• Like
Bab II proptek
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
191
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
11
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Dalam kegiatan perencanaan potret wilayah digunakan untuk mengetahui isu dan masalah yang ada di wilayah yang akan direncanakan. Apabila sudah diketahui isu masalah yang ada maka perencanaan akan lebih terarah sehingga tujuan perencanaan dapat dicapai. 2.1 Tata Guna Lahan Tata guna lahan di Kecamatan Pracimantoro sangat bervariatif, lahan terbangun yang ada yaitu sebagai pemukiman dan gedung yang digunakan sebagai keperluan komersial kemudian lahan non terbangun yang terdapat pada Kecamatan Pracimantoro adalah sawah, tegalan, kebun. Mayoritas lahan non terbangun digunakan sebagai tegalan, hal ini dipengaruhi oleh mata pencaharian masyarakatnya yang sebagian besar sebagai petani. Sebagian besar tata guna lahan di Kabupaten Wonogiri juga berupa tegalan yang memiliki luas 64.309 Ha. Dearah S um be r: Ba p p e d a 2 0 1 0 Peta Tata Guna Lahan Gambar 2.1 Kecamatan Pracimantoro Berdasarkan Gambar 2.2 dapat diketahui bahwa kesesuaian lahan di Kecamatan Pracimantoro dibagi menjadi 2, tegalan di Kecamatan Pracimantoro memiliki luas 10.155,56 Ha, sehingga luas tegalan Kecamatan Pracimantoro 15,79% dari luas keseluruhan tegalan di Kabupaten Wonogiri. Tata guna lahan di Kecamatan Pracimantoro mempengaruhi pendapatan daerah atau PDRB yang memiliki kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian. Komoditas pertanian yang ada yakni padi sawah, padi gogo, kacang tanah, kacang hijau, jagung, ubi kayu dan kedelai. Komoditas pertanian tersebut memberikan kontribusi sektor ekonomi pertanian terhadap Kabupaten Wonogiri sebesar 7,2%. yaitu kawasan penyangga dan kawasan budidaya. Kecamatan Pracimantoro memiliki keterbatasan pembangunan hal ini dipengaruhi oleh karakteristik fisik Kecamatan Pracimantoro sebesar 45 % sebagai karst yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Sum be r: Ba p p e d a 2 0 1 0 Gambar 2.2 Peta Kesesuaian Lahan Kecamatan Pracimantoro 2.2 Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kecamatan Pracimantoro memiliki komoditas pertanian yang cukup beragam, misalnya saja padi sawah, padi gogo, kacang tanah, kacang hijau, jagung, ubi kayu dan 7 Museum Karst, Kecamatan Pracimantoro Foto : Dokumentasi Kelompok 4B Studio Proses 2013 Gambar 2.3 kedelai. Komoditas pertanian tersebut memberikan kontribusi sektor ekonomi pertanian terhadap Kabupaten Wonogiri sebesar 7,2%. Selain didistribusikan ke 6
  • 2. dalam kecamatan, hasil pertanian juga didistribusikan ke luar kecamatan bahkan keluar Kabupaten Wonogiri. Seperti hasil kacang tanah yang ada di jadikan sebagai bahan baku utama produksi makanan ringan oleh salah satu perusahaan besar yang ada di Indonesia. Dari hasil pertanian tersebut dianggap sudah memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Pracimantoro, di mana komoditas tersebut didistribusikan melalui pasar yang ada di desa Pracimantoro. Hal tersebut dikarenakan hasil pertaniannya terutama padi dan ubi kayu juga sering mangalami surplus hasil panen setiap tahunnya. Selain pertanian, Kecamatan Pracimantoro juga mempunyai potensi sumber daya alam lain yang berupa batuan kapur dan merupakan yang terbesar di Kabupaten Wonogiri. Karena hal tersebut, didirikanlah Museum Karst Dunia di Kecamatan Pracimantoro oleh pemerintah Kabupaten Wonogiri, selain untuk menunjukkan besarnya potensi alam karst juga sebagai objek pariwisata konservasi. Di Kecamatan Pracimantoro juga terdapat guagua