Paparan teknopolitan di dprd

1,888 views

Published on

Published in: Investor Relations
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,888
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
13
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • *Pakai gambar Konsep Koridor
  • Paparan teknopolitan di dprd

    1. 1. MEMBANGUN KAWASAN TEKNOPOLITANSEBAGAI WUJUD PEMBAHARUAN MENUJU KEMANDIRIAN, MENDUKUNG MP3EI DISAMPAIKAN PADA : PERTEMUAN DENGAN DPRD KABUPATEN PELALAWAN
    2. 2. MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) PERATURAN PRESIDEN NOMOR 32 TAHUN 2011 TGL. 20 MEI 2011
    3. 3. VISI 2025“Mengangkat Indonesia menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12besar dunia di tahun 2025 dan 8 besar dunia pada tahun 2045 melaluipertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan” 2045 2025 PDB ~US$ 16.6 Trilyun PDB ~US$ 4.3 Trilyun Prediksi Pendapatan 2010 Prediksi Pendapata /kapita ~US$ PDB ~ US$ 700 n/kapita ~US$ 46,900 Milyar 14,900 Diprediksi Pendapatan/kap (high menjadi US$ 3,000 income terbesar ke- (2010) country) 7 atau ke-8 Terbesar ke-17 Terbesar dunia*) 3 besar dunia
    4. 4. INISIATIF STRATEGI UTAMA STRATEGIK “Strategi utama dioperasionalisasikan dalam inisiatif strategik” Mendorong investasi BUMN, Swasta Nasional dan FDI dlm skala besar di Pengembangan 22 Kegiatan Ekonomi Utama potensi melalui (mendorong realisasi investasi melalui percepatan terselesainya hambatan yang Koridor Ekonomi dihadapi pelaku) Memperkuat Sinkronisasi rencana aksi nasional untuk konektivitas merevitalisasi kinerja sektor riil nasional (penetapan jadwal penyelesaian masalah peraturan nasional dan infrastruktur utama Mempercepat nasional) kemampuan SDM dan IPTEK Pengembangan Center of Excellence di Setiap Nasional Koridor Ekonomi (mendorong pengembangan SDM dan IPTEK sesuai kebutuhan peningkatan daya saing) Inisiatif Strategik adalah sebagai katalis terjadinya percepatan. Hal ini juga bisa memberikan dampak keyakinan para pengusaha atas upaya pemerintah 4
    5. 5. MP3EI dirumuskan dengan semangat“Business as Not Usual” Peningkat an Value Added Di dalam proses penyusunan: Mendorong  MP3EI menitikberatkan pada Inovasi percepatan transformasi Mengintegrasi kan ekonomi dengan pendekatan: pendekatan sektoral dan Regional Memfasilita si percepatan investasi swasta sesuai dengan dukungan yang dibutuhkan Pemerintah berfungsi sebagai Business as Usual regulator, fasilitato r dan katalisator waktu 5
    6. 6. Masterplan Merupakan KOMPLEMENTER dariDokumen Perencanaan PembangunanNasional 6
    7. 7. 6 KORIDOR EKONOMI1 KE Sumatera 4 KE Sulawesi 3 KE Kalimantan 6 KE Papua – Maluku 2 KE Jawa 5 KE Bali – Nusa Tenggara 7
    8. 8. Tema Pembangunan Koridor Ekonomi Berdasarkan Keunggulan dan Potensi Strategis Masing-Masing Wilayah 1 KE Sumatera KE Sulawesi 4 KE Sulawesi KE"Sentra Sumatera 3 KE Kalimantan Pusat Produksi Produksi dan Pengolahan 6 KE Papua – Maluku dan KE Kalimantan Hasil Pertanian, Pengolahan "Pusat Perkebunan, danHasil Bumi dan Produksi dan Perikanan serta Lumbung Pengolahan Pertambangan Energi “Pusat Hasil Tambang Nikel Nasional Nasional" Pengembangan & Lumbung Pangan, Energi Perikanan, Nasional" Energi dan 2 KE Jawa Pertambangan "Pendorong Nasional” KE Jawa Industri dan 5 KE Bali – Nusa Tenggara Jasa Nasional" KE Bali - Nusa Tenggara 8
    9. 9. SEBARAN KEGIATAN EKONOMI UTAMA BERDASARKAN KORIDOR EKONOMISUMATERA Kelapa Karet Batubara Perkapalan Besi Baja KNS Selat Sunda Sawit Makanan & Peralatan Jabodetabek JAWA Tekstil Minuman Transportasi Telematika Alutsista Perkapalan AreaKALIMANTAN Kelapa Sawit Perkayuan Migas Besi Baja Bauksit Batubara SULAWESI Pertanian Kakao Perikanan Nikel Migas BALI - NT Pariwisata Peternakan PerikananPAPUA – KEP. Pertanian Perikanan Teembaga Nikel Migas MALUKU 9
    10. 10. KelapaKoridor Ekonomi Sumatera Sawit KaretKoridor Ekonomi Sumatera Batubara Perkapalan Besi Baja KNS Selat Sunda 1 1 10
    11. 11. Definisi Kawasan Perhatian Investasi (KPI) 1. Sentra Produksi adalah 1 (satu) kegiatan investasi dalam satu lokasi tertentu 2. KPI adalah satu atau kumpulan beberapa sentra produksi/ kegiatan investasi yang beraglomerasi di area yang berdekatan. SDM &Ilustrasi KPI IPTEK KPI KonektivitasHipotetis Regulasi Sentra Produksi (pusat + daerah) Lokasi-lokasi KPI pada masing-masing koridor perlu diidentifikasi untuk acuan penetapan proyek-proyek infrastruktur (Tim Kerja Konektivitas), pengembangan sarana dan prasarana pendidikan dan peningkatan kemampuan teknologi/inovasi (Tim Kerja SDM & IPTEK), serta fasilitasi penyempurnaan regulasi (Tim Kerja Regulasi). 11
    12. 12. Proses Integrasi Proyek-proyek dalam MP3EI (dalam rangka mewujudkan value added sesuai unggulannya) Proyek-proyek kegiatan investasi dan Semua proyek lintas sektor HARUS lintas sektor TIDAK dapat berjalan sendiri- mendukung pengembangan kegiatan sendiri ekonomi utama melalui KPI* Konektivita Konektivita KPI s Regulasi SDM/ IPTEK KPI Regulasi SDM/ IPTEK s Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama A Utama A Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama B Utama B Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama C Utama C Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama D Utama D Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama E Utama E Kegiatan Kegiatan Ekonomi Ekonomi Utama X Utama X 12* KPI adalah satu atau kumpulan beberapa sentra produksi/ kegiatan investasi yang beraglomerasi di area yang berdekatan.
