0
Pengantar Bisnis Siti Fathonah, SE, MM STMIK Duta Bangsa Surakarta Tahun 2008
Kegiatan Bisnis KEBIIJAKAN BISNIS HARUS MENERAPKAN KEBIJAKAN YANG STRATEGIS STRATEGI BISNIS    HARUS SELALU BERADA DALAM ...
KEGIATAN BISNIS GAGAL BERHASIL 4 FAKTOR 1) KECOCOKAN PRODUK PASAR ( PRODUCT MARKET MATCHING ) 2) NILAI TEKNIK DAN NILAI PI...
Ad.1. KECOCOKAN PRODUK PASAR <ul><li>PRODUK YANG DIHASILKAN DAPAT : </li></ul><ul><li>COCOK </li></ul><ul><li>MATCH </li><...
Ad.2. TECHNICAL VALUE AND PSYCHOLOGICAL VALUE NILAI TAMBAH (ADDED VALUE) : 2 SUMBER NILAI TEKNIS (TECHNICAL VALUE) NILAI P...
Ad.3. PENGORBANAN KONSUMEN 4 MACAM : 1) KORBAN UANG (MONEY COST) 2) KORBAN WAKTU (TIME COST) 3) KORBAN ENERGI (ENERGY COST...
? MANFAAT PSIKOLOGIS = MANFAAT NON TEKNIS = NON TECHNICAL BENEFIT = MANFAAT SOSIAL = SOCIAL BENEFIT
Ad.4. DINAMIKA LINGKUNGAN BISNIS ? Mewaspadai Berbagai Kondisi FAKTOR YANG BISA MENGHAPUS KEBERHASILAN : 3 MACAM 1) DINAMI...
Ad.4.2. DINAMIKA PERSAINGAN ? PERSAINGAN AKAN SELALU MELIHAT KELENGAHAN ? PESAING AKAN MEMANFAAT PELUANG UNTUK :    MENYE...
   MANAJEMEN BISNIS STRATEGIK/STRATEGIS   ARTI :  STRATEGI  =  BIJAK  = BIJAKSANA MANAJ. STRATEGIK KEBERHASILAN PEDOMAN ...
   TOLOK UKUR KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS   ? KEBERHASILAN     HARUS DAPAT DIUKUR BERMACAM-MACAM KEBERHASILAN KEBIJAK...
   TOLOK UKUR KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS   <ul><li>PENGHASILAN, KEUNTUNGAN (PROFIT) </li></ul><ul><li>PERKEMBANGAN YA...
<ul><li>Posisi bisnis yang tergantung denga pihak lain (Dependent Business) </li></ul><ul><li>Posisi bisnis yang merdeka (...
<ul><li>Kerjasama atau patungan </li></ul><ul><ul><li>Usaha Bersama (Paling Mudah) </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya Patung...
<ul><li>Licensing </li></ul><ul><li>: Kerjasama bisnis yang berupaya untuk memberikan hak kepada pengusaha lain memperguna...
<ul><li>PENGGABUNGAN/MERGER </li></ul><ul><li>: Kerjasama yang saling menguntungkan (network) </li></ul><ul><ul><li>Bergab...
<ul><li>CITRA BISNIS/ CORPORATE IMAGE </li></ul><ul><li>PERUSAHAAN    SEMAKIN LUAS :  MENGGURITA </li></ul><ul><li>Terben...
<ul><li>ETIKA BISNIS </li></ul><ul><li>Bisnis </li></ul>Meraih keuntungan  Pertumbuhan Bisnis Peroleh posisi persaingan ya...
STRUKTUR MANAJENEM BISNIS STRATEGIK MANAJEMEN BISNIS <ul><li>YG STRATEGIK </li></ul><ul><li>BIJAK </li></ul><ul><li>BAIK <...
 KEGIATAN DALAM ORGANISASI BISNIS <ul><li>PEMASARAN </li></ul><ul><li>KEUANGAN </li></ul><ul><li>PRODUKSI DAN OPERASI </l...
 PEMASARAN <ul><li>4 P : Produk </li></ul><ul><li>  Price </li></ul><ul><li>  Place </li></ul><ul><li>  Promotion </li></...
 BAGIAN KEUANGAN <ul><li>CARRACTER </li></ul><ul><li>CAPACITY </li></ul><ul><li>CAPITAL </li></ul><ul><li>CALLACTERAL </l...
 BAGIAN PRODUKSI DAN OPERASI <ul><li>TEPAT JUMLAH </li></ul><ul><li>TEPAT MUTU </li></ul><ul><li>TEPAT ONGKOS HARGA </li>...
