Your SlideShare is downloading. ×
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Sap osi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sap osi

464

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
464
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil Sub Pokok Bahasan : Tanda – tanda Bahaya pada Kehamilan Sasaran : Ny. A Waktu : 30 Menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013 A. Tujuan Instruksional Umum Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang tanda – tanda bahaya pada kehamilan. B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda – tanda bahaya kehamilan dan dapat mewaspadainya. C. Materi Terlampir D. Metode Beramah dan tanya jawab E. Sumber PUNDINAKES – WHO – JHPIEGO, 2003
  • 2. F. Kegiatan Penyuluhan No Waktu 1 Pembukaan (5 menit) 2 Inti (15 menit) Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu - Mengucapkan salam - Menjawab salam - Menyampaikan tujuan - Mendengarkan - Menjelaskan tentang - Mendengarkan tanda – tanda bahaya - Memperhatikan kehamilan 3 Penutup (10 menit) - Tanya jawab - Evaluasi - Megajukan pertanyaan, - Mengakhiri penyuluhan - Menjawab - Salam - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya jawab Jenis Pertanyaan: 1. Sebutkan tanda - tanda bahaya pada kehamilan?
  • 3. TANDA – TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN Tanda – tanda bahaya selama periode antenatal adalah: a. Perdarahan vagina b. Sakit kepala yang hebat, menetap yang tidak hilang c. Perubahan visual secara tiba – tiba (“pandangan kabur”, “rabun senja”). d. Nyeri abdomen yang hebat. e. Bengkak pada mika atau tangan. f. Bayi kurang bergerak seperti biasa. Selama periode antenatal bidan garus mampu mewaspadai terhadap tanda – tanda dalam kehamilan.Jika tanda bahaya tidak mampu terdeteksi dapat menyebabkan kematian ibu.
  • 4. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil Sub Pokok Bahasan : Gizi pada Ibu Hamil Sasaran : Ny. A Waktu : 15 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013 A. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu memahami dan mengerti tentang gizi pada ibu hamil. B. Tujuan Instruksional Khusus Setekah diberikan penyuluhan, diharapkan klien dapat mengerti dan dapat memahami gizi pada ibu hamil. C. Materi Terlampir D. Metode 1. Ceramah 2. Tanya Jawab E. Sumber Hanifa, Winknjosastro. 2007. Ilmu Kandungan Edisi 2. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
  • 5. F. Kegiatan Penyuluhan No Waktu 1 Pembukaan (3 menit) Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu - Salam pembuka - Menjawab salam - Memberikan - Mendengarkan kesempatan kepada klien untuk menjelaskan yang telah diketahui oleh klien 2 - Menjelaskan tentang - Mendengarkan (5 menit) 3 Inti gizi pada ibu hamil - Memperhatikan Penutup - Memberikan (10 menit) - Bertanya kesempatan untuk - Mendengarkan bertanya - Menjawab salam - Menyimpulkan - Menutup dengan salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Sebutkan kebutuhan gizi pada ibu hamil?
  • 6. GIZI PADA IBU HAMIL Pada saat hamil ibu harus makan makanan yang mengandung nilai gizi bernutu tinggi.Gizi pada waktu hamil harus ditingkatkan hingga 300 kalori perhari, ibu hamil seharusnya mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi dan minum cukup cairan (menu seimbang). a) Kalori Kebutuhan kalori untuk ibu hamil adalah 2300 kalori dipergunakan untuk produksi energy. b) Protein Bila wanita tidak hamil, konsumsi protein yang ideal adalah 0,9 gram/Kg BB/hari, tetapi selama kehamilan dibutuhkan tambahan protein hinga 30 gram/hari. Protein yang dianjurkan adalah protein hewani seperti daging, susu, telur, keju dan ikan karena mengandung komposisi asam amino yang lengkap. c) Mineral Pada prinsipnya semua minerak dapat tepenuhi dengan makan makanan sehari – hari yaitu buah – buahan, sayur – sayuran dan susu. Hanya besi yang tidak bisa terpenuhi dengan makanan sehari-hari.Untuk memenuhi kebutuhan ini dibutuhkan suplemen besi 30 mg perhari dan pada kehamilan kembar atau wanita yang sedikit anemic dibutuhkan 60 – 100 mg/hari. Kebutuhan kalsium bisa terpenuhi dengan minum susu, tapi inu hamil tidak bisa minum susu bisa diberikan suplemen kalsium dengan dosis 1 gram perhari. d) Vitamin Vitamin sebenarnya telah terpenuhi dengan makan sayur dan buah – buahan tetapi dapat pula diberikan ekstra vitamin.Pemberian asam folat dapat mencegah kecacatan pada bayi.