    13. 13. INDIKASI SENTRA PRODUKSI (KEGIATAN INVESTASI),KPI, KPI PRIORITAS per tanggal 21 Februari 2012 Indikasi Total Investasi s.d 2014 Indikasi Indikasi (Milliar Rp) Koridor Indikasi KPI Sentra Ekonomi Jumlah KPI Prioritas Produksi Sektor Riil Infrastruktur SDM - IPTEKSumatera 13 22 168 555.965 581.357 955Jawa 18 34 119 304.433 1.118.685 467Kalimantan 17 36 222 903.775 220.780 324Sulawesi 11 28 126 214.847 201.499 382Bali-NT 8 23 46 129.884 87.293 95 155.631Papua-Maluku 7 8 44 448.605 166TOTAL 74 151 725 2.557.509 2.365.245 2.388Catatan: angka tersebut masih dalam proses validasi (sumber: Sekretariat KP3EI)
    14. 14. REKAPITULASI PROYEK-PROYEK YANG SUDAHGROUNDBREAKING (sampai dengan Desember 2011) Nilai Investasi Jumlah Proyek Total (Rp. Miliar) Koridor Ekonomi Nilai Investasi Infrastruktur Sektor Riil Infrastruktur Sektor Riil Proyek (Rp. Miliar)Sumatera 17 2 35.429 62.505 19 97.934Jawa 8 8 64.674 65.497 16 136.071Kalimantan 3 12 1.586 14.644 15 16.230Sulawesi 1 26 3.000 142.267 27 145.267Bali-NT 6 1 36.065 829 7 36.894Papua-Kep.Maluku 3 7 1.011 66.120 10 67.131 Total 38 56 131.765 351.862 94 490.527
    15. 15. 1 13 19 KPI SEI MANGKEI KPI MUARAENIM-PENDOPO KPI BATAM Rp. 4,4 T KPI PRIORITAS SUMATERA Rp. 226,79 T Rp. 0,23 T Kelapa Sawit, Sektor Lainnya Kelapa Sawit, SektorSektor Batubara Lainnya Infrastruktur Rp. 0 T Infrastruktur Rp. 53,4 TInfrastruktur Rp. 10,6 T Jenis - Jenis InfrastrukturJenis Pelabuhan, KA, KA, Jalan, Energi InfrastrukturInfrastruktur Jalan, Energi, SDA 182 KPI TAPANULI SELATAN KPI BANGKA BARAT, BABEL Rp. 7,00 T Rp. 2,10 T 3Sektor Emas 1 Kelapa Sawit, Sektor 4 LainnyaInfrastruktur Rp. 0,12 T 6 19 Infrastruktur Rp. 0,9 TJenis EnergiInfrastruktur Jenis 2 Jalan3 Infrastruktur 20 KPI DAIRI KPI BANDAR LAMPUNG Rp. 4,50 T Usulan KPI Potensial Rp. 2,29 TSektor Lainnya PELALAWAN Sektor Batubara, MigasInfrastruktur Rp. 0 T Infrastruktur Rp. 2,4 TJenis Jenis - EnergiInfrastruktur Infrastruktur4 15 12 18 21 KPI DUMAI KPI PRABUMULIH KPI LAMPUNG TIMUR 14 Rp. 4,34 T Rp. 150 T Rp. 4,15 T Sektor Migas 15 Kelapa Sawit,Sektor Kelapa Sawit, Migas 13 Sektor Infrastruktur Rp. 0T PerkapalanInfrastruktur Rp. 30,2 T Infrastruktur Rp. 4,1 T Jenis -Jenis Pelabuhan, Jalan, Infrastruktur JenisInfrastruktur Energi, SDA Pelabuhan 12 Infrastruktur 22 *Data per Februari 201222 21 KPI BESI BAJA CILEGON KPI TJ. API-API – TJ. CARAT 20 14 Rp. 63,51 T Rp. 15,57 T KPI PALEMBANG 22 Rp. 21,74 TSektor Besi Baja Kelapa Sawit, Sektor Batubara Sektor Batubara, MigasInfrastruktur Rp. 3,1 T Infrastruktur Rp. 47,5 T Infrastruktur Rp. 0 TJenis Jalan, SDA,Infrastruktur Telematika Jenis Pelabuhan, KA, Jenis Infrastruktur Jalan - Infrastruktur
    16. 16. Struktur organisasi KP3EI telah ditetapkan berdasarkan Perpres 32/2011 Ketua KP3EI : Presiden RI Wk. Ketua KP3EI : Wk. Presiden RI Ketua : Menko Perekonomian Wakil Ketua 1 : Menteri PPN/ Kepala Bappenas Wakil Ketua 2 : Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) Sekretariat KP3EI 16
    17. 17. Susunan Ketua Tim Kerja & Sekretariat KP3EI dibentuk berdasarkan Kepmenko Perekonomian no 35 & 36 / 2011  Tim Kerja Regulasi : Sekretaris Menko Perekonomian TIM KERJA LINTAS  Tim Kerja Konektivitas : Wakil Menteri BappenasSEKTOR KP3EI  Tim Kerja SDM dan IPTEK : Wakil Menteri Pendidikan & Kebudayaan  Tim Kerja KE Sumatera : Menteri Kehutanan Menteri ESDM (alternate)  Tim Kerja KE Jawa : Menteri Pekerjaan Umum Menteri Perindustrian (alternate)  Tim Kerja KE Kalimantan : Menteri Pertanian TIM KERJA Menteri Perumahan Rakyat (alternate) KORIDOR  Tim Kerja KE Sulawesi : Menteri Kelautan dan Perikanan EKONOMI Menteri UKM dan Koperasi (alternate) KP3EI  Tim Kerja KE Bali-NT : Menteri Pariwisata Menteri Perdagangan (alternate)  Tim Kerja Papua-Kep.Maluku : Menteri Perhubungan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (alternate)SEKRETARIAT  Sekretariat KP3EI : Deputi Infrastruktur & Pengembangan Wilayah KP3EI Kemenko Bidang Perekonomian 17
    18. 18. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)KABUPATEN PELALAWAN TH. 2011- 2016 PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2012
    19. 19. KONSULTASI RANCANGAN AKHIR RPJMD KAB. PELALAWAN 2011-2016November 23, 2012 19
    20. 20. KONSULTASI RANCANGAN AKHIR RPJMD KAB. PELALAWAN 2011-2016 • Penerapan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2011-2025, Khusus Koridor Ekonomi Sumatra; sebagai sentra produksi, pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional. • Penguatan Kemampuan SDM dan Iptek serta Sistem Inovasi DaerahNovember 23, 2012 20
    21. 21. KONSULTASI RANCANGAN AKHIR RPJMD KAB. PELALAWAN 2011-2016 DAERAHNovember 23, 2012 21
    22. 22. VISI DAN MISI PEMBANGUNAN VISI PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG : TERWUJUDNYA KABUPATEN PELALAWAN YANG MAJU DAN SEJAHTERA MELALUIPEMBERDAYAAN EKONOMI KERAKYATAN YANG DIDUKUNG OLEH PERTANIAN YANG UNGGUL DAN INDUSTRI YANG TANGGUH DALAM MASYARAKAT YANG BERADAB, BERIMAN, BERTAQWA DAN BERBUDAYA MELAYU TAHUN 2030 VISI 2011-2016 : “ PEMBAHARUAN MENUJU KEMANDIRIAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT KABUPATEN PELALAWAN ”
    23. 23. PEMBAHARUAN (INOVASI)• Perubahan mindset dan pola tindak birokrasi dari “dilayani” menjadi “melayani”• Perubahan target kerja dari “memenuhi standar pelayanan minimal” menjadi “memberi nilai tambah dan memaksimalkan pengelolaan potensi ekonomi, sosial dan budaya” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.• Mengutamakan semangat kewirausahaan dalam pengelolaan pembangunan.• Mendorong dunia usaha untuk berperan aktif terutama dalam pembangunan ekonomi.• Peningkatan daya saing daerah sehingga menjadi kawasan yang menarik untuk berinvestasi.• Peningkatan sistem inovasi daerah dalam menunjang segala sektor pembangunan
    24. 24. KEMANDIRIAN• Hasil-hasil pembangunan yang harus dapat dinikmati sebahagian besar oleh penduduk di Kabupaten Pelalawan. (Distribusi PDRB lebih memihak kepada Penduduk di Kab. Pelalawan)• Peningkatan prakarsa pembangunan oleh penduduk di Kabupaten Pelalawan serta penguatan pemberdayaan masyarakat.• Peningkatan PAD dan pengurangan ketergantungan pada Dana Perimbangan.• Menjadi tuan di negeri sendiri.
