0
INFLUENZA VIRUS BARU H1N1: EPIDEMIOLOGI, PENCEGAHAN & PENGENDALIAN, DAN PENANGGULANGAN PANDEMI AGUS SUWANDONO SEMINAR NASI...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </l...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </l...
<ul><li>Th 2003 dunia dikejutkan oleh wabah virus AI / Flu Burung / H5N1 pada manusia di Thailand&Vietnam. </li></ul><ul><...
<ul><li>Dengan 10 strateginy, banyak yg telah dikerjakan KOMNAS FB-PI, terutama promosi pencagahan penyebaran virus AI, ka...
<ul><li>Namun kita harus tetap waspada karena virus H1 sedang mengalami evolusi terus menerus dan merupakan salah satu  vi...
<ul><li>Bersifat wabah sejak 18 April  2009 di Meksiko , dan secara geografis ada peningkatan daerah endemis di beberapa n...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </l...
Virus influenza  <ul><li>HA (Haemagglutinin)  </li></ul><ul><ul><li>Alat perekat ke membran  sel yang diinfeksi </li></ul>...
<ul><li>Tahan dalam air  – suhu  22 o C  ,  selama 4 hari </li></ul><ul><li>Pada suhu 0 o C  -  tahan >30 hari </li></ul><...
Causal agent virus Influenza A B & C MENYERANG MANUSIA MENYERANG HEWAN (walau beberapa bs menyerang manusia) Sumber: KOMNA...
MAHLUK HIDUP  DAN VIRUS INFLUENZA Sumber: KOMNAS FBPI (2009),  Tim Komunikasi
Unggas air H1 – H15 N1 – N9 influenza Babi   H1N1, H3N2 H1N2, H4N6 (2000) H5N1 (2004) influenza manusia H1N1 (1933,1979)  ...
Source: WHO/WPRO, 2006 Perubahan virus pada babi Unggas peliharaan water birds  Migratory birds Babi Manusia terinfeksi “ ...
POPULASI  BABI  YANG  TINGGI & ENDEMIK  H1N1-2009 PENDUDUK YANG PADAT HUMAN ANIMAL INTERFACE    A  PLACE WHERE DYNAMIC IN...
<ul><li>1918-1919 - Spanish Flu ( H1N1 ) </li></ul><ul><li>   di seluruh dunia ada 40 juta orang  meninggal, </li></ul><u...
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 18 Maret 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 13 April 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 21 April 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 25 April 2009 Public Health Emergency Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu B...
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 29 April 2009 Naik menjadi Fase 5 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 2 Mei 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
WHO – update (10 - 14 Mei 09) 2 Mei 2009: 16 negara   Sumber: Samaan, G (2009). Daily Email Updated 6 Mei 2009:  23 negara...
WHO (2009): H1N1 Daily Update
<ul><li>Karakteristik penyakit  onset  mendadak dan menyebar dengan cepat pada peternakan babi, antara 1 – 3 hari, </li></...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </l...
PENCEGAHAN <ul><li>PRINSIP: STRATEGI = PENCEGAHAN  </li></ul><ul><li>PENYEBARLUASAN AI, ANTARA LAIN: </li></ul><ul><li>TER...
SURVAILANS EPIDEMIOLOGI <ul><li>DISINI YG DIMAKSUD ADALAH DIMULAI DENGAN SURVEILANS PENDERITA ILI ATAU “INFLUENZA LIKE ILL...
 
<ul><li>KKP melakukan : </li></ul><ul><li>- Screning demam (thermal scanner) penumpang & awak pesawat  </li></ul><ul><li>/...
 
 
<ul><ul><li>Pelayanan laboratorium ditingkatkan  </li></ul></ul><ul><ul><li>untuk mendukung surveilans epidemiologis terin...
<ul><ul><li>Pelayanan laboratorium ditingkatkan  </li></ul></ul><ul><ul><li>untuk mendukung surveilans epidemiologis terin...
<ul><li>Dewasa dan anak  ≥ 13 tahun : </li></ul><ul><li>R/. 2 X 75 mg/hari,selama 5 hari . </li></ul><ul><li>Anak-anak ≤ 1...
<ul><ul><li>Vaksinasi tidak memberikan 100% jaminan kekebalan , sehingga biosekuritas tetap harus dipertahankan, </li></ul...
 
 
KEY MESSAGE Wash hands often with soap and water Sumber: WHO (2009): H1N1 Daily Update
<ul><ul><li>JANGKA PENDEK </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Melaksanakan surveilance epidemiologis, mengantisipasi terjadinya...
<ul><li>Tingkatkan kesadaran masyarakat ( Public awareness ) , </li></ul><ul><li>Budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat,  <...
<ul><li>BIOSEKURITI KONSEPTUAL: </li></ul><ul><ul><li>Relokasi tempat usaha peternakan Babi , </li></ul></ul><ul><ul><li>K...
<ul><li>Batasi kunjungan ke kandang babi , </li></ul><ul><li>Kenakan Pakaian kandang khusus, </li></ul><ul><li>Tempatkan D...
<ul><li>FLU BABI  BUKAN PENYAKIT YANG DITULARKAN MELALUI MAKANAN     BUKAN FOOD BORNE DISEASE  (WHO) </li></ul><ul><li>PE...
