Takwa dan Kerukunan Antar Umat Beragama

1,476 views
1,293 views

Published on

PAI

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
1,476
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
61
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Takwa dan Kerukunan Antar Umat Beragama

  1. 1. Kerjasama dan kerukunan umat beragama &
  2. 2. TAKWA
  3. 3. 1. Melaksanakan segala perintah Allah 2. Menjauhkan diri dari segala yang dilarang Allah (haram) 3. Ridho (menerima dan ikhlas) dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah Allah SWT menjelaskan dalam Surat Ali’Imran Ayat 102: Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim (beragama Islam)
  4. 4. Secara umum takwa merupakan akumulasi dari pelaksanaan aturan Allah dalam hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam lingkungannya. HUBUNGAN DENGAN ALLAH Hubungan dengan Allah dalam arti pemahaman terhadap-Nya merupakan titik tolak terwujudnya ketakwaan. Hubungan dengan Allah dilakukan seorang muslim dalam bentuk ketaatan melaksanakan ibadah. Konsistensi mendirikan shalat lima waktu, membaca Al-qur’an, mencintai kekasih-Nya Rasulullah saw melalui cara-cara memberi shalawat, mengunjungi makamnya serta memuliakan namanya dengan menjaga dan menjauhkannyadari sikap-sikap yang dapat menjatuhkan atau merendahkan derajatnya.
  5. 5. Taat kepada Allah dan taat kepada Rasulullah merupakan rangkaian yang tidak bisa dipisahkan, taat kepada Rasul berarti taat kepada Allah. Ali’Imran Ayat 102 : Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim (beragama Islam).
  6. 6. HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA 1. Hubungan dengan keluarga a.Berbakti kepada orang tua firman Allah Q.S. Lukman : 14 yang artinya Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
  7. 7. Hubungan anak dengan orang tua merupakan hubungan yang istimewa yang terkait erat dengan sebab perkawinan. Seorang anak dilahirkan dengan perjuangan dan pengorbanan yang berat dari ayah dan ibunya, karena itu anak diwajibkan untuk berbuat baik kepada orang tuanya. b. Menyayangi keluarga Menyayangi keluarga ditampilkan dalam bentuk pemberian kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga. Kasih sayang tidak selalu dilahirkan dalam bentuk pemberian materi, tetapi yang lebih penting adalah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh, sehingga kasih sayang dapat dirasakan oleh keluarga.
  8. 8. HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT a. Menegakkan keadilan Adil merupakan kebutuhan azasi setiap orang dan setiap muslim senantiasa menjaga azasi ini dengan cara berpihak kepada keadilan dan berusaha menegakkan keadilan ditengahtengah masyarakat.sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji,kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat
  9. 9. b. Amar makruf nahyi mungkar Amar makruf nahyi mungkar merupakan bentuk aktualisasi ajaran islam ditengah masyarakat dengan cara menegakkan kebenaran dan membenci keburukan dan kemungkaran yang ada ditengah masyarakat. c. menyebarkan rahmat dan kasih sayang Hubungan yang baik dengan sesama manusia adalah mengembangkan silatrahmi dan menjalin dan mengokohkan tali persaudaraan atas dasar kasih sayang. Menyebarkan rahmat dan kasih sayang dapat pula menghindarkan sifat-sifat buruk, seperti sombong,angkuh,fitnah dan suudzan,permusuhan. Sebab sifat-sifat tercela tersebut lahir dari egoisme dan menyenangi kepuasan diri sendiri yang berlebihan.
  10. 10. . HUBUNGAN DENGAN SENDIRI 1. Memelihara kehormatan diri Hubungan dengan diri sendiri dilakukan melalui upaya menjaga dan memelihara kehormatan diri antara lain menjaga kesucian diri dengan menghindari makanan dan minuman yang haram, seperti mencuri,menipu,korupsi serta perbuatan lain yang merugikan orang lain. Dalam hubungan dengan diri sendiri ini yang menjadi penekanan adalah mengendalikan dorongan-dorongan nafsu yang membawa manusia kedalam suatu tindakan yang jelek. 2. Sabar Sabar pada dasarnya adalah interaksi seorang dengan diinya sendiri. Sabar merupakan sikap yang lahir dari penyerahan total terhadap Allah, karena itu sabar tidak pernah dipisahkan dari keyakinan tentang kekuasaan Allah.
  11. 11. 3. Syukur Syukur yaitu menumbuhkan sikap berterimakasih atas apa yang diperolehnya dari Allah atau sesama manusia. Bersyukur dengan ucapan adalah mengucapkan hamdalah setiap merasakan nikmat. Bersyukur yang paling tinggi nialainya adalah mensyukui nikmat Allah melalui perbuatan yaitu menggunakan nikmat yang diberikan Allah sesuai dengan keharusannya. Besyukur terhadap nikmat Allah dijamin mrndapatkan tambahan nikmat dari Allah, sebagaimana dijanjikannya : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmumemaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Kusangat pedih".(QS.
