PABRIK GULA HINDIA BELANDA

40,406 views
40,144 views

Published on

Published in: Technology
1 Comment
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
40,406
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
318
Actions
Shares
0
Downloads
1,072
Comments
1
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

PABRIK GULA HINDIA BELANDA

  1. 1.       PABRIK GULA HINDIA BELANDA.  (BAB IV)       
  2. 2. IV. Pabrik gula besar dahulu dan sekarang. Sejarah Pabrik Gula Besar di Indonesia. Sebagai acuan dan untuk lebih memperluas pandangan, sekilas kita kaji dan amati bagaimana Indonesia memulai industri gulanya dengan pabrik gula besar yang pernah menghantar Indonesia sebagai exporter gula terbesar didunia, dan dari semua buku maupun Handbook of sugar manufacture/ proses/ machinery selalu menjadikan industri gula di Java menjadi acuan atau dengan kata lain mereka belajar dari Indusri Gula Indonesia (Jawa). 4.1.Pabrik gula di Indonesia (abad 17 - 18 - 19). Perkembangan penggilingan atau pengepresan tebu di Jawa, secara agak besar dimulai pertama kali pada pertengahan abad-17 di dataran rendah Batavia, dikelola oleh orang-orang Cina. Kemudian di awal abad-19 muncul industri gula modern di Pamanukan- Ciasem, Jawa Barat, yang dikelola oleh para pedagang-besar dari Inggris. Yang karena kesalahan lokasi hanya bertahan satu dasawarsa (kekurangan tenaga kerja) . Kehancuran industri gula Inggris (Pamanukan-Ciasem) digantikan industri gula Belanda dalam kurun cultuurstelsel. VOC mulai melakukan pengiriman gula Batavia sejak 1637 ke Eropa, dengan jumlah ekspor per tahun lebih dari 10.000 pikul. 130 buah penggilingan pada tahun 1710 , dengan produksi rata-rata setiap penggilingan sekitar 300 pikul. tahun 1745 terdapat 65 penggilingan, sedang pada 1750 naik menjadi 80, dan diakhir abad ke-18 merosot tinggal 55 penggilingan yang memasok sekitar 100.000 pikul gula. Bab IV -1
  3. 3. Bentuk dan tehnologi pengepres tebu ini, hanya terdiri dari dua buah silinder batu atau kayu yang diletakkan berhimpitan, dengan salah satu selinder diberi tonggak sedang pada ujung tonggak diikatkan ternak, atau digunakan tenaga manusia (digerakkan secara manual) untuk memutar selinder. Sementara itu pada salah satu sisi pengepres biasanya satu orang atau lebih memasokkan tebu. Kemudian hasil pengepresan dialirkan ke kuali besar yang terletak tepat di bawah selinder. Mudah pengoperasiannya dan dapat dipindah-pindahkan menurut kebutuhan. Di masa panen tebu, penggilingan-penggilingan ini akan dibawa menghampiri kebun yang sedang panen. Harga kuda lebih mahal dibanding sapi atau kerbau Mesin pabrik gula ( 1830). Industri gula di Jawa Barat didukung oleh modal besar, dengan menggunakan mesin-mesin impor yang sebelumnya tidak pernah digunakan di Jawa, seperti bisa dilihat dalam salah satu surat Jessen Trail and Company ditujukan kepada NHM (Bank Tempo doeloe) yg mengatakan: In embarking on the enterprises we now have on hand, we were sensible of the deficiency of the rude and imperfect machinery by which the manufacture of sugar was carried on here, and therefore determined to import European machinery, with skilful men to conduct the same… We now have [1826] three distinct sets of mills, Bab IV -2
  4. 4. where we employ a European horizontal mill with three cylinders, driven by a six horsepower steam engine; a European eight horse-power mill, with three cylinders, worked by cattle, and three auxilliary stone perpendicular mills, also worked by cattled, with six complete sets of iron boilers and iron and copper clarifiers; as also three distilleries, comprising six European copper stills ... and a suitable complement of fermenting systems for distilling the molasses into Arak and Rum. Sejak tahun 1830 di Pekalongan terdapat tiga buah pabrik gula yang beroperasi untuk menggiling tebu-tebu gubernemen, dua diantaranya dioperasikan oleh orang-orang Tionghoa, yaitu oleh Gou Kan Tjou di desa Wonopringo dan Tan Hong Jan di desa Klidang. Sedang yang ketiga dioperasikan oleh Alexander Loudon, seorang bekas pedagang besar Inggris yang dilibatkan kerja administratif dalam kurun pasca Raffles. Loudon menjadi fabriekant di pabrik gula Karanganjar, kabupaten Pemalang. Loudon selain membangun pabrik di Pemalang, juga bersama De Sturler dan Verbeek membangun pabrik gula Poegoe dan Gemoe di Kendal pada tahun 1835-36.Namun karena keterbatasan informasi untuk ketiga pabrik gula di atas maka pembicaraan lebih diarahkan pada tiga buah pabrik modern yang didirikan sekitar tahun 1837-1838 yaitu Wonopringo, Sragie, Kalimatie. Ketiga pabrik gula di Pekalongan ini memakai lahan sawah untuk tebu seluas sekitar 1500 bau, pabrik Sragie dun Kaliematie masing-masing menggunakan 400 bau, dan Wonopringo, yang terbesar, memakai 700 bau lahan sawah (1ha=1,5 bau) .Tenaga kerja dari buuruh pribumi yang diikat dengan kontrak, Kontrak-kontrak gula gubernemen tersebut mengikat petani untuk bekerja tanpa batas waktu yang tegas: Bab IV -3