MASYARAKAT Puskeswan Puskesmas Rumah sakit Disnak Kab/Kota Dinkes Kab/Kota RSUD Rujukan Flu Disnak Prop Dinkes Prop Ditjen...
<ul><li>DEPARTEMEN KESEHATAN </li></ul><ul><li>POSKO  KLB DITJEN PP-PL </li></ul><ul><li>JL.PERCETAKAN NEGARA 29 </li></ul...
Wisma ITC, Lt. 4, Jln. Abdul Muis No. 8 Jakarta Pusat - 10160 Phone : 021- 3854227  & 021- 3853515 Fax  : 021-3858974 SMS ...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>...
WHO PANDEMIC PREPAREDNESS AND RESPONSE  GUIDANCE 2009: PHASES Sumber: WHO (2009): H1N1 Daily Update Levels of influenza ac...
Dampak Wabah Flu (1) <ul><li>Meksiko :  ‘ shutdown ’ selama 5-hari: </li></ul><ul><li>Semua tempat umum (kantor, sekolah, ...
Dampak Wabah Flu (1) <ul><li>Hong Kong :  sebuah hotel dg 300 tamu diisolir/ karantina selama seminggu setelah ditemukan 1...
Apakah wabah ini akan meluas atau tidak? <ul><li>Wabah flu tampaknya tidak bertahan lama di luar Amerika Utara <pakar WHO,...
<ul><li>Kematian di Meksiko >150 orang;  </li></ul><ul><li>di luar Meksiko hanya 1 orang. </li></ul><ul><li>Virus ini tida...
‘ Social Distancing ’ (Jaga jarak sosial) <ul><li>Depkes Meksiko :  </li></ul><ul><li>“ Hindari jabat tangan & ciuman!” </...
ALAT  PELINDUNG  PERORANGAN (Protektive Personal Equipment) Pakaian kerja kacamata Masker Sepatu boots Sarung tangan Topi
PERSIAPAN PANDEMI <ul><li>KELOMPOK KESEHATAN </li></ul><ul><li>KELOMPOK NON KESEHATAN: </li></ul><ul><li>1. HANKAM </li></...
PRINSIP PERSIAPAN PANDEMI: WORKSHOP <ul><li>WORKSHOP: </li></ul><ul><li>MASUKAN PENGERTIAN PANDEMI DAN INFLUENSA, DAMPAK, ...
GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>...
<ul><li>Virus Flu Baru H1N1merupakan ancaman akan terjadinya Pandemi Influenza </li></ul><ul><li>Saat ini WHO telah menyat...
<ul><li>Intensifikasi promosi dan praktek PHBS lewat berbagai media </li></ul><ul><li>Biosekuti ternak babi dan yang lainn...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi Flu Babi Agus Sw

3,894

Published on

2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
3,894
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
154
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Materi Flu Babi Agus Sw"

  1. 1. INFLUENZA VIRUS BARU H1N1: EPIDEMIOLOGI, PENCEGAHAN & PENGENDALIAN, DAN PENANGGULANGAN PANDEMI AGUS SUWANDONO SEMINAR NASIONAL ANTISIPASI PENCEGAHAN PENYEBARAN “FLU BABI” SELASA, 19 MEI 2009 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
  2. 2. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANGAN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  3. 3. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANGAN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  4. 4. <ul><li>Th 2003 dunia dikejutkan oleh wabah virus AI / Flu Burung / H5N1 pada manusia di Thailand&Vietnam. </li></ul><ul><li>Di Indon mulai terjadi wabah ternak ayam di Legok, Tangerang pertengahan 2003 </li></ul><ul><li>Sejak itu, mulailah dilakukan intensifikasi surveilans baik pd unggas maupun manusia (ILI). Kasus2 pd unggas terus mrebak, tapi belum ada kasus manusia. </li></ul><ul><li>Tahun 2005, kasus AI pd manusia I X terjadi di BSD, Tangerang yg menyebabkan kematiannya dan anaknya  cluster 1 </li></ul><ul><li>Tahun ini juga dimulai surveilans ILI secara intensif di 6 kemudian 10 provinsi rawan di Indonesia </li></ul><ul><li>Sejak itu kasus AI pada manusia makin bertambah sehingga pada Februari 2009 tercatat 147 kasus AI pada manusia dengan kematian 121 orang atau 82% </li></ul><ul><li>Th 2006 dibentuk KOMNAS FB-PI, mulailah perang total thd AI & persiapan terjadinya pandemi influenza </li></ul>LATAR BELAKANG (1) Agus Suwandono (2006&2007), Resiko Penyebaran H5N1 di Indonesia, FK UNDIP, Semarang
  5. 5. <ul><li>Dengan 10 strateginy, banyak yg telah dikerjakan KOMNAS FB-PI, terutama promosi pencagahan penyebaran virus AI, kajian2 ilmiah, pemberdayaan masyarakat dan persiapan thd pandemi influenza </li></ul><ul><li>Disaat kita harap2 cemas, Tahun 2009, bulan April 2009, kita dikejutkan lagi dengan wabah virus influenza H1N1 di Meksiko yang kemudian menyebar luas kebeberapa negara secara cepat. Apakah virus flu baru H1N1 itu? (KOMNAS FBPI, 2009) </li></ul><ul><li>Merupakan Penyakit hewan menular pada ternak - Daftar A  OIE = OFFICE INTERNATIONALE DES EPIZOOTIES, WAHO = Wolrd Animal Health Org, yang bersifat zoonosis (KOMNAS FBPI, 2009) </li></ul><ul><li>Meskipun bersifat High Pathogenik, saat ini sebenarnya virus H1N1- 2009 belum dengan amat mudah menginfeksi manusia, apabila pola hidup bersih & sehat betul2 dapat diterapkan,  Indonesia masih merupakan daerah bebas H1N1- 2009 </li></ul>LATAR BELAKANG (2) Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  6. 