Ptk bahasa indonesia di smk

21,897
-1

Published on

PTK Bahasa Indonesia Judul : Peningkatan Pembelajaran Menulis Karangan Deskriptif Menggunakan Kosakata Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dengan Model Pembelajaran Pendidikan Luar Ruang Pada Siswa Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif A SMK Tahun Pelajaran 2009/ 2010, yang mengkaji tentang dikotomisasi pembelajaran Bahasa Indonesia didalam kelas dengan diluar kelas. sehingga akan diketahui perspektif pembelajaran Bahasa Indonesia yang baik di SMK.

3 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
21,897
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
613
Comments
3
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ptk bahasa indonesia di smk

  1. 1. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melanda bangsa-bangsa di dunia dalam menghadapi era globalisasi, saat ini diperlukan kemampuan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempengaruhi penggunaan kosakata yang pada akhirnya akan mempengaruhi perkembangan bahasa itu sendiri. Bahasa merupakan satu-satunya alat komunikasi verbal yang dimiliki oleh manusia. Setiap manusia atau individu berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa. Agar seorang individu dapat berkomunikasi dengan orang lain secara baik dan mudah dimrngerti oleh lawan bicara, maka seorang individu tersebut perlu memiliki ketrampilan berbahasa. Ketrampilan berbahasa dalam hal ini meliputi: ketrampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Ketrampilan menyimak dan membaca merupakan ketrampilan yang bersifat reseptif atau bersifat menerima sebuah informasi yang diberikan oleh orang lain, sedangkan ketrampilan berbicara dan menulis merupakan ketrampilan berbahasa yang bersifat produktif atau bersifat mampu menghasilkan sesuatu dari apa yang diucapkan dan yang ditulis. Setiap orang harus mempunyai perbendaharaan kata yang cukup agar dapat berkomunikasi dan berbahasa. Artinya, untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain seseorang harus mempunyai sejumlah kosakata agar dapat mengerti dan memahami pikiran dan perasaan orang lain, serta dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain. Kurangnya penguasaan sejumlah 1
  2. 2. kosakata bagi seseorang akan memungkinkan terjadinya subuahkesalahpahaman. Kesalahpahaman dalam berkomunikasi akanmenimbulkan adanya ketidakselarasan hubungan sosial, bahkan mungkinakan menyebabkan adanya sebuah konflik yang tidak mudah untuk diatasi. Menurut Harimurti (2000: 4) menemukan tiga dimensi kosakatayang berhubungan secara signifikan dengan pemahaman adalah keluasanatau keekstensifan (jumlah kata-kata yang diketahui sinonimnya olehsiswa), keintensifan (jumlah makna yang diketahui untuk setiap kata), dankefleksibelan (pilihan makna khusus yang cocok dalam suatu tautan).Seiring dengan perkembang teknologi dan komunikasi yang berkembangdengan pesat, saat ini kemampuan berbahasa anak-anak Indonesia pun ikutberkembang pula. Telepon genggam, komputer, laptop, dan internet sudahmenjadi hal yang biasa dalam lingkungan kehidupan anak-anak Indonesia. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap lingkungan berbahasaanak-anak tersebut. Berdasarkan kenyataan tersebut, kosakata setiap siswaperlu dikembangkan terutama untuk siswa-siswa yang berada pada jenjangpendidikan menengah. Mereka perlu mengembangkan kosakata karenasaat ini tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi mmenyebabkanterjadinya perluasan jenis kosakata dan istilah yang dikuasai. Pengembangan kosakata siswa dapat dilakukan dengan pengajaranmenulis karangan secara intensif dengan berbekal pengetahuan danwawasan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Pengajaran menuliskarangan diharapkan dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswakhususnya yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,sehingga siswa mampu untuk menciptakan karangan dengan piklihan katayang tepat dan sesuai dengan bidang diminati oleh masing-masing siswa. Kemampuan menulis warga masyarakat Indonesia termasuk parasiswa dari pendidikan dasar hingga menengah atas, bahkan mahasiswa 2