 FUNGSI MANAJERIAL <ul><li>TEPAT JUMLAH </li></ul><ul><li>TEPAT MUTU </li></ul><ul><li>TEPAT ONGKOS HARGA </li></ul><ul><...
BAB II SISTEM NILAI BISNIS <ul><li>TOTAL SISTEM NILAI BISNIS </li></ul><ul><li>DIVERSIFIKASI USAHA (BISNIS) </li></ul><ul>...
I. TOTAL NILAI BISNIS  KEGIATAN BISNIS SECARA KESELURUHAN SALING TERKAIT  KETERKAITAN MENUJU KE ARAH <ul><li>HULU (INDUS...
II. DIVERSIFIKASI USAHA (BISNIS) <ul><li>SBU Kain Wol </li></ul><ul><li>SBU Kain Korden </li></ul><ul><li>SBU Kain Contoh ...
III. SISTEM NILAI PRODUSEN <ul><li>: YAITU SISTEM NILAI DARI PERUSAHAAN ITU SENDIRI DENGAN SISTEM NILAI KONSUMEN YANG DIHA...
IV. SISTEM NILAI KONSUMEN INDUSTRI <ul><li>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI COCOK/TIDAK </li></ul><ul><li>HARGA POKOK PRODUKSI </l...
Faktor yang mempengaruhi ada 2 : <ul><li>Aspek Internal </li></ul><ul><li>Merupakan aspek yang berasala dari diri pribadi ...
VI. KECOCOKAN NILAI PRODUSEN DENGAN NILAI KONSUMEN <ul><li>KECOCOKAN DAN NILAI TAMBAH YANG DICAPAI </li></ul><ul><li>PENGO...
BAB III PERENCANAAN STRATEGIS <ul><li>HAKEKAT PERENCANAAN STRATEGIS </li></ul><ul><li>PS = Suatu perencanaan untuk membuat...
<ul><li>Jangka Panjang </li></ul><ul><li>Menyeluruh/Komprehensif </li></ul><ul><li>Terpadu/Integrated </li></ul><ul><li>Sk...
 PERENCANAAN OPERASIONAL <ul><li>Jangka Panjang </li></ul><ul><li>Terpisah-pisah </li></ul><ul><li>Parsial/bagian demi ba...
DAYA BEDA SEBAGAI MAGNET DARI KONSUMEN DAYA BEDA KEPUASAN KONSUMEN PELAYANAN KONSUMEN FANATIK PERMINTAAN IN ELASTIS MEMBUA...
? KEUNGGULAN <ul><li>KEUNGGULAN ABSOLUT (ABSOLUT ADVANTAGE) </li></ul><ul><li>KEUNGGULAN KOMPARATIF (COMPARATIVE ADVANTAGE...
 SASARAN PERENCANAAN STRATEGIS <ul><li>KEUNGGULAN POSISI PERSAINGAN ( COMPETITIVE ADVANTAGE ) MEREBUT/MENINGKATKAN POSISI...
2. CORPORATE IMAGE NAMA BAIK/CITRA <ul><li>BRAND IMAGE </li></ul><ul><li>PRODUCT IMAGE </li></ul><ul><li>CORPORATE IMAGE <...
BERBAGAI BENTUK RENCANA STRATEGIS <ul><li>STRATEGI GENERIK </li></ul><ul><li>STRATEGI REAKTIF DAN PROAKTIF </li></ul><ul><...
<ul><li>Ad. a. COST LEADERSHIP </li></ul><ul><li>MERUPAKAN SUATU PROGRAM KERJA YANG BERUSAHA UNTUK MENJUAL BARANG-BARANG D...
<ul><li>Ad. b. PRODUCT DIFFERENTIATION </li></ul><ul><li>PRODUK KITA BEDA DENGAN PRODUK LAIN </li></ul><ul><li>PRODUK HARU...
Ad. d. STRATEGI KEUNGGULAN TEKNOLOGI :  SENANTIASA MENGGUNAKAN KEUNGGULAN TEKNOLOGI YANG UNGGUL/TEKNOLOGI TINGGI/ HI-TECH ...
Ad. c. FOCUS MENITIK BERATKAN PADA DAERAH PASAR  KONSUMEN YANG TERBATAS     STRATEGI TERKONSENTRASI MELAYANI SEGMEN TERTE...
