laporan kku UD. Mitra Jaya (lengkap)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

laporan kku UD. Mitra Jaya (lengkap)

on

  • 404 views

bab 1 - lampiran

bab 1 - lampiran

Statistics

Views

Total Views
404
Views on SlideShare
404
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    laporan kku UD. Mitra Jaya (lengkap) laporan kku UD. Mitra Jaya (lengkap) Document Transcript

    • BAB IDASAR GAGASAN USAHA1. Latar BelakangDi zaman yang modern ini sudah banyak sekali produk-produk inovasi dan kreatifberedar di lingkungan masyarakat, mulai dari perabotan rumah tangga sampai berbagaimacam produk lainnya. Salah satunya adalah bantal, sejarah bantal pada awalnya sebagaitanda yang menunjukkan tingkat kesejahteraan dari seseorang pemiliknya. Bantal telahdikenal oleh masyarakat Mesir kuno. Tetapi Sekarang sudah banyak produsen bantal yangmembuat bantal yang beda dari yang lainnya.UD. Mitra Jaya adalah salah satu usaha yang bergerak dalam bidang perdaganganatau home industri barang dan pemasok (supplier) bantal, guling, sprei, bedcover dan kasurlipat di Semarang sejak tahun 1998 hingga sekarang. Dan UD. Mitra Jaya cukup berperanpenting dalam membantu pertumbuhan ekonomi mikro, mengurangi angka pengangguranserta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar UD. Mitra Jaya.Usaha ini memiliki sejarah yang begitu hebat, awalnya usaha yang didirikan olehPak Rino hanya menjualkan bermacam-macam jenis bantal dengan mengambil sampelbantal dari usaha lain, lalu dipasarkan ke masyarakat dengan metode keliling dari satutempat ke tempat lainnya. Hanya dengan modal usaha yang terbatas dengan menjual rumahdimulailah usaha batal, guling dan kasur lipat ini. Seiring dengan berjalannya waktu,melihat prospek pasar yang cukup baik akhirnya UD. Mitra Jaya mulai membuat sendiriproduk bantal, guling dan kasur lipat dengan berbagai macam tipe bantal dengan kualitasyang bagus dan motif bantal yang sedang trend mampu bersaing dengan merk bantal yangsudah terkenal. Didukung dengan pengalaman yang sudah ada, tenaga kerja yang handal,para supplier dan peralatan yang cukup memadai sehingga UD. Mitra Jaya mampuberkarya dalam memberikan hasil yang terbaik untuk para customernya. Dan memperolehomset perminggu hampir Rp. 20.000.000. (dua puluh juta) tergantung banyaknyapermintaan customer terhadap barang produksi UD.Mitra Jaya.UD. Mitra Jaya berusaha memberikan produk yang terbaik kepada paracustomernya dengan mendengarkan dan melihat apa yang sedang diinginkan paracustomernya serta Memberikan pelayanan yang baik dan nyaman sehingga para
    • customernya merasakan puas selama memakai produk yang dihasilkan. Dalam hal itu UD.Mitra Jaya pasti mempunyai beberapa permasalahan atau kendala yang dihadapi .2. Visi dan Misi Perusahaan2.1 Visi“Menjadi produsen bantal guling yang berkualitas di Jawa Tengah dengan tenaga kerjayang handal dan professional yang selalu mengutamakan kepuasan para pelanggan.”2.2 MisiMenyerap tenaga kerja yang ada untuk memenuhi kepuasan customer danmengasah keahlian yang dimiliki.Menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada masyarakat setempat.Melakukan kerjasama yang baik kepada para customernya sehingga bisa salingmenguntungkan .3. Prospek PasarIndonesia adalah negara yang sedang berkembang dengan memiliki beberapa kotabesar yang berpotensi bisnis dan perdagangan yang baik dengan tingkat pendapatanekonomi yang tinggi. Kota Semarang pada khususnya dan wilayah Jawa Tengah sertaYogyakarta pada umumnya mempunyai peluang usaha yang besar dalam melakukan usahabantal ini karena banyak konsumen yang berasal dari Golongan bawah menengah sampaimenengah keatas menggunakan produk ini. Meskipun banyak sekali pesaing yang samabermunculan dalam menggeluti usaha ini dengan yang menawarkan barang yangmempunyai kualitas yang berbeda.4. ManfaatEkonomiMeningkatkan pendapatan usaha sehingga dapat memberikan dampak ekonomi dibidang usaha ini bagi lingkungan masyarakat sekitarnya.Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi usaha.Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar lokasi usaha.Memberikan konstribusi kepada pemerintah Kota Semarang.
    • 5. ManfaatsosialMemberikankepuasankepadakeinginankonsumenataupelangganMemenuhikebutuhanmasyarakatDapatmengurangipengangguranIkutberpartisipasidalammengentaskankemiskinanMeningkatkanpendapatanmasyarakat
    • BAB IIPERMASALAHAN DI UNIT KKU1. Permasalahan Ekonomi MakroBanyaknya tingkat pengangguran di sekitar tempat tinggal, mendorong UD. MitraJaya membangun sebuah usaha rumahan atau bisa disebut juga dengan home industry yangbertujuan untuk memberikan peluang kerja atau lapangan pekerjaan kepada masyarakatsekitar. Mereka diberi pelatihan dan pengarahan terlebih dahulu sebelum mulai bekerja.Dengan adanya hubungan timbal balik seperti itu kedua belah pihak bisa salingmenguntungkan. Perusahaan memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan sedangkan tenagakerja juga diuntungkan dengan adanya tempat usaha yang dekat dengan rumah tersebut danapabila perusahaan dapat pesanan yang mendadak atau pesanan yang banyak, para pekerjabisa bekerja lembur.Munculnya pesaing yang sejenis dapat menghambat proses berkembangnya suatuusaha dan UD. Mitra Jaya mempunyai cara tersendiri untuk menghadapi hal tersebut.Perusahaan mencoba mengikuti trend yang sedang berkembang sekarang ini. Misalnya saatini yang sedang booming game Angry Bird, perusahaan berusaha mencari motif kain yangbergambar angry bird, jadi perusahaan bisa tetap bersaing dengan pesaing lain serta dapatmemenuhi selera konsumen saat ini.2. Permasalahan di perusahaan dan keorganisasianSistem manajemen perusahaan UD. Mitra Jaya kurang baik, karenan kurang adanyaperaturan- peraturan yang kurang jelas. Sistem manajemen berfungsi untuk memandusemua bagian agar mencapai apa yang diharapkan perusahaan ke depan. Panduan inilahyang menjadikan sebuah dasar dalam pelaksanaan operasional perusahaan, agar prosesperencanaan, pelaksanaan di lapangan, evaluasi dapat dijalankan dengan baik.Sistem kekeluargaan diterapkan di UD. Mitra Jaya supaya keakraban terjalin atarapemimpin dan karyawannya sehingga tidak ada rasa canggung. Ketika bekerja pun bisasedikit santai. Tapi ada sisi negatifnya yaitu kerja menjadi santai dan berangkat kerjamenjadi sering telat. Sehingga pemimpin memberi kebijakan yang penting pekerjaanselesai sesuai target.
    • Kurangnya tenaga kerja dalam proses pengiriman barang menjadi salah satukendala yang sedang dihadapi UD.Mitra Jaya saat ini. Perusahaan merasa butuh tenagakerja baru untuk proses pengiriman barang terhadap pemesan atau pelanggannya. Selamaini pemimpin yang terjun langsung di lapangan dalam proses pengiriman barangnya. Halitu dilakukannya karena pemimpin trauma dengan salesnya, dulu pernah ditipu dan seringmelakukan kecurangan. Yang seharusnya barang itu dikirim dengan jumlah barang sesuaipermintaan tetapi sering terjadi selisih jumlah barang, padahal sebelum barang dikirimsudah di cek kembali jumlahnya oleh pemimpin, tetapi masih saja jumlah barangnya tidaksesuai dengan jumlah pesanan.Pemimpin mengira dengan cara beliau terjun langsung di lapangan dalam prosespengiriman barang hal tersebut akan lebih efektif karena tidak akan lagi ada kecuranganyang terjadi dan perusahaan tidak akan mengalami kerugian yang terlalu besar. Tetapi lamakelamaan cara itu dirasa sudah tidak efektif lagi. Malah menghambat proses pengirimanbarang. Yang seharusnya dalam satu hari perusahaan dapat mengirim barang ke beberapatempat order, dengan kurangnya tenaga kerja khusus pengiriman barang hal tersebut tidakdapat teratasi. Jika pemimpin sedang mengirim barang diluar kota, dan pada hari itu jugaada pemesanan barang yang harus dikirim saat itu juga, hal itu tidak dapat dilakukanpemimpin. Dengan begitu roses pengiriman barang jadi terhambat dan tidak efektif lagi.3. Permasalahaan Dari Sisi ProduksiDalam usaha ini perusahaan memproduksi barang yang menjadi kebutuhansekunder, bukan merupakan kebutuhan pokok, jadi perusahaan sering mengalami masalahdalam menjual produk. Proses itu menghambat usaha kita untuk maju. Banyak terdapatproduk subtitusi seperti produk perusahaan.UD. Mitra Jaya berusaha mengurangi tekanan produk subtitusi denganmeningkatkan jenis produk, kualitas produk dan layanan sehingga tercipta brand image danloyalitas pelanggan. Biasanya produk subtitusi akan terjadi jika perusahaan pesaing sudahdapat mengalahkan produk perusahaan UD. Mitra Jaya. Dan untuk memenangkanpersaingan tersebut UD. Mitra Jaya harus memfokuskan produksi kepada kualitas produkyang benar – benar berkualitas dan unggul di pasaran.
    • 4. Permasalahan dari Sisi Manajemen KeuanganUD. Mitra Jaya saat ini sedang mengalami permasalahaan dalam manajemenkeuangan karena bagian keuangan perusahaan ini sudah risain atau mengundurkan diri.Dan perusahaan belum mendapatkan penganti baru di bagian keuangan. Dengankeberadaan mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Usaha di perusahaaan dapatsedikit membantu perusahaan dalam penyusuna laporan keuangan sekarang ini.Kenaikan bahan baku yang kadang sering terjadi, membuat perusahaan tidaksemena-mena menaikkan harga jual produk tetapi perusahaan melakukan sedikitpengurangan jumlah produksinya.Sisi manajemen keuangan yang sedang menjadi kendala pada UD.Mitra Jaya adalahpemimpin sering mengunakan uang keuntungan dari usahanya untuk mencukupi biayakebutuhan sehari-hari keluarganya. Jadi sistem keuangan perusahaan dalam sisipengeluarannya sering tidak efisien dan berantakan. Seharusnya pemimpin dapat membuatrincian penggajian untuk pribadi atau dirinya sendiri. Jadi keuntungan dari perusahaandapat digunakan untuk kebutuhan perusahaan.5. Permasalahan dari Sisi PemasaranPermasalahan yang sering muncul di UKM yang perlu diperhatikan yaitukemampuan pengusaha UKM mengakses pasar yang lebih luas. Dengan produksi yangcukup bagus bila pasar yang dijangkau terbatas maka tidak akan cukup menolongkelangsungan hidup UKM. Karena itu diperlukan langkah-langkah mengatasi masalahpemasaran UKM.Kendala yang dihadapi oleh UD. Mitra Jaya yaitu kesulitan mendapatkan suplaibahan baku berkualitas kontinyu, dan kurangnya pegawai dibidang pemasaran sehinggapemimpinnya terjun langsung dibagian pemasarannya. Hal ini terjadi karena pemilik usahapernah mempunyai pengalaman buruk dengan pegawai dibagian pemasarannya (sales)yaitu pernah ditipu oleh pegawainya sendiri. Daripada merugi akhirnya diputuskanpemasaran juga pegang sendiri oleh pemiliknya.Solusinya yaitu melibatkan keluarga untuk ikut terjun langsung ke bagianpemasarannya. Dan melibatkan mitra usahanya dalam pesmasarannya. Dengan memberibonus produk usahanya.
    • BAB IIIASPEK PEMASARAN1. Gambaran Umum Pasar1.1 Jenis produk yang dipasarkanUD. Mitra Jaya merupakan home industri yang menghasilkan barang jadi berupabantal berbagai jenis seperti bantal kursi, bantal cinta, bantal imut, guling, kasur lipat dankasur gulung dari berbagai ukuran dan kualitas.1.2 Wilayah pemasaranDipasarkan di wilayah Semarang dan sekitarnya, Purwokerto, Magelang dan DaerahIstimewa Jogjakarta.2. Permintaan2.1 Jumlah permintaan terhadap produka. Sasaran konsumenMasyarakat menengah ke atas dan kebawahb. Jumlah konsumen.Jumlah konsumen yang memesan produk tersebut tidak bisa ditentukan setiap harinyamengingat barang yang dihasilkan bantal, guling, atau kasur yang bukan merupakankebutuhan pokok.c. Jumlah kebutuhan.Relatif atau bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan pemesanan.d. Total kebutuhan pertahunTidak terbatas karena permintaan bantal, guling, atau kasur lipat selalu meningkat.
    • 2.2 History dan Proyeksi Permintaan pertahunTabel 3.1History PermintaanNo. Tahun Total Permintaan1 2009 68.8212 2010 76.4673 2011 84.9634 2012 94.403Tabel 3.2Proyeksi PermintaanNo. Tahun Total Permintaan1 2013 103.8432 2014 114.2273 2015 125.6494 2016 138.213Dilihat proyeksi permintaan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan sekitar 10%dikarenakan jumlah permintaan naik dan tingkat pendapatan juga naik serta diiringi dariUD. Mitra Jaya mengganti alat yg rusak dan menambah dengan alat yang baru sehinggadapat bekerja dengan optimal.3. PenawaranUD. Mitra Jaya menawarkan produk pertahun didaerah kota Semarang danbeberapa kota lain di Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini :
    • Tabel 3.3History PenawaranNo. Tahun Total Penawaran1 2009 27.4552 2010 30.2713 2011 33.3744 2012 36.564Dilihat dari jumlah permintaan UD. Mitra Jaya berusaha memperbarui alat kerjaatau mesin dan memperluas pangsa pasar tidak hanya di daerah kota Semarang danwilayah sekitarnya saja melainkan ke kota – kota lainnya di Jawa Tengah agar dari tahunke tahun UD. Mitra Jaya dapat berkembang dan maju.Tabel 3.4Proyeksi PenawaranNo. Tahun Proyeksi Penawaran1 2013 40.2202 2014 44.2423 2015 48.6664 2016 53.5334. Penjualan dan Pangsa Pasar4.1 Daerah PemasaranRencana dipasarkan di wilayah Semarang dan sekitarnya, Magelang, Purwokerto,dan Daerah Istimewa Jogjakarta.
