Dampak industri
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Dampak industri

on

  • 507 views

 

Statistics

Views

Total Views
507
Views on SlideShare
507
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Dampak industri Dampak industri Presentation Transcript

  • DAMPAK INDUSTRI DAN TEKNOLOGI
    • Oleh :
    • M Subhan Amarullah
    • 14410613 / 2 IB 02
  • DAMPAK INDUSTRI DAN TEKNOLOGI
    • DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP:
      • MANUSIA BERUPAYA MENGOLAH DAN MEMANFAATKAN KEKAYAAN ALAM
      • MENCIPTAKAN ALAT BARU BERUPA MESIN 2 DAN ALAT BANTU LAINNYA YANG BERTEKNOLOGI TINGGI, SUPAYA MENGHASILKAN PRODUK MELIMPAH DALAM WAKTU SINGKAT
      • NAMUN KENYATAANNYA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP SULIT DIJANGKAU, BAHKAN YANG TERJADI DAMPAK INDUSTRI TERSEBUT MENGURANGI DAYA DUKUNG ALAM DAN MENURUNKAN KUALITAS MANUSIA
    • INDUSTRI DAN TEKNOLOGI MEMANG DIPERLUKAN UNTUK MENDAPATKAN KUALITAS HIDUP YANG LEBIH BAIK, NAMUM KALAU DAMPAK YANG TIMBUL JUSTRU MENJAUHKAN MANUSIA DARI PENCAPAIAN KUALITAS LINGKUNGAN YANG LEBIH BAIK, SUDAH BARANG TENTU HAL TERSEBUT TIDAK DIBENARKAN.
    • OLEH KARENA ITU PERLU DIPERHATIKAN DAN DICERMATI:
      • Adanya dampak tidak langsung
      • Adanya dampak langsung
  • DAMPAK TIDAK LANGSUNG
    • Dampak tidak langsung umumnya berhubungan dengan masalah sosial masyarakat yang disebut s e b a g ai
    • dampak psikososioekonomi, dampak tersebut antara lain:
    • a. Urbanisasi
    • b. Perilaku
    • c. Kriminalitas
    • d. Sosial Budaya
  • a. URBANISASI
    • Karena daya tarik industri: masyarakat desa yang semula bekerja di bidang pertanian berpindah bekerja di daerah industri.
    • Karena tidak berbekal keahlian yang memadai, maka hanya bisa menjadi tenaga kerja atau buruh kasar
    • Sebagai tenaga kasar, gajinya pas-pasan, dan hanya cukup untuk menyambung hidup.
    • Tempat tinggal juga seadanya, sehingga penataan tempat tinggal dan lingkungan juga seadanya, mengakibatkan lingkungan kumuh, kotor, tidak sedap dipandang, sehingga kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan menurun.
    • Perpindahan masyarakat dari desa ke industri, mengakibatkan jumlah petani menjadi berkurang, sehingga hasil panen juga berkurang, dan akhirnya masyarakat kekurangan stok bahan pangan. Di sisi lain kegiatan import beras merugikan kaum petani yang ada. Tetapi yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan yang diperlukan.
  • b. PERILAKU
    • Saat masih tinggal di desa: hidup saling tolong menolong, gotong royong, hubungan satu dengan yang lain terjalin dengan baik. Suasana tenang dan damai di daerah pinggiran menjadikan manusia hidup tenteram, dan tidak diburu-buru waktu.
    • Setelah pindah ke kota: suasana kota yang selalu dikejar waktu, hiruk pikuk, bising, serta pemandangan alam yang tidak hijau lagi, menyebabkan manusia menjadi stres dan tegang. Sehingga perilaku manusia yang semula ramah bersahabat menjadi kasar, acuh tak acuh dan sangat individualisme.
  • c. KRIMINALITAS
    • Kegiatan industri dan teknologi di pabrik memerlukan tenaga keahlian secara khusus. Sehingga tenaga kerja yang tidak punya ijasah atau keahlian khusus sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan layak.
    • Di sisi lain, masyarakat kota yang sangat konsumtif, memberikan gambaran bahwa hidup itu serba enak dan mudah.
    • Sementara pencari kerja tidak tahan banting/survive dan tiak mau bekerja keras. Yang diinginkan hanyalah kerja ringan tetapi bisa hidup mewah dan bersenang-senang.
    • Sehingga mereka sering mengambil jalan pintas, untuk menda-patkan uang (tanpa harus bekerja keras) dengan jalan tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, penodongan dan pemer-kosaan yang mewarnai kehidupan masyarakat industri. Akhirnya angka kriminalitas menjadi naik .
  • d. SOSIAL BUDAYA
      • Orang yang bekerja dalam bidang industri umumnya dibatasi waktu
      • yang sangat ketat untuk mengejar jumlah omzet
      • Untuk mempercepat hasil produksi, para pekerja industri kadang diwajibkan lembur atau kerja giliran. Sehingga pekerja menjadi cepat stres dan jenuh. Ketegangan jiwa (stres) ini, dapat berlanjut menjadi hipertensi, sakit jantung atau penyakit lain, yang sering disebut sebagai environmental desease .
      • Untuk menurunkan stres, sebagian orang sering menghibur diri di diskotik, kafe, atau hanya melihat dangdut, pertunjukan ronggeng atau membeli nomor undian Togel dan lainnya.
      • Sering pula untuk mengurangi ketegangan, dengan cara minum minuman keras, yang berlanjut pada kekerasan.
      • Pertunjukan di Televisi, live show juga seringkali tidak sesuai dengan budaya dan menjurus ke arah pornografi, yang akhirnya sampai ke arah prostitusi. Sehingga mau tidak mau dengan berkembangnya tempat-tempat hiburan tersebut, akan berdampak pada sosial budaya masyarakat sekitarnya
  • ADANYA DAMPAK LANGSUNG
    • Dampak langsung yang bersifat negatif akibat kegiatan indutri dan teknologi yaitu pencemaran:
      • Pencemaran udara
      • Pencemaran air
      • Pencemaran bahan padat dan daratan
  • PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP (UUPLH NO.23 THN 1997)
    • Masuk atau dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia, sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
    • LINGKUNGAN HIDUP:
    • Adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
    • PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP:
    • Adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.
  •