Pendidikan Kewarganegaraan  Mata Kuliah Ciri UniversitasUniversitas Mercu Buana - Jakarta    INDENTITAS NASIONAL          ...
BAB III IDENTITAS NASIONAL1. Pengertian Identitas Nasional.  Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pa...
dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Denganperkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat ident...
2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya       nasional.Dengan demikian secara konstitus...
-   Faktor Reaktif, pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan               identitas nasional bangsa Indonesia yang...
Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan ukuran parameter sosiologis,yaitu :   1) Suku bangsa(golongan sosial ...
kebudayaan. Kebudayaan harus merupakan milik bersama dalam suatu kelompok, artinyapara warganya memiliki bersama sejumlah ...
Melayu ditetapkan menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsaIndonesia. Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia...
akan ditertawakan. Namun, ketika melafalkan nama stasiun TV pemerintah „TVRI‟, kitamelafalkannya dengan te-ve-er-i- bukan ...
kaitannya dengan iklim dan perekonomian. Letak astronomis suatu negara adalah posisiletak yang berdasarkan garis lintang d...
untuk menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapitantangan atas fakta geografis dari negara ini...
pernah mencapai era kejayaan di wilayah Asia Tenggara. Kejayaan dalam bidang ekonomibangsa Indonesia pada era pemerintahan...
c) Pengetahuan (knowlegde).    Akal budi :Akal budi adalah sikap dan perilaku yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dalamin...
-   Politik;    -   Ekonomi;    -   Sosial; dan    -   Hankam.Identitas nasional dalam masing-masing aspek yang dimaksud a...
Budaya unggul adalah semangat dan kultur kita untuk mencapai kemajuan dengancara “kita harus bisa”. Dalam UUD 1945, menyat...
Identitas nasional dalam aspek suku bangsa adalah suku bangsa yang majemuk (anekaragam).Majemuk atau aneka ragamnya suku b...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

identitas nasional ( 2012)

3,538

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,538
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
222
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "identitas nasional ( 2012)"

  1. 1. Pendidikan Kewarganegaraan Mata Kuliah Ciri UniversitasUniversitas Mercu Buana - Jakarta INDENTITAS NASIONAL Dosen : Udjiani Hatiningrum
  2. 2. BAB III IDENTITAS NASIONAL1. Pengertian Identitas Nasional. Identitas berarti ciri-ciri, sifat-sifat khas yang melekat pada suatu hal sehingga menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dengan hal-hal lain. Ciri-ciri tersebut menumbuhkan karekteristik yang membedakan dengan negara lain sehinga negara Indonesia mempunyai identitas sendiri yaitu identitas nasional Indonesia. Identitas berasal dari kata identity yang berarti ciri-ciri, tanda-tanda, atau jati diri yang melekat pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Dalam pengertian terminologi antropologi, identitas adalah sifat khas yang menerangkan dan sesuai dengan kesadaran diri pribadi sendiri, golongan, kelompok, komunitas, atau negara sendiri.Kata „nasional‟ dalam identitas nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok-kelompok yang lebih besar yang diikat oleh kesamaan-kesamaan, baik fisik seperti, budaya, agama, bahasa maupun nonfisik seperti keinginan, cita-cita, dan tujuan.Istilah identitas nasional atau identitas bangsa melahirkan tindakan kelompok (collective action) yang diberi atribut nasional.Nilai-nilai budaya yang berada dalam sebagian besar masyarakat dalam suatu negara dan tercermin di dalam identitas nasional bukanlah barang jadi yang sudah selesai dalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka yang censerung terus-menerus berkembang karena hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakat