Pemerintahan bersih walhi

255 views
152 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
255
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • CADANGAN DUNIA 760 BT   CADANGAN INDONESIA 20 BT 2.63% PRODUKSI INDONESIA     4.89% EKSPOR INDONESIA     82.18%         CADANGAN CHINA 115   15.13% PRODUKSI CHINA     45% ESKPOR CHINA     0% IMPOR CHINA NO. 1     ENERGI CHINA 79%             CADANGAN INDIA 59   7.76% PRODUKSI     7.62% EKSPOR INDIA     0% IMPOR INDIA NO. 4    ENERGI INDIA 69%    
  • Pemerintahan bersih walhi

    1. 1. Abetnego Tarigan, Director Executive National WALHI PERSPEKTIF BARU ROAD SHOW TO CAMPUS “PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI ISU STRATEGIS DI PEMILU 2014” Univ. Gajah Mada, Jokjakarta, 1 Oktober 2013
    2. 2. LH & Perundang – Undangan RI • UUD 1945 [pasal 28h] : • UU 39 tahun 1999,Tentang HAM [pasal 9] • UU 32Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah [pasal 14 dan 22] • UU 32 tahun 2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup [pasal 63 ayat 3] • Konvensi PBB yang diratifikasi terkait dengan LH • Kebijakan lainnya di bawah UU
    3. 3. TANTANGAN KITA HARI INI Krisis Lingkungan Hidup • Penyebab utama krisis LH:  Alih fungsi lahan  Pencemaran  Degradasi hutan dan deforestasi • Aktifitas utama : pertambangan, perkebunan besar, pariwisata, industri manufaktur
    4. 4. • 10 negara dampak kerusakan lingkungan hidup : Brazil; United States; China; Indonesia, Japan, Mexico; India, Russia, Australia, and Peru. (www.plosone.org) • Tahun 2012, terjadi 503 kali banjir dan longsor yang menewaskan 125 orang,serta kebakaran hutan dan lahan sekurang – kurangnya 17,000 ha. • Diperkirakan 470 Daerah Aliran Sungai rusak
    5. 5. Relative rank of countries by proportional and absolute environmental impact. (natural forest lost, habitat conversion, marine captures, fertilizer use, water pollution, carbon emissions and proportion of threatened species) Bradshaw CJA, Giam X, Sodhi NS (2010) Evaluating the Relative Environmental Impact of Countries. PLoS ONE 5(5): e10440. doi:10.1371/journal.pone.0010440 http://www.plosone.org/article/info:doi/10.1371/journal.pone.0010440
    6. 6. Perubahan Iklim • Perubahan iklim atau pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi karbondioksida (CO2) dan gas-gas pencemar lain di atmosfer • Panas dari matahari terperangkap oleh gas-gas di dalam atmosfer bumi • Gas-gas menangkap panas dengan membentuk selimut di sekeliling bumi- seperti gelas dalam rumah kaca. • Sekali dilepaskan gas rumah kaca akan tetap tinggal di atmosfer selama bertahun-tahun. Ketika jumlahnya semakin banyak, temperatur planet meningkat.
    7. 7. Emisi terbesar adalah dari sektor konversi lahan dan kehutanan 48%, Energi 21% Kebakaran di lahan gambut 12%, gas buangan 11%, industri 3% dan pertanian 5%. Dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup, “Emisi GRK”, 2009 dalam Buku “Pendanaan Iklim Antara Kebutuhan dan Keselamatan Rakyat” , 2011.
    8. 8. Dominic Elson, 2011, Cost-Benefit Analysis of a Shift to a Low Carbon Economy in the Land Use Sector in Indonesia
    9. 9. Potensi cadangan batubara (20 miliar MT) 2,6% dari cadangan dunia Produksi batubara Indonesia (2011) 353 juta MT atau 5% dari produksi dunia (No. 5 di dunia) Persentase Ekspor Batubara (2011) 82,18% untuk ekspor – No. 1 Eksportir dunia) Laju Eksploitasi per tahun Indonesia: 1,66% Australia: 0,5% India: 0,8% @ diperkirakan cadangan batubara di Indonesia akan habis dalam 20 tahun Pelaku Usaha batubara (September 2012) 10.596 5.763 non C&C (54%) Sumber: Direktorat Pembinaan Pengusahaan Batubara, Ditjen Minerba