6. <ul><li>Namun kita harus tetap waspada karena virus H1 sedang mengalami evolusi terus menerus dan merupakan salah satu virus yang paling mungkin menjadi penyebab pandemi influenza, disamping virus H9 (Kawaoka et al, 2006) </li></ul><ul><li>Besarnya kemungkinan Infeksi seperti pada penyakit menular lain pada umumnya tergantung pd Kepekaan( susceptibility) ,Dosis infeksi, Lamanya kontak, Virulensi, dan Daya tahan tubuh </li></ul><ul><li>Dari surveilance epidemiologis dan penyidikan lap di beberapa daerah di Indonesia dengan ternak babi yang berisiko tinggi terpajan virus H1N1 : Tidak satupun secara serologis ( microneutalization test, Gold standard test serologis ) memiliki antibodi terhadap H1N1 ( Laporan Bbalitvet,BBVet,BPPV) </li></ul>LATAR BELAKANG (3) Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  7. 7. <ul><li>Bersifat wabah sejak 18 April 2009 di Meksiko , dan secara geografis ada peningkatan daerah endemis di beberapa negara bagian di USA kemd menyebar ke Eropa, New Zealand, Australia, China, Korea & Amerika Latin (30 negara) </li></ul><ul><li>Flu H1N1-2009 pada ternak Babi belum pernah dilaporkan di 33 Provinsi di Indonesia – sampai saat ini Indonesia masih bebas penyakit Influenza H1N1 baik pada hewan maupun pd manusia . </li></ul><ul><li>Memang Inang virus H1N1-2009 utamanya adalah pada ternak babi. Dengan data populasi Babi di Indonesia hampir 9.000.000 ekor, diantaranya tertinggi terdapat di Provinsi Bali mencapai sekitar 1,2 juta ekor,  cukup berpotensi terancam virus H1N1-2009 ini, namun Pemerintah sdh siap & sdh antisipasi thd masuk & berkembangnya virus ini di tanah air, </li></ul>Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi LATAR BELAKANG (4)
  8. 8. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANGAN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  9. 9. Virus influenza <ul><li>HA (Haemagglutinin) </li></ul><ul><ul><li>Alat perekat ke membran sel yang diinfeksi </li></ul></ul><ul><ul><li>Cleaveability </li></ul></ul><ul><ul><li>Receptor specificity </li></ul></ul><ul><ul><li>Antigen utama </li></ul></ul><ul><ul><li>Dipecah oleh protease </li></ul></ul><ul><li>Enzym neuraminidase (NA) </li></ul><ul><ul><li>Memecah residu asam sialic dr receptor sel inang utk virus, </li></ul></ul><ul><ul><li>Membebaskan partikel virus dan memungkinkan virus menyebar ke seluruh tubuh. </li></ul></ul><ul><ul><li>HA dan NA mempunyai kemampuan keluar dari host humoral response </li></ul></ul><ul><li>PB1 dan NP memberi kemampuan keluar dari host celullar response. </li></ul><ul><li>Point mutation protein PB2 (suatu polymerase) kaitan  virulensi </li></ul><ul><li>Protein NS1 merupakan antagonis interferon </li></ul><ul><li>Antigenic instability : antigenic drift dan shift, reassortment dan recombination ? </li></ul>Robert G. Webster, Science 's Compass: Enhanced Perspectives A Molecular Whodunit ( Science 7 September 2001: Vol. 293. no. 5536, pp. 1773 – 1775) Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  10. 10. <ul><li>Tahan dalam air – suhu 22 o C , selama 4 hari </li></ul><ul><li>Pada suhu 0 o C - tahan >30 hari </li></ul><ul><li>Pada tinja / faeces unggas selama 32 hari. </li></ul><ul><li>Inaktif dengan pemanasan 80 ° C <1 menit> ; </li></ul><ul><li>60 o C < 30 menit >; 56 o C < 3 jam > ; </li></ul><ul><li>Mudah inaktif dengan dete r jen, alkohol, karbol, chlorin, </li></ul><ul><li>dan desinfektan lain </li></ul><ul><li>Virus – bersifat droplets , berikatan dengan partikel </li></ul><ul><li>– punya gaya gravitasi, tidak soliter, </li></ul>SIFAT VIRUS INFLUENZA H1N1-2009 Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  11. 11. Causal agent virus Influenza A B & C MENYERANG MANUSIA MENYERANG HEWAN (walau beberapa bs menyerang manusia) Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  12. 12. MAHLUK HIDUP DAN VIRUS INFLUENZA Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  13. 13. Unggas air H1 – H15 N1 – N9 influenza Babi H1N1, H3N2 H1N2, H4N6 (2000) H5N1 (2004) influenza manusia H1N1 (1933,1979) H5N1 (1997,2003) H2N2(1957 ) H9N2(1999) H3N2(1968 ) H1N2(2002) H7N7(2003)   Equine influenza H7N7 H3N8 influenza anjing laut H7N7, H4N5, H3N2 Influenza ikan paus H3N2 ,H13N9 Ferret influenza H10N4 Influenza ayam H4,5,7,9,10 N1,2,4,7 babi H1N1, H3N2 ayam H5N1 puyuh H9N2 Duck unggas manusia sapi (2002) Spektrum Inang Virus Influenza A Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  14. 14. Source: WHO/WPRO, 2006 Perubahan virus pada babi Unggas peliharaan water birds Migratory birds Babi Manusia terinfeksi “ reassortment” (?)
