Kepemimpinan efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi pembelajar
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share

Kepemimpinan efektif untuk meningkatkan kinerja organisasi pembelajar

  • 9,832 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
9,832
On Slideshare
9,832
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
216
Comments
1
Likes
3

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. KEPEMIMPINAN EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI PEMBELAJAR Oleh SOFYAN *Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 2 Kota Jambi *Mhs S3 Teknologi Pendidikan UNJ sofyan_zaibaski@yahoo.co.idI. PENDAHULUAN Akhir-akhir ini sering muncul paradigmna dan jargon “krisis kepemim-pinan”. Dalam banyak dialog dan wacana sering juga dibicarakan sulitnyamencari kader pemimpin. Pemimpin yang dimaksudkan adalah pemimpin yangdapat menaungi semua kepentingan organisasi/institusi yang dipimpinnya dalampencapaian tujuan. Saat ini tidak salah kalau sebagian orang menilai, bahwapemimpin yang ada lebih cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak ataukurang perduli pada kepentingan orang lain dan kepentingan lingkungannya. Krisis kepemimpinan juga bisa jadi disebabkan oleh minimnya kompetensiindividu yang pada akhirnya menyebabkan minimnya kompetensi kelompok sertakompetensi organisasi.Tidak heran jika sekarang muncul pemimpin-pemimpinbaru yang “instan” tanpa dibarangi dengan kompetensi, kredibilitas, akuntabilitas,serta komitmen yang tinggi.Tidak jarang pemimpin yang menduduki suatu ja-batan karena faktor balas jasa.Akibatnya, organisasi minim meningkatkan kinerjadan tidak adanya organisasi pembelajar yang dinamis. Sekurang-kurangnya terlihat ada tiga masalah mendasar yang menandailemahnya kepemimpinan yang efektif.Pertama: adanya krisis komitmen. Keba-nyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikir-kan dan mencari pemecahan masalah untuk kepentingan MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 2. kebersamaan.Kedua,adanya krisis kredibilitas.Kredibilitas itu dapat diukurmisalnya dengan kemam-puan untukmenegakkan etika memikul amanah, setiapada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalam pendirian, jujur dalam memikultugas dan tanggung jawab yang dibebankan padanya, kuat iman dalam menolakgodaan dan peluang untuk menyimpang.Ketiga, adanya krisis akuntabilitas.Inimenyangkut kemampuan pemimpin secara efektif untuk menentukan tujuanorganisasi yang dipimpinnya secara terukur. Kepemimpinan efektif adalah kepemimpinan yang harus belajar, harusmembaca, harus mempunyai pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenaiberbagai soal yang menyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin.Juga pe-mimpin itu harus memiliki kemampuan berkomunikasi, kredibilitas dan inte-gritas, dapat bertahan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.Jika tidakmemiliki kriteria-kriteria tersebut, maka kelompok dan organisasi yang dipimpin-nya tidak akan menemukan arah yang jelas. Dengan kata lain, tujuan tidak akantercapai. Kehancuran organisasi yang dipimpinnya hanya tinggal menungguwaktu.II. PEMBAHASAN Leadership is capatibilty of persuading others to work together undertheirdirection as a team to accomplish certain designated objectives (kepemimpinanadalah kemampuan meyakinkan orang lain supaya bekerja sama di bawah pim-pinannya sebagai suatu tim untuk mencapai atau melakukan suatu tujuan tertentu),demikian tulis James M. Black dalam bukunya Management, A guide to ExecutiveCommand. Seorang pemimpin itu adalah berfungsi untuk memastikan seluruh tugasdan kewajiban dilaksanakan di dalam suatu organisasi. Seseorang yang secararesmi diangkat menjadi kepala suatu institusi/organisasi/lembaga bisa saja iaberfungsi atau mungkin tidak berfungsi sebagai pemimpin. Kepala sekolah adalah pemimpin tertinggi di sekolah.Pola kepemimpin-annya sangat berpengaruh bahkan sangat menentukan terhadap kamajuan sekolah.Pada saat menjadi guru tugas pokoknya adalah mengajar dan membimbing siswa MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 3. untuk mempelajari mata pelajaran tertentu sedangkan kepala sekolah bertugaspokoknya adalah “memimpin“ dan “mengelola” guru beserta stafnya untukbekerja sebaik-baiknya demi mencapai tujuan sekolah. Sesuai pasal 