karst seperti Gua Tembus, Gua Mrica, Gua Sodong, Gua Potro, Gua Sapen, Gua Gilap, dan Gua Sonya Ruri. Gua-gua tersebut berada di Desa Gebangharjo dan juga dikembangkan sebagai objek wisata. Berdasarkan Perda No. 9 Tahun 2011 RTRW Kabupaten Wonogiri, Kecamatan Pracimantoro merupakan kawasan cagar alam geologi. Hal itu dikarenakan besarnya bentang sumber daya alam batuan karst yang luas kawasannya mencapai 45% dari luas wilayah Kecamatan Pracimantoro. Selain Pracimantoro, kawasan 2.3 Sum be r: A lis is Ke lo m p o k 1 AStud io Pe re nc a na a n 2 0 1 3 na Gambar 2.4 Peta Sumber Daya Alam dan Lingkungan Kecamatan Pracimantoro yang menjadi cagar alam geologi di Wonogiri adalah Kecamatan Eromoko, Kecamatan Giriwoyo, Kecamatan Paranggupito, dan Kecamatan Giritontro. Di mana masingmasing kecamatan memiliki kondisi alam geologi tersendiri. Berdasarkan peraturan daerah yang telah ditetapkan tersebut, maka di Kecamatan Pracimantoro tidak boleh diadakan kegiatan pertambangan atas sumber daya yang dimiliki. Karena karakteristik batuan karst yang terdapat pada Kecamatan Pracimantoro mudah dilalui air atau tergolong sulit untuk menyerap air yang melaluinya, sehingga diperlukan sumur yang tergolong dalam untuk memperoleh mata air. Saat ini di Kecamatan Pracimantoro terdapat penambangan batu kapur yang bahkan lebih luas dari tambang batu kapur yang berada pada Kabupaten Gunung Kidul. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya pencemaran air di Kecamatan Pracimantoro, sehingga wilayah tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Kependudukan Kependudukan merupakan salah satu aspek penting dalam suatu perencanaan, karena yang menjadi objek perencanaan adalah penduduk itu sendiri. Aspek kependudukan dapat
  • 3. meghasilkan informasi seperti jumlah penduduk, jumlah migrasi, kepadatan penduduk, dan sebagainya. Jumlah penduduk di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2010 adalah 1.174.259 jiwa yang terbagi ke dalam 25 kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Pracimantoro. Pada tahun 2010 jumlah penduduk Kecamatan Pracimantoro berjumlah 76.416 jiwa atau 6,5% dari total penduduk Kabupaten Wonogiri yang berjumlah 1.174.259 jiwa. Jumlah penduduk di Kecamatan Pracimantoro merupakan peringkat kedua setelah Kecamatan Wonogiri. Desa yang memiliki jumlah penduduk di Kecamatan Pracimantoro adalah Desa Pracimantoro, sedangkan Desa dengan jumlah penduduk terendah adalah Desa Petirsari. Desa Pracimantoro memiliki jumlah penduduk tertinggi dibanding desa lain karena merupakan ibukota kecamatan yang juga berperan sebagai salah satu pusat pelayanan untuk desa lain di kecamatan tersebut. 8 Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 Gambaran Kependudukan Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro Berdasarkan piramida penduduk di Kecamatan Pracimantoro tahun 2010, kecamatan tersebut tergolong ke dalam bentuk kendi. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk usia muda atau tua. Sehingga dapat disimpulkan bahwa angka ketergantungan di Kecamatan Pracimantoro rendah. Berdasarkan kepadatan penduduk bruto, kecamatan yang memiliki kepadatan 9 Gambar 2.5 penduduk paling tinggi di Kabupaten Wonogiri adalah Kecamatan Jatrisono. Hal tersebut terjadi karena di Kecamatan Jatisrono memiliki jumlah penduduk yang banyak namun luas wilayah yang kecil. Meskipun Kecamatan Pracimantoro memiliki jumlah penduduk yang banyak, namun kepadatan penduduk di kecamatan tersebut tergolong rendah. Hal tersebut dikarenakan Kecamatan Pracimantoro memiliki wilayah yang tergolong luas.