<ul><li>Ad. 2. STRATEGI REAKTIF DAN PROAKTIF </li></ul><ul><li>MERUPAKAN PENGEMBANGAN DARI STRATEGI GENERIK </li></ul><ul>...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Utf 8''pengantar bisnis (1)

6,398

Published on

Published in: Business, Economy & Finance
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
6,398
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
179
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Utf 8''pengantar bisnis (1)"

  1. 1. Pengantar Bisnis Siti Fathonah, SE, MM STMIK Duta Bangsa Surakarta Tahun 2008
  2. 2. Kegiatan Bisnis KEBIIJAKAN BISNIS HARUS MENERAPKAN KEBIJAKAN YANG STRATEGIS STRATEGI BISNIS  HARUS SELALU BERADA DALAM  JALUR YANG BENAR  TIDAK KELIRU  TIDAK SALAH LANGKAH MATERIAL MESIN MANUSIA UANG Manajemen BISNIS PENGUSAHA BRG KONSUMSI BRG INDUSTRI BRG PEMERINTAH BRG INTERNASIONAL PASAR PASAR MASYARAKAT
  3. 3. KEGIATAN BISNIS GAGAL BERHASIL 4 FAKTOR 1) KECOCOKAN PRODUK PASAR ( PRODUCT MARKET MATCHING ) 2) NILAI TEKNIK DAN NILAI PISIK ( TECHNICAL VALUE AND PSYCHOLGICAL VALUE ) 4) DINAMIKA LINGKUNGAN BISNIS 3) PENGORBANAN KONSUMEN
  4. 4. Ad.1. KECOCOKAN PRODUK PASAR <ul><li>PRODUK YANG DIHASILKAN DAPAT : </li></ul><ul><li>COCOK </li></ul><ul><li>MATCH </li></ul><ul><li>FIT </li></ul>KONSUMEN PASAR KEBERHASILAN BISNIS COCOK = NILAI TAMBAH = VALUE ADDED PRODUK DAPAT COCOK UNTUK KONSUMEN BILA MEMENUHI : 1) KEBUTUHAN 2) KEINGINAN 3) DAYA BELI (KEMAMPUAN)
  5. 5. Ad.2. TECHNICAL VALUE AND PSYCHOLOGICAL VALUE NILAI TAMBAH (ADDED VALUE) : 2 SUMBER NILAI TEKNIS (TECHNICAL VALUE) NILAI PSIKOLOGI (PSYCHOLOGICAL VALUE) : Suatu nilai yang harus terkandung dalam produk yang berupa manfaat teknis dari produk tersebut : Aspek yang berupa manfaat yang memberikan suatu kelebihan secara psikologis serta emosional dari konsumen yang memakai produk tersebut Contoh : Sepatu (dari Itali ) Enak dipakai, memberi perlindungan terhadap kaki Kebanggaan (Prestis)
  6. 6. Ad.3. PENGORBANAN KONSUMEN 4 MACAM : 1) KORBAN UANG (MONEY COST) 2) KORBAN WAKTU (TIME COST) 3) KORBAN ENERGI (ENERGY COST) 4) KORBAN PHISIK (PHYSICAL COST) KONSUMEN AKAN MEMBANDINGKAN MANFAAT PENGORBANAN : VE : VALUE ADDED MC : MONEY COST TB : TECHNICAL BENEFIT TC : TIME COST EM : EMOTIONAL BENEFIT EC : ENERGY COST PC : PHYSICAL COST VALUE ADDED = TB + EB MC + TC + EC + PC
  7. 7. ? MANFAAT PSIKOLOGIS = MANFAAT NON TEKNIS = NON TECHNICAL BENEFIT = MANFAAT SOSIAL = SOCIAL BENEFIT
  8. 8. Ad.4. DINAMIKA LINGKUNGAN BISNIS ? Mewaspadai Berbagai Kondisi FAKTOR YANG BISA MENGHAPUS KEBERHASILAN : 3 MACAM 1) DINAMIKA LINGKUNGAN 2) DINAMIKA PERSAINGAN 3) DINAMIKA PASAR DINAMIKA LINGKUNGAN BISNIS Ad.4.1. DINAMIKA LINGKUNGAN <ul><li>LINGKUNGAN MASYARAKAT  DINAMIS </li></ul><ul><li>  BERUBAH </li></ul><ul><li>  BERKEMBANG </li></ul><ul><li>SELALU MEMANTAU LINGKUNGAN  DULU </li></ul><ul><li>  SEKARANG </li></ul><ul><li>  AKAN DATANG </li></ul>