  15. 15. POPULASI BABI YANG TINGGI & ENDEMIK H1N1-2009 PENDUDUK YANG PADAT HUMAN ANIMAL INTERFACE  A PLACE WHERE DYNAMIC INTERACTIONS BETWEEN VIRUS , HUMAN, ANIMALS AND ENVIRONMENT OCCURS FAKTOR RISIKO Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  16. 16. <ul><li>1918-1919 - Spanish Flu ( H1N1 ) </li></ul><ul><li> di seluruh dunia ada 40 juta orang meninggal, </li></ul><ul><li>1957-1958 - Asian Flu ( H2N2 ) </li></ul><ul><ul><li> di seluruh dunia : 2 juta orang meninggal, </li></ul></ul><ul><li>1968-1969 - Hong Kong Flu ( H3N2 ) </li></ul><ul><li> didunia :0,7 - 1 juta orang meninggal, </li></ul><ul><li>2009 - Meksiko flu ( H1N1 ) </li></ul><ul><li> di dunia : dari 149 orang yang confirm </li></ul><ul><li>28 diantaranya meninggal. Di Meksiko sendiri </li></ul><ul><li>dari 105 confirm case , meninggal 7 orang </li></ul>KEJADIAN PANDEMI INFLUENZA DARI MASA KE MASA Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  17. 17. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 18 Maret 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  18. 18. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 13 April 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  19. 19. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 21 April 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  20. 20. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 25 April 2009 Public Health Emergency Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  21. 21. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 29 April 2009 Naik menjadi Fase 5 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  22. 22. Perkembangan Wabah Flu Baru H1N1: 2 Mei 2009 Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  23. 23. WHO – update (10 - 14 Mei 09) 2 Mei 2009: 16 negara Sumber: Samaan, G (2009). Daily Email Updated 6 Mei 2009: 23 negara, 1893 kasus, 41 mati 12 Mei 2009: 30 negara, 4694 kasus, 53 mati 14 Mei 2009: 33 negara (salah satunya tercatat Thailand), 6497 kasus, 55 mati 15 Mei 2009: NEGARA: KASUS: KEMATIAN: Meksiko 397 16 A.S. 160 1 Kanada 51 0 Spanyol 13 0 Inggris 15 0 Jerman 6 0 Selandia Br 4 0 Israel 3 0 Austria 1 0 Hong Kong 1 0 Denmark 1 0 Prancis 2 0 Belanda 1 0 Swis 1 0 Korea Sel 1 0 Costa Rica 1 0 TOTAL 658 17
  24. 24. WHO (2009): H1N1 Daily Update
  25. 25. <ul><li>Karakteristik penyakit onset mendadak dan menyebar dengan cepat pada peternakan babi, antara 1 – 3 hari, </li></ul><ul><li>Febris / demam ( 104 – 107 º F ), </li></ul><ul><li>Nyeri otot , dan ada kelemahan kaki, </li></ul><ul><li>Keluar cairan dari mata dan hidung, </li></ul><ul><li>Anorexia / tidak nafsu makan , </li></ul><ul><li>Batuk,bersin dan terdengar suara ngorok, </li></ul><ul><li>Diare , </li></ul><ul><li>Berakhir dengan Kematian, tetapi mortality rate rendah, umumnya antara 1 – 4 % </li></ul>GEJALA2 PADA BABI Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  26. 26. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN & PENGENDALIAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANGAN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  27. 27. PENCEGAHAN <ul><li>PRINSIP: STRATEGI = PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>PENYEBARLUASAN AI, ANTARA LAIN: </li></ul><ul><li>TERPENTING MENCEGAH AGAR VIRUS H1N1 TIDAK MASUK INDONESIA </li></ul><ul><li>SURVEILANS ILI & HEWAN TERNAK (KALAU BISA TERPADU) </li></ul><ul><li>PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, PROMOSI KES & PHBS </li></ul><ul><li>KESIAPAN SEKTOR KESEHATAN (YANKES, LAB, OBAT & PERBEKALAN, STAFF, BUDGET, TATA LAKSANA, MEKANISME, STRATEGI & KEBIJAKAN, MONEV DSB) </li></ul><ul><li>KESIAPAN LINTAS SEKTOR, PEMDA DAN ORGANISASI PROFESI </li></ul><ul><li>RESTRUKTURISASI PERDAGANGAN HEWAN TERNAK & PASAR BASAH DSB. </li></ul><ul><li>PENATALAKSANAAN KASUS FLU PD HEWAN </li></ul><ul><li>DSB </li></ul>
  28. 28. SURVAILANS EPIDEMIOLOGI <ul><li>DISINI YG DIMAKSUD ADALAH DIMULAI DENGAN SURVEILANS PENDERITA ILI ATAU “INFLUENZA LIKE ILLNESS” DENGAN KRITERIA PENDERITA PANAS > 37.8 DERAJAT CELSIUS DAN ADA GEJALA2 INFLUENSA </li></ul><ul><li>SETIAP PENDERITA DIAMBIL SAMPEL DARAH DAN SPESIMEN USAPAN HIDUNG/TENGGOROKAN  DARAH  RAPID TEST BISA DIKETAHUI MENDERITA INFLUENZA ATAU TIDAK  USAPAN DI KIRIM KE LAB  PEMERIKSAAN LBH LANJUT </li></ul><ul><li>HARUS DILAKUKAN DI RS DAN PUSKESMAS. DEPKES MEMPUNYAI BANYAK DAERAH SENTINEL KERJA SAMA DINKES/RS SETEMPAT </li></ul><ul><li>DIBEBERAPA DAERAH MISAL KAB INDRAMAYU & LAINNYA, MASYARAKAT DIDIDIK DAN MENCATAT ATAU MELAPORKAN KASUS ILI PADA POSKESDES DAN PUSKESMAS SETEMPAT (DINEGARA MAJU MASY LANGSUNG MELAPOR) </li></ul><ul><li>APABILA TERDAPAT LEDAKAN PENDERITA ILI, KEMUDIAN DILAKSANAKAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DI RUMAH DAN LINGKUNGAN  BERSAMA2 DENGAN DINAS PETERNAKAN </li></ul>