  5. 5. kontract iki bakal kanggo setaun, atawa saingga kongsi rolas taun, apa kersane kandjeng gupernemen. Sedang kerja-kerja yang terkait dalam kontrak tersebut meliputi: Sakabehe pegawejan ing dalem panggilingan sarta ing dalem kebon atawa nebang tebu, amek kaju bakar, iku uwong-uwong amesthi anglakoni pegawejan iku. Varietas tebu yang ditanam merupakan jenis terbaik, dengan kadar rendemen (kadar gula dalam tebu) tinggi yang hanya dihasilkan oleh tebu yang dikenal dengan sebutan zwarte Cheribonriet (Tebu Hitam dari Cirebon), mulai digunakan sistem Reynoso tahun 1863, para buruh tebang (rappoe) bisa menghasilkan antara 30 hingga 50 ikat/ kolong tebu (atau antara 750 hingga 1.250 batang tebu). Panen setiap tahun, untuk setiap bau tidak mencapai 25 pikul. Jumlah yang sering didapat dalam setiap panennya antara 17 hingga 22 pikul. Setiap hari, selama musim panen dan giling, pabrik memerlukan 40 hewan penarik beserta tukang gerobak. Panen tebu 1850-1865. Tahun Wonopringo Sragie Kalimatie Total 1850 11.204 9.462,44 8.724,24 29.390,68 1851 13.759,80 9.635,12 8.950 32.344,92 1852 8.892,50 7.212,50 6.120 22.225 1853 14.324,88 7.381,60 10.292,86 31.994,34 1854 21.518,16 10.282,16 9.550,13 41.350,57 1855* 24.441 9.161 12.591 46.193 1856 25.729,32 9.445,95 12.163 47.338,27 1857 29.933 12.850,11 11.000 53.783,11 1858 33.333,96 12.700 13.363 59.396,96 1860 31.994,26 11.867,78 14.250 58.476,46 1861 31.927,59 9.043,87 13.505 54.476,46 1862 27.792,92 11.540,97 15.500 54.834,89 1865 40.869,55 11.638,24 27.000 79.507,79 Sumber: Jaarlijks Rapporten van de Residentie Pekalongan, 1834-1865. (AC1624) Satuan pikoel. Bab IV -4
  6. 6. 4.2.Pabrik gula abad 20 (1934) Suikerfabriek Pangka Bab IV -5
  7. 7. Suikerfabriek Tjomal Bab IV -6
  8. 8. Kemlangen SF Kedawoeng SF Bab IV -7
  9. 9. Suasana suikerfabriek Bab IV -8
  10. 10. Dari laporan Proefstation Voor De Java Suikerindustrie – Jaargang 1934 didapatkan data data performance pabrik gula sbb: Pabrik dan performancenya (untuk per pabrik dalam tabel terlampir). Tahun Ton tebu/ha Gula ton/ha Rendemen % 1933 132.0 15.58 11.80 1932 133.7 14.99 11.21 Statiun pemerahan. Statiun pemerahan atau tandem mill belum sehebat sekarang, masih menggunakan rangkaian 3 unit gilingan dengan ukuran 30” x 60 “ atau satu crusher dengan 3 dan 4 gilingan ukuran bervariasi dari diameter 24” sampai 34 “ dengan pamjang bervariasi dari 60” sampai 78” atau dengan 2 unit crusher diikuti dengan 3 atau 4 gilingan atau dengan meinecke diikuti dengan serangkaian gilingan (rincian per pabrik pada tabel terlampir). Preparator Jumlah Ukuran Ton Imbibissi Brix (Voor Purity mill mill tebu/jam % tebu persap) unit D” X L” _ 3 30 x 60 32.2 20.4 17.8 84.8 _ 4 30 x 60 34.9 17.6 19.0 87.4 Crusher 4 30 x 60 45.9 17.5 18.9 87.2 Crusher 4 32 x 72 60.8 18.2 18.8 86.7 Crusher 4 34 x 78 70.4 18.2 19.9 87.5 Crusher 4 36 x 84 83.2 14.9 20.7 88.8 _ 5 32 x 72 46.3 18.3 18.9 86.6 Crusher 5 30 x 60 54.5 21.6 19.0 86.8 Crusher 5 32 x 68 46.8 17.5 18.4 85.6 Crusher 6 36 x 84 96.9 14.0 19.3 89.6 Bab IV -9
  11. 11. Bagi pelaku industri gula pasti menarik kesimpulan bahwa statiun pemerahan saat ini jauh lebih sempurna dibanding masa lalu, tetapi performance pemerahan sangat dibawah masa lalu dan kesimpulan yang dapat diambil adalah karna kwalitas tebu masa lalu dan managemen tebang angkut masa lalu sangat jauh lebih baik dari masa kini. Gilingan tahun 1930 Volume tangki pengendap , luas filter, juice heater, verdamper, pan masakan dan kristaliser per 100 tcd. Defikasi Thn Tangki Filter Juice heater Verdamper Pan masak Cristaliser endap (Hl) (m2) ( HS - m2) (HS - m2) (HS - m2) (Hl) 33 81 – 38 34 30 116 30 145 32 77 – 27 33 32 113 33 159 Bab IV -10
  12. 12. Sulphitasi Thn Tangki Filter Juice heater Verdamper Pan masak Cristaliser endap (Hl) (m2) ( HS - m2) (HS - m2) (HS - m2) (Hl) 33 83 34 34 120 38 166 32 81 – 21 34 - 16 33 118 39 159 Carbonatasi Thn Tangki Filter Juice heater Verdamper Pan masak Cristaliser endap (Hl) (m2) ( HS - m2) (HS - m2) (HS - m2) (Hl) 33 29 - 13 28 133 35 167 32 29 - 13 27 126 34 171 Tabel diatas menunjkkan bahwa pemurnian masa lalu dilakukan sangat sederhana, belum ditemukan bahan pembantu ntuk mempercepat pengendapan (polymer baru dikembangkan tahun 1950), belumditemukan alat control pH (pH ajuster), belum diterapkan continous clarifier yang ada adalah tangki pengendap (bezinking kasten) dengan operasi terputus. Sistem penapisan nira kotor masih belum menggunakan rotary vacuum filter masih menggunakan filter model kuno Plate and frame clotch filter. Sentrifugal separator vertical 30” x 18” unit per tcd Ukuran D” x H” Defikasi Sulphitasi Carbonatasi 30” x 18” 2.50 3.73 3.68 Bab IV -11
