Pelaksanaan Pengawasan Pelestarian Bangunan Bersejarah di Kota Tanjungpinang

1,212 views
1,035 views

Published on

Mode Persentasi Sidang Skripsi

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,212
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pelaksanaan Pengawasan Pelestarian Bangunan Bersejarah di Kota Tanjungpinang

  1. 1. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG KOTA TANJUNGPINANG SKRIPSI SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sosial Pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pada Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Raja Haji
  2. 2. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG BAB I I BAB BAB II BAB II BAB III BAB III BAB IV BAB IV GAMBARAN UMUM TEMUAN &PENDAHULUAN LOKASI ANALISA PENUTUP PENELITIAN
  3. 3. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG
  4. 4. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN
  5. 5. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG KERANGKA & LANDASAN TEORITIS “Tujuan utama dari pengawasan ialah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan. Untuk dapat benar-benar merealisasi tujuan utama tersebut, maka pengawasan pada taraf pertama bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi yang telah dikeluarkan, dan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan serta kesulitan- kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana berdasarkan penemuan-penemuan tersebut dapat diambil tindakan untuk memperbaikinya, baik pada waktu itu maupun waktu-waktu yang akan Manullang (2004:173) datang.” “Aspek-aspek atau pola pelestarian bangunan benda cagar budaya antara lain : •Penelitian. •Perlindungan berupa Penyelamatan (fisik), Pengamanan (hukum), Perizinan (Pemanfaatan). •Pemeliharaan berupa Perawatan dan Pemugaran (Restorasi, Rekonstruksi, Rehabilitasi, Konsolidasi, Konservasi). (Arda dkk;2007:59) •Dokumentasi/Publikasi: Pendaftaran, Publikasi.” Publikasi.”•langkah–langkah proses pengawasan yaitu :•“Menetapkan tolak ukur yang diperlukan untuk dapat membandingkan dan menilai apakah kegiatan-kegiatan yangdilaksanakan itu sesuai dengan rencana, pedoman, kebijaksanaan serta peraturan perundangan..•Menetapkan metode, waktu dan frekwensi yang diperlukan untuk melakukan pengukuran hasil kinerja. Metodeyang digunakan biasanya pengamatan langsung dan pengumpilan data/informasi, sedangkan waktu dan frekwensidapat dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapan•Pengukuran dan perbandingan, yaitu kegiatan penilaian terhadap hasil-hasil yang dibandingkan dengan hasil yangseharusnya dicapai.•Tindak lanjut yaitu merupakan upaya pembenahan terhadap hasil penilaian.” penilaian.” Saragih (1982:94)
  6. 6. KONSEP OPERASIONAL
  7. 7. METODE PENELITIAN
  8. 8. BAB II BAB IIGAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
  9. 9. BAB III BAB III TEMUAN & ANALISA PEGAWAI BIDANG PIMPINAN TOKOH KEBUDAYAAN DISBUDPAR MASYARAKAT 6 0rang Key Informan 2 Orang Lemahnya Koordinasi antara Instansi Terkait MengenaiSumber daya manusia di Bidang Pengawasan Pelestarian Bangunan Bersejarah Kebudayaan Keterbatasan Anggaran untuk melakukan pelestarian diLemanhya Sanksi dipengaruhi kawasan kepurbakalaan Pusat kota TanjungpinangPerda Kawasan Benda Cagar Masyarakat belum menyadari Arti Pentingnya Keberadaan BangunanBudaya yang belum ditetapkan Bersejarah sebagai sumber nilai sejarah dan Pendidikan serta Kebudayaan dan Nilai Pemanfaatan untuk Sumber ekonomi
  10. 10. BAB IV BAB IV PENUTUPDapat diijelaskan dari hasil temuan dan pengamatan yang dapat dikatakan bahwa PelaksanaanPengawasan Pelestarian Bangunan Bersejarah Oleh Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan DanPariwisata Kota Tanjungpinang dirasakan masih belum optimal dan belum terlaksana denganbaik. Hal ini sesuai dengan kejelasan teori yang digunakan, bahwa didalam pelaksanaanpengawasan diperlukan penetapan tolak ukur, penetapan metode waktu dan frekwensipengawasan, pengukuran dan perbandingan serta tindak lanjut. Hal ini terlihat dari temuan-temuan masalah jurklaknis yang masih belum memadai lalu pada masalah frekwensi pengawasanterhadap pelestarian yang masih tentatif, evaluasi terhadap kinerja pegawai serta pemberiansanksi terhadap pelanggaran proses pelestarian yang urung diterapkan karena masalah payunghukum. Sehingga masalah pelestarian sendiri mengahadapi problema yang berkepanjanganberakibat pada sistem pengawasan belum terealisasi dengan baik.a.Agar segera menetapkan peraturan daerah (perda), mengenai pelestarian bangunan bersejarahserta pengawasan terhadapnya.b.Memperbaharui daftar bangunan bersejarah yang layak dilindungi secara priodik karenabangunan bersejarah yang sudah berusia lebih dari 50 tahun layak masuk dalam Perda sertadianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; dan bendaalam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan(UU No. 5/1992 Pasal 1).c.Memanfaatkan bangunan bersejarah secara optimal dari sisi ekonomi agar keberadaanbangunan bersejarah dapat memberi kontribusi terhadap perekonomian Kota Tanjungpinang.d.Menggali berbagai kemungkinan untuk memberikan insentif kepada pemilik atau pengelolabangunan bersejarah berupa pinjaman lunak, keringanan pajak, iuran air dan listrik dimanabekerjasama dengan lembaga perbankan dan BUMN,
  11. 11. PELAKSANAAN PENGAWASAN PELESTARIAN BANGUNAN BERSEJARAH PADA BIDANG KEBUDAYAAN DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA TANJUNGPINANG Jalan-jalan ke[Pasir Putih Cukup Sekian Dan Terima Kasih

×