Profil Kabupaten Pelalawan

on

  • 5,512 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,512
Views on SlideShare
5,505
Embed Views
7

Actions

Likes
1
Downloads
126
Comments
0

1 Embed 7

http://teknopolitanpelalawan.com 7

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Profil Kabupaten Pelalawan Profil Kabupaten Pelalawan Presentation Transcript

  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANDIBENTUK BERDASARKAN UNDANG-UNDANGNO. 53 TAHUN 1999 DAN DIRESMIKAN PADATANGGAL 12 OKTOBER 1999 TERLETAK PADA : 0 48’32” LU - 0 24’14” LS 101 30’40” - 103 23’22” BT BATAS WILAYAH UTARA : KABUPATEN SIAK DAN PERAIRAN KEP. MERANTI TIMUR : KABUPATEN KARIMUN PROV. KEPULAUAN RIAU SELATAN : KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, KABUPATEN INDRAGIRI HULU DAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI BARAT : KABUPATEN KAMPAR DAN KOTA PEKANBARU
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWAN LUAS WILAYAH : Luas (Ha) 1.382.210,08 Ha No. Kecamatan Daratan Sungai/ Danau Jumlah % Wilayah 1. Langgam 144.269,47 1.037,03 145.306,50 11,05 2. Pangkalan Kerinci 18.991,81 540,01 19.531,82 1,48 WILAYAH 3. Bandar Seikijang 30.686,95 - 30.686,95 2,33 4. Pangkalan Kuras 119.955,36 53,01 120.008,37 9,12 DARATAN : 5. Ukui 134.519,09 - 134.519,09 10,23 1.315.579,44 6. Pangkalan Lesung 50.928,95 - 50.928,95 3,87 7. Bunut 42.300,11 42.300,11 3,22 8. Pelalawan 146.069,13 2.199,14 148.265,27 11,27 9. Bandar Petalangan 37.230,54 - 37.230,54 2,83 WILAYAH LAUT : 10. Kuala Kampar 67.564,87 2.271,30 69.836,17 5,31 66.630,64 11. 12. Kerumutan Teluk Meranti 95.481,54 388.438,61 202,59 32.842,92 95.684,13 421.281,53 7,27 32,02 Jumlah 1.276.433,44 39.146,00 1.315.579,44 100,00 14,73 % Luas Wilayah Laut 66.630,64 DARI LUAS Total Luas Wilayah 1.382.210,08 PROV. RIAU
  • KABUPATEN PELALAWAN BERADA PADAPOSISI STRATEGIS (JALUR LINTAS TIMURDAN JALUR LAUT SELAT MALAKA) JALUR LAUT : TJ. BALAI PEKANBARU, DUMAI, KARIMUN, BATAM SUMATERA UTARA DAN SELAT MALAKA JAMBI, SUMATERA SELATAN View slide
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWAN PEMBAGIAN WILAYAH ADMINISTRASI KARAKTERISTIK DESA : JLH. KECAMATAN : 12 35 DESA DI PINGGIRAN SUNGAI JLH. DESA : 106 9 DESA PESISIR PANTAI JLH. KELURAHAN : 12 62 DESA KAWASAN PERKEBUNAN, PIR TRANS, DAN PEDALAMAN. 12 DESA/KELURAHAN KAWASAN TERDAPAT 10 PULAU PERKOTAAN DI KAB. PELALAWAN : 1. PULAU MENDOL 2. PULAU MUDA 3. PULAU SERAPUNG SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH : 34 4. PULAU RUSA SEKRETARIAT : 3 5. PULAU TIGA INSPEKTORAT : 1 6. PULAU LEBU BADAN : 9 7. PULAU TURUS DINAS : 18 8. PULAU BATU BURUK KANTOR : 3 9. PULAU BATU LANJANG 10. PULAU BATU LANCANG View slide
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWAN JUMLAH PERKEMBANGAN PENDUDUK PENDUDUK : SANGAT TINGGI 321.947 JIWA RATA-RATA 10 TAHUN TERAKHIR 6,73 % DIDOMINASI PERTAMBAHAN PENDATANG LAKI-LAKI : 169.282 JIWA Jenis Kelamin (52,58 %) Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah 2002 94.265 84.934 179.199 2003 109.550 98.823 208.373 PEREMPUAN: 2004 2005 121.219 124.931 102.037 105.734 223.256 230.665 152.665 JIWA 2006 137.891 118.753 256.644 2007 140.027 131.635 271.662 (47,42 %) 2008 145.422 134.775 280.197 2009 148.570 137.243 285.813 2010 159.247 143.774 303.021JUMLAH RUMAH 2011 169.282 152.665 321.947 TANGGA : PENDUDUK USIA PRODUKTIF (15 – 64 TAHUN) 83.648 SEBANYAK 206.696 (64,20 %)