  29. 30. <ul><li>KKP melakukan : </li></ul><ul><li>- Screning demam (thermal scanner) penumpang & awak pesawat </li></ul><ul><li>/ kapal yg datang langsung/tidak langsung dari area endemis, </li></ul><ul><li>- Membagikan HAC = Health Allert Card, </li></ul><ul><li>- Menyimpan daftar penumpang yg berasal / pernah berkunjung </li></ul><ul><li>ke / dari daerah endemis, </li></ul><ul><li>- Indikasi ada yg demam : - pemeriksaan klinis di KKP, </li></ul><ul><li>- sesuai prosedur karantina di KKP </li></ul><ul><li>- kirim dan rawat di RS Rujukan, </li></ul><ul><li>DINAS KESEHATAN PROPINSI DAN KAB/KOTA. </li></ul><ul><li>- Surveilans intensif thd kasus ILI & Pneumonia, di RS, Puskesmas, </li></ul><ul><li>unit kes lain, </li></ul><ul><li>- Himbau Diskes Kab/Kota dan Puskesmas untuk cermati klaster </li></ul><ul><li>ILI, Pneumpnia dan kematian akibat pneumonia yg tdk jelas </li></ul><ul><li>penyebabnya, </li></ul><ul><li>- Koordinis kesiapan pelayanan kes di daerah & unit kes terkait, </li></ul><ul><li>- Informasi yg benar kpd masy, shg masy paham situasi& PHBS. </li></ul><ul><li>- Persiapkan Posko KLB, sesuai dg perkembangan sebaran penyakit, </li></ul><ul><li>- Laporkan kasus kepada Posko KLB Ditjen PP & PL. </li></ul>PEMBAGIAN TUGAS APARAT KESEHATAN Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  30. 33. <ul><ul><li>Pelayanan laboratorium ditingkatkan </li></ul></ul><ul><ul><li>untuk mendukung surveilans epidemiologis terintegrasi dengan sektor kesehatan </li></ul></ul><ul><ul><li>DEPTAN: kerjasama dengan OIE Reference laboratory ( Geelong – Australia Animal Health Laboratory ) ditingkatkan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pelayanan diagnosa </li></ul></ul><ul><ul><li>BPPV/BBV  standar Lab. BSL. 2 plus, </li></ul></ul><ul><ul><li>BBALITVET; sebagai refference lab BSL 3 </li></ul></ul><ul><ul><li>Laboratorium Veteriner Daerah Provinsi </li></ul></ul><ul><ul><li>Produksi vaksin dan jaminan kualitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Memenuhi standar OIE, </li></ul></ul><ul><ul><li>BBPMSOH standar BSL- 3 </li></ul></ul><ul><ul><li>PUSVETMA  Upgrade fasilitas produksi vaksin </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembinaan Lab.Veteriner swasta </li></ul></ul>PELAYANAN LABORATORIUM VETERINER Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  31. 34. <ul><ul><li>Pelayanan laboratorium ditingkatkan </li></ul></ul><ul><ul><li>untuk mendukung surveilans epidemiologis terintegrasi dengan sektor kesehatan Hewan . </li></ul></ul><ul><ul><li>Demikian juga kerjasama dengan WHO dan CDC Reference laboratory ditingkatkan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pelayanan diagnosa </li></ul></ul><ul><ul><li>BLK Daerah  standar Lab. BSL. 2 plus, </li></ul></ul><ul><ul><li>BALITBANGKES; sebagai refference lab BSL 3 </li></ul></ul><ul><ul><li>Laboratorium Lembaga EYKMANN, </li></ul></ul><ul><ul><li>Produksi vaksin Flu dan jaminan kualitas </li></ul></ul><ul><ul><li>Memenuhi standar WHO, </li></ul></ul><ul><ul><li>BBPOM Standar BSL- 3 </li></ul></ul><ul><ul><li>BIOFARMA  Upgrade fasilitas produksi vaksin </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembinaan Lab.Kesehatan swasta Sanbe, Kimia Farma,dll. </li></ul></ul>PELAYANAN LABORATORIUM KESEHATAN Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  32. 35. <ul><li>Dewasa dan anak ≥ 13 tahun : </li></ul><ul><li>R/. 2 X 75 mg/hari,selama 5 hari . </li></ul><ul><li>Anak-anak ≤ 1 tahun : </li></ul><ul><li>R/. 2 mg/kg.BB, 2 X sehari selama 5 hari . </li></ul><ul><li>Dosis Oseltamivir dapat diberikan sesuai dg Berat Badan sbb : </li></ul><ul><li>a. > 40 kg : 75 mg – 2 X sehari, </li></ul><ul><li>b. > 23 – 40 kg : 60 mg – 2 X sehari, </li></ul><ul><li>c. > 15 – 23 kg : 45 mg mg – 2 X sehari , </li></ul><ul><li>d. ≤ 15 kg : 30 mg – 2 X sehari. </li></ul>DOSIS PEMBERIAN OSELTAMIVIR Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  33. 