  13. 13. Centrifugal dengan penggerak turbine air masih ada yang digunakan. Data syrup purity dll. Defikasi. Thn S.P A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 33 87.5 91.9 87.0 69.3 94.2 77.4 59.5 95.8 67.1 47.7 66.2 60.8 55.0 32 86.4 91.9 86.3 69.0 93.9 75.3 56.0 95.8 67.0 48.2 64.3 58.3 54.2 Sulphitasi Thn S.P A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 33 88.0 91.6 89.9 75.8 93.6 81.0 63.1 95.8 70.2 49.8 64.5 60.1 57.9 32 86.8 91.8 87.9 72.2 93.9 78.0 59.0 95.8 67.7 47.9 64.1 59.5 57.7 Bab IV -12
  14. 14. Carbonatasi Thn S.P A.1 A.2 A.3 C.1 C.2 C.3 D.1 D.2 D.3 K.1 K.2 K.3 33 90.1 91.8 91.8 79.2 93.5 82.8 65 95.8 70.8 48.7 63.5 61.3 60.5 32 89.8 92.1 90.2 76.3 93.9 80.9 60.7 96.3 69.0 45.9 65.1 63.3 61.9 Note: Thn :Tahun SP :Syrup purity A1 :Brix cuite A A2 : Purity cuite A A3 :Purity stroop A. C1 :Brix cuite C A2 : Purity cuite C A3 :Purity stroop C. D1 :Brix cuite D D2 : Purity cuite D D3 :Purity stroop D. K1 :% kristal cuite A K2 : % kristal cuite C K3 :% kristal cuite D. Rendemen tersebut dicapai dengan instalasi yang didukung teknologi abad 19, istilah zaman sekarang adalah zaman sepur lempung, angka tersebut bukan hanya untuk bernostalgia tetapi sebagai bahan kajian kenapa dengan keterbatasan teknologi dibanding saat ini bisa mencapai performace yang belum bisa kita capai, yang agak aneh kita heran melihat negara produsen gula dengan produksi diatas 10 ton per ha, dan beramai ramai study banding kenegara tersebut, padahal bukankah kita sudah mampu mencapainya , kenapa kita tidak kaji kembali Rumah buruh dan Loji meneer Bab IV -13
  15. 15. Saksi bisu keberhasilan industri gula tempo dulu. Bab IV -14
  16. 16. Tayuban pesta buka giling konon merupakan kesukaan toewan toewan Tayub dan pesta sebelum giling selalu diadakan sebenarnya dengan tujuan tujuan tertentu, seperti dimaklumi budaya masarakat saat itu untuk bekerja sebagai buruh kampanye/ musiman diikat dengan kontrak salah satu diantaranya adalah batasan untuk tidak mbolos, untuk mendapatkan buruh secukupnya dibuat kontrak dengan uang muka sebelum giling yang sudah diperhitungkan akan dihabiskan pada saat pesta buka giling, karena disamping tayuban, pelacuran dan perjudian juga diadakan saat pesta buka giling, nah begitu uang habis baru buruh akan masuk bekerja dan kalau melanggar sangat berat hukumannya, zaman dulu di landraad. Tanaman tebu zaman dulu. Pemuliaan tanaman telah dilakukan oleh peneliti peneliti Belanda , dari catatan Belanda sudah mengkoleksi berbagai jenis tebu dari berbagai lokasi : Saccarum spontaneum Talahib dari Philippijnen Glagah paloe, koelawi, biroh soengi moepanga dari Celebes Glagah djantoer, kinggoerang oewis, glagah m moentai dari Borneo Glagah prapat dari Sumatra. Mandalay 1 dari Burma Dacca, Coimbatore dari India Bab IV -15
  17. 17. Saccarum officinarum. Teboe salah dari Borneo Dll Pemupukan zaman dahulu. Barangkali pupuk masih harus di datangkan dari Eropa , tetapi saat itu sudah dikenal istilah MEST ( tandurane opo wis di mes = tanamannya apa sudah dipupuk), sudah dikenal: ZA Fostaat bemesting / DS (Double super phosphate) pupuk phosphat. Kali bemesting pupuk kalium Groen bemesting pupuk hijau. Nitrophoska pupuk majemuk. Berikut catatan penggunaan pupuk dan hasil produksi. Afdeling Bemesting Ton tb/ha R% NPK T tb/ha R% Rejoagoeng 6 ZA 152.3 12.48 2 NPK 155.9 12.19 Rejoagoeng 6 ZA 170.1 12.64 2 NPK 168.9 12.43 Mojo 7 ZA 128.2 12.01 2 NPK 141.5 11.73 Mojo 8 ZA 111.2 13.58 2 NPK 134.2 13.47 Mojo 7 ZA 150.7 12.61 2 NPK 162.2 12.30 Tasik madu 6ZA+13/4DS 145.8 12.98 2 NPK 153.5 12.57 Tjepiring 51/2 ZA 117.8 9.17 2 NPK 130.0 9.23 Tjepiring 5 ZA 90.1 12.51 2 NPK 12.21 Medari 51/2 ZA 126.8 13.09 11/5 NPhoska 13.08 Medari 51/4 ZA 134.3 12.21 11/5NPhoska 12.28 Bab IV -16
  18. 18. SF Kebon Agoeng Bab IV -17
  19. 19. Masa masa penurunan over all performance. SEBELUM DIAMBIL ALIH SETELAH NASIONALISASI 1957 Bartholomeus machinist sf Krian 1867 Terlihat setelah masa Nasionalisasi mulai terjadi kecenderungan penurunan performance Tebu pengantin bagian ritual buga giling Bab IV -18
  20. 20. 4.4. Tahun Pembuatan Pabrik Gula Lama. Dari 190 unit pabrik gula di Jawa yang beroperasi tahun 1931 hanya 177 unit dan 1939 hanya 84 unit 68 unit ditutup sementara sampai dengan 1999 sisa pabrik lama yang masih dioperasikan tinggal 50 unit. 1. Pabrik Gula Sindanglaut Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2735/1923 Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2736/1923 Bab IV -19
  21. 21. Single cylinder RH vacuum pump, Stork, 3285/1929 2. Tersana Baru Dengan dua set gilingan gilingan barat dan gilingan timur, gilingan barat dengan mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920,Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920. Gilingan timur dengan mesin uap Single cylinder LH mill engine, Stork, 2789/1923,Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1920,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1920 3. Pabrik Gula Jatibarang Mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2157/1916,Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2158/1916. Bab IV -20