  • 7. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Asuhan pada Ibu Hamil Sub Pokok Bahasan : Tanda–tanda Persalinan dan Persiapan Persalinan Sasaran : Ny. A Waktu : 10 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Rabu, 02 Januari 2013 A. Tujuan Umum Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang tanda – tanda persalinan dan persiapan persalinan. B. Tujuan Khusus Setekah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tanda – tanda permulaan persalinan, tanda – tanda persalinan dan persiapan persalinan. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Depkes RI. 2001. Asuhan Antenatal Pusdiknas. Jakarta
  • 8. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Penyuluhan Pembukaan Kegiatan Ibu Mengucapkan salam Menyampaikan tujuan Inti (5 menit) - Mendengarkan - Menjelaskan tentang tanda – (2 menit) - Menjawab salam - Melihat tanda persalinan, menjelaskan - Mendengarkan tentang persiapan persalinan. - Memperhatikan Penutup - Tanya jawab (3 menit) - Evaluasi - Mengajukan pertanyaan - Mengakhiri penyuluhan - Menjawab - Salam - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Sebutkan tanda – tanda persalinan? 2. Sebutkan 3 yang harus disiapkan menjelang persalinan?
  • 9. TANDA – TANDA PERSALINAN DAN PERSIAPAN PERSALINAN A. Tanda – tanda Persalinan 1. Tanda - tanda permulaan persalinan a. Kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama ibu yang baru pertama kali hamil. b. Perut kelihatan lebih melebar, dan fundus uteri turun. c. Perasaan sering atau susah buang air kecil karena kandung kemih tertekan oleh bagian bawah janin. d. Perasaan sakit di perut dan pinggang oleh adanya kontraksi – kontraksi lemah. 2. Tanda - tanda Persalinan a. Blood Show Keluar lendir bercampur sedikit darah dari kemaluan. b. Kontraksi Sakit perut menyerupai mules seperti BAB, yang makin lama makin sering dan makin kuat. Setelah ibu merasakan ini sebaiknya ibu berangkat ke tempat pelayanan kesehatan jika kontraksi terjadi 5 menit (pada ibu yang pertama kali melahirkan).Lamanya sakit kurang lebih 40 detik tiap kontraksi dan makin lama makin sering kuat. c. Ketuban Pecah Pecahnya ketuban bisa mendadak terasa seperti tiba-tiba mengompol, atau sedikit-sedikit tanpa terasa (diketahui dari celana dalam terus menerus basah), air ketuban biasanya jernih dan tidak berbau biasanya pecah ketika persalinan sudah sangat dekat jadi jangan ditunda lagi Segera Pergi Ke Rs, Puskesmas Atau Rumah Bersalin. d. Pada pemeriksaan dalam Servik mendatar dan pembukaan sudah ada.
  • 10. B. Persiapan Persalinan 1. Rencanakan untuk melahirkan di tenaga kesehatan, di rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin, atau dirumah tetapi ditolong oleh tenaga kesehatan. 2. Ibu, suami atau keluarga perlu menabung untuk biaya persalinan. 3. Siapkan anggota keluarga yang golongan darahnya sama dengan ibu, jika sewaktu-waktu diperlukan ibu (misalnya terjadi perdarahan). 4. Ibu dan suami menanyakan kepada bidan atau dokter kapan perkiraaan tanggal persalinan. 5. Suami dan masyarakat menyiapkan kendaraan jika sewakru-waktu ibu dan bayi perlu segera di bawa ke rumah sakit. 6. Kartu ANC, dekatkan kartu periksa kehamilan saat usia kehamilan mendekati waktu persalinan, hal ini dimaksudkan agar penolong persalinan nanti dapat mengetahui keadaan ibu dan janin sebelumnya. 7. Tas, ini dimaksudkan untuk ibu dan keluarganya menyiapkan barang – barang yang perlu disiapkan, kain untuk ibu sebanyak 3 kain, pakaian dalam ibu (celana dalam sebanyak 3), pakaian ibu (kancing/resleting di bagian depannya untuk menyusui bayi), softex sebanyak 9 buah atau lebih, bedong bayi 5 buah, pakaian bayi dan handuk bayi.
  • 11. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Masa Nifas Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya pada Masa Nifas Sasaran : Ny. A Waktu : 10 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013 A. Tujuan Umum Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tandatanda bahaya pada masa nifas. B. Tujuan Khusus Setekah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui apa saja yang termasuk tanda bahaya pada masa nifas, mengetahui tanda – tandanya dan penanganannya. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Dohiatun.2009. Asuhan Kebidanan Nifas Normal.Jakarta : EGC
  • 12. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Penyuluhan Pembukaan Kegiatan Ibu Mengucapkan salam Menyampaikan tujuan Inti (5 menit) - Mendengarkan - Menjelaskan tentang tanda – (2 menit) - Menjawab salam - Melihat tanda bahaya pada masa nifas, - Mendengarkan tanda dan gejala serta - Memperhatikan penanganannya. Penutup - Tanya jawab (3 menit) - Mengakhiri penyuluhan - Salam - Mengajukan pertanyaan - Menjawab - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Sebutkan tanda bahaya pada masa nifas dan cara penanganannya?