pendukungnya.Identitas nasional adalah “manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan suatu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya” (Wibisono Koento: 2005). Identitas Nasional merupakan sesuatu yang terbuka untuk diberi makna baru agar tetap relevan dan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.Diletakkan dalam konteks Indonesia, maka Identitas Nasional itu merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang sudah tumbuh dan berkembang sebelum masuknya agama-agama besar di bumi nusantara ini dalam berbagai aspek kehidupan dari ratusan suku yang kemudian dihimpun dalam satu kesatuan Indonesia menjadi kebudayaan Nasional dengan acuanPancasila danroh BhinnekaTunggalIka sebagai dasar 1
  3. 3. dan arah pengembangannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Denganperkataan lain, dapat dikatakan bahwa hakikat identitas nasional kita sebagai bangsa didalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara adalah Pancasila yangaktualisasinya tercermin dalam berbagai penataan kehidupan kita dalam arti luas, misalnyadalam Pembukaan beserta UUD kita, sistem pemerintahan yang diterapkan, nilai-nilai etik,moral, tradisi, bahasa, mitos, ideologi, dan lain sebagainya yang secara normatif diterapkandi dalam pergaulan, baik dalam tataran nasional maupun internasional.Nilai-nilai budayayang tercermin sebagai Identitas Nasional tsb bukanlah barang jadi yang sudah selesaidalam kebekuan normatif dan dogmatis, melainkan sesuatu yang terbuka-cenderung terusmenerus bersemi sejalan dengan hasrat menuju kemajuan yang dimiliki oleh masyarakatpendukungnya. Konsekuensi dan implikasinya adalah identitas nasional juga sesuatu yangterbuka, dinamis, dan dialektis untuk ditafsir dengan diberi makna baru agar tetap relevandan fungsional dalam kondisi aktual yang berkembang dalam masyarakat.Krisis multidimensi yang kini sedang melanda masyarakat kita menyadarkan bahwapelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telahditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendirinegara kita dalam Pembukaan, khususnya dalam Pasal 32 UUD 1945 besertapenjelasannya, yaitu :Pemerintah memajukan Kebudayan Nasional Indonesia “, yang diberipenjelasan ” Kebudayan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budayarakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli terdapat sebagai puncak-puncakkebudayaan di daerah-daerah seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa.Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan dengantidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkanatau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaanbangsa Indonesia “.Kemudian dalam UUD 1945 yang diamandemen dalam satu naskahdisebutkan dalam Pasal 32 : 1) Negara memajukan kebudayan Nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memeliharra dan mengembangkan nilai-nilai budaya. 2
  4. 4. 2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.Dengan demikian secara konstitusional, pengembangan kebudayan untuk membina danmengembangkan identitas nasional kita telah diberi dasar dan arahnya, terlepas dari apadan bagaimana kebudayaan itu dipahami.Di dunia ini masih ada bangsa yang belum bernegara.Demikian pula orang-orang yangtelah bernegara yang pada mulanya berasal dari banyak bangsa dapat menyatakan dirinyasebagai suatu bangsa. Baik bangsa maupun negara memiliki ciri khas yang membedakanbangsa atau negara tersebut dengan bangsa atau negara lain di dunia. Ciri khas sebuahbangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan.Ciri khas yang dimilikinegara juga merupakan identitas dari negara yang bersangkutan.Identitas-identitas yangdisepakati dan diterima oleh bangsa menjadi identitas nasional bangsa.Faktor-Faktor Pendukung Kelahiran Identitas Nasional antara lain sebagai berikut: 1) Faktor-faktor yang mendukung kelahiran identitas nasional bangsa Indonesia meliputi: - Faktor Objektif, yang meliputi faktor geografis-ekologis dan demografis; - Faktor Subjektif, yaitu faktor historis, sosial, politik, dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia (Suryo, 2002). 