12 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990,bahwa: Kepala sekolah bertangggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendi-dikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya dan penda-yagunaan serta pemeliharaan sarana serta prasarana.Diterangkan pula pada pasal 1ayat 1 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah bahwa:Untuk diangkatsebagai kepala sekolah/madrasah, seseorang wajib memenuhi standar kepalasekolah/madrasah yang berlaku nasional. Memimpin dan mengelola sangat mudah untuk dikatakan tetapi sulit untukdilaksanakan karena perlu keterampilan khusus dan pengorbanan terutama se-karang yang paling langka adalah keteladanan.Seorang kepala sekolah harusmenjadi suri teladan, baik bagi guru dan stafnya maupun siswa dan orang tua.Namun demikian, kepemimpinan yang dijalankan oleh kepala sekolah terkadangbelum mencapai hasil terbaik yang diharapkan oleh sekolahnya, karena berbagaikendala yang dihadapi oleh kepala sekolah terkadang juga belum dapat diatasidengan maksimal, disebabkan profesionalisme kepemimpinan kepala sekolahyang tidak mencapai tingkat terbaik atau dengan kata lain “...with strongleadership by the principal, a school is likely to be effective; without capableleadership, it is not” (Roland S. Barth, 1990:64). Pernyataan tersebut menjelaskanbahwa jika kepemimpinan kepala sekolah kuat, maka sekolah pun akan menjadiefektif, namun tanpa hal itu, maka sekolah tidak akan efektif. Selain itu, kenyataan saat ini, yang seringkali dihadapi oleh kepala sekolahsalah satu kendalanya adalah “...Lack of specific knowledge about the skills thatprincipals need in order to be effective school leaders exists at a time when manyprincipals are facing dramatic changes in their roles...” (Roland S. Barth,1990:64).Pernyataan tersebut menginformasikan bahwa kurangnya pengetahuankhusus tentang keterampilan yang kepala sekolah perlukan untuk tetap menjadi MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 4. pemimpin sekolah yang efektif, ketika banyak kepala sekolah menghadapi peru-bahan dramatis dalam menjalankan peranannya. Kepala sekolah merupakan bagian dari pendidik dan tenagakependidikan.Pendidik dan tenaga kependidikan memegang peranan yang sangatstrategis, ter-utama dalam membentuk watak bangsa serta mengembangkanpotensi peserta didik. Dalam Pasal 39 ayat (2) dan pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakanbahwa: “Pendidik merupakan profesional yang bertugas merencanakan danmelaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukanpembimbingan dan pela-tihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepadamasyarakat, terutama pendidik pada perguruan tinggi.” Juga dalam pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003Tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa: Pendidik dan tenagakependidikan berkewajiban:“(1) Menciptakan suasana pendidikan yang bermak-na, menyenagkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; (2) Mempunyai komitmen secaraprofesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan (3) Memberi teladan danmenjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dangan kepercayaanyang diberikan kepadanya.” Dengan demikian, dapat disimpulkan, bahwa dalam melaksanakan tugasdan tanggungjawabnya, setiap guru dituntut untuk berkinerja secara optimalsesuai dengan kompetensi dan profesionalitas di bidangnya atau setidaknyamampu menguasai dan dapat melaksanakan.Tuntutan terhadap tugas dan tang-gungjawab guru, nampaknya akan sulit terpenuhi, manakala kondisi psikologisdan sosial serta penghargaan (kompensasi) yang dirasakan guru tidak mendukung,karena pada dasarnya kinerja guru membutuhkan konsentrasi dan kegairahandalam bekerja, dan hal itu dapat terwujud apabila kebutuhan guru terpenuhi secaraadil dan layak, sehingga akan menimbulkan kepuasan, kenyamanan dan kete-nangan dalam bekerja. Mengingat sekolah sebagai unit pelaksana pendidikan formal terdepandengan berbagai keragaman potensi anak didik yang memerlukan layanan pendi-dikan yang beragam, kondisi lingkungan yang berbeda satu dengan lainnya , maka MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 5. sekolah harus dinamis dan kreatif dalam melaksanakan perannya untuk meng-upayakan peningkatan kualitas/mutu pendidikan. Hal ini akan dapat dilaksanakanjika