  • 13. TANDA – TANDA BAHAYA PADA MASA NIFAS 1. Demam a. Tanda dan gejala Biasanya terjadi dalam 24 jam setelah melahirkan dengan suhu > 38o C b. Penanganan 1) Istirahat baring 2) Kompres dengan air hangat 3) Perbanyak minum 4) Jika ada syok, segera bawa ibu ke fasilitas kesehatan. 2. Pusing a. Tanda dan gejala 1) Sakit kepala yang sangat pada salah satu sisi atau seluruh bagian kepala 2) Kepala terasa berdenyut dan disertai ras mual dan muntah b. Penanganan Lakukan istirahat baring 3. Nyeri perut a. Tanda dan gejala 1) Adanya demam 2) Ibu mengeluh nyeri pada bagian perut b. Penanganan Lakukan istirahat baring, bila nyeri tidak hilang segera periksakan ke fasilitas kesehatan. 4. Thromboplebitis a. Tanda dan gejala 1) Oedema (bengkak) pada tungkai dan daerah betis. 2) Nyeri jika ditekan, berwarna merah dan terasa panas. b. Penanganan 1) Lakukan istirahat baring 2) Pada anggota tubuh bagian bawah yang bengkak lebih ditinggikan.
  • 14. 5. Penyulit dalam menyusui a. Tanda dan gejala 1) Suhu badan meningkat sampai dengan 38oC. 2) Pada payudara berwarna merah, bengkak, keras, nyeri jika ditekan. 3) Pada putting susu lecet. b. Penanganan 1) Lakukan perawatan payudara 2) Gunakan BH yang menopang payudara 6. Bau busuk dari vagina a. Tanda dan gejala 1) Keluarnya cairan dari vagina 2) Adanya bau yang menyengat dari vagina 3) Disertai dengan demam > 38oC b. Penanganan Jagalah selalu kebersihan vagina anda, jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan segeralah periksakan diri anda ke fasilitas kesehatan. 7. Perdarahan a. Tanda dan gejala Perdarahan setelah persalinan dibagi menjadi 2, yaitu sebagai berikut: 1) Perdarahan primer, yaitu terjadinya dalam 24 jam pertama pasca persalinan. 2) Perdarahan sekunder, yaitu terjadinya setelah 24 jam pertama pasca persalinan. b. Penanganan Perdarahan yang perlahan dan berlanjut atau perdarahan tiba-tiba merupakan suatu kegawatdaruratan, segeralah bawa ibu ke fasilitas kesehatan.
  • 15. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Bayi Baru Lahir Sub Pokok Bahasan : Perawatan Bayi di rumah Sasaran : Ny. A Waktu : 30 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013 A. Tujuan Umum Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang perawatan bayi sehari-hari dirumah. B. Tujuan Khusus Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui dan memperagakan cara perawatan bayi yang dapat dilakukan dirumah, seperti perawatan tali pusat, memandikan bayi, mencegah hipotermi dan menjemur bayi dibawah sinar matahari pagi dan mengetahui tanda-tanda bahaya pada bayi. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Sumber : Sally. 2006. Asuhan Ibu Bayi Baru Lahir. Jakarta. EGC
  • 16. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Kegiatan Penyuluhan Pembukaan Kegiatan Ibu - Mengucapkan salam - Menyampaikan tujuan Inti (18 menit) - Mendengarkan - Menjelaskan tentang (2 menit) - Menjawab salam - Melihat perawatan bayi sehari- - Mendengarkan hari - Memperhatikan Penutup - Tanya jawab - Mengajukan pertanyaan (3 menit) - Mengakhiri penyuluhan - Menjawab - Salam - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Sebutkan 3 perawatan bayi yang dilakukan sehari-hari? 2. Sebutkan 3 tanda bahaya pada bayi?
  • 17. PERAWATAN BAYI BARU LAHIR 1. Perawatan Tali Pusat a. Tujuan perawatan tali pusat 1) Untuk mempercepat pelepasan tali pusat. 2) Untuk mencegah terjadinya infeksi. b. Cara perawatan tali pusat 1) Tali pusat dicuci dengan sabun dan dibilas dengan air bersih. 2) Setelah dibilas, tali pusat dikeringkan. 3) Tali pusat dibungkus dengan menggunakan kasa steril atau dibiarkan terbuka dan mongering dengan sendirinya. 4) Jangan membubuhkan apapun disekitar tali pusat karena akan mengakibatkan infeksi. 2. Memandikan Bayi a. Basuh lembut wajah bayi dengan kapas yang dilembabkan dengan air hangat lalu keringkan dengan lembut. b. Basuh rambutnya dengan tangan anda dan gunakan sedikit shampoo bayi, pijat dengan lembut seluruh bagian kepala. c. Buka pakaiannya, bersihkan pantatnya sebelum meletakkannya kedalam bak mandi. d. Dengan kain penyeka, bersihkan bayi anda. e. Biarkan bayi menikmati air mandi hangat untuk beberapa saat. f. Keringkan badan bayi yang basah. g. Pakaikan baju dan popok yang bersih. 3. Menjemur Bayi Jemur bayi dibawah sinar matahari pagi selama 30 menit, jemur bayi dalam keadaan telanjang. 4. Mencegah Hipotermi Cegah hipotermi dengan mengganti popok dan menyelimuti bayi, badan bayi harus dalam keadaan kering.Jangan memandikan bayi dengan air dingin, dan tutupi kepala bayi dengan topi.