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANINFRASTRUKTUR PERHUBUNGAN PANJANG JALAN Negara Kabupaten Non Status No. Kategori Jalan Provinsi (Km) Jumlah (Km) (Km) (Km) (Km) 1. Jalan Aspal 157,28 44,70 262,40 - 464,38 2. Jalan Diperkeras - 132,13 510,70 35,05 677,88 3. Jalan Tanah - 99,57 552,60 50,98 703,15 Jumlah 157,28 276,40 1.325,70 86,03 1.580,01 JUMLAH DERMAGA Kecamatan Yang Ditopang Dermaga No. Dermaga Kayu Keterangan Angkutan Air Permanen 1. Kuala Kampar 2 8 2. Teluk Meranti 3 6 3. Pelalawan - 5 4. Pangkalan Kerinci - 1
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANINFRASTRUKTUR PERHUBUNGAN TERDAPAT BANDARA KHUSUS YANG DIBERI NAMA “BANDAR UDARA SULTAN SYARIF HAROEN SETIA NEGARA (SSHSN) DI KEC. PELALAWAN DIKELOLA UNTUK KEPENTINGAN PT. RAPP DIPERGUNAKAN JUGA SEBAGAI BANDARA PEMBERANGKATAN JAMAH HAJI PELALAWAN MENUJU BANDARA EMBARKASI BATAM
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANINFRASTRUKTUR PERHUBUNGAN DALAM SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI RTRWN DAN RTRWP SERTA MP3EI DIRENCANAKAN PEMBANGUNAN JALUR KERETA API SUMATERA. RUAS ANTARA PEKANBARU DAN JAMBI MELEWATI KABUPATEN PELALAWAN.
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANINFRASTRUKTUR PERHUBUNGAN Transportasi laut di wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan bagian dari perairan Laut China Selatan. Terdapat Pelabuhan Sokoi yang berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan khusus ; Kawasan Pelabuhan/ Industri T. Balai Karimun - menjadi daya dukung pengembangan industri Pelabuhan Sokoi dan pariwisata . - Pendukung Pelabuhan Samudera Kuala Enok. Pelabuhan Samudera Kuala Enok - Penyangga kepadatan industri perkapalan/ pelabuhan di Tanjung Balai Karimun dan Pulau Kundur.
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANINFRASTRUKTUR PERHUBUNGAN KAJIAN PENGALIHAN BANDAR UDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU MENEMPATKAN WILAYAH KABUPATEN PELALAWAN SEBAGAI SALAH SATU DARI DUA LOKASI PILIHAN PENGGANTI SSK II.
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWANPERTUMBUHAN EKONOMI DAN PDRB 7.19 7.15 7.17 PERTUMBUHAN EKONOMI EMPAT TAHUN TERAKHIR 7.07 7.02 6.88 dengan migas DI ATAS 7 % 6.69 tanpa migas LEBIH TINGGI DARI 6.61 PERTUMBUHAN EKONOMI 2007 2008 2009 2010 NASIONALPDRB ATAS HARGA BERLAKU TH. 2011 : Rp. 16.795.126.340.000,-SEKTOR PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN : 32,90 %SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN : 54,90 %
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWAN VISI DAN MISI PEMBANGUNAN VISI PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG : TERWUJUDNYA KABUPATEN PELALAWAN YANG MAJU DAN SEJAHTERA MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN YANG DIDUKUNG OLEH PERTANIAN YANG UNGGUL DAN INDUSTRI YANG TANGGUH DALAM MASYARAKAT YANG BERADAB, BERIMAN, BERTAQWA DAN BERBUDAYA MELAYU TAHUN 2030 VISI 2011-2016 : “ PEMBAHARUAN MENUJU KEMANDIRIAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT KABUPATEN PELALAWAN ”