    • Tabel 3.5Proyeksi PenjualanNo Tahun Kapasitas Rencana penjualan1 2013 40.220 39.7132 2014 44.242 43.6843 2015 48.666 48.0524 2016 53.533 52.8574.2 Pangsa PasarPangsa pasar masyarakat dari segala lapisan menengah ke atas dan menengah ke bawahTabel 3.6Pangsa PasarTahun Permintaan Penawaran PeluangPasarRencanaPenjualanPangsaPasar(1) (2) (3) (4 = 2-3) (5) (6 = 5/4x100%)2013 103.843 40.220 63.623 39.713 62,4%2014 114.227 44.242 69.985 43.684 62,4%2015 125.649 48.666 76.983 48.052 62,4%2016 138.213 53.533 84.680 52.857 62,4%5. PesaingAda beberapa perusahaan yang menjadi pesaing UD. Mitra Jaya, yakni :Tabel 3.7Pesaing UD. Mitra JayaNo Pesaing Kapasitas produksi1. Gieldanza Collection 32.400 / tahun2. Ananda Collection 26.300 / tahun3. UD. Hartono 16.400 / tahun
    • 5.1 ProdukPada umumnya perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa selaluberhadapan dengan pesaing. Di Semarang terdapat usaha sejenis baik industri menengahmaupun industri kecil, dimana setiap usaha bantal, guling dan kasur lipat ini dapat menjagakualitas, desain, jumlah produk yang diinginkan oleh konsumen.5.2 HargaDilihat dari segi harga sangat relatif karena terdiri dari beberapa usaha dagangyang mempunyai harga yang tidak sama, karena harga tergantung dari kualitas barang yangdiproduksi, namun ada juga harga yang lebih murah dengan kualitas barang yang lebihrendah pula dan ada pula harga yang lebih tinggi dengan kualitas tinggi. Serta adanyaharga yang tinggi dengan yang rendah.5.3 Jalur PenjualanJalur penjualan untuk tahun mendatang di UD. Mitra Jaya tiap tahun semakin berkembangdi berbagai daerah di Semarang dan sekitarnya. Sedangkan untuk pengadaaan unit baruakan dilaksanakan di beberapa kota di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.Tabel 3.8Rencana Jalur Penjualan tahun mendatangNo Tahun KOTA1 2013 Wilayah Semarang, Ungaran dan Demak2 2014 Kudus, Pati, Rembang, dan Jepara3 2015 Batang, Pekalongan, dan Purwodadi4 2016 Tahun 2016 diharapkan mencakup semua wilayah JawaTengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta.
    • Jalur penjualan ada dua yaituV langsung kepada konsumen dan melalui agenatau pameran-pameran yang diadakan oleh instansi yang terkait. Dapat dilihat jalurdistribusi di bawah ini :Tetapi jalurnya tidak selamanya seperti gambar diatas karena penjualan yang adapada UD. Mitra Jaya sangat fleksibel karena banyak juga konsumen yang langsungmembeli ketempat dimana barang itu diproduksi.6. Analisis STP ( Segmentasi, Targeting dan Positioning ) dan Strategi Marketing Mix6.1 Analisis SegmentingUD. Mitra Jaya membagi pasar menjadi beberapa segmen yaitu6.1.1 Segmentasi GeografisPemasaran bantal, guling, kasur ini menyebar di daerah Semarang dan sekitarnya,Daerah Istimewa Jogjakarta, Purwokerto, dan Malang. Penyebaran ini dilakukan olehUD. Mitra Jaya ke Supermarket di kota tersebut. Atau mengikuti pameran UKM yangdiadakan oleh Desperindag kota Semarang.6.1.2 Segmentasi DemografisPada dasarnya produk yang dihasilkan UD. Mitra Jaya mencakup ke semuakalangan dari kalangan bawah dan kalangan atas karena harga barang produksinya yangmasih relatif terjangkau.ProdusenMitraUsahaKonsumenOutlet
    • 6.1.3 Segmentasi PsikografisDalam menganalisis pertumbuhan saat ini masyarakat semakin banyak yangmelihat sebuah produk dari merknya. Padahal bukan jaminan juga, bisa saja merk yangtidak terkenal mempunyai kualitas barang yang sama dengan merk terkenal. Ini karenamasyarakat sekarang lebih mengutamakan gengsinya terutama masyarakat kelas atas.6.2 Analisis TargetingDalam hal targeting UD. Mitra Jaya memfokuskan produknya kepada masyarakatyang membeli produk bantal guling dan kasur, dimana masyarakat tidak terlalumemperdulikan tentang prestige tetapi mereka lebih cenderung mementingkan masalahharga dan kepuasan dalam membeli sebuah produk. Oleh karena itu, produknya dijual disupermarket, outlet atau toko, pameran UKM dan di stadion saat minggu pagi. Sehinggadiharapkan mampu menciptakan pelanggan yang loyal kepada UD. Mitra Jaya dikemudianhari dan menjadi pelanggan tetap.6.3 Analisis PositioningSetelah proses targeting, maka langkah berikutnya adalah penetapan target pasar(positioning). Untuk positioning, UD. Mitra Jaya memposisikan dirinya sebagai produkyang mudah didapat dan dengan harga yang terjangkau. Penempatan produk dari UD.Mitra Jaya dibenak konsumen dibandingkan dengan pesaing menurut :6.3.1 Kualitas ProdukKualitas produk yang dihasilkan oleh UD. Mitra Jaya termasuk kualitas baguskarena menggunakan dakron dengan kualitas yang baik. Pengemasannya pun juga bagusmenggunakan plastik mika yang tahan lama sehingga penampilan produk yangdihasilkan lebih terlihat menarik, awet dan tahan lama.6.3.2 HargaUD. Mitra Jaya memberi harga yang mampu bersaing dengan para pesaingnyadengan kualitas produk yang lebih baik daripada pesaing. Kualitas produk yang baik dan
    • harga yang terjangkau menurut konsumen dan para distributor, menjadi alasan utamamengapa loyalitas pelanggan terhadap UD. Mitra Jaya tetap terjaga.6.3.4 DistribusiDalam hal distribusi UD. Mitra Jaya memiliki sistem distribusi yang masih sangatsederhana. UD. Mitra jaya menyediakan potongan harga (diskon untuk disributor ataumitra usaha yang mengambil produk dalam jumlah banyak.6.4 Strategi Marketing MixDalam menjalankan bisnis ini, UD. Mitra Jaya juga harus menerapkan strategibauran pemasaran atau lebih dikenal dengan marketing mix. Seperti yang telah kitaketahui dalam bauran pemasaran ada 4 unsur, yaitu :6.4.1 ProdukUD. Mitra Jaya membuat produk bantal, guling, kasur lipat yang modelnya sesuaitrend saat ini dan sesuai dengan keinginan konsumen. Konsumen saat ini sangatmenuntut produk yang berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. UD. Mitra Jayaberusaha menyediakan produk seperti yang diharapkan oleh pelanggan denganmenggunakan bahan baku yang berkualitas baik.6.4.2 HargaProduk UD. Mitra Jaya menggunakan bahan baku yang berkualitas untukmemproduksi produknya, harga yang ditawarkan juga masih terjangkau sesuai dengankualitas produk yang diberikan dibanding pesaing sejenis.6.4.3 Jalur PenjualanUntuk mempermudah dan memperlancar dalam penjualan ke beberapa kota,perusahaan menggunakan armada sendiri. Jalur penjualan saat ini masih di supermarket,pusat perbelanjaan dan distributor bantal, guling, kasur meliputi wilayah Semarang dansekitarnya, Daerah Istimewa Jogjakarta dan Purwokerto.
    • 6.4.4 PromosiPromosi yang dilakukan UD. Mitra Jaya yaitu menjalin kerjasama yang baik dengan paramitra usahanya diberbagai kota dan terkadang mengikuti pameran UKM yang diadakanoleh Desperindag dan membuka stand di depan stadion Diponegoro pada minggu pagiatau menyewa stand di pusat perbelanjaan dan promosi dari mulut ke mulut dengan caraini lebih efektif. Tujuan melakukan promosi untuk mendapatkan pelanggan baru danmenjaga kesetiaan pelanggan.
    • BAB IVASPEK MANAJEMEN OPERASI PRODUKSIProduksi merupakan suatu sistem dan di dalamnya terkandung tiga unsur, yaitu input,proses, dan output. Input dalam proses produksi terdiri atas bahan baku/ bahan mentah, energiyang digunakan dan informasi yang diperlukan. Merupakan kegiatan yang mengolah bahan,energi dan informasi perubahan sehingga menjadi barang jadi. Output merupakan barang jadisebagai hasil yang dikehendaki.Berikut ini, kami akan menyampaikan beberapa penjelasan mengenai produk yangdihasilkan dan proses produksi dalam manajemen operasi produksi UD. Mitra Jaya1. Uraian produkNo. Jenis Produk Macam Produk1. Bantal Super King PolosSuper King MotifPutri PolosPutri MotifPlatinumImutCinta PolosCinta MotifSantaiKursi Sepaket PolosKursi Sepaket Motif2. Guling Super King PolosSuper King motifPutri PolosPutri motifPlatinum3. Kasur Kasur bayiKasur busa 1 mKasur busa 1,2 mKasur gulung
    • 2. Ciri-ciri produk.Dibanding bantal yang terbuat dari bahan kapuk atau busa, bantal Dacron atausilikon memiliki banyak kelebihan. Sebelum kami mengupas lebih jauh kelebihan bantal Dacronatau silikon , akan kami jelaskan dulu beberapa kekurangan dan kelebihan bantal yang berbahankapuk dan busa.Bantal KapukBantal dari bahan kapuk sudah sekian lama akrab dengan kita, seakrab kita dengan kasuryang berbahan dari kapuk. Umumnya kapuk yang digunakan berasal dari kapuk pohon randu.Pada awal pemakaian memang terasa nyaman, terasa adem (tidak panas). Tapi lama kelamaankurang nyaman karena kelenturan (daya mengembang) kapuk berkurang seiring dengan semakinmenumpuknya keringat, mungkin juga air liur yang menempel selama kita tidur.Dan repotnya bahan kapuk ini sulit dicuci, pada akhirnya untuk mengurangi kelembabanbantal kita harus menjemurnya. Menjemur hanya mengurangi kelembaban kapuk tapi tidakmembersihkan dari kotoran. Pada akhirnya bantal ini kurang bagus bagi kesehatan kulit kepaladan kulit wajah kita.Bantal BusaBantal busa biasanya terbuat dari bahan busa dan dicampur dengan bahan-bahan sisapotongan kain dan benang. Kelebihan bantal ini terletak pada harganya yang sangat murahkarena bahannya juga sangat murah. Kekurangan bantal busa adalah terkesan keras & kurangnyaman buat kepala, karena permukaan bantal cenderung tidak rata. Belum lagi karena bahanbusa, kain, dan benang tidak bisa menyerap keringat dengan baik, maka kesannya terasa panas(tidak adem).Bantal SilikonBantal silikon terbuat dari bahan serat sintetis. Karena dari bahan sintetis, maka bantalDacron atau silikon bisa dicuci, bisa dicuci langsung dengan sarungnya, atau isi silikonnya sajayang dicuci. Setelah dicuci & dijemur, bahan silikon tidak akan rusak, malah bisa mengembanglagi lebih maksimal.
    • Jadi bantal ini sangat cocok dengan kita yang semakin peduli dengan kebersihan &kesehatan. Bahan silikon ini sebenarnya tidak jauh beda dengan bahan dakron yang sebelumnyakita kenal. Bedanya, kalau silikon itu seratnya lebih pendek & lebih halus. Sementara dakronmemiliki serat lebih panjang & cenderung lebih kasar. Jadi sebenarnya, silicon itu adalah dakronyang kualitasnya paling baik.Kelebihan bantal silikon, dibandingkan bantal dari bahan lain (kapuk, dakron):a. Lebih HigienisDitinjau dari segi kesehatan, bantal silikon lebih higienis, karena tidak berdebu, antialergi. Untuk penderita asma malah disarankan memakai bantal silikon ini, dan tidakdiperbolehkan memakai bantal dari bahan kapuk, karena dapat menimbulkan alergi.b. Lebih NyamanBantal silikon lebih empuk, bisa menyesuaikan tekstur kepala, sehingga tidakmenimbulkan rasa sakit di kepala maupun leher.c. Lebih PraktisKhusus bantal silikon, karena bahannya elastis, jadi bisa dipress (divakum). Inimemudahkan dalam proses pengiriman barang atau penyimpanan, karena lebih ringkas dan tidakmakan tempat.d. Mudah PerawatannyaSetelah lama dipakai, bantal akan kotor, menimbulkan bau tidak sedap karena keringat.Ini tidak masalah, karena bantal silikon bisa dicuci.3. Kegunaan produk.Sebagai sarana untuk tidurSebagai aksesoris furnitureSebagai aksesoris jog mobil
    • 4. Layout fasilitas produksi.Keterangan :1. Tempat pembuatan pola2. Tempat persediaan barang jadi3. Tempat menjahit4. Tempat mengisi dakron5. Tempat pengemasan6. Tempat persediaan bahan baku3 3 3 34142255622
    • 5. Skema / bagian alur proses produksi.Pemotongan Kain SesuaiPolaMembuat Pola YangDiinginkanProses Menjahit KainYang Sudah SiapMengisi DakronMenjahit Kembali ProdukYang Telah Terisi OlehDakronPesananPengemasanProduk siap dipasarkanPemesan Distributor
    • 6. Utilitas / sarana. Sebagai sarana produksi, perusahaan menggunakan peralatan sebagai berikut :No Alat Jumlah Harga Fungsi1 Mesin jahitTypical 3 unit @ Rp 2.500.000 Untuk menjahit polayang sudah jadiButterfly 1 unit @ Rp 500.0002Las listrikpresBesar 1 unit @ Rp 800.000 Untuk mengepresproduk ke dalamplasticKecil 1 unit @ Rp 600.0003 Timbangan 1 unit Rp 250.000Untuk menimbangdakron4 Gunting 5 unit All Rp 50.000 Untuk memotong Sebagai sarana pemasaran dan distribusi, perusahaan menggunakan armada sebagaiberikut :No Inventaris Jumlah Harga Fungsi1 Daihatsu Xenia ’08 1 unit Rp 120.000.000Sebagai saranatransportasi dandistribusi2 Daihatsu ’93 1 unit Rp 15.000.0003 Daihatsu Ezpas ’05 1 unit Rp 30.000.0004 Sepeda motor 2 unit Rp 14.000.0007. Bahan baku dan bahan pembantuBahan baku Bahan pendukungKain Tali raffiaDakron PlastikPerca BenangBusa Resleting
    • 8. Proses produksiKegiatan utama yang bersangkutan dengan manajemen produksi adalah prosesproduksi. Proses produksi adalah metode dan teknik untuk menciptakan atau menambahkegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber-sumber antara lain tenagakerja, bahan-bahan, dana dan sumberdaya lain yang dibutuhkan.Berikut ini adalah proses-proses produksi yang terjadi di UD. Mitra Jaya :1. Membuat pola sesuai yang diinginkan2. Memotong sesuai dengan pola3. Menjahit1. Menjahit kain sarunga) Membuat sarung bantal1. Bikin pola sesuai gambar di bawah. Ukurannya sesuaikan dengan formula.2. Ambil kain c, lipat ujung kiri-kanannya kemudian jahit.3. Lipat sesuai garis merah, kemudian lipat lagi membentuk renda.