36. <ul><ul><li>Vaksinasi tidak memberikan 100% jaminan kekebalan , sehingga biosekuritas tetap harus dipertahankan, </li></ul></ul><ul><ul><li>Keuntungan vaksinasi: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mencegah timbulnya gejala klinis dan kematian; </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengurangi keluarnya virus dari tubuh; </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Kelemahan vaksinasi : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Memerlukan waktu sebelum kekebalan protektif tercapai, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Pasien divaksinasi tidak memperlihatkan gejala klinis sesudah ter- ekspose, tetapi tetap dapat terinfeksi oleh virus dan bertindak sebagai ‘reservoir’ </li></ul></ul></ul>VAKSINASI INFLUENZA - H1N1 -2009. Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  34. 39. KEY MESSAGE Wash hands often with soap and water Sumber: WHO (2009): H1N1 Daily Update
  35. 40. <ul><ul><li>JANGKA PENDEK </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Melaksanakan surveilance epidemiologis, mengantisipasi terjadinya wabah, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengawasi dan memonitor masuknya penyakit ke wilayah Indonesia, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mempertahankan wilayah Indonesia tetap bebas H1N1 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mencegah penularan penyakit ke manusia dengan memutus rantai penularan penyakitnya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mengendalikan transportasi Babi dan isolasi lokasi usaha peternakan Babi , </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>JANGKA PANJANG </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Melakukan surveilance penyakit secara integratif antara sektor kesehatan sektor kesehatan hewan , </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Mempertahankan status Indonesia bebas Flu H1N1 </li></ul></ul></ul>PENGENDALIAN INFLUENZA H1N1 - 2009 Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  36. 41. <ul><li>Tingkatkan kesadaran masyarakat ( Public awareness ) , </li></ul><ul><li>Budayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat, </li></ul><ul><li>Desinfeksi / Dekontaminasi kandang & lingkungan, </li></ul><ul><li>Lakukan vaksinasi  bila pelihara babi , </li></ul><ul><li>Kendalikan lalu-lintas, produk dan limbah peternakan babi , </li></ul><ul><li>Laksanakan Surveillans dan penelusuran kasus , </li></ul><ul><li>Laksanakan Stamping-out / Eleminasi  pemusnahan babi menyeluruh di daerah tertular yang baru, </li></ul><ul><li>Monitor dan evaluasi perkembangan Flu H1N1-2009 disekitar peternakan babi . </li></ul><ul><li>Laporkan setiap kejadian babi sakit atau mati mendadak, </li></ul><ul><li>Cermati setiap “ pig case “ sebagai faktor resiko  dengan kemungkinan “ human case “ </li></ul>PENERAPAN LAP PENGENDALIAN FLU BARU H1N1 PD BABI, Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  37. 42. <ul><li>BIOSEKURITI KONSEPTUAL: </li></ul><ul><ul><li>Relokasi tempat usaha peternakan Babi , </li></ul></ul><ul><ul><li>Kandang : 1 - 3 km dari pemukiman penduduk, </li></ul></ul><ul><ul><li>Tidak boleh dekat jalan raya dan danau / situ . </li></ul></ul><ul><li>BIOSEKURITI STRUKTURAL: </li></ul><ul><ul><li>Menentukan tata letak (lay-out) peternakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Instalasi kandang, air minum, pakan, perkantoran, Ipal . </li></ul></ul><ul><li>BIOSEKURITI OPERASIONAL: </li></ul><ul><ul><li>Prosedur rutin kegiatan sehari-hari </li></ul></ul><ul><ul><li>Dekontaminasi dan desinfeksi kandang,lingkungan,peralatan,kendaraan,dll </li></ul></ul>BIOSEKURITI Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  38. 43. <ul><li>Batasi kunjungan ke kandang babi , </li></ul><ul><li>Kenakan Pakaian kandang khusus, </li></ul><ul><li>Tempatkan Desinfektan pencuci kaki di depan pintu kandang, </li></ul><ul><li>Untuk di kawasan peternakan Babi : kewajiban mandi setiap keluar masuk kandang, </li></ul><ul><li>Lakukan Desinfeksi kandang secara reguler , </li></ul><ul><li>Dekontaminasi  Kendaraan dan alat-alat kandang serta peralatan keranjang babi ( bangsung ) dengan desinfektansia. </li></ul>HAL PENTING DLM BIOSEKURITI OPERASIONAL Sumber: KOMNAS FBPI (2009), Tim Komunikasi
  39. 44. <ul><li>FLU BABI BUKAN PENYAKIT YANG DITULARKAN MELALUI MAKANAN  BUKAN FOOD BORNE DISEASE (WHO) </li></ul><ul><li>PEMERINTAH MENJAMIN – MASYARAKAT AMAN MENG-KONSUMSI DAGING DAN PRODUK OLAHAN-NYA. </li></ul><ul><li>TIDAK ADA PENULARAN FLU AKIBAT H1N1-2009 INI MELALUI DAGING ,YANG TELAH DIMASAK . </li></ul>BAGAIMANA DGN DAGING BABI ?