  • 18. 5. Perhatikan Tanda Bahaya Pada Bayi a. Pernapasan sulit atau lebih dari 60 kali permenit. b. Kehangatan terlalu panas (>38oC atau terlalu dingin <36oC). c. Warna kuning, terutama pada 24 jam pertama, biru atau pucat dan memar. d. Pemberian makan tidak efektif karena hisapan lemah, ngantuk berlebihan dan banyak muntah. e. Tali pusat merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk dan berdarah. f. Infeksi yang ditandai dengan suhu yang meningkat, merah, bengkak, keluar cairan, bau busuk dan pernafasan sulit. g. Tidak BAB/BAK dalam 24 jam, tinja sering lembek, hijau tua ada lender atau darah pada tinja. h. Bayi menggigil, menangis tidak seperti biasanya, sangat mudah tersinggung, lemas, terlalu ngantuk, lunglai, kejang-kejang halus, tidak bisa tenang dan menangis terus menerus.
  • 19. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Bayi Baru Lahir Sub Pokok Bahasan : ASI Eksklusif dan Tekhnik Menyusui yang Benar Sasaran : Ny. A Waktu : 30 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013 A. Tujuan Umum Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang ASI Eksklusif dan tekhnik menyusui yang benar. B. Tujuan Khusus Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui cara pemberian ASI eksklusif dan tekhnik menyusui yang baik dan cara penyimpanan ASI, ibu dapat mendemonstrasikan cara menyusui yang benar. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Purwanti Sri. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif, Jakarta. EGC
  • 20. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Pembukaan (5 menit) Inti Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu - Mengucapkan salam - Menjawab salam - Menyampaikan tujuan - Mendengarkan - Menjelaskan tentang ASI - Melihat (15 menit) Eksklusif. - Menjelaskan tentang tekhnik - Mendengarkan - Memperhatikan menyusui yang benar dan mendemonstrasikannya. - Menjelaskan tentang cara penyimpanan ASI. Penutup - Mengajukan pertanyaan - Evaluasi - Menjawab - Mengakhiri penyuluhan (10 menit) - Tanya jawab - Menjawab salam - Salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Jelaskan apa pengertian ASI Eksklusif? 2. Sebutkan manfaat ASI Eksklusif bagi bayi? 3. Jelaskan bagaimana tekhnik menyusui yang benar? 4. Jelaskan bagaimana cara penyimpanan ASI?
  • 21. ASI EKSKLUSIF DAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR Pemberian ASI sejak awal kepada bayi sangatlah penting, karena ASI merupakan satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk bayi dalam masa 6 bulan pertama kehidupannya.Memperoleh ASI secara Eksklusif merupakan hak setiap anak. A. Pengertian ASI ekslusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi sejak 0-6 bulan. B. Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI eksklusif mempunyai banyak manfaat, baik bagi ibu sebagai pemberi ASI maupun bagi bayi sebagai penerima ASI. Manfaatnya antara lain: Bagi Ibu: 1. Mencegah perdarahan ASI yang langsung diberikan beberapa saat setelah bayi dapat merangsang timbulnya hormone oksitosin. 2. Murah Pemberian ASI eksklusif sangat murah Karena tidak dibutuhkan dana sedikitpun. 3. Mudah dan praktis ASI dapat diberikan kapan saja dan dimana saja sesuai kebutuhan. 4. Ikatan batin menjadi kuat Pemberian ASI dapat meningkatkan timbulnya ikatan batin antara ibu dan bayi. 5. KB alamiah Pemberian ASI secara terus menerus selama 6 bulan dapat menunda terjadinya kehamilan berikutnya.
  • 22. Bagi Bayi: 1. Zat protektif Bayi yang mendapat ASI lebih jarang menderita penyakit, karena adanya zat protektif. 2. Mengandung 100 jenis zat gizi ASI mengandung sekitar kurang lebih 100 zat gizi, diantaranya : AA, DHA, Taurin, dan Spingomyelin yang tidak terdapat dalam susu sapi. Zatzat ini sangat bermanfaat bagi bayi untuk pertumbuhan dan kecerdasan bayi. 3. Sesuai dengan pencernaan bayi System pencernaan bayi belum sempurna. Bayi belum mampu mencerna makanan lain selain ASI. 4. Menyebabkan pertumbuhan yang baik Bagi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang bauk setelah lahir, dan mengurangi kemungkinan obesitas. 5. Mengurangi insiden maloklusi Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang adalah kebiasaan yang mendorong ke depan akibat menyusui dengan botol atau dot. C. Cara Pemberian ASI Eksklusif 1. ASI diberikan secara 6 bulan. 2. Berikan ASI kepada bayi sesuai kebutuhannya. 3. Jangan membatasi pemberian ASI kepada bayi. Semakin sering bayi menghisap payudara ibu, maka akan bertambah volume ASI yang berada dalam payudara ibu. 4. Tidak memberikan madu dan air gula kepada bayi.
  • 23. D. Tekhnik Mnyusui yang Benar 1. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada putting susu dan areola. 2. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara. 3. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain dibawahnya, dan jangan menekan putting susu atau areolanya saja. 4. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut. 5. Usahakan sebagian besar areola dapat masuk kedalam mulut bayi. 6. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan kembali pada puting dan areola sekitarnya. 7. Menyendawakan bayi. E. Cara Penyimpanan ASI ASI yang dikeluarkan dapat disimpan untuk beberapa saat dengan syarat : Di udara terbuka/bebas : 6 jam Di lemari es : 24 jam Di lemari pendingin/beku (-18oC) : 6 Bulan ASI yang telah didinginkan cukup didiamkan saja didalam suhu kamar atau dapat pula direndam didalam wadah yang telah berisi air panas bila ingin diberikan kepada bayi.Cara pemberiannya dapat menggunakan cangkir atau sendok.