  9. 9. Ad.4.2. DINAMIKA PERSAINGAN ? PERSAINGAN AKAN SELALU MELIHAT KELENGAHAN ? PESAING AKAN MEMANFAAT PELUANG UNTUK :  MENYERANG  MENGOBOK-OBOK KEBERHASILAN LAWAN ? HARUS WASPADA PADA PESAING Ad.4.3. DINAMIKA PASAR ? Yaitu suatu kondisi dimana tidak suatu produk yang dapat cocok dengan semua rang (seluruh lapisan masyarakat) <ul><li>Perusahaan harus berusaha untuk melakukan DIVERSIFIKASI produk </li></ul><ul><li>Maka untuk mengantisipasi dibutuhkan : </li></ul>MANAJEMEN BISNIS YANG STRATEGIS
  10. 10.  MANAJEMEN BISNIS STRATEGIK/STRATEGIS  ARTI : STRATEGI = BIJAK = BIJAKSANA MANAJ. STRATEGIK KEBERHASILAN PEDOMAN KERJA Akan memperoleh menjadi = MANAJ. YANG BIJAK = MANAJ. YANG TIDAK KELIRU HARUS DIEVALUASI PERTERMIN :  SEMESTER  TAHUN
  11. 11.  TOLOK UKUR KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS  ? KEBERHASILAN  HARUS DAPAT DIUKUR BERMACAM-MACAM KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS DAPAT BERUPA : <ul><li>BESAR KECILNYA PENGHASILAN, KEUNTUNGAN </li></ul><ul><li>TINGKAT PERTUMBUHAN BISNIS (RATE OF GROWTH)  PERKEMBANGAN YANG BERKELANJUTAN </li></ul><ul><li>SEMAKIN MEMBAIKNYA POSISI PERSAINGAN ( COMPETITIVE ADVANTAGE )  KEUNGGULAN POSISI PERSAINGAN </li></ul><ul><li>SEMAKIN MENINGKATNYA POSISI BISNIS (KEMANDIRIAN BISNIS)  KEUNGGULAN POSISI BISNIS </li></ul><ul><li>SEMAKIN BAGUSNYA IMAGE TERHADAP PERUSAHAAN (CORPORATE IMAGE)  CITRA BISNIS </li></ul><ul><li>ETIKA BISNIS </li></ul>
  12. 12.  TOLOK UKUR KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS  <ul><li>PENGHASILAN, KEUNTUNGAN (PROFIT) </li></ul><ul><li>PERKEMBANGAN YANG BERKELANJUTAN (RATE OF GROWTH) </li></ul><ul><li>KEUNGGULAN POSISI PERSAINGAN (COMPETITIVE ADVANTAGE) </li></ul><ul><li>PASAR PERSAINGAN SEMPURNA </li></ul><ul><li>PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK </li></ul><ul><li>PASAR PERSAINGAN OLIGOPOLI </li></ul><ul><li>PASAR PERSAINGAN MONOPOLI </li></ul><ul><li>PEMIMPIN PASAR </li></ul><ul><li>PENANTANG PASAR </li></ul><ul><li>PENGIKUT PASAR </li></ul><ul><li>PENIRU PASAR </li></ul>
  13. 13. <ul><li>Posisi bisnis yang tergantung denga pihak lain (Dependent Business) </li></ul><ul><li>Posisi bisnis yang merdeka (Independent Business) </li></ul><ul><li>Posisi bisnis yang saling terkait (Independent Business) </li></ul> TOLOK UKUR KEBERHASILAN KEBIJAKAN BISNIS  <ul><li>KEUNGGULAN POSISI BISNIS (BUSINESS ADVANTAGE) TERDIRI DARI 3 MACAM : </li></ul>NET WORKING DAN OUT SOURCING <ul><li>Kerjasama yang saling menguntungkan : </li></ul><ul><li>Kerjasama atau patungan </li></ul><ul><li>Aliansi atau koalisi </li></ul><ul><li>Penggabungan atau merger </li></ul><ul><li>Holding Company </li></ul><ul><li>Kartel </li></ul>
  14. 14. <ul><li>Kerjasama atau patungan </li></ul><ul><ul><li>Usaha Bersama (Paling Mudah) </li></ul></ul><ul><ul><li>Biaya Patungan </li></ul></ul><ul><li>Aliansi </li></ul><ul><ul><li>Masing-masing saling tergantung </li></ul></ul><ul><ul><li>Bersifat jangka pendek </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam jangka panjang mereka masing-masing berusaha untuk membebaskan diri dari ketergantungan tersebut </li></ul></ul><ul><ul><li>Bentuk-Bentuk : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Licensing </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Franchising </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Joint Venturing </li></ul></ul></ul>