2) Menurut Robert de Ventos, dikutip Manuel Castelles dalam bukunya “The Power of Identity” (Suryo, 2002), munculnya identitas nasional suatu bangsa sebagai hasil interaksi historis ada 4 faktor penting, yaitu: - Faktor Primer, mencakup etnisitas, territorial, bahasa, agama, dan yang sejenisnya; - Faktor Pendorong, meliputi pembangunan komunikasi dan teknologi, lahirnya angkatan bersenjata modern dan pembanguanan lainnya dalam kehidupan bernegara; - Faktor Penarik, mencakup modifikasi bahasa dalam gramatika yang resmi, tumbuhnya birokrasi, dan pemantapan sistem pendidikan nasional; 3
  5. 5. - Faktor Reaktif, pada dasarnya tercakup dalam proses pembentukan identitas nasional bangsa Indonesia yang telah berkembang dari masa sebelum bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain.Identitas nasional merupakan suatu ciri yang dimiliki oleh bangsa kita untuk dapatmembedakannya dengan bangsa lain. Jadi, untuk dapat mempertahankan keunikan-keunikan dari bangsa Indonesia itu sendiri maka kita harus menanamkan akan cinta tanahair yang diwujudkan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap atura-aturan yangtelah ditetapkan serta mengamalkan nilai-nilai yang sudah tertera dengan jelas di dalampancasila yang dijadikan sebagai falsafah dan dasar hidup bangsa Indonesia. Dengankeunikan inilah, Indonesia menjadi suatu bangsa yang tidak dapat disamakan denganbangsa lain dan itu semua tidak akan pernah lepas dari tanggung jawab dan perjuangandari warga Indonesia itu sendiri untuk tetap menjaga nama baik bangsanya.2. Parameter Identitas Nasional:Parameter identitas nasional adalah suatu ukuran atau patokan yang dapat digunakanuntuk menyatakan sesuatu adalah menjadi ciri khas suatu bangsa. Sesuatu yang diukuradalah unsur suatu identitas seperti kebudayaan yang menyangkut norma, bahasa, adatistiadat dan teknologi, sesuatu yang alami atau ciri yang sudah terbentuk seperti geografis. Ukuran atau patokan sesuatu jadi ciri suatu bangsa adalah sebagai berikut : 1) Identitas nasional menggambarkan pola perilaku: ramah tamah, gotong royong, hormat kepada orang tua. 2) Lambang-lambang: Garuda Pancasila, Bendera Merah Putih, Bahasa Indonesia, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. 3) Alat Kelengkapan / Teknologi: tempat ibadah (borobudur dll), pesawat terbang dll. 4) Tujuan yang ingin dicapai bangsa: budaya prestasi dan unggul 4
  6. 6. Unsur-unsur pembentuk identitas nasional berdasarkan ukuran parameter sosiologis,yaitu : 1) Suku bangsa(golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif); 2) Kebudayaankesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan adat istiadat yang bersifat tidak individual); 3) Bahasa(simbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apapun) ; 4) Kondisi georafis(lokasi negara dalam kerangka ruang, tempat dan waktu) .Suku Bangsa : Suku bangsa adalah golongan sosial yang khusus dan bersifat askriptif (ada sejaklahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Indonesia dikenaldengan banyak suku bangsa, dan menurut statistik hampir mencapai 300 (tiga ratus) sukubangsa. Setiap suku mempunyaai adat istiadat, tata kelakuan, dan norma yang berbeda,namun demikian beragam suku ini mampu mengintegasikan dalam suatu negara Indonesiauntuk mencapai tujuan yaitu masyarakat yang adil dan makmur.Negara Indonesia ialah negara yang berasal dari berbagai suku bangsa, termasuk Jawa,Sunda, Aceh, Madura, Batak, Minangkabau, Bali, dan Bugis.Kalau dilihat dari populasi,Suku Jawa adalah suku yang paling besar di Indonesia, Suku Sunda adalah suku terbesarkedua, Suku terbesar ketiga adalah suku Madura, Suku bangsa terbesar keempat adalahsuku Minangkabau mereka merupakan dari propinsi Sumatera Barat.Anggota suatu sukubangsa pada umumnya ditentukan menurut garis keturunan ayah (patrilinial) seperti sukubangsa Batak, menurut garis keturunan ibu (matrilineal) seperti suku Minang, atau menurutkeduanya seperti suku Jawa.Kebudayaan :Kebudayaan menurut sosiologis termasuk kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan adatistiadat.Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional bukanlah sesuatu yang bersifatindividual.Apayangdilakukan sebagai kebiasaan pribadi bukanlah suatu 5