  • 4. Wilayah yang dapat dibangun di Kecamatan Pracimantoro hanya 55 % karena 45 % dari kecamatan tersebut merupakan pegunungan karst sehingga tidak bisa dibangun. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pracimantoro paling tinggi berada di Desa Pracimantoro. Hal tersebut terjadi karena Desa Pracimantoro merupakan ibukota Kecamatan Pracimantoro sehingga di desa tersebut memiliki jumlah penduduk yang banyak dan sebanding dengan luas wilayahnya. Untuk hal migrasi, migrasi masuk tertinggi di Kabupaten Wonogiri berada di Kecamatan Wonogiri. Hal ini terjadi karena kecamatan tersebut merupakan ibukota kabupaten, sehingga banyak terdapat berbagai macam aktivitas sehingga Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 menarik orang untuk datang ke kecamatan Kepadatan Penduduk tersebut. Sedangkan migrasi keluar paling banyak Gambar 2.6 Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro terdapat di Kecamatan Eromoko, hal tersebut terjadi karena lapangan pekerjaan di kecamatan tersebut kurang menjanjikan penghasilannya. Untuk Kecamatan Pracimantoro, jumlah migrasi keluar meningkat setiap tahunnya. Hal ini terjadi karena sebagian besar penduduk yang bermatapencaharian sebagai petani, ketika menunggu musim panen tiba mereka mencari pekerjaan di wilayah lain seperti DIY, Kota Wonogiri, Jakarta, dll. Mereka pergi keluar daerah karena setelah menanam padi diperlukan waktu kurang lebih 3 bulan untuk memanen hasil pertanian padi. Untuk itu penduduk di kecamatan tersebut mencari pekerjaan sambilan di daerah lain. Pada tahun 2008, angka migrasi masuk Kecamatan Pracimantoro sangat tinggi. Hal tersebut terjadi karena pada tahun 2008 baru saja dibangun Museum Karst di Kecamatan Pracimantoro dan terdapat pasar yang tepatnya berada di Desa Pracimantoro. Museum Karst yang menjadi objek wisata baru, menjadi daya tarik baru pula bagi penduduk dari luar wilayah Kecamatan Pracimantoro, sehingga banyak dari mereka yang melakukan migrasi ke Kecamatan Pracimantoro. Selain itu, Pasar yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro tergolong cukup besar dan banyak pedagang yang berjualan di pasar tersebut, sehingga banyak pendatang yang masuk ke Kecamatan Pracimantoro. Gambar 2.7 Migrasi Masuk dan Keluar Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro 10
  • 5. Migrasi tertinggi di Kabupaten Wonogiri yaitu di Kecamatan Wonogiri Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 2.4 Perekonomian Aspek perekonomian merupakan salah satu tolak ukur untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat. Aspek perekonomian dapat dilihat dari besarnya PDRB tiap sektor di Kabupaten Wonogiri dan kontribusi PDRB tiap sektor terhadap kecamatan maupun Kabupaten Wonogiri. 11 Dari PDRB tersebut dapat diketahui sektor apa saja yang menjadi sektor basis dan sektor non basis sehingga bisa dikembangkan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berikut ini adalah diagram PDRB secara agregat dan PDRB Kecamatan Pracimantoro per sektor :
  • 6. TIDAK DI PRINT HALAMAN 7 ADA DI WORD/PDF LAIN
  • 7. jumlah PDRB dan jumlah kontribusi PDRB Berdasarkan Gambar 2.8, dapat yang cukup tinggi baik untuk Kecamatan diketahui bahwa Kecamatan Pracimantoro Pracimantoro sendiri maupun Kabupaten memiliki PDRB sebesar 170.944,13 juta Wonogiri. Di dalam mendistribusikan dan rupiah. Besarnya PDRB Kecamatan mengembangkan sektor tersebut tentunya Pracimantoro tersebut berada diurutan ketiga juga berkaitan dengan faktor aksesibilitas. setelah PDRB Kecamatan Wonogiri dan Aksesibilitas tersebut dilihat dari kondisi jalan PDRB Kecamatan Ngadirojo yang masingyang berada di Kecamatan Pracimantoro dan masing berada di urutan pertama dan kedua. jalan penguhubung atau JJLS yang melewati Jika dilihat secara agregat, Kabupaten Kecamatan Pracimantoro. Kondisi jalan Wonogiri memiliki dua sektor basis yakni tersebut saat ini tergolong cukup buruk karena sektor pertanian sebesar 1.317.372,03 juta banyak lubang dan apabila hujan terjadi rupiah dan sektor perdagangan, hotel, dan genangan. Hal ini tentunya membawa dampak restoran sebesar 347.170,28 juta rupiah. Pada negatif bagi mobilitas manusia, barang, dan sektor pertanian, Kecamatan Pracimantoro kendaraan khususnya dalam mendistribusikan merupakan kecamatan di Kabupaten Wonogiri hasil pertanian. Distribusi hasil pertanian yang memiliki PDRB tertinggi yakni sebesar tersebut menjadi terhambat dan berakibat 109.880,17 juta rupiah dengan kontribusi pada menurunnya pendapatan masyarakat PDRB juga yang tertinggi yakni sebesar sehingga pola dan struktur pertumbuhan 61,60%. Kecamatan Puhpelem merupakan ekonomi di Kecamatan Pracimantoro