  • GAMBARAN UMUM KABUPATEN PELALAWAN VISI DAN MISI PEMBANGUNAN MISI PEMBANGUNAN 2011 - 2016 :1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang unggul, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu.2. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.3. Meningkatkan kinerja birokrasi dan otonomi desa.4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur daerah.5. Meningkatkankemandirian ekonomi, mendorong investasi, pengembangan pariwisata, dan usaha strategis daerah yang berwawasan lingkungan.6. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. SASARANNYA :  TERBANGUN PERGURUAN TINGGI MISI 1 KABUPATEN PELALAWAN TEKNOPOLITAN &  BERKEMBANGNYA INDUSTRI MISI 5  TERWUJUDNYA PUSAT PELALAWAN PERTUMBUHAN EKONOMI UNGGULAN DAERAH
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMISEKTOR KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN 59,22 % WILAYAH LUAS KAWASAN HUTAN KAB. PELALAWAN KABUPATEN PELALAWAN MERUPAKAN KAWASAN Jenis Luas (Ha) HUTAN Hutan Produksi Tetap 466.701,92  KAWASAN LINDUNG Hutan Produksi Tetap  KAWASAN BUDIDAYA 6.274,41 Penyangga Hutan Rakyat 5.130,76 Hutan Lindung 5.644.71 TERDAPAT PERUSAHAAN Kawasan Bergambut 155.349,89 PULP DAN KERTAS TERBESAR Taman Nasional 101.493,19 DI DUNIA Suaka Margasatwa 37.128,30 PT. RIAU ANDALAN PULP & Kawasan pantai PAPER 1.399,14 Berhutan Bakau KAPASITAS PRODUKSI 3 JUTA TON PER TAHUN Sempadan Sungai 5.516,60 Sempadan Pantai 989,90 Jumlah 779.122,31
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMISEKTOR KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL HUTAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN LUAS AREAL PERKEBUNAN KAB. PELALAWAN (TH. 2011) Luas (Ha) PERUNTUKAN LAHAN PERKEBUNAN DI No. Komoditi Perkebunan Perusaha Jumlah KABUPATEN PELALAWAN : Rakyat/Plasma -an Besar 419.101 HA. 1. Karet 24.069 - 24.069 2. Kelapa 16.378 - 16.378 TERMANFAATKAN : 377.486 HA 3. Kelapa Sawit 116.065 218.538 334.603 (KELAPA 4. Aneka 2.436 - 2.436 SAWIT, KARET, KELAPA, DAN Tanaman ANEKA TANAMAN) - Kopi 1.277 - 1.277 - Kakao 347 - 347 - Pinang 44 - 44 - Sagu 768 - 768 Jumlah 158.948 218.538 377.486
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN LUAS PERKEBUNAN LUAS PERKEBUNAN SAWIT DI KAB. PELALAWAN KELAPA SAWIT (Th. 2011) KAB. PELALAWAN Kategori Luas Pengelola Produksi Perkebunan (Ha) 334.603 HA. Perkebunan 34 Besar 218.538 Perusa- 15,94 % DARI TOTAL 1.118.240,94 haan Ton CPO LUAS PROV. RIAU Perkebunan 18.370 36.740 Inti Rakyat Petani 4,29 % TOTAL LUAS Perkebunan 17.725 407.095,51 79.315 Rakyat Petani Ton CPO KEBUN SAWIT DI 1.525.336,45 INDONESIA Jumlah 334.603 Ton CPO
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN PERSEBARAN LAHAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN PELALAWAN Perkebunan Rakyat Perkebunan Besar
  • PETA SEBARAN PKS KABUPATEN PELALAWAN Kecamatan Jumlah PKS Bandar Seikijang 4 Pkl.Kerinci 1 Kerumutan 1 Pkl.Kuras 5 Langgam 2 Ukui 2 Pkl. Lesung 2 Bdr. Petalangan 1 Jumlah 18 Kapasitas 1.045 Produksi Ton/Jam
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN PERKEBUNAN KELAPA BANYAK TERDAPAT DI KEC. KUALA KAMPAR DAN SEBAGIAN DI KEC. TELUK MERANTI LUAS KEBUN KELAPA 16.378 HA. HARGA KELAPA DI TINGKAT PETANI RELATIF MURAH DAN PERLU UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH DENGAN MEMBANGUN PABRIK PENGOLAHAN DI KUALA KAMPAR
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERKEBUNAN LUAS KEBUN KARET DI KAB. PELALAWAN 24.069 HA. SEBAHAGIAN BESAR TERDAPAT DI KEC. BUNUT. HASIL STUDI KELAYAKAN MENUNJUKKAN KEC. BUNUT SANGAT PROSFEK DIBANGUN PABRIK PENGOLAHAN KARET DENGAN KAPASITAS 70 TON/HARI.