  40. 45. MASYARAKAT Puskeswan Puskesmas Rumah sakit Disnak Kab/Kota Dinkes Kab/Kota RSUD Rujukan Flu Disnak Prop Dinkes Prop Ditjen Peternakan/ Posko UPPAI Ditjen PP & PL / Posko KLB Kasus Manusia Kasus Babi Koordinasi KOMNAS FBPI KOMDA-I FB KOMDA-II FB BBV & BPPV PDSR Alur Pelaporan & Koordinasi DSO/ BIDAN DESA
  41. 46. <ul><li>DEPARTEMEN KESEHATAN </li></ul><ul><li>POSKO KLB DITJEN PP-PL </li></ul><ul><li>JL.PERCETAKAN NEGARA 29 </li></ul><ul><li>KOTAK POS 223. JAKARTA 10560. </li></ul><ul><li>TELP. 021- 4257125 </li></ul><ul><li>DEPARTEMEN PERTANIAN </li></ul><ul><li>DITJEN PETERNAKAN </li></ul><ul><li>DIT.KESEHATAN HEWAN </li></ul><ul><li>UNIT PENGENDALI PENY.AI/FB </li></ul><ul><li>JL.HARSONO RM NO.3 </li></ul><ul><li>KANPUS DEPTAN-GEDUNG C </li></ul><ul><li>LANTAI 9 – RUANG 911 </li></ul><ul><li>TLP.021-7812624 </li></ul><ul><li>SMS GATEWAY ; 08176677161 </li></ul>PUSAT INFORMASI H1N1-2009
  42. 47. Wisma ITC, Lt. 4, Jln. Abdul Muis No. 8 Jakarta Pusat - 10160 Phone : 021- 3854227 & 021- 3853515 Fax : 021-3858974 SMS Sentra : 081280000358 - 08197904919 Website : www.komnasfbpi.go.id http : // fluburung-indo.blogspot.com KOMNAS FBPI
  43. 48. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANG- AN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  44. 49. WHO PANDEMIC PREPAREDNESS AND RESPONSE GUIDANCE 2009: PHASES Sumber: WHO (2009): H1N1 Daily Update Levels of influenza activity have returned to the levels seen for seasonal influenza in most countries with adequate surveillance. Post- pandemic period Level of pandemic influenza activity in most countries with adequate surveillance rising again. Possible new wave Levels of pandemic influenza in most countries with adequate surveillance have dropped below peak levels. Post-peak period In addition to the criteria defined in Phase 5, the same virus has caused sustained community level outbreaks in at least 1 other country in another WHO region. Phase 6 The same identified virus has caused sustained community level outbreaks in two or more countries in one WHO region. Phase 5 Human-to-human transmission (H2H) of an animal or human-animal influenza reassortant virus able to sustain community-level outbreaks has been verified. Phase 4 An animal or human-animal influenza reassortant virus has caused sporadic cases or small clusters of disease in people, but has not resulted in human-to-human transmission sufficient to sustain community-level outbreaks. Phase 3 An animal influenza virus circulating in domesticated or wild animals is known to have caused infection in humans and is therefore considered a specific potential pandemic threat. Phase 2 No animal influenza virus circulating among animals has been reported to cause infection in humans. Phase 1
  45. 50. Dampak Wabah Flu (1) <ul><li>Meksiko : ‘ shutdown ’ selama 5-hari: </li></ul><ul><li>Semua tempat umum (kantor, sekolah, toko, restoran dsb) tutup, warga tinggal di rumah. </li></ul><ul><li>Amerika Serikat : >100 sekolah tutup seminggu. </li></ul>Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  46. 51. Dampak Wabah Flu (1) <ul><li>Hong Kong : sebuah hotel dg 300 tamu diisolir/ karantina selama seminggu setelah ditemukan 1 tamu dengan flu baru. </li></ul><ul><li>Mesir : > 300ribu babi dimusnahkan. </li></ul>Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  47. 52. Apakah wabah ini akan meluas atau tidak? <ul><li>Wabah flu tampaknya tidak bertahan lama di luar Amerika Utara <pakar WHO, 2/5/09>. </li></ul><ul><li>Angka kematian flu baru hampir sama dengan angka kematian flu musiman <Menkes Meksiko, 2/5/09>. </li></ul>Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  48. 