  7. 7. kebudayaan. Kebudayaan harus merupakan milik bersama dalam suatu kelompok, artinyapara warganya memiliki bersama sejumlah pola-pola berpikir dan berkelakuan yang didapatdan dikembangkan melalui proses belajar. Hal-hal yang dimiliki bersama ini harus menjadisesuatu yang khas dan unik, yang tetap memperlihatkan diri diantara berbagai kebiasaan-kebiasaan pribadi.Kebudayaan Indonesia bisa di artikan seluruh cirikhas suatu daerah yang ada sebelumterbentuknya nasional Indonesia, yang termasuk kebudayaan Indonesia itu adalah seluruhkebudayaan lokal dari seluruh ragam suku-suku di Indonesia.Masyarakat Indonesia dewasaini sedang mengalami masa pancaroba yang amat dahsyat sebagai akibat tuntutanreformasi secara menyeluruh.Sedang tuntutan reformasi itu berpangkal pada kegiatanpembangunan nasional yang menerapkan teknologi maju untuk mempercepatpelaksanaannya.Di lain pihak, tanpa disadari, penerapan teknologi maju itu menuntut acuannilai-nilai budaya, norma-norma sosial dan orientasi baru.Tidaklah mengherankan apabilamasyarakat Indonesia yang majemuk dengan multi kulturalnya itu seolah-olah mengalamikelimbungan dalam menata kembali tatanan sosial, politik dan kebudayaan dewasa ini.Bahasa :Bahasa adalah identitas nasional yang bersumber dari salah satu lambang suatunegara.Bahasa adalah merupakan satu keistimewaan manusia, khususnya dalam kaitandengan hidup bersama dalam masyarakat adalah adanya bahasa.Bahasa manusia memilikisimbol yang menjadikan suatu perkataan mampu melambangkan arti apapun, sekalipun halatau barang yang dilambangkan artinya oleh suatu kata tidak hadir di situ. Di Indonesiaterdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnisnamun bahasa Melayu dahulu dikenal sebagai bahasa penghubung berbagaietnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa komunikasi di antarasuku-suku di nusantara, bahasa Melayu juga menempati posisi bahasa transaksiperdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang dikembangkan olehberbagai suku bangsa Indonesia dengan pedagang asing.Pada tahun 1928 Bahasa Melayumengalami perkembangan yangsangat pesat.Pada tahun tersebut, bahasa 6
  8. 8. Melayu ditetapkan menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsaIndonesia. Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasanasional.Bahasa IndonesiaadalahbahasaresmiRepublik Indonesia dan bahasa persatuanbangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah ProklamasiKemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulaiberlakunya konstitusi.Sebagai bahasa nasional, Bahasa Indonesiamengalami tahap-tahap yang sangat pentingdalam sejarah perkembangannya yaitu sebagai berikut : - Dimulai dari 1901, disusun ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. Van Ophuysen dalam Kitab Logat Melayu sebagai cikal bakal bahasa Indonesia. - Pada 1928 Bahasa Indonesia diikrarkan dalam Sumpah Pemuda sebagai bahasa persatuan. - Kemudian tahun 1942 kedudukan bahasa Indonesia semakin kokoh akibat kekalahan Belanda terhadap Jepang, yang secara otomatis bahasa Belanda tidak boleh dipergunakan lagi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam situasi resmi. - Tahun 1945 Bahasa Indonesia memperoleh kedudukannya yang lebih pasti sebagai bahasa nasional, bahasa resmi, bahasa kesatuan dan bahasa negara. Kemudian, dengan penetapan pemakaian ejaan baru oleh Presiden RI tanggal 16 Agustus tahun 1972, selangkah bahasa Indonesia maju menuju kesempurnaannya.