• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Keistimewaan Bulan Ramdhan
 

Keistimewaan Bulan Ramdhan

on

  • 11,329 views

 

Statistics

Views

Total Views
11,329
Views on SlideShare
10,923
Embed Views
406

Actions

Likes
6
Downloads
391
Comments
1

6 Embeds 406

http://cepitem.blogspot.com 281
http://alhasyi.blogspot.com 118
http://dyna2210.blogspot.com 3
http://agamapenyelamatku.blogspot.com 2
http://www.blog-peterjepimars.com 1
http://cepitem.blogspot.com.au 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

11 of 1 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Dapatkan jadual waktu berbuka puasa dan imsak untuk tahun 2010 disini, http://www.azuanrazi.com/plugin-jadual-waktu-berbuka-puasa-imsak-2010/ atau dapatkan senarai buffet dinner sempena ramadhan buffet 2010 promotion disini, http://www.azuanrazi.com/ramadhan-buffet-dinner-2010-promotion/
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Keistimewaan Bulan Ramdhan Keistimewaan Bulan Ramdhan Document Transcript

    • KEISTIMEWAAN BULAN RAMDHANIbadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi:" Puasa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
      1. Puasa Ramadhan adalah rukun keempat dalam Islam. Firman Allah Ta'ala : " Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan asas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. " (Al-Baqarah : 183).Sabda Nabi :Islam didirikan di atas lima sendi, yaitu: syahadat tiada sembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi hajike Baitul Haram. " (Hadits Muttafaq 'Alaih). Dan sabda Nabi :" Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih). Maka untuk memperoleh ampunan dengan puasa Ramadhan, harus ada dua syarat berikut ini: Mengimani dengan benar akan kewajiban ini. Mengharap pahala karenanya di sisi Allah Ta 'ala. 2. Pada bulan Ramadhan diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia dan berisi keterangan-keterangan tentang petunjuk dan pembeda antara yang haq dan yang bathil. 3. Pada bulan ini disunatkan shalat tarawih, yakni shalat malam pada bulan Ramadhan, untuk mengikuti jejak Nabi, para sahabat dan Khulafaur Rasyidin. Sabda Nabi" Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih). 4. Pada bulan ini terdapat Lailatul Qadar (malam mulia), yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, atau sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam di mana pintu-pintu langit dibukakan, do'a dikabulkan, dan segala takdir yang terjadi pada tahun itu ditentukan. Sabda Nabi :" Barangsiapa mendirikan shalatpada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. " (Hadits Muttafaq 'Alaih).Malam ini terdapat pada sepuluh malam terakhir, dan diharapkan pada malam-malam ganjil lebih kuat daripada di malam-malam lainnya. Karena itu, seyogianya seorang muslim yang senantiasa mengharap rahmat Allah dan takut dari siksa-Nya, memanfaatkan kesempatan pada malam-malam itu dengan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari kesepuluh malam tersebut dengan shalat, membaca Al-Qur'anul Karim, dzikir, do'a, istighfar dan taubat yang sebenar-benamya. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni, merahmati, dan mengabulkan do'a kita. 5. Pada bulan ini terjadi peristiwa besar yaitu Perang Badar, yang pada keesokan harinya Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil, sehingga menanglah Islam dan kaum muslimin serta hancurlah syirik dan kaum musyrikin. 6. Pada bulan suci ini terjadi pembebasan kota Makkah Al-Mukarramah, dan Allah memenangkan Rasul-Nya, sehingga masuklah manusia ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong dan Rasulullah menghancurkan syirik dan paganisme (keberhalaan) yang terdapat di kota Makkah, dan Makkah pun menjadi negeri Islam. 7. Pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan para setan diikat. Betapa banyak berkah dan kebaikan yang terdapat dalam bulan Ramadhan. Maka kita wajib memanfaatkan kesempatan ini untuk bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan beramal shalih, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amalnya dan beruntung. Perlu diingat, bahwa ada sebagian orang –semoga Allah menunjukinya- mungkin berpuasa tetapi tidak shalat, atau hanya shalat pada bulan Ramadhan saja. Orang seperti ini tidak berguna baginya puasa, haji, maupun zakat. Karena shalat adalah sendi agama Islam yang ia tidak dapat tegak kecuali dengannya. Sabda Nabi :" Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan itu habis dan ia tidak mendapat ampunan, maka jika mati ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan: Amin!. Aku pun mengatakan: Amin. " (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya) " ' Lihat kitab An Nasha i'hud Diniyyah, him. 37-39.Maka seyogianya waktu-waktu pada bulan Ramadhan dipergunakan untuk berbagai amal kebaikan, seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur'an, dzikir, do'a dan istighfar. Ramadhan adalah kesempatan untuk menanam bagi para hamba Ailah, untuk membersihkan hati mereka dari kerusakan. Juga wajib menjaga anggota badan dari segala dosa, seperti berkata yang haram, melihat yang haram, mendengar yang haram, minum dan makan yang haram agar puasanya menjadi bersih dan diterima serta orang yang berpuasa memperoleh ampunan dan pembebasan dari api Neraka. Tentang keutamaan Ramadhan, bersabda:'" Aku melihat seorang laki-laki dari umatku terengah-engah kehausan, maka datanglah kepadanya puasa bulan Ramadhan lalu memberinya minum sampai kenyang " (HR. At-Tirmidzi, Ad-Dailami dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir dan hadits ini hasan)." Shalat lima waktu, shalat Jum'at ke shalat Jum 'at lainnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antaranya jika dosa-dosa besar ditinggalkan. " (HR.Muslim). Jadi hal-hal yang fardhu ini dapat menghapuskan dosa-dosa kecil, dengan syarat dosa-dosa besar ditinggalkan. Dosa-dosa besar, yaitu perbuatan yang diancam dengan hukuman di dunia dan siksaan di akhirat. Misalnya: zina, mencuri, minum arak, mencaci kedua orang tua, memutuskan hubungan kekeluargaan, transaksi dengan riba, mengambil risywah (uang suap), bersaksi palsu, memutuskan perkara dengan selain hukum Allah. Seandainya tidak terdapat dalam bulan Ramadhan keutamaan-keutamaan selain keberadaannya sebagai salah satu fardhu dalam Islam, dan waktu diturunkannya Al-Qur'anul Karim, serta adanya Lailatul Qadar -yang merupakan malam yang lebih balk daripada seribu bulan- di dalamnya, niscaya itu sudah cukup, Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya. Lihat kitab Kalimaat Mukhtaarah, hlm. 74 - 76.