    10. 10. CADANGAN SDA BATUBARA INDONESIA
    11. 11. Perubahan Iklim dan Dampak •Cuaca Ekstrim  Menurut persh Asuransi Swiss Re, 90% dari bencana terkait iklim terjadi di Asia.  Cuaca panas sekali, gelombang panas dan hujan lebat KEMUNGKINAN BESAR akan lebih sering  Badai siklon tropis kemungkinan lebih intensif, dengan angin kencang dan hujan deras
    12. 12. • Air  Ketersediaan air berkurang 10-30% di beberapa kawasan terutama daerah tropik kering  Diperkirakan musim hujan lebih pendek, curah hujan lebih intensif, meningkatkan risiko banjir.  Cekaman kekurangan air akan menimpa jutaan orang di Asia Pasifik
    13. 13. • Pangan  Produktivitas pertanian turun di daerah tropik bahkan jika perubahan suhu kecil: risiko kelaparan  65 negara berkembang akan kehilangan sekitar 280 juta ton potensi produksi sereal, 16% dari hasil pertanian (FAO)  Setiap peningkatan suhu 1 derajat  panen padi turun 10% (IRRI)
    14. 14. Jumlah Protes Lingkungan Hidup Triwulan 1, 2013 5 5 5 5 38 9 7 0 5 10 15 20 25 30 35 40 Aceh Jambi Riau KepulauanRiau SumateraUtara SumateraSelatan SumateraBarat Bengkulu Lampung Banten DKIJakarta JawaBarat JawaTengah JawaTimur Yogyakarta KalimantanBarat KalimantanTimur KalimantanTengah SulawesiSelatan SulawesiUtara SulawesiTenggara Gorontalo NTB NTT Bali Maluku Kombinasi Jumlah Protes TOTAL PROTES: 123 Protes Terbanyak berdasarkan propinsi: 1. DKI Jakarta: 38 Protes 2. Jawa Barat: 9 Protes 3. NTT: 7 Protes 4. Sumsel: 5 Protes 5. Aceh: 5 Protes 6. Lampung: 5 Protes 7. Banten: 5 Protes
    15. 15. Bentuk, Sasaran Protes, dan Respon Negara Bentuk Protes Tertinggi: 1. Keluhan: DKI Jakarta (28) 2. Aksi Demonstrasi: Sumatera Selatan (3) 3. Gugatan Hukum: Jawa Barat (2) Sasaran Protes Tertinggi: 1. Pemerintah: DKI Jakarta (23), Aceh (5), Banten (5) 2. Perusahaan: Kepulauan Riau (4) 3. TNI/POLRI: Sumatera Selatan (4) Respon Negara: 1. Menolak Tuntutan: Aceh (3) 2. Tidak ada tindak lanjut: Kepulauan Riau (2) 64.7 12.1 8.6 7.8 3.4 3.4 62.4 12.8 8.3 5.5 3.7 3.7 2.8 0.9 42.3 19.2 19.2 7.7 7.7 3.8
    16. 16. Nilai Kondisi Lingkungan Hidup Triwulan 1, 2013 Keterangan : Merah: Sangat buruk & Buruk, Kuning: Cukup, Hijau : Baik, Biru: Sangat Baik Indikator: • Penanganan protes dan kasus lingkungan hidup : Sangat Buruk • Perbaikan Kerangka Hukum dan Kebijakan : Buruk • Kapasitas Pemerintah : Buruk • Kapasitas Penegak Hukum : Buruk • Kepemimpinan : Buruk Nilai Keseluruhan : Buruk
    17. 17. 3 HAL PENYEBAB KRISIS Krisis Lingkungan dan Perubahan Iklim Absennya Peran Negara Kebijakan Negara Praktek Buruk
    18. 18. DIBALIK 3 FAKTOR SDA sebagai Sumber Dana Politik Penguasa SDA = Penguasa Politik Keterlibatan Langsung aktor penguasa SDA dalam institusi Negara
    19. 19. PEMILU 2014 DAN PERUBAHAN Kesadaran politik lingkungan rakyat Agenda Lingkungan Hidup pada partai dan kandidat Memutus rantai relasi antara aktor penguasa politik dan penguasa SDA Institusionalisasi gerakan perubahan di Parlemen (Kaukus Lingkungan) Pemerintahan Bersih Perusak Lingkungan Continued emissions of greenhouse gases will cause further warming and changes in all components of the climate system. Limiting climate change will require substantial and sustained reductions of greenhouse gas emissions. (IPCC 2013)
    20. 20. Terima Kasih Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Friends Of The Earth Indonesia Jl. Tegal Parang Utara No. 14 Mampang, Jakarta Selatan Tlp. 021-79193363 Fax. 021-7941673 www.walhi.or.id

    ×