(Lihat J.S Badudu.1985).Melihat sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang hampir mencapai satu abad, ternyatabukanlah hal yang mudah untuk menyempurnakannya dan menjaga dari pengaruh-pengaruhbahasa-bahasa lain (asing). Bahasa Indonesia masih belum cukup dewasa menahangempuran dari bahasa-bahasa asing yang selalu mempengaruhinya. Selainketidakmampuannya dalam menahan gempuran, bahasa Indonesia juga masih ada yangterjadi salah kaprah penggunaannya. Seperti dalam pengucapannya, kita mengucapkannyadengan gaya pelafalan ejaan bahasa Inggris. TV (baca: tivi) mengapa kita tidakmelafalkannya „teve‟. Bukankah dalam bahasa Indonesia fonem t dibaca „te‟ dan fonem vdibaca „ve‟? Mungkin jika ingin membeli TV dan melafalkannya dengan „teve‟ sudah pasti kita 7
  9. 9. akan ditertawakan. Namun, ketika melafalkan nama stasiun TV pemerintah „TVRI‟, kitamelafalkannya dengan te-ve-er-i- bukan ti-vi-ar-ei-. Bagaimana menurut Anda, apakahbenar? Hal ini sudah memasyarakat pada pengguna Bahasa Indonesia, suatukesalahan yang sudah menjadi anggapan benar.Tetapi walaupun demikian, tidak semuapelafalan dalam bahasa indonesia yang diserap dari bahasa asing menjadi salah kaprah.Satu contoh yang tepat, computer yang dalam bahasa Inggris dibaca – kompiyuterr-, tetapidalam bahasa Indonesia diserap komputer, pelafalannya pun menjadi komputer. Sesuaidengan lidah orang Melayu.Kondisi Geografis :Kondisi geografis merupakan identitas yang bersifat alamiah.Kedudukkan geografis wilayahnegara menunjukkan tentang lokasi negara dalam kerangka ruang, tempat dan waktu,sehingga untuk waktu tertentu menjjadi jelas batas-batas wilayahnya di atas bumi. Letakgegrafis tersebut menentukan corak dan tata susunan ke dalam dan akan dapat diketahuipula situasi dan kondisi lingkungannya. Bangsa akan mendapat pengaruh dari kedudukkangeografis wilkayah negaranya. Letak gegrafis ini menjadi khas dimiliki oleh sebuahnegara yang dapat membedakannya dengan negara lain.Berdasarkan posisi geografisnya, negara Indonesia memiliki batas-batas: - Utara : Negara Malaysia, Singapura, Filipina, Laut Cina Selatan. Selatan - Negara Australia, Samudera Hindia. Barat - Samudera Hindia. - Timur : Negara Papua Nugini, Timor Leste, Samudera Pasifik.Posisi geografis Indonesia terdiri atas letak astronomis dan letak geografis yang berbeda pengertian dan pandangannya.Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan dipermukaan bumi.Berdasarkan letak geografisnya, kepulauan Indonesia di antara BenuaAsia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengandemikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang mempunyai arti penting dalam 8
  10. 10. kaitannya dengan iklim dan perekonomian. Letak astronomis suatu negara adalah posisiletak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur.Garis lintang adalah garis khayal yangmelingkari permukaan bumi secara horizontal, sedangkan garis bujur adalah garis khayalyang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Letak astronomis Indonesia Terletakdi antara 6oLU – 11oLS dan 95oBT – 141oBT .Berdasarkan letak astronomisnya Indonesiadilalui oleh garis equator, yaitu garis khayal pada peta atau globe yang membagi bumimenjadi dua bagian sama besarnya. Garis equator atau garis khatulistiwa terletak padagaris lintang 0o.Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yangada di permukaan bumi.Secara geologis wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalurpegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan PegununganSirkum Pasifik di sebelah timur. Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkanIndonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa.Letak geografis merupakan salah satu determinan yang menentukan masa depan darisuatu negara dalam melakukan hubungan internasional.Dikarenakan letaknya yangstrategis semenjak dulu Indonesia telah menjadi arena perebutan pengaruh oleh pihakasing. Negara ini telah melalui beberapa periodisasi penguasaan dan perebutan pengaruh,mulai dari Portugal, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Uni Soviet ketika Perang Dingin.Di masa mendatang tidak menutup kemungkinan Indonesia akan kembali menjadi wilayahperebutan pengaruh oleh negara-negara besar. Hal ini bisa dilihat dengan kemunculanChina sebagai hegemon baru di kawasan yang telah menggeser perimbangan kekuasaansekaligus mengikis pengaruh Amerika di kawasan.Selain itu Indonesia dan kawasan sekitarnya dapat menjadi daerah rawan sengketa.Sengketa ini bisa terjadi mengingat Indonesia masih belum menyelesaikan masalah-masalah semisal batas laut dengan negara-negara seperti, Australia, Filipina, Palau, PapuaNugini dan Timor Leste. Proses perundingan perbatasan membutuhkan waktu yang lama,sementara itu hal ini akan menjadikan Indonesia rentan terhadap pengaruh asing akibatkontrol di perbatasan yang lemah. Mulai dari kejahatan transnasional hingga terorismesangat mungkin dilakukan di Indonesia yang sangat luas dengan kondisi geografisnya danpengawasan yang terbatas.Penting untuk diketahui oleh masyarakat Indonesia bahwa letak dan kondisi geografisnegara ini sangat mempengaruhi keberadaanya di masa depan. Masyarakat juga perlu 9
  11. 11. untuk menyadari bahwa menyandarkan pemerintah seorang diri untuk mengahadapitantangan atas fakta geografis dari negara ini adalah hal yang keliru. Pemerintah memilikiketerbatasan untuk mengatasi dan menginisiasi tantangan di masa depan seorang diri. Kitajuga perlu untuk mendukung pemerintah dikarenakan masa depan masyarakat Indonesiadipertaruhkan di sini. Sudah saatnya masyarakat melihat kembali atlas wilayah Indonesiauntuk setidaknya mengetahui dimana letak Pulau berada dan pulau-pulau terluar negara ini.Masyarakat Indonesia banyak yang kecewa ketika Pulau Sipadan-Ligitan lepas dari wilayahIndonesia meski awalnya mereka tidak tahu atau bahkan peduli dengan keberadaan pulautersebut. Ketidak-pedulian dan ketidak-tahuan kita terhadap wilayah dan geografi Indonesiaakan berujung bencana bagi diri sendiri. Geografi akan menjadi determinan yangmenentukan masa depan Indonesia adalah hal yang tidak dapat dipungkiri lagi. Namunperlu untuk digaris bawahi bahwa keberadaan Indonesia di masa mendatang terletak padaseberapa jauh masyarakat mengenali dan memahami wilayah yang kita tinggali saat ini.3. Unsur Pembentuk Identitas Nasional Indonesia. Identitas nasional Indonesia pada saat ini terbentuk dari 6 (enam) unsur yaitu : 1) Sejarah perkembangan bangsa Indonesia; 2) Kebudayaan bangsa Indonesia; 3) Suku bangsa; 4) Budaya unggul ; 5) Agama; dan 6) Bahasa.Namun demikian, unsur-unsur ini tidak statis dan akan berkembang sesuai dengan tujuanbangsa Indonesia.Unsur Sejarah :Bangsa Indonesia mengalami kehidupan dalam beberapa situasi dan kondisi sosial yangberbeda sesuai perubahan jaman.Bangsa Indonesiasecara ekonomis dan politik 10
  12. 12. pernah mencapai era kejayaan di wilayah Asia Tenggara. Kejayaan dalam bidang ekonomibangsa Indonesia pada era pemerintahan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, rakyatmengalami kehidupan ekonomi yang sejahtera, sedangkan dalam bidang politik memilikikekuasaan negara hingga seluruh wilayah nusantara yang meliputi wilayah jajahan Belanda(sekarang wilyah NKRI) hingga wilayah negara Filipina, Singapura, Malaysia, bahkansebagian wilayah Thailand. Namun, kejayaan ini mengalami keruntuhan akibatmenghilangnya jiwa kebersamaan (persatuan dan kesatuan) di antara bangsa dalampemerintahan Majapahit dan Sriwijaya tersebut.Dengan keruntuhan pemerintahan tersebutberimplikasikan pada terciptanya pemerintahaan kerajaan di masing-masing daerah diseluruh wilayah Indonesia.Sistem pemerintahan kerajaan ini menyebabkan bangsaIndonesia menjadi makin lemah untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dangangguan dari negara alain yang ingin mencari sumber energi baru