      Konsultasi Masalah Gratis
      Mohon Informasinya
      Keistimewaan-keistimewaan Bulan Ramadhan
      Posted on Agustus 9, 2008. Filed under: puasa | Tags: islam, puasa, ramadhan |
      Di antara keistimewaan-keistimewaan bulan Ramadhan adalah :
      Bulan penuh berkah
      Bulan turunnya Al-Qur’an
      Terdapat malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan
      Amalan sunnat diganjar sama dengan amalan fardhu di bulan lain, dan amalan wajib dinilai 7 kali lipat
      Rezeki orang beriman dilipatgandakan
      Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhir Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka
      Setan diikat, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka
      Meringankan beban orang lain termasuk pembebasan diri dari api neraka
      Pahala sedekah menjadi berlipat ganda
      KEISTIMEWAAN BULAN RAMDHAN
      Ibadah puasa merupakan salah satu sarana penting untuk mencapai takwa, dan salah satu sebab untuk mendapatkan ampunan dosa-dosa, pelipatgandaan kebaikan, dan pengangkatan derajat. Allah telah menjadikan ibadah puasa khusus untuk diri-Nya dari amal-amal ibadah lainnya. Firman Allah dalam hadits yang disampaikan oleh Nabi:Pua" sa itu untuk-Ku dan Aku langsung membalasnya. Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum dari pada aroma kesturi." (Hadits Muttafaq 'Alaih).
      Bulan Ramadhan merupakan suatu momen super khusus yang Allah swt. persiapkan kepada kaum muslimin. Dikatakan demikian karena bulan ini memiliki sederet keistimewaan dan keutamaan yang tidak terdapat di bulan-bulan lainnya. Maka sangat wajar bila bulan Ramadhan dijuluki sayyidus syuhuur (penghulu segala bulan). Rasulullah saw. menyebut bulan Ramadhan sebagai bulan keberkahan. Keberkahan dimaksud adalah keberkahan dalam menuai pahala yang berlipat ganda, memperoleh rahmat dan maghfirah (pengampunan) dari Allah swt. Di samping itu, pada bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para syaithan diikat, pahala-pahala dilipatgandakan dan terdapat malam lailatul qadar yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. (H.R Imam Ahmad dan Nasa’i).Secara umum keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan dapat diklasifikasi sebagai berikut. Pertama, bulan bersejarah dan kemenangan. Banyak sekali peristiwa monumental yang terjadi di bulan Ramadhan. Misalnya pada tahun ke-2 Hijrah, kaum muslimin mengukir kemenangan perang Badar. Di Bulan Ramadhan tahun ke-8 hijrah, ummat Islam berhasil menaklukkan Mekkah (fathu makkah). Ramadhan tahun ke-15 H, kaum muslimin mengalahkan imperium Persia dalam perang Qadisiah. Ramadhan tahun 92 H, kaum muslimin melalui kepemimpinan Thariq bin Ziyad menaklukkan Raja Roderick dan menaklukkan Andalusia (Spanyol). Ramadhan tahun 584 H, dalam perang Hittin, kaum muslimin dipimpin Shalahuddin Al-Ayyubi dapat mengalahkan kaum salib dan membebaskan masjid Al-Aqsha. Ramadhan tahun 658 H, kaum muslimin mengusir pasukan Tatar di ’Ain Jalut. Ramadhan tahun1393 H, kaum muslimin menang dalam peperangan pertama melawan Israel. Dan di bulan Ramadhan 1365 H, ummat Islam Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Tetapi, peristiwa yang jauh lebih penting dan agung dari itu semua adalah di bulan yang mulia inilah al-Quran diturunkan. Allah swt. berfirman: ”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)”.(Al-Baqarah: 185).Dua, bulan pengampunan dosa dan kesalahan. Allah swt. menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa dan kesalahan kita selama kita menjauhi dosa besar. Nabi saw bersabda: ”Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at dan Ramadhan ke Ramadhan menghapuskan dosa-dosa di antara (masa itu) jika dijauhi dosa besar”.(H.R. Muslim). Melalui berbagai aktivitas ibadah di bulan Ramadhan dapat menghapuskan dosa. Di antaranya adalah puasa Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi saw: ”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah Swt), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (Muttafuqun ’alaih).Begitu juga Mendirikan shalat malam (tarawih atau qiyamul lail) pada bulan Ramadhan dapat menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi saw: ”Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan qiyam ramadhan (shalat malam) dengan iman dan mengharap pahala (dari Allah swt), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun ’alaih).Ketiga, bulan menuai pahala dan ganjaran. Setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, Allah akan melipatgandakan pahala dan ganjarannya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: ”Setiap amal yang dilakukan oleh anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipat bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah swt. berfirman: Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. Karena sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku (H.R Muslim).Banyak sekali aktivitas ibadah yang dapat kita lakukan di bulan Ramadhan, namun puncak dari itu semua adalah ibadah shaum (puasa). Ibadah ini merupakan ibadah sirriyah (ibadah rahasia). Tak ada seorang pun yang tahu jika kita sedang berpuasa. Dengan demikian puasa mendidik jiwa muslim menjadi ikhlas, punya kehendak kuat dan