  15. 15. <ul><li>Licensing </li></ul><ul><li>: Kerjasama bisnis yang berupaya untuk memberikan hak kepada pengusaha lain mempergunakan merk dagang yang dimilikinya kepada pengusaha lain </li></ul><ul><li>Franchising/Waralaba </li></ul><ul><li>Kerja sama bisnis yang menyerahkan : </li></ul><ul><ul><li>Merk </li></ul></ul><ul><ul><li>Hak Resep </li></ul></ul><ul><ul><li>Proses Produksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Franchisor : Pengusaha yang menyerahkan </li></ul></ul><ul><ul><li>Franchisess : Pengusaha yang menerima </li></ul></ul><ul><li>Joint Venture </li></ul><ul><li>: Kerjasama atau produksi bersama </li></ul>
  16. 16. <ul><li>PENGGABUNGAN/MERGER </li></ul><ul><li>: Kerjasama yang saling menguntungkan (network) </li></ul><ul><ul><li>Bergabung menjadi satu </li></ul></ul><ul><ul><li>Menjadi satu kesatuan jaringan kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Penggabungan ini bisa melalui 2 cara : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penggabungan biasa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Akuisis atau pembelian </li></ul></ul></ul><ul><li>HOLDING COMPANY </li></ul><ul><li>: Bentuk kepemilikan dari berbagai (banyak) perusahaan oleh suatu badan/perorangan </li></ul><ul><ul><li> Cabang  Sejajar </li></ul></ul><ul><li>KARTEL </li></ul><ul><li>: seperti holding company tetapi </li></ul><ul><ul><li> Cabang  vertikal </li></ul></ul>Hulu Hilir
  17. 17. <ul><li>CITRA BISNIS/ CORPORATE IMAGE </li></ul><ul><li>PERUSAHAAN  SEMAKIN LUAS : MENGGURITA </li></ul><ul><li>Terbentuknya IMAGE (citra bisnis) </li></ul><ul><li>(citra yang baik)  terhadap produk </li></ul><ul><li>(bisnis) </li></ul><ul><li>PROSES IMAGE : </li></ul><ul><li>BRAND IMAGE / MERK PRODUK </li></ul><ul><li>PRODUCT IMAGE /CITRA PRODUK </li></ul><ul><li>RENTENTION RATE </li></ul><ul><li>(Merk tertanam pada hati konsumen/masyarakat </li></ul><ul><li>Misal : Aqua, Sanyo </li></ul><ul><li>CORPORATE IMAGE </li></ul>Produk Pelayanan Promosi dll <ul><li>COUNTRY IMAGE (Citra Terhadap Negara) </li></ul>
  18. 18. <ul><li>ETIKA BISNIS </li></ul><ul><li>Bisnis </li></ul>Meraih keuntungan Pertumbuhan Bisnis Peroleh posisi persaingan yang unggul Peroleh posisi yang menguntungkan Image baik KESEMUANYA HARUS DICAPAI DENGAN CARA TERPUJI / ETIS X PENIPUAN PENGGELAPAN PEMBAJAKAN DLL
  19. 19. STRUKTUR MANAJENEM BISNIS STRATEGIK MANAJEMEN BISNIS <ul><li>YG STRATEGIK </li></ul><ul><li>BIJAK </li></ul><ul><li>BAIK </li></ul><ul><li>BENAR </li></ul><ul><li>Profit Oriented </li></ul><ul><li>Non Profit Oriented </li></ul><ul><li>LEADER : Pemimpin </li></ul><ul><li>CHALLENGER : Penantang </li></ul><ul><li>FOLLOWER : Pengikut </li></ul><ul><li>Income, laba </li></ul><ul><li>Growth </li></ul><ul><li>Competitiye Advantage </li></ul><ul><li>Business Advantage </li></ul><ul><li>Image </li></ul><ul><li>Etic </li></ul>MATERIAL MESIN MANUSIA UANG Manajemen BRG KONSUMSI BRG INDUSTRI BRG PEMERINTAH BRG INTERNASIONAL PASAR