bagi negaranya. Realitas perjalanan sejarah bangsa penjajah ini mendorong bangsa Indonesia untukmenjadi bangsa pejuang yang pantang menyerah dalam melawan penjajah untuk meraihdan meraih kembali harga diri, martabatnya sebagai bangsa, selain itu, dipertahankansemua potensi sumber daya alam yang ada agar tidak terus-menerus dieksplorasi dandieksploitas yang akhirnya dapat menghancurkan kehidupan bangsa Indonesia di masadatang.Perjuangan demi perjuangan bangsa Indonesia di atas pada akhirnya menjadi suatu nilaiyang mengkristal dalam jiwa bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia asalah bangsapejuang. Sekaligus semangat juang yang dimiliki oleh bangsa Indonesia tersebutmenjadi kebanggaan sebagai identitas nasional bagi bangsa Indonesia yangmembedakan dengan bangsa lain di ASEAN dan dunia pada umumnya. Sejarah telahmemberikan identutas nasional bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang.Kebudayaan : Aspek kebudayaan yang unsur pembentuk idenstitas nasional adalah meliputi 3 (tiga)unsur yaitu : a) Akal budi; b) Peradaban (civility); dan 11
  13. 13. c) Pengetahuan (knowlegde).  Akal budi :Akal budi adalah sikap dan perilaku yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dalaminteraksinya antara sesama (horizontal) maupun antara pimpinan dengan staf, anak denganorang tua (vertikal), atau sebaliknya.Bentuk sikap dan perilaku sebagaimana yang tersebutdi atas, adalah hormat-menghormati antar sesama, sopan santun dalam sikap dan tuturkata, dan hormat pada orang tua.Era global menuntut kesiapan kita untuk siap berubah menyesuaikan perubahan zaman danmampu mengambil setiap kesempatan.Budaya tradisional di Indonesia sebenarnya lebihkreatif dan tidak bersifat meniru, yang menjadi masalah adalah mempertahankan jati diribangsa. Sebagai contoh sederhana, budaya gotong royong di Indonesia saat ini hampirterkikis habis, individual dan tidak mau tahu dengan orang lain adalah cerminan yangtampak saat ini. Perlu dipikirkan agar kebudayaan kita tetap dapat mencerminkankepribadian bangsa.Kebudayaan tradisional adalah sebuah warisan luhur.Dalam era globalisasi, kebudayaan tradisional mulai mengalami erosi.Orang, anakmuda utamanya lebih senang menghabiskan waktunya untuk pergi ke kafe atau ke nightclub daripada pergi menonton wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung WayangOrang Bharata Jakarta yang kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal inisangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian tradisionalIndonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agenpenanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Orang akan merasa bangga ketikadapat meniru gaya berpakaian orang barat dan menganggap budayanya kuno danketinggalan.  Peradaban (civility) : Peradaban yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia adalah dapat dilihat daribeberapa aspek yang meliputi : 12 - Aspek Ideologi;
  14. 14. - Politik; - Ekonomi; - Sosial; dan - Hankam.Identitas nasional dalam masing-masing aspek yang dimaksud adalah : 1) Ideologi adalah sila-sila dalam Pancasila; 2) Politik adalah demokrasi langsung dalam PEMILU langsung Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah Tingkat I dan Tingkat II Kabupaten/Kota; 3) Ekonomi adalah usaha kecil dan koperasi; 4) Sosial adalah semangat gotong royong, sikap ramah-tamah, murah senyum, dan setia kawan; dan 5) Hankam adalah sistem keamanan lingkungan (siskamling), sistem perang perang gerilya, dan teknologi kentongan dalam memberikan informasi bahaya, dan sebagainya.  Pengetahuan (knowlegde) : Pengetahuan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional meliputi : 1) Prestasi anak bangsa dalam bidang olah raga bulu tangkis dunia; 2) Karya anak bangsa dalam bidang teknologi pesawat terbang CN 235, di IPTN Bandung, Jawa Barat; 3) Karya anak bangsa dalam bidang teknologi kapal laut, yaitu pembuatan kapal laut phinisi; dan 4) Prestasi anak bangsa dalam menjurai lomba olimpiade fisika dan kimia, dan sebagianya. 13Budaya Unggul :
