SUDARTO
EDEMA PARUPendahuluan
EDEMA PARUEDEMA PARU
EDEMA PARUDEFINISI           Edema paru nonkardiogenik :           penimbunan cairan pada jaringan           interstisial ...
EDEMA PARUETIOLOGI1. Ketidakseimbangan tekanan  hidrostatik dan onkotik2. Perubahan permeabilitas membran  Alveolar-kapile...
Ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan  onkotik Peningkatan tek kapiler paru Penurunan tek onkotik plasma Peningkata...
Perubahan permeabilitas membran  Alveolar-kapiler Infeksi Toksin Vasoaktif substans Aspirasi Inflamasi sistemik Hipe...
Lain-lain karena ketinggian neurogenik Narkotik dll
PatogenesisEpitelium alveolus tersusunoleh 2 tipe sel pneumosit :type I (90%) yang berbentukpipih, dan type II (10 %) yan...
Pada cedera paruterjadi kerusakanmembran kapileralveolus permeabilitas kapilermeningkat  cairanplasma masuk kealveolus ...
Makrofag di alveolusmensekresi cytokines yaitu :interleukin, dan TNF yangmemicu kemotaksis danaktivasi neutrofilNeutrofi...
   Edema paru neurogenik  meningkatnya tekanan    arteri pulmonalis yang sangat tinggi yang    berhubungan dengan mening...
   Edema paru karena ketinggian/High altitude    pulmonary edema dipengaruhi oleh    > Kecepatan waktu menuju ketinggian ...
Gejala KlinisSesak napas hebatnapas yang cepat (takipnea)batuk dengan sputumPenggunaan otot pernapasan tambahanronki ...
PEMERIKSAAN PENUNJANGDarah rutin, Kultur darahAnalisa gas darahFoto toraksAnalisa cairan edemPulmonary – Artery Cathe...
Penatalaksanaan  TUJUAN  Terhadap penyakit primer  umumnya bersifat suportif  Memelihara oksigenasi dan perfusi  jaring...
Penatalaksaan Oksigenasi, intubasi, Ventilator mekanik Antibiotik  empiris, sesuai kultur Vasodilator : NO, Antagonis ...
Intubasi dan ventilatorKondisi hipoksia beratGangguan perfusi ke jaringan
Pengaturan ventilator untuk mencegah cedera paru
Edema paru
Edema paru
Edema paru
Edema paru
Edema paru
Edema paru
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Edema paru

2,751
-1

Published on

0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
2,751
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
169
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • There were 139 patients evaluable for safety in the SIGN trial: 68 patients in the IRESSA arm and 71 patients in the docetaxel arm. 1 There were no withdrawals or deaths due to drug-related AEs with IRESSA, while there were three withdrawals and three deaths due to AEs that were possibly drug-related among patients receiving docetaxel. 1 A lower incidence of drug-related AEs was seen in the IRESSA arm (51.5%) compared with the docetaxel arm (78.9%). 1 Fewer CTC grade 3/4 drug-related AEs were seen with IRESSA (8.8%) compared with docetaxel (25.4%). 1 Two cases of febrile neutropenia were seen in the docetaxel arm. 1 Also, analysis of laboratory haematological parameters showed that the incidence of neutropenia and leukopenia was higher with docetaxel (46% and 37.3%, respectively) compared with IRESSA (1.6% and 0%, respectively). 1 Reference 1. Cufer T et al. Anti-Cancer Drugs 2006; 17: 401-409.
  • SIGN is the first randomised trial of IRESSA versus a proven active agent in advanced NSCLC. IRESSA demonstrated similar efficacy to docetaxel, but a more favourable tolerability profile. The results from SIGN support further investigation of IRESSA versus docetaxel in second-line treatment of NSCLC. In this disease setting, results are awaited from two Phase III trials comparing IRESSA with docetaxel: INTEREST (study 721), which is being conducted globally Study V-15-32, a Japanese Phase III study.
  • Edema paru