  22. 22. 4. Pabrik Gula Pangka Single cylinder RH mill engine, Stork, 2559/1920 Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2370/1917 Bab IV -21
  23. 23. Mesin uap Single cylinder LH mill engine, Stork, 2369/1917,Single cylinder engine, belt drive for A/B centrifugals, Stork, 1770/1910 Aslinya dengan 10 unit ketel operasi bersama, sembilan sudah dibesi tuakan. Stork 1940, Stork 1923, Stork 1921, Stork 1922,Werkspoor 1925, Stork 1925, Stork 1921, Stork 1917, Missing, Voorheen 1917. 5.Pabrik Gula Sumberharjo Bab IV -22
  24. 24. Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 1912/1912 6. Pabrik Gula Rendeng (The mill now has very few stationary steam engines). Mesin tua yang masih digunakan Belt engine for kultrog, Stork, 1705/1908 7. Pabrik Gula Gondang Baru Mesin uap yang digunakan Single cylinder RH mill engine, Fulton Iron Works, 1920, Corliss valves, dan Single cylinder LH mill engine, Stork, 1940/1912,Single cylinder LH mill engine, Stork, 1129/1899.Single cylinder LH mill engine, Stork, 878/1893, 8.Pabrik Gula Soedhono Bab IV -23
  25. 25. Mesin uap Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor 1950. 9.Pabrik Gula Purwodadi Bab IV -24
  26. 26. Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1926 Bab IV -25
  27. 27. Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor, 1926 10. Pabrik Gula Rejosari Bab IV -26
  28. 28. Single cylinder LH mill engine, Hallesche, 2020/1924,Single cylinder LH mill engine, Hallesche, 2048/1925 11. Pabrik Gula Kanigoro Bab IV -27
  29. 29. Single cylinder LH dual drive mill engine, Mirrlees Watson, out of use by 2004, replaced by Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork 3203/1928, ex-Tasikmadu Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, 1883 12. Pabrik Gula Merican Single cylinder RH mill engine, Stork, 3251/1929 Single cylinder vacuum pump, Buckau, 1909 - ex Krian Bab IV -28
  30. 30. 13. Pabrik Gula Jombang Baru Setelah beberapa tahun ditutup dibuka kembali tahun 1955, tahun 1989 ada penambahan ketel baru station gilingan masih menggunakan mesin uap.mesin uap yang digunakan Single cylinder LH mill engine, Stork, 3181/1928,Single cylinder LH mill engine, Stork, 3321/1930, single cylinder LH mill engine, Stork, 3255/1929, single cylinder RH mill engine, Stork, 2787/1924 (R), single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 1926 14.Pabrik gula Cukir Mesin uap Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, (1883 on base),Single cylinder vacuum pump, Manlove, Alliott and Fryer, (1883 on base) 15.Pabrik Gula Tulangan Bab IV -29
  31. 31. Mesin uap Single cylinder RH mill engine, Werkspoor 1927 ( Meier Mattern hydraulic valve system),Single cylinder RH mill engine, Stork, 2577/1920,Single cylinder RH mill engine,Werkspoor 1927 ( Meier Mattern hydraulic valve system),Single cylinder RH mill engine, Stork, 3155/1928,Single cylinder vacuum pump, Werkspoor 1917, Single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 435/1900 16.Pabrik Gula Wonolangan Bab IV -30
  32. 32. Single cylinder RH mill engine 1, Stork, (R) 2560/1920 Single cylinder vacuum pump, Breda 910/1917 17.Pabrik Gula Gending Mesin uap Single cylinder engine, W Maxwell, Djokdja, 1892, Single cylinder LH mill engine, Stork, 2569/1920 (R),Single cylinder RH mill engine, Stork, 2613/1920,Single cylinder LH mill engine, Single cylinder RH mill engine, Hallesche, 2148/1927 Bab IV -31
  33. 33. 18.Pabrik gula Pajarakan Single cylinder LH mill engine, Stork, 2193/1916 (R) Single cylinder LH mill engine, Stork, 1878/1910 19.Pabrik gula Wringinanom Bab IV -32
  34. 34. Mesin uap Single cylinder RH crusher engine, Stork, 2740/1923,Single cylinder RH mill engine,Hallesche, 2049/1925 (R),Single cylinder RH mill engine, Werkspoor (R),Single cylinder RH mill engine, Fijenoord, 1926 (R),Single cylinder LH mill engine, Stork, 3278/1929 20. Pabrik gula Olean Mesin uap Single cylinder RH crusher engine, Stork, 3336/1930,Single cylinder LH mill engine, Fijenoord, 192?,Single cylinder LH mill engine, Fijenoord, 1926,Single cylinder LH mill engine, Werkspoor, 1923 ,Single cylinder vacuum pump, Fives-Lille, 1891 ,Single cylinder vacuum pump, Fives-Lille, 1892 , Vertical cylinder engine for kultrog, said to be Marshall, 1893 Terdapat 6 unit ketel: Bab IV -33
  35. 35. Burgerhout Rotterdam 192, P.T. Trisula Abadi 1993, ditto. 1992, Maschinenfabrik Breda, E. Rombouts., ditto. 21.Pabrik gula Panji Mesin uap Single cylinder RH dual drive mill engine, Werkspoor, 1924,Single cylinder RH dual drive mill engine, Werkspoor, 1924,Single cylinder vacuum pump, Werkspoor, 1921 22.Pabrik gula Trangkil (This private mill uses undocumented modern equipment.) 23.Pabrik gula Rejoagung (RNI Group). 24.Pabrik gula Kebonagung (PT Kebon Agung) Mesin uap gilingan sudah diganti dengan turbine uap. Bab IV -34