  • 24. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Masa Nifas Sub Pokok Bahasan : Perawatan Payudara Sasaran : Ny. A Waktu : 30 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Kamis, 17 Januari 2013 A. Tujuan Umum Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengetahui tentang cara merawat payudara. B. Tujuan Khusus Setelah mendapat penyuluhan ini, diharapkan ibu dapat mengaetahui manfaat dan langkah-langkah perawatan payudara yang dapat dilakukan dirumah dan dapat memperagakan perawatan payudara. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Suherni, dkk. 2009. Perawatan Masa Nifas. Yogyakarta. Fitramaya
  • 25. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Pembukaan (5 menit) Inti Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu - Mengucapkan salam - Menjawab salam - Menyampaikan tujuan - Mendengarkan - Menjelaskan tentang - Melihat (15 menit) langkah-langkah perawatan - Mendengarkan payudara dan memperagakan - Memperhatikan perawatan payudara. Penutup - Mengajukan pertanyaan - Evaluasi - Menjawab - Mengakhiri penyuluhan (10 menit) - Tanya jawab - Menjawab salam - Salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Jelaskan bagaimana manfaat dari perawatan payudara? 2. Jelaskan bagaimana langkah-langkah perawatan payudara?
  • 26. PERAWATAN PAYUDARA Manfaat melakukan perawatran payudara setelah melahirkan adalah: 1. Membantu memperlancar ASI 2. Membantu memperlancar pengeluaran ASI 3. Mencegah mastitis 4. Memperlancar peredaran darah Perawatan payudara setelah melahirkan merupakan suatu tindakan dengan melakukan beberapa pemijatan, menjaga kebersihan serta tindakan-tindakan pada kelainan payudara, sehingga tidak mengalami kesulitan pada masa menyusui. Tahap-tahap : 1. Membersihkan puting susu a. Ibu duduk bersandar b. Pakaian atas dibuka c. Handuk diletakkan dibawah payudara d. Kapas dibasahi baby oil e. Kedua putting susu di kompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak/baby oil selama 3-5 menit f. Kapas digosok-gosokan disekitar putting susu untuk mengangkat kotoran g. Kemudian kedua tangan dibasahi baby oil h. Lakukan pemijatan 2. Cara-cara pemijatan Tuangkan minyak secukupnya, kedua telapak tangan berada diantara kedua belah payudara lalu diurut mulai dari atas kesamping, kebawah dan menuju keputing susu dengan mengangkat payudara perlahan-lahan dan dilepaskan perlahan-lahan. Pemijatan dilakukan sebanyak 30 kali. Telapak tangan kiri menyokong payudara sebelah kiri dan tangan kanan dengan sisi kelingking mengurut payudara mulai dari pangkal dada kea rah putting susu. Demikian dengan payudara sebelah kanan.Dilakukan sebanyak 30 kali.
  • 27. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri, kanan dengan tangan kanan, 2 atau 3 jari dari tangan yang berlawanan membuat gerakan memutar sambil menekan, dari pangkal payudara dan berakhir pada puting susu, setiap payudara dilakukan 2 kali gerakan. 3. Pengompresan Kompreslah kedua payudara dengan waslap hangat bergantian dengan waslap dingin selama 5 menit, sekalian untuk membersihkan payudara dari minyak/baby oil.
  • 28. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Kesehatan Produksi Sub Pokok Bahasan : Gizi Ibu Menyusui Sasaran : Ny. T Waktu : 10 menit Tempat : Puskesmas PONED Cicurug Hari / Tanggal : Rabu, 18 Januari 2012 A. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan dapat mengerti dan mengetahui tentang Gizi Ibu Menyusui. B. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu : 1. Menyebutkan pengertian gizi. 2. Menyebutkan kebutuhan zat gizi bagi ibu menyusui. 3. Menyebutkan bahan makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui. 4. Menyebutkan bahan makanan yang dibatasi pada ibu menyusui. 5. Menyebutkan bahan makanan yang dibutuhkan sehari-hari pada ibu menyusui. C. Materi Terlampir D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab
  • 29. E. Sumber 1. Depkes RI Direktorat Jendral Biro Kesehatan Masyarakat, 2001. Gizi Masyarakat. Jakarta : Depkes RI. 2. Husaini Yayah K, 1999. Makanan Bayi Bergizi, Yogyakarta : Gajah Mada University Press. F. Kegiatan Penyuluhan Waktu Pembukaan (2 menit) Inti Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Ibu - Mengucapkan salam - Menjawab salam - Menyampaikan tujuan - Mendengarkan - Menjelaskan tentang - Melihat (5 menit) kebutuhan zat gizi ibu - Mendengarkan menyusui - Memperhatikan - Menjelaskan tentang makanan yang harus dianjurkan dan yang harus dibatasi untuk menyusui - Menjelaskan bahan makanan untuk ibu menyusui yang dibutuhkan sehari-hari Penutup - Tanya jawab - Mengajukan pertanyaan (3 menit) - Mengakhiri penyuluhan - Menjawab - Salam - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Apa pengertian gizi ? 2. Sebutkan kebutuhan zat gizi ibu menyusui?