  3. 3. perguruan tinggi masih sangat memprihatinkan. Permasalahan dalamkemampuan menulis juga terjadi di siswa kelas XI Teknik MekanikOtomotif A (XI TMO. A) SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx. Hal ini tampak dari dua kali tugas mengarang waktu semester satu.Pada umumnya organisasi isinya masih melompat-lompat sehinggamenampakkan penalaran bahasa yang kurang logis. Pentingnyapenguasaan dan penggunaan kosakata bidang ilmu pengetahuan danteknologi bagi siswa SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx karena hal inidianggap sesuai dengan jurusannya yaitu bidang teknik. Melalui penelitian ini, peneliti memilih siswa kelas XI TeknikMekanik Otomotif A (XI TMO. A). Melalui penelitian ini akan dapatdiketahui minat siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx terhadap penguasaan kosakata bidang ilmu pengetahuandan teknologi yang dilihat dari segi ketepatan penggunaan kosakata yangdigunakan siswa pada karangan setelah mereka mengikuti pelajaranmenulis karangan. Penulis memilih judul “Peningkatan Pembelajaran MenulisKarangan Deskriptif Menggunakan Kosakata Bidang Ilmu Pengetahuandan Teknologi dengan Model Pembelajaran Pendidikan Luar Ruang PadaSiswa Kelas XI Teknik Mekanik Otomotif A SMK xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tahun Pelajaran 2009/ 2010” dengan alasan sebagaiberikut.1. Kemampuan menulis karangan di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx belum mendapat perhatian khusus karena terbatasnya buku petunjuk dan buku pegangan siswa.2. Penguasaan kosakata siswa bidang ilmu pengetahuan dan terknologi siswa masih kurang, hal ini dimungkinkan karena siwa jarang 3
  4. 4. membaca dan berkomunikasi dengan mitra bicara menggunakan kosakata bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Judul tersebut belum pernah dikaji oleh peneliti yang lain.B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, ada beberapa masalah yang muncul dan membutuhkan kajian yang mendalam tentang ketrampilan menulis karangan. 1. Apa saja kosakata bidang iptek yang digunakan dalam karangan siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx? 2. Sejauh manakah penguasaan kosakata bidang iptek pada siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx? 3. Bagaimanakah cara guru mengembangkan kosakata bidang iptek siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx?C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas tujuan yang akan dicapai dengan penelitian ini antara lain: a. Mendeskripsikan kosakata bidang iptek yang digunakan oleh siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx. b. Mendeskripsikan penguasaan kosakata bidang iptek yang tercermin dari karangan siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx. c. Mendeskripsikan cara guru dalam menyampaikan pengajaran mengarang sebagai usaha untuk mengembangkan kosakata bidang iptek siswa kelas XI TMO. A di SMK xxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxx. 2. Manfaat Penelitian 4
  5. 5. a. Manfaat Teoretis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi pengembangan kemanpuan siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan penguasaan kosakata bidang iptek. Selain itu secara teoretis diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan.b. Manfaat Praktis 1) Bagi siswa Penerapan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan kosakata bidang iptek dapat menambah perbendaharaan kosakata siswa dalam bidang iptek. 2) Bagi guru Hasil penelitian ini dapat memberikan pengalaman agar para guru dapat menerapkan metode yang lebih inovatif dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. 3) Bagi sekolah Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi guru untuk meninjau kembali hal-hal yang mendukung kegiatan belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi. Dan dapat dijadikan referensi atau koleksi pustaka dalam peningkatan akademik melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi belajar siswa yang berimbas pada peningkatan citra sekolah. 5
  6. 6. BAB II KAJIAN PUSTAKAA. Kerangka Teoretik 1. Pengertian Menulis Salah satu pengajaran bahasa Indonesia adalah siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa. Kebiasaan seseorag berpikir logis akan sangat membantu salam pengajaran bahasa. Dalam pengajaran bahasa dikenal adanya empat ketrampilan dalam berbahasa yang perlu dicapai oleh siswa, yaitu ketrampilan mendengarkan, ketrampilan berbicara, ketrampilan membaca, dan ketrampilan menulis (Tarigan, 1983: 1). Keempat ketrampilan tersebut saling berhubungan satu sama lain, tidak boleh dipisahkan, dan harus dikuasai apabila kita ingin benar-benar menguasai bahasa itu sendiri karena keempat ketrampilan berbahasa tersebut erat hubungannya dengan proses berpikir seseorang yang mendasari bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pila berpikirnya. Apabila seseorang semakin terampil berbahasa, maka semakin cerah pula jalan pikirannya. Kemampuan mengarang merupakan salah satu ketrampilan berbahasa. Dengan membaca suatu teks/ karangan kita dapat mempelajari maksud atau pikiran orang lain lewat tulisannya, sedangkan dengan mengarang kita dapat menyampaikan maksud atau pikiran kepada orang lain. Juga dengan mengarang kita dapat merekam pikiran, perasaan serta kesan-kesan dengan cara menuliskannya. Dalam kegiatan pembelajaran menulis, siswa diarahkan untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa tulis. Siswa diharapkan dapat menuangkan idenya secara runtut, sesuai dengan isi yang tepat, struktur yang benar sesuai dengan konteksnya. Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia berorientasi pada hakikat pembelajaran bahasa bahwa belajar bahasa adalah belajar untuk 6