    25. 25. RPJMD KABUPATEN PELALAWAN 2011-2016 Kondisi Kondisi SATUAN Kinerja Pada Kinerja Pada SASARAN STRATEGISVISI INDIKATOR awal RPJMD Akhir RPJMD INDIKATOR Tahun 2010 Tahun 20161. Meningkatnya Indeks Pembangunan kesejahteraan Manusia (IPM) Poin 73,18 78,5 masyarakat2. Menurunnya Jumlah persentase tingkat kemiskinan miskin % 14,51 103. Menurunnya Tingkat Pengangguran pengangguran Terbuka (TPT) % 4,69 4,204. Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi kinerja dan kualitas (LPE) % 7,17 7.20 perekonomian5 Kemandirian - Persentase Proporsi PAD Keuangan Daerah dari Penerimaan Daerah % 4,53 10 - Proporsi Belanja Langsung terhadap Belanja Tidak % 58 60 Langsung 25
    26. 26. RPJMD KABUPATEN PELALAWAN 2011-2016 IPM 78,50 PROPORSI PAD 10% BL 60% DARI TERHADAP PENERIMA- BTL AN APBD KEMANDIRIAN KABUPATEN PELALAWAN PADA TAHUN 2016 PERTUMB PENGANG UHAN GURAN EKONOMI TERBUKA 7,20% 4,20% ANGKA KEMISKI NAN 10% 26
    27. 27. MISI PEMBANGUNAN 2011 - 2016 :1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang unggul, beriman, bertaqwa dan berbudaya melayu.2. Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.3. Meningkatkan kinerja birokrasi dan otonomi desa.4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur daerah.5. Meningkatkankemandirian ekonomi, mendorong investasi, pengembangan pariwisata, dan usaha strategis daerah yang berwawasan lingkungan.6. Meningkatkan ketentraman dan ketertiban masyarakat. SASARANNYA :  TERBANGUN PERGURUAN TINGGI MISI 1 KABUPATEN PELALAWAN TEKNOPOLITAN &  BERKEMBANGNYA INDUSTRI MISI 5  TERWUJUDNYA PUSAT PELALAWAN PERTUMBUHAN EKONOMI UNGGULAN DAERAH
    28. 28. PEMBANGUNAN KAWASANTEKNOPOLITAN PELALAWAN PERATURAN BUPATI PELALAWAN NOMOR 39 TAHUN 2012
    29. 29. KAWASAN TEKNOPOLITAN MERUPAKAN INISIATIF PEMDA KABUPATEN PELALAWAN MEWADAHI PENCAPAIAN VISI MP3EI SEKALIGUS MEREALISASIKAN PENCAPAIAN SASARAN PEMBANGUNAN YANG DITETAPKAN DI DALAM RPJMD 2011-2016. Peningkatan Nilai Tambah Produk DaeraD Terutama Kelapa Sawit, dengan mendorong berkembang- nya industri hilir. Mendorong Inovasi Melalui Pembangunan Sekolah Tinggi TeknologiPENDEKATANNYA : dan Teknopark. Pemilihan Komoditas Kelapa Sawit agar terintegrasi dengan Kegiatan Ekonomi Utama Koridor Sumatera. Menyiapkan satu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati investor.
    30. 30. KONSEP PENCAPAIAN VISI MP3EI OLEH KABUPATEN PELALAWAN MEMBANGUN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI BARU DALAM SATU KAWASAN, DENGAN MENGEMBANGKANINDUSTRI HILIR KELAPA SAWIT SEBAGAI BISNIS INTI, ATAS DUKUNGAN INVESTASI SWASTA, PENINGKATANSUMBERDAYA MANUSIA, DAN PENGEMBANGAN INOVASI. KAWASAN TEKNOPOLITAN
    31. 31. KAWASAN TEKNOPOLITAN DIBANGUNSESUAI POTENSI UNGGULAN DAERAH YANG DIMILIKI, MEMADUKAN INDUSTRI SEBAGAI KOMPONEN USAHA EKONOMIS, LEMBAGA PENDIDIKAN/PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENCETAK TENAGA KERJATERAMPIL, DAN PUSAT RISET SEBAGAI PENDORONG INOVASI
    32. 32. MANFAAT DIBANGUNNYA TEKNOPOLITAN PELAWAN BAGI MASYARAKAT KAB. KORIDOR EKONOMI PENCAPAIAN VISI PELALAWAN : SUMATERA : MP3EI :  Pengurangan Tersedianya lapangan kerja. Mendorong peran pengangguran. Masyarakat setempat tidak komoditas kelapa  peningkatan perlu jauh melanjutkan sawit sebagai pertumbuhan pendidikan untuk komoditas andalan ekonomi. mendapatkan keterampilan Koridor Ekonomi  Penyediaan tenaga dan siap terjun ke dunia usaha Sumatera dalam kerja terampil. dan dunia kerja. menambah devisa  Berkembangnya Harga panen perkebunan negara dan semakin inovasi dalam masyarakat akan stabil bahkan menyatunya menunjang cenderung meningkat. konektivitas peningkatan nilai Perekonomian wilayah sekitar ekonomi antar tambah. akan berkembang, wilayah.  Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam.
    33. 33. PERKIRAAN INVESTASIInvestasi yang dibutuhkan bagi pengembangan TeknopolitanPelalawan ini tidak kurang dari Rp. 45.916.500.000.000,- yangterdiri dari :- Pembangunan infrastruktur : Rp. 2.451.500.000.000,- kawasan dan Prasarana Pendidikan- Industri hilir kelapa sawit : Rp. 37.825.000.000.000,-- Industri lain : Rp. 5.000.000.000.000,- Pembangunan dermaga : Rp. 170.000.000.000,- di Desa Sokoi- Lanjutan pembangunan : Rp. 470.000.000.000,- jalan lintas bono menuju pelabuhan Sokoi.