  • 30. 3. Sebutkan bahan makanan yang dianjurkan dan yang dibatasi untuk ibu menyusui? 4. Sebutkan bahan makanan yang dibutuhkan sehari-hari pada ibu menyusui?
  • 31. GIZI IBU MENYUSUI A. Definisi Gizi Gizi adalah zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan. B. Kebutuhan Zat Gizi Ibu Menyusui Zat gizi ibu menyusui secara umum lebih tinggi dari pada ibu hamil, karena diperlukan : 1. Pemulihan kesehatan ibu 2. Produksi ASI 3. Aktivitas selama pengasuhan bayi C. Bahan makanan Yang Disnjurkan Pada Ibu Menyusui 1. Sumber kallori : beras, roti, kentang, mie, bihun, dan sebagainya. 2. Sumber protein : susu, telur, daging atau hati dan sebagainya. 3. Sumber vitamin dan mineral : sayuran yang berwarna hijau atau kuning, buah-buahan yang dagingnya berwarna merah atau kuning. 4. Banyak minum etrutama sari buah atau air perebus sayuran 4-6 gelas sehari, bubur kacang hijau dan susu. D. Bahan Makanan Yang Dibatasi Pada Ibu Menyusui 1. Bahan makanan yang merangsang misalnya : cabe, merica, jahe dan sebagainya, karena bisa menyebabkan bayi mencret. 2. Bahan makanan yang dapat menimbulkan kembung misalnya : ubi, singkong, kool, sawi dan sebagainya. 3. Bahan makanan yang manis-manis menyebabkan ibu menjai gemuk. atau berlemak, karena bisa
  • 32. E. Bahan Makanan Yang Dibutuhkan Pada Ibu Menyusui Bahan Makanan Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga Beras 500 2,5 gelas Nasi 200 5 ¼ gelas Daging 75 3 potong Tempe 125 5 potong Sayuran 300 3 gelas Buah Pepaya 200 1 potong Susu 200 1 gelas Gula Pasir 30 3 sendok makan Minyak 40 4 sendok makan Catatan : 1 gelas isinya 200 ml air 1 potong daging, ukurannya 6x5x2 cm 1 potong tempe, ukurannya 4x6x1 cm 1 potong papaya, ukurannya 5x15 cm
  • 33. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Imunisasi Pada Balita Sub Pokok Bahasan : a. Pengertian Imunisasi b. Macam-macam imunisasi c. Waktu pemberian imunisasi Sasaran : Ny. A Waktu : 10 menit Tempat : Rumah Ny A Hari / Tanggal : Rabu, 23 Januari 2013 A. Tujuan Intruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit klien dan keluarga dapat memahami dan mengerti tentang imunisasi dengan benar. B. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan selama 10 menit diharapkan klien dan keluarga mampu : 1. Menyebutkan pengertian imunisasi. 2. Menyebutkan macam-macam imunisasi. 3. Menebak waktu pemberian imunisasi. C. Materi Terlampir
  • 34. D. Metode Ceramah dan diskusi E. Sumber hidayat A. Aziz Alimul. 2008. Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan.Jakarta : Salemba Medika. F. Kegiatan Penyuluhan No Tahap kegiatan Waktu Kegiatan Penyuluhan - Memberikan salam Kegiatan Ibu - Membalas salam dan memperkenalkan 1 Pembukaan 2 menit diri - Menjelaskan maksud - Memperhatikan dan tujuan - Kontrak waktu - Menyepakati - Review pengetahuan - Menjawab sasaran tentang imunisasi 2 Pelaksanaan 5 menit - Memberikan materi tentang imunisasi, - Menyimak dan mendengarkan macam-macan dan waktu pemberian imunisasi - Memberikan - Bertanya kesempatan sasaran untuk bertanya 3 Evaluasi 2 menit - Memberikan pertanyaan kepada sasaran tentang materi yang sudah - Menjawab
  • 35. disampaikan penyuluh - Memberikan 4 penutup 1 menit - Mendengarkan kesimpulan kesimpulan - Menutup dan mengucap salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Apa yang dimaksud dengan imunisasi? 2. Sebutkan kembali macam-macam imunisasi? 3. Kapan waktu pemberian imunisasi? - Menjawab salam
  • 36. IMUNISASI PADA BAYI DAN ANAK 1. Pengertian Imuinisasi Imunisasi adalah suatu usaha yang dilakukan pada bayi dan anak untuk mencegah penyakit tertentu. 2. Macam-macam Imunisasi a. Imunisasi BCG Imunisasi BCG adalah tindakan memasukkan vaksin BCG yang bertujuan untuk memberi kekebalan tubuh terhadap kuman Mycobacterium Tuberculosis dengan cara menghambat penyebaran kuman. b. Imunisasi Polio Imunisasi Polio adalah tindakan imunisasi dengan memberikan vaksin polio (dalam bentuk oral) atau dikenal dengan sebutan oral polio vaccine (OPV) yang bertujuan untuk member kekebalan dari penyakit poliomelitis, dapat diberikan 4 kali dengan interval 4-6 minggu. c. Imunisasi DPT/DT Imunisasi ini dilakukan dengan memberikan vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus) / DT (Difteri Tetanus) pada anak yang bertujuan untuk memberi kekebalan dari kuman penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Pemberian vaksin pertama pada usia 2 bulan dan berikutnya dengan interval 4-6 minggu (kurang lebih 3 kali), selanjutnya ulangan pertama 1 tahun dan ulangan berikutnya 3 tahun sekali sampai usia 8 tahun. Imunisasi ini tidak dianjurkan untuk bayi usia kurang dari 2 bulan mengingat imunogen pertusisyang sangat reaktogenik dan adanya hambatan tanggap