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERTANIAN POTENSI PADI DI KAB. PELALAWAN BERPELUANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI BAGI PENINGKATAN KETAHAN PANGAN NASIONAL WILAYAH ANDALAN ADALAH PULAU MENDOL DI KUALA KAMPAR DAN KEC. TLK MERANTI DI KEC. TLK MERANTI TERDAPAT LAHAN POTENSIAL SELUAS 9.159 HA, NAMUN SEBAHAGIAN BESAR SEMENTARA TIDAK DIUSAHAKAN
  • AREAL PERSAWAHAN DI KEC.KUALA KAMPARLUAS PULAU 31.250 HALUAS POTENSI SAWAH 9.970 HALAHAN YG BELUM DIOLAH 1.300 HALUAS LAHAN TERTANAM 8.670 HA 33.800 TON GKGPRODUKSI 86 % DARI TOTAL PRODUKSI LAHAN PADI KABUPATENPRODUKTIVITAS 3,85 TON/HAPOLA TANAM 1 KALI SETAHUNTEKNOLOGI BUDIDAYA TRADISIONAL
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERTANIAN DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DAN PENINGKATAN KUALITAS PASCA PANEN MAKA DIPERLUKAN INVESTASI GUDANG DAN RICE MILLING UNIT (RMU)
  • AREAL PERSAWAHANDI KEC.KUALA KAMPAR
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERTANIAN JAGUNG MERUPAKAN KOMODITI YANG CUKUP DIANDALKAN TERUTAMA DI KEC. TELUK MERANTI. LUAS LAHAN 8.195 HA PRODUKSI 18.857 TON (TH. 2010) DI KEC. TELUK MERANTI LAYAK DIBANGUN PABRIK PENGOLAHAN JAGUNG SKALA MENENGAH
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERIKANAN PERAIRAN UMUM DAN LAUT KABUPATEN PELALAWAN CUKUP Jenis Perairan Luas (Ha) POTENSIAL UNTUK PENGEMBANGAN USAHA Perairan Umum 39.146,00 BUDIDAYA PERIKANAN DAN (Sungai dan Danau) PENANGKAPAN IKAN Perairan Laut 66.630,64 Jumlah 105.776,64 USAHA YANG DILAKUKAN SELAMA INI BERSIFAT TRADISIONAL, SUBSISTEN DAN BELUM MENGANGKAT PEREKONOMIAN PELAKU USAHA
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERIKANAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PETERNAKAN DENGAN SUMBERDAYA LAHAN YANG CUKUP LUAS DI KABUPATEN PELALAWAN, SEKTOR PETERNAKAN MENJADI SEKTOR USAHA YANG SANGAT PROSFEK USAHA PETERNAKAN YANG BERKEMBANG DI KABUPATEN PELALAWAN ADALAH :1. USAHA PETERNAKAN SAPI YANG TERPADU DENGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT2. USAHA PETERNAKAN AYAM3. TERDAPAT PERUSAHAAN PEMBENIHAN (BREEDING) AYAM DI DESA SIMPANG BERINGIN DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 1.500.000-2.000.000 EKOR PER BULAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PETERNAKAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERTAMBANGAN Produksi Jenis Tambang Cadangan 2008 2009 2010 Minyak Bumi 557,700 583.150 556.620 Barel Barel Barel Gas 300 BCF 1.848.800 1.128.960 427.720 MMBTU MMBTU MMBTU Lokasi Cadangan Jenis Batubara Nilai Kalori (Ton) Kecamatan 51.026.110 High Voletile 5.200 – 6.565 Langgam Bituminous Cal/Gr Kecamatan 32.854.330 High Voletile 4.000 – 5.500 Ukui Bituminous Cal/Gr
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PERTAMBANGAN
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PARIWISATA SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN PELALAWAN AKHIR-AKHIR INI MULAI MENDAPAT PERHATIAN DUNIA, DENGAN ADANYA PEMAFAATAN GELOMBANG BONO OLEH PESELANCAR MANCA NEGARA
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PARIWISATA PENGERTIAN BONO MERUPAKAN GELOMBANG BESAR YANG TIMBUL AKIBAT BERTEMUNYA MASSA AIR LAUT DENGAN MASSA AIR SUNGAI SAAT PASANG NAIK, DAN TERJADI KARENA MORFOLOGI MUARA SUNGAI YANG DANGKAL DAN TERDAPAT PULAU DI BAGIAN TENGAH DEKAT MUARA.
  • LOKASI BONO Teluk Meranti Lokasi Bono
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PARIWISATA- JUMLAH ROMBONGAN PESELANCAR YANG SUDAH DATANG SAMPAI SAAT INI DARI SEPTEMBER 2010 HINGGA MARET 2012 BERJUMLAH 30 ROMBONGAN PESELANCAR DARI BERBAGAI NEGARA.- NEGARA YANG TELAH BERKUNJUNG : PERANCIS, AMERIKA, AUSTRALIA, BRAZIL, INGGRIS, AFRIKA SELATAN, CINA, SINGAPURA DAN JUGA PESELANCAR DARI INDONESIA SENDIRI.- SEDANGKAN JUMLAH WISATAWAN DOMESTIK YANG DATANG UNTUK MENYAKSIKAN ATRAKSI BERSELANCAR YANG DILAKUKAN OLEH PARA PESELANCAR DUNIA TERSEBUT HINGGA MARET 2012 LEBIH DARI 25.000 ORANG
  • PROFIL POTENSI DAN PELUANG EKONOMI SEKTOR PARIWISATA- GELOMBANG SEJENIS JUGA TERDAPAT DI BRAZIL , CINA DAN SERAWAK (MALAYSIA)- TERDAPAT PERBEDAAN SECARA FISIK, BAIK STRUKTUR, DURASI DAN PANJANG GELOMBANG- KEUNGGULAN GELOMBANG BONO SUNGAI KAMPAR MEMPUNYAI DURASI YANG LEBIH LAMA, SEHINGGA PESELANCAR DAPAT BERSELANCAR TANPA PUTUS ANTARA 1 HINGGA 2 JAM- BENTUK ALUNAN GELOMBANG YANG RELATIVE SAMA DAN BERATURAN SEHINGGA MEMBENTUK TUJUH ATAU LEBIH PUNCAK GELOMBANG, YANG OLEH PESELANCAR DUNIA MENYEBUTNYA DENGAN “THE SEVEN GHOSTS”- JADWAL KEDATANGAN BONO SETIAP BULAN DALAM SETAHUN, BERBEDA DENGAN GELOMBANG SEJENIS DI SERAWAK, BRAZIL DAN CINA YANG HANYA TERJADI SEKITAR 4 SAMPAI 6 BULAN DALAM SETAHUN