menjadi kecamatan yang memiliki PDRB terendah menurun atau maju tetapi tertekan. Tidak yakni 34.084,16 juta rupiah. Pada sektor hanya masalah aksesibilitas yang perdagangan, hotel, dan restoran, Kecamatan mengganggu pertumbuhan ekonomi Pracimantoro memiliki PDRB yang berada Kecamatan Pracimantoro, tetapi juga masalah diurutan kedua setelah PDRB Kecamatan terbatasnya lahan untuk dikembangkan Wonogiri yakni sebesar 24.450,63 juta rupiah menjadi kawasan terbangun. Luas lahan dengan kontribusi PDRB juga diurutan kedua konservasi Kecamatan Pracimantoro sebesar yakni sebesar 13,71%. Sedangkan PDRB 45% dari total luas lahan, mengakibatkan Kecamatan Wonogiri sebesar 31.197,11 juta perkembangan aktivitas masyarakat rupiah dengan kontribusi PDRB yakni sebesar khususnya pengembangan sektor 17,30%. perdagangan, hotel, dan restoran terbatas. Pada Kecamatan Pracimantoro, sektor Apalagi sumberdaya manusia yang pertanian dan sektor perdagangan, hotel, dan berkompeten di Kecamatan Pracimantoro restoran juga merupakan sektor basis. Sektor masih rendah, sehingga belum dapat pertanian memiliki PDRB sebesar 109.880,17 mengoptimalkan pemanfaatan potensi juta rupiah dan sektor perdagangan, hotel, dan sumberdaya alam yang ada di Kecamatan restoran memiliki PDRB sebesar 24.450,63 Pracimantoro. juta rupiah. Kedua sektor tersebut memiliki Pola dan struktur pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro dapat dilihat dari tipologi Klassen. Berdasarkan perhitungan tipologi Klassen, Kabupaten Wonogiri terbagi atas empat golongan, yakni maju, berkembang pesat, menurun atau maju tertekan, dan terbelakang. Kecamatan Tirtomoyo, Baturetno, Wonogiri, dan Jatisrono memiliki pertumbuhan ekonomi yang maju. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi sektor-sektor basis masing-masing kecamatan yang mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Sedangkan Kecamatan Pracimantoro memiliki pertumbuhan ekonomi yang tergolong menurun atau maju tapi tertekan. Hal tersebut dikarenakan adanya masalah terkait aksesibilitas yang ada di Kecamatan Pracimantoro. 13 Gambar 2.9 Peta Tipologi Klassen Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro
  • 8. Kecamatan Tirtomoyo, Baturetno, W onogiri, dan Jatisrono memiliki pertumbuhan ekonomi yang maju. Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 2.5 Hubungan Antar Desa/ Kelurahan di Kecamatan Pracimantoro Perkembangan Kecamatan Pracimatoro tidak terlepas dari hubungan desa - desa dengan pusat pelayanan yang ada didalamnya. Desa Pracimantoro memiliki kelengkapan fasilitas yang lebih lengkap dari desa-desa lainnya yang ada di Kecamatan Pracimantoro, sehingga Desa Pracimantoro menjadi salah satu pusat pelayanan bagi Kecamatan Pracimantoro. Untuk kebutuhan hidup tambahan, sebagian besar masyarakat di desa-desa Kecamatan Pracimantoro membeli kebutuhannya ke pasar kecamatan yang ada di Desa Pracimantoro dikarenakan ketersediaannya lebih lengkap. Distribusi komoditas hasil pertanian dari desa-desa sebagian besar di distribusikan ke Pasar Pracimantoro. Akan tetapi kondisi jalan yang rusak pada Desa Gambirmanis, Desa Petirsari, dan Desa Wonodadi menuju pusat pelayanan menjadikan distribusi pertanian terhambat dan hasil pertanian sebagian dikonsumsi sendiri oleh penduduk di desa tersebut. Selain hasil pertanian, terdapat produksi gula merah di Desa Gudangharjo yang di distribusikan ke Pasar Pracimantoro. Kendala yang sama terjadi, kondisi jalan yang rusak menghambat proses distribusi gula merah tersebut. Dengan kendala tersebut, maka dapat mempengaruhi PDRB yang belum maksimal dimana untuk sektor pertanian merupakan sektor basis bagi Kecamatan Pracimantoro. 14
  • 9. Terdapat pula pegunungan karst di Kecamatan Pracimantoro yang dilindungi sebagai kawasan konservasi. Kawasan konservasi yang ada sekitar 45% dari luas Kecamatan Pracimantoro, sehingga lahan terbangun yang dapat dikelola terbatas. Sedangkan dilihat dari posisinya, Kecamatan Pracimantoro memiliki fungsi penghubung antar dua provinsi (DIY dan Jawa Timur) karena dilalui JJLS yang memicu peningkatan aktivitas yang tidak terkendali dan menyebabkan tingginya kebutuhan akan lahan terbangun untuk aktivitas masyarakat. Hal ini menjadi suatu permasalahan bagi Kecamatan Pracimantoro, dimana dengan luas lahan terbangun yang terbatas namun memiliki tingkat kebutuhan luas lahan terbangun tinggi. Terdapat pula kegiatan pertambangan karst yang merupakan kawasan konservasi, memberikan dampak pada pencemaran air bawah tanah karena pada lokasi penambangan karst terdapat mata air yang dapat dijadikan sebagai sumber air bersih dan pengairan bagi masyarakat. Karena