  36. 36. 25.Pabrik gula Krebet Baru I dan II (RNI Group) There are two mills in the same compound, the first contains some stationary steam engines and the second is 100% modern. The following were in use until the end of the 2003 season and then replaced by modern machinery. Mesin uapSingle cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1924,Single cylinder mill engine, RH Corliss valves (!), Ste. Ame. J. Gilain, Tirlemont - Belgique ,Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926,Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926 Bab IV -35
  37. 37. 26 Pabrik gula Karangsuwung (a small mill 3km south of Sindanglaut). Mesin uap single cylinder mill engine, Co De Fives-Lille, 1876,Single cylinder LH mill engine, Stork, 2319 / 1917. 27.Pabrik gula Mojo (A small mill at Sragen near Solo.) 28.Pabrik gula Madukismo (RNI Group dibangun tahun 1950s) The mill was modernised ca 1976 and all steam powered equipment removed. Bab IV -36
  38. 38. 29.Pabrik gula Candi ( RNI group) Mesin uap Single cylinder RH mill engine, Hallesche, 2229/1920, Single cylinder LH mill engine, Stork, 1947/1912, (R) new in 2003 ex-Kadhipaten.Single cylinder belt engine, driving centrifuges, Stork, 1378/1906 30.Pabrik gula Watutulis (A small mill south-west of Surabaya, just south of Krian) Mesin uap Single cylinder mill engine, RH Haniel & Lueg, 1926 , Single cylinder RH dual drive mill engine, Stork, 2916/1925 Bab IV -37
  39. 39. 31.Pabrik gula Krembung (A small mill south-west of Surabaya) Mesin uap Single cylinder LH dual drive mill engine, Werkspoor ,Double cylinder mill engine, Werkspoor, 910/1908 dll. Bab IV -38
  40. 40. 4.3.Pabrik gula besar abad 21. Kantor Direksi PTP Nusantara XI Mulai tahun 1957 permerintah Republik Indonesia melalui menteri Pertahanan RI saat itu melakukan pengambilalihan semua perusahaan milik Belanda, selanjutnya berdasarkan UU no 86 tahun 58 semua perusahaan perkebunanan milik Belanda dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia, untuk pengelolaan selanjutnya dibentuklah badan nasionalisasi perusahaan milik Belanda atau disingkat BANAS yang ditindaklanjuti dengan pembentukan Badan Pengawas Uumum Perusahaan Perkebunan Negara atau BPU - PPN yang berkedudukan di Jakarta dengan tugas mengawasi dan mengkoordinir kegiatan perusahaan yang berada di daerah-daerah. Dalam perkembangan di tahun-tahun berikutnya BPU - PPN dikelompokkan sesuai dengan jenis bududaya tanamannya yaitu yang pertama adalah perkebunan yang mengelola aneka tanaman dan yang kedua adalah perkebunan yang mengelola gula. Perkembangan berikutnya Perusahaan Negara Perkebunan tersebut berubah bentuknya menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (PTP) beberapa pabrik gula oleh Pemerintah diputuskan untuk dikelola PT RNI II. Bab IV -39
  41. 41. Selanjutnya berdasatrkan peraturan pemerintah No.16 tahun 1996, PT Perkebunan (Persero) dilebur dalam satu perusahaan perseroan baru dengan nama PT. Perkebunan Nusantara (persero), Beberapa Pabrik gula dengan berbagai pertimbangan diputuskan ditutup dan sebagian diputuskan untuk dihidupkan. 1. Pabrik gula Kadhipaten ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan, mesin uap untuk gilingan single cylinder buatan Stork seri 2784 tahun 1924, pompa single cylinder, raw juice pump buatan Reyneveld. 2. Pabrik gula Jatiwangi ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan. 3. Pabrik gula Gempol ditutup tahun 1999, beberapa peralatan digunakan ditempat lain dan sisanya tahun 2003 diskrap/ dibesi tuakan, 4. Pabrik gula Ketanggungan Barat ditutup beberapa tahun lalu . 5.Pabrik gula Banjaratma ditutup tahun 1992. 6. Pabrik gula Cepiring ditutup tahun 1997 direncanakan akan dibuka kembali tahun 2007 dengan tambahan beberapa peralatan baru. tetapi sd akhir 1987 belum ada perkembangan, tercatat mesin uap torak untuk gilingan buatan stork 1917.(Single cylinder LH dual drive mill engine, Stork, 2179/1917 7.Pabrik gula Kalibagor ditutup tahun 1997 . 8.Pabrik gula Ceper Baru ditutup tahun 1997. 9. Pabrik gula Colomadu ditutup tahun 1997. 10.Pabrik gula De Maas ditutup 1999. 11.Pabrik gula Pakis Baru ditutup tahun 2000 rencana dibuka kembali 2008. 12.Pabrik gula Krian ditutup tahun 1999. Pabrik yang dioperasikan adalah pabrik lama yang diperbaharui beberapa peralatannya dari gilingan, ketel, penguapan, masakan dan centrifugal , beberapa pabrik yang sudah pernah direvitalisasi sbb: 1. Pabrik Gula Lestari 2.Pabrik Gula Sragi Bab IV -40
  42. 42. 3.Pabrik Gula Tasik Madu 4.Pabrik Gula Pagottan. 5.Pabrik Gula Ngadirejo 6.Pabrik Gula Mojopanggung 7.Pabrik Gula Gempolkerep (The mill was modernised some time ago.) 8.Pabrik Gula Kedawung 9.Pabrik Gula Jatiroto 10.Pabrik Gula Semboro 11.Pabrik gula Prajekan. 12.Pabrik gula Asembagus Gilingan PG Kebon Agung sudah modern bukan gilingan asli dahulu. Bab IV -41