    34. 34. DUKUNGAN STAKEHOLDERNo Stakeholder Program/Kegiatan1 Pemerintah Kemenristek Pembangunan dan Pengembangan Lembaga Riset/Pusat Unggulan Kemendikbud Pembangunan dan Pengembangan Perguruan Tinggi Kementerian PU Pembangunan infrastruktur Jalan dan Jembatan Kemenperin Pengembangan Industri Hilir Kemenkop UKM Pengembangan UKM Pemerintah Pembebasan Lahan Kabupaten Pelalawan2 Dunia Usaha Industri Pembangunan Industri Perbankan Penyediaan Skim Pembiayaan3 Masyarakat Peranserta dalam pembangunan
    35. 35. LOKASI TEKNOPOLITAN PELALAWAN
    36. 36. Site Kawasan Teknopolitan Pelalawan Teknopolitan Pelalawan (3.833 ha)
    37. 37. ZONASI KAWASAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN
    38. 38. ILUSTRASI PENGEMBANGAN TEKNOPOLITAN Industri Pendidikan Tinggi Research & Dev’t Perkantoran PengelolaPerumahan Pekerja Sport Center Gate TeknopolitanJasa & Komersial
    39. 39. ILUSTRASI PENGEMBANGAN TEKNOPOLITAN Industri Perumahan Deret Taman Kota Taman Kota Taman Kota
    40. 40. INFRASTRUKTUR PELABUHAN• Pelabuhan merupakan infrastruktur yang sangat dibutuhkan bagi suatu kawasan industri.• Bagi kawasan Teknopolitan Pelalawan terdapat beberapa alternatif pelabuhan, yakni : - Pelabuhan Dumai yang berjarak 270 Km. - Pelabuhan Samudera Kuala Enok yang berjarak 330 Km. - Pelabuhan Pekanbaru berjarak 60 Km. - Pelabuhan Buatan berjarak 70 Km. - Pelabuhan khusus PT. RAPP di Futong Kabupaten Siak yang berjarak 120 Km.• Pelabuhan Dumai dan Kuala Enok terhitung jauh.• Pelabuhan Pekanbaru dan Pelabuhan Buatan kapasitasnya kecil dan padat.• Pelabuhan Futong tentu harus mendapat persetujuan dari PT. RAPP.
    41. 41. INFRASTRUKTUR PELABUHAN• Oleh sebab itu diperlukan alternatif lain, yakni membangun pelabuhan sendiri di wilayah Kabupaten Pelalawan. Ada beberapa pilihan lokasi, namun yang sangat ideal adalah di Desa Sokoi.• Pelabuhan Sokoi, berjarak 190 Km dari lokasi Teknopolitan, berpotensi menjadi pelabuhan CPO bagi pabrik yang berada di Riau bagian tengah.
    42. 42. Pelabuhan Dumai Kawasan Pelabuhan/ Industri T. Balai Karimun 270 Km Pelabuhan Buatan Pelabuhan FutongPelabuhan 70 KmPekanbaru 120 Km 60 Km Pelabuhan Sokoi 190 Km Kawasan Teknopolitan Pelalawan 330 Km Pelabuhan Samudera Kuala Enok
    43. 43. MENGAPA HARUS DI LANGGAM• Teknopolitan membutuhkan kawasan yang luas sehingga memungkinkan terkonsentrasinya industri dan faktor pendukung pada satu titik.• Kawasan satu hamparan yang luas dan diluar HGU yang ada, terdapat di Langgam.• Kawasan industri harus didukung oleh sumber energi yang memadai. Di Langgam terdapat sumber gas yang sangat potensial.• Secara geografis, Kawasan Teknopolitan di Langgam dekat dengan Pekanbaru sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Riau, relatif dekat dengan beberapa alternatif pelabuhan laut dan badar udara.• Berada pada posisi dataran relatif tinggi.• Hasil telaahan BPPT menyimpulkan Langgam merupakan lokasi yang ideal dibangunnya Kawasan Teknopolitan.
    44. 44. POSISI TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI DALAM RTRWK PELALAWAN DAN RTRWP RIAU• Kawasan yang dicadangkan untuk Teknopolitan di dalam RTRW Nasional masuk dalam kategori HPK (Hutan Produksi yang diKonversi).• Kondisi eksisting saat ini diolah masyarakat sebagai lahan perkebunan.• Di dalam Revisi RTRW Kabupaten Pelalawan dan RTRW Provinsi Riau kawasan tersebut yang masuk dalam kawasan seluas lebih kurang 6.120 Ha diplot menjadi Areal Penggunaan Lain.
    45. 45. POSISI TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI DALAM RTRWK PELALAWAN DAN RTRWP RIAU• Berdasarkan paduserasi antara TGHK dan RTRW Provinsi Riau oleh Tim Terpadu yang dibentuk berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor : 410/Menhut-VII/2009, hasil ekspos tgl. 25 November 2011, menetapkan lngkan menjadi Kawasan Teknopolitan ini sebagai Areal Penggunaan Lain (APL).• Saat ini sedang menunggu keputusan akhir dari Menteri Kehutanan.
    46. 46. HASIL PADUSERASI TGHK DAN RTRWP UNTUK KAB PELELAWAN
    47. 47. LUAS KAWASAN HUTAN AWAL DAN HASIL KAJIAN TIM TERPADU KABUPATEN PELALAWAN KAWASAN HUTAN AWAL USULAN RTRWP HASIL KAJIAN TIMDU PERBEDAANNO FUNGSI LUAS (HA) % LUAS (HA) % LUAS (HA) % LUAS (HA) %[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] = [7-3] [10] = [8-4] A KAWASAN HUTAN 1 Hutan Produksi yang dapat di Konversi 268,490 20.92 35,992 2.80 71,322 5.56 -197,167 -15.37 2 Hutan Produksi Tetap 445,401 34.71 293,739 22.89 474,352 36.97 28,951 2.26 3 Hutan Produksi Terbatas 179,811 14.01 145,049 11.30 150,875 11.76 -28,937 -2.26 4 Hutan Lindung 0.00 160,762 12.53 8,880 0.69 8,880 0.69 5 Hutan SuaKa Alam / Pelestarian Alam 119,113 9.28 138,615 10.80 119,154 9.29 41 0.00 JUMLAH 1,012,815 78.93 774,157 60.33 824,583 64.26 -188,232 -14.67B NON KAWASAN HUTAN1 Perairan 38,894 3.03 38,894 3.03 38,894 3.03 0 0.002 Areal Penggunaan Lain 231,439 18.04 470,097 36.64 419,671 32.71 188,232 14.67 JUMLAH 270,333 21.07 508,991 39.67 458,564 35.74 188,232 14.67 Grand Total 1,283,148 100.00 1,283,148 100.00 1,283,148 100.00 0 0.00
    48. 48. DUKUNGAN PERGURUAN TINGGI
    49. 49. DUKUNGAN SEKOLAH TINGGI• Sekolah Tinggi merupakan satu dari tiga pilar Teknopolitan.• Pemda Pelalawan akan mengoperasionalkan 2 Sekolah Tinggi secara sekaligus yakni Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) dan Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (STTP).• Akademi Komunitas merupakan kebijakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dalam upaya mempersiapkan tenaga kerja terampil dan siap pakai.