  • 37. kebal karena pengaruh antibodi maternal untuk imunogen difteri atau tetanus. d. Imunisasi Hepatitis B Imunisasi hepatitis B dilakukan dengan memberikan vaksin hepatitis B kedalam tubuh yang bertujuan untuk member kekebalan dari penyakit hepatitis. Pada ibu yang menderita hepatitis B dengan HbsAg negatif, imunisasi dapat diberikan kepada anak-anak sesuai dosis yang ada, kemudian dilanjutkan pada usia 1-2 bulan dan yang ketiga pada usia 6 bulan. Apalagi HbsAg ibu positif, vaksin dapat diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir kemudian suntikan kedua pada usia 1 sampai 2 bulan dan ketiga. Imunisasi ulangan dapat diberikan 5 tahun kemudian. e. Imunisasi Campak Imunisasi campak adalah tindakan memberikan vaksin campak pada anak yang bertujuan membentuk kekebalan terhadap penyakit campak yang dapat diberikan pada usia 9 bulan secara subcutan, kemudian dapat diulang interval waktu 6 bulan lebih setelah suntikan pertama. 3. Jadwal Imunisasi Jadwal Imunisasi Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2006 USIA PEMBERIAN ASI JENIS BULAN TAHUN VAKSIN LHR 1 2 3 4 5 6 9 12 15 18 2 3 5 6 10 12 PROGRAM IMUNISASI (PPI - diwajibkan) BCG Hep. B 1 2 3
  • 38. 0 DPT 1 2 3 4 5 1 Polio 2 3 4 5 Campak 1 6 2 (Keterangan Jadwal Imunisasi Periode 2006 Aziz Alimul hidayat, 2008:58) a. BCG BCG diberikan sejak lahir. Apabila usia> 3 bulan harus dilakukan uji tuberculin terlebih dahulu, BCG diberikan apabila uji tuberculin negatif. b. Hepatitis B Hepatitis B diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada usia 1 dan 3-6 bulan. Interval dosis minimal 4 minggu. c. Polio Polio diberikan pada saat kunjungan pertama. Untuk bayi yanglahir di RB/RS OPV diberikan pada saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin ke bayi lain). d. DPT Dapat diberikan pada usia> 6 minggu, secara terpisah atau secara kombinasi dengan hepatitis B atau HiB. Booster DPT diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Usia 12 tahun mendapat TT saat program BIAS SD Kelas 6. e. Campak Campak diberikan pada usia 9 bulan, sedangkan campak 2 diberikan saat program BIAS SD Kelas 1 pada usia 6 tahun.
  • 39. SATUAN ACARA PENYULUHAN Topik : Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi Subtopik : a. Pengertian Kontrasepsi b. Metode Kontrasepsi Sasaran : Ny. A Waktu : 20 menit Hari / Tanggal : Selasa, 23 Januari 2013 Tempat : Rumah Ny. A A. Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 20 menit ibu hamil mampu memahami tentang alat kontrasepsi. B. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan, ibu hamil dapat : 1. Menyebutkan kembali pengertian kontrasepsi 2. Menyebutkan kembali metode kontrasepsi C. Materi Terlampir
  • 40. D. Metode Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber Yayasan Bina Pustaka, 2003 Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta. F. Kegiatan Belajar Mengajar Waktu Kegiatan Tahap Kegiatan Penyuluh 1. Membuka acara dengan Sasaran 1. Menjawab salam mengucapkan salam kepada keluarga 2. Menyampaikan topic, maksud 5 menit Pendahuluan dan tujuan penkes kepada 2. Mendengarkan penyuluh keluarga 3. Kontrak waktu untuk 3. Menyetujui kesepakatan pelaksanaan kesepakatan waktu penkes dengan keluarga pelaksanaan penkes 1. Menggali kemampuan keluarga 1. Menyampaikan tentang materi yang akan disampaikan 10 menit Kegiatan Inti pengetahuannya tentang materi penyuluhan 2. Memberikan penjelasan tentang 2. Mendengarkan materi yang akan diberikan penyuluh kepada keluarga dengan menyampaikan menggunakan laflet materi
  • 41. 3. Memberikan kesempatan kepada keluarga untuk bertanya 3. Bertanya tentang materi yang telah diberikan 1. Memberikan pertanyaan kepada 1. Menjawab sasaran pertanyaan 2. Menyimpulkan dan mengklarifikasi materi 2. Mendengarkan penyuluhan yang telah 5 menit Evaluasi/ disampaikan kepada sasaran Penutup 3. Menutup acara dan mengucapkan salam serta terima kasih kepada sasaran 3. Mendengarkan penyuluh menutup acara dan menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : Lisan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Sebutkan kembali pengertian kontrasepsi? 2. Sebutkan kembali metode kontrasepsi?