  43. 43. Ditambah dengan pabrik baru yang dibangun tahun 1970 – 1995. Joint Sugar Proyect Unit (JSPU) 1976 - 1995. Pabrik Pemerintah Lokasi Tahun Kap tcd ha tebu Ton Gula 1996 ton gula/ha 1 Jatitujuh Jawa Barat 1976 6,000 8,992 16,271 2.03 2 Sei Semayang Sumatera Utara 1982 4,000 7,341 37,529 5.68 3 Kuala Madu Sumatera Utara 1984 4,000 7,746 42,984 6.42 4 Cinta Manis Sulawesi Selatan 1984 7,000 14,016 40,940 3.23 5 Bunga Mayang Lampung 1984 10,000 16,361 39,437 2.71 6 Subang Jawa Barat 1984 4,000 5,247 15,340 3.63 7 Takalar Sulawesi Selatan 1984 3,000 6,650 26,897 4.08 8 Caming Sulawesi Selatan 1985 3,000 5,827 12,255 2.87 9 Peleihari Sulawesi Selatan 1986 4,800 11,015 20,988 1.88 1 Pesantren Baru Jawa Timur 1970 PTP X 2 Tinalangua Sul Ut RNI 3 Cot Girek Nagro Aceh Dar 5000 Bongkar Pabrik Swasta Lokasi Tahun Kap tcd ha tebu Ton tebu 2006 ton gula/ha 1 Gunung Madu Lampung 1978 10,000 21,767 151,888 6.98 2 Gula Putih Mataram Lampung 1987 10,000 20,945 157,636 7.53 3 Sweet Indo Lampung Lampung 1995 8,000 15,170 92,067 6 4 Indo Lampung Perkasa 5 Gunung madu bukhari Sul Teng 5000 Belum ok Performance giling 2003 -2003 No. Uraian Luas Tebu Digiling Rendemen Hasil Hablur Digiling Jumlah Per Ha (%) Jumlah Per Ha. (Ha.) KPP BUMN KPP BUMN(Ton) (Ton). ( Ton ) (Ton) Jawa 1 PT. PG Rajawali II 20.197,1 1.194.004 59,1 7,11 84.844,3 4,20 2 PTP. Nusantara IX 27.999,2 1.768.803 63,2 6,89 121.953,5 4,36 3 PTP. Nusantara X 54.625,3 4.149.066 76,0 6,92 287.107,1 5,26 4 PTP. Nusantara XI 61.007,1 4.518.639 74,1 7,10 320.599,1 5,26 5 PT. Kebon Agung 19.677,9 1.213.188 61,7 6,58 79.835,2 4,06 6 PT. Madu Baru 4.799,8 368.614 76,8 6,70 24.681,0 5,14 7 PT. PG Rajawali I 20.259,7 1.576.098 77,8 6,71 105.740,4 5,22 Luar Jawa 8 PTP. Nusantara II 9.378,9 659.416 70,3 4,06 26.782,2 2,86 9 PTP. Nusantara VII 25.811,9 1.462.693 56,7 6,87 100.532,3 3,89 10 PTP. Nusantara XIV 10.446,1 531.218 50,9 5,49 29.260,1 2,79 11 PT. PG Rajawali III 6.578,9 462.963 70,4 7,55 34.932,2 5,31 Sumber : Perusahaan-perusahaan gula diolah di Sekretariat Dewan Gula Indonesia dan APTRI 2004 Bab IV -42
  44. 44. Menuju Swa Sembada Gula Nasional. Wacana untuk swa sembada sudah lama didengungkan, sejak Pemerintahan Presiden Megawati sampai Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa statemen kebijakan dan sasaran telah banyak dipublikasikan sejak tahun 2003. Target Swa Tahun Pejabat Sembada Kebijakan 2003 Rini Suwandhi 2007 Target swa sembada gula Memperindag 06/06/03 Bungaran Saragih 2007 Tidak perlu pabrik baru KOMPAS Menteri Pertanian Perluasan areal sd 400.000 ha. 28/07/04 Bungaran Saragih 2008 Mundur dari target awal 2007 S Harapan Menteri Pertanian 29/7/04 Megawati 2008 Mundur dari target awal 2007 S Harapan Presiden 28/10/05 Anton Apriantono 2009 Pembangunan pabrik baru Suar merr Menteri Pertanian 02/07/07 Ahmad Manggabarani 2009 Dibentuk TKPPG 1 juta ton pada Dirjenbun Tahun 2009 29/08/07 Ahmad Manggabarani 2009 9 pabrik akan beroperasi 2009 Antara Dirjenbun 4 milik BUMN yg lain swasta 05/09/07 Ahmad Manggabarani 2009 Pabrik baru Jatim, Kalbar,Sumbar Antara Dirjenbun 2 lagi di Sulsel. 26/06/07 Agus Pakpahan 2009 4 PG baru 2009 Anttara Deputy Meneg BUMN 28/07/07 Fahmi Idris Membangun Pabrik Gula Merah Menteri Perindustrian Putih (karya nasional). 19/01/08 Yusuf Kalla 2009 Menaikkan rendemen 2% Liputan 6 Wapres Revitalisasi pabrik lama dan tambah pabrik baru. Bab IV -43
  45. 45. Langkah menuju swasembada. Kelihatannya grand scenario yang dipilih menuju swasembada gula 2009 masih belum mengerucut , dalam istilah populer masih “pating pecotot” baik grand acton plan maupun pendanaan, pencapaian target swasembada terkesan dan terlihat selalu dijatuhkan pada pemerintahan berikutnya. Bab IV -44
  46. 46. Sementara untuk wacana swa sembada gula Dirjenbun Departemen Pertanian baru membentuk Team Kerja Peningkatan Produksi Gula 2009 (No: 86.1/Kpts/OT.160/7/07 tgl 2 Juli 2007) dengan tugas utama yang harus selesai 2 bulan adalah sbb 1. Membantu menyiapkan bahan dan informasi yang terkait dengan kebijakan rehabilitasi/investasi dan perluasan tanaman sebagai sumber bahan baku. 2. Menyusun rencana aksi peningkatan produksi gula satu juta ton dalam tahun 2008 – 2009. Apa yang salah dengan industri gula kita. A Moerdo Kusumo dalam buku Pengawasan kwalitas dan teknologi pembuatan gula di Indonesia penerbit ITB bandung menyatakan sbb: “Keadaan yang parah ini disebabkan oleh managemen yang membiarkan proses pembuatan gula tersesat menuju proses yang tidak stabil, managemen harus mengembangkan strategy yang sifatnya mencegah masalah agar proses dapat melaju dengan stabil atau dengan sitilah Dr Eward Deming proses dapat diramalkan” “Industri gula Indonesia yang saat ini sedang merana, dengan proses