    50. 50. DUKUNGAN SEKOLAH TINGGI• Akademi Komunitas Negeri Pelalawan (AKNP) bekerja sama dengan Perusahaan yang ada di Pelalawan, direncanakan akan menerima Mahasiswa mulai Tahun Ajaran 2012/2013 (September 2012) untuk Pendidikan D2 dengan 3 Jurusan ; Teknologi Pertanian, Teknik Industri dan Teknik Informatika.• Operasional awal AKNP ini dibiayai dari APBD Kabupaten Pelalawan guna menunjukkan keseriusan dan tekad Pemda Pelalawan mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan.• Target utama AKNP ini ialah bahwa setiap lulusan harus mendapat pekerjaan dan tidak menjadi pengganggur baru. Oleh sebab itu dilakukan perjanjian kerjasama dengan Perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan, kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan kerja di Perusahaan dimaksud.
    51. 51. DUKUNGAN SEKOLAH TINGGI• Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (STTP) saat ini sedang dalam proses pengurusan izin di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pengelolaannya dilakukan Yayasan Amanah Pelalawan.• Sambil menunggu keluarnya izin, proses pendidikan dan penelitian akan dijalankan sejak September 2012.• Yakni mempersiapkan Tenaga Dosen berkualifikasi S3 dengan mengirim ke UTM Johor Bahru sebanyak 5 Orang ; 2 orang Agroteknologi, 1 Orang Teknik Kimia, 1 Orang Teknik Elektro dan 1 Orang Teknik Industri.• Di bawah bimbingan Tenaga Ahli STTP (Prof. Dr. Eko Supriyanto / Guru Besar UTM, dkk) saat ini arahan riset masing-masing Mahasiswa S3 tersebut sudah ditentukan dan mengarah pada penumbuhan industri hilir kelapa sawit di Kawasan Teknopolitan.
    52. 52. DUKUNGAN SEKOLAH TINGGI• Disamping memberikan beasiswa untuk 5 Orang di Program Pendidikan S3, juga diberikan beasiswa untuk 7 orang mengikuti pendidikan S2.• Direncanakan Tahun Ajaran 2013/2014 STTP sudah akan menerima Mahasiswa.• Saat ini juga sedang diajukan Anggaran Riset di Kementerian Ristek RI untuk mendukung berdirinya industri di Kawasan Teknopolitan, dengan membentuk Konsorsium Penelitian antara Pemda Pelalawan, Balitbang Provinsi Riau, BPPT, UTM dan BUMD.
    53. 53. Struktur Organisasi
    54. 54. RENCANA PEMBIAYAAN• Sumber pendapatan dari dalam – D1,D2,D3,S1: Penanaman dan Pengolahan Kelapa Sawit (Pertanian dan Teknik Kimia) : Bioteknologi • 30 Mahasiswa – 30 Mahasiswa X 5 Juta/semester X 2 semester = Rp. 300 Juta – D1,D2,D3,S1: Distribusi, Instrumentasi, Kontrol, Sistem Informasi (Teknik Industri, Teknik Elektro): Sistem Informasi dan Instrumentasi • 30 Mahasiswa – 30 Mahasiswa X 5 Juta X 2 semester = Rp. 300 Juta
    55. 55. • Sumber pendapatan dari luar – Sumbangan dari Industri untuk laboratorium= Rp. 500 Juta / Tahun – Beasiswa untuk S2 dan S3 dari DIKTI (8 master dan 4 doktor) = (4 Juta X 8 X 12 + 5 Juta X 4 X 12) = Rp. 624 Juta / tahun – Dana penelitian dari RISTEK dan industri (1 Milyar / tahun)
    56. 56. PERKIRAAN BIAYA TAHUN I• Pengeluaran: Rp. 5080 Juta / tahun – Staf Ahli : Rp. 756 Juta / Tahun – Staf Administrasi : Rp. 492 Juta / Tahun – Beasiswa : Rp. 1208 Juta / Tahun – Peralatan : Rp. 2000 Juta / Tahun – Operasional: Rp. 624 Juta / Tahun• Pemasukan: Rp. 2724 Juta / tahun – Biaya kuliah : Rp. 600 Juta / Tahun – Beasiswa pemerintah: Rp. 624 Juta / Tahun – Industri : Rp. 500 Juta / Tahun – Dana penelitian : Rp. 1000 / Tahun• Dana yang diperlukan dari APBD: Rp 2356 Juta/tahun
    57. 57. PROYEKSI HASIL• Hasil yang diperoleh Akhir 1 2 3 4 5 6 Tahun Lulusan D1 60 60 120 120 180 180 Lulusan D2 0 60 60 120 120 180 Lulusan D3 0 0 60 60 120 120 Lulusan S1 0 0 0 60 60 120 Lulusan S2 0 8 8 8 8 8 Lulusan S3 0 0 4 4 4 4 Industri 0 0 4 4 4 4 Baru
    58. 58. PROYEKSI MAHASISWA DAN DOSEN • Mahasiswa dan DosenTahun 1 2 3 4 5 6Jumlah 60 120 240 360 540 720Mahasiswa(D1,D2,D3,S1)Jumlah Dosen S3 5 5 5 1 1 1KonsultanJumlah Dosen S3 0 0 0 4 8 12Jumlah Dosen S2 4 8 16 24 32 40Jumlah Dosen S1 8 16 16 16 16 16Jumlah Dosen 9 13 21 29 41 53S2&S3Rasio 1:6.6 1:9.2 1:11.4 1:12.4 1:13.1 1:13.5Dosen(S2&S3):Mahasiswa
    59. 59. • Dana pengeluaranTahun 1 2 3 4 5 6Konsultan 756 756 756 300 300 300Staf 492 640 788 936 1084 1232Beasiswa 1208 2416 3624 4832 6040 7248Peralatan 2000 2000 1000 1000 1000 1000Operasional 624 812 1000 1188 1376 1564Total (Juta) 5080 6624 7168 8256 9800 11344 • Dana pemasukanTahun 1 2 3 4 5 6Uang kuliah 600 1200 2400 3600 5400 7200Beasiswa Pem 624 1248 1872 2496 3120 3744Industri 500 500 1000 1000 2000 4000Penelitian 1000 1000 1000 2000 3000 4000TOTAL (juta) 2724 3948 6272 9096 13520 18944APBD 2356 2676 896 -840 -3720 -7600
    60. 60. KAWASAN PERHATIAN INVESTASI
    61. 61. KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI) DI DALAM SISTEM MP3EI• AGAR RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN TEKNOPOLITAN MENJADI BAGIAN DARI SISTEM MP3EI, MAKA KABUPATEN PELALAWAN HARUS MASUK KATEGORI KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI).• PROSES MENJADIKAN KABUPATEN PELALAWAN SEBAGAI KPI DI KORIDOR EKONOMI SUMATERA TELAH MELALUI BEBERAPA TAHAPAN.• SAAT INI TELAH KELUAR REKOMENDASI KETUA KELOMPOK KERJA KE SUMATERA (MENTERI KEHUTANAN), DAN TINGGAL MENUNGGU PLENO KP3EI UNTUK PENETAPAN KABUPATEN PELALAWAN MENJADI KPI.• DENGAN MASUKNYA KABUPATEN PELALAWAN MENJADI KPI MAKA PERCEPATAN DAN PERLUASAN EKONOMI DI KABUPATEN PELALAWAN MENJADI KEBIJAKAN PUSAT.