    1. 1. SUDARTO
    2. 2. EDEMA PARUPendahuluan
    3. 3. EDEMA PARUEDEMA PARU
    4. 4. EDEMA PARUDEFINISI Edema paru nonkardiogenik : penimbunan cairan pada jaringan interstisial paru dan alveolus paru yang disebabkan peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah pada paru-paru Akumulasi cairan kaya protein di Interstitial dan alveoli paru
    5. 5. EDEMA PARUETIOLOGI1. Ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan onkotik2. Perubahan permeabilitas membran Alveolar-kapiler3. Lymphatic insufisiensi4. Lain-lain
    6. 6. Ketidakseimbangan tekanan hidrostatik dan onkotik Peningkatan tek kapiler paru Penurunan tek onkotik plasma Peningkatan tek negatif intertisial
    7. 7. Perubahan permeabilitas membran Alveolar-kapiler Infeksi Toksin Vasoaktif substans Aspirasi Inflamasi sistemik HipersensitivitasLymphatic insufisiensiLimfangitis carsinomatosaFibrosis
    8. 8. Lain-lain karena ketinggian neurogenik Narkotik dll
    9. 9. PatogenesisEpitelium alveolus tersusunoleh 2 tipe sel pneumosit :type I (90%) yang berbentukpipih, dan type II (10 %) yangberbentuk kubus Sel tipe II berfungsi :penghasil surfaktan dantransport ion, jika terjadicedera akan berproliferasi danberdiferensiasi menjadi tipe I Kerusakan sel tipe IImenyebabkan : gangguantransport cairan (edema),berkurangnya produksisurfaktan
    10. 10. Pada cedera paruterjadi kerusakanmembran kapileralveolus permeabilitas kapilermeningkat  cairanplasma masuk kealveolus  gangguanpertukaran gasSelain cairan, netrofiljuga masuk ke alveolus
    11. 11. Makrofag di alveolusmensekresi cytokines yaitu :interleukin, dan TNF yangmemicu kemotaksis danaktivasi neutrofilNeutrofil yang teraktivasiakan melepaskan oksidan,protease, dll  reaksiinflamasi, menghancurkanstuktur protein sepertikolagen, elastin, fobrinogen,proteolisis protein plasma
    12. 12.  Edema paru neurogenik  meningkatnya tekanan arteri pulmonalis yang sangat tinggi yang berhubungan dengan meningkatnya kadar katekolamin  perubahan permeabilitas kapiler. Patogenesis masih belum jelas, biasanya berhubungan dengan faktor peningkatan tekanan intrakranial. Pada re-ekspansi paru  Hipoksia & lesi pada kapiler paru  pelepasan mediator inflamasi  perubahan permeabilitas kapiler Re-ekspansi paru yang terjadi secara tiba-tiba akibat tindakan pengosongan rongga pleura secara tiba-tiba  peningkatan aliran darah kapiler  peningkatan tekanan kapiler paru dan tekanan hidrostatik  edema paru
    13. 13.  Edema paru karena ketinggian/High altitude pulmonary edema dipengaruhi oleh > Kecepatan waktu menuju ketinggian > Ketinggian yang di capai > Imunogenetik  HLA-DR6 & HLA-DQ4  kemampuan pembersihan alveolar menurun Edema paru akibat pemakaian obat (heroin, methadone, hidroklortiazid dan salisilat)  reaksi antigen antibodi akibat hipersensitif terhadap obat-obatan dan hipoksia akibat apneu akut
    14. 14. Gejala KlinisSesak napas hebatnapas yang cepat (takipnea)batuk dengan sputumPenggunaan otot pernapasan tambahanronki basahWheezingGelisahHipoksemia
    15. 15. PEMERIKSAAN PENUNJANGDarah rutin, Kultur darahAnalisa gas darahFoto toraksAnalisa cairan edemPulmonary – Artery Catheterization
    16. 16. Penatalaksanaan TUJUAN Terhadap penyakit primer umumnya bersifat suportif Memelihara oksigenasi dan perfusi jaringan yang adekuat  Mencegah komplikasi
    17. 17. Penatalaksaan Oksigenasi, intubasi, Ventilator mekanik Antibiotik  empiris, sesuai kultur Vasodilator : NO, Antagonis kalsium Inotropik Kortikosteroid Surfaktan Mengatur posisi yang sesuai Naloxon  overdose morfin
    18. 18. Intubasi dan ventilatorKondisi hipoksia beratGangguan perfusi ke jaringan
    19. 19. Pengaturan ventilator untuk mencegah cedera paru
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×