kondisi air tanah yang telah tercemar itulah, warga menjadi kesulitan dalam perolehan air bersih. Peta Arus Barang di Kecamatan Pracimantoro Gambar 2.10 2.6 15 Kondisi Serta Hubungan Pusat Kecamatan Pracimantoro merupakan Permukiman kecamatan terpadat kedua setelah Kecamatan Wonogiri di Kabupaten Wonogiri. Hal tersebut menunjukkan Kecamatan Pracimantoro memiliki peran yang penting di Kabupaten Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 Wonogiri karena banyak didatangi oleh masyarakat, baik masyarakat yang berasal dari Kabupaten Wonogiri ataupun masyarakat yang berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta. Selain itu, Kecamatan Pracimantoro memiliki peran sebagai penghubung antar provinsi (Jawa Tengah – D.I Y. – Jawa Timur) karena dilalui oleh Jalan Jalur LIngkar Selatan. Kecamatan Pracimantoro menjadi daerah distribusi barang yang dihasilkan oleh kecamatan sendiri ke daerah-daerah di sekitarnya, seperti Kecamatan Gunungkidul, Yogyakarta, Kecamatan Eromoko dan Kecamatan Pracimantoro, dimana barangbarang yang didistribusikan berupa hasil pertanian dari Kecamatan Pracimantoro ataupun barang-barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti barang kebutuhan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pracimantoro memiliki hubungan yang erat dengan wilayah disekitarnya. Apabila dilihat dari segi intrawilayah Kecamatan Pracimantoro, setiap desa atau kelurahan yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro memiliki hubungan yang erat satu sama lainnya. Desa Pracimantoro yang merupakan salah satuperkotaan dari Kecamatan Pracimantoro merupakan pusat distribusi barang di Kecamatan Pracimantoro dimana ia memiliki peran sebagai daerah pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Di Desa Pracimantoro-lah terdapat pasar tempat warga membeli keperluannya, namun sayangnya pasar di Kecamatan ini didominasi oleh pedagang yang berasal dari luar Kecamatan Pracimantoro. Sedangkan desa/kelurahan lainnya memiliki peran sebagai tempat produksi ssperti produksi hasil pertanian, ternak (Desa Petirsari), tempe benguk (Desa Joho), Batako (Desa Gambirmanis) sangkar burung dan anyaman bamboo. Gambar 2.11 Gambaran Kondisi dan Hubungan Pusat Permukiman
  • 10. Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 Berdasarkan fungsi dari Desa Pracimantoro sebagai pusat distribusi, Desa Pracimantoro secara langsung memiliki peran sebagai fungsi pelayanan, selain itu juga berperan sebagi fungsi permukiman karena 2.7 juga terdapat warga yang bermukim di Desa Pracimantoro. Sedangkan desa/kelurahan lain berfungsi sebagai fungsi produksi dan fungsi permukiman. Karakteristik Infrastruktur yang akan dibahas hanya ada dua yaitu jaringan jalan dan jaringan air bersih. Infrastruktur Kedua jaringan infrastruktur merupakan isu sentra di Kecamatan Pracimantoro. Jaringan jalan berkaitan dengan akses yang rusak, sedangkan air bersih berkaitan dengan ketersediaannya yang terbatas di Kecamatan Pracimantoro. 2.7.1 Jaringan Jalan Secara garis besar, jaringan jalan yang ada di Kabupaten Wonogiri memiliki kondisi yang cukup baik terutama jalan arteri dan kolektornya atau dapat dibilang jalan negara dan provinsi. Jaringan jalan utama yang ada di Kabupaten Wonogiri berfungsi untuk mempermudah pergerakan barang maupun orang yang ada di seluruh wilayah Wonogiri. Selain jalan utama yang ada di Kabupaten Wonogiri, terdapat juga Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) yang merupakan penghubung antara Provinsi DIY dengan Provinsi Jawa Timur yang melewati tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pracimantoro, Giriwoyo, dan Griritontro. 16
  • 11. Sumber : BAPPEDA 2010 Gambar 2.12 17 Peta Jaringan Jalan Kondisi tersebut memiliki kemiripan Kabupaten W onogiri dan Kecamatan Pracimantoro yang ada di Kecamatan Pracimantoro. Jaringan jalan di Kecamatan Pracimantoro yang tergolong cukup baik ialah jalan kabupaten/ kotamadya atau bisa disebut jalan arteri dan kolektor. Jalan tersebut tergolong baik karena sudah di aspal walaupun masih berlubang. Meskipun demikian, pada jalan arteri yang berupa Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) masih terdapat kerusakan yaitu di bagian jalan yang menuju ke Jawa Timur. Untuk keberadaan JJLS memiliki keuntungan tersendiri bagi masyarakat Pracimantoro karena penduduk yang dari atau ke Provinsi DIY maupun dari atau ke Provinsi Jawa Timur pasti akan transit di terminal yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro, baik hanya untuk mampir pergantian bus ataupun hanya untuk istirahat supir bus. Hal tersebut menyebabkan pasar yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro semakin bertambah ramai oleh pedagang, baik pedagang yang berasal dari dalam ataupun luar Kecamatan Pracimantoro. Di jalan utama/JJLS tersebut juga menyebabkan munculnya tempat - tempat makan dan agen travel di sepanjang jalan utama tersebut. Oleh karena itu Kecamatan Pracimantoro ramai dikunjungi oleh pendatang. Sedangkan untuk jalan lingkungan yang memiliki kondisi rusak parah karena rusak dan bisa bisa menimbulkan kecelakaan terdapat di Desa Gambirmanis, Petirsari, dan Wonodadi yang menyebabkan sulitnya pergerakan bagi orang maupun barang di desa tersebut. Foto : Jalan di Kecamatan Pracimantoro 2.7.2 Jaringan Air Bersih Sumber air bersih yang ada di Kabupaten Wonogiri sebagian besar bersumber dari PDAM, sumur, dan mata air. Kualitas air bersihnya juga sebagian besar sudah memiliki kondisi yang baik yaitu airnya jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kondisi air yang melimpah tersebut menyebabkan banyaknya pemanfaatan air yang digunakan dalam pertanian. Sehingga tidak heran bahwa sektor basis Kabupaten Wonogiri merupakan pertanian. Keadaan tersebut berbanding terbalik dengan daerah yang berada di kawasan karst dimana pada kawasan tersebut memiliki kondisi alam yang kering dan tandus. Kecamatan Pracimantoro yang merupakan salah satu kecamatan di Wonogiri yang berada pada kawasan karst, memiliki sumber air yang meliputi sumur, tadah hujan, mata air, PDAM, dan membeli tanki air. Mayoritas mayarakat di Kecamatan Pracimantoro menggunakan air tadah hujan dan PDAM sebagai sumber air bersih mereka. Pada musim kemarau tiba, hampir di semua desa di Kecamatan Pracimantoro mengalami kekeringan. Sehingga untuk mengatasi kurangnya ketersediaan air bersih, masyarakat 18
  • 12. Gambar 2.13 Peta Persebaran Desa yang Mengalami Kekeringan Kecamatan Pracimantoro Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 2.8 Karakteristik Sarana Sarana merupakan salah satu aspek penunjang dalam aktivitas penduduk. Ketersediaan sarana mencerminkan lengkap tidaknya aspek penunjang kegiatan penduduk tersebut. Kabupaten Wonogiri yang terdiri dari 25 Kecamatan memiliki persebaran sarana yang beragam. Dapat dilihat pada Peta orde Kota Kabupaten Wonogiri pada Gambar 2.14, Kecamatan di Kabupaten Wonogiri dibedakan menajdi 4 orde, dimana orde tertinggi dengan ketersediaan saran terlengkap adalah orde 1 yang terdiri dari Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Wuryantoro, Kecamatan Jatisrono, Kecamatan Baturetno dan Kecamatan Tirtomoyo. Sedangkan untuk Kecamatan Pracimantoro masuk dalam orde 2. Masuknya Kecamatan Pracimantoro ke dalam orde 2, dikarenakan belum lengkapnya ketersediaan sarana yang ada. Dapat dilihat pada Peta Orde Kota Kecamatan Pracimantoro bahwa yang menjadi orde 1 hanya Desa Pracimantoro saja. Hal ini membuktikan bahwa dari seluruh desa yang ada, hanya Desa Pracimantoro saja yang memiliki sarana yang sudah terbilang lengkap. Dapat dilihat dari sarana pendidikan, sarana pendidikan terlengkap dari jenjang TK sampai dengan SMA hanya terdapat di Desa Pracimantoro, sedangkan desa/kelurahan yang lain tidak ada yang memiliki sarana pendidikan lengkap dari jenjang TK sampai dengan SMA. Ada pula Desa yang hanya memiliki saran pendidikan tingkat SD, sehingga penduduk yang berusia TK, SMP dan SMA harus pergi ke Desa Pracimantoro terlebih dahulu untuk menuntut ilmu. Apabila dilihat dari sarana kesehatan, diketahui bahwa desa yang memiliki sarana kesehatan yang terbilang memadai hanya di Desa Pracimantoro dan Desa Suci. Hal ini dikarenakan aksesbilitas di Desa Suci dan Desa Pracimantoro ini terbilang sudah baik dan memadai, sehingga pemerintah lebih mengembangkan sarana kesehatan di 2 desa tersebut. 19 Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 Gambar 2.14 Peta Orde Kota Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Pracimantoro Untuk sarana peribadatan seperti masjid, banyak terdapat di Desa Gambirmanis yaitu 14 buah. Banyaknya jumlah masjid dikarenakan penduduk beragama islam paling banyak terdapat di desa tersebut, yaitu 6078 orang. Selain itu, juga ada desa yang tidak memiliki sarana peribadatan sama sekali, yaitu Desa Glinggang dan Desa Wonodadi dikarenakan aksesbilitas yang buruk dan aktivitas penduduk yang tergolong rendah, sehingga apabila penduduk di kedua desa tersebut ingin beribadah bersama di suatu masjid harus ke desa/kelurahan lain. Untuk sarana perdagangan dan jasa, Desa dengan jumlah sarana perdagangan berupa toko, terbanyak terdapat di Desa Pracimantoro. Hal tersebut dapat terjadi karena di Desa Pracimantoro terdapat pasar serta terminal yang menarik penduduk untuk melakukan usaha disekitarnya.