  20. 20.  KEGIATAN DALAM ORGANISASI BISNIS <ul><li>PEMASARAN </li></ul><ul><li>KEUANGAN </li></ul><ul><li>PRODUKSI DAN OPERASI </li></ul><ul><li>AKUNTANSI </li></ul><ul><li>MANAJERIAL </li></ul>ANTARA LAIN : PEMASARAN KEUANGAN PRODUKSI A K U N T A N S I
  21. 21.  PEMASARAN <ul><li>4 P : Produk </li></ul><ul><li> Price </li></ul><ul><li> Place </li></ul><ul><li> Promotion </li></ul><ul><li>Cocok produk-produk pasar </li></ul><ul><li>Nilai Teknis & Nilai Psikologi </li></ul><ul><li>Pengorbanan Konsumen </li></ul><ul><li>Lingkungan </li></ul>Bagian ini bertujuan agar memperoleh DANA bagi kehidupan perusahaan Kegiatan pemasaran meliputi :
  22. 22.  BAGIAN KEUANGAN <ul><li>CARRACTER </li></ul><ul><li>CAPACITY </li></ul><ul><li>CAPITAL </li></ul><ul><li>CALLACTERAL </li></ul><ul><li>CONDITION OF EC. </li></ul>PEMASARAN BAGIAN KEUANGAN PEDOMAN KERJA : 5 C
  23. 23.  BAGIAN PRODUKSI DAN OPERASI <ul><li>TEPAT JUMLAH </li></ul><ul><li>TEPAT MUTU </li></ul><ul><li>TEPAT ONGKOS HARGA </li></ul><ul><li>TEPAT WAKTU </li></ul><ul><li>MENGHASILKAN PRODUK : </li></ul><ul><li>BARANG </li></ul><ul><li>JASA </li></ul><ul><li>PEDOMAN KERJA : 4 TEPAT : </li></ul> BAGIAN AKUNTANSI MENCARI SEMUA TRANSAKSI DENGAN SISTEMATIS DAN SEIMBANG
  24. 24.  FUNGSI MANAJERIAL <ul><li>TEPAT JUMLAH </li></ul><ul><li>TEPAT MUTU </li></ul><ul><li>TEPAT ONGKOS HARGA </li></ul><ul><li>TEPAT WAKTU </li></ul> FUNGSI UTAMA  MANAJEMEN BISNIS  PROSES BERPIKIR ANALISTIS DALAM FUNGSI MANAJERIAL (SECARA SKEMATIS ) PLANNING ORGANIZING CONTROLLING MOTIVATING MANAJEMEN (Decission Making) HAKIKAT MANAJEMEN STRATEGIK
  25. 25. BAB II SISTEM NILAI BISNIS <ul><li>TOTAL SISTEM NILAI BISNIS </li></ul><ul><li>DIVERSIFIKASI USAHA (BISNIS) </li></ul><ul><li>SISTEM NILAI PRODUSEN </li></ul><ul><li>SISTEM NILAI KONSUMEN INDUSTRI </li></ul><ul><li>SISTEM NILAI KONSUMEN AKHIR </li></ul><ul><li>KECOCOKAN NILAI PRODUSEN DENGAN NILAI KONSUMEN </li></ul>
  26. 26. I. TOTAL NILAI BISNIS  KEGIATAN BISNIS SECARA KESELURUHAN SALING TERKAIT  KETERKAITAN MENUJU KE ARAH <ul><li>HULU (INDUSTRI HULU) </li></ul><ul><li>HILIR </li></ul>UNIT BISNIS STRATEGIK (STRATEGIC BUSINESS UNIT = SBU) =SUBSISTEM TOTAL BUSINESS VALUE SYSTEM TOTAL SISTEM NILAI BISNIS BENANG KAIN KONVEKSI RETAILER HULU HILIR
  27. 27. II. DIVERSIFIKASI USAHA (BISNIS) <ul><li>SBU Kain Wol </li></ul><ul><li>SBU Kain Korden </li></ul><ul><li>SBU Kain Contoh </li></ul>Didalam suatu perusahaan kenyataannya bahwa perusahaan memiliki beberapa SBU.  Misal perusahaan kain memiliki : DIVERSIFIKASI (PENGANEKARAGAMAN)
