penilaian dengan menggunakankriteria internal” dan “Penilaian dengan menggunakan kriteria eksternal”. Keterangan yangsederhana dari aspek kognitif seperti dari urutan-urutan di atas, bahwa sistematika tersebutadalah berurutan yakni satu bagian harus lebih dikuasai baru melangkah pada bagian lain.Aspek kognitif lebih didominasi oleh alur-alur teoritis dan abstrak. Pengetahuan akan menjadistandar umum untuk melihat kemampuan kognitif seseorang dalam proses pengajaran.2. AfektifDomain afektif atau intelektual adalah mengenai sikap, minat, emosi, nilai hidup dan operasiasisiswa.Menurut Krathwol (1964) klasifikasi tujuan domain afektif terbagi lima kategori :a. Penerimaan (recerving)Mengacu kepada kemampuan memperhatikan dan memberikan respon terhadap sitimulasi yangtepat.Penerimaan merupakan tingkat hasil belajar terendah dalam domain afektif.b. Pemberian respon atau partisipasi (responding)Satu tingkat di atas penerimaan.Dalam hal ini siswa menjadi terlibat secara afektif, menjadipeserta dan tertarik.c. Penilaian atau penentuan sikap (valung)Mengacu kepada nilai atau pentingnya kita menterikatkan diri pada objek atau kejadian tertentudengan reaksi-reaksi seperti menerima, menolak atau tidak menghiraukan.Tujuan-tujuan tersebutdapat diklasifikasikan menjadi “sikap dan opresiasi”.d. Organisasi (organization)Mengacu kepada penyatuan nilai, sikap-sikap yang berbeda yang membuat lebih konsisten dapatmenimbulkan konflik-konflik internal dan membentuk suatu sistem nilai internal, mencakuptingkah laku yang tercermin dalam suatu filsafat hidup.e. Karakterisasi / pembentukan pola hidup (characterization by a value or value complex)Mengacu kepada karakter dan daya hidup sesorang.Nilai-nilai sangat berkembang nilai teratursehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan lebih mudah diperkirakan.Tujuan dalamkategori ini ada hubungannya dengan keteraturan pribadi, sosial dan emosi jiwa.Variable-variabel di atas juga telah memberikan kejelasan bagi proses pemahaman taksonomiafektif ini, berlangsungnya proses afektif adalah akibat perjalanan kognitif terlebih dahulu sepertipernah diungkapkan bahwa:“Semua sikap bersumber pada organisasi kognitif pada informasi dan pengatahuan yang kitamiliki.Sikap selalu diarahkan pada objek, kelompok atau orang hubungan kita dengan merekapasti di dasarkan pada informasi yanag kita peroleh tentang sifat-sifat mereka.”Bidang afektif dalam psikologi akan memberi peran tersendiri untuk dapat menyimpanmenginternalisasikan sebuah nilai yang diperoleh lewat kognitif dan kemampuan organisasiafektif itu sendiri. Jadi eksistensi afektif dalam dunia psikologi pengajaran adalah sangat urgenuntuk dijadikan pola pengajaran yang lebih baik tentunya.3. PsikomotorikDomain psikomotorik adalah kemampuan yang menyangkut kegiatan otot dan fisik.Menurut Davc (1970) klasifikasi tujuan domain psikomotor terbagi lima kategori yaitu :a. Peniruanterjadi ketika siswa mengamati suatu gerakan. Mulai memberi respons serupa dengan yangdiamati.Mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf.Peniruan ini pada umumnya dalambentuk global dan tidak sempurna.
  • 10. b. ManipulasiMenekankan perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan, penampilan, gerakan-gerakanpilihan yang menetapkan suatu penampilan melalui latihan.Pada tingkat ini siswa menampilkansesuatu menurut petunjuk-petunjuk tidak hanya meniru tingkah laku saja.c. Ketetapanmemerlukan kecermatan, proporsi dan kepastian yang lebih tinggi dalam penampilan. Respon-respon lebih terkoreksi dan kesalahan-kesalahan dibatasi sampai pada tingkat minimum.d. ArtikulasiMenekankan koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan yang tepat danmencapai yang diharapkan atau konsistensi internal di natara gerakan-gerakan yang berbeda.e. PengalamiahanMenurut tingkah laku yang ditampilkan dengan paling sedikit mengeluarkan energi fisik maupunpsikis.Gerakannya dilakukan secara rutin.Pengalamiahan merupakan tingkat kemampuantertinggi dalam domain psikomotorik.Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa domain psikomotorik dalam taksonomi instruksionalpengajaran adalah lebih mengorientasikan pada proses tingkah laku atau pelaksanaan, di manasebagai fungsinya adalah untuk meneruskan nilai yang terdapat lewat kognitif dandiinternalisasikan lewat afektif sehingga mengorganisasi dan diaplikasikan dalam bentuk nyataoleh domain psikomotorik ini.

×