    • 4. Jahit lipatan renda tersebut dengan jahitan tangan yang kasar. Lipatan janganterlalu besar, atur jarak sedemikian rupa sehingga panjang pita sesudah dilipatmenyusut setengahnya.5. Letakkan pita renda tersebut diantara kedua kain a, atur seperti gambar dibawah. Lalu jahit gabungan ketiganya sesuai garis hijau sambil mengatur letakpita renda mengelilingi a. Warna biru menggambarkan arah renda diantara kaina. Warna hijau menunjukkan hasil jahitan. Perhatikan, bagian yg dijahit hanyapada 3 sisi kain a (perhatikan lg garis hijau), sehingga akan terdapat sisa pitarenda.6. Sisa pita renda tersebut jahit lagi ke sisi yg masih kosong, namun jahit denganmenempelkannya ke kain a yg atas. Sehingga jika jahitan benar, akan terbentuksebuah kantun.7. Ambil kain b, lipat ujung kiri-kanannya dan jahit supaya lipatan tidak terbuka.Kemudian lipat juga bagian atasnya, tempelkan ke bibir kantong melalui bagiandalam. Kain b ini untuk menutupi jahitan renda di bibir kantung supaya rapi.Lalu jahit mengelilingi bibir kantung sesuai garis hijau. Lipat juga bagian
    • bawah kain b dan jahit sehingga rapi.Sarung bantal sudah jadi dan siap dihiasjika suka.b) membuat sarung guling1. Bikin pola dengan menyesuaikan dimensi guling. P (panjang) pada aadalah panjang guling sebenarnya, sedangkan L (lebar) pada a adalah lingkarguling. Pola b nanti akan digunakan sebagai hiasan renda, ukurannya sesuaikandengan formula.
    • 2. Ambil kain a, lipat a sesuai garis merah, jahit sisi-sisinya.3. Lipat sisi kiri-kanan b, jahit4. Tempelkan b ke bibir a sesuai gambar di bawah. Jahit b melingkarmengelilingi bibir a sesuai garis hijau. Lakukan juga pada bibir yang lain.5. Balik hasil jahitan di atas, balik juga b sehingga b berada di muka. Lalulipat masing-masing b ke arah dalam sesuai garis merah. Jahit sekitar 1-1,5 cmdari ujung bibir sesuai garis hijau. Lakukan juga pada kain b yang satunya.
    • 6. Guling telah jadi, tinggal memasangkan tali. Ambil 2 buah tali/pita,masukkan ke lubang yang ditunjukkan oleh panah masing-masing ke lubang yangdi atas dan di bawah. Dengan demikian sarung guling telah selesai dan siapdipergunakan.7. Ini adalah foto sarung guling yang telah terpasang. Kalau dilihat dariujung tampak cantik kan?
    • 2. menjahit kain untuk bantal3. mejahit kain untuk guling4. menjahit kain untuk kasur8. mengisikan dakronmengisi dakron untuk bantalmengisi dakron untuk gulingmengisi dakron untuk kasur9. menjahit kembali bantal, guling atau kasur yang telah terisi oleh dakron10. pengemasan
    • 9. Kendala dalam proses produksiDalam setiap proses produksi tentu saja memiliki kendala masing-masingBerikut kendala – kendala yang ada dalam proses produksi yaitu:1. Lokasi kecilLokasi usaha masih jadi satu dengan tempat tinggal sehingga banyak ruanganyang terpakai untuk meletakkan barang – barang / bahan baku produksi dan tempatpersediaan produk yang telah jadi. Hal ini diperparah dengan menumpuknya produk –produk yang telah jadi di tempat produksi sehingga setiap pagi karyawan harusmengeluarkan barang – barang tersebut dan tentu saja akan menimbulkan pemborosanwaktu dan gerakan karyawan yang seharusnya tidak perlu untuk dilakukan.2. Hujan derasProses produksi dilakukan di teras rumah sehingga saat hujan deras angin dan airhujan masuk ke teras rumah sehingga menggangu proses produksi.3. Listrik padamMesin produksi utama sangat bergantung dengan energi listrik sehingga saat listrikpadam proses produksi pun ikut terganggu. Pemilik usaha sudah mengantisipasinyadengan menyediakan Genset sebagai energi listrik alternatif, tapi sayangnya gensettersebut hanya mampu menghidupkan 2 mesin jahit saja dari 4 mesin jahit yang dimiliki.4. Karyawan yang tidak hadirUsaha bantal guling ini menggunakan sistem spesialisasi job untuk parakaryawannya. Maksudnya adalah setiap karyawan hanya fokus pada pekerjaannyamasing – masing sehingga bila ada karyawan yang berhalangan untuk hadir maka prosesproduksi pasti akan terhambat. Sebagai langkah antisipasi mengenai hal tersebut pemilikusaha menempatkan lebih dari 1 karyawan dalam setiap bagian proses produksi.
    • 5. Pasokan bahan bakuUsaha ini memperoleh bahan baku dari 2 pabrik besar, biasanya kendala yangdihadapi adalah ketika stok persediaan bahan baku habis serta pasokan bahan baku yangdatangnya terlambat.10. PemborosanPemborosan adalah “segala sesuatu selain jumlah minimum peralatan, material,parts, ruang dan waktu pekerja yang benar-benar harus disediakan untuk menambah nilaipada produk.” Setiap waktu pabrik selalu berusaha untuk mencari cara bagaimanameningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya-biaya. Pemborosan atau inefisiensi yangterjadi pada proses bisnis sehari-hari di pabriknya tentunya sangatlah kontra-produktifdengan semangat tersebut. Karena itu setiap pabrik yang ingin maju haruslah mampumengidentifikasi pemborosan-pemborosan apa saja yang masih terdapat didalamnya, untukkemudian berusaha semaksimal mungkin mengeliminasinya. Selain dapat meningkatkanpendapatan dan menurunkan biaya, manfaat lain pengurangan pemborosan antara lainmampu meningkatkan kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, mengurangi tingkatfrustrasi pekerja, hingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.Jenis pemborosan- pemborosan itu adalah :1. Produksi berlebihProduksi berlebih dapat diartikan menghasilkan sesuatu secara berlebihan atau lebihcepat dari yang dibutuhkan pada tahap berikutnya. Pemborosan ini disebabkan pembuatanproduk lebih banyak jumlahnya dari jumlah yang dibutuhkan. Pada saat permintaancenderung meningkat, efek dari pemborosan ini mungkin tidak terlihat, namun saatpermintaan menurun, efek pemborosan ini berlipat ganda dan pabrik sering terjebak masalahdalam penyelesaian produk yang tidak terjual sebagai persediaan (stock) yang besar.Pemborosan ini akan menghabiskan bahan baku dan meningkatkan upah untuk pekerjaanyang tidak dibutuhkan, membuat persediaan yang tidak perlu yang butuh tambahanpenanganan material, ruang penyimpanan dan yang lainnya.
    • 2) MenungguYang dimaksud menunggu di sini adalah ketika seseorang atau sesuatu menunggudengan diam dan tidak mengerjakan aktivitas apapun. atau Setiap saat waktu berjalanbarang-barang tidak berpindah atau tidak diolah. Hal ini terjadi karena aliran material yangburuk, waktu pengolahan produksi yang terlalu lama, dan jarak antara proses kerja satu keyang lainnya terlalu jauh. Penanganannya sebenarnya mudah yaitu menghubungkan antarproses agar pasokan secara langsung dipakai ke dalam proses berikutnya.Penyebab lainnya adalah habisnya stok bahan baku dan terlambatnya pasokan bahanbaku sehingga produktifitas karyawan terganggu dan kapasitas produksi tidak sesuai denganapa yang diharapkan.Contohnya adalah proses produksi pada :Waktu produksiHasil produksiJenis JumlahSenin, 18 Juni 2012 - Guling putri- Guling super king- 7 buah- 4 buahRabu, 17 Oktober2012- Bantal cinta- Bantal kursi- Guling putri- Kasur gulung- 5 buah- 8 set- 5 buah- 4 buah3) Memindahkan – TransportingMemindahkan atau mengangkut produk dari proses ke proses adalah kegiatan yangtidak menambahkan nilai ke dalam produk. Pergerakan yang berlebihan dan penangananyang berlebihan bisa menimbulkan kerusakan serta kemungkinan mengakibatkan turunnyamutu produk.
    • 4) Proses – ProcessingMetode proses produksi itu sendiri bisa jadi merupakan sumber masalah yangmenghasilkan pemborosan. Langsung saja kami berikan contohnya, pada prosespengemasan bantal atau guling jenis platinum seketika itu juga harus memasukkan labelmerk ke dalamnya. Tetapi kenyataannya sablonan label bermerk itu harus dipotong terlebihdahulu agar bisa masuk dalam kemasan bantal atau guling.5) Persediaan – InventorySeperti yang telah dibahas di atas sehubungan dengan pemborosan kelebihanproduksi, persediaan yang berlebihan juga meningkatkan biaya produksi. Persediaan inimembutuhkan tambahan dalam penanganan, ruangan, dan lainnya. Barang berlebihan dalamproses adalah akibat dari produksi yang berlebihan dan menunggu. Kelebihan persediaancenderung menyembunyikan masalah di dalam pabrik yang seharusnya bisa dikenali dandiperbaiki untuk meningkatkan kinerja operasionalnya. Bertambahnya persediaan akanmenyebabkan meningkatnya lead-time, menghabiskan luas lantai produktif, tertundanyaidentifikasi masalah, dan menghalangi komunikasi.Masalah-masalah yang berhubungan dengan persediaan itu seharusnya tidak perlu,maka harus mencoba untuk mengurangi tingkat persediaan yang ada, Membuang materialyang sudah tidak terpakai serta pengorganisasian tempat penyimpanan atau area kerja.Solusi yang ditawarkan adalah sebagai berikut :1. Diusahakan tidak memasukkan bahan baku atau material dalam jumlah yang besar kedalam pabrik. Solusinya adalah dengan cara pengiriman dicicil.2. Tidak memproduksi barang yang tidak diinginkan oleh proses berikutnya.3. Membuat produk dalam lot-lot yang kecil sehingga jika suatu saat terdapat perubahanplan yang mendadak tidak menimbulkan loss yang besar.4. Dengan mulai mengurangi tingkat persediaan, maka dengan mudah akan menemukanlebih banyak masalah-masalah yang harus diarahkan sebelum tingkat persediaandikurangi lebih jauh.
    • 5. Mengurangi persediaan akan menciptakan aliran langsung dari proses ke proses yangakan menghemat biaya.6) Gerakan – MotionDari pengembangan definisi pemborosan di atas adalah “apapun yang dikeluarkantetapi tidak menambah nilai pada produk sedapat mungkin harus dihilangkan”. Hal yangharus ditanamkan adalah “bergerak” tidaklah sama dengan “bekerja”. “Bergerak ” tidakotomatis menambah nilai pada produk. Pergerakan tangan, kaki, dan tubuh karyawan tidakselalu menambah nilai pada produk. banyak contoh-contoh dari jenis pemborosan ini.Misalnya, setiap pagi sebelum para karyawan memulai proses produksi. Mereka harusmemindahkan produk – produk yang telah menutupi area produksi. Hal ini terjadi karenajumlah produksi yang sangat banyak sedangkan lokasi produksinya kecil.7) Cacat – DefectsPada saat terjadi cacat produk, karyawan pada proses berikutnya akan menciptakanpemborosan dengan menunggu serta menambah biaya pada produk. Lebih jauh lagidiperlukan kerja ulang terhadap produk atau bahkan produk rusak dan harus dibongkar. Jikacacat terjadi pada proses pemasangan, diperlukan tambahan karyawan untukmembongkarnya kembali dan tambahan komponen untuk mengganti yang rusak.Misalnya beberapa cacat produk yang kami temukan dan harus diperbaiki pada bulanJuli 2012 adalah :Perbaikan JumlahBantal Cinta Motif 4 buahGuling Putri 3 buahBantal Cinta Polos 2 buah
    • Untuk mengatasi masalah ini, harus dibuat sistem yang bisa mengidentifikasi cacat ataukondisi yang dapat mengetahui kerusakan sehingga siapa saja yang ada di tempat itu dapatmelakukan tindakan dengan segera. Tanpa sistem itu maka akan banyak rugi waktu.Pemborosan cacat dan produk gagal ini berdampak langsung kepada kelangsungan hidupsuatu usaha dimana produk cacat mengakibatkan kerja ulang atau bahkan harus dibuang(scrap).6. Kapasitas dan data produksi.No Nama Produk Jumlah1 Bantal Cinta Polos 1.836 itemBantal Cinta Motif 1.680 itemBantal Super King Polos 2.516 itemBantal Super King Motif 2.347 itemBantal Platinum 1.986 itemBantal Kursi Polos 986 itemBantal Kursi Motif 1.356 itemBantal Santai 1.693 itemBantal Putri Polos 4.335 itemBantal Putri Motif 3.600 itemBantal Imut 1.673 item2 Guling Putri Polos 2.564 itemGuling Putri Motif 2.412 itemGuling Super King Polos 1.961 itemGuling Super King Motif 1.984 itemGuling Platinum 1.685 item3 Kasur Bayi 235 itemKasur Lipat 1M 689 itemKasur Lipat 1,2M 565 itemKasur Gulung 461 itemTotal kapasitas produksi dalam 1 tahun 36.564 item
    • History dan Proyeksi ProduksiNo Tahun Jumlah produksi1 2012 36.564 item2 2013 40.220 item3 2014 44.242 item4 2015 47.666 item5 2016 53.533 Item11. Manajemen persediaan bahan baku dan barang jadi.Persediaan barang dagang (merchandise inventory) adalah barang – barangyang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksibarang – barang yang akan dijual.Persediaan yang efektif adalah persediaan yang seimbang, yaitu tidak terlalutinggi dan tidak terlalu rendah. Persediaan yang terlalu rendah akan menimbulkankekecewaan konsumen, sebaliknya persediaan yang terlalu tinggi akan menyebabkanbiaya penyimpanan dan pemeliharaan persediaan akan melambung. Untuk itu,manajemen persediaan harus berusaha untuk menjaga keseimbangan persediaan,karena itu merupakan kunci keberhasilan operasi.Salah satu kelemahan dari UKM adalah mereka masih menggunakanmanajemen yang sederhana. Begitu pula, usaha produksi bantal guling yang kamiteliti. Pemilik usaha memproduksi barang berdasarkan pesanan dan bila belum adapesanan, pemilik memutuskan untuk memproduksi barang sesuai dengan apa yangada gudang persediaan. Sehingga akan menimbulkan stok yang berlebih.