pembuatan gula yang cenderung mengabaikan Pengendalian Proses Secara Satistik ,menuntut perombakan managemen yang mendasar, ini dilaksanakan dengan menerapkan sujumlah premis informasi yang relevan dengan perubahan lingkungan yang lebih luas. Proses pembuatan gula dari tebu rakyat tidak hanya menghasilkan gula saja, tetapi juga sejumlah informasi baru dari penerapan TRI dan TRE, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai masalah baru yang merugikan, menerobos kondisi mental sumber daya manusia diseluruh jajaran managemen yang acuh tak acuh, serta menciptakan a sense of urgency dalam lingkungan industri gula yang terasa mandeg, ini memang tantangan yang timbul dari pembangunan yang berhasil, yang menciptakan berbagai masalah baru yang harus ditundukkan, yang tidak dapat diterobos dengan berbagai peraturan”. Bab IV -45
  47. 47. Scenario menuju swasembada gula. 1. Tanpa membangun Pabrik Baru menaikkan rendemen dan areal tanaman. Dari sisi produktivitas tebu (ton tebu/ha) kita masih masuk peringkat, tetapi dari produktivitas gula Indonesia termasuk dalam kategory rendah, kurang dari 6 ton/ha dengan perbaikan budidaya secara menyeluruh disertai managemen panen dan angkutan maka produktivitas gula (ton/ha) akan naik, dengan 8 ton gula/ha dan luas tanaman nasional 400.000 ha kiranya swa sembada akan tercapai, sehingga sebenarnya Indonesia bukan hanya mampu berswasembada tetapi Indonesia adalah Negara pengexport gula, Pemikiran pabrik baru bisa ekonomis apabila kapasitas diatas 5.000 tcd sebenarnya bermula dari laporan laporan lembaga keuangan dunia baik World Bank, CGI dll dan karena yang ngomong orang bule kita semua langsung meng”amini”, India produsen gula terbesar dunia dengan 553 pabrik gula rata rata kapasitasnya adalah 3.200 tcd dan rendemen diatas 8%, propinsi Punjab 1250 sd 5000 tcd, propinsi Himachal Pradesh 2500 tcd dan propinsi Bihar 10 pabrik gula kapasitas 2500 tcd , Myanmar (Burma) mengoperasikan 17 pabrik gula yang terbesar kapasitas 2.000 tcd terkecil 300 tcd dengan rendemen diatas 8%, tetangga kita Vietnam dengan pabrik yang disebut Handicraft (kapasitas dibawah 10.000 ton tebu pertahun) namun tahun 2006 bisa menjual gulanya ke Indonesia, Pakistan dengan 71 pabrik gulanya dengan kapasitas 2000 sd 2500 tcd dengan rendemen diatas 8% menghasilkan lebih 6 juta ton gula pertahun, Philipina dengan 41 pabrik tua hanya 16 pabrik yang dibangun setelah tahun 1960. 2.Revitalisasi dan membangun pabrik baru. Revitalisasi harus dilakukan secara menyuluruh , dari semua aspek produksi bukan hanya revitalisasi dan peningkatan kapasitas mesin tetapi yang paling penting adalah revitalisasi sumber daya manusia, peningkatan integritas dan loyalitas sumber daya manusia, begitu juga dengan membangun pabrik gula baru akan tidak ada artinya kalau tidak dilakukan pembangunan kembali mental sumber daya manusianya, hal ini sudah terbukti dari belasan pabrik baru yang dibangun di era tahun 80an dengan kapasitas rata rata hamper 5.000 tcd performancenya sangat jelek. Bab IV -46
  48. 48. Performance, kapasitas pabrik gula dan umur pabrik gula tetangga Indonesia. Myanmar. No Sugar Mill Constructed Commissioned Capacity Buatan Year year tcd Negara 1. No.(1) Sugar Mill (Dahutkone) 1998 1999 1500 RRC 2. No.(2) Sugar Mill (Pyinmana) 1981 1984 1500 JAPAN 3. No.(3) Sugar Mill (Pyinmana) 1955 1957 1500 JAPAN 4. No.(4) Sugar Mill (Taung Zin Aye 1998 1999 1500 RRC 5. No.(5) Sugar Mill (Myo Hla) 1998 1999 2000 RRC 6. No.(6) Sugar Mill (Yedashe) 1986 1991 1500 JAPAN 7. No.(7) Sugar Mill (Oattwin) 1998 1999 2000 RRC 8. No.(8) Sugar Mill (Zayyawaddy) 1983 1986 1500 CHECO 9. No.(9) Sugar Mill (Yoneseik) 1998 1999 2000 THAILAND 10. No.(10) Sugar Mill (Duyingabo) 1997 1999 2000 RRC 11. No.(11) Sugar Mill (In-nga-gwa) 1998 1999 2000 RRC 12. No.(12) Sugar Mill (Nawaday) 1997 1998 2000 RRC 13. No.(13) Sugar Mill (Okkan) 1998 1999 2000 RRC 14. No.(14) Sugar Mill (Bilin) 1964 1966 1500 RRC 15. No.(15) Sugar Mill (Shwe-Nyaung) 1982 1983 300 HOLLAND 16. No.(16) Sugar Mill (Kyauk-Taw) 1981 1985 300 HOLLAND 17. No.(17) Sugar Mill (Nammati) 1953 1956 1000 HOLLAND No.(15) Sugar Mill (Shwe Nyaung) was handed over to one of the ethnic groups in 1995. No.(17) Sugar Mill (Nammati) was handed over to one national entrepreneur in 1999. Dilaporkan 8 unit pabrik buatan China 1999 banyak mengalami problem mekanik sehingga tidak dapat dioperasikan secara optimal. Bab IV -47
  49. 49. Vietnam The Viet Nam Sugar and Sugarcane Association (VSSA) said that 37 existing sugar plants have a total daily production capacity of 96,300 tonnes of sugarcane to produce 1.42 million tonnes of sugar, enough to meet local demand. Bab IV -48