  • OBJEK WISATA PENDUKUNG ISTANA SAYAP KEC. PELALAWANDANAU BETUNG PANTAI OGISKEC. PKL. KURAS T UGU EQUATOR TLK MERANTI KEC. PKL. LESUNG T NTN KEC. UKUI
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTURPERKEMBANGAN INVESTASI DI KABUPATEN PELALAWAN CUKUP MENGGEMBIRAKAN DAN TELAH MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI YANG CUKUP SIGNIFIKAN DI DAERAH INI. SELAIN INVESTASI DI BIDANG INDUSTRI KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL KEHUTANAN, INVESTASI DI SEKTOR PERKEBUNAN DAN INDUSTRI PENDUKUNGNYA, JUGA MULAI TUMBUH INVESTASI SEKTOR PERHOTELAN, PERDAGANGAN DAN JASA LAINNYA.DISAMPING ITU INVESTASI DI BIDANG INFRASTRUKTUR DASAR SEPERTI JALAN, JEMBATAN, AIR BERSIH DAN LISTRIK YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DAERAH DAN PEMERINTAH PUSATJUGA SELALU MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN, DAN TELAH BERHASIL MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH.
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR TERDAPAT RP. 67 TRILIYUN PROYEK SEKTOR RIIL YANG TELAH BERJALAN DI KABUPATEN PELALAWAN, YANG TERDIRI DARI : PMDN : RP. 45 TRILIYUN PMA : RP. 22 TRILIYUN
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YG SUDAH BERJALAN DI BIDANG KEHUTANAN Perusahaan/ Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) No. Investor Investasi Industri Bubur PT. Riau Kertas, Kertas1. 44.182.814.365.864,- Andalan Pulp dan HTI and Paper Pendukung Hutan Tanaman PT. Arara2. 429.644.198.022,- Industri Abadi Jumlah 44.612.458.563.886,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YG SUDAH BERJALAN DI SEKTOR PERKEBUNAN DAN PENGOLAHAN KELAPA SAWIT Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor Perkebunan 231. Kelapa Sawit 8.508.309.307.790,- Perusahaan dan Pabrik CPO
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YG SUDAH BERJALAN DI BIDANG PERTAMBANGAN MINYAK BUMI DAN GAS Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor Eksplorasi PT. Pertamina1. 3.000.000.000.000,- Minyak Bumi dan PT. Medco2. Eksplorasi Gas 144.000.000.000,- PT. Kalila Pengadaan Gas PT. Bio Energi3. Alam dan Gas 6.432.750.000,- Prima Buatan Jumlah 3.156.432.750.000,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YG SUDAH BERJALAN DI BIDANG KETENAGALISTRIKAN DAN JASA KONSTRUKSI Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor PT. Riau Prima1. Ketenagalistrikan 9.564.299.732.283,- Energi2. Jasa Konstruksi 688.388.924.000,- 3 Perusahaan Jumlah 10.252.688.656.283,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YANG SUDAH BERJALAN DI BIDANG INDUSTRI KIMIA Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor1. Industri Kimia 170.299.288.764,- PT. Esesindo Cipta Cemerlang dan PT. Asia Prima Kimia Raya Jumlah 170.299.288.764,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YANG SUDAG BERJALAN DI BIDANG PETERNAKAN Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor1. Pembenihan Ayam 20.150.000.000,- PT. Caroen Pokphan Jaya Farm Jumlah 20.150.000.000,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI DI SEKTOR RETAIL, PERTOKOAN DAN PERHOTELAN Proyek/Jenis Nilai Investasi (Rp) Perusahaan/ No. Investasi Investor Retail dan PT. Kerinci1. 50.000.000.000,- Pertokoan Bisnis Centre PT. Unimegah2. Perhotelan 11.551.000.000,- Utama Raya Jumlah 61.551.000.000,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI GROUNDBREAKING TH. 2012 - 2014 Proyek/Jenis Perusahaan/No. Nilai Investasi Keterangan Investasi Investor1. Pembangkit PT. Navigate 280.000.000.000,- Sudah Mulai Listrik Tenaga Gas Energy Dikerjakan2. Pabrik Kelapa PT. Peputra 100.000.000.000,- Sawit Supra Jaya3. Eksplorasi Gas PT. Kalila 900.000.000.000,- dan Minyak Bumi4. Industri Hulu dan PT. Bumi Hasta 3.150.000.000.000,- Hilir Gas Mukti5. Perkebunan PT. Tri Sahabat 70.000.000.000,- Kelapa Sawit Mulya6. Perkebunan PT. Sumber 150.000.000,- Kelapa Sawit Sawit Sejahtera Jumlah 