    • 12. LimbahLimbah sisa produksi yang dihasilkan oleh usaha ini tidak mengganggulingkungan sekitar. Hal ini karena semua sisa-sisa produksi baik sisa kain maupun sisaplastic untuk mengemas barang dikumpulkan dan dijual kiloan ke pengepul kain danplastik.
    • BAB VORGANISASI DAN PERSONALIA1. Data Administrasi Umum1. Nama Usaha : UD.MITRA JAYA2. Kualifikasi Lapangan Usaha : Pemasok dan Perajin Bantal3. Kualifikasi Produk Usaha : Bantal4. Nama Pengelola : Pringgo Sutjahyo Tunggalrino5. Nama dan Tempat Usaha : Jl. Genuk Krajan Gg. 7 No.16 Rt.03 Rw.04. Semarang6. Bentuk Badan Usaha : Perseorangan7. Tahun Berdiri : 19982. Bagan / Struktur OrganisasiStruktur organisasi dalam setiap perusahaan berbeda-beda semua itu bergantung padabudaya dan jenis usaha yang mereka bentuk. Struktur organisasi yang ada dalam usaha“UD.Mitra Jaya” adalah organisasi lini. Pada struktur organisasi lini ini, wewenang ataukendalinya dari atasan disalurkan secara vertikal ke bawahan. Sebaliknya,pertanggungjawaban dari bawahan secara langsung ditujukan kepada atasan yang memberperintah. Keuntungan dari struktur organisasi lini adalalh kesatuan perintahnya terjamin,pembagian kerja bagi setiap karyawannya jelas dan mudah dilaksanakan, keuntunganlainnya organisasi ini bergantung pada satu pimpinan. Adapun struktur organisasi dalam “UD. Mitra Jaya” dapat digambarkan sebagai berikut :PIMPINANBAGIANPRODUKSIBAGIANADMINISTRASI DANKEUANGANBAGIANPEMASARAN
    • 3. Jumlah Personalia Dan Uraian Tugas3.1 Jumlah PersonaliaJumlah karyawan yang ada di UD. MITRA JAYA terdiri dari :a. Pemimpin sekaligus pemilik 1 (satu) orangb. Bagian Pemasaran 2 (dua) orangc. Bagian Produksi 6 (enam) orangd. Administrasi dan keuangan 1 (satu) orang3.2 Uraian TugasUraian tugas dari struktur organisasi UD. MITRA JAYA, adalah sebagai berikut :1. PimpinanMerupakan pemimpin tertinggi di perusahaan, sebagai pemilik perusahaan.Tugasnya adalah :Mengawasi dan mengontrol semua kegiatan pada UD. MITRA JAYA.Bertanggungjawab atas segala aktivitas di perusahaan.Memberikan motivasi dan pengarahan kepada semua karyawannya.Mengelola dan meningkatkan kegiatan usaha.Mengkoordinir secara baik antara semua bawahan yang ada dalam melaksanakanaktivitas perusahaan.Menetapkan atau menentukan kebijaksanaan secara menyeluruh dan merencanakanaktivitas perusahaan yang harus dilaksanakan.2. PemasaranMerupakan seseorang yang berperan dalam penjualan produk.Tugasnya adalah :Memasarkan produk hasil produkis UD. MITRA JAYAMengantar, mengontrol keluarnya produk yang dijual.Mencari pembeli dan memperkenalkan produk kepada konsumennya.
    • 3. ProduksiMerupakan pengendali proses produksi.Tugasnya adalah :Melakukan atau menjalankan proses produksi.Menjaga dan merawat mesin produksi.Mengolah dan membuat produk.4. Administrasi atau KeuanganMerupakan bagian mengontrol, mengawasi, dan menghitung biaya pengeluaran danpendapatan dari penjualan produk.Tugasnya adalah :Mengatur keuangan dalam perusahaan.Mencatat kas kelur masuknya dana perusahaan.Menghitung dan mencatat semua biaya pendapatan dan pengeluaran perusahaan.Menghitung dan menentukan harga produk.4. Sistem PenggajianGaji atau imbalan kerja bagi karyawan merupakan hal yang sangat berpengaruhlangsusng pada produktivitas kerja individu. Sistem gaji yang ada dalam perusahaandiberikan untuk menciptakan keseimbangan antara apa yang diberikan karyawan kepadaperusahaan, diimbangi oleh apa yang diberikan perusahaan untuk karyawannya. Pemimpinjuga memberikan bonus setiap bulannya untuk karyawan berupa sembako. Hal itu dilakukandengan upaya untuk mensejahterakan karyawan. Tidak hanya itu, pemberian premijamsostek juga diberikan perkaryawan sebesar Rp 50.000,00 / karyawan.Setiap perusahaan mempunyai sistem penggajian yang berbeda-beda, hal itu tergantungdari ketentuan pemilik perusahaan. UD. Mitra Jaya mengunakan sistem penggajian yangdapat dibedakan menjadi 2, yaitu :1. BoronganMerupakan sistem penggajian yang didasarkan pada banyaknya jumlah prestasi kerjayang telah diselesaikan oleh para pekerja sebagai produksi dalam satu minggu. Gaji
    • diberikan setiap satu minggu sekali, besarnya disesuaikan dengan jumlah pekerjaan yangtelah diselesaikan.2. HarianMerupakan sistem penggajian yang didasarkan pada jumlah hari kerja dan gaji diberikansetiap minggu.Berikut rincian gaji keryawan UD.Mitra Jaya sesuai dengan pembagian kerjanya5. Produktivitas Dan Efektivitas Kerja Karyawan5.1 Pengertian Produktivitas kerjaProduktivitas Kerja menunjukan tingkat kemampuan karyawan dalam mencapai hasil(output), terutama dilihat dari sisi kuantitasnya. (Prof. Dari. Tjotjo Yuniarsih, ManajemenSumber Daya Manusia, 2009, hal 156)Produktivitas dapat diartikan sebagai suatu sistem dapat dikatakan produktif apabilamasukan yang diproses semakin sedikit untuk menghasilkan luaran yang semakin besar.Produktivitas sering pula dikaitkan dengan cara dan sistem yang efisien, sehinggaproses produksi berlangsung tepat waktu dan dengan demikian tidak diperlukan kerjalembur dengan segala implikasinya, terutama implikasi biaya.Merupakan hal yang logis dan tepat apabila peningkatan produktivitas dijadikan salahsatu sasaran jangka panjang perusahaan dalam langkah pelaksanaan strateginya.Pembagian Kerja Jumlah TenagaKerjaBesar Gaji KeteranganPemotongan Kain 1 orang @ 195.000 Per mingguJahit (borongan) 3 orang @ 200.000 Per mingguJahit (tetap) 1 orang @ 260.000 Per mingguPengemasan 2 orang @ 225.000 Per mingguPengisian (borongan) 1 orang @ 425.000 Per mingguPengisian (tetap) 1 orang @ 225.000 Per minggu
    • 5.2 Pengertian Efektivitas KerjaEfektivitas adalah tingkat dimana organisasi dapat merealisasikan tujuan-tujuannyaatau dengan kata lain pengukuran efektivitas dapat dilakukan dengan melihat sejauh manaorganisasi mampu mencapai tingkat yang diinginkan. (Riki Satia Muharam, AdministrasiNegara (Catatan Kuliah), 2005, hal 158)Efektivitas kerja adalah ukuran atau kualitas keberhasilan kerja yang dicapaikaryawan. Seseorang karyawan dinyatakan bekerja efektif jika ia mampu mencapaitujuan dengan cara yang lebih baik dari standar yang telah ditetapkan.Efektivitas kerja karyawan dapat ditentukan dengan membandingkan antara waktukerja yang telah ditetapkan dengan waktu yang dibutuhkan karyawan, dan juga dapatdibandingkan antara hasil atau kualitas yang dicapai dengan kualitas yang telah ditetapkan.Jika pelaksanaan kerja yang dilakukan karyawan lebih baik dari yang ditetapkan makakaryawan tersebut tergolong sebagai karyawan yang efektif.5.3 Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Dan Efektivitas Kerja KaryawanMenurut Sukarna (1993:41), produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitua. Kemampuan dan ketangkasan pegawaiSetiap karyawan mempunyai tugas masing- masing sesuai pembagian tugas dankeahliannya. Kemampuan dan ketangkasan dapat dilihat dari hasil kerja karyawan. Jikamereka dapat menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan apa yang sudah ditargetkanperusahaan, maka karyawan tersebut bekerja dengan sungguh – sungguh danbertanggungjawab menyelesaikan apa yang sudah diperintahkan padanya. Kemampuandan ketangkasan tersebut akan membuat karyawan jadi lebih produktif lagi.b. Lingkungan kerja yang baik.Lingkungan kerja yang baik dan nyaman membuat karyawan semangat dalambekerja dan dapat berkonsentrasi menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepatwaktu.
    • c. Upah kerja.Merupakan faktor yang paling sangat berpengaruh terhadap produktivitaskaryawan. Upah diberikan sesuai dengan kemampuan kerjanya. Jika kerjanya ulet,disiplin dan kreatif akan memperoleh upah yang banyak. Jika kerjanya semaunyasendiri, santai, dan tidak disiplin akan memperoleh upah yang sedikit. Pada prinsipnyapemberian upah yang diberikan seorang karyawan adalah sebagai perangsang yangmemiliki tujuan utama untuk meningkatkan gairah dan motivasi dalam melaksanakantugas dan tanggungjawab yang diberikan sehingga produktivitas kerja yang dicapailebih optimal dan evektif. Tidak hanya upah yang diberikan, pemimpin setiappertengahan bulan juga memberikan bonus kepada setiap karyawannya berupasembako. Hal itu dilakukan dengan upaya untuk mensejahterakan karyawannya.d. Keterampilan.Keterampilan berkaitan erat dengan kemampuan untuk melakukan tugas dengancepat dan tepat sasaran serta tepat waktu. Hal ini menunjukkan seseorang yang terampildan mahir dalam bidang tugas dan keahlian yang digeluti dapat membuat seseorangmemahami apa yang dapat dipelajari dan dikembangkan dalam kemahiran gerakmenyelesaikan pekerjaan sehingga dengan keterampilan dapat menunjukkankompetensi seseorang dan menghasilkan kerja yang optimal.e. Motivasi kerja.Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat mendukung efektivitas kerja.Efektivitas kerja di sini tidak akan dapat meningkat tanpa adanya motivasi kerja yangtinggi untuk melakukan pekerjaan dengan optimal tanpa ada tekanan dan paksaan dariorang lain yang diimbangi oleh disiplin yang tinggi. Dimana UD.Mitra Jaya tersebutmasih ada kesenjangan yang terjadi, misalnya karyawan yang sering datang terlambat.Pemimpin hendaknya memberikan perhatian serius dan solusi terutama pada aspekpemenuhan kebutuhan fisiologis karyawan agar motivasi kerja karyawan dapatdipertahankan dan tetap berusaha untuk meningkatkannya ke arah yang lebih baik.Dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis berupa gaji yang memadai, maka karyawanakan dapat bekerja secara efektif tanpa ada kekhawatiran.
    • f. Disiplin kerja pegawai.Disiplin yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadaptugas-tugas yang diberikan kepadanya. Disiplin dapat diartikan bilamana karyawanselalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaannyadengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan. Peraturan sangat diperlukan untukmemberikan bimbingan dan penyuluhan bagi karyawan, dalam menciptakan tata tertibyang baik, karena dengan tata tertib maka semangat kerja, moral kerja, efisiensi danefektivitas kerja karyawan akan meningkat. Hal ini akan mendukung tercapainya tujuanperusahaan, karyawan, dan masyarakat. Kedisiplinan suatu perusahaan dikatakan balkjika sebagian besar karyawan mentaati peraturan-peraturan yang ada.g. Pendidikan dan pengalaman kerja.Pada UD. Mitra Jaya pendidikan dan pengalaman kerja tidak menjadi masalah.Yang penting karyawannya mempunyai ketrampilan, kreatif dan ulet dalam bekerja itusudah dianggap produktif.h. Kesehatan dan keselamatan kerja pegawai.Pemimpin UD. Mitra Jaya sangat memperhatikan ke sehatan dan keselamatankerja karyawannya. Pemimpin juga mengikut sertakan karyawannya pada asuransijamsostek.i. Fasilitas kerja.Fasilitas merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi prosespelaksanaan kegiatan dalam rangka mencapai prestasi kerja karyawan. Fasilitas yangbaik dapat mempengaruhi kepuasan dan kenyamanan karyawan dalam bekerja. Apabilafasilitas operasional yang digunakan tidak baik kadang-kadang dapat menimbulkanpemborosan biaya operasional yang digunakan.j. Komunikasi.Komunikasi adalah suatu cara penyampaian keterangan atau sumber daya kepadayang memerlukan keterangan dengan mudah, cepat dan tepat, sehingga informasi dapat
    • digunakan secara efektif. Hasil Komunikasi sangat ditentukan oleh nilai-nilai,keyakinan dan pikiran kita menentukan segala sesuatu yang kita lakukan dan katakan.Pemimpin UD.Mitra Jaya berusaha menjaga komunikasi mereka dan saling terbukadengan setiap karyawannya, berusaha mendengarkan dan menerima setiap keluhan-keluhan mereka, dan berusaha menganggap mereka adalah keluarga bukankaryawannya.5.4 Pengukuran Produktivitas KerjaPengukuran produktivitas kerja pada dasarnya digunakan untuk mengetahuisejauh mana tingkat efektivitas dan efisiensi kerja karyawan dalam menghasilkan suatuhasil. Dalam usaha untuk dapat mengukur tingkat kemampuan karyawan dalam mencapaisesuatu hasil yang lebih baik dan ketentuan yang berlaku (kesuksesan kerja). Tingkatproduktivitas kerja karyawan yang dapat diukur adalah :a. Penggunaan waktuPenggunaan waktu kerja sebagai alat ukur produktivitas kerja karyawan meliputi :1) Kecepatan waktu kerja2) Penghematan waktu kerja3) Kedisiplinan waktu kerja4) Tingkat absensib. Outputyaitu hasil produksi karyawan yang diperoleh sesuai produk yang diinginkanperusahaan. Pengukuran produktivitas digunakan sebagai sarana untuk menganalisadan mendorong dan efisiensi produksi. Manfaat lain adalah untuk menentukan targetdan kegunaan praktisnya sebagai patokan dalam pembayaran upah karyawan.Tujuan pengukuran produktivitas adalah membandingkan hasil hal-hal berikut :a. Pertambahan produksi dari waktu ke waktu.b. Pertambahan pendapatan dari waktu ke waktu.c. Pertambahan kesempatan kerja dari waktu ke waktu.d. Jumlah hasil sendiri dengan orang lain.e. Komponen prestasi utama sendiri dengan komponen prestasi utama orang lain(Rusli Syarif, 1991:7).