  • 13. 2.9 Potensi, Isu dan Masalah Wilayah Kecamatan Pracimantoro memiliki banyak potensi di bidang pertanian, sumber daya alam, dan pariwisata. Pada bidang pertanian, Kecamatan Pracimantoro memiliki komoditas pertanian berupa padi gogo, jagung, kacang tanah, kedelai, ubi kayu dan hasil pertanian lainnya. Sedangkan pada potensi sumber daya alam, Kecamatan Pracimantoro memiliki kawasan karst lebih dari 82,09 km2. Dengan dibangunnya Museum Karst di Desa Gerbangharjo, tempat ini sering dijadikan tempat penelitian dan tempat wisata. Selain Museum Karst, masih banyak terdapat objek wisata di Kecamatan Pracimantoro antara lain Goa Putri Kencono, Goa Sodong, Goa Song Tembus, Goa Song Gilap, Goa Tingkir, Goa Seban, Sendang Beton, Telaga Kenanga, Telaga Mudal dan Telaga Berhala. Potensi-potensi di bidang pertanian, sumber daya alam, dan pariwisata tersebut akan memberikan pengaruh terhadap perekonomian bagi Kecamatan Pracimantoro itu sendiri dan Kabupaten Wonogiri. Selain potensi, terdapat pula isu dan masalah utama yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro yaitu, Sulit berkembangnya Kecamatan Pracimantoro sebagai pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri. (Pohon Masalah dapat dilihat pada gambar 2.15). Masalah utama ini timbul karena didorong oleh beberapa penyebab yaitu: Leakage Tenaga Kerja Kurangnya Ketersediaan Air Bersih Potensi pariwisata yang belum berkembang Kontribusi PDR yang B belum maksimal Terhambatnya mobilisasi di Pracimantoro 21 1. Terjadinya Leakage tenaga Kerja Seperti yang telah dibahas pada potret wilayah Kecamatan Pracimantoro, diketahui bahwa jumlah migrasi masuk ke Kecamatan Pracimantoro cukup banyak. Besarnya angka migrasi masuk yang dikarenakan pesatnya perkembangan aktivitas perhubungan di wilayah Kecamatan Pracimantoro berhubungan dengan Kecamatan Praimantoro yang berbatasan dengan Yogyakarta dan juga dilalui oleh jalan jalur lingkar selatan. Penduduk yang masuk lebih banyak berdagang di pasar Pracimantoro. Dimana penduduk asli di Kecamatan Pracimantoro 20
  • 14. “kalah saing” sehingga wilayah Kecamatan Pracimantoro menyediakan lapangan usaha bagi penduduk pendatang bukan penduduk lokal. Hal ini tentunya menjadi masalah karena dalam upaya Kecamatan Pracimantoro menjadi pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri juga harus bisa melayani wilayah Kecamatan Pracimantoro sendiri baru wilayah sekitarnya. 2. Kurangnya ketersediaan air bersih Sebagian besar desa di Kecamatan Pracimantoro mempunyai jenis tanah miosen batu gamping. Hal ini berdampak pada sulitnya membuat sumur galian untuk memasok air bersih sebagai kebutuhan seharihari, sehingga penduduk Pracimanoro sulit mendapatkan air. Oleh karena itu, air bersih dapat diperoleh dengan cara lain seperti pengadaan PAMSIMAS. Namun pelayanan ini belum mencakup seluruh wilayah sehingga masih banyak beberapa daerah di Kecamatan Pracimantoro yang mengalami kesulitan air bersih dan bahkan kekeringan. Selain itu karena adanya aktivitas penambangan yang membuat aliran sungai bawah tanah tercemar sehingga air yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro mengandung kapur. Masalah ini akan mempersulit upaya Kecamatan Pracimantoro menjadi pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri juga harus bisa melayani wilayah Kecamatan Pracimantoro sendiri baru wilayah sekitarnya (dalam hal pelayanan air bersih). 