    62. 62. HAL-HAL YANG MENDUKUNG KABUPATEN PELALAWAN DITETAPKAN MENJADI KPI
    63. 63. HAL-HAL YANG MENDUKUNG KAB. PELALAWAN DITETAPKAN MENJADI KPIPERKEMBANGAN INVESTASI DI KABUPATEN PELALAWAN CUKUP MENGGEMBIRAKAN DAN TELAH MEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI YANG CUKUP SIGNIFIKAN DI DAERAH INI. SELAIN INVESTASI DI BIDANG INDUSTRI KEHUTANAN DAN PENGOLAHAN HASIL KEHUTANAN, INVESTASI DI SEKTOR PERKEBUNAN DAN INDUSTRI PENDUKUNGNYA, JUGA MULAI TUMBUH INVESTASI SEKTOR PERHOTELAN, PERDAGANGAN DAN JASA LAINNYA.DISAMPING ITU INVESTASI DI BIDANG INFRASTRUKTUR DASAR SEPERTI JALAN, JEMBATAN, AIR BERSIH DAN LISTRIK YANG DILAKUKAN PEMERINTAH DAERAH DAN PEMERINTAH PUSATJUGA SELALU MENINGKAT DARI TAHUN KE TAHUN, DAN TELAH BERHASIL MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH.
    64. 64. NILAI INVESTASI PMDN DI KABUPATEN PELALAWAN MENCAPAI RP. 45 TRILIYUN SEDANGKAN INVESTASI PMA MENCAPAI RP. 22 TRILIYUN
    65. 65. PERKIRAAN INVESTASI TAHUN 2012 - 2025 DI KABUPATEN PELALAWAN MENCAPAI 67 TRILIYUN
    66. 66. PROYEK/INVESTASI GROUNDBREAKING TH. 2012 - 2014 Proyek/Jenis Perusahaan/No. Nilai Investasi Keterangan Investasi Investor1. Pembangkit PT. Navigate 280.000.000.000,- Sudah Mulai Listrik Tenaga Gas Energy Dikerjakan2. Pabrik Kelapa PT. Peputra 100.000.000.000,- Sawit Supra Jaya3. Eksplorasi Gas PT. Kalila 900.000.000.000,- dan Minyak Bumi4. Industri Hulu dan PT. Bumi Hasta 3.150.000.000.000,- Hilir Gas Mukti5. Perkebunan PT. Tri Sahabat 70.000.000.000,- Kelapa Sawit Mulya6. Perkebunan PT. Sumber 150.000.000.000,- Kelapa Sawit Sawit Sejahtera Jumlah 4.650.000.000.000,-
    67. 67. PROYEK/INVESTASI YANG DIBUTUHKAN UNTUK INFRASTRUKTUR UTAMANo. Jenis Infrastruktur Utama Perkiraan Keterangan Anggaran (Rp) 1. Lanjutan Pembangunan Jalan 470.000.000.000,- Membuka Akses ke Objek Wisata Bono Teluk Meranti dan Lokasi Calon Pela-buhan di Desa Sokoi Teluk Meranti. Lintas Bono Th. 2012 sudah disediakan Anggaran sebesar Rp. 104 Milyar 2. Pembangunan Jalan Alternatif 420.016.430.209,- DED sudah tersedia. Penyanggah jalan lintas timur sumatera, membuka isolasi Lintas Timur daerah dan membuka akses ke kawasan teknopolitan 3. Pembangunan Pelabuhan di Desa 170.000.000.000,- Entri point arus barang/orang melalui lalu lintas laut menunjang industri, teknopolitan dan objek wisata bono. Sokoi 4. Pembangunan Jalan Tol Pangkalan 2.944.540.000.000,- Studi Kelayakan Sudah Tersedia. Antisipasi kepadatan alur Pangkalan Kerinci Pekanbaru yang Kerinci – Pekanbaru (48 Km) semakin meningkat. Akses bagi industri yang ada dan kawasan teknopolitan. 5. Pembangunan Infrastruktur 2.451.500.000.000,- Masterplan tersedia. Mendorong masuknya investasi. Kawasan Teknopolitan 6. Pembangunan Infrastruktur 2.000.000.000.000,- Masterplan dikerjakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kawasan Objek Wisata Bono Teluk Memicu masuknya investasi pariwisata. Meranti Jumlah 8.456.056.430.209,-
    68. 68. JALAN LINTAS BONO Teluk Meranti LOKASI Lokasi Bono PELABUHAN LOKASI TEKNOPOLITAN
    69. 69. PROYEK/INVESTASI INDUSTRI DAN JASA YANG DIBUTUHKAN SENILAI RP. 47.221.400.000.000,-No. Jenis Investasi Perkiraan Anggaran Keterangan (Rp)1. Industri Hilir Kelapa Sawit 37.825.000.000.000,- 10 – 15 Industri Hilir Kelapa Sawit pada Kawasan Teknopolitan masing-masing investasi 2,5 Triliyun.2. Industri Lain pada Kawasan 5.000.000.000.000,- Pengolahan Limbah Industri, Crumb Teknopolitan Rubber, dll.3. Pembangunan Hotel Bintang 84.850.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Lahan 3 di Pangkalan Kerinci disediakan Pemda Pelalawan. Terletak di tengah kota.4. Pembangunan Taman Wisata 20.000.000.000,- Masterplan tersedia. Lahan Air (Taman Kota) disediakan Pemda. Menjadi bagian dari Hotel.5. Pembangunan Pabrik Karet 25.600.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Kapasitas produksi 70 ton/hari.6. Pembangunan Pabrik 10.950.000.000,- Studi Kelayakan tersedia. Produksi Pengolahan Jagung (Skala jagung cukup besar. Kapasitas 130 Menengah) Ton/Hari.