4.650.000.000.000,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR PROYEK/INVESTASI YANG DIBUTUHKAN UNTUK INFRASTRUKTUR UTAMANo. Jenis Infrastruktur Utama Perkiraan Keterangan Anggaran (Rp) 1. Lanjutan Pembangunan Jalan 470.000.000.000,- Membuka Akses ke Objek Wisata Bono Teluk Meranti dan Lokasi Calon Pela-buhan di Desa Sokoi Teluk Meranti. Lintas Bono Th. 2012 sudah disediakan Anggaran sebesar Rp. 104 Milyar 2. Pembangunan Jalan Alternatif 420.016.430.209,- DED sudah tersedia. Penyanggah jalan lintas timur sumatera, membuka isolasi Lintas Timur daerah dan membuka akses ke kawasan teknopolitan 3. Pembangunan Pelabuhan di Desa 170.000.000.000,- Entri point arus barang/orang melalui lalu lintas laut menunjang industri, teknopolitan dan objek wisata bono. Sokoi/Labuhan Bilik 4. Pembangunan Jalan Tol Pangkalan 2.944.540.000.000,- Studi Kelayakan Sudah Tersedia. Antisipasi kepadatan alur Pangkalan Kerinci Pekanbaru yang Kerinci – Pekanbaru (48 Km) semakin meningkat. Akses bagi industri yang ada dan kawasan teknopolitan. 5. Pembangunan Infra-struktur 2.451.500.000.000,- Masterplan tersedia. Mendorong masuknya investasi. Kawasan Teknopolitan 6. Pembangunan Infrastruktur 2.000.000.000.000,- Masterplan dikerjakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kawasan Objek Wisata Bono Teluk Memicu masuknya investasi pariwisata. Meranti Jumlah 8.456.056.430.209,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTURPROYEK/INVESTASI INDUSTRI DAN JASA YANG DIBUTUHKANNo. Jenis Investasi Perkiraan Anggaran Keterangan (Rp) 1. Industri Hilir Kelapa Sawit 37.825.000.000.000,- 10 – 15 Industri Hilir Kelapa Sawit pada Kawasan Teknopolitan masing-masing investasi 2,5 Triliyun. 2. Industri Lain pada Kawasan 5.000.000.000.000,- Pengolahan Limbah Industri, Crumb Teknopolitan Rubber, dll. 3. Pembangunan Hotel Bintang 84.850.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Lahan 3 di Pangkalan Kerinci disediakan Pemda Pelalawan. Terletak di tengah kota. 4. Pembangunan Taman Wisata 20.000.000.000,- Masterplan tersedia. Lahan Air (Taman Kota) disediakan Pemda. Menjadi bagian dari Hotel. 5. Pembangunan Pabrik Karet 25.600.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Kapasitas produksi 70 ton/hari. 6. Pembangunan Pabrik 10.950.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Produksi Pengolahan Jagung (Skala jagung cukup besar. Kapasitas 130 Menengah) Ton/Hari. 7. Pembangunan Pabrik 25.000.000.000,- Di Kecamatan Kuala Kampar Pengolahan Kelapa
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTURPROYEK/INVESTASI INDUSTRI DAN JASA YANG DIBUTUHKANNo. Jenis Investasi Perkiraan Anggaran Keterangan (Rp) 8. Pembangunan Gudang Padi 20.000.000.000,- Di Kecamatan Kuala Kampar dan Rice Milling Unit 9. Eksplorasi Batu Bara 3.000.000.000.000,- Cadangan Batu Bara di Kabupa-ten Pelalawan cukup besar10. Pembangunan Prasa-rana 1.000.000.000.000,- Meningkatkan daya tarik wisata dan Wahana Objek Wisata bono. Bono11. Pengembangan Kawasan 100.000.000.000,- Sistem Integrasi sapi dan kelapa Peternakan Sapi sawit (untuk 200 kelompok tani)12. Agribisnis Budidaya Ikan 10.000.000.000,- Patin di Keramba13. Pengembangan Food Estate 100.000.000.000,- di Kuala Kampar Jumlah 47.221.400.000.000,-
  • PROYEK-PROYEK SEKTOR RIIL DAN INFRASTRUKTUR REGULASI INVESTASI TIDAK TERDAPAT PERATURAN DAERAH YANG MENGHAMBAT INVESTASI PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN DENGAN SEGALA KEWENANGAN YANG DIMILIKI MEMBERIKAN FASILITASI DAN KEMUDAHAN MASUKNYA INVESTASI DAN MEMOTONG SEGALA BIROKASI YANG MEMPERLAMBAT PERIZINAN, DENGAN TUJUAN : 1. MENINGKATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH 2. MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA DAN MENGURANGI PENGANGGURAN YANG MASIH RELATIF BANYAK DI KABUPATEN PELALAWAN 3. BERGERAKNYA PEREKONOMIAN DAERAH, PENINGKATAN PAD DAN PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT
  • PANGKALAN KERINCI , 11 APRIL 2012
  • MAKSUD MERUPAKAN PUSAT PENGEMBANGAN EKONOMI BARU DI KABUPATEN PELALAWAN YANG MEMADUKAN INDUSTRI, PERGURUAN TINGGI DAN PUSAT RISET. DIBANGUN DALAM KERANGKA MENDUKUNG PROGRAM MP3EI TERUTAMA KORIDOR SUMATERA. DIJADIKAN SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KHUSUS DAN DENGAN FASILITAS PERPAJAKAN TERTENTU DAPAT MEMACU INVESTASI.