  50. 50. Vietnam exports 2,100 tonnes of sugar to Indonesia (Date: 20/09/06) The Bien Hoa Sugar Company has just shipped over 2,100 tonnes of sugar to Indonesia. It is predicted that the company will export an additional 10,000-15,000 tonnes of sugar to other Asian countries this year.* 28 Pabrik gula dengan kapasitas dibawah 150.000 tontebu/tahun, 9 pabrik dengan kapasitas antara 150.000 sd 350.000 ton tebu/thn dan 6 pabrik dengan kapasitas diatas 350.000 ton tebu/thn. Philipina. Bab IV -49
  51. 51. DIRECTORY OF THE PHILIPPINE SUGAR CENTRALS 2006 - 2007 MILL DISTRICT / Planter-Miller Sharing REGION CAPACITY (TCD) LUZON 1. Universal Robina Corp. - CARSUMCO.60/40 II 4,000 2. Basecom, Inc.65/35 III 4,000 3.Sweet Crystals Integrated Sugar Mill Corp. 65/35 III 2,400 4. Central Azucarera de Tarlac 67.5/31.5 1 - CATPA III 7,000 5. Batangas Sugar Central, Inc. 65/35 IV 5,500 6. Central Azucarera de Don Pedro Inc. 65/35 IV 10,000 7. Peñafrancia Sugar Mill V 4,000 NEGROS 1. Central Azucarera de Bais, Inc. 66.5/33.5 VII 8,000 2. Binalbagan-Isabela Sugar Co., VI 12,000 3. Dacongcogon Producers' Coop. Mktg., Inc.65/35 VI 2,200 4. First Farmers Holding Corp. 70/30 VI 4,800 5. Hawaiian-Phil. Co. 68/32 VI 7,500 6 Herminio Teves & Co., Inc. 66.5/33.5 VII 3,000 7. Central Azucarera de la Carlota, Inc. 65/35 VI 12,000 9. Universal Robina Corp. - URSUMCO 66.5/33.5 VII 8,000 10. Sagay Cental Inc. 70/30 VI 4,000 11. Universal Robina Corp. - SONEDCO 70/30 VI 5,000 12. Victorias Milling Company 69.5/30.5 VI 15,000 CENTRAL & EAST. VISAYAS 1. Bogo-Medellin Milling Co., Inc VII 2,800 2. R.D. Durano III and Co., Inc. 65/35 VII 2,000 3. Hideco Sugar Milling Co., Inc. 64/35 1 -SEPSIW VIII 7,000 PANAY 1. Capiz Sugar Central, Inc. 63/37 VI 3,500 2.Passi (Iloilo) Sugar Central, Inc. I 65/35 VI 4,500 3.Passi (Iloilo) Sugar Central, Inc.II 65/35 VI 3,500 MI N D A N A O 1. Busco Sugar Milling Co., Inc. 64/36 X 18,000 2. Crystal Sugar Co., Inc. 64/36 X 8,000 3. Davao Sugar Central Co., Inc. 60/40 XII 4,000 Not In OperatIon: 1. Aidsisa International Corp. VI 4,000 2. Danao Development Corp. VI 3,000 3. Ormoc Sugar Co., Inc VIII 2,000 4. Monomer Sugar Central, Inc. VI 2,500 5. Ragaza Family Corp. VI 3,500 6. Western Agri-Ventures Corp. III 1,200 Bab IV -50
  52. 52. Pakistan ISLAMABAD, Apr 5 (APP): Pakistan has 77 sugar mills with production capacity of 7.1 million tonnes per annum, Ministry of Food and Agriculture and Livestock (MINFAL) sources told APP here Thursday. They said that sugarcane is the main crop cultivated on about one million hectares in the Punjab, Sindh and NWFP. TABLE 1 SUGARCANE CRUSHING, SUGAR PRODUCTION & RECOVERY % 1990-91 TO 2002- 2003 YEAR NO. OF CANE CRUSHED SUGAR MADE RECOVERY MILLS TONNES TONNES % 1990-91 51 22,603,696 1 ,908,838 8.44 1991-92 53 24,795,815 2,296,698 9.25 1 992-93 61 27,274,806 2,375,289 8.71 1993-94 63 34,181,899 2,900,523 8.49 1994-95 66 34,193,290 2,983,101 8.72 1995-96 66 28,151,434 2,449,598 8.70 1996-97 68 27,152,918 2,378,751 8.76 1997-98 71 41,062,268 3,548,953 8.64 1998-99 71 42,994,911 3,530,931 8.21 1999-00 69 28,982,71 1 2,414,746 8.33 2000-01 65 29,408,879 2,466,788 8.39 2001-02 69 36,708,638 3,197,745 8.71 2002-03 71 41 ,786,689 3,652,745 8.74 Bab IV -51
  53. 53. India. Bab IV -52
  54. 54. Kapasitas Pabrik Gula India. Sugar Industry in PunjabSugar Factories Details Rana Sugars Ltd. Buttar Savian, Baba Bakala, Amritsar (Punjab) From 2500 to 5000 TCD The Budhewal Co-op. Sugar Mills Ltd. Budhewal, Ludhiana (Punjab) From 1250 to 2500 TCD The Doaba Co-op. Sugar Mills Ltd. Banga Road, Nawanshahr, Jalandhar, Punjab From 2500 to 5000 TCD The Nakodar Co-op. Sugar Mills Ltd Mehatpur Rd, Nakodar, Jalandhar, Punjab From 1250 to 2500 TCD The Patiala Co-op. Sugar Mill Ltd Patiala Nabha Road, Patiala, Punjab From 1250 to 2500 TCD The Punjab Agro Industries Corpn. Ltd Around Lopoke, Dist. Amritsar Date 9-10-90, P.S. Capacity 2500 The Punjab State Fedn. of Coop.Sugar Mills Ltd At Teh.Dasuya, Dist. Hoshiarpur, Punjab Date 26-10-90, Coop. Capacity 2500 Bab IV -53
  55. 55. Sugar Industry in Himachal Pradesh Sugar Factories Details Mill date capacity SPR Sugars & Chemicals Ltd dt.- 25.9.97, Crushing Capacity- 2500 TCD. Vedika Sugars Ltd dt.-12.6.97, Crushing Capacity- 2500 TCD Bab IV -54
  56. 56. Sugar Industry in BiharSugar Factories Details Mill Date Capacity Amarpur Kisan Sahakari Chini Mills Ltd 7.11.96, Crushing Capacity- 2500 TCD Bihar Coop. Sugar Factories Fedn. Ltd 7.11.96, Crushing Capacity- 2500 TCD Bihar Coop. Sugar Factories Fedn. Ltd 7.11.96, Crushing Capacity- 2500 TCD Brij Kishore Singh, C K S.S.K. Ltd 30.12.97, Crushing Capacity- 2500 TCD Kalyani Wood Products Pvt. Ltd 22.11.96, Crushing Capacity- 2500 TCD Mrs. Ranu Saraf 17.4.97, Crushing Capacity- 2500 TCD. New India Sugar Mills Ltd 17.4.97, Crushing Capacity- 2500 TCD. Sahara India Savings & Inv Co Ltd 26.11.96, Crushing Capacity- 2500 TCD. Shri Gridhar Kumar Saraf 7.11.96 Crushing Capacity- 2500 TCD Supaul Sugar Mills 17.4.97, Crushing Capacity- 2500 TCD Bab IV -55

×