3. Potensi pariwisata yang belum berkembang Potensi wisata yang dimiliki Kecamatan Pracimantoro yang dipicu oleh kondisi geografis yaitu lahan konservasi (berupa Karst) seharusnya mampu meningkatkan 23 perekonomian bagi Kecamatan Pracimantoro itu sendiri. Namum, pengelolaan pariwisata di Kecamatan pracimantoro dianggap belum maksimal, hal ini dapat terlihat dari masih banyaknya objek wisata yang belum dikembangkan secara optimal baik dari sarana maupun prasarana. Selain itu, kurangnya promosi dan keterbatasan akses transportasi menyebabkan banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan objek-objek pariwisata tersebut. 4. Kontribusi PDRB yang belum maksimal Sektor ekonomi yang terdapat di Kecamatan Pracimantoro yang belum maksimal karena beberapa kendala seperti akses yang sulit dalam pendistribusian produk pertanian, kurang optimalnya kawasan pariwisata yang seharusnya dapat memberi kontribusi besar bagi perekonomian di Kecamatan Pracimantoro. 5. Terhambatnya mobilisasi di Pracimantoro Pesatnya perkembangan aktivitas perhubungan di wilayah Kecamatan Pracimantoro berhubungan dengan Kecamatan Praimantoro yang berbatasan dengan Yogyakarta. Selain itu juga dilalui oleh jalan jalur lingkar selatan. Keadaan ini memicu peningkatan mobilitas yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan jalan. Kondisi jalan yang kurang baik dan kurangnya ketersediaan angkutan berdampak pada terhambatnya kemajuan warga, seperti terhambatnya warga dalam menjual hasil pertanian dan kerajinan, serta terhambatnya dalam menjangkau lokasi pendidikan dan kesehatan. Hal ini tentunya menjadi masalah karena dalam upaya Kecamatan Pracimantoro menjadi pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri diperlukan kelancaran mobilitas baik barang maupun orang. 22
  • 15. Pesatnya perkembangan aktivitas perhubungan di wilayah Kecamatan Pracimantoro yang tidak diimbangi dengan luas lahan yang Pesatnya perkembangan aktivitas perhubungan di wilayah Kecamatan Pracimantoro yang tidak diimbangi dengan luas lahan yang dapat dibangun mengakibatkan perkembangan Kecamatan Pracimantoro sebagai pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan dapat dibangun mengakibatkan perkembangan Kecamatan Pracimantoro sebagai pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri. Wonogiri. Dampak Luas Terhambatnya Pembangunan Meningkatnya angka penganguran Berkurangnya lapangan pekerjaan lokal Dampak Langsung Masalah Kunci/ Isu Masalah Utama Kekeringan Tidak berkembangnya pariwisata Pracimantoro Sulit memperoleh air bersih Kurang dikenalnya pariwisata di Pracimantoro Kurang optimalnya pendapatan daerah Sulit berkembangnya Kecamatan Pracimantoro sebagai pusat pelayanan di wilayah selatan dan perbatasan Wonogiri. Terjadinya leakage tenaga kerja Output Kurangnya ketersediaan air bersih di Kecamatan Pracimantoro Tercemarnya air bawah tanah karena penambangan karst Bentuk Pesatnya Perkembangan Aktivitas Perhubungan di Wilayah Kec. Pracimantoro Potensi wisata belum berkembang Kontribusi PDRB yang belum maksimal Kawasan konservasi memicu potensi wisata Terbatasnya lahan terbangun karena 45% berupa lahan konservasi Pasar Pracimantoro yang didominasi oleh pedagang dari luar wilayah Tingginya kebutuhan lahan terbangun untuk aktivitas masyarakat Besarnya angka migrasi masuk ke Kecamatan Pracimantoro Input Terhambatnya mobilisasi di Pracimantoro Kerusakan jalan menghambat distribusi hasil pertanian Tingginya mobilisasi yang menyebabkan kerusakan jalan JJLS memicu peningkatan aktivitas tidak terkendali Pesatnya perkembangan aktivitas perhubungan di wilayah Kecamatan Pracimantoro Sumber : Analisis Kelompok 1A Studio Perencanaan 2013 Keterangan:  Menyebabkan Gambar 2.15 Pohon Masalah Kecamatan Pracimantoro Secara Agregat dan Intrawilayah 24