sekolah dengan berbagai keragamannya, tersebut diberikan, kepercayaanuntuk mengatur dan mengurus dirinya sendiri sesuai dengan kondisi lingkungan,dan kebutuhan anak didiknya. Hoy dan Miskell (1978:116) yang mengutip pendapat Vroom, menya-takan bahwa performance = f (ability x motivation). Dengan katalain kinerjaditentukan dengan kemampuan yang yang diperolaeh dari hasil pendidikan,pengalaman, latihan, motivasi yang merupakan perhatian khusus dari hasratseorang guru dalam melakukan pekerjaanya dengan baik. Dari beberapa pendapat mengenai pengertian kinerja di atas, dapatdimaknai pula bahwa kemampuan (abiliy), keterampilan (skiil) dan upaya (effort)akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kerja personal apabiladisertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. Upaya yangdilakukan oleh suatu organisasi untuk meningkatkan kualitas kinerja personal de-ngan sendirinya akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerjaorganisasi sehingga turut mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dilakukan dengan meningkatkanpola kepemimpinan yang efektif, meningkatkan kinerja dan melibatkan seluruhkomponen institusi untuk belajar. Hal ini ditunjukan dari penguasaan kompetensikepala sekolah yang menjalankan kepemimpinannya secara efektif dan mampubekerja sama dengan bawahan secara profesional, serta melaksanakan tugasnyamasing-masing dengan penuh tanggung jawab selain itu seorang pemimpinpemimpin harus memperhatikan hubungan antar manusia (human relation) danmemperhatikan pada tugas (task oriented), karena kedua hal ini merupakan dwitunggal yang nyaris, tidak dapat dipisahkan. Hal ini sesuai dengan pendapat Thomas Gordon (1990:8), bahwa: “efek-tivitas seorang pemimpin mensyaratkan agar sang pemimpin tersebut memper-lakukan orang lain dengan baik, sementara memberikan motivasi agar merekamenunjukan performa yang tinggi dalam melaksanakan tugas". Selain itu menurut MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 6. Miftah Toha (1986:1), bahwa: "Suatu organisasi akan berhasil bahkan akan gagal,sebagian bisa ditentukan oleh kepemimpinan". Sejalan dengan pendapat Gordon, Juran dalam Teriska Rahadjo (2005: 29)berpendapat, bahwa: “kepemimpinan efektif adalah yang dapat menumbuhkansikap melayani kebutuhan utama pelanggan organisasi dan menumbuhkan pening-katan mutu, sehingga organisasi perlu menyusun sasaran dan pedoman pening-katan mutu yang dapat diraih organisasi”.Selama ini seringkali kita menjumpaibahwa dalam menilai keberhasilan, sebuah lembaga pendidikan hanya melihatdari sumber daya, sarana serta prasarana, padahal ada aspek penting yang harusdiperhatikan dalam meningkatkan mutu pendidikan, aspek itu adalah aspekkepemimpinan, dan salahsatunya yang terdapat di sekolah adalah kepemimpinankepala sekolah. Pernyataan ini senada dengan pendapat Umaedi (Jurnal Pendidikan, April1999) bahwa:Kepala sekolah harus tampil sebagai koordinator dari sejumlahorang yang mewakili berbagai kelompok yang berbeda di dalam masyarakatsekolah dan secara profesional harus terlibat dalam setiap proses perubahan disekolah melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaankualitas total denganmenciptakan kompetisi dan penghargaan di dalam sekolah itu sendiri maupunsekolah lain. Sehubungan dengan peningkatan kinerja dan organisasi pembelajar, makalangkah-langkah kepemimpinan efektif yang harus dilakukan dapat diuraikansebagai berikut.1. Menenutukan Tujuan Menentukan tujuan adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Tujuanyang jelas akan membawa visi institusi kesuatu arah perubahan yang dapat dilihatdan dirasakan oleh masyarakat sekolah. Agar lebih efektif, maka visi harus dite-gaskan dalam misi secara berkala melalui penetapan tujuan yang efektif.Semakinjelas tujuan yang dimiliki, semakin tajam fokusnya, demikian sebaliknya. Penetapan tujuan yang efektif menjadikan visi semakin terfokus karenamenjelaskan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencapai visitersebut.Visi memang penting, namun visi itu tidak akan terwujud bila tujuan MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 7. suatu pro-gram tidak terencana dan dilaksanakan dengan benar. Sebuah visi akantetap sama dalam jangka waktu yang lama, sedangkan sebuah misi akanmenyesuaikan dengan visi. Namun, suatu tujuan