    • Pengukuran produktivitas ini mempunyai peranan yang sangat penting untukmengetahui produktivitas kerja sesuai dengan yang diharapkan perusahaan. Dalampenelitian ini yang menjadi pengukuran produktivitas kerja yaitu penggunaan waktudan hasil kerja atau out put.Berdasarkan pendapat di atas maka pengukuran produktivitas dapat dilihat dari duakomponen yaitu:a. Efisiensi kerjaEfisiensi kerja karyawan dapat dilihat dari ketercapaian terget, ketepatan waktu,ketepatan masuk kerja.b. ProduksiProduksi kerja yang dihasilkan karyawan dapat dilihat dari kualitas, peningkatansetiap bulan dan persentase kesesuaian dengan harapan perusahaan.5.5 Pemegang Saham Dan Perijinan Usaha5.5.1 Pemegang SahamSaat ini pemegang saham pada UD.Mitra Jaya adalah suami dan istri. Mengingat bahwausaha dagang ini merupakan usaha keluarga, maka kepemilikan saham dipegang olehkeluarga dan tidak ada pembagian komposisi kepemilikan saham.5.5.2 Perijinan UsahaDilihat dari lama berdirinya usaha dan legalitas usaha, UD.Mitra Jaya sudah mempunyaiSurat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Sbagai bukti bahwa UD.Mitra Jaya tekah memilikiijin usaha, surat ijin tersebut kami lampirkan dihalaman belakang.
    • 5.6 Kegiatan Pra Operasi Dan Jadwal Pelaksanaan TahunanTotal biaya Operasi UD.Mitra Jaya dan kegiatan pelaksanaan dalam setiap tahunnya adalah :Kegiatan Pra Operasi TahunanNoNoUraiann Kegiatan Bulan Ket1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 121 Pemesanan dari agen X X X X X X Setiap 2 bulan2 Pemesanan BahanBakuKain 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X 4X Sebulan 4 kaliDakron XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXSetiap HariBusa 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X 8X Seminggu 2kali3 Waktu Pemeliharaan X X X X Setiap 3 bulan4 Produksi XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXSetiap Hari
    • BAB VIASPEK MANAJEMEN KEUANGAN1. Proyeksi KeuanganA. Sumber DanaSumber dana yang digunakan oleh UD. Mitra Jaya adalah dana sendiri atau modalsendiri, yaitu Rp. 75.000.000 dari hasil menjual rumah.B. Laporan KeuanganPROYEKSI PENJUALANPROYEKSI PENJUALAN TAHUN 2013No Nama ProdukHarga Satuan(Rp)Kuantitas Total (Rp)1 Bantal SK Polos 21.000 2475 51.975.000Bantal SK Motif 24.000 2376 57.024.000Bantal Putri polos 30.000 3465 103.950.000Bantal Putri Motif 35.000 3300 115.500.000Bantal Platinum 45.000 2337 105.165.000Bantal Cinta Polos 37.500 2915 109.312.500Bantal Cinta motif 45.000 3916 176.220.000Bantal Santai 45.000 2915 131.175.000Bantal Kursi Polos 45.000 1045 47.025.000Bantal Kursi Motif 60.000 1155 69.300.000Bantal Imut + sarung 30.000 1716 51.480.0001.018.126.5002 Guling SK Polos 22.000 2057 45.254.000Guling SK Motif 25.000 2134 53.350.000Guling Putri Polos 31.000 2365 73.315.000Guling putri Motif 35.000 2178 76.230.000Guling Platinum 47.000 1567 73.649.000321.798.0003 Kasur Lipat 1m 175.000 737 128.975.000kasur Lipat 1.2m 225.000 539 121.275.000Kasur Gulung 155.000 368 57.040.000Kasur Bayi 115.000 153 17.595.000324.885.000Total 39713 1.664.809.500
    • PROYEKSI PENJUALAN TAHUN 2014No Nama ProdukHarga Satuan(Rp)Kuantitas Total (Rp)1 Bantal SK Polos 21.000 2722 57.162.000Bantal SK Motif 24.000 2613 62.712.000Bantal Putri polos 30.000 3811 114.330.000Bantal Putri Motif 35.000 3630 127.050.000Bantal Platinum 45.000 2570 115.650.000Bantal Cinta Polos 37.500 3206 120.225.000Bantal Cinta motif 45.000 4307 193.815.000Bantal Santai 45.000 3206 144.270.000Bantal Kursi Polos 45.000 1149 51.705.000Bantal Kursi Motif 60.000 1270 76.200.000Bantal Imut + sarung 30.000 1887 56.610.0001.119.729.0002 Guling SK Polos 22.000 2057 45.254.000Guling SK Motif 25.000 2347 58.675.000Guling Putri Polos 31.000 2601 80.631.000Guling putri Motif 35.000 2395 83.825.000Guling Platinum 47.000 1723 80.981.000349.366.0003 Kasur Lipat 1m 175.000 810 141.750.000kasur Lipat 1.2m 225.000 592 133.200.000Kasur Gulung 155.000 545 84.475.000Kasur Bayi 115.000 243 27.945.000387.370.000Total 43684 1.856.465.000
    • PROYEKSI PENJUALAN TAHUN 2015No Nama ProdukHarga Satuan(Rp)Kuantitas Total (Rp)1 Bantal SK Polos 21.000 2994 62.874.000Bantal SK Motif 24.000 2874 68.976.000Bantal Putri polos 30.000 4192 125.760.000Bantal Putri Motif 35.000 3993 139.755.000Bantal Platinum 45.000 2827 127.215.000Bantal Cinta Polos 37.500 3526 132.225.000Bantal Cinta motif 45.000 4737 213.165.000Bantal Santai 45.000 3526 158.670.000Bantal Kursi Polos 45.000 1263 56.835.000Bantal Kursi Motif 60.000 1397 83.820.000Bantal Imut + sarung 30.000 2075 62.250.0001.231.545.0002 Guling SK Polos 22.000 2262 49.764.000Guling SK Motif 25.000 2581 64.525.000Guling Putri Polos 31.000 2861 88.691.000Guling putri Motif 35.000 2634 92.190.000Guling Platinum 47.000 1895 89.065.000384.235.0003 Kasur Lipat 1m 175.000 891 155.925.000kasur Lipat 1.2m 225.000 651 146.475.000Kasur Gulung 155.000 600 93.000.000Kasur Bayi 115.000 273 31.395.000426.795.000Total 48052 2.042.575.000
    • PROYEKSI PENJUALAN TAHUN 2016No Nama ProdukHarga Satuan(Rp)Kuantitas Total (Rp)1 Bantal SK Polos 21.000 3300 69.300.000Bantal SK Motif 24.000 3161 75.864.000Bantal Putri polos 30.000 4611 138.330.000Bantal Putri Motif 35.000 4392 153.720.000Bantal Platinum 45.000 3109 139.905.000Bantal Cinta Polos 37.500 3878 145.425.000Bantal Cinta motif 45.000 5210 234.450.000Bantal Santai 45.000 3878 174.510.000Bantal Kursi Polos 45.000 1389 62.505.000Bantal Kursi Motif 60.000 1536 92.160.000Bantal Imut + sarung 30.000 2282 68.460.0001.354.629.0002 Guling SK Polos 22.000 2488 54.736.000Guling SK Motif 25.000 2839 70.975.000Guling Putri Polos 31.000 3147 97.557.000Guling putri Motif 35.000 2897 101.395.000Guling Platinum 47.000 2084 97.948.000422.611.0003 Kasur Lipat 1m 175.000 980 171.500.000kasur Lipat 1.2m 225.000 716 161.100.000Kasur Gulung 155.000 660 102.300.000Kasur Bayi 115.000 300 34.500.000469.400.000Total 52857 2.246.640.000
    • Ikhtisar Laba Rugi (Income Statements)Proyeksi Laba RugiNo Keterangan Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 20161 Hasil PenjualanBantal 1.018.126.500 1.119.729.000 1.231.545.000 1.354.629.000Guling 321.798.000 349.366.000 384.235.000 422.611.000Kasur 324.885.000 387.370.000 426.795.000 469.400.000Total Hasil Penjualan 1.664.809.500 1.856.465.000 2.042.575.000 2.246.640.0002 Biaya Pokok PenjualanBiaya Bahan Baku 787.450.000 866.195.000 952.814.500 1.051.395.900Biaya listrik 7.200.000 7.920.000 8.712.000 9.583.200Biaya Administrasi 1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000Biaya Lain " 8.645.800 8.645.800 8.645.800 8.645.800Tenaga Produksi 77.025.000 77.025.000 77.025.000 77.025.000Biaya Perjalanan 9.600.000 10.560.000 11.616.000 12.777.600Tot B.Pokok Produksi 891.420.800 971.845.800 1.060.313.300 1.160.927.500Laba Kotor (1-2) 773.388.700 884.619.200 982.261.700 1.085.712.5003 Biaya UsahaGaji Personalia 72.000.000 72.000.000 72.000.000 72.000.000Biaya penyusutan 5.818.500 5.818.500 5.818.500 5.818.500Biaya ATK 981.700 1.079.900 1.187.800 1.306.600Biaya tempat usaha 20.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000Biaya PremiJAMSOSTEK 5.400.000 5.400.000 5.400.000 5.400.000Biaya THR 8.064.000 8.064.000 8.064.000 8.064.000Biaya Sembako 15.600.000 15.600.000 15.600.000 15.600.000Biaya Perawatan Mesin 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000Biaya Amortasi 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000Total Biaya Usaha 133.864.200 133.962.400 134.070.300 134.189.1004 Laba Usaha (2-3) 639.524.500 750.656.800 848.191.400 951.523.4005 Laba Sebelum Pajak 639.524.500 750.656.800 848.191.400 951.523.4006 Pajak ( 15 % ) 95.928.675 112.598.520 127.228.710 142.728.5107 Laba Bersih (5-6) 543.595.825 638.058.280 720.962.690 808.794.890
    • Arus Kas (Sources)PROYEKSI ARUS KASNo Keterangan Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 20161 Saldo Awal Kas 319.352.070 358.108.025 420.733.480 468.617.0902 Arus Kas Masuk1. Kas Hasil Penjualan 1.664.809.500 1.856.465.000 2.042.575.000 2.246.640.0002. Piutang - - - -Total Arus Kas Masuk 1.664.809.500 1.856.465.000 2.042.575.000 2.246.640.0003 Arus Kas Keluar1. Investasi 319.352.000 351.287.200 386.415.900 425.057.5002.Biaya Pokok Produksi 891.420.800 971.845.800 1.060.313.300 1.160.927.5003.Pajak 95.928.675 112.598.520 127.228.710 142.728.510Total Arus Kas Keluar 1.306.701.475 1.435.731.520 1.573.957.910 1.728.713.5104 Kas Netto (2-3)Surplus / Devisit 358.108.025 420.733.480 468.617.090 517.926.4905 Saldo Kas Akhir 358.108.025 420.733.480 468.617.090 517.926.490
    • Neraca (Balance Sheet)PROYEKSI NERACA EMPAT TAHUN MENDATANGA KELOPMPOK HARTA Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 20161 Harta Lancar1. Kas 358.108.025 420.733.480 468.617.090 517.926.490Total Harta Lancar 358.108.025 420.733.480 468.617.090 517.926.4902 Harta Tetap1. Mesin / Peralatan 14.950.000 16.445.000 18.098.000 19.898.0002. Bangunan 250.000.000 250.000.000 250.000.000 250.000.000Total Harta 264.950.000 266.445.000 268.098.000 269.898.0003. Akumulasi penyusutan 5.818.500 5.818.500 5.818.500 5.818.500Nilai buku harga tetap 259.131.500 260.626.500 262.279.500 264.079.5003 Harta Tak Berwujud1. Akumulasi Amoritas 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000Total Harta ( 1 + 2 + 3 ) 626.658.025 690.778.480 740.315.090 791.424.490B KELOMPOK HUTANG DANMODAL1 Hutang Lancar1. Hutang Dagang - - - -2. Kredit Modal - - - -Total hutang Lancar - - - -2 Hutang Jangka Panjang1. Kredit Investasi - - - -Total Hutang Jangka Panjang - - - -3 Modal1. Modal Sendiri 420.500.000 450.500.000 495.000.000 535.500.0002. Laba ditahan ( Periode lalu) - - - -3. Laba Periode Berjalan 206.158.025 240.278.480 245.315.090 255.924.490Total Modal 626.658.025 690.778.480 740.315.090 791.424.490Total Hutang & Modal 626.658.025 690.778.480 740.315.090 791.424.490( 1 + 2 + 3 )
    • Evaluasi Kelayakan UsahaPerhitungan ROI Dan ROEKeterangan Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016Net Operating Asset 626.658.025 690.778.480 740.315.090 791.424.490Net Incame 206.158.025 240.278.480 245.315.090 255.924.490Net Equity 319.352.000 351.287.200 386.415.900 425.057.500ROE 64.6% 68.4% 63.5% 60.2%ROI 32.9% 34.8% 33.2% 32.3%Rumus ROE =Net Incomex 100%Net EquityROE Tahun 1 ( 2013 ) =Rp 206.158.025x 100% = 64.6%Rp 319.352.000ROE Tahun 2 ( 2014) =Rp 240.278.480x 100% = 68.4%Rp 351.287.200ROE Tahun 3 ( 2015) =Rp 245.315.090x 100% = 63.5%Rp 386.415.900ROE Tahun 4 ( 2016) =Rp 255.924.490x 100% = 60.2%Rp 425.057.500Rumus ROI =Net Incomex 100%Net Operating AsetROI Tahun 1 (2013) =Rp 206.158.025x 100% = 32.9 %Rp 626.658.025ROE Tahun 2 ( 2014) =Rp 240.278.480x 100% = 34.8 %Rp 690.778.480ROE Tahun 3 ( 2015) =Rp 245.315.090x 100% = 33.2%Rp 740.315.090ROE Tahun 4 ( 2016) =Rp 255.924.490x 100% = 32.9%Rp 791.424.490
    • 2. Analisis Rasio KeuanganRasio LikuiditasRumus Working Capital To Assets Ratio = Modal Kerja Bersihx 100%Total AktivaWorking Capital To Assets Ratio Tahun 2013 = Rp 420.500.000x 100% = 67.1%Rp 626.658.025Working Capital To Assets Ratio Tahun 2014 = Rp 450.500.000x 100% = 65.2%Rp 690.778.480Working Capital To Assets Ratio Tahun 2013 = Rp 495.000.000x 100% = 66.9%Rp 740.315.090Working Capital To Assets Ratio Tahun 2013 = Rp 35.500.000x 100% = 67.7%Rp 91.424.490Rasio AktifitasTotal Assets Turn Over Tahun 2013 = Rp 1.664.809.500x 100% = 265.7%Rp 626.658.025Total Assets Turn Over Tahun 2014 = Rp 1.856.465.000x 100% = 268.7%Rp 690.778.480Total Assets Turn Over Tahun 2015 = Rp 2.042.575.000x 100% = 275.9%Rp 740.315.090Total Assets Turn Over Tahun 2016 = Rp 2.246.640.000x 100% = 283.9%Rp 791.424.490Rumus Total Assets Turn Over = Total Penjualanx 100%Total Harta