  15. 15. Budaya unggul adalah semangat dan kultur kita untuk mencapai kemajuan dengancara “kita harus bisa”. Dalam UUD 1945, menyatakan bahwa bangsa Indonesia berjuang,bersatu, maju dan mengembangkan dirinya sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat,bersatu, maju, makmur serta adil atau berkesejahteraan. Untuk mencapai kualitas hidupdemikian, nilai kemanusiaan, demokrasi dan keadilan dijadikan landasan idelogis yangsecara ideal dan normatif diwujudkan secara konsisten, konsekuen, dinamis, kreatif, danbukan indoktriner.Jika Indonesia ingin maju, budaya unggul harus dipacu. Untuk mencapai hal tersebut,pemimpin bangsa harus memiliki visi jauh ke depan. Budaya yang bagaimanakah yangmenggerakkan masyarakatnya untuk maju?Jawabannya budaya unggul. Yang dimaksudbudaya unggul dalam era globalisasi ini adalah budaya produktif; dicirikan denganperilaku masyarakatnya sehari-hari, antara lain efisien, inovatif, berorientasi padahasil, dan “dewasa” dalam bersikap.Moral sebetulnya juga termasuk bagian dari tatananbudaya manakala nilai-nilai moral tersebut dianut dan dilaksanakan oleh kelompokmasyarakatnya. Masyarakat yang memiliki budaya unggul akan memiliki standar moraltinggi. Satu sama lain bisa saling dipercaya, atau trust (amanah). Masyarakat yang amanahakan mudah bersinergi untuk fokus pada kemajuan bersama.Bagamana cara membentuk budaya unggul? Tidak lain dengan cara membangunkarakter manusia (character building). Disinilah sebetulnya esensi pendidikan:membangun karakter manusia agar menjadi manusia berkwalitas. Pendidikan semestinyamampu mentransformasikan masyarakatnya dari perilaku kontra-produktif menjadimasyarakat berbudaya unggul. Tanpa pembangunan karakter manusia, maka tidak akanterbentuk masyarakat yang berbudaya unggul. Tanpa budaya unggul (yang merupakanmodal sosial), maka pembangunan fisik (ekonomi) akan berjalan lamban. Modal sosiallahyang akan memberikan “energi positif” terhadap proses pembangunan itu. 14Suku Bangsa :
  16. 16. Identitas nasional dalam aspek suku bangsa adalah suku bangsa yang majemuk (anekaragam).Majemuk atau aneka ragamnya suku bangsa dimaksud adalah terlihat dari jumlahsuku bangsa lebih kurang 300 (tiga ratus) suku bangsa dengan bahasa dan dialek yangberbeda.Agama :Identitas nasional dalam aspek agama adalah masyarakat agamis dan memiliki hubunganantarumat seagama dan antarumat beragama yang rukun. Di samping itu, menurut UU No16/1969, negara Indonesia mengakui multiagama yang dianut oleh bangsanya yaitu Islam,Katholik, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu. Pada Era Orde Baru, agama Kong Hu Cutidak diakui sebagai agama resmi negara Indonesia, tetapi sejak pemerintahan PresidenAbdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan. Islam adalah agamamayoritas bangsa Indonesia.Dalam Islam dikenal juga istilah Islam Antri (Islam yangmemiliki pemahaman Islam yang kuat dan taat) dan Islam Abangan (penganut Islam yangtidak memiliki pemahaman yang kuat tentang syariah Islam).Indonesia merupakan negaramultiagama, karena Indonesia dikatakan negara yang rawan disintegrasi bangsa.Untuk itu menurut Magnis Suseno, salah satu jalan untuk mengurangi risiko konflikantaragama perlu diciptakan tradisi saling menghormati antara umat agama yang ada.Menghormati berarti mengakuyi secara positif dalam agama dan kepercayaan orang lainjuga mampu belajar satu sama lain.Bahasa :Bahasa adalah salah satu atribut bangsa Indonesia di samping sebagai identitasnasional.Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa Melayu yang merupakan bahasapenghubung (lingua franca) berbagai etnis yang mendiami kepulauan nusantara.BahasaMelayu ini pada tahun 1928 ditetapkan oleh pemuda dari berbagai suku bangsa Indonesiadalam peristiwa Sumpah Pemuda sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia. 15

×