harus ditinjau secara berkala agarseorang pemimpin dapat menyesuaikannya dengan situasi yang terus berubah. Manfaat Penetapan Tujuan:1) mempermudah proses pengambilankeputusan;2) menimbulkan respek; 3) bisa digunakan sebagai tolok ukur; 4)sangat diper-lukan untuk kepuasan psikologis orang, yang muncul saat adaperasaan bahwa dirinya mampu dan berguna, yang muncul jika sesuatu telahterpenuhi; dan 5) menghasilkan kegigihan,dengan adanya tujuan yang jelas danterperinci, maka akan dapat ditetapkan goal/target untuk setiap hal yang harusdikerjakan.2. Menentukan Kompetensi Inti Dalam rangka mencapai kompetensi kelompok dan kompetensi organisasi,untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukankompetensi inti organisasi.Kompetensi merupakan seperangkat tindakan cerdas,penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat kemampuan untukmengerjakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (Kemendiknas, dalamWibawa, 2011: 265). Ibarat sebuah kendaraan, kompetensi merupakan sebuahmesin. Institusi dalam hal ini sekolah akan berjalan dengan baik jika kompetensiyang ada di dalamnya dapat dioptimalkan. Kompetensi tersebut berupa kompe-tensi individu, kompetensi kelompok, dan kompetensi organisasi.Menentukankompetensi inti yang ada di sekolah penting artinya bagi pencapaian tujuansekolah.3. Kebutuhan Individu & Lembaga Hal berikutnya yang perlu diperhatikan dalam kelangsungan organisasiadalah kebutuhan individu dan kebutuhan lembaga. Tujuan organisasi hanya akantercapai jika kebutuhan individu dan kebutuhan lembaga terpenuhi. Prinsip MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 8. dasarnya, orang akan bisa bekerja jika kebutuhannya terpenuhi. Oleh sebab itu,pemenuhan kebutuhan individu dan lembaga harus menjadi prioritas.4. Peningkatan Kualitas Individu & Organisasi Untuk mencapai tujuan tentunya diperlukan peningkatan kualitas, baikindividu maupun organisasi.Setelah dilakukan pemenuhan kebutuhan individu danlembaga, tentunya langkah berikutnya adalah meningkatkan kualitas. Lembaga(sekolah) hanya akan berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan jika kualitasSDM maupun organisasi dapat ditingkatkan.5. Kemampuan untuk berkomunikasi Kemamapuan untuk memberikan dan menerima informasi merupakankeharusan bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah orang yang bekerjadengan menggunakan bantuan orang lain, karena itu pemberian perintah, penyam-paian informasi kepada orang lain mutlak perlu dikuasai.6. Kebersamaan Hal lain yang tak boleh dilupakan dalam meningkatkan kinerja dalamorganisasi pembelajar adalah membangun kebersamaan. Tujuan lembaga hanyadapat dicapai hanya dengan kebersamaan.Oleh karena itu, bagi pemimpin yangefektif, membangun kebersamaan adalagh hal pokok.Mempersempit jarak dankonflik, dan sedapat mungkin menciptakan suasana yang kondusif.7. Membangun Jaringan. Memiliki akses atau (jangkauan) atas informasi yang relevan dan pentingmerupakan kekuasan.Gambaran yang benar tentang kekuasan seseorang tidakhanya disediakan oleh posisi orang yang bersangkutan, tetapi juga oleh penguasanorang yang bersangkutan atas informasi yang relevan.Seseorang akuntan dalamstruktur organisasi umumnya tidak memiliki basis kekuasaan antarpribadi khususyang kuat atau jelas dalam struktur orgnisasi, tetapi mereka memiliki kekuasan MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011
  • 9. karena mereka mengendalikan informasi yang penting.Pemimpin yang efektifmuncul karena ia mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan, mengambil ke-putusan yang penting, dan memiliki jangkauan informsi yang penting. Dialahyang memungkinkan banyak hal yang terjadi dalam organisasi.III. PENUTUP Seorang pemimpin yang efektif harus mempunyai keberanian untuk meng-ambil keputusan dan memikul tanggung jawab atas akibat dan resiko yang timbulsebagai konsekuensi dari keputusan yang diambilnya. Seorang pemimpin harus punya pengetahuan, keterampilan, informasi yangmendalam dalam proses menyaring satu keputusan yang tepat. Disamping itu,seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dapat mempengaruhi danmengarahkan segala tingkah laku dari bawahan sedemikian rupa sehingga segalatingkah laku bawahan sesuai dengan keinginan pimpinan yang bersangkutan. MK Manajemen dm TP…Sofyan@S3TP_2011