    • Rasio KeuntunganRumus Return On Investment = Laba Bersihx 100%Total HartaReturn On Investment Tahun 2013 = Rp 543.595.825x 100% = 86.7%Rp 626.658.025Return On Investment Tahun 2014 = Rp 638.058.280x 100% = 92.4%Rp 690.778.480Return On Investment Tahun 2015 = Rp 720.962.690x 100% = 97.4%Rp 740.315.090Return On Investment Tahun 2016 = Rp 808.794.890x 100% = 120.2%Rp 791.424.490
    • 3. HPP1. Bantal SK Polos 2. Guling SK PolosBiaya Bahan Baku Rp 13.000 Biaya Bahan Baku Rp 13.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000HPP Produksi Rp 16.400 HPP Rp 16.400Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 17.900 HPP Produk Rp 17.9003. Bantal SK Motif 4. Guling SK MotifBiaya Bahan Baku Rp 14.500 Biaya Bahan Baku Rp 14.500Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.500HPP Rp 17.900 HPP Rp 18.400Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 19.400 HPP Produk Rp 19.9005. Bantal Putri Polos 6. Guling Putri PolosBiaya Bahan Baku Rp 18.000 Biaya Bahan Baku Rp 18.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.500HPP Rp 21.400 HPP Rp 21.900Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 22.900 HPP Produk Rp 23.4007. Bantal Putri Motif 8. Guling Putri MotifBiaya Bahan Baku Rp 20.000 Biaya Bahan Baku Rp 20.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.500HPP Rp 23.400 HPP Rp 23.900Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 24.900 HPP Produk Rp 25.4009. Bantal Platinum 10. Guling PlatinumBiaya Bahan Baku Rp 35.000 Biaya Bahan Baku Rp 35.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.400Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.500HPP Rp 38.400 HPP Rp 38.900
    • Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 39.900 HPP Produk Rp 40.40011. Bantal Cinta Polos 12. Bantal Cinta MotifBiaya Bahan Baku Rp 25.000 Biaya Bahan Baku Rp 30.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.750 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.750Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000HPP Rp 28.750 HPP Rp 33.750Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 30.250 HPP Produk Rp 35.25013. Bantal Imut Polos 14. Bantal SantaiBiaya Bahan Baku Rp 8.000 Biaya Bahan Baku Rp 30.000Biaya Tenaga Kerja Rp 500 Biaya Tenaga Kerja Rp 1.750Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 1.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000HPP Rp 9.500 HPP Rp 33.750Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp 1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp 500HPP Produk Rp 11.000 HPP Produk Rp 35.25015. Bantal Kursi Polos 16. Bantal Kursi MotifBiaya Bahan Baku Rp 30.000 Biaya Bahan Baku Rp40.000Biaya Tenaga Kerja Rp 1.750 Biaya Tenaga Kerja Rp1.750Biaya Overhead Pabrik tetap Rp 2.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp2.000HPP Rp 33.750 HPP Rp43.750Biaya perjalanan Rp 1.000 Biaya perjalanan Rp1.000Biaya Administrasi Rp 500 Biaya Administrasi Rp500HPP Produk Rp 35.250 HPP Produk Rp45.25017. Kasur Lipat 1m 18. Kasur Lipat 1,2mBiaya Bahan Baku Rp120.000 Biaya Bahan Baku Rp170.000Biaya Tenaga Kerja Rp4.000 Biaya Tenaga Kerja Rp4.000Biaya Overhead Pabrik tetap Rp3.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp4.000HPP Rp127.000 HPP Rp178.000Biaya perjalanan Rp1.000 Biaya perjalanan Rp1.000Biaya Administrasi Rp500 Biaya Administrasi Rp500HPP Produk Rp128.500 HPP Produk Rp179.500
    • 19. Kasur Gulung 20. Kasur BayiBiaya Bahan Baku Rp120.000 Biaya Bahan Baku Rp70.000Biaya Tenaga Kerja Rp4.000 Biaya Tenaga Kerja Rp4.000Biaya Overhead Pabrik tetap Rp4.000 Biaya Overhead Pabrik tetap Rp3.000HPP Rp128.000 HPP Rp77.000Biaya perjalanan Rp1.000 Biaya perjalanan Rp1.000Biaya Administrasi Rp500 Biaya Administrasi Rp500HPP Produk Rp129.500 HPP Produk Rp78.5004. ANALISIS BEPRumus BEP = FC((1-VC/S) x W)Produk Unit Harga VC VC/Harga1-VC/Harga Harga x Unit% DariHarga xUnitBobot(W)Bantal SK Polos 2475 21.000 2.000 0,10 0,90 51.975.000 0,03 0,03Bantal SK Motif 2376 24.000 2.000 0,08 0,92 57.024.000 0,03 0,03Bantal Putri polos 3465 30.000 2.000 0,07 0,93 103.950.000 0,06 0,06Bantal Putri Motif 3300 35.000 2.000 0,06 0,94 115.500.000 0,07 0,07Bantal Platinum 2337 45.000 2.000 0,04 0,96 105.165.000 0,06 0,06Bantal Cinta Polos 2915 37.500 2.000 0,05 0,95 109.312.500 0,07 0,06Bantal Cinta motif 3916 45.000 2.000 0,04 0,96 176.220.000 0,11 0,10Bantal Santai 2915 45.000 2.000 0,04 0,96 131.175.000 0,08 0,08Bantal Kursi Polos 1045 45.000 2.000 0,04 0,96 47.025.000 0,03 0,03Bantal Kursi Motif 1155 60.000 2.000 0,03 0,97 69.300.000 0,04 0,04Bantal Imut + sarung 1716 30.000 2.000 0,07 0,93 51.480.000 0,03 0,03Guling SK Polos 2057 22.000 2.500 0,11 0,89 45.254.000 0,03 0,02Guling SK Motif 2134 25.000 2.500 0,10 0,90 53.350.000 0,03 0,03Guling Putri Polos 2365 31.000 2.500 0,08 0,92 73.315.000 0,04 0,04Guling putri Motif 2178 35.000 2.500 0,07 0,93 76.230.000 0,05 0,04Guling Platinum 1567 47.000 2.500 0,05 0,95 73.649.000 0,04 0,04Kasur Lipat 1m 737 175.000 3.000 0,02 0,98 128.975.000 0,08 0,08kasur Lipat 1.2m 539 225.000 4.000 0,02 0,98 121.275.000 0,07 0,07Kasur Gulung 368 155.000 4.000 0,03 0,97 57.040.000 0,03 0,03Kasur Bayi 153 115.000 4.000 0,03 0,97 17.595.000 0,01 0,011.664.809.500 1,00 0,95
    • BEP =211.407.500 222.534.2100.95BEP Unit (TR) = TCP x Q = TFC + (AVC (Q)) x Jumlah ProdukP x (Q-AVC(Q))=TFC x Jumlah ProdukP-AVC =TFC x Jumlah ProdukBEP Unit (TR) = TCP x Q = TFC x (AVC (Q))P x (Q-AVC(Q))=TFC(P-AVC)Q =TFC211.407.500 176 unit/barang1.198.000
    • BAB VIIASPEK MANAJEMEN STRATEGI1. SWOTSWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi danmengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal(dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats.Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategiyang akan dilakukan.1.1 Metode Pengolahan DataAlat analisis yang paling dikenal adalah analisis SWOT. Alat analisis iniberpedoman pada konsep dasar bahwa didalam perusahaan ada 2(dua) titik pandang yangharus selalu menjadi pusat perhatian manajemen. Dengan demikian mengandung asumsibahwa bidang yang pada dasarnya berada pada kendali manajemen harus selalu disiasati.Sedangkan bidang yang pada dasarnya berada diluar kendali manajemen memilikikemungkinan berdampak positif bagi manajemen.analisis SWOT didasarkan pada skemaberpikir sebagai berikut:BAGAN ANALISIS SWOT:STRENGHTINTERNALWEAKNESSANALIS POSISIOPPORTUNITIESEKSTERNALTHREATSKekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness) merupakan elemen manajemenyang sepenuhnya ada dalam kendali manajemen (internal and controllable). Kekuatanadalah faktor-faktor yang selama ini berhasil dikendalikan sehingga memberikan dampakyang positif bagi organisasi. Sedangkan kelemahan adalah faktor-faktor yang sepenuhnyaada dalam kendali organisasi.
    • Peluang (Opportunity) dan Ancaman (Threats) merupakan elemen manajemen yangsepenuhnya ada diluar kendali manajemen (external and uncontrollable). Peluang adalahfaktor-faktor yang ada diluar kendali manajemen, namun munculnya akan menjadikansuatu peluang sukses bagi organisasi dengan catatan apabila organisasi tersebut memangmempunyai kekuatan yang cukup untuk mengadaptasinya. Ancaman adalah faktor-faktoryang ada diluar kendali manajemen dan apabila muncul akan berpotensi untuk mengancamkelangsungan hidup organisasi.Dalam diagnosa dan terapi manajemen, sebaiknya manajemen berpedoman bahwadiagnosa haruslah ditemukan dalam daerah kelemahan (Weakness) bukan daerah ancaman(Threats). Sedangkan terapi manajemen harus bertolak dari kekuatan (Strenght) bukanpeluang (Opportunity). Oleh karena itu dapat ditarik suatu garis bahwa ancaman akanmempengaruhi kelemahan dan peluang akan mempermudah atau meningkatkan dayaefektif dari kekutan yang dimiliki.1.2 Deskripsi SWOT Tiap AspekKekuatan ( Strengths )1. Produk bervariasiDengan adanya produk yang bervariasi, maka konsumen memiliki banyakkesempatan dalam pemilihan bantal, guling dan kasur. Serta harga yang ditawarkanjuga relatif murah dan bervariasi.2. Manajemen tunggalSemua urusan perusahaan dikelola sendiri oleh pemilik usaha UD. Mitra Jaya.3. Spesialisasi tugasSpesialisasi tugas dilakukan untuk mempermudah karyawan dalammengerjakan tugasnya. Karena sudah ada pembagian tugas kerja yang jelas danmendapatkan bagiannya masing-masing sesuai keahlian dan kemampuan karyawan.Kelemahan ( Weakness )1. Lokasi usaha sempitLokasi yang kurang luas membuat proses produksi pada perusahaan akanterganggu jika terdapat penumpukan barang.
    • 2. Kurang tenaga pemasaranPerusahaan membutuhkan tenaga kerja baru dibagian pemasaran agar prosespemasaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan dengan target perusahaan.3. Pembukuan kurang lengkapTidak adanya bagian keuangan dalam perusahaan, membuat pembukuanlaporan keuangan perusahaan menjadi tidak teratur atau tidak tersusun dengan rapi.Peluang ( Opportunities )1. Pasar terbuka luasHal ini dibuktikan dengan kekuatan bersaing perusahaan yang dapatmengimbangi pesaing lain dengan strategi harga yang lebih murah dibandingkandengan pesaingnya.2. Diversifikasi usahaSeiring meningkatnya tuntutan pasar serta berkembangnya usaha yangdimiliki, terbuka pula kesempatan untuk melakukan diversifikasi usaha. Hal inididukung oleh stabilnya tingkat penjualan barang serta loyalitasnya konsumenterhadap kualitas dari produk – produk yang dihasilkan oleh UD. Mitra Jaya.Sehingga kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan juga akan lebih besar sebabkerugian menjual barang yang satu dapat ditutup dengan keuntungan menjual barangyang lain.3. Pelanggan yang loyalDalam pasar yang tingkat persaingan cukup tinggi, kepuasan pelanggan danloyalitas pelanggan saling berhubungan. loyalitas ini muncul ketika pelangganmelanjutkan hubungan dengan perusahaan, yang diwujudkan oleh pembelianberulang dan menunjukan niat untuk melakukan pembelian di lain waktu. Kesetiaanini, termasuk juga pembelian produk-produk lain, yang dikelurkan oleh perusahaanyang sama.
    • Ancaman ( Threats )1. Inovasi pesaingSeiring berjalannya waktu maka berkembang pula ide – ide yang dimiliki olehpara pesaing. Hal inilah yang harus diwaspadai oleh UD. Mitra Jaya agar produkyatetap eksis dan mampu bersaing di pasar.2. Selera konsumen yang berubahPerubahan tren yang diminati pada waktu itu, misalnya pada tahun itu anak –anak sangat menggemari acara Angrybird , maka semua produk yang bermotifAngrybird laku di pasaran. Pada tahun berikutnya acara animasi tersebut telahberganti menjadi Shaun The Sheep. Secara otomatis konsumen akan memilihkanproduk yang bermotif Shaun The Sheep untuk anak – anaknya.3. InflasiInflasi dapat menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnyamerugikan produsen, sehingga produsen enggan untuk meneruskan produksinya.Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidaksanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut(biasanya terjadi pada pengusaha kecil).1.3 Analisis SWOTAnalisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecahmasalah.Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:1. Strengths (kekuatan)Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsepbisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuhorganisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.2. Weakness (kelemahan)Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek ataukonsep bisnis yang ada. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapatdalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.