  28. 28. III. SISTEM NILAI PRODUSEN <ul><li>: YAITU SISTEM NILAI DARI PERUSAHAAN ITU SENDIRI DENGAN SISTEM NILAI KONSUMEN YANG DIHADAPKAN BAIK KONSUMEN INDUSTRI/KONSUMEN AKHIR </li></ul><ul><li>KEGIATAN BISNIS YANG BERHASIL ADALAH KEGIATAN BISNIS YANG DAPAT MEMPERTAUTKAN DENGAN BAIK ANTARA SISTEM NILAI PERUSAHAAN DENGAN SISTEM NILAI KONSUMEN </li></ul><ul><li>KEGIATAN BISNIS GAGAL KARENA : </li></ul><ul><li>TIDAK BISA MEMPERTAUTKAN ANTARA SISTEM NILAI DARI PERUSAHAAN DENGAN SISTEM NILAI KONSUMEN </li></ul><ul><li>KONSUMEN MENINGGALKAN PERUSAHAAN </li></ul><ul><li>KONSUMEN TIDAK MAU MEMBELI PRODUK PERUSAHAAN </li></ul>
  29. 29. IV. SISTEM NILAI KONSUMEN INDUSTRI <ul><li>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI COCOK/TIDAK </li></ul><ul><li>HARGA POKOK PRODUKSI </li></ul><ul><li>HARGA POKOK PENJUALAN </li></ul><ul><li>HARGA POKOK PRODUKNYA </li></ul><ul><li>MUTU BARANG HASIL PRODUKSINYA </li></ul><ul><li>KELANCARAN PROSES SUPPLAY/PASOKAN BAHAN BAKUNYA </li></ul>V. SISTEM NILAI KONSUMEN AKHIR : MERUPAKAN BERBAGAI NILAI YANG MENJADI PERTIMBANGAN PARA KONSUMEN DALAM MEMILIKI SUATU PRODUK YANG DIBUTUHKAN DAN DIINGINKAN SESUAI DENGAN DAYA BELI/PENGHASILAN YANG DIMILIKI
  30. 30. Faktor yang mempengaruhi ada 2 : <ul><li>Aspek Internal </li></ul><ul><li>Merupakan aspek yang berasala dari diri pribadi konsumen dan disebut aspek kepribadian atau personality </li></ul><ul><li>Bisa dipelajari dengan </li></ul><ul><li>“ Tipologi Manusia” dengan media : </li></ul><ul><ul><li>Bertubuh gemuk pendek </li></ul></ul><ul><ul><li>Bertubuh sedang gempal </li></ul></ul><ul><ul><li>Bertubuh tinggi semampai </li></ul></ul><ul><li>Aspek Eksternal </li></ul><ul><li>: Aspek yang berasal dari anggota masyarakat </li></ul><ul><li>Misal : Peers Group  Teman </li></ul><ul><li>Reference Group  Pimpinan </li></ul><ul><li>Oppinion Leadership </li></ul>
  31. 31. VI. KECOCOKAN NILAI PRODUSEN DENGAN NILAI KONSUMEN <ul><li>KECOCOKAN DAN NILAI TAMBAH YANG DICAPAI </li></ul><ul><li>PENGORBANAN KONSUMEN </li></ul><ul><li>LOYALITAS DAN FANATISME KONSUMEN </li></ul><ul><li>ELASTISITAS PERMINTAAN </li></ul><ul><li>NILAI TAMBAH </li></ul>
  32. 32. BAB III PERENCANAAN STRATEGIS <ul><li>HAKEKAT PERENCANAAN STRATEGIS </li></ul><ul><li>PS = Suatu perencanaan untuk membuat suatu pekerjaan yang baik/benar (tidak keliru) dan strategis </li></ul><ul><li>PO = Perencanaan operasional yang berupa penjabaran terhadap cara kerja /metode kerja yang harus dilakukan untuk melaksanakan program kerja </li></ul><ul><ul><li>Mis : Pemilihan proses produksi </li></ul></ul><ul><li> PS  berkaitan dengan “ Doing The Right Thing ” </li></ul><ul><li> PO  berkaitan dengan “ Doing The Right ” </li></ul>
  33. 33. <ul><li>Jangka Panjang </li></ul><ul><li>Menyeluruh/Komprehensif </li></ul><ul><li>Terpadu/Integrated </li></ul><ul><li>Skopnya Luas </li></ul><ul><li>Daya tahannya tinggi </li></ul> PERENCANAAN STRATEGIS Adalah suatu rencana yang memiliki berbagai aspek yaitu :
  34. 34.  PERENCANAAN OPERASIONAL <ul><li>Jangka Panjang </li></ul><ul><li>Terpisah-pisah </li></ul><ul><li>Parsial/bagian demi bagian </li></ul><ul><li>Skopnya sempit </li></ul><ul><li>Daya tahannya rendah </li></ul><ul><li>MEMILIKI BERBAGAI ASPEK : </li></ul>PS PO SALING BERKAITAN /BERTEMAN STRATEGIS X LATAH IKUT-IKUTAN ASAL JADI