  12. 12. 4. istiqamah Istiqamah adalah tegak berdiri diatas prinsip kebenaran yang diyakininya. Istiqamah merupakan sikap hidup yang mampu berdiri diatas prinsip tauhid dan mendorong dirinya untuk senantiasa konsisten dengan prisip itu dalam kondisi apapun. HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN HIDUP 1. Mengelola dan memelihara alam Manusia diciptakan Allah dan digelarkan dimuka bumi untuk mengelola isi bumi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai makhluk Allah yang sempurna. Memakmurkan bumi adalah mengelola sumberdaya yang disediakan Allah untuk kebahagian dan kesejahteraan hidup manusia. Kebahagiaan hakiki mencakup keseuruhan hidup, yaitu hidup didunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat dalam konsep islam tidak dapat pisahkan.
  13. 13. Manusia ditengah-tengah alam memiliki peran sebagai subjek yang akan berpengaruh terhadap lingkungannya dan hubungan manusia dengan alam lingkungannya merupakan interaksi yang saling berpengaruh. Al-Qur’an banyak memberikan dorongan untuk menjaga dan memelihara alam dan lingkungan hidup, karena misi islam pada dasarnya mencakup sikap terhadap alam. Alam adalah anugerah Allah kepada manusia, sesuai dengan kedudukan manusia sebagai khalifah Allah, maka ia dituntut untuk dapat menjaga dan memelihara alam disamping menggunakan dan memanfaatkannya, sebagaimana firman Allah:
  14. 14. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).”(Qs. Ar-Ruum:41)
  15. 15. KERJASAMA DAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA
  16. 16. Manusia ditakdirkan Allah Sebagai makhluk sosial yang membutuhkan hubungan dan interaksi sosial dengan sesama manusia. Sebagai makhluk social, manusia memerlukan kerja sama dengan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan material maupun spiritual. Ajaran Islam menganjurkan manusia untuk bekerja sama dan tolong menolong (ta’awun) dengan sesama manusia dalam hal kebaikan. Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa batasan ras, bangsa, dan agama.
  17. 17. HUBUNGAN INTERN UMAT ISLAM Hubungan sesama muslim digambarkan sebagai sesuatu yang tak terpisahkan, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadistnya : “Seorang mukmin dengan mukmin yang lain bagaikan suatu tubuh, apabila salah satu anggota tubuh itu terluka, maka seluruh tubuh akan merasakan demamnya.” (HR. Muslim dan Ahmad) Rasul mengajarkan umatnya untuk saling memberikan perhatian dan kepedulian terhadap sesama sehingga, terwujud ukhuwah islamiah yang dilandasi kasih sayang. Kasih sayang dalam ukhuwah islamiah akan membentuk hubungan yang akrab, saling mengasihi, dan saling memberikan perhatian.
  18. 18. Dalam memantapkan ukhuwah islamiyah, para ulama menetapkan tiga konsep : •Kosep tanawwu al ibadah (keragaman cara beribadah) •Konsep almuktiu fi ijtihadi lahu ajrun (kesalahan dalam berijtihad mendapat ganjaran) •Konsep la hukma lillahi qabla ijihad al raujtahid (Allah belum menetapkan suatu hukum sebelum upya ijtihad dilakukan seorang mujtahid)
  19. 19. HUBUNGAN ANTAR UMAT BERAGAMA Agama islam diturunkan untuk manusia dengan segala keberagamannya. Ajaran islam tidak melarang umatnya untuk berhubungan dengan umat beragama lain. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa berpihak pada kebenaran dan keadilan terhadap siapa saja, termasuk orang-orang non muslim. Dalam hubungan dengan umat beragama lain hendaknya seorang muslim tetap menjaga keyakinan (aqidah)nya, yaitu meyakini bahwa agama islamlah yang diridhai Allah dan berusaha menyucikan aqidahnya. Hal ini berarti bahwa hubungannya dengan pihak lain tidak sampai membenarkan keyakinan mereka atau saling tukar keyakinan, tetapi tetap menghormati dan menghormti dan menghargai keyakinan masing-masing.
  20. 20. Hubungan yang baik antara umat islam dengan umat agama lain telah dibuktikan sepanjang sejarah islam. Dengan demikian, dalam hubungan umat islam dengan umat beragama lain, Al-Qur’an mengajarkan prinsip-prinsip toleransi sebagai rujukan. Prinsipprinsip tersebut adalah : • Dilarang melakukan pemaksaan dalam beragama baik secara halus apalagi kasar. • Manusia berhak memilih,memeluk agama, dan beribadat menurut keyakinannya. • Tidak berguna memaksa seseorang agar menjadi seorang muslim • Allah tidak melarang hidup bermasyarakat dengan orang yang tidak sepaham atau tidak seagama.

×