    • 3. Opportunities (peluang)Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisiyang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itusendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.4. Threats (ancaman)Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat menggangguorganisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.1.4 Analisis Evaluasi Faktor Internal dan EksternalBerdasarkan hasil identifikasi faktor lingkungan internal dan lingkungan eksternaldengan analisa SWOT, maka didapatkan pengaruh antar variabel sangat signifikanterhadap pencapaian misi organisasi dalam upaya melaksanakan kekuatan bersaingnya.Selanjutnya untuk dapat mengetahui faktor nilai bobot masing-masing faktor dalam rangkapencapaian faktor kunci keberhasilan mencapai misi diperlukan asumsi sebagai berikut:1. Nilai Urgensi (NU)Angka 5 : menyatakan sangat besar urgensinyaAngka 4 : menyatakan besar urgensinyaAngka 3 : menyatakan cukup besar urgensinyaAngka 2 : menyatakan kurang besar urgensinyaAngka 1 : menyatakan sangat kurang urgensinya2. Nilai Dukungan (ND)Angka 5 : menyatakan sangat besar dukungannyaAngka 4 : menyatakan besar dukungannyaAngka 3 : menyatakan cukup besar dukungannyaAngka 2 : menyatakan kurang besar dukungannyaAngka 1 : menyatakan sangat kurang dukungannya3. Nilai Keterkaitan (NK)Angka 5 : menyatakan sangat besar keterkaitannyaAngka 4 : menyatakan besarketerkaitannyaAngka 3 : menyatakan cukup besar keterkaitannyaAngka 2 : menyatakan kurang besar keterkaitannya
    • Angka 1 : menyatakan sangat kurang keterkaitannyaAngka 0 : menyatakan tidak ada keterkaitannyaBobot Faktor (BF)Besarnya bobot faktor oleh besar kecilnya tingkat urgensi faktor terhadappencapaian sasaran. Makin tinggi tingkat urgensinya, semakin tinggi nilai bobotfaktornya. Selanjutnya untuk memperoleh hasil akhir bobot faktor digunakan rumussebagai berikut:Nilai Bobot Dukungan (NBD)Nilai Bobot Dukungan (NBD) adalah nilai hasil perkalian antara Bobot Faktordengan Nilai Dukungan (ND), digunakan rumus sebagai berikut:Nilai Rata-rata Keterikatan (NRK)Nilai Rata-rata Keterikatan adalah keterikatan tiap-tiap faktor terhadappencapaian misi yang ditetapkan. Nilai keterikatan diukur dengan skala 0 – 5. Setelahnilai keterikatan dijumlahkan TNK lalu dibagi N – 1 komponen untuk mendapatkan akhirrata-rata, digunakan rumus sebagai berikut:NTKNRK = -------------------------N - 1NBD = BD X NDNILAI URGENSIBF = -------------------------------------------------- x 100%Total Nilai Urgensi (Internal/Eksternal)
    • Nilai Bobot Kertikatan (NBK)Nilai Bobot Keterikatan adalah nilai hasil perkalian antara Bobot Faktor denganNilai Rata-rata Keterikatan, digunakan rumus sebagai berikut:Total Nilai Bobot (TNB)Total Nilai Bobot merupakan penjumlahan Nilai Bobot Dukungan dengan NilaiBobot Keterkaitan, digunakan rumus sebagai berikut:Setelah dilakukan analis multi faktor dengan aplikasi rumus-rumus tersebut, makadiperoleh Total Nilai Bobot dari masing-masing faktor internal dan eksternal.Total Nilai Bobot (TNB)Total Nilai Bobot merupakan penjumlahan Nilai Bobot Dukungan dengan NilaiBobot keterkaitan. Rumusan yang digunakan adalah :TNB = NBD + NBKSetelah dilakukan analisa multi faktor dengan aplikasi rumus-rumus tersebut, makadiperoleh Total Nilai Bobot dari masing-masing faktor internal dan eksternalPenentuan Faktor Kunci KeberhasilanSetelah dievaluasi faktor internal dan eksternal dengan diberikan prosentase danpenilaian pada BF, ND, NBD, NK, NRK, NBK dan TNB seperti table diatas, makadapatlah ditentukan Faktor Kunci Keberhasilan (FKK). Faktor Kunci Keberhasilan(FKK) dapat dipilih dari Total Nilai Bobot terbesar baik dari strength (S), weakness (W),opportunity (O) dan threat (T). berdasarkan faktor analisis terhadap semua faktor internalTNB = NBD + NBKNBK = NRK X BF
    • dan eksternal dapat diketahui faktor kunci dari setiap kekuatan (strength), kelemahan(weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) yang dilihat dari besarnya TotalNilai Bobot.Peta Posisi Kemampuan OrganisasiPemetaan ini akan menentukan arah kebijakan suatu unit orgnisasi. Penentuanarah kebijakan, yang berimplikasi pada program-program atau kegiatan-kegiatandidasarkan pada “Trend” atau kecenderungan melihat Nilai Faktor Kunci Keberhasilan(FKK). Penentuan FKK adalah sebagai berikut :a. Dipilih berdasarkan TNB terbesarb. Jika TNB sama dipilh BF terbesarc. Jika BF sama, dipilih NBD terbesard. Jika NBD sama dipilih NBK rebesare. Kalau BK sama, maka terserah kepada peneliti yang menentukanAdapun kemungkinan-kemungkinan arah kecenderungannya adalah sebagai berikut :a. Berada pada kuadran satu I (SO)Jika “Trend” nya mengarah kepada kuadran satu (Strength, Opportunity), maka padaunit kerja ini berada pada posisi kebijakan “Ekspansi” artinya dengan segala dayaupaya dilakukan kegiatan atau uasaha secara maksimal dengan cara :- Memanfaatkan : Strength (Kekuatan) dan- Meraih : Opportunity (Peluang)b. Berada pada Kuadran II (ST)Jika “Trend” nya mengarah pada kuadran II (Strength, Threats), maka unit kerja iniberada pada kebijakan “mobilisasi”. Artinya upaya-upaya yang dilakukan, cenderungmengarah kepada intensifikasi usaha peningkatan kapasitas produksi/kualitas.c. Berada pada kuadran III (WO)Jika Trend nya mengarah pada Kuadran III (Weakness – opportunity) maka unit kerjaini berada pada posisi kebijakan “investasi/divestasi” artinya jangan melakukangerakan/aktivitas yang akan menyebabkan hancurnya unit kerja.d. Berada pada Kuadran IV (WT)
    • Apabila Trend nya mengarah pada kuadran IV (Weakness- Threats), maka unit kerjaini berada pada posisi kebijakan “Difensif/Survival” artinya, upaya-upaya yangdilakukan akan mengarah pada efisiensi usaha.Untuk lebih jelasnya penulis sampaikan gambar peta posisi kemampuan organisasisebagai berikut :Gambar.1Posisi Kekuatan OrganisasiKekuatan BesaingAnalisa SWOT dapat di gunakan pada kondisi kekuatan bersaing , seperti tabel berikut :SKwadran II Kwadran I( MOBILISASI ) (KEUNGGULAN KOMPERATIF)T OKwadran IV Kwadran III(DEFENSIF/SURVIVAL) (INVESTASI/DIVESTASI)W
    • Tabel 1Posisi Kekuatan Bersaing UD.Mitra Jaya SemarangI . Kekuatan III . Peluang1. Produk bervariasi2. Manajemen tunggal3. Spesialisasi tugas1 Pasar terbuka Luas2 Loyalitas pelanggan3 Diversifikasi UsahaII . Kelemahan IV . Ancaman1. Lokasi usaha sempit2. Kurangnya tenaga penjualan3. Pembukuan kurang lengkap1. Inovasi pesaing2. Selera konsumen yang berubah3. InflasiKekuatan bersaing UD. MITRA JAYA dapat di analisis dari analisis Internal(Strength/Kekuatan dan weakness / Kelemahan ) dan analisis Internal (Opportunity/Peluang danTreats/Ancaman)Strength/KekuatanKekuatan yang dimiliki UD. Mitra Jaya Semarang adalah pada :a. Produk bervariasi.b. Manajemen tunggal.c. Spesialisasi tugas.Weakness/KelemahanKelemahan yang dimiliki UD. Mitra Jaya Semarang adalah :a. Lokasi usaha sempit.b. Kurang tenaga pemasaran.c. Pembukuan belum lengkap.Opportunity/PeluangPeluang yang dimiliki UD. Mitra Jaya Semarang adalah pada :a. Pasar yang terbuka luaasb. Diversifikasi usaha
    • c. Pelanggan yang loyal.Threats/AncamanAncaman yang dimiliki UD.Mitra Jaya Semarang adalah :a. Inovasi pesaing.b. Selera konsumen yang berubah.c. InflasiUntuk dapat melihat posisi kekuatan bersaing, maka dilakukan evaluasi terhadap faktorinternal dan eksternal sebagaimana dapat dilihat pada tabel evaluasi faktor internal dan eksternaldi bawah ini:
    • 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12I INTERNALStrengths (S)1 Produk bervariasi 5 21,7 5 1,09 3 5 5 4 3 5 4 4 5 3 3 4 0,87 1,96 I2 Manajemen tunggal 5 21,7 5 1,09 3 3 2 2 3 3 3 5 2 2 2 2,73 0,59 1,68 II3 Spesialisasi tugas 5 21,7 4 0,87 5 3 5 2 3 2 2 3 0 2 0 2,45 0,53 1,405,04Weaknesses (W)4 Lokasi produksi sempit 5 21,7 3 0,65 5 2 5 2 0 0 0 4 0 0 0 1,64 0,36 1,0 I5 kurangnya tenaga penjual 2 8,7 4 0,35 4 2 2 2 0 3 0 4 4 1 2 2,18 0,19 0,54 II6 pembukuan belum lengkap 1 4,35 3 0,13 3 3 3 0 0 1 1 1 0 0 0 1,09 0,05 0,1823 1,72II EKSTERNALOpportunities (O)7 Pasar yang terbuka luas 5 21,7 4 0,87 5 3 2 0 3 1 1 3 3 3 3 2,45 0,53 1,40 I8 Konsumen yang loyal 4 17,4 4 0,7 4 3 2 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0,17 0,87 II9 Diversifikasi Usaha 3 13 4 0,52 4 5 3 4 4 1 3 0 2 2 1 2,64 0,34 0,873,14Threats (T)10 Inovasi oleh pesaing 5 21,7 4 0,87 5 2 0 0 4 0 3 0 2 3 2 1,91 0,42 1,28 I11 Selera konsumen yg berubah 4 17,4 4 0,7 3 2 2 0 1 0 3 0 2 3 3 1,73 0,3 1,00 II12 Inflasi 2 8,7 4 0,35 3 2 0 0 2 0 3 0 1 2 3 1,45 0,13 0,4723 2,75NILAI KETERIKATANNRK NBK TNB FKKNO FAKTOR INTERNAL/EKSTERNAL NU BF % ND NBD
    • Pada Analisis faktor internal dan eksternal maka dapat diketahui bahwa kondisi internalyang mempengaruhi kekuatan bersaing ada pada kekuatan ( strength ) Nilai FKK ( Faktor KunciKeberhasilan ) pada strength dapat dilihat pada tabel berikut :Tabel 4Total Nilai Bobot Pada Kekuatan KunciNO Faktor TNB1 Produk Bervariasi 1.962 Manajemen Tunggal 1.683 Spesialisasi tugas 1.405.04Sunber : Data dari hasil SKB di lapanganDari data tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa UD. Mitra Jayamemiliki keunggulan pada produk yang bervariasi dengan TNB sebesar 1,96 merupakanfaktor dominan dalam menentukan strategi bersaing. Sedangkan manajemen tunggal jugamerupakan kekuatan utama dalam strategi bersaing dengan TNB sebesar 1.68 yangmencerminkan sebagai kekuatan utama lainnya dalam strategi bersaing.Kondisi eksternal yang mempengaruhi kekuatan bersaing ada pada peluang ( Opportunity) . Nilai TNB pada peluang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :Tabel 4Total Nilai Bobot Pada Peluang KunciNO Faktor TNB1 Pasar yang terbuka luas1.402 Konsumen yang loyal 0.873 Diversifikasi Usaha 0.873.14Sunber : Data dari hasil SKB di lapangan
    • Dari data tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa UD. Mitra Jayamemiliki prospek pasar yang terbuka luas dengan TNB sebesar 1.40 dan Diversifikasi Usahamerupakan faktor yang dominan dalam menentukan strategi bersaing dengan TNB sebesar 0.87mencerminkan sebagai peluang utama lainnya dalam strategi bersaingSedangkan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kelemahan bersaing adapada kelemahan ( Weakness ) dan pada faktor Threat ( ancaman ) .Faktor kelemahan dapatdilihat pada tabel berikut :Tabel 5Total Nilai Bobot Pada Kelemahan KunciNO Faktor TNB1 Lokasi produksi sempit 1.002 Kurangnya tenaga penjual 0.543 Pembukuan belum lengkap 0.181.72Sunber : Data dari hasil SKB di lapanganDari data tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa lokasi produksi yangsempit dengan TNB sebesar 1.00 dan kurangnya tenaga penjual dengan TNB sebesar 0.54merupakan factor dominan yang perlu diperhatikan dalam menentukan strategi bersaing.Kondisi eksternal yang mempengaruhi kelemahan bersaing ada pada ancaman ( Threat ). Nilaipada ancaman dapat dilihat pada table dibawah ini :Tabel 5Total Nilai Bobot Pada Ancaman KunciNO Faktor TNB1 Inovasi oleh pesaing 1.282 Selera konsumen yg berubah 1.003 Inflasi 0.472.75Sunber : Data dari hasil SKB di lapangan
    • Dari data tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa inovasi yang dilakukanoleh Pesaing sejenis dengan TNB sebesar 1.28 merupakan ancaman yang paling dominan dalammenentukan strategi bersaing sedangkan faktor ancaman dominan lainnya adalah selerakonsumen yang berubah oleh suatu hal dengan TNB sebesar 1.00 .PembahasanMelihat posisi kekeuatan bersaing perusahaan dengan mengetahui kondisi S – W yangbernilai (5.04 – 1.72 ) = 3,32 dan kondisi O – T yang bernilai ( 3.14 – 2,75 ) = 0,39. Dengandemikian posisi kekuatan bersaing perusahaan kuadran I ( keunggulan kompetitif ) atau adastrategi ekspansi. Kondisi kompetitif artinya bahwa perusahaan telah mampu mengelola semuafaktor – faktor produksi secara efisien . strategi yang perlu dilakukan adalah strategi Ekspansikarena sudah mantapnya posisi bersaingnya yaitu adanya kekuatan ( S ) dan peluang ( O ) yangmerupakan kekuatan kunci.Dengan demikian UD. Mitra Jaya yang berada pada kuadran I , menunjukan bahwa posisibersaing yang relatif tinggi , artinya sudah mampu mengatasi ancaman –ancaman daripesaingnya. Kuatnya daya saing dapat dilihat dari bervariasinya produk yang dihasilkan sertamanajemen yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun. di sisi lain dengan tetap masihmenjadi perusahaan yang memberikan peluang yang dapat di manfaatkan karena pasar yangterbuka lebar . kekuatan bersaing secara lengkap dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
    • Keterangan :S – W yang bernilai (5,04 – 1.72 ) = 3,32O – T yang bernilai ( 3,14 – 2,75 ) = 0,39Maka interaksi yang terjadi adalah antara ( S- W ; O – T ) sebesar ( 3,32 ; 0,39 ) posisi kekuatanbersaing perusahaan terdapat pada Kwadran I (Keunggulan Kompetitif) karena adanya kekuatandan peluang atau ada pada strategi ekspansi.2. Strategi Bersaing PerusahaanSetiap perusahaan harus mampu bersaing dipasar dalam upaya agar perusahaan dapatbertahan hidup. Kemampuan perusahaan untuk bersaing tergantung bagaimana kemampuanstrategi yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan begitu, perusahaan perlu menerapkanmanajemen strategi dalam kelangsungan dan kegiatan usahannya. Persaingan di dunia usahasudah menjadi hal yang sangat wajar terjadi. Tanpa adanya pesaing usaha kita tidak akanSII I6 s-oMobilitas (3,32 ; 0,39 )"Arah Trend”Keunggulan KomperatifT 3 6 OIV IIIDefensif/Survival Investasi/DivestasiW
    • berjalan dan berkembang persaingan dalam dunia usaha berkaitan dengan struktur ekonomiyang mendasarinya dan berjalan diluar perilaku pesaing- pesaing yang ada. Keadaanpersaingan dalam suatu perusahaan tergantung dalam 5 kekuatan pokok yang meliputi :f. Pendatang baru potensialg. Kekuatan tawar menawar pemasokh. Kekuatan tawar menawar pembelii. Ancaman produk/ jasa penggantij. Para pesaing itu sendiri.Dari kelima kekuatan pokok dalam persaingan itu, UD.Mitra Jaya lebih menitikberatkanpada poin ke tiga, yaitu kekuatan tawar menawar pembeli. Dalam hal ini pemilik usahamembuat strategi dengan cara menaikkan harga, tetapi masih dalam harga yang masihstandar. Strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi pembeli yang selalu berusaha untukmenawar harga barang yang dijual. Sehingga perusahaan tetap memperoleh keuntunganmeski sudah terjadi proses tawar menawar.