  • TUJUANTERBANGUNNYA TEKNOPOLITAN PELALAWAN YANG MAJU YANG AKAN MEMICU DAN MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI LOKAL DAN EKONOMIKAWASAN (KORIDOR SUMATERA), DIDUKUNG OLEHPEMERINTAH PUSAT, DUNIA USAHA BAIK DOMESTIK MAUPUN MANCA NEGARA, MEMANFAATKAN KEUNGGULAN LOKAL (SDA DAN SDM) SERTA BERWAWASAN LINGKUNGAN
  • FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG• TELAH TUMBUH DAN BERKEMBANG INDUSTRI KELAPA SAWIT• TERDAPAT INDUSTRI BESAR YAKNI PABRIK PULP DAN KERTAS (PT. RAPP)• TERDAPAT SUMBER ENERGI DI SEKITAR LOKASI, YAKNI GAS ALAM.• DEKAT DENGAN PEKANBARU (IBUKOTA PROVINSI RIAU).• BERADA PADA LINTAS TIMUR SUMATERA DAN TERHUBUNG KE AKSES PELABUHAN LAUT DI KABUPATEN SIAK DAN PELABUHAN SAMUDERA DI KUALA ENOK (KAB.INHIL).• TELAH DICANANGKAN PEMBANGUNANNYA OLEH MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN RI DAN MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI RI PADA TANGGA 10 APRIL 2012.• TELAH DICANANGKANKAN PEMBANGUNAN PUSAT INOVASI DAN RISET DI KABUPATEN PELALAWAN OLEH MENKO PERKONOMIAN DAN KEPALA BPPT.• TELAH DIRINTIS PEMBANGUNAN INSTITUT TEKNOLOGI PELALAWAN SEBAGAI SALAH SATU PILAR TEKNOPOLITAN.
  • UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN DALAMMEWUJUDKAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN• MEMBEBASKAN LAHAN SELUAS 3.833 HA DI KECAMATAN LANGGAM.• MENGUSULKAN KABUPATEN PELALAWAN MENJADI SALAH SATU KAWASAN PRIORITAS INVESTASI (KPI) DI SUMATERA.• BEKERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN RISTEK DAN BPPT DALAM PENYUSUNAN MASTER PLAN TEKNOPOLITAN.• SEGERA MENDIRIKAN PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PILAR TEKNOPOLITAN.
  • KORIDOR EKONOMI SUMATERA Pelalawan
  • KPI PRIORITAS SUMATERA 3 1 4 6 19 2 Usulan KPI Potensial 18 14 13 15 21 20 22
  • LOKASI TEKNOPOLITAN PELALAWAN
  • MANFAAT DIBANGUNNYA TEKNOPOLITAN PELAWAN BAGI MASYARAKAT KAB. KORIDOR PENCAPAIAN VISI PELALAWAN : EKONOMI MP3EI : SUMATERA :  Pengurangan Tersedianya lapangan pengangguran. kerja. Mendorong peran  peningkatan Masyarakat setempat tidak komoditas kelapa pertumbuhan perlu jauh melanjutkan sawit sebagai ekonomi. pendidikan untuk komoditas andalan  Penyediaan tenaga mendapatkan keterampilan Koridor Ekonomi kerja terampil. dan siap terjun ke dunia Sumatera dalam  Berkembangnya usaha dan dunia kerja. menambah devisa inovasi dalam Harga panen perkebunan negara dan menunjang masyarakat akan stabil semakin peningkatan nilai bahkan cenderung menyatunya tambah. meningkat. konektivitas  Optimalisasi Perekonomian wilayah ekonomi antar pemanfaatan sekitar akan berkembang, wilayah. sumberdaya alam.