53. <ul><li>Kematian di Meksiko >150 orang; </li></ul><ul><li>di luar Meksiko hanya 1 orang. </li></ul><ul><li>Virus ini tidak memiliki sifat seperti virus flu pada pandemi 1918. </li></ul><ul><li>PERTANYAAN: </li></ul><ul><li>Apakah wabah ini akan berhenti sampai di sini, ataukah akan lebih meluas lagi? </li></ul>Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  49. 54. ‘ Social Distancing ’ (Jaga jarak sosial) <ul><li>Depkes Meksiko : </li></ul><ul><li>“ Hindari jabat tangan & ciuman!” </li></ul>WHO : “ Praktikkan tindakan pencegahan dengan menghindari kontak erat dengan orang yang tampak tidak sehat dan orang yang menderita batuk-batuk & demam.” Manusia saling menjauh dari sesamanya secara fisik & psikologis. Sumber: Hudoyo, H. (2009) Perkembangan Wabah Flu Baru
  50. 55. ALAT PELINDUNG PERORANGAN (Protektive Personal Equipment) Pakaian kerja kacamata Masker Sepatu boots Sarung tangan Topi
  51. 56. PERSIAPAN PANDEMI <ul><li>KELOMPOK KESEHATAN </li></ul><ul><li>KELOMPOK NON KESEHATAN: </li></ul><ul><li>1. HANKAM </li></ul><ul><li>2. TELEKOM, HUB DAN INFO </li></ul><ul><li>3. ENERGI, INDUSTRI & PDAGANG </li></ul><ul><li>4. SOSIAL – KESEJAHTERAAN </li></ul><ul><li>5. DSB </li></ul><ul><li>KELOMPOK MASYARAKAT </li></ul>
  52. 57. PRINSIP PERSIAPAN PANDEMI: WORKSHOP <ul><li>WORKSHOP: </li></ul><ul><li>MASUKAN PENGERTIAN PANDEMI DAN INFLUENSA, DAMPAK, MASALAH DAN KERUGIAN </li></ul><ul><li>PEMUTARAN FILM PANDEMI </li></ul><ul><li>DISKUSI KELOMPOK PERAN DAN TUGAS MASING2 KELOMPOK </li></ul><ul><li>SIMULASI PANDEMI </li></ul><ul><li>DISKUSI KELOMPOK RENCANA AKSI DAN TINDAK LANJUT </li></ul><ul><li>SESI PLENO </li></ul><ul><li>KESEPAKATAN BERSAMA </li></ul><ul><li>ADVOKASI: </li></ul><ul><li>Gubernur, Bupati, Walikota, DPR dan lain2 </li></ul><ul><li>Sosialisasi kesepakatan dan rencana aksi masing2 kelompok </li></ul><ul><li>Sosialisasi ke masyarakat </li></ul><ul><li>Simulasi menyeluruh pandemi </li></ul>
  53. 58. GRS BESAR PEMBAHASAN <ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>EPIDEMIOLOGI </li></ul><ul><li>PENCEGAHAN </li></ul><ul><li>PENANGGULANGAN PANDEMI </li></ul><ul><li>KESIMPULAN </li></ul>
  54. 59. <ul><li>Virus Flu Baru H1N1merupakan ancaman akan terjadinya Pandemi Influenza </li></ul><ul><li>Saat ini WHO telah menyatakan bahwa dunia sudah dlam phase 5 Pandemi Influenza </li></ul><ul><li>Walaupun menyebabkan kematian yang relatif rendah tapi virus ini menyebar cepat sekali </li></ul><ul><li>Terpenting adalah pencegahan agar virus tidak masuk ke Indonesia </li></ul><ul><li>Selain itu persiapan kita semua menghadapi pandemi harus dioptimalkan baik sektor kesehatan, sektor non kesehatan dan masy </li></ul><ul><li>Intensifikasi KOMDA FBPI </li></ul><ul><li>Advokasi terhadap para pengambil keputusan daerah mutlak diperlukan </li></ul><ul><li>Sosialisasi kepada masyarakat, kelompok masyarakat, tokoh2 agama tentang influenza dan pandemi serta “tidak panik” amat penting dilakukan </li></ul>
  55. 60. <ul><li>Intensifikasi promosi dan praktek PHBS lewat berbagai media </li></ul><ul><li>Biosekuti ternak babi dan yang lainnya perlu diperketat dan ditingkatkan </li></ul><ul><li>Surveilans baik thd manusia dengan ILI dan terhadap ternak babi, pasar basah, pasar daging dsb. </li></ul><ul><li>Peningkatan kebersihan pasar basah dan tempat2 pemotongan hewan </li></ul><ul><li>Intensifikasi kolaborasi jaringan laboratorium di Indonesia (Depkes, Univ dan lainnya) dan luar negeri, terutama WHO Collaboration Center  Lab Virologi </li></ul><ul><li>Tetap hati2 thd H5N1 </li></ul><ul><li>Dsb </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×