    70. 70. PROYEK/INVESTASI INDUSTRI DAN JASA YANG DIBUTUHKANNo. Jenis Investasi Perkiraan Anggaran Keterangan (Rp)7. Pembangunan Pabrik 25.000.000.000,- Di Kecamatan Kuala Kampar Pengolahan Kelapa8. Pembangunan Gudang Padi 20.000.000.000,- Di Kecamatan Kuala Kampar dan Rice Milling Unit9. Eksplorasi Batu Bara 3.000.000.000.000,- Cadangan Batu Bara di Kabupa-ten Pelalawan cukup besar10. Pembangunan Prasa-rana 1.000.000.000.000,- Meningkatkan daya tarik wisata dan Wahana Objek Wisata bono. Bono11. Pengembangan Kawasan 100.000.000.000,- Sistem Integrasi sapi dan kelapa Peternakan Sapi sawit (untuk 200 kelompok tani)12. Agribisnis Budidaya Ikan 10.000.000.000,- Patin di Keramba13. Pengembangan Food Estate 100.000.000.000,- di Kuala Kampar Jumlah 47.221.400.000.000,-
    71. 71. KPI PRIORITAS SUMATERA 3 1 4 6 19 2 Usulan KPI Potensial PELALAWAN 18 14 13 15 21 20 22
    72. 72. TAHAPAN-TAHAPAN PEMBANGUNAN KAWASAN NO. TEKNOPOLITAN PELALAWAN WAKTU/TEMPAT AGENDA KETERANGAN1. 17 JANUARI 2012 PERTEMUAN MENRISTEK, PEMBICARAAN AWAL SEMARANG KA.BPPT DAN BUPATI PERLUNYA MEMBANGUN PELALAWAN KAWASAN TEKNOPOLITAN DI PELALAWAN2. MARET 2012 PERTEMUAN PEMBAHASAN DI BPPT JAKARTA JAKARTA RENCANA TINDAK DISIMPULKAN : PERLU PEMBANGUNAN KAWASAN DILAKUKAN WORKSHOP TEKNOPOLITAN DAN FGD PENGUATAN PELALAWAN INOVASI DALAM MENDUKUNG IMPLEMENTASI MP3EI DI KORIDOR SUMATERA
    73. 73. TAHAPAN-TAHAPAN PEMBANGUNAN KAWASAN NO. TEKNOPOLITAN PELALAWAN WAKTU/TEMPAT AGENDA KETERANGAN3. 10-12 APRIL 2012 ACARA FGD PENGUATAN KAWASAN TEKNOPOLITAN PKL. KERINCI INOVASI DALAM RANGKA PELALAWAN MERUPAKAN MENDUKUNG MP3EI WUJUD IMPLEMENTASI DIHADIRI MENKO MP3EI DI KABUPATEN PEREKONOMIAN, PELALAWAN SESUAI MENRISTEK, KA. BPPT, POTENSI DAN KEUNGGULAN GUBERNUR RIAU, YANG DIMILIKI. PERWAKILAN OLEH SEBAB ITU KAB. KEMENTERIAN TERKAIT, PELALAWAN PERLU PERWAKILAN PEMDA SE- DIUSULKAN MENJADI SUMATERA, PERWAKILAN KAWASAN PERHATIAN PEMDA MITRA BPPT. INVESTASI (KPI)
    74. 74. TAHAPAN-TAHAPAN PEMBANGUNAN KAWASAN NO. TEKNOPOLITAN PELALAWAN WAKTU/TEMPAT AGENDA KETERANGAN4. 18 APRIL 2012 PENYAMPAIAN PROPOSAL DISAMPAIKAN KEPADA KAWASAN PERHATIAN MENKO PEREKONOMIAN INVESTASI (KPI) KABUPATEN SELAKU KETUA HARIAN PELALAWAN DALAM KP3EI SISTEM MP3EI5. APRIL – MEI 2012 BPPT MELAKUKAN MELAKUKAN DISKUSI DGN KAB. PELALAWAN PENDATAAN DAN STAKE HOLDER TERKAIT, IDENTIFIKASI AWAL FAKTOR SURVEY CALON LOKASI PENDUKUNG KAWASAN TEKNOPOLITAN, SURVEY TEKNOPOLITAN PELABUHAN6. ... JUNI 2012 PENYAMPAIAN USULAN DISAMPAIKAN KE PENGESAHAN WILAYAH KEMENTERIAN KEHUTANAN TEKNOPOLITAN DAN SEKITARNYA MENJADI KAWASAN DGN KATEGORI ALOKASI PENGGUNAAN LAIN
    75. 75. TAHAPAN-TAHAPAN PEMBANGUNAN KAWASAN NO.7. TEKNOPOLITAN PELALAWAN STAF KP3EI WAKTU/TEMPAT 21 JUNI 2012 AGENDA KETERANGAN PEMAPARAN PROPOSAL KPI DIHADIRI OLEH JAKARTA PELALAWAN DIHADAPAN (KEMENTERIAN TERKAIT), KP3EI KANTOR MENKO PERWAKILAN PERUSAHAAN PEREKONOMIAN RI OLEH YANG OPERASIONAL DI KAB. BUPATI PELALAWAN PELALAWAN, DAN KA. SKPD TERKAIT.8. 13 JULI 2012 RAPAT PEMBAHASAN DIHADIRI SEKJEN MENTERI PEKANBARU USULAN KPI PELALAWAN KEHUTANAN, BUPATI OLEH TIM KERJA KORIDOR PELALAWAN, KEMENTERIAN EKONOMI SUMATERA TERKAIT, KADIN, SKPD PROVINSI RIAU, SKPD KAB. PELALAWAN.9. 14 JULI 2012 PERTEMUAN BUPATI MEMBICARAKAN PEKANBARU PELALAWAN DENGAN PELAKSANAAN MP3EI DI MENKO PEREKONOMIAN, SUMATERA, DAN KESIAPAN MENTERI KEHUTANAN, DAERAH MENSUKSESKAN MENTERI BUMN DAN MP3EI GUBERNUR RIAU
    76. 76. TAHAPAN-TAHAPAN PEMBANGUNAN KAWASAN NO. TEKNOPOLITAN PELALAWAN WAKTU/TEMPAT AGENDA KETERANGAN10. 24 JULI 2012 KELUARNYA REKOMENDASI SEDANG DIPROSES DI MENTERI KEHUTANAN KEMENKO PEREKONOMIAN AGAR KABUPATEN PELALAWAN MENJADI KAWASAN PERHATIAN INVESTASI (KPI) DENGAN RENCANA INVESTASI SEBESAR RP. 67 TRILYUN SAAT INI SEDANG MENUNGGU PENETAPAN MELALUI PLENO KP3EI
    77. 77. PEMBICARAAN AWAL PEMBANGUNAN KAWASANTEKNOPOLITAN PELALAWAN PADA PERTEMUAN BUPATI PELALAWAN DENGAN MENRISTEK DAN KEPALA BPPT DI SEMARANG PADA TANGGAL 17 JANUARI 2012
    78. 78. RAPAT-RAPAT PEMBAHASAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI BPPT JAKARTA PADA MARET 2012