  • POSISI TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI DALAM RTRWK PELALAWAN DAN RTRWP RIAU• Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pelalawan saat ini masih dalam proses revisi. Persetujuan substansi telah dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini sedang dalam tahapan pengajuan ke DPRD untuk ditetapkan ke dalam Peraturan Daerah.• Di dalam persetujuan substansi yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum, disebutkan bahwa secara umum apa yang dirumuskan di dalam Rancangan RTRW tersebut dapat disetujui kecuali status kawasan hutan yang harus mengacu pada apa yang ditetapkan di dalam RTRW Provinsi Riau.• Rtrw Provinsi Riau saat ini juga sedang dalam tahap revisi. Di dalam Naskah RTRWP tersebut telah dicantumkan bahwa status lahan yang dicadangkan untuk Teknopolitan tersebut masuk kawasan hutan dalam kategori Areal Penggunaan Lain (APL). Namun demikian hal tersebut masih harus mendapat persetujuan Kementerian Kehutanan RI. •
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Menteri Negara Riset dan Teknologi RI dan Kepala BPPT menandatangani Prasasti Pencanagan Teknopolitan Pelalawan 10 April 2012
  • Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Ditjen Dikti KementerianPendidikan dan Kebudayaan RI Menerima Penyerahan Proposal Pendirian Perguruan Tinggi Kabupaten Pelalawan dari Bupati Pelalawan Di Pangkalan Kerinci 12 April 2012
  • SITE TEKNOPOLITAN PELALAWAN
  • MASTERPLAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN
  • MASTERPLAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN
  • ILUSTRASI PENGEMBANGAN TEKNOPOLITANResearch & Dev’t Pendidikan Tinggi Industri Perkantoran Pengelola Industri Jasa & Komersial Sport Center Perumahan Pekerja
  • ILUSTRASI PENGEMBANGAN TEKNOPOLITAN IndustriPerumahan Deret Taman KotaTaman Kota Taman Kota
  • INFRASTRUKTUR PELABUHAN• Pelabuhan infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi suatu kawasan industri untuk akses pemasaran produk.• Bagi kawasan Teknopolitan Pelalawan terdapat 3 alternatif pelabuhan, yakni : - Pelabuhan Dumai yang berjarak 270 Km. - Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang berjarak 330 Km. - Pelabuhan khusus PT. RAPP di Futong Kabupaten Siak yang berjarak 120 Km.• Dari ketiganya yang paling dekat menguntungkan adalah menggunakan Pelabuhan PT. RAPP. Namun penggunaan tersebut harus mendapat persetujuan dan izin dari PT. RAPP.• Oleh sebab itu diperlukan alternatif lain, yakni membangun pelabuhan sendiri di wilayah Kabupaten Pelalawan. Ada beberapa pilihan lokasi, namun yang sangat ideal adalah di Desa Sokoi.• Pelabuhan Sokoi, berjarak 190 Km dari lokasi Teknopolitan, berpotensi menjadi pelabuhan CPO bagi pabrik yang berada di riau bagian tengah.
  • Pelabuhan Dumai Kawasan Pelabuhan/ Industri T. Balai Karimun270 Km Pelabuhan Futong 120 Km Pelabuhan Sokoi 190 Km Kawasan Teknopolitan Pelalawan 330 Km Pelabuhan Samudera Kuala Enok
  • PERKIRAAN INVESTASIInvestasi yang dibutuhkan bagi pengembangan TeknopolitanPelalawan ini tidak kurang dari Rp. 45.916.500.000.000,- yangterdiri dari :- Pembangunan infrastruktur : Rp. 2.451.500.000.000,- Kawasan dan Prasarana Pendidikan- Industri hilir kelapa sawit : Rp. 37.825.000.000.000,-- Industri lain : Rp. 5.000.000.000.000,- Pembangunan dermaga : Rp. 170.000.000.000,- di Desa Sokoi- Lanjutan pembangunan : Rp. 470.000.000.000,- jalan lintas bono menuju pelabuhan Sokoi.
  • DUKUNGAN STAKEHOLDERNo Stakeholder Program/Kegiatan1 Pemerintah Kemenristek Pembangunan dan Pengembangan Lembaga Riset/Pusat Unggulan Kemendikbud Pembangunan dan Pengembangan Perguruan Tinggi Kementerian PU Pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan Kemenperin Pengembangan Industri Hilir Kemenkop UKM Pengembangan UKM Pemerintah Pembebasan Lahan Kabupaten Pelalawan2 Dunia Usaha Industri Pembangunan Industri Perbankan Penyediaan Skim Pembiayaan3 Masyarakat Peranserta dalam pembangunan
  • PENUTUPSebagai penutup dapat digarisbawahi beberapa catatan sebagai berikut : Pelalawan memiliki komoditi potensial yakni kelapa sawit yang cukup besar sebagaimana menjadi andalan Koridor Ekonomi Sumatera, adanya industri kertas kelas dunia, dan terdapat sumber energi berupa minyak bumi, gas dan batubara, dan berada pada titik konektivitas yang strategis. Pelalawan dihuni oleh penduduk yang sangat beragam (heterogen) yang hidup secara harmonis, dan diperkirakan menjadi daya dukung semakin meningkatnya investasi di daerah ini. Untuk lebih berkembangnya investasi di Kabupaten Pelalawan dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam dan meningkatkan nilai tambah produk daerah, maka perlu penetapan Kabupaten Pelalawan sebagai Kawasan Perhatian Investasi Potensial. Pembangunan Teknopolitan Pelalawan merupakan salah satu upaya dalam pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan yang ditetapkan di dalam RPJMD 2011 – 2016.
  • SEKIAN DANTERIMA KASIH