  • 42. METODE ALAT KONTRASEPSI 1. Pengertian Kontrasepsi Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara atau menetap.Kontrasepsi dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan alat atau dengan operasi. 2. Metode Kontrasepsi a. Pil Kombinasi/suntikan kombinasi - Sebaiknya tidak oleh perempuan lebih dari 35 tahun yang perokok b. Kontrasepsi progestin (implant, kontrasepsi suntikan progestin, pil progestrin) - Dapat digunakan pada masa sebelum menopause (40-50 tahun) - Dapat digunakan oleh perempuan berusia lebih dari 35 tahun dan perokok - Dapat digunakan pada perempuan lebih dari 35 tahun yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang, tetapi belum siap untuk kontrasepsi mantap. c. Metode AKDR
  • 43. Adalah kontrasepsi yang menggunakan alat dan dimasukkan ke dalam rahim. - Dapat digunakan oleh perempuan lebih dari 35 tahun yang tidak terpapar pada infeksi saluran reproduksi dan IMS. - Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi. - Penderita tekanan darah tinggi. - Penderita diabetes. - Sedang menyusui. - Keadaan multipara Keuntungan metode AKDR - Sebagai kontrasepsi efektivitas yang tinggi. - Dapat efektif segera setelah pemasangan. - Metode jangka panjang (10 tahun tidak perlu diganti). - Tidak mempengaruhi hubungan seksual. - Meningkatkan kenyamanan seksual. - Tidak ada efek samping hormonal. - Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI. - Dapat dipasang segera setelah melahirkan. - Tidak ada interaksi dengan obat-obat yang lain. - Membantu mencegah kehamilan diluar kandungan. d. Metode Kontrasepsi Mantap (MOP/MOW) Adalah kontrasepsi dengan melalui prosedur pembedahan untuk menghentikan vertilitas, baik pada laki-laki maupun perempuan dalam sebuah pasangan. 1) Tubektomi Tindakan operasi kecil dengan cara mengikat dan memotong saluran telur pada istri. Dengan telur dari ovarium tidak dapat mencapai rongga rahim sehingga terjadi perubahan. Dilakukan pada: - Pasca persalinan - Pasca keguguran
  • 44. - Keadaan tidak hamil 2) Vasektomi Adalah tindakan operasi ringan dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma (Vas Defrens) sehingga sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa dengan demikian tidak terjadi perubahan. - Kontra Indikasi  Kontra indikasi mutlak tidak ada.  Adanya kelainan setempat (peradagnan kulit atau jamur di daerah sekrotum, hernia) - Efek samping  Kulit membiru, lecet, rasa sakit, pembengkakan. e. Kondom Alat kontrasepsi yang dapat mencegah infeksi saluran dan infeksi menular seksual (HIV/AIDS)
  • 45. SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan : Asuhan Bayi Baru Lahir Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Pada Bayi Waktu : 10 menit Sasaran : Ny. N Tempat : Rumah pasen A. Tujuan Instruksional Umum Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan mampu memahami dan mengerti tentang tanda bahaya pada bayi. B. Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan, klien diharapkan dapat mengetahui tanda bahaya pada bayi. C. Materi Terlampir D. Metode
  • 46. Ceramah dan Tanya Jawab E. Sumber PUSDIKNAS – WHO – JHPIEGO, 2003 F. Kegiatan Penyuluhan No Waktu Kegiatan Penyuluhan Pembukaan - Salam pembuka (3 menit) Kegiatan Peserta - Menjawab salam - Memberikan kesempatan kepada ibu untuk menjelaskan yang diketahui oleh ibu Inti - Menjelaskan tanda bahaya (6 menit) pada bayi - Mendengarkan dan memperhatikan Tanya - Memberikan kesempata untuk jawab bertanya - Bertanya - mendengarkan (3 menit) Penutup - Menyimpulkan - Mendengarkan (3 menit) - Menutup dengan salam - Menjawab salam G. Evaluasi Prosedur : Post Test Bentuk : L:isan Jenis : Tanya Jawab Jenis Pertanyaan : 1. Apa saja tanda bahaya pada bayi baru lahir?
  • 47. TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR 1. Pernafasan : Sulit atau lebih dari 60 kali permenit. 2. Kehangatan : Terlalu panas lebih dari 38oC atau terlalu dingin kurang dari 36oC. 3. Warna kulit : Kuning (terutama pada 24 jam), biru atau pucat, memar. 4. Pemberian ASI : Hisapan lemah, mengantuk berlebihan, rewel, banyak muntah. 5. Infeksi : Suhu meningkat, merah, bengkak, keluar cairan (nanah), bau busuk, pernafasan sulit. 6. Tinja/kemih : Tidak buang air besar dalam 3 hari, tidak berkemih dalam 24 jam, tinja lembek, ada lender atau darah pada tinja. 7. Aktivitas : menggigil, menangis yang tidak biasa, rewel, lemas, terlalu mengantuk, lunglai, kejang halus, tidak bisa tenang, menangis terus-menerus.

×