    79. 79. KUNJUNGAN MENKO PEREKONOMIAN, MENEG RISTEK DAN KEPALA BPPT PADA WORKSHOP DAN FGD IMPLEMENTASI MP3EI DENGAN SALAH SATU AGENDA PEMBAHASAN DAN PENCANANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN DI PANGJKALAN KERINCI, TANGGAL 10 APRIL 2012
    80. 80. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Menteri Negara Riset dan TeknologiRI dan Kepala BPPT menandatangani Prasasti Pencanagan Teknopolitan Pelalawan 10 April 2012
    81. 81. PRASASTI PENCANANGAN PEMBANGUNANKAWASAN TEKNOPOLITAN PELALAWAN DAN PUSAT INOVASI PELALAWAN
    82. 82. KONFRENSI PERS DAN KUNJUNGAN STAND PAMERAN PADA ACARA WORKSHOP DAN FGD MP3EI DI PKL. KERINCI 10 APRIL 2012
    83. 83. PEMBAHASAN WISATA BONO DI KEMENKO PEREKONOMIAN ANTARA BUPATI PELALAWAN, STAF AHLI MENKO PEREKONOMIAN DAN PENGUSAHA PARIWISATA NASIONAL JOHNNIE SUGIARTO DARI GROUP EL JOHN JAKARTA , 24 Mei 2012
    84. 84. PEMBAHASAN MP3EI DI KANTOR KEMENKO PEREKONOMIAN ANTARA WAKIL BUPATI PELALAWANDENGAN STAF AHLI MENKO PEREKONOMIAN, MEI 2012
    85. 85. PEMBAHASAN PROPOSAL KPI PELALAWAN DI SEKRETARIAT KP3EI JAKARTA TANGGAL 21 JUNI 2012 BUPATI DIDAMPINGI SKPD TERKAIT , PIMPINAN PERUSAHAAN YANG OPERASIONAL DI PELALAWAN DAN BPPT
    86. 86. RAPAT TIM KERJA KORIDOR EKONOMI SUMATERA MP3EIDENGAN AGENDA MEMBAHAS USULAN KPI PELALAWAN DI PEKANBARU TANGGAL 13 JULI 2012
    87. 87. PENINJAUAN LOKASI TEKNOPOLITAN OLEH TIM BPPT DAN MASYARAKAT KEC. LANGGAM
    88. 88. PEMBAHASAN LOKASI TEKNOPOLITAN ANTARA BPPT,BAPPEDA, DINAS KEHUTANAN DAN CAMAT LANGGAM
    89. 89. PLOTTING TITIK SUDUT LOKASITEKNOPOLITAN OLEH TIM BPPT MEI 2012
    90. 90. SOSIALISASI PEMBANGUNAN TEKNOPOLITAN BAGI MASYARAKAT DI KEC. LANGGAM
    91. 91. SALAH SATU SUMUR GAS DI SEKITAR LOKASI TEKNOPOLITAN
    92. 92. PERHATIAN DUNIA USAHA PADA PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN PELALAWAN MENUNJUKKAN PROSFEKTIF USAHA YANG MAKIN MENJANJIKAN
    93. 93. TIM KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN MENINJAU KAWASAN OBJEK WISATA BONO DAN JEMBATAN TELUK MERANTI
    94. 94. PENINJAUAN DESA SOKOI OLEH TIM KEMENKO PEREKONOMIAN UNTUK MELIHAT KEMUNGKINAN DIJADIKANNYA WILAYAH INI SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KHUSUS
    95. 95. PEMBAHASAN SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELALAWAN BERSAMA BUPATIPELALAWAN, KETUA YAYASAN AMANAH PELALAWAN (PROF. T. DAHRIL, DAN STAF AHLI STTP (PROF. EKO SUPRIYANTO)
    96. 96. SURVEY LOKASI PELABUHAN DI DESA SOKOI OLEH TIM BPPT MEI 2012
    97. 97. PENGUKURAN KEDALAMAN LAUT KUALA KAMPAR OLEH TIM BPPT
    98. 98. 7.2 7.6 50600 7.3 7.6 6.1 7.1 7 7.6 7.3 7.5 7 7.8 4.1 50400 8.1 7 7.2 4.8 6.9 7 6.8 6.8 7.1 6.8 7.2 50200 6.9 7.1Hasil pengukuran batimetri di 6.6 6.5 6.9 7 7.4 7 4.5 sekitar Labuhan Bilik 6.6 6.7 6.6 6.5 6.9 7.2 7 3.9 (ket: data dalam meter dan belum dikoreksi pasut) 50000 6.3 6.8 6.8 6.8 6.9 6.7 6.5 6.5 6.7 6.7 6.4 6.4 6.4 6.5 6.8 49800 6.3 6.8 6.9 1.8 6.4 2.4 6.3 6.7 6.7 6.8 6.7 3.1 6.2 6.2 5.8 6.4 6.3 6.4 49600 6.7 6.8 6.6 6.1 6.2 6.6 6.2 2.8 6.4 2.3 6.4 6.5 49400 6.5 6.7 2.5 5.5 2.3 297600 297800 298000 BALAI PENGKAJIAN DINAMIKA PANTAI
    99. 99. Hasil pengukuran batimetri di Sokoi (ket.: data dalam meter dan belum dikoreksi pasut) 4.85.5 8.1 4.5 8.9 7 9.9 8.1 8.2 8.7 8.2 8.2 1.1 1.9 4.7 6.1 6.4 3.7 4.7 4.7 5.4 7.2 9 10 2.3 2.5 6.7 7 4 6.7 5.5 5.3 5 7.2 8.4 11 8.1 8 7.9 11 8 8.5 8.8 9.258000 11 10 11 12 12 11 12 1157500 13 11 13 11 13 11 11 11 11 12 10 13 1257000 13 10 13 11 11 13 11 13 13 12 12 13 13 13 10 13 12 13 13 11 13 13 11 13 13 10 13 13 12 13 11 13 12 12 12 13 13 12 13 13 11 1312 12 12 11 13 12 13 12 13 13 11 1356500 12 11 11 13 13 13 11 12 11 13 13 12 12 11 11 11 11 13 11 13 13 13 11 11 12 1311 11 12 11 11 11 12 11 12 13 11 13 1211 12 10 12 11 11 12 1212 11 11 11 12 1210 12 11 12 118.856000 12 12 10 10 13 13 12 12 13 10 11 12 13 13 11 10 10 10 12 10 10 13 12 13 11 10 12 12 1312 13 12 12 11 0.5 11 8.19.2 306000 306500 307000 307500 308000 308500 309000 309500 BALAI PENGKAJIAN DINAMIKA PANTAI
    100. 100. PENINJAUAN LOKASI PELABUHAN FUTONG MILIK PT.RAPP DI SIAK SEBAGAI PEMBANDING OLEH TIM PEMDA PELALAWAN DAN BPPT PADA JUNI 2012
    101. 101. PENGUKURAN KEDALAMAN GAMBUT PADA LOKASI TEKNOPOLITAN OLEH TIM BPPT PADA JUNI 2012

    ×