tegar dalam menghadapi tantangan. Inilah rahasia dibalik firman Allah dalam hadis qudsi: ”kecuali puasa, itu untuk-Ku”. Hadis ini menunjukkan bahwa ibadah puasa mendapat kedudukan yang berbeda dengan lainnya sehingga Allah swt. menjanjikan pahala puasa dengan tidak terbatas nilainya.Keempat, fasilitator ketaqwaan. Tujuan diciptakan manusia ke dunia ini adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana firman Allah swt: ”Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” (Az-Zariyat: 56). Yang mendasari diwajibkan kewajiban-kewajiban agama adalah untuk melatih kita dengan cara yang sedemikian rupa, agar kelak kita mampu mengubah seluruh hidup kita menjadi bernilai ibadah yang teratur kepada Allah swt.Puasa adalah sebuah sarana untuk mempersiapkan manusia untuk beribadah yang full time. Selanjutnya masih ada kekhususan lain dari puasa, bahwa puasa melatih seseorang untuk mematuhi perintah syariah secara terus menerus, tanpa berhenti dan dalam jangka waktu yang lama. Maka wajar jika Allah memberi balasannya dengan predikat ”muttaqin” bagi mereka yang berhasil dalam ujian Ramadhan.Sangat disayangkan bila Ramadhan yang memiliki sederet keutamaan dan keberkahan itu datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah kita. Bahkan, yang lebih memalukan lagi, bila hari-hari Ramadhan yang seharusnya diisi memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah diganti dengan ajang maksiat, na’uzubillahi min zaalik..! Rasulullah saw. telah memberi peringatan dalam hadisnya: ”Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan ini habis dan tidak mendapat ampunan, maka ia masuk neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan Amin! Akupun mengatakan Amin!. (H.R. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya).Akhirnya, kita berharap dan bertekad untuk dapat menyukseskan Ramadhan kali ini dengan aktivitas ibadah yang maksimal sehingga dapat meraih berbagai keutamaan dan kelebihan yang hanya disediakan pada moment bulan Ramadhan. Semoga kita dapat memanfaatkan fasilitas pengampunan dan bonus pahala yang berlipat ganda pada bulan ini dan berhasil lulus dalam Ramadhan ini dengan predikat ”muttaqin”. Amiin!
      Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:
      1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:
      عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ
      الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ
      “ Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan” (HR. Ahmad)
      2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
      وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ
      وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ
      أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ
      Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
      3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:
      اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ
      Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
      4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:
      مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
      Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
      5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.
      مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ
      Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)
      6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
      أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ
      Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
      7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
      مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
      Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
      8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:
      ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
      Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)
      9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
      اتَ بِالنَّهَارِ اْلقِيَ امَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ
      فَشَفِّعْنِي فِيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَ
      قَالَ فَيُشَفِّعَانِ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ
      Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)
      10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:
      فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ
      Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)
      Doa-Doa Bulan Ramadhan
      Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:
      1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:
      اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ
      " Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR Ahmad)
      2. Doa Lailatul Qadr:
      اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا
      Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)
      3. Doa Shalat Witir:
      سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ
      Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)
      سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ
      Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR Daruquthni)
      4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:
      أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
      Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, SurgaMu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari neraka.
      5. Doa Buka Puasa
      بَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ رِزْقِكَ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى
      وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَ
      Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)
      6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:
      أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ
      Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)