  7. 7. dapat berkomunikasi dengan baik dan belajar sastra adalah belajarmenghargai manusia dan nilai-nilai kemanusiaannya. Menulis merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupankita. Melalui menulis, kita dapat mengungkapkan pikiran, menuangkansegala ide, mengekspresikan pikiran, perasaan, ilmu pengetahuan danpengalaman-pengalaman ke dalam bahasa tulis. Bentuk pengungkapantersebut dapat kita wujudkan melalui puisi, artikel, cerpen, sketsa, maupunkarangan bentuk lain. Menulis merupakan salah satu ketrampilanberbahasa yang digunakan untuk berkomunikasin secara tidak langsung,tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatukegiatan yang produktif dan eksresif. Ketrampilan menulis ini tidak datangsecara langsung, akan tetapi dibutuhkan latihan terus-menerus secarateratur sehingga akan dapat menghasilkan suatu karya yang bagus. Menulis atau mengarang adalah kegiatan berbahasa yangmenggunakan tulisan sebagai mediumnya. Kegiatan berbahasa tersebutadalah dalm rangka menyampiakan pesan kepada orang lain. Pesan yangdimaksud harus mudah dipahami karena menulis merupakan salah satubentuk komunikasi. Penembangan pengajaran menulis harus mendapatperhatian khusus sejak pendidikan dasar. Sebagai aspek kemapuanberbahasa menulis dapat dikuasai oleh siapa saja yang memilikikemampuan intelektual yang memedai. Berbeda dengan kemampuanmenyimak dan berbicara, ketrampilan menulis tidak diperoleh secaraalamiah, tetapi perlu dilatih sunggguh-sungguh. Menurut Karsana (1986: 4), menulis merupakan kegiatan menulis,menyusun, dan mengikat. Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwamenulis merupakan kegiatan yang sangat kompleks. Hal ini dapat diartiaknbahwa menulis dapat digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan,mengekspresikan, megutarakan maksud tertentu, menerangkan, 7
  8. 8. meyakinkan, menjelmakan, dan sebagainya. Perwujudan kegiatan menulisdiperlukan persyaratan formal yang tentunya melibatkan berbagai faktoryang berpengaruh. Pemahaman yang baik terhadap aspek menulis ini akanmemberikan sumbangan yang bermanfaat. Berdasarkan lingkup dan aspeknya, menulis memang dapat ditinjaudari berbagai segi. Ditinjau dari proses kegiatan yang ditempuh,melibatkan sejumlah kegiatan yang beragam, antara lain pengelolaangagasan ide yang baik, penataan kalimat yang mengandung koherensi,pengembangan paragraf, dan pengembangan beberapa paragraf menjadisebuah wacana yang menarik untuk dapat dinikmati oleh pembaca. Untukdapat menulis sebuah karangan yang sederhana pun, secara teknis seorangpenulis dituntut untuk dapat memenuhi persyaratan dasar seperti menuliskarangan yang rumit. Kita harus memilih sebuah topik, membatasi topikpermasalahan, mengembangkan gagasan dalam rangkaian kalimat yanglogis, dan sebagainya. Mengarang merupakan proses yang perlumelakukan latihan secara terus-menerus untuk dapat menghasilkas sebuahkarangan yang bagus. Ketrampilan menulis sebagai salah stu ketrampilan berbahasamempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia.denganmenulis, sesorang dapat mengungkapkan pikiran dan perasaannya untukmencapai tujuan yang dimaksudkan. Menulis merupakan suatu kegiatanuntuk melahirkan pikiran dan perasaan kita dengan sebuah tulisan. Dapatjuga diartikan bahwa menulis merupakan sebuah kegiatan berkomunikasiuntuk mengungkapkan pikiran, perasaan, gagasan ataupun saran secaratertulis. Menulis juga merupakan sebuah rangkaian kegiatan untukmengungkapkan pikiran, perasaan, gagasan ataupun saran secara tertulisagar mudah dipahami dan dimengerti oleh orang lain. 8
  9. 9. Bagi Yang bermaksud Membuat PTK Bahasa Indonesia Model ini Silahkan hubungi kami di http://s-surya62.blogspot.com Silahkan isi buku tamu atau email di Ssurya546@gmail.com Dan kirimkan identitas email AndaPanjang halaman PTK 117 tidak termasuk awal dan akhir Laporan PTK Kapasitas file kurang lebih 9 Mb Lengkap dengan grafik dan foto 9
  10. 10. 10

×