    • BAB VIIIKESIMPULAN DAN SARAN1. KesimpulanDari hasil penelitian Studi Kelayakan Bisnis yang kami lakukan di UD. Mitra Jaya beberapaminggu ini. Selain mendapatkan data yang valid sebagai materi untuk memenuhi tugaskuliah, kami juga mendapatkan pengetahuan tentang keunggulan bersaing yang dimiliki olehUD.Mitra Jaya sehingga bisa bertahan dalam persaingan pasar yang sangat ketat pada saatini serta kelemahan – kelemahan yang harus diatasi agar dapat mengembangkan usahamenjadi lebih besar.Berikut ini adalah beberapa kekuatan dan kelemahan yang kami lihat pada UD. Mitra Jaya,dapat disimpulkan :1.1 KekuatanProduk bervariasiBerbagai jenis produk yang dimiliki merupakan kekuatan utama yang ditawarkan olehUD.Mitra Jaya. Hal ini juga didukung oleh kualitas produk yang baik serta harga yangbias bersaing di pasaran.Manajemen tunggalSemua kegiatan dalam usaha ini dilakukan atau dikendalikan oleh 1 orang yaitupemilik usaha itu sendiri. Mulai dari pemesanan bahan baku, memimpin kegiatanproduksi, mencatat administrasi keuangan sampai yang terakhir adalah pendistribusianatau pemasaran produk ke pelanggan. Dengan keadaan seperti ini, maka pemilik usahadapat dengan cepat untuk mengambil sebuah keputusan bila ada masalah yangmenggangu kegiatan usaha iniserta rahasia perusahaanpun akan ikut terjamin.Spesialisasi tugasUD. Mitra Jaya menerapkan spesialisasi tugas pada bagian produksinya sehinggasetiap karyawan dapat focus pada tugas pekerjaan masing – masing dan dapatmemenuhi pesanan dengan tepat waktu.
    • 1.2 KelemahanLokasi usaha sempitLokasi usaha yang sempit membuat kegiatan produksi sedikit terganggu. Hal inidikarenakan ruangan yang sempit itu harus digunakan juga untuk meletakkanpersediaan produk – produk yang sudah jadi.Kurang tenaga pemasaranPerusahaan membutuhkan tenaga kerja baru dibagian pemasaran agar prosespemasaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan dengan target perusahaan.Pembukuan kurang lengkapTidak adanya bagian keuangan dalam perusahaan, membuat pembukuan laporankeuangan perusahaan menjadi tidak teratur atau tidak tersusun dengan rapi.Dilihat dari Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) maka posisi perusahaan berada pada kuadran I(Strength – Opportunity) yang berarti perusahaan berada pada kondisi keunggulan komperatifatau strategi yang dilakukan adalah strategi eksplansi. Kondisi tersebut terlihat dari posisikekuatan bersaing perusahaan dengan mengetahui kondisi.020000400006000080000100000120000140000160000Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016
    • Keterangan :Melihat kondisi perusahaan ini tiap tahunnya mengalami kenaikan sekitar 10 %. Maka bisadikatakan perusahaan ini kedepannya dapat bersaing bahkan bisa menguasai pangsa pasar.2. SaranUntuk mempertahankan yang ada pada UD. Mitra Jaya bisa mengatasi kelemahan kuncinyayaitu berupa faktor :2.1 Manajemen yang belum terstruktur dalam organisasi.Apabila manajemen yang terstruktur bisa menjadi pedoman untuk kelangsungankedapannya. Staf keuangan yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan ini untukmengahandle dan mendata keuangan perusahaan ini agar tidak sembrawut lagi.2.2 Sumber daya manusia harus dikembangkan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan danpenambahan pendidikan dibidang design sehingga apa yang dibutuhkan konsumensesuai dengan perkembangan yang ada. Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkankaryawan bisa memenuhi permintaan konsumen dan design tidak sepenuhnya dipegangoleh pemimpin. Penambahan tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen yangtiap tahun semakin meningkat.2.3 Untuk meningkatkan profit margin perlu dilakukan promosi dan peningkatan penjualandengan menambah selebaran, iklan dan mengikuti berbagai pameran yang diadakan olehpemerintah atau swasta.Dengan demikian UD. Mitra Jaya memiliki peluang ke depan untuk terus berkembang, olehkarena itu UD. Mitra Jaya perlu terus meningkatkan sarana dan prasarana penunjang sepertimesin jahit modern sehingga berproduksi lebih cepat dan bisa menghasilkan produksi yanglebih banyak. Design atau motif yang lebih bervariasi dan lebih modern atau sesuai dengankeinginan konsumen.
    • DAFTAR PUSTAKAKwik Kian Gie, 1997. “Ensiklopedia Ekonomi, Bisnis dan Manajemen”. JakartaKotler, 2002. “Organisasi harus melakukan usaha penjulan dan promosi yang agresif”
    • LAMPIRAN – LAMPIRANReview Hasil PresentasiLAPORAN PENJUALANHISTORY PENJUALAN TAHUN 2011No Nama ProdukHargaSatuanKuantitas Total1 Bantal SK Polos Rp21.000 2133 Rp44.793.000Bantal SK Motif Rp24.000 2067 Rp49.608.000Bantal Putri polos Rp30.000 3029 Rp90.870.000Bantal Putri Motif Rp35.000 2765 Rp96.775.000Bantal Platinum Rp45.000 1995 Rp89.775.000Bantal Cinta Polos Rp37.500 2445 Rp91.687.500Bantal Cinta motif Rp45.000 3215 Rp144.675.000Bantal Santai Rp45.000 2335 Rp105.075.000Bantal Kursi Polos Rp45.000 967 Rp43.515.000Bantal Kursi Motif Rp60.000 975 Rp58.500.000Bantal Imut + sarung Rp30.000 1285 Rp38.550.000Rp853.823.5002 Guling SK Polos Rp22.000 1668 Rp36.696.000Guling SK Motif Rp25.000 1520 Rp38.000.000Guling Putri Polos Rp31.000 2019 Rp62.589.000Guling putri Motif Rp35.000 1725 Rp60.375.000Guling Platinum Rp47.000 1407 Rp66.129.000Rp263.789.0003 Kasur Lipat 1m Rp175.000 509 Rp89.075.000kasur Lipat 1.2m Rp225.000 338 Rp76.050.000Kasur Gulung Rp155.000 299 Rp46.345.000Kasur Bayi Rp115.000 125 Rp14.375.000Rp225.845.000Total 32821 Rp1.343.457.500
    • HISTORY PENJUALAN TAHUN 2012No Nama ProdukHargaSatuanKuantitas Total1 Bantal SK Polos Rp21.000 2245 Rp47.145.000Bantal SK Motif Rp24.000 2139 Rp51.336.000Bantal Putri polos Rp30.000 3175 Rp95.250.000Bantal Putri Motif Rp35.000 2970 Rp103.950.000Bantal Platinum Rp45.000 2160 Rp97.200.000Bantal Cinta Polos Rp37.500 2624 Rp98.400.000Bantal Cinta motif Rp45.000 3525 Rp158.625.000Bantal Santai Rp45.000 2635 Rp118.575.000Bantal Kursi Polos Rp45.000 1002 Rp45.090.000Bantal Kursi Motif Rp60.000 1040 Rp62.400.000Bantal Imut + sarung Rp30.000 1595 Rp47.850.000Rp925.821.0002 Guling SK Polos Rp22.000 1873 Rp41.206.000Guling SK Motif Rp25.000 1821 Rp45.525.000Guling Putri Polos Rp31.000 2155 Rp66.805.000Guling putri Motif Rp35.000 1961 Rp68.635.000Guling Platinum Rp47.000 1563 Rp73.461.000Rp295.632.0003 Kasur Lipat 1m Rp175.000 664 Rp116.200.000kasur Lipat 1.2m Rp225.000 486 Rp109.350.000Kasur Gulung Rp155.000 332 Rp51.460.000Kasur Bayi Rp115.000 138 Rp15.870.000Rp292.880.000Total 36103 Rp1.514.333.000
    • LAPORAN RUGI/LABALAPORAN RUGI/LABANo Keterangan Tahun 2011 Tahun 20121 Hasil PenjualanBantal 853.823.500 925.821.000Guling 263.789.000 295.632.000Kasur 225.845.000 292.880.000Total Hasil Penjualan 1.343.457.500 1.514.333.0002 Biaya Pokok PenjualanBiaya Bahan Baku 637.834.500 708.705.000Biaya listrik 5.832.000 6.480.000Biaya Administrasi 1.500.000 1.500.000Biaya Lain " 8.645.800 8.645.800Tenaga Produksi 77.025.000 77.025.000Biaya Perjalanan 7.565.000 8.640.000Tot B.Pokok Produksi 738.402.300 810.995.800Laba Kotor (1-2) 605.055.200 703.337.2003 Biaya UsahaGaji Personalia 72.000.000 72.000.000Biaya penyusutan 5.818.500 5.818.500Biaya ATK 725.000 856.000Biaya tempat usaha 20.000.000 20.000.000Biaya Premi JAMSOSTEK 5.400.000 5.400.000Biaya THR 8.064.000 8.064.000Biaya Sembako 15.600.000 15.600.000Biaya Perawatan Mesin 2.400.000 2.400.000Biaya Amortasi 3.600.000 3.600.000Total Biaya Usaha 133.607.500 133.738.5004 Laba Usaha (2-3) 471.447.700 569.598.7005 Laba Sebelum Pajak 471.447.700 569.598.7006 Pajak ( 15 % ) 70.717.155 85.439.8057 Laba Bersih (5-6) 400.730.545 484.158.895
    • LAPORAN ARUS KASNo Keterangan Tahun 2011 Tahun 20121 Saldo Awal Kas 275.662.8452 Arus Kas Masuk1. Kas Hasil Penjualan 1.343.457.500 1.514.333.0002. Piutang - -Total Arus Kas Masuk 1.343.457.500 1.514.333.0003 Arus Kas Keluar1. Investasi 258.675.200 298.545.3252.Biaya Pokok Produksi 738.402.300 810.995.8003.Pajak 70.717.155 85.439.805Total Arus Kas Keluar 1.067.794.655 1.194.980.9304 Kas Netto (2-3)Surplus / Devisit 275.662.845 319.352.0705 Saldo Kas Akhir 275.662.845 319.352.070
    • NERACAA KELOPMPOK HARTA Tahun 2011 Tahun 20121 Harta Lancar1. Kas 275.662.845 319.352.070Total Harta Lancar 275.662.845 319.352.0702 Harta Tetap1. Mesin / Peralatan 13.000.000 14.000.0002. Bangunan 250.000.000 250.000.000Total Harta 263.000.000 264.000.0003. Akumulasi penyusutan 4.750.000 4.750.000Nilai buku harga tetap 258.250.000 259.250.0003 Harta Tak Berwujud1. Akumulasi Amoritas 3.600.000 3.600.000Total Harta ( 1 + 2 + 3 ) 542.262.845 586.952.070B KELOMPOK HUTANG DANMODAL1 Hutang Lancar1. Hutang Dagang - -2. Kredit Modal - -Total hutang Lancar - -2 Hutang Jangka Panjang1. Kredit Investasi - -Total Hutang Jangka Panjang - -3 Modal1. Modal Sendiri 340.000.000 390.000.0002. Laba ditahan ( Periode lalu) - -3. Laba Periode Berjalan 202.262.845 196.952.070Total Modal 542.262.845 586.952.070Total Hutang & Modal 542.262.845 586.952.070( 1 + 2 + 3 )
    • Proses produksi UD. Mitra Jaya :Memotong pola kainMenjahitProses memasukan dakron
    • Proses pengepakanGudang penyimpanan dakron UD. Mitra Jaya
    • Barang produksi UD. Mitra Jaya berupa :bantal biasa polos, motif, bantal cinta, guling polos dan motif , kasur lipat dan kasur gulung.Outlet toko UD. Mitra Jaya.“ Putri Collection” JL. Genuk Krajan
    • Lapak di Stadion setiap minggu pagi.Pameran yang diadakan DESPERINDAG di Plasa Simpanglima dan DP.Mall