  35. 35. DAYA BEDA SEBAGAI MAGNET DARI KONSUMEN DAYA BEDA KEPUASAN KONSUMEN PELAYANAN KONSUMEN FANATIK PERMINTAAN IN ELASTIS MEMBUAT BISNIS PADA POSISI STRATEGIS P1 P2 Q1 Q2 INELASTIS
  36. 36. ? KEUNGGULAN <ul><li>KEUNGGULAN ABSOLUT (ABSOLUT ADVANTAGE) </li></ul><ul><li>KEUNGGULAN KOMPARATIF (COMPARATIVE ADVANTAGE) </li></ul>2 MACAM SUMBER DAYA TARIK UNTUK MENYERAP KONSUMEN PERBEDAAN CIRI KHAS
  37. 37.  SASARAN PERENCANAAN STRATEGIS <ul><li>KEUNGGULAN POSISI PERSAINGAN ( COMPETITIVE ADVANTAGE ) MEREBUT/MENINGKATKAN POSISI PERSAINGAN BISNISNYA YAITU DARI : </li></ul>PERSAINGAN MURNI PERSAINGAN MONOPOLISTIK PERSAINGAN OLIGOPOLI PERSAINGAN MONOPOLI PENIRU PASAR PENGIKUT PASAR PENANTANG PASAR PEMIMPIN PASAR
  38. 38. 2. CORPORATE IMAGE NAMA BAIK/CITRA <ul><li>BRAND IMAGE </li></ul><ul><li>PRODUCT IMAGE </li></ul><ul><li>CORPORATE IMAGE </li></ul><ul><li>COUNTRY IMAGE </li></ul>
  39. 39. BERBAGAI BENTUK RENCANA STRATEGIS <ul><li>STRATEGI GENERIK </li></ul><ul><li>STRATEGI REAKTIF DAN PROAKTIF </li></ul><ul><li>STRATEGI BERTAHAN DAN MENYERANG </li></ul><ul><li>Ad. 1. STRATEGI GENERIK </li></ul><ul><li>TERDIRI DARI : </li></ul><ul><ul><li>COST LEADERSHIP </li></ul></ul><ul><ul><li>PRODUCT DIFFERENTIATION </li></ul></ul><ul><ul><li>FOCUS </li></ul></ul><ul><ul><li>STRATEGI KEUNGGULAN TEKNOLOGI </li></ul></ul>
  40. 40. <ul><li>Ad. a. COST LEADERSHIP </li></ul><ul><li>MERUPAKAN SUATU PROGRAM KERJA YANG BERUSAHA UNTUK MENJUAL BARANG-BARANG DENGAN HARGA YANG MURAH DENGAN MUTU YANG BAGUS </li></ul><ul><ul><li>ADA HARGA ADA KUALITAS BARANG </li></ul></ul><ul><ul><li>HARGA MURAH  BARANG JELEK </li></ul></ul>
  41. 41. <ul><li>Ad. b. PRODUCT DIFFERENTIATION </li></ul><ul><li>PRODUK KITA BEDA DENGAN PRODUK LAIN </li></ul><ul><li>PRODUK HARUS MEMILIKI KEUNGGULAN </li></ul><ul><ul><li>KEUNGGULAN ABSOLUT </li></ul></ul><ul><ul><li>KEUNGGULAN KOMPARATIVE </li></ul></ul>CITRA BISNIS
  42. 42. Ad. d. STRATEGI KEUNGGULAN TEKNOLOGI : SENANTIASA MENGGUNAKAN KEUNGGULAN TEKNOLOGI YANG UNGGUL/TEKNOLOGI TINGGI/ HI-TECH DENGAN HI-TECH PRODUK SULIT DITIRU (TERLINDUNGI DARI PERSAINGAN)
  43. 43. Ad. c. FOCUS MENITIK BERATKAN PADA DAERAH PASAR KONSUMEN YANG TERBATAS  STRATEGI TERKONSENTRASI MELAYANI SEGMEN TERTENTU 2 : <ul><li>COST FOCUS  HARGA RENDAH </li></ul><ul><li>DIFFERENTIATION FOCUS  HARGA TINGGI </li></ul>
  44. 44. <ul><li>Ad. 2. STRATEGI REAKTIF DAN PROAKTIF </li></ul><ul><li>MERUPAKAN PENGEMBANGAN DARI STRATEGI GENERIK </li></ul><ul><li>MENGENAL 2 MACAM BENTUK : </li></ul><ul><ul><li>STRATEGI REAKTIF </li></ul></ul><ul><ul><li>YAITU STRATEGI YANG ERSIFAT REAKTIF YANG HANYA BESIFAT MEMBALAS APA SAJA YANG DILAKUKAN PESAING </li></ul></ul><ul><ul><li>STRATEGI PROAKTIF </li></ul></ul><ul><ul><li>BERUSAHA MENCARI TEROBOSAN BARU YANG BERBEDA :  PRODUK BARU </li></ul></ul><ul><ul><li> PARADIGMA BARU </li></ul></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×